. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Cerita Wisata Utama


Komodo itu pandai menipu. Saat diam, biawak raksasa ini seperti hewan lemah, padahal itu taktiknya untuk menyergap satwa lain dan manusia yang lengah. Seperti apa sifat dan prilaku aslinya? Simak profil sang predator berdasarkan pengamatan TravelPlusIndonesia (TPI) secara langsung di Pulau Komodo.

Komodo satu-satunya spesies terakhir dari keluarga monitor lizard yang mampu bertahan hidup dan berkembang. berdasarkan leaflet TNK, satwa berdarah dingin ini ditemukan pertama kali oleh seorang Belanda bernama JKH Van Steyn tahun 1911. Baru terkenal di dunia ilmu pengetahuan sejak 1912, tepatnya setelah peneliti dan ahli biologi, Mayor PA Ouwens memberikan julukan dalam tulisan berjudul “On a Large Varanus Species from the Island of Komodo” dengan nama ilmiah Varanus komodoensis.

Untuk mengetahui prilaku komodo sesungguhnya, TravelPlusIndonesia (TPI)mengamatinya langsung di habitatnya, Pulau Komodo. Ternyata komodo punya trik sendiri untuk mengelabui mangsanya. Dia pura-pura diam seperti sebatang kayu lapuk. Gerakannya lamban dan malas. Tapi setelah mangsanya lengah, dia segera menyergapnya dengan mulutnya yang moncong atau dengan bantuan ekornya dengan cara menyabet mangsanya sekeras mungkin. Kelebihan lain, predator licik ini dianugerahi penciuman yang sangat tajam, terutama bila mencium amis darah dan bau bangkai meski berjarak 2 Km.

Di habitanya, komodo lebih suka menyendiri (soliter). Sejak kecil, anak komodo dibiarkan mencari makan sendiri oleh induknya. Jarang sekali berkelompok kecuali di Banu Nggulung. Beberapa komodo di tempat ini malas mencari makan sendiri akibat terbiasa diberi umpan (feeding) gratis dari pengunjung, akhirnya populasi rusa, babi hutan, dan kerbau liar kian bertambah hingga mengganggu keseimbangan alam. Beberapa tahun belakangan, acara feeding dilarang.

Data inventarisasi komodo Taman Nasional Komodo (TNK), di Pulau Komodo jumlahnya sekitar 1.700 ekor, di Pulau Rinca 1.300, Gili Motang 100, dan 30 ekor di pulau-pulau kecil lain.

Diperkirakan masih ada sekitar 2.000 ekor lagi yang terpencar di Flores, yakni di pesisir Barat Manggarai dan pesisir Utara Kabupaten Ngada serta beberapa tempat di Kabupaten Ende. Bahkan hasil penelitian Auffenberg dari Amerika Serikat, komodo ditemukan sampai Timur Flores. Masyarakat Pulau Komodo dan sekitarnya menyebut komodo, ora. Tapi warga pesisir Utara Flores dan Ende, memanggilnya mbou. Di Pulau Rinca, perilaku komodo sedikit lebih ganas. Kulitnya kekuningan dan lebih bersih.

Buaya Darat
Menurut salah seorang peneliti khusus komodo yang TP temui di Pulau Komodo, musim kawin komodo terjadi pada Juli-Agustus. Jumlah jantan dan betina 4 berbanding 1. Lantaran tak seimbang sering terjadi perkelahian antar jantan untuk memperebutkan betina hingga terluka bahkan tewas. Komodo jantan sukar ditemukan saat musim kawin, sebab sibuk mengejar betina. Usai kawin, sang betina akan bertelur lalu menyimpannya di lubang. Betina bertelur 20-50 butir dan menjaganya selama 7 bulan. Bentuk telurnya oval, berwarna putih dengan panjang 9 cm, lebar 6 cm dan beratnya 105 gram. Setelah menetas, panjang rata-rata 18 inci atau 45 cm. Yang dewasa sekitar 2 meter, pernah juga dijumpai komodo sepanjang lebih dari 3 meter.

TP pun mengamati bayi komodo. Kulit bayi komodo berwarna kekuningan. Umur 10 bulan coklat muda. Usia 20 bulan ke atas berubah menjadi agak hitam, lalu coklat gelap setelah dewasa. Anak komodo langsung pandai memanjat pohon untuk mencari makan, sekaligus menghindar dari ancaman komodo dewasa. Santapan kegemarannya aneka serangga, cecak dan tokek. Setelah dewasa, lebih suka memangsa rusa, babi hutan, kerbau dan telur burung Gosong. Komodo dewasa tak bisa lagi memanjat pohon lantaran keberatan badan.

Selain suka memangsa hewan lain termasuk manusia, komodo dewasa juga suka menyantap anaknya (kanibal). Areal perburuan komodo dewasa di lokasi yang sering dilalui hewan dan manusia. Komodo menyukai semak dataran rendah, berbatasan dengan savana. Terkadang ada di dataran tinggi sekitar 400-600 meter dpl. TP juga melihat komodo berenang layaknya seokor buaya terutama jika melihat bangkai ikan besar yang mengapung di perairan. Wajar penduduk setempat menjulukinya buaya darat.

Berdasarkan pengamatan TP secara langsung di Pulau Komodo, predator yang dilindungi undang-undang seperti halnya Harimau Sumatera ini meski bukan termasuk satwa penyerang yang ganas, namun tetap berbahaya. Apalagi bila berada di TNK, di habitatnya itu komodo sebagai raja. Lengah sedikit, Anda bisa jadi mangsanya.

Cara yang amat saat berada di habitanya, Anda harus tetap waspada dan ditemani jawagana bila ingin melihat predator ini atau hendak berpergian ke obyek-obyek lainnya. Sebab bagaimanapun melihat komodo di habitatnya, di pulau Komodo dan pulau-piulau lain di TNK jelas jauh lebih mengasyikkan dibanding di kebun binatang. Atmosfir dan panorama yang bakal Anda dapat pasti lebih seru, menawan, dan mengesankan.

Bila Anda yakin bahwa sang predator yang kanibal ini menjadikan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) begitu berati dan berbeda dibanding kawasan lain, sebaiknya Anda memilih Taman Nasional Komodo agar terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia baru versi Yayasan New 7Wonders. Caranya dengan melakukan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees. Selamat memilih semoga Anda dapat menyaksikan bagaimana komodo menjqdi penguasa di habitatnya.***

Naskah & Foto: A. Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Kamis, 29 September 2016

Busana Muslim Mampu Jaring Wisman Timur Tengah, Amerika, dan Malaysia ke Indonesia

Siapa bilang wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melulu untuk menikmati keunikan budaya dan keindahan alam saja. Sejak beberapa tahun belakangan ini, ternyata banyak juga yang sengaja berkunjung ke sini khusus untuk memborong aneka handmade, terutama produk busana muslim.

Adalah Dian Pelangi, salah satu dari sejumlah perancang busana muslim Indonesia yang produk-produk busana muslimnya telah berhasil menjaring sejumlah wisman ke Indonesia.

“Busana muslim Indonesia memang sudah semakin mendapat tempat di hati para pemakai busana muslim dunia,” ujar Dian Pelangi kepada TravelPlusIndonesia usai mengikuti jumpa pers persiapan even Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 di Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya lewat busana muslim, sangat bisa menjaring wisman ke Indonesia. “Saya banyak sekali mendapatkan customer mancanegara yang datang langsung ke Indonesia, hanya untuk membeli koleksi saya. Terutama dari negara-nagara kawasan Timur Tengah, Amerika, dan Malaysia,” ungkapnya.

Mengenai berapa jumlah wisman yang datang tiap bulan ke butiknya, Dian mengaku belum tahu jumlah pastinya. “Yang jelas ada datanya di pengelola butik saya. Dan mereka juga bilang pembeli asal Singapura juga banyak yang datang,” tambah Dian.

Khusus costumer dari Timur Tengah, lanjut Dian hampir tiap bulan selalu datang. “Itu baru yang ke butik Dian Pelangi, belum ke butik desainer busana muslim lainnya,” terangnya.

Kata Dian pasar potensial terbesar busana musim Indonesia sampai saat ini memang masih Timur Tengah dibanding kawasan lain.

“Kalau saya pribadi dibanding ke negara-negara kawasan lain, saya lebih senang membidik Timur Tengah karna sudah jelas pangsa pasarnya, seperti apa perekonomian masyarakatnya dan mereka juga biasa memakai busana muslim. Jadi karena itu saya jadi lebih sering fashion show dan jualan ke Timur Tengah dan akhirnya mereka tahu kemudian berdatangan ke Indonesia,” terangnya.

Meskipun jumlah desainer busana muslim Indonesia banyak, jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan jika termasuk dengan produser dan kalangan indutri, serta  peminatnya dari luar negeri juga banyak, namun disayangkan Indonesia belum memiliki sentra khusus busana muslim yang refresentatif.

“Melihat banyaknya wisman yang datang ke Indonesia untuk membeli busana muslim para perancang busana muslim Indonesia, sudah semestinya Indonesia mempunyai sentra busana muslim yang nyaman, bisa memberi imej bagus atau berkelas juga. Sayangnya sampai saat ini belum ada,” aku Dian.

Sebenarnya wisata belanja busana muslim di Indonesia yang kini diminati wisman, sambung Dian, bisa sekali dirangkai dengan kunjungan ke objek-objek wisata halal, termasuk ke rumah makan dan hotel yang sudah bersertifikat halal.

“Kalau soal paket wisatanya itu saya belum tahu sudah ada atau belum. Tapi yang pasti, itu sangat bisa dikemas menjadi paket wisata dan akan diminati,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan IIHLEC 2016 yang akan berlangsung di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta, 6-8 Oktober mendatang, Dian mangaku bangga bisa ikut terlibat dan memamerkan karya-karya terbarunya nanti.

“Saya sebagai desainer sangat membutuhnya wadah seperti ini. Saya harap ke depan semakin banyak event, expo, workshop, komunitas, dan kalau perlu ada konsorsium khusus untuk parancang busana muslim Indonesia, agar kegiatan terkait busana muslim Indonesia semakin marak dan akhirnya diakui bukan hanya oleh perancang-perancang dalam negeri pun internasional,” tutupnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)

Read more...

Rabu, 28 September 2016

Ayo Borong Aneka Produk Halal Kelas Dunia di Halal Lifestyle Expo & Conference

Persaingan global di sektor industri halal semakin sengit. Sejumlah negara saling berlomba menarik devisa dengan menawarkan produk-produk halal termasuk pariwisata halalnya. Sebagai negara mayoritas Muslim, Indonesia tak mau sekadar menjadi konsumen tapi juga produser. Untuk menjawab tantangan itu, Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 pun bakal digelar di Jakarta.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, H Sapta Nirwandar menjelaskan halal saat ini bukan sekadar jadi istilah untuk segala hal yang diperbolehkan dalam Islam.

“Halal sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat Muslim di sejumlah negara termasuk Indonesia,” terangnya saat jumpa pers IIHLEC 2016 di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (28/9).

Menurut Sapta persoalan gaya hidup halal saat ini bukan perkara makanan, melainkan sudah mencakup hal-hal lain seperti kosmetik, obat-obatan, dan lainnya.

Jumlah umat Islam saat ini mencapai 25 persen dari total populasi dunia, atau sebanyak 1,8 miliar jiwa, dengan jumlah gross domestic product (GDP)-nya mencapai 7.740 dolar.

Itu merupakan jumlah yang sangat potensial sebagai pasar produk dan layanan halal. Apalagi beberapa negara muslim dan non muslim sudah memiliki even pameran terkait industri halal yang digelar rutin setiap tahun.

Kerena itulah pameran ini digelar. “Dengan expo ini diharapkan Indonesia juga jadi salah satu negara yang tercacat sebagai penyelenggara Halal Expo dan Conference. Tahun depan dan 2018, kita harapkan Indonesia sudah masuk agenda global untuk event ini setiap Oktober,” terang Sapta.

IIHLEC 2016 akan berlangsung di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta pada 6-8 Oktober mendatang.

Sapta menyebut ada 10 sektor yang secara ekonomi dan bisnis berkontribusi besar dalam industri halal yang akan dipamerkan di event perdana ini, yakni sektor industri makanan, wisata dan perjalanan, pakaian dan fashion, kosmetik, finansial, farmasi, media dan rekreasional, kebugaran, pendidikan, dan seni budaya.

Expo ini juga akan menggelar konferensi bertema "Halal Lifestyle: Global Trends and Business Opportunities" dengan menyasar pada para pelaku bisnis halal yang akan mengupas tuntas pertumbuhan industri halal yang mencapai 20 persen per tahun.

Sejumlah menteri dan ketua lembaga akan mendukung acara ini, termasuk beberapa pembicara, di antaranya Dr James Noh (Halal Certification & Consultancy Center at Korean Institute of Halal Industry), dan Dr M Yanis Musdja (Ketua Yayasan Produk Halal Indonesia).

Konferensi juga akan mengundang pembicara kehormatan, yaitu pendiri dan Direktur Halal Science Center Chulalongkorn University, Thailand, Winai Dahlan. Winai merupakan salah satu ilmuwan Islam yang berpengaruh di bidang sains dan teknologi, yang merupakan cucu pahlawan Nasional, Ahmad Dahlan.

Expo yang didukung sepenuhnya oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Komunitas Ekonomi Syariah, Majelis Ulama Indonesia, dan Ciputra Entrepreneur Management ini juga akan menampilkan pagelaran busana Musilm terkini dan seni budaya.

Untuk fashion akan ditampilkan busana muslim terbaru karya para perancang ternama seperti Dian Pelangi, Deden Siswanto, El Hijab, Irna Mutiaram L Tru, dan Si.Se.Sa.

Selain itu pemutaran film berjudul Kalam-Kalam Langit yang dibuat berdasarkan novel karya Pipiet Senda dan disutradarai Tarmizi Abka.

Sebelum pemutaran film yang dibintangi Elyzia Mulachela, Dimas Seto, Matias Muchus, dan Ibnu Jamil ini akan diselenggarakan diskusi ringan mengenai film tersebut.

Pameran ini akan ditutup dengan konser Dwiki Darmawan & Orchestra pada 8 Oktober. “Target pengunjung expo ini sampai 9.000 orang baik dari dalam maupun luar negeri,” tutup Sapta.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)

Read more...

Kabupaten Buru Angkat Potensi Wisatanya Lewat Festival Pesona Bupolo

Sadar memiliki potensi pariwisata yang tak dimiliki daerah lain dan pantas dijual, Pemerintah Kabupaten Buru, Provinsi Maluku didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar sebuah festival yang diberi label Festival Pesona Bupolo (FPB) tahun ini. Tujuannya tentu sekaligus untuk mengangkat objek-objek wisatanya.

Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara memberikan apresiasi penyelenggaraan FPB 2016 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Maluku khususnya ke Kabupaten Buru.

“Tahun ini Provinsi Maluku mentargetkan kunjungan 137.941 wisatawan (16.173 wisman dan 121.768 wisnus) dengan total nilai transasksi ekonomi sebesar Rp 377,3 miliar, sedangkan Kabupaten Buru mentargetkan 21.800 wisatawan (570 wisman dan 21.230 wisnus) nilai transaksi ekonomi sebesar Rp 30,3 miliar,” kata Ukus Kuswara dalam sambutannya dalam acara launching FBP 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar), Jakarta, Rabu (28/9).

Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengatakan Provinsi Maluku mempunyai potensi pariwisata yang besar, di antaranya Ambon-Banda oleh Kemenpar ditetapkan sebagai 10 destinasi prioritas wisata selam di Indonesia bersama dengan Bali, Lombok, Manado-Bunaken-Lembeh, Togean, Alor, Raja Ampat, dan Derawan.

“Potensi pariwisata ini gencar kita promosikan melalui kegiatan festival antara lain; Festival Pattimura, Festival Ambon Manise, Festival 1000 Suling Bambu Ambon, Festival Teluk Ambon, dan Festival Pesona Bupolo,” ungkapnya.

Kegiatan FPB 2016, lanjut Zeth diharapkan menjadi calender of event tahunan nasional dan menjadi media efektif untuk mempromosikan pesona Danau Rana sebagai salah satu destinasi wisata nasional dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan serta menciptakan nilai transaksi ekonomi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kominfo (Disparkom) Kabupaten Buru Istanto Setyahadi menambahkan Danau Rana yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini merupakan danau terbesar di Provinsi Maluku.

“Selain Danau Rana, Kabupaten Buru juga memiliki destinasi wisata alam seperti Pantai Jikumerasa, Pantai Waeperang, Pantai Waprea, Pantai Seit, dan Bukit Cinta atau Bukit Tatanggo,” terang Istanto.

Kabupaten Buru juga memiliki wisata minat khusus sejarah karena Pulau Buru pernah menjadi lokasi pembuangan tahanan politik di era pemerintahan Orde Baru salah satu peningalan sejarah yang masih tersisa yaitu Unit IV yang sekarang bernama Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo.

“Festival FPB 2016 akan berlangsung di Namlea, Kabupaten Buru pada 8-12 Oktober mendatang,” terang Istanto.

Berbagai kegaitan akan meramaikan festival yang baru kali pertama digelar ini antara lain lomba huhate in the pool, Bupolo expo, underwater photo contest, tranplantasi terumbu karang, festival papeda kuah ikan dan rujak karnaval, dan kirab budaya rakyat nusantara.

Di samping itu ada festival layang-layang, panggayung manggurebe, gerak jalan indah, parade tifan damang fafu/persembahan tarian sawat kolosal, makan patita, gosepa sail on Kaiely Bay, dan ditutup dengan malam hiburan rakyat.

“Mudah-mudahan dengan adanya Festival Pesona Bupolo, gaung objek-objek wisata di Kabupten Buru bisa ikut terangkat termasuk kulinernya ke tingkat Nasional,” harap Istanto.


Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: fikri-humas kemenpar

Read more...

Selasa, 27 September 2016

Kalahkan Ayam Betutu, Ayam Taliwang Jadi Kuliner Tradisional Terpopuler Tahun Ini

Indonesia punya jutaan kuliner tradisional yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Dari sekian banyak jenisnya itu, Ayam Taliwang-lah yang dinobatkan sebagai juara pertama peraih penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016 untuk kategori Hidangan Tradisonal Terpopuler (Most Popular Traditional Dishes).


Kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengalahkan Ayam Betutu (Bali) dan Pempek Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang berhasil menjadi juara II dan III.

Mengapa Ayam Taliwang bisa menyabet penghargaan API tahun ini? Bisa jadi kuliner khas masyarakat Sasak, suku asli yang menghuni Pulau Lombok ini bukan cuma lantaran sudah me-Nasional kepopulerannya, pun punya keistimewaan lain.

Kalau soal kemudahan menemukan kuliner tersebut di Lombok dan pulau atau pun kota lain, Ayam Betutu apalagi Pempek juga sama, sudah menyebar ke se-antero Nusantara.

Lalu apa ya yang membuat Ayam Taliwang berhasil menyabet predikat tersebut? Padahal kalau mau jujur, masih banyak kuliner lain yang juga sangat popular seperti Gudeg Jogja, Nasi Uduk Betawi, Soto Lamongan, Mie Aceh, Pecel Solo, dan lainnya.

Mungkin karena ada faktor pendukungnya, yakni Ayam Taliwang sebagai masakan halal yang diproses secara halal dan berada di pulau yang tahun lalu mendapatkan gelar sebagai destinasi halal dan destinasi bulan madu halal tingkat dunia versi World Halal Travel Award.

Sebenarnya apa itu Ayam Taliwang? Kalau yang belum pernah mencicipinya, sesuai namanya, kuliner ini berbahan utama ayam. Tapi ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang masih muda karena lebih empuk dagingnya.

Sebelum dibakar, ayam melewati proses penggorengan terlebih dulu baru kemudian dibakar dengan bumbu berbgaia rempah-rempah warisan nenek moyang secara turun-temurun.

Selain dibakar, Ayam Taliwang juga ada yang digoreng dengan aneka rasa pilihan seperti Ayam Taliwang Pedas, pedas manis, manis, dan Ayam Taliwang Madu. Semua Ayam Taliwang itu disajikan dengan bumbu khas terpisah.

Ayam Taliwang berasal dari nama kampung (karang) di Lombok yaitu Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Mataram.

Tak sulit menemukan Ayam Taliwang saat berada di Lombok. Sekarang juga sudah tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, dan kota besar lainnya. Menu utama ini sudah tersedia mulai dari rumah makan sederhana maupun restoran mewah.

Ada beberapa rumah makan yang kerap dikunjungi wisatawan saat bertandang ke Lombok, antara lain Rumah Makan (RM) Taliwang Raya di daerah Desa Taliwang, Cakranegara, Kota Mataram yang menjadi tempat asal mula Ayam Taliwang.

Lalu RM Bengkel Murah Meriah di Jalan TGH Ibrahim Khalidy Bengkel, RM Lesehan Taliwang Irama di Jalan Irma Suryani, Cakranegara, dan Rumah Makan Taliwang Kania di Jalan Panca Usaha, Cakranegara, Kota Mataram juga.

Berikutnya Ayam Taliwang Pak Udin di Jalan Gelatik Cakra (sebelum Hotel Lombok Plaza). Cuma bukanya mulai pukul 6 sore hingga larut malam.. Harga se porsi Ayam Bakar Taliwang di masing-masing RM tersebut rata-rata sekitar Rp 40.000.


Uniknya Ayam Taliwang yang bercitra pedas biasanya disertai kuliner khas Lombok lainnya yang juga tak kalah pedasnya yakni Pelecing Kangkung yang berbahan utama kangkung dan toge. Harga Pelecing Kangkung mulai dari Rp 10.000 per porsi.


Menu tambahan lainnya Tahu Goreng Lombok dengan harga berkisar dari Rp 15.000 per porsi isi 4 potong. Tahu berdaging agak padat namun tetap lembut ini disantap dengan sambal kecap bercampur irisan cabe rawit pedas.

Bisa juga Sate Bulayak yang berbahan utama daging sapi, ayam ataupun jeroaan. Saos bumbunya dari kacang Tanah sangrai yang direbus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya. Rasanya pedas dan gurih mirip seperti bumbu kari.

Teman makannya bukan ketupat ataupun lontong melainkan Bulayak, semacam Lepet kalau di Jakarta, yakni lontong yang dikemas kecil memanjang dibungkus dengan daun aren, nyiur ataupun daun enau yang dililit membentuk spira, Ketika membukanya akan bergerak memutar. Bulayak memiliki rasa gurih dan berstektur lembut. Cara menikmatinya dicocol dengan bumbu sate.

Pedagang Sate Bulayak mudah dijumoai di kawasan kuliner di Sepanjang Cendana atau ke arah Bandara Selaparang, Bandara lama. Selain itu di daerah wisata Suranadi, Narmada, dan sekitar Pantai Senggigi.

Kuliner khas Sasak memang rata-rata bikin lidah berdecak wah, wah karena kepedasan, lalu keringat mengucur deras.

Kalau suka kuliner khas Lombok yang berkuah dan tidak terlalu pedas, ada Bebalung atau sop tulang sapi seharga Rp 30.000, Sayur Kuning Ikan Laut Rp 25.000, dan Soto Lombok Rp 25.000 per porsi.

Keberhasilan Ayam Taliwang menjadi kuliner terpopuler se-Indonesia di ajang API 2016, menambah koleksi penghargaan bagi sektor kepariwisataan NTB.

Lalu setelah ini, mampukah Ayam Taliwang menembus pasar global sehingga namanya mendunia sebagaimana Tom Yam-nya Thailand?

Untuk mewujudkan mimpi itu rasanya perlu kerja keras semua pihak dan campur tangan pemerintah pusat serta kejelian dalam berpromosi lewat beragam media dan cara.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)


Read more...

Senin, 26 September 2016

Dieng Salah Satu Dataran Tinggi Terpopuler se-Indonesia. Pesonanya Keren Abieess..

Pesona alam Indonesia bukan cuma bawah laut dan pesisir pantai, pun dataran tinggi yang sudah terbukti berhasil menjaring jutaan wisatawan tiap tahunnya. Dari sekian dataran tinggi yang tersebar di negeri ini, tiga di antaranya masuk dalam kategori Dataran Tinggi Terpopuler (Most Popular Highland) versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016, salah satunya Dieng.

Dataran Tinggi (Plateu) Dieng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng) berhasil menyabet juara kedua untuk kategori tersebut. Juara pertama dan ketiga diraih Gunung Kerinci di Jambi dan Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

TravelPlusIndonesia menilai Dataran Tinggi Dieng pantas menyandang predikat kedua untuk kategori tersebut, bahkan mungkin peringkat satu. Pasalnya selain dihiasi alam yang menawan juga ada sejumlah candi, kuliner, dan tradisi budaya serta event-nya. Salah satu even budayanya yang sudah me-Nasional adalah Dieng Culture Festival (DCF) yang sudah 4 kali digelar hingga tahun ini.

Dalam DFC ada kegiatan budaya yang menjadi andalan even tahunan ini yakni ritual Ruwatan Potong Rambut Gembel atau pemotongan rambut bocah Dieng yang berambut gembel untuk menghindarkan dirinya dari segala penyakit dan bala.

DFC tahun ini juga terasa lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya lantaran ada pagelaran Jazz Di Atas Awan.

Sejak tiga tahun belakangan ini, DCF telah menjadi magnet baru wisata di Jateng karena berhasil menjaring ribuan pengunjung ke Dieng. Keberhasilan inilah yang mungkin menjadi alasan kuat Dieng mendapatkan penghargaan API 2016

Dieng juga dihiasai beberapa kawah aktif, salah satunya Kawah Sikidang merupakan kawah terpopuler di Dieng, tepatnya di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jateng.

Ciri khas kawah ini, uap air dan lava-nya muncul berpindah-pindah bahkan melompat, layaknya seekor kijang. Oleh karenyanya dinamakan Kawah Sikidang. Kidang berarti kijang.

Pesona lainnya beberapa telaga seperti Telaga Warna dan Telaga Pengilon, serta sejumlah candi yang nama-nama diambil dari tokoh pewayangan, seperti Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Gatotkaca.

Candi-candi di Kompleks Dieng tersebut, kemungkinan berasal dari abad ke 8-10 Masehi. Sebuah prasasti ditemukan didalam komples yang berangka tahun 713 Saka datau 809 Masehi, namun ada dugaan candi-candi tersebut lebih tua.

Pesona kulinernya ada Mie Ongklok, Carica, Kripik Jamur, dan Kopi Purwaceng. Carica adalalah pepaya gunung khas Dieng. Biasany diolah menjadi manisan. Harga tiga manisan Carica ukuran cup plastik kecil harganya Rp 10.000, kalau yang besar satuannya Rp 5.000, sedangkan dalam botol kaca Rp 10.000 per botol.

Dieng juga dikelilingi beberapa gunung, antara lain Gunung Prau yang secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Banjarnegara, Jateng. Selain Prau, juga ada Gunung Pakuwaja (2.395 mdpl), Sikunir (2.263 mdpl), Sipandu, Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawahi.

Namun yang paling tersohor tentu saja Gunung Prau dan Sikunir, lantaran dari masing-masing puncaknya dapat melihat golden dan silver sunrises.

Dari puncak Prau ke arah Timur, selain dapat menyaksikan pesona sunrise juga ada 9 gunung yang bersemayam di Jawa Tengah, 5 di antaranya gunung populer yakni Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, dan Unggaran. Sisanya, 4 gunung yang tak populer yakni Kembang, Telomoyo, Tlerep, dan Bukit Batok.

Ke arah Barat ada 3 gunung yang nampak, 2 di antaranya gunung yang sangat populer yakni Gunung Slamet dan Gunung Ceremai yang berada paling jauh dan sempat diduga sebagai cerminnya Gunung Slamet. Sisanya Gunung Sikunir serta tentunya pesona sunset-nya.

Ke arah ini juga terlihat jelas keseluruhan Dieng, dari teras-teras perkebunan kentang, kubis, dan bawah prei, rumah-rumah penduduk di sejumlah desa, masjid, dan tentu saja Telaga Warna dan Telaga Pengilon serta hutan yang semakin menyusut luasnya.

Untuk melihat panorama ke arah Barat, terlebih dulu meniti tanjakan ber-savana di kiri-kanannya, yang mirip sekali dengan "Tanjakan Cinta" di Gunung Semeru.

Salah satu jalur pendakiannya ke puncak Gunung Prau lewat dari Petakbanteng, Jalan Dieng Km 24, Desa Kejajar, Wonosobo.

Tak sulit menjangkau Dieng. Kalau Anda dari Jakarta, bisa naik bis ekonomi ataupun AC dari sejumlah terminal yang ada di Jakarta. Dari terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan bisa-nya berangkat jam 6 pagi dan jam 5 sore. Lewat dari itu, bakal ketinggalan. Tiketnya Rp 75.000 per orang untuk Bis AC. Tapi kalau ongkos bis AC dari Terminal Mendol, Wonosobo ke Lebakbulus Rp 80.000 per orang.

Sebaiknya dari Jakarta pakai bis yang sore, jadi setibanya di Terminal Mendolo, pagi. Pilihan lain dengan mobil eksekutif yang ada tempat tidurnya, mobilnya berkapasitas 20 orang. Dari Terminal lalu lanjutkan ke kota Wonosobo dengan angkot Rp 2.000 per orang.

Sarapan dulu dengan Mie Ongklok, lalu lanjutkan ke Dieng dengan mini bus. Penginapan sudah banyak tersedia di Dieng, mulai dari tarif ratusan ribu per-malamnya. Kalau mau langsung ke Gunung Prau, minta diantar ke Balai Desa Patakbanteng Rp 10.000 per orang.

Akankah API tahun depan, Dieng bisa mempertahankan predikatnya atau bahkan naik ke posisi teratas? Atau justru sebaliknya turun ke posisi ketiga atau tidak mendapatkan gelar itu lagi sama sekali? Ya kita tunggu saja kabar hasil API 2017 nanti.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Minggu, 25 September 2016

Usai Sukses Konser Tunggal, Orkestra Lalare Bakal Tampil di Ijen Summer Jazz 2016

Orkestra Lalare berhasil menghipnotis ribuan penonton dalam konser tunggal musik etnik khas tanah Blambangan di Gesibu (Gedung Seni Budaya), Banyuwangi, Sabtu (24/9/2016).


Setelah ini, orkestra anak-anak khas Banyuwangi, Jawa Timur ini bakal unjuk gigi di ajang Ijen Summer Jazz (ISJ) di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi.

Mereka akan disandingkan dengan musisi papan atas Balawan dan Harvey Malaihollo di ajang Jazz Gunung itu, 22 Oktober mendatang.

“Ribuan orang menonton konser Orkestra Lalare. Ada Bupati Banyuwangi, Kadispar Banyuwangi Moh. Bramuda, para undangan dari akademisi Surabaya, masyarakat Banyuwangi. Tak ketinggalan wisatawan yang tengah beriwisata di Banyuwangi dan lainnya,” kata Moh. Syaiful, salah satu pelatih Orkesta Lalare kepada TravelPlusIndonesia, baru-baru ini.

Menurut Syaiful Orkestra Lalare yang mengangkat tema ‘Nyerambahi Jagad’ ini berlangsung mulai pukul 7 malam sampai dengan 10 malam. “Pemainnya ada 100 musisi cilik, masih pelajar SD hingga SMP se-Banyuwangi. Mereka memainkan alat musik tradisioanal,” jelasnya.

Penampilan Orkestra Lalare kali ini, lanjut Syaiful terbagi tiga seqmen dengan membawakan sekitar 13 lagu. “Di seqmen pertama mereka membawakan lagu Gebyar Lalare, Prolog Lalare, Banyuwangi Asri, Ono Paran, Banyuwangi Maju, dan Hadrah Kuntulan,” terangnya.

Di seqmen kedua, orchestra Lalare menyuguhkan Konser Lalare, Padang Ulan versi Bahasa Inggris, dan Kembang Peciring. “Nah, di segmen ketiga, lagu yang mereka bawakan Lelepak Lelepung, Kereta Malam, Tanduk Majeng, dan Umbul-Umbul Belambangan,” beber Syaiful.

Kelebihan Orkestra Lalare, selain para pemainnya masih anak-anak dengan memainkan beragam alat musik tradisional dan berpakaian tradisional, lagu yang dibawakan juga bervariasi genre-nya.

Ada lagu beraliran pop, blues, rock bahkan dangdut. Namun dikemas secara orkestra tradisional tanpa menghilangkan karakter atau identitas lokal ke-Banyuwangi-an, terutama teknik pukulan permainan perkusi khas Bumi Blambangan ini yang cepat.

Meskipun baru tampil perdana tahun 2015 namun Orkestra Lalare sudah menperoleh prestasi membanggakan, yakni berhasil meraih penghargaan dari Pasific Asia Travel Association (PATA) 2016 untuk kategori heritage and culture pada 9 September lalu.

Bahkan orkestra ini sudah dimasukkan dalam agenda Banyuwangi Festival 2016.

Bravo, bocah-bocah kreatif Orkestra Lalare Banyuwangi. Teruslah berkarya dan berprestasi.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)
Foto: dok. Syaiful

Read more...

Kamis, 22 September 2016

Kena Serangan Jantung Saat Berwisata, Begini Langkah Awal Penanganannya

Mungkinkan serangan jantung bisa menimpa seseorang saat tengah berwisata? Jelas mungkin. Sekalipun wisata yang dilakukannya itu terbilang ringan seperti rekreasi atau piknik, bukan wisata petualangan yang berat-berat, menantang, dan memacu adrenalin. Lalu bagaimana langkah penanganannya?

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Saat beraktivitas di luar rumah seperti bekerja, berolahraga, berbelanja, hangout, dan lainnya.

Bahkan bisa juga saat santai di rumah. Kejadiannya pun bisa secara mendadak. Kalau tidak tahu penanganannya bisa fatal, meninggal seketika.

Ahli kardiologi Dr dr Ismoyo Sunu SpJP(K) FIHA FasCC mengatakan serangan jantung itu identik dengan sindroma koroner akut.

“Gejalanya nyeri dada. Keluhan ini bisa muncul ketika sedang bergiat melakukan aktivitas fisik ataupun istirahat. Biasanya dirasakan lebih dari 20 menit,” terang dr Ismoyo dalam acara press briefing Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Kamis (22/9).

Keluhan nyeri dada ini, lanjutnya sering disertai dengan mual, muntah, dan keringat dingin.

“Apabila merasakan gejala itu, sebaiknya yang dianjurkan penderita tenang, lalu tidur dengan posisi setengah duduk,” ungkapnya.

Penderita sebaiknya mengurangi aktivitas, dan jangan diberi makan atau minum. “Dikhawatirkan itu akan membuat paru-paru terendam,” jelasnya.

Tindakan berikutnya, berikan Aspirin yang merupakan salah satu orotokol pengobatan dalam penanganan penderita serangan jantung di rumah sakit. “Obat itu bekerja sebagai pengencer darah yang berguna agar tidak melebar terjadinya pembekuan darah saat terjadi serangan,” terangnya.

Langkah berikutnya segera bawa ke UGD rumah sakit terdekat. “Bila penderita terasa sesak nafas dalam perjalanan, tidurkan dengan bantal tinggi,” tambahnya.

Menurut dr Ismoyo penanganan pada penderita serangan jantung tanpa henti jantung ini, sebaiknya harus kurang dari 12 jam.

Ada beberapa langkah preventif untuk mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK).

“Bisa dengan menurunkan tekanan darah, mengendalikan kadar gula darah dan kadar kolesterol agar tetap dalan kondisi normal.” imbaunya.

Cara lainnya, berhenti merokok dan berolah raga teratur seperti jalan kaki serta kendalikan lingkar pinggang. “Kalau laki-laki sebaiknya lingkar pinggangnya jangan lebih dari 90 cm, sedangkan wanita jangan lebih dari 80 cm,” tambahnya.

Direktur Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kemenkes dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati menambahkan serangan jantung merupakan penyakit tipe mendadak terjadinya secara dadakan akibat tidak jeli dalam melihat kondisi tubuh.

Menurutnya banyak yang meninggal seketika karena tidak jeli dalam melihat kondisi tubuhnya.

“Soalnya banyak yang tidak paham bagaimanana menanganinya saat terasa sakit dada sehingga keliru menanganinya. Lima puluh persen yang mendapatkan serangan jantung, bisa meninggal di tempat,” ungkapnya.

Serangan jantung ini sakitnya biasanya bukan cuma di satu titik dada saja.

“Melainkan bisa melebar dan menjalar hingga lengan. Dan rasa sakit dadanya bikin tidak nyaman,” terangnya.

Menurut dr Lily penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya.

Untuk itu, setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Tema Hari Jantung Sedunia yang diusung pada 2016 adalah “Power Your Life”, yang bertujuan untuk meningkatkan awareness atau kewaspadaan masyarakat terhadap gejala, faktor risiko, dan penanganan dini serta rehabilitasi dari PJK.

“Kalau tak mau kena serangan Jantung. Jangan mager atau males bergerak, jangan merokok lagi, kurangi mengkonsusmsi gula, garam, dan lemak. Dan sebaiknya perbanyak makan buah dan sayur,” tambah dr Lily.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)

Read more...

Tengok Sejuta Pesona Garut Biar Duka Tak Berlarut-Larut

Garut tengah berduka. Banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk ditambah longsor, baru saja menghancurkan sejumlah pemukiman penduduk di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Puluhan jiwa melayang dan kerugian ditaksir mencapai belasan milyar.

Berita, foto, dan video seputar bencana itu pun tersiar luas di sejumlah media massa dan media sosial. Disusul ucapan duka dan seruan menjadi relawan serta penggalangan dana untuk membantu meringankan warga Garut yang tertimpa musibah.

Seketika pesona Garut pun terlupakan. Nah, untuk mengingatkan kembali sekaligus menyeimbangkan berita terkait bencana itu, TravelPlusIndonesia mengajak Anda menengok sejuta pesona wisatanya.

Sambil menengok keistimewaan pesona Garut, tentu saja tak lupa mendoakan warga Garut yang tertimpa musibah agar diberi kekuatan dan kesabaran. Dan mudah-mudahan ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari petaka itu.

TravelPlusIndonesia sendiri sudah menyambangi Garut beberapa kali. Dan pesona alamnya tak terbantahkan. Tak berlebihan jika dulu sempat dijuluki Switzerland van Java.

Pesona Garut amatlah beragam, ada candi, situ (danau kecil), ziarah, pemandian air panas, belanja, kuliner, pantai, sungai, air terjun, kawah, dan gunung serta beberapa penginapan resort yang amat menawan berkonsep back to nature.

Pesona Garut yang ada di sekitar kotanya antara lain Candi Cangkuang di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles.

Nama candi peninggalan umat hindu dari Kerajaan Sunda Galuh ini diambil dari nama tanaman lokal, sejenis pandan.

Tanaman ini tumbuh di makam Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur masyarakat adat Kampung Pulo. Daun tanaman itu sering dimanfaatkan warga untuk membuat kerajinan anyaman.

Untuk menjangkau candi ini, pengunjung harus menyeberangi Situ Cangkuang dengan perahu getek wisata. Di dekat candi terdapat beberapa rumah adat Kampung Pulo.

Berikutnya Pemandian Air Panas di Cipanas yang sumbernya bukanlah dari pegunungan melainkan geyser yang berasal dari kerak bumi.

Pemandian air panas yang berada sekitar 6 Km dari kota Garut dan 50 Km dari kota Bandung ini, airnya diyakini dapat menyembuhkan penyakit kulit seperti gatal-gatal dan masalah tulang seperti rematik, pegal linu dan lainnya. Keistimewaan lainnya, sekitar pemandian ini juga berpanorama elok.


Pesona Kuliner dan Oleh-Oleh
Garut juga punya pesona wisata kuliner dan oleh-oleh yang cukup beragam, di antaranya Batik Tulisan Garut.

Salah satu lokasi berbelanja Batik Garutan ada di Batik Garutan Rasya. Kelebihan belanja di tempat ini, pengunjung bisa melihat proses pembuatan batik tulis dan batik sablon.

Lokasinya di Jalan Otto Iskandardinata, Komplek PLN No.1 (sebelah Bank BRI Paseban), Tarogong, Garut.

Harga Batik Tulis Garutan di Raysa Batik bervarasi dari mulai 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per meter bahkan lebih, tergantung motif, warna, dan jenis dari kainnya. Selain kain dan baju juga ada berbagai kerajinan dari batik seperti tas, dompet, sandal, taplak meja, dan kipas.

Pilihan lokasi lainnya di Jalan Papandayan No 54. Di sini, tamu yang datang akan diajarkan mengunakan canting dan malam di atas selembar kain.

Ada juga kerajinan dari Akar Wangi di Graha Kriya Zocha milik Franz di Jalan Pakuwon No 1, Kota Garut. Harganya mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Aneka kerajinan dari akar wangi produk Graha Kriya Zocha juga bisa dibeli secara online. Tapi jika datang langsung ke lokasinya jelas pembelinya punya banyak keuntungan.

Selain lebih puas memilih, dapat memesan sesuai keinginan mengingat graha ini tempat berkumpulnya para perajin terampil, juga bisa menyaksikan cara pembuatannya, serta melihat langsung tanaman akar wangi yang sengaja ditanam di pot besar di depan graha.

Kulinernya tentu saja Dodol Garut. Lokasi belanjanya antara lain di Pabrik Dodol Picnic, Jalan Pasundan Nomor 102. Dodol Picnic memiliki variatif rasa seperti rasa buah stroberi, durian, sirsak, dan jambu. Ada pula rasa wijen dan jahe.

Usai melihat langsung pembuatan dodol, pengunjung dapat mencicipi aneka dodol produksi Dodol Picnic. Tapi jangan lupa setelah itu belanja dodol sebagai oleh-oleh.

Ada juga Chocodot atau cokelat isi dodol Garut. Lokasinya Toko Chocodot berada di Jalan Otto Iskandardinata No 2, Pasawahan. Selain membeli juga dapat mengikuti kelas memasak atau sekadar melihat demo pembuatan Chocodot.

Wisata belanja aneka kerajinan dari kulit domba, sapi, dan lainnya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, daerah Sukaregang.

Di jalan itu ada sederet toko yang menjual produk busana dari kulit domba, salah satunya adalah Toko Astiga milik Yunus Sopian. Produk yang jual antara lain jaket, tas, sampai sepatu. Harga jaket dibanderol mulai dari Rp 500.000 hingga jutaan.

Pesona Bahari
Garut juga punya pesona bahari berupa sejumlah pantai, seperti Pantai Puncak Guha di Garut Selatan, tepatnya di Kecamatan Bungbulang, sekitar 34 Km dari Kota Garut. Atau 3 km dari Pantai Ranca Buaya.

Keindahan panorama pantai ini dapat dilihat dari puncak tebing. Di bawah tebingnya ada ratusan kelalawar atau kalong. Lalu Pantai Karang Paranje di Kecamatan Cibalong. Ciri khasnya ada bekas gugusan karang di sepanjang pantai. Pantai berluaskan sekitar 9 hektar ini berpanorama sunset yang menawan.

Kemudian Pantai Cijeruk Indah di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong. Pantainya tidak terlalu ramai pengunjungnya hingga lingkunganya masih relatif bersih dengan kondisi air laut yang jernih.

Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet, sekitar 88 Km Selatan Kota Garut. Pantai ini selalu ramai, terutama akhir pekan dan liburan.

Selanjutnya Pantai Rancabuaya Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, sekitar 135 km dari Kota garut. Meski jauh akse ke pantai ini jalannya sudah terbilang mulus. Medan jalanannya berkelok-kelok dan juga menanjak. Kelebihannya di sepanjang perjalanan anda akan menemui pemandangan pegunungan yang indah.

Pantai Rancabuaya juga memiliki gelombang ombak yang cukup besar karena berbatasan dengan Samudera Hindia sehingga banyak dimanfaatkan untuk surfing. Keistimewaan lainnya ada air terjun yang secara langsung tumpah ke laut.

Airterjun di Garut pesonanya juga menawan, antara lain Curug Orok atau Air Terjun Bayi di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang yang berketinggian kurang lebih 45 meter.

Satu lagi Curug Sanghyang Taraje terletak di Pakenjeng, Desa Kombongan, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. Berada di ketinggian 460 meter di atas permukaan laut (dpl).

Di dekat Curug setinggi sekitar 80 meter ini, ada selokan irigasi yang airnya bersumber dari curahan curug tersebut. Alirannya menuju persawahan yang ada jauh di bawah curug. Di tempat itu kami bertemu dengan 4 orang pengunjung.

Usai berdingin-dingin di air terjun itu lanjukan berendam di Kolam Air Hangat daerah Depok, Garut.

Kolam air hangat ini terbagi dua, yang berukuran agak besar khusus orang dewasa. Sedangkan kolam yang kecil untuk anak-anak.

Kolam air hangat ini buka tiap hari mulai pukul 6 pagi sampai 8 malam. Khusus malam Minggu tutup pukul 22.00 WIB.

Pesona Gunung
Pesona Garut lainnya adalah gunung. Tercatat sekurangnya ada 4 gunung yakni yang paling tersohor Gunung Papandayan, Guntur, Cikuray, dan Sadahurip. Gunung yang terakhir pernah disebut-sebut sebuah Piramida.

Gunung Papandayan berada di Kecamatan Cusurupan, sekitara 70 Km dari Kota Bandung. Gunung aktif ini disebut-sebut ikonnya wisata alam Garut.

Pesona utamanya kawah dengan danau kawah belerang yang asapnya terus mengepul.

Lalu Hutan Mati yang eksotis berupa batang dan rinting-ranting pohon yang merangas, dan Pondok Salada yang merupakan padang edelweiss yang kerap dijadikan lokasi kemah sebelum pendaki ke puncak.

Garut juga punya wisata ziarah, antara lain Makam Godog yang dipercaya sebagai makam Prabu Kian Santang atau juga dikenal dengan Syekh Sunan Rohmat putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.

Lokasinya di lereng Gunung Karacak, tepatnya di Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan. Banyak peziarah yang mengunjungi Makam Godog dikarenakan Prabu Kian Santang disejajarkan dengan para wali yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Pesona Resort
Garut punya sejumlah resort yang tersohor antara lain Kampung Sampireun Resort & Spa, penginapan Kampung Sumber Alam Resort, dan Kamojang Green Hotel & Resort.

Kampung Sampireun berada di Jalan. Raya Samarang Kamojang Km. 4, Ciparay, Sukakarya, Samarang, Kabupaten Garut.

Pesona utamanya keindahan Danau Sampireun yang berair bening dengani pasukan ikan di dalamnya serta pemandangan nan geulis berupa Tropical Gardenlust yakni berupa kerimbunan deretan pohon pinus, ditambah tumah-tunah tradisional khas Sunda di pinggir danau.

Kampung Sumber Alam Resort yang berjarak kurang dari 3 Km dari pusat kota Garut, tepatnya di daerah Pemdandian Air Panas, Cipanas. Resort yang berada di Jalan Raya Cipanas ini dikelilingi rangkaian gunung, di sebelah Utara Gunung Guntur, sebelah Selatan Gunung Cikuray, dan sebelah Barat Gunung Papandayan. Jelas pemandangan yang disuguhkan sungguh sangat indah.

Kamojang Green Hotel & Resort berada di Jalan Raya Kamojang Km 3, Samarang, Garut. Resor menawan yang baru beroperasi 2 tahun ini berkonsep one stop living, lengkap, mewah, dan modern namun tetap menyatu dengan alam pedesaan.

Resort ini memiliki sekitar 49 unit kamar dengan pemandangan Gunung Guntur dan kebun dan area persawahan yang indah. Biaya menginap per malamnya cukup bervariasi. Tipe kamar premier mulai dari Rp 900.000, Azalea Rp 1.250.000, Ambrosia Rp 2.500.000 dan Magnolia Rp 3.750.000. Harga akan menjadi lebih mahal saat akhir pekan dan hari libur lainnya.

Pesona Sungai
Selain pantai, situ, dan air terjun, pesona Garut dari unsur air lainnya adalah sungai. Ada 2 sungainya yang kerap dijadikan sebagai wahana arung jeram, yakni di sepanjang Sungai Cikandang dan Cimanuk.

Sumber air dari Sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Gunung Papandayan. Sungai ini berliku-liku dan arisnya cukup deras. Berarung jeram di sungai ini disuguhi pemandangan alam yang indah dan masih asri.

Saat musim kemarau air sungainya amat jernih namun debit airnya menurun. Meski begitu debit air disana cukup stabil untuk arung jeram. Untuk melakukan arung jeram lebih seru saat musim penghujan namun airnya keruh dan cokelat.

Sungai Cimanuk yang namanya kini makin popular setelah meluap hingga menimbulkan banjir bandang, Selasa (20/9/2016) malam, sebenarnya juga kerap digunakan untuk arung jeram. Arus sungainya cukup deras apalagi saat musim hujan.

Sungai yang berada di antara kaki Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray ini mengalir membelah Kota Garut menuju Sumedang, Majalengka, dan Cirebon. Sepanjang 92 Km sungai ini berada di wilayah Garut dengan 58 buah anak sungainya.

Aliran Sungai Cimanuk dipasok oleh cabang-cabang anak sungai yang berasal dari lereng pegunungan yang mengelilinginya. Sungai Cimanuk termasuk sungai yang memiliki banyak sekali batu besar.

Aktivitas arung jeram di sungai ini berlokasi di daerah Padarek, Kecamatan Bayongbong. Hanya sekitar 5 Km dari pusat kota Garut dan 13 Km dari area wisata Cipanas Garut.

Kabarnya Cimanuk meluap karena KRS (Koefisien Regim Sungai)-nya paling buruk dibanding sungai-sungai yang ada di Jawa.

Kawasan resapan alirannya berkurang, sementara banyak lahan hutan di bagian hulu, pegunungan, dan perbukitan yang berubah fungsi menjadi pertanian dan pekebunan.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Rabu, 21 September 2016

Berwisata Jeep Nikmati Pesona Merapi, Ah Sensasinya Beda

Gunung Merapi selama ini dominan diminati pendaki. Ya benar-benar pendaki, harus bersusah payah mendaki dari kaki hingga puncaknya yang berketinggian 2.965 mdpl. Kini sejak ada Wisata Jeep, Merapi bisa dinikmati siapa saja dari anak-anak sampai orangtua. Sensasinya yang ditawarkan hemmm.., jelas beda.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor H. Shahlan Rasyidi menilai Wisata Jeep Merapi ini memberi inspirasi bagi daerah-daerah lain termasuk Kota Bogor untuk bisa lebih kreatif dan inovatif mengemas produk wisatanya agar bisa memberikan pilihan berwisata yang beda kepada wisatawan.

“Cuma satu kata, seru,” kata Shahlan kepada TravelPlusIndonesia usai berwisata jeep Merapi dengan mengunakan jeep Land Cruiser berwarna merah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Apip Supriadi, baru-baru ini.

“Biar badan terombang-ambing ke kiri-ke kanan. Tapi disuguhkan pemandangan bagus, terlebih ketika puncak Gunung Merapi menampakkan diri saat tak terhalang kabut,” tambahnya.

Lain lagi dengan Kepala Seksi Jasa dan Sarana Pariwisata, Disbudparekraf Kota Bogor Nana Supriatna yang juga ikut rombongan berwisata jeep Merapi.

Menurut Nana Wisata Jeep Merapi berhasil membuka banyak peluang usaha buatan bagi masyarakat setempat, seperti warung dan lainnya.

“Kalau kegiatannya sendiri mampu memacu adrenalin, kental nuansa petualangnnya tapi tetap ramah lingkungan, dan kesannya cowok banget,” ujar Nana.

Wisata Jeep Merapi belakangan ini memang menjadi primadona pariwisata Kabupaten Sleman dan DIY secara keseluruhan. Buktinya peminatnya dikabarkan sudah 2 juta-an sejak dibuka tahun 2012 lalu atau 2 tahun setelah merapi erupsi hebat.

Purwanto (38), salah satu pengendara Merapi Land Cruiser Community (MLCC) yang ber-basecamp di Dusun Pangukrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY menjelaskan ada tiga jenis paket wisata jeep yang bisa dipilih pengunjung paket Short, Medium, dan Long Trip.

“Kalau paket tur jeep yang Short Rp 350.000 dengan durasi 1 hingga 1,5 jam. Sedangkan yang Medium Rp 450.000 selama 2 hingga 2,5 jam, dan paket Long Trip Rp 550.00 per mobil dengan durasi hingga 3 sampai 3,5 jam. Maksimal satu jeep berpenumpang 4 orang ditambah driver,” terang Ipunk sapaan akrab Purwanto.

Paket-paket tersebut juga sudah termasuk retribusi masuk obyek wisata, sebesar Rp 10.000 per jeep.

Paket Short Trip ini dimulai ada tiga titik yang dikunjungi Bunker Kaliadem, Batu Alien, dan Museum Museum Gunung Merapi.

“Rute itu kalau ingin mengejar matahari terbit dari bunker. Namanya Paket Sunrise, harganya Rp 500.000. Berangkat dari basecamp selepas Shalat Subuh atau pukul 4.30 pagi. Kalau berangkatnya siang, rutenya dibalik dari Museum Gunung Merapi, Batu Alien baru ke Bungker, harganya Rp 350.000 per jeep,” terangnya.

Bunker Kaliadem ini pernah menewaskan 2 orang relawan saat erupsi Merapi tahun 2006 dan kemudian meletus hebat lagi pada tahun 2010.

Kalau paket Medium Trip, rutenya sama dengan paket short trip ditambah dengan menyusuri Kali Gendol yang menjadi tempat mengalirnya material erupsi Merapi.

Untuk Paket Long Trip, treknya rute Medium Trip ditambah dengan mengunjungi makam Mbah Maridjan, makam massal warga, dan Bukit Glagahsari.

Menurut Ipunk, pengemudi jeep kerap dijuluki joki 3 in 1 karena merangkap sebagai driver, pemandu, dan sekaligus fotografer.

Perjalanan menggunakan jeep dan berbagai kendaraan petualangan ini dijamin menyenangkan sekaligus menantang.

Di sepanjang jalan wisatawan dapat menyaksikan sisa-sisa keganasan erupsi Merapi yang meluluh-lantahkan Kinahrejo dan sekitarnya. Wisatawan juga bisa melihat bekas hunian warga yang ambruk, timbunan material vulkanik berupa pasir dan kerikil, serta batu-batu berukuran besar yang dimuntahkan dari perut Merapi.

Di Museum Gunung Merapi atau The House of Memory di Kampung Petung, ada barang-barang yang berhasil diselamatkan dari bekas erupsi Merapi seperti bangkai sepeda motor, TV, botol-botol minuman yang meleleh, kerangka tulang sapi, perabotan rumah, perkakas, dan jam erupsi, yakni jam dinding yang kedua arah jarumnya menunjukkan pukul 12 malam lewat 5 menit, tepat kejadian erupsi dasyat itu.

Di Kampung Petung, 7 Km dari puncak Merapi yang berjumlah 105 rumah, tak satu pun penduduknya yang menjadi korban.

Namun ada lebih dari 400 ekor sapi yang tewas terpanggang panasnya material muntahan Merapi saat itu.

Warganya yang selamat kemudian di relokasi ke bagian bawah, sekitar 8 Km dari kampung asal.

“Tapi di kampungnya Mbah Maridjan ada 39 orang termasuk seorang wartawan dan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) yang menjadi korban,” terang Ipunk.

Menurut Ipunk ada satu paket lagi yang lebih seru. Namanya Paket Lava Tour dengan menggunakan motor trail. Tarifnya Rp 200.000 untuk sewa selama 2 jam.

Paket ini jauh lebih menantang karena wisatawan bisa menyusuri kawasan-kawasan yang tidak terjangkau oleh jeep seperti bekas rumah Mbah Maridjan.

Wisata Jeep Merapi bukan hanya sukses menjaring wisatawan nusantara dari berbagai daerah termasuk dari sejumlah Disparda, salah satunya Disbudparekraf Kota Bogor yang datang rombongan untuk melakukan studi banding, pun wisatawan mancanegara.

“Perdana Menteri Malaysia pernah mencoba wisata jeep ini tahun 2014. Kalau artis yang saya ingat, ada Denada, Shanty, pelawak Bopak, petinju Chris John dan pesepakbola Nasional Bambang Pamungkas,” ungkap Ipunk.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)


Read more...

Selasa, 20 September 2016

Usai Raih Gelar Kota Paling Dicintai, Bogor Kian Bersemangat Jadi Smart, Green & Heritage City

Saluuuut... Kota Bogor, Jawa Barat,  berhasil menyabet predikat bertaraf internasional sebagai Kota Paling Dicintai (The Most Loveable City) 2016. Predikat itu terbilang prestisius, pasalnya kota yang dikalahkan bukan cuma Balikpapan dan Jakarta, melainkan Kota Paris, Perancis dan 43 kota dari 27 negara peserta kampanye global "We Love Cities". Hebring euy…

“Juni lalu predikat itu berhasil disandang Kota Bogor. Bangga pastinya, soalnya mengalahkan Paris sebagai kota yang dicintai di dunia,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor H. Syahlan Rasyidi kepada TravelPlusIndonesia di gedung Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/9/2016) malam.

Tahun lalu, lanjut Shahlan, Kota Bogor berada di peringkat ketiga untuk predikat yang sama. “Ketika itu peringkat pertama diraih Kota Paris, kedua Balikpapan. Tahun ini Kota Bogor berada urutan pertama, Paris nomor 2, dan Balikpapan ketiga. Alhamdulillah,” terangnya.


Menurut Shahlan predikat ini sangat berarti bagi Kota Bogor yang tengah menerapkan tiga pilar sebagai Smart City, Green City, dan Heritage City.

“Seperti kata Walikota Bogor Bima Arya, predikat ini menjadi penyemangat untuk mencapai impian-impian itu sebagai kota pintar, kota hijau, dan kota warisan atau pusaka,” ucapnya.

Lebih lanjut Shahlan menjelaskan apa yang dimaksud pilar tiga kota impian itu.

Kota Pintar atau Smart City itu artinya Kota Bogor harus menerapkan pelayanan segala lini kepada mayarakat dengang berbasis internet.

“Alhamdulilah lagi, belum lama ini Kota Bogor mendapat penghargaan sebagai salah satu kota yang sukses menerapkan pelayanan dengan internet tingkat provinsi di Kota Bandung,” jeasnya.

Sementara yang dimaksud Kota Warisan atau Heritage City, Kota Bogor memiliki sejumlah bangunan tua dan bersejarah antara lain Instana Presiden, dan sejumkah bangunan lainnya dan termasuk pendiri sekaligus angota dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dibentuk di Kota Solo atas inisiatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjadi Walikota Surakarta tahun 2008 lalu.

“Mengapa semangat untuk menjadi Heritage City digalakkan. Karena banyak bangunan heritage di Kota Bogor yang dibongkar kemudian menjadi hotel dan mall. Sejumlah lainnya kurang terawat,” beber Shahlan.

Kemudian yang dimaksud Kota Hijau atau Green City, Kota Bogor ingin menjadi kota yang ramah lingkungan, bersih, rapih dan hijau.

Semakin bertambahnya penduduk dan kendaraan, tak bisa dipungkiri membuat lahan hijau menyusut dan pohon-pohon tak serimbun dan sehijau dulu akibat polusi.

“Untuk mengembalikan Bogor seperti dulu, semangat untuk menjadi Kota Hijau harus terus digerakkan,” terang Shahlan.

Beberapa langkah sudah dilakukan Pemkot Bogor seperti program sejutab taman. “Walikota Bima Arya tengah menata taman terutama untuk mengembalikan bogor sebagai Kota Sejuta Taman,” ungkap Shahlan.

Langkah lainnya baru-baru ini menerpakan Sistim Satu Arah (SSA) di sekitar Instana dan Kebun Raya Bogor, sekaligus pembenahan pedestrian. “Kebetulan Pemkot Bogor mendapat bantuan Rp 40 miliar dari Pemerintah Pusat untuk penataan sekitar Kebun Raya, termasuk memperluas pedestrian bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda,” jelasnya.

Langkah hijau lainnya, sambung Shahlan dengan melakukan pengurangan jumlah angkot secara bertahap.

“Insya Allah tahun 2017 kalau tidak ada halangan Kota Bogor bebas angkot. Saat ini jumlah angkot akan terus dikurangi dan akan dialihkan ke batas kota,” terangnya.

Menurut Shahlan keberhasilan Kota Bogor menyabet predikat The Most Loveable Sustainable City 2016 yang pengumanannya dipublikasikan lewat akun Facebook resmi We Love Cities, Kamis, 30 Juni lalu itu menambah semangat Pemkot dan warga Bogor untuk terus melakukan gerakan-gerakan ramah lingkungan demi mewujudkan impian sebagai Green City.

Alhasil Kota Bogor menjadi salah satu dari tiga kota di Indonesia yang terpilih bersama 47 kota dari 27 negara ikut dalam kampanye global bertajuk We Love Cities 2016.

We Love Cities adalah kampanye global di media sosial yang bertujuan untuk mencari bermacam jalan keluar dalam mewujudkan kota berkelanjutan dan memobilisasi dukungan publik untuk inisiatif-inisiatif tersebut.

Kampanye ini diinisiasi oleh WWF sejak 2014, sejalan dengan ajang penghargaan Earth Hour City Challenge (EHCC) yang telah diselenggarakan sejak 2010 lalu.

Ketika disinggung kenapa memilih studi banding ke Gedung Lawang Sewu, Semarang usai sebelumnya melakukan Travel Dialogue dengan Disbudpar, Asita, dan PHRI Surakarta di Solo, Shahlan menjelaskan kehadiran rombongan Disbudparekraf Kota Bogor beserta sejumlah perwakilan hotel dan travel agent di Gedung Lawang Sewu ini untuk melihat bagaimana Pemkot Semarang memanfaatkan salah satu bangunan heritage-nya menjadi objek wisata malam hari.

“Jadi ini bagian dari bagaimana Kota Bogor menata diri menjadi Heritage City. Kota Bogor punya banyak heritage, rasanya bisa saja dimanfaatkan menjadi objek wisata malam hari seperti di gedung Lawang Sewu ini yang sukses menjaring wisatawan lokal, nusantara bahkan mancanegara. Padahal kabarnya gedung ini angker tapi kini malah diminati wisatawan,” kata Shahlan.

Penilaian Lawang Sewu itu angker memang bukan isapan jempol. Buktinya saat rombongan berkeliling dipandu 2 orang pemandu wisata setempat, beberapa rekan berhasil mengabadikan penampakan 2 ‘penghuni’ gedung tua dan bersejarah tersohor di Kota Lumpia ini.

Keduanya seperti sosok perempuan, satu pribumi bergaun putih, satu lagi noni-noni Belanda berpakian pengantin.

Untungnya ‘mereka’ tidal usil. Mungkin ‘mereka’ cuma heran, melihat ada rombongan dari Kota Hujan, jauh-jauh  bertamu ke ‘rumahnya’ saat hujun turun jelang tengah malam.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

Beri komentar

Name :
Web URL :
Message :

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP