. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Sabtu, 27 Juni 2026

Padi Reborn dan Mahalini Ramaikan Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta


Grup musik papan atas Indonesia Padi Reborn dan penyanyi jebolan Indonesia Idol yang belakangan ini kian berkilau kariernya Mahalini bakal meramaikan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang akan berlangsung di depan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Sabtu, 27 Juni 2026 malam ini.

Informasi itu tercantum dalam flyer yang diunggah akun resmi Pempeov DKI Jakarta @dkijakarta baru-baru ini.

Selain Padi Reborn dan Mahalini juga ada sederet penampil lain seperti Cici Faramida, Sania, Adrian Khalif, Moluccan Soul,.Pasming Based, Skaribu, Nadansa, dan Eshine.


Warga Jakarta dan wisatawan dari berbagai kota/kabupaten di luar Jakarta bahkan luar Jawa juga bakal dihibur dengan lighting show, video mapping, instalasi seni, instalasi pilah sampah, dan flying LED.

Acara yang sekaligus peluncuran Logo 5  Abad Jakarta dan disiarkan secara langsung oleh Transtv mulai pukul 19.30 - 21.00 ini dipandu oleh pembawa acara ternama Okky Lukman dan Desta.

Dalam rundown malam puncak perayaan  HUT ke-499 Jakarta yang juga diunggah Pemprov DKI Jakarta, Padi Reborn akan tampil diujung acara pada pukul 20.25 WIB sedangkan Mahalini tampil sebelumnya pukul 19.58 WIB.


Traveler yang ingin datang dan menyaksikan acara tersebut diimbau dalam kondisi sehat, memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman, menjaga kebersihan lokasi acara, membawa sendiri tas ramah lingkungan, datang naik transportasi umum antara lain bus Transjakarta yang hari ini cuma Rp 1 alias boleh dibilang gratis, dan menggunggah konten keseruan di IG lalu tag ke @dkijakarta.

Traveler juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, membawa air minum dalam kemasan sekali pakai, membawa senjata tajam dan obat-obatan terlarang, membawa hewan peliharaan, melakukan vandalisme, menyerukan ujaran kebencian/yang berhubungan dengan politik/kampanye maupun SARA, dan menerbangkan drone tanpa izin.


Selamat menikmati kemeriahan malam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta. Enjoy show.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Lokasi acara malam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta di depan Bundaran HI.
2. Flyer pengisi acara (screenshot dariv@dkijakarta)
3. Rundown acara (screenshot dariv@dkijakarta)
4. TravelPlus Indonesia saat memantau lokasi acara Sabtu siang tadi.




Read more...

Jumat, 26 Juni 2026

10 Kiat Menikmati Ragunan Zoo saat Gratis Akhir Pekan Ini


Taman Margasatwa Ragunan atau Ragunan Zoo kembali tidak memungut tiket masuk alias gratis akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (27 dan 28 Juni 2026) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun HUT ke-499 Jakarta. Sebelumnya pada Senin (22 Juni 2026) pun gratis.

Berdasarkan kunjungan TravelPlus Indonesia ke kebun binatang satu-satunya di Jakarta yang berada di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) ini saat gratis pada Senin lalu, ada sekurangnya sepuluh (10) kiat yang dapat traveler indahkan jika ingin menikmati Ragunan Zoo akhir pekan ini.

Kiat pertama, waktu keberangkatan sebaiknya pagi, usahakan tiba di Ragunan Zoo sekitar pukul 6 atau 7 pagi. Kenapa? Karena selain masih sepi pun udaranya masih terasa sejuk.


Kiat kedua, moda transportasi yang digunakan untuk sampai ke Ragunan Zoo sebaiknya dengan bus TransJakarta. Kenapa? Ya karena pada akhir pekan ini moda transportasi kebanggaan Jakarta tersebut cuma bayar RP 1 per orang atau boleh juga dibilang digratiskan terkait perayaaan HUT Jakarta tahun ini. Namun traveler harus tetap membawa kartu e-money bersaldo untuk tap-in dan tap-out. Buat traveler yang membawa kendaraan pribadi, biaya parkir tetap dikenakan.

Berikutnya atau kiat yang ketiga, outfit yang dikenakan seperti pakaian sebaiknya yang nyaman, mudah menyerap keringat, dan tentunya sopan. Adapun alas kaki, kalau traveler sekalian ingin olgapis (olahraga tipis-tipis) seperti joging, sebaiknya menggunakan sepatu olahraga dan kaos kaki yang nyaman. Kalau hanya sekadar jalan-jalan santai, bisa memakai sandal yang nyaman dan tidak sampai membuat kaki lecet.


Kiat keempat, bawa bekal makanan dan minuman secukupnya bila datang bersama keluarga. Sisanya, bisa membeli atau kulineran di dalam Ragunan Zoo karena banyak penjual makanan dan minuman di sejumlah titik. Dengan cara itu, traveler ikut menambah pendapat para pedagang di sana.

Kiat kelima, kalau tidak kuat jalan kaki untuk keliling kawasan Ragunan yang lumayan luas, termasuk ke Danau Ragunan yang belakangan ini viral karena membuat kawasan Ragunan Zoo bertambah indah dan menarik, traveler bisa menyewa sepeda manual ataupun motor listrik. Kalau rombongan bisa menyewa buggy car dengan tarif Rp 250 ribu sekali trip (maksimal 5 orang). Kalau TravelPlus Indonesia waktu itu lebih memilih berjalan kaki sekalian olgapis.


Selanjutnya atau kiat yang keenam, mematuhi peraturan yang berlaku saat mengunjungi/melihat bermacam satwa, antara lain tidak memberi makan satwa, tidak mengganggu satwa, tidak membunyikan suara, dan tidak melempar benda apapun ke dalam kandang satwa.

Kiat ketujuh, menerapkan kunjungan yang ramah lingkungan. Minimal traveler membuang sampah bekal makanan/minuman di tempat yang sudah disediakan, tidak melakukan vandalisme atau aksi corat-coret, tidak merusak tanaman/pohon yang ada di sana, dan tidak memancing ikan di 4 danau yang ada di ragunan termasuk di aliran sungainya.


Kiat kedelapan, sebelum pulang traveler bisa membeli aneka cendera mata buat oleh-oleh antara lain kaos, topi bertulisan Ragunan Zoo atau bergambar satwa, boneka, kacamata, dan lainnya. Dengan cara ini, traveler juga sudah turut memambah pendapatan penjualnya.

Berikutnya atau kiat yang kesembilan, sebagai muslim traveler sebaiknya tidak meninggalkan salat wajib, terutama zuhur dan asar disela-sela menikmati ragam pesona Ragunan Zoo. Di dalam kawasan Ragunan Zoo terdapat beberapa musala mungil yang bisa traveler gunakan untuk salat berjemaah antara lain musala di dekat Danua Ragunan. Kalau di luar, ada musala dekat pintu masuk serta di dekat halte TransJakarta Ragunan.


Kiat yang terakhir atau kesepuluh, mengabadikan spot-spot menarik dan indah yang ada di dalam Ragunan Zoo termasuk satwa yang traveler lihat kemudian racik menjadi konten video dengan narasi ataupun captions positif dan informatif lalu unggah di ragam medsos. Dengan cara itu traveler sudah ikut mempromosikan daya tarik Taman Margatwa Ragunan sehingga semakin tersiar luas.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Keramaian pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Zoo) saat gratis pada Senin (22 Juni 2026). Akhir pekan ini karena juga gratis, TravelPlus Indonesia memprediksi bakal lebih ramai lagi.
2. Unta salah satu satwa bukan asli Indonesia yang menghuni Ragunan Zoo.
3. Jangan lupa kulineran di dalam kawasan Ragunan Zoo.
4. Tetap menjadi pengunjung/traveler/wisatawan yang ramah lingkungan saat berkunjung ke Ragunan Zoo.
5. Aneka cendera mata khas Ragunan Zoo buat oleh-oleh.
6. Mengabadikan Danau Ragunan yang menambah daya tarik kawasan Taman Margasatwa Ragunan.


Read more...

Minggu, 21 Juni 2026

Lima Keuntungan City Tour Jakarta, saat Ibukota Negara Indonesia Ini Merayakan Hari Jadinya

Berwisata kota atau city tour ke Jakarta memang bisa kapan saja. Tapi kalau dilakukan bertepatan dengan perayaan hari jadi atau hari ulang tahunnya, dijamin traveler bakal mendapat keuntungan yang  berlipat alias lebih dari biasanya.

Bulan Juni tahun 2026 ini, Jakarta berusia 499 tahun atau 5 abad kurang satu tahun, tepatnya tanggal 22 Juni. Amatan TravelPlus Indonesia dari berbagai informasi yang tersaji di ragam media sosial (medsos) dan media online, perayaaan HUT Jakarta tahun ini bakal lebih semarak dan banyak kejutan sehingga ujungnya membuahkan sederet keuntungan.

Kejutannya antara lain peresmian Kawasan HR Rasuna Said di Halte Setiabudi Integritas, Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di sisi barat Monas, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di samping Patung Jenderal Sudirman, dan peresmian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Gerbang JIS-Ancol, dan aktivasi sekaligus uji coba Stasiun KRL JIS.

Lalu siapa saja yang diuntungkan atau mendapat keuntungan ? Tentu saja bukan cuma warga Jakarta yang tinggal di 5 kota yakni Jakarta Pusat (Jakpus), Jakarta Selatan (Jaksel), Jakarta Barat (Jakbar), Jakarta Timur (Jaktim), Jakarta Utara (Jakut), dan 1 kabupaten yakni Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pun traveler dari Depok, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Rangkasbitung, dan Bogor serta traveler dari berbagai kota/kabupaten yang ada di Pulau Jawa maupun luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya bahkan traveler dari mancanegara.

Berdasarkan amatan tersebut, sekurangnya ada lima keuntungan yang didapat traveler lokal, nusantara maupun mancanegara bila city tour Jakarta saat Ibukota Negara Indonesia ini merayakan hari jadinya.

Keuntungan yang pertama, traveler dipastikan akan mendapatkan bermacam kegiatan wisata (calendar of event) terkait HUT Jakarta. Maklum menjelang, saat, dan maupun setelah perayaaan HUT Jakarta akan banyak kegiatan/festival yang digelar terutama oleh Pemprov DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait.

Informasi kegiatan-kegiatan tersebut bisa traveler lihat di akun medsos antara lain Instagram (IG) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan lainnya.

Keuntungan yang kedua, traveler akan lebih mudah menemukan/mendapatkan/menyaksikan suguhan bermacam budaya Betawi seperti lenong, ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, palang pintu, topeng Betawi, keroncong tugu, samrah, tari cokek, tari nandak ganjen, dan lainnya di berbagai tempat.


Berikutnya atau keuntungan yang ketiga, traveler dipastikan akan lebih mudah menemukan bermacam kuliner tradisional Betawi antara lain soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, nasi ulam, gabus pucung, sayur besan, asinan betawi, mie juhi, laksa betawi, es selendang mayang, bir pletok, dodol Betawi, kembang goyang, dan roti buaya di berbagai acara terkait perayaan HUT Jakarta.

Keuntungan yang keempat, traveler akan mendapatkan sejumlah moda transportasi gratis seperti TransJakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta selama 3 hari yakni tanggal 22 Juni (Senin), 27 Juni (Sabtu), dan 28 Juni 2026 (Minggu). Cukup membawa e-money untuk tap-in dan tap-out saja.

Terakhir atau keuntungan yang kelima, traveler akan mendapatkan beberapa objek wisata secara gratis alias tidak dikenakan tiket masuk antara lain Ragunan, Tugu Monas, Ancol, beberapa museum, fasilitas olahraga, dan kolam renang umum yang dikelola Pemprov DKI Jakarta juga selama 3 hari yakni pada tanggal 22 Jun, 27 Juni, dan 28 Juni 2026.

Sekurangnya ada 11 museum yang gratis pada tanggal-tanggal tersebut yaitu Museum Sejarah Jakarta, Joang 45, Taman Prasasti, MH. Thamrin, Seni Rupa dan Keramik, Wayang, Tekstil, Bahari. Arkeologi Onrust, Si Pitung, dan Museum Betawi.

Adapun fasilitas olahraga dan kolam renang yang gratis juga pada tanggal-tanggal tersebut adalah Kolam Renang (KR) Gelanggang Jakarta Utara, KR Gelanggang Jakarta Timur, KR Rawa Badak, KR Sunter, KR Ciracas, KR Bulungan, KR Kebon Jahe, dan KR Senen Jakarta Pusat.


Belasan Surga Jakarta
City tour Jakarta, traveler akan mendapatkan belasan surga dalam kaitannya dengan pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.

Belasan surga itu adalah surga belanja (Jakarta punya Pasar Tanah Abang yaitu pusat grosir fesyen terbesar se-Asia Tenggara dan bermacam mall kelas dunia, pasar modern dan pasar tradisional); surga tempat kuliner dan jenis kuliner (warteg, rumah makan/resto, kedai kopi, kafe, street food, food court, dan lainnya. Adapun jenis makanannya ada kuliner tradisional Betawi dan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia serta bermacam makanan mancanegara seperti Jepang, Korea, Arab, India. China, Thailand, western food, dan lainnya.


Selanjutnya surga taman/hutan kota (antara lain Tebet Eco Park, Hutan Kota GBK, Taman Bendera Pusaka, Hutan Kota Srengseng yang gratis alias tidak dikenakan tiket masuk; surga hotel (dari hotel non budget sampai hotel berbintang lima); surga transportasi umum (TransJakarta, Mikrotrans, LRT, MRT, dll); surga konser musik gratis maupun berbayar (lokasinya antara lain di Sarinah, M Bloc Space, Taman Literasi, kawasan Kota Tua, Monas, Bundaran HI, dan di sejumlah mall).

Berikutnya surga pameran (venue pemeran utamanya antara lain di JICC, JI Expo, dan ICE BSD) baik yang gratis maupun berbayar; surga budaya Betawi (tempatnya di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, rumah MH. Thamrin, dan Anjungan DKI Jakarta di TMII); surga acara seni budaya (lokasinya antara lain di TIM, Gedung Kesenian Jakarta, Bentara Budaya, Gedung Wayang Orang Bharata, dan Salihara) baik gratis maupun berbayar.

Selanjutnya surga bahari (tentu saja tujuan utamanya Kepulauan Seribu dimana terdapat kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu; surga city light (lokasinya antara lain di JPO Phinisi, Bundaran HI) gratis; surga museum (di kawasan Kota Tua, TMII, dll); surga bangunan tua dan bersejarah (tempat andalannya kawasan Kota Tua, dll); surga kajian Islam di masjid (Istiqlal, Nurul Iman-Blok M, Agung Al-Azhar Kebayoran, dll) gratis.

Berikutnya surga hiburan malam (lokasinya antara lain tersebar di Jakpus, Jakbar, dan Jaksel; surga sport tourism (terutama di kawasan GBK, CFD setiap Minggu, JIS, Lapangan Banteng  dll) gratis; dan terakhir adalah surga city view dari ketinggian (hotel dan bangunan jangkung lainnya) baik gratis maupun berbayar.


Puluhan Tempat Gratis
Diluar perayaan HUT Jakarta, sebenarnya Jakarta juga sudah punya puluhan tempat berdaya tarik wisata yang tak berbayar alias gratis.

Puluhan tempat gratis itu antara lain kawasan Kota Tua (diluar masuk museum), Tebet Eco Park, Taman Bendera Pusaka, kawasan Monas (diluar naik Tugu Monas), Lapangan Banteng, kawasan GBK Senayan (bukan di dalam), Pantai Maju PIK, Taman Literasi Blok M, M Bloc Space (diluar acara berbayar), Pos Bloc Space (diluar acara berbayar), Taman Ismail Marzuki (diluar acara berbayar), Perpustakaan DKI Jakarta, Hutan Kota Srengseng, venue pameran (diluar expo berbayar), Sarinah konser musik gratis, Rumah MH. Thamrin, Taman Ayodya Tomang, kawasan JIS (bukan di dalam), kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), dan Danau Sunter.

Selanjutnya Danau Rio, Gereja dan Kampung Tugu (nonton keroncong Tugu), JPO dan Bundaran HI (city light), Hutan Kota GBK, Hutan Kota Kemayoran, Taman Senopati, Setu Menteng, Hutan Kota Jakarta Timur, Pelabuhan dan Pasar Ikan Muara Angke, Masjid-masjid tersohor (Istiqlal, Agung Al-Azhar, Perahu, Nurul Iman, Masjid PIK, Masjid Menara 88, dan lainnya), Galeri Indonesia Kaya (registrasi), Gedung Kesenian Miss Tjijih (registrasi), Terowongan Kendal, Taman Dukuh Atas, Riverside Walk (Stasiun BNI), Skatepark Petamburan, Skatepark Kalijodoh, keliling mall/pasar, dan terakhir kawasan luar Veledrome (bukan di dalam).


Travel Tips
Tips memilih akomodasi saat city tour Jakarta selama beberapa hari antara lain carilah hotel yang lokasinya strategis, mudah diakses dengan transportasi umum seperti TransJakarta, LRT, dan MRT. Contohnya di kawasan Blok M, kawasan Jalan Sabang dan Jalan K.H. Wahid Hasyim, serta kawasan Kota Tua.

Kawasan Blok M itu pusat kuliner, belanja, nonton film di bioskop, ngopi, dll serta ada Transjakarta ke Bandara Soeta, GBK Senayan, Bundaran HI, Sarinah, Monas, Tanah Abang, Ragunan, Stasiun Kota, PIK, Masjid Nuril Iman, gultik (gule tikungan), dll.

Di kawasan Jalan Sabang dan Jalan K.H. Wahid Hasyim (juga sangat strategis, kulineran, hangout, konser gratis Sarinah, dekat dengan Pasar Tanah Abang dan Monas). Sedangkan kawasan Kota Tua kelebihannya bisa menikmati kawasan heritage, konser gratis, mengunjungi sejumlah museum, kulineran, dll).

Bila ingin ke Kepulauan Seribu, pilihan inapnya di resort, homestay ataupun berkemah di pantai. Intinya di kawasan jalan manapun, jenis akomodasinya sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran atau isi dompet.

Tips berikutnya kalau mau lihat acara seni budaya cek IG masing-masing venue seni budaya (TIM, GKJ, Salihara, Bentara Budaya, TMII, dll); bila mau lihat konser musik gratis cek IG (Sarinah, Kota Tua, konser musik, Disbuddki, Disparekrafdki, mall, dll); bila mau lihat pameran cek IG (JCC, jadual pemeran, ICE BSD, dll); dan jika ingin lihat seni budaya Betawi cek IG (Perkampungan Budaya Betawi, Disbud DKI, dll).

Tips selanjutnya, bila mau naik transportasi umum cek IG (KRL access, TransJakarta, dll); bila mau ikut kajian Islam di masjid, cek IG (masjid Istiqlal, Agung Al-Azhar Kebayoran, Nurul Iman Blok M Square, info kajian Jakarta, dll).

Tips berikutnya, saat keliling Jakarta kenakan pakaian yang nyaman dan santun terlebih bila ingin ke masjid; jangan lupa pakai topi, bawa jas hujan/payung, bawa handuk/sajadah/mukena traveling; bawa e-money dengan saldo yang cukup; bawa HP dan charger plus colokan listrik serta saldo dompet digital yang cukup untuk pembayaran non cash.


Tips selanjutnya jangan ragu bertanya kepada petugas TransJakarta, KAI dll; gunakan google maps buat cek lokasi dll; jika banyak pilihan sebaiknya pilih satu saja objek untuk mewakili (masjid, mall, konser musik gratis/berbayar, acara seni budaya gratis/berbayar, kulineran khas Betawi, museum di Kota Tua, hutan kota, taman kota, city light, pameran di JICC, dan sport tourism di GBK Senayan).

Adapun pilihan objek wisata yang wajib masuk daftar kunjungan antara lain perkampungan budaya Betawi, naik tugu Monas, Kota Tua, Kepulauan Seribu, naik LRT dan MRT, Masjid Istiqlal, Ragunan, TMII menyaksikan air mancur/tari kecak, dan ke Ancol.

Tips terakhir, abadikan semua objek, aktivitas yang dilakukan serta suasana di perjalanan untuk dokumentasi lalu racik menjadi konten video menarik, dan kemudian diunggah di ragam medsos.

Pengalaman city tour Jakarta bisa dijadikan pedoman buat bekal keliling wisata kota besar lain di Indonesia seperti Surabaya, Bandung. Semarang, Medan, Padang, Bandar Lampung, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, Denpasar, Mataram, dan lainnya.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Tugu Monas saat diberi cahaya aneka warna pada malam hari kian menawan.
2. Pedagang kerak telor, salah satu kuliner khas Betawi paling tersohor.
3. Wisman berwisata ke Masjid Istiqlal.
4. Bus TransJakarta membuat moda transportasi umum Jakarta jadi perhatian dunia.
5. Santai sore di Lapangan Banteng.
6. Rimba pencakar langit menghias sepenggal wajah Jakarta.
7. Menikmati city light Jakarta.


Read more...

Kamis, 11 Juni 2026

Harga BBM Naik Semangat Bertualang Jangan Turun, Ini 13 Kiatnya


Harga b
ahan bakar minyak (BBM) Pertamina sudah naik per 10 Juni 2026. Seketika imbasnya pun memicu efek domino yang mengakibatkan naiknya beberapa sektor esensial antara lain harga sembako dan biaya perjalanan/transportasi yang erat kaitannya dengan kegiatan bertualang diluar ruang (outdoor activity).

Nah, supaya kegiatan bertualang tetap bisa rutin dilakukan, mininal tidak menurun apalagi sampai berhenti total hanya gara-gara harga BBM naik, tak ada salahnya bila menerapkan 13 kiat versi TravelPlus Indonesia berikut ini.

Sebelum TravelPlus Indonesia beberkan satu persatu, ada baiknya kita memahami makna kata "bertualang" terlebih dahulu.


"Bertualang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI
) antara lain bermakna mengembara ke mana-mana atau selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah).

Kata dasarnya adalah "tualang" yang berarti antara lain (orang yang) tidak tentu tempat tinggalnya atau disebut pula pengembara.

Bila dikaitkan dengan wisata, bertualang adalah kegiataan wisata di alam terbuka yang bermuatan petualangan antara lain mendaki gunung, jelajah hutan, treking ke air terjun/lembah/perbukitan, pelosok desa, dan lainnya. Selain itu panjat tebing alam, susur pantai, susur gua, lintas alam (trail running), arung, kayak (kayaking), menyelam, offroad, sepeda lintas alam (mountain biking/downhill), paralayang, gantole, canyoneering (canyoning), dan lainnya.


Adapun makna kata "petualangan" dalam KBBI adalah perihal bertualang.
Jadi kegiatan bermuatan petualangan adalah aktivitas wisata yang mengandung unsur risiko dan tantangan sehingga membutuhkan  fisik, mental, keberanian, dan keahlian/skill tertentu dengan tujuan untuk memicu adrenalin, menambah pengalaman baru, edukasi, maupun rekreasi.

Melihat begitu banyak pilihan kegiatan bertualang di Indonesia sebagaimana tersebut di atas, sebagai kiat yang pertama bertualang saat tarif beberapa sektor terdongkrak akibat harga BBM kembali naik, pilihlah salah satu kegiatan wisata bermuatan petualangan yang paling disukai/diminati, misalnya mendaki gunung. Lalu fokus disitu dengan tetap aktif mendaki gunung-gunung di dalam negeri.

Kiat kedua, upayakan bertualang dalam kelompok kecil (2-6) orang biar bisa share cost transportasi, akomodasi, logistik, dan kulineran. Tapi kalau lebih suka solo traveling, solo backpacking, solo hiking ya tidak masalah, lakukan saja dengan menerapkan gaya backpaker-an yang lebih ramah dengan isi kantong.

Ketiga, pilih destinasi yang bisa dijangkau dengan moda transportasi umum, baru kemudian ojek online atau ojek pangkalan atau mobil online jika bertualang dalam small group ke lokasi tujuan.


Destinasi Terdekat
Berikutnya atau kiat yang keempat, utamakan destinasi yang dituju masih dalam satu provinsi atau yang terdekat, baru kemudian ke provinsi tetangga, terakhir baru ke provinsi- provinsi lainnya yang berbeda pulau.

Contohnya kalau Anda tinggal di Jawa Tengah dan menyukai kegiatan mendaki gunung, sebaiknya mengutamakan mendaki gunung-gunung yang ada di Jawa Tengah, dimulai dari gunung yang paling mudah atau ramah kondisi jalur pendakiannya bagi pendaki pemula, baru kemudian yang sulit dan tersulit treknya.

Setelah itu baru mendaki gunung-gunung yang ada di provinsi tetangga seperti di Jawa Barat atau di Jawa Timur. Nanti setelah memiliki anggaran yang cukup, baru mendaki gunung-gunung yang ada di luar Jawa seperti Sumatra, Bali, NTB, dan lainnya.


Kiat kelima, pilih moda transportasi kelas ekonomi saja untuk lebih berhemat baik itu bus, kereta, kapal feri, dll. Biar mudah mendapatkan tiket bus, dll serta ongkosnya tak melambung, pilih waktu bertualang saat low season, jangan peak season apalagi high season.

Keenam, pilih akomodasi kelas backpacker saja seperti homestay, penginapan yang memiliki kamar asrama, rumah singgah atau basecamp pendakian, dll. Idem dengan kiat kelima, biar mudah mendapatkan penginapan dan harganya miring pilih waktu bertualang saat low season, jangan peak season apalagi high season.

Selanjutnya atau kiat yang ketujuh, pilih kulineran street food yang masih terjangkau isi dompet, bukan rumah makan/resto/kafe.

Kiat kedelapan, bila ikut open trip (OT) pilih trip/tour operator (TO) yang memiliki paket OT dengan harga lebih hemat dibanding TO lain namun tetap profesional dalam artian bertanggung jawab atas fasilitas yang dijanjikan dan itinerary yang telah dibuat. Jika tidak sesuai, ya jangan ikut OT-nya lagi.


Kesembilan, utamakan destinasi yang menjadi tujuan utama, misalnya kalau mendaki gunung pilih gunung yang belum pernah Anda didaki. Bisa juga mendaki gunung yang pernah didaki tapi lewat jalur pendakian yang beda dan atau punya kegiatan bernilai lebih seperti aksi tanam pohon, bersih sampah, aksi sosial, dan lainnya sehingga punya manfaat lebih, bukan sekadar mendaki sampai puncak, foto-foto lalu turun dan selesai.

Variasi Jenis Petualangan
Berikutnya atau kiat yang kesepuluh, tidak ada salahnya melakukan variasi jenis petualangan. Misalnya kalau di daerah Anda selain gunung juga tersedia gua, pulau/pantai, air terjun, danau, tebing alam, sungai, dan lainnya. Jadi jangan hanya mendaki gunung. Biar variatif (tidak membosankan), pilih satu atau dua jenis kegiatan wisata bermuatan petualangan lainnya yang sesuai isi dompet.

Kiat ke-11, sebaiknya kurangi kegiatan outdoor yang bukan menjadi pilihan/tujuan utama atau hanya sebatas selingan seperti camping ceria (camcer), gathering, dan kopi darat (kopdar) yang di dalam rangkaian acaranya tidak ada kegiatan bermuatan ramah lingkungan, dll.


Ke-12, mengurangi belanja outfit yang tidak perlu atau berlebihan. Cukup memiliki outfit yang nyaman buat treking seperti sepatu lapangan, ransel, dan jas hujan/ponco serta perlengkapan tidur/istirahat seperti sleeping bag, pakaian tidur, jaket, balaklava, sarung tangan, dan kaos kaki. Adapun tenda, matras, perlengkapan masak,
head lamp, dan trekking pole bisa sewa di rental outdoor setempat.

Memambah Pendapatan
Terakhir atau kiat yang ke-13, bila memang punya pengalaman dan kemampuan, Anda bisa menjajal menjadi pemandu lokal (local guide) , porter ataupun ojek gunung baik untuk kegiatan pendakian gunung, susur gua, arung jeram dan lainnya sehingga bisa mendapatkan tambahan uang untuk melakukan petualangan berikutnya. Pilihan lain, membuat bermacam merchandise menarik dan atau aneka kerajinan tangan lokal yang bisa dipasarkan via medsos dan dijual secara offline maupun online.

Bisa juga menambah pendapatan dengan menjual foto dan video keindahan alam yang Anda buat dari hasil bertualang ke berbagai platform stok media secara online, dimana perusahaan, agensi pemasaran, dan individu dari seluruh dunia dapat membeli lisensi untuk menggunakan karya Anda.


Ke-13 kiat di atas tersebut, berlaku buat pegiat
outdoor yang memiliki anggaran atau dana pas-pasan/terbatas atau sering disebut dari kalangan mendang-mending. Tapi bila memang punya dana lebih atau dari kalangan "the have", ke 13 kiat di atas bisa Anda hempaskan. Anda bisa pilih destinasi bertualang, akomodasi, transportasi, kuliner, belanja outfit, sewa porter pribadi, ikut bermacam kegiatan outdoor, dll sesuka hati tanpa perlu mikir berkali-kali karena memang tersedia anggarannya.

Kendati begitu, sebaiknya tetap memprioritaskan bertualang di dalam negeri tercinta ini yang sampai kini (2026) sudah memiliki 38 provinsi dari ujung Sumatra sampai ujung Papua. Tentunya dengan teguh mengindahkan petualangan yang ramah lingkungan.

"Harga BBM naik, bertualang di dalam negeri jangan kasih kendor💪" .

Naskah & foto by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180


Captions
:
1. TravelPlus Indonesia usai gapai Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru, Banyuwangi. Jatim lalu melakukan teknik turun tebing.
2. TravelPlus Indonesia di atapnya Sumatra, puncak Gunung Kerinci, Jambi. (foto: dok. #rekanpendaki)
3. TravelPlus Indonesia di Danau Taman Hidup, pendakian Gunung Argopuro, Jatim melintas Baderan-Bermi.
4. TravelPlus Indonesia solo hiking Gunung Penanggungan, Jatim sehari sebelum perayaan 17 Agustus-an.
5. TravelPlus Indonesia backpacker-an naik bus umum kelas ekonomi saat solo traveling ke Kabupaten Tanggamus, Lampung sekaligus mendaki Gunung Tanggamus untuk kedua kali.
6. TravelPlus Indonesia di puncak Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumsel kibarkan bendera Kembara Tropis, komunitas pegiat alam yang dibuatnya pada akhir tahun 1999 atau awal tahun 2000. (foto: dok. #rekanpendaki)
7. TravelPlus Indonesia di akar viral, salah satu spot alam di jalur pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus, Lampung. (foto: dok. #rekanpendaki)
8. TravelPlus Indonesia bentangkan bendera Pesona Indonesia di puncak Gunung Kelimutu atau Danau Tiga Warna, Flores, NTT. (foto: dok. #rekanpendaki)
9. TravelPlus Indonesia saat inap di salah satu rumah orang Baduy (urang Kanekes), Lebak, Banten dengan tim Kembara Tropis.

Read more...

Rabu, 10 Juni 2026

Kemenekraf Dukung “Under the Volcano” dan "Hikayat Perahu | The Tale of Boat” Tampil di Venezia


Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI mendukung keberangkatan dua karya teater kontemporer produksi Bumi Purnati Indonesia “Under the Volcano” dan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat” ke Venezia, Italia untuk tampil dalam acara pementasan teater berskala dunia, berlabel 54th International Theatre Festival of La Biennale tahun ini.

Dukungan itu disampaikan oleh Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Kemenekraf  Dadam Mahdar disela-sela Dress Rehearsal Persiapan Pentas kedua tim di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Pusat atau yang dikenal dengan nama, Gedung Muhammad Mashabi Jl. KH Mas Mansyur No. 1 Jakarta Pusat pada Selasa (9/6/2026) sore.

Kepada TravelPlus Indonesia, Dadam Mahdar juga menjelaskan Kemenekraf berkolaborasi dengan Bumi Purnati Indonesia yang memproduksi dua judul teatar tersebut terutama soal keberlanjutannya dari sisi tenaga kerja.


"La Biennale di Venice itu kan lebih showcase, kita Ekraf masuk berkolaborasi untuk mempertemukan nanti dengan buyer agar dua judul teater tersebut mendapatkan revenue atau ada untuk permintaan pertunjukkan ulang," terangnya.

Termasuk kolaborasi untuk mendapatkan investor dari luar negeri yang mau masuk membantu baik dari fisik maupun pelestarian dua judul teater ini.

"Tentunya juga kolaborasi supaya ada peluang ekspor, pembeli atau penanggap dari luar negeri. Nah, Ekraf disitu masuk untuk kolaborasi," ungkapnya.


Produser Independen Bumi Purnati Indonesia Restu Kusumaningrum menjelaskan “Under the Volcano” dan
"Hikayat Perahu|The Tale of Boat terpilih untuk mewakili Republik Indonesia tampil di Venice Biennale Teatro 2026 setelah melalui proses kurasi oleh Mr. Willem Dafoe, Direktur Festival 2026.

"Under the Volcano” disutradarai oleh Yusril Katil, terinspirasi oleh syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh tentang letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Sedangkan “Hikayat Perahu|The Tale of Boat” yang disutradarai oleh Sri Qadariatin, lahir dari interpretasi Syair Perahu karya penyair mistik sufi Hamzah Fansuri.


"Kedua produksi kontemporer ini berisi muatan kekayaan budaya Sumtera yang tercermin dalam seni silat, tari, dan musik dari Aceh dan Sumatra Barat," jelas Restu Kusumaningrum.

Saat Dress Rehearsal Under the Volcano dan Hikayat Perahu|The Tale of Boat yang akan tampil di Venice Biennale Teatro 2026, hadir pula sejumlah awak media yang diundang Bumi Purnati Indonesia untuk meliput acara tersebut, termasuk TravelPlus Indonesia.


Dalam siaran pers sebelumnya diinfomasikan bahwa dalam Biennale Venesia 2026 khusus untuk teater yakni Festival Teater Internasional Ke-54 (The 54th International Theatre Festival) akan menghadirkan 200 seniman dari seluruh dunia dalam 55 acara, termasuk 11 acara produksi dan ko-produksi, 10 perdana dunia (world premiere), 2 perdana Eropa, dan 4 perdana Italia.

Selain perwakilan dari Indonesia yakni  "Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat”, juga akan tampil teater dari Yunani, Jepang, India, Selandia Baru, Rwanda, Prancis, dan Italia.

Naskah & foto by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180


Captions
:
1. Sepenggal adegan "Under the Volcano " (atas) & "Hikayat Perahu|The Tale of Boat” (bawah) saat Dress Rehearsal di Gedung Muhammad Mashabi, Jakpus, Selasa (9/6/2026).
2. Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Kemenekraf  Dadam Mahdar.
3. Produser Independen Bumi Purnati Indonesia Restu Kusumaningrum dengan sutradara dan seluruh pemain   “Under the Volcano”.
4. Sepenggal adegan " Under the Volcano”.
5. Sepenggal adegan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat”.
6. Poster "Under the Volcano” dan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat”.

Read more...

Kamis, 04 Juni 2026

11 Multiplier Effect Salat Id di Garung dengan View Dua Gunung bagi Pariwisata Wonosobo


Pelaksanaan salat id atau salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri (1 Syawal) atau Iduladha (10 Zulhijah) di lapangan Garung setiap tahun, membuahkan multiplier effect cukup signifikan bagi sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo.

Amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada sebelas (11) multiplier effect yang ditimbulkan dari kombinasi antara kegiatan ibadah dalam Islam ini dengan lokasi penyelenggaraannya yang istimewa di Garung yang memiliki pemandangan megah berupa dua gunung berketinggian di atas 3000 Mdpl tersebut, yakni Gunung Sumbing dan Sindoro.

Apa saja ke-11 efek positif yang ditimbulkannya? Sebelum TravelPlus Indonesia jelaskan satu persatu, ada baiknya kita pahami terlebih dulu multiplier effect dalam dunia pariwisata.


Multiplier effect
atau dalam bahasa Indonesia "efek pengganda" merupakan efek/dampak positif yang muncul dan dirasakan berbagai pihak akibat dari adanya satu kegiatan atau daya tarik buatan manusia yang mampu menjaring kunjungan wisatawan hingga terjadi perputaran uang yang dibelanjakan wisatawan di tempat tersebut.

Contohnya konser musik ataupun festival yang menampilkan antara lain band/penyanyi ternama yang memiliki banyak peminat atau yang tengah naik daun di venue indoor ataupun outdoor.

Ada pula yang bilang multiplier effect adalah efek/dampak positif dari adanya daya tarik alam yang mampu menjaring kunjungan wisatawan hingga terjadi perputaran uang yang dibelanjakan wisatawan saat mengunjungi objek tersebut.

Contohnya pemandangan alam yang indah dari gunung-gunung yang ramah bagi pendaki pemula seperti Gunung Papandayan di Garut, Jabar; Prau (Kejajar, Wonosobo, Jateng); Andong (Ngablak, Megelang, Jateng); Kembang (via Lengkong, Wonosobo, Jateng); Luhur (Sukamakmur, Bogor, Jabar); Artapela (Kertasari, Bandung, Jabar); Gunung Batur di Kintamani, Bangli, Bali; dan gunung lainnya yang mampu menarik minat banyak pendaki untuk mendaki dan menggapai puncak gunung-gunung tersebut.


Kombinasi Daya Tarik
TravelPlus Indonesia sendiri berpendapat multiplier effect itu merupakan efek/dampak positif yang muncul dan dirasakan berbagai pihak akibat dari adanya kegiatan (daya tarik buatan manusia) ataupun daya tarik alam dan atau perpaduan antara dua daya tarik buatan manusia maupun kombinasi daya tarik buatan manusia dengan daya tarik alam yang mampu menjaring kunjungan wisatawan hingga terjadi perputaran uang yang dibelanjakan wisatawan di lokasi tersebut.

Contoh perpaduan 2 kegiatan (daya tarik buatan manusia) antara lain pagelaran musik di destinasi buatan yang menawan seperti Borobudur Symphony di Candi Borobudur, Magelang, Jateng serta Prambanan Jazz Festival dan Swara Prambanan di Candi Prambanan, Jogja dan Jateng.

Selain itu beberapa sport tourism seperti Borobudur Marathon di Magelang, Jateng serta MotoGP dan World Superbike (WSBK) di Mandalika Circuit, Lombok, NTB.

Adapun contoh kombinasi daya tarik buatan manusia dengan daya tarik alam antara lain Jazz Atas Awan dalam Dieng Culture Festival di Wonosobo, Jateng; Banyuwangi Beach Jazz Festival (pantai di Banyuwangi, Jatim); dan Jazz Gunung Series di Gunung Slamet, Jateng dan Ijen, Jatim.


Contoh lainnya sejumlah sport tourism seperti Tour de Singkarak di Sumbar; Tour de Banyuwangi Ijen (Banyuwangi, Jatim); Ironman Bintan (Bintan, Kepri); Belitong Geopark Ultra Run (Belitung, Babel); dan
Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) Krui Pro di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Sementara yang menggabungkan kegiatan ibadah Islam dengan keindahan alam, satu di antaranya adalah pelaksanaan salat id di lapangan Garung yang berada di Kampung/Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jateng.

Pantauan langsung TravelPlus Indonesia, salat Iduladha 1447 H tepatnya pada Rabu, 27 Mei 2026 di lapangan Garung yang area utamanya mampu menampung hingga 7.000 orang, jemaahnya sampai penuh bahkan meluber kemana-mana.


Kabarnya total jemaah yang hadir membludak kurang lebih 27.000 orang hingga lapangan tersebut tidak bisa menampung dan akhirnya jemaah banyak yang salat di jalanan, halaman depan rumah penduduk bahkan di bagian atas rumah/bagunan milik warga yang bertingkat maupun di
rooftop-nya.

Diminati Ribuan Wisatawan
Mengapa pelaksanaan salat id di Garung masih begitu diminati ribuan wisatawan bukan cuma lokal pun nusantara bahkan mancanegara? Ya karena lokasinya memiliki daya tarik alam yang menawan, berupa megahnya pemandangan dua gunung yang masuk daftar gunung populer di Wonosobo yakni Gunung Sumbing di bagian Timur dan Gunung Sindoro di Barat. Ditambah suasananya yang syahdu (cuacanya sejuk dingin) dan punya muatan syiar Islam yang meneduhkan.

Ketiga pemicu itulah yang membuat TravelPlus Indonesia bukan sekadar datang ke Garung dan melaksanakan salat Iduladha tahun ini, pun meliputnya hingga menjadi beberapa tulisan dan konten video.


Apalagi kegiatan tersebut kerap terekpos dalam berita maupun artikel di sejumlah media online bahkan selalu viral di ragam medsos disertai dengan predikat atau julukan yang istimewa yakni "Kampung Garung, Tempat Salat Id dengan View Termegah di Dunia" sebagaimana tertera di gapura atau gerbang/pintu masuk di jalan menuju lapangan Garung.

Berkat semua itu akhirnya banyak wisatawan yang belum pernah menjadi penasaran, lalu datang. Bahkan banyak wisatawan yang bertandang berkali-kali untuk merasakan lagi salat id di Garung, Wobosobo yang memang menghadirkan vibes yang berbeda.

Lalu apa saja 11 multiplier effect dari kegiatan salat id di kampung Garung tersebut buat sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo?


Namanya Mendunia
Efek positif yang pertama, bikin nama Garung mendunia. Bukan cuma lapangan Garung, pun kampung/dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, dan nama Provinsi Jawa Tengah ikut melangit. Bahkan 2 gunung di Wonosobo yang berada di depan dan belakang lapangan Garung yakni Gunung Sindoro dan Sumbing juga ikut terdongkrak lantaran mendapatkan banyak publikasi baik dari sejumlah wartawan media online maupun netizen/jemaah/wisatawan lewat ragam medsos seperti FB, IG, TikTok, dan YouTube.

Sejumlah objek lain seperti beberapa masjid, homestay, kedai kopi, pasar, tempat oleh-oleh, tempat kuliner, BC pendakian Gunung Sumbing via Garung, dan lainnya, termasuk yang ada di luar Garung juga ikut terangkat namanya dikarenakan tersiar lewat mulut ke mulut maupun terpublikasikan lewat tulisan, foto, dan konten video di berbagai media tersebut.

Dampak positif kedua, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Garung yang otomatis berujung pada penambahan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Wobosobo.

Wisatawan yang datang bukan cuma dari berbagai daerah di Jateng atau disebut wisatawan lokal (wislok) termasuk warga setempat yang merantau lalu mudik untuk berlebaran di kampung halaman, pun wisatawan dari luar Jateng seperti DKI Jakarta, Banten, Jabar bahkan dari Sumatra seperti Lampung, Sumsel, Riau, dan Sumbar serta beberapa provinsi dari pulau lainnya atau juga disebut wisatawan nusantara (wisnus). Bahkan pernah sampai didatangi sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) dari Malaysia, beberapa negara dari kawasan Timur Tengah, dan Afrika.


Berikutnya atau efek positif yang ketiga, menarik kunjungan wisatawan minat khusus ke objek wisata pendakian Gunung terutama pendakian Gunung Sumbing, Sindoro dan gunung-gunung di sekitarnya antara lain Gunung Kembang.

Buktinya pada pelaksanaan salat id di lapangan Gaung tahun ini beberapa wisnus meluangkan waktu mendaki gunung. Ada yang nanjak Gunung Sumbing, Sindoro, dan tak sedikit yang memilih mendaki Gunung Kembang setelah ataupun sehari selepas salat Iduladha di Garung.

Dampak positif keempat, menarik kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata non pendakian antara lain ke pemandian United Hotspring yang berada di Jl. Soeparjo Roestam, Andongsili, Wonosobo dengan harga tiket Rp 25 per orang, ke perkebunan teh Tambi, dan lainnya.


Efek positif kelima, meningkatkan hunian homestay atau penginapan yang ada di Garung dan daerah di sekitarnya seperti KunangKunang Homestay, Anjani Homestay, Berlin Homestay, Elkana View Homestay, dan lainnya.

Selanjutnya atau dampak positif yang keenam, meningkatkan penjualan kuliner.

Faktanya banyak wisatawan yang mampir ke street food warga yang ada di sepanjang jalan menuju lapangan Garung sebelum maupun sesudah salat id. Banyak pula yang sarapan dan santap siap dengan sego megono atau nasi megono khas Wobosobo dengan bermacam menu terutama tempe kemul juga khas Wobosobo di rumah-rumah makan lokal, dan ngopi santai di Kedai KunangKunang (K3} di samping Masjid Al-Amin. Pilihan lainnya, ada yang makan di warung pecel, bakso, nasgor, atau belanja di mini market yang ada di jalan raya di depan Garung.

Tak cuma itu, tak sedikit juga wisnus yang kulineran mie ongklok khas Wobosobo antaran lain ke mie ongklok Longkrang di Wonosobo Timur serta ke bebek dan ayam goreng Mas Budi di Kertek, Wonosobo.

Efek positif ketujuh, meningkatkan penjualan dari sektor ekonomi kreatif (ekraf) yang erat kaitannya dengan pariwisata.


Buktinya banyak juga wisnus yang belanja outfit thrifted/thrift items atau barang bekas untuk kegiatan outdoor yang masih sangat bagus seperti jaket/kaos untuk mendaki gunung di toko barang hemat (thrift shop) Agung yang berada sekitar 50 meter dari Masjid Al-Amin.

Ada juga yang membeli topi di toko serba ada di depan jalan raya dan atau menyewa peralatan mendaki di rental outdoor dan membeli aneka merchandise yang ada di Garung dan basecamp (BC) gunung lainnya.

Selain itu banyak juga yang memborong aneka oleh-oleh khas Wonosobo antara lain carica, opak, teh purwaceng dan lainnya di Sinsu Park yang beralamat di Jalan Raya Sindoro-Sumbing KM 17 atau di Pasar Reco, pasar tradisonal yang berada tak jauh dari Garung.


Dampak positif kedelapan, meningkatkan permintaan moda transportasi baik umum maupun carteran.

Faktanya banyak wisnus yang datang dengan menggunakan bus umum dari daerah asal ke Terminal Mendolo, Wonosobo lalu disambung naik bus ke Garung. Ada juga yang men-carter mobil milik warga Garung dari Terminal Mendolo ke Garung dan sebaliknya.

Daya Tarik Bertambah
Berikutnya atau efek positif yang kesembilan, menambah daya tarik dan jenis wisata yang sudah ada di Garung yang selama ini dikenal sebagai lokasi BC pendakian Gunung Sumbing, objek wisata alam, dan agrowisata kemudian bertambah menjadi destinasi wisata yang kental bernuansa religi Islam saat Idulfitri dan Iduladha dengan adanya pelaksanaan salat id di lapangan Garung setiap tahun.


Dampak positif kesepuluh, memicu
tour/trip operator (TO) untuk membuat paket open trip (OT) salat id di lapangan Garung plus mendaki gunung.

Buktinya ada TO Indonesian Mountains yang mengemas OT tersebut saat Iduladha tahun ini ditambah dengan pendakian Gunung Kembang dengan total durasi 4 hari (Rabu - Sabtu).

Terakhir atau efek positif yang kesebelas, memacu semangat masyarakat Garung berikut panitia pelaksana salat id, dan stakeholder pariwisata setempat untuk terus berbenah menjadi tuan rumah yang benar-benar semakin siap, di antaranya mengatur pelaksanaan salat id dan menata kampung dan desa termasuk akomodasi, masjid, dan tempat jualan street food-nya menjadi lebih bersih, rapih, dan tertata sehingga membuat wisatawan yang datang betah, terkesan, lalu belanja, dan ingin datang lagi.


Bukan cuma itu. sejumlah warga Garung bukan hanya menyediakan tikar untuk alas salat id bagi wisatawan yang tidak kebagian tempat di lapangan Garung lalu salat id di jalanan atau di depan rumahnya pun menyuguhkan minuman teh dan sarapan dengan aneka menu khas rumahan, salah satunya di rumah Pak Abud yang memiliki usaha antar-jemput pendaki gunung dari Terminal Mendolo dengan mobil luxio dan atau pickup (bakter) ke BC Garung Gunung Sumbing atau ke BC gunung-gunung lainnya yang ada di Wonosobo. MasyaAllah baik dan ramahnya.

Kesebelas multiplier effect dari pelaksanaan salat id di Garung itu, tentu saja akhirnya bermuara pada peningkatkan jumlah kunjungan wisatawan bagi sektor pariwisata Kabupaten Wonosobo dan tak kalah penting sekaligus membuahkan penambahan pendapatan bagi masyarakat setempat sekaligus menjadi ladang pahala lantaran sudah berbagi kebaikan dan keramahan yang tulus kepada sejumlah wisatawan.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180


Captions
:
1. Jumlah jemaah/wisatawan yang mengikuti pelaksanaan salat Iduladha 1447 H, Rabu, 27 Mei 2026 di lapangan Garung, Wobosobo membludak sampai banyak yang salat id di jalanan dan depan rumah warga.
2. Selfie bareng bestie ba'da salat Iduladha 1447 H di Garung.
3. Masjid Al-Amin berlatar Gunung Sindoro namanya ikut terdongkrak saat pelaksanaan salat id di lapangan Garung setiap tahun.
4. Peserta open trip (OT) salat Iduladha 1447 H plus mendaki Gunung Kembang yang dirancang tour operator (TO) Indonesian Mountains, berfoto bersama di tepi lapangan Garung. (foto: dok/rekan jemaah/wisnus)
5. Selain di jalanan dan rumah warga, banyak pula wisatawan/jemaah yang salat Iduladha 1447 H di atas bangunan bertingkat karena lapangan Garung sudah penuh.


6. TravelPlus Indonesia bukan sekadar datang ke Garung
dan melaksanakan salat Iduladha tahun ini, pun meliputnya hingga menjadi beberapa tulisan dan konten video.
7. Pintu gerbang bertuliskan "Kampung Garung, Tempat Salat Id dengan View Termegah di Dunia" di jalan menuju lapangan Garung yang berlatar Gunung Sumbing.
8. Usai salat Iduladha 1447 H di Garung. banyak juga wisatawan minat khusus yang mendaki gunung di sekitar Wonosobo, antara lain Gunung Kembang seperti yang dilakukan TravelPlus Indonesia.
9. KunangKunang Homestay dekat Kedai KunangKunang (K3) dan Masjid Al-Amin menjadi salah penginapan yang ramai diminati wisatawan yang ingin salat id di Garung.
10. Sebelum dan sesudah salat id di Garung, banyak juga wisatawan yang ngopi dan ngemil santai di K3.
11. Selepas salat id di Garung ataupun mendaki gunung terdekat, sejumlah wisatawan kulineran mie ongklok khas Wobosobo, salah satunya di Mie Ongklok Longkrang.
12. Banyak juga wisatawan yang borong aneka oleh-oleh khas Wobosobo antara lain carica, opak, dan teh purwaceng usai salat id di Garung.
13. Gapura atau gerbang/pintu masuk menuju lapangan Garung yang bertuliskan "Kampung Garung, Tempat Salat Id dengan View Termegah di Dunia" jadi spot buatan yang diminati jemaah/wisatawan untuk foto bersama.
14. Sepenggal video jemaah mengaminkan doa yang disampaikan khatib salat Iduladha 1447 H di Garung.
15. Saya dari TravelPlus Indonesia berfoto berlatar Gunung Sindoro di rooptop Anjani Homestay di Garung usai salat Iduladha 1447 H. (foto: dok.rekan jemaah/wisnus).




Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP