. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 23 Februari 2018

Ayo Selfie Bareng 50 Ondel Ondel di Car Free Day Jakarta

Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (25/2/2018) bakal lebih semarak dari biasanya. Pasalnya ada arak-arakan 50 Ondel Ondel.

Arak-arakan 50 Ondel Ondel di CFD Jakarta tersebut diselenggarakan oleh Falcon Pictures bekerjasama dengan Bens Radio dalam rangka mempromosikan film "Benyamin Biang Kerok".

Sebagai informasi, film produksi Falcon Pictures yang disutradarai Hanung Bramantyo dan dibintangi Reza Rahadian sebagai Pengki/Benyamin dan Delia Husein sebagai Aida serta sejumlah aktor/aktris senior seperti Rano Karno dan Meriam Bellina itu bakal tayang tanggal 1 Maret 2018 serentak di seluruh bioskop Tanah Air.

Lalu ada apa lagi selain arak-arakan 50 Ondel Ondel di CFD Jakarta? Menurut informasi dari Bens Radio, selain Ngarak 50 Ondel Ondel juga ada Nandak Ondel Ondel, Carnaval Komunitas, Benskustik, dan berbagai permainan atau games menarik.

“Nandak itu joget ala ondel ondel,” ujar Ali Musaid, salah seorang produser acara di Bens Radio kepada TravelPlus Indonesia lewat pesan WA beberara hari lalu.

Sementara Benskustik itu, lanjut Ali berupa penampilan band yang menyanyikan lagu-lagu tersohor milik almarhum Benyamin S secara akustik.

“Band yang nanti bakalan tampil namanya Sueb Band dari daerah Petukangan, Jakarta Selatan,” terang Ali lagi.

Acara Ngarak 50 Ondel Ondel di CFD Jakarta sendiri akan mengambil rute dari Dukuh Atas – Bundaran HI – Dukuh Atas, mulai pukul 6 pagi sampai pukul 10 pagi WIB.

TravelPlus Indonesia memprediksi kehadiran 50 Ondel Ondel tersebut akan membuat CFD Jakarta kali ini tampil beda, lebih semarak, dan berwarna.

Ondel Ondel Betawi merupakan boneka besar setinggi sekitar 2,5 meter dengan garis tengah lebih kurang 80 cm yang terbuat dari anyaman bambu dan lainnya. Bagian wajahnya berupa kedok atau topeng dengan rambut kepala dibuat dari ijuk.

Wajah Ondel Ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih.

Saat ini juga ada boneka replika Ondel Ondel Betawi. Harganya variatif tergantung bahan dan ukurannya, berkisar mulai dari Rp 50 ribu sampai 350 ribu sepasangnya.
Acara Ngarak 50 Ondel Ondel yang kental muatan budayanya ini juga diperkirakan bakal ‘diserbu” masyarakat untuk ber-selfie bareng Ondel Ondel.

Sepertinya bakalan seru dan kereeeen…

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & dok. youtube

Captions:
1. Ibu-ibu jaman now selfie bareng Ondel Ondel Betawi.
2. Ondel Ondel Betawi salah satu ikonik Jakarta.

Read more...

Kamis, 22 Februari 2018

Kulineran Sate dan Gule Kambing H.M. Harris yang pernah Disambangi Presiden Jokowi

Sate dan Gule Kambing H.M. Harris yang pusatnya di Bandung, kabarnya pernah disambangi sejumlah pesohor dan pejabat tinggi negeri ini, di antaranya tokoh politik Prabowo Subianto sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kabarnya lagi, rumah makan sate dan gule spesial kambing ini punya cabang di Garut, masih wilayah Jawa Barat (Jabar).

Nah, saat TravelPlus Indonesia meliput pembukaan acara Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018 yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Lapangan Ciateul, Kabupaten Garut, Kamis (22/2), menyempatkan waktu untuk mendatangi cabang rumah makan tersebut.

Lokasinya di Jalan Merdeka no. 221, samping Kejaksaan Garut, tak jauh dari Lapangan Ciateul yang menjadi lokasi acara pembukaan sekaligus pusat acara GPBG tahun ini.

Untuk meyakinkan tamunya bahwa rumah makan tersebut memang asli cabang Bandung, di depannya terpasang plang berwarna ngejreng, bertuliskan Sate & Gule Kambing H.M. Harris 2 Cabang Jl. Asia Afrika No. 155 (Simpang Lima) Bandung.

Sewaktu TravelPlus masuk, ternyata di sana bertemu dengan M. Faried Moertolo, mantan Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri era Kemenpar masih bernama Kementeran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dipimpin Menteri Jero Wacik.

Sepertinya Om Faried, begitu biasa TravelPlus sapa, baru selesai menyantap sate kambing di rumah makan ini. Itu terlihat dari sejumlah tusukan sate-nya di atas mejanya yang sudah tak ada potongan dagingnya sama sekali.

“Satenya enak dan empuk,” ujar Om Faried yang sejak beberapa tahun lalu kabarnya mengundurkan diri sebagai PNS dan memilih mengurus usahanya dibidang otomotif bersama istrinya di Karawang.

Rupanya Om Faried cocok dengan menu sate kambing di rumah makan ini. Buktinya dia sampai nambah.

“Tadi saya pesan sate kambingnya 1 porsi, ternyata enak. Eh terus nambah 1 porsi lagi, jadi 20 tusuk dan ludes semua. Mas Adji harus nyobain,” ujarnya.

TravelPlus memang datang ke rumah makan tersebut untuk menikmati sate dan gue kambingnya yang tersohor itu.

Dan TravelPlus sudah memesan lebih dulu lima tusuk sate kambing atau setengah porsi dan semangkuk gue kambing sebelum bertemu Om Faried di dalam rumah makan tersebut.

Tak lama kemudian semua pesanan itu datang termasuk segelas teh tawar.

Satenya ditempatkan di hot plate berwarna hitam, jadi satenya selalu dalam kondisi panas. Selain itu ada dua jenis bumbu, masing-masing ditaruh di piring kecil, yakni bumbu kacang yang ditaburi kecap dan bumbu irisan cabe rawit hijau, tomat, bawang, dan kecap.

Tak ketinggalan satu wadah berisi acar mentimun. Sedangkan gule kambingnya ditempatkan di mangkung kecil.

Setelah TravelPlus cicipi, ternyata benar daging satenya sangat empuk. Keempukannya hampir serupa dengan Sate Kambing Balibul (Bawah Lima Bulan) di Guci, Tegal.

Begitupun dengan daging gulenya, sangat empuk. Kuahnya yang kental berwarna kuning kemerahan, sangat menggoda.

Harga Sate Kambing 10 tusuk di Rumah Makan H.M. Harris 2 di Garut dibanderol Rp 40.000, kalau setengah Rp 20.000. Begitu pun seporsi Gue Kambingnya Rp 40.000.

Selepas menyantap semuanya, TravelPlus melihat-lihat foto-foto dalam bingkai yang dipajang di dinding ruang dalam rumah makan ini. Ruangannya tidak terlalu besar tapi tertata cukup rapih dan bersih.

Ternyata benar Rumah Makan Sate & Gule Kambing H.M. Harris sudah disambangi sejumah petinggi negara.

Ada foto Presiden Jokowi tengah meyantap sate dan gule rumah makan ini. Lalu ada foto Ketua Dewan Pembina Parpol Gerinda Prabowo Subianto, Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Menteri Hukum & HAM Yasonna H. Laoly, dan sejumlah tokoh terkenal lainnya.


“Itu foto-foto para pejabat sewaktu makan sate dan gule di H.M. Harris pusat di Jalan Asia Afrika Bandung,” ujar salah seorang pegawai.

Menurut pegawai itu, Presiden Jokowi menyantap sate dan kambing di Rumah Makan H.M. Harris Jalan Asia Afrika Bandung tahun lalu, tepatnya Selasa (17/10/2017) malam.

“Ketika itu beliau (Presiden Jokowi-red) didampingi Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki,” ungkap pegawai itu.

Menurut pegawai yang enggan disebut namanya, rasa serta penyajian sate kambing H.M. Harris yang di Garut dengan di Bandung sama saja. Begitu pun dengan gule kambingnya. “Sate kambingnya ditaruh di atas hot plate biar tetap panas,” ujarnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Ke Garut kalau belum kulineran sate dan gule kambing di Rumah Makan H.M. Harris, rasanya kurang lengkap. (dok. sobatkembara)
2. Ini plang bukti rumah makan sate dan gule kambing di Garut ini cabangnya Bandung.
3. Dinding ruang dalam Rumah Makan Sate & Gule Kambing H.M. Harris 2 di Garut penuh dengan foto-foto tokoh tersohor dan pejabat tinggi.

Read more...

Delman Inilah yang Ngarak Arief Yahya ke Lokasi Gebyar Pesona Budaya Garut 2018

Ada 12 delman yang disiapkan panitia Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018 untuk mengarak para pejabat lokal dan pusat serta duta besar ke lokasi pembukaan acara, salah satunya delman khusus buat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Delman (atau Keretek, orang Garut menyebutnya) yang dinaiki orang nomor satu di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu dikendalikan oleh H. Idun (56), kakek beranak 4 dan bercucu 1 asli Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat.

Kudanya bernama Merene, berusia 4 tahun lebih. Kuda jantan berwarna coklat tua ini berasal dari Sumba, NTT yang dibelinya sewaktu kuda tersebut masih berumur 1 tahun.

Delman H. Idun beserta 11 delman lainnya sejak pukul 7 pagi sudah menunggu rombongan para pejabat dan duta besar di depan gerbang SMAN I Garut di Jalan Merdeka, Kamis (22/2/2018).

Ketika ditanya apa betul delmannya akan dinaiki Menpar Arief Yahya, dia membenarkannya.

“Iya Aa…, delman saya dengan Kuda Merene ini yang akan mengantar dan mengarak pak Menteri ke Lapangan Ciateul,” akunya kepada TravelPlus Indonesia.

Saat ditanya sudah kenal Menpar Arief Yahya atau sudah pernah bertemu? “Kalau bertemu dengan Pak Menteri baru kali ini. Kalau kenal sudah lama, ya lewat berita,’ akunya.

Wajah H. Idun terlihat ceria. Ia mengaku bangga delmannya terpilih mengangkut Menpar Arief Yahya dari ratusan delman yang ada di Garut.

“Baru kali ini saya bawa pak Menteri, sebelumnya pernah bawa Pak Lurah dan Pak Camat saja. Makanya saya senang Aa...,” akunya.

Sewaktu disinggung berapa honornya dari panitia karena sudah mengarak Menpar Arief Yahya dengan delmannya? Dia mengaku tidak tahu.

“Berapa aja saya terima Aa… Bisa berpartisipasi saja di acara ini saya sudah senang, apalagi dinaiki Pak Menteri,” akunya.

Menurut H. Idun jumlah delman kuda di Garut semakin menyusut sejak munculnya angkutan kota dan pedesaan.

“Dulu ada sekitar 500 delman, sekarang mungkin tak sampai 400 delman,” terangnya.

Setiap hari, H. Idun dengan delmannya mengaku mangkal di Bunderan Ramayana bersama beberapa kusir lainnya. Ongkos dari Bunderan Ramayana ke Sukaregang ia kenakan Rp 5 ribu per orang. 

“Kalau sistem borongan sekitar Rp 30 ribu untuk 2-3 orang penumpang,” terangnya.

Selain kusir, H. Idun juga seorang pengusaha peralatan kuda, pakaian kuda, dan aksesoris kuda berlabel namanya H. Idun’s Collection.

Bermacam produknya itu bukan hanya diminati pasar lokal (Jabar), pun dalam bahkan luar negeri, terutama kawasan Timur Tengah.

“Pakaian kuda saya sudah sampai ke Bali dan Arab Saudi,” ujarnya.

Kata dia, harga pakaian kudanya bervariasi. “Seperangkat lengkap baju kuda harganya mulai dari 4 juta sampai 6 juta rupiah, tergantung bahannya,” ungkapnya.

Sementara lampu antik buat hiasan delman berbahan kuningan Rp 1,5 juta. “Kalau dari bahan barlen dan stenles sekitar 1 juta rupiah,” tambahnya.

H. Idun berharap delman kuda di Garut tetap dilestarikan pemerintah, karena menurutnya bisa menjadi pemikat pengunjung untuk datang ke obyek wisata yang ada di Garut maupun acara berkaitan dengan budaya sebagaimana GPBG ini.

Naskah dan foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Inih delam kuda Gaarut yang dinaiki Menpar Arief Yahya di acara Gebyar Pesona Budaya Garut 2018.
2. H. idun sang kusir delam yang dinaiki Menpar Arief Yahya.
3. Lampu antik penghias delman Garut berbahan kuningan.
4. H. Idun & TravelPlus. (dok. sobatkembara)

Read more...

Menpar Arief Yahya: Delman Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Kenakan baju dan celana hitam dengan lilitan kain batik Garut warna dasar putih bermotif warna coklat tua, senada dengan blangkon Sunda-nya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya keluar dari Gedung SMA Negeri l Garut di Jalan Merdeka. Dia pun langsung naik delman.

Masyarakat lokal termasuk ratusan murid dan sejumlah guru memberi sambutan meriah sambil mengibarkan bendera Merah Putih dan bendera kertas bertuliskan Gebyar Pesona Budaya Garut 205 th ke arah delman yang dinaiki Arief Yahya.

Sebelum delman bergerak, para ibu dan pengunjung lainnya mengabadikan dan berebut ber-selfie bareng Arief Yahya.

Saat duduk di delman itulah Arief Yahya berkomentar singkat kepada TravelPlus Indonesia. “Delman ini bisa jadi daya tarik wisata, asal dikemas bagus,” ujarnya sambil tersenyum cerah.

Pengemasan yang dimaksud Arief Yahya tentu saja dari penampilan kereta, kuda, dan juga kusirnya.

Aref Yahya mengaku naik delman ini bukan kali pertama. “Dulu saya pernah juga diarak dengan delman kuda di Bandung. Tapi itu sudah lama sekali,” ungkapnya lagi.

Delman yang ditunggangi Arief Yahya terlihat paling keren dibanding 11 delman lainnya. Kuda delman tersebut bernama Merene, berkulit coklat tua, dan boleh dibilang paling bersih dan gagah.

Kuda tersebut mengenakan hiasan kepala warna-warni dan juga baju atau pakaian khusus kuda dari kulit yang juga berwarna-warni. Penampilannya menarik perhatian pengunjung, tak heran kerap diabadikan.

Delmannya pun dihiasai dengan dua lampu hias antik dari bahan kuningan sehingga terlihat lebih klasik. Sementara sang kusir, H Idun (56) mengenakan baju pangsi berwarna serba hitam.

Delman yang dinaiki Arief Yahya berada di posisi terdepan. Berikutnya menyusul delman yang dinaiki Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, Staff Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Pjs Bupati Garut Koesmayadi, dan Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan.

Tak ketingalan para duta besar ataupun yang mewakili antara lain Mr. Zalmai Wafamal (Wakil Dubes Afghanistan), Mr. Emil Ahmadov (Consul Embassy Afghanistan), Mr. Mehdi Abolghasemi (Attaché Embassy Iran), Mr. Mahmud Tohtiev (Wakil Dubes Uzbekistan), Mr. Alisher Kayumov (Senior Diplomat Uzbekistan), dan Mr. Roslan Othman selaku Director of Malaysian Tourism.

Sepanjang Jalan Merdeka menuju Lapangan Ciateul, lokasi acara pembukaan GPBG 2018 dipenuhi warga dan pengunjung.

Mereka sangat antusias menyambut 12 delman yang dinaiki para pejabat dan dubes tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Garut Budi Gan Gan Gumilar mengatakan sengaja menyiapkan delman untuk mengarak Menpar Arief Yahya dan para tamu VVIP lainnya.

Menurut Budi, delman kuda masih jadi alat transportasi tradisional yang tetap beroperasi di Garut.

Selain delman kuda, lanjutnya di Garut juga ada delman domba atau biasa disingkat deldom yang juga menjadi daya tarik wisata.

Naskah dan foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Menpar Arief Yahya naik delman kuda disambut hangat warga dan pengunjung.
2. Delman kuda yang dinaiki Menpar Arief Yahya ke lokasi acara pembukaan Gebyar Pesona Budaya Garut  (GPBG) 2018.
3. Menpar Arief Yahya melambaikan salam ke para pengunjung GBPG 2018.
4. Ribuan masyarakat dan pengunjung menyaksikan arak-arakan delman kuda.

Read more...

Selasa, 20 Februari 2018

Ini yang Bikin Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 Lebih Istimewa

Kabupaten Garut di Jawa Barat (Jabar) bukan cuma dianugerahi sederet wisata alam baik gunung, pantai, pedesaan, dan air terjun yang menawan pun ragam budaya yang memikat. Kalau tidak percaya datanglah saat berlangsungnya Gebyar Pesona Budaya Garut.

Tahun ini, culture event tahunan tersebut akan berlangsung mulai 22-27 Februari. Lokasi acaranya berpusat di Lapangan Ciateul, Kabupaten Garut.

Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018 terdiri atas 4 mata acara utama yakni Helaran dan Seni Budya, Festival dan Pentas Seni Budaya, Pemecahaan Rekor Indonesia, dan Garut Creative Expo.

Helaran dan Seni Budaya yang berlangsung tanggal 22 Februari diisi dengan suguhan 22 seni unggulan se-Kabupatan Garut, 10 kabupaten/kota se-Jabar, 7 provinsi se-Indonesia, dan penampilan dari 9 Komunitas Adat yang ada di Garut.

Festival dan Pentas Seni Budaya yang berlangsung dari tanggal 22-26 Februari akan menampilkan beragam festival seperti Festival Kopi, Tanam Padi, Ngagondang, Ngaranang Bako, Tangkap Ikan Sawah, Lagu Pop Indonesia, Merakit Traktor, Merangkai Bunga dan Buah, Olahan Pangan, Makan Nasi Timbel, Nasi Congcot, dan Festival Pangkas Rambut Gratis serta Asah Terampil Kelompencapir.

Sementara lombanya ada Lomba Photo Spot dan Lomba Lukis.

Pemecahan Rekor Indonesia yang akan berlangsung tanggal 22-23 Februari, terdiri atas rekor Sangkar Burung Terbesar dan rekor Rampak Silat Bambu Runcing yang akan diikuti 700 pendekar silat dari 29 perguruan.

Garut Creative Expo yang dimulai 22-27 Februari akan diisi lebih dari 500 stan UMKM termasuk perwakilan 4 negara sahabat untuk ikut berpromosi.

GPBG 2018 bertema "Gawe Rancage Mawa Raharja" atau Kerja Bersama untuk Meraih Kesejahteraan ini terasa lebih istimewa lantaran termasuk  dalam kalender 100 Event Nasional 2018, dan berbarengan dengan HUT Kabupaten Garut ke-205.

Puncak GPBG 2018 pun akan dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Ajen yang sudah bereputasi internasional. Lokasinya di Alun-Alun Karangpawitan, 24 Februari.

Hayu atuh ka Garut…

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. bapedda.garutkab & adji

Captions:
1. Suguhan tari di Gebyar Pesona Budaya Garut sebelumnya.
2. Ki Dalang Wawan Ajen, pendiri Wayang Ajen.

Read more...

Tampil di New York, Kain Tapis Lampung Kian Berkelas Dunia

Pamor Kain Tapis semakin berkelas internasional tahun ini. Soalnya kain tradisional asal Provinsi Lampung ini, baru saja berkibar di Negeri Paman Sam, AS, tepatnya di Kota New York yang dikenal sebagai salah satu pusat fashion dunia.

Sebanyak 12 gaun berbahan utama kain Tapis Lampung diperagakan oleh 12 model profesional di ASC Fashion Week 2018, ajang peragaan busana yang diikuti berbagai desainer dari penjuru dunia, tepatnya di Metropolitan Pavillion, Manhattan, Sabtu (10/2).

Busana-busana dari Kain Tapis Lampung bertema Tapis Berseri itu karya desainer Indonesia. Namanya Nasya Collyer.

Menurut Nasya yang baru kali pertama mengikuti fashion show di New York, tujuannya menampilkan karya-karya rancangannya di peragaan busana ASC Fashion Week tahun ini untuk lebih memperkenalkan Kain Tapis Lampung sekaligus menaikkan kelasnya ke tingkat dunia.

Kain Tapis Lampung berbentuk sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan dicucuk atau disulam khas Lampung.

Berdasarkan pemakainya, jenis Kain Tapis Lampung pun beragam, antara lain Tapis Jung Sarat yang biasa dipakai pengantin wanita ada upacara perkawinan adat, Tapis Raja Medal dikenakan kelompok istri kerabat paling tua (tuho penyimbang), Tapis Laut Andak dipakai gadis penari (muli cangget), dan Tapis Bidak Cukkil biasa dikenakan para lelaki ketika menghadiri upacara adat.

Harga per Kain Tapis Lampung yang dijual toko-toko cendera mata yang ada di Bandar Lampung, Ibukota Provinsi Lampung dibanderol mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 3 juta bahkan lebih, tergantung kerumitan motif dan bahan benang emas yang digunakan.

“Jenis Kain Tapis Lampung itu banyak. Tapi kali ini desain saya lebih spesifik ke jenis Kain Tapis Abung yang menonjolkan benang emas”, jelas Nasya.

Kata dia selama ini Kain Tapis Lampung hanya dipakai sebagai sarung untuk upacara adat. “Nah saya membuatnya menjadi gaun-gaun yang elegan look untuk dapat dipakai pada acara ballroom atau cocktail”, terangnya.

Nasya membeberkan kenapa banyak desainer yang belum berani menggunakan kain tapis untuk rancangan busana kekinian.

Menurutnya mungkin karena Tapis ini termasuk kain yang berat.

“Karakter berat itulah yang menjadi tantangan tersendiri dalam mengaplikasikan dan memodifikasikannya dengan bahan-bahan lain agar menjadi gaun malam yang indah,” ungkapnya.

Selain Nasya, dua desainer Indonesia lainnya yaitu Hengki Kawilarang dan CLO by Coreta juga beraksi di ASC Fashion Week 2018.

Hengki menampilkan 15 koleksi rancangannya untuk pria dan wanita yang dibawakan oleh 15 model. Dia juga a me-release label barunya dengan desain monokrom. Sedangkan CLO by Coreta mengeluarkan 10 koleksi terbaru dengan tas bernuansa warna pink.

Berdasarkan reportase Maya Nurindah langsung dari New York yang dikirim ke TravelPlus Indonesia via email, lebih dari 200 tamu dari berbagai kalangan fashion hadir saat para perancang Indonesia tampil di ASC Fashion Week, di antaranya Anthony Graciel, Professional Make-Up Artist dari New York dan Kimberly Galdamez Franco, Miss Guatemala East Coast.

Anthony mengaku menyukai koleksi dari desainer Indonesia. “Setiap koleksi berlainan gaya dengan tekstur yang bervariasi”, ujarnya.

Sementara Kimberly menilai fashion Indonesia sangat luar biasa. "Baju, warna, dan style-nya sangat unik. Saya pikir semua orang bisa jatuh cinta”, ucapnya.

Kegiatan ketiga desainer ini di ASC Fashion Week 2018 di-support oleh Wardah dan Indonesia Fashion Gallery.

Dari foto-foto  hasil jepretan Bianca Barben di catwalk ASC Fashion Week tersebut, terlihat gaun-gaunnya simple namun mencuatkan kesan modern dan elegan.

Sebagai catatan, sebelumnya Nasya menggelar sejumlah rancangannya itu  dalam event Indonesia Creative Week (ICW) 2017 yang digelar di Lippo Mall, Kemang, Jakarta, Minggu (26/11).

Ketika itu rancangannya itu mencuri perhatian kalangan mode Tanah Air, hingga akhirya dia berkesempatan utuk tampil di ASC Fashion Week 2018.
.
Usai tampil di ajang bertaraf internasional itu, pamor Kain Tapis Lampung diperkirakan akan mendunia. Dan itu tentunya sesuai dengan misi Wardah yang mendukungnya.

Creative Director Wardah Beauty, Carolina Septerita mengatakan pihaknya mendukung para desainer Indonesia ini agar go global sehingga industri fashion Indonesia bisa semakin diperhitungkan di dunia internasional.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis) dari reportase maya nurindah
Foto: bianca barben

Captions:
1. Salah satu gaun karya Nasya Collyer yang berbahan utama Kain Tapis Lampung yang diperagakan di ASC Fashion Week 2018 di New York, AS.
2. 12 gaun rancangan Nasya di ASC Fashion Week tahun ini.
3. Lewat kreativitas Nasya, Kain Tapis Lampung yang berkarakter berat dipadukan dengan bahan yang pas, bisa menjelma menjadi gaun nan anggun. 

Read more...

Senin, 19 Februari 2018

Soto dan Ice Cream Pilihan Si Doel Saat Bertandang ke Jogja

Aktor senior Rano ‘Si Doel’ Karno menyempatkan kulineran saat bertandang ke Kota Gudeg Jogja untuk menghadiri grand opening De’ Oplet, homestay teranyar yang berkonsep gallery.

Rano Karno tidak sendiri. Dia berangkat ke Jogja bersama dengan istrinya Dewi Indriati, Minggu (18/2/2018) atau sehari sebelum acara grand opening De’ Oplet.

Setibanya di Jogja, keduanya berwisata kuliner terlebih dulu.

Kulineran pertama yang mereka pilih untuk makan siang adalah Soto Sawah Bu Hadi di Jalan Sorogan.

Di akun Instagram (IG) Rano Karno @si.rano, dijelaskan bahwa Rano dan Dewi menyantap Soto Sawah Bu Hadi bersama adiknya @sutykarno27 dan @karnosfams sebelum mereka menuju @deoplet.

Sorenya, Rano dan Dewi menikmati suasana Jogja di senja hari dengan berkunjung ke kafe Ice Cream Gelato di daerah Prawirotaman.

“Pacaran dulu yee ame @dewiranokarno makan ice cream,” ujar Rano di IG-nya.

Esoknya, Rano yang baru saja menyelesaikan syuting film Benyamin Biang Kerok bersama Reza Rahadian dan Meriam Bellina, kembali berwisata kuliner soto.

Kali ini soto yang dia pilih Soto Kadipiro di daerah Kadipiro lengkap dengan sepiring ceker ayamnya.

Selepas menikmati soto, dia menuju Kasongan, sentra wisata gerabah yang tersohor di Jogja.

Senin malam ba’da Isya, aktor yang tengah mempersiapkan pembuatan film Si Doel Anak Sekolahan ini, me-launching De’ Oplet lengkap dengan nasi tumpeng-nya.

De’ Oplet memiliki kamar beragam tema dengan harga mulai dari Rp 70 ribu per oramg per malam, sudah termasuk sarapan, WiFi untuk semua area, juga air mineral, teh, dan kopi serta gula.

“Bismillah… semoga @deoplet berjalan dengan lancar, sesuai dengan nyang diharapkan… terimasih ye temen2 Instagram nyang udeh hadir… doain yee semuanye...”, ujar Rano di IG-nya.

Acara grand opening De’ Oplet yag berlokasi di Jl. Tanjung No. 185, Sorosutan, Umbulharjo ini juga sekaligus pembukaan pameran bertajuk Art and Mural Exhibition: Sweet Home yang menampilkan karya 9 perupa muda Jogja.

Sebelumnya pengelola De’ Oplet, Ajeng mengatakan pameran tersebut akan berlangsung selama sebulan, mulai 19 Februari sampai 19 Maret 2018.

“Pamerannya berlangsung setiap hari dari jam 9 pagi sampai 7 malam,” terang Ajeng.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @si.rano

Captions:
1. Rano dan Dewi-istrinya menikmati senja Jogja sambil minum Ice Cream Gelato.
2. Soto Kadipiro di Jogja yang disantap Rano ‘Si Doel’ Karno dan istrinya.
3. Rano dengan kru De' Oplet Homestay & Gallery di Jogja.

Read more...

Di Festival Danau Sunter, Anda Bukan Cuma Nonton Susi dan Sandi Adu Renang

Festival Danau Sunter yang akan berlangsung di Danau Sunter, Jakarta Utara, Minggu, (25/2/2018) akan disemarakkan dengan berbagai lomba air. Dipastikan Anda pun bukan hanya bisa menyaksikan aksi dua pejabat tersohor yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bertanding di danau tersebut.

Susi rencananya mendayung (paddling) menggunakan paddle board sedangkan Sandi akan berenang.

Keduanya akan mengadu kecepatan untuk sampai ke finish yang sudah ditentukan.

Selain itu, Anda pun bisa menikmati fasilitas jetski secara gratis. Soalnya panitia bekerjasama dengan Pengurus Besar Indonesia Jet-Sport Boating Association (PB IJBA) menyediakan 10 unit jetski untuk para pengujung, tanpa dipungut biaya alias cuma-cuma.

Anda bisa menggunakan jetski tersebut namun harus didampingi instruktur profesional untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Anda.

Bukan cuma itu, Anda juga bisa makan ikan bersama Susi, ber-jogging, dan bersepeda santai keliling danau.

Di festival yang digelar Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemkot Administrasi Jakarta Utara ini, juga akan dimeriahkan dengan eksibisi olahraga sepanjang Jalan Danau Sunter, eksibisi olahraga air seperti jetski, ski air, perahu naga, renang, dan lainnya.

Selain itu ada bazar produk unggulan,  penampilan kesenian tradisional, dan hiburan music yang menampilkan band Wali dan Biang Kerok.

Sandi menjelaskan Festival Danau Sunter bukan hanya sekadar perlombaan. Esensi festival tersebut adalah mengubah Danau Sunter menjadi lebih terjaga. Festival ini memang diselenggarakan juga sebagai jawaban atas tantangan Susi.

Sebelumnya Susi menantang Anies dan Sandi untuk menjadikan Danau Sunter seperti danau yang ada di Genewa, Swiss.

Selain menggelar festival, penataan kawasan Danau Sunter pun dilakukan untuk menjawab tantangan itu, di antaranya penataan trotoar, PKL, relokasi kolam pemancingan, dan penambahan penerangan.

Penataan yang sduah dilakukan antara lain kolam pemancingan dipindahkan ke sisi Selatan bagian Timur dan 18 PKL makanan minuman dipusatkan di sisi Selatan bagian Barat.

Lalu pemasangan lima lampu sorot dan penggantian 42 penerangan jalan umum (PJU) dengan menggunakan lampu LED.

Tak ketinggakan pengerjaan trotoar meliputi perbaikan trotoar di sisi Utara bagian Barat dan sisi Barat danau. Khusus di sisi Barat, juga akan dibuat plaza.

Diperkirakan saat pelaksanaan festival, paras Danau Sunter yang kabarnya masih dihuni ular dan biawak itu sudah jauh lebih bersih, rapih, dan elok.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @andhikapr_ & @jakarta_tourism

Captions:
1. Sepenggal pesona Danau Sunter, Jakarta Utara
2. Promo Festival Danau Sunter

Read more...

Minggu, 18 Februari 2018

Begini Cara Pedangdut Singapura Ini Duniakan Baju Adat Nusantara

Namanya Rosalina Musa. Dia biasa disapa Kak Ros. Sebelum menjadi salah satu juri Dangdut Academy Asia (DAA) 1, masyarakat Indonesia belum banyak yang mengenalnya. Setelah beberapa kali menjadi juri di ajang pencari penyanyi dangdut terbaik tingkat Asia yang tayang di stasiun TV Indosiar itu, dia cepat mencuri perhatian publik Tanah Air.

Awalnya lantaran mudah menangis saat ada peserta kontes dangdut tersebut berhasil menyentuh relungnya menyanyikan lagu dangdut melo (sedih), dia pun mendapat julukan si “cengeng”.

Julukan itu kian menunjukkan sisi lembutnya sebagai perempuan.

Namun di sisi lain, perempuan kelahiran Singapura, 9 Juni 1971 ini menunjukkan kelebihannya dalam hal lain yakni berpantun serta bertutur sapa lembut, santun, dan humble dengan siapapun, termasuk dengan penyanyi dangdgut pendatang baru..

Bukan cuma itu, penyanyi dangdut yang sudah menelurkan 2 album danggut di negaranya dan pandai berbahasa Inggris, Melayu, dan Indonesia ini juga kerap menunjukkan ketertarikan dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia yang super kaya dan sangat beragam.

Dia kerap menyapa peserta lomba ataupun penonton di studio dengan menggunakan bahasa daerah asal kontestan tersebut. Sejak itu peminatnya dari Indonesia semakin bertambah.

Terlebih ketika perempuan yang kerap berkata "beri tepukan yang gemuruh" setiap kali memulai komentarnya atau mengucapkan W.O.W alias wow dan “meletop” ketika ada peserta bernyanyi bagus ini mulai mengenakan pakaian adat Nusantara di program DAA 3.

Ia bukan saja sekadar memakai baju-baju adat tersebut tapi bangga memperkenalkannya sambil memberi salam dengan bahasa dari daerah asal baju yang dikenakannya.

Tak cukup disitu, pemilik single Beri Tepukan Yang Gemuruh ini juga kerap mempublikasikan baju adat Nusantara yang dipakainya lewat medsos kekinian di akun Instagram (IG)-nya @rosalinamusa.

Salah satu bukti dia memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap budaya Indonesia, dia tak segan bertanya langsung tentang apa yang tidak diketahuinya, maupun lewat IG-nya.

“Apa ya nama ini? Barongan kah? Mata nya kayak jengkol.. hidungnya gemesin!” begitu tanyanya di IG-nya saat memegang mata besar boneka dari Bali sewaktu menjadi juri Liga Dangdut Indonesia (LIDA) sesi Provinsi Bali.

Fotonya dengan berbaju adat perempuan Bali itu pun disukai 6.235 warganet.

Berkat ketertarikan dan kebanggaannya dengan ragam budaya Indonesia itu, istri dari Farid Mohd Boy dan ibu dari bocah bernama Wildan Mohd Farid ini pun mendapatkan banyak simpati dari berbagai pihak, salah satunya dari Indosiar yang telah melambungkan namanya di Indonesia.

Buktinya di ajang LIDA, dia dipercaya menjadi juri bersama sejumlah penyanyi dangdut/pekerja seni ternama Indonesia.

Sebelumnya dia juga pernah menjadi juri tamu di Dangdut Academy Celebrity dan Mikrofon Pelunas Utang serta bermain di Film Televisi (FTV) berjudul “Sedekah Tulus Tukang Cendol” yang juga tayang di Indosiar.

Di acara LIDA yang kini tengah tayang, lagi-lagi dia menggunakan pakaian daerah di babak penyisihan tingkat provinsi.

Tak cuma itu, dengan mengenakan baju adat dia juga kerap berfoto bersama penyanyi dangdut ternama Indonesia seperti ratu dangdut Elvie Sukaesih, Rita Sugiarto, Inul Daratista, Iyet Bustami, Erie Susan, Nassar, Zaskia Gotix, Via Vallen, dan pekerja seni Soimah serta dengan penyanyi dangdut pendatang baru  jebolan DA antara lain Putri, Aulia, Fildan, dan Irwan, lalu di-posting di akun IG-nya

Alhasil jumlah followers IG-nya pun semakin bertambah, dan kini sudah mencapai 1,2 juta pengikut, terbanyak tentu fans-nya dari Indonesia.

Kenapa Rosalina Musa mau mengenakan baju-baju adat Nusantara di setiap on air acara program dangdut TV di Indosiar, dan kemudian menyebarluaskannya di akun IG-nya?

Sepertinya dia artis yang smart, pandai memanfaatkan peluang besar yang ada. Dia sadar acara TV seperti DA, DAA, dan kini LIDA adalah acara TV yang banyak peminatnya bukan cuma di Indonesia tapi negara-negara di kawasan Asia Tenggara juga.



Dengan berbaju adat Nusantara, dia bukan cuma tampil beda setiap episode-nya, pun berpenampilan lebih unik (beda dari juri yang lain), menarik (berdaya jual), dan satu lagi tentunya membuahkan simpatik khususnya dari warga Indonesia lantaran sudah turut memperkenalkan sekaligus menduniakan baju-baju adat Nusantara.

Alasan itulah yang membuat TravelPlus Indonesia memberi apresiasi buat Rosalina Musa dengan menulis tentang kebanggaannya berpakaian adat Nusantara.

Sudah sepantasnya, kini giliran kita memberi tepukan yang gemuruh buatnya.

Mudah-mudahan, langkahnya memberi inspirasi buat artis/pekerja seni Indonesia sebagai public figure untuk juga berbangga memperkenalkan seni dan budaya Indonesia, entah itu dalam berbusana, bertutur sapa, dan lainnya lewat on air TV dan akun IG serta di berbagai kesempatan.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @rosalinamusa

Captions:
1. Pedangut Singapura Rosalina Musa yang akrab disapa Kak Ros tampil unik dan cantik dengan busana adat perempuan Kalimantan Barat di program Liga Dangdut Indonesia (LIDA) Indosiar.
2. Kak Ros mengenakan pakaian adat dari Jawa Tengah.
3. Kak Ros berbusana adat perempuan Bali.
4. Kak Ros berfoto bersama Via Vallen, penyanyi dangdut yang berjuta-juta fans-nya.
5. Kak Ros memakai salah satu baju adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Read more...

Sabtu, 17 Februari 2018

Festival Benyamin Biang Kerok Sukses Memikat Pengunjung, Ini Faktor Pendukungnya

Festival Benyamin Biang Kerok yang digelar sekaligus untuk mempromosikan film layar lebar bertajuk sama di Gedung Pusat Kebudayaan Betawi, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (17/2/2018), ternyata berhasil menjaring  dan memikat pengujung sejak siang sampai tengah malam.

Kesuksesan itu tak lepas dari promosi pra event festival tersebut yang dilakukan falcon pictures antara lain melalui akun Instagram (IG)-nya @falconpictures yang kemudian di-repost beberapa artis pendukung film tersebut antara lain seperti yang dilakukan Rano Karno lewat akun IG-nya @si.rano.

Juga oleh pengisi acara festival tersebut seperti yang dilakukan band Jiung Brothers asal Kemayoran lewat akun IG-nya @jibrosband dan Biang Kerok Band dari Jagakarsa melalui akun IG-nya @biangkerokband

Tak ketinggalan peran travel blogger yang turut mempromosikan festival tersebut lewat tulisan informatif, kemudian menyebarluaskan link tulisannya via beragam medsos (IG, FB, dan Twitter serta ke sejumlah WA Group), sebagaimana yang dilakukan TravelPlus Indonesia.

Faktor berikutnya, beragam acara yang disuguhkan juga menjadi daya pikat, antara lain tradisi Palang Pintu, Bazaar Kuliner dan kerajinan tangan khas Betawi, Parade Band-Band Betawi, Sketsa Film Biang Kerok serta pertunjukkan Layar Tancap.

Menariknya lagi di Bazaar Betawi, bukan hanya menjual Dodol Betawi, Kue Kembang Mayang, Es Selendang Mayang, dan Bibir Pletok, pun ada atraksi pembuatan Dodol Betawi.

Pengunjung bukan hanya bisa melihat dan memotretnya pun mencoba mengaduk Dodol Betawi hitam dan coklat di dua wajan berukuran besar.

Sementara kerajinan tangan atau ekonomi kreatif khas Betawi yang dijual juga cukup banyak seperti boneka ondel-ondel, kaos bergambar Benyamin, baju pangsi berikut ikat pinggang dan peci khas Betawi.

Parade Band-Band Betawi yang menghadirkan antara lain Jibros Band dan Biang Kerok Band yang memiliki penggemar fanatik, memberi nilai plus tersendiri buat festival ini.

Band-band tersebut berhasil menghibur pengujung selepas Maghrib dengan menyanyikan lagu-lagu nge-hits yang pernah dinyanyikan almarhum Benyamin dan pasangan duet-nya Ida Royani.

Panggung, lighting, dan sound system-nya juga cukup mendukung.

Sketsa Film Biang Kerok yang diperagakan antara lain oleh Pengki-pemenang lomba mirip Benyamin berhasil mengocok perut pengunjung.

Suara dan bahasa tubuh Pengki benar-benar mirip almarhum Benyamin.

Gedung Pusat Kebudayaan Betawi sebagai lokasi acara festival ini pun menjadi daya tarik tersendiri.

Maklum selain lokasinya strategis yakni di seberang Stasiun Jatinegara, bangunannya juga berarsitektur klasik karena merupakan peninggalan kolonial Belanda.

Kabarnya, salah satu ruang di gedung bekas Kodim 0505 tersebut akan dijadikan Museum Benyamin.

Fakor pemikat lainnya, tentu saja kehadiran Reza Rahadian dan Delia Husein ke festival ini.

Pengunjung sangat antusias mengabadikan Reza yang menjadi pemeran utama film Benyamin Biang Kerok sebagai Pengki dan juga Delia Husein sebagai Aida.

"Acaranya seru, apalagi parade band-band Betawi-nya keren," kata Dahlan, warga dari Jakarta Selatan yang datang bersama 3 sohibnya.

Lain lagi dengan Yati, warga Jakarta Timur mengaku paling senang dengan bazaar kulinernya. "Mudah-mudahn festival ini tahun depan ada lagi dan kulinernya ditambah lagi seperti Roti Buaya, Nasi Uduk dengan Semur Jengkolnya, Pindang Bandeng, Bandeng Pesmol, dan lainnya,"ujarnya. 

Melihat keberhasilan Festival Benyamin Biang Kerok menjaring dan memikat perhatian pengunjung terutama dari Jabodetabek, semestinya festival ini tidak berhenti sampai di sini atau di tahun ini saja.

Festival Benyamin Biang Kerok layak diselenggarakan lagi tahun depan atau dengan kata lain menjadi agenda tetap tahunan, untuk memperkaya jumlah culture event berkonsep festival di Jakarta.

Namun kemasannya harus lebih menarik, kreatif, dan kekinian dengan beragam lomba terkait dan juga promosi pra event yang lebih gencar bersinergi dengan travel blogger.

Tak ketinggalan melibatkan public figure tersohor dan berprestasi sebagai salah satu daya pikatnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Aksi Pengki, pemenang lomba Mirip Benyamin saat bernyanyi di Festival Benyamin Biang Kerok di Gedung Pusat Kebudayaan Betawi, Jaktim
2. Kue Kembang Mayang khas Betawi yang dijual di Bazar Kuliner Festival Benyamin Biang Kerok.
3. Suasana pengunjung saat menykasikan parade band-band Betawi di Festival Benyamin Biang Kerok.
4. Plang kepemilikan Gedung Pusat Kebudayaan Betawi.
5. Pengunjung Festival Benyamin Biang Kerok menikmati sajian sketsa film Biang Kerok.


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP