. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Ini Faktor Pendukungnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Faktor Pendukungnya. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2019

Gaung Pesona Masjid Jogokariyan Mendunia, Ini Faktor Pendukungnya

  Jumlah masjid di Kota Jogja ada 527 menurut Sistem Informasi Masjid (Simas), Kementerian Agama yang dimuat di laman resminya simas.kemenag.go.id. Hasil amatan TravelPlus Indonesia, satu dari ratusan masjid itu punya daya tarik lebih, yaitu Masjid Jogokariyan.

Secata fisik, Masjid Jogokariyan tak sebesar dan semegah Masjid Istiqlal di Jakarta, Masjid Kubah Emas di Depok, Masjid Al Akbar di Surabaya, Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, ataupun Masjid Agung Natuna di Ranai, Kabupaten Natuna dan sejumlah masjid lain.

Namun dari sisi 'kemakmuran' sejatinya sebuah masjid, justru Masjid Jogokariyan termasuk berada di deretan terdepan.

Berkat 'kemakmurannya', masjid ini berhasil menarik kunjungan wisatawan baik saat maupun diluar Ramadhan.

Sampai akhirnya timbul pertanyaan kenapa Masjid Jogokariyan yang berdiri di tengah kampung di pinggiran Selatan Kota Jogja ini bisa makmur dan tersohor keberadaannya sampai ke mancanegara?

Masjid Jogokariyan beralamat lengkap di Jalan Jogokariyan 36, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Masjid yang dibangun tahun 1966, dan setahun kemudian digunakan ini diberi nama sesuai nama kampung tempat masjid ini berdiri yakni Jogokariyan.

Kabarnya ini mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang memberi nama masjid yang didirikannya sesuai dengan di mana masjid itu berada.

Pembangunan masjid ini berawal dari wakaf seorang pedagang batik dari Karangkajen, Yogyakarta.

Posisi awalnya di sebelah selatan kampung Jogokariyan, kemudian pindah ke tengah kampung, dan sekarang dengan segala perkembangannya, masjid ini berdiri di sudut perempatan kampung.

Semula masjid ini hanya terdiri atas bangunan inti sebesar mushola. Setelah tahun 2006, pengurus masjid mendirikan Islamic Center di bagian Timur bangunan utama.

Segala aktivitas pelayanan jamaah kerap ditempatkan di Islamic Center Masjid Jogokariyan.

TravelPlus Indonesia menilai 'kemakmuran' dan ketersohoran Masjid Jogokariyan dipicu beberapa faktor pendukung.

Pertama, takmir atau pengurus masjid ini punya visi dan misi yang kuat.

Visinya ingin mewujudkan masyarakat sejahtera lahir bathin yang diridhoi Allah melalui kegiatan kemasyarakatan yang berpusat di masjid. Sedangkan misinya antara lain menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, pusat kegiatan masyarakat, tempat rekreasi rohani jama’ah, dan sebagai pesantren dan kampus masyarakat.

Kedua, pengurus dan remaja masjidnya aktif, kompak, dan kreatif.

Buktinya, remaja masjidnya pernah menggelar even Muslim Art Competition dan Lomba Mural Tingkat Nasional.

Setiap Ramadhan, pengurusnya menyelenggarakan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan dengan berbagai kegiatan menarik seperti pengajian jelang ramadhan, berbagi sembako sahur, pembukaan pasar sore, taraweh dengan imam dari negeri Syam, kajian  obrolan dan lagu (kolag).

Selain itu ada ngobrol inspirasi (ngopi), kajian muslimah “parenting”, tabligh akbar, sahur bareng, qur’an camp, Ramadhan kids corner, tarawih ala Madinah 1 juz, Hamas Activity, dan i’tikaf 10 hari full.

Hebatnya, peserta i’tikaf di masjid ini bukan hanya dari Yogyakarta dan sekitarnya tapi juga dari Semarang, Purwokerto, Purwakerta, Jakarta, Bekasi, Tangerang,  Lampung, Palembang, dan Palu, bahkan dari Aceh.

Fakor pendukung ketiga, masjid yang logonya terdiri dari tiga bahasa yakni Arab, Indonesia, dan Jawa ini pun memiliki  sarana promosi segala kegiatannya lewat beragam akun media sosial (medsos) yang lengkap mulai dari Facebook (FB), Twitter, dan Instagram (IG)  bahkan memiliki website sendiri yang dikelola secara aktif, kreatif, dan menarik.

Kontaknya pun lengkap mulai dari email, nomor telp, sampai nomor WA sekretariat, penginapannya, dan pengurus donasi/baitul maal-nya.

Melihat semua itu wajar jika masjid ini mendapat juara 1 hingga juara harapan 2 masjid besar percontohan DIY tahun 2016.

Pada tahun yang sama, masjid ini mendapat penghargaan sebagai masjid besar percontohan idarah Nasional oleh Kemenag RI.

Masjid ini pun kerap dikunjungi para pengurus masjid lndonesia untuk studi banding.

Hal itu dikarenakan masjid ini berorientasi ada pelayanan umat dan dikelola dengan manajemen modern.

"Manajemen Masjid Jogokariyan merupakan manajemen masjid modern yang berlandaskan pada nilai-nilai masjid pada zaman Rasulullah SAW di mana masjid menjadi jantung pokok kegiatan masyarakat serta bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," demikian yang tertulis di website masjid ini.

Baru-baru ini, tepatnya Ahad (27/1/2019) masjid ini menggelar kegiatan #Pemilu Takmir 2019 yang dihadiri Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi sebagai undangan non warga.

"Berbagai kegiatan disuguhkan dalam hajatan Pemilu Takmir kali ini, di antaranya jalan sehat warga, pemeriksaan kesehatan warga secara gratis, pembagian sembako, serta sarapan bersama seluruh warga Kampung Jogokariyan," begitu tulis akun IG @masjidjogokariyan.

Aneka doorprize juga diberikan kepada warga yang beruntung. Di antaranya springbed, dispenser, kipas angin, setrika, kompor gas, serta hadiah utama berupa paket perjalanan ibadah umroh.

Fasilitas pendukung di masji ini terbilang lengkap. Tepat di seberang masjid ini ada salon syariah buat muslimah serta toko perlengkapan solat, hijab, dan pakaian muslim.

Di samping masjid ini juga ada beberapa pedagang kuliner seperti Mie Jawa, Mie Godog, lalu Bakso dan Angkringan. Semuanya dibawah binaan pengelola masjid ini.

Setiap azan berkumandang, para penjualnya sementara waktu tidak melayani pembeli karena mereka wajib menunaikan solat berjemaah di masjid ini.

Menariknya lagi masjid ini pun memiliki ATM beras buat kaum duafa.

Keistimewan lainnya, masjid ini memiliki penginapan, namanya Hotel Masjid Jogokariyan yg berbasis syar'i. Jumlah kamarnya 11 terdiri atas 10 kamar reguler dan 1 VIP yang berada di lantai 3 Islamic Center Masjid Jogokariyan.

Selain itu disekitarnya juga terdapat penginapan mulai dari hotel bintang satu dan seterusnya, antara lain Hotel Seno, Hotel Jogokaryan, Burza Hotel, Horison Inn, The Grand Palace Hotel, dan KJ Hotel Yogyakarta.

Berkat semua itu, Masjid Jogokariyan kemudian menjadi salah satu masjid yang tersohor di Kota Jogja bahkan se-Provinsi DI Yogyakarta dan sekaligus menjadi objek wisata syariah.

Pengunjungnya bukan hanya ramai saat Ramadhan dan hari-hari besar Islam, pun pada hari biasa.

Saat shalat subuh di masjid ini pun berasa seperti shalat magrib, karena selalu ramai jemaahnya.

Naskah: Adji TravelPlus, IG: @adjitropis

Captions:
1. Masjid Jogokariyan di Kampung Jogokariyan, Kota Jogja (dok. @adjitropis)
2. Acara Jogja Hijrah Bikers di Masjid Jogokariyan. (dok.@masjidjogokariyan)
3. Salah satu kajian di dalam Masjid Jogokariyan. (dok.@masjidjogokariyan)
4. Suasana buka bersama di Masjid Jogokariyan dalam kegiatan Kampoeng Ramadhan Jogokariyan #14 (KRJ14) Jogja 1439 H. (dok.@masjidjogokariyan)



Read more...

Sabtu, 19 Mei 2018

Wisata Kajian Islam Marak, Peminatnya Membludak, Ini Faktor Pendukungnya

Wisata kajian Islam beberapa tahun belakangan ini marak di berbagai kota di Tanah Air. Animo masyarakat terhadap wisata rohani satu ini pun semakin tinggi. Salah satu pendukungnya, panitia/penyelenggaranya melakukan promosi kajiannya secara kekinian lewat medsos.

Dulu, panitia/pengurus/remaja masjid hanya memberitahukan acara kajian dengan menggunakan toa dan atau mengirim undangan ke masjid lain. Alhasil penyebaran informasinya sangat terbatas.

Berikutnya promosi yang dilakukan mulai menggunakan media luar ruang seperti spanduk maupun poster.

Namun sejak era media sosial (medsos) menyeruak terlebih Instagram (IG), sejumlah penitia/pengurus/remaja masjid pun membuat akun IG, selain Facebook dan Twitter sebagai media promosi kekinian.

Informasi acara kajian lalu mereka buat semenarik mungkin, baik itu dari segi  desain grafisnya, fotonya maupun judulnya. Kemudian disebarluaskan lewat medsos dan di-tag ke akun-akun IG terkait lainnya sehingga tersiar jauh lebih luas, tak terhalang jarak.

Nama kajiannya pun bermacam. Ada Kajian Tauhid seperti yang diusung oleh Daurrut Tauhid pimpinan dai kondang Abdulah Gimnastiar alias Aa Gym.

Ada juga Kajian Tadabur Alqur'an yang digarap AQL Islamic Center pimpinan Ustadz Bachtiar Nasir, Kajian Kitab Bulughul Maram oleh Ustadz Abi Makki, dan Kajian Ngaji Metal (Metode Talkin) oleh Ustadz Salafuddin Abu Sayyid.

Ada lagi Kajian Pemuda Islami yang digelar Prisma Al-Iklas di Balekambang, Condet, Jakarta Selatan, dan Kajian Spesial yang bertempat Masjid Jami Said Na'um di Kebob Kacang 9 Tanah Abang Jakarta Pusat bersama Pemuda Cinta Rasul, dan lainnya.

Lokasi kajiannya terutama di rumah Allah, baik itu masjid maupun mushola. Tapi belakangan juga ada di rumah, perkantoran, lapangan, dan tempat lainnya.

Waktu pelaksanaannya, ada yang mingguan (seminggu sekali) maupun bulanan, dan pas hari-hari besar Islam.

Faktor pendukung lain yang membuat wisata kajian era milenial ini semakin diminati masyarakat karena kehadiran transportasi online yang memudahkan masyarakat mencari masjid yang menjadi tempat acara kajian, sekalipun lokasinya jauh dan kurang strategis. 

Ketenaran/keunikan/kepandaian pemberi materi kajian baik itu ustadz maupun ustadzah, pun menjadi salah satu faktor pendukung sebuah kajian diminati masyarakat.

Dulu, Zainuddin MZ (almarhum) yang dikenal sebagai d’ai sejuta umat berhasil membuat masyarakat berbondong-bondong datang untuk menyimak tauziah/ceramahnya di manapun.

Nama-nama lain yang kemudian juga berhasil menarik minat masyarakat datang ke kajian/majelis ilmu/zikir akbar ada Aa Gym dan KH. Arifin Ilham.

Selanjutnya di era medsos, giliran Ustadz Abdul Somad (UAS) yang fenomenal lantaran mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setiap kali menjadi bintang utama di sejumlah kajian.

Penggemar UAS dipastikan menyemut setiap kali ustad asal Riau itu tampil. Sampai ada yang bilang, ketenaran dan peminat tauziahnya setara dengan Zainuddin MZ.

Sejumlah ustad lainnya yang juga mendapat perhatian para netizen atau warganet, ada Ustadz Bachtiar Nasir, Adi Hidayat, Abi Makki, Felix Siauw, Fatih Karim, Abu Fida, Derry Sulaiman, dan lainnya.

Belakangan selain ustadz/ustadzah dalam negeri juga ada yang mengundang da'i internasional dari mancanegara.

Untuk menambah daya tarik, penitianya juga kerap menggunakan pemandu acara ataupun bintang tamu dari kalangan public figure/artis yang teguh berhijrah dan mulai konsen dengan kegiatan-kegiatan Islam seperti Teuku Wisnu, David Chalik, Arie Untung, Mario Irwinsyah, Dewi Sandra, Fenita Arie, Hamas Syahid, dan lainnya.

Materi/tema kajiannya pun sangat menarik dan variatif. Kadang mengkaji perihal sunnah, tadabur Al-Qur’an, mengupas terkait kasus tertentu seperti soal bom, LGBT, Narkoba, fans fanatik, teknik mengaji, dan lainnya ataupun menyangkut seputar hari/momen spesial umat Islam seperti Maulid Nabi, Ramadhan, dan sebagainya.

Faktor pendukung lainnya, kemasan kajian sekarang juga memasukkan muatan ekonomi, misalnya dengan sekaligus menggelar bazaar berupa aneka kuliner makanan/minuman, perlengkapan shalat, fashion muslim/muslimah, buku-buku Islam, atribut/pernak-pernik Islami, dan lainnya.

Biasanya sebelum ataupun selepas mengikuti kajian, para jamaah berwisata kuliner ataupun belanja di bazaar tersebut. Dan itu sudah seperti menjadi konsep sebuah wisata kajian Islam yang memadukan pula dengan kuliner dan belanja.

Selama Ramadhan 1439 H ini, sejumlah kajian Islam tetap marak berlangsung di sejumlah masjid. Biasanya digelar jelang berbuka atau saat ngabuburit sampai buka bersama.

Tak sedikit yang dilakukan selepas Salat Tarawih atau pun pagi hari, selepas Subuh maupun setelah Dhuha sampai waktu Shalat Zuhur masuk.

Mengingat di Bulan Suci, tentu tema yang diangkat umumnya terkait bagaimana berpuasa Ramadhan yang benar, tentang hal-hal yang membatalkan puasa, hikmah/manfaat puasa, memaksimalkan ibadah puasa, seputar sedekah, infaq, zakat, dan lainnya.

Selepas Lebaran, sesudah masyarakat kembali ke kota seusai mudik dari kampung halaman, wisata kajian Islam diperkirakan akan semakin marak.

Peminatnya diperkirakan akan semakin membudak lantaran semakin banyak panitia/pengurus/remaja masjid yang melek medsos lalu mengemas acara kajiannya secara kekinian seperti tersebut di atas.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Masyarakat selalu membludak saat Ustad Abdul Somad tampil di berbagai acara kajian Islam.
2. Sebuah kajian bulanan di Masjid Istiqlal Jakarta.
3. Peminat kajian Mengaji Metal atau Metode Talqin. 
4. Salah satu acara kajian yang mengundang da'i internasional dengan public figure sebagai host. (foto: @kajianbogor)
5. Ini bukti wisata kajian Islam di Indonesia semakin membludak peminatnya.

Read more...

Sabtu, 17 Februari 2018

Festival Benyamin Biang Kerok Sukses Memikat Pengunjung, Ini Faktor Pendukungnya

Festival Benyamin Biang Kerok yang digelar sekaligus untuk mempromosikan film layar lebar bertajuk sama di Gedung Pusat Kebudayaan Betawi, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (17/2/2018), ternyata berhasil menjaring  dan memikat pengujung sejak siang sampai tengah malam.

Kesuksesan itu tak lepas dari promosi pra event festival tersebut yang dilakukan falcon pictures antara lain melalui akun Instagram (IG)-nya @falconpictures yang kemudian di-repost beberapa artis pendukung film tersebut antara lain seperti yang dilakukan Rano Karno lewat akun IG-nya @si.rano.

Juga oleh pengisi acara festival tersebut seperti yang dilakukan band Jiung Brothers asal Kemayoran lewat akun IG-nya @jibrosband dan Biang Kerok Band dari Jagakarsa melalui akun IG-nya @biangkerokband

Tak ketinggalan peran travel blogger yang turut mempromosikan festival tersebut lewat tulisan informatif, kemudian menyebarluaskan link tulisannya via beragam medsos (IG, FB, dan Twitter serta ke sejumlah WA Group), sebagaimana yang dilakukan TravelPlus Indonesia.

Faktor berikutnya, beragam acara yang disuguhkan juga menjadi daya pikat, antara lain tradisi Palang Pintu, Bazaar Kuliner dan kerajinan tangan khas Betawi, Parade Band-Band Betawi, Sketsa Film Biang Kerok serta pertunjukkan Layar Tancap.

Menariknya lagi di Bazaar Betawi, bukan hanya menjual Dodol Betawi, Kue Kembang Mayang, Es Selendang Mayang, dan Bibir Pletok, pun ada atraksi pembuatan Dodol Betawi.

Pengunjung bukan hanya bisa melihat dan memotretnya pun mencoba mengaduk Dodol Betawi hitam dan coklat di dua wajan berukuran besar.

Sementara kerajinan tangan atau ekonomi kreatif khas Betawi yang dijual juga cukup banyak seperti boneka ondel-ondel, kaos bergambar Benyamin, baju pangsi berikut ikat pinggang dan peci khas Betawi.

Parade Band-Band Betawi yang menghadirkan antara lain Jibros Band dan Biang Kerok Band yang memiliki penggemar fanatik, memberi nilai plus tersendiri buat festival ini.

Band-band tersebut berhasil menghibur pengujung selepas Maghrib dengan menyanyikan lagu-lagu nge-hits yang pernah dinyanyikan almarhum Benyamin dan pasangan duet-nya Ida Royani.

Panggung, lighting, dan sound system-nya juga cukup mendukung.

Sketsa Film Biang Kerok yang diperagakan antara lain oleh Pengki-pemenang lomba mirip Benyamin berhasil mengocok perut pengunjung.

Suara dan bahasa tubuh Pengki benar-benar mirip almarhum Benyamin.

Gedung Pusat Kebudayaan Betawi sebagai lokasi acara festival ini pun menjadi daya tarik tersendiri.

Maklum selain lokasinya strategis yakni di seberang Stasiun Jatinegara, bangunannya juga berarsitektur klasik karena merupakan peninggalan kolonial Belanda.

Kabarnya, salah satu ruang di gedung bekas Kodim 0505 tersebut akan dijadikan Museum Benyamin.

Fakor pemikat lainnya, tentu saja kehadiran Reza Rahadian dan Delia Husein ke festival ini.

Pengunjung sangat antusias mengabadikan Reza yang menjadi pemeran utama film Benyamin Biang Kerok sebagai Pengki dan juga Delia Husein sebagai Aida.

"Acaranya seru, apalagi parade band-band Betawi-nya keren," kata Dahlan, warga dari Jakarta Selatan yang datang bersama 3 sohibnya.

Lain lagi dengan Yati, warga Jakarta Timur mengaku paling senang dengan bazaar kulinernya. "Mudah-mudahn festival ini tahun depan ada lagi dan kulinernya ditambah lagi seperti Roti Buaya, Nasi Uduk dengan Semur Jengkolnya, Pindang Bandeng, Bandeng Pesmol, dan lainnya,"ujarnya. 

Melihat keberhasilan Festival Benyamin Biang Kerok menjaring dan memikat perhatian pengunjung terutama dari Jabodetabek, semestinya festival ini tidak berhenti sampai di sini atau di tahun ini saja.

Festival Benyamin Biang Kerok layak diselenggarakan lagi tahun depan atau dengan kata lain menjadi agenda tetap tahunan, untuk memperkaya jumlah culture event berkonsep festival di Jakarta.

Namun kemasannya harus lebih menarik, kreatif, dan kekinian dengan beragam lomba terkait dan juga promosi pra event yang lebih gencar bersinergi dengan travel blogger.

Tak ketinggalan melibatkan public figure tersohor dan berprestasi sebagai salah satu daya pikatnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Aksi Pengki, pemenang lomba Mirip Benyamin saat bernyanyi di Festival Benyamin Biang Kerok di Gedung Pusat Kebudayaan Betawi, Jaktim
2. Kue Kembang Mayang khas Betawi yang dijual di Bazar Kuliner Festival Benyamin Biang Kerok.
3. Suasana pengunjung saat menykasikan parade band-band Betawi di Festival Benyamin Biang Kerok.
4. Plang kepemilikan Gedung Pusat Kebudayaan Betawi.
5. Pengunjung Festival Benyamin Biang Kerok menikmati sajian sketsa film Biang Kerok.


Read more...

Minggu, 08 Januari 2017

Jumlah Wisatawan ke Lampung 2016 Lampaui Target, Ini Faktor Pendukungnya

Jumlah wisatawan baik nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Lampung sampai November tahun 2016 saja sudah mencapai 7,4 juta orang atau naik sekitar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 7,1 juta orang.

Rinciannya jumlah kunjungan wisatawan domestik hingga November 2016 mencapai 7.296.721 orang, sedangkan wisatawan mancanegara 152.956 orang sehingga total sebanyak 7.449.677 orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Khoiriyah Pandarita seperti dikutip ANTARA Lampung menjelaskan, jumlah kunjungan wisata itu naik sekitar 30 persen dibandingkan pada 2015, yakni wisnus sebanyak 5.530.803 orang dan wisman sebesar 114.907 orang, dengan total 5.645.710 orang.

Data tersebut diambilnya dari kabupaten kota se-Provinsi Lampung, BPS, dan PHRI. “Kalau lamanya masa tinggal wisatawan dan pergerakannya, kita ambil datanya dari data hotel,” ungkap Khoiriyah.

Ada beberapa faktor pendukung yang membuat jumlah wisatawan ke Lampung tahun 2016 melampaui target, salah satunya terlaksana beberapa program terkait pariwisata di antaranya pengembangan destinasi pariwisata, pemasaran dan promosi salah satunya pameran wisata di Bali, pengembangan industri SDM pariwisata serta banyaknya even terkait wisata yang digelar.

Kehadiran wisatawan, lanjut Khoiriyah jelas dapat meningkatkan perekonomian. "Semakin banyak wisatawan yang datang, maka makin banyak uang yang dibelanjakan di Lampung," ujarnya.

Pertumbuhan wisatawan ke Lampung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan tahun 2015 mencapai 5 juta-an. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan 2014 hanya 3,5 juta wisatawan.

Kata Khoiriyah pariwisata adalah salah satu sektor penyumbang PAD Provinsi Lampung. “Kami berharap jumlah kunjungan wisata tahun 2017 lebih banyak lagi, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Travelplus Indonesia, masih ada dua faktor pendukung yang turut meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lampung.

Pertama, sepak terjang sejumlah wartawan spesial pariwisata, travel blogger, dan netizen yang aktif menuyebarluaskan tulisan/foto/video terkait objek-objek wisata  di provinsi berjuluk Sang  Bumi Ruwa Jurai atau kurang lebih bumi multietnis ini lewat media sosial (medsos) sehingga terekpos luas.

Kedua, sejumlah indie travel berbasis komunitas yang menjual beragam paket wisata alam, petualangan, dan bahari lewat medsos, juga turut berperan besar hingga menambah kunjungan wisatawan ke Lampung.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP