. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 29 Maret 2017

Enam Keuntungan Beli Tiket Pesawat Garuda Secara Online Selama GOTF 2017

Maskapai nasional Garuda Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembalai akan menggelar “Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2017 selama sepekan, mulai 30 Maret – 5 April.

Berdasarkan pemaparan hasil jumpa pers GOTF 2107 oleh kedua belah pihak yang dihadiri antara lain Direktur Niaga Garuda Indonesia A. Toni Soetirto dan Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto di Jakarta, Rabu (29/3), TravelPlus Indonesia mencatat sekurangnya ada 6 (enam) keuntungan yang bakal Anda peroleh kalau memburu tiket pesawat Garuda Indonesia di perhelatan “Digital journey” kali kedua ini. Apalagi kalau Anda pengguna setia jasa Garuda Indonesia maupun nasabah loyal BRI.

Keuntungan pertama, jelas lebih praktis dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Kenapa? Karena Anda tak perlu bermacet ria datang ke pameran travel fair offline.

Cukup melalui website www.garuda-indonesia.com maupun mobile app Garuda Indonesia, lalu pesan tiket pesawat Garuda Indonesia dan lainnya. Pemesanan itu dapat Anda lakukan di rumah, kantor, di jalan, dan di manapun, sambil tiduran, bersantai, dan lainnya.

Selanjutnya, selama GOTF 2017, Anda juga akan mendapatkan tiket Garuda yang lebih murah melalui transaksi online, baik untuk destinasi domestik, termasuk 10 destinasi prioritas pariwisata yang disebut 10 Bali Baru, maupun destinasi internasional.

Selain tentunya kemudahan mendapatkan waktu liburan yang tepat, dan paket tur yang lebih menarik secara online.

Berikutnya, Anda berkesempatan memperoleh tiket Garuda yang berdiskon, karena setiap hari GOTF 2017 akan memberikan 110 tiket pesawat berdiskon untuk semua destinasi.

Keuntungan keempat, Anda berpeluang besar mendapatkan cashback sebesar Rp 2,5 juta jika bertransaksi online minimal Rp 4 juta, atau cashback 3 juta kalau bertransaksi paling sedikit 5 juta lewat program Happy Hour yang digelar setiap pukul 9-10 pagi dan 9-10 malam setiap hari.

Di samping itu ada cashback lainnya dalam program Midnight Sale mulai pukul 00 - 01 malam, hanya Sabtu dan Minggu.

Kelima, kalau Anda nasabah loyal BRI, selama even ini, akan diberikan berbagai penawaran menarik jika bertransaksi online menggunakan kartu kredit dan Epay BRI.

Dan terakhir, keuntungan keenam, Anda pun berkemungkinan mendapatkan penawaran menarik antara lain program cashback untuk menginap di hotel-hotel yang tersebar di seluruh
Indonesia.

Soalnya pada pelaksanaan GOTF 2017, Garuda Indonesia juga kembali menggandeng beberapa mitra usaha lainnya seperti hotel partner (Accor Hotel dan Agoda), package (Garuda Indonesia Holiday), travel equipment juga beberapa e-commerce, di antaranya Blanja.com, Blibi.com, JD.ID, dan Lazada.

Jadi, tak usah ragu lagi. Manfaatkan sepuas dan sebanyak mungkin enam keuntungan GOTF 2017. Jangan sampai semua keuntungan itu berlalu begitu saja.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Borong tiket selama GOTF 2017.
2. Jumpers GOTF 2017.

Read more...

Mau Kamera Puluhan Juta dari Kemilau Indonesia Photo Contest? Ini Bocorannya

Satu lagi lomba foto hadir meramaikan dunia fotografi Indonesia. Lomba yang diberi titel: Kemilau Indonesia Photo Contest (KIPC) 2017 ini sudah diluncurkan secara resmi di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (29/3).

Lomba foto yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) ini menyediakan hadiah buat para pemenang berupa beberapa kamera terbaik senilai Rp 40 juta.

Nah, buat Anda yang ingin membawa pulang hadiah tersebut, sebagai juara pertama, kedua atau ketiga, berikut TravelPlus Indonesia bocorkan rahasianya.

Pertama-tama, Anda harus tahu betul (memahami benar) bahwa tema yang diangkat dalam KIPC 2017, yakni “10 Bali Baru”.

Artinya apa? Foto-foto yang akan Anda ikut sertakan dalam lomba ini haruslah foto-foto tentang keindahan alam, keunikan budaya, kuliner, atraksi, even wisata/budaya, dan potensi-potensi wisata di 10 destinasi prioritas pariwisata tersebut.

Ke-10 Bali Baru itu terdiri atas Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, Tanjung Kelayang (Belitung- Kepulauan Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok-NTB), Labuan Bajo (Flores-NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai di Provinsi Maluku Utara.

Jadi foto-foto Anda harus selaras dengan tema, lokasinya di 10 Bali Baru tersebut dan tentunya foto-foto dilombakan harus berkualitas dari segi teknis, komposisi, angle,  framing, unsur kedalaman, isi/makna yang terkandung dalam foto itu, dan lainnya.

Jangan foto-foto yang justru mempromosikan destinasi lain. Kalau itu yang terjadi, sekeren/seunik apapun foto Anda, TravelPlus Indonesia yakin tidak akan menang.

Kenapa 10 Bali Baru yang angkat sebagai tema? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan Anda.

Ya karena ke-10 Bali Baru itu sudah ditetapkan Pemerintah sebagai destinasi prioritas pariwisata, dan belakangan ini tengah digenjot pembangunannya dengan harapan masyarakat luas jadi lebih tahu lewat KIPC 2017 ini, lalu mengunjungi/berwisata ke 10 Bali Bali tersebut.

Tidak percaya? Coba simak keterangan Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Ukus Kuswara KIPC 2017 saat jumpa pers lomba ini.

Kata pria beraksen Sunda yang kental ini, KIPC 2017 merupakan bagian dari upaya mempromosikan potensi pariwisata di 10 Bali Baru yang digelar dalam bentuk Lomba Foto dan Pameran Foto secara terangkai dengan harapan 10 Bali Baru tersebut semakin terpromosikan.

Kalau masih kurang yakin, simak pula penuturan Ketua Penyelenggara KIPC 2017 Fatkhurrohim saat berkomentar di kesempatan yang sama.

Menurut Fatkhur begitu biasa dia disapa--yang baru menjabat sebagai Ketua Fowapar, lomba dan pameran foto satu ini diharapkan juga mampu mendorong mobilitas wisatawan, dengan kata lain dapat menjaring kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara lebih banyak lagi ke 10 Bali Baru tersebut.

Bocoran selanjutnya, Anda pun harus tahu bahwa lomba ini dibuka untuk umum dan profesional/pewarta foto mulai 30 Maret 2017. Karena terbuka untuk umum, persaingan menjadi pemenang pun bakalan bertambah sengit.

Kalau Anda termasuk fotografer amatir ataupun pemula, namun ternyata berhasil menjadi pemenang KIPC 2017 dengan mengalahkan sejumlah fotografer profesional, senior dan atau sudah punya nama, wow pasti kebanggaannya jadi berlipat-lipat.

Selanjutnya, file foto yang akan Anda lombakan salah satu caranya bisa dikirim ke alamat email kemilauindonesiaphotocontest@gmail.com. Ingat jangan sampai telat. Batas akhir penerimaan file foto untuk lomba pada Senin, 1 Mei 2017, pukul 23.00 WIB.

Kalau Anda telat, ya percuma saja, impian Anda untuk memboyong kamera berharga puluhan juta itu kandas.

Anda pun harus tahu bahwa penjurian akan dilaksanakan pada 6 Mei 2017. Sedangkan Pameran Foto digelar pada 11-14 April 2017 sekaligus pengumuman pemenang bersamaan dengan acara Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara di Jakarta Convention Center (JCC).


Sebagai informasi tambahan KIPC 2017 ini melibatkan tiga juri Gathot Subroto (ketua dewan juri), Dodi Sandradi, dan Sendy Aditya Saputra.

Lomba ini pun didukung sejumlah pihak di antaranya Mercure Sabang Jakarta, Jasa Angkasa Semesta, Intiwhiz Hospitality Management, Harris FX Senayan, dan Consina Outdoor Equipment.

Kalau Anda mau menang, sebaiknya foto yang Anda buat punya sisi tantangan tersendiri saat pengambilannya. Atau dengan kata lain perlu jerih payah yang tak biasa, bukan sekadar faktor keberuntungan.

Satu lagi, bocoran terakhir, usahakan jangan terjebak dengan foto lanskap yang indah-indah saja. Anda bisa membedah lebih dalam lagi tentang kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat di 10 Bali Baru tersebut. Jangan lupa ditambah dengan pemberian judul foto yang relevan dengan foto namun menggelitik, memikat, dan menggugah orang untuk datang ke destinasi prioritas tersebut.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Sepenggal jumpa pers KIPC 2017.
2. Memuji stupa-stupa cantik Borobudur.
3. Ah pesona ragam budaya Mandalika.

Read more...

Selasa, 28 Maret 2017

Ini Rangkaian Acara Sail Sabang 2017

Pemprov Aceh akan menggelar Sail Sabang 2017 selama 8 hari pada 28 November – 5 Desember mendatang. Untuk mempromosikannya, provinsi dengan branding pariwisata The Light of Aceh ini menggelar launching even sport tourism tersebut di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, besok, Rabu (29/3).

Sail Sabang 2017 yang bernuansa bahari berskala internasional ini rencananya akan diisi dengan serangkaian acara yang berlangsung dari tengah Kota Sabang, di Pantai Iboih dan Gapang hingga Pulau Rondo dan Kota Banda Aceh.

Dimulai dengan International Yacht Rally padai 28 November-5 Desember 2017. Lalu Sabang Underwater Photography di Pantai Iboih dan Gapang (29 November).

Keesokannya ada pertemuan bisnis dengan Cruise Operator di Kota Sabang (30 November). Setelah itu, pembukaan Sail Sabang 2017 di Pasiran (2 Desember) dan Bazaar & Expo di Sabang Fair, Free Dive Championship (3 Desember).

Buat yang hobi memancing, ada Lomba Memancing di sekitar Pulau Rondo selama dua hari, 3-4 Desember. Pada saat pembukaan Sail Sabang 2017, juga akan diselenggarakan parade kapal tradisional dan eksibisi paramotor di Teluk Sabang.

Peserta yang tidak mengikuti Yacht Rally bisa mengikuti program city tour di kota Banda Aceh (4 Desember). Even Sabang Sail 2017 akan ditutup pada 5 Desember.

Sejumlah suguhan budaya akan memeriahkan penutupan even tahunan ini, antara lain Upacara Troen U Laot dan pertunjukan Sendratari Keumalahayati.

Selain lauching yang mendapat dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi juga berencana mengadakan lomba penulisan blog dalam rangka mempromosikan Sail Sabang 2017. Periode lomba penulisan direncanakan mulai dari bulan Agustus hingga November 2017.


“Selain itu juga ada roadshow Sail Sabang 2017 ke komunitas-komunitas yacht di Langkawi-Malaysia, Singapura, Phuket-Thailand, Australia, dan Selandia Baru,” terang Reza.

Menpar Arief Yahya menjelaskan Kota Sabang selain dianugerahi keindahan baharinya, pun diuntungkan dengan letak geografisnya yang sangat strategis. Wilayahnya berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Thailand.

Selain itu juga Kota Sabang berada di pintu utama Selat Malaka dan memiliki pelabuhan alam terbaik seperti halnya pelabuhan Tanjung Priok.

Selat Malaka menjadi sarana transportasi laut tersibuk dan termurah di dunia. “Singgahnya kapal-kapal yang melewati Selat Malaka akan memberikan efek besar bagi pertumbuhan ekonomi melalui jasa dan bea seperti bea sandar, bea labuh, dan jasa-jasa pelabuhan lainnya dan transaksi bisnis lainnya termasuk industri pariwisata,” ungkap Arief Yahya.

Naskah: foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & @disbudapar_aceh

Captions:
1. Yacht rally di Sail Sabang.
2. Calendar of Event Aceh 2017.

Read more...

Mau Icip-Icip Landak Laut Kukus? Mampirlah ke Promosi Kuliner Wakatobi Satu Ini

Kalau menyebut Wakatobi, apa yang terlintas di benak? Tentu spot diving-nya bukan. Tapi kalau Kukure? Tentu masih banyak yang belum tahu. Padahal antara Wakatobi dan Kukure sangat erat kaitannya. Kukure itu salah satu kuliner khas masyarakat Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kuliner ini berbahan utama bulu babi atau landak laut (echinoidea) yang dikukus tanpa bumbu dan mengandung protein hewani sangat tinggi.

Cara mengolah Kukure terbilang mudah. Cukup dengan mengumpulkan seluruh isi atau daging di dalam cangkang landak laut. Tapi sebelumnya landak laut atau bulu babi itu dibersihkan.

Setelah seluruh cangkang terisi dengan daging mentah, lalu dikukus dengan api kecil.

Kalau mau melihat atau mungkin mencicipi Kukure, mampir saja ke Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), besok, Rabu (29/3) pagi. Soalnya ada even bertajuk Promosi Kuliner Wakatobi (PKW).

Kegiatan tersebut diselenggarakan Pemkab Wakatobi bersama Kemenpar dan bersinergi dengan kegiatan Dialog Gastronomi Nasional yang diadakan oleh Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).

Selain Kukure, masih ada bergam kuliner khas Wakatobi yang akan disuguhkan seperti Kasoami, Sup Ikan Parende, dan Lulata.

Kasoami yakni kukusan singkong, yang menjadi makanan pokok warga Wakatobi. Warga di sana lebih senang makan Kasoami daripada nasi. Mudah sekali membuat Kasoami, cuma dengan cara dikukus.

Sumber kabrohidrat satu ini enaknya dimakan selagi hangat. Teman bersantapnya Sup Ikan Parende, kerrang-kerangan ataupun ikan bakar beserta Sambal Colo-Colo khas Wakatobi.

Sup Ikan Parende seperti sup ikan lainnya dengan bumbu rempah-rempah seperti bawang merah, kunyit basah, daun serai, tomat, lombok, dan garam secukupnya serta tak ketinggalan asam tangkulela (belimbing) yang memberikan rasa segar keasam-asaman.

Sementara Lulata atau nasi bambu yang merupakan makanan tradisional dari Pulau Binongko, masih Kabupaten Wakatobi. Luluta adalah nasi panggang yang terbuat dari beras merah atau beras putih dengan bawang dan santan dimasukkan ke dalam bambu. Sebelum memasukkannya ke dalam bambu, semua dibungkus dengan daun pisang. Rasanya, hemmm.. lezat.

Ada juga Kosea No-kaudafa atau sayur daun kelor, Kentanidole alias nugget ikan, Kambalu yang terbuat dari umbi-umbian, Kapusu atau bubur jagung dan kacang merah dihidangkan selagi hangat dengan ikan bakar ataupun kerang-kerangan.

Serta  Karasi berbahan utama tepung beras ataupun tepung singkong yang dibuat adonan lalu dicetak baru digoreng sebagai camilan. Proses membuatnya terbilang unik karena cetakan yang digunakan ketika membuat karasi terbuat dari batok kelapa yang telah dibentuk dan diberikan lubang-lubang kecil.

Tak ketinggalan Pogollu, makanan khas masyarakat di Pulau Kaledupa yang berbahan utama kacang merah yang direbus dan dicampur dengan adonan sagu lokal serta gula merah. Ada lagi Perangi, kuliner khas warga Kaledupa juga dari daging ikan segar yang dicincang dengan campuran jeruk nipis, cabai, bawang merah dan sedikit lada.

Kaledupa merupakan salah satu pulau dari rangkaian pulau yang akhirnya bernama Wakatobi. Wakatobi sendiri singkatan dari Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, yang menjadi empat pulau utama dari kabupaten di Sultra ini.

Selain Promosi Kuliner Wakatobi, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan perlombaan memasak Sop Ikan Parende, Kasoami, dan Karasi dengan peserta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di Jakarta.

Tim jurinya terdiri atas beberapa chef terkenal, antara lain Chef Marco Lim, Chef Eddrian Tjhia, Chef Sisca Soewitomo, dan juga tim dari AGI.

Wakatobi selama ini memang dikenal sebagai surganya para divers. Kabupaten yang mengandalkan wisata bahari utamanya diving ini pun mulai berupaya menjaring wisatwan lewat aneka kuliner tradisionalnya.

Kabupaten yang belum genap berusia 13 tahun ini, kini memiliki Bandara Matahora untuk menyambut datangnya penerbangan reguler.

Sebagai catatan, tahun lalu, kunjungan wisatawan ke Wakatobi menembus angka 25.000 orang, naik 8.000 kunjungan dibandingkan pada 2015. Sedangkan untuk kunjungan wisman-nya, BPS mencatat 6.626 orang pada tahun 2015.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, @adjitropis)
Foto: @eryibrahim, adji, & wakatobikab.go.id

Captions:
1. Promowi Kuliner Wakatobi
2. Kasoami, makanan pokok dari singkong
3. Camilan Karasi
4. Sop Ikan Parende

Read more...

Senin, 27 Maret 2017

Diplomasi Kuliner Lewat "55 Elaborated Indonesian Menus"

Satu lagi buku tentang kuliner Indonesia hadir menyapa para pecinta kuliner dari berbagai profesi. Judul bukunya “55 Elaborated Indonesian Menus”. Buku yang baru saja diluncurkan bertepatan dengan Dies Natalis Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung ke-55 di Bandung, Jawa Barat ini tampil eksklusif, beda dengan buku kuliner yang sudah lebih dulu hadir di pasaran.

“Buku 55 Elaborated Indonesian Menus ini full berbahasa Inggris,” ujar Kepala STP Bandung Anang Sutono kepada TravelPlus Indonesia, Minggu (26/3).

Menurut Anang, buku itu kontribusi 55 alumni chef STP Bandung atau NHI yang tersebar baik di dalam maupun luar negeri. “Contohnya ada Chef Yono dari New York dan Chef Didi dari Belanda,” ujarnya.

Keistimewaan buku ini, bukan sebatas menjelaskan kuliner tradisional Indonesia yang menyangkut selera dan rasanya. Melainkan pula gastronomi meliputi filosofi dan sejarah yang menyertai kuliner tersebut.

Contohnya ada kuliner khas Lombok dan Bali seperti Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Singang Tuna semacan sup ikan, dan Ambon Jawa Goreng. Atau menu dari Batak, Sumut seperti Arsik dan Dengke Mas Na Niura.

Bahkan menu-meu tersebut disajikan dalam set menu, yakni daftar makanan dan minuman yang berisi dari hidangan pembuka (Appetizer), hidangan utama (Main Course) sampai hidangan penutup (Dessert) dalam satu harga dan tidak ada pilihan.

“Ini yang bikin beda buku ini dengan yang lainnya. Menyiapkan aneka kuliner Indonesia menjadi set menu dari makanan pembuka seperti soup, makanan utama dan penutup, yang dirancang dan dikombinasikan sesuai karakternya itu tidak mudah. Apalagi ditambah dengan filosofi dari tiap hidangannya,” terang Anang yang turut memberi kata pengantar di dalam buku ini.

Kelebihan lainnya, lanjut Anang lagi, buku ini disajikan dalam bentuk fussion dengan international presentation. “Buku ini bisa menjadi media untuk membangun komitmen cinta terhadap kuliner Indonesia dan sekaligus sebagai alat Diplomasi Kuliner Indonesia,” ucapnya.

Kata Anang, buku ini bukan sekadar buat bahan pembelajaran mahasiswa yang menggeluti bidang tata boga dan lainnya, tapi lebih dari itu bisa dimiliki semua kedubes dan konjen serta perwakilan negara asing di Indonesia. “Buku ini pun juga bisa dipakai sebagai jamuan kenegaraaan atau state banquet,” tambahnya.

Saat ini pihaknya masih mencari penerbit. Setelah dapat dan cocok baru dicetak dan dijual umum. “Harusnya Kementerian Luar Negeri berani membiayai,” imbau Anang.

Hadir dalam launching buku ini antara lain Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kemenpar Ahman Sya, Anggota Komosi X DPR RI Popon, Asosiasi PHRI, Bupati Pangkep dan Siak, para personal Chef dan GM serta tamu asing dari Inggris, AS, China, Malaysia, Singapaura, Belanda, dan Filipina.

“Sekali lagi, buku ini menjadi kebanggaan bangsa melalui keragamaman seni kuliner Indonesia yang disajkan dalam bentuk set menu,” pungkas Anang.

TravelPlus Indonesia mencatat kehadiran “55 Elaborated Indonesian Menus” ini menambah deretan buku tentang kuliner Indonesia. Sebelumnya ada buku berjudul: Masakan Indonesia untuk Jamuan karya Hayatinufus A.L. Tobing yang menyajikan 12 set menu dari menu Makasar, Banjar, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan lainnya yang dapat saling dipadukan.

Misalnya Buras dari daerah Jawa dapat dihidangkan bersama Coto Makassar dari Makassar, Sulsel. Panduan dari kedua jenis masakan tersebut ternyata terasa lezat di lidah.

Ada juga buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia karya Fadly Rahman. Buku setebal 395 halaman itu ditulis dengan gaya khas buku teks, lengkap dengan berbagai referensi dan catatan kaki yang jumlahnya nyaris 100 halaman.

Buku ini mengungkapkan perkembangan makanan di Indonesia sejak masa kuno sehingga bisa menjadi rujukan bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah dan perkembangan makanan Indonesia.

Puluhan tahun sebelumnya juga ada buku resep masakan masa lalu seperti buku Kokki Bitja (1859),  Mustika Rasa (1967), Pandak Masak juga tahun 1967,dan lainnya.

Dalam jajaran buku kuliner terbitan tahun lalu, ada 3 buku kuliner berjudul Selamat Makan, 30 Indonesian Traditional Culinary Icons, dan Trailing the Taste of Gorontalo, yang masuk nominasi Gourmand World Cookbook Awards 2016, yaitu penghargaan paling bergengsi bagi buku kuliner dan kebudayaan dari seluruh dunia.

Selamat Makam atau Let's Cook Indonesian Food terbitan Kemenpar, masuk nominasi Best Culinary Travel Book di ajang tersebut.

30 Indonesian Traditional Culinary Icons yang ditulis Bondan Winarno ini masuk nominasi untuk kategori Special Awards. Sedangkan Trailing the Taste of Gorontalo, yang diterbitkan Omar Niode Foundation, masuk nominasi untuk kategori Best Asian Cuisine Book dan Best Charity and Fund Raising Cookbook.

Akankah “55 Elaborated Indonesian Menus” bisa sesukses buku-buku kuliner pendahulunya? Semoga saja.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. STP Bandung

Read more...

Indonesia Butuh SDM Pariwisata Berstandar ASEAN, Target Tahun ini 300 Ribu Tersertifikasi

Sertifikasi SDM pariwisata minimal ASEAN adalah suatu keniscayaan dalam upaya peningkatan kualitas dan daya saing SDM Pariwisata Indonesia.

Begitu kata Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kepada TravelPlus Indonesia ketika disinggung soal SDM Pariwisata Indonesia dan target sertifikasi kompetesi SDM-nya untuk tahun ini, di Jakarta, Senin, (27/3).

Jumlah kebutuhan tenaga kerja pariwisata Indonesia tahun 2017 mencapai 12,2 juta yang terdiri atas tenaga kerja pariwisata langsung sebesar 30 % atau 3.660.000, tidak langsung (indirect) sebesar 50 % atau 6,1 juta, dan tenaga kerja pariwisata terdampak (induce) sebesar 20% atau 2.440.000 orang.

Menurut Ahman Sya, target SDM Pariwisata Indonesia yang tersertifikasi tahun 2017 berjumlah 300 ribu orang. “Jumlah itu terdiri atas 65.000 yang difasilitasi pemerintah (Kemenpar) dan 235.000 oleh industri secara mandiri,” terangnya.

Target sertifikasi ini, lanjutnya adalah 30% dari total tenaga kerja langsung bidang pariwisata tahun 2017 atau 1.098.000 dari 3.660.000. “Namun 100% dari kebutuhan SDM tersertifikasi,” ungkapnya.

Program sertifikasi kompetesi SDM Pariwisata tahun 2017 berjumlah 16 bidang, antara lain bidang hotel & resort, biro perjalanan wisata (BPW), SPA, MICE (meeting, incentive, conference & exhibition), jasa boga, tour leader, dan pemandu wisata yang terdiri atas, pemandu ekowisata, arung jeram, selam, museum, outbound, goa, gunung, agro, dan pemandu wisata mancing.

Lokasinya di 3 greater yakni Jakarta, Bali, dan Batam. Lima bidang yang paling banyak disertifikasi SDM pariwisatanya tahun ini adalah hotel & resto, pemandu wisata, SPA, BPW, dan pemandu wisata selam.

Jumlah sertifikasi kompetesi SDM Pariwisata bidang hotel & resto tahun 2017 untuk ketiga greater tersebut sebanyak 32.950, terdiri atas Jakarta (11.150), Bali (14.900), dan Batam (6.900). Bidang pemandu wisata totalnya 7.750 terdiri atas Jakarta (1.750), Bali (5.100, dan Batam (900).

Untuk bidang Spa totalnya 7.700 terdiri atas Jakarta (2.550), Bali (3.600), dan Batam (1.550). Bidang BPW totalnya 4.150 terdiri atas Jakarta (1.650), Bali (200), dan Batam (500). Sedangkan untuk bidang pemandu wisata selam totalnya 2.200, terdiri atas Jakarta (400), Bali (900), dan Batam juga 900 SDM tersertifikasi.

Kata Ahman Sya pelayanan SDM di sektor kepariwisata itu terdiri atas hospitality, attraction & destination, event, dan travel & transportation service. Pihaknya mendorong industri pariwisata untuk menyelenggarakan uji kompetensi secara mandiri melalui lembaga sertifikasi profesi pihak ketiga.

Saat ini di 15 provinsi sudah ada 43 lembaga sertifikasi profesi pihak ketiga.SMK Pariwisata dan perguruan tinggi juga akan difasilitasi untuk pemenuhan tenaga kerja yang bersertifikasi profesi atau mencetak SDM siap pakai.

Kata Ahman Sya lagi, kemitraan strategis antara Kemenpar dengan perguruan tinggi pariwisata se-Indonesia sudah lama dibina antara lain dalam bentuk komitmen perguruan tinggi terhadap pembangunan pariwisata Indonesia.

“Salah satu bentuk tindak lanjutnya, Kemenpar memfasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di seluruh perguruan tinggi pariwisata untuk pencapaian target tenaga kerja pariwisata yang tersertifikasi di Indonesia," ujarnya.

Pihaknya pun sudah menjalin kerja sama dengan 10 negara ASEAN dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pariwisata Indonesia.

Ke-10 negara ASEAN sudah menandatangani kerja sama free flow. Jadi SDM Pariwisata Indonesia nantinya bisa bekerja di negara itu atau sebaliknya sepanjang memiliki sertifikasi profesi pihak ketiga.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya sendiri sudah berulang kali mengatakan bahwa Pemerintah telah menetapkan target nasional pada tahun 2019 yakni kunjungan 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp 280 triliun, pergerakan 275 juta wisnus, kontribusi terhadap PDB sebesar 8 persen, dan menciptakan 13 juta lapangan pekerjaan, serta daya saing pariwisata Indonesia berada di peringkat ke-30 dunia.

Untuk mencapai semua target tersebut, lanjut Arief Yahya, Kemenpar menetapkan tiga program utama dari 10 program prioritas yang ada, yaitu pariwisata digital, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara. Menurut Arief, peran para akademisi juga tidak kalah penting untuk mengembangkan SDM pariwisata.

“Peran pendidikan pariwisata saat ini dibutuhkan untuk menjadi mitra pemerintah untuk menindaklanjuti ASEAN Mutual Recognition Agreement (MRA) sebagai kesepakatan bersama tentang diterimanya standar kualifikasi bagi tenaga profesionalisme pariwisata di antara negara-negara ASEAN,” pungkas Arief.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: adjitropis)
Foto: dok. STP Bandung

Read more...

Makna Nyepi Bagi Pitana dan Gayatri

“Terima kasih atas ucapan dan doa HR Nyepi untuk Kami. Semoga kami dapat memaknai nilai hari suci ini dalam fikir, kata, dan tindak keseharian. Pitana & Gayatri, Kemenpar”.

Begitu bunyi kalimat yang tertera di samping kiri foto bergambar I Gde Pitana Brahmananda yang mengenakan pakaian adat pria Bali berikut ikat kepala (udeng) berwarna serba putih, sambil memegang kamera miroless, bersama dengan istrinya Putu G. Gayatri yang memakai kebaya Bali berwarna kuning terang dengan selendang biru yang diikat dipinggangnya.

Foto dengan kalimat ucapan terimakasih itu, dikirim Pitana kepada TravelPlus Indonesia tak lama setelah penulis memberikan ucapan berbunyi: “Happy Nyepi Om Pit…”, lewat pesan WA, dari Jakarta, Senin (27/3) atau sehari sebelum Hari Raya Nyapi 2017 yang jatuh besok, Selasa 28 Maret.

Kedua PNS Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang sama-sama orang Bali dan penganut Hindu yang taat ini, tengah berada di kampung halamannya, Bali untuk melakukan serangkaian kegiatan sebelum melaksanakan Nyepi.

Sebagaimana umat Hindu lainnya di Bali, termasuk yang tinggal di daerah/kota lain di seluruh Tanah Air, Hari Raya Nyepi tentu punya makna tersendiri buat keduanya.

Bagi Pitana yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar, Nyepi bermakna upaya untuk mengindahkan Amati Geni yang artinya memadamkan api. “Makanya mari kita meredakan “api” yang ada dalam diri. Baik api amrah, api nafsu, api angkara murka, dan sebagainya,” ungkapnya.

Begitupun dengan Gayatri yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Promosi Wisata Buatan, Kemenpar. Baginya, Nyepi mempunyai makna penyucian Buana Agung dan Buana Alit. “Kita semuanya berintropeksi diri di rumah, baik sendiri ataupun bersama keluarga,” akunya.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana lebih rinci menjelaskan ada empat hal yang tidak boleh dilanggar atau biasa disebut dengan Catur (Brata) Penyepian dalam melaksanakan Nyepi, yaitu: Tidak boleh menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bersenang-senang (Amati Lelanguan), dan tidak bepergian (Aamati Lelungan).

Kenapa tidak boleh menyalakan api? Karena api simbol hawa nafsu, amarah, angkara murka, dan yang buruk-buruk. Pada hari Nyepi, umat Hindu berkontemplasi tanpa menyalakan api atau adanya cahaya untuk mengendalikan hawa nafsu yang disimbolkan dengan api.

Lalu kenapa pula tidak boleh bekerja? Karena manusia pada dasarnya perlu istirahat dan tidak bekerja secara berlebihan. Kalau dilarang bersenang-senang atau hiburan bersifat duniwi pada hari Nyepi? Itu bertujuan sebagai pengendalian diri dengan memberikan hiburan batin.

“Kalau di larang berpergian pada saat Nyepi? Itu lantaran tubuh perlu diistirahatkan sambil berintropeksi untuk memperbaiki diri lebih baik lagi di tahun yang baru ini,” terang Sudiana.

Lewat Nyepi tentunya umat Hindu di Bali dan dimanapun berada, berharap dapat melahirkan sikap untuk mengoreksi diri dengan melepaskan segala sesuatu yang tidak baik dan memulai hidup suci, hening menuju jalan yang benar atau dharma.

Sekali lagi buat Pitana & Gayatri serta seluruh umat Hindu di Bali dan dimanapun: “Happy Nyepi 2017”.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: pitana & gayatri

Read more...

Di Bali, Turis Bule Sangat Minati Melasti Sebelum Nyepi

Besok, Selasa, 28 Maret 2017, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Nyepi 2017. Sebelum melaksanakan Nyepi yang berasal dari kata sepi atau hening dengan tidak melakukan kegiatan keseharian seperti biasanya, mereka mengadakan Melasti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Melasti pun sangat diminati turis asing terutama bule.

Buktinya, acara Melasti yang diadakan di Pantai Kuta, Sabtu (25/3), ramai disaksikan wisatawan terutama dari mancanegara.

Hari Raya Nyepi tahun Isaka 1939 memang diawali dengan Melasti. “Melasti ini biasanyanya dilaksanakan tiga hari atau sehari sebelum Nyepi,” kata Putu G. Gayatri dari Bali kepada Travelplus Indonesia lewat pesan WA, Senin (27/3).

Kabid Promosi Wisata Buatan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini memang perempuan asli Pulau Dewata, Bali. Saat ini Gayatri dan suaminya I Gde Pitana Brahmanda yang tak lain Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar yang juga asli Bali, sedang berada di kampung halaman tercintanya, Bali untuk melaksanakan serangkaian upacara sebelum Nyepi sebagai umat Hindu yang taat.

Kata Gayatri selain Melasti, kegiatan lain yang biasa dilakukan umat Hindu di Bali sebelum Nyepi adalah Parade Ogoh-Ogoh yang biasanya diadakan sehari sebelum nyepi. “Parade Ogoh-Ogoh iitu maknanya membunuh nafsu jahat sehingga habis diarak rame-rame kemudian dibakar,” terangnya.

Baik Melasti maupun Parade Ogog-Ogoh, lanjut Gayatri boleh disaksikan oleh siapapun termasuk wisatwan. “Tapi saat Hari Raya Nyepi, wisatawan tidak diperkenankan keliling atau jalan-jalan. Hanya boleh keluar di sekeliling hotel tempatnya menginap,” ujar Gayatri.

Sepengetahuan Gayatri banyak travel agent yang menjual Paket Tur "Nyepi" dan ternyata cukup laris. Paket tersebut termasuk menyaksikan Melasti dan Parade Ogoh-Ogoh. “Jangan heran kalau saat Melasti dan Parade Ogoh-Ogoh, wisman dan juga wisnus penuh sesak,” terang Gayatri.

Melasti dan Parade Ogoh-Ogoh dilaksanakan di seluruh Bali, salah satunya di Pantai Kuta yang digelar pada Sabtu, 25 Maret 2017 kemarin. “Kalau Parade Ogoh-Ogoh akan digelar nanti, Sabtu malam,” tambah Gayatri

Pantauan Gayatri pada acara Melasti di Pantai Kuta, disaksikan ratusan turis asing, utamanya bule. “Kebetulan rombongan Melasti melewati Pantai Kuta, dan sejumlah turis yang tengah berjemur bisa melihat langsung dari dekat sambil mengabadikannya rombongan Melasti dengan kamera mereka,” aku Gayatri.

Begitupun saat rombongan Melasti duduk di hamparan pasir pantai yang tersohor di dunia itu, ratusan turis asing berbaris tertib menyaksikan dan mengabadikannya.

Rombongan Melasti berjalan beriringan dengan tertib dan khidmat sambil mengusung Pralingga atau Pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapan menuju samudra atau mata air lainnya yang dianggap suci. “Lalu mereka melakukan persembahyangan menghadap laut,” terang Gayatri ynag sudah bertahun-tahun bekerja di Jakarta namun dialek Bali-nya masih kental sekali.

Setelah upacara Melasti usai dilakukan, Pratima dan segala perlengkapannya diusung ke Balai Agung di Pura Desa. Sebelum Ngrupuk atau Mabuu-buu, dilakukan Nyejer dan selama itu umat Hindu Bali melakukan persembahyangan.

Malamnya baru digelar Parade Ogoh-Ogoh, dan esok harinya, seluruh umat Hindu Bali melaksanakan Nyepi. “Saat Nyepi, rumah sakit di Bali tetap jalan. Tidak ada pemadaman listrik. Bagi yg punya bayi dan orang sakit juga tidak harus ikut nyepi,” kata Gayatri lagi.

Menurutnya Nyepi berbeda dengan Lebaran Idul Fitri bagi umat Islam. “Saat Nyepi kita semuanya introspeksi diri. Tidak boleh pergi berarti tidak ada saling kunjungan keluarga. Intropkesi diri dilakukan di rumah masing-masing, baik sendiri ataupun bersama keluarga. Kalau kunjungan keluarga sebagaimana Lebaran, itu mirip saat Hari Raya Galungan, bukan saat Nyepi,” terang Gayatri.

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan lebih rinci bahwa secara filosofi Nyepi adalah proses pergantian tahun Caka, dari tahun lama ke tahun yang baru, dari kehidupan “lama” menuju kehidupan “baru”.

Menurut Sudiana untuk melaksanakan Nyepi yang benar-benar spritual, harus melakukan Upawasa, Mona, Dhyana, dan Arcana.

Upawasa itu berpuasa dengan niat suci, tidak makan dan minum selama 24 jam agar menjadi suci. “Kata upawasa dalam Bahasa Sanskerta artinya kembali suci. Sedangkan Mona artinya berdiam diri, tidak bicara sama sekali selama 24 jam,” terang Sudiana.

Sementara Dhyana, melakukan pemusatan pikiran pada nama Tuhan untuk mencapai keheningan. Sedangkan Arcana, melaksankan persembahyangan seperti biasa di tempat suci atau tempat pemujaan keluarga di rumah.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: gayatri.

Read more...

Minggu, 26 Maret 2017

Arak-Arakan Ragam Budaya 34 Provinsi Bakal Semarakkan Pawai Budaya Nusantara 2017 di TMII

34 provinsi di Tanah Air akan menyuguhkan arak-arakan seni budaya yang khas, berbeda satu sama lain di even budaya tahunan Pawai Budaya Nusantara 2017 yang diselenggarakan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Direktur Budaya TMII Sulistyo Tirtokusomo mengatakan Pawai Budaya Nusantara (PBN) 2017 akan diselenggarakan pada Minggu, 16 April 2017, mulai pukul 14.00 WIB sampai selesai di tempat ini Plaza Tugu Api Pancasila dan Sasono Langen Budoyo, TMII.

“PBN 2017 akan menampilkan keanekaragaman seni budaya dalam bentuk arak-arakan atau pawai atau karnaval, yang didukung oleh potensi seniman-seniwati daerah dari seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Sulistyo saat menghadiri sekaligus memberi sambutan dalam acara Semarak Wayang Pesona Indonesia (SWPI) 2017 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Tugu Api, TMII, Jakarta Timur, Jumat (24/3) malam.

Arak-arakan bertema Ragam Budaya Daerah yang akan ditampilkan setiap provinsi di PBN 2017, sambung Sulistyo, berupa upacara adat, hubungan kemasyarakatan dan atau religi yang mencerminkan ciri khas tradisi daerah setempat seperti upacara pesta panen, tolak bala, hantaran lamaran, pengantin sunat, gawai dayak, dan lainnya.

“Setiap kontingen peserta PBN 2017 akan didukung 50 sampai 100 orang personil,” kata Sulistyo yang pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYME) dan Direktur Jenderal Kebudayaan di Kementerian Kebudayaan RI.

Seluruh kontingen peserta PBN 2017 nanti akan beratraksi sambil berjalan, sepanjang rute dengan diberikan waktu display maksimal 4 menit di depan panggung utama, dilanjutkan berjalan menuju finish secara bergantian.

Start-nya dari sebelah selatan Kantor Pengelola, menuju Area Panggung kemudian atraksi, dilanjutkan arak-arakan menuju ke Teater Bhineka Tunggal Ika TMII,” jelas Sulistyo yang juga penari/koreografer andal Indonesia yang sudah menciptakan sejumlah tarian dan dipentaskan di mancanegara.

PBN 2017 merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun secara konsisten dalam rangka turut memperingati HUT ke-42 TMII tahun ini.

Selain untuk memeriahkan ultah TMII, lanjut Sulistyo, maksud dan tujuan diselenggarakannya PBN 2017 adalah untuk memberi kesempatan kepada propinsi untuk berperan aktif dalam rangka turut melestarikan budaya bangsa. “Even ini juga untuk memotivasi regenerasi dalam mempertahankan dan mengembangkan seni budaya bangsa,” terangnya.

Seluruh peserta pawai budaya yang bersifat atraktif, apresiasif, evaluatif, inovatif, & kompetitif ini juga akan dinilai dan pemenangnya akan mendapatkan penghargaan, berupa piala dan uang.

Penilaiannya berdasarkan penataan atau kemasan, kreativitas berbasis pelestarian kearifan lokal, harmonisasi, dan daya tarik atau atraksi sepanjang rute perjalanan. Tim penilai atau dewan jurinya terdiri atas unsur instansi pemerinta terkait, budayawan atau pengamat budaya, dan unsur TMII.

Dalam juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis) PBN 2017 dijelaskan seluruh pesertanya akan mendapatkan Piagam Penghargaan atau Piagam Kepesertaan dari Direktur Utama (Dirut) TMII.

Lalu dipilih 5 (lima) penyaji unggulan, yang masing-masing juga akan mendapatkan piala/plakat dan piagam penghargaan dari Dirut TMII.

Disamping itu akan ditentukan satu Penyaji Atraksi Terbaik juga akan mendapatkan piala Tetap dari Kemenpar, satu Penyaji Arak-arakan Terbaik (dapat Piala Tetap dari Menteri Pariwisata), dan satu Penyaji Tata Rias dan Busana Terbaik (dapat Piala Tetap dari Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan).

Kontingen provinsi yang berhasil menjadi Juara Umum (Penyaji Terbaik), berhak mendapatkan Piala Bergilir dari Kemenpar dan Piala tetap dari Dirut TMIII serta uang pembinaan sebesar Rp 10 juta.

“Lewat PBN 2017, diharapkan mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta memotivasi semangat budaya dikalangan generasi penerus bangsa, untuk menjaga kedaulatan bangsa,” tutup Sulistyo yang malam itu turut menyaksikan pertunjukan wayang kolaborasi SWPI 2017, didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya dan Religi, Kemenpar, Wawan Gunawan.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Direktur Budaya TMII Sulistyo Tirtokusumo
2. Salah satu Gerbang Utama TMII
3. Sulistyo didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya & Religi Kemenpar Wawan Gunawan.

Read more...

Dalang Bule Ini Bikin Workshop Semarak Wayang Pesona Indonesia Kian Berwarna

“Ini Anoman. Dia tokoh yang baik dan selalu mengalahkan tokoh jahat. Nah kalau yang ini si Buto, raksasa yang sangat jahat, tapi berhasil dikalahkan Anoman,” begitu kata Gaura sambil berteriak huahahaha…, menirukan suara seperti raksasa. “Horeeee..., hidup Anoman,” balas para pelajar secara serempak dan spontan usai mendengarkan penjelasan dalang bule sekaligus budayawan berdarah Australia itu.

Itulah sepenggal suasana Workshop Dalang yang menjadi salah satu rangkaian acara Semarak Wayang Pesona Indonesia (SWPI) 2017 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di pelataran Tugu API, TMII, Jakarta, Jumat (24/3).

Dalang bernama lengkap Gaura Mancacaritadipura tampil untuk kali pertama di SWPI kedua ini. Kehadirannya harus diakui memberi warna baru bagi even budaya yang digelar untuk melestarikan kesenian tradisional khususnya wayang, sekaligus mempromosikan branding Pesona Indonesia dan tentunya menjaring wisatawan baik lokal maupun nusantara ini.

Sewaktu tampil mendalang, pria tua yang tetap bersemangat ini mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon dan sebilah keris. Dia pun membawa seperangkat Wayang Kulit sendiri.

“Selamat sore adik-adik. Saya memang bule tapi saya sudah 40 tahun di Indonesia dan sudah WNI,” sapanya dalam Bahasa Indonesia yang fasih dan sangat lancar sambil berteriak ‘Merdeka, lalu disambut para pelajar dengan pekikan ‘Merdeka’ juga.

Gaura mengaku belajar Wayang Kulit dan mendalang selama 8 tahun di Kampung Makassar, Halim, Jakarta Timur. “Jenis wayang itu ada puluhan, sekitar 60 jenis tapi sebagian besar terbagi atas Wayang Kulit dan Wayang Golek,” ungkapnya.

Kalau Wayang Kulit, lanjut Gaura, terbuat dari kulit kerbau. “Dalangnya di depan layar kain putih dan menggunakan lampu,” tambahnya.

Tokoh-tokoh wayang itu ada banyak. “Nah deretan Wayang Golek sebelah kanan itu adalah tokoh-tokoh baik, sedangkan di deretan kiri itu tokoh-tokoh wayang yang jahat,” beber Gaura sambil menunjuk ke barisan Wayang Golek Sunda di depan panggung.

“Inti pelajaran dari lakon yang dibawakan dalang itu supaya penontonnya menjadi orang yang baik, bukan menjadi orang jahat. Oleh karena itu tokoh yang jahat selalu dikalahkan oleh tokoh yang baik. Itupun berlaku di kehidupan nyata sehari-hari,” terang Gaura.

Dulu Wayang Kulit Jawa ditampilkan semalam suntuk. Biasanya dimulai dari pukul 8 malam sampai jelang Subuh. Selain dalang, ada pengiring musiknya yakni para pemain gamelan, gong dan lainnya serta penyanyi perempuan yang biasa disebut sinden, dan terkadang ada juga penynayi prianya.

“Sebelum TV dan media hiburan bermunculan, orang-orang betah dan asyik nonton wayang sampai semalam suntuk. Tapi sekarang karena banyak media hiburan lain, orang-orang lebih senang nonton wayang yang singkat,” aku Gaura.

Selepas menerangkan seputar wayang, Gaura pun meminta beberapa pelajar tampil ke depan untuk belajar bagaimana memegang dan memainkan Wayang Kulit Jawa. 

Di seqmen berikutnya, Gaura menjelaskan tentang keris yang kerap dipakai oleh pedalang. Dia pun mempraktekan bagaimana cara memegang keris, mencopotnya lalu memasukannya kembali ke sarungnya. Beberapa pelajar pun tampil ke depan untuk mempraktekannya.

“Aku senang banget bisa pegang keris. Tadi pas pegang rasanya ngeri juga,” aku siswa kelas 1 SMP 221, Sunter, Jakarta Utara yang biasa disapa Jepang oleh teman-temannya karena wajahnya memang mirip orang Jepang ketimbang Indonesia.

Sementara rekan satu sekolahnya yang bernama Kanza, juga mengaku senang mengikuti workshop dalang ini karena menambah wawasan. “Apalagi dalangnya orang bule, rasanya memacu kita yang orang Indonesia untuk belajar lebih serius soal wayang,” aku Kanza yang memang suka nonton wayang secara live bersama ayahnya di TMII.

Yorin Ahmana, Guru SMP 221 yang mendampingi puluhan muridnya mengikuti workshop dalam di SWPI 2017 ini mengaku acara ini luar biasa manfaatnya. “Siswa-siswi bisa langsung melihat dan mempraktekan bagaimana memaiankan wayang yang benar dari dalang-dalang yang sudah profesional dan sering tampil di mana-mana,” aku Yorin seraya menghimbau agar acara ini dipertahankan dan kalau bisa frekuensinya ditambah jangan satu kali setahun serta digelar di berbagai tempat secara bergantian.

Sebelum mengakhir penampilannya, Gaura sempat melantunkan lagu jawa. Kefasihannya berbahasa Jawa lagi-lagi membuat para pejajar, guru pendamping dan beberapa orang tua yang ikut menonton terkagum-kagum.

“Waduh, saya aja yang wong jowo, ora iso nyanyi itu,” kata seorang ibu yang terheran-heran sambil tertawa melihat Gaura menyanyikan lagu tersebut dengan gaya nyinden.

Selain Gaura, nara sumber pemberi materi Workshop Dalang dalam SWPI 2017 lainnya juga berhasil memberi warna tersendiri lewat cara dan karakter masing-masing.

Pertama tampil Dalang Yudhi dan Dalang Bayu (anak muda) memperkenalkan tentang Wayang Golek Sunda. Kemudian Dalang Dian Pradita Kusuma (juga anak muda) yang menyajikan Wayang Kulit.

Kehebohan lebih terasa saat dalang cilik Aming yang masih berusia 11 tahun tampil menunjukkan kebolehannya memainkan Wayang Golek singkat berlakon Begalan Olej. Aksi dalang asal Banten ini bikin para pelajar terpesona.

Lebih heboh lagi ketika artis cilik Neng Antiq, putri bungsu Ki Dalang Wawan Ajen yang masih berusia 6 tahun, tampil menyanyikan dua lagu berirama pop Sunda berjudul Karedok Leunca dan Themes Song Pesona Indonesia. Gayanya yang centil berhasil membuat seluruh pelajar ikut berdiri dan bernyanyi bersama.

Diujung acara, setelah memberikan sertifikat kepada seluruh narasumber serta para guru pendamping siswa-siswi yang mengikuti workshop dalang SWPI 2017, Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Kemenpar Wawan Gunawan mengingatkan kepada para pelajar untuk mencintai budaya Indonesia.

“Kalau kita semakin mencintai budaya Indonesia seperti wayang dan lainnya, dengan melestarikan dan mengembangkannya, Insya Allah akan mensejahterakan nantinya,” tutup Wawan.

Berdasarkan pantauan TravelPlus Indonesia, SWPI 2017 yang diorganisir Inke Marris Associates (IMA) untuk kali kedua ini, cukup berhasil memikat perhatian pengunjung terutama para pelajar yang menjadi peserta Workshop Dalang.

Ke depan, perlu dicari terobosan-terobosan baru agar SWPI tampil makin menarik dengan warna baru, dan tak lupa melibatkan lebih banyak lagi pelajar dari berbagai sekolah, termasuk komunitas anak muda di kota setempat.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

Beri komentar

Name :
Web URL :
Message :

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP