. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Cerita Wisata Utama


Komodo itu pandai menipu. Saat diam, biawak raksasa ini seperti hewan lemah, padahal itu taktiknya untuk menyergap satwa lain dan manusia yang lengah. Seperti apa sifat dan prilaku aslinya? Simak profil sang predator berdasarkan pengamatan TravelPlusIndonesia (TPI) secara langsung di Pulau Komodo.

Komodo satu-satunya spesies terakhir dari keluarga monitor lizard yang mampu bertahan hidup dan berkembang. berdasarkan leaflet TNK, satwa berdarah dingin ini ditemukan pertama kali oleh seorang Belanda bernama JKH Van Steyn tahun 1911. Baru terkenal di dunia ilmu pengetahuan sejak 1912, tepatnya setelah peneliti dan ahli biologi, Mayor PA Ouwens memberikan julukan dalam tulisan berjudul “On a Large Varanus Species from the Island of Komodo” dengan nama ilmiah Varanus komodoensis.

Untuk mengetahui prilaku komodo sesungguhnya, TravelPlusIndonesia (TPI)mengamatinya langsung di habitatnya, Pulau Komodo. Ternyata komodo punya trik sendiri untuk mengelabui mangsanya. Dia pura-pura diam seperti sebatang kayu lapuk. Gerakannya lamban dan malas. Tapi setelah mangsanya lengah, dia segera menyergapnya dengan mulutnya yang moncong atau dengan bantuan ekornya dengan cara menyabet mangsanya sekeras mungkin. Kelebihan lain, predator licik ini dianugerahi penciuman yang sangat tajam, terutama bila mencium amis darah dan bau bangkai meski berjarak 2 Km.

Di habitanya, komodo lebih suka menyendiri (soliter). Sejak kecil, anak komodo dibiarkan mencari makan sendiri oleh induknya. Jarang sekali berkelompok kecuali di Banu Nggulung. Beberapa komodo di tempat ini malas mencari makan sendiri akibat terbiasa diberi umpan (feeding) gratis dari pengunjung, akhirnya populasi rusa, babi hutan, dan kerbau liar kian bertambah hingga mengganggu keseimbangan alam. Beberapa tahun belakangan, acara feeding dilarang.

Data inventarisasi komodo Taman Nasional Komodo (TNK), di Pulau Komodo jumlahnya sekitar 1.700 ekor, di Pulau Rinca 1.300, Gili Motang 100, dan 30 ekor di pulau-pulau kecil lain.

Diperkirakan masih ada sekitar 2.000 ekor lagi yang terpencar di Flores, yakni di pesisir Barat Manggarai dan pesisir Utara Kabupaten Ngada serta beberapa tempat di Kabupaten Ende. Bahkan hasil penelitian Auffenberg dari Amerika Serikat, komodo ditemukan sampai Timur Flores. Masyarakat Pulau Komodo dan sekitarnya menyebut komodo, ora. Tapi warga pesisir Utara Flores dan Ende, memanggilnya mbou. Di Pulau Rinca, perilaku komodo sedikit lebih ganas. Kulitnya kekuningan dan lebih bersih.

Buaya Darat
Menurut salah seorang peneliti khusus komodo yang TP temui di Pulau Komodo, musim kawin komodo terjadi pada Juli-Agustus. Jumlah jantan dan betina 4 berbanding 1. Lantaran tak seimbang sering terjadi perkelahian antar jantan untuk memperebutkan betina hingga terluka bahkan tewas. Komodo jantan sukar ditemukan saat musim kawin, sebab sibuk mengejar betina. Usai kawin, sang betina akan bertelur lalu menyimpannya di lubang. Betina bertelur 20-50 butir dan menjaganya selama 7 bulan. Bentuk telurnya oval, berwarna putih dengan panjang 9 cm, lebar 6 cm dan beratnya 105 gram. Setelah menetas, panjang rata-rata 18 inci atau 45 cm. Yang dewasa sekitar 2 meter, pernah juga dijumpai komodo sepanjang lebih dari 3 meter.

TP pun mengamati bayi komodo. Kulit bayi komodo berwarna kekuningan. Umur 10 bulan coklat muda. Usia 20 bulan ke atas berubah menjadi agak hitam, lalu coklat gelap setelah dewasa. Anak komodo langsung pandai memanjat pohon untuk mencari makan, sekaligus menghindar dari ancaman komodo dewasa. Santapan kegemarannya aneka serangga, cecak dan tokek. Setelah dewasa, lebih suka memangsa rusa, babi hutan, kerbau dan telur burung Gosong. Komodo dewasa tak bisa lagi memanjat pohon lantaran keberatan badan.

Selain suka memangsa hewan lain termasuk manusia, komodo dewasa juga suka menyantap anaknya (kanibal). Areal perburuan komodo dewasa di lokasi yang sering dilalui hewan dan manusia. Komodo menyukai semak dataran rendah, berbatasan dengan savana. Terkadang ada di dataran tinggi sekitar 400-600 meter dpl. TP juga melihat komodo berenang layaknya seokor buaya terutama jika melihat bangkai ikan besar yang mengapung di perairan. Wajar penduduk setempat menjulukinya buaya darat.

Berdasarkan pengamatan TP secara langsung di Pulau Komodo, predator yang dilindungi undang-undang seperti halnya Harimau Sumatera ini meski bukan termasuk satwa penyerang yang ganas, namun tetap berbahaya. Apalagi bila berada di TNK, di habitatnya itu komodo sebagai raja. Lengah sedikit, Anda bisa jadi mangsanya.

Cara yang amat saat berada di habitanya, Anda harus tetap waspada dan ditemani jawagana bila ingin melihat predator ini atau hendak berpergian ke obyek-obyek lainnya. Sebab bagaimanapun melihat komodo di habitatnya, di pulau Komodo dan pulau-piulau lain di TNK jelas jauh lebih mengasyikkan dibanding di kebun binatang. Atmosfir dan panorama yang bakal Anda dapat pasti lebih seru, menawan, dan mengesankan.

Bila Anda yakin bahwa sang predator yang kanibal ini menjadikan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) begitu berati dan berbeda dibanding kawasan lain, sebaiknya Anda memilih Taman Nasional Komodo agar terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia baru versi Yayasan New 7Wonders. Caranya dengan melakukan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees. Selamat memilih semoga Anda dapat menyaksikan bagaimana komodo menjqdi penguasa di habitatnya.***

Naskah & Foto: A. Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Senin, 05 Desember 2016

Mencari Desain Toilet Umum Masa Depan Lewat Sayembara Berhadiah Rp 300 Juta

Melihat begitu pentingnya keberadaan sebuah toilet umum  terutama di bandara, objek wisata, homestay, pasar, dan fasilitas umum lainnya, sejumah pihak terkait kompak menggelar Sayembara Desain Toilet Umum dengan total hadiah Rp 300 juta.

Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), Green Building Council Indonesia (GBCI), dan Expo Clean 2017 sengaja menyelenggaraan sayembara tersebut sebagai upaya untuk mendapatkan ide segar dari masyarakat mengenai desain toilet umum yang aman, nyaman, higienis, dan ramah lingkungan.

Ketua ATI Naning Adiwoso menjelaskan penyelenggaraan sayembara ini sebagai upaya memberi kesadaran kepada pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata untuk menyediakan fasilitas toilet umum yang layak bagi masyarakat.

Sayembara ini, lanjut Naning, sekaligus memberi usukan solusi kepada kementerian terkait untuk mewujudkan fasilitas toilet umum yang sehat dan berwawasan lingkungan.

”Ini merupakan bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan 2020 (Sustainable Development Goals 2020) yakni menjamin ketersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua orang. Karena itu kami sangat menghargai respon positif dari pemerintah dan industri yang juga memiliki pemikiran sama dan mendukung penuh program kami,” kata Naning Adiwoso dalam jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Senin (5/12).

Menurut Naning sayembara ini terbagai dalam enam kategori yakni toilet umum di kawasan wisata pegunungan; kawasan wisata pantai, kawasan konservasi alam, toilet apung di penginapan atau homestay, toilet umum bandara UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara), dan toilet umum di pasar rakyat/tradisional.

Desain toilet umum tersebut terdiri atas toilet pria, toilet wanita, toilet disabilitas, janitor room, dan ruang menyusui. Desain yang dilombakan harus memenuhi aspek-aspek lingkungan dan kesehatan yang mencakup hemat air, efisiensi energi, lanskep dnegan tanaman lokal, higienis, material lokal, aman, dan nyaman.

Sayembara ini terbuka untuk umum; mahasiswa, pekerja bidang desain, maupun arsitektur dan sipil dengan total hadiah Rp 300 juta. Satu pemenang utama dari masing-masing kategori berhak atas hadiah sebesar Rp 50 juta.

Mencari desain toilet umum masa depan Indonesia lewat sayembara ini mendapat dukungan sejumlah kementerian antara lain Kemenpar, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta sponsor dari sejumlah industri terkait toilet.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan Kemenpar menargetkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada di ranking 30 dunia pada 2019, dari posisi sekarang berada ranking 50 besar dunia, dari semula ranking 70.

“Dari laporan World Economic Forum (Travel and Tourism Competitiveness Report) tahun lalu menyebutkan indikator kelemahan pariwisata Indonesia antara lain pada infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, health and hygiene, dan aksesibilitas yang meliputi masalah konektivitas, kapasitas kursi dan penerbangan langsung. Kelemahan ini terus kita perbaiki dan mulai membaik, termasuk untuk health and hygiene kita perbaiki melalui program Sapta Pesona dan Sadar Wisata,” ungkap Dadang.

Sayembara Desain Toilet Umum ini, Sambung Dadang diharapkan sebagai media untuk memperbaiki unsur health and hygiene agar meningkat sesuai standar global.

Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Noer Adi Wardojo menambahkan Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan berbagai standar fasilitas publik yang harus ada di pasar tradisional, termasuk di antaranya adalah toilet umum.

“Kami sangat menghargai berbagai ide dari masyarakat mengenai desain toilet umum serta berharap bahwa pemerintah daerah dapat menggunakan desain pemenang untuk digunakan sebagai inspirasi dalam pembangunan dan renovasi pasar-pasar tradisional serta berbagai fasilitas publik di wilayahnya,” terang Noer.

Hal senada juga disampaikan Direktur Bandara Yudhi Sari Sitompul bahwa Kemenhub dalam tugasnya membangun dan mengelola UPBU bandara di daerah-daerah bertekad untuk mengerjakan amanahnya secara profesional.

“Toilet umum bandara yang manusiawi akan memberi kepuasan bagi pengguna bandara yang tinggal di daerah maupun berkunjung ke daerah-daerah karena mereka juga dapat menikmati fasilitas umum yang baik dan terawat,” ujar Yudhi.

Peserta sayembara ini bisa mahasiswa, sarjana arsitektur ataupun pekerja bidang desain, dan arsitektur dengan melampirkan fotocopy KTP. Peseratnya boleh perorangan maupun kelompok/tim. Setiap peserta bisa membuat desain toilet maksimal untuk 2 kategori.

Semua biaya yang terkait dengan penyusunan konsep rancangan/sistematik desain bangunan ditanggung setiap peserta.

Informasi lebih lanjut tentang mekanisme Sayembara Desain Toilet Umum dapat diihat di www.asosiasitoilet-indonesia.org dan www.sayembara.gbcindonesia.org.


Pedaftaran desain dimulai tanggal 1 Januari – 15 Febreuari 2017. Peserta dikenai biaya biaya pendaftaran Rp 100 ribu dan biaya tambahan Rp 50 ribu jika mengambil kategori ‘kategori pilihan’.

Batas akhir penerimaan desain sampai tanggal 28 Februari 2017 pukul 4 sore ke Sekretariat Panitia Penyelenggara Sayembara, GBCI, jalan RC Veteran no. 3A, Bintaro, Jakarta Selatan.

Penjurian final dilakukan pada tanggal 14-15 Maret 2017. Para jurinya Oneng Setya Harini (Kemenpar), Yudhi Sari Sitompul (Kemenhub), Noer Adi Wardojo (KLH&K), Nani Sumaryati (ATI), Prasetyoadi (GBCI), dan Sudaryatmo (YLKI).

Pemenang sayembara ini akan diumumkan pada Malam Pembukaan South East Asia Toilet (SEAT) Conference pada 23 Maret 2017.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: fikri-humas kemenpar

Read more...

Sabtu, 03 Desember 2016

Upaya Lebak Genjot Kunjungan Wisatawan 2017

Kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara ke Kabupaten Lebak, Banten tahun 2017 ditargetkan di atas target tahun 2016 yang berjumlah 500.000 orang. Untuk mencapai target wisatawan tahun depan itu, beragam upaya pun lakukan Pemkab Lebak dan pihak terkait, salah satunya mengupayakan terus percepatan pembangunan jalur kereta api double track.

“Saat ini double track atau rel ganda kereta api baru sampai Stasiun Maja dari Stasiun Tanah Abang-Jakarta. Insya Allah April tahun depan sudah sampai Stasiun Rangkasbitung sehingga kereta commuter line bisa beroperasi,” terang Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya dalam jumpa pers usai makan malam bersama di Pendopo Bupati, Rangkasbitung, Sabtu (3/2) malam.

Menurut Iti ketersediaan infrastuktur dasar untuk memudahkan aksesbilitas wisatawan ke objek wisata sangatlah penting. “Tanpa infrastruktur itu, mustahil target jumlah wisatawan bisa tercapai,” ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan dengan mempromosikan objek wisata budaya termasuk culture event-nya, seperti Seba Baduy dan Seren Taun agar lebih menggaung namanya.

“Kami juga baru saja mengadakan Festival Budaya se-Banten tahun ini dengan tujuan meningkatkan kreativitas para seniman di Lebak dan kabupaten lain di Banten sekaligus menjaring wisatawan. Festival ini akan kami ajukan ke Kementerian Pariwisata agar tahun depan mendapat dukungan dan menjadi cultural event tahunan,” terangnya.

Langkah lainnya membangun Plaza Lebak berupa plaza komoditi yang akan memasarkan beragam produk kerajinan unggulan Lebak bekerjasama dengan Smesco. “Lokasinya di Mandala, akhir Desember ini baru akan di-launching,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisman, saat ini tengah dibangun Museum Multatuli bekerjasama dengan Yayasan Multatuli di Belanda.

“Diharapkan museum yang masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan akan dibuka Maret 2017, nantinya juga bisa menjaring wisatawan asing asal Negeri Kincir Angin, Belanda dan Eropa,” ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut Iti meningkatkan SDM pariwisata lebih berkualitas. “Jika semua itu terwujud. Tahun depan optimis sektor pariwisata Lebak akan terdongrak dan target bisa tercapai,” tegasnya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan Kemenpar akan mendukung kabupatan/kota manapun asal CEO-nya committed sesuai arahan Menpar Arief Yahya.

“Bentuk dukungannya bukan berupa dana cash melainkan dalam bentuk program/event dan promosinya. Contoh dukungan Kemenpar untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188 ini berupa pagelaran Wayang Golek Sunda Wayang Ajen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kemenpar juga sudah memberi dukungan promosi baik lewat media sosial maupun media online dan bahan-bahan promosi lain untuk dua cultural event yang menjadi unggulan Lebak yaitu Seba Baduy dan Seren Taun.

Jaring Wisatawan
Kepala Bidang Wisata Budaya, Kemenpar Wawan Gunawan menambahkan pagelaran Wayang Ajen ini selain sebagai wadah promosi branding pariwisata nasional Pesona Indonesia juga untuk menjaring wisnus ke Lebak, khususnya ke Rangkasbitung.

“Karakter Wayang Ajen itu dimanapun tampil selalu mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya wisata budaya. Kontennya pun disesuaikan dengan kebutuhan dan tren masyarakat,” ujar Wawan yang tak lain dalangnya Wayang Ajen.

Usai jumpa pers, Iji, Esthy, dan Wawan menuju lokasi acara pagelaran Wayang Ajen di Alun-Alun Rangkasbitung yang berada di seberang Pendopo Bupati dengan berjalan kaki.

Acara dibuka dengan pembacaan Ayat-Ayat Suci Al-Qur'an dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya lalu kata sambutan langsung Bupati Iji yang berapi-api dan berisi tentang pontesi wisata Lebak dan menyampaikan tiga program utama Pemkab Lebak yaitu mewujudkan Lebak Cerdas, Lebak Sehat, dan Lebak Sejahtera.

Berikutnya giliran Esthy memberi sambutan sekaligus membuka acara pagelaran Wayang Ajen bersama-sama dengan Iti dengan penyerahan wayang gunungan.

Dalam sambutannya Esthy menyarankan agar Pemkab Lebak dan industri wisata serta masyarakat Lebak mengambil dan memanfaatkan peluang dengan status Tanjung Lesung sebagai destinasi prioritas, mengingat letaknya berdekatan dengan Lebak.

“Jangan lupa menjaga, mengelola, dan mengemas sejumlah potensi wisata yang sudah ada agar dapat memberi nilai ekonomi lebih bagi masyarakat Lebak,” tambah Esthy yang membawa serta Zafira, cucu keempatnya.

Acara berlanjut dengan hiburan artis pop Sunda Yanti Puja yang membawakan lagu-lagu religi. Lalu persembahan Tari dan Musik Nusantara Berdendang serta aksi penyanyi cilik Antika Wandandini atau Neng Antiq yang melantunkan theme song Pariwisata Indonesia “Pesona Indonesia” dan lagu andalannya Karedok Leunca. Selepas itu, Wawan beraksi membawakan lakon bertajuk “Dewi Kekembang Arum”.

Berdasarkan pantauan Travelplus Indonesia meskipun lapangan Alun-Alun Rangkasbitung becek usai diguyur hujan sepanjang sore namun penontonnya tetap ramai. Ada ribuan pengunjung yang datang dari Lebak dan sejumlah kabupaten lain di Banten dan luar Banten.

Ini membuktikan wisata budaya lewat pagelaran Wayang Ajen dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188, sukses menjaring wisatawan khususnya wisnus ke Rangkasbitung.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)
Foto: adji dan denny-humas kemenpar

Read more...

Baduy dan Seren Taun Jadi Andalan Wisata Budaya Kabupaten Lebak

Lebak memiliki beragam jenis wisata, salah satunya wisata budaya. Objek wisata budaya andalan yang telah berhasil menjaring wisatawan cukup signifikan ke salah satu kabupaten di Provinsi Banten ini adalah Baduy. Selain itu ada acara Seren Taun yang digelar sejumlah masyarakat kasepuhannya.

Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya membenarkan hal itu. Menurutnya andalan wisata budaya Lebak sampai saat ini masih Baduy, terutama kunjungan langsung ke perkampungan Baduy Luar maupun Baduy Dalam.

“Di samping itu ada Seba Baduy, sebuah cultural event tahunan yang juga berhasil menjaring wisatawan,” terang Iti kepada Travelplus Indonesia saat meninjau Pameran Seni Intalasi dan Workshop Wayang Golek di Alun-Alun Rangkasbitung, Sabtu (3/12).

Seba Badui itu, lanjut Iti merupakan kegiatan masyarakat Baduy utamanya laki-laki yang berkunjung ke Pendopo Bupati di Rangkasbitung sekitar bulan April sambil membawa sejumlah hasil ladang dan perkebunannya untuk diserahkan kepada pemerintah. “Tujuan mereka adalah bersilaturahmi dengan kami, pihak pemerintah,” terang Iti.

Masih terkait dengan Baduy, sambung Iti, Lebak juga mempunya even Festival Baduy. “Tahun ini Festival Baduy yang digelar selama 3 hari berhasil menjaring lebih dari 5 ribu wisatawan,” ungkapnya.

Selain Badui, wisata budaya Lebak yang juga potensial menjaring wisatawan adalah acara Seren Taun atau tasyakuran.

Acara ucap syukur atas hasil pertanian yang melimpah ini berlangsung di beberapa masyarakat kasepuhan di Lebak yang msih menjunjung tinggi adat istiadat dan patuh kepada atau kepala adatnya.

“Seren Taun yang paling ramai peminatnya di Ciptagelar dan beberapa tempat lainnya. Di acara ini Pemkab Lebak yang datang ke salah satu kampung masyarakat kasepuhan yang menggelar acara tersebut. Beda dengan Seba Baduy, justru masyarakat Baduy yang dberkunjung ke kami,” ungkap Iti.

Selain wisata budaya, Kabupaten Lebak juga memiliki objek wisata alam seperti pantai di sepanjang pantai wilayah Selatan sepanjang 91,45 Km utamanya antara lain Pantai Sawarna, Pasir Putih, Tanjung Layar. dan Legon Pari.

“Kami juga pemandian air panas di Cipanas dan Malimping, serta sejumlah air terjun atau curug, dan wisata Sungai Ciberang yang menjadi lokasi arung jeram atau rafting. Selain itu ada wisata sejarah berupa situs kosala,” tambahnya.

Menurut Iti, Lebak dengan Rangkasbitung sebagai ibukotanya juga mempunyai wisata pendidikan berkarakter religi Islami, karena itu Lebak berjuluk Daerah 1000 Madrasah.

“Dijuluki demikian karena Lebak memiliki 1.222 pondok pesantren mulai dari jenjang madrasah yang tersebar di beberapa tempat dengan jumlah santri ribuan dari berbagai daerah di Tanah Air,” terangnya.

Kata Iti, berdasarkan jenis dan potensi wisata yang ada di Lebak, pihaknya fokus mengembangkan tiga jenis wisata yaitu budaya, alam, dan pendidikan berkarakter religi. “Ketiga jenis wisata itulah yang terbukti berhasil menjaring wisatawan baik nusantara maupun mancanegara ke Lebak,” pungkasnya.

Workshop Wayang
Kepala Bidang Wisata Budaya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Wawan Gunawan menambahkan terkait dengan pengembangan wisata budaya di Lebak, pihak Kemenpar dalam memberi dukungan untuk memeriahkan perayaan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188 tahun ini juga dengan kegiatan budaya berupa pagelaran Wayang Ajen yang akan berlangsung Sabtu (3/12) malam ini di Alun-Alun Rangkasbitung.

Bahkan sebelum pagelaran Wayang Golek Sunda dari Wayang Ajen, Sabtu pagi hingga siang harinya juga diadakan pameran seni instalasi dan workshop wayang dengan tag Gerakan Anak Indonesia Cinta Budaya Wayang yang diikuti pelajar dari TK, SD, SMP sampai SMA di Rangkasbitung.

“Tujuannya mengenalkan seni tradisi wayang khususnya Wayang Golek Sunda kepada generasi muda dengan cara yang lebih fun dan tidak membosankan,” terangnya.

Menurut Wawan yang tak lain dalangnya Wayang Ajen ini, pagelaran wayang ini juga sekaligus untuk menambah kunjungan wisatawan ke Lebak.


Berdasarkan pantauan Travelplus Indonesia, Puluhan pelajar begitu antusias belajar memainkan wayang dan sekaligus belajar bagaimana menjadi dalang.

Acara workshop wayang bertambah seru dengan kehadiran Muhamad Armin, dalang cilik (10) asli Lebak yang menunjukkan kebolehannya berdalang dan Antika Wandandini atau Neng Antiq, penyanyi cilik (5) yang mengibur para pelajar dan sejumlah guru pendamping dengan membawakan beberapa lagu dengan gaya yang menggemaskan.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya diapit Dini dan Wawan Gunawan
2. Bupati Lebak memeluk Neng Antiq karena gemas
3. Pelajar SMA 3 Rangkasbitung antusias belajar wayang golek Sunda
4. Dalang ramaikan workshop wayang
5. Salah seorang pelajar SD di Rangkasbitung belajar menjadi dalang

Read more...

Jumat, 02 Desember 2016

Aksi Bela Islam 212 Kian Menduniakan Pesona Monas

Aksi Bela Islam (ABI) yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 2 Desember (212) membuat nama dan pesona Monumen Nasional (Monas) makin mengangkasa, kian mendunia.

Wajah tugu setinggi 132 meter (433 kaki) itu seketika tersiar luas di media sosial (medsos) lewat foto maupun video.

Sejumlah pesohor beragam profesi mulai dari ustad, artis, wartawan, dan masyarakat umum pun berlomba memasang foto Monas dengan lautan manusia yang mengelilinginya.

Lihat saja di akun Instagram (Ig) milik Ustad Yusuf Mansur @yusufmansurnew. Terpampang foto Monas dikelilingi jutaan manusia peserta aksi super damai 212 karya Sys Milla yang diupload 10 jam lalu.

“Hanya doa, zikir, tausiah, shalawat… yaaa Allah… wa Anta Khairul Haakim..” begitu tulis ustad asli Betawi ini.

Di akun tersebut, ustad yang biasa disingkat YM itu pun memberi petuah. “Btw, hindari perdebatan di komen. Ikut hanya doa, zikir, tausiah”.

Foto itu pun disukai 85.014 dengan 3.736 komentar. Salah satu komentarnya datang dari artis dan model Dewi Sandra. “Such a beautiful sight… Masya Allah,” komen Dewi Sandra.

Ustad Abdullah Gymnastiar pun memasang foto tersebut di akun ig-nya @aagym.

“Masyaa Alloh… tak ada yg bisa mengumpulkan selain Alloh semata,” kata Aa Gym.

Foto tersebut pun disukai 27.880 dengan 265 komentar.

Begitupun dengan K.H. M. Arifin Ilham. Di akun instagramnya juga terpasang foto monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Belanda itu.

Sejumlah Instagram Islam seperti @mozaik_islam, @manjadda.wajada, @teladan.rasul, @sunnahrasul, @islamkitaindah, @generasi_kaffah, @inspirasialquran, dan lainnya pun ikut memasang foto landmark Ibukota Negara ini yang pembangunannya dimulai pada 17 Agustus 1961 dibawah perintah Presiden Sukarno dan dibuka untuk umujm pada 12 Juli 1975 itu.

Begitupun dengan artis tersohor seperti Ineke Koesherawati, Marini Zumarnis, Oki Setiana Dewi, Teuku Wisnu, Zaskia Sungkar, dan lainnya ikut memasang foto tugu bermahkota lidah api berlapis emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Foto bangunan vertikal yang berada di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat itu pun dipasang di sejumlah instagram wartawan bahkan dijadikan Display Picture WA dan BBM sejumlah netizen.

Beberapa foto lain masih tentang Tugu Monas dalam sudut pengambilan berbeda pun dipasang sejumlah ustad, artis, dan akun Instagram Islami.

Alhasil pesona monumen dan museum yang dibuka setiap hari kecuali Senin, mulai pukul 08.00 - 15.00 WIB itu semakin menjulang tinggi.

Lantaran foto Monas dikelilingi jutaan peserta ABI 212 sudah tersebar sebelum Shalat Jum’at, tak heran kalau ribuan muslim lainnya yang datang agak telat berusaha untuk bisa Jum’atan di sekitar kawasan lapangan Monas. Bisa ditebak, tidak berhasil karena sudah tak tertampung.

“Saya sebenarnya pingin sekali Jumatan di dekat Monas, bisa sekalian foto-foto. Tapi gagal, sudah tidak bisa bergerak ke sana,” aku peserta ABI 212 dari Sumatera Barat yang datang dengan rombongan sebanyak 11 bus.

Nasib serupa juga Travelplus Indonesia alami. Tak berhasil menembus jutaan manusia agar bisa mendekati kawasan Monas. Akhirnya menyerah, lalu Jumatan di dekat Bunderan BI dekat Tugu Kereta Kuda di bawah guyuran hujan bersama ribuan Muslim lainnya. Selepas itu mengabadikan jutaan manusia dari jembatan Busway yang bergerak menuju Bunderan HI.

Jika pada Aksi Damai 411, Masjid Istiqlal dan Istana Merdeka yng menjadi pusat perhatian. Kini giliran Tugu Monas di ABI 212 yang paling membetot perhatian lantaran menjadi lokasi pusat aksi super damai.

Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) hadir dan ikut Shalat Jumat massal bersama jutaan peserta ABI 212 di area tugu tersebut.



Nama dan pesona Monas tak terbantahkan, turut mengangkasa berkat foto-foto terutama di medsos, kemudian diikuti pemberitaan terutama di media online dan elektronik.

Berkat ABI 212 yang sukses menjadi demo super damai sekaligus Jumatan massal terbesar di Indonesia bahkan mungkin salah satu di dunia ini, bisa jadi kesohoran pesona Monas kini menyamai landmark dunia lain seperti Menara Eiffel, Patung Liberty, Menara Miring/Pisa, dan lainnya.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)
Foto: dok. @yusufmansyurnew, @aagym, @trip_id & adji

Read more...

Kamis, 01 Desember 2016

Wayang Ajen Gelar Wisata Edukasi Budaya di Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188

Kelompok Wayang Golek Sunda, Wayang Ajen bakal menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188. Selain akan tampil membawakan lakon berjudul "Dewi Kekembang Arum", Wayang Ajen yang dipimpin Wawan Gunawan selaku Ki Dalang Wawan Ajen juga akan menggelar Wisata Edukasi Budaya berupa pameran intalasi wayang dan workshop tentang Wayang Golek Sunda di tempat yang sama di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (3/12).


“Lakon Dewi Kekembang Arum itu menceritakan tentang kondisi negara sekarang untuk kejayaaan agama, negara, ketahanan NKRI, dan menuju peradabab dunia.” terang Wawan kepada Travelplus Indonesia, Kamis (1/12).

Menurut Wawan yang baru saja dilantik menjadi Kepala Bidang (Kabid) Wisata Budaya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) selain pegelaran Wayang Ajen, kelompoknya juga akan menggelar pameran seni intalasi dan workshop tentang wayang, terutama Wayang Golek Sunda khas Wayang Ajen.

“Ada sekitar 1000 Wayang Golek Sunda yang akan dipamerkan dengan beragam tokoh pewayangan. Salah satu maskotnya tokoh wayang Semar,” aku Wawan.

Lokasi pameran seni intalasi wayang dan workshop Wayang  Golek Sunda berlokasi di tempat yang sama, hanya waktunya mulai pagi pukul 10.00 s/d 15.00 WIB.

Pameran wayang dengan tagline "Gerakan Anak Indonesia Cinta Budaya Wayang" ini akan menampilkan antara lain Wayang Golek Tradisi, Wayang Golek Gubahan, Wayang Golek Kontemporer, Wayang Golek Religi, Wayang Seleb, Wayang Karikartur, Wayang Tokoh Pemimpin Bangsa, dan Wayang Humor atau Komedi.

“Di samping itu juga ada pameran gamelan. Ketiga kegiatan itu sebagai wisata edukasi budaya yang ditujukan kepada generasi muda terutama para pelajar, yang diadakan sebelum atau pra pertunjukan Wayang Ajen.” tambah Wawan.

Sebelum Wayang Ajen tampil, juga akan ada suguhan Musik Gamelan Tatalu yang dibawakan Tim Wayang Golek Ajen (WGA) dan pertunjukan kesenian khas Baduy yakni Mapag Semah yang dibawakan para tokoh  adat masyarakat Baduy mulai dari Kokolot, Puun, hingga Jaro.

Tak ketinggalan persembahan khusus artis cilik Antika Wandandini yang akrab disapa Neng Antiq dan musik religi oleh artis pop Sunda Yanti Puja serta pesembahan Tari dan Musik Nusantara Berdendang yang dibawakan tim WGA.

Selanjutnya Kidung Ayat Suci dan lagu Pesona Indonesia oleh Tim Kesenian. Baru kemudian Wayang Ajen tampil mulai pukul 21.00 WIB sampai selesai.

Kehadiran Wayang Ajen di perayaan HUT Kabupaten Lebak tahun 2016 ini, lanjut Wawan merupakan dukungan dari Kemenpar.

“Kegiatan wisata budaya ini untuk menggiring kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas atau yang disebut-sebut Bali baru,” ujar Wawan lagi.

Tahun depan, dalam rangka yang sama yakni menggiring kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung, Kemenpar juga akan mengadakan kegiatan bertajuk Festival Pesona Budaya Tanjung Lesung. “Rencananya akan digelar di Tanjung Lesung pada September tahun 2017,” terang Wawan.

Dukungan Kemenpar lainnya terkait Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188 ini, sambung Wawan berupa sajian multimedia Pesona Indonesia, bahan promosi dan publikasi berupa kaos, payung, spanduk, banner, baliho,dan umbul-umbul yang semuanya berlogo Pesona Indonesia serta publikasi di media online dan cetak.

Sebagai catatan, Lebak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten dengan Ibukota Rangkasbitung.

Kabupten yang dipimpin bupati perempuan bernama Iti Octavia Jayabaya ini terdiri atas 28 Kecamatan, 340 desa dan 5 kelurahan.

Secara geografis, bagian Utara kabupaten ini berupa dataran rendah, bagian Selatan merupakan pegunungan dengan puncaknya Gunung Halimun di ujung Tenggara yang berpatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Wilayah Lebak dialiri Sungai Ciujung yang merupakan sungai terpanjang di Banten. Salah satu objek wisata yang kerap dikunjungi wisnus dan wisman di kabupaten ini adalah perkampungan Baduy, karena memiliki keunikan budaya tersendiri.

Lebak yang mempringati Hari jadi Lebak ke-188 dengan tema “Daerah Seribu Madrasah yang Berkarakter” ini mentargetkan kunjungan wisman dan wisnus tahun 2016 ini sebanyak 500.000 orang.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)
Foto: dok.wayang ajen

Captions:
1. Promo event Pertunjukan Wayang Ajen di Rangkasbitung
2. Wisata edukasi budaya, tanamkan cinta budaya wayang kepada generasi muda
2. Wisata kuliner khas banten di Rumah Makan Bu Entin di Jalan Raya Serang-Pandegalang
3. Persiapan panggung untuk acara pagelaran Wayang Ajen pada Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-188

Read more...

25 Tahun Merawat Persahabatan dari Kampus Tercinta sampai Puncak Gunung

Riuh canda, hidupkan hari-hari kita dulu
Getar rasa, cerahkan hari-hari kita dulu

Betapa indahnya, masa muda kita
Alangkah berwarna, sampai tak rela tua

Kita pernah gaya, sekarang juga
Kita pernah muda, sekarang juga
Jiwanya yang muda, raganya tidak
Sudah kodratnya, biarlah tak apa

Kamu pernah manis, sekarang masih
Aku pernah baik, sekarang masih
Pernah singgah rasa tapi tak satu
Kau adalah silamku
Menetap di hati.., sampai kini

Begitu lirik lagu bertajuk "Pernah Muda, Satu Rasa", yang langsung keluar dibenak, ketika melihat kiriman foto-foto Reuni 25 Tahun (Silveran) Sendal'91 yang dikirim Lusi dan juga Zul Armain sesuai permintaan saya lewat WA, Senin (30/11).

Foto-foto yag dikirim Lusi dan Butom panggilan akrab Zul Armain yang setia dengan profesinya sebagai fotografer, mengambarkan begitu bahagianya bertemu sahabat-sahabat lama dalam sebuah acara bertajuk Perayaan Persahabatan Sendal'91 Silver Reunion 25 Tahun di Kampus Tercinta, IISIP-Jakarta, Sabtu (26/11).

Wajah-wajah sumringah penuh kebahagiaan terpampang nyata di foto-foto itu.

Ya bahagia bertemu dengan sabahat-sahabat lama, sesama anggota Sendal atau Senda Gurau Almamater '91 yang beranggotakan sejumlah alumni Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik (IISIP) Lenteng Agung Jakarta angkatan tahun 1991, untuk semua jurusan yakni jurnalistik, humas, dan lainnya.

Semula IISIP yang tersohor dengan sebutan Kampus Tercinta ini bernama Sekolah Tinggi Publisitik (STP). Sejak dulu sampai sekarang, kampus yang berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini terkenal sebagai pencetak jurnalis atau wartawan yang tersebar di sejumlah media baik cetak, elektronik maupun online.

Mengapa mereka di foto-foto itu bahagia? Ya karena masih bisa bertatap muka, masih bisa bercanda, bersenda gurau dengan sahabat lama, dan merasakan kembali sepenggal memori masa muda dulu.

Masa yang pernah mereka rasakan selagi masih sama-sama berstatus mahasiswa/i di IISIP itu adalah milik masa muda mereka saat itu. Masa penuh geliat asa dan cinta, masa penuh warna yang sulit dilupakan walaupun mungkin pernah ada yang ingin melupakannya.

Masa itu tak mungkin terulang kembali, masa yang hanya datang sekali dalam seumur hidup, dan masa yang tak mungkin sama walaupun dipaksakan, disatukan, dan dipertemukan kembali.

Kerinduan bertemu dengan sahabat lama, jelas terpancar di foto-foto itu. Ini membuktikan bahwa mereka butuh sahabat dan apa yang namanya persahabatan.

Kenapa? Karena persahabatan itu penting bagi manusia, seperti kata-kata mutiara William Blake sebagai berikut: “Burung punya sangkar, laba laba punya jaring, manusia punya persahabatan”. Jadi manusia sebagai mahluk sosial selama hidup pasti butuh persahabatan atau pertemanan.

Lalu apa itu mahluk bernama sahabat atau teman? Aristotle mengatakan: “What is a friend? A single soul dwelling in two bodies”. (Apa itu seorang teman? Sesosok jiwa tunggal yang tinggal di dalam dua tubuh). Artinya sahabat itu ada dimanapun raga berada, sekalipun tidak selalu bersama setiap waktu.

Lain lagi dengan Anonympus. Si pemilik kata-kata mutiara tentang persahabatan ini mengatakan: “Indeed, the great friends are hard to find, hard to leave and dificullt to forget” (Memang, teman terbaik sulit untuk ditemukan, sulit untuk ditinggalkan, dan sulit untuk dilupakan).

“Goods friends only know about best stories in your life. But best friends have lived them with you”. (Teman baik hanya mengetahui cerita terbaik dari hidupmu. Namun teman terbaik hidup bersama cerita-cerita tersebut).

“A good friend is like star. You cannot always see it. But you realize it will always be there”. (Teman terbaik itu seperti bintang. Kamu tidak selalu dapat melihatnya. Namun kamu menyadari itu akan selalu ada di sana).

Kemudian dia mengatakan lagi: “True friend not only accept who you are. But also help you become who you should be. (Teman sejati tidak hanya menerima siapa kamu. Tetapi juga membantumu untuk menjadi dirimu yang seharusnya).

Makna itu dipertegas oleh Ellen Hubbard yang mengatakan: “Seorang sahabat adalah seseorang yang mengetahui tentang dirimu dan tetap mencintaimu”. Henry Ford membenarkan hal itu dengan mengatakan: “Sahabatku adalah seseorang yang menjadikan aku yang terbaik”.

Lalu apa manfaatnya memiliki sahabat? Hellen Keller mengatakan: “Berjalan dengan seorang sahabat di kegelapan lebih baik daripada berjalan sendirian dalam terang”.

Jane Austin pun menilai penting sebuah persabahatan sebagai obat penyembuh luka hati karena cinta seperti ini katanya: “Persahabatan pada dasarnya merupakan obat penyembuh paling mujarab dari pedihnya dikecewakan cinta”.

Lalu bagaimana menemukan sahabat, menciptakan persahabatan dan menjaga persahabatan itu? Ralp Waldo Emerson tahu bagaimana cara mempunyai sahabat. Dia mengatakan: “Satu-satunya jalan untuk mempunyai sahabat adalah menjadi seorang sahabat”.

Dalai Lama mengartikan seorang sahabat seperti ini: “Sahabat lama pergi, sahabat baru berdatangan. Sama seperti hari-hari biasanya. Hari yang lama pergi, hari yang baru datang. Yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana membuatnya berarti: seorang sahabat yang berarti – atau sebuah hari yang berarti”.

Khalil Gibran pun memberi saran agar persahabatan langgeng: “Persahabatan bukanlah sebuah kesempatan, tapi merupakan tanggung jawab yang manis”. Bahkan seorang Muhammad Ali mengatakan: ”Persahabatan.., bukanlah sesuatu yang kamu pelajari di sekolah. Tapi, jika kamu tidak belajar mengenai arti persahabatan, kamu tidak akan mempelajari apapun”.

Lalu dengan apa menjadikan musuh menjadi sahabat? Jawabannya adalah dengan cinta seperti kata Martin Luther King. Jr: “Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu merubah seorang musuh menjadi seorang sahabat”.

Namun yang harus diingat persahabatan terjadi karena ada ketertarikan, kalau tidak tertarik tentu dia atau kamu tak mau bersahabat seperti kata mutiara yang diungkapkan Chanakya:

“Ada semacam ketertarikan satu sama lain di setiap persahabatan. Tidak ada persahabatan tanpa ketertarikan. Itu adalah kebenaran yang pahit”.

Mutiara Chanakya menegaskan persahabatan itu terjadi karena ada ketertarikan yang sama.

Buktinya Sendal’91 hadir karena ada ketertarikan yang dilatarbelakangi sesama eks almamater IISIP angkatan 91 untuk saling berbagi, menjaga silatuhrahim, dan sekaligus mengenang kembali masa muda saat acara-acara tertentu seperti reunian.

Jika ada wadah-wadah lain, seperti yang saya buat komunitas jurnalism adventure berlabel Phinisi-OAC dan komunitas kreativitas bernama Forever Young masih beranggotakan beberapa almamater IISIP’91, serta komunitas pecinta alam bertajuk Sahabat Prosfer (diluar angkatan IISIP’91), dan mungkin wadah/grup lain, itu semua karena ada ketertarikan yang sama pula.

Tentu masing-masing juga punya cara dalam menjaga dan merawat persahabatannya. Sendal’91 misalnya punya cara merawat persahabatan yang sudah berlangsung 25 tahun ini di kampus dengan menggelar acara reunion yang diisi dengan rangkaian acara peduli seperti donor darah, tanam pohon, tatap muka, memberi sumbangan ke panti asuhan sehari sebelum hari “H”, dan tentunya makan serta diakhiri foto narsis bersama.

Memang tidak semua bisa ikut terlibat membuat acara tersebut, bahkan tidak semua bisa hadir, termasuk saya. Bisa jadi karena terbentur waktunya atau jarak yang terlalu jauh atau kesibukan yang teramat, atau bahkan karena memang sudah tak punya keinginan untuk bertemu. Namun apapun alasannya, bukan berarti persahabatan itu musnah.

Saya sendiri punya cara sendiri mengungkapkan rasa persahabatan itu lewat lirik dan lagu yang saya buat.

Ada sekitar 12 lagu atau satu album khusus yang saya buat tentang sahabat dan persahabatan, antara lain lagu berjudul Kisah 25 Tahun, Sahabat Sejati, Bersama Kita, dan Kelabu Jadi Biru yang pernah saya share ke grup WA Sendal’91, Forever Young dan lainnya.

Bukan cuma itu, jauh-jauh hari saya pun sebenarnya sudah mengucapkan selamat Reunian ke-25 tahun Sendal’91 di secarik kertas putih di Merpati, puncak tertinggi Gunung Marapi, gunung api tersohor di Sumatera Barat, awal November 2016.

Tujuan lain memberi ucapan itu, sekaligus ingin mempromosikan pariwisata petualangan daerah setempat karena saya bergelut lama di sektor ini.

Saya melakukan itu, karena sadar tidak bisa mengikuti pelaksanaan acara Silveran Reunian Sendal'91 di Kampus Tercinta karena waktunya terbentur dengan liputan Festival Pahawang 2016 di Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Bisa jadi sahabat-sahabat IISIP lain yang tak bergabung dalam Sendal’91 dan lainnya pun punya cara dan motif sendiri dalam mengungkapkan rasa itu. Entah dengan memberi salam kepada sahabat dekatnya atau pun lewat doa.

Seperti kata Henry David Thoreau: “Bahasa persahabatan tidak tercermin dalam kata-kata, melainkan dengan arti”.

Jadi biarkan kita sama-sama saling memahami sebagaimana mutiara kata Lucius Annaeus Seneca:

“One of the most beautiful qualities of true friendship is to understand and to be understood”. (Salah satu sifat terindah sahabat sejati adalah mau mengerti dan dimengerti).

I luv u friends...

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. zul armain, adji, neng lusi & neng tyas

Read more...

Minggu, 27 November 2016

Mengintimi Robo-Robo, Tradisi Budaya Khas Masyarakat Mempawah


Perahu Lancang Kuning bermuatan Raja Mempawah melaju tenang diatas permukaan air Sungai Mempawah. Perahu tradisional khas Melayu yang tersohor itu bertolak dari Istana Amantubillah. Setibanya di muara, seorang punggawa Keraton Mempawah mengumandangkan azan. Selepas itu, sang raja diikuti pengawalnya melakukan prosesi Buang-buang, dengan melempar ketupat.

Begitulah inti kegiatan Robo-Robo yang berlangsung di muara Sungai Mempawah atau Kuala Mempawah, seperti yang Travelplus Indonesia saksikan langsung ketika itu.

Robo-Robo merupakan cultural event yang diselenggarakan setiap tahun sebagai perayaan pengingat (tapak tilas) berdirinya Keraton/Kerajaan Mempawah sekaligus mengunat sejarah kedatangan Opu Daeng Menambon dari Kesutanan Luwu Bugis, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Setibanya di Kuala Mempawah, ketika itu rombongan Opu disambut masyarakat penuh sukacita. Saat itulah rombongan Opu melemparkan ketupat, bekal perjalanannya ke masyarakat yang menyambutnya di tepi sungai (kemudian disebut ritual Buang-Buang).

Opu kemudian memimpin Kerajaan Mempawah yang semula berstatus kerajaan Hindu/Dayak menjadi kerajaan Islam, karena Opu seorang muslim. Opu menjadi Raja Mempawah dengan gelar Pangeran Mas Surya Negara pada era 1740-1787 M.

Kerajaan Mempawah merupakan cikal bakal wilayah Kota Mempawah sekarang ini. Nama Kota Mempawah konon kabarnya diambil dari nama Mempelam Paoh (sejenis pohon jenis asam) yang banyak tumbuh di tepian Sungai Mempawah.

Sisa peninggalan Opu, salah satunya berupa tradisi Robo-Robo yang selalu dilakoni oleh Raja Mempawah berikutnya dan masyarakat keturunan Bugis-Makassar di Kalimantan Barat khususnya di Mempawah setiap bulan Safar pada kalender Hijriah.

Tradisi ini biasanya dirangkai dengan berbagai acara seni budaya dalam bentuk festival beserta sejumlah lomba olahraga air seperti lomba sampan bidar dan dragon boat serta bermacam hiburan yang berlokasi di sekitar Pelabuhan Kuala Mempawah.

Festival Robo-Robo di Mempawah sudah menjadi kalender pariwisata andalan Kabupaten Mempawah, bahkan Provinsi Kalbar.

Setelah acara seremonial, prosesi Robo-Robo dilanjutkan dengan acara makan bersama atau orang Mempawah menyebutnya Saprahan yang berlangsung di Istana Amantubillah.

Saprahan dipimpin Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim. Sang Raja Mempawah yang bergelar Panembahan XIII ini sudah memimpin Kerajaan Mempawah sejak tahun 2002 silam.

Setelah itu, Raja Mardan Adijaya dan rombongan menuju Desa Beteng dengan mobil. Di lokasi sudah disediakan perahu Lancang Kuning yang akan membawa sang raja melayari laut menuju Muara Mempawah.

Sementara dari arah lain, para pengawal yang terdiri dari laskar Kerajaan Mempawah dari Istana Amantubillah dengan perahu Lancang Kuning juga menyusuri Sungai Mempawah untuk menyambut kedatangan Raja Mempawah dan rombongan di Kuala Mempawah.

Saat kedua perahu bertemu, kemudian salah seorang punggawa kerajaan mengumandangkan azan, setelah itu prosesi Buang-Buang dimulai.

Selanjutnya perahu Raja Mardan Adijaya dan laskar Kerajaan Mempawah berlayar menuju Pelabuhan Kuala Mempawah beriringan. Sejumlah perahu masyarakat turut setia mengikuti perahu sang raja dari belakang.

Seperti perayaan tahun lalu, diperkirakan tahun ini pun masyarakat dan wisatawan bakal antusias menunggu dan melihat prosesi Buang-Buang yang menjadi acara utama Robo-Robo.

Ketika Lancang Kuning yang ditumpangi Raja Mardan Adijaya dan rombongan merapat ke Kuala Mempawah, warga dan pengunjung biasanya akan saling berebut untuk bersalaman dan mendapatkan ketupat pembagian langsung dari sang Raja Mempawah.

Biasanya dalam festival ini, Bupati Mempawah dan jajarannya selalu hadir. Tamu spesial yang datang antara lain sejumlah raja dari beberapa kesultanan/keraton di Nusantara bahkan dari negeri tetangga serta para pejabat provinsi dan perwakilan dari pusat.

Raja Mempawah, Mardan Adijaya beserta tamu undangan kemudian dihibur dengan serangkaian lagu daerah Mempawah seperti Bangsawan Mude dan Bedaulat Tuanku serta bermacam tarian utamanya dari etnis Melayu seperti Tarian Sekapur Sirih, lalu tarian dari etnis Bugis dan Dayak hingga Tionghoa.

Melihat festival ini secara langsung, atmosfir Bhinneka Tunggal Ika begitu terasa. Festival ini tidak memandang suku, agama, dan ras. Semua perbedaan itu larut dalam kebersamaan, kegembiraan, dan keseruan Robo-Robo.

Di ujung festival, para tamu, pengunjung, dan masyarakat dipersilahkan menikmati aneka hidangan Saprahan di lokasi acara, Pelabuhan Kuala Mempawah.

Usai Saprahan biasanya digelar acara lomba perahu naga atau dragon boat dan lomba berebut bebek, dimana masing-masing bebek ditandai dengan doorprize.

Selama berlangsungnya acara (seminggu sebelum dan sesudah puncak acara Robo-Robo), Pelabuhan Kuala Mempawah mendadak seperti pasar kaget.

Sejumlah pedagang membuka lapak di sana, meraup rezeki dengan berjualan bermacam barang seperti baju, celana, VCD, perabot rumah tangga, bermacam aksesoris serta aneka jajajan makanan dan minuman.

Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong memadati lapangan di tepi Sungai Mempawah, sekitar 200 meter dari muara. Menjelang siang pengunjung yang datang semakin membludak.

Bukan cuma warga Kuala Mempawah, tapi juga hanyak yang datang dari berbagai kampung di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Pontianak. Bahkan tak sedikit warga Kota Pontianak yang sengaja datang dengan menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam.

Sejumlah pasangan muda-mudi datang menggunakan sepeda motor. Beberapa keluarga menggunakan mobil pribadi. Ada juga beberapa rombongan yang datang menggunakan mobil bak terbuka dan truk.

Alhasil, sekitar 200 meter dari mulut jalan menuju lokasi terjadi kemacetan.                                                                                 Kendati hari itu cuaca begitu panas, matahari bersinar terik, namun tak mengendurkan niat orang untuk datang. Beberapa turis asing pun nampak di antara ratusan pengunjung lokal.

Tujuan mereka satu, ingin menyaksikan Robo-Robo dan menyantap Saprahan atau sekadar bertemu dan bersalaman dengan Sang Raja, dan tentunya sekaligus berbelanja dan menikmati aneka lomba serta hiburan gratis.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & mempawah-info

Read more...

Sabtu, 26 November 2016

Ayo ke Mempawah Lihat Festival Robo-Robo dan Beragam Pesonanya

Kapan waktu terbaik ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini? Kapan saja boleh. Tapi bagusnya saat penyelenggaraan Festival Robo-Robo 2016 yang digelar dari tanggal 27 November dan puncaknya 1 Desember ini. Kenapa? Ya karena ada Ritual Buang-Buang, Saprahan dan bermacam lomba tradisional di antaranya sampan bidar dan sampan perahu naga atau dragon boat serta suguhan seni-budaya.

Festival Robo-Robo 2016 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah, seluruh rangkaian acaranya dipusatkan di arena Robo-Robo, komplek pelabuhan muara Sungai Mempawah atau Kuala Mempawah.

Rangkaian lomba yang akan digelar antara lain sampan bidar dengan 8 pendayung dan sampan dragon boat dengan 22 pendayung. Selain itu ada lomba motor air hias, panjat pinang, layangan,  lomba uri gasing, dan pangkak gasing.

Lomba layangan akan dilaksanakan pada 27 November. Sementara lomba motor air hias, panjat pinang, dan lomba pangkak-uri gasing dihelat pada tanggal 30 November. Lomba sampan bidar lokasinya di Kuala Mempawah juga pada tanggal 30 November, sedangkan lomba sampan dragon boat berlangsung pada tanggal 1 Desember 2016.

Jumlah satu tim sampan bidar terdiri atas 8 pendayung utama dan 4 pendayung cadangan. Sedangkan dragon boat sebanyak 24 orang terdiri atas 22 pendayung utama dan 2 pendayung cadangan.

Acara utama Festival Robo-Robo adalah makan bersama atau Saprahan dan prosesi Ritual Buang-Buang yang dilakukan Raja Mempawah beserta rombongan dengan mengunakan perahu tradisional khas Melayu, Lancang Kuning.

Masyarakat dan pengunjung yang berada di tepian Kuala Mempawah kemudian saling berebutan untuk mendapatkan ketupat yang dibuang (dibagikan) raja dan juga bersalaman dengan sang raja.

Kuliner dan Objek Wisata
Selagi berkunjung ke Mempawah yang berjuluk Kota Bestari atau Bumi Galaherang, jangan lupamencicipi aneka kulinernya.

Pengunjung bisa mampir ke Rumah Makan Galaherang di Desa Penibung Jalan Trans Kalimantan yang menyajikan aneka masakan khas Mempawah.


Pilihan lain ke Rumah Makan Asam Pedas Pak Wahab di kompleks Pelabuhan Kuala Mempawah dan Toko Mie Goreng Bu Sri di Pulau Pedalaman.

Tak ketinggalan ke Pondok Pengkang yang menyajikan Pengkang (panganan khas Mempawah semacam ketan bakar isi yang dibungkus daun lontar dan dijapit bilahan bamboo, lalu dipanggang di api arang) di Kecamatan Segedong.

Singgah pula ke pusat kuliner di Terminal Mempawah untuk menikmati Ikan Malong Asap, aneka tambol (kue) antara lain geto’, gule tare’, lepat, dan bingke.

Mempawah, salah satu kota kecil berluas 264,40Km persegi yang bisa dikatakan kota Transit sebelum menuju ke Singkawang, Pemangkat, Sambas dan daerah lainnya di jalur pantai ke Utara Kalbar atau jalan Trans Kalimantan.

Kota yang terdiri dari 2 kecamatan yakni Mempawah Hilir dan Mempawah Timur yang dibelah Sungai Mempawah ini berjarak sekitar 78 Km dari Ibukota Kalbar, Pontianak atau sekitar 2 jam. Dari Bandara Internasional Supadio, Pontianak bisa naik taksi atau sewa mobil travel langsung ke Mempawah.

Kalau backpacker-an dari bandara naik ojek atau bis ke Kota Pontianak sekitar 20 menit, baru naik bus tujuan Singkawang, Sambas, dan Mempawah turun di Terminal Mempawah yang pada malam hari berubah menjadi sentra kuliner khas Mempawah.

Selain Robo-Robo, ada festival lain yang bisa disaksikan di Mempawah yakni Fetival Sahur-Sahur. Festival Islami tahunan ini biasanya diselenggarakan pada hari ke-25 Ramadhan.

Objek wisata yang bisa dikunjungi di Mempawah antara lain Istana Amantubillah, yakni Istana Kerajaan Mempawah yang masih berdiri kokoh di Kelurahan Pulau Pedalaman, Kecamatan Mempawah Timur.

Lalu ke Sebukit Rama di Desa Pasir, tak jauh dari pusat Kota Mempawah.

Di atas bukit ini ada makam Opu Daeng Menambon yang pernah menjadi Raja Mempawah, beserta kerabatnya.

Lanjutkan ke Pantai Ancol yang berpanorama sunset menawan di Desa Sengkubang, tepat di tepi jalan menuju Kota Singkawang.

Tak lupa ke Wisata Nusantara di Desa Penibung Jalan Trans Kalimantan yang menawarkan bermacam hotel, pantai, karoke keluarga, taman hiburan, dan kolam renang.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji, mempawahtourism & wisatapontianak

Read more...

Jumat, 25 November 2016

Festival Pahawang Teluk Ratai 2016, Angkat Potensi Wisata Lampung ke Tingkat Internasional

Nama Pahawang sebagai objek wisata bahari di Provinsi Lampung, belakangan ini diminati wisatawan nusantara utamanya dari sejumlah daerah di Lampung, Jabodetabek dan Bandung. Untuk lebih menggaungkan namanya, termasuk Teluk Ratai ke tingkat Nasional bahkan internasional, Pemkab Pesawaran menggelar Festival Pahawang Teluk Ratai 2016.

Festival yang baru perma kali digelar Pemkab Pesawaran ini resmi dibuka di Pantai Marinir Eco Park, Piabung, Pesawaran, Lampung, Jumat (25/11) siang. Dan akan berakhir Minggu (27/11).

Pada pembukaan festival diawali dengan parade peserta Jelajah Pulau, Fotografi Contest, Blog Writing Competition, dan Lomba Perahu Hias yang dimulai dari Ketapang.

Acara pembukaan juga disemarakkan dengan atraksi Terjun Payung oleh Korps Marinir di pengunjung acara pembukaan.

Acara pembukaan berlangsung sangat meriah. Ratusan pengunjung memadati Pantai Marinir Eco Park (MEP). Mulai dari warga lokal, wisatawan, peserfta, dan tamu undangan antusias menyaksikan jalannya acara pembukaan festival. S

taf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Theresia Sormin SH yang Mewakili Gubernur Lampung menjelaskan Festival Pahawang merupakan bagian promosi yang menonjolkan sisi lain Pesawaran.

Lewat festival ini, Pemkab Pesawaran dapat memperkenalkan ke masyarakat luas apa saja potensi seni, budaya dan potensi wisata bahari yang ada di kabupaten ini sehingga dapat memicu kreatifitas para pelaku seni dan budaya serta pelaku usaha wisata di Pesawaran.

Menurut Theresia objek-objek wisata di Pesawaran memiliki pangsapasar yang luas hingga ke mancanegara sehingga kawasan ini harus dikerahkan secara komprehensif dengan melibatkan masyarakat.

Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona, ST menambahkan festival perdana ini menciptakan manfaat ganda (multiplier effect) amtar lain peningkatan ekonomi dengan adanya pendapatan penghasilan bagi masyarakat Pesawaran dengan kehadiran pengunjung dari berbagai daerah.

Kalau ada 1.000 orang yang datang di festival ini, kemudian berbelanja untuk makan makanan ringan, menginap di cottege, menyewa perahu, dan lainnya, tentu memberi pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat dan para pelaku usaha.


Tak kalah penting, lewat festival ini bisa menumbuhkan kesadaran masyrakat untuk menjaga kelastarian dan lingkungan kawasan pesisir, pantai, dan pulau-pulaunya.

Pada hari kedua, Sabtu (26/11), Festival Pahawang Teluk Ratai 2016 dimeriahkan dengan acara Pahawang Island Adventure Trail (PIAT) pada pagi hari. Loksi start dan finishnya di MEP.

Setelah itu, Wing Day Krakatoa Bike Week 2016 sampai sore. Malamnya pembagian door prize untuk peserta PIAT.

Sementara acara Bazaar Ekraf dan Display Foto pariwisata berlangsung dari hari pertama sampai hari ketiga di lapangan parkir MEP.

Hari ketiga atau hari terakhir festival, Minggu (27/11) akan disemarakkan dengan Festival Layang-Layang Tradisional yang terdiri atas pameran layang-layang, melukis layang-layang, dan tips membuat layang-layang. Festival ini ditutup dengan acara hiburan live music.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. adji & Festival Pahawang 2016

Read more...

Punya Banyak Potensi, Pesawaran Dicanangkan Jadi Kabupaten Pariwisata di Lampung

Pesawaran resmi dicanangkan menjadi kabupaten pariwsata, karena telah memilih pariwisata sebagai lokomotif pembangunan atau andalan (leading sector) atau sebagai pemasok utama Pendapatn Asli Daerah (PAD). Faktor pendukungnya, salah satu kabupaten di Provinsi Lampung ini memiliki banyak potensi wisatanya, antara lain puluhan pulau.

Pencanangan Pesawaran sebagai kabupaten pariwisata dilakukan bersamaan dengan pembukaan Festival Pahawang Teluk Ratai 2016 yang berlangsung di Marine Eco Park, Piabung, Pahawang, Pesawaran, Lampung pada Jumat (25/11).

Keputusan pencanangan Pesawaran sebagai kabupaten pariwisata menurut Bupati Pesawaran Dendi Romadhona berdasarkan potensi wisatanya.

Di kabupaten bahari ini ada 37 pulau yang layak dikembangkan jadi kawasan wisata. Tiga di antaranya pulau terbesar yakni Pahawang, Kelagian, dan Legundi yang tengah dikembangkan jadi destinasi wisata.

Kabupaten berpulau-pulau ini juga mempunyai Teluk Ratai yang indah dan dekat dengan ibukota Provinsi Lampung yakni Bandar Lampung, karenanya festival ini dinamakan Festival Pahawang Teluk Ratai.

Selain wisata bahari, Pesawaran juga mengembangkan kerajinan daerah dengan menjadikan Kecamatan Negeri Katon sebagai sentra tapis, tenun asli Lampung.

Acara pencanangan Pesawaran menjadi kabupaten pariwisata ditandai dengan penyerahan 45 unit sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) dari Perum Damri mewakili Kementerian BUMN kepada Pemkab Pesawaran untuk mendukung sarana kebersihan di berbagai destinasi wisata.

Festival Pahawang Teluk Ratai kali pertama ini diselenggarakan untuk membuktikan bahwa Pesawaran bukan sekadar destinasi wisata melainkan juga ingin menjadikan pariwisata sebagai pendulang pendapatan asli daerah (PAD).

Festival yang disemarakkan dengan berbagai lomba ini juga bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata Pahawang dan Teluk Ratai ke tingkat Nasional dan internasional.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menilai pencanangan Pesawaran sebagai kabupaten pariwisata ini amat tepat karena sejalan dengan program pariwisata Provinsi Lampung.

Menurut Ridho dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Theresia Sormin, ada delapan prioritas pembangunan wisata Lampung, sebagian ada di Pesawaran seperti pengembangan kawasan maritim Teluk Lampung dan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman.

Pengembangan destinasi wisata lain juga sedang dilakukan, antara lain Teluk Kiluan yang menjadi habitat lumba-lumba, kawasan Teluk Nipah, kawasan wisata pantai barat Lampung, dan Taman Nasional Way Kambas yang memiliki populasi gajah terbesar di Indonesia.

Festival Pahawang Teluk Ratai perdana ini akan berakhir Minggu (27/11). Rangkaian acaranya antar lain Jelajah Pulau, Trip Fotografi dan Blog Writing, Lomba Perahu Hias, Pahawang Adventure Trail, Pahawang Bike Week, Festival Layang-Layang Tradisional, Bazar Ekonomi Kreatif dan Display Foto Pariwisata, serta penampilan spesial Akraksi Terjun Payung oleh Korps Marinir.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

Memuat...

Beri komentar

Name :
Web URL :
Message :

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP