. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 20 Juli 2026

20 Fakta Grojogoan Sewu, Nomor Satu Masih Diminati Wisman


Grojogan Sewu masih diminati wisatawan mancanagra (wisman). Buktinya air terjun yang berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini, dikunjungi sejumlah turis asing baru-baru ini.

Amatan TravelPlus Indonesia yang datang ke Grojogan Sewu pada Senin (13/7/26) pagi atau bertepatan dengan hari pertama siswa-siswi atau pelajar kembali masuk sekolah usai liburan, sekurangnya ada tiga kelompok keluarga wisman yang datang ke air terjun Grojogan Sewu.

Kelompok keluarga wisman yang pertama, datang pada pukul 9.00 WIB pagi berjumlah 5 orang terdiri atas suami-istri dan dua pemuda serta satu remaja putri. Mereka naik satu mobil travel dengan seorang tour guide (pemandu wisata).


Di perjalanan menuju Grogogan Sewu, sang ayah yang mengenakan kaos abu-abu berlengan pendek dan celana pendek serta putra pertamanya yang sudah dewasa berkaos warna putih lengan panjang asyik mengabadikan beberapa spot-spot menarik seperti pohon yang akar-akarnya menempel di bongkahan batu besar.

Keduanya juga mengabadikan monyet ekor panjang yang mendekat. Setibanya di Grojogan Sewu mereka terlihat takjub lalu mengabadikan pesonanya.

Puas mengambil gambar dan video, keluarga wisman pertama meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, datang kelompok keluarga wisman yang kedua sebanyak 4 orang, terdiri atas ayah-ibu dan 2 putri remaja. Mereka pun nampak terpesona melihat air terjun setinggi 81 meter ini.


Di sana, selain mereka ada 2 pasang wisatawan nusantara (wisnus). Pasangan pertama suami istri yang menginap di salah satu penginapan yang berjarak sekitar 100-an meter dari gerbang pertama bertuliskan "Selamat Datang di TWA Grogogan Sewu  Tawangmangu". Sedangkan pasangan yang kedua, wisnus masih berstatus pacaran.

Kelompok keluarga wisman yang ketiga berjumlah 6 orang ditambah seorang pemandu wisata yang TravelPlus Indonesia temui di depan gerbang kedua atau dekat dengan loket pembelian tiket masuk, sekitar pukul 10.30 WIB.

Berdasarkan data di atas, membuktikan kalau Grojogan Sewu masih diminati wisman sekalipun bermunculan objek-objek wisata lain di Tawangmangu dan sekitarnya.


Dari data di atas juga membuktikan kalau wisman lebih senang berkunjung ke Grojogan Sewu diluar masa libur sekolah dan diluar akhir pekan serta masih pagi hari untuk mendapatkan suasana alam yang masih sepi dan segar.

Data di atas juga merupakan fakta pertama dari 20 fakta yang TravelPlus Indonesia temukan langsung ditambah data dari berbagai sumber. Masih ada sederet fakta menarik lainnya terkait Grojogan Sewu.

Fakta kedua, loket Grojogan Sewu dibuka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB pagi.


Fakta ketiga, harga tiket masuk (HTM) Grojogan Sewu untuk wisnus
Rp27.000 per orang untuk hari biasa (weekdays) dan Rp29.500 per orang untuk akhir pekan/hari libur (weekend). Sedangkan untuk Rp125.000 per orang baik hari biasa maupun akhir pekan/hari libur.

Berikutnya atau fakta yang keempat, di dekat loket terdapat plang informasi Denah Grojogan Sewu berwarna hijau dan plang hijau tua dengan tulisan putih tentang sederet Informasi Umum Kawasan antara lain status luas Grojogan Sewu 64,30 Ha mencakup Kelurahan Kalisoro dan Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Fakta kelima, air terjun Grojogan Sewu berstatus Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Kementerian Kehutanan RI.


Fakta keenam, suasana TWA Grojogan Sewu rindang dan ijo royo-royo karena masih banyak pepohonan besar antara lain pinus, damar, kaliandra, puspa, dan suryan. Sedangkan fauna yang bisa pengunjung lihat di sana antara lain kera ekor panjang, tupai, dan bermacam jenis burung.

Fakta ketujuh, selain itu juga terdapat plang imbauan bercat hijau dengan tiga poin imbauan dengan tulisan bercat putih yakni poin pertama, jalan menuju air terjun Grojogan Sewu berupa anak tangga turun naik berjumlah 1.250 undakan; poin kedua, penggunjung yang sudah lanjut usia, memiliki penyakit bawaan seperti asma, lemah jantung atau penyakit lainnya yang tidak memungkinkan menempuh jalan nain turun, dimohon waspada; dan poin imbauan yang ketiga, pengunjung yang tidak mampu naik tangga untuk kembali ke atas, dapat memanfaatkan jasa tandu berbayar yang berada di lokasi air terjun.


Selanjutnya atau fakta yang kedelapan, setelah loket dan pintu masuk ada plang kayu bercat hijau tua dengan dua poin yakni poin larangan membawa senapan angin, berburu, membawa senjata tajam, senjata api, minum-minuman keras, corat-coret, duduk/berhenti di jalan, dan larangan membuang sampah di sembarang tempat. Sedangkan isi imbauannya makanan/buah-buahan yang akan dibawa masuk, harap dibungkus/dimasukkan di dalam tas karena banyak kera/monyet ekor panjang.

Fakta kesembilan, fasilitas yang tersedia di TWA Grojogan Sewu antara lain kolam renang, beberapa gazebo/tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cendera mata, musala, MCK, dan sejumlah tempat sampah.


Fakta ke-10, amatan TravelPlus Indonesia pada hari itu kondisi sepanjang jalan berundak naik turun sampai lokasi air terjun nampak bersih, tidak ada sampah yang berserakan termasuk di gazebo dan fasilitas lainnya sehingga suasananya semakin semakin sedap dipandang mata.

Panduan Transum
Fakta ke-11, lantaran berada dekat dengan perbatasan dua provinsi yakni Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), membuat TWA Grojogan Sewu dapat dicapai dari 2 kota di dua provinsi tersebut, yakni Solo (Jateng) atau Madiun (Jatim).

Berikutnya atau fakta yang ke-12, gerbang kedua sekaligus loket/pintu masuk Grojogan Sewu yang berada di Jl. Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berjarak sekitar 45 Km arah Timur, sedangkan dari Madiun 75 Km Barat daya.

Fakta ke-13, traveler yang biasa backpacker-an bisa mencapainya dengan menggunakan transportasi umum (transum) dari Terminal Tirtonadi Solo dengan bus ekonomi non AC sampai Terminal Tawangmangu Rp 20 ribu perorang pada hari biasa. Waktu tempuhnya sekita 2-3 jam tergantung kondisi lalu lintas. Selanjutnya naik ojek online ataupun ojek pangkalan dari Terminal Tawangmangu ke Grojogan Sewu sekitar Rp 15.000 per orang.


Panduan Inap
Fakta ke-14, kalau ingin menginap bisa mencari penginapan di sekitar Jalan Grojogan Sewu, Beji tepatnya di Kawasan Pondok Wisata I dan Kawasan Pondok Wisata II dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu-an per malam dengan kamar maindi air dingin. Kalau kamarnya sudah berfasilitas air hangat, biasanya tarifnya di atas itu.

Fakta ke-15, pilihan akomodasi di Kawasan Pondok Wisata I antara lain Pondok Wisata Anita, Vila Wahyu Abadi, Penginapan Kartika Sari, Homestay Samara, Pondok Wisata Sidomulyo, Penginapan Damar, Penginapan Sari Handayani, Penginapan Tri Tunggal, Wisma Giri Mulyo A, dan Wisma Giri Mulyo B. TravelPlus Indonesia hari itu memilih Wisma Giri Mulyo B karena sudah. berfasilitas air panas dan memiliki roof top buat bersantai sambil menikmati pemandangan berlatar Gunung Lawu.

Bila memilih penginapan di tepi jalan raya antara lain Penginapan Lumayan dekat dengan kuliner Tahu Kupat Podo Moro dan Soto Beji Bu Zain.


Kalau di Kawasan Pondok Wisata ll,  pilihannya antara lain Wisma Indah Palace, Villa Lestari, Hotel Mandaulin, Losmen & Vila Lumayan, Hotel & Aula Wahyu Sari, Penginapan Widodo Mulyo, dan Homestay Argo Joyo Syariah yang menurut pemiliknya merupakan satu-satunya penginapan di kawasan ini yang berkonsep syariah artinya tamu berpasangan yang menunjukkan buku nikah yang boleh menginap di penginapan yang berada persis di seberang gerbang pertama TWA Grojogan Sewu.

Selanjutnya atau fakta yang ke-16, kalau mau menunaikan kewajiban sebagai muslim salat lima waktu, selain di musala yang ada di dalam TWA Grojogan Sewu saat berkunjung, bisa juga di kamar penginapan atau di masjid terdekat untuk salat Jumat antara lain Masjid Hidaytul Akbar yang berjarak sekitar 100 meter dari Jalan Grojogan Sewu, Beji, Kawasan Pondok Wisata I.

Fakta ke-17, dari penginapan yang dipilih di dua kawasan pondok wisata tersebut, bisa jalan kaki menuju gerbang/loket Grojogan Sewu. Sebaiknya pagi hari karena selain lebih segar pun pengunjungnya belum terlalu ramai.

Fakta ke-18, aktivitas wisata yang bisa traveler lakukan di TWA Grojogan Sewu bukan hanya melihat, mengabadikan Grojogan Sewu serta berfoto berlatar air terjun tersebut pun duduk santai di aliran sungai (bukan di tumpahan air terjun karena tidak diperbolehkan/dilarang mengingat tumpahan airnya sangat besar dan bisa kemungkinan kena jatuhan bebatuan tebing). Kalau tidak membawa kamera ataupun HP bisa memanfaatkan jasa tukang foto langsung jadi dengan tarif foto 20R Rp25.000 dan 4R Rp10.000 di dekat lokasi air terjun.

Selain itu bisa berenang di kolam renang, kulineran aneka minuman ringan, sate kelinci bumbu kuah kacang plus lontong/nasi, dan lainnya. Selanjutnya mengabadikan monyet ekor panjang namun jangan terlalu dekat dan beristirahat sejenak di gazebo.


Fakta ke-19, usai menikmati ragam pesona Grojogan Sewu dan traveler masih ingin melanjutkan kunjungan wisata lain yang ada di Tawamangu dan sekitarnya pilihannya antara lain mendaki Bukit Mongkrang (2.194 Mdpl); mendaki Gunung Lawu ((3.265 Mdpl) via Cetho, Cemoro Kandang ataupun Cemoro Sewu; wisata petik stroberi sendiri, dan atau berkemah di
Bumi Perkemahan Pleseran yang terletak di Jalan Candi Menggung Nglurah, Area Hutan, Kecamatan Tawangmangu dengan membeli paket camping-nya. Di Buper Pleseran, traveler juga bisa bermain air dan berenang tipis-tipis di Telaga Asmoro-nya.

Mitos
Terakhir atau fakta yang ke-20, percaya atau tidak di Grojogan Sewu juga memiliki sebuah mitos yang berkembang dari warga setempat. Konon mitosnya bagi sepasang kekasih yang belum menikah berani melintasi jembatan di depan air terjun, maka hubungannya akan putus alias tidak sampai ke jenjang pernikahan.

Itulah 20 fakta yang TravelPlus Indonesia rangkum dari hasil kunjungan dan amatan langsung ke TWA Grojogan Sewu, sehari setelah mengikuti sekaligus meliput kegiatan bertajuk "Pendakian for Palestine" (PfP) yang digelar Solo Peace Convoy (SPC) di Bukit Mongkrang.

Semoga bermanfaat🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180


Captions
:
1. Kelompok keluarga wisatawan mancanegara (wisman) yang kedua tengah menikmati, melihat, dan tak lupa mengabadikan keindahan air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu pada Senin (13/7/26) pagi.
2. Kelompok keluarga wisman yang pertama datang tengah mengabadikan spot batu besar sebelum menuju lokasi air terjun Grojogan Sewu.
3. Kelompok keluarga wisman yang ketiga saat tiba di depan loket/pintu masuk TWA Grojogan Sewu.
4. Kondisi jalan menuju lokasi air terjun bersih dan teduh oleh rindangnya pepohonan.
5. TravelPlus Indonesia di gerbang kedua dekat loket/pintu masuk TWA Grojogan Sewu.
6. Salah satu gazebu atau tempat beristirahat sejenak bila pengunjung kelelahan meniti undakan turun (dari pintu masuk ke lokasi air terjun) dan naik (ke pintu keluar/loket).
7. Gerbang selamat datang di TWA Grogogan Sewu yang pertama di tepi Jalan Grojogan Sewu.
8. Plang ucapan selamat kepada pengunjung karena sudah berhasil.
meniti 1.250 anak tangga turun dan naik.
9. Gerbang Kawasan Pondok Wisata I di Jalan Grojogan Sewu, Beji, Tawangmangu.
10. Gerbang Kawasan Pondok Wisata II di Jalan Grojogan Sewu, Beji, Tawangmangu.
11. Berkemah di Bumi Perkemahan Pleseran usai dari Grojogan Sewu. Pilihan lain mendaki Bukit Mongkrang ataupun Gunung Lawu, wisata petik stroberi sendiri, wisata kuliner di kafe-kafe dengan roof top keren di sepenjanh jalan Tawangmangu, dan lainnya.
12. TravelPlus Indonesia berkunjung lagi ke TWA Grojogan Sewu, sehari setelah mengikuti sekaligus meliput kegiatan "Pendakian for Palestine" (PfP) yang digelar Solo Peace Convoy (SPC) di Bukit Mongkrang. (foto: dok.pengunjung)






Read more...

Rabu, 15 Juli 2026

Menikmati Pendakian Bukit Mongkrang kala Kemarau, Ini 15 Kiatnya


Saat musim kemarau seperti sekarang, pendakian
Bukit Mongkrang yang berketinggian 2.194 Mdpl punya tantangan tersendiri yakni debu yang berterbangan dan terik matahari yang menikam di siang hari serta dingin yang cukup menggigit di malam dan dini hari. Lalu bagaimana kiat menikmati pendakian gunung yang berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini?

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman TravelPlus Indonesia mendaki gunung yang mendapat julukan anaknya Gunung Lawu ini, sekurangnya ada 15 kiat untuk menikmati pendakian Bukit Mongkrang yang kerap disapa singkat "BuMo" ini kala kemarau.


Kiat yang pertama, setiap pendaki wajib mengindahkan peraturan pendakian BuMo antara lain melewati jalur pendakian resmi yang sudah ada saat naik maupun turun, membawa turun kembali sampah logistik yang dibawa, tidak membawa tisu basah/alat musik/miras dan narkoba, tidak membuat api unggun di sembarang tenpat, dan tidak melakukan vandalisme.

Kiat kedua, bila memiliki riwayat penyakit jantung, asma, dan hipertensi, sebaiknya tidak melakukan pendakian.


Kiat ketiga, kalau berencana melakukan pendakian tektok sebaiknya berangkat selagi masih pagi setelah salat subuh dan sarapan, karena masih teduh dan terhindar dari terik matahari. Sebaiknya warming up tipis-tipis (perenggangan otot) terlebih dahulu dan tak lupa berdoa memohon keselamatan dan kelancaran sebelum memulai pendakian. Jangan lupa bawa bekal buat makan dan minum seperti beberapa makanan kecil ataupun nasi bungkus dengan lauknya yang bisa dibeli di warung/kedai di dekat BC.

Adapun jam operasional pendakian tektok sebagaimana tercantum di basecamp (BC) pendakian BuMo untuk weekend/hari libur mulai pukul 03.00- 15.00 WIB sedangkan weekday/hari kerja mulai 04.00 - 15.00 WIB.


Berikutnya atau kiat keempat, kalau tujuan pendakiannya nge-camp (berkemah semalam di camp area gunung ini), bisa berangkat selepas asar. Jam operasional pendakian camp untuk weekend/hari libur mulai pukul 03.00- 23.00 WIB sedangkan weekday/hari kerja mulai 04.00 - 22.00 WIB.

Kiat kelima, kalau nge-camp wajib membawa perlengkapan berkemah yang nyaman terutama tenda beserta lampu tenda, matras aluminium foil, sleeping bag, pakaian tidur yang kering, jaket tebal, kaos kaki, sarung tangan, bantal tiup, dan balaklava. Pilihlah lokasi nge-camp yang agak teduh oleh rindang pepohonan agar tidak mendapat terpaan langsung angin kencang.


Kiat keenam, kalau ingin masak saat nge-camp, ya bawa perlengkapan masak seperti kompor gas, gas portable, nesting, korek api, dan tentunya aneka logistik yang praktis untuk dimasak, tidak boros air dan gas.

Selanjutnya atau kiat yang ketujuh, saat mendaki maupun turun disarankan mengenakan masker/buff/slayer untuk menutup hidung dan mulut dari terpaan debu.

Kiat kedelapan, bila tak mau debu masuk ke dalam sepatu, saat mendaki maupun turun disarankan mengenakan gaiters atau penutup/pelindung sepatu. Bisa juga dipakai saat melakukan pendakian pada musim hujan supaya sepatu tidak terlalu kotor.


Kiat kesembilan, saat mendaki maupun turun disarankan mengenakan pakaian/kaos yang mudah menyerap keringat.

Indahkan Adab Mendaki
Berikutnya atau kiat yang ke-10, mengindahkan adab baik saat mendaki, antara lain ketika berpapasan dengan kelompok pendaki lain saling menyapa dan mendaki/menurun dengan langkah perlahan, jangan lari atau menghentak-hentakkan kaki ke trek berdebu karena debu bisa berterbangan dan menggangu pendaki lain.

Kiat ke-11, kalau ingin melakukan trail running, usahakan saat kondisi trek berdebu sepi atau tidak ada pendaki.


Kiat ke-12, selain menggapai puncaknya bisa sekaligus melakukan aksi bela Palestina dengan cara mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina di puncak secara bersama-sama seperti yang dilakukan Solo Peace Convoy (SPC) baru-baru ini (Ahad, 12/7/26) dengan menggelar kegiatan bertajuk "Pendakian for Palestine" (PfP) edisi ketiga yang diikuti 200 orang lebih. Untuk ini, sebaiknya Anda memberi tahu atau meminta izin ke pengelola kawasan atau petugas BC setempat.

Abadikan Spot Menarik
Selanjutnya atau kiat yang ke-13, mengabadikan spot-spot menarik mulai dari BC, sepanjang pendakian, sampai puncaknya antara lain spot gerbang "Selamat Datang di Jalur Pendakian Bukit Mongkrang" yang berada sebelum loket, plang "Peraturan Pendakian Bukit Mongkrang" setelah gerbang, plang "Peta Jalur Pendakian Bukit Mongkrang", plang tulisan "Start Pendakian Bukit Mongkrang", plang tulisan-tulisan menarik antara lain "Gak Usah Ngebut Puncak Takkan Kemana, yang Penting dapat Nomor WhatsAap", spot alami pohon besar, Puncak Candi, spot tulisan "Tunduk pada Pencipta, Bijak pada Alam Semesta, Baik pada Sesama", dan tentunya puncak utama BuMo yang berketinggian 2.194 Mdpl dengan latar belakang plang merah dan atau plang kayu.


Kiat ke-14, usai turun gunung dan bersih-bersih di toilet berbayar serta salat wajib di musala BC, Anda bisa membeli aneka makanan ataupun minuman di warung-warung/kedai di dekat BC seperti nasgor, mie rebus, mie goreng, pentol kuah, dan lainnya.

Pilihan lain Anda bisa membeli stroberi ataupun ikutan wisata petik stroberi sendiri buat ngemil di perjalanan dan atau buat oleh-oleh. Dengan menerapkan kiat ini, hitung-hitung Anda sudah turut membantu menambah pendapatan pedagang maupun petani yang notabene warga setempat.


Terakhir atau kiat yang ke-15, pilih hasil dokumentasi pendakian BuMo Anda yang terbaik, entah itu foto maupun video lalu racik menjadi konten yang menarik dan atau informatif kemudian unggah di ragam medsos Anda seperti IG, Tiktok, FB, dan YouTube.

Bisa juga Anda membuat tulisan tentang panduan perjalanan pendakian BuMo, bermacam tips pendakian, kegiatan positif yang Anda lakukan di sana, dan atau mengangkat daya tarik BuMo dari sudut lain untuk media online lalu disebarluaskan link tulisan tersebut ke sejumlah WAG terkait. Dengan melakukan kiat pamungkas ini, berarti Anda sudah turut mempromosikan BuMo sekaligus berkontribusi memajukan sektor pariwisata setempat.

Selamat mendaki BuMo di musim kemarau dengan tetap mengindahkan pendakian yang ramah lingkungan (pro konservasi alam) serta mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kebermanfaatan. Enjoy hiking🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Kondisi sepatu usai menuruni Bukit Mongkrang yang trek summit attack-nya penuh debu saat kemarau tanpa mengenakan gaiters.
2. Plang "Peraturan Pendakian Bukit Mongkrang " setelah gerbang.
3. Plang "Peta Jalur Pendakian Bukit Mongkrang".
4. Gerbang "Selamat Datang di Jalur Pendakian Bukit Mongkrang" yang berada sebelum loket. (foto: dok/rekan pendaki)
5. Plang "Start Pendakian Bukit Mongkrang". (foto: dok/rekan pendaki)
6. Spot tulisan "Tunduk pada Pencipta, Bijak pada Alam Semesta, Baik pada Sesama". (foto: dok/rekan pendaki)
7. Beberapa peserta "Pendakian for Palestine" (PfP) edisi ketiga yang digelar Solo Peace Convoy (SPC) baru-baru ini berfoto di depan plang Puncak Bukit Mongkrang 2.194 Mdpl dengan plang merah. (foto: dok/rekan pendaki)
8. Spot di Puncak Bukit Mongkrang 2.194 Mdpl dengan plang kayu. (foto: dok/rekan pendaki)
9. TravelPlus Indonesia di Puncak Bukit Mongkrang saat kemarau.

Read more...

Selasa, 14 Juli 2026

15 Fakta “Pendakian for Palestine” di Bukit Mongkrang

Read more...

Sabtu, 27 Juni 2026

Padi Reborn dan Mahalini Ramaikan Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta


Grup musik papan atas Indonesia Padi Reborn dan penyanyi jebolan Indonesia Idol yang belakangan ini kian berkilau kariernya Mahalini bakal meramaikan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang akan berlangsung di depan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Sabtu, 27 Juni 2026 malam ini.

Informasi itu tercantum dalam flyer yang diunggah akun resmi Pempeov DKI Jakarta @dkijakarta baru-baru ini.

Selain Padi Reborn dan Mahalini juga ada sederet penampil lain seperti Cici Faramida, Sania, Adrian Khalif, Moluccan Soul,.Pasming Based, Skaribu, Nadansa, dan Eshine.


Warga Jakarta dan wisatawan dari berbagai kota/kabupaten di luar Jakarta bahkan luar Jawa juga bakal dihibur dengan lighting show, video mapping, instalasi seni, instalasi pilah sampah, dan flying LED.

Acara yang sekaligus peluncuran Logo 5  Abad Jakarta dan disiarkan secara langsung oleh Transtv mulai pukul 19.30 - 21.00 ini dipandu oleh pembawa acara ternama Okky Lukman dan Desta.

Dalam rundown malam puncak perayaan  HUT ke-499 Jakarta yang juga diunggah Pemprov DKI Jakarta, Padi Reborn akan tampil diujung acara pada pukul 20.25 WIB sedangkan Mahalini tampil sebelumnya pukul 19.58 WIB.


Traveler yang ingin datang dan menyaksikan acara tersebut diimbau dalam kondisi sehat, memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman, menjaga kebersihan lokasi acara, membawa sendiri tas ramah lingkungan, datang naik transportasi umum antara lain bus Transjakarta yang hari ini cuma Rp 1 alias boleh dibilang gratis, dan menggunggah konten keseruan di IG lalu tag ke @dkijakarta.

Traveler juga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, membawa air minum dalam kemasan sekali pakai, membawa senjata tajam dan obat-obatan terlarang, membawa hewan peliharaan, melakukan vandalisme, menyerukan ujaran kebencian/yang berhubungan dengan politik/kampanye maupun SARA, dan menerbangkan drone tanpa izin.


Selamat menikmati kemeriahan malam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta. Enjoy show.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Lokasi acara malam puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta di depan Bundaran HI.
2. Flyer pengisi acara (screenshot dariv@dkijakarta)
3. Rundown acara (screenshot dariv@dkijakarta)
4. TravelPlus Indonesia saat memantau lokasi acara Sabtu siang tadi.




Read more...

Jumat, 26 Juni 2026

10 Kiat Menikmati Ragunan Zoo saat Gratis Akhir Pekan Ini


Taman Margasatwa Ragunan atau Ragunan Zoo kembali tidak memungut tiket masuk alias gratis akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (27 dan 28 Juni 2026) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun HUT ke-499 Jakarta. Sebelumnya pada Senin (22 Juni 2026) pun gratis.

Berdasarkan kunjungan TravelPlus Indonesia ke kebun binatang satu-satunya di Jakarta yang berada di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) ini saat gratis pada Senin lalu, ada sekurangnya sepuluh (10) kiat yang dapat traveler indahkan jika ingin menikmati Ragunan Zoo akhir pekan ini.

Kiat pertama, waktu keberangkatan sebaiknya pagi, usahakan tiba di Ragunan Zoo sekitar pukul 6 atau 7 pagi. Kenapa? Karena selain masih sepi pun udaranya masih terasa sejuk.


Kiat kedua, moda transportasi yang digunakan untuk sampai ke Ragunan Zoo sebaiknya dengan bus TransJakarta. Kenapa? Ya karena pada akhir pekan ini moda transportasi kebanggaan Jakarta tersebut cuma bayar RP 1 per orang atau boleh juga dibilang digratiskan terkait perayaaan HUT Jakarta tahun ini. Namun traveler harus tetap membawa kartu e-money bersaldo untuk tap-in dan tap-out. Buat traveler yang membawa kendaraan pribadi, biaya parkir tetap dikenakan.

Berikutnya atau kiat yang ketiga, outfit yang dikenakan seperti pakaian sebaiknya yang nyaman, mudah menyerap keringat, dan tentunya sopan. Adapun alas kaki, kalau traveler sekalian ingin olgapis (olahraga tipis-tipis) seperti joging, sebaiknya menggunakan sepatu olahraga dan kaos kaki yang nyaman. Kalau hanya sekadar jalan-jalan santai, bisa memakai sandal yang nyaman dan tidak sampai membuat kaki lecet.


Kiat keempat, bawa bekal makanan dan minuman secukupnya bila datang bersama keluarga. Sisanya, bisa membeli atau kulineran di dalam Ragunan Zoo karena banyak penjual makanan dan minuman di sejumlah titik. Dengan cara itu, traveler ikut menambah pendapat para pedagang di sana.

Kiat kelima, kalau tidak kuat jalan kaki untuk keliling kawasan Ragunan yang lumayan luas, termasuk ke Danau Ragunan yang belakangan ini viral karena membuat kawasan Ragunan Zoo bertambah indah dan menarik, traveler bisa menyewa sepeda manual ataupun motor listrik. Kalau rombongan bisa menyewa buggy car dengan tarif Rp 250 ribu sekali trip (maksimal 5 orang). Kalau TravelPlus Indonesia waktu itu lebih memilih berjalan kaki sekalian olgapis.


Selanjutnya atau kiat yang keenam, mematuhi peraturan yang berlaku saat mengunjungi/melihat bermacam satwa, antara lain tidak memberi makan satwa, tidak mengganggu satwa, tidak membunyikan suara, dan tidak melempar benda apapun ke dalam kandang satwa.

Kiat ketujuh, menerapkan kunjungan yang ramah lingkungan. Minimal traveler membuang sampah bekal makanan/minuman di tempat yang sudah disediakan, tidak melakukan vandalisme atau aksi corat-coret, tidak merusak tanaman/pohon yang ada di sana, dan tidak memancing ikan di 4 danau yang ada di ragunan termasuk di aliran sungainya.


Kiat kedelapan, sebelum pulang traveler bisa membeli aneka cendera mata buat oleh-oleh antara lain kaos, topi bertulisan Ragunan Zoo atau bergambar satwa, boneka, kacamata, dan lainnya. Dengan cara ini, traveler juga sudah turut memambah pendapatan penjualnya.

Berikutnya atau kiat yang kesembilan, sebagai muslim traveler sebaiknya tidak meninggalkan salat wajib, terutama zuhur dan asar disela-sela menikmati ragam pesona Ragunan Zoo. Di dalam kawasan Ragunan Zoo terdapat beberapa musala mungil yang bisa traveler gunakan untuk salat berjemaah antara lain musala di dekat Danua Ragunan. Kalau di luar, ada musala dekat pintu masuk serta di dekat halte TransJakarta Ragunan.


Kiat yang terakhir atau kesepuluh, mengabadikan spot-spot menarik dan indah yang ada di dalam Ragunan Zoo termasuk satwa yang traveler lihat kemudian racik menjadi konten video dengan narasi ataupun captions positif dan informatif lalu unggah di ragam medsos. Dengan cara itu traveler sudah ikut mempromosikan daya tarik Taman Margatwa Ragunan sehingga semakin tersiar luas.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Keramaian pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Zoo) saat gratis pada Senin (22 Juni 2026). Akhir pekan ini karena juga gratis, TravelPlus Indonesia memprediksi bakal lebih ramai lagi.
2. Unta salah satu satwa bukan asli Indonesia yang menghuni Ragunan Zoo.
3. Jangan lupa kulineran di dalam kawasan Ragunan Zoo.
4. Tetap menjadi pengunjung/traveler/wisatawan yang ramah lingkungan saat berkunjung ke Ragunan Zoo.
5. Aneka cendera mata khas Ragunan Zoo buat oleh-oleh.
6. Mengabadikan Danau Ragunan yang menambah daya tarik kawasan Taman Margasatwa Ragunan.


Read more...

Minggu, 21 Juni 2026

Lima Keuntungan City Tour Jakarta, saat Ibukota Negara Indonesia Ini Merayakan Hari Jadinya

Berwisata kota atau city tour ke Jakarta memang bisa kapan saja. Tapi kalau dilakukan bertepatan dengan perayaan hari jadi atau hari ulang tahunnya, dijamin traveler bakal mendapat keuntungan yang  berlipat alias lebih dari biasanya.

Bulan Juni tahun 2026 ini, Jakarta berusia 499 tahun atau 5 abad kurang satu tahun, tepatnya tanggal 22 Juni. Amatan TravelPlus Indonesia dari berbagai informasi yang tersaji di ragam media sosial (medsos) dan media online, perayaaan HUT Jakarta tahun ini bakal lebih semarak dan banyak kejutan sehingga ujungnya membuahkan sederet keuntungan.

Kejutannya antara lain peresmian Kawasan HR Rasuna Said di Halte Setiabudi Integritas, Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di sisi barat Monas, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di samping Patung Jenderal Sudirman, dan peresmian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Gerbang JIS-Ancol, dan aktivasi sekaligus uji coba Stasiun KRL JIS.

Lalu siapa saja yang diuntungkan atau mendapat keuntungan ? Tentu saja bukan cuma warga Jakarta yang tinggal di 5 kota yakni Jakarta Pusat (Jakpus), Jakarta Selatan (Jaksel), Jakarta Barat (Jakbar), Jakarta Timur (Jaktim), Jakarta Utara (Jakut), dan 1 kabupaten yakni Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pun traveler dari Depok, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Rangkasbitung, dan Bogor serta traveler dari berbagai kota/kabupaten yang ada di Pulau Jawa maupun luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya bahkan traveler dari mancanegara.

Berdasarkan amatan tersebut, sekurangnya ada lima keuntungan yang didapat traveler lokal, nusantara maupun mancanegara bila city tour Jakarta saat Ibukota Negara Indonesia ini merayakan hari jadinya.

Keuntungan yang pertama, traveler dipastikan akan mendapatkan bermacam kegiatan wisata (calendar of event) terkait HUT Jakarta. Maklum menjelang, saat, dan maupun setelah perayaaan HUT Jakarta akan banyak kegiatan/festival yang digelar terutama oleh Pemprov DKI Jakarta dan pihak-pihak terkait.

Informasi kegiatan-kegiatan tersebut bisa traveler lihat di akun medsos antara lain Instagram (IG) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dan lainnya.

Keuntungan yang kedua, traveler akan lebih mudah menemukan/mendapatkan/menyaksikan suguhan bermacam budaya Betawi seperti lenong, ondel-ondel, tanjidor, gambang kromong, palang pintu, topeng Betawi, keroncong tugu, samrah, tari cokek, tari nandak ganjen, dan lainnya di berbagai tempat.


Berikutnya atau keuntungan yang ketiga, traveler dipastikan akan lebih mudah menemukan bermacam kuliner tradisional Betawi antara lain soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, nasi ulam, gabus pucung, sayur besan, asinan betawi, mie juhi, laksa betawi, es selendang mayang, bir pletok, dodol Betawi, kembang goyang, dan roti buaya di berbagai acara terkait perayaan HUT Jakarta.

Keuntungan yang keempat, traveler akan mendapatkan sejumlah moda transportasi gratis seperti TransJakarta, LRT Jakarta, dan MRT Jakarta selama 3 hari yakni tanggal 22 Juni (Senin), 27 Juni (Sabtu), dan 28 Juni 2026 (Minggu). Cukup membawa e-money untuk tap-in dan tap-out saja.

Terakhir atau keuntungan yang kelima, traveler akan mendapatkan beberapa objek wisata secara gratis alias tidak dikenakan tiket masuk antara lain Ragunan, Tugu Monas, Ancol, beberapa museum, fasilitas olahraga, dan kolam renang umum yang dikelola Pemprov DKI Jakarta juga selama 3 hari yakni pada tanggal 22 Jun, 27 Juni, dan 28 Juni 2026.

Sekurangnya ada 11 museum yang gratis pada tanggal-tanggal tersebut yaitu Museum Sejarah Jakarta, Joang 45, Taman Prasasti, MH. Thamrin, Seni Rupa dan Keramik, Wayang, Tekstil, Bahari. Arkeologi Onrust, Si Pitung, dan Museum Betawi.

Adapun fasilitas olahraga dan kolam renang yang gratis juga pada tanggal-tanggal tersebut adalah Kolam Renang (KR) Gelanggang Jakarta Utara, KR Gelanggang Jakarta Timur, KR Rawa Badak, KR Sunter, KR Ciracas, KR Bulungan, KR Kebon Jahe, dan KR Senen Jakarta Pusat.


Belasan Surga Jakarta
City tour Jakarta, traveler akan mendapatkan belasan surga dalam kaitannya dengan pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.

Belasan surga itu adalah surga belanja (Jakarta punya Pasar Tanah Abang yaitu pusat grosir fesyen terbesar se-Asia Tenggara dan bermacam mall kelas dunia, pasar modern dan pasar tradisional); surga tempat kuliner dan jenis kuliner (warteg, rumah makan/resto, kedai kopi, kafe, street food, food court, dan lainnya. Adapun jenis makanannya ada kuliner tradisional Betawi dan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia serta bermacam makanan mancanegara seperti Jepang, Korea, Arab, India. China, Thailand, western food, dan lainnya.


Selanjutnya surga taman/hutan kota (antara lain Tebet Eco Park, Hutan Kota GBK, Taman Bendera Pusaka, Hutan Kota Srengseng yang gratis alias tidak dikenakan tiket masuk; surga hotel (dari hotel non budget sampai hotel berbintang lima); surga transportasi umum (TransJakarta, Mikrotrans, LRT, MRT, dll); surga konser musik gratis maupun berbayar (lokasinya antara lain di Sarinah, M Bloc Space, Taman Literasi, kawasan Kota Tua, Monas, Bundaran HI, dan di sejumlah mall).

Berikutnya surga pameran (venue pemeran utamanya antara lain di JICC, JI Expo, dan ICE BSD) baik yang gratis maupun berbayar; surga budaya Betawi (tempatnya di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, rumah MH. Thamrin, dan Anjungan DKI Jakarta di TMII); surga acara seni budaya (lokasinya antara lain di TIM, Gedung Kesenian Jakarta, Bentara Budaya, Gedung Wayang Orang Bharata, dan Salihara) baik gratis maupun berbayar.

Selanjutnya surga bahari (tentu saja tujuan utamanya Kepulauan Seribu dimana terdapat kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu; surga city light (lokasinya antara lain di JPO Phinisi, Bundaran HI) gratis; surga museum (di kawasan Kota Tua, TMII, dll); surga bangunan tua dan bersejarah (tempat andalannya kawasan Kota Tua, dll); surga kajian Islam di masjid (Istiqlal, Nurul Iman-Blok M, Agung Al-Azhar Kebayoran, dll) gratis.

Berikutnya surga hiburan malam (lokasinya antara lain tersebar di Jakpus, Jakbar, dan Jaksel; surga sport tourism (terutama di kawasan GBK, CFD setiap Minggu, JIS, Lapangan Banteng  dll) gratis; dan terakhir adalah surga city view dari ketinggian (hotel dan bangunan jangkung lainnya) baik gratis maupun berbayar.


Puluhan Tempat Gratis
Diluar perayaan HUT Jakarta, sebenarnya Jakarta juga sudah punya puluhan tempat berdaya tarik wisata yang tak berbayar alias gratis.

Puluhan tempat gratis itu antara lain kawasan Kota Tua (diluar masuk museum), Tebet Eco Park, Taman Bendera Pusaka, kawasan Monas (diluar naik Tugu Monas), Lapangan Banteng, kawasan GBK Senayan (bukan di dalam), Pantai Maju PIK, Taman Literasi Blok M, M Bloc Space (diluar acara berbayar), Pos Bloc Space (diluar acara berbayar), Taman Ismail Marzuki (diluar acara berbayar), Perpustakaan DKI Jakarta, Hutan Kota Srengseng, venue pameran (diluar expo berbayar), Sarinah konser musik gratis, Rumah MH. Thamrin, Taman Ayodya Tomang, kawasan JIS (bukan di dalam), kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), dan Danau Sunter.

Selanjutnya Danau Rio, Gereja dan Kampung Tugu (nonton keroncong Tugu), JPO dan Bundaran HI (city light), Hutan Kota GBK, Hutan Kota Kemayoran, Taman Senopati, Setu Menteng, Hutan Kota Jakarta Timur, Pelabuhan dan Pasar Ikan Muara Angke, Masjid-masjid tersohor (Istiqlal, Agung Al-Azhar, Perahu, Nurul Iman, Masjid PIK, Masjid Menara 88, dan lainnya), Galeri Indonesia Kaya (registrasi), Gedung Kesenian Miss Tjijih (registrasi), Terowongan Kendal, Taman Dukuh Atas, Riverside Walk (Stasiun BNI), Skatepark Petamburan, Skatepark Kalijodoh, keliling mall/pasar, dan terakhir kawasan luar Veledrome (bukan di dalam).


Travel Tips
Tips memilih akomodasi saat city tour Jakarta selama beberapa hari antara lain carilah hotel yang lokasinya strategis, mudah diakses dengan transportasi umum seperti TransJakarta, LRT, dan MRT. Contohnya di kawasan Blok M, kawasan Jalan Sabang dan Jalan K.H. Wahid Hasyim, serta kawasan Kota Tua.

Kawasan Blok M itu pusat kuliner, belanja, nonton film di bioskop, ngopi, dll serta ada Transjakarta ke Bandara Soeta, GBK Senayan, Bundaran HI, Sarinah, Monas, Tanah Abang, Ragunan, Stasiun Kota, PIK, Masjid Nuril Iman, gultik (gule tikungan), dll.

Di kawasan Jalan Sabang dan Jalan K.H. Wahid Hasyim (juga sangat strategis, kulineran, hangout, konser gratis Sarinah, dekat dengan Pasar Tanah Abang dan Monas). Sedangkan kawasan Kota Tua kelebihannya bisa menikmati kawasan heritage, konser gratis, mengunjungi sejumlah museum, kulineran, dll).

Bila ingin ke Kepulauan Seribu, pilihan inapnya di resort, homestay ataupun berkemah di pantai. Intinya di kawasan jalan manapun, jenis akomodasinya sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran atau isi dompet.

Tips berikutnya kalau mau lihat acara seni budaya cek IG masing-masing venue seni budaya (TIM, GKJ, Salihara, Bentara Budaya, TMII, dll); bila mau lihat konser musik gratis cek IG (Sarinah, Kota Tua, konser musik, Disbuddki, Disparekrafdki, mall, dll); bila mau lihat pameran cek IG (JCC, jadual pemeran, ICE BSD, dll); dan jika ingin lihat seni budaya Betawi cek IG (Perkampungan Budaya Betawi, Disbud DKI, dll).

Tips selanjutnya, bila mau naik transportasi umum cek IG (KRL access, TransJakarta, dll); bila mau ikut kajian Islam di masjid, cek IG (masjid Istiqlal, Agung Al-Azhar Kebayoran, Nurul Iman Blok M Square, info kajian Jakarta, dll).

Tips berikutnya, saat keliling Jakarta kenakan pakaian yang nyaman dan santun terlebih bila ingin ke masjid; jangan lupa pakai topi, bawa jas hujan/payung, bawa handuk/sajadah/mukena traveling; bawa e-money dengan saldo yang cukup; bawa HP dan charger plus colokan listrik serta saldo dompet digital yang cukup untuk pembayaran non cash.


Tips selanjutnya jangan ragu bertanya kepada petugas TransJakarta, KAI dll; gunakan google maps buat cek lokasi dll; jika banyak pilihan sebaiknya pilih satu saja objek untuk mewakili (masjid, mall, konser musik gratis/berbayar, acara seni budaya gratis/berbayar, kulineran khas Betawi, museum di Kota Tua, hutan kota, taman kota, city light, pameran di JICC, dan sport tourism di GBK Senayan).

Adapun pilihan objek wisata yang wajib masuk daftar kunjungan antara lain perkampungan budaya Betawi, naik tugu Monas, Kota Tua, Kepulauan Seribu, naik LRT dan MRT, Masjid Istiqlal, Ragunan, TMII menyaksikan air mancur/tari kecak, dan ke Ancol.

Tips terakhir, abadikan semua objek, aktivitas yang dilakukan serta suasana di perjalanan untuk dokumentasi lalu racik menjadi konten video menarik, dan kemudian diunggah di ragam medsos.

Pengalaman city tour Jakarta bisa dijadikan pedoman buat bekal keliling wisata kota besar lain di Indonesia seperti Surabaya, Bandung. Semarang, Medan, Padang, Bandar Lampung, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, Denpasar, Mataram, dan lainnya.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Tugu Monas saat diberi cahaya aneka warna pada malam hari kian menawan.
2. Pedagang kerak telor, salah satu kuliner khas Betawi paling tersohor.
3. Wisman berwisata ke Masjid Istiqlal.
4. Bus TransJakarta membuat moda transportasi umum Jakarta jadi perhatian dunia.
5. Santai sore di Lapangan Banteng.
6. Rimba pencakar langit menghias sepenggal wajah Jakarta.
7. Menikmati city light Jakarta.


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP