. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Sabtu, 15 Desember 2018

Festival Irau Pantai 2018 Diikuti 235 Pemancing

Festival Irau Pantai 2018 yang diisi dengan dua lomba mancing di Pantai Burong Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Pulau Belitung diikuti sebanyak 235 pemancing.

Kedua lomba mancing yang berlangsung Sabtu (15/12) adalah Lomba Mancing Bekater yang diikuti 66 pemancing dan Lomba Mancing Bejoran sebanyak 169 pemancing.

Di lomba Mancing Bekater ini para pemancingnya khusus memancing Ikan Kerisi dengan menggunakan Kater atau perahu kayu mungil bercadik khas Desa Burong Mandi.

Mereka dilepas pukul 7 pagi. "Setiap Kater dinakodai seorang nelayan. Mereka menuju titik lokasi pemancingan yang sudah ditentukan di tengah laut yakni Karang Elang sekitar 30 sampai 1 jam dari Pantai Burong Mandi," terang Ketua Panitia Festival Irau Pantai 2018 Koko Haryanto kepada TravelPlus Indonesia selepas melepas para peserta lomba di lokasi acara.

Pesertanya para nelayan setempat, semuanya laki-laki dewasa bahkan ada yang sudah sepuh, salah satunya Matadi (69) yang dalam lomba ini berhasil memancing sekitar 2 Kg namun tidak semuanya Ikan Kerisi.

Pancingan yang dipakai pesertanya masih amat manual, berupa gulungan tali pancing yang berisi 6 mata kail.

"Umpannya irisan Ikan Kerisi atau bisa juga cumi," jelas Koko yang mantan Kepala Desa Burong Mandi.

Ikan Kerisi yang senang berdiam di atas lumpur di dasar laut, dipancing dalam waktu yang sudah ditentukan. Kemudian peserta kembali ke pantai untuk mengumpulkan Ikan Kerisi dan ditimbang.

"Peserta dengan timbangan Ikan Kerisi terberat, dialah pemenangnya," terang Koko.

Setelah semua Ikan Kerisi tangkapan peserta lomba dikumpulkan, lalu dibakar ramai-ramai dan disantap bersama-sama pula.

"Kalau pesertanya mendapat jenis ikan lain, tidak dinilai atau ditimbang. Pokoknya khusus ikan Kerasi," tambah Koko.

Di lomba Mancing Bekater ini, terpilih 6 pemenang. Juara pertamanya dapat hadiah uang sebesar Rp 4 juta.

Sementara dalam Lomba Mancing Bejoran, pesertanya juga warga desa setempat. Uniknya justru pesertanya kebanyakan para ibu.

"Lebih dari 60 persen peserta lomba mancing ini memang ibu ibu," ungkap Koko.

Lomba Mancing Bejoran ini berlangsung di tepian perairan Pantai Burong Mandi, jadi tidak menggunakan Kater.

"Pesertanya menggunakan joran dari kayu atau bambu. Dan ikan yang dipancing harus Ikan Bebulus. Umpannya antara lain Keremis semacam kerang dan punpun semacam lipan laut," tambah Koko.

Di lomba ini, panitia memilih 6 pemenang. Juara pertamanya dapat Rp 2 juta.

Besok, Minggu (16/12) Festival Irau Pantai 2018 yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Burong Mandi serta dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan diisi dengan hiburan berupa konser musik sejumlah penyanyi dan band dari Jakarta. Lokasinya di daratan Pantai Burong Mandi.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Peserta lomba mancing Bekater dalam Festival Irau Pantai 2019.
2. Ketua panitia Koko melepas peserta lomba mancing Bekarter.
3. Peserta lomba mancing Bekarter menunjukkan Ikan Kerasi hasil pancingannya.
4. Ikan Kerasi yang sudah dibakar dan siap disantap.
5. Juara pertama lomba mancing Bekarter Rp 4 juta.
6. Para ibu peserta lomba mancing Bejoran.

Read more...

Jumat, 14 Desember 2018

Tim Rafting Aceh Sabet 4 Perak Hari Pertama Kejurnas Arung Jeram R6 2018

Tim altlit arung jeram (rafting) putra dan putri Aceh meraih 4 medali perak Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R6 (6 pendayung) 2018 yang berlangsung di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya, Jawa Barat pada hari pertama lomba, Jumat (14/12).

"Keempat medali perak yang disabet Aceh itu dari nomor sprint dan head to head," ujar kepala tim arung jeram Aceh Hasballah S Hut dalam siaran pers-nya yang dikirim ke TravelPlus Indonesia via pesan WA. 

Tim atlit rafting putri Aceh yang juga atlit FAJI Pidie, lanjut Hasballah pada nomor Sprint meraih satu medali perak dan nomor Head to Jead satu medali perak.

Begitu juga dengan tim atlit rafting putra Aceh yang diwakili Aceh Yengah pada dua nomor yang sama dengan dua medali perak.

Kata Hasballah pada divisi lomba Junior Women, Aceh menghadapi perlawanan ketat dari Provinsi Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Jakarta, Sumatera Barat, dan provinsi lainnya.

Sementara pada divisi lomba Youth Men, Aceh bersaing dengan Jawa Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Jumlah tim yang turun pada kejurnas rafting kali ini sebanyak 42 tim.

Kata Hasballah yang juga Ketua Harian Pengprov Aceh, kemenangan yang diraih tim Aceh menjadi modal positif untuk bersaing pada perebutan gelar Kejurnas R6 tahun ini.

Kejurnas ini, lanjutnya menjadi ajang penting unutk mengukur atlet-atlet harung jeram kita sebagai persiapan menghadapi PON pada 2020 di Papua dan persiapan PON di Aceh pada 2024.

"Kami berharap selain sukses sebagai penyelenggara, tentunya sukses prestasi juga menjadi juara, baik putra maupun putri, ujar Hasballah yang diamini Rahmad sebagai asisten pelatih.

Hasballah berharap untuk nomor lomba Slalom dan Fown River Race besok, tim atlit rafting putra putri Aceh bisa membawa pulang medali juga.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Tim atlit rafting putra Aceh sabet 2 medali perak pada hari pertama Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Tasikmalaya.
2. Tim atlit rafting putri Aceh juga  sabet 2 medali perak pada hari dan ajang yang sama.
3. Tim atlit rafting putra Aceh di Kejurnas R6 ini diwakili dari Aceh Tengah.
4. Tim atlit rafting putri Aceh diwakili dari Pidie.

Read more...

Ini Suguhan Festival Irau Pantai 2018 di Desa Burong Mandi

Sesuai namanya, sejak awal Festival Irau Pantai  digelar di Pantai Burong Mandi,  Desa Burong Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Pulau Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Festival Irau Pantai 2018 yang diselenggarakan Pemerintah Desa (Pemdes) Burong Mandi dengan melibatkan Organisasi Karang Taruna, PKK, dan kelompok nelayan setempat serta mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini akan berlangsung dua hari, 15-16 Desember ini.

Ketua Pelaksana Festival Irau Pantai 2018, Koko Haryanto menjelaskan rangkaian acaranya ada lomba Mancing Bekater, Mancing Bebulus, dan hiburan.

“Tanggal 15 Desember dikhususkan untuk lomba Mancing Bekater, Mancing Bebulus. Sedangkan tanggal 16 Desember khusus hiburan berupa konser musik dengan menampilkan artis ibukota Duo Biduan,” terang Koko sebagaimana dikutip Posbelitung, Jumat (14/12).

Tujuan dilaksanakannya acara ini, lanjut Koko bukan semata sebagai ajang promosi wisata bahari Desa Wisata Burong Mandi, pun untuk melestarikan kearifan lokal (local wisdom) masyarakat setempat.

Misalnya di dalam pelaksanaan lomba mancing bekater, setiap pesertanya mengunakan perahu tradisional Kater.

Sementara dalam lomba mancing bejaoran, pesertanya memakai joran tradisional terbuat dari bambu atau kayu.

Lomba mancing tersebut akan diikuti oleh warga Desa Burong Mandi dan nelayan-nelayan perahu Kater yang mangkal di Pantai Burong Mandi.

Setelah itu hasil tangkapan mereka berupa Ikan Kerisi dan lainnya dibakar lalu disantap bersama-sama.

Ikan Kerisi menjadi kuliner khas Desa Burong Mandi.

Biasanya selain dipanggang/dibakar, juga dimasak lainnya.

Di event, ini wisatawan juga bisa menikmati Ikan Kerisi bakar buatan para nelayan tersebut secara cuma-cuma. Kalau kehabisan bisa membelinya di warung-warung makan di sekitar Pantai Burong Mandi.

Biasanya acara ini akan dihadiri Bupati Beltim atau yang mewakili, Forkominda, Camat, dan Kepala Desa yang sekaligus membagikan hadiah kepada para pemenang lomba.

Sementara Pihak Kemenpar dan Disbudpar Beltim berharap agenda tahunan yang digelar sejak tahun 2010 lalu ini dapat menarik kunjungan wisatawan, bukan hanya lokal dan nusantara tapi juga mancanegara.

Pantai Burong Mandi, berjarak 21 Km dari Manggar, Ibukota Beltim atau 77 Km dari Bandara Hanandjoedin, Tanjung Pandan.

Keistimewaan pantai ini wisatawan bisa menikmati pesona matahari terbit nan cantik, lalu melihat keindahan warna-warni perahu Kater di sepanjang garis pantai, dilanjutkan berjemur atau jalan-jalan santai, dan tak lupa berwisata kuliner tradisional setempat di warung-warung sekitar pantai

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Perahu bercadik Kater khas Belitung Timur di Pantai Burong Mandi yang menjdi lokasi Festival Irau Pantai 2018.
2. Ikan Kerisi hasil tangkapan nelayan di perairan Pantai Burong Mandi.

Read more...

Kamis, 13 Desember 2018

Ingin Berwisata Arung Jeram yang Nyaman? Ini Panduan Memilih Operatornya

Musim hujan telah tiba, debit air sungai pun melimpah. Horeee... ini saat yang asyik buat arungi jeram-jeram nakalnya.

Nah, buat Anda yang ingin berwisata arung jeram (rafting) di sejumlah sungai berarus liar di Tanah Air, sepertinya musim penghujan seperti saat ini merupakan salah satu waktu yang tepat.

Agar nyaman, selain mengetahui kondisi sungai yang akan diarungi, termasuk debit airnya juga tak kalah penting memilih operator rafting-nya yang profesional.

Sejak beberapa tahun belakangan, menjamur operator rafting yang menawarkan paket arung jeram ke sejumlah komunitas/kelompok, perusahaan, keluarga bahkan perorangan.

Di era medsos ini, masing-operator pun menjual paket-paket tersebut lewat Instagram (IG) dan medsos lainnya dengan beragam trik agar konsumen tertarik.

Sayangnya, belum tentu semua operator rafting memiliki fasilitas pendukung dan service atau layanan terbaik.

Nah, guna menghindari hal-hal yang mengecewakan, ada baiknya teliti sebelum memutuskan memilih paket arung jeram sebuah operator.

Tips pertama, pastikan Anda memilih operator yang benar-benar terpercaya dan atau punya reputasi yang baik.

Datangi operator tersebut untuk mengetahui apakah mereka profesional atau tidak, apakah mereka siap melaksanakan paket yang Anda beli, apalagi untuk grup besar.

Tanyakan apakah guide/pemandunya bersertifikat atau tidak. Bersertifikaf itu penting sebagai bukti kalah pemandu tersebut berkompeten atau tidak dibidangnya.

Keramahan, kejujujuran, dan kesigapan para pemandunya, merupakan nilai lebih tersendiri bagi operator tersebut.

Tepis sikap mudah tergiur paket rafting promo atau berdiskon.

Kalau paket tersebut tidak mengurangi fasilitas yang ditawarkan, seperti  sistem safety, asuransi, jumlah aman tim rescue yang diturunkan, dan lainnya, boleh-boleh saja pilih paket promo itu.

Tapi kalau ternyata dihilangkan fasilitas-fasilitas penting tersebut, sebaiknya cari operator lain.

Satu lagi, pilihlah operator yang menyediakan tempat untuk beristirahat sekaligus menghidangkan makanan Anda semacam aula, gazebo, dan lainnya.

Lihat pula apakah operator tersebut menyediakan cukup kamar bilas, toilet, halaman parkir, mushola, dan fasilitas umum lainnya.

Itulah panduan memilih operator rafting versi TravelPlus Indonesia. Jadi jeli dalam memilih operator, harus diterapkan.

Selamat mengarungi jeram-jeram nakal di sungai-sungai Bumi Pertiwi tercinta ini.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis @yahoo.com, @adjitropis)

Captions:
1. Berwisata arung jeram dengan operator yang profesional dan para pemandu yang berkompeten jadi pilihan.
2. Musim penghujan dengan debit air sungai terbaik merupakan waktu yang tepat untuk berarung jeram

Read more...

Wow, Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Tasikmalaya Berhadiah Tiket World Rafting Championship

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram R6 (6 pendayung) 2018 yang berlangsung di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya 13-16 Desember ini berhadiah sejumlah tiket untuk mewakili Indonesia di ajang World Rafting Championship (WRC) bagi para pemenang.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas, Yudi Kadarusman mengatakan kejurnas rafting yang digelar Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) ini dalam rangka seleksi nasional untuk memilih timnas yang nantinya akan dikirim untuk WRC atau Kejuaraan Dunia Arung Jeram  2019 di Sungai Tully, Australia.

"Panitia sediakan sebanyak delapan tiket buat para juara Kejurnas Arung Jeram R6 di Tasikmalaya ini untuk ikut kejuaraan dunia yang akan digelar di Australia," terang Yudi yang juga manajer atlit Open Women Kontingen Kabupaten Tasikmalaya sebagaimana dikutip kabarpriangan.co.id baru-baru ini.

Nomor yang akan dipertandingkan di kejurnas rafting ini, lanjut Yudi adalah Sprint, Head to Head, Slalom, dan Down River Race dengan kelas pertandingan U19 (youth) putra/i, U23 (junior) putra/i, U40 (open) putra/i, dan di atas U40 (master) putra/i.

Untuk nomor Sprint, Head to Head, dan Slalom, start-finish-nya di Urug, Lapang Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dengan panjang lintasan 300 meter. Sedangkan Nomor Down River Race, start di Leuwi Budah, finish di Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya dengan panjang lintasan sekitar 7 Km.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana maka arung jeram bisa menjadi salah satu cabang olah raga (cabor) yang diperhitungkan pada PON 2020.

Wakil Ketua Bidang Prestasi Faji Jabar Iwan Kurniawan mengatakan dipilihnya Sungai Ciwulan merupakan hal yang tepat karena memang lokasinya sudah teruji.

Menurut Iwan sebagaimana dikutip pikiran-rakyat.com juga baru-baru ini, Sungai Ciwulan sudah teruji karena memang sudah menjadi destinasi wisata olahraga ekstrem seperti arung jeram.

"Jadi faktor keamanan hingga tempat menuju lokasi sudah siap digunakan," ujarnya.

Begitupun soal debit air sungai, mengingat saat ini tengah musim penghujan dan  bisa disiasati baik saat surut maupun berlimpah.

Kejurnas rafting diikuti 44 tim dari 13 provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Papua, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Aceh misalnya mengirimkan dua tim rafting putra dan putri terbaiknya. Tim rafting putri Aceh terdiri atas enam atlet arung jeram asal Kabupaten Pidie yakni Khairun Nikmah, Mariatul Nisa, Agustina, Salmanidar, Winni Mawaddah, dan Isti Fakyah.

Menurut Ammar, pendamping tim rafting putri Aceh, mereka adalah tim juara tingkat Provinsi Aceh yang merupakan atlit rafting Pelatda Aceh.

"Sedangkan tim rafting putranya dari Kabupaten Aceh Tengah," ungkap Ammar kepada TravelPlus Indonesia lewat pesan WA, Kamis (13/12).

Tim rafting putra Aceh ini merupakan tim terbaik di ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII beberapa waktu lalu di Jantho Kabupaten Aceh Besar dengan torehan 3 medali emas.

"Kami akan berlaga di 4 nomor lomba yakni Sprint, Head to Head, Slalom, dan Down River Race. Target kami di kejurnas rafting ini dapat emas," tambah Rahmad, asiten pelatih tim rafting putri Aceh juga lewat pesan WA.

Sementara Jabar sebagai tuan rumah fokus mempertahankan gelar juara Kejurnas yang didapatkan tahun lalu.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com)

Foto: dok. tim rafting putri Aceh

Captions:
1. Aksi tim rafting putri Aceh.
2. Logo Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Tasikmalaya.
3. Tim rafting putri Aceh saat berlatih sebelum bertanding.
4. Tim rafting puti Aceh yang berlaga di Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Tasikmalaya bersama Rahmat pelatihnya.

Read more...

Senin, 10 Desember 2018

Tren Wisata 2019: Jelajahi Destinasi Berprestasi

Setiap jelang akhir tahun TravelPlus Indonesia senantiasa menyuguhkan tulisan mengenai prediksi tren wisata untuk tahun berikutnya. Tulisan tersebut berdasarkan hasil pengamatan, perkembangan terkini, dan ditambah minat wisatawan.

Diujung tahun 2015, TravelPlus Indonesia pernah membuat/menayangkan tulisan Tren Wisata 2016: Jalan-Jalan ke Obyek Wisata Tak Berlistrik.

Lalu jelang akhir 2016 menampilkan tulisan Tren Wisata 2017: Dari Glamping, Rockclimbing, Hammocking hingga Canoeing.

Selanjutnya diujung 2017 menyuguhkan tulisan Tren Wisata 2018: Destinasi Ber-Spot Selfie Diminati.

Dan kini diakhir 2018, TravelPlus Indonesia menghadirkan tulisan Tren Wisata 2019: Jelajahi Destinasi Berprestasi.

Sesuai judulnya, destinasi berprestasi yang TravelPlus Indonesia prediksi bakal menjadi tren wisata tahun depan, tentunya berdasarkan prestasi yang diperoleh masing-masing destinasi dari ajang yang digelar oleh pemerintah maupun swasta, baik yang berskala nasional maupun dari lembaga internasional yang bertaraf global.

Pertimbangan lainnya, TravelPlus Indonesia melihat semakin banyak traveller dan backpacker era kekinian yang respek sekaligus memberi perhatian lebih kepada destinasi-destinasi yang berprestasi.

Dengan kata lain, semakin berprestasi destinasi tersebut semakin berdaya tarik tinggi alias 'sexy' dimata sejumlah wisatawan.

Berikut sejumlah destinasi berprestasi pilihan TravelPlus Indonesia yang bakal ngetren di tahun depan, yakni Studio Alam Gamplong mewakili objek wisata buatan, Tangkahan (ekowisata), Wae Rebo (kampung adat), Kawasan Wisata Pantai Pandawa (pantai), Papua Explorers Resort (resort), dan kawasan konservasi Bali Barat mewakili Taman Nasional.

Selain itu Lombok (wisata halal), Joglosemar (kuliner), Sumba (wisata alam savana), Bandung (city tour), Pongkor (geopark), Situ Gunung (wanawisata), dan kawasan Tebing Breksi yang mewakili destinasi digital.

Studio Alam Gamplong merupakan bekas lokasi syuting  film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta yang digarap Hanung Bramantyo.

Film tersebut ini dinobatkan sebagai Film Bioskop Terpuji dalam ajang Festival Film Bandung (FFB) 2018 karena memboyong tiga penghargaan untuk kategori pemeran utama pria terpuji, penulis skenario terpuji, dan penata artistik terpuji.

Berkat film yang dibintangi sederet aktor/aktris ternama antara lain Ario Bayu itu, Hanung pun menyabet penghargaan Sutradara Terbaik (Best Director) dari ajang Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) dalam sesi Penghargaan Layar Indonesia (Indonesian Screen Awards) 2018.

Selepas film Sultan Agung itu dirilis, studio yang berada di Dusun Gamplong 1, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY ini ramai dikunjungi wisatawan.

Studio alam yang tengah dipakai untuk syuting film Bumi Manusia yang juga disutradarai Hanung ini, diprediksi akan semakin diminati traveler dan backpacker, mengingat film yang dibintangi Iqbaal 'Dilan' Ramadhan ini bakal dirilis tahun depan.

Sementara Tangkahan, Wae Rebo, Kawasan Wisata Pantai Pandawa, Papua Explorers Resort, dan Taman Nasional Bali Barat, TravelPlus Indonesia prediksi bakal ngetren sebagai destinasi berpresatsi 2019 karena masing-masing sudah mendapatkan penghargaan dalam ajang Indonesia Sustaianable Tourism Award (ISTA) 2018 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Tangkahan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini berhasil mendapatkan juara 1  ISTA 2018 untuk kategori Bidang Lingkungan.

Wae Rebo yang berada di pedalaman Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),  tepatnya di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat mendapatkan juara pertama ISTA 2018 untuk kategori bidang sosial-budaya.

Kampung adat yang terletak di ketinggian 1.200 Mdpl ini dijuluki kampung di atas awan, lantaran kerap diselimuti awan.

Kawasan Wisata Pantai Pandawa yang berada di kawasan Desa Kutuh, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Pulau Dewata Bali menerima juara satu ISTA 2018 untuk kategori Pemanfaatan Ekonomi kepada Masyarakat Lokal.

Papua Explorers Resort yang terletak di sepanjang garis pantai asli Pulau Birie yang tak berpenghuni, di Raja Ampat, Papua Barat ini meraih juara satu ISTA 2018 untuk kategori Tata Kelola.

Papua Paradise menawarkan standar kenyamanan dan layanan yang sangat tinggi.

Kendati akomodasinya sederhana dibangun dalam gaya tradisionaI namun nyaman dan standar layanan yang tinggi.

Selain bisa diving di dive spot kelas dunia, resort ini pun  menawarkan spa mewah untuk penyembuhan, relaksasi, dan peremajaan.

Taman Nasional Bali Barat yang berada di Kabupaten Jembrana dan Buleleng, Bali, selain larena berhasil mendapatkan juara 3  ISTA 2018 untuk kategori Bidang Lingkungan pun memperoleh predikat sebagai salah satu dari 100 destinasi wisata terbaik (Best Top 100 Destination) di Asia-Pasifik dari Internationale Tourismus Borse (ITB) yang digelar di Berlin tahun ini.

Di taman nasional berluas 19.002,89 hektar ini terdapat 176 jenis flora dan berbagai satwa, salah satunya Burung Jalak Bali yang menjadi primadonanya.

Aktivitas wisata yang bisa dilalukan antara lain menjelajahi hutan belantara hingga menikmati kedalaman lautan.

Sementara pulau bergunung Rinjani, Lombok diprediksi menjadi destinasi berprestasi yang ngetren tahun depan, lantaran ditetapkan sebagai destinasi wisata muslim terbaik versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) atau Indeks Perjalanan Muslim 2018.

IMTI merupakan hasil kerja sama Kemenpar dengan Mastercard-Crescentrating untuk menentukan peringkat destinasi wisata halal di Indonesia yang paling ramah terhadap wisatawan Muslim dengan kriteria yang ditetapkan sebagaimana digunakan Mastercard-Crescentrating Global Muslim Travel Index (GMTI) yang mencakup empat area strategis, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.

Joglosemar alias Jogjo, Solo, dan Semarang karena ditetapkan sebagai salah satu destinasi kuliner oleh Kemenpar tahun ini, selain Bandung dan Bali berdasarkan kriteria kesiapan (ketersediaan rumah makan/sentra kuliner, dll), para pelaku, keberagaman makanan, dan komitmen pemerintah daerah.

Lain lagi dengan Sumba, TravelPlus Indonesia prediksi bakan ngetren tahun depan karena pernah menjadi lokasi syuting beberapa film yang sukses di tingkat nasional ataupun internasional hingga berdampak positif bagi pariwisatanya.

Misalnya film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak yang menyabet sederet Piala Citra dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2018 antara lain untuk kategori Film Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik (Mouly Surya), Pemeran Utama Wanita Terbaik (Marsha Timothy) dan lainnya.

Lewat film itu lokasi syutingnya antara lain Bukit Merdeka dan Bukit Tananara, di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi terdongkrang namanya dan menarik perhatian para traveler dan backpacker untuk berkunjung.

Ditambah lagi Sumba memiliki Nihi Sumba (Sumba Commitee), Nihiwatu yang menyabet juara umum ISTA 2018.

Resort yang terletak di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat ini menggabungkan kemewahan dengan unsur alam dan budaya lokal. Sebelumnya Nihi Sumba berhasil mempertahankan predikatnya sebagai hotel terbaik dunia (World’s Best Awards) dari Majalah Travel + Leisure dua tahun berturut-turut.

Bandung juga jadi pilihan TravelPlus Indonesia lantaran kota berjuluk Paris van Java ini menerima penghargaan Indonesia Attractivness Award (IAA) 2018 dari Tempo Media Grup yang bekerja sama dengan Frontier Consulting Grup sebagai pemenang Gold kategori pariwisata.

Ini merupakan kali kedua Kota Bandung menerima penghargaan yang sama. Sebelumnya pada 2017, Kota Bandung meraih penghargaan kota terbaik untuk kategori pariwisata.

Selain itu Bandung juga mendapatkan penghargaan Top 25 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Penghargaan ini terkait dengan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) yang dibuat Pemkot Bandung dengan kemasan yang user freindly.

Lewat LAPOR!, Pemkot Bandung banyak menerima masukan dari masyarakat yang menjadi salah satu dasar untuk pengambilan keputusan di tingkat pimpinan.

Satu lagi, Bandung juga ditetapkan sebagai salah satu dari tiga destinasi kuliner 2018 oleh Kemenpar.

Kota lainnya yang juga bakal diminati wisatawan adalah Surabaya. Soalnya ibukota Jawa Timur itu baru-baru ini meraih Guangzhou Awards atau The Guangzhou International Awards 2018 dalam kategori City of Your Choice.

Dengan hasil akhir vote 1.504.535 suara, menempatkan Surabaya di peringkat juara menyisihkan 14 kota terbaik di dunia.

Guangzhou Award merupakan penghargaan membanggakan bagi kota-kota terbaik di dunia. Karena penghargaan ini menekankan pada inovasi, pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan.

Sementara Geopark Pongkor yang berada di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, karena telah berstatus  Geopark Nasional tahun ini.

Penyerahan sertifikat status Geopark Nasional tersebut dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Bupati Bogor Nurhayanti.

TravelPlus Indonesia menilai dengan adanya sertifikasi nasional tersebut membuat Geopark Pongkor akan dikenal secara Nasional dan mulai ramai pengunjungnya, apalagi tahun depan.

Situ Gunung di Sukabumi, Jawa Barat, TravelPlus Indonesia prediksi bakal jadi tren wisata 2019 mewakili wana wisata berkat Jembatan Gantung.

Kehadiran jembatan sepanjang 250 meter di atas ketinggian 150 meter dengan lebar 2 meter itu benar-benar membawa angin segar dan nuansa baru di wana wisata ini.

Semula Situ Gunung cuma menyuguhkan pesona panorama alam danau, air terjunnya, camping ground yang biasa dijadikan tempat bermalam, termasuk glamping (glamour camping), dan outbound. Kini daya tariknya bertambah dengan jembatan gantung tersebut.

Kawasan Tebing Breksi di Sleman, DIY mewakili objek wisata kekinian juga bakal semakin ngetren tahun depan. Soalnya di kawasan itu ada 2 destinasi baru yakni Watu Tapak Camp Hill dan Balkondes Sambirejo.

Di Watu Tapak Camp Hill yang berkonsep nomadic tourism & digital destination ini pengunjung bisa menikmati aneka kuliner foodtruck dari para pengusaha muda Jogja.

Selain itu pengunjung bisa menikmati lanskap Jogja mulai dari Bandara Adisutjipto, Gunung Merapi, Candi Barong, Candi Prambanan, dan Situs Ratu Boko dari kejauhan serta eksotisme malam dengan jutaan bintang di langit sambil kulineran.

Pilihan lain berkemah di camping ground-nya yang mampu menampung lebih dari 50 tenda atau dengan campervan di areal parkir khusus.

Itulah destinasi-destinasi berprestasi dan kekinian yang TravelPlus Indonesia prediksi bakal ngetren pada tahun depan.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Studio Alam Gamplong, Sleman, DIY jadi objek wisata buatan yang lagi ngehits.
2. Salah satu set properti di Studio Alam Gamplong.
3. Kampung Adat Wae Rebo, Flores, NTT.
4. Salah satu pantai di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Lombok, NTB.
5. Suasana Skywalk Cihampelas, Bandung.
6. Gubernur Jabar Ridwan Kamil turut promosikan Jembatan Gantung Situ Gunung, Sukabumi. (foto: dok. @ridwankamil)
7. Salah satu spot selfie di kawasan Tebing Breksi, Sleman, DIY.

Read more...

Minggu, 09 Desember 2018

Sabet Piala Citra, Film Ini Kian Lambungkan Pesona Sumba

Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak menyabet Piala Citra dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2018 untuk kategori Film Panjang Terbaik yang diumumkan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (9/12) malam. Kemenangan itu tentu akan berdampak positif bagi pariwisata Sumba.

Pesona Bukit Merdeka dan Bukit Tananara di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi lokasi syuting film garapan Mouly Surya (sutradara terbaik FFI 2018) ini, diperkirakan bakal semakin melambung.

Sejak film yang dibintangi Marsha Timothy (Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2018) ini beredar dan meraih berbagai penghargaan festival film di mancanegara, nama Bukit Merdeka dan Bukit Tananara ikut terangkat di berbagai media dan sering sekali diperbincangkan banyak kalangan sehingga menarik perhatian para traveler dan backpacker dalam dan luar negeri.

Untuk mencapai Bukit Merdeka melewati jalan yang berjurang di tepiannya. Namun pemandangan barisan bukitnya amat menawan berupa hamparan padang rumput atau savana nan hijau saat musim penghujan, bak perbukitan di New Zealand.

Sementara Bukit Tananara merupakan rangkaian perbukitan karang berselimut padang savana sangat luas.

Tanarara sendiri berarti tanah merah. Sebab tanah di perbukitan ini memang berwarna kemerah-merahan.

Seperti Bukit Merdeka, saat kemarau, warna bentangan savana-nya menjadi warna kuning keemasan.

Menariknya lagi akses jalannya berada di punggung-punggung  bukit yang relatif datar dan sambung menyambung, bukan di lembah. Jadi bisa puas melihat pemandangan bukit-bukit, lekuk-lekuk, dan lembah-lembahnya.

Di atas Bukit Hiliwuku yang merupakan bagian dari Perbukitan Tanarara tersaji pesona lanskap tiada tara dari atas ketinggian, termasuk pemandangan menawan saat matahari terbenam.

Berkat kesuksesan film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak yang juga membawa pulang Piala Citra 2018 untuk Pengarah Sinematografi Terbaik: Yunus Pasolang, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Dea Pamendra, Pengarah Artistik Terbaik: Frans XR Paat, Penata Suara Terbaik: Khikmawan Sangosa & Yusuf A Patawari, Penata Musik Terbaik: Zeke Khaseli & Yudhi Arfani, dan Penuli Skenario Asli Terbaik: Mouly Sufya & Rama Adi ini sepertinya bukan hanya Bukit Merseka san Bukit Tananara yang akan disambangi para traveler dan backpacker, pun sejumlah objek wisata lain di Sumba seperti Kampung Adat Pasunga, Air Terjun Koala, Bukit Wairinding, Pantai Mandorak, Laguna Weekuri, Bendungan Kambaniru, Air Terjun Tanggedu, dan Kampung Adat Ratenggaro.

Kampung Adat Pasunga yang terletak di Desa Anakalang, Waibakul, Sumba Tengah, tepatnya di pinggir jalan utama yang menghubungkan antar kota di Sumba memiliki rumah-rumah adat beratap tinggi dengan dinding dari kayu namun sudah beratap seng.

Selain itu ada, makam batu megalitik yang telah berusia puluhan atau ratusan tahun, yang diukir atau dipahat sesuai dengan kepercayaan tradisional mereka, yaitu Marapu.

Sementara kuda-kuda khas Sumba dibiarkan bebas berkeliaran dan merumput di halaman rumah.

Air Terjun Koala yang terletak di Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Sumba Timur dinamakan begitu karena ada susunan batu yang mirip dengan koala (satwa asal Australia) kalau dilihat dari atas.

Bukit Wairinding yang terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai atau sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Waingapu, Sumba Timur, menjadi bukiy yang lebih dulu ngehits lantaran pernah menjadi salah satu lokasi syuting film Pendekar Tongkat Emas yang disutradarai Mira Lesmana.

Panorama Bukit Wairinding berupa  hamparan padang savana yang juga berubah warna dan suasana saat musim kemarau dan penghujan.

Kalau ingin melihat bukit ini berubah eksotik menjadi savana kuning keemasan seperti di Afrika, datanglah antara Juli hingga Oktober.

Sebaliknya kalau mau mendapatkan suasana serba hijau segar laksana di perbukitan Selandia Baru, sambangi bukit ini saat musim penghujan.

Pantai Mandorak yang berlokasi di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya pantainya berpasir putih bersih dengan sejumlah karang.

Laguna Weekuri yang berada di Desa Kalenarongo, Kecamatan Kodi Utara, Sumba Barat Daya merupakan kolam alami berair asin dengan keindahan dan suasana alamnya yang menawan.

Di laguna yang berjarak 42 Km dari Tambolaka, Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya ini, biasanya pengunjung melakukan kegiatan mandi dan berenang sambil menyaksikan pemandangan alam yang masih alami.

Bendungan Kambaniru di Kelurahan Lamba Napu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur menawarkan pesona sungai yang menerobos bukit-bukit gersang.

Air Terjun Tanggedu di Desa Tanggedu sekitar 46 kilometer dari Waingapu, Sumba Timur memiliki air berwarna hampir toska di antara bebatuan coklat terang. Sekilas parasnya mirip Air Terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul.

Kampung Adat Ratenggaro di Kecamatan Kodi yang berjarak 56 Km atau sekitar 1,5 jam dari Tambolaka, Sumba Barat Daya memiliki keunikan berupa sejumlah rumah adat (uma kelada) yang bermenara menjulang setinggi 15 meter.

Di Ratenggaro yang berarti Kubur Garo terdapat sekitar 304 buah kubur batu bersejarah berumur ribuan tahun, tiga di antaranya berbentuk unik yang terletak di tepi laut.

Letak Kampung Adat Ratenggaro yang berada dekat dengan Kampung Adat Wainyapu ini pun amat indah, di muara Sungai Waiha dan laut dengan bentangan pantainya yang berpasir putih.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & dok. @marshatimothy

Captions:
1. Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak turut lambungkan pesona bukit-bukit berselimut savana khas Sumba. (foto: dok. @marshatimothy)
2. Bukit Merdeka, Sumba Timur saat syuting film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. (foto: dok. @marshatimothy)
3. Air Terjun Tanggedu.
4. Laguna Weekuri.
5. Kampung Adat Ratenggaro.
6. Kampung Adat Pasunga.

Read more...

Empat Film Panjang Nominasi FFI 2018 Ini Turut Angkat Daya Tarik Budaya dan Wisata

Empat film panjang yang masuk  nominasi peraih Piala Citra dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2018 yakni Aruna & Lidahnya, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, Sekala Niskala dan Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta turut andil dalam mengangkat daya pikat  budaya dan wisata yang menjadi lokasi syuting masing-masing. 

Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak yang masuk nominasi FFI 2018 antara lain kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Mouly Surya, Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Mouly Surya & Rama Adi, Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Marsha Timothy, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Dea Panendra, Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Egi Fedly dan Yoga Pratama, dan lainnya ini misalnya mengangkat pesona Bukit Tanarara dan Bukit Merdeka di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Keindahan Bukit Tanarara digambarkan dengan jelas pada beberapa adegan dalam film tersebut.

Ketika kemarau, savana atau padang rumput yang ada di bukit itu berwarna coklat keemasan. Dan berubah bak permadani raksasa berwarna hijau segar saat musim penghujan.

Bukit itu yang tersaji di film itupun memikat hati para traveler dan backpacker.

"Gara-gara nonton film itu gue jadi pingin banget ke bukit itu tahun depan," ujar Reno, backpacker asal Jakarta.

Sementara film Aruna & Lidahnya yang memperoleh sejumlah nominasi di antaranya kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Edwin, Penulis Skenario Terbaik untuk Titien Wattimena, Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Dian Sastrowardoyo, Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Oka Antara, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Hannah Al Rashid, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Nicholas Saputra turut melambungkan sejumlah kuliner di empat kota yakni Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang yang menjadi lokasi syuting film tersebut.

Kuliner yang kian terdongkrak kesohorannya antara lain Soto khas Lamongan di kawasan MERR, Jalan Ir. H. Soekarno, Surabaya.

Lalu panganan Pengkang Peniti di Pondok Pengkang yang beralamat di Jalan Raya Peniti, Peniti Luar, Siantan, Pontianak, Kalimantan Barat.

Juga Choipan makanan khas Singkawang di Rumah Marga Tjhia, salah satu cagar budaya di Singkawang dan "Mie Loncat" atau "Mie Lempar" kedai Bakso Sapi Bakmi Ayam 68 di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 68, Singkawang.

"Sumpah, abis nonton Aruna & Lidahnya gue pingin banget jelajahi tempat-tempat kulinernya," ungkap Santi, food traveler juga asal Jakarta.

Lain lagi dengan film Sekala Niskala mendapatkan sejumlah nominasi FFI 2018 antara lain kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Kamila Andini, Penata Sinematografi Terbaik untuk Anggi Frisca, Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Kamila Andini, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Ayu Laksmi, dan lainnya ini turut mengangkat budaya Bali.

Pasalnya film ini berangkat dari tradisi dan kepercayaan yang ada di masyarakat Bali. “Sekala” dan “Niskala” secara filososfis berarti yang terlihat (Sekala) dan yang tidak tampak (Niskala).

Di film yang berkisah tentang anak-anak yang memaknai kehilangan ini divisualisasikan dengan tari-tarian dan pertunjukan yang artistik serta ditambah unsur kesenian dan keindahan alam Bali.

"Atmosfer Bali-nya banget, soalnya keseluruhan adegannya berlatar di Bali, dialognya juga  berbahasa Bali ditambah pemainnya diperankan para seniman Bali. Jadi pingin balik ke Bali lagi terutama ke lokasi-lokasi di film itu," ujar Santi, penikmat wisata budaya di Jakarta.

Terakhir, film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta yang mendapatkan sejumlah nominasi di antaranya kategori Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Ario Bayu, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Marthinus Lio ini  berhasil membuat Studio Alam Gamplong sebagai salah satu lokasi syuting-nya menjadi daya tarik wisata baru.

Studio alam tersebut berada di Dusun Gamplong 1, Desa Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY.

Berdasarkan pengamatan TravelPlus Indonesia, di dalam kompleks studio tersebut ada replika pendopo kerajaan dengan pagar berpintu kayu dan tembok tebal, rumah-rumah pecinaan, benteng Batavia berikut jembatan Kota Intan dan parit yang merupakan replika kali Ciliwung berikut perahu sampannya, kereta, gerobak, dan lainnya.

Beragam set bangunan tersebut kini diburu para traveler penggila selfie dari berbagai penjuru Tanah Air.

"Aku jauh-jauh dari Aceh sempat-sempatin ke Studio Alam Gamplong ini karena penasaran usai nonton filmnya," aku Rini.

Film panjang apakah yang akan memboyong Piala Citra FFI 2018 yang akan diumumkan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (9/12) malam?

Tunggu saja kabarnya, namun yang pasti keempat film itu sudah turut kian melambungkan pesona alam, aneka kuliner, budaya khas, dan bahkan menciptakan daya tarik wisata buatan baru.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com)

Captions:
1. Studio Alam Gamplong yang menjadi lokasi syuting film Sultan Agung, kini jadi daya tarik wisata buatan di Sleman, DIY.
2. Potongan syuting Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak di Sumba NTT. (dok. twitter.com)
3. Salah satu adegan film Aruna & Lidahnya. (dok. @plarifilms)
4. Wisatawan pemburu selfie di Studio Alam Gamplong.

Read more...

Sabtu, 08 Desember 2018

Nyantai di Warung Latuma, Lebih dari Sekadar Makan dan Ngemil

Nyantai sambil icip-icip kuliner  memang ajib. Apalagi kalau bisa sambil ini dan itu alias lebih dari sekadar ngemil, hemmm.., jelas lebih asyik.

Pilihan kedua itulah yang diusung kafe berlabel Warung Latuma yang berada di Jalan Melati Raya No. 3, Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.

Di warung yang didirikan oleh Koperasi ARTI alias Alumni PMR  SMA 3 Jakarta ini, pengunjungnya bukan hanya bisa kulineran ataupun ngemil aneka menu yang disajikan, pun bisa ber-karoke bersama pasangan, teman gank, rekan kantor, dan kolega maupun keluarga.

Karokeannya di Ruang Lesehan yang bisa menampung sampai 20 orang. Sementara kalau keseluruhan kafe ini mampu memuat hampir 40 orang.

"Karaokeannya gratis, cuma bayar baterai mic aja Rp 5 ribu per jam," terang Nagiga Nur Ayati, salah satu anggota Koperasi Arti yang juga alumni IISIP 91 dan penulis buku kepada TravelPlus Indonesia baru-baru ini.

Bukan cuma makan atau ngemil sambil karokean, di kafe yang berdiri tanggal 26 April 2018 ini, pengunjungnya pun bisa nonton bareng (nobar).

Menariknya lagi, kafe yang buka setiap hari mulai pukul 3 sore sampai 12 malam, khusus Sabtu malam sampai pukul 2 dini hari ini juga dilengkapi perpustakaan, ruang sholat, dan toilet.

"Halaman parkir juga ada bisa muat dua mobil dan 30 motor," tambah Nagiga Nur Ayati yang akrab disapa Nuy.

Buat pemburu free wifi, tenang saja kafe yang berada dekat Stasiun Depok Baru ini sudah difasilitasi wifi gratis.

Kelebihan lainnya kafe ini juga bisa dipakai pengunjung buat meeting, ultah, arisan, dan lainnya.

"Disini sudah biasa buat arisan, ulang tahun, reunian, meeting kantor, dan rapat orang kantoran sepulang ngantor," tambah Nuy.

Nah, kalau soal menu, tempat tongkrongan asyik dan gaul ini punya banyak pilihan dengan harga terjangkau.

Ada Spaghetti jenis Aglio e Olio Rp 18 ribu dan jenis Bolognese Rp 20 ribu. Buat yang suka Roti Bakar ada beragam pilihan isinya dengan harga Rp 10 ribu - Rp 16 ribu.

Ada juga Ayam Penyet Rp 20 ribu dan Lele Cobek Rp 16 ribu. Selain itu Nasi Goreng Merah dan Nasi Goreng Putih masing-masing Rp 20 ribu.

Camilannya pun beragam seperti Sistagor (sosis & kentang goreng) Rp 23 ribu, Otak Otak, Pisang Lumer Coklat, Rujak Cireng, Cilok, Roti Selai Pisang, Bakso Bakar, Sosis Bakar, dan Dimsum masing-masing Rp 12 ribu per porsi.

Buat penggemar indomie, baik direbus maupun digoreng @ Rp 7 ribu. Pilihan lainnya indomie plus telur asin Rp 9 ribu, Mi Keriting Ayam Panggang dan Mi Keriting Goreng Spesial @ Rp 8 ribu per porsi.

Minuman panasnya antara lain Coklat Milo Rp 9 ribu dan Teh Tarik Rp 11 ribu. Sedangkan yang dingin antara lain Es Thai Tea, Es Red Velvet, Es Green Tea Latte, Es Taro Latte, dan Es Jeruk Baby masing-masing Rp 13 ribu per gelas.

Buat penggila kopi juga tersedia antara lain Kopi Tubruk Kampoeng Rp 6 ribu, Kopi Preas Nusantara Rp 12 ribu, dan Es Kopi Susu Latuma Rp 16 ribu per cup.

Adapun menu paling favorit pengunjung kafe ini antara lain Es Kopi Latuma, Spaghetti Bolgnese, Ayam Penyet Cobek, dan Pecel Lele Cobek.

"Roti Bakar, Green Tea, dan Thai Tea-nya juga laris," ungkap Nuy.

Pembayarannya selain cash juga  bisa pakai aplikasi Ovo dan Akulaku. "Sudah bisa pesan by Go Food juga," aku Nuy.

Sejak dibuka, respon pengunjung terhadap Warung Latuma cukup baik.

Pengunjungnya bukan cuma warga sekitar, mahasiswa, dan orang kantoran, pun pejabat setempat. "Lurah Depok Jaya juga pernah datang ke sini," pungkas Nuy.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.@warunglatuma

Captions:
1. Di kafe Warung Latuma lebih dari sekadar makan dan ngemil.
2. Plang Warung Latuma, Depok.
3. Ruang lesehan bisa untuk karokean dan nobar.
4. Halaman parkir bisa buat mobil dan puluhan motor.
5. Nasgor Merah Latuma.
6. Camilan Rujak Cireng Latuma.
7. Pengunjung Warung Latuma.

Read more...

Berakhir Tahun di Bunda Tanah Melayu, Empat Pulau Ini Patut Anda Sambangi

Jenuh liburan akhir tahun cuma ber-city tour di kota-kota besar? Sudah saatnya ganti suasana dengan berwisata ke pulau-pulau menawan, salah satunya ke Kepulauan Lingga yang berjuluk Bunda Tanah Melayu dan bermoto Bertingkap Alam Berpintu Illahi.

Kepulauan Lingga yang masuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dianugerahi ratusan pulau, kalau tidak salah jumlahnya ada 604 pulau, wow...

Tentu tidak mungkin semuanya dijamah dalam waktu singkat. Nah, khusus liburan akhir tahun ini, TravelPlus Indonesia menyarankan ke empat pulaunya saja yakni Pulau Lingga, Penuba, Singkep, dan Pulau Benan.

Di Pulau Lingga, tujuan utamanya ke Daik yang merupakan Ibukota Kabupaten Lingga dan ke sejumlah objek wisata yang tersebar baik di Daik maupun di beberapa kecamatan.

Aktivitas yang bisa dilakukan tentu saja wisata bahari seperti bersantai di sejumlah pantai antara lain Pantai Pasir Panjang Karang Bersulam, Serim, Dungun, dan Pantai Mempanak.

Pantai Pasir Panjang Karang Bersulam terletak di Kecamatan Lingga, tepatnya di Dusun Malar, Desa Mepar. Pantai ini lokasinya paling dekat dengan Daik, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota.

Pantainya berbentuk teluk atau laguna dan berpasir putih dengan pemandangan pegunungan. Di pantai ini, juga terdapat benteng pengintai zaman Kerajaan Lingga ratusan tahun silam.

Usai puas berpantai ria, lanjutkan mandi di Air Terjun Resun yang berada di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, sekitar 12 km dari pusat Kota Daik atau sekitar 20 menit dengan mobil.

Tiket masuknya cuma Rp 3 ribu per orang dan bukanya mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore setiap hari.

Kalau ingin mengisi liburan akhir tahun dengan petualangan, bisa mendaki Gunung Daik yang berlokasi di Kecamatan Lingga.

Gunung berketinggian 1165 meter di atas permukaan laut (Mdpl) sekaligus gunung tertinggi di Kepri ini disebut Gunung Cabang Tiga karena puncaknya memang bercabang tiga.

Untuk mencapai leher puncaknya butuh waktu pendakian 8-9 jam melewati jalur terjal dan berliku dengan vegetasi hutan yang masih asri.

Pilihan lain mendaki Bukit Permata atau Gunung Sepincan masih di Kecamatan Lingga. Gunung berketinggian 1001 Mdpl ini merupakan gunung tertinggi kedua di Kepri.

Durasi pendakiannya dari Desa Panggak Darat ke puncak Bukit Permata sekitar 7-8 jam dengan suguhan keindahan hutan hujan tropis dan hamparan Bongsai Mentigi hingga Hutan Lumut di sepanjang perjalanan menuju puncak di ketinggian 700 Mdpl.

Mau berwisata religi sekaligus sejarah bisa mengunjungi Masjid Jami Sulthan Lingga. Lokasinya di Jalan Masjid Sultan, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga.

Masjid tua dan bersejarah ini didirikan tahun 1800 M semasa pemerintahan Sultan Mahmud Riayat Syah III, Sultan Yang Dipertuan Besar Riau Lingga, Johor, Pahang.

Di dalam kompleks, tepatnya di bagian belakang masjid bercat dominan warna kuning cerah dan aksen hijau ini terdapat beberapa makam, paling utama pusara Pahlawan Nasional Republik Indonesia Ahli Strategi Griya Laut yaitu Sultan Mahmud Riayat Syah III, sang pendiri Masjid Jami Sulthan Lingga.

Kota Daik, tepatnya ke Pelabuhan Sungai Tenam di Pulau Lingga bisa dijangkau dari Batam melalui dermaga kapal cepat Pelabuhan Punggur dengan kapal cepat Rp 185 ribu per orang. Jam berangkatnya  pukul 9.30 pagi.

Selanjutnya di Pelabuhan Sungai Tenam menyewa mobil untuk keliling objek-objek wisata di Pulau Lingga.

Inapnya antara lain bisa di Hotel Lingga Pesona, tak jauh dari Masjid Jami Sulthan Lingga.

Sementara aktivitas wisata yang bisa Anda lakukan di Pulau Penuba antara lain menikmati pesona Pantai Teluk Empuk di Dusun Sembuang, Desa Penuba Timur, sekitar 22 km menggunakan jalan darat dari Desa Penuba, Kecamatan Selayar.

Alternatif yang paling baik menggunakan jalur laut dengan perahu lokal yang disebut Pompong.

Pantai ini selain suasana alamnya masih asri dengan air lautnya yang biru bersih. Pasir pantainya putih dan halus ditambah dengan pemandangan pohon kelapa yang sejajar rapi  serta terdapat deretan batu besar berwarna merah yang sangat menarik mata.

Kalau Anda ingin shalat berjamaah di Penuba bisa pergi ke Masjid At- Taqwa. Masjid bercat putih dengan kubah berwarna biru muda itu berada di Lapangan Merdeka, semacam alun-alun kecil yang menjadi pusat Desa Penuba.

Masjid  berpagar hijau itu berada tak jauh dari dermaga. Di seberang jalan utama tak jauh dari masjid, berdiri deretan rumah orang-orang China yang merangkap toko.

Di sekitar itu juga terdapat beberapa penginapan murah sepeeri guest house dengan tarif Rp 70 ribu per kamar serta sejumlah rumah makan.

Lain lagi kalah Anda berakhir tahun di Pulau Singkep yang terbagi atas dua kecamatan yaitu Kecamatan Singkep dan Kecamatan Singkep Barat.

Tujuan utamanya tentu saja ke Dabo sebagai Ibukota Kecamatan Singkep yang merupakan kota terbesar di pulau ini.

Dabo juga pernah dikenal sebagai "kota timah" selain Pangkal Pinang (Bangka) dan Tanjung Pandan (Belitung). Jadi jangan heran kalah suasana dan fasilitasnya jauh lebih ramai dibanding Daik.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Pulau Singkep antara lain mengunjungi beberapa pantainya seperti Pantai Batu Berdaun, Sergang, Payung, dan Pantai Nusantara.

Pantai Batu Berdaun yang berada tepat di pinggir jalan Desa Batu Berdaun, dinamakan begitu lantaran terdapat batu yang ditumbuhi pohon di pantainya yang berpasir putih.

Selain ke pantai juga bisa ke pemandian air panas yang memiliki 3 buah kolam air panas dengan suhu yang berbeda-beda. Suasananya sangat tenang karena jauh dari keramaian.

Kalau mau berwisata sejarah bisa ke Pagoda Dabo yang merupakan cagar budaya warisan PT. Timah Singkep. Kabarnya pagoda tersebut dibangun pada sekitar tahun 1970.

Kalau ingin shalat wajib berjamaah bisa ke Masjid Az-Zulfa. Masjid terbesar di Singkep itu berlokasi di Simpang 4, Kota Dabo, tepatnya di Jalan Kartini. Pilihan lain ke Masjid Al-Falah dan Masjid Al-Aula.

Untuk sampai ke Pelabuhan Jagoh di Dabo, bisa naik kapal cepat Oceana atau Marina Rp 245 ribu per orang pukul 10 pagi dari dermaga kapal cepat Pelabuhan Punggur, Batam. Waktu tempuhnya lebih kurang 4 jam sampai ke Dabo.

Soal penginapan, di Dabo tersedia banyak hotel, antara lain Hotel One dengan tarif  Rp 200 ribu per kamar per malam.

Tempat belanja di Dabo antara lain di Pasar Baru Dabo. Sementara tempat kongkow-nya antara lain di Kedai Kopi Inal atau Kedai Kopi Atoi.

Untuk keliling objek wisatanya bisa sewa mobil/motor atau naik perahu Pompong.

Sementara di Pulau Benan, Kecamatan Senayang Anda bisa snorkeling dan diving untuk menikmati keanekaragaman bawah laut dengan bermacam spesies ikan dan terumbu karang. Ada pun bisa menyewa peralatan snorkeling maupun menyelam di sana.

Pilihan lain bersantai menikmati pesona Pantai Benan. Air lautnya biru jernih dan terlihat sempurna dengan pasir pantainya yang bersih.

Di pulau ini, Anda juga dapat melihat padang rumput atau savana yang keren berlatar deretan Pohon Kelapa.

Aktivitas lainnya berkunjung ke lokasi penangkaran Penyu dan bersepeda keliling Pulau Benan.

Untuk penginapan Anda bisa menyewa cottage yang berada tak jauh dari pelabuhan. Pilihan lain homestay di sebelah timur pulau dengan tarif kamarnya mulai dari Rp 100 ribu per malam.

Kalau Anda ingin tunaikan shalat wajib secara berjamaah bisa ke  Masjid An-Nur.

Pulau Benan merupakan pulau yang lokasinya cukup dekat dengan Tanjung Pinang, Ibukota Kepri. Cukup menggunakan kapal cepat dengan perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam.

Jika dari Batam dengan kapal cepat sekitar 2 jam dengan ongkos sekali berangkat sekitar Rp 185.000 per orang. Sedangkan dari Kota Daik atau sebaliknya, butuhkan waktu sekitar 4 jam.

Kabupaten Lingga yang berbatasan langsung dengan Kota Batam dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi ini, juga dapat Anda tempuh  dari Pekanbaru dan Jambi.

Oiya, kalau Anda ingin menyambangi pulau-palau lainnya dari ke empat pulau itu, bisa naik speedboat atau perahu Pompong.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Dermaga Sungai Tenam, Daik, Pulau Lingga.
2. Air Terjun Resun di Pulau Lingga.
3. Masjid Jami Sulthan Lingga di Daik, Pulau Lingga.
4. Salah satu warung merangkap penginapan di dekat demaga Pulau Penuba.
5. Lakse, kuliner khas Melayu di Kabupaten Lingga.
6. Pesona Gunung Daik dari perairan Pulau Penuba.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP