. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Persaingan Calon Menteri Pariwisata Kian Sengit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persaingan Calon Menteri Pariwisata Kian Sengit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2014

Persaingan Calon Menteri Pariwisata Kian Sengit, Muncul Tiga Nama Baru Versi AMPI

Mendekati pengumuman Kabinet Jokowi-JK, persaingan calon menteri pariwisata makin sengit. Baru-baru ini Aliansi Masyarakat Profesional Indonesia (AMPI) mengusulkan tiga nama baru yang mereka anggap cocok menduduki posisi menteri pariwisata periode 2014-2019. 

Ketiga nama itu adalah Dr. Sylviana Murni, S.H., M.Si, Chandra Andi Salam, dan Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika. Dari tiga nama tersebut, jelas I Made Mangku Pastika yang paling bersinar dan punya kans besar. 

Sylviana Murni merupakan mantan walikota Jakarta Pusat 2008-2013. Perempuan asli Betawi ini penranha menajdi anggota DPRD DKI 1997-1999, Kepala Biro Bina Sosial DKI 1999-2001, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) DKI 2001-2004, dan Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI 2.

Chandra Andi Salam saat ini sebagai Ketua Umum Gerakan Redinusa (Relawan Demokrasi Nusantara). Pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Demokrat Indonesia. Dia juga aktif di dunia usaha sebagai Komisaris Utama PT. Chandra Karya Utama, Direktur Utama PT. Cardo Karya Utama, Komisaris Utama PT. Eva Chandra Catering, dan Direktur Utama PT. Chandra Abadi Sejahtera. 

I Made Mangku Pastika merupakan Gubernur Bali saat ini. Tokoh kepolisian dan politikus ini menguasai enam bahasa asing. Dia peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) Akabri Kepolisian pada tahun 1974.

Ketiga nama kandidat menteri pariwisata yang diusulkan AMPI melalui laman www.kabinetprofesional.org, dimaksudkan agar mendapatkan umpan balik dari masyarakat luas sehingga kemudian menjadi bahan pertimbangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wapres terpilih.

Dalam keterangan persnya baru-baru ini di Jakarta, Ketua AMPI menjelaskan soal kriteria, AMPI memberi masukan dengan dua syarat. Yakni syarat umum memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, tidak pernah dihukum, dan bebas kasus korupsi serta tidak pernah terlibat pelanggaran HAM atau perusakan lingkungan hidup. Selain itu mempunyai visi dan pengetahuan yang luas sesuai dengan bidang keahliannya serta memiliki semangat juang dan kemampuan leadership yang tinggi. Sedangkan syarat khususnya harus profesional, berpengalaman dan teruji dalam bidangnya. Untuk menteri teknis, harus punya pengalaman internasional minimum tingkat regional.

Persaingan Sengit 
Dengan munculnya usulan tiga nama menteri pariwisata versi AMPI, maka bertambah pula calon menteri pariwisata. Dengan kata lain persaingan semakin sengit.

Sebelumnya ada nama Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspa Yoga, Jeffrie Geovanie, Mira Lesmana, Garin Nugroho, dan Rusdi Kirana, serta Muhaimin Iskandar. Belum termasuk Sapta Nirwandar, orang dari dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang kini menjabat sebagai wakil menteri, yang digadang-gadang menjadi menteri pariwisata. Termasuk Yanti Sukamdani, Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) yang juga mengincar jabatan itu.

AAGN Puspa Yoga sebelumnya diusulkan oleh lembaga survey Indo Barometer bersama dengan Rusdi Kirana. Sedangkan Garin Nugroho, Jeffrie Geovanie, dan Mira Lesmana tercantum dalam usulan Kabinet Alternatif Usulan Rakyat (KAUR) yang dibuat oleh situs resmi JokowiCenter. Sementara Muhaimin Iskandar diusukan Relawan Guru Sahabat Jokowi Jokowi (yang terdiri dari Federasi Guru Independen Indonesia, Guru Bantu Indonesia, Himpunan Guru Honorer Indonesia, Persatuan Guru Swasta Indonesia).

Mira dan Garin keduanya dari kalangan perfilman atau seneas profesional, bukan orang partai dan sama-sama tidak punya pengalaman di bidang pemerintahan.

Jeffrie dan Rusdi, datang dari kalangan pengusaha yang kemudian terjun ke dunia politik. Jeffrie yang pengusaha hotel dan properti masih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Golkar. Sementara Rusdi merupakan pemilik perusahaan penerbangan Maskapai Lion Air bersama saudaranya Kusnan Kirana yang kemudian ranah politik menjadi Wakil Ketua Umum PKB sejak Januari 2014 lalu.

Muhaimin merupakan salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pria yang kerap disapa Gus Imin atau Cak Imin ini, kini masih menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Menakertrans). Namun PKB sendiri baru-baru ini justru membidik Wakil Ketua Umum Rusdi Kirana diplot sebagai menteri pariwisata.

Sampai saat ini nama AAGN Puspa Yoga yang tak lain mantan wagub Bali 2008 – 2013 dan lulusan sekaligus dosen Universitas Ngurah Rai ini, yang paling banyak diusulkan dibanding nama-nama lainnya.

Jika Puspa Yoga ataupun I Made Mangku Pastika yang terpilih menjadi menteri pariwisata 2014-1019, berarti bertambah menteri pariwisata yang berasal dari Pulau Para Dewa itu. Pasalnya sebelumnya sudah ada 2 orang Bali yang menjabat jabatan ini yakni I Gede Ardike dan Jero Wacik. Mampukah Jokowi mematahkan stigma bahwa jabatan menteri pariwisata itu, jatahnya orang Bali? 

Lalu siapa yang paling pantas menjadi menteri pariwisata dari 11 (sebelas) nama kandidat yang diusulkan dalam sejumlah kabinet bayangan maupun berdasarkan isu yang beredar? Apakah Jokowi justru memilih orang dari usulan band lawas Slank yang paling dulu mengusulkan nama-nama orang yang pantas masuk dalam kabinetnya, atau usulan dari para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) baru-baru ini, atau justru dia punya pilihan sendiri lepas dari segala usulan dan tekanan?

Semua itu bisa saja terjadi, karena sebagai Presiden RI ke-7, dialah yang berhak memilih dan menentukan siapa yang pantas menjadi menteri pariwisata dalam kabinetnya nanti.

Yang pasti siapapun yang nanti terpilih menjadi menteri pariwisata 2014-2019, tentu kinerjanya diharapkan lebih baik dari menteri-menteri pariwisata sebelumnya. Dia harus mampu menciptakan beragam wisata yang berkualitas dan berkarakter Indonesia, termasuk wisata buatan yang menarik dan berkelas dunia. Bukan semata wisata bahari yang memang mendapat porsi lebih dari Jokowi. 

Menteri pariwisata ke depan juga harus mampu menciptakan destinasi-destinasi pilihan lain yang bisa menyamai ketenaran dan keandalan Bali dengan karakter dan kemasan yang berbeda. Dia harus mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan sekaligus menjadikan Indonesia destinasi dunia yang variatif, berkelas, dan favorit masyarakat dunia.

Dia pun harus cakap dalam menciptakan terobosan-terobosan baru dalam berpromosi. Strategi promosinya pun harus brilian. Dengan kata lain punya jiwa publikasi dan pemasaran sektor pariwisata sesuai yang diharapkan Jokowi.

Dia harus berani memilih orang-orang baru sebagai kaki-tangannya untuk menciptakan promosi pariwisata yang kreatif, inovatif, efisien, dan jitu. Dan terakhir, tidak melupakan media dan para penulis/jurnalis/blogger/pemerhati/kritikus pariwisata yang selama ini loyal dan berperan aktif memantau, menulis, mengkritisi, mempublikasikan, dan memajukan pariwisata Indonesia.

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Captions: 
1. Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal diduduki meteri pariwisata baru Kabinet Jokowi-JK.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP