. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Selasa, 19 Mei 2026

Agrowisata Bunga Pancawarna, Bikin Gunung Luhur Jadi Romantic Mountain


Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ada Gunung Nona yang berjuluk Erotic Mountain. Nah, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ada Gunung Luhur yang pantas menyandang predikat Romantic Mountain.

Nah, edisi TravelPlus Indonesia kali ini giliran saya membahas kenapa Gunung Luhur yang berada di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur dijuluki predikat bernilai jual tinggi seperti itu?

Amatan saya yang melakukan pendakian gunung berketinggian 1.750 Mdpl tersebut secara tektok baru-baru ini, pemicu utamanya adalah keberadaan agrowisata bunga pancawarna di jalur pendakiannya, tepatnya setelah Pos 3 atau sebelum area camp dan musala.


Keberadaan agrowisata bunga bernama lain Hortensia atau bunga bokor ini membuat pesona keindahan Gunung Luhur terasa berbeda dibanding dengan sederet gunung lain di Sukamakmur maupun di daerah lain.

Agrowisata tersebut bukan hanya menambah spot alam menarik di jalur pendakian Gunung Luhur pun menjadi spot alam yang paling diburu para pendaki selain puncaknya.

Para pendaki terlebih pendaki perempuan banyak yang mampir ke agrowisata tersebut untuk mengabadikan hamparan tanaman bunga pancawarna, berfoto dengan bunga tersebut, dan tentunya ber-swafoto (selfie) dengan latar belakang bunga pancawarna.


Menurut Jhoni pengelola agrowisata bunga pancawarna di tempat itu, hampir setiap pendaki Gunung Luhur yang lewat jalur ini terlebih pendaki perempuan, dipastikan selalu mampir untuk sekadar foto-foto. "Kalau mau beli bunganya sudah disediakan di warung, harganya Rp 10.000 per tangkai," terangnya kepada TravelPlus Indonesia.

Kata Jhoni perkebunan bunga pancawarna tersebut milik kakeknya. Dan sejak Gunung Luhur dibuka untuk wisata pendakian, banyak pendaki yang tertarik dengan bunga pancawarna dan akhirnya dikelola menjadi agrowisata.

"Bunga pancawarna di perkebunan ini biasanya kami jual ke pengumpul dengan harga Rp 2.000 per tangkai. Dari pengumpul lalu distribusikan ke beberapa pasar bunga seperti Cipanas, Bogor, dan Jakarta," terangnya.

Kenapa orang sini menyebut bunga ini pancawarna? "Karena warna bunga bakor yang tumbuh di sini memiliki 5 jenis warna yakni putih, kuning, ungu, hijau, dan biru," ungkap Jhoni.


Sunrise Camp
Selain itu masih ada spot hamparan bunga pancawarna lainnya yang kian memperkuat gelar Gunung Luhur sebagai Romantic Mountain, yaitu di Sunrise Camp Pancawarna 1 yang berada setelah Pos 4 atau sekitar 15 menit sebelum Pos 5.

Pendaki yang melakukan pendakian Gunung Luhur secara nge-camp, banyak yang memilih memasang tenda di area camp tersebut karena selain bisa mendapatkan suguhan matahari terbit di pagi hari pun lokasi camp-nya membuahkan vibes romantis lantaran dikelilingi hamparan tanaman bunga pancawarna.

Sewaktu melewatinya, banyak pendaki yang mengabadikan area camp tersebut berikut dengan tenda berlatar bunga pancawarna yang memesona.

TravelPlus Indonesia sempat berbincang dengan beberapa pendaki yang nge-camp di sana. Menurut mereka, ini salah satu area camp yang romantis dan sudah dilengkapi toilet. "Dinginnya juga nggak terlalu menusuk, jadi enak banget buat nge-camp semalam atau dua malam disini pak," terang mereka.


Kios Bunga Potong
Satu spot lagi yang menambah kuat Gunung Luhur itu gunung yang romantis adalah keberadaan deretan kios pedagang aneka bunga potong di awal pendakian, tepatnya sekitar 200 meter setelah base camp (BC) dan loket tiket/registrasi.

Aneka bunga potong yang dijual di sana selain bunga pancawarna sebagai primadonanya pun ada bermacam bunga krisan, anggrek pot, anggrek potong, mawar, dan bunga sedap malam.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak pendaki terutama perempuan usai turun gunung mampir ke kios-kios tersebut untuk membeli aneka bunga potong dengan harga pilihan Rp10.000, Rp15.000, dan Rp 20.000.


Satu hal lagi yang bikin Gunung Luhur itu pantas menyandang gelar Romantic Mountain lantaran begitu kuat nuansa keromantisannya.

Di sana banyak pendaki yang baru memulai pendakian mampir ke kios-kios tersebut lalu membeli beberapa tangkai bunga. Menariknya, bunga yang sudah dibeli tidak dititipkan di kios melainkan dibawa serta mendaki.

Jadi selama pendakian, beberapa kali saya berpapasan dengan sejumlah pendaki baik yang sendiri maupun  berpasangan atau tengah melakukan mountan date, membawa bunga potong tersebut. Alhasil vibes romantis terasa begitu mencuat.


Travel Tips
Nah, buat travelers yang ingin medaki Gunung Luhur dengan tujuan sekaligus mengabadikan keindahan agrowisata bunga pancawarna dan membeli aneka bunga potong, pilihannya tentu dari BC via Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur.  Sebab kalau, lewat jalur pendakian/BC lain, tidak akan menemukan/mendapatkannya.

Sebaiknya traveler juga harus dalam keadaan sehat dan sudah mempersiapkan fisik dengan baik sebelum melakukan pendakian.

Baik pendakian tektok ataupun nge-camp, sebaiknya setiap pendaki mengenakan perlengkapan pendakian, seperti pakaian, celana, ransel, dan sepatu gunung yang nyaman.

Perlu diingat, spot agrowisata bunga pancawarna di Gunung Luhur itu berada di jalur pendakian gunung, tepatnya di Pos 3 ke atas. Artinya kalau mau mencapainya, ya harus melakukan pendakian dengan kondisi trek yang menanjak bahkan berlumpur dan sangat licin bila diguyur hujan. Jadi bukan seperti jalan-jalan di Taman Bunga Nusantara ataupun di Kebon Raya Cibodas.


Satu lagi, tidak membuang sampah di jalur pendakian termasuk di sekitar Puncak Pancawangi, puncaknya Gunung Luhur.

Setiap pendaki sejatinya membawa turun sampah/kemasan plastik logistiknya sendiri ke BC, supaya Gunung Luhur yang sudah memiliki predikat menarik sebagai Romantic Mountain tetap terjaga kebersihan, keindahan, dan keasriannya.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Sepenggal pesona agrowisata bunga pancawarna yang membuat Gunung Luhur via Desa Sukawangi, Sukamakmur dijuluki Romantic Mountain.
2. Mengabadikan bunga bokor atau pancawarna yang menjadi primadona agrowisata di Gunung Luhur, Sukamakmur.
3. Pengelola salah satu agrowisata bunga pancawarna di Gunung Luhur saat berbincang dengan TravelPlus Indonesia.
4. Sunrise camp yang dikelilingi hamparan tanaman bunga pancawarna di Gunung Luhur, Sukamakmur.
5. Kios pedagang aneka bunga potong di awal pendakian Gunung Luhur, Sukamakmur.
6. Banyak pendaki terutama perempuan yang membeli aneka bunga potong terutama pancawarna usai turun Gunung Luhur.
7. Agrowisata bunga pancawarna menjadi spot alam yang paling diminati selain Puncak Pancawangi, puncaknya Gunung Luhur.
8. TravelPlus Indonesia saat berada di puncak Gunung Luhur.



Read more...

Senin, 18 Mei 2026

Lima Cara Berwisata ke Bhutan van Java, Puncak 2 Sukamakmur


Sukamakmur hanya berjarak sekitar 35 Km dari pusat Kota Bogor dan dari Jakarta Tiimur sekitar 45 Km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam-an tergantung kondisi kelancaran lalulintas. Terbilang dekat tapi ...

Lantaran moda transportasi umum ke kecamatan di Kabupaten Bogor bagian Timur yang termasuk kawasan utama Puncak 2 ini sangat minim, membuat aksesnya terbilang menjadi agak merepotkan khususnya bagi travelers yang biasa kemana-mana naik moda transportasi umum.

Padahal kecamatan yang mendapat julukan Bhutan van Java lantaran kondisi topografinya didominasi perbukitan dan pegunungan dengan kontur curam dan bentang alamnya yang hijau serta asri, sepintas mirip dengan pemandangan pegunungan di negara Bhutan ini, belakangan kian diminati travelers sebagai destinasi wisata alam untuk kegiatan pendakian gunung, trekking ke air terjun, berkemah di camping ground, agrowisata, ekowisata, dan lainnya.

Untuk menjangkau kecamatan di Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur ini, umumnya traveler membawa kendaraan pribadi sendiri, sepeda motor ataupun mobil.


Bila naik sepeda motor, ada yang datang sendiri dan atau berdua. Tak sedikit yang datang berkelompok dengan beberapa motor seperti kelompok touring. Selebihnya menggunakan mobil berukuran standar yang bisa memuat  4-7 orang.

Kondisi banyaknya kendaraan pribadi di kecamatan yang merupakan pemekaran dari wilayah Jonggol ini, bisa dilihat di beberapa area parkir pos pendakian gunung ataupun area parkir camping ground-nya. Terlebih di objek wisata alam yang ramai peminatnya seperti Gunung Luhur di Desa Sukawangi.

Disatu sisi, kondisi seperti itu bisa menambah pendapatan bagi pengelola objek wisata tersebut dari biaya parkir. Tapi disisi lain, berdampak buruk membuahkan pencemaran udara dari berbagai macam kendaraan pribadi tersebut.

Cara kedua berwisata ke Sukamakmur, biasanya dilakukan travelers berjiwa backpacker dengan menggunakan transportasi umum yakni naik KRL komuter ke Stasiun Nambo, lalu naik angkot ke Pasar Citeureup dan ganti angkot lagi ke Sukamakmur, dan dari pemberhentian terakhir lanjut naik ojek lokal ke objek wisata alam tujuan di Sukamakmur.

Cara tersebut ada yang dilakukan sendiri alias solo backpacking tak sedikit yang datang dalam small group, 2-5 orang. Pilihan ini memang butuh effort lebih dan cukup melelahkan karena memakan banyak waktu di perjalanan berangkat maupun pulang.

Pilihan cara ketiga, traveler menggunakan moda transportasi online. Misalnya dari stasiun Nambo atau dari Pasar Citeureup ke Sukamakmur. Durasinya jelas lebih cepat dibanding cari kedua tapi ongkosnya lebih tinggi.

Cara keempat, tak sedikit traveler yang lebih memilih menyewa mobil travel Rp 200 ribu per orang, maksimal lima orang yang bisa antar dan jemput dari beberapa titik penjemputan di Jakarta, Cikarang, dan Bekasi ke Sukamakmur dan sebaliknya. Biaya tersebut sudah termasuk paket driver, bbm, dan tol.

Pilihan terakhir atau yang kelima, travelers juga banyak yang mengikuti open trip (OT) pendakian gunung, trekking curug, dan lainnya ke Sukamakmur yang diadakan oleh tour operator atau indie travel terpercaya dan berpengalaman.


Biasanya yang mengunakan OT, titik kumpul (tikum)-nya di sekitaran Stasiun Bogor lalu menggunakan mobil
pickup atau bak terbuka (bakter) menuju Sukamakmur lewat kawasan Puncak 1 sampai ke jalan menuju Taman Bunga Nusantara, Kabupaten Cianjur. Selanjutnya ke objek wisata alam tujuan di Sukamakmur seperti yang diterapkan oleh Teman Jalan, salah satu tour operator yang membuat OT pendakian tektok Gunung Luhur.

Adapun OT yang tikumnya di UKI Cawang, Jakarta Timur biasanya naik mobil atau elf ke tol Jagorawi lalu keluar pintu tol Citeureup atau Sentul, kemudian mengarah ke wilayah Jonggol dan Sukamakmur.

Solusi Transportasi
Bagaimana caranya agar akses ke Sukamakmur jadi lebih mudah sehingga jumlah kunjungan wisatawannya terus meningkat namun bisa sekaligus mengurangi emisi karbon?

Solusinya adalah menyediakan moda transportasi umum atau minimal shuttle bus berkapasitas 10 (jenis elf short) sampai 20 orang (elf long) yang nyaman, aman, dan tarifnya terjangkau dari Stasiun Nambo, Stasiun Bogor, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Baranangsiang ke terminal atau titik sentral pemberhentian shuttle bus (sebaiknya berada di tengah-tengah Kecamatan Sukamakmur).

Moda transportasi umum atau shuttle bus tersebut memiliki beberapa kali jam keberangkatan secara berkala setiap hari yakni pukul 6 pagi, 1 siang, dan 7 malam. Lalu dari titik sentral shuttle bus di  Sukamakmur ke Stasiun Nambo, Stasiun Bogor, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Baranangsiang berangkat pukul 7 pagi, 1 siang, dan 4 sore supaya traveler masih ada waktu untuk naik kereta dari Stasiun Nambo ataupun Stasiun Bogor maupun naik bus dan lainnya dari Terminal Baranangsiang ataupun Kampung Rambutan.

Adapun dari titik sentral shuttle bus di tengah-tengah Kecamatan Sukamakmur ke objek-objek wisata misalnya ke setiap pos pendakian, camping ground, penginapan, kafe/resto, dan sebaliknya, tersedia moda transportasi online motor ataupun mobil. Bisa juga dengan ojek pangkalan khusus wisata Sukamakmur maupun angkutan desa (semacam angkot) wisata dengan tarif yang jelas dan terjangkau.

Lewat solusi versi TravelPlus Indonesia ini, selain bisa menambah kunjungan wisatawan ke Sukamakmur pun jauh lebih ramah lingkungan karena dengan naik kendaraan umum secara signifikan dapat menekan jumlah kendaraan pribadi dan berujung penurunan jejak karbon per orang/ individu.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Ikut open trip (OT) naik mobil pickup atau bak terbuka (bakter) ke Sukamakmur, bisa jadi pilihan. (foto: dok.temanjalan)
2. Travelers yang naik kendaraan pribadi seperti sepeda motor ke Sukamakmur paling ramai peminatnya, ini faktanya. (foto: adji)
3. Teman Jalan salah satu tour operator yang rajin membuat OT pendakian Gunung Luhur dan lainnya di Sukamakmur. (foto: dok.temanjalan)


Read more...

Sukamakmur Magnet Baru Destinasi Wisata Alam, Ini Lima Faktor Penguatnya


Punya banyak faktor penguat, Sukamakmur belakangan ini menjelma menjadi magnet baru destinasi wisata alam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat
.

Amatan TravelPlus Indonesia sekurangnya ada 5 faktor penguat/pendukung yang membuat kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor bagian Timur ini menjadi seperti itu.

Faktor penguat pertama, Kecamatan Sukamakmur yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Jonggol yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 1999 tanggal 26 Mei 1999 ini dianugerahi Sang Maha Pencipta topografi berupa perbukitan, pegunungan, lembah, perkebunan sayur/bunga/buah, dan persawahan dengan pemandangan alam yang asri dan udara sejuk.

Boleh dibilang semua wilayah Kecamatan Sukamakmur merupakan wilayah lereng yakni bagian dari gunung yang letaknya di antara puncak sampai lembah sehingga banyak orang menjulukinya Bhutan van Java.

Faktor penguat kedua, Kecamatan  Sukamakmur yang berluas wilayah 175 km² terbagi atas 10 desa/kelurahan dan wilayah selatannya berbatasan dengan Kabupaten Cianjur ini merupakan kawasan Puncak 2 lantaran wilayahnya menjadi bagian utama dari proyek pembangunan jalur alternatif (Poros Tengah Timur) yang dirancang untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata Puncak utama atau Puncak 1 (Ciawi-Cipanas).

Jalur yang melintasi Sukamakmur ini diproyeksikan sebagai jalur alternatif utama yang menghubungkan kawasan Bogor Timur (Kecamatan Jonggol dan lainnya) hingga ke Cianjur, sehingga fungsinya menyejajarkan kawasan ini dengan jalur Puncak 1.


Berikutnya atau faktor penguat ketiga, Sukamakmur memiliki banyak objek wisata alam antara lain sederet bukit, gunung, lembah, air terjun, bumi perkemahan, setu atau danau kecil, persawahan, dan perkebunan.

Lantaran topografinya didominasi perbukitan dan pegunungan, membuat Sukamakmur memiliki puluhan puncak gunung.

Mendaki Gunung dan Agrowisata
Faktor penguat keempat, banyak aktivitas wisata alam dan turunannya yang dapat dilakukan travelers di Kecamatan Sukamakmur.

Utamanya wisata alam dengan bermacam aktivitas luar ruangan (outdoor activities) antara lain mendaki gunung, treking air terjun, berkemah, ekowisata, dan agrowisata.

Sejumlah gunung di Sukamamur juga sudah dibuka jalur pendakiannya baik untuk pendakian tektok atau one day trip (ODT) maupun pendakian nge-camp.

Ada pendakian gunung berketinggian dibawah 1.000 Mdpl antara lain Patapaan, Bukit Gajah, Pancaniti, Gunung Batu, dan Hanjawong. Banyak pula yang diatas 1.000 Mdpl antara lain Bukit Paris, Datar Kopi, Butik, Pakuan, Kuta, Putri Centana, Palasari, Sangar, Simbut, Paseban, Pasir Ipis, Lembah Hijau, Ciputri, Kencana 2, Khayangan, Ciguntur, Luhur, Agung, Gedongan, Halimun, Walanda, Lumut, dan Malang.

Berketinggian masih dibawah 2.000 Mdpl dan suhu cuacanya pun tidak terlalu dingin, membuat pendakian le puncak-puncak gunung di Sukamakmur relatif aman buat pendaki pemula, baik anak-anak, remaja, orang dewasa maupun lanjut usia (lansia) 50 tahun ke atas.

Bila dilihat dari strata pendidikan, travelers yang datang untuk tujuan mendaki gunung-gunung di Sukamakmur umumnya muda-mudi dari tingkat SMK dan kuliah. Tak sedikit pula dari kalangan pekerja dan orang tua. Banyak pula orang tua yang membawa anak-anaknya yang masih pelajar sekolah dasar untuk nanjak tipis-tipis.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak pula pendaki-pendaki baru yang menjadikan gunung-gunung di Sukamakmur sebagai sarana latihan atau uji coba fisik sebelum mendaki gunung di Jawa Barat yang lebih tinggi seperti Gunung Salak, Gede,  Pangrango, dan Ciremai maupun gunung-gunung populer di Jawa Tengah.

Tak sedikit pendaki lawas yang sudah sarat pengalaman mendaki sejumlah gunung di Tanah Air yang penasaran dengan trek pendakian gunung-gunung di Sukamakmur sekaligus sebagai ajang persiapan fisik sebelum ekspedisi pendakian dan lainnya. Bahkan tak sedikit pendaki yang hobi trail run menjadikan gunung-gunung di Sukamakmur sebagai arena latihan untuk mengikuti lomba trail run di gunung baik tingkat provinsi maupun nasional.


Di Sukmakmur, traveler juga bisa beraktivitas agrowisata antara lain tanaman hias terutama hortensia atau Hydrangea dan krisan atau Chrysantemum. Selain itu anggrek pot, anggrek potong, mawar, dan bunga sedap malam.

Untuk tanaman minumannya ada kopi robusta atau arabika. Tanaman biofarmaka-nya didominasi jahe lengkuas, kencur, dan kunyit. Adapun buah-buahannya yang cukup melimpah antara lain pisang, pepaya, durian, manggis, mangga, rambutan, salak, dan alpukat. Sedangkan sayurannya utamanya ada bawang daun, cabai keriting, tomat, kembang kol, kentang, petai, dan melinjo.
.
Semua hasil pertanian dan perkebunan di Sukamamur tersebut sudah dikembangkan menjadi agrowisata, terutama bunga hortensia atau nama lokalnya bunga pancawarna karena memiliki lima macam warna antara lain di Gunung Luhur.

Traveler juga bisa berkemah di camping ground yang ada di Sukamakmur antara lain di Situ Rawagede, Curug Cidulang Khayangan, Situ Rawa Kembar Gunung Pakuan, dan Curug Cibeureum.


Amatan TravelPlus Indonesia, aktivitas berkemah disana bukan hanya didominasi anak-anak muda pun menjadi pilihan wisata keluarga (orang tua dan anak-anak) di alam terbuka karena memberi efek meneduhkan dan menyehatkan.

Terakhir atau faktor penguat kelima, pangsapasarnya sangat besar. Pangsapasar utama wisatawan yang berkunjung ke Sukamakmur saat ini masih didominasi dari tiga provinsi yakni Jawa Barat, Jakarta, dan Banten terutama dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang). Dari tiga provinsi tersebut saja ada jutaaan wisatawan peminat wisata alam.

Belum lagi dari sejumlah provinsi lain baik yang ada di Jawa maupun luar Jawa. Bahkan TravelPlus Indonesia menilai Sukamakmur juga bakal mampu menjaring wisatawan mancanegara (wisman) terutama dari Asia Timur, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.

Melihat lima faktor penguat itu, akhirnya Sukamakmur tumbuh menjadi destinasi wisata alam baru di Kabupaten Bogor yang ramai peminatnya.

Alhasil bukan hanya menciptakan/membuka lapangan kerja di sektor pariwisata pun sekaligus menambah pendapatan bagi masyarakatnya lewat jasa parkir, biaya registrasi pendakian, berkemah, penjualan makanan/minuman, agrowisata, homestay atau rumah singgah, dan lainnya.


Peluang Usaha Wisata
Amatan TravelPlus Indonesia, usaha di sektor pariwisata masih sangat terbuka di Sukamakmur seperti akomodasi yang berkonsep back to nature (homestay, vila, hotel dengan kamar dimentori dan kapsul, hotel non budget, dan hotel berbintang).

Selain itu usaha dalam pengembangan agrowisata; pengembangan camping ground (untuk glamping, car camping, dan cabin camping); pengembangan wisata kuliner (rumah makan, kedai kopi, kafe, dan resto) serta tempat rekreasi yang juga berkonsep back to nature; dan pengembangan kegiatan wisata seperti festival yang memadukan kegiatan wisata alam, agrowisata, kuliner lokal, kerajinan tangan lokal, dan suguhan seni budaya setempat.

Namun tetap harus ada pembatasan jumlahnya, bukan pembangunan massif yang mengeksploitasi alam hingga alamnya rusak, macet, dan semraut (tidak tertata) sebagaimana yang menimpa kawasan Puncak tetangganya.

Peluang bermacam usaha wisata tersebut harus selaras atau harmonis dengan alam supaya Sukamakmur kedepannya tetap menjadi magnet destinasi wisata alam yang asri, hijau, sejuk, tertata, lancar, dan nyaman serta sangat mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Sepenggal keindahan dan keasrian alam Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
2. Pendakian gunung di Sukamakmur ramai peminatnya.
3. Agrowisata bunga pancawarna menambah daya tarik Sukamakmur sebagai magenet baru destinasi wisata alam.
4. Salah satu camp area di Gunung Luhur, Sukamakmur.
5. Peluang usaha sektor pariwisata masih terbuka luas di Sukamamur antara lain berbagai macam akomodasi, kedai kopi, kafe, resto, tempat rekreasi, dan lainya yang semuanya harus berkonsep back to nature.





Read more...

Minggu, 10 Mei 2026

35 Keuntungan Berwisata di Indonesia Part 2 (Surga Kuliner & Reputasi Dunia)


Di tulisan "35 Keuntungan Berwisata di Indonesia" bagian kedua ini, saya lanjutkan lagi 20 keuntungan lainnya, di antaranya surga kuliner dan reputasi dunia.

Adapun keuntungan ke-16 berwisata di Indonesia, travelers dipastikan akan mendapatkan banyak pilihan kuliner baik tradisional, campuran, mancanegara, maupun kuliner kekinian.

Saking banyak dan beragamnya, travelers dari dalam dan luar negeri menyebut Indonesia itu surganya sambal, sate, soto, bubur, nasi goreng (nasgor), seafood, makanan pedas, kue basah, kue kering, buah, dan surganya lalapan.

Faktanya, jenis sambalnya saja sangat banyak. Begitupun dengan soto, sate, bubur, nasgor, dan lainnya. Sampai banyak yang bilang Indonesia itu negeri sambal, sate, soto, bubur, dan nasgor.

Ke-17, mendapatkan banyak pilihan warung nasi, rumah makan, resto, kafe, sentra kuliner, food court, kantin, street food, sentra/pusat oleh-oleh, dan lainnya. Bahkan belakangan menjamur kedai kopi dan teh, gerobak es teh, koling (kopi keliling), dan warung kopi yang semakin memperkuat julukan Indonesia sebagai salah satu surga kopi dan teh.


Diakui Global
Keuntungan yang ke-18, mendapatkan banyak pilihan objek wisata, aktivitas wisata, atraksi wisata, moda transportasi, dan destinasi wisata yang bereputasi dunia dalam artian berprestasi tingkat dunia, berkualitas dunia, diakui global, dan atau termasyur di dunia serta diminati turis mancanegara.

Contoh objek wisata kelas dunia antara lain Pulau Komodo, Tanjung Puting, Wae Rebo, Gunung Rinjani, Gunung Kerinci, Gunung Anak Krakatau, Gunung Leuser (pernah diminati pendaki mancanegara era tahun 1970-1980an), Prawirotaman kampung bule di Kota Jogja, dan Jalan Jaksa di Jakarta Pusat (pernah berjaya sebagai kampung turis sandal jepit/ransel dari mancanegara pada era tahun 1970-1990an).


Selain itu spot
surfing-nya yang mendunia antara lain
Pantai Tanjung Setia, Krui, Mentawai, Nias, Pulau Panaitan, Plekung, beberapa titik di Bali, dan Desert Point di Lombok.

Adapun spot diving tersohornya antara lain Raja Ampat, Pulau Weh, Derawan, Maratua, Bunaken, Selat Lembeh, Taman Nasional Komodo, Wakatobi, Tulamben, Gili Trawangan, dan Kepulauan Alor.

Selain itu Desa Wisata Ngalanggeran-Yogyakarta, Desa Wisata Nagari Pariangan-Sumbar; Masjid Istiqlal-Jakarta; Candi Borobudur-Jateng; pusat grosir fesyen terbesar di Asia Tenggara Pasar Tanah Abang-Jakarta Pusat; beberapa tarian tradisional seperti tari bali, saman, jaipong, topeng, piring, dan tari lengger lanang; beberapa kuliner seperti rendang, nasi goreng, dan sate; serta beberapa geopark antara lain Geopark Batur, Gunung Sewu, Belitong, Maros Pangkep, dan Geopark Ciletuh.

Atraksi wisata atau calendar of event berkelas dunia seperti Pekan Kebudayaan Bali (PKB), Festival Lembah Baliem, Festival Budaya Asmat, Java Jazz, konser musik Synchronize Fest, sport tourism Tour de Singkarak (pernah ramai diminati pesepeda mancanegara), dll.

Moda transportasi berkelas dunia antara lain maskapai GIA, kapal/perahu Pinisi, Transjakarta, MRT, LRT, kereta wisata, dan kereta cepat.

Destinasi wisata dunia tentu saja Bali dari dulu sampai kini; Danau Toba dan Toraja (keduanya pernah berjaya diminati wisman pada era tahun 1980-1990an), dan selanjutnya Batam dan Bintan (mulai ramai dimintai wisman terutama dari Singapura dan Malaysia mulai era tahun 1990an). Sedangkan di era tahun 2000an tepatnya mulai tahun 2013 dan seterusnya, giliran Labuan Bajo menjadi destinasi wisata yang ramai diminati wisman.


Disebut destinasi wisata karena banyak pilihan objek wisata bahari, alam, budaya, kuliner, penginapan, pusat perbelanjaan, dan aktivitas wisata yang diminati wisatawan.

Ke-19, mendapatkan banyak pilihan wisata religi ternama. Contohnya Makam Sunan Ampel di Surabaya, Jatim; Makam Sunan Giri (Gresik, Jatim); Masjid Menara Kudus & Makam Sunan Kudus (Kusus, Jateng); Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang, Jateng); Masjid Raya Sheikh Zayed (Solo, Jateng); Masjid Gedhe (Jogja); Makam Sunan Gunung Jati (Cirebon, Jabar); dan tentu saja Masjid Istiqlal yakni masjid terbesar di Asia Tenggara yang ada di Jakarta.

Berikutnya atau keuntungan yang ke-20, mendapatkan banyak pilihan wisata halal (moslem friendly) utama di Indonesia.

Contohnya Lombok, NTB dengan predikat "Pulau Seribu Masjid" ; Aceh yang istimewa karena menerapkan syariat Islam dengan ikon Masjid Raya Baiturrahman; serta Sumbar dengan aneka kuliner halal, budaya Minangkabau yang berlandaskan Islam, dan sejumlah masjid tua maupun modern.

Selain itu DKI Jakarta yang menawarkan kemudahan akses, makanan halal, dan tempat ibadah yang nyaman; Jabar dengan cuaca yang sejuk dan sejumlah masjid ikonik; dan Yogyakarta yang ramai diminati wisnus dan wisman serta memiliki beberapa masjid dengan pengelolaan yang kekinian antara lain Masjid Jogokariyan.


Kaya Kriya
Ke-21, mendapatkan banyak pilihan kerajinan tangan atau kriya yang merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif (ekraf) andalan sektor ekraf Indonesia.

Hebatnya lagi, hampir setiap kota dan kabupaten di Indonesia memiliki aneka kerajinan tangan atau kriya khas masing-masing. Bahkan banyak yang sudah mendunia antara lain batik; tenun ikat dan songket; tapis Lampung, ukiran kayu Jepara; wayang kulit; angklung; anyaman rotan dan bambu; kerajinan perak berupa perhiasan/aksesoris; kerajinan kulit seperti tas, sepatu, dan jaket kulit; gerabah/tembikar; kerajinan getah nyatu khas Kalimantan Tengah dari getah pohon, dan noken alias tas tradisional Papua yang sudah diakui UNESCO.

Keuntungan ke-22, mendapatkan banyak pilihan oleh-oleh atau buah tangan. Sama seperti kerajinan tangan, hampir setiap kota dan kabupaten di Indonesia juga memiliki aneka oleh-oleh khas terutama berupa panganan atau camilan.

Beberapa oleh-oleh camilan dan minuman yang namanya sudah begitu tersohor antara lain kopi Gayo dan dendeng dari Aceh; bika ambon dsn bolu meranti khas Medan; rendang (daging/telur/suwir) dan keripik sanjai balado khas Minang, Sumbar; pempek Palembang; keripik pisang aneka rasa dan kopi Robusta Lampung; klappertaart Manado, Pie Susu dan kopi Kintamani dari Bali; bakpia pathok dan gudeg Jogja; pisang bolen Kartika Sari dan peyeum Bandung; serta dodol Betawi dan roti buaya mini khas Jakarta.

Ke-23, mendapatkan banyak pilihan wisata pameran/expo terkait pariwisata baik yang berkelas nasional maupun internasional.

Contohnya Bali & Beyond Travel Fair (BBTF), Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF); ASTINDO Travel Fair; INDOFEST; Deep and Extreme Indonesia (DXI) DRT SHOW Indonesia; dan INACRAFT (Jakarta International Handicraft Trade Fair).

Selanjutnya atau keuntungan yang ke-24, mendapatkan banyak pilihan wisata buatan (taman kota, water park/water boom, tempat rekreasi, kebun binatang, dll) terutama yang ada di ibukota provinsi. Contohnya kalau di Jakarta antara lain Tebet Eco Park, Taman Bendera Pusaka, Kebun Binatang Ragunan, dan lainnya.


Ke-25, mendapatkan banyak pilihan pusat/sentra perbelanjaan seperti mall, pasar tradisional, pasar unik, pasar modern, dll.

Contoh pasar tradisional dan atau pasar unik yang tersohor antara lain Pasar Terapung Lok Baintan di Banjarmasin. Kalsel; Pasar Bisu (Sumbar); Pasar Papringan (Temanggung, Jateng); Pasar Barang Antik Triwindu dan Pasar Klewer (Solo, Jateng); Pasar Kaget (Wamena, Papua Pegunugan); Pasar Beriman (Tomohon, Sulut); Pasar Bolu (Toraja, Sulsel); Pasar Beringharjo (Yogyakarta); dan Pasar Seni Sukawati di Bali.

Keuntungan yang ke-26, mendapatkan banyak pilihan tempat hiburan seperti karoke, pub, diskotik dan lainnya terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Manado, dan beberapa titik di Bali.

Ke-27, mendapatkan banyak pilihan penginapan (hotel budget - berbintang, resort, vila, homestay, glamping, dll), baik itu jenis akomodasi yang berada di perkotaan, pedesaan, pesisir maupun pegunungan atau lereng gunung, dan kawasan hutan.

Berikutnya atau keuntungan yang ke-28, mendapatkan banyak pilihan wisata gratis. Di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta punya sejumlah objek wisata tak berbayar alias gratis seperti taman dan hutan kota, kawasan Kota Tua, konser musik dan pameran gratis, culture event, mall dan pusat perbelanjaan, dll.

Ke-29, mendapatkan banyak pilihan moda transportasi umum terlebih di kota-kota besar utama seperti Jakarta dan sekitarnya antara lain bus Transjakarta, KRL komuter, LRT, MRT, kereta wisata, dan kereta cepat.


Bangsa yang Ramah
Keuntungan yang ke-30, mendapatkan banyak orang/masyarakat yang ramah dan murah senyum.

Sudah sejak dulu orang Indonesia dikenal sebagai salah satu bangsa di dunia yang ramah kepada siapapun terlebih wisman. Apalagi kalau wisman tersebut berperilaku baik dan santun sekalipun tidak bisa berbahasa Indonesia.

Prilaku positif tersebut turut menopang kemajuan pariwisata Indonesia, mengingat ramah itu merupakan salah satu dari 7 unsur penting dalam pariwisata Indonesia yakni Sapta Pesona.


Ke-31, mendapatkan banyak pengalaman langsung dengan mengikuti kegiatan keseharian masyarakat seperti memasak, membuat oleh-oleh, dan atau kerajinan setempat, mengikuti tradisi mayarakat adat, dll.

Keuntungan yang ke-32, mendapatkan musim panas yang cukup panjang sekitar 4 bulan utama, 4 bulan musim pancaroba.

Musim panas di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus, kemudian lanjut musim pancaroba (dari musim panas menuju hujan) yang terjadi pada bulan September dan Oktober. Sedangkan musim hujan umumnya terjadi pada November, Desember, Januari, dan Februari lanjut pancaroba (dari musim hujan menuj panas) terjadi pada bulan Maret dan April.

Ke-33, travelers mendapatkan banyak travel agent, tour operator, pemandu wisata/pramuwisata (tour guide), pemandu gunung/guide gunung (mountain guide), dan porter gunung yang profesional.

Selanjutnya atau keuntungan yang ke-34, mendapatkan banyak kesan baik/postif/menyenangkan sewaktu pertama kali berwisata di Indonesia. Akhirnya mereka kembali datang dan datang lagi. Tak sedikit dari mereka yang kemudian memilih bekerja di sini dan atau membuka usaha terkait pariwisata karena melihat ada peluang bisnis yang menguntungkan.

Banyak pula yang menikah dengan orang sini dan menetap di Indonesia. Bahkan ada pula yang jatuh hati dengan kelebihan atau keistimewaan negeri ini, lalu akhirnya mantap berpindah kewarganegaraan menjadi WNI.


Biaya Terjangkau
Terakhir atau keuntungan yang ke-35, travelers akan mendapatkan biaya atau ongkos wisata yang terbilang terjangkau.

Contohnya wisman yang negaranya berada dekat dengan Indonesia seperti negara-negara yang ada di kawasan Asia Tenggara maupun Australia, ongkos mereka berwisata ke Indonesia jelas jauh lebih murah bila dibanding harus berwisata ke negara yang letaknya sangat jauh dari negara mereka.

Karena ongkosnya lebih terjangkau, mereka bisa datang berkali-kali ke Indonesia. Contohnya turis Singapura yang kerap berulang-ulang datang ke Batam dan Bintan. Turis Malaysia ke Batam, Bintan, Bandung, Jakarta, Banda Aceh, Padang, Jogja, dan Bali. Wisman Australia ke Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan lainnya.

Adapun turis asing dari negara yang letaknya paling jauh dari Indonesia meskipun ongkos pesawatnya mahal tapi kelebihannya bisa mendapatkan sederet keuntungan sebagaimana tersebut di atas.


Itulah 20 keuntungan tambahan sehingga menjadi 35 keuntungan berwisata di Indonesia versi
TravelPlus Indonesia.

Semoga dengan dua tulisan terbaru saya tentang sederet keuntungan berwisata di Indonesia ini, membuat travelers mancanegara dimanapun semakin tertarik berkunjung ke Indonesia untuk berwisata dan atau bertualang. Dan bagi mereka yang sudah pernah, harapannya semoga kembali datang dan datang lagi menikmati ragam pesona Indonesia.

Enjoy traveling and and adventuring in Indonesia 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Seruit, makanan berat khas Lampung dengan bermacam menu seperti ikan goreng, pindang patin, sambal tempoyak serta aneka macam lalapan baik mentah maupun yang sudah direbus.
2. Wisman menikmati kekhasan Candi Borobudur yang sudah bereputasi dunia.
3. Peselancar asing usai "menari-nari" di ombak liar khas Nias, Sumut.
4. Wisman tengah mengabadikan patung-patung artistik di Bali.
5. Wisman memotret penenun sarung khas Buton.
6. Lantaran menjual bermacam hewan yang tak lazim buat disantap seperti ular piton, kelelawar besar/kalong, dan lainnya, membuat Pasar Beriman di Tomohon jadi ramai dikunjungi wisatawan.
7. Orang Indonesia terkenal ramah dan murah senyum, terlebih dengan wisman.
8. Wisman melihat proses memasak kuliner khas Buton.
9. Wisman tiba di Bandara Internasional Lombok, NTB.
10. Sejumlah wisman dari Asia Timur di Bali.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP