. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Minggu, 10 Mei 2026

35 Keuntungan Berwisata di Indonesia Part 2 (Surga Kuliner & Reputasi Dunia)


Di tulisan "35 Keuntungan Berwisata di Indonesia" bagian kedua ini, saya lanjutkan lagi 20 keuntungan lainnya, di antaranya surga kuliner dan reputasi dunia.

Adapun keuntungan ke-16 berwisata di Indonesia, travelers dipastikan akan mendapatkan banyak pilihan kuliner baik tradisional, campuran, mancanegara, maupun kuliner kekinian.

Saking banyak dan beragamnya, travelers dari dalam dan luar negeri menyebut Indonesia itu surganya sambal, sate, soto, bubur, nasgor, seafood, makanan pedas, kue basah, kue kering, buah, dan surganya lalapan.

Faktanya, jenis sambalnya saja sangat banyak. Begitupun dengan soto, sate, bubur, nasgor dan lainnya. Sampai banyak yang bilang Indonesia itu negeri sambal, sate, soto, bubur, dan nasgor.

Ke-17, mendapatkan banyak pilihan warung nasi, rumah makan, resto, kafe, sentra kuliner, food court, kantin, street food, sentra/pusat oleh-oleh, dan lainnya. Bahkan belakangan menjamur kedai kopi dan teh, gerobak es teh, koling (kopi keliling), dan warung kopi yang semakin memperkuat julukan Indonesia sebagai salah satu surga kopi dan teh.


Diakui Global
Keuntungan yang ke-18, mendapatkan banyak pilihan objek wisata, aktivitas wisata, atraksi wisata, moda transportasi, dan destinasi wisata yang bereputasi dunia dalam artian berprestasi tingkat dunia, berkualitas dunia, diakui global, dan atau termasyur di dunia serta diminati turis mancanegara.

Contoh objek wisata kelas dunia antara lain Pulau Komodo, Tanjung Puting, Wae Rebo, Gunung Rinjani, Gunung Kerinci, Gunung Anak Krakatau, Gunung Leuser (pernah diminati pendaki mancanegara era tahun 1970-1980an), Prawirotaman kampung bule di Kota Jogja, dan Jalan Jaksa di Jakarta Pusat (pernah berjaya sebagai kampung turis sandal jepit/ransel dari mancanegara pada era tahun 1970-1990an).


Selain itu spot
surving di Krui, Nias dan lainnya; spot diving seperti Raja Ampat, Sabang, Derawan, dan Manado, dan lainnya; Desa Wisata Ngalanggeran-Yogyakarta, Desa Wisata Nagari Pariangan-Sumbar; Masjid Istiqlal-Jakarta; Candi Borobudur-Jateng; pusat grosir fesyen terbesar di Asia Tenggara Pasar Tanah Abang-Jakarta Pusat; beberapa tarian tradisional seperti tari bali, saman, jaipong, topeng, piring, dan tari lengger lanang; beberapa kuliner seperti rendang, nasi goreng, dan sate; serta beberapa geopark antara lain Geopark Batur, Gunung Sewu, Belitong, Maros Pangkep, dan Geopark Ciletuh.

Atraksi wisata atau calendar of event berkelas dunia seperti Pekan Kebudayaan Bali (PKB), Festival Lembah Baliem, Festival Budaya Asmat, Java Jazz, konser musik Synchronize Fest, sport tourism Tour de Singkarak (pernah ramai diminati pesepeda mancanegara), dll.

Moda transportasi berkelas dunia antara lain maskapai GIA, kapal/perahu Pinisi, Transjakarta, MRT, LRT, kereta wisata, dan kereta cepat.

Destinasi wisata dunia tentu saja Bali dari dulu sampai kini; Danau Toba dan Toraja (keduanya pernah berjaya diminati wisman pada era tahun 1980-1990an), dan selanjutnya Batam dan Bintan (mulai ramai dimintai wisman terutama dari Singapura dan Malaysia mulai era tahun 1990an). Sedangkan di era tahun 2000an tepatnya mulai tahun 2013 dan seterusnya, giliran Labuan Bajo menjadi destinasi wisata yang ramai diminati wisman.


Disebut destinasi wisata karena banyak pilihan objek wisata bahari, alam, budaya, kuliner, penginapan, pusat perbelanjaan, dan aktivitas wisata yang diminati wisatawan.

Ke-19, mendapatkan banyak pilihan wisata religi ternama. Contohnya Makam Sunan Ampel di Surabaya, Jatim; Makam Sunan Giri (Gresik, Jatim); Masjid Menara Kudus & Makam Sunan Kudus (Kusus, Jateng); Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang, Jateng); Masjid Raya Sheikh Zayed (Solo, Jateng); Masjid Gedhe (Jogja); Makam Sunan Gunung Jati (Cirebon, Jabar); dan tentu saja Masjid Istiqlal yakni masjid terbesar di Asia Tenggara yang ada di Jakarta.

Berikutnya atau keuntungan yang ke-20, mendapatkan banyak pilihan wisata halal (moslem friendly) utama di Indonesia.

Contohnya Lombok, NTB dengan predikat "Pulau Seribu Masjid" ; Aceh yang istimewa karena menerapkan syariat Islam dengan ikon Masjid Raya Baiturrahman; serta Sumbar dengan aneka kuliner halal, budaya Minangkabau yang berlandaskan Islam, dan sejumlah masjid tua maupun modern.

Selain itu DKI Jakarta yang menawarkan kemudahan akses, makanan halal, dan tempat ibadah yang nyaman; Jabar dengan cuaca yang sejuk dan sejumlah masjid ikonik; dan Yogyakarta yang ramai diminati wisnus dan wisman serta memiliki beberapa masjid dengan pengelolaan yang kekinian antara lain Masjid Jogokariyan.


Kaya Kriya
Ke-21, mendapatkan banyak pilihan kerajinan tangan atau kriya yang merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif (ekraf) andalan sektor ekraf Indonesia.

Hebatnya lagi, hampir setiap kota dan kabupaten di Indonesia memiliki aneka kerajinan tangan atau kriya khas masing-masing. Bahkan banyak yang sudah mendunia antara lain batik; tenun ikat dan songket; tapis Lampung, ukiran kayu Jepara; wayang kulit; angklung; anyaman rotan dan bambu; kerajinan perak berupa perhiasan/aksesoris; kerajinan kulit seperti tas, sepatu, dan jaket kulit; gerabah/tembikar; kerajinan getah nyatu khas Kalimantan Tengah dari getah pohon, dan noken alias tas tradisional Papua yang sudah diakui UNESCO.

Keuntungan ke-22, mendapatkan banyak pilihan oleh-oleh atau buah tangan. Sama seperti kerajinan tangan, hampir setiap kota dan kabupaten di Indonesia juga memiliki aneka oleh-oleh khas terutama berupa panganan atau camilan.

Beberapa oleh-oleh camilan dan minuman yang namanya sudah begitu tersohor antara lain kopi Gayo dan dendeng dari Aceh; bika ambon dsn bolu meranti khas Medan; rendang (daging/telur/suwir) dan keripik sanjai balado khas Minang, Sumbar; pempek Palembang; keripik pisang aneka rasa dan kopi Robusta Lampung; klappertaart Manado, Pie Susu dan kopi Kintamani dari Bali; bakpia pathok dan gudeg Jogja; pisang bolen Kartika Sari dan peyeum Bandung; serta dodol Betawi dan roti buaya mini khas Jakarta.

Ke-23, mendapatkan banyak pilihan wisata pameran/expo terkait pariwisata baik yang berkelas nasional maupun internasional.

Contohnya Bali & Beyond Travel Fair (BBTF), Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF); ASTINDO Travel Fair; INDOFEST; Deep and Extreme Indonesia (DXI) DRT SHOW Indonesia; dan INACRAFT (Jakarta International Handicraft Trade Fair).

Selanjutnya atau keuntungan yang ke-24, mendapatkan banyak pilihan wisata buatan (taman kota, water park/water boom, tempat rekreasi, kebun binatang, dll) terutama yang ada di ibukota provinsi. Contohnya kalau di Jakarta antara lain Tebet Eco Park, Taman Bendera Pusaka, Kebun Binatang Ragunan, dan lainnya.


Ke-25, mendapatkan banyak pilihan pusat/sentra perbelanjaan seperti mall, pasar tradisional, pasar unik, pasar modern, dll.

Contoh pasar tradisional dan atau pasar unik yang tersohor antara lain Pasar Terapung Lok Baintan di Banjarmasin. Kalsel; Pasar Bisu (Sumbar); Pasar Papringan (Temanggung, Jateng); Pasar Barang Antik Triwindu dan Pasar Klewer (Solo, Jateng); Pasar Kaget (Wamena, Papua Pegunugan); Pasar Beriman (Tomohon, Sulut); Pasar Bolu (Toraja, Sulsel); Pasar Beringharjo (Yogyakarta); dan Pasar Seni Sukawati di Bali.

Keuntungan yang ke-26, mendapatkan banyak pilihan tempat hiburan seperti karoke, pub, diskotik dan lainnya terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Manado, dan beberapa titik di Bali.

Ke-27, mendapatkan banyak pilihan penginapan (hotel budget - berbintang, resort, vila, homestay, glamping, dll), baik itu jenis akomodasi yang berada di perkotaan, pedesaan, pesisir maupun pegunungan atau lereng gunung, dan kawasan hutan.

Berikutnya atau keuntungan yang ke-28, mendapatkan banyak pilihan wisata gratis. Di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta punya sejumlah objek wisata tak berbayar alias gratis seperti taman dan hutan kota, kawasan Kota Tua, konser musik dan pameran gratis, culture event, mall dan pusat perbelanjaan, dll.

Ke-29, mendapatkan banyak pilihan moda transportasi umum terlebih di kota-kota besar utama seperti Jakarta dan sekitarnya antara lain bus Transjakarta, KRL komuter, LRT, MRT, kereta wisata, dan kereta cepat.


Bangsa yang Ramah
Keuntungan yang ke-30, mendapatkan banyak orang/masyarakat yang ramah dan murah senyum.

Sudah sejak dulu orang Indonesia dikenal sebagai salah satu bangsa di dunia yang ramah kepada siapapun terlebih wisman. Apalagi kalau wisman tersebut berperilaku baik dan santun sekalipun tidak bisa berbahasa Indonesia.

Prilaku positif tersebut turut menopang kemajuan pariwisata Indonesia, mengingat ramah itu merupakan salah satu dari 7 unsur penting dalam pariwisata Indonesia yakni Sapta Pesona.


Ke-31, mendapatkan banyak pengalaman langsung dengan mengikuti kegiatan keseharian masyarakat seperti memasak, membuat oleh-oleh, dan atau kerajinan setempat, mengikuti tradisi mayarakat adat, dll.

Keuntungan yang ke-32, mendapatkan musim panas yang cukup panjang sekitar 4 bulan utama, 4 bulan musim pancaroba.

Musim panas di Indonesia biasanya terjadi pada bulan Mei, Juni, Juli, dan Agustus, kemudian lanjut musim pancaroba (dari musim panas menuju hujan) yang terjadi pada bulan September dan Oktober. Sedangkan musim hujan umumnya terjadi pada November, Desember, Januari, dan Februari lanjut pancaroba (dari musim hujan menuj panas) terjadi pada bulan Maret dan April.

Ke-33, travelers mendapatkan banyak travel agent, tour operator, pemandu wisata/pramuwisata (tour guide), pemandu gunung/guide gunung (mountain guide), dan porter gunung yang profesional.

Selanjutnya atau keuntungan yang ke-34, mendapatkan banyak kesan baik/postif/menyenangkan sewaktu pertama kali berwisata di Indonesia. Akhirnya mereka kembali datang dan datang lagi. Tak sedikit dari mereka yang kemudian memilih bekerja di sini dan atau membuka usaha terkait pariwisata karena melihat ada peluang bisnis yang menguntungkan.

Banyak pula yang menikah dengan orang sini dan menetap di Indonesia. Bahkan ada pula yang jatuh hati dengan kelebihan atau keistimewaan negeri ini, lalu akhirnya mantap berpindah kewarganegaraan menjadi WNI.


Biaya Terjangkau
Terakhir atau keuntungan yang ke-35, travelers akan mendapatkan biaya atau ongkos wisata yang terbilang terjangkau.

Contohnya wisman yang negaranya berada dekat dengan Indonesia seperti negara-negara yang ada di kawasan Asia Tenggara maupun Australia, ongkos mereka berwisata ke Indonesia jelas jauh lebih murah bila dibanding harus berwisata ke negara yang letaknya sangat jauh dari negara mereka.

Karena ongkosnya lebih terjangkau, mereka bisa datang berkali-kali ke Indonesia. Contohnya turis Singapura yang kerap berulang-ulang datang ke Batam dan Bintan. Turis Malaysia ke Batam, Bintan, Bandung, Jakarta, Banda Aceh, Padang, Jogja, dan Bali. Wisman Australia ke Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan lainnya.

Adapun turis asing dari negara yang letaknya paling jauh dari Indonesia meskipun ongkos pesawatnya mahal tapi kelebihannya bisa mendapatkan sederet keuntungan sebagaimana tersebut di atas.


Itulah 20 keuntungan tambahan sehingga menjadi 35 keuntungan berwisata di Indonesia versi
TravelPlus Indonesia.

Semoga dengan dua tulisan terbaru saya tentang sederet keuntungan berwisata di Indonesia ini, membuat travelers mancanegara dimanapun semakin tertarik berkunjung ke Indonesia untuk berwisata dan atau bertualang. Dan bagi mereka yang sudah pernah, harapannya semoga kembali datang dan datang lagi menikmati ragam pesona Indonesia.

Enjoy traveling and and adventuring in Indonesia 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Seruit, makanan berat khas Lampung dengan bermacam menu seperti ikan goreng, pindang patin, sambal tempoyak serta aneka macam lalapan baik mentah maupun yang sudah direbus.
2. Wisman menikmati kekhasan Candi Borobudur yang sudah bereputasi dunia.
3. Peselancar asing usai "menari-nari" di ombak liar khas Nias, Sumut.
4. Wisman tengah mengabadikan patung-patung artistik di Bali.
5. Wisman memotret penenun sarung khas Buton.
6. Lantaran menjual bermacam hewan yang tak lazim buat disantap seperti ular piton, kelalawar, dan lainnya, membuat Pasar Beriman di Tomohon jadi ramai dikunjungi wisatawan.
7. Orang Indonesia terkenal ramah dan murah senyum, terlebih dengan wisman.
8. Wisman melihat proses memasak kuliner khas Buton.
9. Wisman tiba di Bandara Internasional Lombok, NTB.
10. Sejumlah wisman dari Asia Timur di Bali.

Read more...

35 Keuntungan Berwisata di Indonesia Part 1 (Surga Wisata Bahari, Gunung & Budaya)


Buat travelers mancanegara yang belum dan ingin berwisata ke Indonesia, selain mencari tahu akses ke objek-objek wisata yang akan dituju berikut akomodasi serta aktivitas wisata yang akan dilakukan, ada baiknya mengetahui pula serangkaian keuntungannya supaya semakin mantap melangkahkan kaki menjelajahi ragam pesona Indonesia di 38 provinsinya, dari Aceh sampai Papua Barat Daya.

Caranya dengan membaca tulisan teranyar saya ini di TravelPlus Indonesia, yakni media online yang sejak awal fokus dan loyal memajukan kepariwisatawan Indonesia berikut sektor ekonomi kreatif (ekraf), konservasi alam, dan budaya serta sektor-sektor terkait lainnya.

Berdasarkan amatan saya yang mulai meliput dan mempublikasikan keempat sektor utama tersebut sejak awal tahun 1990 (sewaktu sektor kepariwisataan dipimpin oleh Menparpostel Soesilo Soedarman yang sukses mencanangkan program Visit Indonesia Year 1991 dan Visit ASEAN Year 1992) dan ketika itu saya masih menjadi freelance reporter hingga sekarang masih aktif sebagai journalist dan juga content creator, sekurangnya ada 35 keuntungan yang dipastikan akan didapat travelers dalam maupun luar negeri, jika mengutamakan dan atau memilih berwisata di Indonesia.

Supaya tidak terlalu panjang, tulisan terbaru ini saya bagi menjadi dua bagian (part). Di bagian pertama, memuat 15 keuntungan, di antaranya keuntungan mendapatkan banyak pilihan wisata bahari, gunung, dan budaya.

Keuntungan yang pertama, travelers mendapatkan banyak pilihan tempat wisata bahari (marine tourism) baik itu pulau, pantai, teluk, selat, laut, muara, dan lainnya. Ini dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas 27.380 pulau (data terkini), dimana luas perairannya lebih luas darpada daratan. Bahkan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, mencapai sekitar 99.000 hingga 108.000 kilometer, setelah Kanada.

Melihat kondisi alam seperti itu, rasanya sangat pantas bila Indonesia dari sisi kepariwisataan berhak menyandang predikat salah satu surga wisata bahari dunia.


Kedua, mendapatkan banyak pilihan aktivitas wisata bahari antara lain yang paling umum atau bersifat rekreasi antara lain bersantai di pantai, berjemur (sunbathing), berkemah di pantai,
staycation di hotel/resort/vila pantai, berolah raga pantai dan laut seperti (voli pantai, sepak bola pantai, berenang, memancing, snorkeling, bersampan, dan fun water sports), memburu sunset dan sunrise, naik jeep pantai, naik delman pantai, berkuda di pantai, berwisata kuliner seafood, keliling pulau-pulau dengan perahu nelayan, dan atau sailing trip yakni wisata berlayar dengan mengunakan kapal phinisi, yacht, maupun ber-liveaboard menetap berhari-hari di kapal untuk melakukan berbagai aktivitas bahari seperti menyelam dan memancing dan bahkan cruise dengan kapal pesiar mewah.

Sampai kegiatan bahari yang bermuatan petualangan seperti susur pantai yang panjang dengan sejumlah tantangan antara lain menyeberangi muara; menyelam (diving); berselancar (surving); jetski; dan lainnya. Bila melihat kondisi ini, tak berlebihan bila banyak wisman menilai Indonesia itu salah satu surga menyelam dan berselancar dunia.

Bisa juga berwisata bahari bermuatan ramah lingkungan atau pro konservasi seperti menanam terumbu karang, menanam bibit mangrove, dan atau melepasliarkan tukik atau anak penyu ke laut. Ketiga aktivitas bermanfaat itu bisa travelers lakukan antara lain di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berada di perairan Laut Jawa, sekitar 45 Km sebelah utara Jakarta.

Pilihan lain ikut membersihkan sampah di pantai-pantai tersohor pada waktu-waktu tertentu seperti di Pantai Kuta-Bali, dan lainnya


Surga Pendakian Gunung
Keuntungan yang ketiga, travelers akan mendapatkan banyak pilihan gunung untuk didaki, baik itu gunung berapi (sangat aktif, aktif, tidak begitu aktif, lama tertidur, dan tidak aktif) dan sejumlah gunung non vulkanik atau gunung mati.

Faktor penguatnya, Indonesia adalah salah satu negara dalam lintasan lingkaran/cincin api Pasifik atau ring of fire yang dikelilingi sekitar 127 gunung berapi aktif. Kondisi itu pula yang membuat Indonesia kerap dijuluki salah satu surga pendakian gunung berapi di dunia.

Amatan saya yang juga menggeluti dunia pendakian gunung sedari belia (sejak tahun 80-an sampai sekarang), umumnya pendaki mancanegara lebih menyukai gunung berapi aktif yang memiliki kawah aktif di lereng apalagi di puncaknya.

Buktinya, saya pernah melihat/bertemu dengan beberapa pendaki mancanegara seperti dari Eropa, Amerika, Australia, Asia Timur, dan Asia Tenggara di beberapa gunung berapi berkawah aktif di Tanah Air antara lain Gunung Rinjani, Agung, Batur, Tambora, Dukono, Kerinci, Semeru, Bromo, Slamet, Merapi, Ciremai, Gede, Kelimutu, Kawah Ijen, Papandayan, Kawah Ratu Gunung Salak, dan Gunung Anak Krakatau.

Keempat, mendapatkan banyak pilihan wisata alam lainnya seperti hutan hujan tropis, air terjun, bukit, danau, sungai, gua, lembah, lautan pasir, lanskap teras sawah, dan lainnya.

Contoh objek wisata di Indonesia yang memiliki hutan hujan tropis masih terbilang alami antara lain Taman Nasional (TN) Gunung Leuser di Aceh dan Sumut; TN Bukit Barisan Selatan (Lampung dan Bengkulu); TN Kerinci Seblat (utamanya di Jambi dan Sumbar); TN Tanjung Puting (Kalteng); TN Lorentz (Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan), serta TN Gunung Halimun Salak yang berada di Jabar dan Banten.

Berikutnya atau keuntungan yang kelima, mendapatkan banyak pilihan wisata bermuatan petualangan atau kegiatan petualangan (adventure activity) seperti susur gua, panjat tebing alami, panjat tebing via ferrata, canyoneering atau canyoning, canoeing, paralayang, gantole, free fall, paddle boarding atau stand up paddle boarding/SUP, terjun payung, rope jump, dll. Oleh karenanya Indonesia juga disebut-sebut salah satu surga petualangan alam dunia.


Keenam, mendapatkan banyak pilihan city tour atau wisata kota. Pilihannya antara lain Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Jogja, Denpasar, Medan, dan Makassar.

Keuntungan yang ketujuh, mendapatkan banyak pilihan wisata ke pedalaman/pelosok seperti ke pedalaman Kepulauan Mentawai di Sumbar, pedalaman pulau Kalimantan yang terdiri atas beberpa provinsi, pedalaman pulau Papua yang kini juga terbagi atas beberapa provinsi, dan pulau lainnya.

Kedelapan, mendapatkan banyak pilihan desa wisata, baik itu desa wisata yang berada di kawasan pesisir/bahari maupun di pegunungan/lereng.

Contoh desa wisata di kawasan pesisir/bahari antara lain Desa Wisata Arborek di Raja Ampat, Papua Barat Daya; Pemuteran (Bali); Nglebeng (Jatim); dan Desa Wisata Nyalo di kawasan Mandeh, Sumbar.

Adapun desa wisata di kawasan pegunungan/lereng antara lain Desa Wisata Penglipuran di Bali; Nglanggeran (Yogyakarta); Pentingsari di lereng Gunung Merapi (Yogyakarta), Taman Sari (Banyuwangi, Jatim), Wae Rebo (Flores, NTT), dan Desa Wisata Nagari Pariangan di Sumbar.

Wellness Tourism
Kesembilan, mendapatkan banyak pilihan wisata kesehatan (health tourism) yang terdiri atas wisata medis atau medical tourism (pengobatan) dan wellness tourism (kebugaran).

Destinasi utama medical tourism di Indonesia antara lain di Bali, Jakarta, Medan, dan Malang. Sedangkan destinasi wellness tourism yang memadukan layanan medis berkualitas, perawatan tradisional (jamu/spa), dan lingkungan alam yang mendukung penyembuhan seperti meditasi, yoga, spa, sauna, massage, dan perawatan kulit antara lain di Bali terutama Ubud, Labuan Bajo, Jakarta, dan Bandung.

Melihat kondisi itu, tak berlebihan bila banyak orang menyebut Indonesia salah satu surga wellness tourism khususnya meditasi dan yoga dunia.

Selanjutnya atau keuntungan yang ke-10, mendapatkan banyak pilihan culture event.

Contohnya Jember Fashion Carnaval (Jawa Timur di Jember, Jatim; Cap Go Meh Singkawang (Kalbar); Alek Pacu Jawi (Sumbar); Dieng Cultural Festival (Jateng); Festival Bau Nyale (Lombok, NTB); Sekaten (Yogyakarta); Festival Tabuik di Pariaman (Sumbar); dan Upacara Kasada Suku Tengger Bromo di Jawa Timur.


Ke-11, mendapatkan banyak pilihan sport tourism terbesar dan tersohor antara lain MotoGP dan WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB; selancar di Krui, Nias, dan beberapa pantai di Bali;
Borobudur Marathon (Jawa Tengah), water sport seperti jetski dan kompetisi balap perahu d Danau Toba (Sumut); trekking dan diving kelas dunia di Pulau Komodo (LabuanBajo, NTT); triathlon internasional Ironman Bintan (Bintan, Kepri); serta trail running dan trekking di Gunung Rinjani, Lombok NTB dan di Gunung Bromo, Jatim.

Selain itu, ada sport tourism berbasis budaya seperti Pacu Jalur di Riau dan Lompat Batu Nias, Sumut.

Keuntungan yang ke-12, mendapatkan banyak pilihan konser musik, baik berbayar maupun gratis. Konser musik yang tampil di Indonesia bukan hanya penyanyi-penyanyi dan band-band papan atas Indonesia pun penhanyi dan band dari mancanegara seperti Korea, Jepang, Australia, Eropa, dan Amerika.


Kaya Wisata Budaya
Ke-13, mendapatkan banyak pilihan objek wisata budaya baik itu desa adat dan permukiman tradisional; tradisi, ritual, dan festival maupun wisata budaya edukasi.

Contoh desa adat dan permukiman tradisional antara lain Desa Wae Rebo di Flores, NTT: Desa Adat Ratenggaro (Sumba, NTT); Desa Penglipuran (Bali): Desa Dayak Pampang (Samarinda, Kaltim); Kampung Naga (Tasikmalaya, Jabar): Masyarakat Adat Baduy atau urang Kanekes di Lebak, Banten.

Contoh tradisi, ritual, dan festival antara lain ritual pemakaman Rambu Solo dan rumah adat Tongkonan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan; Upacara Ngaben (Bali); Festival Krakatau (Lampung), Festival Budaya Tua Buton dan Festival Kande-kandea (Buton, Sultra); Festival Erau (Kutai Kartanegara, Kaltim); Festival Legu Gam (Ternate, Maluku Utara); Loncat Batu (Nias, Sumut); Karapan Sapi (Madura, Jatim); Festival Lembah Baliem (Papua Pegunugan); dan Pesta Rakyat Danau Toba di Danau Toba, Sumut.

Adapun contoh wisata budaya edukasi antara lain Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta) dan  Istana Tirta Gangga di Bali. Melihat begitu kaya atau beragam wisata budaya membuat Indonesia mendapat julukan salah satu surga wisata budaya.

Kemudian keuntungan yang ke-14, mendapatkan banyak pilihan objek wisata sejarah. Contohnya situs sejarah dan percandian antara lain Candi Borobudur di Magelang, Jateng; Candi Prambanan (Yogyakarta/Jateng); Taman Sari (Yogyakarta); Istana Maimun (Medan, Sumut); Istana Siak Sri Indrapura (Siak, Riau), Pulau Penyengat (Tanjungpinang, Kepri), kawasan Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang, dan lainnya.

Ke-15, mendapatkan banyak pilihan wisata pendidikan dan pusat seni. Contohnya Museum Ullen Sentalu di Yogyakarta; Pasar Seni Ancol (Jakarta): Museum Tekstil (Jakarta), dan sejumlah musum provinsi dihampir setiap ibu kota provinsi yang ada di Indonesia.

Keuntungan ke-16 berwisata di Indonesia dan seterusnya atau sampai ke-35, tersaji di tulisan bagian kedua di website TravelPlus Indonesia.

Enjoy traveling and and adventuring in Indonesia 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Punya banyak objek wisata bahari seperti pantai, laut, pulau, selat, teluk, muara, dan lainnya ditambah dengan bermacam aktivitas wisata bahari seperti santai di pantai, snorkeling, menyelam, dan seterusnya membuat Indonesia pantas menyandang predikat salah satu surga wisata bahari sunia.
2. Satu keluarga wisman bersantai di salah satu pantai di Bintan.
3. Punya banyak gunung berapi aktif membuat Indonesia juga berhak mendapatkan gelar salah satu surga pendakian gunung berapi aktif dunia.
4. Kota Tua jadi salah satu objek wisata city tour Jakarta yang diminati wisman.
5. Balap sepeda salah satu sport tourism event yang diminati pesepeda mancanegara.
6. Sejumlah wisman tengah mengabadikan salah satu culture event terbesar di Buton, Sulawesi Tenggara.



Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP