. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Agustus 2017

Gaya Lombok, Aceh, Maluku, dan Banyuwangi Semarakkan Idul Adha 2017

Sejumlah daerah punya gaya dan cara tersendiri dalam menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017. Ada yang menggelar beragam festival, tabuh bedug, dan pawai takbiran.

Di Lombok misalnya Dinas Pariwisata Provinsi NTB akan menggelar Idul Adha Religious Night Festival. Lokasinya di Islamic Center NTB, Kamis (31/8) malam, ba’da Shalat Isya berjamaah.

Festival yang dimeriahkan oleh beberapa Kelompok Desa ini menampilkan tiga acara utama yakni Gema Takbir, Tabuh Bedug, dan Pawai Keliling yang digelar di sepanjang Jalan kota Mataram dengan start point Islamic Center NTB.

Islamic Center NTB atau Masjid Raya Hubbul Wathan ini berada di Dasan Agung, Selaparang, Gomong, Selaparang, Kota Mataram, Lombok, NTB.

Wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara kerap mendatangi masjid megah seluas 3,6 hektar ini yang pernah menjadi pusat acara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) pada tahun lalu.

Masjid empat lantai yang mampu menampung 15 ribu jamaah ini dilengkapi ballroomdan parkir untuk 200 kendaraan roda empat dan 2 ribu kendaraan roda dua.

Masjid di jantung Lombok ini pun memiliki 6 Menara yang menandakan Rukun Iman dan Menara 99 meter yang disebut pula Menara Asma’ul Husna setinggi 114 meter.

Di beberapa daerah lainnya sudah lebih dulu menggelar acara menjelang Hari Raya Qurban tahun ini.

Di Provinsi Maluku misalnya ada Festival Budaya Islam yang digelar dalam upaya untuk menjaga dan merawat tradisi budaya Islam di Maluku.

Festival tersebut diramaikan dengan karnaval budaya dengan start dari Tanah Lapang Kecil (Talake) dan finish-nya di pelataran Masjid Raya Alfatah Ambon.

Di pelataran Masjid Raya Alfatah peserta menampilkan berbagai tarian bernuansa Islam. Selain itu ada pameran fotografi bertajuk Wajah Islam Maluku, Budaya Dabus, dan Tarian Samrah serta Seni Hadrat yang merupakan alkulturasi budaya lokal dengan budaya Arab berupa gerakan tubuh, tabuhan rabanna, dan alunan Shalawat Nabi Muhammad SAW.

Di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sudah berlangsung Festival Pasar Hewan Kurban pada Senin, (28/8) yang bertajuk "Banyuwangi Cattle Market Festival 2017".

Dalam festival  tersebut dipamerkan sejumlah hewan sapi, kerbau dan lainnya yang bisa dibeli pengunjung untuk Qurban.

Sementara di Aceh, perayaan Idul Adha tahun ini akan disemarakkan dengan Pawai Takbiran pada Kamis, 31 Agustus pukul 20.00 WIB atau selepas Shalat Isya berjamaah.

Rencananya Pawai Takbiran ini akan dilepas oleh Gubernur Aceh dari halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh.

Untuk pelaksanaan Shalat Idul Adha-nya, Panitia Penyelenggara Peringatan Hari-hari Besar Islam (P3HBI) Provinsi Aceh sudah menetapakan lokasinya di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, bukan di MRB.

Adapun khatib shalat Id 1438 H ini adalah Drs Tgk Harmen Nuriqmar SS, Pimpinan Pesantren Serambi Mekkah di Aceh Barat.

Namun kalau malam atau pagi menjelang pelaksanaan shalat Id turun hujan lebat, maka shalat Id akan dialihkan ke MRB.

Harus diakui pesona MRB begitu kuat. Terlebih setelah wajahnya dipoles sedemikian rupa hingga kini tampil lebih kinclong dan modern.

Buktinya wisatawan asal negeri jiran Malaysia banyak yang terpesona hingga rela meluangkan waktu untuk bisa shalat Idul Fitri saat berlibur Lebaran 2017 lalu di Serambi Mekah ini.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @djitropis)

Captions:
1. Pesona Masjid Islamic Center NTB di Kota Mataram, Lombok.
2. Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh ikon landmark pariwisata Aceh.

Read more...

Kamis, 02 Februari 2017

Gebrakan GenPI Jabar, Aceh, Sumbar dan NTB Bikin Pesona Indonesia Kian Bergema

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) lewat Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara (Asdep SP2N) sudah membentuk komunitas berlabel Generasi Pesona Indonesia (GenPI) di 4 provinsi pada tahun lalu. Keempatnya pun langsung membuat gebrakan dengan beragam kegiatan yang membuat ragam Pesona Indonesia kian bergema.

Keempat GenPI itu adalah GenPI Jawa Barat (Jabar) yang dideklarasikan di Bandung, lalu GenPI Aceh di Banda Aceh, GenPI Sumatera Barat (Sumbar) di Kota Bukittinggi, dan terakhir atau yang keempat GenPI Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok.

Jabar menjadi provinsi pertama yang berkesempatan mendeklarasikan/merilis GenPI-nya. Pada tanggal 6 Agustus 2016, usai acara "Optimalisasi Peningkatan Wisata Melalaui Media Sosial', GenPI Jabar pun lahir di Kota Bandung.

Anggotanya yang terdiri atas sejumlah travel blogger dan lainnya kemudian aktif mem-posting foto dan tulisan terkait wisata, terutama yang ada di Jabar. Alhasil objek-objek wisata Bandung dan daerah lain di Jabar jadi semakin terangkat.

Prestasi sektor pariwisata Jabar tahun lalu pun cukup fantastik, karena berhasil menjadi provinsi penyumbang wisatawan nusantara (wisnus) terbanyak bagi Indonesia.

Sedangkan pembentukan GenPI NTB yang berlangsung di ruang Ballroom Selaparang, Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Lombok tanggal 3 Oktober 2016, dikuti 150 pemuda/i dari Lombok dan Sumbawa yang datang dari berbagai komunitas.

Grand launching GenPI NTB ini boleh dibilang lebih spesial karena dihadiri oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang sempat berfoto narsis bareng Gubernur NTB Zainul Majdi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) NTB Lalu Fauzal serta para serdadu promosi GenPI NTB..

GenPI NTB terdiri atas muda-mudi yang selama ini aktif melakukan promosi pariwisata melalui travel blog dan sejumlah media sosial (medsos) seperti facebook, twitter, instagram, path, dan lainnya. Mereka mendapat julukan “Laskar Digital Merah Putih”.

Para anggota GenPi NTB ini sudah mengadakan berbagai kegiatan off line antara lain bersih pantai, penghijauan, dan transplantasi terumbu karang, seraya mempromosikan Pesona Indonesia.

GenPI Aceh terbentuk usai sosialiasi “Optimalisasi Peningkatan Wisata Halal Melalui Media Sosial” di Hotel Oasis Atjeh, Selasa (6/9/2016) yang diresmikan Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara (Asdep SP2N) Kemenpar yang sebelumnya membuka acara sosialisasi tersebut. Makmur Dimila terpilih secara aklamasi sebagai Koordinator GenPI Aceh.

Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi memberikan apresiasi kepada Kemenpar karena Aceh mendapatkan kesempatan yang kedua setelah pembentukan GenPI Jabar di Bandung.

GenPI Aceh pun turut berperan dalam memenangkan Pariwisata Aceh dan Indonesia di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016.

Salah satu ciri khas GenPI Aceh adalah twitter buzzer dalam promosi parawisata Aceh dan Indonesia. Buktinya mereka sudah tiga kali membuat sebuah event masuk dalam 10 besar trending topic Indonesia di twitter, berkolaborasi dengan komunitas lain.

Lain lagi dengan GenPI Sumbar yang terbentuk di Bukittinggi. Anggotanya terdiri atas muda-mudi dari tingkat SLTA dan sederajat sampai Perguruan Tinggi serta sejumlah komunitas kegemaran anak muda. Pembinanya Muhammad Abdi yang juga Dekan Fakultas Pariwisata UMSB.

Selain turut membantu pemerintah provinsi dan pusat dalam mem-vote WHTA 2016 untuk pemenangan di tingkat Internasional, GenPI Sumbar juga ikut mempromosikan dan memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-232 tahun dan Hari Ibu serta merayakan kemenangan di ajang WHTA 2016.

Mereka menuangkan ide mengangkat kegiatan pariwisata yang berhubungan dengan pelestarian budaya lokal yaitu prosesi memasak rendang dengan gaya jadul (jaman dulu) dalam sebuah festival bertajuk Festival Buktitinggi Marandang.

Di festival perdana yang berlangsung di pedestrian Jam Gadang, Bukittinggi pada tanggal 24 Desember tahun lalu ada lomba memasak Randang Kurai dengan menggunkan resep nenek moyang secara tradisional, mulai dari memangkua kelapa sampai mengaco randang dikuali.

Menariknya lagi pesertanya mengenakan pakaian basiba, tangkuluak, dan alas kaki memakai tengkelek. Kemudian memasak rendangnya di atas tungku api dengan kayu bakar. Untuk menyalakan apinya pun menggunakan suluah.

Melihat sepak terjang GenPI di provinsi-provinsi tersebut, jelas keberadaan mereka sangat positif karena turut mempromosikan pariwisata minimal di daerahnya masing-masing dan branding Pesona Indonesia hingga semakin me-Nasional bahkan mendunia.

Di tahun 2017 ini, Kemenpar juga akan mendekrasikan GenPI Maluku di Ambon pada tanggal 7 Februari mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017.

Gebrakan awal GenPI Maluku yang merupakan GenPI kelima ini diharapkan dapat ikut mempromosikan wisata jalur rempah dengan segala potensinya, mengingat dalam perhelatan HPN 2017, Kemenpar juga melaksanakan kegiatan talkshow bertema “Optimalisasi Target Pasar Wisata Tematik Jalur Rempah” yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang wisata tematik jalur rempah.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo, ig: @adjitropis)
Foto: wisata-jalan-jalan.kampung-media, kompasiana, koetaradja, minangkabaunews & minangtourism

Read more...

Rabu, 02 Maret 2016

Inilah Cerita Perjalanan Presiden 3 Hari ke Sumut, Aceh, dan Sumsel

“Membanggakan. Tujuh bupati sepakat membangun Danau Toba. Toba akan jadi tujuan wisata dunia-Jw,” begitu komentar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam instagramnya yang diunduh 2 hari lalu. Di instagramnya itu, nampak foto sang presiden mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih polos dan celana panjang hitam sambil menunjuk ke arah Danau Toba. 

Selama tiga hari Presiden Jokowi berkunjung ketiga provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Kunjungan pertama orang Nomor Satu RI ini langsung ke Sumatera Utara (Sumut), kemudian ke Aceh dan terakhir ke Sumatera Selatan (Sumsel). Tujuan mantan gubernur DKI Jakarta ini ke tiga pronsi tersebut untuk mempercepat pengambangan 10 Bali Baru.

Selasa pagi (1/3), dari Jakarta Presiden Jokowi langsung terbang ke Danau Toba, Sumut untuk meninjau progres penguatan konektivitas dan aksesibilitas seperti bandara, jalan, dan pelabuhan. "Sa‎ya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasarannya, pelayanan yang berstandar internasional, atraksi-atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, desain yang menarik yang mempunyai kelas," ucap Presiden dalam rapat terbatas bersama Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Men PU PR Basuki Hadimuljono, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, dan tujuh bupati yang berada di kawasan Danau Toba sesuai rilis yang Travelplusindonesia terima di Jakarta, Selasa sore (1/3).

Danau Toba adalah salah satu dari ‎10 destinasi wisata prioritas, selain Borobudur Jawa Tengah, Mandalika Nusa Tenggara Barat, Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur, Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Tanjung Lesung Banten, Morotai Maluku Utara, dan Tanjung Kelayang Bangka Belitung.

Problematika Danau Toba sudah dibahas berkali-kali oleh presiden dan Kemenpar. Seperti dalam rapat terbatas pada 2 Februari 2016 lalu, Presiden Jokwi sudah menginstruksikan kepada menteri-menteri terkait agar dalam pengembangan Danau Toba dilakukan penguatan konektivitas dan aksesibilitas, seperti bandara, jalan, dan pelabuhan.

Presiden juga memimpin rapat tentang pengembangan Danau Toba dengan Menteri Pariwisata, Plt. Gubernur Sumatera Utara dan para Bupati Wilayah Danau Toba.

Toba dimasukkan sebagai destinasi unggulan, karena tujuan wisata andalan Sumut ini pernah menjadi atraksi hebat dan tersohor, tetapi pertumbuhannya tidak signifikan dari tahun ke tahun. Karena itu Toba harus direvitalisasi, ditata ulang, dipoles dengan sentuhan baru, agar berkembang menjadi "Bali" baru.

Menpar Arief Yahya sudah memulai dengan kesepakatan bersama 7 bupati membangun Danau Toba. "Saya masih ingat, dimulai tanggal 11 Agustus 2015. Dilanjutkan 27 Agustus 2015, dengan seminar di Medan dengan tema Pembentukan Badan Otorita Danau Toba. Pada 15 Oktober 2015, presiden sudah Ratas tentang pembangunan kepariwisataan. 6 November Pak Presiden Jokowi sudah memberikan arahan pengembangan 10 destinasi prioritas dan salah satunya Danau Toba," kata Arief Yahya.

Tanggal 4 Januari 2016, lagi-lagi Presiden memberikan arahan, tahun 2016 adalah tahun percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas. Pada 9 Januari lalu, langsung digelar Rakor lima menteri sebagai tindak lanjut percepatan itu di Toba, bersama para bupati. "Sekaligus penegasan prinsip single destination single management," kata Arief Yahya.

Pada tanggal 1 Februari pun, Rakor Sekab pembentukan Badan Otorita ini bergerak. "Saya melihat progress yang cepat soal Badan ini. Tinggal menunggu perpres soal badan ini yang target waktunya triwulan I tahun 2016. Kami sudah merapatkan dengan Pokja 10 Bali Baru 29 Februari soal kelengkapan pembentukan badan otorita," jelas Arief Yahya.

Kunjungan ke Danau Toba ini merupakan rangkaian hari pertama kunjungan ke Provinsi Sumut, Aceh, dan Sumsel yang direncanakan berlangsung selama 3 hari. 

Presiden dan rombongan berangkat menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Tiba di Kualanamu, Presiden dan rombongan berganti pesawat dengan menggunakan CN-295 menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara dan melanjutkan perjalanan menuju Danau Toba dengan berkendaraan mobil.

Presiden dan rombongan menuju Medan pada sore harinya untuk bermalam. Esok harinya Presiden dan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Takengon untuk peresmian Bandara Rembele, Takengon, Aceh.

Dari Aceh, Presiden akan kembali ke Sumut untuk meninjau beberapa proyek infrastruktur seperti jalur kereta api dan jalan tol.

Presiden dan rombongan tiba di Bandara Silangit, Kecamatan Siborong-Borong pada pukul 12.40 WIB, Selasa (1/3) usai menjalani penerbangan dengan pesawat CN-295 selama 40 menit dari Kuala Namu Medan.

Di Bandara Silangit, Presiden memerintahkan supaya sebelum Festival Danau Toba 2016 dihelat, 19-22 November 2016, penyempurnaan Bandara Silangit harus sudah tuntas. Minimal sudah bisa didarati Pesawat Boeing 737-800 langsung ke danau terbesar yang menjadi icon pariwisata Sumut itu.

Di bandara tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Plt. Gubernur Sumatera Utara ‎Tengku Erry Nuradi mendengarkan penjelasan Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi tentang rencana pengembangan Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara.

Lebih lanjut, Budi yang mantan Direktur Ancol itu menjelaskan bahwa pengembangan bandara Silangit akan dimulai pada bulan April dan direncanakan selesai bulan September 2016. "Kami targetkan pengembangan Bandara Silangit ini selesai pada bulan September 2016," ucap Budi.

Menpar Arief Yahya menambahkan Festival Danau Toba itu akan dilangsungkan secara bergiliran. Setiap tahun, lokasi puncak acaranya berbeda-beda, biar ada pemerataan. Tetapi di semua kabupaten, pada durasi waktu itu juga melangsungkan event sendiri-sendiri.

Tahun 2016 ini, festival yang menampilkan atraksi budaya, kesenian dan berbagai event menarik itu akan digelar di Brastagi, Kabupaten Karo, Sumut. "Silakan bersiap-siap, berwisata budaya untuk meramaikan Festival Danau Toba," sebut Arief Yahya di Hotel Niagara, Simalungun.

Arief Yahya menjelaskan Bandara Silangit adalah bandara terdekat dari kawasan Danau Toba. Jika bandara itu sudah aktif, dengan pesawat reguler, maka akses menuju Danau Toba dari Jakarta akan semakin lancar.

"Selama ini akses jadi kendala, karena jalan darat dari Kuala Namu sampai Toba itu bisa 4-5 jam. Orang bisa bete di jalan. Perpanjangan runway Silangit itu akan sangat membantu Akses menuju Toba," ujar Arief yang selalu menggunakan rumus 3A yakni akses, atraksi, amenitas, untuk menggarap pariwisata.

Dalam paparannya, Budi Karya Sumadi juga menjelaskan landasan diperluas dari 2400 x 30 meter menjadi 2650 x 45 meter dan apron memiliki dimensi 140 x 300 m2 dengan jumlah parking stand 4 Aircraft. 

"Nanti dapat didarati pesawat terbesar Boeing 737-800, sehingga wisatawan dapat langsung menuju kawasan Danau Toba," kata Budi. 

Pengembangan Bandara Silangit ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada rapat terbatas 2 Februari 2016 lalu. 

Presiden meminta agar konektivitas dan aksesibilitas menuju Kawasan Danau Toba diperkuat. Usai mendengarkan penjelasan pengembangan Bandara Silangit.

Presiden menyapa warga dan menerima permintaan foto bersama dengan warga sekitar, serta melanjutkan perjalanan dengan kendaraan mobil menuju Danau Toba. 

Pada hari ketiga, sebelum kembali ke Jakarta, Presiden akan meninjau pembangunan infrastruktur di Sumsel. Presiden dan rombongan direncanakan akan tiba di Jakarta pada Kamis sore, 3 Maret 2016. 

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com) 
Foto: adji & rudi sidauruk-Humas Kemenpar 

Captions: 
1. Presiden Jokowi saat meninjau langsung Kawasan Danau Toba, Sumut. 
2. Sepenggal Pesona Danau Toba.
3. Wisnus tengah menikmati panorama Danau Toba sambil makan dan minum.

Read more...

Kamis, 16 Oktober 2014

Jawa Barat, Aceh, dan Yogyakarta Berjaya di Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2014


Lagu pop daerah Sunda, Aceh, dan Yogyakarta kini yang berjaya di Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara (LCLPDN) 2014 dengan meraih juara satu, dua dan tiga. Di ajang LCPDN ke tiga ini, ketiga lagu dari daerah tersbut berhasil menglahakan 121 lagu pop daerah lainnya dari 33 provinsi seluruh Indonesia. 


Di dua ajang sebelumnya, ketiga daerah tersebut tidak bergigi. Di LCLPDN pertama tahun 2012, lagu Sio Ugude dari Papua karya Nova Anugrah Hani dan Ronald Wilson yang menjadi pemenang pertama. 

Juara kedua diraih lagu asal Jawa Timur berjudul Tanah Jawi ciptaan Dhanny Nugraha. Sedangkan juara ketiga lagu daerah Batak, Sumatera Utara berjudul Ingot Toba ciptaan Jefrey Antonius Situmeang.

Di LCLPDN kedua tahun 2013, juara pertamanya lagu Batak “Horas Indonesia” dari Sumatera Utara yang diciptakan Dhani Nugraha. Juara keduanya lagu pop Minang, Sumatera Barat berjudul “Gadih Minang” karya Chikita Meidy yang dulu pernah menjadi penyanyi cilik.

Pemenang Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2014 selain mendapat piagam penghargaan, juga dipilih 6 juara yakni para juara satu, dua, tiga hingga harapan tiga juga dengan total hadiah uang sebesar Rp 85 juta. Para pemenangnya pun mendapatkan kesempatan rekaman karyanya dalam album CD.

Berikut pememang lengkapnya. Juara pertama diraih lagu Sunda berjudul “Lembur Abdi” karya Jovan Zachari dan Egar Marasati dari Bogor, Jawa Barat. Keduanya berhak atas hadiah uang sebesar Rp 30 juta. Yang menarik pencipta lirik lagu ini masih berusia 17 tahun, pelajar kelas 3 SMA. Juara kedua lagu “Kayoh U Meurandeh” (Asrul Halim dan Prasisto Budhi Prahmono dari Sabang, Aceh) yang mendapatkan hadiah uang Rp 20 juta. Sedangkan juara ketiga lagu “Batik Ngayogjakarta” ciptaan Wahyudi Minarko dari Jogyakarta, yang membawa pulang uang Rp 10 juta.

Juara harapan satu lagu “Idi Gamak Nenek Kaji” karya Dodi Darmadi dari Lombok Timur, NTB. Yang menarik lagu galau bergenre pop slow lirih ini terinpirasi dari kisah nyata penulisnya lantaran kekasihnya dilarikan pemuda lain. Dodi pun berhak atas hadiah 7,5 juta.

Juara harapan dua lagu Banjar berjudul “Kayu Baimbai” karya Jefri Albari dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang mendapatkan uang Rp 6,5 juta. Sedangkan juara harapan 3 lagu berirama Melayu berjudul “Tari Rentak Melayu” ciptaan Geiskha Erwin dari Kota Baru, Jambi. Dia pun berhak atas hadiah uang sebesar Rp 6 juta.

Ketua panitia LCLPDN 2012 Totok Sediyantoro mengatakan juara pencipta lagu pop daerah ini ditentukan berdasarkan kriteria melodi lagu, harmoni, lirik, komposisi, dan kesesuaian tema yang mengangkat kedaerahannya atau keontetikan dan kearifan lokal masing-masing daerah. “Sekadar informasi, rencananya rangkaian malam grand final LCLPDN 2014 ini akan ditayangkan di Metro TV pada 22 Oktober mendatang,” jelas Totok.

Kendati lagu pop daerah kurang peminatnya, namun berdasarkan data dari Asosisasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) penjualan album pop daerah di beberapa daerah cukup tinggi, terutama di daerah Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Beberapa penyanyi tersohor menyanyikan 10 lagu finalis, antara lain Rafly Kande, Nina Tamam, dan Ita Purnamasari. Nina menyanyikan dua lagu yakni Betawi Kite dari daerah DKI Jakarta dan lagu Kayuh Baimbai dari Banjar, Kalimantan Selatan. Sementara Ita Purnama Sari membawakan lagu Nang Suroboyo dari Jawa Timur. Sedangkan Rafly Kande menyanyikan Lagu asal daerahnya Kayoh U Meurandeh.

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Captions:
1. Para pemenang LCLPDN 2014 berfoto bersama Wakil Menteri Parekraf Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Pariwisata Esthy Reko Astuti, anggota DPR RI asal Aceh Nasir Djamil, dan para dewan juri.
2. Rafly Kande penyanyi ternama Aceh saat menyanyikan lagu Kayoh U Meurandeh di Grand Final LCLPDN 2014.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP