. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Sabtu, 02 Mei 2026

Berwisata Edukasi Berbasis Budaya dan Wayang di Sanggar Wayang Ajen, Manfaatnya Tidak Dangkal


Di tengah hiruk-pikuk modernitas kota seperti Kota Bekasi, penghuni dan pengunjungnya tidak hanya membutuhkan hiburan. Sejatinya mereka juga membutuhkan arah dan makna. Dan di situlah seni budaya dan Sanggar Wayang Ajen hadir bukan sekadar tontonan, tetapi tatanan dan tuntunan.

Sanggar seni yang dibina oleh Wawan Gunawan atau Ki Dalang Wawan Ajen tersebut, bukan hanya menjadi ruang latihan seni pun ruang laku budaya. Tempat nilai ditanam, karakter dibangun, dan peradaban kecil dirawat.

Semua itu berpijak pada satu fondasi: Spirit Sapta Ajen yang Ki Dalang Wawan Ajen ciptakan yaitu tujuh nilai utama: spiritual, budaya, kreatif, ekonomi, informasi, komitmen, dan keberlanjutan.


Nah, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tanggal 2 Mei ini, TravelPlus Indonesia menyajikan tulisan spesial terkait dengan wisata pendidikan atau lebih sering disebut wisata edukasi, yaitu wisata yang memadukan kegiatan rekreasi dan pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung, memperluas wawasan, dan meningkatkan kreativitas wisatawan.

Jadi wisata edukasi atau juga disebut eduwisata (pendidikan dan wisata), edutrip (educational trip), field trip/studi wisata (kunjungan edukasi di luar kelas), dan atau edu tour (educational tour) ini lebih dari sekadar liburan/wisata/rekreasi, karena berfokus pada nilai pendidikan antara lain budaya, sejarah, sains, pertanian, dan atau lingkungan.

Mengingat wisata edukasi juga banyak macamnya, khusus edisi ini Travelplus Indonesia fokus kepada wisata edukasi berbasis budaya dan wayang.


Sebagai nara sumber tunggal untuk tulisan ini, TravelPlus Indonesia memilih Wawan Gunawan. Kenapa? Selain seorang dalang sebagainana tersebut di atas yang mempunyai sederet prestasi dan pengalaman tampil bersama Sanggar Wayang Ajen di mancanegara, dia juga seorang pengajar yakni Dosen Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung.

Lalu apa itu wisata edukasi berbasis budaya? Menurut Wawan Gunawan adalah perjalanan yang tidak hanya memindahkan tubuh tetapi juga menggerakkan kesadaran. "Ia (wisata edukasi satu ini) memberi pengalaman belajar langsung tentang nilai, tradisi, dan identitas.

Sementara wisata edukasi berbasis wayang, lanjutnya, adalah bentuk yang lebih spesifik. "Dimana wayang tidak hanya ditonton, tetapi dipelajari, dirasakan, dan dijalani," terangnya.


Kata Wawan Gunawan yang pernah bertugas di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan ini, di Sanggar Wayang Ajen, wayang tidak berhenti sebagai seni pertunjukan. "Ia menjadi media pendidikan karakter, ruang kontemplasi nilai kehidupan, dan sarana memahami filosofi Nusantara," jelasnya.

Wayang itu mengajarkan tentang hidup. "Tentang benar dan salah, tentang dharma, tentang tanggung jawab manusia kepada Tuhan, sesama, dan alam," bebernya.

Tidak Hanya Pendalangan
Wawan Gunawan menerangkan di Sanggar Wayang Ajen, pembelajarannya bersifat vokasional, holistik, dan integratif. 


"Tidak hanya pedalangan, tetapi mencakup seni pedalangan mulai dari teknik sabet, catur, suluk; dramaturgi lakon wayang; juga filosofi tokoh seperti Bima, Gatotkaca, Arjuna, dan Semar," ungkapnya.

Traveler atau wisatawan peminat seni budaya termasuk wayang juga bisa belajar seni tari tradisi dan kreasi, khususnya tari klasik Sunda dan Nusantara serta tari kontemporer berbasis tradisi.

Masih ada lagi yakni fashion dan kostum budaya baik itu oerancangan kostum pertunjukan maupun fashion show berbasis etnik.


Pengunjung juga bisa belajar kriya kayu yakni pembuatan wayang baik itu ukir, tatah, sungging serta filosofi bentuk dan warna. Sedangkan pembelajarab tentang kriya kaib mencakup pembuatan kostum, motif, dan simbol budaya.

Satu lagi belajar tentang literasi budaya dan digital, baik itu storytelling budaya maupun konten kreatif digital. "Semua ini bukan sekadar keterampilan. Ini adalah transfer nilai," ungkap Wawan Gunawan.

Manfaatnya Tidak Dangkal
Manfaat berwisata edukasi berbasis budaya dan wayang di Sanggar Wayang Ajen tidaklah dangkal. "Manfaatnya menyentuh tiga lapisan yaitu personal, sosial, dan ekonomi," tegas Wawan Gunawan.


Personal itu lanjutnya membentuk budi pekerti luhur, menanamkan nilai spiritualitas dan kesadaran diri. Adapun sosial: menguatkan identitas budaya dan menumbuhkan toleransi multikultur. Sedangkan manfaat ekonominya adalah membuka peluang profesi di ekonomi kreatif dan melahirkan pelaku seni dan wirausaha budaya.

Ketika disinggung perkembangan wisata edukasi budaya & wayang di Indonesia, secara jujur dan kritis, Wawan Gunawan melihat potensinya besar, tetapi belum tergarap secara maksimal.

Menurutnya Indonesia kaya, tetapi sering lupa cara mengelola kekayaannya sendiri. "Wayang telah diakui dunia sebagai UNESCO heritage. Tetapi di dalam negeri, masih dianggap sesuatu yang biasa bahkan kuno. Hanya sebatas seremonial semata," ungkapnya.


Ditambah lagi tidak ada sistem yang berkelanjutan. "Secara ekosisten seni pedalangan dan pewayangan masih dimasing-masing sanggar, ada yang aktif ada yang pasif bahkan stag," tambahnya.

Selain itu, belum terintegrasi dalam sistem pendidikan modern dan minim inovasi kemasan wisata. "Padahal generasi muda justru sedang mencari identitas," bebernya.

Semua itu justru menjadi tantangan. "Bagaimana nilai kearifan lokal dan tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi dihidupkan kembali secara relevan supaya berdampak kemanfaatan dan punya nilai tambah kesejahteraan," terangnya lagi.


Pangsa Pasar
Setiap jenis wisata pasti ada pangsa pasarnya (peminatnya). Begitupun dengan wisata edukasi berbasis budaya dan wayang ini.

Menurut Wawan Gunawan, pangsa pasar terbesarnya adalah generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alfa terutama di wilayah urban seperti Jakarta dan Kota Bekasi.

"Mereka bukan tidak suka budaya. Mereka hanya belum menemukan bentuk yang sesuai dengan zaman mereka. Mereka ingin: pengalaman (experience), interaksi (engagement), makna (meaning). Dan wayang bisa menjawab itu, jika dikemas dengan tepat," ungkapnya.


Lewat wisata edukasi berbasis budaya dan wayang ini, Wawan Gunawan sangat optimistis nampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tenrunya dengan beragam strategi promosi yang tepat antara lain dengan go digital yang produktif dan agresif.

"Hari ini panggung tidak hanya di panggung. Panggung ada di genggaman. Strateginya ya lewat konten kreatif di TikTok, Instagram, dan YouTube," imbau Wawan Gunawan.

Selain itu digital storytelling wayang, live performance streaming, dan kolaborasi dengan kreator muda. "Intinya bukan sekadar promosi tetapi membangun narasi budaya digital," jelasnya.


Peran Pemerintah
Amatan Wawan Gunawan selama ini, peran pemerintah untuk jenis wisata edukasi berbasis budaya dan wayang ini harus diakui belum maksimal.

"Masih ada fragmentasi kebijakan, keterbatasan anggaran, kurangnya keberpihakan pada komunitas akar rumput. Padahal amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan jelas: Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan," bebernya.

Sanggar seperti Wayang Ajen, lanjutnya sudah menjalankan itu. "Tinggal bagaimana negara hadir lebih kuat," imbaunya.


Harapannya sederhana tetapi mendasar yakni harus ada komitmen nyata, bukan hanya wacana tetapi keberpihakan kebijakan. Selain itu harus ada dukungan Infrastruktur ruang kreatif, panggung budaya, dan fasilitas pelatihan.

Perlu juga adanya program berkelanjutan seperti festival budaya rutin, integrasi dengan pariwisata, dan kurikulum berbasis budaya. "Satu lagi, pendanaan yang konsisten karena budaya tidak bisa hidup dari semangat saja," pungkasnya.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Foto2: dok. wawan gunawan/sanggar wayang ajen

Captions:
1. Anak-anak Indonesia berwisata edukasi berbasis budaya dan wayang di Sanggar Wayang Ajen Kota Bekasi.
2. Di dalam Sanggar Wayang Ajen.
3. Wawan Gunawan atau Ki Dalang Wayang Ajen pendiri dan pemilik Sanggar Wayang Ajen.
4. Tak semata belajar pendalangan.
5. Seni tari tradisional pun diajarkan.
6. Belajar jadi dalang sejak dini.
7. Anak-anak antusias belajar budaya san wayang di Sanggar Wayang Ajen.
8. Rombongan wisatawan berkunjung ke Sanggar Wayang Ajen.
9. Para penari Sanggar Wayang Ajen usai tampil.
10. Generasi muda bertemu dan berbincang dengan Ki Dalang Wayang Ajen.
11. Wawan Gunawan dengan salah satu wayang golek jumbo (raksasanya).
12. Serius belajar menjadi dalang di Sanggar Wayang Ajen.
13. Berwisata edukasi berbasis budaya dan wayang di Sanggar Wayang Ajen banyak manfaatnya. (foto paling bawah).


Travel Tips
Buat traveler atau wisatawan peminat wisata edukasi budaya dan wayang yang ingin berkunjung ke Sanggar Wayang Ajen, ini alamatnya di Jalan Kusuma Barat VI. Cc 3 No. 11, Rt 3 Rw. 18, Komplek Wisma Jaya Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ada baiknya buat janji terlebih dahulu dengan menghubungi Dini Gunawan di No HP/WA 081218215852.

Kalau traveler datang menggunakan transportasi umum kereta rel listrik (KRL) commuter line, turunnya di Stasiun Bekasi Timur lanjut naik moda transportasi online.

Bila ingin jumpa langsung dengan Wawan Gunawan selaku pendiri sekaligus pemilik Sanggar Wayang Ajen, sebaiknya datang di akhir pekan (Sabtu dan Minggu), karena di hari kerja (week day), Ki Dalang Wayang Ajen ini mengajar di NHI Bandung. 

***

Read more...

Jumat, 01 Mei 2026

Naik KRL Berwisata ke Jabodetabek-Rangtung, Ini Keuntungan, Objek, dan Tipsnya


Buat Anda traveler dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya bahkan mancanegara yang ingin berwisata keliling Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta ke Cikarang dan Rangkasbitung (Rangtung) secara mandiri, naik kereta rel listrik (KRL) adalah pilihan yang tepat. Kenapa?

Pertama naik KRL untuk tujuan berwisata jelas memberi keuntungan buat traveler, antara lain jauh lebih praktis dan cepat karena memiliki jalur tersendiri sehingga terhindar dari kemacetan. Intinya menggunakan KRL itu waktu tempuhnya lebih cepat dibandingkan dengan mobil atau bus saat kondisi jalan padat.

Keuntungan yang kedua, jauh lebih hemat karena tarif KRL sangat terjangkau. Artinya tak menguras banyak isi saldo e money, paling jauh tak sampai Rp 10.000 per orang sekali jalan. Jadi naik KRL sangat pas buat traveler yang ingin berwisata tipis-tipis, murah meriah tapi menyenangkan.

Keuntungan lainnya jaringan KRL luas, di sejumlah stasiunnya terutama yang ada di Jakarta terkoneksi dengan bus Transjakarta dan atau dengan mikrotrans (JakLingko).


Selain itu,
pilihan objek wisata yang bisa dikunjungi dan dinikmati traveler pun sangat beragam antara lain objek wisata kota (city tour), city light, sejarah, budaya, alam, rekreasi, edukasi, hiburan (konser musik, tourism event, culture event, dll), wisata olah raga (sport tourism), belanja, kuliner, dan religi.

Buktinya, hampir disetiap stasiun yang disinggahi KRL memiliki objek wisata dan atau atraksi/kegiatan wisata.

Contohnya bila traveler turun di Stasiun Kota atau Beos, tinggal jalan kaki untuk bisa berwisata sejarah, budaya, dan kulineran serta hiburan seperti pertunjukan musik ke kawasan Kota Tua dengan bermacam museumnya antara lain Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa Indonesia, dan Museum Bank Indonesia.

Traveler juga bisa berwisata belanja ke Pasar Glodok dan Pasar Asemka serta menunaikan kewajiban sebagai muslim traveler yakni salat berjemaah di Masjid Jami' Baitussalam yang lokasinya sangat dekat dengan Stasun Kota dan halte Transjakarta Kota Tua.


Bila tujuannya Stasiun Juanda, traveler bisa berwisata religi dan kuliner ke Masjid Istiqlal. Pilihan lain berwisata belanja ke Pasar Baru kulineran Pecenongan. Lanjut ke Monas dan Museum Sejarah Nasional di seberang halte Transjakarta Monas,
dan Galeri Nasional Indonesia.

Kalau turun di Stasiun Gondangdia, traveler bisa berwisata religi sekaligus sejarah ke Masjid Cut Meutia. Kalau datang di malam bulan Ramadan, di pelataran masjid ini juga ada perhelatan Ramadhan Jazz Festival (tapi ini berbayar atau ada tiketnya).

Di sekitar Stasiun Gondangdia dan Masjid Cut Meutia atau yang agak lebih jauh lagi ke Jalan Sabang, traveler bisa kulineran malam sepuasnya.

Traveler juga bisa ke Taman Ismail Marzuki (TIM) untuk melihat berbagai acara seni dan budaya baik yang gratis maupun berbayar. Dari stasiun ini, Traveler juga bisa juga ke Monas, jalan kaki ataupun naik tranportasi online.

Jika turun di Stasiun BNI, traveler bisa ke Terowongan Kendal, kulineran dan ngopi di kedai kopi sekitar stasiun, Riverside Walk, Taman Dukuh Atas, Bundarah HI. Sarinah, dan JPO Phinisi. Mau wisata belanja, hiburan, dan kulineran di kawasan Blok M juga bisa, tinggal beralih naik bus Transjakarta.

Kalau tujuannya Stasiun Manggarai, traveler bisa kulineran di Jatinangor House, The Bensara Cafe, soto Betawi Bang Husein, serta belanja dan kulineran di Pasar Rumput.

Bila turun di Stasiun Tebet, traveler bisa ke Tebet Eco Park, wisata religi ke Masjid Perahu serta wisata belanja, hiburan, dan kulineran ke Mall Kokas (Kota Kasablanka).


Bila Ingin ke TMII
Traveler yang ingin ke TMII, bisa turun di Stasiun Cawang lanjut baik bus Transjakarta ke arah kiri (Timur). Jika ke arah kanan (Barat), bila lanjut naik Transjakarta bisa ke Jakarta International Convention Center (JICC-Senayan) yang merupakan tempat pameran, konser musik, dan lainnya yang berkelas internasional.

Kalau mau kulineran dan wisata belanja di Kalibata City dan Kalibata Mall, tinggal turun di Stasiun Kalibata. Sedangkan kalau mau kulineran dan ke Kebun Binatang Ragunan, turunnya di Stasiun Pasar Minggu lanjut naik bus Transjakarta ataupun JakLingko.

Buat traveler yang ingin ke Perkampungan Betawi Setu Babakan di Srengseng Sawah, bisa turun di Stasiun Lenteng Agung lanjut naik JakLingko ataupun tranportasi online.

Bila traveler ingin berwisata di kawasan Depok dan sekitarnya, misalnya ke Hutan Kota Universitas Indonesia (UI), turunnya di Stasiun UI.

Kalau turun di Stasiun Depok ataupun Stasiun Depok Baru, bisa lanjut ke Lembah Mawar Park (Kota Depok), Taman Lembah Gurame (Kota Depok), Setu Cilodong, Taman Balaikota Depok (Kota Depok), Taman Cilodong (Kota Depok), Taman Sawangan (Kota Depok), Taman Kiara Payung (Kota Depok), dan Situ Pengasinan (Kota Depok).

Bisa juga berwisata belanja, hiburan, dan kulineran di ITC Depok, Plaza Depok, Depok Town Square (Detos), dan Margo City.

Kalau tujuannya ke Stasiun Cibinong, traveler bisa berwisata belanja, hiburan, dan kulineran di Cibinong City Mall, wisata edukasi satwa di Animalium BRIN, bersantai di Setu Cikaret serta berwisata olah raga, kulineran, dan hiburan di Stadion Pakansari sekaligus wisata religi ke Masjid Raya Nurul Wathon.

Jika turun di Stasiun Nambo, traveler bisa ke Sawah Cere, Taman Wisata Sigantang, Wisata Pesona Alam Pulekan, Curug Citeureup Asri, Gua Lalay, dan wisata panjat tebing alam di Tebing Klapa Nunggal.

Kalau tujuannya Stasiun Bogor, traveler bisa bersantai sekaligus kulineran di sekitaran Alun-alun Kota Bogor, menunaikan salat berjemaah di Masjid Agung Kota Bogor, olah raga tipis-tipis di Lapangan Sempur, lanjut ke Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, dan Museum Kepresidenan RI.

Bila tujuannya Stasiun Bekasi, traveler bisa ngadem dan kulineran di Hutan Kota Bekasi, Alun-Alun Kota bekasi, Masjid Alun-alun Bekasi, dan atau berwisata belanja, hiburan dan kulineran di Summarecon Mall Bekasi.


Sanggar Seni Wayang Ajen
Kalau tujuannya Stasiun Bekasi Timur, traveler bisa berwisata budaya ke Sanggar Seni Wayang Ajen.

Menurut Wawan Gunawan, pemilik Sanggar Seni Wayang Ajen banyak aktivitas wisata budaya yang dapat dilakukan travelers di sanggar seninya setiap hari antara lain melihat Museum Wayang Ajen, galeri seni, perpustakaan, studio latihan, workshop pembuatan wayang golek, melihat peragaan wayang golek dan kulit atau pentas minimalis, bermain gamelan, pameran kostum adat Nusantara, peragaan busana, foto mengenakan kostum adat, pelatihan tari, pertunjukan tari, fashion show, bernyanyi, dan diskusi budaya.

"Kalau traveler datang hari Sabtu dan Minggu, bisa bertemu langsung dengan saya," ungkap Wawan Gunawan yang juga menjadi dosen pascasarjana pariwisata di NHI Bandung.

Selanjutnya kalau traveler turun di Stasiun Cikarang antara lain bisa berwisata ke Meikarta Central Park, menunaikan salat berjemaah di Masjid Baitul Makmur yang dikenal sebagai masjid berkonsep ramah lingkungan di Telaga Sakinah, Cikarang Barat. Berikutnya ke Waterboom Lippo Cikarang, City Garden Eat and Play Pollux Cikarang, Hutan Bambu Warung Bongkok, Hollywood Junction Jababeka, dan Mall Lippo Cikarang & Citywalk.


Bila tujuannya Stasiun Tanahabang, traveler tentunya bisa berwisata belanja di Pasar Tanah Abang (Blok A/B) sekaligus menunaikan salat berjemaah di Masjid Al Arqom di atap gedung pusat perbelanjaan Blok A atau di Masjid Jami' Al-Ma'mur.

Pilihan lain, traveler bisa ke Museum Tekstil, Holeo Golf & Dessert Museum, dan belanja serta kulineran ke Citywalk Sudirman serta ke Museum Nasional Indonesia.

Bila turun di Stasiun Tanjung Priok, traveler bisa ke Jakarta International Stadium (JIS), Pelabuhan Tanjung Priok, Musem Maritim Indonesia, Makam Mbah Priok, Pasar Ular Plumpang, dan Waduk Sunter Utara.

Jika ingin ke Pantai Ancol, Dufan, Seaworld, Ocean Dream Samudra, dan Allianz Eco Park, Pasar Seni, dan lainnya di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, traveler tinggal turun di Stasiun Ancol.

Kalau tujuannya Stasiun Tangerang Kota, traveler bisa berwisata ke tepian Sungai Cisadane atau Cisadane Walk, Jembatan Kaca, Taman Dayung, Museum Benteng Heritage, kulineran di Pasar Lama Tangerang serta berwisata religi ke Masjid Agung Al-Ittihad dan Masjid Raya Al-A'zhom.

Jika tujuannya mau berwisata belanja, hiburan, dan kulineran di Bintaro Xchange Mall, traveler tinggal turun di Stasiun Jurangmangu lanjut jalan kaki.

Bila mau ke Living World & Broadway Alam Sutera, turunnya bisa di Stasiun Rawa Buntu ataupun Stasiun Serpong. Tapi bila ingin berwisata pameran, kulineran, hiburan ataupun belanja ke ICE BSD, turunnya di Stasiun Cisauk.

Nah, kalau tujuannya ke Stasiun Rangkasbitung, traveler bisa berwisata ke Alun-alun Rangkasbitung, Masjid Agung Al-Araaf, Museum Multatuli, Water Toren Rangkasbitung, Perpustakaan Saidjah Adinda, tur bangunan tua dan bersejarah serta bersantai di Balong Ranca Lentah.


Pilihan lain kulineran ke Warung Nasi Ka. OYO Rangkasbitung, RM Ramayana, RM Parahyangan, dan atau ke area kuliner di Balong Ranca Lentah.

Kalau cuma mau ngopi plus ngemil antara lain ke Sudut Kota Coffee & Space, Senapati Coffee and Space, Teras Lestari, Alaska Coffee & Eatery, Kopi Kawan Café Space, Kopisaé, Warkop99 Cafe & Space, Cikuda Lake Cafe, Tomoro Coffee, dan Debyz Coffee.

Bila traveler mau beli aneka oleh-oleh khas Lebak di Rangkasbitung antara lain di Toko Siang Malam di Jalan Multatuli.

Travel Tips
Berwisata keliling Jabodetabek-Rangtung dapat traveler lakukan sendiri (solo traveling), dengan kelompok kecil (small group) terdiri atas 2- 9 orang, maupun dalam big group (kelompok besar) atau rombongan di atas 10 orang.


Sebaiknya cek terlebih rute maupun stasiun kereta yang akan dituju apakah dilewati KRL atau tidak karena sesuatu hal. Ceknya bisa lewat KRL Access ataupun website commuterline.id.

Jangan lupa, masing-masing membawa e-money atau KMT dengan jumlah saldo yang cukup supaya tidak repot isi ulang di stasiun.

Untuk menghindari penumpang KRL yang terlalu padat, sebaiknya jangan berangkat atau pulang saat rush hour (jam sibuk). Usahakan berangkat diluar jam kerja (pagi 06.00–09.00 dan sore 16.00–19.00).

Kenakan pakaian/sandal/sepatu yang nyaman dan santun khsusnya bila ingin sekaligus berwisata religi untuk menuniakan salat berjemaah di masjid.

Pakailah topi untuk menghalau terik matahari. Sediakan pula payung atau jas hujan untuk antisipasi hujan, tikar/sajadah dan handuk traveling serta kamera/HP untuk dokumentasi.

Bawa makanan dan minuman ringan secukupnya. Usahakan kulinerannya di lokasi tujuan wisata agar bisa ikut menambah pendapatan para pelaku usaha kuliner setempat.

Kalau objek wisatanya dekat sekali dengan stasiun (hanya sekitar 100 meter sampai dengan sekitar 1 Km, cukup berjalan kaki. Tapi bila agak jauh di atas 1,5 Km, bisa sambung dengan bus Transjakarta dan atau JakLingko. Bisa juga traveler menggunakan transportasi online baik motor ataupun mobil, disesuikan dengan jumlah pesertanya.


Bila membawa buah hati, anak didik yang masih pelajar SD-SMP, sebaiknya pilih objek wisata yang punya muatan edukasi seperti belajar seni budaya wayang di Sanggar Seni Wayang Ajen.

Selamat berwisata keliling Jabodetabek serta Rangtung dengan KRL, moda transportasi massal yang praktis, cepat, murah, dan menyenangkan.

Enjoy trip with KRL🙏.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Naik KRL pilihan tepat berwisata tipis-tipis ke Jabodetabek dan Rangtung.
2. Video lokasi city light Jakarta dari JPO Phinis, Karet.
3. Wisata religi dan kuliner ke Masjid Istiqlal Jakarta turun di Stasiun Juanda tinggal jalan kaki.
4. Ke TMII naik KRL turun di Stasiun Cawang lanjut naik bus Transjakarta tujuan TMII.
5. Bila ingin berkegiatan seni budaya di Sanggar Seni Wayang Ajen, traveler bisa naik KRL turun di Stasiun Bekasi Timur lanjut tranportasi online. (foto: dok/sanggar seni wayang ajen)
6. Mau ke Bundaran HI naik KRL turun Staisun BNI lanjut naik bus Transjakarta.
7. Ingin kulineran di Warung Nasi Ka. Oyo, naik KRL turun di Stasiun Rangkasbitung tinggal jalan kali sekitar 50 meter.
8. Berwisata keliling Jabodetabek & Rangtung indahkan travel tips yang ada dalam tulisan ini biar menyenangkan.
9. Mengajak buah hati ataupun anak didik yang masih pelajar SD-SMP belajar seni budaya di Sanggar Seni Wayang Ajen. (foto: dok/sanggar seni wayang ajen)

Read more...

Kamis, 30 April 2026

Synchronize Fest 2026 Line Up Fase 1: Hindia, Indra Lesmana, dan Mahalini Ada di Dalamnya


Synchronize Fest siap kembali mengguncang pada 16, 17, dan 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Perayaan akbar musik Indonesia yang penuh energi, warna, dan semangat lintas generasi siap menghadirkan momen kolaboratif yang tak terduga, nostalgia yang hangat, hingga gebrakan baru yang segar.

Di edisi ke-11 penyelenggara kali ini Synchronize Fest membawa lagi semangat “it’s not just a festival, it’s a movement” serasa kita memulai segala sesuatunya dari awal.

Para penampil yang dipastikan memberikan pertunjukan terbaiknya di Synchronize Fest 2026 antara lain Alkateri: Expanded Session; AntiNRML (Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie); Basajan; dan Habibi Funk.


Berikutnya Hindia; Indonesian Girl Group: Chibi Chibi, Ex-Blink (Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia), G String, Super Girlies, 7Icons;  dan Indra Lesmana "Little Things from The Heart" Feat. Eva Celia, Teza 
Sumendra, Monita Tahalea, Michael Jakarimilena, and Llw (Barry  Likumahuwa, Rafi Muhammad, Kyriz Boogieman, Andre Dinuth).

Selanjutnya Mardial & Friends (A. Nayaka, Dzulfahmi, Laze, Obyrins, Ramengvrl, Riski Inrahim, Yacko); Perunggu; Poris Vault Gang: Punk Sejak Dini Bersama Sakinah Mawaddah Warahmah dan Sukses Lancar Rejeki didampingi oleh Sukatani.; dan Reality Club X Phum Viphurit.

Berikutnya Rizky Febian & Mahalini; Satelit (Rrag, Starrducc, Telly Blue, The Basement Dry); Seringai, Sigmun; dan The Panturas.


Synchronize Fest
merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang mengundang puluhan ribu audience untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung selama tiga hari, tiga malam, menikmati suguhan 100-an pertunjukan terkurasi dari artis-artis terfavorit dan terbaik tanah air yang datang dari dekade ’60-an, ’70-an, ’80-an, ’90-an hingga 2000-an.

Ditahun 2026 akan merayakan edisi ke-11 penyelenggaan acaranya yang berlangsung pada 16, 17, 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta.

Tiket Synchronize Fest 2026 bisa didapatkan melalui website www.synchronizefestival.com mulai dari Rp. 550.000 untuk kategori Presale - 3 DayPass.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Sumber & foto: siaran pers Synchronize Fest 2026

Captions:
1. Synchronize Fest 2026 Line Up Fase 1.
2. Hindia, salah satu yang masuk dalam Line Up Fase 1.
3. Harga tiket Synchronize Fest 2026.





Read more...

Selasa, 28 April 2026

Enam Keuntungan Ikut Senior Happy Run 5K 2026 yang Digelar Penspar


Anda laki-laki ataupun perempuan berusia 50 tahun ke atas dan ingin ikut kegiatan olah raga lari yang menyenangkan sekaligus menguntungkan? Jawabannya adalah Senior Happy Run 5K 2026 yang digelar oleh Penspar dan akan berlangsung di Jakarta pada 12 Juli mendatang. Apa itu Penspar dan apa saja keuntungan mengikuti Senior Happy Run 5K pertama ini?

Penspar adalah singkatan dari Pensiunan Pariwisata yakni sebuah Paguyuban Pensiunan Kementerian Pariwisata.

Berdasarkan hasil acara peluncuran dan konferensi pers Senior Happy Run 5K 2026 di Lobby Lt. 2 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Selasa (28/4) yang diadakan Penspar, sekurangnya ada enam keuntungan yang bakal didapat setiap orang lanjut usia (lansia) bila mengikuti kegiatan olahraga lari yang mengusung tema "Run for Health & Happiness” ini.


Keuntungan pertama, menurut 
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Prof. Sapta Nirwandar sekaligus penggagas Senior Happy Run 5K 2026, kegiatan berkonsep sport tourism for seniors ini memang dirancang khusus bagi peserta usia 50 tahun ke atas sebagai wadah kebersamaan, interaksi sosial sekaligus sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang sejalan dengan pengembangan pariwisata berbasis kesehatan dan kebahagiaan.

"Keuntungan mengikuti Senior Happy Run 5K 2026, pesertanya dapat berjalan dan berlari dengan santai, nyaman, dan tentunya ramah untuk lansia karena mengedepankan aspek keamanan, kesehatan, kebersamaan, dan kebahagiaan dengan titik start dan finish di halaman Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta," terang Prof. Sapta Nirwandar yang tak lain dewan pembina Penspar.


Keuntungan kedua, selain bisa mengikuti aktivitas utama Happy Run 5K, lanjut Prof. Sapta Nirwandar, di Senior Happy Run 5K 2026, pesertanya bisa mengikuti team challenge-your team, your journey yang mendorong kolaborasi serta pengalaman menyenangkan.

Berikutnya atau keuntungan yang ketiga, dengan mengikuti Senior Happy Run 5K 2026, peserta dengan timnya bisa mempresentasikan destinasi pariwisata, subsektor ekonomi kreatif, dan atau menampilkan kekayaan budaya Indonesia secara santai dan menyenangkan.

Keuntungan keempat, peserta dengan timnya berkesempatan memenangkan kategori best time time dan mendapatkan penghargaan, social media challenge, dan atau kategori best performance untuk tim dengan kostum paling kreatif.


Daftar & Door Prize
Sedangkan keuntungan kelima, menurut Oni Yulfian selaku ketua pelaksana Senior Happy Run 5K 2026, buat yang ingin mengikuti kegiatan pertama Penspar yang berkolaborasi dengan Kemenpar, Kementerian Ekonomi Kreatif (KemEkraf), komunitas/perkumpulan pensiun Lantip (Lansia Aktif Peduli) Indonesia, sejumlah sponsor, dan mitra ini cukup dengan mendaftarkan diri lewat seniorhappyrun.com atau scan barcode acara tersebut yang tersedia di beberapa bahan promosi dengan biaya pendaftaran yang terbilang murah.

"Harga normal pendaftarannya cuma Rp 200 ribu per orang mulai hari ini tanggal 28 April sampai 6 Juni 2026. Kalau mau murah lagi mendaftar early bird yang berlaku 28 April sampai 12 Mei, biaya pendaftarannya menjadi Rp 175 ribu per orang," terang Oni.


Terakhir atau keuntungan yang keenam, bila ikut Senior Happy Run 5K 2026, sambung Oni selain mendapat kaos lari jersey yang menarik, E-BIB, dan medali, juga berkesempatan mendapatkan door prize antara lain paket wisata ke Bali dan Jogja.

Dukungan & Harapan

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Masruroh atau lebih dikenal sebagai Iyung mengatakan Kemenpar mendukung Senior Happy Run 5K 2026 karena juga merupakan sport tourism event yang memang sedang digalakkan oleh Kemenpar. Selain itu selaras dengan pengembangan pariwisata yang bukan hanya berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi pun masyarakat.


"Kami berharap Senior Happy Run 5K perdana ini bisa terus bergulir dan nantinya semakin besar," ungkap Iyung.

Ketua Harian sekaligus Wakil Ketua Umum Lantip Indonesia, Sumantoro Radjiman berharap acara Senior Happy Run 5K 2026 ini berlangsung sukses dan menjadi kalender nasional lomba lari lansia Indonesia.

"Saya juga berharap kegiatan Senior Happy Run 5K 2026 ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi lansia Indonesia," terangnya.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Peluncuran dan konferensi pers Senior Happy Run 5K 2026 yang digelar paguyuban Pensiunan Pariwisata (Penspar) di Lobby lantai 2 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (28/4).
2. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Prof. Sapta Nirwandar sekaligus penggagas Senior Happy Run 5K 2026 menjelaskan kepada TravelPlus Indonesia tujuan dan keuntungan mengikuti sport tourism for seniors tersebut.
3. Video Prof. Sapta Nirwandar selaku dewan pembina Paguyuban Pensiunan Kementerian Pariwisata (Penspar) meluncurkan secara resmi Senior Happy Run 5K 2026.
4. Oni Yulfian selaku ketua pelaksana Senior Happy Run 5K 2026 menjelaskan cara dan biaya pendaftaran mengikut kegiatan olah raga lari untuk lansia di atas 50 tahun tersebut.
5. Video Prof. Sapta Nirwandar bersama dengan pengurus dan anggota komunitas pensiunan Latip Indonesia usai konferensi pers Senior Happy Run 5K 2026.
6. Start, rute, dan finish "Senior Happy Run 5K 2026".




Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP