. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Bravo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bravo. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2018

Bravo, Wanadri Sukses Gapai Puncak Yamin Papua

Dunia penjelajahan dan pendakian Indonesia mencatat prestasi baru. Tim Ekspedisi  Wanadri baru-baru berhasil mengapai Puncak Yamin, Papua.

Di Puncak Yamin, salah satu puncak tertinggi di Papua berketinggian 4.569 Meter di atas permukaan laut (Mdpl) itu,  bendera Sang Saka Merah Putih berkibar dan lagu kebangsaan Indonesia Raya pun bergema setelah menempuh 11 hari pendakian.

Berdasarkan pers release yang diunggah di akun Instagram (IG) @humas_wanadri, Rabu (3/10/2018),  informasi kesuksesan tim Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung yang ber-Sekretariat di  Bandung, Jawa Barat itu bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, Senin (1/10/2018) tepat pukul 11.23 WIT, melalui radio komunikasi dan telopon satelit.

Atas keberhasilan Wanadri sebagai tim Indonesia pertama di dunia yang sukses melakukan pendakian bersama masyarakat Distrik Bime, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua ini pun memancangkan besi plakat letak puncak dan keberadaannya.

"Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia sekaligus memperingati Hari Besar Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018," tulis Wanadri di pers release itu.

Di website wanadri.or.id dijelaskan Puncak Yamin, atau “Prins Hendrik Top”, terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yahukimo, Papua.

Puncak Gunung Yamin disebut juga Olsua Vamin atau Gunung Lim.

Salah satu permukiman di kaki Puncak Yamin adalah Osua Annin di Distrik Bime Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Terima kasih banyak untuk Masyarakat Indonesia, Masyarakat Bime, Sponsor Partai, Indonesia Mengajar, dan Wanadri yang terus mendukung sejadi-jadinya. Rasa syukur dan hormat kami untuk-Mu, Terpujilah Engkau dengan berbagai nama yang Engkau sebut untuk menyebutkan-Mu,” begitu isi pesan yang disampaikan tim sesaat setelah mencapai Puncak Yamin sebegaimana dikutip wanadri.or.id.

Ketua DP Wanadri XXV, Andi Angga Kusuma sebelumnya menjelaskan Puncak Yamin belum pernah didaki oleh tim manapun sehingga belum diketahui secara pasti mengenai lokasi puncak dan ketinggiannya.

"Sulitnya akses, dan minimnya  informasi membuat wilayah ini jarang dilalui orang. Maka ekspedisi ini dilakukan dengan harapan dapat membuka ruang pengetahuan bagi masyarakat umum maupun masyarakat lokal," ujar Andi sebagaimana dikutip pikiran-rakyat.com.

Tim ekspedisi kegiatan pendakian puncak Yamin, terdiri dari 10 personel anggota Wanadri yang telah menjalankan pendidikan dan pelatihan.

Tim ekspedisi tersebut dilepas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Kamis, 13 September 2018 lalu.

Usai menggapai Puncak Yamin, tim ekspedisi kini masih menempuh perjalananan turun gunung.

Tim diperkirakan tiba di titik Kampung Bime pada hari Jumat, 5 Oktober 2018.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Ilustrasi pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyanyian Indonesia Raya oleh Tim Ekspedisi Yamin Wanadri di Puncak Gunung Yamin 4569 Mdpl. (dok.@humas_wanadri)

2. Saat pelepasan tim ekspedisi Wanadri ke Puncak Yamin Papua di Kantor Gubernur Jabar di Bandung. (dok.jurnalbandung.com)

Read more...

Rabu, 16 November 2016

Bravo, Indonesia Raih Predikat The Famaous Next Destination Versi China Travel and Leisure

Pariwisata Indonesia kembali menorehkan prestasi. Kali ini majalah dan digital China Travel and Leisure memberikan predikat kepada Indonesia sebagai The Famous Next Travel Destination. Bravo.

Apresiasi bagi Wonderful Indonesia itu diserahkan dalam acara 10th Anniversary China Travel and Leisure Award di Wanda Reign Shanghai, Selasa (15/11).

Penghargaan itu langsung diterima Sesmen Kemenpar Ukus Kuswara didamping Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Wilayah Asia Pasifik, Kemenpar,  Vinsensius Jemadu.

“Terima kasih China Travel and Leisure. Penghargaan yang bermakna karena diberikan oleh media di Tiongkok yang semakin paham akan potensi new destination atau next destination,” ujar Ukus, Rabu (16/11).

China merupakan salah satu pasar potensial, dan ditempatkan sebagai originasi utama bagi Indonesia. Sampai dengan bulan September 2016, China Traveller sudah menempati peringkat I, mengalahkan Singapore, Malaysia, Australia, Jepang dan Korea ke Indonesia.

“Next destination itu memberi rasa optimis bagi kami, untuk mendatangkan wisman dari Tiongkok,” ungkap Ukus lagi. Outbound traveller Tiongkok, lanjut Ukus sudah tembus 120 juta di tahun 2015 lalu. Mereka menyebar ke seluruh dunia, termasuk Negara-negara Eropa dan Amerika.

Mereka juga ke Asia Tenggara, dan yang ke Thailand lebih dari 8 juta tahun 2015 lalu. “Yang ke Indonesia baru 1,2 juta saja, atau 1 persen dari seluruh wisatawan Tiongkok yang ke luar negeri,” terangnya.

Bukti Indonesia semakain diminati turis Negeri Tirai Bambu ini terlihat dari data kunjungan periode Januari – Agustus 2016. Di periode itu, kunjungan wisman Tiongkok mencapai 980.184 orang. Angka itu mampu menggeser Singapura yang menyumbang 939.231 wisman ke Indonesia. Selama ini, wisman asal Singapura-lah yang terbanyak ke Indonesia.

“Salah satu faktornya adalah kampanye hebat yang didukung Presiden Joko Widodo. Masyarakat Tiongkok dirayu untuk menikmati eksotisme alam dan keindahan budaya nusantara,” ungkap Ukus.

Faktor ini dinilai punya pengaruh besar mengingat outbound orang Tiongkok yang bepergian ke luar negeri di 2015 saja ada 120 juta orang.

Vinsensius Jemadu menambahkan faktor lainnya adanya kebijakan Bebas Visa Kunjungan. Saat ini, sudah ada 169 negara yang sudah masuk ke dalam list Bebas Visa Kunjungan. Dan Tiongkok, Singapura, Australia serta Jepang yang ada di top 5 penyumbang wisman terbanyak ada dalam list BVK.

“Sejak Perpres turun, Kemenpar langsung action menyosialisasikan kemana-mana. Dan itu kami promosikan juga,” tandas Vinsen.

Deregulasi di sektor kepariwisataan juga terus dilakukan. Salah satu hasilnya adalah pencabutan cabotage untuk cruise, sehingga kapal pesiar dengan bendera asing boleh menaik-turunkan penumpang di pelabuhan di Indonesia.

Ada lima pelabuhan yang sudah membuka cabotage itu, dari Belawan, Tanjung Priuk, Tanjung Perak, Benoa dan Makassar. Deregulasi lain adalah CAIT – Clearance Approval for Indonesian Territory, yang membuat yachts harus mengurus izin 3 minggu untuk sailing ke perairan Indonesia.

Saat ini sudah dicabut dan diganti dengan CIQP biasa, Clearance, Immigration, Quarantine dan Port saja.

“Sekarang tinggal 3 jam saja, dan benchmark-nya Singapura, hanya cukup 1 jam. Kami sedang menuju ke sana,” jelas Vinsen lagi.

Penghargaan sebagai The Famous Next Travel Destination ini terbilang strategis, mengingat reputasi media yang memberikan benar-benar independen dan yang punya sejarah panjang dalam reportase tour, travel dan destinasi wisata dunia.

China Travel and Leisure juga sudah menjadi rujukan traveller Asia.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok Kemenpar


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP