. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 01 Mei 2026

Naik KRL Berwisata ke Jabodetabek-Rangtung, Ini Keuntungan, Objek, dan Tipsnya


Buat Anda traveler dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya bahkan mancanegara yang ingin berwisata keliling Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta ke Cikarang dan Rangkasbitung (Rangtung) secara mandiri, naik kereta rel listrik (KRL) adalah pilihan yang tepat. Kenapa?

Pertama naik KRL untuk tujuan berwisata jelas memberi keuntungan buat traveler, antara lain jauh lebih praktis dan cepat karena memiliki jalur tersendiri sehingga terhindar dari kemacetan. Intinya menggunakan KRL itu waktu tempuhnya lebih cepat dibandingkan dengan mobil atau bus saat kondisi jalan padat.

Keuntungan yang kedua, jauh lebih hemat karena tarif KRL sangat terjangkau. Artinya tak menguras banyak isi saldo e money, paling jauh tak sampai Rp 10.000 per orang sekali jalan. Jadi naik KRL sangat pas buat traveler yang ingin berwisata tipis-tipis, murah meriah tapi menyenangkan.

Keuntungan lainnya jaringan KRL luas, di sejumlah stasiunnya terutama yang ada di Jakarta terkoneksi dengan bus Transjakarta dan atau dengan micro bus Jaklinko.


Selain itu,
pilihan objek wisata yang bisa dikunjungi dan dinikmati traveler pun sangat beragam antara lain objek wisata kota (city tour), city light, sejarah, budaya, alam, rekreasi, edukasi, hiburan (konser musik, tourism event, culture event, dll), wisata olah raga (sport tourism), belanja, kuliner, dan religi.

Buktinya, hampir disetiap stasiun yang disinggahi KRL memiliki objek wisata dan atau atraksi/kegiatan wisata.

Contohnya bila traveler turun di Stasiun Kota atau Beos, tinggal jalan kaki untuk bisa berwisata sejarah, budaya, dan kulineran serta hiburan seperti pertunjukan musik ke kawasan Kota Tua dengan bermacam museumnya antara lain Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa Indonesia, dan Museum Bank Indonesia.

Traveler juga bisa berwisata belanja ke Pasar Glodok dan Pasar Asemka serta menunaikan kewajiban sebagai muslim traveler yakni salat berjemaah di Masjid Jami' Baitussalam yang lokasinya sangat dekat dengan Stasun Kota dan halte Transjakarta Kota Tua.


Bila tujuannya Stasiun Juanda, traveler bisa berwisata religi dan kuliner ke Masjid Istiqlal. Pilihan lain berwisata belanja ke Pasar Baru kulineran Pecenongan. Lanjut ke Monas dan Museum Sejarah Nasional di seberang halte Transjakarta Monas,
dan Galeri Nasional Indonesia.

Kalau turun di Stasiun Gondangdia, traveler bisa berwisata religi sekaligus sejarah ke Masjid Cut Meutia. Kalau datang di malam bulan Ramadan, di pelataran masjid ini juga ada perhelatan Ramadhan Jazz Festival (tapi ini berbayar atau ada tiketnya).

Di sekitar Stasiun Gondangdia dan Masjid Cut Meutia atau yang agak lebih jauh lagi ke Jalan Sabang, traveler bisa kulineran malam sepuasnya.

Traveler juga bisa ke Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk melihat berbagai acara seni dan budaya baik yang gratis maupun berbayar. Dari stasiun ini, Traveler juga bisa juga ke Monas, jalan kaki ataupun naik tranportasi online.

Jika turun di Stasiun BNI, traveler bisa ke Terowongan Kendal, kulineran dan ngopi di kedai kopi sekitar stasiun, Riverside Walk, Taman Dukuh Atas, Bundarah HI. Sarinah, dan JPO Phinisi. Mau wisata belanja, hiburan, dan kulineran dj kawasan Blok M.juga bisa, tinggal beralih naik bus Transjakarta.

Kalau tujuannya Stasiun Manggarai, traveler bisa kulineran di Jatinangor House, The Bensara Cafe, soto Betawi Bang Husein Manggarai, serta belanja dan kulineran di Pasar Rumput.

Bila turun di Stasiun Tebet, traveler bisa ke Tebet Eco Park, wisata religi ke Masjid Perahu serta wisata belanja, hiburan, dan kulineran ke Mall Kokas (Kota Kasablanka).


Bila Ingin ke TMII
Traveler yang ingin ke TMII, bisa turun di Stasiun Cawang lanjut baik bus TransJakarta. Kalau mau kulineran dan wisata belanja di Kalibata City dan Kalibata Mall, tinggal turun di Stasiun Kalibata. Sedangkan kalau mau kulineran dan ke Kebun Binatang Ragunan, turunnya di Stasiun Pasar Minggu lanjut naik bus Transjakarta atau Jaklinko.

Buat traveler yang ingin ke Perkampungan Betawi Setu Babakan di Srengseng Sawah, bisa turun di Stasiun Lenteng Agung lanjut naik Jaklinko ataupun tranportasi online.

Bila traveler ingin berwisata di kawasan Depok dan sekitarnya, misalnya ke Hutan Kota Universitas Indonesia (UI), turunnya di Stasiun UI.

Kalau turun di Stasiun Depok ataupun Stasiun Depok Baru, bisa lanjut ke Lembah Mawar Park (Kota Depok), Taman Lembah Gurame (Kota Depok), Setu Cilodong,.Taman Balaikota Depok (Kota Depok), Taman Cilodong (Kota Depok), Taman Sawangan (Kota Depok), Taman Kiara Payung (Kota Depok), dan Situ Pengasinan.(Kota Depok).

Bisa juga berwisata belanja, hiburan, dan kulineran di ITC Depok, Plaza Depok, Depok Town Square (Detos), dan Margo City).

Kalau tujuannya ke Stasiun Cibinong, traveler bisa berwisata belanja, hiburan dan kulineran di Cibinong City Mall, wisata edukasi satwa di Animalium BRIN, bersantai di Setu Cikaret serta berwisata olah raga, kulineran, dan hiburan di Stadion Pakansari sekaligus wisata religi ke Masjid Raya Nurul Wathon.

Jika turun di Stasiun Nambo, traveler bisa ke Sawah Cere, Taman Wisata Sigantang, Wisata Pesona Alam Pulekan, Curug Citeureup Asri, Gua Lalay, dan wisata panjat tebing alam di Tebing Klapa Nunggal.

Kalau tujuannya Stasiun Bogor, traveler bisa bersantai sekaligus kulineran di Aun-alun Kota Bogor, menunaikan salat berjemaah di Masjid Agung Kota Bogor, olah raga tipis-tipis di Lapangan Sempur, lanjut ke Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, dan Museum Kepresidenan RI.

Bila tujuannya Stasiun Bekasi, traveler bisa ngadem dan kulineran di Hutan Kota Bekasi, Alun-Alun Kota bekasi, Masjid Alun-alun Bekasi, dan atau berwisata belanja, hiburan dan kulineran di Summarecon Mall Bekasi.


Sanggar Seni Wayang Ajen
Kalau tujuannya Stasiun Bekasi Timur, traveler bisa berwisata budaya ke Sanggar Seni Wayang Ajen.

Menurut Wawan Gunawan, pemilik Sanggar Seni Wayang Ajen banyak aktivitas wisata budaya yang dapat dilakukan travelers di sanggar seninya setiap hari antara lain melihat Museum Wayang Ajen, galeri seni, perpustakaan, studio latihan, workshop pembuatan wayang golek, melihat peragaan wayang golek dan kulit atau pentas minimalis, bermain gamelan, pameran kostum adat Nusantara, peragaan busana, foto mengenakan kostum adat, pelatihan tari, pertunjukan tari, fashion show, bernyanyi, dan diskusi budaya.

"Kalau traveler datang hari Sabtu dan Minggu, bisa bertemu langsung dengan saya," ungkap Wawan Gunawan yang juga menjadi dosen pascasarjana pariwisata di NHI Bandung.

Selanjutnya kalau traveler turun di Stasiun Cikarang antara lain bisa berwisata ke Meikarta Central Park, menunaikan salat berjemaah si Masjid Baitul Makmur yang dikenal sebagai masjid berkonsep ramah lingkungan di Telaga Sakinah, Cikarang Barat. Berikutnya ke Waterboom Lippo Cikarang, City Garden Eat and Play Pollux Cikarang, Hutan Bambu Warung Bongkok, Hollywood Junction Jababeka, dan Mall Lippo Cikarang & Citywalk.


Bila tujuannya Stasiun Tanahabang, traveler tentunya bisa berwisata belanja di Pasar Tanah Abang (Blok A/B) sekaligus menunaikan salat berjemaah di Masjid Al Arqom di atap gedung pusat perbelanjaan Blok A atau di Masjid Jami' Al-Ma'mur.

Pilihan lain, traveler bisa ke Museum Tekstil, Holeo Golf & Dessert Museum, dan belanja serta kulineran ke Citywalk Sudirman serta ke Museum Nasional Indonesia.

Bila turun di Stasiun Tanjung Priok, traveler bisa ke Jakarta Internationsl Stadium (JIS), Pelabuhan Tanjung Priok, Musem Maritim Indonesia, Makam Mbah Priok, Pasar Ular Plumpang, dan Waduk Sunter Utara.

Jika ingin ke Pantai Ancol, Dufan, Seaworld, Ocean Dream Samudra, dan Allianz Eco Park, dan lainnya di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, traveler tinggal turun di Stasiun Ancol.

Kalau tujuannya Stasiun Tangerang Kota, traveler bisa berwisata ke tepian Sungai Cisadane atau Cisadane Walk, Jembatan Kaca, Taman Dayung, Museum Benteng Heritage, kulineran di Pasar Lama Tangerang serta berwisata religi ke Masjid Agung Al-Ittihad dan Masjid Raya Al-A'zhom.

Jika tujuannya mau berwisata belanja, hiburan, dan kulineran di Bintaro Xchange Mall, traveler tinggal turun di Stasiun Jurangmangu lanjut jalan kaki.

Bila mau ke Living World & Broadway Alam Sutera, turunnya bisa di Stasiun Rawa Buntu ataupun Stasiun Serpong. Tapi bila ingin berwisata pameran, kulineran, hiburan ataupun belanja ke ICE BSD, turunnya di Stasiun Cisauk.

Nah, kalau tujuannya ke Stasiun Rangkasbitung, traveler bisa berwisata ke Alun-alun Rangkasbitung, Masjid Agung Al-Araaf, Museum Multatuli, Water Toren Rangkasbitung, Perpustakaan Saidjah Adinda, tur bangunan tua dan bersejarah, dan bersantai di Balong Ranca Lentah.


Pilihan lain kulineran ke Warung Nasi Ka. OYO Rangkasbitung, RM. Ramayana, RM Parahyangan, dan atau ke area luliner di Balong Ranca Lentah.

Kalau cuma mau ngopi plus ngemil antara lain  ke Sudut Kota Coffee & Space, Senapati Coffee and Space, Teras Lestari, Alaska Coffee & Eatery, Kopi Kawan Café Space, Kopisaé, Warkop99 Cafe & Space, Cikuda Lake Cafe, Tomoro Coffee, dan Debyz Coffee.

Bila traveler mau beli aneka oleh-oleh khas Lebak di Rangkasbitung antara lain di Toko Siang Malam di Jalan Multatuli.

Travel Tips
Berwisata keliling Jabodetabek-Rangtung dapat traveler lakukan sendiri (solo traveling), dengan kelompok kecil (small group) trrdiri atas 2- 9 orang, maupun dalam big group (kelompok besar) atau rombongan di atas 10 orang.


Jangan lupa membawa E-Money atau KMT dengan jumlah saldo yang cukup supaya
tidak repot isi ulang di stasiun.

Untuk menghindari penumpang KRL yang terlalu padat, sebaiknya jangan berangkat atau pulang saat jam sibuk. Usahakan berangkat di luar jam kerja (pagi 06.00–09.00 dan sore 16.00–19.00).

Kenakan pakaian/sandal/sepatu yang nyaman dan santun khsusnya bila ingin sekaligus  berwisata religi untuk menuniakan salat berjemaah di masjid.

Pakailah topi untuk menghalau terik matahari. Sediakan pula payung atau jas hujan untuk antisipasi hujan, tikar/sajadah dan handuk traveling serta kamera/HP untuk dokumentasi.

Bawa makanan dan minuman ringan secukupnya. Usahakan kulinerannya di lokasi tujuan wisata agar bisa ikut menambah pendpatan para pelaku usaha kuliner setempat.

Kalau objek wisatanya dekat sekali dengan stasiun (hanya sekitar 100 meter sampai dengan sekitar 1 Kmr, cukup berjalan kaki. Tapi bila Anda agak jauh di atas 1,5 Km Anda bisa menggunakan transportasi online baik motor ataupun mobil disesuikan dengan jumlah pesertanya).


Bila membawa buah hati, anak didik yang masih pelajar SD-SMP, sebaiknya pilih objek wisata yang punya muatan edukasi seperti belajar seni budaya wayang di Sanggar Seni Wayang Ajen.

Selamat berwisata keliling Jabodetabek serta Rangtung dengan KRL, moda tranportasi massal yang praktis, cepat, murah, dan menyenangkan.

Enjoy trip with KRL🙏.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Naik KRL pilihan tepat berwisata tipis-tipis ke Jabodetabek dan Rangtung.
2. Video lokasi city light Jakarta dari JPO Phinis, Karet.
3. Wisata religi dan kuliner ke Masjid Istiqlal Jakarta turun di Stasiun Juanda tinggal jalan kaki.
4. Ke TMII naik KRL turun di Stasiun Cawang lanjut naik bus Transjakarta tujuan TMII.
5. Bila ingin berkegiatan seni budaya di Sanggar Seni Wayang Ajen, traveler bisa naik KRL turun di Stasiun Bekasi Timur lanjut tranportasi online. (foto: dok/sanggar seni wayang ajen)
6. Mau ke Bundaran HI naik KRL turun Staisun BNI lanjut naik bus Transjakarta.
7. Ingin kulineran di Warung Nasi Ka. Oyo, naik KRL turun di Stasiun Rangkasbitung tinggal jalan kali sekitar 50 meter.
8. Berwisata keliling Jabodetabek & Rangtung indahkan travel tips yang ada dalam tulisan ini biar menyenangkan.
9. Mengajak buah hati ataupun anak didik yang masih pelajar SD-SMP belajar seni budaya di Sanggar Seni Wayang Ajen. ,(foto: dok/sanggar seni wayang ajen)

Read more...

Kamis, 30 April 2026

Synchronize Fest 2026 Line Up Fase 1: Hindia, Indra Lesmana, dan Mahalini Ada di Dalamnya


Synchronize Fest siap kembali mengguncang pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Perayaan akbar musik Indonesia yang penuh energi, warna, dan semangat lintas generasi siap menghadirkan momen kolaboratif yang tak terduga, nostalgia yang hangat, hingga gebrakan baru yang segar.

Di edisi ke-11 penyelenggara kali ini Synchronize Fest membawa lagi semangat “it’s not just a festival, it’s a movement” serasa kita memulai segala sesuatunya dari awal.

Para penampil yang dipastikan memberikan pertunjukan terbaiknya di Synchronize Fest 2026 antara lain Alkateri: Expanded Session; AntiNRML (Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie); Basajan; dan Habibi Funk.


Berikutnya Hindia; Indonesian Girl Group: Chibi Chibi, Ex-Blink (Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia), G String, Super Girlies, 7Icons;  dan Indra Lesmana "Little Things from The Heart" Feat. Eva Celia, Teza 
Sumendra, Monita Tahalea, Michael Jakarimilena, and Llw (Barry  Likumahuwa, Rafi Muhammad, Kyriz Boogieman, Andre Dinuth).

Selanjutnya Mardial & Friends (A. Nayaka, Dzulfahmi, Laze, Obyrins, Ramengvrl, Riski Inrahim, Yacko); Perunggu; Poris Vault Gang: Punk Sejak Dini Bersama Sakinah Mawaddah Warahmah dan Sukses Lancar Rejeki didampingi oleh Sukatani.; dan Reality Club X Phum Viphurit.

Berikutnya Rizky Febian & Mahalini; Satelit (Rrag, Starrducc, Telly Blue, The Basement Dry); Seringai, Sigmun; dan The Panturas.


Synchronize Fest
merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang mengundang puluhan ribu audience untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung selama tiga hari, tiga malam, menikmati suguhan 100-an pertunjukan terkurasi dari artis-artis terfavorit dan terbaik tanah air yang datang dari dekade ’60-an, ’70-an, ’80-an, ’90-an hingga 2000-an.

Ditahun 2026 akan merayakan edisi ke-11 penyelenggaan acaranya yang berlangsung pada 16, 17, 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.

Tiket Synchronize Fest 2026 bisa didapatkan melalui website www.synchronizefestival.com mulai dari Rp. 550.000 untuk kategori Presale - 3 DayPass.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Sumber & foto: siaran pers Synchronize Fest 2026

Captions:
1. Synchronize Fest 2026 Line Up Fase 1.
2. Hindia, salah satu yang masuk dalam Line Up Fase 1.
3. Harga tiket Synchronize Fest 2026.





Read more...

Selasa, 28 April 2026

Enam Keuntungan Ikut Senior Happy Run 5K 2026 yang Digelar Penspar


Anda laki-laki ataupun perempuan berusia 50 tahun ke atas dan ingin ikut kegiatan olah raga lari yang menyenangkan sekaligus menguntungkan? Jawabannya adalah Senior Happy Run 5K 2026 yang digelar oleh Penspar dan akan berlangsung di Jakarta pada 12 Juli mendatang. Apa itu Penspar dan apa saja keuntungan mengikuti Senior Happy Run 5K pertama ini?

Penspar adalah singkatan dari Pensiunan Pariwisata yakni sebuah Paguyuban Pensiunan Kementerian Pariwisata.

Berdasarkan hasil acara peluncuran dan konferensi pers Senior Happy Run 5K 2026 di Lobby Lt. 2 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Selasa (28/4) yang diadakan Penspar, sekurangnya ada enam keuntungan yang bakal didapat setiap orang lanjut usia (lansia) bila mengikuti kegiatan olahraga lari yang mengusung tema "Run for Health & Happiness” ini.


Keuntungan pertama, menurut 
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Prof. Sapta Nirwandar sekaligus penggagas Senior Happy Run 5K 2026, kegiatan berkonsep sport tourism for seniors ini memang dirancang khusus bagi peserta usia 50 tahun ke atas sebagai wadah kebersamaan, interaksi sosial sekaligus sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis kesehatan dan kebahagiaan.

"Keuntungan mengikuti Senior Happy Run 5K 2026, pesertanya dapat berjalan dan berlari dengan santai, nyaman, dan tentunya ramah untuk lansia karena mengedepankan aspek keamanan, kesehatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dengan titik start dan finish di halaman Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta," terang Prof. Sapta Nirwandar yang tak lain dewan pembina Penspar.


Keuntungan kedua, selain bisa mengikuti aktivitas utama Happy Run 5K, lanjut Prof. Sapta Nirwandar, di Senior Happy Run 5K 2026, pesertanya bisa mengikuti team challenge-your team, your journey yang mendorong kolaborasi serta pengalaman menyenangkan.

Berikutnya atau keuntungan yang ketiga, dengan mengikuti Senior Happy Run 5K 2026, peserta dengan timnya bisa mempresentasikan destinasi pariwisata, subsektor ekonomi kreatif, dan atau menampilkan kekayaan budaya Indonesia secara santai dan menyenangkan.

Keuntungan keempat, peserta dengan timnya berkesempatan memenangkan kategori best time time dan mendapatkan penghargaan, social media challenge, dan atau kategori best performance untuk tim dengan kostum paling kreatif.


Daftar & Door Prize
Sedangkan keuntungan kelima, menurut Oni Yulfian selaku ketua pelaksana Senior Happy Run 5K 2026, buat yang ingin mengikuti kegiatan pertama Penspar yang berkolaborasi dengan Kemenpar, Kementerian Ekonomi Kreatif (KemEkraf), komunitas/perkumpulan pensiun Lantip (Lansia Aktif Peduli) Indonesia, sejumlah sponsor, dan mitra ini cukup dengan mendaftarkan diri lewat seniorhappyrun.com atau scan barcode acara tersebut yang tersedia di beberapa bahan promosi dengan biaya pendaftaran yang terbilang murah.

"Harga normal pendaftarannya cuma Rp 200 ribu per orang mulai hari ini tanggal 28 April sampai 6 Juni 2026. Kalau mau murah lagi mendaftar early bird yang berlaku 28 April sampai 12 Mei, biaya pendaftarannya menjadi Rp 175 ribu per orang," terang Oni.


Terakhir atau keuntungan yang keenam, bila ikut Senior Happy Run 5K 2026, sambung Oni selain mendapat kaos lari jersey yang menarik, E-BIB, dan medali, juga berkesempatan mendapatkan door prize antara lain paket wisata ke Bali dan Jogja.

Dukungan & Harapan

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh atau lebih dikenal sebagai Iyung mengatakan Kemenpar mendukung Senior Happy Run 5K 2026 karena juga merupakan sport tourism event yang memang sedang digalakkan oleh Kemenpar. Selain itu selaras dengan pengembangan pariwisata yang bukan hanya berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi pun masyarakat.


"Kami berharap Senior Happy Run 5K perdana ini bisa terus bergulir dan nantinya semakin besar," ungkap Iyung.

Ketua Harian sekaligus Wakil Ketua Umum Lantip Indonesia, Sumantoro Radjiman berharap acara Senior Happy Run 5K 2026 ini berlangsung sukses dan menjadi kalender nasional lomba lari lansia Indonesia.

"Saya juga berharap kegiatan Senior Happy Run 5K 2026 ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi lansia Indonesia," terangnya.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Peluncuran dan konferensi pers Senior Happy Run 5K 2026 yang digelar paguyuban Pensiunan Pariwisata (Penspar) di Lobby lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (28/4).
2. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Prof. Sapta Nirwandar sekaligus penggagas Senior Happy Run 5K 2026 menjelaskan kepada TravelPlus Indonesia tujuan dan keuntungan mengikuti sport tourism for seniors tersebut.
3. Video Prof. Sapta Nirwandar selaku dewan pembina Paguyuban Pensiunan Kementerian Pariwisata (Penspar) meluncurkan secara resmi Senior Happy Run 5K 2026.
4. Oni Yulfian selaku ketua pelaksana Senior Happy Run 5K 2026 menjelaskan cara dan biaya pendaftaran mengikut kegiatan olah raga lari untuk lansia di atas 50 tahun tersebut.
5. Video Prof. Sapta Nirwandar bersama dengan pengurus dan anggota komunitas pensiunan Latip Indonesia usai konferensi pers Senior Happy Run 5K 2026.
6. Start, rute, dan finish "Senior Happy Run 5K 2026".




Read more...

Minggu, 26 April 2026

Pesona Indra, Jadi Salah Satu Daya Pikat Seba Baduy 2026


Sebagai pembuka liputan Seba Baduy 2026, saya mulai dengan tulisan pra event berjudul "Enam Keuntungan Menyaksikan Langsung Seba Baduy 2026" yang tayang di website TravelPlus Indonesia lalu ditambah lagu berikut konten video bertajuk "
Ayo Nonton Seba Baduy 2026  di reels IG @adjitropis. Kini sebagai penutup, saya akhiri dengan tulisan pascaevent berjudul "Pesona Indra, Jadi Daya Pikat Seba Baduy 2026" berikut dengan lagu dan konten video bertajuk "Punya Pesona" di website dan IG yang sama.

Di WAG Pembaca Setia Website TravelPlus Indonesia yang dihuni hampir 500 orang dari angkatan yang lahir tahun 60-an awal sampai 70-an awal atau biasa disebut generasi X (gen X) sampai angkatan yang lahir era tahun 90-an awal hingga 2000-an awal atau generasi Z (Gen Z), tak sedikit yang bertanya lewat chat.

Kalangan Gen Z ada yang bertanya begini  "Apa rahasianya Om Adji bisa bikin liputan Seba Baduy 2026 komplet begitu, ya tulisan, foto, konten video, dan lagu?".

Langsung saya balas begini: "Rahasianya karena saya menjadikan Seba Baduy 2026 itu sumber liputan tulisan/foto/video, dan kreasi (lagu, puisi, dll) yang menarik dan nggak ada habisnya kalau pintar-pintar kita cermati dan gali,".


Penghuni lainnya bertanya begini: "Apa Om Adji nggak pusing bikin liputan bermacam seperti itu?". Saya pun langsung membalasnya begini: "Sejauh tulisan, foto, konten video & atau lagu yang kita buat itu bermuatan positif atau punya manfaat baik dan kita enjoy membuatnya, dijamin nggak bikin mumet malah mengasyikkan,".

Dari kalangan tua atau Gen X penghuni WAG tersebut, ada yang memberi komentar begini: "Setahu saya, ini sudah ciri khas Om Adji dari dulu banget. Klo liput culture or tourism event pasti ada pra, on dan post/pasca event dan nggak cuma tulisan dan foto. Pokoknya lengkap dan variatif,".

Ada pula yang berkomentar begini: "Pokoknya pihak penyelenggara event atau pihak terkait yang bersinergi publikasi dengan Om Adji, beruntung banget. Coz, liputannya komplet, menarik, dan kreatif bukan straight news tapi feature,".

Kedua komentar itu, cukup saya balas: "Terima kasih 🙏👍😊".


Bibit Karisma
Terkait dengan tulisan penutup Seba Baduy 2026 ini, saya terinspirasi sewaktu bertemu lagi dengan Indra.

Kali ini saya bertemu dia dalam acara Seba Baduy 2026, tepatnya di Pendopo Bupati Lebak, seberang Alun-alun Rangkasbitung pada Jumat (24/4) sore, usai dia bersama sekitar 1.500 urang Kanekes berjalan kaki tanpa alas kaki (sandal/sepatu) dari titik awal (start) di Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten.

Indra yang kini berusia 12 tahun, tidak sendirian. Anak laki-laki Panamping atau urang Kanekes yang tinggal di wilayah Baduy luar ini, didampingi ayahnya bernama Mursid (30).


Di dalam rombongan urang Kanekes yang ikut Seba Baduy 2026, juga ada pamannya Indra alias adiknya Mursid yang bernama Misja (27) yang merupakan urang Kanekes Tangtu atau Baduy dalam.

Dulu waktu saya bertemu Indra pertama kali di rumahnya di Kampung Cempaka, Baduy luar, dia masih berumur 8 tahun.

Meskipun waktu itu Indra masih terbilang bocil alias bocah cilik tapi dia sudah mencuri perhatian lantaran dengan gesit dan berani menjadi pemandu saya dan Marno dari Kembara Tropis serta tiga rekan Marno dari Bandung dan Batam ke beberapa objek menarik yang ada di Baduy luar yakni Danau Dangdang Ageung atau disebut juga Danau Baduy/Danau Ageung dan Jembatan Gajeboh, yakni jembatan gantung ikonik Baduy yang dibangun dari bambu tanpa paku, melintasi salah satu sungai di Baduy yang cukup lebar.

Di sepanjang perjalanan menuju kedua objek tersebut, saya sudah melihat ada bibit-bibit karisma dan jiwa kepemimpinan pada diri Indra.


Penilaian saya itu kembali mencuat saat bertemu dengannya di special culture event, Seba Baduy 2026. Meskipun terlihat masih capek usai menempuh perjalanan panjang berjalan kaki tanpa alas kaki dari Ciboleger ke Pendopo Bupati Lebak di Rangkasbitung, Indra tetap sabar melayani sejumlah pengunjung yang berebut minta foto bareng dengannya.

Tak bisa dipungkiri, selain masih sangat muda, panampilan Indra yang bersahaja namun punya karisma, ramah, kasep (ganteng), dan berkulit putih terang, membuat banyak pengunjung terpesona lalu minta foto bareng dengannya.

Jumat sore itu, Indra yang mengenakan jamang sangsang (pakaian pria khas Baduy luar berwarna hitam, ikat kepala khas Baduy atau iket Baduy (lomar) berwarna biru, tas rajut khas Baduy atau tas koja, dan tas selempang berwarna putih serta tentunya nyeker alias telanjang kaki, tampil menarik perhatian dan boleh dibilang menjadi daya pikat Seba Baduy 2026.


Aura Positifnya Kuat
Sewaktu foto Indra dan Ayahnya (Mursid) di Pendopo Bupati Lebak saya jadikan story WA lalu saya kirim ke Wawan Gunawan, Dosen Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung itu berkomentar begini: "Indra, punya aura positif dan magnet yang kuat👍👍," ungkap Wawan. Lalu saya balas begini: "Betul banget, jiwa kepemimpinannya juga terpancar,".

Amatan saya di Seba Baduy 2026, selain Indra masih ada beberapa urang Kanekes lain yang juga menjadi pusat perhatian banyak pengunjung lantaran memiliki daya pikat tersendiri. Ada yang diwawancarai, tak sedikit pula yang dimintai foto bareng oleh sejumlah pengunjung.

Beberapa pengunjung perempuan muda ada yang berceloteh seperti ini: "Ternyata pria Baduy banyak yang kasep ya. Gue jadi pingin ke Baduy nih," ujar Nana. "Yuk, bulan depan kita gas ke Baduy, siapa tau bisa kenalan sama bujang Baduy yang manis hehehe," balas Santi temannya.


Intinya Indra dan urang Kanekes lainnya, harus diakui punya pesona tersendiri sehingga membuat Seba Baduy 2026 menjadi semakin menarik dimata banyak orang, baik dari dalam maupun luar Banten.

Kehadiran Indra di Seba Baduy untuk kali kedua ini juga sekaligus menjadi bukti kalau regenerasi tetap dijalankan oleh para orang tua urang Kanekes dengan tujuan supaya tradisi tahunan Seba Baduy ini terus berlanjut sampai roda bumi berhenti berputar.

Seperti di captions story WA saya, di ujung tulisan ini saya pun tak lupa mendoakan Indra, semoga tetap teguh menjadi penerus penjaga pikukuh leluhur urang Kanekes yang mengagumkan, kini dan sampai nanti.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Indra (12), pesonanya membuat banyak pengunjung Seba Baduy 2026 terpikat.
2. Seba Baduy 2026 berlangsung dari 23 - 26 April dengan sederet acara menarik.
3. Indra bersama ayahnya, Mursid (30) di halaman Pendopo Bupati Lebak, Rangkasbitung saat Seba Baduy 2026.
4. Misja (27), pamannya Indra atau adiknya Mursid (ayahnya Indra) juga ikut Seba Baduy 2026.
5-7. Dari anak-anak, remaja sampai orang tua berebut foto bareng dengan Indra di Seba Baduy 2026.




Read more...

Sabtu, 25 April 2026

Cacatan Krusial Diskusi Budaya Seba Baduy 2026: "Kearifan Lokal Baduy sebagai Pilar Ekologi Nusantara"


Saat dunia sampai hari ini masih sibuk merumuskan konsep keberlanjutan. Di sini, di sudut Nusantara, masyarakat Baduy  justru telah lama menjadikannya sebagai cara hidup. Ketika dunia masih berbicara tentang keberlanjutan sebagai tujuan, Baduy sudah menjadikannya sebagai jalan hidup.

Itulah ujung kesimpulan dari diskusi bertajuk "Kearifan Lokal Baduy sebagai Pilar Ekologi Nusantara" di Panggung Utama, Alun-Alun Kota Serang, Banten pada Jumat, 24 April 2026.

Diskusi budaya sesi 2 yang digelar dalam rangka kegiatan Seba Baduy 2026 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dan Panitia Seba Baduy 2026.


Dosen Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Wawan Gunawan sebagai salah satu narasumber menjelaskan masyarakat Baduy mungkin tampak sederhana dalam gaya hidupnya.

"Mereka menolak modernisasi dalam bentuk tertentu, menjaga tradisi leluhur, dan hidup dalam keterbatasan yang disengaja. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan sistem pengetahuan ekologis yang sangat maju," terangnya.

Filosofi hidup mereka, lanjut Wawan terangkum dalam ungkapan: “Ngajaga Amanat, Ngarumat Jagat” artinya menjaga titipan, merawat dunia. Ini bukan sekadar slogan, melainkan mandat moral yang mengikat seluruh aspek kehidupan.


Dalam perspektif global, filosofi tersebut menurutnya sejalan dengan konsep intergenerational responsibility, tanggung jawab lintas generasi. Bahwa bumi bukan milik kita, melainkan titipan yang harus dijaga untuk masa depan.

Dijelaskan pula oleh pemilk grup Wayang Ajen yang berbasis di Bekasi ini, salah satu konsep kunci dalam kehidupan Baduy adalah Tri Tangtu Buana, yang membagi kehidupan ke dalam tiga lapisan: spiritual, manusia, dan alam. Ketiganya tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait dalam keseimbangan yang dinamis.

"Jika salah satu terganggu, maka keseluruhan sistem akan terdampak. Ini adalah bentuk kosmologi ekologis yang melampaui pendekatan ilmiah modern yang sering kali bersifat sektoral dan terfragmentasi," paparnya.


Menurut Wawan yang pernah bertugas di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan ini, pendekatan Baduy justru holistik, mengintegrasikan nilai spiritual, sosial, dan ekologis dalam satu kesatuan.

Selain itu dalam kehidupan Baduy, terdapat aturan adat yang disebut pikukuh. Berbeda dengan regulasi formal yang bersifat eksternal, pikukuh adalah etika yang diinternalisasi. Ia mengatur bagaimana manusia berinteraksi dengan alam, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

"Misalnya, larangan merusak hutan, penggunaan bahan kimia dalam pertanian, hingga pembatasan konsumsi. Semua ini bukan sekadar aturan, tetapi bagian dari kesadaran kolektif," bebernya.


Konsep tersebut diperkuat oleh
papagon karuhun (pedoman leluhur) dan rawayan jati (jalan kebenaran), yang memastikan bahwa setiap tindakan manusia selalu berada dalam koridor keseimbangan.

Menurut Wawan apa yang dilakukan masyarakat Baduy hari ini sejatinya adalah praktik hidup rendah karbon yang kini gencar dikampanyekan secara global. "Mereka bertani tanpa bahan kimia, menjaga hutan sebagai ruang sakral, dan hidup dalam prinsip “cukup”," ungkapnya.

Kata Wawan lagi, dalam dunia yang didorong oleh konsumsi berlebih, prinsip ini menjadi sangat relevan. "Baduy menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak selalu identik dengan akumulasi materi, melainkan keseimbangan hidup," tegasnya.


Ekowisata di Baduy
Terkait ekowisata, sambung Wawan, di Baduy wisata tidak diposisikan sebagai konsumsi, melainkan pembelajaran. "Pengunjung diharapkan menghormati aturan adat, budaya menjaga perilaku, dan memahami nilai-nilai yang hidup di dalamnya," terangnya.

Pendekatan tersebut menghadirkan standar etika baru: bahwa interaksi dengan komunitas adat harus dilandasi rasa hormat, bukan sekadar keinginan untuk “melihat” atau “mengalami”.


Menurut Wawan, ekowisata juga membawa risiko sosial-ekonomi. "Jika tidak dikelola dengan bijak, ia dapat menggerus nilai budaya dan mengubah orientasi hidup masyarakat. Karena itu, keseimbangan antara manfaat ekonomi dan perlindungan budaya menjadi krusial," pungkasnya.

Naskah,: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Sumber: tulisan Wawan Gunawan bertajuk Cacatan Krusial Hasil Diskusi Budaya "Kearifan Lokal Baduy sebagai Pilar Ekologi Nusantara"

Captions:
1 & 2: Dosen Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Wawan Gunawan saat menjadi narasumber Diskusi Budaya Seba Baduy 2026: "Kearifan Lokal Baduy sebagai Pilar Ekologi Nusantara". (foto: dok. diskusibudaya/wawangunawan)
3. Masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti diskusi budaya sesi 2 tersebut yang bertempat Panggung Utama, Alun-Alun Kota Serang, Banten pada Jumat, 24 April 2026. foto: dok. diskusibudaya/wawangunawan)
4. Pemilik grup Wayang Ajen yang pernah bertugas di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan ini menyampaikan pula ekowisata yang tunbuh di Baduy. (foto: dok. diskusibudaya/wawangunawan)
5 Berfoto bersama dengan narasumber dan pelaksana diskusi budaya Seba Baduy 2026. (foto: dok. diskusibudaya/wawangunawan)
6. Sekitar 1.500 orang Baduy atau urang Kanekes mejalankan tradisi tahunan Seba Baduy 2026. (foto: @adjitropis)
7. Wawan Gunawan di stan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten saat Seba Baduy 2026 di Kota Serang. (foto: dok. diskusibudaya/wawangunawan)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP