. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Ini Buktinya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Buktinya. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juli 2020

TVRI Komit Lestarikan Ragam Budaya Nasional, Ini Buktinya

TVRI, televisi pertama di Indonesia yang mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962 akan tetap berkomitmen memberdayakan pelestarian dan pengembangan serta pemajuan ragam budaya Nasional.

Hal itu ditegaskan Iman Brotoseno selaku Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI). 

"Kedepan TVRI akan selalu memberi ruang untuk pemberdayaan di bidang seni budaya yang beragam," ungkap Iman Brotoseno dalam acara Penyerahan Donasi Konser Virtual Berbagi Kasih Bersama Bimbo BERSATU Melawan Corona di Taman "Buaya" TVRI, Senayan, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Menurut Iman Brotoseno sejak hadir TVRI sudah begitu. "Secara sejarah, TVRI terus terlibat dalam proses pemberdayaan seni budaya tradisional yang ada di Indonesia," tambahnya.

Bukti TVRI tetap komitmen dan konsisten terhadap kebudayaan, lanjut Iman Brotoseno, saat ini sudah ada special channel untuk acara budaya.

"Kita punya 4 kanal atau saluran terdiri atas 3 kanal analog dan 1 kanal digital. Nah, kanal 3 digital TVRI khusus untuk budaya yang tayang setiap hari selama 20 jam," terangnya.

Kanal khusus bermacam budaya itu, dibuat mengingat TVRI yang berslogan Media Pemersatu Bangsa ini merupakan TV publik yang memiliki fungsi kepublikan yang harus dijaga.

"Jadi tak perlu khawatir, kita tetap komit terhadap pelestarian kebudayaan, buktinya kita punya saluran 3 digital khusus budaya," tegasnya kepada TravelPlus Indonesia usai memberi kata sambutan di acara tersebut.

Terkait acara "Penyerahan Donasi Konser Virtual Berbagi Kasih Bersama Bimbo BERSATU Melawan Corona" ini, Iman Brotoseno mengatakan ini juga sebagai bentuk perhatian TVRI bersama sejumlah pihak lain untuk para seniman yang terdampak pandemi Covid-19. 

"Semoga bantuan yang tak seberapa ini bisa bermanfaat buat para seniman dan menumbuhkan rasa solidaritas dan persaudaraan bagi pihak lain untuk melakukan hal yang sama buat para pelaku seni budaya," jelas Iman Brotoseno seraya bersyukur masih ada sejumlah pihak yang turut peduli.

Ketua Yayasan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan Hidup, Olivia Zalianty menambahkan donasi buat para seniman akan terus berlanjut mengingat pandemi Covid-19 ini masih belum diketahui kapan berakhir.

"Kami masih menerima dan membagikan donasi yang diberikan dari berbagai donatur," terang adik kandung artis Marcella Zalianty ini. 

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, Ig: @adjitropis)


Read more...

Kamis, 02 Juli 2020

Upaya TN Kelimutu Dukung Sejumlah Desa Penyangganya Patut Ditiru, Ini Buktinya

Sama seperti sejumlah taman nasional (TN) lainnya, TN Kelimutu juga memiliki desa-desa penyangga yang punya peranan penting terhadap keberadaan dan keberlangsungan kawasan konservasi di Kabupaten Ende, Flores, NTT ini.

Guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa penyangga di era pandemi ini, pihak TN Kelimutu melakukan berbagai upaya yang menginspirasi.

Di antaranya dengan mendukung potensi agrowisata Detusoko sebagai salah salah satu desa penyangga TN Kelimutu.

Hal itu diutarakan Kepala Balai TN Kelimutu Persada A. Sitepu kepada TravelPlus Indonesia, Kamis (2/7/2020).

"Kami membantu kelompok pemberdayaan masyarakat dengan membangun Detusoko Rest Area di desa tersebut," terang Persada.

TN Kelimutu, lanjutnya, mendukung Detusoko Rest Area sebagai tempat untuk display aneka Produk Wisata Desa sekaligus juga sebagai pusat Informasi Wisata Desa serta sebagai tempat untuk istirahat sejenak bagi para pengunjung dari Ende dan Maumere menuju Kelimutu. 

Kebetulan Detusoko sudah memiliki aneka produk ekonomi kreatif lokal seperti Kopi Detusoko, Selai Kacang, Selai Kemon, dan Beras Hitam.

Warganya juga memiliki kelompok pemberdayaan bernama RMC Detusoko.

Kepala Seksi PTN Wilayah 2 Detusoko Yohanes Berkhmans Fua dalam sosialisasi Ecowisata dan penguatan kelembagaan di Kantor Desa Detusoko Barat, hari ini juga  menambahkan kalau TN Kelimutu mendukung desa penyangga dengan melihat potensi yang susah ada di masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti 30 lebih peserta dari berbagai unsur, BPD, Kepala Dusun, kelompok RMC, Bumdes, Tokoh muda, dan  perwakilan tokoh masyarakat.

Kades Detusoko Barat, Nando Watu berterima kasih kepada TN Kelimutu karena sudah memperhatikan dan mendukung Detusoko sebagai Desa Wisata.

"Kami bersyukur karena pihak TN mendukung kelompok RMC Detusoko sebagai kelompok penerima manfaat untuk membangun satu unit rest Area," ujarnya.

Desa Detusoko kini memiliki 17 homestay, produk lokal sebagai oleh oleh, Bumdes Au Wula yang bergerak di bidang Perdagangan dan Pariwisata, bahkan website sebagai sarana promosi wisata Decotourism.id.

Semua elemen pendukung di masyarakat yang sudah ada ditambah pembangunan Detusoko Rest Area amat mendukung Konsep Desa Wisata Detusoko.

Dalam sosialisasi ini masyarakat diberikan pengetahuan mendasar tentang konsep Ekowisata, apa yang perlu dipersiapkan oleh masyarakat di destinasi juga pengetahuan tentang kelembagaan serta penyusunan rencana kerja kelompok.

RMC Detusoko menerima dan sepakat untuk pelaksanaan program dan siap mendukung penuh untuk rencana kerja yang telah direncanakan.

Kata Persada, sosialisasi Ekowisata Desa ini atas kerjasama TN Kelimutu dengan Pemerintah Detusoko Barat, dan difasilitasi selama kegiatan oleh moderator Paulus Kedang sebagai Koordinator Resort Niowula TN Kelimutu.

Sebelumnya TN Kelimutu juga melakukan sederet kegiatan pembahasan rencana dan sosialisasi bantuan pemberdayaan yang tengah giat dilakukan di semua wilayah Resort TN Kelimutu bersama kelompok binaan, pejabat, dan tokoh desa setempat di antaranya Desa Saga, Niowula, Wologai Tengah, Nduaria, Woloara, Wolojita, dan Desa Wiwipemo.

Berbagai hal yang menjadi fokus pemberdayaan dari pengembangan wisata sampai pengembangan pertanian organik, dibahas di masing-masing pertemuan.

Misalnya pembahasan tentang rencana fasilitasi peningkatan produk kopi dan pengolahan kopi sebagai sovenir di Resort Sokoria dan Resort Nioluwa, berlangsung di kantor Desa Saga dan Desa Niowula (29/06/20).

Selain itu juga membahas tentang penguatan tapak dan kelompok pengelola obyek wisata Boelanboong Resort Wologai di kantor Desa Wologai Tengah.

Lalu pertemuan di wilayah Resort Wolojita, membahas pengembangan ekowisata bird watching Elang Flores "Jatabara" di Kelurahan Wolojita Tahun 2020.

Serta  membahas pengembangan bawang merah organik lanjutan Kelompok Pemuda Bangkit di kantor Desa Wiwipemo.

"TN Kelimutu juga akan mendukung rest area lain yakni Ekowisata Desa Wologai," ungkap Persada.

Terkait Reaktivasi
Mengenai pembukaan kembali TN Kelimutu,  Persada mengatakan setelah melakukan tahap simulasi, pihaknya kembali melakukan penutupan untuk evaluasi simulasi sekaligus persiapan pembukaan.

"Tanggal pembukaan kembali TN Kelimutu masih akan kami koordinasikan dengan Pemkab Ende sambil pematangan aplikasi booking online. Pastinya reaktivasi TN Kelimutu bulan Juli ini juga," pungkas Persada.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis) Foto: dok.@tamannasionalkelimutu


Read more...

Sabtu, 08 Februari 2020

Berwisata Saat Low Season Banyak Untungnya, Ini Buktinya

Mau berwisata tapi tak sampai bikin kantong kosong melompong? Gampang.., lakukan saja saat low season alias musim sepi kunjungan seperti sekarang ini.

Pengamatan TravelPlus Indonesia, banyak keuntungan yang didapat kalau berwisata dalam periode sunyi kunjungan wisatawan ini.

Sederet keuntungan itu antara lain ongkos lebih murah, banyak promo, suasana lebih sepi, tidak terlalu macet, dan banyak acara menarik. 

Ongkos lebih murah karena biasanya sejumlah sejumlah maskapai berbiaya murah (low cost carrier airlines) atau LCC menawarkan tiket pesawat murah yang berlaku untuk rute domestik selama Februari hingga Maret 2020.

Dilansir dari tempo.co, tarif perjalanan ke beberapa destinasi favorit berkisar di bawah Rp 1 juta misalnya Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo dari Jakarta.

Harga tiket penerbangan ke Yogyakarta yang semula di atas Rp 450 ribu kini Rp 370 ribuan.

AirAsia misalnya menjual harga tiket sebesar Rp 371 ribu untuk periode penerbangan Februari hingga 18 Maret 2020 pada hari kerja atau weekdays. Begitupun Citilink, anak usaha Garuda Indonesia.

Sementara harga tiket Lion Air lebih mahal ketimbang dua maskapai tersebut, namun masih berada di bawah Rp 400 ribu.

Tiket rute Jakarta-Yogyakarta misalnya Lion Air memasarkan harga Rp 396 ribu hingga Maret. 

Khusus destinasi wisata tersohor Bali, maskapai LCC rata-rata menjual tiket seharga Rp 500 ribuan.

AirAsia lewat lamannya menawarkan tiket penerbangan ke Pulau Dewata itu Rp 591 ribu hingga Maret 2020, kecuali saat Nyepi

Citilink menjual tiket perjalanannya ke pulau bergunung Agung itu seharga Rp 518 ribu. Sedangkan Lion Air sekitar Rp 533 ribu hingga Rp 610 ribu.

Tiket pesawat ke destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo pun dibanderol cukup murah.

Pada Februari hingga Maret di tanggal-tanggal tertentu, Citilink mematok harga Rp 719 ribu sekali jalan. Sedangkan AirAsia lebih mahal mencapai Rp 1,2 juta.

Acara Menarik
Pengamatan TravelPlus, saat low season juga banyak acara menarik terutama di destinasi wisata favorit. 

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) misalnya ada program Jogja Heboh 2020 dari 2 Februari- 29 bertajuk "More Than Just a Great Sale" yang berisi perpaduan atraksi, transaksi, edukasi, dan sosial budaya.

Di laman jogjaheboh.com tertera rangkaian event Jogja Heboh 2020 antara lain Glagah Tropicolorun yang digelar tanggal 9 Februari.

Lalu ada Coast to Coast Night Trail Ultra (15-16/2), Festival Gogoh Iwak (16/2), Gelar Karya Shibori 200M (18)2), Tumpeng Festival (23/2), The Jumputan (29/2-1/3), Nikah Bareng Banyulangit (5/3), Volcano Run (8/3), Prawirotaman Festival (14-15/3), JIFFINA (14-17/3), Jogja Air Show (21-22/3), Jogja Tea Party (21/3), Nikah Bareng Lavatour (21/3), Nordic Walking (24/3), Sarkemfest (25-26/3), dan Closing Ceremony (29/3).

Agenda program Jogja heboh 2020 itu bisa dipantau di aplikasi Jogjakita dan di sejumlah medsos serta laman-nya.

Asyiknya berwisata dikala low season, sejumlah hotel pun menawarkan promo menarik.

Di Jogja misalnya antara lain ada KJ Hotel Yogyakarta yang beralamat di Jl. Parangtritis No.120, Prawirotaman.

Hotel bintang 4 dengan kapasitas 123 kamar ini memberikan potongan harga lumayan besar.

"Selama program Jogja Heboh 2020 kami kasih diskon 50% dari room published rate Rp 1,2 juta per malam. Malah selling price-nya Rp 531 ribu, jadi sebenarnya diskonnya lebih dari 50%," terang Veri Diana General Manager KJ Hotel Yogyakarta kepada TravelPlus.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyakarta juga tak mau kalah dengan memberikan diskon sebesar 10% untuk pembelian tiket kereta api sepanjang event Jogja Heboh 2020 berlangsung.

Ada 11 kereta api yang diberikan potongan harga tersebut. Lumayan jadi irit bukan.

Nah, lewat pogram Jogja Heboh 2020 yang diselenggarakan Kadin DIY, ASITA, dan PHRI DIY ini, tak berlebihan kalau TravelPlus Indonesia menyebut DIY adalah destinasi wisata favorit yang paling siap dan  kreatif dalam menyiasati low season

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Berwisata saat low season tak bikin isi kantong melompong.
2. Sejumlah maskapai memberikan tiket promo selama low season.
3. Launching program Jogja Heboh 2020 untuk mendulang wisatawam saat musim sepi kunjungan. (foto: dok.  @jogja_heboh)
4. KJ Hotel Yogyakarta, salah satu hotel yang memberikan diskon 50% selama Jogja Heboh 2020 berlangsung.
5. PT KAI juga memberikan diskon 10 % untuk pembelian tiket sepanjang Jogja Heboh 2020.

Read more...

Selasa, 07 Januari 2020

Pesona Daratan Flores Barat Lebih Beragam Dibanding Perairannya, Ini Buktinya

Kondisi cuaca di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores Barat, Pulau Flores, NTT menurut BMKG setempat sedang buruk. Aktivitas wisata ke kerajaan Komodo itu kabarnya sementara waktu dihentikan sampai cuaca membaik.

Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Aditya yang mengangkut lima orang wisnus asal Sukoharjo, Jawa Tengah di Perairan Labuan Bajo tak jauh dari perairan TN Komodo, Sabtu (4/1/2020) pagi, adalah bukti kalau cuaca di perairan tersebut sedang tak bersahabat.

Bukti lainnya, pelayaran dengan kapal dan perahu nelayan di seluruh wilayah perairan Mabar kabarnya ditutup sementara.

Begitu juga pelayaran ke Taman Nasional Komodo serta kapal Ferry yang melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Sape, NTB, sebagaimana dikutip kompas.com, dalam tulisan berjudul "Cuaca Buruk, Aktivitas Wisata Taman Nasional Komodo Dihentikan Sementara", Senin (6/1/2020).

Nah, buat Anda yang ingin berwisata TN Komodo dan pulau-pulau sekitarnya sebaiknya jangan memaksakan diri untuk ke sana saat ini. Tunggu sampai cuaca di perairannya aman dan tenang.

Alternatif terbaik, alihkan kunjungan Anda ke daratan Flores Barat (khususnya yang ada di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, dan Kabupaten Manggarai). Sebab objek wisatanya tak kalah menawan dibanding perairannya, bahkan pesonanya dinilai lebih beragam. 

Di dua kabupaten itu ada sejumlah air terjun, gua, danau, hutan, bukit/gunung, pantai, dan kampung adat.

Air terjun atau Cunca (Bahasa Flores) yang menarik untuk Anda kunjungi antara lain Cunca Rami, Cunca Wulang, Cunca Lega, dan Air Terjun Tengku Siwa.

Cunca Rami berada di kawasan hutan tropis Mbeliling, Kampung Roe, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Mabar.

Lokasinya dapat dijangkau dari gerbang pintu pendakian Puncak Mbeliling yaitu Kampung Roe, Desa Wae Lolos.

Akses untuk menuju ke sini dari Labuan Bajo (Ibukota Mabar) yang berjarak sekitar 30 km dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sewaan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. 

Sesampainya di pintu wisata Cunca Rami lalu trekking di Hutan Mbeliling dengan medan menurun yang memakan waktu antara 45 menit hingga 1 jam diantar penduduk lokal sebagai pemandu. 

Cunca Rami berketinggian sekitar 30 meter dengan debit air yang cukup besar.

Lain lagi dengan Cunca Wulang yang terletak di Desa Wersawe, Mbeliling, Mabar.

Posisi air terjun yang berada di 26 Km sebelah Timur Labuan Bajo ini  bisa dijangkau menggunakan Trans Flores.

Tiba di Cekonbo, terus berbelok kiri menuju Desa Wersawa. Dari desa tersebut, nanti pengunjung butuh menuruni perbukitan sejauh 4 km, yang memakan waktu sekitar 1 jam.

Cunca Lega bertempat di Desa Tengkulese, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai atau dikenal juga dengan sebutan Air Terjun Tengkulese. Pesona air terjun ini, bertingkat setinggi sekitar 25 meter. 

Air Terjun Tengku Siwa berada di Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Manggarai.

Kelebihan pesonanya memiliki empat air terjun setinggi 70 meter dengan debit air yang serupa.

Sementara wisata gua yang bisa Anda telusuri antara lain Gua Batu Cermin, Gua Istana Ular, dan Gua Istana Ular.

Gua Batu Cermin berada di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Mabar, masih satu kecamatan dengan TN Komodo dan pulau-pulau sekitarnya. 

Lokasi tepatnya di sebelah Timur Pelabuhan Labuan Bajo sekitar 4 Km dari pusat Kota Labuan Bajo.

Waktu terbaik menelusuri gua seluas 19 hektar dengan ketinggian 75 meter ini sekitar pukul 1 siang, sebab saat itu  cahaya matahari berada tepat di atas celah goa.

Pesona lainnya, gua ini dipenuhi stalagtit dan stalagmit bermacam bentuk. Di dalamnya juga terdapat fosil ikan, kerang, dan kura-kura dikarenakan goa ini dulunya berada di bawah laut.

Gua Istana Ular berlokasi di Kampung Weto, Desa Galang, Kecamatan Welak, Mabar.

Lantaran dihuni bermacam ular, Anda hanya dapat berkunjung ke gua ini selama musim kemarau (April sampai Oktober).

Soalnya saat musim hujan seperti sekarang, ular-ularnya berkeliaran ke luar karena air hujan masuk ke dalam gua.

Sebelum memasuki gua ini, Anda pun harus mengikuti ritual setempat dengan mengorbankan seekor ayam kecil dan telur.

Lain lagi dengan Gua Liang Bua yang berada di Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai.

Kelebihan gua ini pernah ditemukan kerangka manusia kerdil yang kemudian dinamakan Homo Floresiensis yang punah sekitar 50.000 tahun silam.

Selain memasuki gua yang dulu menjadi rumah “hobbit” ini,  Anda juga bisa berkunjung ke sebuah desa yang dipercaya dihuni keturunan langsung dari para hobbit tersebut serta ke museum untuk melihat kerangka manusia hobbit yang asli.

Objek wisata danaunya, ada Danau Sano Nggoang yang merupakan danau vulkanik di sebelah Tenggara kawasan Hutan Mbeliling, tepatnya di ketinggian 750 Mdpl.

Jarak Sano Nggoang yang berarti “Danau yang membara” dalam bahasa setempat ini sekitar 63 Km atau 3 jam perjalanan darat berkendara dari Labuan Bajo.

Dusun Nunang, Desa Wae Sano merupakan pintu masuk bagi  wisatawan yang ingin menikmati keindahan Danau Sano Nggoang.

Di dusun itu tersedia homestay milik masyarakat, tepat berada di tepi danau.

Di danau yang airnya berkadar belerang cukup tinggi ini, Anda dapat mengelilinginya, menunggang kuda di sekitarnya, dan mandi di kolam air panas.

Anda juga bisa mengamati bermacam burung, di antaranya burung elang, celepuk, gagak, dam burung beo

Nah, kalau ingin menikmati pesona seluruh danau ini, Anda bisa mendaki Puncak Golo Dewa.

Lokasi puncak bukit, pantai, dan hutan di gunung yang juga asyik untuk dijelajahi antara lain Watu Timbang Raung, Bukit Sylvia, Bukit Cinta, Pantai Pede, dan Hutan Mbeliling. 

Objek wisata Watu Timbang Raung berada di pinggir Jalan Trans Reo - Labuan Bajo, tepatnya di Desa Rego Kecamatan Macang Pacar, Mabar. Berjarak sekitar 80 Km dari arah Timur Kota Labuan Bajo.

Sesuai namanya, Watu Timbang Raung adalah sebuah batu dengan ketinggian ratusan meter di atas permukaan tanah.

Jelang sorenya, Anda bisa trekking mendaki ke bukit yang berada di Utara Labuan Bajo untuk menyaksikan pemandangan ujung Barat Pulau Flores nan fantastik. 

Anda bisa sewa motor di dekat pelabuhan hingga ke plang bertuliskan Amalia Sea View yang oleh sebagian warga setempat dinamakan Bukit Sylvia karena ada Sylvia Resort di dekatnya.

Pilihan lainnya mendaki Bukit Cinta di daratan Labuanbajo dengan pemandangan menawan ke pelabuhan dan sekitarnya.

Untuk menuju Bukit Cinta, Anda hanya butuh waktu sekitar 30 menit berjalan kaki ke arah Utara dari pusat Kota Labuan Bajo.

Dari atas buki ini Anda bisa melihat dengan jelas eksotisnya panorama alam Pantai Pede, Pantai Wae Cicu, Pulau Seraya, Pulau Bajo, atau Pelabuhan Labuan Bajo.

Jelang matahari terbenam, Anda bisa kulineran di Kampung Ujung yang juga menjadi sunset spot bagus.

Bisa juga bersantai di Pantai Pede yang terletak di Jl. Raya Pantai Pede, sekitar 5 menit dari pusat Kota Labuanbajo. Pantai berpasir putih ini, berderet bersama sejumlah hotel/resort antara lain Jayakarta Hotel, Bintang Flores, dan Hotel La Prima Labuan Bajo.

Pilihan lainnya nongkrong di Paradise Bar, tempat hangout-nya anak muda Bajo dan turis bule yang paling nge-hits. Di bar ini Anda bisa menikmati sunset sambil mendengarkan live music reggae dan ngemil panagna 

Kalau ke Hutan Mbeliling hanya berjarak 25 Km dari Kota Labuanbajo. Lokasinya terletak di ketinggian lebih dari 1.300 Mdpl. 

Keistimewaan hutan ini berdasarkan penelitian BirdLife Internasional, hutan terluas di Flores ini terdapat 29 jenis burung, empat di antaranya merupakan burung endemik Flores dan tiga di antaranya hanya terdapat di kawasan hutan Mbeliling. Ketiga jenis burung tersebut yakni serindit Flores (Loriculus flosculus), kehicap Flores (Monarcha sacerdotum), dan Gagak Flores (Corvus Floresis).

Kampung Adat
Sementara kampung adat yang dapat Anda datangi antara lain Kampung Todo dan Wae Rebo.

Kampung Todo berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai. Di bagian tengah kampung ini terdapat Watu Todo, yakni batu yang dipercaya sebagai penjaga kampung dengan formasi berbentuk lingkaran. Sedangkan di sekelilingnya berdiri rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Niang Todo.

Di sana, Anda bisa membeli  songket khas Todo yang harganya dibanderol antara Rp  50.000 sampai Rp 500.000. 

Wae Rebo di Desa Satar Lenda, masih di Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, lebih menarik lagi. Untuk sampai kesana Anda harus rekking selama 4 – 5 jam karena lokasinya terpencil di pegunungan berketinggian 1.200 Mdpl. 

Keistimewaan pesona lainnya, kampung ini memiliki rumah adat berbentuk kerucut, menyerupai topi pesta raksasa.

Selepas dari Wae Rebo, Anda bisa mempir ke Desa Cancar, Kecamatan Ruteng, Manggarai untuk mengintip persawahan Spiderman lantara berbentuk “jaring laba-laba” raksasa yang subur dan hijau.

Persawahan unik itu bisa dilihat secara keseluruhan dari Puncak Weol.

Untuk mencapai puncak bukit itu, Anda harus menapaki 250 anak tangga yang dibuat dari tumpukan tanah yang menggunakan bambu sebagai penahan.

Cukup mudah ke lokasi sawah jaring laba-laba di Cancar. Kalau dari  Labuanbajo berjarak sekitar 100 Km, Anda dapat tempuh dengan  menggunakan bus. Tapi kalau dari Ruteng cuma sekitar 20 Km dan bisa Anda capai juga dengan kendaraan umum.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Panorama dari Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai yang berstatus Destinasi Wisata Super Prioritas. (dok: @pickbird)
2. Air Terjun Tengku Siwa di Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Manggarai. (dok: @ali_nvhung)
3. Gua Liang Bua di Desa Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai. (dok: @pickbird)
4. Wae Rebo di Desa Satar Lenda, masih di Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai. (dok: adji)
5. Menikmati persawahan jaring laba-laba. (dok: @bozz_fian)

Read more...

Kamis, 12 September 2019

Turis Asing Makin Minati Tanjung Lesung, Ini Buktinya

"Tamu Tanjung Lesung Beach Hotel dari Perancis, menginap 5 malam dan melakukan aktivitas di Ujung Kulon".

Begitu isi captions yang tertera di bawah 4 foto yang diunggah pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di akun Instagram (IG)-nya @tanjunglesungid, 2 hari lalu.

Unggahan itu kemudian dikirim Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), Poernomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung kepada TravelPlus Indonesia, Kamis (12/9/2019).

Mendapat kabar menyenangkan itu, TravelPlus Indonesia langsung memberi ucapan selamat dan langsung menyodorkan berapa pertanyaan terkait, antara lain jumlah turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) yang menginap di Tanjung Lesung saat ini.

Tak lama berselang, Poernomo membalasnya. "Nah detailnya bisa tolong komunikasi dengan Widiasmanto, General Manager atau GM Tanjung Lesung Beach Hotel ya," tulisnya.

Widiasmanto yang biasa disapa Widi membenarkan kalau dalam beberapa Minggu ini Tanjung Lesung telah dikunjungi beberapa turis asing terutama dari Eropa yakni Jerman, Belanda, Perancis, dan Ingris. Selain itu juga dari USA dan China.

"Umumnya mereka datang bersama keluarga atau berpasangan, couple," terangnya.

Rata-rata lama tinggal wisman itu di sini, sambung Widi, antara 3 sampai 5 malam.

"Mereka selain beraktivitas di area Tanjung Lesung baik di darat, beraktivitas watersports, dan menikmati sunset, juga menyambangi Ujung Kulon," ungkapnya.

Harga paket ke Ujung Kulon dari Tanjung Lesung per speedboat mulai Rp 6 juta - Rp 9 juta. "Kapasitas boat-nya bisa 7 sampai 10 orang," kata Widi.

Ini nama-nama wisman yang berkunjung dan menginap di Tanjung Lesung sejak awal September 2019.

Ada Geraldine Reitz Luxemboui (London) yang datang 1-3 September, Baptistelafond (Perancis) 4-5 September, Mouakil Michael (Perancis) 6-11 September, Lea Musekamp (Jerman) 7-9 September,  Alan Van Der Meijdan (Belanda) 10-12 September, dan Max Allen (Amerika) 10-13 September.

Menurut Widi komentar wisman yang berwisata di Tanjung Lesung baru-baru ini, rata-rata cukup positif dan semua mengaku senang selama tinggal di Tanjung Lesung.

Untuk meningkatkan kunjungan wisman dan wisnus ke Tanjung Lesung, Widi berharap kedepan kegiatan promosi Tanjung Lesung, baik dari dukungan pemerintah maupun stakeholders terus digenjot lebih giat lagi agar wisnus dan wisman benar-benar tahu kalau Tanjung Lesung memang sudah aman dan nyaman dikunjungi.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Tanjung Lesung, awal April lalu menargetkan Tanjung Lesung harus mampu menarik 1 juta  wisman atau setara dengan US$ 1 milyar.

Kata Arief Yahya untuk mencapai target itu ada beberapa upaya yang harus dilakukan, salah satunya harus ada infrastruktur Tol Panimbang dan Bandara Banten.

"Sejak awal sudah dideklarasikan 1 juta wisman atau US$ 1 milyar. Saya janjikan kepada Presiden kalau Tol Panimbang dibangun maka akan mendatangkan lebih banyak devisa dibandingkan nilai investasi yang dikeluarkan," ujar Arief Yahya ketika itu.

Menurut Arief Yahya keberadaan akses jalan tol itu akan mempersingkat perjalanan wisatawan menjadi dua jam.

Untuk mendatangkan wisman ke Tanjung Lesung, lanjut Arief Yahya, pembangunan bandara juga amat diperlukan di Banten karena dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Saya rasa dengan adanya bandara, Banten mungkin sekali mendatangkan lebih banyak wisatawan," ungkap Arief Yahya.

Dia memberi contoh, jumlah kunjungan ke Toba lewat Bandara Silangit meningkat dari tahun 2017 sebesar 280 ribu menjadi 420 ribu di tahun 2018.

Sementara dari pihak pengelola KEK Tanjung Lesung, Poernomo menjelaskan untuk memikat wisatawan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai program menarik seperti wisata pantai, wisata desa, menyediakan  berbagai amenitas seperti beach club Lalassa serta menggelar berbagai event.

"Akhir bulan ini, tepatnya tanggal 28-29 September 2019 akan ada sport tourism event bertajuk Rhino Triathlon. Acaranya bakal seru, ayo rame-rame datang ke Tanjung Lesung," ungkap Poernomo.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.@tanjunglesungid & humas kemenpar

Captions:
1. Dua turis asing asal Perancis menginap di Tanjung Lesung dan mengikuti tur ke Ujung Kulon dengan speedboat.
2. Wisman mengabadikan pesona perairan Tanjung Lesung.
3. Pesona sunset Tanjung Lesung.
4. Wisman bersepeda keliling Tanjung Lesung.
5. Menpar Arief Yahya berikat kepala motif Badak Jawa khas Banten, berbincang dengan Presiden Direktur PT Banten West Java (BWJ), Poernomo Siswoprasetijo selaku pihak pengelola KEK Tanjung Lesung.
6. Salah satu bahan promosi iven Rhino Triathlon di Tanjung Lesung.

Read more...

Selasa, 19 Februari 2019

Turis Bule Ikut Pawai Tatung di Singkawang, Ini Buktinya

Ada yang menarik perhatian di pawai tatung yang berlangsung di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar). Sejumlah turis bule ikut berpawai lengkap dengan aksesoris tak biasa khas Tatung.

Bukti kalau turis asing ikut berpawai tatung yang menjadi bagian dari acara  puncak perayaan Cap Go Meh 2019,  Selasa (19/2), terlihat dari foto-foto yang diunggah akun Instagram (IG) @wisata.kalbar.

Ada 5 foto turis bule yang ikut pawai tatung di akun tersebut kiriman dari @angsaputih127.

Namun di akun tersebut tidak dijelaskan dari negara mana kelima turis itu berasal. Tapi sumber lain menyebut turis bule yang ikut pawai itu ada yang berkebangsaan Australia.

Semuanya laki-laki dewasa yang bertato. Ada yang tatonya di pundak, leher, wajah, bahkan ada yang hampir di sekujur badan.

Kehadiran mereka di pawai tatung tahun ini bukan hanya menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, pun peserta pawai tatung lainnya.

Pawai tatung, meskipun rada mengerikan, terlebih buat orang yang baru pertama kali melihat, namun tak bisa dipungkiri menjadi salah satu daya tarik utama setiap acara puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang.

Sebelum berpawai, biasanya para tatung dirasuki oleh roh leluhur sehingga mereka berada dalam kondisi di bawah alam sadar.

Mereka kerap mempertunjukan ilmu kesaktian tubuhnya seperti menusuk pipi, kebal dengan senjata tajam, hingga aksi mengupas kelapa dengan gigi.

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang boleh dibilang salah satu pertunjukan Cap Goh Meh termegah bukan hanya di Indonesia pun di kawasan Asia Tenggara.

Daya pikatnya tetap kuat. Buktinya sampai ada biro perjalanan yang membuat paket wisata bertepatan dengan acara tersebut.

Pada hari pertama, peserta paket tur Cap Go Meh tersebut meeting point-nya di Bandara Supadio, Pontianak.

Selepas sarapan di hotel kemudian City Tour di Kota Pontianak, mengunjungi Vihara Vajra Bumi Kertayuga, Maha Vihara Buddha Maitreya, Museum Pontianak, Rumah Adat Dayak, dan berbelanja suvenir khas Pontianak di PSP Souvenir Center. Setelah itu kembali ke hotel dan beristirahat.

Hari kedua sarapan (sarapan box), pada pukul 03.00 langsung menuju Kota Singkawang untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh.

Selepas makan siang di restoran lokal, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan tradisional Singkawang, Cagar Budaya Marga TJHIA, dan Tanjung Bajau.

Selanjutnya kembali ke Pontianak, makan malam di restoran lokal, kembali ke hotel dan acara bebas.

Hari ketiga acara bebas, berbelanja ataupun wisata kuliner di Kota Pontianak. Lalu diantar menuju Bandara Supadio untuk kembali ke kota asal.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Foto: dok.@wisata.kalbar

Read more...

Kamis, 24 Januari 2019

Pesona Utama Flores Tak Cuma Pulau Komodo, Ini Buktinya

Kabar rencana penutupan Pulau Komodo selama setahun ini,  mengemuka lagi. Andai jadi, tentu travelers yang kebelet ingin ke sana harus bersabar menunggu sampai tahun depan. Tapi tenang, pesona Flores tak hanya Pulau Komodo. Masih ada puluhan ragam daya tariknya yang amat menawan, unik bahkan menantang untuk dijelajahi tahun ini. 

Anda mau pulau seperti Pulau Komodo yang dihuni komodo (Varanus Komodoensis), datangi saja Pulau Rinca, Padar, dan pulau-pulau lainnya yang masih termasuk kawasan Taman Nasional Komodo.

Info tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat baru-baru ini.

"Silakan jika wisatawan ingin berkeliling (taman nasional) di atas kapal, tetapi mereka tidak bisa turun di Pulau Komodo. Mereka bisa pergi ke Rinca, Padar, dan pulau-pulau lainnya," kata Viktor sebagaimana dikutip Antaranews.com (21/1/2019).

Dia pun menegaskan bahwa Pulau Komodo itu akan ditutup setelah pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan Lingkungan menyetujui kemitraan dengan mitra lokalnya untuk mengelola taman nasional yang berdiri tahun 1980 dan berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 1991 ini.

Penutupan Pulau Komodo selama setahun ini katanya untuk menambah populasi kadal raksasa purba yang bernama lokal Ora atau orang bule menyebutnya dragon itu.

Kalau masih belum puas, Anda  bisa sambangi pulau-pulau eksotis lainnya seperti Pulau Kelor, Kalong, Kanawa, dan Pulau Bidadari.

Jika ingin pantai berpasir merah seperti Pink Beach (Pantai Merah) yang ada di Pulau Komodo, kunjungi saja Pantai Namo di Labuan Bajo.

Pantai Namo bahkan dijuluki ‘The Real Pink Beach’ karena warna pasirnya lebih merah dibanding Pink Beach-nya Pulau Komodo.

Di pantai itu, Anda bisa bersantai, berenang, dan snorkeling. Pilihan pantai lainnya untuk aktivitas serupa ada Waecicu, Pede, dan Pantai Gorontalo.

Kalau mau menyelam (diving), Anda tinggal selami dive spot Manta Point.

Anda pun bisa caving (menyusuri gua) di Gua Batu Cermin. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Labuan Bajo, hanya sekitar 4 kilometer atau sekitar 30 menit dengan mobil.

Di dalamnya Anda bisa menyaksikan beragam stalagmit dan stalaktit yang indah. Kalau belum puas juga, Anda bisa lanjut caving di Gua Rangko.

Jelang sorenya, Anda bisa trekking mendaki ke bukit yang berada di Utara Labuan Bajo untuk menyaksikan pemandangan ujung Barat Pulau Flores nan fantastik.

Anda bisa sewa motor di dekat pelabuhan hingga ke plang bertuliskan Amalia Sea View yang oleh sebagian warga setempat dinamakan Bukit Sylvia karena ada Sylvia Resort di dekatnya.

Pilihan lainnya mendaki Bukit Cinta dengan pemandangan menawan ke pelabuhan dan sekitarnya.

Jelang matahari terbenam, Anda bisa kulineran di Kampung Ujung yang juga menjadi sunset spot bagus.

Pilihan lainnya nongkrong di Paradise Bar, tempat hangout-nya anak muda Bajo dan turis bule yang paling nge-hits. Di bar ini Anda bisa menikmati sunset sambil mendengarkan live music reggae dan ngemil panagna.

Suka ke kampung-kampung adat, Anda bisa menyambangi Kampung Waerebo, Bena, dan lainnya.

Wae Rebo berada di pedalaman Kabupaten Manggarai, tepatnya di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat.

Untuk mencapainya, Anda harus  trekking sejauh 2 km lagi dari pemberhentian kendaraan terakhir, melewati jalan berliku menanjak dan menurun.

Pemandangan yang ditawarkan amat memesona, berupa deretan perbukitan, hutan rimba yang lebat, sungai, dan tentu saja perkampungannya dari kejauhan.

Keistimewaan kampung ini sampai diminati wisatawan mancanegara (wisman) terutama asal Eropa karena desain arsitektur rumah adatnya yang unik, berbentuk kerucut, dan beratap daun lontar.

Jumlah rumah utamanya yang disebut Mbaru Niang ada 7.

Tradisi adatnya juga masih terpelihara dengan baik. Alhasil Wae Rebo ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012 menyisihkan 42 negara lain.

Di ajang Indonesia Sustaianable Tourism Award (ISTA) tahun lalu, kampung di ketinggian 1.200 Mdpl hingga dijuluki kampung di atas awan ini juga menyabet juara pertama dalam bidang sosial-budaya.

Selepas dari Wae Rebo, Anda bisa mempir untuk melihat persawahan spider web yang tersohor sebagai objek foto memikat.

Sementara Kampung Bena terletak sekitar 12 Km dari Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada.

Di kampung megalitikum ini, Anda bisa menyaksikan Tradisi Reba yaitu upacara syukur dan penghormatan kepada leluhur yang digelar setahun sekali.

Biasanya dirayakan pada akhir Desember sampai dengan Februari, bertepatan dengan musim hujan dan angin.

Namun tanggal pastinya ditentukan berdasarkan kalender adat yang disebut paki sobhi (tahun sisir) atas petunjuk seorang Mori kepo vesu (pemegang adat istiadat) sebagai pihak yang berwenang.

Kalau Anda suka aktivitas outdoor yang menantang, daki saja Gunung Inerie yang terlihat jelas dari Kampung Bena.

Untuk mencapai puncak gunung berketinggian 2.245 Mdpl ini diperlukan waktu sekitar tiga hingga lima jam dari Desa Watumeze yang dijadikan titik awal pendakian.

Waktu terbaik mendakinya saat musim kemarau atau sekitar bulan Juni hingga Agustus.

Anda bisa mendakinya mulai dini hari agar sampai di puncak sebelum sunrise. Dari puncaknya yang  ditandai dengan tiga buah tiang  tertancap di tanah, Anda bisa melihat jelas Kampung Adat Bena yang berada tepat di kaki gunung aktif ini.

Selanjutnya ke Kota Ende untuk melihat Situs Rumah Bung Karno, Taman Renung Bung Karno, Museum Tenun Ikat, Pantai Ria, Pasar Tradisional, Kampung Adat Wolotopo, dan mendaki Gunung Meja.

Dinamakan Gunung Meja karena puncaknya tiduk berbentuk kerucut sebagaimana kebanyakan gunung, melainkan datar seperti meja.

Dari puncaknya, Anda bisa melihat Kota Ende, Gunung Ia di sebelah Gunung Meja, dan Gunung Wongge di sebelah Utara Kota Ende, berserta perairan sekitarnya.

Kalau Anda ingin menikmati Danau Kelimutu atau Danau Tiga Warna dari puncak Gunung Kelimutu di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Anda bisa datang langsung dari kota Anda ke Kota Ende ataupun Maumere via udara, dilanjutkan ke lokasi lewat darat (overland).

Sebaiknya Anda bermalam terlebih dulu di Kampung Moni, sebelum ke Danau Kelimutu. Di kampung berhawa sejuk ini, tersedia banyak homestay dengan tarif mulai dari Rp 200.000 sampai Rp 350.000 per malam.

Disarankan booking homestay via online mengingat Juli-Agustus banyak wisman yang berwisata ke kawasan danau berparas molek ini.

Keesokan paginya, kira-kira pukul 4 pagi, baru beranjak dari Moni untuk melihat pesona matahari terbit di puncak Gunung Kelimutu yang masih aktif ini.

Selanjutnya menyaksikan kemolekan tiga danau berbeda warna dalam balutan Ritual Patika yang hanya dilakukan oleh Suku Lio sekali dalam setahun.

Sebagai bekal informasi, Kelimutu merupakan gabungan kata dari "keli" yang berarti gunung dan kata "mutu" yang berarti mendidih.

Suku Lio meyakini warna-warna pada Danau (Tiwu) Kelimutu memiliki arti masing-masing sesuai dengan peristiwa kejadiannya.

Danau yang berwarna biru atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal.

Danau yang berwarna merah atau "Tiwu Ata Polo" itu tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau yang berwarna putih atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Ketika danau tersebut ada yang berubah warna, Suku Lio kemudian melakukan Ritual Patika untuk memberikan sesajen bagi arwah orang-orang yang telah meninggal agar senantiasa damai di alamnya.

TravelTips
Labuan Bajo berada paling Barat Pulau Flores, NTT.

Keistimewaan kota kecil di pinggir pantai ini sudah ditetapkan Kemenpar sebagai salah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) atau disebut ‘Bali Baru’ bahkan kemudian naik statusnya menjadi salah satu dari 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Untuk menjangkaunya, tercepat dengan pesawat ke Bandara Komodo dari kota asal Anda jika sudah ada direct flight. Bisa juga transit dulu di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali lalu lanjut ke Bandara Komodo yang kabarnya tahun ini akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional oleh pemerintah pusat.

Soal akomodasi tak usah khawatir, terbilang lengkap. Anda bisa pilih penginapan dari hotel kelas backpacker sampai resort berbintang lima, antara lain Plataran Komodo Beach Resort yang berjarak hanya 1 menit jalan kaki dari Pantai Waecicu, The Jayakarta Suites Komodo Flores di Pantai Labuan Bajo, Puri Sari Beach Hotel, Exotic Komodo Hotel, Blue Parrot, dan Komodo Lodge (non bintang) serta Bajo Nature Backpakers yang diminati turis backpackers.

Selain itu tersedia sejumlah resto & café, bar, money changer, bank, ATM, mini market, travel agent, tourism center, dan diving shop atau penyewaan peralatan snorkeling dan diving.

Kalau memilih via darat Jalan Trans Flores, Labuan Bajo bisa dijangkau dengan sejumlah bis dan rental car dari Kota Ende dan kota-kota lain di Flores Timur.

Untuk berlayar mengunjungi pulau-pulau eksotik sekitar Labuan Bajo hingga kawasan Taman Nasional Komodo, bisa menyewa kapal pesiar kayu atau kapal phinisi live on board (LOB) dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Kalau Anda mau ke Bajawa, Kabupaten Ngada dari Labuan Bajo bisa naik bus atau menyewa mobil travel. Kalau mau langsung dari kota Anda, tercepat lewat udara dengan pesawat ke Bandara Soa Bajawa.

Begitupun kalau Anda mau ke keliling objek wisata di Ende, bisa juga langsung via udara ke Bandara Haji Hasan Aroeboesman atau dengan kapal laut ke Pelabuhan Ende.

Akomodasi di Ende mulai dari tenda di area camping ground, homestay, penginapan kelas melati, bungalow, lodge, sampai hotel.

Kalau hotel, contohnya Hotel Ikhlas dan Hotel Safari Ende di Jalan Ahmad Yani, Hotel Flores Jalan Sudirman No 28, Hotel Flores Mandiri Jalan Melati No 1, Mentari Hotel Jalan Pahlawan No 19, King Hotel di Jalan Kemakmuran No 5, Hotel Angrek di Jalan Gatot Subroto dan Hotel Syifa masih di Jalan Gatot Subroto serta  Hotel Grand Wisata di Jalan Kelimutu No 32, Kota Ende.

Di luar Kota Ende, tepatnya di sekitaran Moni atau kampung transit sebelum menuju Danau Kelimutu dan kampung adat setempat, ada beberapa akomodasi yang bisa dipilih antara lain Christin Lodge, Daniel Lodge, Bintang Lodge, Watugana Bungalaw, Maria Inn, dan Flores Sare Hotel & Restauran yang berada di Jalan Trans Ende - Maumere, Moni.

Jika ingin langsung dekat dengan Danau Kelimutu, pilihan menginapnya bisa di Kelimutu Crater Lakes Eco Lodge yang terletak di Jalan Danau Kelimutu, Desa Kowanara, Kabupaten Ende.

Kalau mau mengunjungi kampung-kampung adat di Kabupten Ende, Anda bisa saja bermalam di salah satu rumah penduduk atau di rumah adat. Asal bukan rombongan dan harus memberitahu kabar kepala adat setempat sebelumnya.

Kalau ingin tunaikan shalat wajib berjamaah di Labuan Bajo, bisa ke Masjid Al- Muhajjrin (Pasar Baru), Masjid Nurul Huda (Gorontalo), Masjid At- Taqyir (Air Kemiri), Masjid Darul Ilmi (Puncak Waringin), Masjid Nurul Iman (Sernaru), Masjid Baiturrahim (Lamtoro), Masjid Nurul Syuhada (Kampung Air), dan Masjid At- Taqwa  (Kampung Tengah).

Kalau di Bajawa, Kabupaten Ngada bisa ke Masjid Al-Ghurraba, Mushalla Al-Hikmah, dan Mushalla AL-Ittihad.

Pilihan lain Masjid Al-Ikhlas di Wolomeze dan Masjid Nurul Huda di Maumbaawa.

Sementara kalau di Kota Ende, bisa  ke Mushalla Bandara H. Hasan Aroeboesman, Masjid Baitutaqwa di Kampung Baru, Masjid Baitussala Puunaka di Paupanda, Masjid Hablullah di Paupanda Atas, dan Masjid Baiturrahman di Paupanda Bawah.

Pilihan lain Masjid Darul Taqwa di Jl. Simpang Lima, Kelurahan Kelimutu, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.

Naskah & foto:  adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Wismemandang salah satu danau di Danau Kelimutu atau Danau Tiga Warna di Kabupaten Ende, Flores Timur, NTT.
2. Sejoli bule menikmati pantai di luar Taman Nasional Komodo, Flores Barat.
3. Pemandangan eksotis dari bukit Pulau Kelor, perairan Labuan Bajo, Flores Barat.
4. TravelPlus Indonesia di Kampung Adat Wae Rebo, Manggarai, Flores. (dok.pri)
5. Mengunjungi Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada, Flores.
6. Gunung Meja di Ende, Flores Timur.
7. TravelPlus Indonesia di Gunung Kelimutu, Ende. (dok.pri)
8. Salah satu hotel di Kota Ende.
9. Menapaki undakan ke puncak Gunung Kelimutu, Ende.




Read more...

Jumat, 16 Februari 2018

Berkat Pariwisata PAD Kabupaten Samosir Terdongkrak, Ini Buktinya

Pariwisata jadi salah satu sektor yang ampuh  mendongkrak Pendapat Asli Daerah (PAD). Sejumlah daerah sudah membuktikannya, termasuk Kabupaten Samosir.


Buktinya tahun lalu pariwisatalah yang turut mendongkrak PAD kabupaten yang berada di Pulau Samosir, pulau di tengah-tengah Danau oba, Sumatera Utara ini.

"Realisasi PAD tahun 2017meningkat 81 persen dibandingkan tahun sebelumnya. PAD yang awalnya Rp39 miliar, meningkat menjadi Rp71 miliar pertahun. 55 persen diantaranya berasal dari sektor pariwisata," ujar Bupati Samosir Rapidin Simbolon kepada TravelPlus Indonesia usai menghadiri acara launching Calendar of Event Horas Samosir Fiesta (HSF) 2018 di Jakarta, Kamis (15/2) malam.

Menurutnya, Bandara Internasional Silangit menjadi pintu utama bagi wisatawan yang datang ke Pulau Samosir.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke pulau yang memiliki luas 630 km persegi ini, meningkat 45 persen tahun 2017.

Jumlah riil wisman ke Samosir tahun 2017 mencapai 55.771 orang. Sedangkan 2016 hanya 35.823 orang.

Amenitas di Pulau Samosir juga mengalami peningkatan. Jumlahnya sebesar 6,74 persen. Tahun 2016 jumlah kamar yang tersedia 1.899 unit. Sedangkan 2017, jumlahnya melonjak jadi 2013 kamar.

Jumlah homestay juga mengalami kenaikan. Jumlah 56 homestay tahun 2016, meningkat 15 persen menjadi 66 homestay di 2017. Menariknya, semua homestay berupa rumah khas Batak.

"Saya yakin berbagai event internasional yang kami gelar akan sukses. Kita juga siap menampung 1.300 wisman, contohnya pada saat event Gran Fondo New York (GNFY) berlangsung,” ujarnya.

Rapidin optimis ke-12 event dalam HSF 2018 ini akan turut mendongkrak PAD Kabupaten Samosir tahun ini, terlebih ada 3 event bertaraf internasional yakni Samosir Music International, GNFY Championship Asia, dan Samosir Lake Toba Ultra Marathon.

"Tahun lalu, ketiga event itu didatangi ribuan wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, kami optimis dan mempersiapkan lebih matang, baik dalam hal infrastruktur, maupun persiapan lainnya," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya, yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman, mengatakan kunjungan wisatawan ke Danau Toba menunjukkan tren positif. Hal itu seiring dikembangkannya infrastruktur seperti jalan tol, bandara, serta pelabuhan penyebarangan.

Upaya peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata Danau Toba juga terus dilakukan. Di antaranya membangun akses jalan tol Kuala Namu-Tebing Tinggi-Pematang Siantar, jalur Pematang Siantar hingga Parapat juga dilebarkan, dan pembangunan outter ring road sepanjang 100 km yang mengitari danau juga dilakukan.

Akses akan semakin kuat dengan penyelesaian inner ring road, dan pembangunan dua pelabuhan internasional di kedua sisi danau.

"Dari segi aksestabilitas ke Samosir, nantinya akan ada 2 unit kapal Roro. Kapal itu mampu memuat 35 hingga 40 mobil dengan kapasitas 300 orang. Untuk yang overland, terdapat mobil gratis dari Silangit sebanyak dua kali sehari," ujar Dadang.

Menurut Dadang strategi 3A (atraksi, amenitas, aksestabilitas) harus diterapkan dengan tepat. Destinasinya juga harus ditata, Atraksi dikemas dengan baik, serta akses jalannya ditingkatkan.

"Strategi 3A harus dilakukan dengan tepat. Jika sudah, tinggal kapasitas SDM ditingkatkan. Selain itu, pelaku industri pariwisata di Samosir harus diajak bekerjasama. Event juga harus dipromosikan dengan agenda dan jadwal yang tepat," imbau Dadang.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Jumpa pers launching Calendar of Event Horas Samosir Fiesta (HSF) 2018 di Jakarta, Kamis (15/2) malam.
2. Menikmati sepenggal Pesona Danau Toba.
3. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman mewakili Menpar Arief Yahya me-launching HSF 2018 dengab memukul gong.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP