. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 26 Juni 2026

10 Kiat Menikmati Ragunan Zoo saat Gratis Akhir Pekan Ini


Taman Margasatwa Ragunan atau Ragunan Zoo kembali tidak memungut tiket masuk alias gratis akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (27 dan 28 Juni 2026) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun HUT ke-499 Jakarta. Sebelumnya pada Senin (22 Juni 2026) pun gratis.

Berdasarkan kunjungan TravelPlus Indonesia ke kebun binatang satu-satunya di Jakarta yang berada di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) ini saat gratis pada Senin lalu, ada sekurangnya sepuluh (10) kiat yang dapat traveler indahkan jika ingin menikmati Ragunan Zoo akhir pekan ini.

Kiat pertama, waktu keberangkatan sebaiknya pagi, usahakan tiba di Ragunan Zoo sekitar pukul 6 atau 7 pagi. Kenapa? Karena selain masih sepi pun udaranya masih terasa sejuk.


Kiat kedua, moda transportasi yang digunakan untuk sampai ke Ragunan Zoo sebaiknya dengan bus TransJakarta. Kenapa? Ya karena pada akhir pekan ini moda transportasi kebanggaan Jakarta tersebut juga digratiskan terkait perayaaan HUT Jakarta tahun ini. Namun traveler harus tetap membawa kartu e-money bersaldo untuk tap-in dan tap-out. Buat traveler yang membawa kendaraan pribadi, biaya parkir tetap dikenakan.

Berikutnya atau kiat yang ketiga, outfit yang dikenakan seperti pakaian sebaiknya yang nyaman, mudah menyerap keringat, dan tentunya sopan. Adapun alas kaki, kalau traveler sekalian ingin olgapis (olahraga tipis-tipis) seperti joging, sebaiknya menggunakan sepatu olahraga dan kaos kaki yang nyaman. Kalau hanya sekadar jalan-jalan santai, bisa memakai sandal yang nyaman dan tidak sampai membuat kaki lecet.


Kiat keempat, bawa bekal makanan dan minuman secukupnya bila datang bersama keluarga. Sisanya, bisa membeli atau kulineran di dalam Ragunan Zoo karena banyak penjual makanan dan minuman di sejumlah titik. Dengan cara itu, traveler ikut menambah pendapat para pedagang di sana.

Kiat kelima, kalau tidak kuat jalan kaki untuk keliling kawasan Ragunan yang lumayan luas, termasuk ke Danau Ragunan yang belakangan ini viral karena membuat kawasan Ragunan Zoo bertambah indah dan menarik, traveler bisa menyewa sepeda manual ataupun motor listrik. Kalau rombongan bisa menyewa buggy car dengan tarif Rp 250 ribu sekali trip (maksimal 5 orang). Kalau TravelPlus Indonesia waktu itu lebih memilih berjalan kaki sekalian olgapis.


Selanjutnya atau kiat yang keenam, mematuhi peraturan yang berlaku saat mengunjungi/melihat bermacam satwa, antara lain tidak memberi makan satwa, tidak mengganggu satwa, tidak membunyikan suara, dan tidak melempar benda apapun ke dalam kandang satwa.

Kiat ketujuh, menerapkan kunjungan yang ramah lingkungan. Minimal traveler membuang sampah bekal makanan/minuman di tempat yang sudah disediakan, tidak melakukan vandalisme atau aksi corat-coret, tidak merusak tanaman/pohon yang ada di sana, dan tidak memancing ikan di 4 danau yang ada di ragunan termasuk di aliran sungainya.


Kiat kedelapan, sebelum pulang traveler bisa membeli aneka cendera mata buat oleh-oleh antara lain kaos, topi bertulisan Ragunan Zoo atau bergambar satwa, boneka, kacamata, dan lainnya. Dengan cara ini, traveler juga sudah turut memambah pendapatan penjualnya.

Berikutnya atau kiat yang kesembilan, sebagai muslim traveler sebaiknya tidak meninggalkan salat wajib, terutama zuhur dan asar disela-sela menikmati ragam pesona Ragunan Zoo. Di dalam kawasn Ragunan Zoo terdapat beberapa musala mungil yang bisa traveler gunakan untuk salat berjemaah antara lain musalan di dekat Danua Ragunan. Kalau di luar, ada musala dekat pintu masuk serta di dekat halte TransJakarta Ragunan.


Kiat yang terakhir atau kesepuluh, mengabadikan spot-spot menarik dan indah yang ada di dalam Ragunan Zoo termasuk satwa yang traveler lihat kemudian racik menjadi konten video dengan narasi ataupun captions positif dan infomatif lalu unggah di ragam medsos. Dengan cara itu traveler sudah ikut mempromosikan daya tarik Taman Margatwa Ragunan sehingga semakin tersiar luas.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Keramaian pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Zoo) saat gratis pada Senin (22 Juni 2026). Akhir pekan ini karena juga gratis, TravelPlus Indonesia memprediksi bskal lebih ramai lagi.
2. Unta salah satu satwa yang menghuni Ragunan Zoo.
3. Jangan lupa kulineran di dalam kawasan Ragunan Zoo.
4. Tetap menjadi pengunjung/traveler/wisatawan yang ramah lingkungan saat berkunjung ke Ragunan Zoo.
5. Aneka cemdera mata khas Ragunan Zoo buat oleh-oleh.
6. Mengabadikan Danau Ragunan yang menambah daya tarik kawasan Taman Margasatwa Ragunan.


Read more...

Minggu, 21 Juni 2026

Lima Keuntungan City Tour Jakarta, saat Ibukota Negara Indonesia Ini Merayakan Hari Jadinya

Berwisata kota atau city tour ke Jakarta memang bisa kapan saja. Tapi kalau dilakukan bertepatan dengan perayaan hari jadi atau hari ulang tahunnya, dijamin traveler bakal mendapat keuntungan yang  berlipat alias lebih dari biasanya.

Bulan Juni tahun 2026 ini, Jakarta berusia 499 tahun atau 5 abad kurang satu tahun, tepatnya tanggal 22 Juni. Amatan TravelPlus Indonesia dari berbagai informasi yang tersaji di ragam media sosial (medsos) dan media online, perayaaan HUT Jakarta tahun ini bakal lebih semarak dan banyak kejutan sehingga ujungnya membuahkan sederet keuntungan.

Kejutannya antara lain peresmian Kawasan HR Rasuna Said di Halte Setiabudi Integritas, Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di sisi barat Monas, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di samping Patung Jenderal Sudirman, dan peresmian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Gerbang JIS-Ancol, dan aktivasi sekaligus uji coba Stasiun KRL JIS.

Lalu siapa saja yang diuntungkan atau mendapat keuntungan ? Tentu saja bukan cuma warga Jakarta yang tinggal di 5 kota yakni Jakarta Pusat (Jakpus), Jakarta Selatan (Jaksel), Jakarta Barat (Jakbar), Jakarta Timur (Jaktim), Jakarta Utara (Jakut), dan 1 kabupaten yakni Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pun traveler dari Depok, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Rangkasbitung, dan Bogor serta traveler dari berbagai kota/kabupaten yang ada di Pulau Jawa maupun luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya bahkan traveler dari mancanegara.

Berdasarkan amatan tersebut, sekurangnya ada lima keuntungan yang didapat traveler lokal, nusantara maupun mancanegara bila city tour Jakarta saat Ibukota Negara Indonesia ini merayakan hari jadinya.

Keuntungan yang pertama, traveler dipastikan akan mendapatkan bermacam kegiatan wisata (calendar of event) terkait HUT Jakarta. Maklum menjelang, saat, dan maupun setelah perayaaan HUT Jakarta akan banyak kegiatan/festival yang digelar terutama oleh Pemprov DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait.

Informasi kegiatan-kegiatan tersebut bisa traveler lihat di akun medsos antara lain Instagram (IG) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan lainnya.

Keuntungan yang kedua, traveler akan lebih mudah menemukan/mendapatkan/menyaksikan suguhan bermacam budaya Betawi seperti lenong, ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, palang pintu, topeng Betawi, keroncong tugu, samrah, tari cokek, tari nandak ganjen, dan lainnya di berbagai tempat.


Berikutnya atau keuntungan yang ketiga, traveler dipastikan akan lebih mudah menemukan bermacam kuliner tradisional Betawi antara lain soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, nasi ulam, gabus pucung, sayur besan, asinan betawi, mie juhi, laksa betawi, es selendang mayang, bir pletok, dodol Betawi, kembang goyang, dan roti buaya di berbagai acara terkait perayaan HUT Jakarta.

Keuntungan yang keempat, traveler akan mendapatkan sejumlah moda transportasi gratis seperti TransJakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta selama 3 hari yakni tanggal 22 Juni (Senin), 27 Juni (Sabtu), dan 28 Juni 2026 (Minggu). Cukup membawa e-money untuk tap-in dan tap-out saja.

Terakhir atau keuntungan yang kelima, traveler akan mendapatkan beberapa objek wisata secara gratis alias tidak dikenakan tiket masuk antara lain Ragunan, Tugu Monas, Ancol, beberapa museum, fasilitas olahraga, dan kolam renang umum yang dikelola Pemprov DKI Jakarta juga selama 3 hari yakni pada tanggal 22 Jun, 27 Juni, dan 28 Juni 2026.

Sekurangnya ada 11 museum yang gratis pada tanggal-tanggal tersebut yaitu Museum Sejarah Jakarta, Joang 45, Taman Prasasti, MH. Thamrin, Seni Rupa dan Keramik, Wayang, Tekstil, Bahari. Arkeologi Onrust, Si Pitung, dan Museum Betawi.

Adapun fasilitas olahraga dan kolam renang yang gratis juga pada tanggal-tanggal tersebut adalah Kolam Renang (KR) Gelanggang Jakarta Utara, KR Gelanggang Jakarta Timur, KR Rawa Badak, KR Sunter, KR Ciracas, KR Bulungan, KR Kebon Jahe, dan KR Senen Jakarta Pusat.


Belasan Surga Jakarta
City tour Jakarta, traveler akan mendapatkan belasan surga dalam kaitannya dengan pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.

Belasan surga itu adalah surga belanja (Jakarta punya Pasar Tanah Abang yaitu pusat grosir fesyen terbesar se-Asia Tenggara dan bermacam mall kelas dunia, pasar modern dan pasar tradisional); surga tempat kuliner dan jenis kuliner (warteg, rumah makan/resto, kedai kopi, kafe, street food, food court, dan lainnya. Adapun jenis makanannya ada kuliner tradisional Betawi dan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia serta bermacam makanan mancanegara seperti Jepang, Korea, Arab, India. China, Thailand, western food, dan lainnya.


Selanjutnya surga taman/hutan kota (antara lain Tebet Eco Park, Hutan Kota GBK, Taman Bendera Pusaka, Hutan Kota Srengseng yang gratis alias tidak dikenakan tiket masuk; surga hotel (dari hotel non budget sampai hotel berbintang lima); surga transportasi umum (TransJakarta, Mikrotrans, LRT, MRT, dll); surga konser musik gratis maupun berbayar (lokasinya antara lain di Sarinah, M Bloc Space, Taman Literasi, kawasan Kota Tua, Monas, Bundaran HI, dan di sejumlah mall).

Berikutnya surga pameran (venue pemeran utamanya antara lain di JICC, JI Expo, dan ICE BSD) baik yang gratis maupun berbayar; surga budaya Betawi (tempatnya di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, rumah MH. Thamrin, dan Anjungan DKI Jakarta di TMII); surga acara seni budaya (lokasinya antara lain di TIM, Gedung Kesenian Jakarta, Bentara Budaya, Gedung Wayang Orang Bharata, dan Salihara) baik gratis maupun berbayar.

Selanjutnya surga bahari (tentu saja tujuan utamanya Kepulauan Seribu dimana terdapat kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu; surga city light (lokasinya antara lain di JPO Phinisi, Bundaran HI) gratis; surga museum (di kawasan Kota Tua, TMII, dll); surga bangunan tua dan bersejarah (tempat andalannya kawasan Kota Tua, dll); surga kajian Islam di masjid (Istiqlal, Nurul Iman-Blok M, Agung Al-Azhar Kebayoran, dll) gratis.

Berikutnya surga hiburan malam (lokasinya antara lain tersebar di Jakpus, Jakbar, dan Jaksel; surga sport tourism (terutama di kawasan GBK, CFD setiap Minggu, JIS, Lapangan Banteng  dll) gratis; dan terakhir adalah surga city view dari ketinggian (hotel dan bangunan jangkung lainnya) baik gratis maupun berbayar.


Puluhan Tempat Gratis
Diluar perayaan HUT Jakarta, sebenarnya Jakarta juga sudah punya puluhan tempat berdaya tarik wisata yang tak berbayar alias gratis.

Puluhan tempat gratis itu antara lain kawasan Kota Tua (diluar masuk museum), Tebet Eco Park, Taman Bendera Pusaka, kawasan Monas (diluar naik Tugu Monas), Lapangan Banteng, kawasan GBK Senayan (bukan di dalam), Pantai Maju PIK, Taman Literasi Blok M, M Bloc Space (diluar acara berbayar), Pos Bloc Space (diluar acara berbayar), Taman Ismail Marzuki (diluar acara berbayar), Perpustakaan DKI Jakarta, Hutan Kota Srengseng, venue pameran (diluar expo berbayar), Sarinah konser musik gratis, Rumah MH. Thamrin, Taman Ayodya Tomang, kawasan JIS (bukan di dalam), kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), dan Danau Sunter.

Selanjutnya Danau Rio, Gereja dan Kampung Tugu (nonton keroncong Tugu), JPO dan Bundaran HI (city light), Hutan Kota GBK, Hutan Kota Kemayoran, Taman Senopati, Setu Menteng, Hutan Kota Jakarta Timur, Pelabuhan dan Pasar Ikan Muara Angke, Masjid-masjid tersohor (Istiqlal, Agung Al-Azhar, Perahu, Nurul Iman, Masjid PIK, Masjid Menara 88, dan lainnya), Galeri Indonesia Kaya (registrasi), Gedung Kesenian Miss Tjijih (registrasi), Terowongan Kendal, Taman Dukuh Atas, Riverside Walk (Stasiun BNI), Skatepark Petamburan, Skatepark Kalijodoh, keliling mall/pasar, dan terakhir kawasan luar Veledrome (bukan di dalam).


Travel Tips
Tips memilih akomodasi saat city tour Jakarta selama beberapa hari antara lain carilah hotel yang lokasinya strategis, mudah diakses dengan transportasi umum seperti TransJakarta, LRT, dan MRT. Contohnya di kawasan Blok M, kawasan Jalan Sabang dan Jalan K.H. Wahid Hasyim, serta kawasan Kota Tua.

Kawasan Blok M itu pusat kuliner, belanja, nonton film di bioskop, ngopi, dll serta ada Transjakarta ke Bandara Soeta, GBK Senayan, Bundaran HI, Sarinah, Monas, Tanah Abang, Ragunan, Stasiun Kota, PIK, Masjid Nuril Iman, gultik (gule tikungan), dll.

Di kawasan Jalan Sabang dan Jalan K.H. Wahid Hasyim (juga sangat strategis, kulineran, hangout, konser gratis Sarinah, dekat dengan Pasar Tanah Abang dan Monas). Sedangkan kawasan Kota Tua kelebihannya bisa menikmati kawasan heritage, konser gratis, mengunjungi sejumlah museum, kulineran, dll).

Bila ingin ke Kepulauan Seribu, pilihan inapnya di resort, homestay ataupun berkemah di pantai. Intinya di kawasan jalan manapun, jenis akomodasinya sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran atau isi dompet.

Tips berikutnya kalau mau lihat acara seni budaya cek IG masing-masing venue seni budaya (TIM, GKJ, Salihara, Bentara Budaya, TMII, dll); bila mau lihat konser musik gratis cek IG (Sarinah, Kota Tua, konser musik, Disbuddki, Disparekrafdki, mall, dll); bila mau lihat pameran cek IG (JCC, jadual pemeran, ICE BSD, dll); dan jika ingin lihat seni budaya Betawi cek IG (Perkampungan Budaya Betawi, Disbud DKI, dll).

Tips selanjutnya, bila mau naik transportasi umum cek IG (KRL access, TransJakarta, dll); bila mau ikut kajian Islam di masjid, cek IG (masjid Istiqlal, Agung Al-Azhar Kebayoran, Nurul Iman Blok M Square, info kajian Jakarta, dll).

Tips berikutnya, saat keliling Jakarta kenakan pakaian yang nyaman dan santun terlebih bila ingin ke masjid; jangan lupa pakai topi, bawa jas hujan/payung, bawa handuk/sajadah/mukena traveling; bawa e-money dengan saldo yang cukup; bawa HP dan charger plus colokan listrik serta saldo dompet digital yang cukup untuk pembayaran non cash.


Tips selanjutnya jangan ragu bertanya kepada petugas TransJakarta, KAI dll; gunakan google maps buat cek lokasi dll; jika banyak pilihan sebaiknya pilih satu saja objek untuk mewakili (masjid, mall, konser musik gratis/berbayar, acara seni budaya gratis/berbayar, kulineran khas Betawi, museum di Kota Tua, hutan kota, taman kota, city light, pameran di JICC, dan sport tourism di GBK Senayan).

Adapun pilihan objek wisata yang wajib masuk daftar kunjungan antara lain perkampungan budaya Betawi, naik tugu Monas, Kota Tua, Kepulauan Seribu, naik LRT dan MRT, Masjid Istiqlal, Ragunan, TMII menyaksikan air mancur/tari kecak, dan ke Ancol.

Tips terakhir, abadikan semua objek, aktivitas yang dilakukan serta suasana di perjalanan untuk dokumentasi lalu racik menjadi konten video menarik, dan kemudian diunggah di ragam medsos.

Pengalaman city tour Jakarta bisa dijadikan pedoman buat bekal keliling wisata kota besar lain di Indonesia seperti Surabaya, Bandung. Semarang, Medan, Padang, Bandar Lampung, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, Denpasar, Mataram, dan lainnya.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Tugu Monas saat diberi cahaya aneka warna pada malam hari kian menawan.
2. Pedagang kerak telor, salah satu kuliner khas Betawi paling tersohor.
3. Wisman berwisata ke Masjid Istiqlal.
4. Bus TransJakarta membuat moda transportasi umum Jakarta jadi perhatian dunia.
5. Santai sore di Lapangan Banteng.
6. Rimba pencakar langit menghias sepenggal wajah Jakarta.
7. Menikmati city light Jakarta.


Read more...

Kamis, 11 Juni 2026

Harga BBM Naik Semangat Bertualang Jangan Turun, Ini 13 Kiatnya


Harga b
ahan bakar minyak (BBM) Pertamina sudah naik per 10 Juni 2026. Seketika imbasnya pun memicu efek domino yang mengakibatkan naiknya beberapa sektor esensial antara lain harga sembako dan biaya perjalanan/transportasi yang erat kaitannya dengan kegiatan bertualang diluar ruang (outdoor activity).

Nah, supaya kegiatan bertualang tetap bisa rutin dilakukan, mininal tidak menurun apalagi sampai berhenti total hanya gara-gara harga BBM naik, tak ada salahnya bila menerapkan 13 kiat versi TravelPlus Indonesia berikut ini.

Sebelum TravelPlus Indonesia beberkan satu persatu, ada baiknya kita memahami makna kata "bertualang" terlebih dahulu.


"Bertualang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI
) antara lain bermakna mengembara ke mana-mana atau selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah).

Kata dasarnya adalah "tualang" yang berarti antara lain (orang yang) tidak tentu tempat tinggalnya atau disebut pula pengembara.

Bila dikaitkan dengan wisata, bertualang adalah kegiataan wisata di alam terbuka yang bermuatan petualangan antara lain mendaki gunung, jelajah hutan, treking ke air terjun/lembah/perbukitan, pelosok desa, dan lainnya. Selain itu panjat tebing alam, susur pantai, susur gua, lintas alam (trail running), arung, kayak (kayaking), menyelam, offroad, sepeda lintas alam (mountain biking/downhill), paralayang, gantole, canyoneering (canyoning), dan lainnya.


Adapun makna kata "petualangan" dalam KBBI adalah perihal bertualang.
Jadi kegiatan bermuatan petualangan adalah aktivitas wisata yang mengandung unsur risiko dan tantangan sehingga membutuhkan  fisik, mental, keberanian, dan keahlian/skill tertentu dengan tujuan untuk memicu adrenalin, menambah pengalaman baru, edukasi, maupun rekreasi.

Melihat begitu banyak pilihan kegiatan bertualang di Indonesia sebagaimana tersebut di atas, sebagai kiat yang pertama bertualang saat tarif beberapa sektor terdongkrak akibat harga BBM kembali naik, pilihlah salah satu kegiatan wisata bermuatan petualangan yang paling disukai/diminati, misalnya mendaki gunung. Lalu fokus disitu dengan tetap aktif mendaki gunung-gunung di dalam negeri.

Kiat kedua, upayakan bertualang dalam kelompok kecil (2-6) orang biar bisa share cost transportasi, akomodasi, logistik, dan kulineran. Tapi kalau lebih suka solo traveling, solo backpacking, solo hiking ya tidak masalah, lakukan saja dengan menerapkan gaya backpaker-an yang lebih ramah dengan isi kantong.

Ketiga, pilih destinasi yang bisa dijangkau dengan moda transportasi umum, baru kemudian ojek online atau ojek pangkalan atau mobil online jika bertualang dalam small group ke lokasi tujuan.


Destinasi Terdekat
Berikutnya atau kiat yang keempat, utamakan destinasi yang dituju masih dalam satu provinsi atau yang terdekat, baru kemudian ke provinsi tetangga, terakhir baru ke provinsi- provinsi lainnya yang berbeda pulau.

Contohnya kalau Anda tinggal di Jawa Tengah dan menyukai kegiatan mendaki gunung, sebaiknya mengutamakan mendaki gunung-gunung yang ada di Jawa Tengah, dimulai dari gunung yang paling mudah atau ramah kondisi jalur pendakiannya bagi pendaki pemula, baru kemudian yang sulit dan tersulit treknya.

Setelah itu baru mendaki gunung-gunung yang ada di provinsi tetangga seperti di Jawa Barat atau di Jawa Timur. Nanti setelah memiliki anggaran yang cukup, baru mendaki gunung-gunung yang ada di luar Jawa seperti Sumatra, Bali, NTB, dan lainnya.


Kiat kelima, pilih moda transportasi kelas ekonomi saja untuk lebih berhemat baik itu bus, kereta, kapal feri, dll. Biar mudah mendapatkan tiket bus, dll serta ongkosnya tak melambung, pilih waktu bertualang saat low season, jangan peak season apalagi high season.

Keenam, pilih akomodasi kelas backpacker saja seperti homestay, penginapan yang memiliki kamar asrama, rumah singgah atau basecamp pendakian, dll. Idem dengan kiat kelima, biar mudah mendapatkan penginapan dan harganya miring pilih waktu bertualang saat low season, jangan peak season apalagi high season.

Selanjutnya atau kiat yang ketujuh, pilih kulineran street food yang masih terjangkau isi dompet, bukan rumah makan/resto/kafe.

Kiat kedelapan, bila ikut open trip (OT) pilih trip/tour operator (TO) yang memiliki paket OT dengan harga lebih hemat dibanding TO lain namun tetap profesional dalam artian bertanggung jawab atas fasilitas yang dijanjikan dan itinerary yang telah dibuat. Jika tidak sesuai, ya jangan ikut OT-nya lagi.


Kesembilan, utamakan destinasi yang menjadi tujuan utama, misalnya kalau mendaki gunung pilih gunung yang belum pernah Anda didaki. Bisa juga mendaki gunung yang pernah didaki tapi lewat jalur pendakian yang beda dan atau punya kegiatan bernilai lebih seperti aksi tanam pohon, bersih sampah, aksi sosial, dan lainnya sehingga punya manfaat lebih, bukan sekadar mendaki sampai puncak, foto-foto lalu turun dan selesai.

Variasi Jenis Petualangan
Berikutnya atau kiat yang kesepuluh, tidak ada salahnya melakukan variasi jenis petualangan. Misalnya kalau di daerah Anda selain gunung juga tersedia gua, pulau/pantai, air terjun, danau, tebing alam, sungai, dan lainnya. Jadi jangan hanya mendaki gunung. Biar variatif (tidak membosankan), pilih satu atau dua jenis kegiatan wisata bermuatan petualangan lainnya yang sesuai isi dompet.

Kiat ke-11, sebaiknya kurangi kegiatan outdoor yang bukan menjadi pilihan/tujuan utama atau hanya sebatas selingan seperti camping ceria (camcer), gathering, dan kopi darat (kopdar) yang di dalam rangkaian acaranya tidak ada kegiatan bermuatan ramah lingkungan, dll.


Ke-12, mengurangi belanja outfit yang tidak perlu atau berlebihan. Cukup memiliki outfit yang nyaman buat treking seperti sepatu lapangan, ransel, dan jas hujan/ponco serta perlengkapan tidur/istirahat seperti sleeping bag, pakaian tidur, jaket, balaklava, sarung tangan, dan kaos kaki. Adapun tenda, matras, perlengkapan masak,
head lamp, dan trekking pole bisa sewa di rental outdoor setempat.

Memambah Pendapatan
Terakhir atau kiat yang ke-13, bila memang punya pengalaman dan kemampuan, Anda bisa menjajal menjadi pemandu lokal (local guide) , porter ataupun ojek gunung baik untuk kegiatan pendakian gunung, susur gua, arung jeram dan lainnya sehingga bisa mendapatkan tambahan uang untuk melakukan petualangan berikutnya. Pilihan lain, membuat bermacam merchandise menarik dan atau aneka kerajinan tangan lokal yang bisa dipasarkan via medsos dan dijual secara offline maupun online.

Bisa juga menambah pendapatan dengan menjual foto dan video keindahan alam yang Anda buat dari hasil bertualang ke berbagai platform stok media secara online, dimana perusahaan, agensi pemasaran, dan individu dari seluruh dunia dapat membeli lisensi untuk menggunakan karya Anda.


Ke-13 kiat di atas tersebut, berlaku buat pegiat
outdoor yang memiliki anggaran atau dana pas-pasan/terbatas atau sering disebut dari kalangan mendang-mending. Tapi bila memang punya dana lebih atau dari kalangan "the have", ke 13 kiat di atas bisa Anda hempaskan. Anda bisa pilih destinasi bertualang, akomodasi, transportasi, kuliner, belanja outfit, sewa porter pribadi, ikut bermacam kegiatan outdoor, dll sesuka hati tanpa perlu mikir berkali-kali karena memang tersedia anggarannya.

Kendati begitu, sebaiknya tetap memprioritaskan bertualang di dalam negeri tercinta ini yang sampai kini (2026) sudah memiliki 38 provinsi dari ujung Sumatra sampai ujung Papua. Tentunya dengan teguh mengindahkan petualangan yang ramah lingkungan.

"Harga BBM naik, bertualang di dalam negeri jangan kasih kendor💪" .

Naskah & foto by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180


Captions
:
1. TravelPlus Indonesia usai gapai Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru, Banyuwangi. Jatim lalu melakukan teknik turun tebing.
2. TravelPlus Indonesia di atapnya Sumatra, puncak Gunung Kerinci, Jambi. (foto: dok. #rekanpendaki)
3. TravelPlus Indonesia di Danau Taman Hidup, pendakian Gunung Argopuro, Jatim melintas Baderan-Bermi.
4. TravelPlus Indonesia solo hiking Gunung Penanggungan, Jatim sehari sebelum perayaan 17 Agustus-an.
5. TravelPlus Indonesia backpacker-an naik bus umum kelas ekonomi saat solo traveling ke Kabupaten Tanggamus, Lampung sekaligus mendaki Gunung Tanggamus untuk kedua kali.
6. TravelPlus Indonesia di puncak Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumsel kibarkan bendera Kembara Tropis, komunitas pegiat alam yang dibuatnya pada akhir tahun 1999 atau awal tahun 2000. (foto: dok. #rekanpendaki)
7. TravelPlus Indonesia di akar viral, salah satu spot alam di jalur pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus, Lampung. (foto: dok. #rekanpendaki)
8. TravelPlus Indonesia bentangkan bendera Pesona Indonesia di puncak Gunung Kelimutu atau Danau Tiga Warna, Flores, NTT. (foto: dok. #rekanpendaki)
9. TravelPlus Indonesia saat inap di salah satu rumah orang Baduy (urang Kanekes), Lebak, Banten dengan tim Kembara Tropis.

Read more...

Rabu, 10 Juni 2026

Kemenekraf Dukung “Under the Volcano” dan "Hikayat Perahu | The Tale of Boat” Tampil di Venezia


Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI mendukung keberangkatan dua karya teater kontemporer produksi Bumi Purnati Indonesia “Under the Volcano” dan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat” ke Venezia, Italia untuk tampil dalam acara pementasan teater berskala dunia, berlabel 54th International Theatre Festival of La Biennale tahun ini.

Dukungan itu disampaikan oleh Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Kemenekraf  Dadam Mahdar disela-sela Dress Rehearsal Persiapan Pentas kedua tim di Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Pusat atau yang dikenal dengan nama, Gedung Muhammad Mashabi Jl. KH Mas Mansyur No. 1 Jakarta Pusat pada Selasa (9/6/2026) sore.

Kepada TravelPlus Indonesia, Dadam Mahdar juga menjelaskan Kemenekraf berkolaborasi dengan Bumi Purnati Indonesia yang memproduksi dua judul teatar tersebut terutama soal keberlanjutannya dari sisi tenaga kerja.


"La Biennale di Venice itu kan lebih showcase, kita Ekraf masuk berkolaborasi untuk mempertemukan nanti dengan buyer agar dua judul teater tersebut mendapatkan revenue atau ada untuk permintaan pertunjukkan ulang," terangnya.

Termasuk kolaborasi untuk mendapatkan investor dari luar negeri yang mau masuk membantu baik dari fisik maupun pelestarian dua judul teater ini.

"Tentunya juga kolaborasi supaya ada peluang ekspor, pembeli atau penanggap dari luar negeri. Nah, Ekraf disitu masuk untuk kolaborasi," ungkapnya.


Produser Independen Bumi Purnati Indonesia Restu Kusumaningrum menjelaskan “Under the Volcano” dan
"Hikayat Perahu|The Tale of Boat terpilih untuk mewakili Republik Indonesia tampil di Venice Biennale Teatro 2026 setelah melalui proses kurasi oleh Mr. Willem Dafoe, Direktur Festival 2026.

"Under the Volcano” disutradarai oleh Yusril Katil, terinspirasi oleh syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh tentang letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Sedangkan “Hikayat Perahu|The Tale of Boat” yang disutradarai oleh Sri Qadariatin, lahir dari interpretasi Syair Perahu karya penyair mistik sufi Hamzah Fansuri.


"Kedua produksi kontemporer ini berisi muatan kekayaan budaya Sumtera yang tercermin dalam seni silat, tari, dan musik dari Aceh dan Sumatra Barat," jelas Restu Kusumaningrum.

Saat Dress Rehearsal Under the Volcano dan Hikayat Perahu|The Tale of Boat yang akan tampil di Venice Biennale Teatro 2026, hadir pula sejumlah awak media yang diundang Bumi Purnati Indonesia untuk meliput acara tersebut, termasuk TravelPlus Indonesia.


Dalam siaran pers sebelumnya diinfomasikan bahwa dalam Biennale Venesia 2026 khusus untuk teater yakni Festival Teater Internasional Ke-54 (The 54th International Theatre Festival) akan menghadirkan 200 seniman dari seluruh dunia dalam 55 acara, termasuk 11 acara produksi dan ko-produksi, 10 perdana dunia (world premiere), 2 perdana Eropa, dan 4 perdana Italia.

Selain perwakilan dari Indonesia yakni  "Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat”, juga akan tampil teater dari Yunani, Jepang, India, Selandia Baru, Rwanda, Prancis, dan Italia.

Naskah & foto by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180


Captions
:
1. Sepenggal adegan "Under the Volcano " (atas) & "Hikayat Perahu|The Tale of Boat” (bawah) saat Dress Rehearsal di Gedung Muhammad Mashabi, Jakpus, Selasa (9/6/2026).
2. Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Kemenekraf  Dadam Mahdar.
3. Produser Independen Bumi Purnati Indonesia Restu Kusumaningrum dengan sutradara dan seluruh pemain   “Under the Volcano”.
4. Sepenggal adegan " Under the Volcano”.
5. Sepenggal adegan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat”.
6. Poster "Under the Volcano” dan "Hikayat Perahu|The Tale of Boat”.

Read more...

Sabtu, 06 Juni 2026

15 Fakta Pendaki Usia Senja di Indonesia, Nomor 10 Kangen Tapak Tilas


Pendaki usia senja adalah pendaki gunung yang berusia 50 tahun ke atas atau pra-lansia dan seterusnya yang masih melakukan pendakian gunung, khususnya di Tanah Air tercinta.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kategori umur lansia terbagi atas pra-lansia: usia 45 – 59 tahun (masa persiapan menuju lanjut usia);  lansia muda: usia 60 – 69 tahun;  lansia madya/tua: usia 70 – 79 tahun; dan lansia risiko tinggi (paripurna): isia 80 tahun ke atas.

Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia lewat pertemuan disengaja maupun tak disengaja dengan sejumlah pendaki usia senja saat melakukan pendakian dibeberapa gunung maupun diluar pendakian, sekurangnya ada limabelas (15) fakta terkait pendaki berusia senja yang belakangan ini marak membentuk komunitas di Indonesia.


Fakta yang pertama, ada pendaki usia senja yang memang ternyata baru memulai/menyukai dunia pendakian gunung pada usia senja (dulunya pun tidak pernah mengikuti atau menjadi anggota organisasi pencinta alam saat SMA ataupun kuliah).

Pemicunya antara lain karena berteman/berkomunitas dengan pendaki senja yang masih aktif, baru mengenal lalu jatuh hati dengan pendakian gunung, dan atau baru memiliki kesempatan melakukan pendakian gunung. Ada juga karena ingin anak atau cucunya tertarik dengan pendakian gunung lantaran banyak manfaatnya lalu mengajak buah hatinya mendaki.

Fakta kedua, ada pendaki usia senja yang kembali mendaki gunung setelah sekian lama vakum namun sewaktu muda pernah melakukan pendakian gunung (dulunya memang berlatar pencinta alam dan ada juga yang bukan pencinta alam).


Berikutnya atau fakta ketiga, ada pendaki usia senja yang memang sejak muda sudah mendaki gunung dan terus sampai kini tetap aktif melakukan pendakian gunung tapi tidak berlatar anggota pencinta alam.

Pemicunnya antara lain karena rumahnya berada di kaki ataupun lereng gunung alias akamsi (anak kampung sini) sehingga sewaktu muda sudah sering mendaki gunung tersebut.

Fakta keempat, ada pendaki usia senja yang memang sejak muda sudah mendaki gunung dan terus sampai kini tetap aktif melakukan pendakian gunung serta punya latar belakang sebagai anggota sispala (siswa pencinta alam) sewaktu SMA dan atau anggota mapala (mahasiswa pencinta alam) ketika kuliah serta memiliki profesi tertentu (diluar jurnalis/pewarta/wartawan).


Selanjutnya atau fakta kelima, ada pendaki usia senja yang memang sejak muda sudah mendaki gunung dan terus sampai kini tetap aktif melakukan pendakian gunung serta punya latar belakang sebagai sispala/mapala, dan berprofesi sebagai wartawan/jurnalis outdoor activities termasuk pendakian gunung.

Poin fakta keempat dan kelima, boleh dibilang pendaki usia senja yang menjadikan kegiatan pendakian gunung bukan sekadar hobi melainkan sudah menjadi passion-nya alias gairah, api semangat, dan energi pendorong atau bisa dibilang sudah lama mendarah daging.

Fakta keenam, ada pendaki usia senja yang membentuk dan atau bergabung dengan komunitas antara lain Kumpul (Komunitas Pendaki 50+) atau usia 50 tahun ke atas, Pendaki Napas Tua, Pendaki U50+, Pendaki U60+, Pendaki Lawas, Pendaki Senja, dan lainnya.


Fakta ketujuh, ada pula pendaki usia senja yang memilih tidak membuat dan atau tidak bergabung dalam komunitas sebagaimana tercantum di poin fakta keenam.

Berikutnya atau fakta kedelapan, ada pendaki usia senja yang mengoordinasikan pembuatan kaos, bendera, stiker, dan atau merchandise komunitas untuk dijual dan digunakan anggota komunitasnya pada saat-saat pendakian bersama, kopdar (kopi darat), dan acara lainnya.

Fakta kesembilan, ada pendaki usia senja yang membuat WAG sebagai wadah komunikasi antar-penghuninya, berbagi informasi, dan lainnya.


Kumpul Bakal Tapak Tilas
Fakta kesepuluh, ada pendaki senja yang mengoordinasikan pendakian gunung bersama dalam kelompok besar (big group) atau rombongan.

Contohnya baru-baru ini, tepatnya diujung Mei 2026, Kumpul mengadakan pendakian bersama Gunung Gede via Salabinta (Salbin). Jumlah anggotanya yang ikut sekitar 30 orang.

Kabarnya mereka juga akan mengadakan pendakian tapak tilas ke Gunung Ciremai via Linggarjati, masih pada tahun ini. Flyer kegiatannya pun sudah muncul di WAG Kumpul dengan berbagai respons positif dan juga beberapa saran.

Diberi label tapak tilas lantaran sewaktu muda pernah mendaki gunung "A" lewat jalur "A" lalu setelah berusia senja kangen ingin mendaki gunung "A" lewat jalur "A" lagi bersama dengan rekan-rekan pendaki sekomunitas.


Sebagai informasi tambahan, penulisan yang benar/baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah "menggoordinasikan" bukan "mengkoordinir" dan satu lagi "tapak tilas" bukan "napak tilas". Oleh karenanya saya menggunakan kata "mengoordinasikan" dan "tapak tilas" sebagai edukasi penulisan yang benar.

Selanjutnya atau fakta ke-11, ada pula pendaki usia senja yang melakukan pendakian gunung sendiri ataupun dalam kelompok kecil (small group) lalu mengenakan atribut komunitas seperti kaos dan atau bendera komunitas.

Contohnya saya dari TravelPlus Indonesia yang mendaki Gunung Kembang via Lengkong sehari setelah salat Iduladha 1447 H/Mei 2026 di Garung dengan mengenakan kaos Kumpul lengan pendek berwarna merah kemudian membuat tulisan yang tayang di website TravelPlus Indonesia dan beberapa konten video di reels IG @adjitropis. Beberapa pendaki lainnya melakukan pendakian ke Gunung Arjuna juga dengan mengenakan kaos Kumpul lengan panjang merah bahkan membawa bendera Kumpul.


Fakta ke-12, ada pendaki usia senja yang mengoordinasikan acara
gathering (kumpul bersama) ataupun sekadar kopdar antara lain lewat kegiatan camping ceria (camcer) sebagai ajang tatap muka dan temu kangen antar-sesama anggota komunitas.

Fakta ke-13, ada pendaki usia senja yang mengoordinasikan kegiatan bermuatan sosial seperti membagikan paket berbuka puasa saat bulan Ramadan ataupun kegiatan bermuatan ramah lingkungan seperti aksi tanam pohon dan atau aksi bersih sampah di gunung.

Berikutnya atau fakta ke-14, ternyata masih banyak pendaki usia senja yang belum mengetahui bahwa ada sejumlah komunitas pendaki pra-lansia dan seterusnya yang terbuka untuk umum sesuai dengan usianya, seperti Kumpul, Pendaki U60+, dan lainnya lantaran gaptek (gagap teknologi), tidak aktif bermedsos, keterbatasan infomasi, dan lainnya.


Berhenti & Aktif Mendaki
Terakhir atau fakta yang ke-15, banyak juga pendaki usia senja yang ketika muda pernah mendaki dan atau aktif mendaki gunung namun setelah memasuki usia senja berhenti melakukan pendakian dengan berbagai sebab seperti sudah tidak kuat lagi, ada penyakit tertentu, kondisi ekonomi, hilang gairah/tidak punya minat lagi, dan lainnya.

Namun banyak pula yang masih aktif dan atau kembali aktif mendaki dikarenakan beberapa alasan, di antaranya supaya terpacu untuk rajin ber-olgapis alias olah raga tipis-tipis seperti jalan kaki/jalan santai, joging/lari santai/pelan, renang, dan lainnya sehingga tetap sehat dan aktif sekaligus sebagai persiapan fisik sebelum melakukan pendakian.

Tak sedikit pula yang beralasan sekaligus ingin berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman tentang pendakian yang pernah dilakukan kepada rekan pendaki lain terutama yang lebih muda atau baru menyukai dunia pendakian saat usia sudah senja, dan atau pendaki yang belum pernah melakukan pendakian ke gunung-gunung tertentu.


Menariknya lagi, ada pula pendaki usia senja yang memang sejak muda sangat aktif mendaki dan sampai saat ini tetap begitu (masih aktif mendaki) dengan tujuan bukan hanya berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalamannya di bidang pendakian gunung pun sebagai ajang bertadabur alam dengan tujuan supaya lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta, Allah SWT dan sekalian menyebarluaskan keindahan/keistimewaan gunung-gunung di Tanah Air supaya pendaki dalam (nusantara) dan luar negeri (mancanegara) tertarik mendaki gunung-gunung di Indonesia, serta tak lupa mengimbau setiap pendaki gunung atau wisatawan minat khusus untuk mengindahkan pendakian yang ramah lingkungan atau pro konservasi alam lewat bermacam tulisan/artikel memarik, informatif, dan kreatif yang tayang di media online maupun dalam bentuk berbagai konten video dan lainnya yang kemudian diunggah di ragam medsosnya.

Itulah 15 fakta tentang pendaki berusia senja di Indonesia hasil amatan saya yang kini masuk dalam kategori pendaki gunung pra-lansia (umur sudah lebih dari separuh abad) namun masih aktif mendaki dan berbagi pengalaman sebagaimana tercantum pada fakta yang kelima dan penjelasan terakhir pada fakta yang ke-15.

Semoga bermanfaat🙏.

"Usia Boleh Senja, Semagat Tetap Pagi".

Naskah Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Foto & video: dok. Kumpul dalam pendakian bersama Gunung Gede via Salbin.


Captions
:
1-6. Pendakian bersama Gunung Gede via Salbin yang dilakukan sekitar 30 anggota Kumpul (Komunitas Pendaki 50+) dan Pendaki U60+ baru-baru ini.
7. Saya pendiri komunitas pegiat outdoor activities Pinisi-OAC, Kembara Tropis, dan website TravelPlus Indonesia yang juga tergabung dalam Kumpul berfoto di puncak Gunung Kembang berlatar Gunung Sindoro memakai kaos Kumpul. (foto: dok rekan pendaki)
8. Anggota Kumpul di puncak Gunung Arjuno mengenakan kaos Kumpul dan membentangkan bendera Kumpul. (foto: dok rekan pendaki)
9. Sejumlah anggota Kumpul dan Pendaki U60+ berfoto bersama di puncak Gunung Gede.
10. Buat saya pendakian gunung bukan sekadar hobi tapi sudah menjadi my passion. (foto: dok rekan pendaki)
11. Sepenggal video anggota Kumpul dan Pendaki U60+ yang ikut dalam pendakian bersama Gunung Gede via Salbin.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP