. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 24 Mei 2017

Dua Keuntungan Tanjung Lesung Ikuti ITHGR-nya STP Bandung

Lebih dari 50 perusahaan dalam dan luar negeri mengikuti job fair event berlabel International Tourism & Hospitality Grand Recruitment (ITHGR) 2017 yang digelar Internship and Career Centre (ICC), Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung. Salah satunya PT. Banten West Java TDC Tanjung Lesung.

Tentu Tanjung Lesung sebagai destinasi prioritas sekaligus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata atau 'Bali Baru' ini punya alasan kuat kenapa akhirnya memutuskan ikut ITHGR ke-11 ini yang berlangsung 2 hari.

"Alasan pertama ikut ITHGR 2017 ini karena STP Bandung sudah terkenal dan sangat bonafid sebagai kampus pencetak SDM kepariwisataan yang berkualitas dan siap kerja, " begitu kata Anton Sudrajat, SH selaku HR & GA Supervisor Tanjung Lesung kepada TravelPlus Indonesia di venue Dome STP NHI Bandung, Jalan Setiabudhi No 186, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/5).

Menurut Anton, ini pertama kali Tanjung Lesung mengikuti grand recruitment tahunan khas STP Bandung. “Hubungan kami dengan STP Bandung semakin akrab, dan kami tertarik mengikuti job fair-nya,” akunya.

Tujuan utama Tanjung Lesung ikut ITHGR 2017 ini, lanjut Anton adalah mencari calon tenaga kerja kepariwisataan yang berkualitas.

Kata Anton, PT. Banten West Java merupakan perusaha di bidang hospitality.

“Lewat ITHGR 2017 ini kami mengajak pengunjung yang berminat di bidang perhotelan atau pariwisata dan juga properti untuk bergabung bersama kami,” jelasnya.

Ada 16 departemen di Tanjung Lesung yang buka lowongan kerja (loker) di ITHGR kali ini yakni department Finance & Accounting, FB Service, FB Product, EDP, Admin. Pro Dev, Drafter, Front Office, Staff Agro, Sales Executive, Engineering, Housekeeping, dan departmen Sport & Leisure.

“Masing-masing departemen bisa membutuhkan 2 sampai 4 calon tenaga kerja. Jadi total tenaga kerja yang dicari sekitar 30-40 orang tahun ini," ungkap Anton.

Sampai hari kedua job fair, Rabu siang ini, lanjut Anton CV pelamar kerja yang masuk ke Tanjung Lesung lewat bursa kerja ITHGR ini sebanyak 150 pelamar.

“Beberapa pelamar ada yang langsung di-interview di booth kami,” terangnya.

Anton mengaku surprise dengan jumlah pelamar yang masuk. “Kami pendatang baru di ITHGR ini, apalagi kami bukan dari Bandung tapi Banten. Ternyata peminatnya sangat besar. Ini membuktikan nama Tanjung Lesung sudah cukup dikenal banyak orang di luar Banten dan diminati para pencari kerja,” ujarnya.

Selain mencari calon tenaga kerja, tujuan Tanjung Lesung mengikuti ITHGR ini sekaligus untuk mempromosikan Tanjung Lesung ke tingkat Nasional bahkan dunia, mengingat bursa kerja ini bertaraf internasional.

“Kami juga bawa paket-paket wisata di Tanjung Lesung dalam bentuk leaflet. Kalau ada pengunjung yang bertanya, kami berikan. Tapi tujuan utama kami tetap mencari calon tenaga kerja untuk bergabung bersama kami,” terang Anton.

Jadi menurut Anton ada dua keuntungan mengikuti ITHGR STP Bandung ini, pertama mendapatkan tenaga kerja yang sudah pasti berkualitas, dan sekaligus menjadi wadah promosi.

“Biasanya tenaga kerja yang berasal dari luar Banten, akan disediakan mess jika sudah diterima bekerja di Tanjung Lesung,” tambahnya.

Melihat dua keuntungan yang didapat, Anton memperkirakan kemungkinan besar Tanjung Lesung akan mengikuti ITHGR lagi tahun depan.

Sebagai saran, Anton berharap ITHGR tahun depan lebih bergema lagi promosinya baik pre, on, dan post event agar semakin me-Nasional bahkan mendunia namanya.

Menurutnya secara keseluruhan ITHGR 2017 ini sudah baik, cuma koneksi internetnya saja yang amat terbatas.

“Saya berharap koneksi free WiFi di ITHGR tahun depan lebih baik, lebih kencang lagi supaya bisa memperlancar urusan kerja kami selama di pameran,” imbaunya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Booth Tanjung Lesung di bursa kerja tahunan International Tourism & Hospitality Grand Recruitment (ITHGR) 2017.
2. Booth ICC STP NHI Bandung selaku penyelenggara ITHGR tahunan.
3. Gerbang utama Dome STP Bandung, venuw ITHGR 2017.
4. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung pencetak SDM kepariwisatan andal.
5. ITHGR 2017 diminati pencari kerja di sektor pariwisata, hospitality, dan lainnya.

Read more...

Selasa, 23 Mei 2017

Rangkaian Acara Ini Bakal Meriahkan F1 Grand Prox 2017 di Sirkuit Sepang Malaysia

Sebagai bagian dari kampanye promosi “F1NALE” 2017 yang merupakan ajang balap motor terakhir F1 di Sepang International Circuit (SIC), Malaysia, sejumlah kegiatan telah disiapkan untuk meramaikannya.

Ada X-Track Experience yang menghadirkan aktivitas motorsport yang seru untuk semua umur, bersamaan dengan sejumlah booth pameran dan gerai hiburan lainnya.

Nantinya, akan ada pertunjukan penghormatan udara yang dipersembahkan oleh Malaysian Royal Military Air Force.

Tak ketinggalan sesi tanda tangan bersama para pembalap. Selian itu ada parade pembalap dan pit lane walkabout.

Forum penggemar pembalap yang diluncurkan pertama kali tahun lalu, juga akan hadir kembali tahun ini. Memorabilia peringatan ajang F1 terakhir ini juga akan dijual di beberapa mal sepanjang akhir pekan.

Paket pengalaman F1 baru yang diluncurkan di Barcelona Grand Prix tahun ini juga akan memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk merasakan paddock tour, dimana para penggemar dapat menghabisi waktu bersama dengan para pembalap serta menyaksikan kegiatan di balik layar dalam area eksklusif ini.

Untuk acara balap roda dua, MotoGP akan menjadi lebih besar dan lebih baik. Buat pemilik tiket VR46 Section, akan menempati zona tempat duduk khusus untuk penggemar Valentino Rossi.

Penonton juga berkesempatan mendapatkan tanda tangan dari pembalap favorit di sesi tanda tangan pembalap, terlibat dalam forum penggemar pembalap, dan juga mengikuti pit lane walk.

Penggemar juga bisa mengunjungi lebih dari 80 stand yang tersedia dalam Karnaval MotoGP.

Semua acara itu sengaja digelar SIC untuk merayakan 19 tahun sebagai tuan rumah F1 dunia, dengan tujuan mendorong para penggemar balap untuk segera membeli tiket ajang balap tercepat dan terpanas di dunia tersebut.

"Kami di Jakarta hari ini bersama dengan Tourism Malaysia mempromosikan dua acara balap yang akan dilaksanakan di SIC dan sekaligus mengumumkan bahwa ajang Formula 1 Malaysia tahun ini merupakan yang terakhir,” ungkap Dato 'Razlan Razali selaku Chief Executive Officer SIC saat konferensi pers SIC Regional Tour 2017 di Grand Hyatt Jakarta, Selasa (23/5) yang dihadiri sejumlah wartawan dan travel blogger.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Ini Harga Tiket F1 Grand Prix dan Motorcycle Grandprix 2017 di Malaysia

Tahun ini, Sepang International Circuit (SIC), Malaysia masih menggelar Formula Satu (F1) Petronas Malaysia Grand Prix 2017 (F1-nale) pada 29 September hingga 1 Oktober 2017. Dua pekan setelahnya, 27-29 Oktober 2017, SIC juga akan menggelar Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix 2017. Penonton dapat menyaksikan kedua ajang balap tersebut secara live hanya dengan membeli satu tiket saja. Berapa harga tiket balapan bergengsi sport tourism itu?

Harga tiket F1 Petronas Malaysia 2017 termasuk tiket Main Grandstand sebesar Rp 2.397.200 untuk berbagai area tempat duduk.

Untuk tiket Grandstand K1 dibanderol dengan harga Rp 1.530.000, tiket Grandstand F seharga Rp 1.096.400, Hillstand C2 Covered, dan tiket Hillstand K2 Uncovered masing-masing seharga Rp 446.000 dan Rp 359.300. Khusus tiket Ferrari, Mercedes dan Redbull Racing Tribune sudah terjual habis.

Sementara harga tiket standar untuk Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix 2017 dimulai dari Rp 1.300.200 untuk Premier Roving pass dan Rp 172.900 untuk tiket Cubs Covered Hillstand.

Sedangkan tiket untuk Grandstand Utama, K1 Grandstand, dan F Grandstand masing-masing dijual dengan harga Rp 866.600, Rp 476.400, dan Rp 346.300. Lalu tiket untuk Marc Marquez Tribune seharga Rp 1.083.400. Khusus tiket untuk VR46 Tribune semuanya juga sudah terjual habis.

Harga tiket di atas sudah didiskon agar banyak penggemar yang datang ke ajang balap terakhir tersebut. “Kami telah memotong harga tiket Formula One hingga 82% dibandingkan dengan harga tiket tahun lalu untuk memastikan agar semua penggemar mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam ajang balap terakhir ini,” terang Chief Executive Officer SIC Dato Razlan Razali dalam konferensi pers SIC Regional Tour 2017 dengan sejumlah media di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (23/5).

Razlan menambahkan Indonesia selalu menjadi salah satu dari 10 negara teratas yang memenuhi SIC pada akhir pekan perlombaan. “Penggemar yang datang dari Indonesia juga merupakan pengunjung terbanyak sebagai penggemar asing yang menyaksikan Grand Prix Motor Shell Malaysia pada tahun 2015 dan 2016,” ungkap Razlan.

Strategi menjaring penonton dari Indonesia, sambung Razlan salah satunya dengan menggelar jumpa pers ini. “Kami di Jakarta hari ini bersama dengan Tourism Malaysia mempromosikan dua acara balap yang akan dilaksanakan SIC sekaligus mengumumkan bahwa F1 ini adalah yang terakhir. Jadi jangan sampai dilewatkan ajang balapan FI terakhir ini,” pungkasnya.



Bagi penggemar motor sport yang menginginkan fasilitas yang lebih mewah, SIC menawarkan beragam pilihan dan paket perhotelan.

Paket yang tersedia termasuk suite VIP dan Corporate dan lounge perhotelan, serta F1 Paddock Club dan MotoGP ™ VIP Village.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang paket perhotelan, harga tiket, dan aktivitas yang dijadwalkan pada 2017, kunjungi website Sirkuit Sepang International di www.sepangcircuit.com.

Khusus pengunjung difabel, pembeli harus menunjukkan kartu difabel agar mendapatkan potongan harga.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

50 Perusahaan Ramaikan Bursa Kerja ITHGR 2017 di DOME STP Bandung

Lebih dari 50 perusahaan dalam dan luar negeri meramaikan bursa kerja International Tourism and Hospitality Grand Recruitment (ITHGR) 2017 yang diselenggarakan oleh Internship and Career Centre (ICC), Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.

The 11th International Tourism and Hospitality Grand Recruitment 2017 bertema “Digitally Connected To Wonderful Tourism” ini berlangsung 2 hari, tanggal 23 dan 24 Mei 2017 di DOME STP NHI Bandung, Jalan Dr. Setiabudhi No 186, Kota Bandung, Jawa Barat.

Ke-50 perusahaan yang mengikuti ITHGR tahun ini antara lain ACE Hardware, Aerofood ACS, Agung Podomoro Land, Bandung International Convention Centre, Clubmed International, CTI, Fairmont Jakarta, Lion Air, Grand Aston Hotel, HARRIS Hotel, Hilton Al Hamra Golf & Beach Resort.

Selain itu ada Hilton Al Hamra Residence, Hilton Bandung, Hilton Ras Al-Khaimah, Holland America Line, Mahadya Group, Mandarin Oriental Jakarta, Panorama Tour & Destination, PT. DAFAM Hotel Management, Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place, Shangri La Hotel Jakarta, TRANS Luxury Hotels, Waldorf Astoria Ras Al-Khaimah, dan masih banyak lagi.

“Semua perusahaan itu menyediakan lebih dari 15.136 loker terdiri atas 1048 tingkatan posisi manajerial, 911 penyelia dan 12.144 entry level/rank and file, termasuk 33 posisi bagi penyandang disabilitas, terang Ketua STP NHI Bandung, Dr Anang Sutono, CHE usai membuka job fair tersebut di Bandung, Selasa (24/5).

Menurut Anang, bursa kerja tahunan yang digelar STP NHI Bandung khususnya unit ICC bertujuan untuk memfasilitasi pencari kerja dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan latar pendidikan pencari kerja.

Meskipun diselengarakan oleh unit ICC STP NHI Bandung dan lokasi penyelenggaraannya pun di STP NHI Bandung bukan berarti job fair ini hanya untuk menerima lulusan STP NHI Bandung.

Bursa Kerja ITHGR 2017 ini, lanjut Anang terbuka untuk pencari kerja umum karena lowongan pekerjaan yang tersedia dalam job fair ini tidak hanya terbatas pada pariwisata seperti hotel, resorts, airline, theme park, travel agent, cruise lines, dan retail. “Tapi juga meliputi finance, IT, communication, design, mechanical/engineering, personal assistant, sales and marketing, serta hospitality,” ungkapnya.

Anang berharap grand recruitment ini dapat mendukung target zero unemployment untuk alumni STP NHI Bandung dan membantu masyarakat umum dalam memperoleh pekerjaan.

“Bursa kerja ITGHR gaya STP NHI Bandung ini merupakan salah satu upaya dalam rangka mengurangi pengangguran di era digitalisasi pariwisata dengan maraknya penggunaan teknologi digital,” pungkasnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Senin, 22 Mei 2017

Mandalika Bisa Belajar dari Australia dalam Mengemas Marine Tourism-nya

Australia punya Great Barrier Reef seluas 2.300 Kilometer yang merupakan sistem terumbu karang terbesar di dunia. Great Barrier Reef menjadi andalan marine tourism Australia itu benar-benar dijaga, dikembangkan, dan dikemas dengan konsep yang sangat ramah lingkungan.

Sadar memiliki objek wisata bahari yang menjadi tujuan wisatawan dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia untuk menyelam scuba, snorkelling, wisata kapal berlantai kaca, jet ski, semi-submersible, kapal layar, dan menikmati pemandangan dari udara dengan helikopter atau bahkan skydive, pemerintah negeri Kanguru itu pun menjaganya dan mengembangkannya dengan bermacam peraturan serta mengemasnya dengan mengutamakan konsep yang amat ramah lingkungan.

“Contohnya, pulau-pulau yang ada di kawasan Great Barrier Reef tidak boleh dibangun hotel. Hotel dibangun di pinggiran daratan utama atau mainland-nya. Jadi wisatawan inapnya tidak di pulau, melainkan di mainland. Alhasil pulau-pulau dan perairan tetap asri, bioat laut dan terumbu karangnya tetap terjaga,” terang PIC Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas untuk Mandalika Taufan Rahmadi saat menjadi pembicara dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Asisten Deputi (Asdep) Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Lombok, di Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (20/5).

Taufan yang pernah mengunjungi salah satu pulau di Great Barrier Reef menceritakan bukan cuma hotel tapi juga kapal besar pun dilarang berlabuh di pulau-pulau di kawasan konservasi tersebut.

“Kapal besar yang mengangkut sejumah wisatawan hanya berlabuh di tempat yang sudah ditentukan, kemudian kapal boat kecil yang diperbolehkan ke pulau tersebut, dan itu pun dibatasi durasi singgahnya. Artinya ada schedulle kedatangan setiap kapal,” jelasnya.

Keamanannya pun sangat diperhatikan. Setiap kapal yang datang, lanjut Taufan diiringi kapal boat polusi air untuk mengawal kapal boat khusus wisatawan.

“Beragam aktivitas yang dilakukan wisatawan seperti snorkeling, diving, berenang, dan lainnya harus didampingi instruktur dan dijaga atau diawasi life guard. Ditambah peralatannya sangat memadai dan berstandar internasional sehingga bikin aman dan nyaman,” terangnya.

Ekosistem perairan dan pulau-pulaunya sangat dijaga. “Wisatawan tidak diperkenankan membawa makanan ke pulau. Makan dan sampahnya di kapal,” ungkapnya.

Kebersihan toiletnya pun sangat diperhatikan. “Toiletnya selain kering juga wangi,” tambahnya.

Kemasannya pun sangat kreatif dan memberi pengetahuan lebih bagi wisatawan. “Misalnya ada petugas yang menceritakan tentang aneka kerang secara detil dari prosesnya sampai menjadi kerrang dengan story telling yang menarik dan meyakinkan hingga menambah pengetahuan baru bagi wisatawan,” ungkapnya.

Menurut Taufan apa yang dilakukan Australia bisa dipelajari dan diterapkan di Indonesia oleh pemerintah daerah baik itu pemerintah provinsi (pemprov), kabupaten, maupun pemerintah kota (pemkot) yang memang konsen menjadikan marine tourism sebagai core business-nya termasuk Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, dan lainnya serta pengelola destinasi prioritas pariwisata Mandalika.

Kata kuncinya dalam mengemas wisata bahari, lanjut Taufan harus memiliki ide-ide brilian dan kreatif kemudian diterapkan secara profesional dengan tetap berpatokan pada keramahan lingkungan.

“Contoh di Australia ada sampan atau kayak modern dari kaca yang disebut Transparent Kayaking sehingga bisa sekalian melihat terumbu karang sambil bersampan. Ada juga sampan khusus malam hari atau Night Transparent Kayaking, dan lainnya,” terangnya.

Melihat cara Australia menjaga, mengembangkan, dan mengemas wisata baharinya itu, Taufan pun menjadikan negara benua itu sebagai benchmark atau tolak ukur untuk mengembangkan wisata bahari di Tanah Air, khususnya di Mandalika sebagaimana disebutkan dalam materi yang disampaikan di FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika, yang berjudul ‘Meneropong Peluang Usaha Pariwisata di sebuah Kawasan Wisata Bahari dalam Meraih Target Pasar Wisatawan (Studi kasus: Destinasi Prioritas Pariwisata Mandalika)’.

Ada kisah lucu sewaktu Taufan berkunjung ke salah satu pulau di Great Barrier Reef itu. Salah satu petugas setempat heran melihat Taufan berwisata ke pulau itu. “Orang Australia itu sempat bilang ke saya kenapa datang ke sini, padahal marine tourism negaramu jauh lebih indah, kata orang itu,” terang Taufan.

Dalam hati, Taufan tentu membenarkan apa yang diutarakan orang Australia itu sangat benar. Indonesia sebagai negara kepulauan punya banyak sekali objek wisata bahari yang luar biasa indah.

Namun mungkin pengelolaan dan pengemasannya saja yang belum benar-benar profesional, ramah lingkungan, menarik, kreatif, inovatif, aman, dan bikin nyaman wisatawan.

Ditambah kesadaran dan pengetahuan masyarakatnya dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya masih minim.

Andaikan ada, itu hanya segelintir. Dan itu pun masih dilakukan dengan cara-cara tradisional sebagai sebuah kearifan lokal masyarakat setempat dengan SDM dan peralatan yang juga masih terbatas.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & Julian

Captions:
1. PIC Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas untuk Mandalika Taufan Rahmadi.
2. Suasana FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika.
3. Sepasang bule tengah menikmati pesona Pantai Kuta Mandalika dari atas bukit karang.

Read more...

Minggu, 21 Mei 2017

Ke Lombok Saat Ramadhan, Festival Pesona Khazanah Ini Jangan Dilewatkan

Selama Bulan Suci Ramadhan tahun ini, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tampil beda. Soalnya ada Festival Pesona Khazanah Ramadhan yang digelar sebulan penuh, 25 Mei-26 Juni 2017 dengan serangkaian acara menarik di pulau berlabel destinasi halal sejak menyandang penghargaan "World's Best Halal Tourism" belum lama ini.

Festival Pesona Khazanah Ramadhan (FPKR) yang digelar Pemprov NTB dan mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini berpusat di Masjid Islamic Center NTB atau Masjid Hubbul Wathan di Kota Mataram, Lombok.

Kabar gembira itu disinggung Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal disela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Asisten Deputi (Asdep) Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Lombok, di Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Lombok, NTB, Sabtu (20/5).

Menurutnya beragam acara menarik akan menyemarakkan festival tersebut selama Ramadhan antara lain bazaar UKM, kuliner halal, pameran buku, lomba fotografi, bedah buku Islam, kerajinan tangan, table top Islami, pameran seni budaya Islam, dan Tarusan selama tiga minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 H serta reuni qari dan qariah terbaik saat ajang Musabaqah Tilawatil Quran 2016.

“Festival ini akan diawali dengan kegiatan jalan sehat sejauh 5 kilometer, dari kantor Gubernur NTB hingga Islamic Center, Mataram, pada hari Minggu tanggal 21 Mei. Kami juga berencana menghadirkan empat imam besar dari Arab Saudi, Maroko, Yordania, dan Mesir. Masing-masing akan menjadi imam Shalat Isya dan Tarawih selama satu minggu sekaligus tausiyah,” tambah Faozal.

Pada malam Takbiran, juga ada suguhan pelepasan seribu lampion untuk memperkuat imej Lombok sebagai Pulau Seribu Masjid. Lewat Festival Pesona Khazanah Ramadan yang menelan anggaran Rp 1,2 miliar, Pemprov NTB optimistis bisa menarik 10% target kunjungan muslim traveller.

Kembangkan Penyanggah Mandalika
Terkait FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika yang diikuti oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat, Dispar Lombok Timur, Angkasa Pura, ITDC, ASITA NTB, Generasi Pesona Indonsia (Genpi) NTB dan pihak kepolisian setempat, Faozal dalam materinya berjudul “Pengembangan Pariwisata Bahari di Mandalika”, mengatakan secara otorita Mandalika dikelola oleh ITDC.

“Jadi kita lihat saja upaya ITDC menjadikan Mandalika sebagai destinasi wisata bahari unggulan,” ujar Faozal.

Sementara pihaknya, lanjut Faozal akan berpikir menyiapkan objek-objek wisata penyanggah Mandalika. “Kita berpikir bagaimana Mawun, Selong Belanak, Are Guling, Semeti, Pantai Awang dan lainnya di Lombok Tengah menjadi destinasi yang bagus dan menarik. Begitupun dengan sejumlah pantai di Lombok Timur seperti Pantai Pink, Surga, Ekas, dan Pantai Kaliantan, dan lainnya yang semuanya bisa dikembangkan menjadi penyanggah Mandalika,” terangnya.

Pengembangan penyanggah Mandalika ini menurutnya untuk memberi alternatif kepada wisman. Kata Faozal belakangan ini traffic wisman asal Malaysia yang repeater atau yang sudah berkali-kali ke Lombok sangat tinggi.

“Saya khawatir kalau kita tidak bisa merawat dan mencari menu-menu baru untuk mereka, repeater-nya tidak akan terjamin panjang. Pada titik tertentu mereka akan merasakan kejenuhan. Dan ini yang harus kita hindari, oleh karena itu destinasi penyangga Mandalika harus dikembangkan dan di-maintenance supaya ada hal-hal baru ketika encik-encik dan puan-puan Malayasia kembali ke Lombok,” terangnya.

Faozal menambahkan Dispar NTB menyiapkan setidaknya Rp 41 miliar pada 2017 untuk pengembangan pariwisata dan membenahi destinasi guna mencapai target 3,5 juta wisatawan hingga akhir tahun ini.

“Jadi kita harus bangun komitmen bersama untuk juga mengembangkan kawasan penyangga Mandalika,” pungkas Faozal.

FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Lalu Putria, kemudian kata pengantar oleh Kepala Bidang (Kabid) Profile Pasar Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusanatra, Kemenpar Ganda Sumantri mewakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti yang berhalangan hadir, juga menghadirkan dua panelis lainnya yakni PIC Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas untuk Mandalika Taufan Rahmadi dan konsultan PT. Ratu Mas Globalindo Rangga Pratama.

Taufan menyampaikan materi diskusi bertema ‘Meneropong Peluang Usaha Pariwisata di sebuah Kawasan Wisata Bahari dalam Meraih Target Pasar Wisatawan (Studi kasus: Destinasi Prioritas Pariwisata Mandalika)’. Sedangkan Rangga menyuguhkan materi berjudul “Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari 10 Destinasi Prioritas Kemenpar 2017 di Mandalika”.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Masjid Islamic Center NTB di Kota Mataram yang,menjadi pusat lokasi Festival Pesona Khazanah Ramadhan 2017.
2. Kadispar NTB Faozal di FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika di Kota Mataram.
3. Suasana FGD Penyusunan target Pasar Wisata Bahari Mandalika yang diikuti semua unsur Pentahelix.

Read more...

Sabtu, 20 Mei 2017

Inilah Wajah Pantai Kuta Mandalika Terkini

Pantai Mandalika menjadi salah satu pantai andalan Destinasi Prioritas Pariwisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat. Wajahnya kini tengah dipersolek agar tampil lebih elok, bersih, dan nyaman.

Saat ini Indonesia Tourism Development Center  (ITDC) selaku pengelola Mandalika tengah melakukan pembenahan public area di sekitar Pantai Kuta bekerjasama dengan PT Wijaya Karya (Wika) Tbk, perusahaan yang memenangkan tender pembangunan pantai tersebut dengan nilai sebesar Rp 138 miliar.

“Pembangunan yang tengah dilakukan terutama pembenahan pedestrian dan sejumlah fasilitas pendukung atau penataan pantai serta konstruksi jalan,” ungkap Staff Humas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) ITDC Cintya Nurra Juwita di sela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Asisten Deputi (Asdep) Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran PariwisataNusantara Lombok, di Hotel Golden Tulip, Kota Mataram, Lombok, NTB, Sabtu (20/5).

Menurut Cyintia nantinya sepanjang jalan Raya Kuta Mandalika akan bebas dari kendaraan bermotor, artinya pengunjung dilarang membawa kendaraannya ke kawasan pantai Kuta. 

Pengunjung yang ingin berkunjung ke Pantai Kuta, harus memarkir kendaraannya baik mobil, sepeda motor, dan bis di lokasi parikir khusus di dekat Masjid Agung Mandalika.

“Selanjutnya pengunjung bisa berjalan kaki di jalan yang sudah disediakan atau bersepeda ke Pantai Kuta,” terang Cintya.

Kata Cintya lagi, saat ini ITDC juga tengah fokus dalam pembangunan Masjid Agung Mandalika. “Targetnya masjid itu selesai dan bisa digunakan untuk Shlat Idul Adha tahun ini.

Begitupun dengan pembangunan Hotel Pullman yang berlangsung sejak 2016, masih terus dikerjakan, terutama pembangunan vila-vilanya.

Hotel Pullman merupakan hotel pertama yang dimulai pembangunannya dalam KEK Pariwisata Mandalika. Hotel yang terletak di Lot H4 dengan luas 27.000 m2 tersebut ini akan memiliki kapasitas sekitar 250 kamar, ruang pertemuan yang berkapasitas sekitar 300 orang, villa eksklusif standar bintang 5 dan residence, yang direncanakan rampung dibangun pada 2019.

Pembangunan Hotel Pullman dilakukan dalam skema sinergi BUMN, antara ITDC dengan WIKA Gedung yang berinvestasi bersama dalam biaya pembangunan hotel. Jika sudah jadi, Hotel Pullman ini akan berstatus sebagai resort bintang 5 terbaik di Mandalika bahkan di Lombok yang mampu bersaing dengan hotel-hotel premium bintang 5 di dunia internasional.

Terkait strategi pemasaran wisata bahari di Mandlaika, Cingtia menghimbau agar promosi Mandalika terus ditingkatkan.

Menurutnya masih banyak wisatawan dari luar Lombok yang belum mengetahui potensi bahari Mandalika.

“Setahu saya wisatawan justru lebih tahu Pantai Kuta dibanding Mandalika. Selain itu wisatawan yang datang ke Lombok masih menjadikan kawasan Senggigi  dan tiga Gili sebagai tujuan utama ke Lombok daripada ke Mandalika,” ungkapnya.

Menurut Cintya salah satu strateginya, pihak terkait terutama Kementerian Pariwisata harus bisa mempromosikan Mandalika secara khusus sebagai destinasi prioritas lewat berbagai media terutama TV. “Saya sudah pernah lihat iklan pesona Indonesia di TV tapi masih Lombok dan NTB secara umum. Harusnya difokuskan ke Mandalika sebagai sebuah destinasi prioritas pariwisata,” imbaunya.

Pantauan Travelplus Indonesia di Pantai Kuta usai mengikuti FGD, terlihat pinggiran jalan di pantai berpasir seperti merica tersebut dipasang pagar penutup dari lembaran seng.

Sore itu sejumlah turis asing terutama dari Australia dan beberapa negara Eropa tengah asyik berjalan-jalan di pantai. Ada juga yang tengah bermain kayak dengan papan selancar, ada juga yang menikmati pesona senja dari atas bukit karang.

Di sudut lain, dekat tulisan Lombok Kuta bercat warna merah beberapa wisatawan nusantara (wisnus) tengah ber-narsis berlatar tulisan itu. Seperti pengunjung lainnya, mereka pun didatangi beberapa ibu pedagang kerajinan tenun Sasak.

Suasana berbeda justru terihat di area Novotel di dekat Pantai Seger yang juga masuk kawasan Mandalika. Sejumlah turis bule berkantong tebal terlihat asyik melakukan yoga di gazebo dari kayu dan beratap yang menghadap ke pantai.

Malamnya para turis asing yang bermalam di hotel berkonsep back to nature itu menikmati berbagai hidangan lezat sambil dihibur suguhan live music dua pemain gitar.

Tujuan FGD Mandalika
Terkait FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika, Plt. Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar Hariyanto sebelumnya menjelaskan FGD ini bertujuan untuk membuat proyeksi target pasar wisata bahari tahun 2017 dan 2018 sebagai bahan pembuatan rekomendasi strategi yang tepat dalam melakukan pemasaran wisata bahari di Mandalika khususnya, guna mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang sudah ditetapkan.

Hariyanto berharap lewat FGD ini dapat ditentukan target pasar wisata bahari di Mandalika, baik dari segi jumlah kunjungannya maupun pasar-pasar potensial bagi Mandalika, emtah itu pasar wisnus maupun wisman.

FGD dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Lalu Putria, kemudian kata pengantar oleh Kepala Bidang (Kabid) Profil Pasar Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusanatra, Kemenpar Ganda Sumantri mewakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti yang berhalangan hadir.

Disusul penyampaian materi diskusi oleh PIC Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas untuk Mandalika Taufan Rahmadi yang membawakan materi bertema ‘Meneropong Peluang Usaha Pariwisata di sebuah Kawasan Wisata Bahari dalam Meraih Target Pasar Wisatawan (Studi kasus: Destinasi Prioritas Pariwisata Mandalika)’.

Dilanjutkan penyampaian materi oleh konsultan PT. Ratu Mas Globalindo Rangga Pratama dengan tema “Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari 10 Destinasi Prioritas Kemenpar 2017 di Mandalika”. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab.



Selepas ISHOMA, giliran Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal menyampaikan materi berjudul “Pengembangan Pariwisata Bahari di Mandalika”.

Selanjutnya FGD yang dihadiri juga oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat, Dispar Lombok Timur, Angkasa Pura, ITDC, ASITA NTB, Generasi Pesona Indonsia (Genpi) NTB dan pihak kepolisian setempat, ditutup dengan diskusi, coffee break on table, dan sesi foto bersama.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Tulisan Kuta Lombok di Panti Kuta Mandalika.
2. Sejumlah wisman dan wisnus menikmati sepenggal pesona Pantai Kuta Mandalika.
3. Peserta FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika dari semua unsur pentahelix.
4. Kabid Profil Pasar Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusanatra, Kemenpar Ganda Sumantri saat memberi pengarahan.
5. Seluruh panelis dn peserta FGD Penyusunan Target Pasar Wisata Bahari Mandalika berfoto bersama.

Read more...

Duet Dadakan ‘Arief Lasso’ Bikin Heboh Suasana Rakornas Pariwisata II/2017

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bikin kejutan buat peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata kedua tahun ini. Orang nomor satu di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini tampil duet dengan penyanyi solo ternama Indonesia Ari Lasso di penghujung Rakornas Pariwisata bertema “Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata pada tahun 2017” di Birawa Assemby Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (19/5).

Duet ‘Arief Lasso’ alias Arief Yahya dan Ari Lasso itu cukup mengejutkan para peserta Rakornas kali ini, terutama peserta yang datang dari sejumah daerah.

Bagi mpeserta Rakornas dari berbagai daerah, mungkin ‘keberanian’ Arief Yahya bernyanyi bersama mantan vokalis grup band Dewa 19 itu adalah kejutan sekaligus pemandangan langka.

Maklum, mungkin biasanya Arief Yahya datang ke daerahnya untuk membuka sebuah event atau meresmikan sesuatu terkait pariwisata.

Sementara bagi PNS Kemenpar, aksi big boss-nya itu bukan sesuatu yang baru. Arief Yahya sebelumnya pernah nyanyi bareng dengan vokalis Ungu dalam acara launching event parwisata Kota Palu di Balairung Susilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar.

Duet ‘Arief Lasso” membawakan lagu berjudul Hampa, salah satu lagu andalan Ari Lasso, memberi warna tersendiri dalam Rakornas Pariwisata kali ini.

Di dua rakornas sebelumnya, yang juga menghadirkan penyanyi papan atas Indonesia yakni Rossa dan Afgan, ketika itu Arief Yahya belum berani unjuk kebolehannya bernyanyi. Begitupun sewaktu Glenn Fredly dan Yuni Shara mengisi pembukaan dan penutupan Rakornas berikutnya di Hotel Botobudur Jakarta.

Mungkin ketika itu, Arief Yahya tidak begitu hapal dengan lagu-lagu penyanyi-penyanyi tersohor Indonesia itu. Namun ketika Ari Lasso yang tampil dalam Rakornas Pariwisata kedua tahun 2017 ini, dan kebetulan ada lagu yang disukainya, Arief Yahya langsung memberanikan diri untuk berduet. Dan hasilnya menghebohkan peserta Rakornas.

Buktinya sejumlah peserta yang jadir berebut mengabadikan momen duet ‘Arief Lasso’ itu. “Ah kapan lagi bisa lihat Pak Menpar nyanyi bareng Ari Lasso, ini momen langka,” kata salah seorang perwakilan dinas pariwisata dari salah satu provinsi di Pulau Sumatera yang rajin mengikuti Rakornas Pariwisata yang digelar Kemenpar.

Pantauan TravelPlus Indonesia, setiap kali Kemenpar menggelar Rakornas Pariwisata, selalu menghadirkan bintang tamu penyanyi ternama Indonesia untuk menghibur peserta Rakornas. Suguhan tersebut jelas memberi nilai lebih tersendiri bagi Kemenpar.

Soal mengemas sebuah Rakornas, Kemenpar dibawah Arief Yahya, boleh dibilang terdepan dibanding Rakornas Kementerian lain.

Arief Yahya tahu betul bagaimana mengemas Rakornas itu menjadi lebih menarik, bukan sekadar rangkaian paparan para panelis diikuti sesi tanya jawab.

Kesediannya berduet dadakan dengan Ari Lasso itu pun cara Arief Yahya agar Rakornas ini tampil beda sehingga menjadi santapan awak media online dan blogger. Para peserta Rakornas termasuk para PNS Kemenpar pun jadi turut mempublikasikan duet pimpinannya itu lewat media sosial seperti instagram, twitter, facebook dan lainnya.

Namun keistimewaan Rakornas Pariwisata kali ini bukan cuma karena duet dadakan ‘Arief Lasso’.
Suguhan sejumlah diskusi yang menarik, lalu pameran desain arsitektur para pemenang lomba arsitektur homestay desa wisata untuk 10 destinasi prioritas dan destinasi potensial lainnya yang diselengarakan Kemenpar tahun lalu, ditambah suguhan dua replika homestay untuk destinasi proritas pariwisata Mandalika-Lombok di NTB dan Danau Toba di Sumut yang dipajang di dalam venue Rakornas pun menjadi kelebihan lain.

Semua itu tentu bertujuan agar peserta Rakornas Pariwisata tahun ini, bukan hanya bisa membawa bekal data, masukan, dan arahan terkait pembangunan homestay desa wisata sebagaimana disampaikan sejumlah panelis berkompeten, pun hiburan yang berkesan meskipun itu cuma duet dadakan.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @kemenpar

Read more...

Kamis, 18 Mei 2017

Ini Diskusi-Diskusi Menarik di Rakornas Pariwisata “Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata pada tahun 2017"

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2017 bertema “Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata pada tahun 2017” yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Birawa Assemby Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, selama 2 hari diisi dengan serangkaian diskusi dengan menghadirkan naras umber berkompeten.

Diskusi yang digelar dalam Rakornas yang berlangsung tanggal 18-19 Mei 2017 ini, antara lain mengenai legalitas lahan yang menghadirkan panelis dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang, BPN, dan KLHK.

Lalu diskusi pengembangan homestay desa wisata dengan panelis dari Biro Perencanaan Kementerian Desa, pihak PT TWC (Taman Wisata Candi: Borobudur – Prambanan – Ratu Boko), dan Ditjen Kebudayan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya diskusi pendanaan homestay, menampilan panelis dari Ditjen PPMD Kementerian Desa, Kementerian PUPR, Otoritas Jasa Keuangan, dan BTN.

Sementara diskusi pembahasan skema pengelolaan homestay menghadirkan panelis dari Tim Homestay Kementerian Pariwisata; Real Estat Indonesia; BPIW Kementerian PUPR; Kementerian Komunikasi dan Informatika; CEO Airy Rooms; serta Desa-Desa yang pembangunannya dikenal memiliki success story seperti Dieng Kulon, Pemenang Barat, Songgon, Penglipuran, dan Kampung Sampireun.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka Rakornas ini Kamis (18/5) mengatakan homestay desa wisata mendapat peran signifikan dalam upaya peningkatan pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Secara sederhana, lanjutnya homestay memiliki konsep low cost tourism dengan menggunakan arsitektur Nusantara dengan rencana pembangunan selama enam bulan.

Homestay, sambungnya tidak hanya sebagai amenitas atau akomodasi rumah tinggal tetapi juga sebagai atraksi wisata. Homestay memiliki daya tarik budaya yang sekaligus memungkinkan interaksi wisatawan dengan penduduk setempat.

Sementara sebagai amenitas, homestay dapat dijadikan tempat tinggal yang sehat, bersih, dan aman bagi masyarakat sekaligus wisatawan dengan pengelolaan berstandar internasional. "Untuk mencapai pembangunan, Kemenpar sebagai fasilitator membagi menjadi empat mekanisme, yakni konversi, renovasi, revitalisasi, dan bangun baru homestay.

Dengan target 20 ribu homestay di tahun 2017. Pelaksanaannya pun melibatkan peran pihak-pihak terkait, termasuk didalamnya beberapa kementerian dan lembaga," ungkap Areif yahya yang menjadi keynote skeeper di Rakornas ini.

Arief Yahya menambahkan pembangunan homestay mempunyai nilai strategis, terutama untuk memperkuat unsur Amentas dalam terori 3A (Atraksi, Ameinitas, dan Aksebilitas). Selain akan dibangun di 10 destinasi prioritas pariwisata atau Bali-Bali Baru', juga akan dibangun di sejumlah destinasi lain seperti Banyuwangi-Jatim, Mandeh-Sumbar, dan Bali serta Makassar.

"Homestay itu dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi. Homstay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yang saya sebut digital sharing economy," terangnya.

Sebagai catatan desa wisata pertama kali digagas oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu 15 Oktober 2016 di acara Sail Selat Karimata di Kalimantan Barat, kemudian ditindaklanjuti segera Arief  dengan menghubungi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan mengirim Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar, Dadang Rizky untuk menindaklanjuti teknis dengan Dirjen PPMD Kemendes PDDT Prof Dr Erani yang ditunjuk sebagai PIC.

“Kita akan segera menentukan quick win, destinasi mana saja yang paling siap untuk diformat menjadi Desa Wisata,” pungkas Arief Yahya.

Rakornas Pariwisata II-2017 diikuti sekitar 500 peserta terdiri dari Menteri; panelis diskusi/workshop (dirjen, CEO, dan Kepala lembaga); kepala daerah (Pemprov/kota/kabupaten) 10 destinasi prioritas dan 14 destinasi unggulan; SKPD Kepala Daerah terkait; Kadispar Prov/ Kota/Kabupaten; pejabat Internal Kemenpar (Ess.1 s/d 4, stafsus, advisor, Tim Percepatan, dan Tenaga Ahli Kemenpar); Asosiasi Industri Pariwisata; Akademisi, Komunitas, dan media.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com ig: @adjitropis)
Foto: adji & @kemenpar

Read more...

Ini yang Bikin Perayaan 200 Tahun Kebun Raya Bogor Terasa Spesial

Perayaan 200 tahun atau dua abad Kebun Raya Bogor terasa spesial. Meskipun urung dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan menteri lainnya, namun pas acara pembukaannya yang berlangsung di Taman Astrid, Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/7/2017) didatangi Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Bukan sekadar hadir, Megawati yang merupakan ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia ini pun meresmikan patung 2 abad Kebun Raya Bogor (KRB) sekaligus membuka pameran hasil penelitian serta berkesempatan berkeliling stan pameran.

Sejumlah pejabat lainnya pun nampak dalam pembukaan yang berlokasi di taman dengan hamparan rumput hijau dan asri ini, di antaranya Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, para kepala kebun raya, kadis LH serta sejumlah tamu dari beberapa negara sahabat.

Hal lain yang membuat perayaan dua abad KRB ini menarik dan istimewa, ada sejumlah acara yang digelar untuk menyemarakannya seperti Pameran Perkebunrayaan (18-21 Mei ), KRB 200K Run (20-21 Mei), Kegiatan Pendidikan Lingkungan (19-21 Mei), sepeda santai (20 Agustus), seminar, festival seni budaya, dan lomba fotografi.

Dalam Pameran Perkebunrayaan ditampilkan hasil penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut tiket masuk.

Tak cuma itu, berpatan dengan puncak perayaan 2 abad KRB, LIPI melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor meluncurkan perangko seri khusus kekayaan anggrek Indonesia. Ada 34 jenis anggrek dari seluruh Indonesia yang dibuat dalam bentuk perangko.

Perangko seri anggrek ini merupakan lanjutan dari perangko Negara Kesatuan RI dalam Puspa, yang digagas oleh Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Griya Anggrek di KRB pada 2002 silam.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan sejak berdiri pada 1817, KRB menjadi pusat penelitian dan pusat konservasi ex-situ tumbuhan terbesar di Indonesia. Luas area KRB sekitar 87 hektare, memiliki 12.531 spesimen tumbuhan. Jumlah tersebut dikelompokkan ke dalam 3.228 spesies, 1.210 marga, dan 214 suku.

Menurut Iskandar KRB menjadi salah satu benteng terakhir dalam penyelamatan koleksi flora di Indonesia. “Selama ini KRB sudah banyak berkontribusi dalam bidang penelitian flora di Indonesia. Khususnya penyelamatan serta penemuan jenis baru tumbuhan dan pengembangan kultur jaringan koleksi," terangnya.

Kata Iskandar ada lima fungsi penting manfaat KRB bagi masyarakat luas, yakni konservasi, penelitian, pendidikan lingkungan, wisata, dan jasa lingkungan. "Disamping itu berkontribusi dalam perekonomian masyarakat sekitarnya," katanya.

Hingga April 2107, lanjut Iskandar, Indonesia sudah memiliki 47 Kebun Raya yang tersebar di sejumah provinsi, baik di bawah pengelolaan LIPI, Pemda, maupun Universitas.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko menambahkan peran KRB saat ini lebih luas lagi.

“Karena menjadi induk bagi pengembangan kebun raya yang ada di daerah,” ujar Didik.

Terkait perayaan dua abad KRB yang mengangkat tema "Plant and People in Harmony", Didik menjelaskan lewat tema tersebut KRB ingin mengingatkan kepada semua manusia akan peran penting tumbuhan di alam.

Pantauan TravelPlus Indonesia, acara pembukaan perayaan dua abad KRB yang mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berlangsung cukup meriah.

Di panggung seni dan hiburan, alunan musik Sunda diteruskan dengan persembahan tarian kreasi tradisional Sunda, menghibur para tamu undangan.

Sejumlah karangan bunga dari beberapa sponsor acara termasuk dari Walikota Bogor Bima Arya terpasang di halaman rumput dekat dengan tenda tamu. Beberapa kanvas putih sengaja dipasang panitia untuk memberi kesempatan para tamu menuliskan ucapan selamat kepada KRB yang berusia 200 tahun.



Ratusan umbul-umbul,  terpasang di sekeliling KRB dan sepanjang jalan di dalam hingga menuju venue acara.

Kawasan KRB pun tampil bersih dan rapih. Sejumlah tamu terlihat mengambil kesempatan ber-narsis di beberapa spot di KRB, terutama spot bertuliskan “Bogor Botanic Gardens 200 th Anniversary” dan “2 Abad Kebun Raya Bogor (1817-2017) Tumbuhan & Manusia dalam Harmoni” yang terpancang di dekat pintu masuk Pameran Perkebunrayaan, tak jauh dari lokasi acara pembukaan.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP