. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Ini Sederet Keuntungannya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Sederet Keuntungannya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2020

Bersinergi dengan TravelPlus Indonesia, Ini Sederet Keuntungannya

Cara ampuh untuk memperkenalkan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) terkait pariwisata di daerah/kota Anda adalah dengan promosi. Tanpa promosi seindah/semenarik/seunik/semegah apapun perihal semua itu, tidak akan bergaung luas.

Atraksi/daya tarik di sini menyangkut objek wisata, destinasi, potensi wisata, calendar of event (CoE) baik itu festival budaya/sport tourism/konser musik, dan lainnya.  

Amenitas/semua fasilitas (hotel, resto/cafĂ©/tempat hiburan beserta kegiatannya, MICE (meeting, incentive, conference & exhibition) venue, travel agent dengan paket-paket wisatanya, money changer, dll).

Adapun Aksesibilitas berhubungan dengan kemudahan menuju obyek wisata baik itu infrastruktur dan alat transportasi antara lain kondisi pelabuhan, bandara, jalan, dan tol/jembatan baru, termasuk rute penerbangan/kereta baru, bus pariwisata, car rental, dan lainnya.  

Bentuk sinergi untuk mempromosikan semua itu pun bermacam, salah satunya berpromosi lewat media online/blog khusus pariwisata.

Dari sekian media online/blog yang khusus mengangkat/mengupas/membahas sektor Kebudayaan dan Kepariwisataan (budpar), Ekonomi Kreatif (Ekraf), Industri Pariwisata (Inpar) adalah Travelplus Indonesia.

Banyak kelebihan dan keuntungan yang diperoleh pariwisata daerah/kota Anda bila bersinergi dengan Travelplus Indonesia, mempromosikan 3A dan hal lain masih terkait pariwisata.

Sekurangnya ada 14 kelebihan dan keuntungan sebagaimana tertera di bawah ini.

Pertama, Travelplus Indonesia seperti sudah tersebut diatas adalah media online yang khusus mengupas hal-hal terkait kepariwisataan. Jadi lebih fokus isinya dan jelas sasaran pembacanya.

Kedua, terbit sudah cukup lama sejak dan sampai sekarang, konsisten di sektor Budparh, Ekraf, dan Inpar.

Ketiga, dikelola penulis/jurnalis/blogger/fotografer sekaligus pemerhati kepariwisataan yang sudah berpengalaman di sektor ini sejak lama, pernah menjadi pimpinan redaksi di majalah pariwisata, pernah sebagai ketua forum wartawan Budpar, pendiri salah satu kelompok traveler/sadar wisata/travel blogger, dan lainnya. 

Keempat, pembaca TravelPlus Indonesia sangat luas mencakup seluruh Indonesia dan beberapa negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.

Kelima, Travelplus Indonesia dilengkapi dengan google translate dalam puluhan jenis bahasa asing, sehingga pembacanya bisa meng-klik sesuai bahasa yang dikuasai.

Keenam, setiap tulisan yang dimuat/ditayangnya, link tulisannya ditambah pengantar menarik, selalu disebarluaskan (di-share) ke media sosial.

Ketujuh, setiap link tulisannya juga di-tag lewat IG ke pihak-pihak terkait.

Kedelapan, setiap link tulisannya juga di-share ke grup-grup WA antara lain grup Kemenparekraf dan Biro Komunikasi-nya, ke para staf ahli menteri, sesmen, deputi, direktur, kepala bidang, dan sejumlah staf.  

Selain itu ke grup-grup WA sejumlah komunitas (travel blogger, wartawan, fotografer, travel agent, event organizer, Dinas Pariwisata (Dispar) kota/kabupaten/provinsi, pemimpin daerah, pelaku industri wisata, dll).

Kesembilan, ragam tulisannya mencakup obyek wisata alam, bahari, budaya, buatan/tempat rekreasi, dll, sejarah, petualangan, kuliner, oleh-oleh/UKM, religi, halal, MICE, calendar of events (festival, sport tourism, ekraf, dll), industri wisata (hotel, resto/cafe, travel agent, alat transportasi, dll), serta SDM Kepariwisataan (poltekpar, Sekolah Tinggi Pariwisata, penelitian pariwisata, rakornas, dll) yang dikemas menarik, kreatif, dan inovatif berikut panduan atau travel tips-nya.

Kesepuluh, pangsa-pembacanya luas, baik laki-laki maupun perempuan, dari pelajar sampai orangtua dengan beragam profesi di pemerintahan maupun swasta.

Kesebelas, bentuk kerjasama promosinya banyak pilihan, bisa berupa (pemasangan advertorial, pemuatan press release, peliputan langsung pra & on event, pers tour, famtrip, jumpa press, pembuatan bahan promosi/brosur/leaflet/buku, dll)  

Keduabelas, harga/tarif kerjasama promosinya amat terjangkau dan ada bonusnya.

Ketigabelas, ada bukti penulisan/pemuatan kerjasama lewat link tulisan, dan lainnya.  

Terakhir keempatbelas, jaringan penulis Travelplus Indonesia sangat luas, baik dengan komunitas traveler/backpacker/pecintaalam/indie travel/tour operator/seniman/budayawan/penulis/jurnalis/fotografer/blogger khusus pariwisata maupun dengan instansi pemerintah yang mengurus sektor pariwiaata dan ekraf serta sejumlah pihak/pelaku industri wisata.

Nah, melihat kelebihan dan keuntungan yang didapat seperti dijelaskan di atas, sudah saatnya, Anda bersinergi dengan TravelPlus Indonesia, mempromosikan hal-hal terkait pariwisata di daerah/kota Anda karena dijamin lebih menguntungkan dan gaungnya akan jauh lebih bergema.

Untuk informasi lebih lanjut perihal kerjasama promosi pariwisata, Anda bisa menghubungi pengelola Travelplus Indonesia di nomor WA: 0857 1183 1768.

Salam sinergi, mari kita sama-sama memajukan Budpar, Ekraf & Inpar Indonesia.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, Ig: @adjitropis)


Read more...

Selasa, 12 Februari 2019

Liburan Saat Low Season, Ini Sederet Keuntungannya

Suka liburan ke destinasi populer, favorit ataupun yang tengah ngehits tapi selagi pengunjungnya tak membeludak? Ya sekarang inilah waktunya, saat low season atau musim rendah kunjungan wisatawan.

Low season merupakan masa sepi pengunjung di suatu destinasi atau daya tarik wisata. Sebab pada periode ini biasanya tidak banyak orang yang berwisata.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya musim senyap pengunjung tersebut.

Pertama, karena bukan hari libur. Soalnya orang Indonesia cenderung enggan mengambil cuti kerja atau minta izin hanya untuk berlibur. Umumnya orang kita liburan saat ada tanggal merah, akhir pekan, hari libur atau musim liburan anak sekolah.

Faktor lainnya lantaran musim hujan. Maklum, orang kita pun umumnya kurang suka jalan-jalan saat musim hujan karena becek, basah, banjir, dan alasan lain terkait cuaca kurang bersahabat.

Setiap tahun, sejak pertengahan Januari sampai awal April, lalu awal September hingga pertengahan Desember merupakan periode low season di sejumlah destinasi di Indonesia.

Berlibur saat musim minim pengunjung tersebut, justru  amat menguntungkan buat Anda yang tidak suka keramaian. Ya karena pengunjungnya tak sepadat saat high season (musim tinggi), apalagi peak season (musim puncak) liburan.

Keuntungan lainnya, biasanya pas musim paceklik wisatawan ini justru bejibun diskon dan promo tiket pesawat atau hotel murah, dan ditambah bermacam event dengan sederet acara menarik serta bertabur diskon belanja.

Destinasi Jogja misalnya saat low season, sepanjang Februari ini menyuguhkan berbagai event antara lain Jogja Heboh, Jogjavaganza, dan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta untuk menjaring wisatawan.

Destinasi favorit di Indonesia lainnya seperti Bali, Lombok, Bandung, Bopuncur (Bogor-Puncak-Cianjur), Malang, dan lainnya saat low season, biasanya sejumlah hotelnya menawarkan diskon dan promo menarik dengan tarif yang lebih rendah. Begitu pun dengan sejumlah tempat wisatanya.

Andaipun tarif kamar hotelnya, tetap ada keuntungannya karena Anda akan jauh lebih mudah mendapatkan kamar kosong saat memesan langsung, tanpa harus booking beberapa hari sebelumnya.

Keuntungan lainnya, Anda tidak akan mengalami kemacetan ke tempat wisata tujuan, tidak akan mengantri panjang saat membeli tiket masuknya, dan juga tidak akan kesulitan mendapatkan tiket angkutan umum, baik darat, laut maupun udara.

Buktinya saat ini ada Bus Trans Jawa dari PO. Putera Mulya Sejahtera (Puma's) yang menawarkan promo tiket bus tingkat (double decker) untuk first executive class (dek atas) tujuan Jakarta-Semarang-Solo hanya Rp 50 ribu saja.

Promo tiket untuk keberangkatan pagi tersebut berlaku mulai tanggal 12 Februari, khusus keberangkatan tanggal 14-18 Februari 2019 dengan pemesan maksimal 2 tiket per sekali pemesanan di redbus.id.

Intinya, liburan saat musim sepi pengunjung merupakan pilihan terbaik jika Anda mendambakan suasana yang tenang dan lengang dengan biaya yang lebih hemat.

Tapi, jika Anda hanya punya kesempatan berlibur dalam periode musim tinggi seperti libur sekolah (Juni-Juli) juga Agustus, libur nasional seperti libur Lebaran/Imlek, dan liburan long weekend atau akhir pekan panjang, maka tak ada cara lain selain mempersiapkannya dengan matang supaya Anda nanti tak dibuat pusing hanya untuk urusan mencari moda transportasi dan akomodasi.

Satu lagi, yang pasti Anda harus menyiapkan anggaran jauh lebih besar karena biasanya pada periode musim tinggi tersebut, biaya tikey transportasi naik beberapa persen dan tarif kamar sejumlah hotel pun akan meningkat cukup signifikan sekitar 30% hingga 50% dari harga normal.

Apalagi saat musim puncak (liburan Natal dan tahun baru), tarif kamar sejumlah hotel bisa naik berlipat-lipat. Reservasinya pun harus Anda lakukan jauh-jauh hari, minimal dua bulan sebelumnya.

Kendati biayanya membengkak, tapi liburan saat musim tinggi dan musim puncak sebetulnya menyenangkan kalau Anda menyukai kerumunan, hiruk-pikuk, dan ingar-bingar lantaran atmosfir liburannya lebih terasa.

Tapi jika Anda termasuk penganut kesunyian yang kerap merasakan ketidaknyamanan berlibur pas musim ramai (high & peak season), maka liburan saat low season seperti sekarang inilah solusinya dengan catatan tetap mengedepankan safety traveling.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Santai di dermaga pantai.
2. Low season cocok buat traveler penganut kesunyian.
3. Saat musim paceklik wisatawan, suasana hotel pun lebih tenang.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP