. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Cerita Wisata Utama


Komodo itu pandai menipu. Saat diam, biawak raksasa ini seperti hewan lemah, padahal itu taktiknya untuk menyergap satwa lain dan manusia yang lengah. Seperti apa sifat dan prilaku aslinya? Simak profil sang predator berdasarkan pengamatan TravelPlusIndonesia (TPI) secara langsung di Pulau Komodo.

Komodo satu-satunya spesies terakhir dari keluarga monitor lizard yang mampu bertahan hidup dan berkembang. berdasarkan leaflet TNK, satwa berdarah dingin ini ditemukan pertama kali oleh seorang Belanda bernama JKH Van Steyn tahun 1911. Baru terkenal di dunia ilmu pengetahuan sejak 1912, tepatnya setelah peneliti dan ahli biologi, Mayor PA Ouwens memberikan julukan dalam tulisan berjudul “On a Large Varanus Species from the Island of Komodo” dengan nama ilmiah Varanus komodoensis.

Untuk mengetahui prilaku komodo sesungguhnya, TravelPlusIndonesia (TPI)mengamatinya langsung di habitatnya, Pulau Komodo. Ternyata komodo punya trik sendiri untuk mengelabui mangsanya. Dia pura-pura diam seperti sebatang kayu lapuk. Gerakannya lamban dan malas. Tapi setelah mangsanya lengah, dia segera menyergapnya dengan mulutnya yang moncong atau dengan bantuan ekornya dengan cara menyabet mangsanya sekeras mungkin. Kelebihan lain, predator licik ini dianugerahi penciuman yang sangat tajam, terutama bila mencium amis darah dan bau bangkai meski berjarak 2 Km.

Di habitanya, komodo lebih suka menyendiri (soliter). Sejak kecil, anak komodo dibiarkan mencari makan sendiri oleh induknya. Jarang sekali berkelompok kecuali di Banu Nggulung. Beberapa komodo di tempat ini malas mencari makan sendiri akibat terbiasa diberi umpan (feeding) gratis dari pengunjung, akhirnya populasi rusa, babi hutan, dan kerbau liar kian bertambah hingga mengganggu keseimbangan alam. Beberapa tahun belakangan, acara feeding dilarang.

Data inventarisasi komodo Taman Nasional Komodo (TNK), di Pulau Komodo jumlahnya sekitar 1.700 ekor, di Pulau Rinca 1.300, Gili Motang 100, dan 30 ekor di pulau-pulau kecil lain.

Diperkirakan masih ada sekitar 2.000 ekor lagi yang terpencar di Flores, yakni di pesisir Barat Manggarai dan pesisir Utara Kabupaten Ngada serta beberapa tempat di Kabupaten Ende. Bahkan hasil penelitian Auffenberg dari Amerika Serikat, komodo ditemukan sampai Timur Flores. Masyarakat Pulau Komodo dan sekitarnya menyebut komodo, ora. Tapi warga pesisir Utara Flores dan Ende, memanggilnya mbou. Di Pulau Rinca, perilaku komodo sedikit lebih ganas. Kulitnya kekuningan dan lebih bersih.

Buaya Darat
Menurut salah seorang peneliti khusus komodo yang TP temui di Pulau Komodo, musim kawin komodo terjadi pada Juli-Agustus. Jumlah jantan dan betina 4 berbanding 1. Lantaran tak seimbang sering terjadi perkelahian antar jantan untuk memperebutkan betina hingga terluka bahkan tewas. Komodo jantan sukar ditemukan saat musim kawin, sebab sibuk mengejar betina. Usai kawin, sang betina akan bertelur lalu menyimpannya di lubang. Betina bertelur 20-50 butir dan menjaganya selama 7 bulan. Bentuk telurnya oval, berwarna putih dengan panjang 9 cm, lebar 6 cm dan beratnya 105 gram. Setelah menetas, panjang rata-rata 18 inci atau 45 cm. Yang dewasa sekitar 2 meter, pernah juga dijumpai komodo sepanjang lebih dari 3 meter.

TP pun mengamati bayi komodo. Kulit bayi komodo berwarna kekuningan. Umur 10 bulan coklat muda. Usia 20 bulan ke atas berubah menjadi agak hitam, lalu coklat gelap setelah dewasa. Anak komodo langsung pandai memanjat pohon untuk mencari makan, sekaligus menghindar dari ancaman komodo dewasa. Santapan kegemarannya aneka serangga, cecak dan tokek. Setelah dewasa, lebih suka memangsa rusa, babi hutan, kerbau dan telur burung Gosong. Komodo dewasa tak bisa lagi memanjat pohon lantaran keberatan badan.

Selain suka memangsa hewan lain termasuk manusia, komodo dewasa juga suka menyantap anaknya (kanibal). Areal perburuan komodo dewasa di lokasi yang sering dilalui hewan dan manusia. Komodo menyukai semak dataran rendah, berbatasan dengan savana. Terkadang ada di dataran tinggi sekitar 400-600 meter dpl. TP juga melihat komodo berenang layaknya seokor buaya terutama jika melihat bangkai ikan besar yang mengapung di perairan. Wajar penduduk setempat menjulukinya buaya darat.

Berdasarkan pengamatan TP secara langsung di Pulau Komodo, predator yang dilindungi undang-undang seperti halnya Harimau Sumatera ini meski bukan termasuk satwa penyerang yang ganas, namun tetap berbahaya. Apalagi bila berada di TNK, di habitatnya itu komodo sebagai raja. Lengah sedikit, Anda bisa jadi mangsanya.

Cara yang amat saat berada di habitanya, Anda harus tetap waspada dan ditemani jawagana bila ingin melihat predator ini atau hendak berpergian ke obyek-obyek lainnya. Sebab bagaimanapun melihat komodo di habitatnya, di pulau Komodo dan pulau-piulau lain di TNK jelas jauh lebih mengasyikkan dibanding di kebun binatang. Atmosfir dan panorama yang bakal Anda dapat pasti lebih seru, menawan, dan mengesankan.

Bila Anda yakin bahwa sang predator yang kanibal ini menjadikan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) begitu berati dan berbeda dibanding kawasan lain, sebaiknya Anda memilih Taman Nasional Komodo agar terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia baru versi Yayasan New 7Wonders. Caranya dengan melakukan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees. Selamat memilih semoga Anda dapat menyaksikan bagaimana komodo menjqdi penguasa di habitatnya.***

Naskah & Foto: A. Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Senin, 29 November 2010

Rakornas Kemenbudpar Digelar 2 Hari


Rapat koordinasi nasional (Rakornas) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) akan digelar dua hari mulai Rabu sampai dengan Kamis, (1-2/12/2010) di dua tempat yakni Balairung Gedung Sapta Pesona dan Hotel Millenium, Jakarta.

Pembukaan Rakornas Kemenbudpar 2010 berlangsung pada hari pertama di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Menbudpar Jero Wacik dijadualkan akan menjadi pembicara utama (keynote speaker) dalam Rakornas ini. Sementara Menko Perekonomian Hatta Radjasa direncakana yang akan membuka Rakornas ini.

Pada hari kedua, Rakornas akan dilanjutkan dengan pembahasan komisi-komisi di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta.

Sejumlah perkembangan kinerja Kemenbudpar baik dibidang Kebudayaan maupun Pariwisata akan dipaparkan Jero Wacik. Perkembangan Di bidang Kebudayaan antara lain hasil pengakuan dunia terhadap warisan budaya takbenda Indonesia oleh UNESCO, inventarisasi pencatatan karya budaya takbenda, lomba cipta seni pelajar tingkat nasional, produksi film nasional penghargaan kebudayaan, permuseuman, dan peraturan perundang-undangan bidang budaya.

Jero Wacik sebelumnya menyatakan ada 4 warisan budaya takbenda Indonesia yang sudah diakui UNESCO yakni Wayang pada tahun 2003, Keris (2005), Batik (2009), dan Angklung (2010). Tahun 2010 tari-tarian tradisi Bali dan kerajinan tradisional Noken asal Papua, paling lambat tanggal 31 Maret 2010 harus diterima UNESCO). “Tahun 2011 Tari Saman asal Aceh masuk dalam penetapan UNESCO untuk kategori daftar perlindungan mendesak (urgent safeguarding list). Tinggal menunggu keputusan sidang UNESCO di Bali, November 2011,” jelasnya.

Perkembangan di bidang Kebudayaan yang rencananya akan dipaparkan Jero Wacik antara lain perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, investasi, sertivikasi tenaga kerja pariwisata, dan perkembangan visit Indonesia termasuk Vote Komodo.

Dalam kesempatan sebelumnya, Jero Wacik sudah menerangkan bawah program Visit Indonesia yang dimulai pada 2008 berhasil memacu daerah-daerah untuk membuat kegiatan visit daerah masing-masing antara lain Visit Lampung 2009 dan 2010, Visit Musi 2010, Visit Manado 2010, Visit Bangka Belitung 2010, Visit Kalbar 2010, Visit Bengkulu 2010, Visit East Java 2010, Visit Riau 2010, Visit Makassar 2011-1015, Visit Aceh 2011, dan Visit Lombok-Sumbawa 2012.

“Kemenbudpar juga memprakasai kampanye Vote Komodo (Taman nasional Komodo dalam rangka pemilihan New7wonder of Nature atau tujuh keajaiban dunia untuk kekayaan alam, yang hasil akhirnya akan diumumkan pada tanggal 11 November 2011,” terangnya.

Sampai siang ini, panitia penyelenggara masih mempersiapkan acara untuk pembukaan Rakornas Kemenbudpar, Rabu. Para pengisi acara antara lain atraksi 6 wayang yang akan tampil secara bergantian antara lain wayang orang dan wayang kulit, masih melakukan gladi kotor terakhir di Balairung.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Ilham Irhamna, Pusformas, Kemenbudpar

Read more...

Minggu, 28 November 2010

Lukisan Berbahan Material Merapi Berharga Jutaan


Erupsi Merapi disatu sisi teguran sekaligus nasihat Sang Pencipta. Di sisi lain mendatangkan rezeki melimpah bagi yang kreatif memanfaatkannya. Debu dan endapan lumpurnya menyuburkan tanah. Batu dan pasirnya bukan cuma untuk bahan bangunan, pun dapat digunakan sebagai bahan lukisan bernilai jual tinggi.

Adalah Untung Sutrisno (49 thn), warga Wates Prontakan, Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah yang jeli memanfaatkan bahan material muntahan Gunung Merapi yang meletus sebulan silam sebagai bahan baku sejumlah lukisannya. Batu dan pasir Merapi tersebut diolah tanpa campuran zat pewarna sehingga menghasilkan warna lukisan yang kalem, lembut, dan lebih alami.

Pasir Merapi terlebih dulu dia saring untuk memperoleh bagian lembutnya. Sedangkan batu Merapi dia tumbuk terlebih dulu juga untuk mendapat butiran halus. Tujuannya agar kedua bahan material dari gunung berapi tersebut dapat menempel sempurna di kanvas dengan bantuan lem keramik ataupun lem kayu.

Melukis dengan material Merapi bukan hal baru bagi Untung. Pelukis berambut ikal panjang ini melakoninya sejak 16 tahun silam tepatnya mulai 2004. Sebelumnya dia melukis dengan cat minyak dan air sejak 1986 namun kini lebih konsisten melukis dengan material Merapi. “Gunung Merapi itu sangat kaya raya material vulkanisnya. Sayang kalau tidak digunakan. Padahal bisa juga untuk bahan seni lukis dan kerajinan lain. Melukis itu tidak harus dengan cat minyak dan air tapi bisa juga dengan abu, lumpur, pasir, batu lahar dan batu cadas Merapi,” jelasnya.

Lukisan berbahan material Merapi yang dibuatnya jumlahnya sudah seratusan lebih, antara lain lukisan berjudul Detik-Detik Erupsi Merapi berukuran 120 X 90 Cm yang menggambarkan kondisi Merapi sedang erupsi lengkap dengan kepulan wedhus gembel atau awan panasnya. Lukisan tersebut dilukisnya selama sebulan lalu sejak Merapi meletus 26 Oktober 2010 lalu. Sebelumnya pelukis yang biasa disapa dengan sebutan Untung KS ini pernah melukis lukisan berjudul Ikan-Ikan Pemakan Cahaya di atas kanvas berukuran 70 X 90 Cm pada 2008 dan lukisan berjudul Meditasi di atas kanvas 100 X 100 Cm pada 2009.

Berkat kejelian, keahlian, dan kreativitasnya itu, dia bukan hanya mendapat keuntungan secara ekonomi, pun predikat khas sebagai pelukis alternatif berbahan material gunung berapi khususnya Merapi. Beberapa karya lukisannya laku terjual dari harga Rp 500ribu hingga puluhan juta rupiah per lukisan, tergantung ukuran, gambar dan tingkat kesulitan lukisannya.

Terbukti bukan, di balik bencana, ada banyak hikmah. Di balik musibah, ada banyak peluang dan rezeki. Tinggal bagaimana memanfaatkan dan mensyukurinya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Sabtu, 27 November 2010

Suku Tengger Bromo Gelar Ritual Doa dan Buka Pintu Gerbang


Masyarakat Tengger yang tinggal di kawasan Bromo menggelar Ritual Doa dan Buka Pintu Gerbang sehari setelah gunung berketinggian 2.392 mdpl ini meletus, Jumat sore kemarin, (26/11/2010). Kedua ritual tersebut bertujuan memohon kepada para dewa agar keselamatan warga yang berada di lereng Bromo terjamin.

Ritual doa digelar di Desa Ngadisari yang berjarak 3 Km dari puncak kawah Bromo. Ritual dipimpin langsung Supoyo selaku kepala dukun adat Suku Tengger. Dalam ritual tersebut pendeta membacakan doa dan mantera tri sandia untuk shang yang widhi dengan dilengkapi dengan kembang tujuh rupa dan sajian makanan untuk para dewa. Asap dupa turut mengiringi doa yang dipanjatkan.

“Kita mengajak masyarakat untuk doa bersama sekalian memberikan penjelasan atau sosialisasi terakit dengan kondisi Gunung Bomo sekarang yang sedang berstatus Awas,” kata Supoyo.

Sementara Ritual membuka gerbang gunung juga digelar di punde yang mengarah langung ke Gunung Bromo digelar di Desa Cemoro Lawang, tak jauh dari tepi lautan pasir. Ritual ini dilakukan oleh pemangku adat setempat, Sugiono. “Saya bermeditasi atau persembahan kepada yang maha kuasa. Tujuannya agar masyarakat Tengger terutama yang ada di lereng Bromo diberi keselamatan,” kata Sugiono.

Masyarakat Tengger memang kerap menggelar ritual sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut yakni Hindu Dharma. Suku yang diyakini sebagai keturunan terakhir Kerajaan Majapahit yang lari karena tidak mau masuk Islam ini sekurangnya menggelar tiga ritual besar setiap tahun yakni Kesada atau Kesodo, Karo dan Unan-Unan.

Upacara Kesodo dirayakan tiap tahun bulan ke-12. Upacara bersifat massal ini berlangsung dari desa-desa di kawasan Bromo hingga puncaknya di kawah Bromo. Setelah berdoa di tengah lautan pasir, tepatnya di Pura Luhur Poten.

Upacara ini diakhiri dengan menyajikan korban (sesaji) ke kawah Bromo. Korban atau sesaji berupa aneka buah-buahan, penganan, hewan bahkan uang demi keselamatan masyarakat dan anak-cucuk masyarakat Tengger. Upacara Kesodo, saat ini juga digunakan untuk melantik dukun baru, disamping pelantikan para pejabat pemerintahan dan orang terhormat lainnya yang diangkat oleh masyarakat Tengger sebagai pinisepuh.

Upacara adat Karo dilaksanakan di rumah atau juga secara terpusat di kepala desa adat pada bulan kedua setiap tahun. Sedangkan Unan-unan adalah upacara yang bertujuan untuk bersih desa dengan memohon keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Tengger. Upacara ini juga bersifat massal dan terbuka bagi pengunjung.

Ritual dan upacara-upacara adat besar masyarakat Tengger inilah yang menambah nilai lebih bagi kawasan Bromo selain keindahan panorama alamnya. Kedua daya tarik itulah yang membuat banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara berdatangan ke Bromo, sekalipun statusnya sedang Awas dan meletus seperti yang terjadi saat ini.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Pascaerupsi Miror Bromo, Wisman Masih Berdatangan


Sehari setelah Gunung Bromo, Jawa Timur meletus kecil, beberapa wisatawan mancanegara (wisman) dan lokal masih berdatangan untuk melihat pesona letusannya. Namun sejumlah hotel yang berdekatan dengan gunung ini, sepi pengunjung karena beberapa calon tamu membatalkan kunjungannya.

Bukan hanya hotel, sejumlah rumah penduduk yang biasa disewakan untuk para turis juga tutup, lantaran merununnya kunjungan wisman. Penurunan jumlah wisatwan karena Sejumlah Biro perjalanan di Jawa Timur mengalihkan rute perjalanan, dari Bromo ke Malang atau Batu dan lainnya. Hal ini dijelaskan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jatim, Haryono Gondosoewito, Jumat (26/11/2010).

Sejak meletus kecil, kemarin, kawasan radius 3 Km dari kawah Bromo disterilkan, termasuk lautan pasir.

Kendati berstatus Awas Bromo, tak membuat surut wisatawan yang ingin menikmati keindahannya. Sejak meletus sampai hari ini, masih ada beberapa turis datang dan mengamati Gunung Bromo dari Penanjakan, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Ada dari Jakarta, Kalimantan, dan luar negeri.

Gunung yang berada di ketinggian 2.392 meter terakhir meletus 8 Juni 2004, menyebabkan dua orang tewas. Ketika itu tinggi letusan abu panas mencapai 3 Km. Ironisnya, korban tewas wisman asal Singapura, yang tengah menikmati pemandangan di kawasan kawah Gunung Bromo. Korban tewas akibat lontaran material vulkanik berupa batu dan kerikil panas dan mayatnya ditemukan tertimbun pasir di tangga menujuh kawah.

Untuk menjaga keamanan pengunjung dan antisipasi letusan Bromo kali ini, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiapkan sedikitnya 1 satuan setingkat kompi (SSK).

Alam Gunung Bromo dan sekitarnya sudah cantik ditambah kekhasan tradisi budaya dan kehidupan Suku Tengger yang mendiaminya. Wajar rasanya kalau pesonanya mampu menghipnotis wisman dan nusantara termasuk para selebritis. Saat aktivitasnya mereda, gunung aktif ini ramai dikunjungi wisatawan. Dan kini, ketika meletuspun, tetap diminati.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Jumat, 26 November 2010

Target 10 Besar Via Visit Makassar dan Beyond 2011-2014



Kota Makassar hingga tahun ini masih berada di peringkat 17 dari 18 kota destinasi atau tujuan wisata di Indonesia. Lewat program Visit Makassar & Beyond 2011-2014 yang digelar oleh Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel, optimis harus dapat masuk 10 besar.

Begitu keoptimisan Menbudpar Jero Wacik yang dilontarkannya sebelum meluncurkan Visit Makassar & Beyond 2011-2014 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (26/11/2010). “Tahun 2011, Indonesia menjadi Ketua ASEAN yang pasti akan banyak meeting digelar di Indonesia. Kalau Kota Makkasar menunjukkan kondisi yang aman dan baik, saya akan melempar beberapa meeting ASEAN dan event internasional lain ke Makassar guna menjaring wisman. Dengan begitu saya optimis Makassar bisa masuk 10 besar tujuan wisata di Indonesia pada 2014,” jelasnya.

Jero Wacik menjelaskan ada 5 syarat sebuah destinasi diminati wisatawan dan kemudian menjadi unggulan. Kelima syarat itu adalah keindahan alam, kekhasan dan keunikan budaya, keramahan manusianya, kelezatan dan keberagaman makanannya serta keterjangkauan biayanya. “Alam Makassar dan daerah lainnya di Sulses indah seperti Bantimurung, Toraja dan lainnya. Budaya di Makassar dan daerah lainnya menarik, baik pakaian tradisonalnya, tarian, musik, dan kehidupannya. Begitu pula manusianya yang terkenal berani dan suka melanglangbuana. Makanannya sangat bervariasi dan terkenal nikmat seperti Cotto Makassar, Barongkok dan bermacam ikan bakar. Dan tak kalah penting untuk berwisata di Makassar dan daerah sekitarnya, biayanya masih relatih murah dan terjangkau wisatawan,” jelas Jero Wacik.

Kalau selama 4 tahun program ini berjalan dengan biak, sambung Jero Wacik pasti mampu menarik wisman dan wisnus dalam jumlah besar ke Makassar dan daerah lainnya di Sulsel.

Menurut Walikota Makassar Ilham Areif Sirajuddin untuk mensukseskan program ini dan mencapai target yang signifikan, Pemkot Makssar sudah melakukan berbagai persiapan antara lain pendekatan dan penyuluhan program sadar wisata kepada masyarakat Kota Makassar. Menurutnya penyuluhan sadar wisata ini sangat berimplikasi kepada kultur masyarakat Makassar yang terlanjur dicap keras dan kerap melakukan kegiatan yang menimbulkan kerawanan.

“Dengan penyuluhan sadar wisata ini, Insya Allah karakter masyarakat Bugis Makassar, Mandar, dan Toraja bisa selalu ramah menerima wisatawan yang datang. Mudah-mudah dengan program Visit Makassar & Beyond ini, memberi keyakinan kepada wisman dan wisnus untuk tidak segan-segan datang ke Makassar,” jelasnya.

Makassar dan daerah lain di Sulsel memiliki beragam obyek wisata baik sejarah, budaya, bahari, dan kuliner. Rekomendasi obyek wisata yang dapat dikunjungi wisman dan wisnus bertepat dengan Visit Makasar & Beyond di Makassar dan daerah lain di Sulsel antara lain city tour Makassar ke Benteng Fort Roterdam, Makam Diponogoro, Somba Opu Souvenir, Pelabuhan Phinisi Paotere, arena bermain Trans Studio Theme Park, Waterfront Area, dan Pantai Losari. Sedangkan obyek di luar Kota Makassar antara lain Taman Nasional Bantimurung dengan Airterjun Bantimurung yang bertingkat-tingkat, Goa bersejarah Leang-Leang di Maros, kuliner Cawiwi di Sidrap, dan keindahan alam dan budaya di dataran tinggi Toraja.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@ayahoo.com)
Foto: Adji & Rozi-Purformas Kemenbudpar

Read more...

ITA 2010 Tambah 2 Kategori Baru


Indonesia Tourism Award (ITA) 2010 yang digelar SWA bekerjasama dengan Kemenbudpar menambah 2 kategori besar baru yakni penghargaan khusus (special award) kepada pemerintah provinsi yang paling berkomitmen terhadap pengembangan pariwisata. Dan satu kategori lagi, obyek wisata terfavorit.

Demikian keterangan Pemimpin Redaksi Majalah SWA, Kemal E. Gani di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (26/11/2010). Keenam kategori besar ITA 2010 tersebut adalah kota/kabupaten terbaik layanan wisata, kota tujuan wisatawan terfavorit, obyek wisata terfavorit, industri penunjang wisata terfavorit, penghargaan khusus (special award), dan kategori provinsi terbaik dalam pengembangan pariwisata.

“Survei ini dilakukan kepada kota-kota di Indonesia untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat pelayanan pemerintah daerah/kota dalam melayani para wisatawan. Faktor pelayanan terhadap wistawan itu sangat penting,” terang Kemal.

Berdasarkan besarnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD dan usulan dari diskusi Tim Redaksi SWA, ada 25 kota besar yang disurvei tingkat layanan wisatanya.

Dengan adanya survei ini, sambung Kemal diharapkan pemerintah daerah dan kota daerah berlomba meningkatkan pelayanan pariwisatanya untuk wisatawan. “Kalau wisatawan puas dengan pelayanan saat berkunjung ke kota, daerah atau obyek wisata tersebut pasti mereka akan berkunjung lagi. Atau yang lebih baik lagi wisatawan tersebut mengabarkan kepuasannya kepada teman-teman atau sanak keluarganya hingga mau juga berkunjung, “ jelasnya.

Dirjen Pemasaran Pariwisata, Kemenbudpar Sapta Nirwandar mendukung penyelenggaraan ITA ini mengingat penghargaan ini dapat mendukung dan memotivasi pengembangan pariwisata kota atau daerah. “Penghargaan ini memacu semangat pemerintah daerah maupun kota serta pelaku industri wisata untuk melakukan layanan terbaik kepada wisatawan,” jelasnya.

Personil tim survei, Suryadi, menjelaskan kategori industri penunjang pariwisata terfavorit dibagi 17 sub kategori yakni maskapai penerbangan terbaik yang terbagi 2 airline layanan penuh dan penerbangan murah. Sub. Sub kategori restoran terbagi 4 yakni restoran seafood, Padang, Jawa, dan Restoran Sunda. Sub kategori mall terbagi 3 yakni mall Jakarta, luar Jakarta & luar Jawa. Lalu ada sub kategori Spa, travel agent, golf, taksi, dan hotel yang terbagi 4 su kategori yakni hotel bintang 5, 4, 3, dan non bintang. “Hotel 1 dan 2 tidak diukur karena terlalu banyak”, kata Suryadi.

Ada 9 aspek penilaian untuk kategori kota/kabupaten terbaik layanan wisatanya, yakni kebersihan, informasi wisata, kewajaran biaya, keunikan obyek, promosi, keragaman obyek, keamanan, dan keramahan. Ditambah dengan rekomendasi dari wisatawan terhadap obyek kota tersebut.

Untuk kategori pemerintah provinsi yang paling berkomitmen terhadap pengembangan pariwisatanya diukur berdasarkan kompetisi program. Termasuk special award kepada daerah yang dengan keterbatasan tetap berkomitmen mengembangkan industri pariwisatanya.

Survei sudah dilakukan sejak 16 Agustus sampai dengan 14 Oktober 2010 dengan responden yang terdiri atas 1.470 wisnis dan 149 wisman. “Di tiap kota jumlah responden yang disurvei berkisar 60-90 wisatawan,” jelas Suryadi.

Pengumuman peraih ITA 2010 akan berlangsung di Grand Studio MetroTV, Jakarta pada 2 Desember 2010.

Sebagai pengingat, pemenang penghargaan Indonesia best destination ITA 2009 ada 10 kota/daerah. Peringkat pertama diraih Yogyakarta, disusul Kota Denpasar (Bali), dan Kabupaten Malang (Jawa Timur) di posisi ketiga.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Kamis, 25 November 2010

Pascaerupsi Merapi, Tren Pariwisata Sleman ke Wisata Budaya


Pascaerupsi Merapi, pariwisata Kabupaten Sleman trennya akan diarahkan ke wisata budaya. Mengingat kekuatan utama masih ada pada budaya masyarakatnya. Faktor pendukungnya, masih tersedia sejumlah desa wisata yang menampilkan semata keberadaan budaya yang berakar kuat dan tumbuh di masyarakat setempat.

“Kalau kita arahkan ke wisata alam, kita kalah dengan Bali, Lombok dan daerah lain. Kalau kita buat wisata buatan, kita akan kalah dengan wisata di kota-kota besar seperti Jakarta, Badung, dan Makassar. Satu-satu andalan kita adalah udaya yang tidak mungkin disamai oleh daerah lain. Cuma masalahnya bagaimana mengemas wisata budaya tersebut agar menarik dan bisa punya nilai jual,” jelas Kepala Dinas Kebupayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Untoro Budiharjo kepada travelplusindonesia di Yogyakarta, baru-baru ini.

Wisata budaya Sleman yang dijual antara lain tradisi-tradisi masyarakat di sejumlah desa wisata. Untuk mempersiapkan itu, sambung Untoro setiap kecamatan yang ada di Sleman menjadi pusat pengembangan dan pelestarian budaya. “Hampir setiap desa dan dusun yang ada di setiap kecamatan, dihidupkan kembali sebagai desa budaya yang kelak menjadi aset yang mendatangkan wisman. Kalau budayanya sudah berjalan dan dikemas dengan menarik, baru kita jual. Tapi yang terpenting embrionya sudah ada,” terangnya.

Kelebihan desa wisata di Sleman, lanjutnya dari aspek ekonomi dipegang langsung oleh masyarakat. Artinya masyarakat yang punya ide, yang bekerja dan memperoleh hasil. Dari sisi pengunjung, biaya akomodasinya relatih murah dibanding hotel. “Budaya yang dijual adalah kehidupan masyarakat seutuhnya, yang berakar dan tumbuh di masyarakat desa tersebut, seperti kendurian, bajak sawah, pembuat aneka kerajinan antara lain batik, bermacam tradisi dan upacara tradisonal lainnya”, tambahnya.

Travel Dialog
Pascaerupsi Merapi, lanjut Untoro, Sleman siap menerima wisatawan yang ingin berwisata. “Kami sudah bekerjasama dengan asosiasi pariwisata seperti ASITA, HPI dan lainya untuk persconference dan kegiatan famtrip untuk anak- anak pengungsi yang akan kami publish,” terangnya.

Mengingat pasar desa wisata di Sleman itu kebanyakan dari Bogor, Sukabumi, Bandung, dan Jakarta, tambahnya, Disbudpar Sleman bekerjasama dengan Java Promo akan mengadakan travel dialog di Jawa Barat dan DKI Jakarta yang akan digelar Desember 2010.

Sebelum Merapi meletus, target wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Sleman dari 150ribu pada 2009 menjadi 300ribu pada 2010. Wisman yang paling banyak antara lain dari Jepang. “Tapi dengan ada bencana ini, saya ragu target itu bisa tercapai. Tapi kalau mendekati bisa, mengingat sampai Juli 2010 sudah sekitar 60 % atau lebih dari setengah dari target yang ditentukan terpenuhi,” jelasnya.

Menurut Untoro lagi, dari sejumlah kabupaten dan 1 kota di DIY, selama ini kontribusi Kabupaten Sleman untuk DIY dari sektor pariwisata termasuk terbesar dan signifikan. Sleman menyumbang di atas 20 %, menyusul kemudian Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Pembangunan Karakter Bangsa Never Ending



Pembangunan karakter bangsa itu tidak boleh berhenti dalam satu generasi, never ending. Harus terus dibangun dari generasi ke generasi sesuai jamannya agar tercipta generasi yang nasionalis dan patriotis.

Begitu disampaikan Sekjen Kemenbudpar Wardiyatmo saat membuka acara Diskusi Forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) antarkementerian, di Museum Nasional Jakarta, Kamis (25/11/2010).

Salah satu wadah langkah membangun karakter bangsa adalah dengan membuat Undang Undang Cagar Budaya (UUCB) baru yang sudah mendapatkan nomor yakni Nomor 12 tahun 2010. Undang-undang baru yang menggantikan Undang-Undang Benda Cagar Budaya No. 5 tahun 1992 ini dibuat dalam rangka membangun karakter bangsa agat tetap hidup. Kalau karakter masyarakat suatu bangsa tidak ada maka karakter bangsa itu akan hilang,” jelasnya.

Pembangunan karakter bangsa, sambungnya, harus dilakukan sejak dini, terutama kepada generasi muda Indonesia selaku penerus bangsa.

Melihat pentingnya karanter bangsa, lanjut Wardiyatmo sampai Presiden SBY membentuk sebuah kebijaksanaan pembangunan karakter bangsa yang pelaksaaannya dikoordinir oleh Menkokesra “Nantinya peraturan mengenai pembangunan karakter bangsa dalam bentruk kepres. Instansi yang terkiat antara lain Kementerian Pendidikan Nasional, Agama, Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata,” jelasnya.

Revitalisasi Museum
Dirjen Sejarah dan Purbakala Kemenbudpar Aurora Tambunan dalam paparannya yang bertajuk “Pembentukan Karakter Bangsa melalui Revitalisasi Museum”, mengatakan museum juga menjadi salah satu wadah pembentukan karakter bangsa mengingat museum sebagai jendela bangsa dan ruang publik yang dapat diakses oleh semua masyarakat, dan sebagai media pembelajaran. “Sayangnya kondisi museum kita masih banyak yang belum menarik. Solusinya dengan merivitalisasi museum”, jelasnya.

Jumlah museum di Indonesia, sambung Aurora ada 275 museum namun keberadaannya belum mampu memenuhi keinginan masyarakat secara optimal. Revitalsisasi museum yang dilakukan sampai 2014 meliputi perbaikan museum, kualitas pelayanan dan penataan benda-benda museum serta meningkatkan SDM pengelola museum agar lebih profesional. “Tahun 2010 ada 6 museum yang direvitalisasi, 35 museum tahun 2011,11 museum tahun 2012, 15 museum tahun 2013, dan pada 2014 ada 20 museum,” terangnya.

Dari hasil diskusi terlontar beberapa masukan terkait revitalisasi museum dari sejumlah peserta, antara lain untuk pengelola museum harus kreatif dan inovatif dalam mengemas kegiatan untuk menjaring pengunjung datang ke museum, melibatkan peran media sebanyak mungkin untuk mengekspos kegiatan museum, memanfaatkan media online seperti website dan webblog untuk menyebarluarkan informasi kegiatan museum termasuk koleksi terbaru.

Acara diskusi Forum Bakohumas yang diikuti oleh perwakilan dari staff humas berbagai kementerian, antara lain Ketua Bakohumas Subagio, diakhiri dengan tur keliling Museum Nasional.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Tri Akbar Handoko, Pusformas, Kemenbudpar

Read more...

Rabu, 24 November 2010

Jero Wacik Kena ‘Todong’ Rp 50 Juta



Menbud-par Jero Wacik kena ‘to-dong’ dua orang di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, saat Jakarta diguyur hujan merata, sekitar pukul 21.30 WIB tadi malam (24/11/2010). Pelaku lelaki mengenakan sarung motif Bali kotak-kotak hitam putih dan tutup kepala udeng (topi khas Bali). Sedangkan yang perempuan berpakaian hitam, berambut panjang dan berkacamata. Koq bisa?

Sebelum kena ‘todong’ Jero Wacik mengaku dapat kiriman pesan pendek dari seseorang untuk datang ke acara Konser Musik bertajuk “DESAWARNANA Doa Bali untuk Indonesia” di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang diselenggarakan oleh Komunitas Seniman Bali Peduli dengan dukungan sejumlah sponsor.

Semula Jero Wacik mengaku tidak tahu siapa penyelenggara acara itu dan tujuannya untuk apa. Tapi ketika dia tahu yang mengadakan acara tersebut Taufik dengan pengisi acara Dewa Budjana, Ayu Laksmi, Belawan dan seniman Bali lainnya untuk menggalang dana dan daya lewat doa berbalut musik, dia pun meluangkan waktu sebentar ke GKJ untuk berbagi doa bersama, meskipun sebenarnya ada beberapa acara lain yang harus dikunjunginya.

Usai menikmati seqmen pertama acara tersebut yang berisi doa dari seorang pria diiringi gesekan biola oleh violis perempuan serta penari di balik bentangan layar kain putih yang memberi kesan artisitik, Jero Wacik diminta naik panggung oleh Taufik untuk memberi sepatah-duakata.

Dalam sambutannya, Jero Wacik mengatakan bahwa secara ilmiah negara kita memang berada di tempat yang rawan bencana. Ada ratusan gunung berapi yang bergantian meletus, sekian banyak laut dan patahan atau lempengan bumi yang bergantian menjadi episentrum gempa. Dengan begitu bencana masih akan sering kita hadapi. Tetapi dengan kebersihan hati, lanjut Jero Wacik, kita harus berkata bahwa inilah negeri kita yang tercinta. “Kita tidak bisa pergi dari negeri ini. Kita harus terus berada di sini dan terus mencinta negeri ini dengan segala isinya,” terangnya disambut tepukan hangat hadirin.

Isi salah satu negeri kita, sambung Jero Wacik, yang terpenting adalah manusia Indonesia yang menurut sensus terakhir berjumlah 270 juta orang yang tinggal di segala penjuru. “Jadi kalau ada bencana di Merapi, Wasior, dan Mentawai maka bagian hati katalah yang terkena bencana. Saya senang kalau ada komunitas mengadakan acara seperti ini, walaupun kecil jumlahnya tapi besar efeknya karena itu berisi doa,” tambahnya lagi-lagi diganjar hot applaus tamu undangan.

Selepas memberikan sambutan didampingi Ayu Laksmi, saat itulah Jero Wacik kena ‘todong’ oleh dua pembaca acara yakni Arya Wira yang tak lain kakak sulung Ayu Laksmi dan Tjok Sawitri, seniwati dan penulis buku asal Bali. “Masak acara di GKJ ini baru terkumpul 10 juta pada putaran pertama. Malu kan...Harus ada yang berani menyumbang lebih nih. Padahal tadi saya yang SMS bapak lho,” sindir Sawitri spontan dan tanpa basa-basi hingga sejumlah orang yang hadir tertawa.

Mendengar guyonan sindirian itu, Jero Wacik yang hendak menuruni tangga panggung, menghentikan langkah dan menoleh ke belakang tepatnya ke arah Sawitri. “Karena saya sudah tahu siapa penyelenggaranya dan tujuannya untuk apa, saya ikut menyumbang Rp 50 juta. Tapi tidak sekarang, karena saya tidak bawa uang,” jelas Wacik seraya diberi tepukan hangat hadirin.

Dari Kantung Sendiri
Di luar GKJ, hujan masih turun. Dan acara di dalam pun masih berlangsung. Ayu Weda, penyayi asal Bali yang biasa menyanyikan lagu beraliran rock masih bernyanyi diiringi petikan maestro gitar spiritualis Ketut Riwin.

Ajudan Jero Wacik terlihat sibuk menyiapkan sesuatu di luar gedung. Rupanya Jero Wacik ingin keluar dari gedung pertunjukan untuk menghadiri acara berikutnya. Sebelum masuk pintu mobil hitamnya, sejumlah wartawan meminta kesannya tentang acara ini.

Menurutnya, gagasan acara ini bagus dan harus diperbanyak. “Doa itu penting utuk menggalang kebersamaan sehingga yang terkena bencana tidak merasa sendiri. Di saat Indonesia dilanda bencana-bencana seperti ini, tuhan menguji rasa kepedulian dan kesetiaakawanan kita. Kepedulian merupakan salah satu budaya dan karakter asli bangsa kita. Kalau ada orang yag tidak peduli, itu bukan orang asli Indonesia,” jelasnya.

Ketika disinggung soal Rp 50 Juta yang ‘ditodong’ pembawa acara, Jero Wacik hanya bilang itu bukan ‘ditodong’. “Sebenarnya dari kemarin saya sudah punya pikiran untuk menyumbang tapi tidak jadi karena belum tahu siapa panitia dan tujuannya. Akhirnya setelah dicek dan ternyata panitianya orang-orang idealis, saya turut menyumbang uang dan doa,” jelasnya.

“Apakah uang tersebut dari kantung sendiri?,” tanya salah seorang wartawati. Jero Wacik langsung tegas menjawab; “La iya lah”.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Kerugian Penutupan Kawasan Wisata Kaliurang Mencapai Rp 6 M



Kerugian akibat penutup-an kawasan wisata Kali-urang, terkait erupsi Merapi 2010 mencapai Rp 6 miliar. Pihak yang dirugikan terutama para pemilik hotel, rumah makan, dan pedagang asongan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Untoro Budiharjo di Jogja, Sabtu Malam (20/11/2010). “Akibat erupsi merapi sejak 26 Oktober 2010, sejumah hotel di Kaliurang tutup. Di Kaliurang ada 280 hotel. Omsetnya kalau tingkat huniannya 60 % kira-kira perharinya Rp 160juta. Sehingga total kerugian kurang lebih 20 hari totalnya sekitar Rp 3 miliar. Itu dari hotelnya saja, belum dari kerusakan museum, jalan, rumah makan, pedagang asongan, dan lainnya. Mungkin keseluruhannya bisa mencapai Rp 5-6 miliar,” jelas Untoro.

Kerusakan terparah menurut Untoro terutama hotel yang atapnya ambruk karena tidak kuat menahan debu merapi. Di samping itu ruas jalan dan jembatan yang jebol, dan sejumlah fasilitas obyek wisata. “Pihak Museum Ulen Setalu yang berada di kawasan Kaliurang, mengaku mengalami kerugian akibat kerusakan mencapai Rp 600 juta,” terang Untoro.

Selain Kaliruang, obyek wisata di Kabupaten Sleman yang rusak terkait erupsi Merapi lainya adalah Kaliadem, dan desa wisata. “Di Sleman ada 38 desa wisata. Yang hancur total karena letusan Merapi 2010 ada 3 desa wisata yakni Gondang, Kinaharjo, dan Petung. Sedangkan 14 desa wisata lainnya rusak ringan sampai dengan sedang. Sisanya utuh karena letaknya berjauhan dengan Merapi diluar radius 20 Km. Yang masih utuh antara lain Desa Wisata Malangan, Sendari, dan Melangi,” papar Untoro seraya menambahkan desa wsiata yang utuh tetap berjalan dan dibuka untuk umum.

Desa wisata yang rusak ringan dan sedang, akan segera dibenahi. Tapi yang rusak parah, belum bisa segera dibenahi mengingat letaknya dekat puncak Merapi dan kondisinya belum reda. “Kalau sekarang dibenahi lalu ternyata berdasarkan pemetaan Kawasan Rawan Bencana atau KRB baru, 3 desa itu tidak layak huni akan mubazir. Jadi sebaiknya kita tunggu sampai ada keputusan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan pusat berdasarkan pemetaan KRB baru,” jelas Untoro.

Menurut Sekretaris Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenbudpar Winarno Sudjas, bantuan kucuran dana dari PNPM Mandiri untuk desa-desa yang hancur akibat letusan Merapi 2010 kemungkinan diperpanjang. “Sebenarnya PNPM Mandiri memberi kucuran dana antara 2-3 tahun berturut-turut. Tapi khusus desa wisata yang terkena bencana yang tidak diperhitungkan dari awal, akan dikajiulang. Misalnya yang tadinya bantuan dananya tahun depan selesai, mungkin diperpajang setahun lagi,” jelasnya di Jogja usai meninjau beberapa lokasi bencana di Kaliurang, Minggu pagi,(21/11/2010).

Kerusakan desa-desa wisata akibat bencana biasanya fisiknya. Sementara kerusakan fisik itu tidak termasuk dalam program PNPM Mandiri. “Fisik itu urusan PU, Kehutanan, Kehutanan, dan lainnya. Sedangkan PNPM Mandiri hanya sebatas pelatihan terkait jasa maupun produk pariwisata,“ jelasnya.

Vulkano Tracking
Berdasarkan masukan dari masyarakat, sambung Winarno, Kemenbudpar akan membantu mengembangkan paket wisata baru pascaerupsi Merapi 2010 yakni vulcano tracking di sekitar Gunung Merapi.

”Kita akan siapkan pelatihan pemandu untuk paket tersebut. Tapi yang tahu kebutuhan mereka apa saja, ada masyarakat setempat. Tapi yang jelas kalau yang sifatnya fisik seperti kehancuran hotel, jalan, dan lainnya itu tidak isa. Paling kita hanya menyakinkan investor dan instansi terkait,” terangnya.

Bila banyak wisatawan yang tertarik dengan paket tersebut, lanjut Winarno otomatis akan menumbuhkan kios-kios cendera mata, makanan kecil dan lainnya.

Pelaksanaan paket tersebut tentu menunggu kesiapan dari masyarakat itu sendiri. ”Kalau masyarakat Kaliurang maunya sesegera mungkin karena mereka banyak yang sudah kehilangan mata pencaharian. Yang pasti kau sudah siap, pasti akan segera dijual,” jelasnya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)


Read more...

Selasa, 23 November 2010

IMT GT Berkepala Tapi Tak Berbadan



Kerjasama segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT GT) seperti berkepala tapi tidak berbadan. Pasalnya meski sudah berusia 17 tahun tapi belum berjalan maksimal bahkan banyak pihak swasta yang tidak tahu. Padahal swasta menjadi pemeran utama dalam meningkatkan kerjasama ekonomi di tiga negara ini.

Begitu antara lain hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian Pengembangan Pariwisata (Puslitbangpar), Badan Pengembangan Sumber Daya (PSD), Kementerian Kebudayaan dan Pariswisata (Kemenbudpar) seperti disampaikan Desty Murniati, salah seorang anggota tim peneliti di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin, (22/11/2010).

Kurangnya sosialisasi dan promosi mengenai IMT GT dan program-programnya, sambung Desti membuat banyak pisak swasta yang belum tahu keberadaannya. “Kerjasama IMT GT ini perlu dievaluasi ulang untuk mengetahui mengapa sampai kini belum berjalan optimal dan belum memasyarakat,” jelasnya.

Hasil penelitian ini juga menilai Thailand lebih siap dan tanggap memanfaatkan peluang kerjasana IMT GT ini. “Website mereka sudah berjalan dengan baik, sementara Malaysia dan Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal,” terangnya.

Penelitian ini juga merekomendasikan supaya dibuat paket bersama 3 negara. “Misalnya membuat paket kesehatan di Malaysia, paket kecantikan di Thailand, dan paket Spa di Indonesia yang bersinergi,” imbuhnya.

IMT-GT, lanjut Desty dibentuk oleh pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Thailand pada tahun 1993. Wadah ini terdiri dari 14 provinsi di Selatan Thailand, 8 negara bagian di Semenanjung Malaysia, dan 10 provinsi se-Sumatera di Indonesia. Tujuannya kerjasama subregional ini untuk mempercepat transformasi ekonomi di masing-masing negara anggota.

Kerangka kerjasama IMT-GT meliputi bidang pertanian, pengembangan Sumber Daya Manusia, pariwisata, transportasi, teknologi, telekomunikasi, perdagangan, dan hubungan udara.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok. IMT GT Sumut

Read more...

Stop Pembangunan Hotel Baru di Bali Selatan


Akomodasi seperti hotel berbintang, resort, dan penginapan kelas melati menumpuk di Bali Selatan. Pembangunan akomodasi baru harus distop. Sebaiknya dialihkan ke Bali Utara untuk menghindari kemacetan yang kian parah terutama di kawansan Kuta, sekaligus memberi pemerataan pendapatan ekonomi ke kawasan lain.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pariwisata (Puslitbangpar), Badan Pengembangan Sumber Daya (PSD), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) pada tahun 2010, sebagaimana dipaparkan Ika K. Permanasari, salah seorang anggota tim peneliti di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin, (22/11/2010).

“Di Bali sekarang sudah ada 52.764 kamar yang tersebar di seluruh kabupaten yang tercatat di Disparda Bali tahun 2009 ditambah data dari Bali Villa Association yang belum tercatat. Dari total tersebut, lebih dari 60 % berada di Bali Selatan yakni Kuta, Legian, Jimbaran, Seminyak, Cangu, dan Nusa Dua. Jumlah itu sudah mencukupi kebutuhan akomodasi bagi wisatawan sampai dengan 2014,” jelas Ika.

Akibat pemusatan akomodasi di kawasan tersebut, selain terjadi kemacetan yang kian parah, pun terjadi masalah sosial dan eksploitasi tanah. “Dampak lainnya, tidak adanya pemerataan pendapatan dari pajak dan lainnya,” terang Ika.

Hasil penelitian ini juga merekomendasikan pembuatan bandara baru di Bali Utara mengingat Bandara Ngurah Rai di Denpasar sudah terlalu padat dan hanya memiliki 1 runway (lintasan). “Bandara baru tersebut sebaiknya untuk domestik, sedangkan Bandara Ngurah Rai khusus internasional. Memiliki dua bandara sangat memungkinkan di Bali mengingat sebagai daerah tujuan wisata nusatara dan dunia seperti halnya Jakarta, Tokyo-Jepang, dan Kuala Lumpur-Malaysia,” terangnya.

Rekomendasi lain dari hasil penelitian ini, perlu adanya pembangunan kereta yang menghubungkan Bali Selatan dengan wilayah lain di Bali Utara, Timur, dan Bali Barat secara terintegrasi. “Untuk sementara mungkin pembangunan kereta untuk angkutan umum masyarakat sehingga menjadi moda alternatif bagi masyarakat untuk mobile. Kalau kereta rakyat sudah berjalan dengan baik, baru dibuat kereta khusus wisata,” imbuh Ika.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas (Kapusformas), Kemenbudpar I Gusti Ngurah Putra di Jakarta, Selasa (23/11/2010), usulan pembangunan bandara baru di Bali Utara dan atau kereta yang menghubungkan seluruh wilayah di Bali bukanlah hal baru.

Sebelumnya Menbudpar Jero Wacik sudah melontarkan wacana tersebut di Bali. “Pada awalnya, wacana tersebut mendapat respon negatif dari beberapa masyarakat Bali. Namun berkat penjelasan Menbudpar, belakangan terlihat semakin banyak yang setuju akan ide positif tersebut,” tambah Ngurah Putra.

Selain hasil penelitian di Bali, ada 3 penelitian lain yang disampaikan secara bergantian oleh perwakilan tim peneliti, yakni penelitian mengenai kearifan lokal di daerah rawan bencana di lereng Gunung Merapi-Jogja dan Sumatera Barat, penelitian pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT GT), dan penelitian letusan Gunung Tambora yang memusahkan peradaban di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Badan PSD Kemenbudpar, I Gde Pitana hasil penelitian yang diadakan di lingkungan Badan PSD Kemenbudpar memiliki banyak kemajuan. “Hasil penelitiannya mencantumkan pula rekomendasi. Sebelum mengajukan penelitian, terlebih dulu diseleksi mana penelitian yang benar-benar berkualitas, baru kemudian dipublish ke masyarakat lewat media,” jelasnya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Negara Pengimpor Angklung Meningkat



Pasca-penga-kuan angklung sebagai Repre-sentatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) oleh UNESCO, permintaan alat musik tradisional asal Jawa Barat ini ke mancanegara meningkat. Bila semula Jepang dan Korea menjadi negara utama pengimpor angklung, belakangan Singapura, Malaysia, Arab, dan China bahkan beberapa negara di Eropa seperti Jerman ikut memesan.

Demikian disampaikan Taufik Hidayat Udjo, Chief Executive Officer Saung Angklung Udjo usai pengukuhan angklung oleh UNESCO di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (22/11/10) malam. “Pesanan ekspor angklung diprediksi akan melonjak tajam sebesar 300% pada tahun 2011 pasca terdaftar dan diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh badan PBB itu. Padahal tahun 2010, ekspor angklung cuma naik 30% dibandingkan tahun 2009,” kata Taufik.


Semula Jepang, lanjut Taufik menjadi yang negara paling banyak mengimpor angklung Indonesia. “Pada tahun 2009 Negara Sakura itu pesan 500 angklung, naik 20% dari tahun 2008,” jelasnya.

Pada tahun 2010, Korea mengambil alih negara pengimpor ekspor angklung utama. “Volume ekspor ke negara gingseng itu 10.000 angklung per tiga bulan sekali, baik angklung orkestra maupun angklung untuk souvenir,” terangnya.

Besarnya permintaan angklung untuk Korea itu, sambung Taufik karena ada 8.000 sekolah TK sampai Universitas yang belajar angklung, dengan 8.000 guru angklung. “Ironisnya Indonesia sebagai pemilik sah angklung dan negara produsen angklung, jumlahnya tidak sebesar Korea," terangnya.

Meningkatnya permintaan angklung ini jelas membutuhkan bahan baku dalam hal ini bambu yang berkualitas untuk angklung. Menurut ahli angklung IndonesiaHE Handiman Diratmasasmita, persediaan bahan baku bambu khususnya di Jawa Barat tidak perludi khawatirkan. “Di pelosok-pelosok Jawa Barat, khususnya di daerah Pantai Selatan seperti Ciamis, Tasikmalaya, Rawabuaya di Garut, Cidaun di Cianjur, Surade, Jampangkulon sampai ke Banten, tersedia hutan bambu untuk bahan baku angklung”, jelas Handiman.

Empat Unsur
Terkait dengan pelestarian dan pengembangan angklung pascapengakuan dari UNESCO, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mendukung diadakannya perlombaan angklung tingkat pelajar untuk menggairakan dan mengembangkan angklung di tanah air.

Menbudpar Jero Wacik juga menghimbau hotel dan akomodasi lain untuk memasukkan arsitektur dan interiornya dengan 4 unsur minimum yakni keris, wayang, batik, dan angklung. “Bila 1 hotel terdiri dari 300 atau 400 kamar, dan setiap kamarnya ada wayang, keris, batik ataupun angklung, bayangkan berapa besar terjadi gerakan ekonomi”, jelasnya.

Ketua Masyarakat Musik Angklung Obby AR Wiramahardja menilai pengakuan angklung oleh Unesco menjadi titik awal (starting point) untuk mengembangkannya. “Kita tidak boleh terlena setelah diakui. Justru ini jadi tantangan kita bersama, baik pemerintah, swasta, komunitas, dan instansi terkait seperti Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Perindustrian, dan Kementerian Pertanian. Kita harus mengadakan penataran dan pelatihan untuk mencetak guru-guru angklung, dan para perajin angklung, termasuk penataran dan pelatihan pengenalan jenis bambu yang bermutu untuk bahan baku angklung serta cara penanamannya ”, imbuhnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Rozi, Pusformas, Kemenbudpar

Read more...

Jumat, 19 November 2010

Macan Merapi Turun Gunung, Kera Eksodus


Sejumlah hewan yang mendiami kawasan Gunung Merapi antara lain kera ekor panjang, babi hutan, burung, dan macan turun gunung. Bahkan sejumlah kera eskodus ke gunung tetangga karena kepanasan dan kelaparan.

Menurut Kepala Seksi Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Boyolali, Jawa Tengah Joko Priyono, sejumlah satwa yang menghuni kawasan Merapi turun gunung karena habitatnya telah rusak akibat letusan Gunung Merapi. ”Tempat tinggal atau habitatnya hancur diterjang awan panas dan hujan debu Merapi,” jelasnya.

Hewan yang terlihat turun, lanjut Joko Priyono, antara lain kera dan burung. Sementara macan baru terlihat jejak kotorannya di Desa Wonopedut, Cepogo.

Warga di lereng Gunung Merbabu melihat ada ribuan kera dari lereng Gunung Merapi di Kabupaten Boyolali eksodus atau pindah dengan menyeberang ke lereng Gunung Merbabu yang bersuhu lebih dingin. Penyebabnya selain suhu di lereng Merapi masih panas, makanan kera di hutan musnah oleh letusan Merapi.

Di lokasi lain macan Merapi juga turun gunung, seperti terlihat di Dusun Karanganyar, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah beberapa hari lalu. Dusun ini berjarak sekitar 6 Km arah Barat puncak Gunung Merapi.

Beberapa warga dusun ini bukan hanya mendengar auman macan tapi juga melihat sosoknya saat mengendap-endap mendekati kandang ternak seorang warga pada malam hari. ”Mungkin karena macan itu kesulitan mendapatkan makanan di tempatnya yang sudah porak poranda, jadi turun ke kampung kami,” kata seorang warga setempat.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok ist.

Read more...

Kamis, 18 November 2010

Rehabilitasi Jogja Pascaerupsi Merapi Lebih Mudah


Rehabilitasi atau perbaikan di sektor pariwisata khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta akibat letusan Merapi, relatif lebih mudah daripada rehabilitasi pascagempa Jogja 2006 lalu. Pasalnya kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah.

Demikian disampaikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kepada sejumlah wartawan usai menerima beberapa stakeholder dari Yogyakarta di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (18/11/2010).

Gempa Jogja 2006 lalu membuat sejumlah bangunan retak dan hancur sehingga rehabilitasi sulit dan lama. Sedangkan akibat letusan merapi, kerusakannya tidak terlalu parah. Hanya debu saja yang menempel di sejumlah bangunan seperti hotel dan candi. Rehabilitasinya jadi lebih mudah dan cepat. Cukup dibersihkan saja seperti yang sudah dilakukan di Candi Borobudur, atau menunggu hujan turun,” jelas Jero Wacik.

Jumlah anggaran rehabilitasi sektor pariwisata pascaerupsi Merapi, lanjut Jero Wacik belum dapat diketahui berapa kisaran besarnya. “Sekarang sedang dihitung apa saja yang rusak dan harus direhabilitasi. Kalau cuma debu yang menempel di atap hotel-hotel, cukup tanggungjawab pengelola hotel yang membersihkannya,” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir menambahkan akibat letusan Merapi beberapa kegiatan yang semula akan digelar di Jogja untuk sementara ditunda. “Termasuk kegiatan WISDOM 2010. Nanti kalau sudah pulih akan tetap digelar di Jogja termasuk beberapa event tahunan dan meeting yang digelar oleh pusat. Kami juga mengajak sejumlah media termasuk media dari mancanegara untuk melihat kondisi Jogja,” jelasnya.

Presdir PT Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Poernomo menjelaskan sejak tanggal 16 November 2010, Candi Borobudur sudah dikembali dibuka untuk umum. Namun pengunjung hanya boleh memasuki zona 2. “Begitu pula dengan Candi Prambanan dan Ratu Boko yang dapat dikunjungi seutuhnya karena diselimuti debu tipis saja. Bahkan Sendratari Ramayana tetap digelar seperti sediakala,” jelasnya.

Akibat hujan debu Merapi, sejumlah candi tertutup debu. Menurut Dirjen Sejarah dan Purbakala Kemenbudpar Aurora Tambunan, ada 4 candi yang diselimuti debu setebal sampai 3 Cm, yakni Candi Borobudur, Mendut, Pawon, dan Candi Ngawen. “Supaya batuan candi tidak keropos oleh kandungan sulfur dari debu Merapi, candi-candi tersebut dibersihkan. Khusus Candi Borobudur seluruhnya dibersihkan, terutama 72 stupanya,” terang Aurora.

Tanggal 20 November 2010, Bandara Adisutjipto Yogyakarta akan beroperasi kembali seperti semula. “Bila kondisi seterusnya membaik, rencananya beberapa hari ke depan, saya akan mengadakan pers tour ke Yogyakarta khususnya ke obyek-obyek wisata yang terkena bencana letusan Merapi dengan mengajak wartawan,” tambah Jero Wacik.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Angklung Harus Masuk Sekolah Pascapengakuan UNESCO




Setelah wayang, keris, dan batik, kini giliran angklung yang diakui oleh UNESCO sebagai mata budaya tak benda (intangible cultural heritage) dari Indonesia. Pengakuannya berlangsung di Nairobi, Kenya, 16 November 2010. Setelah pengakuan tersebut, angklung harus dilestarikan dan dikembangkan dengan cara diajarkan kepada para pelajar di sekolah.

Begitu yang disampaikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (18/11/2010). “Angklung harus bisa masuk dalam mata pelajaran di sekolah atau paling tidak jadi kegiatan ekstrakulikuler di sekolah agar terus lestari,” imbaunya.

Angklung merupakan alat musik tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari bambu. Sejak ratusan tahun, angklung bukan saja berfungsi sebatas alat musik pun berperan penting dalam kegiatan upacara tradisional tertentu, seperti saat panen padi.

Dulu, angkung yang dimainkan oleh masyarakat saat berpanen diyakini dapat menarik perhatian Dewi Sri yang datang seraya membawa berkah kesuburan bagi tanah dan tanaman padi para petani.

Pada era tahun 90-an, angklung sudah dikenal samapai negara-negara di kawasan Asia. Adalah Daeng Soetigna yang berhasil menciptakan angklung bersuara diatonis sehingga namanya go internasional dan masuk ke dalam bisnis hiburan sejak alat musik ini dapat dikolaborasikan dengan bermacam alat musik lain.

Pada tahun 1966, Udjo Ngalagena, murid dari Daeng Soetigna sukses mengembangkan angklung berdasarkan skala suara alat musik Sunda, yakni salendro, pelog, dan madenda.

Meski bentuknya nyaris sama hanya ukurannya yang berbeda, namun angklung jenisnya ada bermacam. Ada Angklung Kanekes, Dogdog Lojor, Gubrag, Badeng, dan Angklung Buncis.

Angklung Kanekes dari Badui, biasa dimainkan atau dibunyikan saat menanam padi di huma (ladang). Angklung ini juga biasa disajiakan sebagai hiburan pada malam terang bulan dan tidak hujan di buruan (halaman luas di pedesaan). Lagu-lagu Sunda yang dinyanyikan antara lain Lutung Kasarung dan Pileuleuyan.

Angklung Kanekes ada yang berukuran besar antara lain indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Tidak semua orang Badui berhak membuat angklung, hanya orang Kajeroan atau tantu (Badui dalam) yang terdiri dari 3 kampung yakni Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik yang berhak membuatnya. Dan itupun tidak semua orang di 3 kampung tersebut yang mahir membuatnya. Cuma yang punya keturunan dan berhak, selain yang memenuhi beberapa syarat ritualnya.

Angklung Dogdog Lojor dari Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di perbatasan Sukabumi, Bogor, dan Lebak, tepanya di sekitar Gunung Halimun. Dogdog lojor adalah nama salah satu instrumen yang ada di dalam kesenian ini, termasuk angklung. Biasanya dimainkan dalam acara ritual panen padi Serah Tahun atau Seren Taun di pusat kampung adat yang digelar setahun sekali.

Angklung Gubrag dari Kampung Cipining, Kecamatan Cigudeg, Bogor yang berusia tua. Angklung Gubrag tertua dibuat di Jasinga, Bogor. Usianya sudah mencapai 400 tahun lebih disimpan di Museum Sri Baduga, Bandung. Biasanya angklung gubrak dibunyikan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung padi).

Angklung Badeng dari Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut semula menjadi alat berhubungan dengan ritual penanaman padi, tapi kemudian berfungsi pula sebagai alat hiburan untuk kepentingan dakwah Islam.

Angklung Buncis dari Baros daerah Arjasari, Bandung. Semula digunakan pada acara ritual penanaman padi tapi belakangan ini berubah sebagai seni hiburan. Dinamakan kesenian buncis bermula dari sebuah teks lagu Sunda yakni “cis kacang buncis nyengcle ..”.

Semua angklung di atas bertangga nada diatonis. Angklung Sunda yang semula bernada lima (salendro atau pelog), oleh Daeng Sutigna diubah nadanya menjadi tangga nada Barat (solmisasi), sehingga dapat mengiringi bermacam lagu dan dipadukan dengan berbagai alat usik lain dalam sebuah orkestra besar. Dengan begitu lebih mudah mengajarkan angklung kepada murid-murid di sekolah sejak dini.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Foto: Rozi, Kapusformas, Kemenbudpar

Read more...

2011 Indonesia Kebanjiran Meeting Tingkat ASEAN


Tahun depan Indonesia bakal kebanjiran pertemuan (meeting) ASEAN terlebih pada tahun tersebut Indonesia akan menjadi ketua (chairman) ASEAN. Dampak dari penyelenggaraan meeting tersebut memberikan keuntungan ekonomi yang besar selain kesempatan melakukan pomosi pariwisata Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik usai menerima anggota Komite Wakil Tetap untuk Asean atau Committe of Permanent Representativeto ASEAN di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, (18/11 2010).

“Di Jakarta akan digelar Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN, dan pada tahun depan juga akan diadakan KTT ASEAN dan East Asia. Pokoknya akan banyak meeting selama 2011 yang memberi keuntungan ekonomi besar,” jelas Jero Wacik.

Sebelum pertemuan dua KTT ASEAN tersebut, lanjut Jero Wacik juga akan ada sejumlah pertemuan tingkat menteri negara-negara ASEAN dan pertemuan setingkat Direktur Jenderal. “Saya akan sebar lokasi pertemuan-pertemuan tersebut di sejumlah kota konvensi di Indonesia seperti Manado, Lombok, Makassar, Medan, Bandung, Padang, Palembang, termasuk Yogyakarta agar dampak ekonominya merata dan dapat dirasakan oleh mayarakat kota tersebut,” terangnya.

Persiapan secara khusus terkait pertemuan-pertemuan ASEAN tahun 20011 nanti seperti membangun venue pertemuan memang tidak. “Cukup menggunakan fasilitas baik hotel maupun convention center yag sudah ada. Tapi memang sejumlah hotel baru bermunculan akhir-akhir ini, namun bukan khusus untuk tempat khusus meeting-meeting tersebut, melainkan karena pertumbuhan pariwisata di Tanah Air sangat baik,” jelas Jero Wacik lagi.

Wakil tetap RI untuk ASEAN H.E. Amb. Ngurah Swajaya menambahkan tahun ini CPR to ASEAN sudah melakukan 450 meeting di Indonesia selama tahun 2009 dan 460 meeting sampai November 2010. “Tahun depan akan banyak lagi meeting yang digelar baik terkait pertemuan CPR to ASEAN maupun pertemuan antarnegara ASEAN itu sendiri dan ASEAN plus negara-negara di kawasan Asia lainnya,” jelasnya.

Ngurah Swajaya menjelaskan CPR to Asean yang terbentuk berdasarkan Piagam ASEAN dan mulai beroperasi sejak Januari 2009 terdiri atas 10 anggota dari negara-negara ASEAN. Kesepuluh anggota CPR to ASEAN tersebut; Pengiran Basmillah Pengiran Haji Abbas yang merupakan wakil tetap dari Brunei Darussalam untuk ASEAN, Kan Pharidh (Kamboja), Ngurah Swajaya (Indonesia), Prasith Sayasith (Laos), Dato’ Hsu King Bee (Malaysia), U Nyan Lynn (Miyanmar), Lim Thuan Kuan (Singapura), Manasvi Srisodapol (Thailand), Vu Dang Dung (Vietnam), dan Wakil Tetap dari Filipina yamg saat ini sedang kosong dan sedang menunggu pengganti.

CPR to ASEAN sudah melakukan berbagai kegiatan kerjasama dengan para Duta Besar negara-negara non-ASEAN yang berkedudukan di Jakarta. “Sampai bulan Oktober 2010, sudah ada 52 negara Non-Asean yang telah ditunjuk Duta Besar untuk ASEAN. Ada 30 Duta Besar yang sudah menyerahkan kredensial, 8 masih menunggu penyerahan, 8 lainnya menunggu persetujuan dari negara anggota ASEAN, dan 6 Duta Besar lainnya dalam proses pergantian,” jelas Ngurah Swajaya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Tri Akbar Handoko, Pusformas Kemenbudpar

Read more...

Jumat, 12 November 2010

Sensasi Robatayaki, Khas Keyaki Japanese Restaurant



Hidang-an dari Jepang yang otentik di Keyaki Japanese Restaurant memang beragam. Tapi yang paling banyak pemintanya menu Robatayaki. Mengapa dan apa isi menu khas negeri sakura itu?

Keyaki Japanese Restaurant menawarkan beragam pilihan kuliner Jepang seperti Teppanyaki, Robatayaki, Sukiyaki, Yakiniku, aneka Sushi, dan banyak lagi menu pilihan lainnya. Tapi yang paling diminati adalah Robatayaki, yakni menu dari berbagai pilihan hasil laut segar seperti aneka jenis ikan, udang, kerang, cumi-cumi, aneka pilihan jamur, daging sapi, dan sayur buah. Bermacam jenis makanan tersebut diberi rendaman saus Jepang yang unik, lalu dipanggang dan disajikan dengan saus spesial kreasi Chef Riichiro Matsui.

Sedangkan makanan penutupnya yang menjadi favorit pengunjung antara lain Ogura, sajian es krim Keyaki terbuat dari kacang merah. Ada pula Melon a la mode yaitu buah melon disajikan bersama es krim Ogura, Uji Kintoki, es krim disajikan dengan kacang merah, Dorayaki dan Yaki Banana, pisang bakar disajikan dengan es krim.

Keyaki Japanese Restaurant buka setiap hari mulai pukul 11.30-14.30 WIB untuk makan siang, dari pukul 18.00-22.30 WIB umtuk makan malam. Pada hari Sabtu dan Minggu, makan siang prasmanan dimulai pada pukul 11.00 sampai 14.30 WIB.

Sejak pertama kali dibuka telah menjadi pilihan pertama bagi penikmat masakan Jepang di Jakarta. Restoran ini telah beroperasi bersamaan dengan dibukanya Hotel Sari Pan Pacific pada 1976 dengan nama Furusato, dan pada 1987 berganti nama menjadi Keyaki Japanese Restaurant.

Kalau Anda ingin menikmati sajian masakan otentik Jepang dari resto ini tanpa harus keluar rumah, Chef Matsui akan menyediakan berbagai masakan pilihan Anda langsung di rumah atau kantor Anda.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok. Sari Pan Pacific

Read more...

Kamis, 11 November 2010

Erupsi Merapi 2010 Torehkan Rekor Baru


Letusan Merapi tahun ini berhasil menorehkan rekor baru dari jumlah material yang dilontarkan dan masa erupsinya. Rekor baru tersebut memecahkan rekor terakhir yakni letusan hebat tahun 1872. Keberhasilan ini memang bukan berita baik, pasalnya derita dan kehancuran yang diakibatkannya juga bertambah.

Pada tahun 1872 letusan Merapi mengeluarkan material vulkanik sebanyak 100 juta meter kubik. Tapi tahun ini salah satu gunung teraktif di dunia ini mengeluarkan material vulkaniknya sebanyak 147 juta meter kubik.

Masa letusan Merapi 2 abad silam itu berlangsung selama 120 jam. Tapi tahun ini bererupsi lebih dari 192 jam, bahkan masih berlangsung hingga hari ini.

Berdasarkan pantauan tim Pusat Vulkanolagi dan Mitigasi bencana, sampai Rabu malam tercatat gempa vulkanik sebanyak 5 kali disertai guguran 9 kali dan luncuran awan panas sebanyak sekali. Oleh karenanya status gunung yang terletak antara Jawa Tengah dan Yogyakarta ini masih tetap tak berubah yakni dalam level Awas.

Keaktifan dan statusnya membuat pihak pemerintah menganjurkan masyarakat tetap menjaga radius jarak aman 20 Km dari puncak Gunung Merapi.

Kerugian Hebat
Kerugian akibat letusan merapi tahun ini pun juah lebih besar. Kerugian dari kerusakan di Desa Kepuharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang hancur lebur saja diperkirakan mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Hitungan itu berdasarkan penilaian sebelum letusan terjadi, ada 400 hektar lahan yang ditanami jati, salak, dan padi. Ditambah 300 rumah dan 4.000 ekor sapi.

Kini desa yang berjarak 14 Km dari puncak Merapi seperti desa mati, akibat terjangan wedhus gembel (awan panas) bersuhu 600 derajat celcius dari letusan Merapi.

Kerugian juga lainnya merusak 867 hektar hutan di kawasan gunung ini yang berada di wilayah Kabupaten Sleman dengan total kerugian sekitar Rp 33 miliar. Luas hutan yang rusak itu terdiri dari hutan negara di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), hutan rakyat, dan kebun rakyat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah total korban tewas Merapi untuk sementara mencapai 116 orang dan korban luka 218 orang . Diperkirakan korban tewas akan terus bertambah.

Sedangan catatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman tentang jumlah sapi yang tewas di wilayah Sleman saja sebanyak 275 ekor yang tersebar di Kinahrejo, Pelemsari, Kaliadem, dan Ngrangkah. Belum kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang tergerus lahar dingin Merapi, termasuk kerusakan di sejumlah bangunan cagar budaya seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan lainnya akibat hujan debu Merapi.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok. Ist

Read more...

Ketika VJ Marissa Dimanjakan Ice Cream Bercokelat Belgia


Apa jadinya kalau ice cream dilapisi cokelat Belgia? Hmmm.. pasti nikmatnyta berganda. Rasa itu ditawarkan dalam setiap gigitan Wall’s Magnum ice cream terbaru yang membuat presenter cantik ini dimanjakan bak seorang putri raja.

Sebagai presenter dan model yang waktunya sempit untuk memanjakan diri dengan bersantai, Marissa Nasution mendukung ide varian baru es krim Wall’s Magnum yang hari ini (11/11/2010) diluncurkan di Jakarta. Tiga varian baru ice cream itu Magnum Classic, Almond, dan Truffle.

Sesibuk apapun di dunia hiduran, artis berdaraah Batak dan Jerman yang namanya mulai dikenal luas setelah menjadi VJ MTV ini mengaku masih ingin merasa spesial, diperhatikan, diperlakukan, dan dimanja layaknya seorang putri. “Untungnya saya senang dan bangga terpilih sebagai Brand Ambassador Wall’s Magnum, karena saya mendapatkan apa yang saya inginkan,” jelasnya seraya menunjukkan es krim premium dengan lapisan cokelat Belgia yang tebal dan renyah.

Hadir dalam peluncuran ice cream terbaru yang iklannya sudah wara-wiri di layar kaca ini Meila Putri Handayani, Senior Brand Manager Wall’s Magnum dan Eva Arisuci Rudjito, Marketing Manager Ice Cream Wall’s Unilever.

Kebutuhan memanjakan diri seperti liburan keluar kota, santai di spa, dan lainnya merupakan kebutuhan pelengkap dan menjadi bagian dari hak pribadi setiap orang. Melihat kebutuhan tersebut, Wall’s Magnum hadir dengan varian baru untuk membantu para konsumen melepaskan diri dari kehidupan modern yang sangat sibuk untuk bisa merasakan kenikmatan luar biasa seperti dimanjakan layaknya seorang putri.

Menurut Meila, masing-masing varian Wall’s Magnum mempunyai simbol rasa tersendiri. Wall’s Magnum Classic misalnya melambangkan rasa orisinil Wall’s Magnum yang mampu memberikan rasa dengan kualitas terbaik dari gigitan pertama lapisan cokelat Belgia sampai pada es krim vanilla yang begitu halus. Wall’s Magnum Almond, identik dengan seksi dan berjiwa petualang dengan es krim vanilla halus berlapiskan cokelat susu Belgia yang tebal dan renyah ditambah gurihnya kacang almond. Dan Wall’s Magnum Chocolate Truffle krim cokelat yang dicampuri cokelat truffle berlapiskan cokelat Belgia nan tebal dan renyah.

Dalam peluncurannya, Magnum akan mengadakan dua program khusus, Magnum Royal Fame pada 12 – 14 November 2010 di Senayan City, Jakarta. Program satunya lagi Magnum Royal Chocolate Party di Portico, Senayan City, Jakarta pada 12 November 2010.

Dalam acara ini Marissa Nasution akan datang dengan tiga host terpilih yang mewakili kepribadian masing-masing varian, Mesty Ariotedjo mewakili Wall’s Magnum Classic nan-klasik, Indah Kalalo untuk Wall’s Magnum Almond nan-sexy, dan Rianti Cartwright buat Wall’s Magnum Chocolate Truffle nan-glamor.

Di acara ini, pengunjung pun dapat menyaksikan video mapping yang menampilkan seputar es krim Wall’s Magnum dengan teknologi dan digital tinggi yang diprojeksikan ke salah satu sisi gedung Senayan City, berukuran 40 x 25 meter.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok. ist

Read more...

Rabu, 10 November 2010

Tunda Dulu Mendaki Gunung Slamet dan Anak Krakatau


Kalau Anda berencana mendaki Gunung Slamet di Jawa Tengah atau ke Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, sebaiknya ditunda dulu sampai keduanya mereda dan aman. Pasalnya aktivitas kedua gunung aktif ini kian meninggi sejak statusnya ditetapkan menjadi Waspada.

Di Purbolinggo, Jawa Tengah, misalnya masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Slamet mengaku cemas dengan aktivitas gunung terebut beberapa hari ini. Mereka sudah siap diungsikan, tinggal menunggu perintah dari pemerintah bila sewaktu-waktu kondisi gunung berketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut itu meletus dan membahayakan keselamatan mereka.

Warga mengaku sudah cemas dengan adanya letupan besar yang mengeluarkan asap hitam dan suara gemuruh dari puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah atau tertinggi kedua di Pulau Jawa itu.

”Kalau ada pemerintah yang mengatakan harus mengungi, kami siap. Melihat kasus Merapi saya jadi ngeri karena tinggal di dekat gunung besar ini,” jelas Anto salah seorang warga di Purbolinggo.

Peningkatan aktivitas Gunung Slamet ini sudah terjadi sejak 4 hari terahir ini. Kondisi ini membuat Pusat Vulkanologi menetapkan status Slamet menjadi waspada.

Semburan Lava Pijar
Peningkatan aktivitas juga terjadi pada Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda anatar Provinsi Banten dan Lampung. Gunung yang masih berstatus Waspada ini mulai kerap menyemburkan asap tebal dan material batuan dari dalam perutnya, hampir setiap 2 hari sekali .

Hingga kemarin malam, jumlah letusan anak krakatau sudah mencapai hingga ratusan kali. Letusannya diiringi suara gemuruh ledakan dan semburan lava pijar.

Melihat kondisi aktivitas kedua gunung tersebut, ada baiknya pendaki yang hendak mendaki Slamet ataupun Anak Krakatau menunda dulu sampai keduanya benar-benar aman untuk didaki.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Ajhies Elang Palapa

Read more...

Makna Tur Keliling Masjid Istiqlal 25 Menit


Nama Masjid Istiqlal Jakarta mendunia lantaran kedatangan tamu tak biasa. Ya, Rabu pagi (10/11/2010), Presiden AS, Barrack Hussein Obama dan istrinya Michelle datang ke masjid terbesar di Asia Tenggara ini bertepatan dengan Hari Pahlawan. Kehadiran orang nomor satu di negara adi daya itu jelas menjadi perhatian dunia dan turut melambungkan nama masjid megah ini. Lalu makna apa saja yang didapat dari kunjungan sang presiden yang semasa kecilnya di Menteng suka makan bakso, sate, dan nasi goreng ini?

Obama dan Michelle tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta pukul 08.25 WIB. Keduanya disambut Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. Sewaktu masuk, dia (Obama) langsung mengucapkan Assalamualaikum. Kemudian Ali menjawabnya Waalaikum salam dan selamat datang di Tanah Air Anda yang kedua.

Ketika hendak memasuki bagian dalam masjid, Obama melepas sepatunya, begitupun ibu negara AS Michelle yang sejak semula sudah mengenakan kerudung. Kedua orangtua dari Sasha dan Malia ini kemudian berjalan memasuki beberapa bagian dalam masjid. Setiap sudut atau bagian tertentu, keduanya mendapat penjelasan dari Ali secara detil. Mereka seolah sedang melakukan tur religi, sedang Ali sebagai pemandu wisatanya.

Kepada keduanya, Ali menjelaskan bahwa Masjid Istiqlal merupakan sebuah simbol kemerdekaan Islam di Indonesia yang melarang umat manusia untuk menindas satu sama lainnya.

Ketika memasuki bagian dalam, Obama terpesona dengan Kubah Masjid. “Dia menyukainya seraya menunjuk kubah perak berdiameter 45 meter dan bertuliskan kaligrafi ayat Kursi itu,” terang Ali.

Dia sempat bertanya arti tulisan kaligrafi "Laa ilaaha illallah" yang ada di dalam masjid. Dan saya menjawabnya itu artinya 'tiada tuhan selain Allah," jelasnya lagi.

Dari bagian dalam, bawah kubah besar yang dikelilingi 12 tiang masjid, ali mengantar keduanya menuju pelataran Selatan lantai utama untuk melihat bedug dan menara Istiqlal.

Ali menerangkan kepada keduanya bahwa bedug itu alat pukul tradisional Indonesia yang sudah dipakai sebelum Islam masuk ke negeri ini. Setelah Islam masuk, bedug digunakan untuk mengajak orang menunaikan ibadah sholat dengan cara dipukul dengan tongkat pemekul dari kayu.

Saat menunjukkan menara Istiqlal, Ali pun menjelaskan kalau menara setinggi 66,66 meter itu perlambang jumlah ayat suci dalam Alquran. “Sedang besi menara setinggi 30 meter personifikasi dari jumlah juz dalam Alquran,” terangnya.

Tentu tur keliling singkat Obama dan Michelle di Masjid Istiqlal berbeda dengan orang biasa, bahkan dengan presudin Austria sekalipun yang datang kemudian. Keduanya dalam awasan super ketat "Secret Service" yang mengikuti mereka dari belakang. Para tamu dan wartawan hanya diijinkan cukup sampai lantai dasar masjid.

Makna Kunjungan
Kunjungan Obama dan Michelle ke Masjid Istiqlal jelas memberi banyak makna tersendiri bagi Indonesia. Ketersediaan keduanya melepas sepatu, dan Michelle mengenakan jas lengan panjang hujau muda dan celana panjang pipa warna senada serta menutup kepalanya dengan kerudung bermotif dengan dasar warna putih, itupun membuktikan mereka menghormati peraturan yang berlaku bagi setiap tamu yang datang ke tempat ibadah umat Islam.

Tapi anehnya, ada pihak menilai makna kedatangan keduanya justru hanya untuk mengambil hati umat islam Indoneisa termasuk dunia. Benarkah? Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, tudingan itu muncul bukan tanpa sebab. Sebab Obama, sambung Din, setahun lalu sewaktu berpidato di Mesir berjanji akan memperbaiki hubungan baik antara AS dengan dunia Islam namun kenyataannya belum diwujudkan.

Di balik benar atau tidaknya tudingan itu, yang pasti, kunjungan Obama dan Michelle ke Masjid Istiqlal meski tak sampai setengah jam menjadi simbol hubungan manis antarpenganutagama dan secara tidak langsung membawa pesan positif buat umat Islam.

Dalam kesempatan itu, Obama berjanji akan membantu sebuah perkumpulan muslim di Amerika, Indonesian Muslim Association in America (IMAAM). Akankah ditepati? Walahu'alam bi shahab, hanya Allah yang Maha Tahu.

Kini, selepas kepulangan Obama, Michelle, dan pasukan keamanannya yang serasa paling hebat di dunia, aktivitas Masjid Istiqlal kembali berjalan seperti semula. Masjid ini terus memberi banyak manfaat buat bangsa Indonesia, dan terasa semakin memesona.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

’Berita dari Kawan’ Terdengar Sampai Hotel Bintang Lima


”...Perjalanan ini, terasa sangat menyedihkan. Sayang engkau tak duduk
di sampingku kawan. Banyak cerita yang mestinya kau saksikan. Di tanah kering bebatuan. Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan. Hati tergetar menatap kering rerumputan. Perjalanan ini pun seperti jadi saksi. Gembala kecil menangis sedih...”


Intro lagu bertajuk Berita dari Kawan yang ditulis dan dinyanyikan Ebiet G. Ade tersebut, beberapa pekan terakhir ini mengudara bukan hanya di layar kaca sebagai ilustrasi musik gambar-gambar bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi, pun terdengar di bus-bus kota sampai ke hotel berbintang lima.

”...Kawan coba dengar apa jawabnya. Ketika dia kutanya mengapa. Bapak ibunya tlah lama mati. Ditelan bencana tanah ini. Sesampainya di laut, kukabarkan semuanya. Kepada karang, kepada ombak, kepada matahari. Tetapi semua diam, tetapi semua bisu. Tinggallah ku sendiri, terpaku menatap langit...”

Penggalan tengah lagu bertajuk sama itu dengan fasihnya dilantunkan Agus dan Doni di bus kota jurusan Tanah Abang-Tanjung Priok. Dua pengamen bus kota itu menjadi pusat perhatian penumpang yang tengah kepanasan di dalam bus. Lagu bertema alam itu cukup menyentuh penumpang. Alhasil uang recehan Rp 500 dan Rp 1.000 diperoleh mereka dari sejumlah penumpang.

”...Barangkali di sana ada jawabnya. Mengapa di tanahku terjadi bencana. Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita. Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita. Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang...”

Reffrain lagu berjudul sama di atas, kontan dinyanyikan para undangan malam anugerah CIPTA Award 2010 yang hadir di ruang salah satu pertemuan di Hotel JW. Marriott. Hotel bintang lima bertaraf internasional di Jakarta ini pernah menjadi pusat perhatian dunia setelah terjadi pengeboman oleh teroris.

Di hotel tersebut penyanyi asli lagu tersebut melantunkannya nyaris seperti di kasetnya. Karakter suaranya yang khas, masih orsinil, tidak berubah sama sekali, meski usianya semakin lanjut.

Penulis dan penyanyi kelahiran Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah, 21 April 1954 silam ini, kembali menguak ke permukaan setiap kali negeri ini dilanda bencana alam hebat. Lagu tersebut sangat mewakili gambaran sebab dan akibat bencana itu sendiri.

Lewat lagu tersebut, penyanyi yang menulis semua lagu yang dinyanyikannya, tidak tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain, kecuali lagu Mengarungi Keberkahan Tuhan yang ditulis bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, dia ingin ’menampar’ kesadaran manusia untuk kembali di jalanNya, berbuat adil, dan hidup seimbang dengan alam agar tidak terjadi bencana lagi.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Ilham, Pusformas Kemenbudpar

Read more...

Selasa, 09 November 2010

Pendakian ke Mahameru Ditutup Tiga Bulan Kedepan


Pendakian ke Mahameru, puncak Gunung Semeru di Jawa Timur ditutup selama 3 (tiga) bulan kedepan menyusul hujan deras dalam beberapa hari ini disertai dengan peningkatan jumlah letusan sebanyak 81 kali. Hujan deras dan letusan tersebut mengakibatkan terjadi longsor di beberapa titik pendakian.

Ada sejumlah titik longsor yang terjadi disejumlah jalur pendakian gunung berketinggian 3.658 meter di atas permukaan laut ini, diantaranya Batu Rejen terjadi longsoran sepanjang 15 meter. Titik longsoran lainnya di Blok Kelik, Arcopodo yang berbatasan dengan Pos Kalimati, terjadi longsor sepanjang 25 meter yang mengakibatkan sekurangnya 10 rambu-rambu pendakian hilang tertutup longsoran.

“Adanya longsoran juga berdampak pada penutupan jalan dan rambu-rambu pendakian yang tertutup dan terbawa longsoran. Jalur pendakian akan kita tutup mulai Jumat depan” kata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Nova Elina, Senin (8/11/2010).

Penutupan jalur pendakian ke gunung tertingi di Pulau Jawa ini, lanjut Nova bertujuan agar ekosistem di kawasan Semeru kembali terjaga. ”Dengan penutupan ini, bisa membuat ekosistem yang baru tumbuh dengan subur,” jelasnya.

Sementara selain longsoran, petugas Pos Pengamatan di Gunung Sahur mencatat tumbuhnya kubah lava serta lidah lava di Puncak Mahameru. Kendati begitu petugas TNBTS menilai itu biasa saja dan belum merupakan peningkatan aktivitas yang berarti.

Nova menegaskan penutupan jalur pendakian ke Gunung Semeru ada 4 alasan. Tapi secara prinsip, bukan karena aktivitas vulkanik. Melainkan cuaca buruk di sekitar kawasan Semeru. ”Saat ini potensi badai dan cuaca ekstrim di puncak Semeru sangat tinggi,” jelasnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Iwoe

Read more...

Tak Kunjung Diam, Merapi pun Diruwat


Merapi hingga saat ini masih bergejolak. Masyarakat sekitarnya cemas kalau tiba-tiba gunung teraktif di dunia ini menyemburkan wedhus gembel lagi yang lebih dasyat. Mereka pun menggelar Ruwatan Merapi dengan menyembeli seekor kerbau. Kearifan lokal yang kental dengan budaya Jawa kuno ini diyakini mereka dapat meredam amarah dewa jahat yang menyebabkan merapi meletus.

Ruwatan Merapi yang diikuti oleh puluhan anggota Paguyuban Tri Tunggal ini berlangsung di Tugu Yogyakarta, Senin Malam (8/11/2010). Ruwatan biasa disebut dengan tolak bala Mahesa Lawung sesaji Raja Sonya ini bertujuan untuk meruwat Merapi yang diyakini saat ini sudah memuntahkan semua isi materialnya ke semua sungai yang berhulu dari Gunung Merapi.

Seekor kerbau disembeli untuk keperluan ruwatan ini dalam sebuah upacara sakral yang diriingi tarian srimpi dan gending mahesa lawung. Sebelumnya kerbau jantan ini sempat mengamuk dan merusak beberapa lapak pedagang. Beberapa warga berlarian dan ada yang berteriak sambil mengucap Allahu Akbar-Allahu Akbar.

Mahesa lawung memiliki makna laku tirakat yakni suatu usaha untuk menolak dewa batara atau dayang yang menyebabkan bencana alam dan musibah lainnya.

“Tujuannya untuk tolak bala. Karena masyarakat sekitar Gunung Merapi sekarang merasakan kepanikan karena letusannya belum berhenti,” jelas pimpinan Paguyuban Tri Tunggal, Raden Sapto Rahardjo.

Usai kerbau disembelih, selanjutnya dilakukan penanaman kepala kerbau, kaki, dan ekor, sembilan ayam jantan wiring kuning, dan 99 boneka dari bahan singkong ’gethuk lindri’ di Balai Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dengan ruwatan ini diharapkan bencana alam Gunung Merapi akan segera berakhir sehingga warga di kaki Merapi dan juga di Yogyakarta dapat merasakan kembali kehidupan yang damai dan sejahtera.

Ruwatan Merapi digelar paguyuban ini mengingat aktivitas Merapi belum juga reda. Tradisi yang diyakini sudah berlangsung turun-termurun warisan leluhurnya ini, menarik perhatian bukan hanya warga sekitar juga pendatang termasuk wisatawan.

"Acaranya cukup menarik. Nuansa kejawennya sangat kental. Dari sisi budaya ini khas. Tapi mudah-mudahan tidak jadi sesuatu yang sirik," jelas seorang penonton yang enggan disebut namanya.

Bila ruwatan Merapi sebagai salah satu kearifan lokal sekelompok warga setempat digelar, sebaliknya Universitas Gadjah Mada (UGM) menunda pelaksanaan pertemuan internasional tentang kearifan lokal, World Conference on Culture, Education, and Science (WISDOM) 2010 yang rencananya diadakan 8-11 November ini di beberapa tempat di Yogyakarta.

Penundaan pelaksanaan seminar yang rencananya akan dihadiri sejumlah pembicara ternama dari sejumlah negara ini, terkait hujan debu vulkanik Merapi yang menutupi Kota Gudeg ini dan ancaman letusan Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Senin, 08 November 2010

Arca Borobudur Kembali Berselimut Debu Merapi



Sehari pasca-erupsi jilid dua Gunung Merapi, Kamis malam (4/11/2010), debu vulkaniknya kembali menutupi sejumlah arca dan stupa Candi Borobudur. Kali ini ketebalannya mencapai 1,5 hingga 2 Cm. PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Ratu Boko (PT TWCB & RB) menutup candi Budha terbesar di Asia Tenggara ini untuk sementara waktu.

"Pengunjung hanya diijinkan masuk dari halaman candi hingga selasar kaki. Tidak diperbolehkan ke badan candi untuk sementara waktu," kata Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Drs. Marsis Sutopo, M.Si kepada Pusat Informasi dan Humas, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, Jumat (5/11).

Hujan debu Merapi menutup hampir seluruh permukaan candi, antara lain lantai 7,8,9,10 bagian Arupadatu dan 73 stupa serta sejumlah arcanya. Debu halus berwana keabu-abuan ini juga menumbangkan sejumlah pohon di sekitar pelataran lantaran tidak kuat menahan beban debu yang menempel di daun dan rantingnya. "Kami masih menunggu perkembangan kapan candi Borobudur akan dibuka kembali seutuhnya mengingat situasi sulit diprediksi," jelasnya.

Seperti diberitakan Travelplusindonesia sebelumnya, pada letusan pertama Merapi (26/10/2010), debunya menutupi sebagian candi hanya setebal 2-3 milimeter. Ketika itu 50 petugas Balai Konservasi Peninggalan Borobudur dan TWCB & RB membersihkan candi dan berhasil mengumpulkan sekurangnya 56 ember debu pada tahap pertama. Pihak pengelola menutup sementara hingga hari Sabtu (30/11), pengunjung hanya diizinkan masuk ke halaman candi sampai lorong pertama candi. Sehari kemudian, candi ini dibuka kembali untuk umum.

Dampak penutupan pertama dan kedua kali ini berimbas pada jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur. "Jumlah pengunjung Candi Borobudur turun sekitar 10 persen dari rata-rata pengunjung dalam kondisi normal 2.500 orang per hari. Butuh waktu untuk pemulihan pengunjung ke posisi normal sekitar satu tahun sebagaimana pengalaman dampak letusan Merapi 2006 lalu," jelas Kepala Unit TWCB, Pujo Suwarno.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok. Balai Konservasi Peninggalan Borobudur

Read more...

Minggu, 07 November 2010

Sejumlah Penerbangan Batal, Penumpang Kereta Melonjak



Dampak letusan Merapi baru-baru ini, banyak pihak merugi tapi ada pihak lain yang justru beruntung. Sejumlah maskapai penerbangan baik nasional maupun internasional misalnya menunda penerbangannya. Sebaliknya kerata api justru kebanjiran penumpang akibat tidak beroperasinya bandara di Jogja dan Solo.

Sebelas penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta), Tangerang, Banten membatalkan penerbangan mereka kemarin. Dan hari ini ada 8 maskapai yang membatalkan dari dan ke Soeta, yakni Maskapai Filipines Airlines, Singapore Airlines, Pelu Air, Cathay Pacific, Brunei Air, Emirate Air, KLM, dan Lufthansa Air.

”Menurut informasi yang didapat, kurang safe untuk terbang ke Jakarta. Terkait dengan meletusnya gunung merapi yang sampai hari ini masih terjadi letusan-letusan,” kata salah seorang petugas Bandara Soeta.

Informasi dari otoritas Bandara Adisucipto, Yogyakarta mengatakan mulai Minggu pukul 8 pagi ini bandara kembali membuka penerbangan. Namun hingga pukul 12 siang ini bandara hanya membuka penerbangan tanpa penumpang untuk evakuasi pesawat yang tertahan debu vulkanik ke Jakarta.

Begitu pula dengan Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, pagi ini sempat ditutup akibat cuaca berkabut hingga menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 500 meter.

Akibat debu merapi tersebut, maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia menunda 10 penerbangan, 8 penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta dan 2 penerbangan dari Denpasar ke Yogyakarta sejak 7 sampai dengan 9 November 2010. Menurut Vice President Corporate Communications Garuda Pujobroto, sampai Minggu Bandara Adi Sutjipto, belum bisa didarati.

Bila sejumlah maskapai menunda penerbangannya. Sebaliknya sejak dua hari terakhir ruang tunggu di Stasiun Tugu Yogyakarta terlihat lebih padat dari biasanya. Penumpang kereta api tujuan Yogyakarta melonjak 2 kali lipat sementara tiket sudah habis terjual.

Peningkatan penumpang kereta api ini merupakan dampak dari penutupan Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta akibat debu dari letusan Gunung Merapi yang meliputi Yogyakarta sehingga banyak calon penumpang beralih menggunakan kereta api.

”Sampai saat ini sesuai data kami, peningkatan penumpang kereta sampai 100 persen dari Stasiun Tugu,” terang Kepala Stasiun Tugu Yogyakarta, Asdo Atrivianto.

Untuk menampung penumpang yang membludak, pihak Stasiun Tugu sampai menyiapkan kereta tambahan Kereta Senja Utama tujuan Jakarta.

Akibat debu Merapi, sejumlah rumah makan di Sleman tutup karena sepi pengunjung. Sebaliknya tempat pencucian mobil justru kebajiran order mengingat banyak kendaraan roda empat warga yang bermandikan debu Merapi.

Berkah pencucian mobil bukan cuma diperoleh pengusaha pencucian mobil yang ada di Yogyakarta tapi juga kota lain yang terimbas debu Merapi seperti Solo sampai Tasikmalaya.

Berlebihan

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menilai, pembatalan sejumlah maskapai penerbangan asing masuk ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta karena alasan bahaya debu vulkanik Merapi, terlalu berlebihan. Adanya pembatalan tersebut seakan-akan abu vulkanik Merapi sudah menutupi seluruh wilayah udara Indoensia.

Pemberitaan erupsi Merapi menurut menbudpar juga berlebihan, membuat seakan daerah pariwisata lainnya di Indonesia yang begitu banyak dan beragam juga terkena.

"Kita akan menjelaskan ke dunia internasional bahwa yang terkena dampak bencana meletusnya gunung Merapi adalah daerah pariwisata di sebagian wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Masih banyak daerah pariwisata di Indonesia yang aman dikunjungi," jelasnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.dom)
Foto: Dok. Ist

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

Memuat...

Beri komentar

Name :
Web URL :
Message :

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP