. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 21 Januari 2022

Ingin Wisata Nyaman? Perhatikan Kondisi Cuaca dan Moda Transportasi yang Digunakan



Lakalantas truk kontainer yang menyeruduk sederet kendaraan di traffic light Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi hingga menelan korban jiwa, memberi pelajaran penting bagi kita agar senantiasa waspada saat berkendara untuk tujuan apapun, termasuk wisata.

Kendati saat ini semakin banyak tersedia moda transportasi dengan fasilitas keamanan dan kenyamanan, namun ternyata masih ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan seperti cuaca, faktor attitude pengemudi atau nahkoda, dan lainnya.

Berdasarkan pengalaman melakukan kunjungan ke berbagai destinasi wisata baik untuk liburan maupun tugas, berikut  Travelplus Indonesia suguhan kiat memilih moda transportasi yang aman dan nyaman untuk wisata.

Sebelum berangkat ke objek wisata yang ingin dituju, sebaiknya kumpulkan informasi alat transportasi apa saja yang bakal Anda gunakan, termasuk waktu atau jadual keberangkatan dan biayanya.

Bila menggunakan moda transportasi darat seperti bus untuk ke luar kota, sebaiknya memilih bus dari perusahaan bus yang bereputasi baik dengan kondisi bus yang masih layak pakai.


Pilih bus dengan rute tercepat agar cepat sampai tujuan. Kalau kunjungan dilakukan secara berkelompok atau rombongan sewa bus pariwisata yang bereputasi baik, andal, dan berpengalaman. Jangan cari bus pariwisata yang tak bermutu karena alasan murah.

Kalau jarak tempuhnya jauh, perhatikan kondisi sopirnya. Kalau kelihatan mengantuk, sarankan untuk istirahat sejenak atau digantikan dengan sopir cadangan. Perhatikan cara mengemudi sopir tersebut. Kalau ugal-ugalan, ngebut, dan asal, sebaiknya ditegur karena dapat berakibat patal.

Bila menggunakan transportasi air, misalnya menyeberang selat atau laut, gunakan kapal motor (KM) yang layak pakai, berizin, dan disertai dengan bajubpelampung keselamatan (life jacket). Tak ada ruginya mempersiapkan life jacket yang praktis sendiri sebagai antisipasi.

Sebaiknya men-carter kapal bila dilakukan secara rombongan. Kalau ikut dengan kapal umum, perhatikan daya muat kapal. Apakah mengindahkannya atau tidak. Kalau melihat ada kejanggalan itu, sebaiknya tegur nahkoda atau urungkan niat naik kapal tersebut.


Peristiwa tenggelamnya kapal angkut umum di perairan Kota Baru, Kalimantan Selatan beberapa tahun lalu yang menewaskan belasan penumpangnya akibat kapasitas muat penumpang melebihi daya angkut kapal tersebut, bisa dijadikan pelajaran berharga.

Begitupun kejadian terbakarnya Kapal Cepat Wahana Gili Ocean 4 yang mengangkut ratusan wisatawan asing dan lokal di perairan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, akibat mesin meledak pada Juni 2015, serta tragedi serupa yang menimpa KM Zahro Express di perairan Teluk Jakarta awal 2017, sebaiknya semua musibah itu dijadikan bahan pertimbangan dan pembelajaran.

Kalau punya dana lebih, silakan men-carter kapal cepat (speedboat) atau kapal pesiar modern (yacht) yang tentu berfasilitas lebih nyaman dan dilengkapi perlengkapan keselamatan yang memadai. Namun harus tetap diperhatikan kondisi cuaca dan pengalaman nahkodanya.

Perhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut saat itu. Dapatkan informasinya dari BMKG, dll. Kalau sedang tak bersahabat, jangan paksakan menyeberang dengan kapal sebagus apapun. Sebaiknya tunggu sampai cuaca membaik.


Jika menggunakan transportasi udara yakni pesawat, sebaiknya pilih maskapai penerbangan yang bereputasi baik, memiliki pesawat yang layak terbang, termasuk pilot yang benar-benar berkondisi sehat.

Bila menggunakan pesawat berbadan kecil atau berkapasitas minim sebaiknya lihat kondisi kapal dan juga cuaca. Kalau pesawat sudah berstandar internasional, layak terbang, dan cuaca sedang baik, itu tak masalah.

Jika tak pilihan harus menggunakan alat transportasi khusus buatan masyarakat lokal di daerah terpencil, seperti getek atau rakit bambu, perahu tradisional, ketinting, taksi air, sampan, ojek sepeda motor, bentor atau becak bermotor, dan lainnya. Perhatikan kualitas kendaraan tersebut,  kondisi lokasi/jalan, dan lalin yang dilalui untuk meminimalisir kecelakaan.


Berdoalah memohon keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan sebelum berangkat dengan menggunakan apapun alat transportasinya, begitupun sekembalinya.

Ingatlah, sekalipun Anda berjiwa petualang, pemberani, siap menghadapi tantangan seberat apapun saat melakukan perjalanan wisata ala backpaker atau petualang sejati dengan alat transportasi apapun seadanya atau sedapatnya, tak ada salahnya tetap mawas diri dengan memperhatikan sederet kiat di atas.

Semua itu untuk keamanan, kenyamanan, dan pastinya keselamatan Anda juga dalam berwisata. 

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia

Read more...

Nikmati Wajah Samarinda di Usia 354 Tahun, Sederet Daya Tariknya Ini Wajib Masuk Daftar City Tour


Berwisata kota (city tour) di Samarinda hari ini, jelas terasa lebih istimewa. Soalnya bertepatan dengan bertambah usianya yang kini 354 tahun (21 Januari 1668 - 21 Januari 2022).

Seperti apa wajah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini sekarang? Untuk mengetahuinya, tak ada cara lain selain menyambangi sederet daya tariknya lewat city tour.

Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia ditambah data berbagai sumber, daya tarik Samarinda yang berjuluk Kota Tepian terbilang cukup beragam. Ada wisata budaya, religi, sejarah, alam, buatan, susur sungai, belanja, dan kuliner termasuk oleh-oleh.

Wisata budaya di kota ber-motto TEPIAN (Teduh, Rapi, Aman, dan Nyaman) ini antara lain mengunjungi Desa Budaya Pampang, Cagar Budaya Kampung Tenun dan  Rumah Adat, dan Taman Budaya Samarinda.

Desa Budaya Pampang yang berada di Kelurahan Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, sekitar 5 Km dari jalan raya, sebelum Bandara APT Pranoto atau sekitar 20 Km dari pusat kota merupakan lokasi untuk melihat atraksi budaya Suku Dayak Kenyah setiap Minggu.

Cagar Budaya Kampung Tenun di Gang Pertenunan, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang merupakan sentra pengerajin sarung Samarinda.

Di sana ada deretan rumah panggung yang dibangun di area bekas rawa dan pinggir Sungai Mahakam. Di kampung tersebut juga ada Cagar Budaya Rumah Adat.

Taman Budaya Samarinda yang berada di Kemakmuran, Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinangsalah menjadi salah satu tempat untuk mengenal dan melihat bermacam pentas seni budaya yang ada di Kaltim Timur.

Objek wisata religinya antara lain Masjid Shiratal Mustaqiem, Masjid Islamic Center Samarinda, Makam La Mohang Daeng Mangkona, dan Goa Maria di Rumah Retret Bukit Rahmat.

Masjid Shirathal Mustaqiem atau Masjid Tua Samarinda Seberang yang beralamat di Jl. Bung Tomo,  Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang adalah masjid tertua di Kota Samarinda yang dibangun pada tahun 1881.

Masjid yang menyimpan Al-Qur’an berusia 400 tahun tersebut pernah menjadi pemenang ke-2 dalam festival masjid-masjid bersejarah di Indonesia pada tahun 2003.

Masjid yang seluruh bangunannya serba kayu kecuali tempat wudhu ini memiliki menara setinggi 21 meter.

Sementara objek wisata sejarahnya antara lain Museum Samarinda yang berada di dalam satu area Taman Samarendah, tepatnya di Jl. Bhayangkara, Bugis, Kecamatan Samarinda Kota.

Wisata alamnya antara lain Puncak Samarinda, Air Terjun Berambai, Gunung Steling Selili, dan Kebun Raya Samarinda.

Puncak Samarinda yang berketinggian 260 meter di atas permukaan laut (Mdpl) berada di Jl. Berambai, Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Di kawasannya antara lain terdapat Air Terjun Berambai, Gua Kelelawar, dan bumi perkemahan.

Di Kebun Raya Samarinda yang berada di  Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, wisatawan dapat melihat bermacam satwa seperti orangutan, buaya kancil, dan elang kepala putih. Selain itu mengunjungi museum yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai jenis kayu yang dikumpulkan dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan. Pilihan lain bersantai di danau buatan.

Wisata buatannya antara lain Jembatan Mahakam Ulu, Jembatan Mahakam Kembar,  Kampung Ketupat, dan Rumah Ulin Arya.

Jembatan Mahakam Ulu yang berada di Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang merupakan sebuah jembatan yang menghubungkan kelurahan Loa Buah, Sungai Kunjang dengan kelurahan Sengkotek, Samarinda Seberang.

Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Mahakam ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 799 meter mulai dibangun tahun 2006 dan dibuka tahun 2009.

Jembatan Mahkota IV (Mahkota: Mahakam Kota) di Karang Asam Ulu, Kecamatan Samarinda Seberang adalah jembatan yang menghubungkan Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang.

Jembatan sepanjang 220 meter ini juga dikenal dengan nama Jembatan Mahakam Kembar karena lokasinya persis berada di sisi Jembatan Mahakam/Jembatan Mahkota I.

Kampung Ketupat berada di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, tepatnya di Jalan Mangkupalas.

Dinamakan begitu karena di sana ada tugu ketupat sebagai icon-nya. Wisatawan bisa melihat taman cantik yang berhadapan dengan Jembatan Mahkota II di tepi Sungai Mahakam dan kampung warna-warni serta sejumlah spot instagramable.

Rumah Ulin Arya yang berada di Tlk. Ambulung, Batu Desa, Kecamatan Samarinda Utara, selain di dalamnya ada bermacam pohon seperti pohon ulin,  buah-buahan, dan aneka tanaman hias juga memiliki beberapa spot menarik seperti Rumah Ulin, Rumah Kaca, Cottages, Mini Farm, Hidden Café, Arya,s Playground, Camping Ground, Botanical Garden, dan ditambah beberapa fasilitas seperti pendopo dan beberapa gazebo.

Susur Sungai Mahakam
Tak sempurna City Tour di Samarinda kalau tidak menyusuri Sungai Mahakam. Sungai Mahakam merupakan salah satu dari 20-an sungai yang ada di Samarinda.

Sungai tersebut melewati daerah Loa Buah, Loa Janan Ilir, Loa Bakung, Karang Asam Ulu, Teluk Lerong Ulu, Teluk Lerong Ilir, Pasar Pagi, Karang Mumus, Selili, Kelurahan Mesjid, Pulau Atas, Sungai Kapih, Rawa Makmur, dan Bukuan.

Wisata susur Sungai Mahakam dimulai dari Dermaga Kapal Wisata Sungai Mahakam yang beralamat di Jl. Gajah Mada No.19, Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota.

Waktu yang tepat untuk berwisata susur sungai itu pada sore hari sekitar pukul 18.00 Wita sampai pukul 19.45 Wita untuk menikmati pesona matahari tenggelam.


Wisata kulinernya antara lain Soto Banjar Ayam Kampung di RM. Amado, aneka hidangan laut di D'Seafood Gatsu dan RM Seafood Pondok Borneo. Sedangkan sentra oleh-olehnya antara lain di Amplang Yulia, Jl. Slamet Riyadi No.16, Kelurahan Tlk. Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Aneka panganan yang wajib diborong antara lain Keminting dan Amplang Kuku Macan.

Keminting terbuat dari olahan kemiri, sagu, gula  dan tepung yang berbentuk seperti tempurung kerang. Menariknya belanja di sana, wisatawan bisa melihat proses pembuatannya.

Selain camilan, jangan lupa berwisata belanja aneka produk ekonomi kreatif (ekraf), khususnya kerajinan tangan seperti Sarung Samarinda dan Batik Samarinda.

Lokasi untuk memborong Sarung Tenun di Cagar Budaya Kampung Tenun, sambil melihat proses pembuatannya. Selain berbentuk sarung, juga ada aneka produk   berbahan dari Sarung Samarinda antara lain peci, tas, sepatu, baju bahkan gaun malam.

Kalau ingin membeli ukir-ukiran dan pernak-pernik serta Batik Ampiek atau batik yang bermotif ukiran Dayak, antara lain di Citra Niaga.

Lewat tulisan ini saya Adji TravelPlus @adjitropis dan tim @travelplusindonesia mengucapkan selamat #HUTSamarindake354 dan #HUTPemkotke62 semoga semakin maju dan berkualitas sektor pariwisata dan ekraf-nya.

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia


Read more...

Senin, 17 Januari 2022

Nusantara Jadi Nama IKN Baru, Ini Tiga Alasannya Plus Ragam Daya Tarik PPU


Pemerintah sudah memberikan nama untuk Ibu Kota Negara (IKN) baru yang terletak di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Namanya Nusantara.

Nama itu juga dipilih langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (14/1/2022), pekan lalu. Tentu ada alasan mengapa Nusantara yang menjadi nama IKN.

Di akun Instagram (IG) @kantorstafpresidenri, dijelaskan ada tiga alasan pemberian/pemilihan nama tersebut sebagaimana tertera dalam infografis yang diunggah adminnya hari ini, Senin (17/1/2022).

Ketiga alasan itu adalah pertama, Nusantara dinilai sudah dikenal sejak dulu dan iconic di internasional.

Alasan kedua, Nusantara menggambarkan wilayah geografis yang maritim dimana terdapat banyak pulau dan disatukan oleh lautan.

Alasan ketiga, dari situ pula terungkap sebuah pengakuan kemajemukan geografis yang melandasi kemajemukan budaya etnis.

Masih di infografis tersebut tercantum pula pernyataan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa yaitu: "Nusantara itu sebuah konsep kesatuan yang bersedia mengakomodasi kemajemukan itu dan Ibu Kota Indonesia dengan nama itu mengungkapkan realitas tadi".

Sebelumnya di akun IG Kementerian Sekretariat Negara @kemensetneg.ri dijelaskan 6 alasan kenapa IKN perlu pindah juga dalam bentuk infografis.

Alasan pertama, sekitar 57 % penduduk Indonesia terkonsentrasi di Jawa; Kedua, kontribusi ekonomi per pulau terhadap PDB Nasional tidak merata; dan ketiga, krisis ketersediaan air di Pulau Jawa terutama DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Alasan keempat, konversi lahan terbesar terjadi di Pulau Jawa; kelima, pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi dengan konsentrasi penduduk terbesar di Jakarta dan Jabodetabekpunjur; dan terakhir atau alasan keenam, meningkatnya beban Jakarta sehingga terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan besarnya kerugian ekonomi.


Daya Tarik PPU
Kabupaten PPU yang berluas daratan mencapai 3.060,82 Km persegi dan lautannya mencapai 272,24 Km persegi ini memiliki daya tarik wisata yang cukup beragam.

Di Kecamatan Penajam, wisatawan bisa berkunjung ke Ecotourism Mangrove, Air Terjun Rimbawan, Pantai Corong, Pantai Sipakario di Kelurahan Nipah-Nipah, dan Taman Bunga Rozelin.

Di Kecamatan Waru, bisa ke Penangkaran Rusa Penajam, Waduk Sesulu untuk  memancing ikan toman yaitu sejenis ikan buas yang mirip dengan ikan gabus namun ukurannya panjang tumbuhnya bisa lebih dari satu meter, dan caving ke Goa Besiang.

Di Kecamatan Petung bisa ke Pantai Tanjung Jumlai lalu lanjut ke Pulau Gusung dengan menggunakan speed boat sekitar 30 menit atau dengan perahu motor atau kelotok sekitar satu jam.  Sedangkan di Kecamatan Sepaku antara lain ada Air Terjun Tembinus dan objek wisata Bukit Cinta.

Wisatawan juga bisa menyaksikan bermacam seni dan budayanya yang tidak terlepas dari kebudayaan suku Dayak Paser. Suku asli PPU banyak terdapat di desa-desa seperti Desa Sepan, Bukit Subur, dan Sungai Riko.

Ada pesta adat yang menarik untuk dilihat antara lain Pesta Adat Nondoi dilaksanakan 2 tahun sekali, Pesta Pantai Sipakario diadakan dalam rangka memperingati HUT PPU, dan Pesta Adat Pantai Lango diadakan dalam rangka memperingati bulan Safar.

Selain itu ada aneka tarian yang patut disaksikan antara lain Tari Uok Botung artinya Hantu Bambu, Tari Jepen Ampiek Muslimah adalah tarian pesisir, dan Tari Kode Bura yang menggambarkan seekor kera putiang mencoba melindungi habitat burung Tukuk yang selalu diburu oleh orang-orang tak bertanggung jawab terhadap kelestarian satwa milik masyarakat suku Paser.

Naskah: Adji TravelPlus, @adjitropis & tim @travelplusindonesia)
Foto: dok. @nyomam_nuarta, @kantorstafpresidenri & @disbudparppu


Read more...

Berwisata ke Mancanegara Boleh-boleh Saja, Asalkan...


Berwisata kemanapun termasuk ke luar negeri itu memang hak setiap individu. Bisa jadi karena orang itu sudah keliling Indonesia dan bosan ingin cari sesuatu yang baru. Bisa juga karena ongkosnya lebih murah karena kota/daerahnya lebih dekat ke luar negeri/negara tetangga ketimbang ke destinasi andalan di Tanah Air.

Kemungkinan lain, orang itu dipercaya menjadi endorse lantaran tersohor dan followers-nya berjibun.

Kalau sudah begitu, rasanya sulit meminta orang tersebut untuk berwisata di dalam negeri saja. 

Lagian kalau setiap orang diharuskan/diwajibkan berwisata di dalam negeri saja, bisa berdampak buruk juga bagi sektor lain seperti maskapai penerbangan yang memiliki rute Indonesia ke mancanegara. 

Bukan cuma itu, sejumlah Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang menjual paket wisata outbound seperti untuk VFR (mengunjungi teman dan kerabat), solusi medis dan kesehatan, rekreasi dan kesenangan, bisnis serta akademik atau tujuan belajar, bisa-bisa bangkrut.

Solusi terbaik, cukup dengan mengimbau/mengingat/menyarankan agar wisatawan Indonesia mengutamakan berwisata di dalam negeri sambil terus melakukan/menyiapkan 7 langkah sebagaimana tertera dalam tulisan TravelPlus Indonesia sebelumnya yang berjudul "Biar Orang Tajir Berwisata di Indonesia Aja, Tujuh Langkah Ini Harus Pemerintah Lakukan".

Biarkan saja orang tajir/selebritas/selebgram, dan lainnya memilih berwisata ke luar negeri asalkan diberi sederet catatan, yaitu:

Pertama, waktu/kondisinya tepat/disesuaikan. Jangan saat di dalam negeri masih berkutat melawan pandemi atau sejumlah daerah di Tanah Air tengah tertimpa musibah bencana alam, dan lainnya. 

Kedua, tidak lebay atau terlalu mengekspos daya tarik negara yang dikunjungi lewat foto untuk display HP dan atau konten video untuk disebarluaskan di ragam media sosial (medsos)-nya. 

Selain terkesan pamer, bahkan justru ada yang menilai sikap itu malah norak/kampungan karena sudah membangga-banggakan daya tarik/ikon wisata negara orang lain.

Ketiga, memperhatikan dan mengindahkan imbauan pemerintah untuk tidak berwisata ke mancanegara dengan tujuan untuk menjaga keselamatan Anda dan orang lain terlebih masyarakat Indonesia karena adanya pandemi, wabah penyakit, bencana, peperangan, dan lainnya.

Keempat, bertujuan untuk mempromosikan Indonesia misalnya melakukan konser atau pentas seni budaya, mengikuti bazar/pameran wisata atau ekraf (kerajinan/kuliner, paket-paket wisata Indonesia), dan lainnya.

Kelima, melakukan studi banding/mempelajari/melakukan pengamatan bahkan penelitian mengapa pariwisata negara tersebut maju, bersih, menarik, berimej dunia sampai disukai turis dari berbagai negara, mendapat penghargaan internasional. Bisa juga mempelajari cara pelayanan/service kreatif dan berkualitas yang mereka lakukan.

Dengan kata lain, ada rambu-rambu yang harus disosialisasikan kepada kalangan the have tersebut agar mereka paham/sadar jika berniat berwisata ke luar negeri.

Lalu bagaimana buat WNI yang tak mampu berwisata ke mancanegara?  Ya syukuri saja apa yang ada/apa yang dimiliki maupun yang tidak dimiliki. Artinya kalau tidak mampu berwisata ke negara orang lantaran tak punya dana/kesempatan, ya solusinya berwisatalah di dalam negeri sendiri.

Pilihan itu justru akan mendapat respon positif dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah. 

Kalau Anda lebih memilih berwisata (apapun jenis wisatanya termasuk wisata alam dan petualangan) mulai dari yang ada di daerah/kota Anda, lalu lanjut ke kota/kabupaten/provinsi lain di Tanah Air kemudian menyebarluaskan ragam pesonanya di ragam medsos, berarti Anda sudah turut memajukan Pariwisata Nasional.

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia

Read more...

Minggu, 16 Januari 2022

Biar Orang Tajir Utamakan Berwisata di Dalam Negeri, Tujuh Langkah Ini Harus Pemerintah Lakukan


"Pesona wisata Indonesia tidak kalah lho. Banyak tempat yang menyimpan cerita dan keunikannya masing-masing".

Begitu salah satu alinea yang ditulis Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di akun Instagram (IG) pribadinya @sandiuno, Ahad (16/1/2022).

Lewat kalimat tersebut, jelas Sandiaga ingin menyakinkan kepada warganet khususnya wisatawan Indonesia bahwa daya tarik pariwisata yang ada di dalam negeri tercinta ini sangat banyak dengan kekhasan tersendiri yang tak kalah dibanding luar negeri.

Kata papa online satu ini ada sekitar 11 miliar yang selama ini dibelanjakan oleh wisatawan Indonesia ke luar negeri.  

Dia pun menegaskan daripada uangnya lari ke luar negeri, lebih baik digunakan untuk menggeliatkan UMKM, membuka lapangan kerja lebih luas lagi bagi usaha-usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sedang membutuhkan bantuan untuk bangkit.

Ajakan/imbauan Sandiaga agar WNI berwisata #DiIndonesiaAja itu jelas bagus tapi menurut saya, Adji Travelplus @adjitropis & tim @travelplusindonesia, itu tidak cukup. 

Artinya tidak cuma sekadar itu, tak cukup hanya tagar #DiIndonesiaAja. Masih ada sederet langkah nyata yang harus dilakukan pemerintah supaya wisatawan Indonesia minimal mau lebih memilih berwisata di dalam negerinya sendiri.

Mengapa saya menyebut Pemerintah bukan langsung menunjuk Sandiaga selaku Menparekraf saat ini? Ya karena persoalan ini bukan cuma berlaku sekarang, tapi nanti siapapun Menparekraf selanjutnya.

Kenapa pula saya juga menyebut orang tajir? Ya karena kalangan the have itulah yang selama ini mampu berwisata keliling mancanegara.

Lalu langkah apa saja yang harus dilakukan Pemerintah, diluar ajakan/imbauan berwisata #DiIndonesiaAja? 

Sesuai amatan saya, sekurangnya ada 7 (tujuh) langkah, yaitu pertama, Pemerintah harus menyediakan atraksi yang lebih di setiap destinasi wisata, terlebih yang menjadi andalan.

Atraksi lebih yang saya maksud disini adalah apa yang dilihat dan dilakukan oleh wisatawan Indonesia di destinasi tersebut tidak biasa-biasa saja. Melainkan yang bikin wisatawan Indonesia sampai mengeluarkan kata-kata: "wow, emejing, super keren, hemmm.., ruaaar biasa, bikin bangga, ngangenin bingits", dan seterusnya.

Atraksi tersebut tak melulu keindahan alam, keunikan budaya masyarakat setempat, keajaiban peninggalan bangunan bersejarahnya, dan atau perpaduan ketiganya, pun atraksi buatan seperti wahana permainan yang menantang/memacu adrenalin, dan bermacam kegiatan (calendar of event) baik itu acara budaya, sport tourism, pameran, konser musik, seni pertunjukan dll yang spektakuler dan beda/menarik.

Intinya setiap yang dibuat/diadakan harus berkelas dunia, bergengsi tinggi artinya bukan lokalan, nanggung, apalagi asal ada agar wisatawan Indonesia takjub dan bangga.

Langkah kedua, Pemerintah harus menyiapkan aksesibilitas atau infrastruktur dan sarana prasarana (sarpras) yang semakin memadai/lengkap/mudah/murah/ praktis bagi wisatawan Indonesia untuk menuju destinasi wisata andalan dan lainnya.

Aksesibilitas disini bukan semata ketersediaan jalan raya/tol, rel kereta api dan lainnya pun ketersediaan sarana aneka moda transportasinya (darat, laut, dan udara) berikut bermacam fasilitas pendukung yang kian memudahkan pergerakan wisatawan Indonesia berikut rambu-rambu penunjuk jalan, untuk sampai ke setiap objek wisata.

Upayakan ongkos perjalanan ke setiap destinasi di Tanah Air semakin terjangkau masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah.


Langkah ketiga, Pemerintah harus menambah lebih banyak lagi amenitas di setiap destinasi atau bahkan objek wisatanya.

Amenitas ini bukan hanya tersedia akomodasi hotel/resort berbintang pun bermacam pilihan jenis penginapan lain (budget hotel, wisma, homestay, dan atau jenis penginapan kekinian) yang berkualitas serta bermacam pilihan rumah makan, restoran, kafe, sentra kuliner, kerajinan/merchandise yang berkualitas berikut pusat oleh-oleh/toko cinderamata serta fasilitas umum seperti mesin ATM, sarana ibadah/kesehatan/hiburan, taman, dan lainnya.

Langkah keempat, Pemerintah harus menyiapkan/memberikan pelayanan/service yang tidak biasa artinya selain semakin berkualitas, terjangkau, pun semakin menyenangkan hati wisatawan Indonesia.

Pelayanan kepada wisatawan Indonesia yang note bene bangsanya sendiri harus lebih diutamakan/dinomorsatukan, bukan sebaliknya dipandang sebelah mata seperti kerap terjadi sebelum pandemi (ketika itu wisatawan mancanegara atau wisman -lah yang terasa sangat dipuja-puja/dielu-elukan).

Jadi ingat, jangan mentang-mentang wisatawan nusantara (wisnus) lalu disepelekan, apalagi kalau wisnusnya dari kalangan bawah. 

Intinya Pemerintah bukan hanya harus terus menyiapkan/menyediakan SDM pariwisata yang andal/berkualitas pun membuat setiap individu di destinasi maupun di setiap objek wisata yang benar-benar melayani wisatawan Indonesia dengan semakin baik (minimal mengedepankan Sapta Pesona & CHSE).

Langkah kelima, Pemerintah harus lebih kreatif dan inovatif membuat atraksi baru yang berkelas dunia (lagi-lagi bukan bertaraf lokalan).

Kenapa? Pertama, perlu diingat orang Indonesia mulai dari yang kelas 'pion' sampai kelas 'sultan' punya gengsi dan gaya hidup cenderung tinggi. Alasan kedua, yang juga perlu disadari, sifat/karakter wisatawan itu selalu ingin mencari/melihat/menikmati/merasakan sesuatu yang baru/beda lagi.

Kalau dia sudah datang ke objek wisata tertentu, pasti dia akan berkunjung ke objek wisata lain. Jika dia kembali datang, bisa jadi karena objek wisata tersebut memang ngangenin atau ada sesuatu yang baru lagi.

Atraksi baru disini bisa bermacam aktivitas wisata yang memadukan keindahan alam dengan wisata buatan yang menakjubkan. Contoh kita bisa lihat antara lain bagaimana China membuat atraksi di sejumlah objek wisatanya yang menakjubkan hingga bukan saja menarik kunjungan warganya pun wisman.

Intinya, Pemerintah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan di setiap destinasi yang ada dan menambah alternatif atraksi bahkan destinasi baru. Jadi jangan itu-itu saja. 

Jika selama ini Bali jadi andalan, Pemerintah harus mengemas destinasi baru lain yang beda dengan Bali namun mampu bikin wisatawan Indonesia merasa bangga dan bergengsi kalau berkunjung ke destinasi baru tersebut.

Destinasi-destinasi baru tersebut juga harus memenuhi 4 langkah sebagaimana tersebut di atas.

Langkah keenam, Pemerintah harus lebih bersinergi/berkolaborasi/bekerjasama dengan jurnalis/blogger sekaligus pegiat  media sosial (medsos) yang selama ini benar-benar sudah terbukti loyal menyuarakan kepada publik/masyarakat untuk mengutamakan berwisata di dalam negeri. 

Bukan cuma dengan orang (artis/selebgram/Influencer, dll) yang karena punya followers jutaan lalu diajak ke beberapa objek wisata di dalam negeri, tapi setelah itu justru orang tersebut berwisata ke negara orang, bahkan membuat foto/video/konten lalu menyebarluaskan di ragam medsos-nya.

Kenapa saya menyebut profesi orangnya bukan medianya? Ya karena dimanapun orang itu berada/bekerja dan sampai kapanpun, kalau dia memang jurnalis sejati kepariwisataan/kebudayaan, dia pasti akan terus memajukan pariwisata Nasional. Bukan karena dia bekerja di media ini atau itu, bukan karena dia mendapat tugas meliput pariwisata oleh redaktur/pimrednya. Setelah itu, tidak peduli lagi.


Langkah ketujuh, Pemerintah harus lebih tegas lagi kepada pihak-pihak terkait untuk sama-sama menyuarakan agar wisatawan Indonesia mengedepankan berwisata di dalam negeri. 

Pihak-pihak terkait disini misalnya yang paling dekat dengan orang-orang dalam sendiri. Jangan sampai pimpinannya bergelora mengimbau wisatawan Indonesia berwisata di dalam negeri, eh anak buah atau jajarannya (mungkin) ada yang memasang foto sebagai display HP-nya lagi mejeng/narsis di objek wisata negara orang lain, atau mungkin membuat foto/video/konten di luar negeri saat bertugas (yang jelas-jelas dibiayai negara) lalu diunggah di akun medsos-nya.

Pemerintah juga harus lebih mendukung para jurnalis/blogger/kreator konten yang benar-benar menghasilkan karya jurnalistik maupun non jurnalistik namun informatif dan menarik, serta seniman/sineas film yang benar-benar menghasilkan karya seni/film yang punya muatan/visi agar penikmat/pemirsa/penontonnya lebih tertarik berwisata di Indonesia.

Jangan sampai, Pemerintah berkoar meminta wisatawan Indonesia berwisata #DiIndonesiaAja tapi disisi lain misalkan sejumlah film Indonesia (yang note bene merupakan sub sektor ekonomi kreatif alias masih bagian dari pariwisata), justru memvisualkan objek-objek wisata atau daya tarik negara orang, lantaran syutingnya juga di negara tersebut yang akhirnya bikin wisatawan Indonesia kepingin berwisata ke negara itu sebagaimana dilihatnya di film.

Jadi intinya, Pemerintah memang harus terus melakukan ajakan/imbauan tapi sebaiknya pula dibarengi dengan terus melakukan/menyiapkan 7 langkah sebagaimana tersebut di atas. 

Sekali lagi lewat tulisan ini, saya garis bawahi tak cukup tagar #DiIndonesiaAja dan lainnya, Pemerintah pun harus memperkuat langkah nyata bersama dengan pihak-pihak terkait yang respek terhadap permasalahan klasik ini, supaya wisatawan Indonesia akhirnya semakin banyak yang senang dan bangga lalu mengutamakan berwisata di negerinya sendiri.

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia



Read more...

Sabtu, 15 Januari 2022

Mau Jelajah Bangkalan Usai Diguncang Gempa? Ini Daftar Ragam Objek Wisatanya


Bencana alam bisa dibilang punya nilai berita lebih, termasuk gempa bumi. Buktinya sekalipun bermagnitudo dibawah 5 tetap saja jadi bahan berita utama sejumlah media. Contohnya gempa bumi bermagnitudo 4,1 di Bangkalan, hari ini Sabtu (15/1/2022) sore.

Akibat gempa yang berpusat di 23 KM Tenggara Bangkalan dan kabarnya  getarannya sampai Surabaya itu, nama Bangkalan pun mengangkasa raya.

Guna memberi alternatif informasi kepada publik dan warganet, TravelPlus Indonesia segera menyuguhkan tulisan ini. Ya tulisan tetang aneka pesona yang dimiliki Bangkalan.

Bangkalan, salah satu kabupaten di Madura, Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki objek wisata yang cukup beragam mulai dari wisata alam dan bahari, religi, sejarah, dan tentu saja wisata kuliner yang pamornya semakin melejit sejak hadirnya Suramadu, yaitu jembatan yang menghubungkan daratan Jatim dengan Madura.

Bila suatu hari nanti Anda berniat berwisata ke Bangkalan dan memilih wisata alam, Anda bisa berkunjung ke Sumber Mata Air/Pemandian Bening yang berada di Kecamatan Modung. Pilihan lainnya Bukit Geger.

Kalau suka wisata bahari, ada sekurangnya 4 pantai yang bisa Anda sambangi yaitu Pantai Siring Kemuning di Desa Macajah- Tanjungbumi, Pantai Rongkang, Pantai Basmalah, dan Pantai Maneron.

Jika memilih berwisata religi, Anda bisa mengunjungi Makam Syaikhona Muhammad Kholil di Martajasah Bangkalan, Makam Bujuk Cendana di Kwanyar Bangkalan, Sunan Bangkalan/Raden Jakandar, Perahu Sarimuna Peninggalan Syaichona Muhammad Cholil, dan Pesarean Makam Zimat Sayyid Husein bin Assegaf.

Kalau Anda penyuka wisata sejarah, pilihannya ada makam raja-raja Bangkalan di Aermata Arosbaya, Benteng ERFPRINS, Benteng Tjakraningrat IV Tanjoeng Piring,
Patirtan Tjakraningrat IV Tanjoeng Piring,
Museum Cakraningrat, dan Mercusuar Bangkalan.

Mercusuar Bangkalan terletak di Desa Sembilangan, Kecamatan Socah, 6 Km dari pusat ibu kota Bangkalan. Oleh karenanya disebut juga Mercusuar Sembilangan. Mercusuar setinggi 78 m ini memiliki lampu yang masih menyala saat malam dan juga pada hari-hari bercuaca gelap. Oleh karenanya, penduduk sekitar menyebutnya Lampu.

Untuk mencapainya, dari jalan utama memasuki Desa Sembilangan, melintasi jalan tak mulus lagi karena beberapa bagiannya tergerus oleh air pasang laut. Tak lama berselang, bangunan menjulang berwarna putih kelabu itu pun terlihat. Sebelum tiba, hamparan tambak dan persawahan yang belum ditanami padi mewarnai perjalanan di kiri jalan saat kemarau. Sementara di kanannya adalah tepi laut.

Setibanya di luar tembok mercusuar itu, ada deretan pohon asam yang menghadirkan pemandangan indah. Sementara pepohonan lainnya, tinggal ranting-rantingnya saja karena dedaunannya sudah berguguran tersengat matahari pantai. Kondisi seperti itu justru menghadirkan atmosir yang berbeda.


Untuk mencapai puncak mercusuar, pengunjung harus menapaki undakan tangga besi berwarna hitam sebanyak 16 tangga. Kalau Anda punya penyakit ketinggian ataupun sakit jantung sebaiknya tak perlu naik sampai puncaknya. Kalau berani dan sanggup, ya boleh-boleh saja.

Dari puncaknya Anda akan dapati pemandangan laut beserta hilir mudik kapal kecil dan besar. Juga hamparan petak-petak sawah dan tambak serta beberapa rumah penduduk. Bahkan kalau cuaca sedang bagus, Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura pun bisa terlihat.

Berwisata ke Bangkalan tidak sempurna kalah tidak menyantap aneka kulinernya.  Sekurangnya ada 5 lokasi kuliner yang wajib masuk daftar kunjungan Anda, yaitu Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan, Taman Paseban Bangkalan, Bebek Sinjay, Bebek Cetar Membahana, dan Ole-Olang Resto.

Madura pernah mendapat julukan Pulau Garam. Untuk membuktikannya, Anda bisa melihat hamparan tambak garam di Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Lokasi lainnya di Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Kalau ingin menyaksikan Karapan Sapi, Anda bisa datang pada musim kemarau sekitar Agustus dan September di Bangkalan yang digelar setiap tahun. 

Finalnya pada bulan Oktober di Kota Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden. 

Sapi khusus karapan didatangkan dari Pulau Sapudi, salah satu Pulau di ujung Timur Madura yang selama ini memang dikenal sebagai gudangnya sapi bibit unggul.


Sebelum pulang, Anda bisa belanja batik khas Madura di Tanjungbumi, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. 

Ciri khas batik tulis Madura adalah motifnya bebas. Tapi yang sering digunakan adalah motif burung. Batik tradisional biasanya berwarna tanah, sedangkan yang modern (casual) memakai warna-warna yang berani (cerah).

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia


Read more...

Jumat, 14 Januari 2022

Ini 5 Keistimewaan Sumur yang Belum Banyak Orang Tahu


Sumur, begitu namanya. Singkat dan mudah diingat. Salah satu kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten ini, namanya kembali terdongkrak setelah diguncang gempa bumi 6.7 SR, pukul 16:05:41 WIB, Jumat (14/1/2022) sore.

Beberapa tahun lalu, nama Sumur juga melangit lantaran menjadi salah satu kecamatan yang terdampak paling parah karena dihantam bencana alam Tsunami Selat Sunda 2018, tepatnya tanggal 22 Desember. 

Akibat bencana itu, jalan penghubung ke Sumur terputus dan membuat kecamatan ini terisolasi selama hampir 4 hari. Ketika itu namanya pun tersiar di ragam media.

Kini, nama Sumur kembali menghiasi sederet media online maupun sosial termasuk WAG akibat gempa yang Alhamdulillah tidak menimbulkan tsunami.

Lewat tulisan kedua ini, saya Adji TravelPlus @adjitropis dan tim @travelplusindonesia ingin mengabarkan sederet keistimewaan yang dimiliki Sumur, termasuk dari sektor kepariwisataannya.

Berdasarkan amatan langsung ditambah sejumlah data dari berbagai sumber, sekurangnya ada 5 keistimewaan Kecamatan Sumur, yang pertama letaknya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia baik dari arah Utara, Selatan, maupun Barat. Sedangkan dari arah Timur berbatasan dengan Kecamatan Cimanggu.

Keistimewaan kedua atau dari sisi pariwisata, kecamatan yang terdiri atas 7 desa, yaitu Ujungjaya, Tamanjaya, Cigorondong, Tunggaljaya, Kertamukti, Kertajaya, dan Sumberjaya ini juga dekat dengan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Bahkan Desa Tamanjaya berbatasan langsung dan sekaligus menjadi gerbang masuk ke TNUK.

Ada beberapa objek wisata disekitar Tamanjaya antara lain Desa Nelayan Cibanua, Curug Cipaniis, Sumber Pemandian Air Panas Cibiuk, dan Curug Cikacang sebagai tempat wild life viewing Owa Jawa yang merupakan satwa endemik.

Bukan cuma itu, Sumur juga memiliki sejumlah pulau mungil antara lain Pulau Umang dan Pulau Oar serta beberapa pantai  di Desa Kertamukti yaitu Pantai Dadap Langu, Pantai Kesik Panjang, dan Pantai Ciputih. 

Kalau kecamatan lain di Kabupaten Pandeglang seperti Kecamatan Panimbang ikon atau andalan pariwisatanya adalah Tanjung Lesung; Kecamatan Carita itu Pantai Carita; Kecamatan Menes berupa situs purbakala, seni budaya, dan beberapa setu; Kecamatan Pulosari dengan Gunung Pulosari dan Gunung Aseupan; maka ikon sekaligus andalan pariwisata Kecamatan Sumur adalah TNUK.

Keistimewaan ketiga, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dikabarkan berencana menjadikan Kecamatan Sumur sebagai "Bali Kedua" lantaran memiliki beragam potensi wisata alam dan bahari yang diminati wisnus maupun wisman, terlebih sebelum pandemi.

Keistimewaan berikutnya, aksesnya semakin mudah. Buat backpacker yang senang ngeteng naik kendaraan umum, bisa naik bus AKAP jurusan Kalideres (Jakarta) - Labuan (Pandeglang). Lalu dilanjutkan dengan bus jurusan Labuan-Sumur.

Waktu tempuh Labuan - Sumur sekitar 1,5 jam. Di Sumur, Anda dapat melihat hutan lebat Gunung Honje yang berada di sepanjang kiri jalan yang termasuk bagian dari TNUK. 

Kalau tiba malam di Sumur, bisa cari penginapan setempat. Esok paginya lanjut ke Pulau Umang, Oar, Peucang, dan lainnya. 

Waktu tempuh ke Pulau Peucang (salah satu pulau di kawasan TNUK) dari Sumur sekitar 1 jam dengan menyewa kapal motor nelayan. 

Pilihan lain yang lebih bermuatan petualangan, menjelajah Semenanjung Ujung Kulon. Dari Sumur terlebih dulu menuju Desa Tamanjaya sekitar 12 km, bisa naik ojek sepeda motor atau sewa angkot jika dalam kelompok kecil. 

Selanjutnya dari Taman Jaya memulai perjalanan treking menyusuri perkampungan, hutan pantai, menyeberangi muara dan seterusnya sampai pos Karang Ranjang. Bermalam di pos tersebut, esok paginya lanjut treking ke pos-pos selanjutnya sampai terakhir menyeberang ke Pulau Peucang untuk bersantai.


Suvenir Badak Jawa
 
Keistimewaan Sumur yang kelima adalah kerajinannya berupa replika miniatur Badak Jawa.

Wisatawan yang ingin melihat proses pembuatannya, bisa datang ke Kampung Cinibung, Desa Kertajaya. 

Jangan cuma melihat tapi usahakan memborong berbagai kerajinan tangan pahatan berbentuk Badak Jawa mulai dari gantungan kunci, hiasan berukuran 9 cm, hingga pahatan patung berukuran 40 cm. Ada yang polos, ada pula miniatur Badak yang seluruh badannya dibatik sehingga lebih menarik.

Pilihan lainnya borong aneka ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat di Pasar Ikan Desa Sumberjaya.

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia

Read more...

Sumur Diguncang Gempa, Mendadak Teringat Ragam Penghuni dan Pesona Ujung Kulon


Jumat (14/1/2022) sore ini, Sumur jadi buah bibir. Namanya tersiar di ragam media dan sejumlah WAG, lantaran diguncang gempa bumi 6.7 SR, pukul 16:05:41 WIB.

Seketika sejumlah media menulis kabar duka itu. Beberapa foto dan video rumah yang rusak akibat gempa itu, pun tersebar di WAG.

"Pray for Sumur, turut berduka. Yaa Allah.., semoga tidak menimbulkan korban jiwa, semoga warga yang tertimpa musibah ini diberi kekuatan dan kesabaran".

Begitu untaian harap yang spontan keluar dari hati, ketika saya mendapat kabar itu.

Entah kenapa seketika itu pula saya langsung teringat Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Maklum sejumlah wilayah kawasan konservasi tersebut berada di Sumur, salah satu kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Bukan itu, saya pun jadi membayangkan nasib Badak Jawa yang menghuni kawasan konservasi tersebut.

Hati saya sampai bertanya-tanya, apakah satwa nasional yang menjadi primadona TNUK itu merasakan guncangan gempa seperti yang saya serta sejumlah warga di Bogor, Depok, dan Jakarta rasakan?

Bagaimana kondisinya badak bercula satu itu? Lagi-lagi hati ini berharap semoga hewan langka bernama ilmiah Rhinoceros sondaicus itu, baik-baik saja.

Selama ini, TNUK yang luasnya mencapai 122.956 Ha, memang juga menjadi salah satu andalan destinasi wisata alam dan bahari bagi Banten lantaran sukses menarik kunjungan wisatawan minat khusus baik nusantara maupun mancanegara, terlebih sebelum pandemi.

Kawasan konservasi di ujung Barat Pulau Jawa ini memang menawarkan pemandangan alam yang memanjakan mata dan jiwa. Selain tentunya fauna dan floranya yang beragam.

Biasanya wisatawan yang datang ke TNUK berkunjung antara lain ke Gunung Honje, Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Pulau Panaitan.

Gunung Honje, dikelilingi sejumlah desa penyangga, baik yang berbatasan langsung maupun tidak. Salah satu desa yang berbatasan langsung dan sekaligus menjadi gerbang masuk ke TNUK adalah Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur.

Objek yang terdapat disekitar Tamanjaya antara lain Desa Nelayan Cibanua, Curug Cipaniis, Sumber Pemandian Air Panas Cibiuk, dan Curug Cikacang sebagai tempat wild life viewing Owa Jawa yang merupakan satwa endemik.

Di Semenanjung Ujung Kulon, wisatawan bisa melakukan tracking, susur pantai dan hutan sekaligus wild life viewing sejumlah satwa lainnya.

Pulau Peucang menawarkan pantai berpasir putih halus sepanjang 600 meter yang disebut golden beach.

Di pantainya, wisatawan bisa berjemur sambil membaca buku favorit, melupakan rutinitas kota sejenak. Air lautnya biru, tenang, jernih dan kaya ikan konsumsi. Jadi cocok untuk Anda yang hobi mancing.

Satu Km ke arah Selatan, terdapat taman laut yang huni beragam ikan hias beraneka warna berikut terumbu karangnya. Lokasi ini cocok untuk ber-snorkeling dan diving atau sekadar berenang.

Di daratan pulaunya terdapat hutan berikut beberapa satwa yang di antaranya berprilaku jinak seperti rusa, biawak, dan monyet. Selain menikmati pemandangan, Anda dapat treking memasuki hutannya atau mengelilingi pulaunya.

Di pulau mungil ini terdapat penginapan dan restoran menghadap ke laut lepas. Ketika sarapan pagi atau makan siang, Anda dapat menikmati belaian angin laut dan melihat rusa, biawak, dan monyet yang berkeliaran bebas dari jarak dekat.

Di Pulau Handeuleum, wisatawan biasanya mengamati satwa liar seperti banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak Badak Jawa, dan berbagai macam jenis burung. Kegiatan yang paling mengasikan, menyelusuri Sungai Cigenter dengan sampan di antara ekosistem hutan mangrove. Di pulau ini terdapat pos jagawana TNUK.

Bagi penggemar surfing, perairan Pulau Panaitan merupakan lokasi ideal. Bahkan menurut beberapa surfer asing yang pernah melakukannya, perairannya disebut-sebut sebagai salah satu dari tiga tempat terbaik di dunia untuk hobi itu. Aktivitas lainnya menyelam di sekitar Selat Panaitan dan menjelajahi keliaran hutan rimbanya.


Daya Pikat Pulau-pulau Mungil
Selain pulau-pulau di TNUK, masih ada beberapa pulau lagi di Kecamatan Sumur namun berada di luar kawasan TNUK yang kerap dikunjungi wisatawan, antara lain Pulau Umang dan Pulau Oar.

Pulau Umang  dapat di tempuh sekitar 10 menit dengan kapal motor berkapasitas sekitar 20 orang dari Sumur.

Dinamakan Umang, karena penghuni asli pulau ini adalah hewan bernama umang (keong pantai) yang memiliki rumah berupa cangkang.

Di pulau seluas 5 hektar ini, wisatawan biasanya berenang di kolam renang yang langsung menghadap ke laut, berendam air hangat di yakuzi yang juga menghadap ke laut, spa di gazebo beratap rumbai dekat laut, dan makan malam bersama di tepi pantai. Ada juga yang mengelilingi pulau ini dengan berjalan kaki ini, selama sekitar 15 menit.

Pulau Oar terletak tepat di sebelah Tenggara Pulau Umang, dan bisa dicapai dalam waktu sepuluh menit menggunakan perahu mesin biasa. Di pulau seluas 4 hektar ini wisatawan biasanya ber-water sport seperti banana-boat, jetski dan snorkeling untuk menikmati terumbu karangnya. Lokasi snorkeling hanya sekitar 10 meter dari bibir pantai pulau ini.

Pulau Oar merupakan pulau tidak berpenghuni. Hanya disediakan beberapa gazebo untuk tempat singgah sementara para pelancong yang ingin ber-water sport. Di pulau ini wisatawan biasanya juga menikmati panorama sunset di antara pepohonan bakau.

Cuma itu? Jelas tidak. Masih ada objek wisata bahari lainnya di Kecamatan Sumur seperti Pantai Dadap Langu, Pantai Kesik Panjang, dan Pantai Ciputih. Ketiga pantai berpasir putih itu membentang panjang di Desa Kerta Mukti.

Melihat ragam potensi wisata alam dan baharinya, tak berlebihan jika Pemerintah Kabupaten Pandeglang berencana menjadikan Kecamatan Sumur sebagai "Bali Kedua".

Di ujung membuat tulisan ini, hati kembali berharap semoga pasca-gempa ini, Sumur semakin ramai dikunjungi wisatawan, menikmati ragam pesonanya, termasuk ke negeri terakhir Badak Jawa, TNUK.

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia

Read more...

Rabu, 12 Januari 2022

Daerah Anda Punya Daya Tarik Taman Bumi? Ini Kiatnya Agar Orang Jatuh Hati


Indonesia termasuk negara yang memiliki banyak daya tarik bermuatan taman bumi atau istilah kerennya geopark. Ada yang sudah berstatus sebagai taman bumi nasional atau national geopark bahkan global, dan tak sedikit yang belum menyandang kedua predikat tersebut.

Ada lokasi yang sudah terkenal dan diminati wisatawan, jauh sebelum menyandang kedua status tersebut. Ada pula, walaupun sudah berstatus namun belum mampu mendongkrak pamornya secara signifikan, bahkan masih banyak orang yang belum paham benar dengan istilah dan status geopark yang disandang.

Menariknya lagi, ada lokasi meskipun belum berstatus, tapi justru memiliki daya tarik taman bumi yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

Lalu bagaimana agar daya tarik taman bumi daerah Anda baik yang sudah maupun belum berstatus taman bumi nasional apalagi global, bisa membuat orang jatuh hati? 

Berdasarkan hasil amatan langsung ke beberapa daerah yang berdaya tarik taman bumi, saya Adji Travelplus @adjitropis dan tim @tavelplusindonesia tergerak membuat tulisan ini.

Sesuai judulnya, kiat yang dimaksud adalah cara yang ampuh untuk memperkenalkan geopark secara keseluruhan maupun beberapa spot-nya atau geosite-nya supaya orang awam jatuh hati atau mencintai.

Orang yang dimaksud disini adalah penduduk/warga lokal (warlok) dan pihak-pihak terkait seperti pemerintah setempat, pelaku usaha wisata serta tentunya wisatawan lokal (wislok), wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Jatuh hati bermakna orang/pihak terkait tersebut semakin paham/melek dengan istilah geopark dan geosite lalu mengemasnya menjadi destinasi wisata pilihan/favorit/andalan. Intinya semakin diminati wisatawan.

Taman bumi atau geopark itu sendiri merupakan perpaduan dari tiga unsur geologi (alam), hayati (mahluk hidup), dan budaya. Bahasa simpelnya kalau daerah Anda memiliki gua, gunung, bukit, bekas aliran lava, danau kawah bekas letusan gunung, dll, berarti daerah anda termasuk memiliki daya tarik alam bermuatan geologi, apalagi kalau ditambah dengan adanya keragaman hayati (tumbuhan dan satwa) serta budaya (kesenian, tradisi, upacara adat, dan lainnya) di dalamnya.

Adapun kiatnya agar diminati wisatawan, antara lain dengan membuat beragam paket wisata dan paket kreatif bertema geopark.

Paket wisata tersebut terdiri atas paket minat khusus yang berunsur olahraga, petualangan, dan edukasi seperti paket susur gua (caving), arung jeram sungai (rafting) ataupun river tubing, treking ke air terjun, mendaki gunung, geotrail/geotrek atau menjelajah sejumlah geosite yang ada di geopark tersebut.

Paket budaya seperti paket menyaksikan upacara adat/tradisi ataupun ragam kesenian masyarakat yang tinggal di dalam/sekitar kawasan taman bumi. Sedangkan paket keragaman hayati misalnya paket mengamati tumbuhan atau satwa endemiknya.

Satu lagi paket kombinasi yaitu paket yang berisi 2 atau lebih paket di atas. Contohnya paket caving + kuliner + suguhan seni budaya setempat + suvenir/merchandise kerajinannya.

Sementara itu paket kreatif bertema geopark antara lain paket jurnalistik/fotografi/videografi trip, paket kuliner trip, paket kerajinan trip, paket arsitektur trip (rumah adat setempat), paket desa wisata, dan paket kombinasi.

Selain membuat paket-paket tersebut, juga tak kalah penting adalah secara rutin dan profesional menyelenggarakan beragam acara/kegiatan atau calendar of event, baik  yang bertema olahraga dengan taman bumi (sport geopark) dan budaya (culture geopark) serta ekraf dengan taman bumi (creative geopark) berskala nasional maupun internasional.

Contoh sport geopark event antara lain kejuaraan/lomba rafting, lari maraton ataupun fun, renang, triathlon, gowes, treking, paralayang, panjat tebing, perahu, dan lomba kayak/canoeing yang bertempat di dalam kawasan taman bumi. Tentunya disesuaikan dengan kondisi geosite-nya.

Sementara culture geopark event-nya seperti pentas seni pertunjukan (tari, lagu, teater), upacara adat/tradisi, dan lainnya. Sedangkan creative geopark event-nya antara lain festival/pameran/bazaar kuliner dan kerajinan, lomba membuat kerajinan/fesyen/baju/kaos bermotif/beraksen geopark, dan peragaan busana di geosite setempat.

Target & Publikasi
Siapa target pasarnya dan bagaimana mempromosikan/mempublikasikannya agar publik/warganet tahu? 

Targetnya tentu saja wisatawan/individu, kelompok (small group) maupun komunitas pegiat terkait, seperti komunitas pendaki gunung/pecinta alam, penghobi gowes/lari, dll. 

Cara mempubilkasikannya antara lain lewat ragam media sosial (medsos) resmi dan bekerjasama/bersinergi dengan jurnalis/blogger sekaligus pegiat medsos yang kreatif dan produktif serta berpengalaman dalam meliput kepariwisataan dan kebudayaan serta sektor-sektor terkait.

Itulah kiat ampuh versi TravelPlus. Selamat mencoba dengan tekun, serius, dan sepenuh hati.

Naskah & foto: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia

Read more...

Selasa, 11 Januari 2022

BCL Berkuda di Bromo Berenang di Bali, Duh Seruuu...


Dua destinasi wisata andalan Indonesia, Bromo dan Bali menjadi pilihan Bunga Citra Lestari alias BCL untuk liburan di awal tahun ini.

Pelantun lagu-lagu yang ngehits antara lain Cinta Pertama (Sunny), Aku Tak Mau Sendiri, Pernah Muda, dan Cinta Sejati (Ost - film Habibie & Ainun) ini tidak liburan sendirian, melainkan bersama buah hatinya yang beranjak remaja, Noah Sinclair.

Di Bromo yang merupakan bagian dari kawasan konservasi berstatus taman nasional, BCL dan Noah merasakan sensasi berkuda di savana, berjalan-jalan dan berlarian di Laut Pasir, naik Jeep, dan tentu saja menikmati pesona matahari terbit. 

"First Sunrise in 2022.. ❤️
Terima kasih 2021, telah memberikan aku kesempatan utk bangkit perlahan, bertumbuh, dan mulai menemukan diriku yang baru.. I am grateful for the ups and downs.. I am grateful for the journey.. And I welcome 2022 ❤️".

Begitu captions yang ditulis BCL di bawah video yang diunggahnya di akun Instagram (IG) pribadinya @bclsinclair saat dia menikmati sunrise perdana pada awal tahun ini di Bromo. Wow, video itu sudah ditayangkan sebanyak 1,2 juta kali lebih saat tulisan ini saya, Adji Travelplus @adjitropis & tim @travelplusindonesia buat.


Penyanyi sekaligus model dan bintang film yang akrab disapa Unge ini juga membagikan satu foto buah hatinya di Laut Pasir Bromo dengan judul "Noah Sinclair ❤️" dan satu video Reels yang diberi judul "Come with me" yang memvisualkan dirinya berkuda menyusuri savana serta bercanda dan berpelukan dengan Noah di Laut Pasir. 

Di unggahan berikutnya, BCL membagikan 4 foto dirinya berkuda poni berbulu warna coklat sedangkan Noah dengan kuda berwarna putih krem dengan judul "Horse riding at The Savana".

Selanjutnya BCL membagikan 2 foto dia sedang berlari di Laut Pasir dan satu lagi sedang menikmati pemandangan perbukitan kawasan Bromo dengan judul "Enjoying the nature".

When In Bromo
Begitu judul captions di bawah 4 foto lainnya yang diunggah BCL. 

Foto pertama dia dan Noah berpose di atas Jeep warna kuning di savana, foto kedua dia dan Noah berlari di Laut Pasir, foto ketiga nampak kedua orangtua BCL tengah bersantai di savana, dan foto keempat dia dengan Noah bergaya di atas bongkahan batu.


Selepas menikmati keindahan alam Bromo, BCL dan Noah lanjut liburan ke Bali.

Unggahan pertamanya di Pulau Dewata, tepatnya di sebuah resort lengkap dengan kolam renangnya di daerah Seminyak, berupa 4 foto bertajuk "And the holiday continue..😊".

BCL juga mengunggah satu foto saat Noah asyik menyantap hidangan burger dan kentang goreng dengan judul "Hungry Boy".

"Difotoin sama Noah❤️❤️❤️". Begitu captions yang ditulis BCL di unggahan berikutnya berupa satu foto dirinya tengah berenang di kolam renang tempatnya menginap.

Itulah sederet aktivitas wisata yang dilakukan BCL dan Noah di Bromo dan Bali. 


Saya sengaja membuat tulisan ini sebagai bentuk apresiasi buat Unge yang sudah memilih berwisata di dalam negeri dan menyebarluaskannya lewat sejumlah foto dan video di akun medsos-nya. 

Siapa tahu Anda tertarik juga berwisata ke Bromo dan Bali serta melakukan aktivitas serupa dengan BCL dan Noah untuk edisi liburan nanti.

Naskah: Adji TravelPlus @adjitropis & tim @travelplusindonesia
Foto: dok. IG @bclsinclair


Read more...