11 Persamaan Gunung Raung dan Kelud, Nomor 7 Sama-Sama Punya Japen Menantang
Dalam konten video bertajuk "Raung & Kelud" yang saya racik berikut dengan lagu sebagai audionya, lalu diunggah di TikTok @FaktaWisata.id diberi captions pertanyaan tiga persamaan kedua gunung tersebut. Sejumlah warganet ada yang menjawab di kolom komentar, DM maupun lewat WA saya secara japri.
Namun rata-rata jawabannya tidak sempurna. Ada yang hanya menjawab satu persamaannya dan ada beberapa yang bisa jawab tiga tapi satu jawaban salah.
Nah, lewatan tulisan teranyar ini saya mencoba menjawabnya bukan hanya tiga (3) tapi sebelas (11) persamaaan antara Gunung Raung dan Kelud biar pembaca TravelPlus Indonesia, terutama para peminat pendakian gunung di Tanah Air tercinta ini jadi lebih melek.
Kalau Gunung Raung mencakup Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Kabupaten Jember. Sedangkan Gunung Kelud berada di Kabupaten Malang, Kediri, dan Kabupaten Blitar.
Kedua, sama-sama gunung berapi aktif. Gunung Raung merupakan gunung berapi aktif bertipe stratovolcano (gunung api kerucut) dengan tipe erupsi strombolian serta tergolong dalam gunung api aktif Tipe A. Begitupun dengan Gunung Kelud yang merupakan gunung berapi aktif tipe A dan berbentuk strato (kerucut).
Ketiga, sama-sama pernah meletus beberapa kali. Gunung Raung terakhir kali mengalami erupsi atau letusan tercatat pada Juni hingga Juli 2025. Sedangkan Gunung Kelud terakhir meletus pada 13 Februari 2014.
Gunung Raung memiliki empat titik puncak, yaitu Puncak Bendera, Puncak 17 (Puncak Bendera), Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati. Sedangkan puncak utama Gunung Kelud ada tiga yakni Puncak Sejati, Puncak Sumbing menyerupai gigi taring yang lancip dan Puncak Gajah Mungkur yang menyajikan pemandangan 360 derajat ke arah kawasan wisata dan kawah. Selain itu masih ada 4 puncak lain yakni Puncak Lembusura, Puncak Wisanggeni, Puncak Panama, dan Puncak Wanajaya.
Kelima, puncak tertingginya sama-sama bernama Puncak Sejati. Hanya berbeda ketinggian.
Kalau Puncak Sejati Gunung Raung berketinggian 3.344 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Sedangkan Puncak Sejati Kelud ketinggiannya tak sampai 2.000 Mdpl, tepatnya 1.731 Mdpl.
Keenam, sama-sama memiliki beberapa jalur pendakian (japen).
Kalau Gunung Raung memiliki 4 japen yakni japen via Kalibaru, Kab. Banyuwangi; Sumberwringin, Kab. Bondowoso; Glenmore, Kab. Banyuwangi; dan japen via Jambewangi, Kab. Banyuwangi. Sedangkan Gunung Kelud memiliki 4 japen yakni japen via Tulungrejo, Kab. Blitar; Karangrejo, Kab. Blitar; Laharpang, Kab. Kediri; dan japen via Ngantang, Kab. Malang.
Selanjutnya atau persamaan yang ketujuh, sama-sama memiliki japen yang menantang dan mampu memacu adrenalin untuk sampai ke Puncak Sejatinya lantaran harus melakukan teknik pendakian panjat tebing (rock climbing), scrimbling, dan turun tebing (rappeling).
Kalau ke Puncak Sejati Gunung Raung yang mau tidak mau harus menggunakan ketiga teknik pendakian tersebut, berada di japen via Kalibaru, Kab. Banyuwangi. Sedangkan Gunung Kelud, japen via Ngantang, Kab. Malang.
Kedelapan, sama-sama wajib pakai pemandu panjat tebing atau rock climbing guide untuk bisa menggapai Puncak Sejati Gunung Raung dan Puncak Sejati Gunung Kelud serta wajib memakai alat pengaman panjat tebing (climbing gear) seperti tali karmantel, harness, carabiner, ascender, descender, tali prusik, tali webbing, dan helm panjat.
Kesembilan, japennya sama-sama memiliki predikat yang mengagumkan. Japen ke Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru, Kab. Banyuwangi menyandang predikat japen ter-ekstrem atau tersulit se-Jawa. Sedangkan japen ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang, Kab. Malang bergelar japen terpedes se-Jawa.
"Pedes" disini merupakan kata tidak baku dari pedas, yang dalam konteks japen punya makna trek yang menantang, terjal, tajam, memacu adrenalin, menguras fisik, menguji mental/keberanian, tidak main-main alias bukan japen biasa.
Berikutnya atau persamaaan yang kesepuluh, sama-sama dapat didaki secara nge-camp maupun tektok (pendakian tanpa menginap atau mendirikan tenda).
Gunung Raung bisa tektok lewat jalur Sumberwringin (Bondowoso), tidak dengan japen via Kalibaru (ini harus nge-camp minimal semalam). Sedangkan Gunung Kelud bisa nge-camp maupun tektok antara lain via Karangrejo, Kab. Blitar maupun via Ngantang, Kab. Malang.
Persamaaan yang terakhir atau kesebelas, sama-sama diminati banyak pendaki yang berjiwa/bermental pemberani/petualang dan atau yang suka japen tidak biasa alias menantang.
Buktinya banyak tour operator (TO) yang membuat/menjual open trip (OT) maupun private trip (PT) pendakian ke kedua gunung berjapen menantang tersebut.
Nah, kalau Anda termasuk pendaki gunung yang memiliki nyali di atas rata-rata atau bermental pemberani/petualang, sepertinya kedua japen tersebut wajib masuk bucket list pendakian puncak gunung impian Anda berikutnya.
Kenapa? Ya karena memang sangat pantas digapai lantaran beda dan juga lebih menantang dibanding japen gunung-gunung yang tidak memiliki trek panjat tebing, scrimbling, dan turun tebing-nya.
Buat Anda yang ingin tahu seperti apa japen menantang ke Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru dan ke Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang, bisa menyaksikan konten video saya berjudul "Raung & Kelud" yang tayang di TikTok @FaktaWisata.id. Ini link-nya : https://vt.tiktok.com/ZSgryCAfs/.
Semoga bermanfaat 🙏.
Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180
Captions:
1. Saya dari media online TravelPlus Indonesia lebih dulu sampai Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru secara nge-camp. Beberapa tahun kemudian baru gapai Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang, Kab. Malang secara tektok. (foto: adji)
2. Pemandangan Danau Kawah Gunung Kelud dari salah satu puncaknya. (foto: adji)
3. Turun tebing di jalur pendakian (japen) Gunung Raung via Kalibaru. (foto: dok. rekan pendaki)
4. Turun tebing di japen Gunung Kelud via Ngantang. (foto: dok. rekan pendaki)
5. Di plang Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru. (foto: dok. rekan pendaki)
6. Berfoto bersama sejumlah pendaki dan dua pemandu panjat tebing di Puncak Sejati Gunung Kelud via Ngantang. (foto: dok rekan pendaki)
7. Sepenggal konten video bertajuk "Raung & Kelud" yang tayang di TikTok @FaktaWisata.id. (video adji & rekan pendaki)

.jpg)

.jpg)


































