. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 08 April 2026

Inap di Homestay Soeharto Kota Agung, Bakal Dapatkan 10 Kelebihan


Punya rencana city tour Kota Agung tahun ini tapi belum tahu menginap di mana? Sepertinya Homestay Soeharto bisa jadi pilihan. Kenapa? Ya karena memiliki banyak kelebihan.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia yang meliput ragam daya tarik sektor Pariwsata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Ibu Kota Kabupaten Tanggamus ini serta beberapa kecamatan di sekitarnya selama beberapa hari, lalu bermalam di Homestay Soeharto atas rekomendasi Disparekraf Kabupaten Tanggamus, sekurangnya ada sepuluh (10) kelebihan yang dimiliki Homestay Soeharto.


Kelebihannya yang pertama, letak Homestay Soeharto dekat dengan pusat kota Kota Agung yakni hanya 50 meter dari Jalan Merdeka, Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung. Jadi sangat mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Sudah tersedia pula tempat parkir di dalam homestay sehingga aman.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) Parekraf Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, traveler yang ingin menginap selama berwisata di Kabupaten Tanggamus, terutama di Kota Agung dan sekitarnya, pilihan akomodasinya antara lain Homestay Soeharto ini. "Selain itu masih ada beberapa hotel lain yang letaknya juga sangat strategis di pusat kota," terangnya.

Kelebihan yang kedua, dekat dengan Terminal Bus Kota Agung. Nah, buat traveler yang menggunakan moda transportasi umum seperti bus Raja Basa Utama (RBU) yang berwana biru dari Belasi, Jakarta maupun Tangerang untuk city tour Kota Agung, tinggal turun di pemberhentian terakhir di terminal tersebut, lalu jalan kaki ke arah kiri sekitar 200 meter menuju Homestay Soeharto.

Ada plang bercat biru di pinggir jalan tersebut yang bertuliskan Homestay Soeharto dengan cat warna hitam.


Ketiga, meskipun berkonsep homestay namun fasilitasnya setara hotel berbintang. Traveler yang menginap di sini bisa menikmati fasilitas kolam renang, kafe, dan hiburan live music.

Berikutnya atau kelebihan Homestay Soeharto yang keempat, punya tiga pilihan kamar yakni deluxe room dengan fasilitas AC, TV, sofa, lemari, meja, dapur berikut dengan peralatan masak dan makan, dispenser panas/dingin, dan kamar mandi/WC. Harganys Rp 275 ribu per malam.

Pilihan lain family room yang berukuran kamar lebih luas dengan fasilitas sama seperti deluxe room ditambah kulkas. Tarifnya Rp 330 ribu per malam.


Satu lagi faviliun room yang lebih luas dari family room dengan fasilitas sama namun ditambah water heater. Harganya Rp 450 ribu per malam.

Kepada TravelPlus Indonesia, Agung-represionis Homestay Soeharto menjelaskan saat ini hanya menyediakan 10 kamar terdiri atas 5 deluxe room dan 5 family room.

"Sisanya yang faviliun room disewakan untuk kos-kosan. Tapi kalau nanti ada tamu memesan favilium room dan kebetulan kosong atau tidak ada yng nge-kos, bisa menggunakannya," jelasnya.


Kelebihan yang kelima, bisa melihat Gunung Tanggamus saat cerah dari ruang tempat bersantai bersama di lantai satu. Gunung Tanggamus yang berketinggian 2.102 Mdpl tersebut menjadi salah satu daya tarik alam Kabupaten Tanggamus.

Keenam, dekat dengan masjid. Buat muslim traveler yang menginap di Homestay Soeharto dan ingin menunaikan salat wajib 5 waktu maupun salat Jumat, bisa ke Masjid Jamik Al-Kautsar Kuripan yang mengarah ke pusat kota  atau ke Masjid Jami Al Islah yang mengarah ke Teluk Semaka.


Dekat Tempat Kuliner
Kelebihan Homestay Soeharto Kota Agung yang ketujuh, dekat dengan tempat-tempat kuliner buat sarapan, makan siang, dan atau santap malam.

Kalau traveler menginap di Homestay Soeharto dan ingin sarapan diluar penginapan, pilihannya antara lain nasi uduk dan lontong sayur di depan Terminal Bus Kota Agung, lontong sayur di seberang Pasar Madang, soto, bubur ayam dan ketoprak di warung S.B.K Mang Ganda, dan atau Bubur Ayam Teh Neng di salah satu ruko dekat dengan terminal bus setempat.

Jika ingin makan siang dengan aneka menu seafood khas Tanggamus bisa ke Rumah Makam (RM) Saunk Bangkit ataupun RM Bukit Pasir yang sama-sama berpanoran laut Teluk Semaka.

Bila ingin santap malam bisa memilih nasi goreng, soto ayam, bakso goyang lidah Mas Ateng, dan lainnya juga tak jauh dari Homestay Soeharto, cukup dengan berjalan kaki atau warung tenda pece lele di seberang Taman/Tugu Ir. Soekarno Tanggamus.


Selanjutnya atau kelebihan yang kedelapan, dekat dengan beberapa tempat penjual oleh-oleh khas Kota Agung yakni otak-otak dan variannya.

Buat traveler yang ingin membeli oleh-oleh khas Kota Agung seperti otak-otak ikan, iwan goreng, lumpia otak-otak, pletekan ikan, bakso ikan, telur gabus, dan lainnya bisa ke Otak-otak Ita dan Otak-otak Cim Awa di Jalan Samudra atau Otak-otak Pengsan di Pasar Madang; Pilihan lain ke Otak-otak Cik Ngah juga di Pasar Madang yang jaraknya sangat dekat dengan Homestay Soeharto. Bahkan di Otak-otak Pengsan dan Otak-Otak Ita, traveler bisa melihat langsubg proses pembuatan otak-otaknya.

Kelebihan Homestay Soeharto yang kesembilan, dekat dengan sejumlah objek wisata utama di Kota Agung.


Traveler
yang suka dengan wisata bahari bisa menuju ke arah Teluk Semaka. Di sana traveler bisa melihat aktivitas nelayan membawa hasil melautnya lalu diserbu/dibeli warga di dermaga maupun di Pelabuhan Perikanan. Pilihan lain bersantai menikmati panorama laut Teluk Semaka di Taman Wisata Muara Indah yang dikelola Disparekraf Kabupaten Tanggamus.

Buat traveler yang ingin menikmati suasana malam, bisa mengunjungi Taman Ir. Soekarno yang berada di pusat kota Kota Agung. Di sana bisa duduk-duduk santai sekalian menikmati aneka jajanan jalanan atau street food.


Terakhir atau kelebihan Homestay Soeharto yang kesepuluh, traveler bisa olgapis (olah raga tipis-tipis) pagi hari mulai ba'da atau selepas salat subuh pukul 5.30 sampai pukul 8 pagi atau sore hari sesudah asar sampai menjelang magrib dengan dua arah tujuan yang sama-sama menawan.

Kalau memilih ke arah kanan dari plang Homestay Soeharto di Jalan Merdeka bisa menikmati pemandangan berlatar Gunung Tanggamus, melewati depan Teminal Bus Kota Agung, Pasar Madang sampai ke perempat lampu merah Jl. Ir. juanda dan Taman Ir. Soekarno Tanggamus.


Bila mengarah ke kanan menuju Teluk Semaka, melewati Masjid Jami Al Islah sampai ke Pelabuhan Perikanan dan Dermaga Koya Agung. Kalau mau puas,.jalan santai ke arah kanan menuju Taman Ir Soekarno Tanggamus lalu balik lagi menuju Teluk Semaka kemudian ditutup sarapan pagi di salah satu tempat yang tercantum di atas , setelah itu kembali ke homestay untuk berenang, mandi, dan istirahat sejenak.

Melihat ke-10 kelebihan yang dimiliki Homestay Soeharto sebagainana tertere di atas, rasanya sangat layak Anda jadikan akomodasi pilihan menginap, bila nanti city tour selama beberapa hari di Kota Agung.

Enjoy trip, enjoy sleep 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Homestay Soeharto di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus memiliki faslitas kolam renang yang menjadi salah satu kelebihannya.
2. Plang Homestay Soeharto di depan hotelnya.
3. Traveler yang menginap di Homestay Soeharto bisa berenang di kolam renangnya tanpa harus membayar lagi.
4. Suasana kamar tipe deluxe room lengkap dengan dapur berikut peralatan masak dan makan.
5. Kelebihan lain menginap di Homestay Soeharto bisa melihat panorama Gunung Tanggamus dari ruang santai bersama di lantai 1.
6. Dekat dengan sejumlah tempat kuliner dan rumah makan.
7. Dekat dengan tempat penjual oleh-oleh khas Kota Agung yakni otak-otak dan variannya.
8. Bisa mengunjungi objek-objek wisata bahari di Teluk Semaka antara lain Taman Wisata Muara Indah yang dikelola Disparekraf Kabupaten Tanggamus.
9. Tersedia ruang parkir motor dan mobil yang aman di halaman dalam Homestay Soeharto.
10. Bangunan Homestay Soeharto meskipun berkonsep homestay namun fasilitasnya setara hotel berbintang.

Read more...

Selasa, 07 April 2026

Tanggamus Punya Kriya Khas Motif Belah Ketupat, Ini Varian, Harga, dan Tempat Membelinya


Keliling ragam pesona Lampung, berujung lebih sempurna bila pulangnya membawa oleh-oleh kerajinan tangan tapis. Tapi bila menjelajah Kabupaten Tanggamus, buah tangannya wajib membawa pulang kriya tapis dan atau pernak-perniknya yang bermotif belah ketupat. Kenapa? Apa saja jenis/varian kriya bermotif tersebut? Berapa harganya? Dan dimana membelinya?

Dilansir dari captions unggahan akun Instagram (IG) @adatsikam, motif belah ketupat adalah motif khas Kabupaten Tanggamus Lampung adat Saibatin. Motif ini berbentuk potongan-potongan kain berwarna putih, kuning, merah dan hitam yang menjadi motif unik khas Tanggamus. Masing-masing warna tersebut melambangkan strata atau kedudukan dalam adat masyarakat Lampung.

Pengerjaan motif belah ketupat ini menggunakan teknik patchwork atau menyambungkan potongan–potongan kain segitiga. Motif belah ketupat digunakan pada semua acara adat Saibatin yang mencakup 4 paksi yaitu paksi Benawang, paksi Ngarip Padang Ratu, paksi Belungu dan paksi Pematang Sawa.


Warna motif belah ketupat ini menunjukkan strata sosial di kalangan masyarakat Saibatin. Motif belah ketupat ini dulunya digunakan untuk motif kebung dan tirai (tikhai), kini sudah dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan antara lain untuk ornamen di dinding rumah, baju, notebook, topi, kaos, selendang, dll.

Kriya Unggulan
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba di kantornya menjelaskan kepada TravelPlus Indonesia bahwa oleh-oleh atau something to buy yang bisa dibeli dan dibawa pulang traveler saat beriwisata di Kabupaten Tanggamus adalah bermacam tapis dan varian produknya, terutama aneka kriya yang bermotif belah ketupat.


"Khusus di Kabupaten Tanggamus kami memiliki sub ekonomi kreatif atau sub-ekraf yakni kriya atau kerajinan tangan unggulan berupa tapis dan bermacam pernak-pernik yang bermotif khas Kabupaten Tanggamus yaitu motif belah ketupat," terangnya.

Aneka kerajinan khas Tanggamus tersebut, lanjut Marhasan Samba, sudah tersedia di beberapa sentra kriya tapis seperti di Kecamatan Pugung, Talang Padang, dan Kecamatan Gunung Alip.

"Di sana para pengusaha atau owner-nya selain menyediakan outlet yang menampilkan aneka tapis berikut bermacam produk turunannya yang bermotif belah ketupat pun workshop-nya sehingga traveler yang datang selain bisa lebih leluasa memilih dan memborong pun dapat melihat langsug proses pembuatannya," jelasnya.


Varian & Harga
Remi Fitri Maharani, owner sentra Tapis Ratu Intan di kediamannya di Kecamatan Puggung menjelaskan kepada TravelPlus Indonesia, saat ini kerajinan bermotif belah ketupat tidak hanya dipakai untuk acara adat.tapi sudah dimodifikasi untuk pakaian sehari-hari masyarakat Kabupaten Tanggamus.

Menurutnya motif belah ketupat khas Tanggamus bisa diterapkan diberbagai kriya pernak-pernik, hiasan, dan lainnya seperti gantungan ID card dengan harga Rp 20 ribu per satuan. Ada jug gantungan kalung siger yang bisa dipakai untuk acara-acara tertentu dengan harga Rp 40 ribu.


"Kalau gantungan ID card bermotif belah ketupat bisa digunakan untuk pria maupun wanita. Sedangkan gantungan siger hanya bisa dikenakan perempuan," terangnya.

Ada juga iko pujuk atau ikat kepala bermotif belah ketupat yang bisa dipakai para pria untuk kegiatan-kegiatan adat yang tidak formal. Harganya Rp 50 ribu per satuan.

Menariknya iko pujuk khas Tanggamus bermotif belah ketupat tersebut berbentuk segitiga mengerucut yang melambangkan Gunung Tanggamus, satu-satunya gunung yang ada kabupaten ber-Ibu Kota Kota Agung ini.


Varian produk kriya bermotif belah ketupat lainnya adalah tas perempuan berbahan dasar beludru yang bisa digunakan untuk berbagai acara seperti kondangan, arisan, dan lainnya dengan harga Rp 225 ribu.

"Untuk pria muda dan bapak-bapak, ada peci bermotif belah ketupat dengan harga Rp 60 ribu dan Rp 65 ribu. Sedangkan peci yang ada tapisnya Rp 75 ribu," jelasnya.

Pilihan lainnya atasan casual buat gadis muda dan ibu-ibu muda dengan motif belah ketupat. "Atasan ini juga  beraksen benang emas impor sehingga aman jika dicuci.  Harga per satuannya Rp 450 ribu," beber Remi Fitri.


Berikutnya ada toples dengan penutup bermotif belah ketupat. "Tiga pieces cuma Rp 100 ribu," ungkapnya.

Ada juga ikat pinggang bermotif belah ketupat Rp 50 ribu, taplak meja berukuran 1 meter kali 1 meter dengan harga Rp 100 ribu, tirai motif belah ketupat per 1 meter Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu tergantung ukuran serta tempat tisu rajut bermotif belah ketupat Rp 100 ribu. "Kalau tempat tisu yang tidak dirajut Rp 35 ribu dan Rp 40 ribu," tambahnya.

Tak ketinggalan tapis motif belah ketupat. "Tapis yang menggunakan benang emas biasa atau lokal harganya berkisar Rp 1,2 juta. Sedangkan yang benang emas impor mulai dari Rp 2 juta ke atas," ungkapnya lagi.


Tempat Membeli
Nah, buat pembaca setia TravelPlus Indonesia maupun traveler yang ingin memborong tapis dan aneka kriya bermotif belah ketupat tersebut, bisa datang ke Dekranasda Tanggamus di Rest Area Gisting, Kecamatan Gisting.

Pilihan sentra ekraf lainnya di outlet Tapis Ratu Intan yang beralamat di Jln. Raya Simpang Tangkit, Pekon Tiuh Memom, Kecamatan Pugung. Kabupaten Tanggamus. Atau bisa juga ke sentra tapis @yanahkebung di Pekon Suka Banjar, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.

Menurut Remi Fitri yang juga pengurus Dekranasda Kabupaten Tanggamus Bidang Managemen Usaha, bagi traveler yang sedang berada di Kabupaten Tanggamus saat ini, bisa juga memborong tapis dan atau pernak-perniknya yang bermotif belah ketupat di acara Tanggamus Expo 2026 yang tengah berlangsung di Lapangan Tangsi, Kecamatan Talang Padang sampai dengan 10 April.


"Tepatnya di stand
Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan atau Koperindag Kabupaten Tanggamus, pas di samping panggung," pungkasnya.

Selamat menjelajah ragam pesona Kabupaten Tanggamus. Jangan lupa borong tapis dan pernak-pernih atau varian kriya bermotif belah ketupat khas Kabupaten Tanggamus, buat oleh-oleh.

Enjoy trip, enjoy shoping tour🙏.

Naskah & foto : Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Iko pujuk (ikat kepala) berbentuk Gunung Tanggamus dan bermotif Belah Ketupat, motif khas Kabupaten Tanggamus.
2. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba menjelaskan sub-ekraf yakni kriya atau kerajinan tangan unggulan Kabupaten Tanggamus kepada TravelPlus Indonesia di kantornya.
3. Tapis Ratu Intan salah satu sentra kriya tapis dan pernak-pernih bermotif belah ketupat yang ada di Kabupaten Tanggamus, tepatnya di Kecamatan Pugung.
4. Remi Fitri Maharani, owner sentra Tapis Ratu Intan menjelaskan varian produk kriya bermotif belah ketupat antara lain taplak meja kepada TravelPlus Indonesia di outlet-nya di Kecamatan Pugung.
5. Gantungan id card, gantungan kalung siger, dan iko pujuk bermotif belah ketupat khas Kabupaten Tanggamus.
6. Bermacam tas wanita berbahan beludru dan bermotif belah ketupat khas Kabupaten Tanggamus.
7. Wisatawan berbelanja tapis dan pernak-pernik bermotif belah ketupat langsung ke outlet Tapis Ratu Intan di Kecamatan Pugung.
8. Rumah merangkap outlet Tapis Ratu Intan yang beralamat di Jln. Raya Simpang Tangkit, Pekon (Desa) Tiuh Memom, Kecamatan Pugung.

Read more...

Minggu, 05 April 2026

Deep Ecology, Pengertian serta Penerapannya Buat Pengusaha Pariwisata Alam dan Wisatawan


Deep Ecology itu kesadaran manusia bahwa dia adalah bagian dari alam semesta ini. Dengan kesadaran itu dia akan menjadi sangat berhati-hati dalam memperlakukan alam dan akan lebih respek kepada alam.

Begitu penjelasan pengertian Deep Ecology dari Dr. Ir. Wiratno, M.Sc disela-sela jeda diskusi bertema "Deep Ecology" yang bertempat di Hopes Kopi, Jl. Raya Cifor, Bubulak, Kecanatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (4/4/ 2026) sore.


Terkait dengan pariwisata alam yang semakin menjamur di Tanah Air dan peminatnya luar biasa sangat besar, pakar konservasi alam yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2017–2022 ini menegaskan semestinya setiap pelaku atau pengusaha pariwisata alam bukan hanya harus sudah paham tentang apa itu deep ecology pun harus menerapkannya dengan serius saat terjun sebagai pegusaha atau pengelola pariwisata alam.


Sebagai pematik atau narasumber tunggal diskusi, Wiratno yang akrab disapa Inung menjelaskan pengusaha pariwisata alam itu 
adalah pengusaha yang memanfaatkan keindahan alam untuk berbagai kepentingan, salah satunya pendapatan/peningkatan ekonomi.

"Pengusaha pariwisata alam harus menerapkan deep ecology agar selain dia mendapaikan nilai ekonomi dari usahanya tesebut, juga harus memberikan edukasi kepada publik tentang pentingnya menjaga/merawat dan memperlakukan alam dengan bijak," terangnya.

Begitupun dengan pengunjung atau wisatawan peminat pariwisata alam.


Menurut Wiratno para penikmat pariwisata alam yang lebih memilih bertandang ke objek-objek wisata alam di Indonesia dan jumlahnya sangat besar, harus diperkenalkan apa itu deep ecology sejak dini supaya mereka juga melek deep ecology kemudian mengindahkan atau menerapkannya saat melakukan kunjungan ke objek-objek wisata alam.

"Setiap wisatawan bisa menerapkan deep ecology dengan cara berhati-hati dalam memperlakukan alam saat berkunjung. Harus tahu bagaimana cara mengurus sampahnya dan tidak merusak sumber daya alam yang dieksploitasi keindahannya itu karena kelestarian dan keindahan alam itu penting untuk generasi mendatang," tegas Wiratno yang sudah menulis belasan buku terkait konservasi alam.

Diskusi "Deep Ecology" yang dipandu Adam dari Sunan Gunung Batu sebagai moderator, diikuti sejumlah peserta dari berbagai kalangan antara lain komunitas pencinta lingkungan, mahasiswa, dan wartawan.


TravelPlus Indonesia
sendiri hadir atas undangan dari Wiratno yang sewaktu menjabat sebagai Dirjen KSDAE KLHK pernah mengajak TravelPlus Indonesia meliput kawasan konservasi alam berstatus Taman Nasional yakni Tanam Nasional Komodo khususnya ke Pulau Komodo dan Pulau Rica di Flores, NTT.

Peran Penting Wildlife
Dalam diskusi "Deep Ecology" yang berlangsung lebih sore dari jadwal sebenarnya karena hujan cukup deras dan lama mengguyur Kota Bogor dan sekitarnya, Wiratno juga menjelaskan tentang peren penting wildlife (satwa liar/kehidupan liar) dalam konservasi alam, terlebih deep ecology.

Wiratno dengan gamblang menceritakan peran penting sejumlah satwa liar seperti orangutan, gajah, dan babi hutan dalam keikutsertaan menjaga/merawat kelestarian alam.


Sebelum dimulai, setiap peserta diskusi diperkenankan memperkenalkan diri, nama, dan profesi atau kegiatannya sekarang. Setelah itu diskusi lebih banyak diisi dengan tanya jawab sambil menyeruput kopi.

Disela-sela tanya jawab, Wiratno juga membagikan beberapa buku tulisannya kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan terkait konservasi alam. Alhasil diskusi yang mengusung tema cukup berat ini, berjalan santai, hangat, dan tentunya amat bermanfaat.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Dr. Ir. Wiratno, M.Sc menjadi narsum tunggal diskusi bertema "Deep Ecology" di Hopes Kopi, Bubulak. Kota Bogor.
2. Diskusi "Deep Ecology" diikuti sejumlah peserta dari betkalangan antara lain komunitas pencinta lingkungan, mahasiswa, dan wartawan.
3. Video Wiratno kepada TravelPlus Indonesia menjelaskan para pengusaha pariwisata alam harus menerapkan deep ecology, usai dia menunaikan salat magrib.
4. Wiratno, sang pakar konservasi alam yang pernah menjabat sebagai Dirjen KSDAE, KLHK.
5. Membagikan buku karya Wiratno kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan terkait konservasi alam.
6. Kendati mengusung tema cukup berat, diskusi "Deep Ecology" yang dipandu Adam dari Sunan Gunung Batu berlangsung santai, hangat, dan tentunya amat bermanfaat.


Read more...

Jumat, 03 April 2026

Didaki 6.667 Orang, Bukti Gunung Tanggamus Kian Diminati Pendaki


Sebanyak 6.667 orang tercatat pernah mengunjungi dan mendaki Gunung Tanggamus sepanjang tahun 2025. Fakta ini membuktikan kalau gunung yang berada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ini semakin ramai peminatnya.

Menariknya lagi dari 6.667 orang yang mendaki Gunung Tanggamus via pekon (desa) Sidokaton, Kecamatan Gisting tahun lalu tersebut, lima orang di antaranya merupakan pendaki mancanegara atau asing.

Adapun jumlah pendaki pada tiga bulan pertama tahun ini (2026), tercatat sebanyak 1.517 orang yang mendaki Gunung Tanggamus juga via pekon Sidokaton. Rinciannya sebagai berikut: pada bulan Januari 2026 jumlah pendakinya kosong lantaran pendakian ke puncak Gunung Tanggamus ditutup akibat kondisi cuaca tidak bersahabat alias buruk. Pada bulan Februari 2026 terdata 620 orang dan bulan berikutnya atau Maret sebanyak 897 orang.


Data jumlah pendaki Gunung Tanggamus tersebut TravelPlus Indonesia peroleh langsung dari Poklen, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sonokeling (sekarang bernama Pokdarwis Java Palisander) di
Basecamp (BC) pendakian Gunung Tanggamus di pekon Sidokaton, sehari sebelum TravelPlus Indonesia melakukan pendakian ke puncak Gunung Tanggamus secara tektok, Jumat (27/3/2026).

Jujur data jumlah pendaki ke Gunung Tanggamus tersebut cukup mengejutkan TravelPlus Indonesia lantaran tidak menyangka ternyata peminat Gunung Tanggamus semakin besar untuk skala Lampung.


Bukan cuma TravelPlus Indonesia yang terkejut, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba yang juga datang ke BC Sidokaton saat itu pun nampak kaget sekaligus senang.

Selain berbincang dengan Poklen dan anggota Pokdarwis Sonokeling lainnya, Marhasan Samba sempat memantau keberadaan fasilitas yang tersedia di BC.

Dengan ramah, dia juga menyapa sejumlah pendaki yang tengah istirahat di BC, beberapa pendaki yang baru turun gunung maupun yang baru tiba di BC Sidokaton. Bahkan sebelum pulang, Mathasan Samba sempat pula membuat video ucapan selamat HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus bersama para pendaki dan anggota Pokdarwis Sonokeling di depan BC.


Optimis
Melihat kecendrungan peningkatan jumlah pendaki setiap tahunnya dan ditambah pangsapasar pendaki gunung di Indonesia sangat besar, Poklen optimis jumlah pendaki yang mendaki Gunung Tanggamus tahun 2026 ini juga akan naik.

Untuk mewujukan target itu, Poklen berencana memperbanyak promosi terkait pendakian Gunung Tanggamus dan memaksimalkan pelayanan yang lebih baik dan ramah terhadap pendaki. "Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan para pendaki agar setiap pendaki nyaman saat berada di BC maupun ketika melakukan pendakian," ungkapnya.

Berdasarkan data jumlah pendaki sebagaimana tersebut di atas, membuktikan kalau pendakian Gunung Tanggamus via pekon Sidokaton, bukan hanya semakin diminati pendaki dari dalam negeri terutama dari berbagai kabupaten/ kota di Lampung serta beberapa provinsi di Jawa dan Sumatra, pun pendaki mancanegara.


Gunung Populer
Data jumlah pendaki itu pun sekaligus menegaskan bahwa Gunung Tanggamus saat ini termasuk berlabel gunung populer se-Lampung.

Oleh karena itu, TravelPlus Indonesia menyarankan agar Disparekraf Kabupaten Tanggamus memasukkan Gunung Tanggamus ke dalam daftar objek wisata alam unggulan Kabupaten Tanggamus, mendampingi Teluk Kiluan, Pantai Gigi Hiu, kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dan lainnya supaya mendapat perhatian lebih termasuk promosinya sehingga berujung semakin dikenal luas oleh wisatawan minat khusus (terutama pencinta alam dan pendaki gunung) dari dalam dan luar negeri.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Gunung Tanggamus terlihat jelas dari Bukit Idaman, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung. (Foto: adji)
2. TravelPlus Indonesia di depan BC pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus. (Foto: #rekanpendaki)
3. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus (jaket coklat) mengucapkan selamat HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus bersama sejumlah pendaki dan ketua serta anggota Pokdarwis Sonokeling. (Foto: adji)
4. Video ucapan HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus oleh Kadis Parekraf Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba di depan BC pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton. (Dok: Disparekraf Kabupaten Tanggamus)
5. TravelPlus Indonesia (di tengah, berikat kepala biru) berfoto bersama beberapa pendaki muda di puncak Gunung Tanggamus saat diguyur hujan pada Sabtu (28/3/2026). (Foto: #rekanpendaki)


Read more...

Rabu, 01 April 2026

29 Tahun Tanggamus, TravelPlus Indonesia Promosikan Parekraf Unggulannya sebagai Kado Spesial


Bertepatan 29 tahun usia Kabupaten Tanggamus tahun ini, TravelPlus Indonesia menyuguhkan aneka pesona unggulannya, terkhusus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) lewat beberapa tulisan, foto, dan konten video sebagai kado spesial. Harapannya supaya ragam daya tarik Parekraf Kabupaten Tanggamus semakin dikenal luas, baik ditingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia ditambah dengan data dari berbagai sumber, Tanggamus salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang resmi menjadi kabupaten tanggal 21 Maret 1997 melalui Undang-undang Nomor 2 tahun 1997 ini memiliki sederet pesona, daya tarik atau objek wisata unggulan baik itu bahari, alam, dan ekonomi kreatif (ekraf) khususnya kerajinan tangan.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) Parekraf Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba daya tarik kabupaten yang memiliki slogan promosi (branding) Parekraf resminya yakni "Majestic Tanggamus " ini terbilang beragam. "Untuk wisata bahari, unggulannya antara lain Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu, " ungkapnya.

Dolphin Watching
Di Teluk Kiliau yang berjarak sekitar 15 Km dari Kota Agung (Ibu Kota Kabupaten Tanggamus) dengan menyusuri pesisir pantai Teluk Semaka, lanjutmya, banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan traveler antara lain dolphin watching yakni melihat lumba-lumba yang berhidung botol dan berparuh panjang.

Tour dolphin boleh dibilang menjadi salah satu aktivitas wisata utama di Teluk Kiluan yang berstatus desa wisata bahari. "Traveler bisa melakukannya pagi hari dengan naik jukung atau  perahu kecil untuk bisa mendekati lumba-lumba liar tersebut," terang Marhasan Samba.


Selain itu masih ada sederet aktivitas wisata bahari yang tak kalah menariknya di Teluk Kiluan seperti bersantai di pantai, berkemah, menganadikan sunrise maupun
sunset, memancing, berenang, snorkeling bahkan diving untuk melihat aneka terumbu karang dan bermacam ikan hias dengan sangat jelas.

Pilihan lain, keliling Pulau Kiluan baik dengan berjalan kaki atau susur pantai ataupun naik perahu setenpat.

Buat traveler yang gemar motret ataupun bikin video, sebaiknya berkunjung ke Teluk Kiluan saat musim kemarau karena kemungkinan besar langitnya lebih cerah.

Cara berkunjung ke Teluk Kiluan, traveler bisa secara mandiri bersama teman-teman seperjalanan dalam kelompok kecil (small group) atau bisa juga menggunakan tour operator terpercaya dengan membeli paket open trip-nya.

Adapun Pantai Gigi Hiu, sambungnya merupakan pantai yang artistik dan berbeda dengan pantai-pantai lain pada umumnya.

Sesuai namanya, pantai ini dominan berupa gugusan batu-batu karang dan beberapa diantaranya berbentuk tebing karang yang menyerupai gigi ikan hiu.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan traveler di pantai yang juga berjarak sekitar 15 Km dari Kota Agung dan dekat dengan Teluk Kiluan ini antara lain berburu foto dan video terutama sunset, sunrise, dan tentunya tebing karang berbentuk batu hiunya.

Traveler juga bisa berkemah dengan membawa perlengkapan dan logistik sendiri. Malamnya bisa melihat gugusan bintang yang amat cantik di langit atau milky way.

Pilihan lain treking menyusuri gugusan karangnya saat surut dan atau cukup bersantai di tepian. Mengingat ombaknya besar dan berbahaya, traveler disarankan tidak melakukan aktivitas berenang.

Hutan Tropis Dekat Kota
Andapun wisata alam unggulan Kabupaten Tanggamus, lanjutnya antara lain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

"Di TNBBS tepatnya di resort Sukaraja Atas, traveler bisa menikmati hutan tropis yang berada dekat kota. Dimana di sana masih terdapat beberapa flora unik antara lain Rafflesia Arnoldii yang merupakan puspa langka Indonesia," bebernya seraya menambahkan kalau traveler juga bisa nge-camp ataupun bermalam di homestay milik masyarakat setempat.


Dalam booklet bertajuk "Majestic Tanggamus 2025"  yang dibuat Disparekraf Kabupaten Tanggamus dan ditempatkan diberbagai tempat sebagai salah satu media informasi sekaligus promosi, di antaranya di bagian represionis Homestay Soeharto Kota Agung, tercantum pula beberapa objek wisata bahari lainya selain Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu yakni Pantai Karang Putih dan Taman Wisata Muara Indah.

Bila dilihat dari segi kemudahan akses, dari empat objek wisata bahari tersebut, pemenangnya adalah Taman Wisata Muara Indah karena berada di Kota Agung dekat dengan Pelabuhan Perikanan.

Di booklet yang ditandatangani Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi ini, tercantum pula beberapa objek wisata alam lainnya seperi air terjun, antara lain Air Terjun Batu Lapis, Lembah Pelangi, Tirai. dan Air Terjun Way Lalaan.

Kembali soal kemudahan akses menggapai sederet air terjun tersebut, Air Terjun Way Lalaan yang memiliki dua air terjun-lah juaranya. Lantaran letaknya di Kecamatan Kota Agung Timur, cuma sekitar 10 Km dari pusat Kota Agung dan gerbang masuknya berada persis di pinggir jalan utama.

Komitmen Bupati
Masih di booklet yang di dalamnya memuat pula kata pengantar Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi yang berkomitmen untuk membangun akses yang baik agar masyarakat dapat menikmati keindahan alam, keunikan dan kearifan lokal Kabupaten Tanggamus sehingga mampu mengangkat wisata di Kabupaten Tanggamus dan wisatawan yang datang dapat membawa pulang kenangan indah ini, tertera pula beberapa kerajinan tangan khas Kabupaten Tanggamus berikut foto sentra penjualannya di Rest Area Taman Kreasi yang berada di tepi jalan, di Kecamatan Gisting.

Khusus sektor ekraf terutama aneka kerajinan unggulan Kabupaten Tanggamus yang bermotif belah ketupat akan TravelPlus Indonesia kupas dalam tulisan tersendiri.

Anehnya di dalam booklet bahkan leaflet "Majestic Tanggamus 2025" yang bergambar Air Terjun Tirai sebagai sampul (cover) depannya ini, tidak memuat profil Gunung Tanggamus sebagai daya tarik wisata alam Kabupaten Tanggamus. Kelupaankah atau memang keberadaan gunung tersebut sampai tahun lalu belum begitu dianggap alias masih dipandang sebelah mata?


Padahal berdasarkan amatan
TravelPlus Indonesia secara langsung mendaki Gunung Tanggamus 2 kali pada tahun 1994 dan 2026, gunung berketinggian 2.102 Mdpl ini sangat layak dimasukkan dalam daftar objek wisata alam unggulan Kabupaten Tanggamus. Kenapa dan apa saja fakta penguatnya? Nanti akan terjawab dalam tulisan berikutnya khusus tentang Gunung Tanggamus.

Melihat beragam objek wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Tanggamus, rasanya amat pantas bila traveler di Jabodetabek dan kota-kota lain di Jawa, Sumatra, dan lainnya bahkan mancanegara memasukannya ke dalam daftar destinasi wisata yang wajib dikunjungi berikutnya.

Selamat menjelajah ragam pesona unggulan Kabupaten Tanggamus, enjoy trip 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Air Terjun Way Lalaan, salah satu objek wisata alam air terjun milik Kabupaten Tanggamus yang paling mudah diakses dari Kota Agung, Ibu Kota Kabupaten Tanggamus.
2. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba membeberkan ragam objek wisata unggulan Kabupaten Tanggamus kepada TravelPlus Indonesia di kantornya baru-baru ini (masih di bulan Maret 2026).
3. Booklet dan leaflet "Majestic Tanggamus 2025" yang dibuat Disparekraf Kabupaten Tanggamus.
4. Mendaki Gunung Tanggamus via pekon (desa) Sidokaton, Kec. Gisting.



Read more...

Pengembangan Desa Wisata, Dibahas Bupati Tanggamus saat Bertemu Mendes PDTT


Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi melakukan audiensi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Audiensi kali ini antara lain membahas percepatan pengembangan desa wisata di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Informasi tersebut TravelPlus Indonesia peroleh dari Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba yang turut memdampingi Moh. Saleh Asnawi.

"Hari ini kita mendampingi bapak Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi bertemu dengan bapak Mendes PDTT Yandri Susanto, salah satunya untuk membicarakan percepatan pengembangan desa wisata di Kabupaten Tanggamus," terangnya kepada TravelPlus Indonesia lewat pesan WA.

Menurut Marhasan Samba, Disparekraf  Kabupaten Tanggamus siap bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanggamus untuk mempercepat pengembangan desa wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus.

"Pengembangannya terutama dalam penambahan jenis-jenis atraksi wisata serta menggali kearifan lokal atau local wisdom yang ada di desa wisata, termasuk pemasarannya melalui digitalisasi supaya bisa bersaing ditingkat nasional," ungkapnya.


Lebih lanjut Marhasan Samba menjelaskan saat ini ada beberapa desa wisata andalan di Kabupaten Tanggamus yang akan lebih dikembangkan seperti pekon (desa) wisata Teluk Kiluan dan pekon Sidokaton.

Desa wisata Teluk Kiluan sudah dikenal ramai oleh wisatawan pecinta bahari sebagai objek wisata untuk melihat antara lain atraksi lumba-lumba liar yang berhidung botol dan berparuh panjang. "Sedangkan Pekon Sidokaton merupakan pintu masuk utama para pendaki gunung yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Tanggamus," terangnya.

Pengembangan yang akan dilakukan di pekon Sidokaton, lanjutnya, antara lain wisata agro yang sudah berjalan dan atraksi seni budaya yang hidup dalam masyarakat setempat.

Dalam audiensi dengan Mendes PDTT) Yandri Susanto selain Disparekraf dan Dinas PMD, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi juga didampingi Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Tanggamus.


Usai membicarakan percepatan pengembangan desa wisata Kabupaten Tanggamus, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pada kesempatan itu Bupati Tanggamus sekaligus memberikan cendera mata kepada Mendes PDTT.

"Cendera matanya semua khas Kabupaten Tanggamus antara lain golok, badik, kopi, gula semut, kain eco print, dan plakat ikon Kabupaten Tanggamus yaitu lumba lumba," pungkas Marhasan Samba.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180 , foto: dok. Disparekraf Kabupaten Tanggamus

Captions:
1 - 3: Usai beraudiensi tentang percepatan pengembangan desa wisata Kabupaten Tanggamus, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi beserta jajaran terkait berfoto bersama sekaligus memberikan cendera mata kepada Mendes PDTT Yandri Susanto di Jakarta, Rabu (1/4/2026).



Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP