. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label transportasi pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportasi pilihan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

Panduan Beli Tiket Kereta Api untuk Mudik


Lebaran masih beberapa pekan lagi dan puasa pun belum dimulai. Tak ada salahnya mempersiapkan tiket mudik jauh-jauh hari agar ibadah puasa tidak terganggu. Biar mudik via kereta api berjalan nyaman ikuti panduan membeli tiketnya. Apa saja?

Kalau tak punya kendaraan pribadi, atau tak cukup biaya membeli tiket pesawat yang harganya bisa selangit saat jelang lebaran. Pilihan tepat tentu saja naik kereta api untuk mudik dan balik.

Namun harga tiket kereta api untuk mudik dipastikan juga meninggi setiap jelang lebaran sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Bukan itu saja, untuk memperolehnya juga bakal sulit.

Nah, untuk memudahkan mendapatkan tiket kereta api mudik dengan harga normal, sebaiknya pesan atau beli jauh-jauh hari. Kebetulan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) sudah menjual tiket kereta api untuk mudik tahun ini mulai Sabtu, 16 Juli 2011.

Selama ini ada 5 cara untuk mendapatkan tiket kereta api, yakni pesan/beli langsung di loket stasiun yang melayani pemesan. Biasanya harga tiketnya sesuai tarif kereta api yang bersangkutan dan langsung mendapatkan tiket.

Pesan/beli langsung di pusat reservasi, harganya sesuai tarif dan langsung memperoleh tiket. Pesan/beli lewat loket kantor pos yang sudah online, tiketnya langsung dibayar sesuai tarif berikut ekstra charge-nya.

Bisa juga pesan/beli lewat Contact Center kereta api dengan nomor panggilan 121 dan 021-21391121. Setelah itu penumpang akan mendapatkan kode booking/kode bayar. Pembayarannya lewat e-bangking, antara lain ATM Bank Mandiri, BII, BRI, dan BPD Jawa Tengah. Dan terakhir pesan/beli lewat agen. Harganya sebesar traif plus ekstra charge dan bisa langsung memeproleh tiketnya.

Apakah cara di atas sama dengan memesan tiket kereta api untuk mudik tahun ini? Sebaiknya cari informasinya lebih dulu. Kalau sama, pilihlah cara yang paling praktis. Yang terpenting, pesan atau beli tiketnya jauh-jauh hari agar tidak kehabisan tiket.

Kalau telat dan tiket sudah habis entah diborong calo atau pihak lain, tak ada cara lain selain lewat calo yang tarifnya bisa berlipat-lipat dari harga sebenarnya.

Nah, mumpung belum puasa, segera mungkin pesan/beli tiket kereta api untuk mudik dan balik agar puasa Anda tidak terusik.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Sabtu, 21 Mei 2011

Dua Kereta Batik Diluncurkan


Menbudpar Jero Wacik dan Meneg BUMN Mustafa Abubakar meresmikan dua kereta bermotif batik di Stasiun Gambir, Jakarta bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Jum’at, (20/5/2011). Sebelumnya sudah ada satu kereta bermotif batik untuk jurusan Jakarta-Bandung. Untuk jurusan mana dua kereta batik baru tersebut dan motifnya apa?

Ada dua motif batik yang ditempelkan di gerbong khusus makan di dua kereta berbeda jurusan. Pertama, gerbong kereta bermotif batik “Singa Barong” dirangkai dengan KA Argo Jati jurusan Jakarta-Cirebon PP. Satunya lagi, bermotif “Langlang Jagad” disambungkan dengan KA Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo PP.

Motif Singa Barong yang bergambar singa melambangkan persahabatan anatarbanagsa. Sedangkan motif Langlang Jagad bergambarkan tiga hewan yakni garuda yang melambangkan hewan yang dapat terbang cepat, ular naga sakti yang menyimbolkan melindungi penumpangnya dari segala bahaya, dan kuda bersayap yang bermakna kendaraan para raja yang mampu melaju cepat dalam berbagai cuaca.

Dirut PT KAI (persero) Ignatus Jonan mengatakan pengadaan dua kereta bermotif batik ini sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan dan ikut serta mempromosikan branding pariwisata wonderful Indonesia, khususnya wonderful culture yang diapresiasikan melalui kereta bermotif batik.

Sebelumya PT KAI sudah memiliki kereta bermotif batik yang dirangkaikan ke kereta jurusan Jakarta-Bandung PP. Kereta bermotif batik pertama itu mendapat sertifikasi MURI pada 15 Februari 2011.

Menbudpar Jero Wacik menghimbau selain kereta yang dibatik, kendaraan umum lain seperti bus, taksi bahkan pesawat juga harus dibatik. “Biar batik bisa terbang kemana-mana dan namanya kian tersohor,” jelasnya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Selasa, 28 Desember 2010

Keliling Bali Via Kereta Wisata Tahun 2014


Bila tidak ada hambatan, pada tahun 2014 wisatawan dapat mengelilingi Bali dengan kereta api wisata. Sebagai tahap awal, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Perkeretaapian di Bali untuk mendukung pariwisata Bali masa depan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (Dirjen PDP) Firmansyah Rahim, Dirjen Perkeretaapian Tunjung Henderawan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Dirut PT KAI Ignasius Jonan disaksikan Menbudpar Ir. Jero Wacik, SE, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, Meneghub Freddy Numberi di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (27/12/2010).

Menbudpar Jero Wacik mengatakan setelah MoU harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Tahap pertama melakukan visibility study. Dari studi itu baru ketahuan berapa besar anggaran yang dibutuhkan dan kapan bisa segera dimulai pembangunannya. ”Kalau saya maunya sesegera mungkin, stelah MoU ini. Yang terpenting pembangunan kereta api itu pro lapangan pekerjaan, pro pertumbuhan eknomi, pro kemiskinan, dan pro lingkungan hidup,” jelasnya.

Meneg BUMN Mustafa Abubakar menambahkan dengan adanya MoU ini sudah ada dasar dan payungnya, tinggal menyusun bisnisplan-nya. Anggaran pembangunannya didapat dari APBN dan BUMN. ”Pembangunan rel dan signal-signalnya dari dana APBN, sedangkan sarana gerbong dan stasiunnya dari anggaran BUMN dengan pelaksana PT KAI. Sementara Pemprov Bali menanggung biaya pembebasan tanah buat pembangunan rel kereta tersebut, ” jelasnya.

Meneghub Freddy Numberi menjelaskan pembangunan kereta api di Bali ini untuk menangulangi kemacetan sekaligus memberi kemudahan transportasi bagi warga Bali dan wisatawan. ”Tahun 2011, bila permasalahan ganti rugi tanah sudah selesai termasuk masalah internal perusahaan, bisa langsung dikerjakan pembangunannya,” jelasnya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan aspek pembebasan lahan tanah untuk pembangunan perkeretaapian di Bali tidak terlalu banyak mengingat pembanganan relnya di-double dengan jalan lingkar yang sudah ada dari Denpasar ke Gilimanuk. ”View-nya sangat bagus. Kiri laut, kanan gunung. Jadi kalau naik kereta sudah seperti one day tour. Belum lagi bila nanti berhenti di titik-titik tertentu, pasti paketnya lebih menarik,” jelasnya

Setelah MoU ditandatangani, lanjut Made Mangku Pastika akan dibentuk tim kerja untuk membahas tindaklanjut dan rencana aksi penyelenggaraan perkeretaapian sepanjang 565 Km mengelilingi pulau Bali yang akan dimulai pada Januari 2011. ”Bila semua berjalan dengan baik, targetnya 2014 sudah bisa beroperasi dan wisatawan bisa menikmati Bali dengan kereta api wisata,” jelasnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Irhamna Ilham, Pusformas Kemenbudpar

Read more...

Minggu, 07 November 2010

Sejumlah Penerbangan Batal, Penumpang Kereta Melonjak



Dampak letusan Merapi baru-baru ini, banyak pihak merugi tapi ada pihak lain yang justru beruntung. Sejumlah maskapai penerbangan baik nasional maupun internasional misalnya menunda penerbangannya. Sebaliknya kerata api justru kebanjiran penumpang akibat tidak beroperasinya bandara di Jogja dan Solo.

Sebelas penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta), Tangerang, Banten membatalkan penerbangan mereka kemarin. Dan hari ini ada 8 maskapai yang membatalkan dari dan ke Soeta, yakni Maskapai Filipines Airlines, Singapore Airlines, Pelu Air, Cathay Pacific, Brunei Air, Emirate Air, KLM, dan Lufthansa Air.

”Menurut informasi yang didapat, kurang safe untuk terbang ke Jakarta. Terkait dengan meletusnya gunung merapi yang sampai hari ini masih terjadi letusan-letusan,” kata salah seorang petugas Bandara Soeta.

Informasi dari otoritas Bandara Adisucipto, Yogyakarta mengatakan mulai Minggu pukul 8 pagi ini bandara kembali membuka penerbangan. Namun hingga pukul 12 siang ini bandara hanya membuka penerbangan tanpa penumpang untuk evakuasi pesawat yang tertahan debu vulkanik ke Jakarta.

Begitu pula dengan Bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, pagi ini sempat ditutup akibat cuaca berkabut hingga menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 500 meter.

Akibat debu merapi tersebut, maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia menunda 10 penerbangan, 8 penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta dan 2 penerbangan dari Denpasar ke Yogyakarta sejak 7 sampai dengan 9 November 2010. Menurut Vice President Corporate Communications Garuda Pujobroto, sampai Minggu Bandara Adi Sutjipto, belum bisa didarati.

Bila sejumlah maskapai menunda penerbangannya. Sebaliknya sejak dua hari terakhir ruang tunggu di Stasiun Tugu Yogyakarta terlihat lebih padat dari biasanya. Penumpang kereta api tujuan Yogyakarta melonjak 2 kali lipat sementara tiket sudah habis terjual.

Peningkatan penumpang kereta api ini merupakan dampak dari penutupan Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta akibat debu dari letusan Gunung Merapi yang meliputi Yogyakarta sehingga banyak calon penumpang beralih menggunakan kereta api.

”Sampai saat ini sesuai data kami, peningkatan penumpang kereta sampai 100 persen dari Stasiun Tugu,” terang Kepala Stasiun Tugu Yogyakarta, Asdo Atrivianto.

Untuk menampung penumpang yang membludak, pihak Stasiun Tugu sampai menyiapkan kereta tambahan Kereta Senja Utama tujuan Jakarta.

Akibat debu Merapi, sejumlah rumah makan di Sleman tutup karena sepi pengunjung. Sebaliknya tempat pencucian mobil justru kebajiran order mengingat banyak kendaraan roda empat warga yang bermandikan debu Merapi.

Berkah pencucian mobil bukan cuma diperoleh pengusaha pencucian mobil yang ada di Yogyakarta tapi juga kota lain yang terimbas debu Merapi seperti Solo sampai Tasikmalaya.

Berlebihan

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menilai, pembatalan sejumlah maskapai penerbangan asing masuk ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta karena alasan bahaya debu vulkanik Merapi, terlalu berlebihan. Adanya pembatalan tersebut seakan-akan abu vulkanik Merapi sudah menutupi seluruh wilayah udara Indoensia.

Pemberitaan erupsi Merapi menurut menbudpar juga berlebihan, membuat seakan daerah pariwisata lainnya di Indonesia yang begitu banyak dan beragam juga terkena.

"Kita akan menjelaskan ke dunia internasional bahwa yang terkena dampak bencana meletusnya gunung Merapi adalah daerah pariwisata di sebagian wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Masih banyak daerah pariwisata di Indonesia yang aman dikunjungi," jelasnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.dom)
Foto: Dok. Ist

Read more...

Rabu, 16 Desember 2009

Soetta, Bandara Tepat Waktu Kedua di Dunia



Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil menduduki posisi kedua di dunia dari segi ketepatan waktu (ontime). Penilaian ini bisa jadi berpengaruh positif bagi peningkatan jumlah kunjungan wisman, mengingat bandara ini menjadi salah satu pintu masuk wisman ke Indonesia.

Situs perjalanan internasional Frobes Traveler menempatkan Soetta di Tangerang, Provinsi Banten sebagai bandara kedua di dunia yang memiliki ketepatan waktu tertinggi. Hanya kalah dari Bandara Haneda (HND), Tokyo, Jepang yang menduduki peringkat pertama.

Penilaian ini dilakukan Frobes Traveler selama 1 tahun dari 1 Agustus 2008 s/d 31 Juli 2009 terhadap 50 bandara tersibuk di dunia.

Peringkat Soetta yang beroperasi pada 1985 ini naik 4 peringkat, dari posisi keenam tahun lalu menjadi kedua tahun ini. Forbes Traveler juga mencatat berdasarkan Fligh-Seat, Soetta melayani setidaknya 32 juta penumpang tahun lalu.

Kendati penilaian ini cukup membanggakan, namun berdasarkan pengamatan dan pengalaman travelplusindonesia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pengelola Soetta, seperti soal calo tiket, kebersihan di ruang tunggu, pedagang liar, keamanan di tempat parkir, sampai ketepatan waktu beberapa maskapai penerbangan.

Soalnya penulis pun pernah mengalami ada pesawat yang datang telat hingga terpaksa menunggu beberapa waktu sebelum take-off dari bandara ini.

Semoga saja, bandara yang rencananya akan direnovasi untuk menambah kapasitas sebanyak 10 juta penumpang ini semakin baik pelayanannya, sehingga bukan hanya berhasil menduduki peringkat pertama tahun depan tapi juga berperan besar dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

Seperti tahun lalu, sejumlah bandara di Asia masih merajai nominasi dan berada di deretan 10 besar di antara 50 bandara internasional berdasarkan ketepatan waktu. Pasalnya banyak bandara di Asia yang baru dibuat atau direnovasi dengan menggunakan fasilitas terkini dan layanan yang semakin baik.

Berikut daftar 10 bandara terbaik di dunia dari segi ketepatan waktu versi Frobes Traveler:
1. Haneda (HND), Tokyo, Jepang yang merupakan bandara tersibuk di dunia dengan tingkat ketepatan waktu 91,4 %.
2. Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Indonesia (86,7%)
3. Narita International Airport, Tokyo, Jepang (86%).
4. Incheon International Airport, Seoul, Korea Selatan yang dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia oleh Dewan Airport Internasional (84,8%)
5. Suvarnabhumi Airport, Bangkok, Thailand
6. Minneapolis St Paul International Airport, Minnesota, AS
7. Bandara Kuala Lumpur International Airport, Malaysia.
8. Phoenix International Airport, Arizona, Detroit, AS
9. Detroit Metropolitan Wayne County Airport, Michigan, AS
10. George Bush Intercontinental Airport, Houston, Texas, AS

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Rabu, 09 Desember 2009

Penambahan Counter di Bandara Soekarno-Hata & Ngurah Rai


Counter kedatangan wisman di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali ditambah. Penambahan tersebut bertujuan untuk memperlancar dan menyamankan kedatangan wisman yang semakin meningkat di dua bandara internasional yang menjadi pintu masuk utama wisman ke Indonesia.

Demikian disampaikan Menbudpar Jero Wacik kepada sejumlah media usai rakor dengan Menkumham Patrialis Akbar, Meneg BUMN Mustafa Abu Bakar, dan Menhub yang diwakili Sekjennya serta beberapa direktur terkait di Gedung Sapta Pesona, Depbudpar, Jakarta (9/12).

“Untuk Bandara Soekarno Hatta semula 6 counter akan menjadi 12. Mulai besok counter baru tersebut sudah dikerjakan. Sementara di Bandara Ngurah Rai dari 10 counter menjadi 26. Tempat kedatangan di Bandara Ngurah Rai yang semula digunakan untuk tempat penyambutan akan dijadikan counter untuk menerima kedatangan wisman. Kalau tidak ditambah akan semakin crowded sebab turis yang datang semakin banyak,” kata Jero Wacik.

Kebutuhan turis, menurut Jero Wacik selalu terus meningkat. “Lima tahun ke depan bisa jadi muncul masalah baru. Dulu cuma 10 counter sudah cukup di Bandara Ngurah Rai tapi sekarang 26 counter masih kurang,” terangnya.

Perbaikan dan perluasan bandara atau bahkan penambahan bandara baru, tambah Jero Wacik disesuikan dengan pertumbuhan pengguna pesawat. “Kalau turisnya semakin bertambah dan pesawat yang datang semakin banyak sementara daya tampung bandaranya kecil, sudah seharusnya bandaranya diperbesar lagi,” jelas Jero Wacik.

Sekarang yang naik kapal terbang, lanjut Jero Wacik, bukan orang-orang high class saja tapi masyarakat biasa juga sudah biasa menggunakan pesawat untuk berwisata dan lainnya.

Sementara bandara lain, lanjut Jero Wacik, masih tergolong belum crowded karena wismannya masih sedikit. Tapi di beberapa bandara sudah mulai ada keluhan lantaran semakin banyaknya pesawat yang datang. Misalnya bandara di Bandung, karena sudah mulai bayak direct fligh dari Kualalumpur ke Bandung. “Begitu juga dengan Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumatera Barat dan Bandara Internasional Polinia di Medan, Sumatera Utara yang mulai pelan-pelan naik,” terang Jero Wacik.

Menurut Jero Wacik, hasil pertemuan ini tidak memelukan Surat Keputusan Bersama (SKB). Ini hanya pertemuan yang bisa langsung dikerjakan agar cepat teratasi. Dan dalam pertemuan kali ini hanya membahas sumbatan-sumbatan kecil di bandara yang semakin ramai. “Kalau pembahasan mengenai beberapa bandara baru nanti akan dibahas sebagai agenda 5 tahun dengan Menhub,” ungkap Jero Wacik lagi.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Jumat, 17 April 2009

transportasi pilihan

paragraf pertamasisa artikel

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP