. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 02 September 2026

12 Fakta Album Rony Parulian “Dunia dan Seisinya”, Nomor 8 Jumpa Persnya Dihadiri We Are One


Rony Parulian akan merilis album terbarunya bertajuk "Dunia dan Seisinya" pada Jumat 4 September 2026. Namun 2 hari sebelumnya,  dia menggelar jumpa pers albumnya yang berada dibawah naungan Universal Music Indonesia tersebut di Jakarta, tepatnya di Karpela Row 9, Blok M, Kebayoran Baru, Jaksel.
 

Sekurangnya ada 12 fakta yang terkuak saat jumpa pers album tersebut yang diadakan creathink publicist dengan mengundang sejumlah jurnalis termasuk pembuat konten dari berbagai media termasuk TravelPlus Indonesia.

Fakta pertama, "Dunia dan Seisinya"  merupakan album kedua Rony yang  merupakan juara 3 Indonesian Idol season 12 dan mendapat julukan "Rocker Romantis" ini.


Kedua, album " Dunia dan Seisinya" berisi 10 lagu yang memperlihatkan sisi Rony yang semakin matang sebagai singer dan
songwriter.

Fakta ketiga, 10 lagu dalam album teranyar Rony itu adalah Jalan Tengah, Dunia Imajiner, Kencan Pertama, Kau Akan, Februari, Selamanya Kini Nanti, Jarak dan Rindu, Aku Cemburu, Wals Akhir Zaman, dan Sampai Ujung Batas.

Berikutnya atau fakta yang keempat, di album ini Rony menulis keseluruhan materinya bersama beberapa musisi antara lain Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Krisna Trias.

Fakta kelima, seperti tersebut di atas album kedua Rony Parulian, Dunia dan Seisinya, akan dirilis pada 4 September 2026 dan tersedia di seluruh digital streaming platform.


Keenam, pada jumpa pers album tersebut selain Rony juga hadir Lafa Pratomo, Rendy Pandugo, dan Krisna Trias.

Selanjutnya atau fakta yang ketujuh, sejumlah sahabat dekat Rony sesama jebolan Indonesian Idol tahun 2022–2023. turut hadir antara lain Salma Salsabil, Nabilla Taqiyyah, dan Nyoman Paul. Hadir pula pemusik dan komponis pendiri Magenta Orchestra, Andi Rianto yang pernah berkolaborasi dengan Rony.

Fakta kedelapan, menariknya jumpa pers album Rony Parulian “Dunia dan Seisinya” tersebut juga dihadiri fanbase atau para penggemar setia Rony yang bernama WeR1 atau biasa dibaca We Are One yang datang dari Jabodetabek sehingga membuat suasana jumpa pers laksana sebuah mini konser di venue indoor.


Kesembilan, jumlah pers diawali dengan sesi mendengarkan 10 lagu yang ada di album Rony Parulian “Dunia dan Seisinya”. Para We Are One nampak mengabadikan 10 vide klip album tersebut yang ditayangkan di TV layar lebar di atas
stage.

Fakta ke-10, sesi berikutnya menghadirkan Rony Parulian beserta Lafa Pratomo, Rendy Pandugo, dan Krisna Trias menceritakan proses pembuatan album “Dunia dan Seisinya” kemudian berlanjut sesi tanya jawab dengan sejumlah awak media serta foto bersama.

Pada sesi ini Rony menjelaskan dalam album keduanya ini ada cerita tentang cinta, imajinasi, bagaimana kita menghadapi hidup, dan bagaimana kita memilih untuk terus berjalan yang menggambarkan "Dunia dan Seisinya.

"Aku berharap ketika orang mendengarkan album ini, bukan cuma sekadar mendengarkan lagu-lagunya pun bisa menemukan bagian dari dunia mereka sendiri di dalamnya," ungkap Rony.


Ke-11, diujung jumpa pers atau sebelum sesi doorstop dengan sejumlah jurnalis dan pembuat konten, Rony Parulian tampil secara live membawakan 3 lagu yang ada di album “Dunia dan Seisinya” dengan iringan musik akustik oleh 2 pemain gitar. Telinga saya mendengar warna suara Rony Parulian sepintas ada yang mirip dengan vokalnya Anang Hermansyah tapi ini versi kebaruan atau kekinian.

Terakhir atau fakta ke-12, saat sesi mendengarkan 10 lagu album “Dunia dan Seisinya” dan saat melihat live perfomance Rony membawakan 3 lagu di album terbarunya tersebut, saya sempat membayangkan kalau nanti penyanyi solo pria yang masih muda ini menggelar konser tunggal termasuk membawakan 10 lagu di album keduanya ini dengan iringan rock orkestra atau penggabungan antara musik rock yang bertenaga dan instrumen orkestra klasik yang megah di Istora Senayan Jakarta misalnya, ditambah lagi dengan penampilan dan attitude-nya yang lebih nge-rock tapi elegan, pasti akan menjadi suguhan konser yang spektakuler. Dan jika itu benar terjadi, saya kira predikat Rony Parulian bakal bertambah bukan hanya "Rocker Romantis" pun "Rocker Elegan Kekinian".

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Rony Parulian tampil secara live membawakan 3 lagu yang ada di album “Dunia dan Seisinya” dengan iringan musik akustik oleh 2 pemain gitar dalam acara jumpa pers album terbarunya tersebut di Karpela Row 9, Jaksel, Rabu (2/9/26).
2. Rony tampil casual saat jumpa pers album terbarunya yang akan rilis pada 4 September 2026.
3. Rony bersama Lafa Pratomo, Rendy Pandugo, dan Krisna Trias.
4. Rony dengan Lafa Pratomo, Rendy Pandugo, dan Krisna Trias menjelaskan proses pembuatan album "Dunia dan Seisinya” dipandu MC.
5. Aksi live perfomance Rony Parulian menjelang akhir jumpa pers album keduanya " Dunia dan Seisinya”.

Read more...

Selasa, 01 September 2026

Pendakian Sejumlah Gunung Ditutup, Begini Kiat Bijak Menyiasatinya


Kegiatan wisata pendakian di sejumlah gunung dibawah pengelolaan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) maupun Perhutani ditutup sementara waktu karena kemarau dan dinilai rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lalu bagaimana kiat menyiasatinya agar tetap bisa mendaki gunung?

Sebelum menjawab sekaligus menjelaskan pertanyaan tersebut, ada baiknya kita ketahui lebih dulu gunung apa saja yang ditutup sementara untuk aktivitas wisata pendakian gunung oleh Kemenhut maupun Perhutani.

Dalam siaran persnya, Kemenhut menjelaskan kebijakan penutupan sementara hingga pembukaan secara terbatas wisata pendakian gunung di Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) di seluruh Indonesia diambil sebagai langkah proaktif dan terukur demi melindungi keutuhan ekosistem serta menjamin keselamatan para pendaki.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/8/2026 Tanggal 31 Agustus 2026 tentang Penutupan Sementara dan Pembukaan Secara Terbatas Wisata Pendakian Gunung di  KSA dan KPA)l Dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan yang berlaku efektif mulai 1 September 2026.

Surat edaran tersebut juga diunggah di akun Instagram (IG) resmi Direktorat Jenderal KSDAE @konservasi_ksdae.


Penutupan sementara (risiko tinggi) diterapkan pada kawasan dengan tingkat kerentanan karhutla tinggi, meliputi 9 taman nasional (TN) yakni TN Bromo Tengger Semeru (pendakian Gunung Semeru), TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Leuser, dan TN Lorentz (jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba).

Selain itu, pembukaan secara terbatas (risiko sedang) diterapkan dengan pengawasan ekstra ketat dan pembatasan zonasi aman di TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro), dan TN Gunung Halimun Salak.

Dikutip dari RRI.co.id, Perhutani KPH Jawa Barat juga menutup sementara 8 gunung di Jawa Barat, mulai 1 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, akibat musim kemarau panjang serta pemulihan ekosistem.

Dijelaskan referensi penutupan tersebut berdasarkan SE Dirjen KSDAE No. SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/8/2026.

Ke-8 gunung di Jabar yang ditutup sementara untuk pendakian tersebut adalah Gunung Cikuray, Sagara, Manglayang, Tangkuban Parahu,  Puntang, Palasari, dan Gunung Sanggarah.

Amatan TravelPlus Indonesia beberapa akun IG komunitas pendaki gunung dan akun terkait lainnya juga menggunggah informasi penutupan 9 TN oleh Kemenhut dan 8 gunung oleh Perhutani KPH Jabat tersebut, lalu tersebar luas pula ke sejumlah WAG.


Tujuh Kiat Bijak
Untuk menyiasati agar tetap bisa melakukan kegemaran mendaki gunung maupun kegiatan luar ruang yang bermuatan petualangan, sekurangnya ada tujuh kiat bijak yang  bisa traveler terapkan terkait dengan adanya penutupan sementara wisata pendakian sejumlah gunung tersebut saat ini.

Ke-7 kiat bijak versi TravelPlus Indonesia ini, yang pertama, mengindahkan peraturan yang berlaku. Artinya tidak melakukan pendakian ke semua gunung yang ditutup sementara waktu baik oleh Kemenhut maupun Perhutani KPH Jabar sebagaimana tersebut di atas. Nanti kalau sudah kembali normal atau dibuka kembali secara resmi, baru silahkan berkunjung untuk mendaki.

Kiat kedua, bila ingin mendaki di gunung yang dibuka secara terbatas sebaiknya mengkonfirmasi terlebih dahulu ke pihak Balai TN bersangkutan (Merbabu, Rinjani, dan Salak) serta ke BBKSDA Jawa Timur (Argopuro) apakah boleh melakukan pendakian sampai ke puncak atau tidak.

Berikutnya atau kiat ketiga, memilih mendaki gunung berstatus TN ataupun kawasan konservasi lainnya yang secara resmi masih dibuka untuk kegiatan wisata pendakian baik itu di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan pulau lainnya.

Namun sebelum melakukan kunjungan untuk pendakian, ada baiknya cek kembali informasi terkini tentang status pendiakan gunung yang akan didaki tersebut, apakah dibuka seperti biasa, dibuka secara terbatas atau ditutup sementara, mengingat kondisi cuaca dan lainnya.


Kiat keempat, memilih wisata alam bermuatan petualangan ke TN non gunung yang tetap buka untuk mendapatkan sensasi dan pengalaman petualangan baru. Misalnya menjelajah TN Ujung Kulon di Banten, TN Way Kambas di Lampung, TN Bukit Barisan Selatan di Lampung dan Bengkulu, TN Tanjung Puting di Kalteng, dan ataupun ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM).

Sebelum melakukan kunjungan, sebaiknya cek lagi informasi terkini apakah dibuka seperti biasa, dibuka secara terbatas atau ditutup sementara.

Selanjutnya atau kiat kelima, memilih wisata bahari bermuatan petualangan ke TN non gunung tepatnya TN berkonsep kebaharian yang tetap buka untuk mendapatkan sensasi dan pengalaman petualangan baru. Misalnya ke TN Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, TN Karimunjawa di Jateng, TN Bunaken di Sulut, TN Wakatobi di Sultra, TN Kepulauan Togean di Sulteng, TN Taka Bonerate di Sulsel, dan TN Teluk Cenderawasih di Papua Barat dan Papua Tengah. Atau bisa juga ke TWA dan SM yang lebih bernuansa kebaharian.

Sekali lagi, sebelum melakukan kunjungan sebaiknya melakukan cek informasi terkini apakah dibuka seperti biasa, dibuka secara terbatas atas ditutup sementara.


Ramah Lingkungan
Kiat keenam, melakukan pendakian dan atau kegiatan bermuatan petualangan non gunung maupun bahari yang mengedepankan ramah lingkungan, di antaranya tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu karhutla seperti sembarang membuat api unggun dan memasak, sembarang membuang puntung rokok, dan lainnya.

Terakhir atau kiat yang ketujuh, tak lupa menginformasikan ragam pesona atau daya tarik TN gunung, TN non gunung, TN berkonsep kebaharian, TWA, SM ataupun kawasan konservasi lainnya yang dikunjungi, termasuk tips moda transportasi dan biaya untuk menjangkaunya, aktivitas kegiatan yang bisa dilakukan, dan tentunya kiat ramah lingkungan lewat tulisan maupun konten video agar publik tahu dan tertarik untuk datang dengan pula membawa bekal ramah lingkungan.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180


Captions
:
1. Mendaki Gunung Tanggamus di Kab. Tanggamus, Lampung.
2. Memandang salah satu Danau Tiga Warna di puncak Gunung Kelimutu, Ende, Flores, NTT.
3. Menikmati puncak-puncak gunung berselimut hutan ijo royo-royo di Gunung Muria, Kudus. Jateng.
4. Mengayuh sampan di Sungai Cigenter, Pulau Handeuleum di TN Ujung Kulon, Pandeglang, Banten.
5. Suatu hari di TN Kepulauan Seribu usai aksi tanam mangrove dan baby corral.
6. TravelPlus Indonesia saat melalui jalur pendakian Gunung Kembang yang mendapat predikat jalur pendakian gunung terbersih di Jawa via Lengkong, Wonosobo, Jateng.


Read more...

Senin, 31 Agustus 2026

KING LEAR, Aktornya dari 8 Negara, Pemeran Utamanya dari Indonesia


Sebuah karya teater kelas dunia “King Lear” karya William Shakespeare yang disutradarai Tadashi Suzuki dari Jepang akan dipentaskan untuk pertama kalinya di Jakarta, tepatnya di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 16–17 September 2026.

Menariknya, pementasan “King Lear” ini mempertemukan sejumlah aktor dari 8 negara yakni Indonesia, Jepang, Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Cina, dan Chile serta dibawakan dalam 7 bahasa.

Meskipun bahasa dan latar budaya para aktornya berbeda. Namun di atas panggung, mereka bertemu melalui tubuh, bunyi, kostum, dan gerakan yang presisi.

Tapi yang lebih menariknya lagi tokoh King Lear alias pemeran utamanya dimainkan oleh Jamaluddin Latif, aktor Indonesia. Selain itu ada dua aktor Indonesia lainnya yang juga terpilih ikut bermain yakni Wahyu Kurnia dan Ahmad Fauzi.


Pertunjukan King Lear merupakan kolaborasi kerja Indonesia-Jepang hasil produksi bersama Bumi Purnati Indonesia dan Suzuki Company of Toga (SCOT) dengan dukungan The Japan Foundation sebagai bagian dari program Partnership to Co-create a Future with the Next Generation: WA Project 2.0 yang diimplementasikan oleh The Japan Foundation selama 10 tahun dengan
melakukan pertukaran antarmasyarakat (people-to-people exchange) di wilayah Asia Tenggara dan Jepang.

King Lear merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan artistik Tadashi Suzuki dan SCOT sejak pertama kali diciptakan pada 1984.

Semua fakta tersebut terungkap dalam jumpa pers "King Lear" directed by Tadashi Suzuki” di The Japan Foundation, Jakarta, Senin (31/8/26) siang, yang menghadirkan nara sumber Restu Imansari Kusumaningrum selaku Direktur Artistik dan Independen Produser dari Bumi Purnati Indonesia, Direktur Jenderal The Japan Foundation, Jakarta, Inami Kazumi, dan Bambang Prihadi - mantan Ketua Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sekaligus aktor Indonesia yang pernah mengikuti pelatihan teater bermetode SCOT di Jepang.


Menurut Restu peran utama King Lear sebelumnya selama bertahun-tahun dimainkan oleh aktor Jerman Goetz
Argus. Setelah wafatnya Goetz Argus, peran tersebut kini diteruskan kepada generasi berikutnya.

"Dan pementasan di GKJ, aktor dari Indonesia Jamaluddin Latif yang menjadi pemeran utamanya sebagai King Lear yang selama bertahun-tahun mendalami Metode Suzuki untuk pelatihan aktor serta terlibat dalam berbagai proses latihan dan produksi bersama SCOT dan Bumi Purnati Indonesia," terangnya.

Pilihan terhadap aktor Indonesia oleh sang sutradara Tadashi Suzuki tersebut, lanjut Restu bukan sekadar pergantian pemeran namun memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi dan metode teater dapat diwariskan melampaui batas negara, bahasa, dan lintas-budaya.


Bambang Prihadi menilai melalui SCOT setiap aktor membangun hubungan yang kuat antara kaki, pusat gravitasi, pernapasan, suara, konsentrasi, dan ruang.

"Dari sana lahir kekuatan khas panggung Suzuki: tubuh yang kokoh tetapi mampu diam sangat lama; energi yang besar tetapi dikendalikan; suara yang muncul dari pusat tubuh dan bukan sekadar dari kata-kata," terangnya.

Inami Kazumi menjelaskan The Japan Foundation yang berdiri pada bulan Oktober tahun 1972 di Jepang merupakan lembaga nirlaba milik pemerintah Jepang satu-satunya yang khusus didedikasikan untuk menangani pertukaran budaya internasional.


Dia berharap lewat kegiatan pementasan King Lear di Jakarta ini dapat memperdalam saling pengertian antara Indonesia dan Jepang khususnya, sekaligus mengembangkan sumber daya manusia yang mampu memperkuat pertukaran budaya antarnegara di masa depan.

Kolaborasi tersebut lanjutnya berkembang melalui pelatihan, residensi, dan produksi bersama. Salah satu hasil pentingnya adalah Dionysus, yang melibatkan aktor Indonesia, Jepang, dan Cina. Kemudian dipentaskan di berbagai panggung dan festival internasional, diantaranya Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2019, dan Theatre Olympics ke-9 tahun 2019.

Nah, buat pencinta seni pertunjukan teater kelas dunja yang ingin menyaksikan 1 panggung, 8 megara, 1 karya besar, dan 1 kisah kemanusiaan ini dalam "King Lear" yang berdurasi 1 jam 40 menit tanpa jeda, bisa mendapatkan tiketnya dengan  menghubungi Puteri +62 877 8321 4733 dan Dienary +62 821 3017 9139.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Ketiga narsum dalam jumpa pers "King Lear" directed by Tadashi Suzuki” di The Japan Foundation, Jakarta, Senin (31/8/26).
2. Suasana jumpa pers "King Lear" yang dihadiri sejumlah wartawan peliput pertunjukkan seni budaya dari berbahai media termasuk dari website TravelPlus Indonesia.
3. Restu Imansari Kusumaningrum selaku Direktur Artistik dan Independen Produser dari Bumi Purnati Indonesia.
4. Bambang Prihadi - mantan Ketua Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sekaligus aktor Indonesia yang pernah mengikuti pelatihan teater bermetode SCOT di Jepang.
5. Direktur Jenderal The Japan Foundation, Jakarta, Inami Kazumi.

Read more...

Minggu, 23 Agustus 2026

Mengenal Lebih Dekat Special Guide ke Puncak Sejatinya Gunung Kelud via Ngantang

 

Buat Anda yang berencana meraih Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang tak perlu khawatir, di Basecamp Omah Tepoes tersedia  pemandu panjat tebing profesional dan berpengalaman, di antaranya Slamet dan Yanu.

Kegiatan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang di Kabupaten Malang, Jawa Timur dalam rangka turut merayakan Dirgahayu RI baru-baru ini, sudah saya siarkan, berikut dengan aktivitas membentangkan bendera Merah Putih dan Bendera Palestina sebagai tanda tetap teguh berada di barisan pembela Palestina.

Sejumlah keistimewaan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang, juga sudah saya informasikan lewat tulisan yang tayang di website TravelPlus Indonesia dan konten video yang diunggah di reels IG @adjitopis. Termasuk panduan ke Omah Tepoes yang menjadi basecamp atau BC pendakian ke gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang ini.

Fenomena alam berupa air terjun awan atau cloud waterfall yang kadang tersaji di pendakian Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang berikut tips untuk melihatnya, pun sudah saya buat konten video lalu disebarluaskan link-nya.


Nah, tulisan keempat kali ini, spesial mengangkat dua pemandu panjat tebing yang mendampingi saya berserta 7 pendaki antara lain Zai-mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir dan Imanaa-saat ini kuliah di Malang serta Aris-yang bekerja di salah satu perusahaan transportasi di Malang, yang semuanya sama-sama ingin menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang.

Pemandu Beda Generasi
Kedua pemandu yang saya maksud, bernama Slamet berusia 50 tahun dan Yanu Saputra yang biasa disapa Yanu, berumur belum sampai 25 tahun.

Yanu sudah menikah dan memiliki anak pertama bernama Jennaira Regnala Putri Rinjani atau dipanggil Jenna yang masih berusia dua bulan.


Di pendakian kali ini, Yanu bertindak sebagai
leader atau pemanjat pertama yang bertugas membawa dan memasang tali utama (karmantel), memasang alat pengaman, dan mengaitkan tali untuk mengamankan dirinya dari bawah hingga atap jalur panjat tebing yang akan kami lalui.

Ditopang postur yang ideal sebagai pemanjat tebing ditambah pengalaman menjadi leader ke Puncak Sejati Kelud via Ngantang, membuat Yanu terlihat begitu ringan, mudah, dan cepat memanjat tebing hampir tegak 90 derajat kemiringannya, yang di bagjan bawah sebelah kanan tebing tersebut menganga jurang curam berbatu.

Sementara Slamet tak kalah gesitnya meskipun sudah masuk usia pra-lansia. Bertindak sebagai belayer, dia mengamankan Yanu saat memanjat. Tugas Slamet pun berlanjut mengamankan saya dan 7 pendaki lainnya memanjat tebing serta rappeling atau menuruni tebing.


Selepas memasang tali utama, Yanu turun kembali. Kemudian dia menjelaskan kepada kami cara memanjat yang tepat dan cepat sampai ke atas. Begitupun ketika melakukan scrimbling, Yanu memberitahukan teknik yang benar.

Alhamdulilah, kami satu persatu berhasil memanjat tebing dan scrimbling sampai bagian atas lalu lanjut ke Puncak Sejati dan berhasil berdiri bersama di puncak tertinggi Gunung Kelud via Ngantang yang memang menantang. Tak lupa membentangkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina yang saya bawa.

Tak cuma itu, sebelum turun kami pun sempatkan naik ke Puncak Wisanggeni sebagai bonus untuk melihat Danau Kawah Kelud lebih leluasa dari atas, yang kali ini airnya berwarna hijau.


Ketika rappeling atau turun tebing, Yanu pun menerangkan cara yang tepat melakukannya. Sementara Slamet kembali bertindak sebagai belayer dengan sabar di bawah.

Pantas Diandalkan
Berdasarkan kinerja bagus keduanya tersebut, saya menilai Yanu dan Slamet merupakan pemandu spesial panjat tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang pantas diandalkan.

Nah, kalau Anda dan rekan-rekan pendaki lain berencana meraih Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang, saya rekomendasikan dipandu dua pemandu panjat tebing beda generasi tersebut.


Profesi Spesial
Lalu kenapa saya membuat tulisan ini dan juga konten videonya yang tayang di reels IG @adjitropis?

Jawabannya ada dua, pertama untuk memberitahukan kepada publik bahwa tak perlu khawatir kalau ingin menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang lantaran tersedia beberapa pemandu berpengalaman di BC Omah Tepoes antara lain Slamet dan Yanu.

Kedua, sebagai jejak digital buat Jenna (putri pertama Yanu). Supaya nanti kalau sudah besar, Jenna tahu dan bangga memiliki ayah yang bekerja untuk keluarga sebagai rock climbing guide, sebuah profesi pekerjaan yang halal dan spesial karena tidak semua orang mampu melakukannya dan punya tanggung jawab besar membawa setiap kelompok pendaki menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang dengan aman, selamat, dan berkesan.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Yanu, salah satu special guide ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang saat menjadi leader.
2. Pesona Puncak Panama dan di samping kanannya itu Puncak Sejati, puncak tertinggi Gunung Kelud via Ngantang.
3. Yanu menjelaskan cara memanjat tebing yang tepat dan cepat.
4. Slamet, special guide sekaligus rekan Yanu yang bertindak sebagai belayer.
5. Naik ke Puncak Wisanggeni juga sebagai bonus sebelum rappeling.
6. Alhamdulillah, 8 pendaki plus 2 pemandu berhasil menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang sekaligus membentangkan bendera Merah Putih dan bendera Palestina. (foto: dok. rekan pendaki)


Read more...

Jumat, 21 Agustus 2026

10 Pertanyaan Pendakian Puncak Sejati Kelud, Nomor Satu Apakah Wajib Guide?


Berdasarkan dua tulisan saya tentang pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang sudah tayang di website TravelPlus Indonesia dan lima konten video terkait di reels IG @adjitropis, sekurangnya terlontar 25 pertanyaan dari pembaca setia maupun warganet lewat WA japri maupun DM medsos.

Sebelumnya memang link setiap tulisan dan konten video tersebut saya kirim ke belasan WAG pendaki gunung dan pecinta alam di Jabodetabek sampai berbagai kota/kab. di Jawa. Bahkan saya bagikan pula lewat WA japri ke orang-orang KemenHut, KemenLH, KemenPar, dan KemenEkraf yang masih aktif maupun yang sudah purnatugas.

Selain itu juga saya kirim setip link-nya ke beberapa rekan lama yang tinggal di Aceh, Lampung, Sulawesi, dan provinsi lainnya.

Tujuannya satu, supaya ragam informasi terkait pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang tersiar luas.


Dari 25 pertanyaan yang mereka (pembaca setia TravelPlus Indonesia dan warganet) sampaikan ke saya via WA japri maupun DM medsos, kemudian saya saring menjadi 10 pertanyaan terbaik yakni:

Pertanyaan yang pertama berbunyi: Apakah ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jaim) itu wajib menggunakan guide atau pemandu?

Kedua, siapa yang menjadi guide-nya dan bagaimana cara mendapatkan dan menghubunginya? Ketiga, berapa biaya guide ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang?


Pertanyaan keempat, apakah aman ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang buat pendaki yang sebelumnya tidak pernah sama sekali melakukan panjat dan atau turun tebing?

Kelima, kalau tidak berani/tidak mau ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang apakah bisa ke puncak lainnya dan tetap mendapatkan view yang indah?

Keenam, lebih baik tektok atau nge-camp kalau mau ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang?


Pertanyaan ketujuh, apakah di basecamp (BC) pendakian Gunung Kelud via Ngantang yang bernama Omah Tepoes tersedia paket open trip (OT) dan private trip (PT) baik tektok maupun nge-camp?

Kedelapan, Om bisa spill latihan fisik yang tepat supaya lancar melakukan panjat dan atau turun tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang?

Kesembilan, sebaiknya ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang musim panas atau hujan?

Dan yang terakhir atau pertanyaan ke-10 berbunyi: Naik transum (transportasi umum) apa yang paling dekat/praktis buat pendaki dari Jakarta ke BC pendakian Gunung Kelud via Ngantang?

Lewat tulisan ketiga ini saya mencoba menjawabnya ditambah dengan konten video keenam yang segera tayang setelah tulisan ini.


Wajib Guide
Melalui tulisan ini, saya informasikan sekaligus tegaskan kembali bahwa pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang di Kab. Malang, Jatim memang wajib menggunakan guide, tepatnya pemandu gunung spesial panjat tebing bukan pemandu gunung biasa atau non rockclimbing.

Kewajiban seperti itu boleh dibilang sama dengan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru yang juga mengharuskan pendakinya menggunakan guide.

Tapi kalau pendakian Anda tidak untuk sampai ke Puncak Sejati Gunung Kelud atau dengan kata lain hanya sampai di Pasir Ombo/Sunrise Camp dan Puncak Kawah, Anda bisa melakukannya secara mandiri alias tanpa guide baik untuk pendakian nge-camp ataupun tektok.


Nama pemandunya antara lain Yanu Saputra yang berusia 20-an tahun dan biasanya bertugas sebagai leader. Satunya lagi Slamet yang usianya kini masuk separuh abad (50 tahun), yang bertugas sebagai belayer.

Keduanya pula yang menjadi pemandu saya dan 7 pendaki lain ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang secara tektok baru-baru ini atau beberapa hari sebelum perayaan 17 Agustus-an. Berdasarkan amatan saya, meskipun beda generasi, keduanya boleh dibilang guide rock climbing yang dapat diandalkan.

Kedua pemandu tersebut, terutama Yanu juga akan menjadi pemeran utama dalam konten video ke-6 saya terkait pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang.


Untuk mengetahui berapa biaya dan cara menghubungi guide-nya, bisa Anda lihat foto banner standing yang tersaji di tulisan ketiga saya ini maupun di konten video  ke-6. Jawaban ini juga berlaku untuk pertanyaan nomor 7. Cara lain, bisa juga menghubungi saya WA japri, nanti saya kasih nomor kontak/WA guide-nya.

Jawaban ke-4, aman karena dipandu guide panjat tebing berpengalaman, menggunakan peralatan panjat tebing yang memadai antara lain karabiner, ascender, descender, harness, tali panjat karmantle, tali prusik, tali webbing, dan helm panjat serta teknik memanjat yang aman sekaligus cepat.

Selain itu sebelum melakukan rock climbing, scrimbling maupun rappeling, Yanu sebagai pemandunya tak lupa memberi contoh dan penjelasan bagamana cara memanjat maupun menuruni tebing yang benar kepada setiap pendaki.

Kalau tidak mau ke Puncak Sejati dengan berbagai alasan seperti takut, sakit, dan atau belum siap mental, cukup sampai ke Pasir Ombo/Sunrise Camp dan Puncak Kawah saja. Dari sini juga sudah mendapatkan view indah. Tapi alangkah baiknya, sampai ke Puncak biar pendakiannya komplet.


Nge-camp Apa Tektok
Buat pendaki pemula dan atau pendaki berusia senja (50 tahun ke atas) yang kondisi fisiknya kurang prima, saya sarankan memilih pendakian ke Puncak Sejatinya Gunung Kelud via Ngantang secara nge-camp alias camping semalam daripada tektok alias one day trip (ODT) atau tidak camping. Kenapa? Karena meskipun ketinggian Puncak Sejati -nya tak sampai 2.000 Mdpl tepatnya 1.731 Mdpl namun kondisi trek jalur pendakian (japen)-nya terbilang berpredikat "pedes"  (baca: menantang, terjal, sulit, menguras fisik, memacu adrenalin, dan cukup melelahkan).

Tapi kalau kondisi fisik dan mental "ok"  (siap tempur), boleh saja melakukannya secara tektok.

Untuk menghemat waktu dan tenaga supaya tidak terlalu melelahkan, saya sarankan sebaiknya menggunakan jasa ojek gunung warga lokal dari BC Omah Tepoes ke Pos 1 pergi pulang atau antar jemput, dengan ongkos Rp 100 ribu per orang.


Latihan Fisik yang Sesuai
Latihan fisik yang pas sebelum melakukan pendakian ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang antara lain jalan santai dan joging di trek alami yang berkontur naik turun mininal seminggu 2 kali dan renang juga seminggu 2 kali.

Lantaran harus melakukan panjat tebing, sebaiknya juga melatih kekuatan dan otot dengan pull-up, push up, plank, dan squat serta latihan daya tahan dan fleksibilitas antara lainl stretching dan kardio ringan.

Kalau boleh saya sarankan lagi, sebaiknya ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang pada musim panas seperti Agustus ini. Meskipun agak gersang dan di beberapa titik treknya berdebu tapi kemunginan besar akan mendapatkan cuaca bersahabat alias cerah sehingga bila beruntung bakal mendapatkan pula suguhan matahari terbit (sunrise), lautan awan (sea of clouds), dan air terjun awan (cloud waterfall).


Untuk jawaban pertanyaan ke-10, sudah secara detail saya jelaskan pada tulisan sebelumnya yang berjudul: "Panduan Transum ke BC Pendakian Gunung Kelud via Ngantang dari Jakarta".

Kalau saya sendiri memilih berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta ke Stasiun Wlingi Blitar dengan KA Matarmaja. Selanjutnya naik ojol Go-Jek dengan tarif hampir Rp 70 ribu ke BC Omah Tepoes.

Pulangnya, dari BC Omah Tepoes ke Stasiun Wlingi naik ojek warga lokal dengan ongkos Rp 100 ribu. Selanjutnya naik kereta commuter line Panataran menuju Stasiun Blitar pukul 9 pagi pesan lewat KAI Access. Dari Stasiun Blitar naik KA Brantas ke Stasiun Pasar Senen, pesan tiketnya juga via aplikasi yang sama.

Demikian isi seluruh jawaban saya, semoga bermanfaat. Semoga yang gelap jadi terang, yang awam jadi paham, dan semoga jadi semakin tertarik menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180.


Captions:
1. Saya, journalist TravelPlus Indonesia & content creator @adjitropis yang tak muda lagi (usia sudah di atas 50 tahun) saat rappeling (turun tebing) dari kawasan puncak Gunung Kelud via Ngantang. (foto: dok. Yanu)
2. Tulisan pertama saya tentang keistimewaan pendakian Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang di website TravelPlus Indonesia.
3. Slamet, salah satu pemadu panjat tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang bertugas sebagai belayer.
4. Plang informasi fasilitas yang ada di Omah Tepoes, basecamp (BC) pendakian Gunung Kelud via Ngantang.
5. Saya & 7 pendaki berhasil menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang dipandu guide rock climbing Slamet & Yanu. (foto: dok. rekan pendaki)
6. Yanu, salah satu pemadu panjat tebing ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang yang bertugas sebagai leader.
7. Banner standing yang memuat informasi nomor kontak/WA pemandu/porter/pendakian tektok maupun nge-camp, sewa peralatan, dan lainnya.
8. View di Pasir Ombo/Sunrise Camp & Puncak Kawah yang menjadi titik awal sebelum melakukan panjat tebing ke Puncak Sejatinya Kelud dan puncak-puncak lainnya.
9. Trek pendakian Pasir Ombo/Sunrise Camp & Puncak Kawah nampak dari kawasan puncak Gunung Kelud via Ngantang.
10. Tulisan kedua saya tentang panduan transum ke BC Omah Tepoes di website TravelPlus Indonesia.
11. Kursi ekonomi new generation di dalam kereta api Matarmaja yang mengantarkan saya dari Stasiun Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Wlingi (Blitar).


Read more...

Selasa, 18 Agustus 2026

Panduan Transum ke BC Pendakian Gunung Kelud via Ngantang dari Jakarta


Gunung Kelud memiliki beberapa jalur  pendakian (japen) untuk menggapai puncak-puncaknya, salah satunya japen via Ngantang yang berada di Kabipaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Nama base camp (BC)-nya Omah Tepoes.

Sebagaimana TravelPlus Indonesia singgung di tulisan sebelumnya yang bertajuk "Lima Keistimewaan Gapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang", dijelaskan kalau BC Omah Tepoes memiiliki banyak kelebihan antara lain letaknya strategis di tepi jalan raya dan memiliki trek pendakian ter-ekstrem untuk menggapai Puncak Sejati, puncak tertingginya Gunung Kelud yang berketinggian 1.731 Mdpl.

Apa Ada kekurangannya?
Tentu saja ada. Sebab tak ada yang sempurna di dunia ini. Salah satu kekurangan BC Omah Tepoes ini tidak tersedia akses transportasi umum (transum) misalnya bus umum ataupun shuttle bus.


Menurut penuturan beberapa warga, dulu ada bus umum yang lewat Omah Tepoes sampai ke Waduk Selorejo tapi karena peminatnya semakin berkurang, akhirnya tidak beroperasi lagi.

Andai saja ada trayek bus umum ataupun shuttle bus dari Terminal Patria dan Stasiun Blitar di Kota Blitar ke Terminal Arjosari di Kota Malang atau ke Terminal Talangagung (Kepanjen) dan Terminal Dampit di Kabupaten Malang yang melewati Waduk Selorejo dan BC Omah Tepoes, pasti akan memudahkan bukan saja buat pendaki yang ingin ke BC Omah Tepoes untuk mendaki Gunung Kelud via Ngantang dan gunung-gunung lainnya pun mobilitas warga yang ingin beraktivitas sehari-hari serta wisatawan yang ingin berwisata ke Waduk Selorejo dan objek lainnya.

Selama ini pendaki dari Jatim terutama dari  Blitar, Kediri, dan  Malang yang ingin ke BC Omah Tepoes umumnya membawa kendaraan pribadi, sepeda motor ataupun mobil.


Lalu bagaimana dengan pendaki dari luar Jatim seperti dari Jakarta yang ingin ke Omah Tepoes dengan transum?

Dari Pesawat sampai Bus
Pilihannya antara lain dengan menggunakan pesawat terbang dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno Hatta (Soeta) di Tangerang, Banten menuju Bandara Andul Rachman Saleh di Kabupaten Malang. Pilihan maskapainya antara lain Batik Air dan Citilink dengan waktu tempuh hanya 1 jam 30 menit.

Selanjutnya menyewa mobil travel ataupun naik mobil online ke BC Omah Tepoes di Ngantang, Kab. Malang yang berjarak sekitar 55 Km dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 2 jam. Cara ini memang paling cepat sampainya tapi biayanya paling mahal.


Cara kedua, naik kereta api (KA) dari Stasiun Pasar Senen ataupun Stasiun Gambir tujuan Malang lalu berhenti di Stasiun Wlingi. Pilihan keretanya antara lain KA
Gajayana (Gambir – Malang pp), KA Brawijaya (Gambir – Malang pp), KA Matarmaja (Pasar Senen – Malang pp), dan KA Majapahit (Pasar Senen – Malang pp) dengan estimasi perjalanan memakan waktu sekitar 11 hingga 14 jam.

Kemudian dari Stasiun Wlingi berganti dengan sepeda motor ojek pangkalan (opal) yang ada di seberang stasiun dengan ongkos berkisar Rp 100 ribu atau bisa juga naik ojek online (ojol) dengan tarif sekitar Rp 70 ribu.

Jarak dari Stasiun Wlingi (Blitar) ke BC Omah Tepoes (Ngantang, Kab. Malang) dengan sepeda motor adalah sekitar 33 Km. Waktu tempuh perjalanannya berkisar 1 jam.


Kalau mau yang lebih murah lagi. Bisa naik
KA Airlangga dari Stasiun Pasar Senen ke Surabaya Pasar Turi dengan tarif subsidi pemerintah (PSO) sebesar Rp 104.000 per penumpang untuk sekali jalan. Lanjut naik ojol ke Stasiun Surabaya Kota ataupun ke Stasiun Gubeng. Kemudian naik Commuter Line Dhoho ke Wlingi (Blitar) dengan ongkos Rp 15.000 per penumpang. Cara ini memang lebih hemat tapi makan banyak waktu. Kemudian naik opal ataupun ojol ke BC Omah Tepoes.

Sebaiknya sebelum naik opal ataupun ojol, tanyakan dulu driver-nya apakah pernah ke BC Omah Tepoes atau paling tidak ke Waduk Selorejo. Kalau pernah berarti aman karena jaraknya terbilang jauh.

Pilihan ketiga dengan bus umum dari Jakarta ke Kota Blitar. Pilihan busnya antara lain Sinar Jaya, Harapan Jaya, Rosalia Indah, Gunung Harta Solutions, Mahkota, dan MTrans. Estimasinya juga sekitar 11 hingga 14 jam.

Selanjutnya sewa mobik travel atau naik tranportasi online. Kalau pergi dalam kelompok kecil (3-5) orang bisa dengan mobil online biar lebih hemat, tapi kalau sendiri ya dengan ojol.


Pilihan Transum
TravelPlus Indonesia sendiri memilih berangkat dari Stasiun Pasar Senen Jakarta ke Stasiun Wlingi dengan KA Matarmaja kelas ekonomi new generation dengan tarif Rp 375 ribu dengan waktu keberangkatan pukul 11.25  siang dan tiba di Stasiun Wlingi sekitar pukul 1 malam. KA ini dilengkapi musala jadi memudahkan penumpang yang ingin tunaikan salat 5 waktu tapi ambil wudhu-nya di toilet. Adapun ruang kantinnya, terbilang cukup luas ditambah dengan sejumlah kursi dan meja.

Selanjutnya menunggu pagi di Stasiun Wlingi. Setelah salat subuh di musala stasiun lanjut sarapan soto campur di warung seberang stasiun. Kemudian naik opal ke mini market di Jalan Jenderal Sudirman, Wlingi untuk membeli sesuatu dengan ongkos Rp 10 ribu. Baru kemudian naik ojol Go-Jek dengan tarif hampir 70 ribu ke BC Omah Tepoes.


Pulangnya, dari BC Omah Tepoes ke Stasiun Wlingi pukul 6 pagi naik ojek warga lokal dengan ongkos Rp 100 ribu. Selanjutnya naik kereta commuter line Panataran menuju Stasiun Blitar pukul 9 pagi dengan tarif 10 ribu pesan lewat KAI Access. Dari Staisun Blitar naik KA Brantas ekonomi berangkat pukul 12.55 siang dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 01.40 malam dengan tarif Rp 370 ribu per penumpang juga harus pesan via aplikasi tersebut. KA satu ini bangkunya juga sudah menggunakan kursi ekonomi new generation namun tidak menyediakan musala dan ruang kantin makannya terbatas cuma ada satu meja makan dan 4 kursi.

Nah, kalau Anda berencana menggapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang dengan tujuan BC Omah Tepoes, ataupun ingin mendaki Gunung Kawinajang dan Gunung Selokurung lalu mampir ke Waduk Selorejo, tinggal pilih transum di atas disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan waktu Anda.

Semoga bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180


Captions
:
1. Petunjuk arah ke Pos Pendakian Gunung Kelud, Gunung Kawinajang, dan Gunung Selokurung di tepi jalan raya depan basecamp (BC) Omah Tepoes, Ngantang, Kab Malang.
2. Plang Omah Tepoes, BC pendakian Gunung Kelud via Ngantang.
3. BC Omah Tepoes sekaligus menjadi pos perijinan pendakian Gunung Kelud via Ngantang dan gunung-gunung lainnya.
4. Plang fasilitas yang tersedia di BC Omah Tepoes.
5. Suasana bagian dalam gerbong kereta api Matarmaja tujuan Stasiun Pasar Senen - Stasiun Malang (PP) yang melewati Stasiun Wlingi.
6. Bagian depan bangunan Stasiun Wlingi, Blitar.
7. Stasiun Blitar di Kota Blitar.
8. Kereta api Matarmaja sudah menggunakan kursi ekononi new generation.


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP