10 Pertanyaan Pendakian Puncak Sejati Kelud, Nomor Satu Apakah Wajib Guide?
Sebelumnya memang link setiap tulisan dan konten video tersebut saya kirim ke belasan WAG pendaki gunung dan pecinta alam di Jabodetabek sampai berbagai kota/kab. di Jawa. Bahkan saya bagikan pula lewat WA japri ke orang-orang KemenHut, KemenLH, KemenPar, dan KemenEkraf yang masih aktif maupun yang sudah purnatugas.
Selain itu juga saya kirim setip link-nya ke beberapa rekan lama yang tinggal di Aceh, Lampung, Sulawesi, dan provinsi lainnya.
Tujuannya satu, supaya ragam informasi terkait pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang tersiar luas.
Dari 25 pertanyaan yang mereka (pembaca setia TravelPlus Indonesia dan warganet) sampaikan ke saya via WA japri maupun DM medsos, kemudian saya saring menjadi 10 pertanyaan terbaik yakni:
Pertanyaan yang pertama berbunyi: Apakah ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jaim) itu wajib menggunakan guide atau pemandu?
Kedua, siapa yang menjadi guide-nya dan bagaimana cara mendapatkan dan menghubunginya? Ketiga, berapa biaya guide ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang?
Pertanyaan keempat, apakah aman ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang buat pendaki yang sebelumnya tidak pernah sama sekali melakukan panjat dan atau turun tebing?
Kelima, kalau tidak berani/tidak mau ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang apakah bisa ke puncak lainnya dan tetap mendapatkan view yang indah?
Keenam, lebih baik tektok atau nge-camp kalau mau ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang?
Pertanyaan ketujuh, apakah di basecamp (BC) pendakian Gunung Kelud via Ngantang yang bernama Omah Tepoes tersedia paket open trip (OT) dan private trip (PT) baik tektok maupun nge-camp?
Kedelapan, Om bisa spill latihan fisik yang tepat supaya lancar melakukan panjat dan atau turun tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang?
Kesembilan, sebaiknya ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang musim panas atau hujan?
Dan yang terakhir atau pertanyaan ke-10 berbunyi: Naik transum (transportasi umum) apa yang paling dekat/praktis buat pendaki dari Jakarta ke BC pendakian Gunung Kelud via Ngantang?
Lewat tulisan ketiga ini saya mencoba menjawabnya ditambah dengan konten video keenam yang segera tayang setelah tulisan ini.
Melalui tulisan ini, saya informasikan sekaligus tegaskan kembali bahwa pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang di Kab. Malang, Jatim memang wajib menggunakan guide, tepatnya pemandu gunung spesial panjat tebing bukan pemandu gunung biasa atau non rockclimbing.
Kewajiban seperti itu boleh dibilang sama dengan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru yang juga mengharuskan pendakinya menggunakan guide.
Tapi kalau pendakian Anda tidak untuk sampai ke Puncak Sejati Gunung Kelud atau dengan kata lain hanya sampai di Pasir Ombo/Sunrise Camp dan Puncak Kawah, Anda bisa melakukannya secara mandiri alias tanpa guide baik untuk pendakian nge-camp ataupun tektok.
Nama pemandunya antara lain Yanu Saputra yang berusia 20-an tahun dan biasanya bertugas sebagai leader. Satunya lagi Slamet yang usianya kini masuk separuh abad (50 tahun), yang bertugas sebagai belayer.
Keduanya pula yang menjadi pemandu saya dan 7 pendaki lain ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang secara tektok baru-baru ini atau beberapa hari sebelum perayaan 17 Agustus-an. Berdasarkan amatan saya, meskipun beda generasi, keduanya boleh dibilang guide rock climbing yang dapat diandalkan.
Kedua pemandu tersebut, terutama Yanu juga akan menjadi pemeran utama dalam konten video ke-6 saya terkait pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang.
Untuk mengetahui berapa biaya dan cara menghubungi guide-nya, bisa Anda lihat foto banner standing yang tersaji di tulisan ketiga saya ini maupun di konten video ke-6. Jawaban ini juga berlaku untuk pertanyaan nomor 7. Cara lain, bisa juga menghubungi saya WA japri, nanti saya kasih nomor kontak/WA guide-nya.
Jawaban ke-4, aman karena dipandu guide panjat tebing berpengalaman, menggunakan peralatan panjat tebing yang memadai antara lain karabiner, ascender, descender, harness, tali panjat karmantle, tali prusik, tali webbing, dan helm panjat serta teknik memanjat yang aman sekaligus cepat.
Selain itu sebelum melakukan rock climbing, scrimbling maupun rappeling, Yanu sebagai pemandunya tak lupa memberi contoh dan penjelasan bagamana cara memanjat maupun menuruni tebing yang benar kepada setiap pendaki.
Kalau tidak mau ke Puncak Sejati dengan berbagai alasan seperti takut, sakit, dan atau belum siap mental, cukup sampai ke Pasir Ombo/Sunrise Camp dan Puncak Kawah saja. Dari sini juga sudah mendapatkan view indah. Tapi alangkah baiknya, sampai ke Puncak biar pendakiannya komplet.
Buat pendaki pemula dan atau pendaki berusia senja (50 tahun ke atas) yang kondisi fisiknya kurang prima, saya sarankan memilih pendakian ke Puncak Sejatinya Gunung Kelud via Ngantang secara nge-camp alias camping semalam daripada tektok alias one day trip (ODT) atau tidak camping. Kenapa? Karena meskipun ketinggian Puncak Sejati -nya tak sampai 2.000 Mdpl tepatnya 1.731 Mdpl namun kondisi trek jalur pendakian (japen)-nya terbilang berpredikat "pedes" (baca: menantang, terjal, sulit, menguras fisik, memacu adrenalin, dan cukup melelahkan).
Tapi kalau kondisi fisik dan mental "ok" (siap tempur), boleh saja melakukannya secara tektok.
Untuk menghemat waktu dan tenaga supaya tidak terlalu melelahkan, saya sarankan sebaiknya menggunakan jasa ojek gunung warga lokal dari BC Omah Tepoes ke Pos 1 pergi pulang atau antar jemput, dengan ongkos Rp 100 ribu per orang.
Latihan fisik yang pas sebelum melakukan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang antara lain jalan santai dan joging di trek alami yang berkontur naik turun mininal seminggu 2 kali dan renang juga seminggu 2 kali.
Lantaran harus melakukan panjat tebing, sebaiknya juga melatih kekuatan dan otot dengan pull-up, push up, plank, dan squat serta latihan daya tahan dan fleksibilitas antara lainl stretching dan kardio ringan.
Kalau boleh saya sarankan lagi, sebaiknya ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang pada musim panas seperti Agustus ini. Meskipun agak gersang dan di beberapa titik treknya berdebu tapi kemunginan besar akan mendapatkan cuaca bersahabat alias cerah sehingga bila beruntung bakal mendapatkan pula suguhan matahari terbit (sunrise), lautan awan (sea of clouds), dan air terjun awan (cloud waterfall).
Untuk jawaban pertanyaan ke-10, sudah secara detail saya jelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul: "Panduan Transum ke BC Pendakian Gunung Kelud via Ngantang dari Jakarta".
Kalau saya sendiri memilih berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta ke Stasiun Wlingi Blitar dengan KA Matarmaja. Selanjutnya naik ojol Go-Jek dengan tarif hampir Rp 70 ribu ke BC Omah Tepoes.
Pulangnya, dari BC Omah Tepoes ke Stasiun Wlingi naik ojek warga lokal dengan ongkos Rp 100 ribu. Selanjutnya naik kereta commuter line Panataran menuju Stasiun Blitar pukul 9 pagi pesan lewat KAI Access. Dari Stasiun Blitar naik KA Brantas ke Stasiun Pasar Senen, pesan tiketnya juga via aplikasi yang sama.
Demikian isi seluruh jawaban saya, semoga bermanfaat. Semoga yang gelap jadi terang, yang awam jadi paham, dan semoga jadi semakin tertarik menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang 🙏.
Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180.
1. Saya, journalist TravelPlus Indonesia & content creator @adjitropis yang tak muda lagi (usia sudah di atas 50 tahun) saat rappeling (turun tebing) dari kawasan puncak Gunung Kelud via Ngantang. (foto: dok. Yanu)
2. Tulisan pertama saya tentang keistimewaan pendakian Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang di website TravelPlus Indonesia.
3. Slamet, salah satu pemadu panjat tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang bertugas sebagai belayer.
4. Plang informasi fasilitas yang ada di Omah Tepoes, basecamp (BC) pendakian Gunung Kelud via Ngantang.
5. Saya & 7 pendaki berhasil menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang dipandu guide rock climbing Slamet & Yanu. (foto: dok. rekan pendaki)
6. Yanu, salah satu pemadu panjat tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang bertugas sebagai leader.
7. Banner standing yang memuat informasi nomor kontak/WA pemandu/porter/pendakian tektok maupun nge-camp, sewa peralatan, dan lainnya.
8. View di Pasir Ombo/Sunrise Camp & Puncak Kawah yang menjadi titik awal sebelum melakukan panjat tebing ke Puncak Sejatinya Kelud dan puncak-puncak lainnya.
9. Trek pendakian Pasir Ombo/Sunrise Camp & Puncak Kawah nampak dari kawasan puncak Gunung Kelud via Ngantang.
10. Tulisan kedua saya tentang panduan transum ke BC Omah Tepoes di website TravelPlus Indonesia.
11. Kursi ekonomi new generation di dalam kereta api Matarmaja yang mengantarkan saya dari Stasiun Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Wlingi (Blitar).














































