. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label tari saman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tari saman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2010

Indonesia Tampilkan Tari Saman dan Lenso di Belanda


Pemerintah Indonesia akan mengadakan Indonesia State Dinner atau Jamuan Makan Kenegaraan di Kurhaua Hotel, Den Haag, Belanda yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ratu Beatrix, tanggal 7 Oktober mendatang.

“Dalam acara santap malam pada kunjungan kenegaraan itu akan ditampilkan Indonesia Cultural Performance dengan menyuguhkan antara lain Tari Saman dari Aceh dan Tari Lenso dari Maluku”, kata Pelaksana Tugas Direktur Promosi Luar Negeri, Ditjen Pemasaran, Kementerian Kebudayaan Pariwisata (Kemenbudpar), Syamsu Nusa.

Terkait dengan acara tersebut, Ditjend Pemasaran Kemenbudpar menggelar audisi Tari Saman di Gedung Sapta Pesona Kemenbudpar, Selasa (24/8/2010). Ada sembilan tim Tari Saman 5 dari sekolah dan 4 sanggar tari yang ikut audisi yakni SMP Islam Al Ikhlas Jakarta, SMA Islam Al Izhar Pondok Labu, SMA Dian Didaktika Islamic School Cinere, SMA Islam Al Azhar 1 Kebayor an Baru, SMA Negeri 68 Jakarta, Sanggar Gema Citra Nusantara, Diah Group, Sanggar Tari Pimpinan Ayoub, dan Blitarose Dancer.

Kesembilan tim tersebut diaudisi oleh tiga juri, yaitu Triesna Wacik (istri Menteri Pariwisata Jero Wacik), Wahyuni Saptatinah (Kepala Bagian Museum dan Sanggar Seni Rumah Tangga Kepresidenan), dan Marjuki Hasan (dosen Institut Kesenian Jakarta) yang akan memilih satu tim terbaik untuk ikut dalam rombongan SBY ke Den Haag, Belanda.

Dalam audisi yang berlangsung sore hari, satu tim Tari Saman terdiri atas 12 penari menampilkan bermacam gerak Tari Saman berdurasi 7 menit.

Syamsu Nusa mengatakan, tim yang tidak berhasil terpilih tidak perlu berkecil hati. “Sebaiknya terus berlatih untuk berhasil di audisi-audisi berikutnya, mengingat tahun 2011 nanti sudah ada sekitar 100 event promosi luar negeri yang memerlukan tim tari sebagai cultural performance,” jelasnya seraya menambahkan sebelumnya sudah digelar audisi untuk Tari Lenso tanggal 20 Agustus lalu di Ambon yang berhasil memilih 6 orang penari Lenso dari Ambon.

Naskah & foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Senin, 31 Mei 2010

Pentas & Diskusi Tari Saman di SBN 2010



Tari Saman dari Tanah Rencong, Aceh menye-marakkan Semarak Budaya Nusantara (SBN) 2010 di Gedung Sapta Pesona, Jakara, (26/5). Acara yang digelar Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film (Ditjen NBSF), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) ini juga mengetengahkan diskusi tentang tari tersebut.

Menurut Direktur Kesenian, Ditjend NBSF, Kemenbudpar Sulistyo SBN 2010 dilaksanakan untuk meningkatkan apresiasi seni bagi pelajar, mahasiswa, masyarakat, dan karyawan di lingkungan Kemenbudpar, serta serta instansi-instansi di sekitar kantor Kemenbudpar.

“Tari Saman dipilih untuk SBN kali ini sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk nominasi Tari Saman sebagai Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding di Unesco, dengan harapan melahirkan pengakuan lebih dari negara lain,” jelasnya.

Sesi pertama, 15 penari lelaki asal Kabupaten Gayo Lues menampilkan Tari Saman. Mereka langsung mengambil posisi duduk. Gerakan mereka semakin cepat. Terkesan manly. Penonton yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan undangan memberi tepukan hangat.

“Di Gayo Lues, Tari Saman hanya boleh dibawakan oleh lelaki dalam jumlah ganjil. Sebab gerakannya cepat dan kerap menepuk dada. Kalau ada penari perempuan yang menarikan garakan Tari Saman itu namanya tapi pengembangan dari Tari Saman,” jelas Sehumur (40), salah satu penari Saman asal Gayo Lues.

Sesi kedua, tampil 12 penari perempuan ditambah satu lelaki dari World Dance Company membawakan pengembangan Tari Saman. Lelaki mengawali tarian dengan lantunan syair lagu, kemudian muncul 8 penari perempuan yang menari berdiri. Disusul 4 penari perempuan. Gerakan mereka lebih feminin namun tetap gagah. Sesekali menghantakkan kaki di lantai dan menepukkan tangan di pinggul.

Keduabelas penari kemudian mengambil posisi duduk seperti penari Saman. Dan menampilkan bermacam gerakan khas Tari Saman.

Usai pagelaran, disusul diskusi mengenai Tari Saman dengan menghadirkan 3 narasumber yakni Kepala Pusat Penelitian Kebudayaan, Kemenbudpar Harry Waluyo, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gayo Lues Bungkes Hapsah, dan seniman Aceh sekaligus Dosen IKJ Marzuki Hasan.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP