. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 02 Maret 2026

Bedah Buku BILA ESOK ANAK TIADA Karya Nuy Nagiga


Berawal dari buku/novel BILA ESOK IBU TIADA  dan BILA ESOK AYAH TIADA yang terbit bersamaan. Kemudian produser mengadaptasi salah satu novel itu menjadi film layar lebar yang ditonton hampir 4 juta orang di bioskop.

Selepas itu sang produser berdiskusi dengan penulis, maka tercetuslah ide novel BILA ESOK ANAK TIADA.

Novel BILA ESOK ANAK TIADA baru saja terbit tahun 2026. Acara bedah novel tersebut sekaligus ngabuburit puasa Ramadan berlangsung baru-baru ini, Sabtu 21 Februari 2026 di Gramedia Depok dengan narasumber sang penulis novel Nuy Nagiga.


Menurut Nuy Nagiga novel terbarunya ini mengusung tema keluarga dengan tokoh utama dua remaja kakak adik dengan ayah ibunya.

"Isi cerita sangat relate dengan kehidupan nyata," terangnya.

Dalam novel tersebut dikisahkan orang tua sibuk sehingga tidak pernah tahu apa yang dilakukan anak-anak. "Padahal anak yang berprestasi harus mendapat apresiasi," ungkapnya seraya menambahkan bahwa lebih baik mencintai dan penuh perhatian tanpa menunggu kehilangan.


Hal yang lebih menarik dalam novel ini adalah ketika rumah tidak baik-baik saja, si anak bukan lari dan berbuat maksiat.

Diceritakan pula di dalam novelnya sepanjang hidup si anak bertemu dengan orang-orang yang penuh inspiratif sehingga memotivasinya menjadi lebih dewasa.

Lewat novel ini Nuy yang merupakan alumnus IISIP Jakarta angkatan 91 berharap bisa mengajak orang tua dan anak menjadi support system yang saling merangkul.


Sebagai informasi tambahan, novel setebal 250 halaman ini diterbitkan oleh
Aksaraplus dan bisa dibeli di toko buku Gramedia seluruh Indonesia dan secara online di toko Coverdepan. Harganya cuma Rp 78.000 per buku.

Pembaca TravelPlus Indonesia, traveler maupun masyarakat umum peminat novel yang ingin memiliki buku edisi tanda tangan penulis, bisa DM di Instagram @nuy_nagiga. (Adji TravelPlus IG @adjitropis & TikTok @FaktaWisata.id)

Sumber & foto: press release dari sang penulis.

Captions:
1 Nuy Nagiga menjadi narsum bedah buku/novel karya terbarunya yang bertajuk BILA ESOK ANAK TIADA.
2. Nuy Nagiga memperkenalkan novel terbarunya.
3. Nuy Nagiga menandatangani novel tersebut buat pembeli.
4. Novel terbaru karya Nuy Nagiga tersebut bisa di toko buku Gramedia seluruh Indonesia dan secara online di toko Coverdepan dengan harga Rp 78.000 per buku.


Read more...

Sabtu, 28 Februari 2026

Masjid dan Musala Berlatar Gunung Ini, Pikat Hati Pendaki


Salah satu keistimewaan sebuah masjid maupun musala adalah tempat lokasi atau berdirinya, antara  lain masjid maupun musola yang dibangun/didirikan di kaki, lereng bahkan di puncak gunung. Alhasil membuahkan pemandangan berlatar belakang gunung menjulang, lautan awan, dan atau keindahan alam sekitarnya yang berhasil memikat hati wisatawan termasuk para pendaki.

Sebelum TravelPlus Indonesia membeberkan masjid dan musala apa saja yang memiliki panorama/pemandangan berlatar gunung, lautan awan, dan atau keindahan alam sekitarnya, ada baiknya kita pahami terlebih dulu faktor apa saja yang membuat Indonesia memiliki sejumlah masjid dan musala berlatar gunung.

Amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada dua faktor penyebabnya. Faktor pertama, karena populasi penduduk Indonesia yang muslim atau beragama Islam diperkirakan mencapai lebih dari 240 juta jiwa hingga awal 2026 atau mencakup sekitar 87% dari total penduduk Indonesia. Dengan kata lain Islam sebagai agama mayoritas di Tanah Air tercinta ini.

Lantaran itu, jumlah rumah ibadah umat Islam yakni masjid dan musala tentunya juga besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per Januari 2026, jumlah masjid dan musala yang terdaftar resmi di Indonesia mencapai 707.317 unit.  Bila ditotal dengan yang belum terdaftar diperkirakan mencapai lebih dari 800.000 unit. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia salah satu negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia.

Faktor kedua, lantaran geografis Indonesia bergunung-gunung sekaligus menjadi bagian utama dari cincin api Pasifik (ring of fire) dan memiliki sekitar 127 gunung api aktif yang tersebar dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Banyak dusun dan desa yang dihuni penduduk berada di kaki bahkan lereng gunung. Oleh karena itu banyak pula masjid dan musala yang dibangun sebagai tempat beribadah di kaki bahkan lereng gunung yang membuahkan pemandangan indah berlatar gunung, lautan awan dan keindahan alam lainnya.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia ditambah data dari berbagai sumber, sekurangnya ada belasan masjid dan musala dengan latar gunung.

Pertama, Masjid Baitut Taqwa. Masjid yang berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) ini memiliki tiga keistimewaan tersendiri berdasarkan tempat berdirinya.

Keistimewaannya yang pertama, berada di dusun yang mendapat julukan 'Nepal van Java' sehingga masjid tersebut juga kerap disebut Masjid Nepal van Java.

Keistimewaan kedua, karena Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang di lereng Gunung Sumbing, oleh karenanya Masjid Baitut Taqwa yang berada di dusun tersebut memiliki pemandangan indah berlatar belakang Gunung Sumbing.

Keistimewaannya yang ketiga, karena berada di lereng Gunung Sumbing tak jauh dari basecamp pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik, membuat masjid yang dikelilingi rumah penduduk ini kerap diselimuti kabut dan berudara dingin sehingga tidak memerlukan alat pendingin ruangan atau AC.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak wisatawan yang bertandang ke Nepal van Java sekaligus mampir ke Masjid Baitut Taqwa untuk menunaikan salat wajib dan sunah. Begitupun dengan para pendaki, sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian.

Kedua, Masjid Al-Barokah. Masjid yang berada di Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel) ini juga memiliki sekurangnya tiga  keistimewaan.


Keistimewaannya yang pertama, meskipun terbilang berukuran kecil seperti musala namun pemandangan yang ditawarkan masjid ini sangat mahal (besar) yakni berlatar Gunung Dempo.

Keistimewaan yang kedua, berada dekat sekali dengan basecamp pendakian Gunung Dempo via Kampung 4. Boleh dibilang masih menjadi bagian dari kompleks BC tersebut.
.
Keistimewaannya yang ketiga, dekat dengan hamparan perkebunan teh yang menambah daya pikatnya.

Amatan TravelPlus Indonesia, selain warga lokal tak sedikit pendaki yang menunaikan salat wajib berjemaah di masjid tersebut sebelum ataupun setelah melakukan pendakian.

Ketiga, Masjid Thoriqul Huda. Masjid yang berada di Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo, Jateng  ini juga memiliki beberapa keistimewaan antara lain berada sangat dekat dengan basecamp (BC) pendakian Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu. Lantaran berada di kaki Gunung Sindoro membuat masjid yang terbilang besar dan cukup megah ini kerap diselimuti kabut dan berudara dingin.

Amatan TravelPlus Indonesia, meskipun di BC Alang-alang Sewu tersedia musala namun banyak pendaki yang memilih salat berjemaah di Masjid Thoriqul Huda karena fasilitasnya lebih nyaman.

Keempat, Masjid Jabal Nur Hidayatullah. Masjid yang berada di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) ini juga punya beberapa keistimewaan antara lain berada di Dataran Tinggi Tengger, tepatnya di ketinggian lebih dari 2.000 Mdpl sehingga kerap diselimuti kabut dan berudara dingin. Bahkan disebut-sebut sebagai masjid tertinggi di Pulau Jawa.

Selain itu dari masjid ini menghadirkan pemandangan alam pegunungan yang menawan berupa perkebunan teras khas masyarakat Tengger dengan latar belakang Gunung Semeru, berikut Mahameru sebagai puncaknya atau atapnya Jawa.

Kelima, Masjid Al Ikhlas. Masjid yang berada di tengah perkebunan tak jauh dari jalan raya, tepatnya di Desa Buluharjo, Kec. Plaosan, Kab. Magetan, Jatim ini juga tak kalah istimewanya.

Masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Putih ini menawarkan pemandangan indah berlatar Gunung Lawu dan Gunung Mongkrang.

Masjid di Puncak Gunung
Keenam, Masjid Sunan Muria. Masjid ini juga istimewa karena berada di puncak  Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kab. Kudus, Jateng.

Ketujuh Masjid Agung Solok Selatan. Masjid yang berada di kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) ini juga memiliki beberapa keistimewaan antara lain disebut Masjid Agung Kebun Teh karena berada di perkebunan teh.

Selain itu menawarkan pemandangan indah berlatar Gunung Kerinci yang merupakan gunung api tertinggi di Indonesia sekaligus atapnya Sumatra.

Kedelapan, Masjid Jami' Darussalam Koto Baru. Masjid yang berada di pinggir jalan raya antara Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi dekat dengan pasar Koto Baru, tepatnya di Nagari Koto Baru, Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar, Sumbar ini juga memiliki beberapa keistimewaan.

Disamping mempunyai gugusan kubah bak buah pinang berwarna kemerahan, masjid ini pun menawarkan pemandangan  dengan latar Gunung Singgalang.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak pendaki sebelum atau sesudah melakukan pendakian Gunung Singgalang maupun Gunung Marapi yang singgah ke masjid ini untuk salat berjemaah.

Kesembilan, Masjid Nurul Huda. Masjid yang berada di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kec. Karangreja, Kab. Purbalingga, Jateng ini juga punya beberapa keistimewaan antara lain berada di dekat BC pendakian  Gunung Slamet via Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga sehingga kerap digunakan pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian.

Keistimewaan lainnya karena berada di jalur pendakian utama Gunung Slamet, masjid ini pun menawarkan pemandangan langsung ke arah Gunung Slamet yang gagah.

Kesepuluh, masjid  berpredikat di atas awan. Contohnya Masjid Jami Aminatul Jannah yang berada di Rest Area Sumber Jaya, Lampung Barat, Lampung.

Selanjutnya Masjid Al Ikhlas yang berada di ketinggian 1.200 Mdpl di pegunungan Dusun Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kabupaten Karangasem, Bali dan sekaligus  menjadi masjid tertinggi di Pulau Dewata.

Contoh lainnya Masjid Rahmatan Lil 'Alamin yang berada di objek wisata negeri di atas awan Gunung Luhur, Kabupaten Lebak, Banten.


Musala di Gunung
Kesebelas, musala di gunung. Contohnya  antara lain Musala Gunung Talang di Alun-alun Gunung Talang yang kerap disebut "lapangan bola" di ketinggian 2.500-an Meter di atas permukaan laut (Mdpl) atau beberapa ratus meter menjelang puncak Gunung Talang lewat jalur pendakian dari Aia Batumbuak, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok, Sumbar.

Musala berukuran 2,4 x 3,5 meter tersebut disebut-sebut tempat ibadah tertinggi di Sumbar bahkan Pulau Sumatra.

Berikutnya Musala Jabalussalam atau Musala Gunung Slamet. Surau yang mulai dibangun 21 Agustus 2021 ini berada di ketinggian 2.500 Mdpl di Pos 4 Jalur Permadi Guci, Gunung Slamet, Kab. Tegal, Jateng.

Selain itu ada Musala Baiturrahim, letaknya di Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran. Bangunan ini persis berada di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian sekitar 1.300 Mdpl.

Kehadiran masjid dan musala di kaki, lereng, dan atau di puncak gunung tentunya sangat membantu memudahkan bukan cuma warga setempat pun wisatawan bahkan pendaki yang ingin menjalankan kewajibannya sebagai muslim sebelum ataupun setelah mendaki gunung tersebut.

Naskah, foto & video by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Masjid Baitut Taqwa atau Masjid Nepal van Java di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berlatar belakang Gunung Sumbing.

2. Masjid Al-Barokah di kaki Gunung Dempo, Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumsel juga kerap digunakan sejumlah pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun setelah melakukan pendakian

3. Masjid Jabal Nur Hidayatullah di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) yang berlatar pemandangan Gunung Semeru.

4. Video Masjid Baitut Taqwa di Kaliangkrik berlatar Gunung Sumbing.





Read more...

Kamis, 26 Februari 2026

Mewarnai Ramadan dengan Menjelajah Masjid, Ini 10 Manfaatnya


Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia melakukan jelajah masjid di berbagai daerah dan kota di Indonesia, sekurangnya ada sepuluh manfaat menjelajah masjid-masjid istimewa di bulan suci Ramadan.

Manfaat pertama, jadi lebih semangat beribadah dalam hal ini menunaikan salat wajib berjemaah dan salat sunah di masjid.

Kedua, dapat melatih kedisiplinan dan membentuk mental yang satset, mengingat untuk bisa salat berjamaah di masjid membutuhkan ketepatan waktu agar tidak tertinggal.

Berikutnya atau manfaat yang ketiga, dapat memperkuat ukhuwah karena bertemu dan berkenalan dengan sesama muslim di masjid tersebut. Apalagi bila sekalian berbuka puasa bersama dilanjutkan salat magrib berjemaah, kemudian tadarusan, berzikir dan ber-selawat bersama serta salat isya dan tarawih berjemaah.

Keempat, jadi lebih tahu keistimewaan yang dimiliki masjid tersebut, entah itu dari sisi arsitektur, sejarah, lokasi, peristiwa yang dialami, konsep yang diusung, kelengkapan fasilitas pendukung, atmosfer spiritualnya, dan atau karena berstatus cagar budaya.

Contoh masjid-masjid yang berpredikat istimewa itu, bisa Anda lihat di tulisan sebelumnya yang bertajuk "10 Jenis Masjid dan Surau Ini Berdaya Tarik Lebih, Wow Nomor 5 Ada di Gunung" di website TravelPlus Indonesia. Ini link-nya: https://travelplusindonesia.blogspot.com/2022/02/10-jenis-masjid-dan-surau-ini-berdaya.html?m=1.


Kelima, bisa mencari informasi positif sekaligus pemicu yang membuat masjid tersebut makmur atau ramai jemaahnya . Misalnya kenapa masjid itu mengusung konsep ramah anak, ramah lingkungan, ramah jemaah, makan-makan gratis,.dan lainnya yang menyita perhatian masyarakat hingga terkenal.

Keenam, bila jelajah masjid dilakukan dengan membawa serta anak, cucu, keponakan dan atau kerabat yang masih bocil (bocah cilik) bisa menjadi sarana edukasi yang  bermanfaat menanamkan cinta masjid kepada mereka sejak dini.

Selanjutnya atau manfaat ketujuh, bisa menadi bahan untuk membuat ragam konten digital positif baik itu berupa tulisan, captions, foto, video, lagu, dan lainnya. Sekaligus mempelajari tim medsos masjid tersebut dalam meracik/mengolah ragam konten digital sehingga menarik dan informatif.

Kedelapan, jadi lebih tahu keadaan daerah/kota yang menjadi lokasi masjid tersebut, termasuk daya tarik lain di sekitarnya.

Kesembilan, bermanfaat mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif yang kental bernapaskan religi Islam.

Terakhir atau manfaat kesepuluh, turut mensyiarkan Islam sekaligus memakmurkan masjid dan memajukan wisata religi dengan menyiarkan keistimewaan masjid tersebut.


Masjid Apa dan Dimana?
Jelajah masjid saat Ramadan bisa dimulai di masjid-masjid istimewa yang ada di tempat tinggal Anda. Selain lebih dekat dan mudah dijangkau pun tidak begitu menyita waktu, tenaga, dan biaya.

Bila Anda punya banyak waktu luang dan lainnya , bisa jelajah masjid yang ada diluar domisili Anda. Misalnya di kecamatan, kabupaten/kota atau bahkan provinsi lain. Bila Anda tengah mendapat tugas kerja di  suatu kota saat Ramadan atau ada urusan/kegiatan lain, bisa sekalian jelajah masjid istimewa di kota tersebut.

Nah, mumpung diberi kesehatan, ayo  jelajah masjid saat Ramadan, insyaallah akan menemukan atmosfer yang beda dibanding diluar Ramadan, terlebih bila sekalian ikut berbuka bersama sampai salah Tarawih di masjid tersebut.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Masjid Jami Al-Ishlah di Jalan Putri Balau, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung arsitekturnya kental dengan sentuhan budaya Lampung.
2. Video Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsa) di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah yang berstatus cagar budaya.
3. Masjid Al-Barokah di kaki Gunung Dempo, Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumsel yang kerap digunakan sejumlah pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun setelah melakukan pendakian. 



Read more...

Rabu, 25 Februari 2026

15 Kiat Jelajah Masjid saat Ramadan


Banyak cara mendulang pahala berlipat ganda saat Ramadan, salah satunya dengan melakukan kegiatan jelajah masjid. Bagaimana kiatnya?

Dalam KBBI (Kamis Besar Bahasa Indonesia) kata 'jelajah' berarti ke mana-mana untuk menyelidiki dan sebagainya. Adapun 'masjid' bermakna rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam.

Bila dua kata itu digabungkan, TravelPlus Indonesia memaknai jelajah masjid adalah  kegiatan mengunjungi bangunan tempat bersembahyang orang Islam yang ada dimana-mana (utamakan yang ada di negeri sendiri) dengan tujuan bukan semata untuk salat berjemaah dan ibadah mulia lainnya pun menyelidiki lebih jauh keistimewaannya lalu menyebarluaskannya.

Sesuai dengan judul, jelajah masjid dilakukan saat menunaikan puasa Ramadan seperti sekarang ini (saat saya membuat tulisan ini di TravelPlus Indonesia)

Mengingat jelajah masjid itu lebih dari sekadar menunaikan salat berjemaah di masjid dan atau mengikuti kegiatan mulia lainnya, maka perlu kiat tersendiri agar berjalan lancar dan ujungnya punya manfaat lebih.

Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada 15 kiat atau tips jelajah masjid saat Ramadan.

Pertama, niat jelajah masjid, Bismillahirrahmanirrahim Lillahi Ta'ala untuk turut memakmurkan masjid dan menyiarkan keistimewaannya. Dilanjutkan dengan berdoa semoga dimudahkan/dilancarkan Allah SWT serta menjadi ladang pahala.

Keistimewaan Masjid
Kedua, mencari tahu profil masjid yang akan dikunjungi berikut keistimewaannya sebagaimana tersebut di atas.

Keistimewaan masjid artinya kelebihan/keunikan yang dimiliki masjid entah itu dari sisi arsitektur, sejarah, lokasi, peristiwa yang dialami, konsep yang diusung, fasilitas pendukung, atmosfer spiritualnya, statusnya (apakah cagar budaya), dan  atau bermacam kegiatan mulia yang dilakukan pengelolanya sehingga masjidnya makmur.


Berikutnya atau kiat yang ketiga, cari info moda transportasi  umum ke masjid tersebut (bila tidak/malas membawa kendaraan pribadi), termasuk mencatat durasi perjalanan dan biayanya. Cari pula info daya tarik lain di dekat masjid itu (kuliner, akomodasi, dll).

Keempat, waktu jelajah masjid sesuai judul tulisan ini tentu saja saat di bulan suci Ramadan. Kalau ingin mendapatkan atmosfer yang berbeda (pagi, siang, sore, dan malam), bisa berkunjung saat jelang Subuh sesudah sahur sampai salat sunah Duha.

Pilihan waktu lainnya, jelang Zuhur hingga Asar atau bisa juga jelang Magrib - berbuka puasa - salat Magrib - salat Isya sampai salat Tarawih.

Kelima, jelajah masjid dapat dilakukan sendirian atau dalam kelompok kecil (small group), maksimal 2-5 orang agar lebih nyaman. Kecuali kalau hanya kunjungan biasa, itu bisa saja rombongan atau dalam kelompok besar, diatas 10 orang.

Keenam, datanglah dengan mengenakan pakaian terbaik, rapih, dan sopan. Kalau pria kenakan baju muslim minimal baju atau kaos lengan panjang polos (tidak bergambar/bertulisan atau bermotif yang mencolok), kenakan pula peci/kopiah, sarung ataupun dengan bercelana panjang.

Selanjutnya atau kiat ketujuh, bila tiba di masjid tersebut, ucapkan 'alhamdulillah', wudhu, dan berdoa masuk masjid serta salat sunah tahiyatul masjid yang dilakukan sebelum duduk, sesaat setelah memasuki masjid.

Kiat kedelapan, kalau waktu azan masih lama, pergunakan untuk mengabadikan arsitektur masjid baik eksterior maupun interiornya.

Kesembilan, kalau sudah mendekati azan, sebaiknya bersiap untuk salat wajib berjemaah. Selepas berzikir, bersalawat, bertasbih, berdoa, dan tadarusan, baru mengabadikan arsitekturnya.

Berikutnya atau kiat kesepuluh, menemui pengurus masjid untuk tanya-tanya tentang sejarah, konsep yang diusung ataupun kegiatan masjidnya.

Ke-11, jangan lupa bersedekah di kotak amal yang ada di masjid tersebut. Ke-12, setelah selesai mengabadikannya, tak lupa berdoa keluar masjid.

Kiat Ke-13, lanjut kulineran di area masjid untuk berbuka puasa. Kalau ada yang menjual kuliner khas setempat yang halalan thayyiban (makanan atau minuman yang halal dan baik), itu bisa jadi pilihan utama.  Bila punya dana lebih, sebaiknya beli takjil ataupun menu buka puasa yang banyak (agak dilebihkan) supaya bisa berbagi dengan jemaah masjid lainnya.


Ragam Konten Digital 
Ke-14, meracik data, foto, dan video  hasil jelajah masjid menjadi ragam konten digital menarik.

Ragam konten digital bisa berupa teks ( artikel/tulisan di blog, caption di media sosial); visual/gambar (foto, slideshow, infografis); serta video (short video utk reels/TikTok) dan atau video panjang untuk YouTube, vlog, dan lainnya).

Konten yang dibuat bisa berupa panduan moda transportasi umum ke masjid,  keistimewaan masjid dari segi arsitektur dan lainnya. Bisa juga karena masjid tersebut sedang trending/aktual atau hangat dibicarakan.

Terakhir atau kiat yang ke-15, menyebarluaskan ragam konten tersebut lewat aneka akun medsos yang dimiliki agar publik atau warganet tahu lalu tertarik mengunjungi masjid tersebut untuk memakmurkannya dan mengabadikan keistimewaannya.

Selamat jelajah masjid saat Ramadan, semoga bermanfaat, berkah, dan berbuah pahala berlipat ganda, Aamiiin YRA 🤲.

Naska, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:.
1. Pesona Masjid Istiqlal Jakarta jelang Magrib
2. Masjid Baitut Taqwa atau dikenal sebagai Masjid Nepal van Java di lereng Gunung Sumbing via Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
3. Video Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo/Surakarta.


Read more...

Jumat, 23 Januari 2026

Indoor Tourism Pilihan Pas Berwisata di Puncak Musim Hujan, Ini Kegiatan dan Tempatnya


Saat ini sejumlah wilayah di Jawa dan beberapa pulau besar lainnya mengalami puncak musim hujan 2025/2026. Buat yang ingin tetap berwisata di musim yang kondisi curah hujannya sedikit lebih tinggi di atas normal, sepertinya indoor tourism merupakan pilihan yang tepat.

Sebelum TravelPlus Indonesia sajikan jenis wisata, kegiatan, dan tempatnya, ada baiknya kita pahami terlebih dulu apa itu indoor tourism.

Sesuai namanya indoor tourism adalah aktivitas atau kegiatan wisata yang dilakukan di dalam ruangan.

Indoor tourism bisa diterapkan diberbagai jenis wisata seperti wisata kota, belanja, kuliner, budaya, sejarah, religi, hiburan (musik, film, dll), dan wisata olahraga.

Indoor tourism untuk jenis wisata kota contohnya staycation atau liburan di hotel, resort, villa, dan jenis penginapan lainnya dengan menikmati fasilitas yang ada.


Aktivitas yang dapat dilakukan selama staycation antara lain yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan yakni berolahraga santai seperti berenang, nge-gym, jalan santai/joging di jogging track yang ada di taman hotel/resort, yoga, senam aerobik, zumba, dan lainnya.

Bisa juga aktivitas yang berguna buat rileksasi seperti meditasi, pijat, spa, dan lainnya. Kegiatan yang bersifat lebih santai seperti menonton film kesukaan, ber-medsos, dan membuat konten video menarik dengan memanfaatkan free wifi . Pilihan lain, menikmati aneka kuliner di testo dan atau minum kopi di cafe hotel.

Untuk bisa seperti itu, sebaiknya pilih hotel/resort yang berbintang 3 ke atas dan punya keistimewaan tersendiri misalnya punya pemandangan yang indah seperti panorama pantai, laut, danau, sungai, sawah lembah, bukit, gunung, dan atau lampu-lampu kota (city light) pada malam hari.

Kalau pilihannya hotel budget tentu jangan berharap lebih mendapatkan semua fasilitas itu. Solusinya Anda bisa berkunjung ke objek-objek wisata terdekat dengan penginapan non bintang atau hotel melati tersebut seperti kafe/resto, mall, toko oleh-oleh, dan lainnya.

Sebelum menentukan hotelnya, sebaiknya cek lokasinya apakah strategis atau mudah dijangkau moda transportasi umum ataupun kendaraan pribadi. Cek pula ulasan tamu yang pernah menginap atau rating-nya apakah baik atau sebaliknya lewat beberapa aplikasi booking hotel sebagai bahan pertimbangan.


Indoor tourism untuk jenis wisata belanja misalnya shopping di mall. Lebih bagus lagi kalau mall-nya berada di kawasan wisata ternama dan dekat dengan akomodasi yang dipilih.

Di pusat perbelanjaan modern tersebut, bisa melakukan bermacam kegiatan wisata di dalam ruangan yang nyaman seperti belanja pakaian, sepatu, menonton film, kulineran, karokean, salon, dan lainnya. Pilihan lain ke sentra atau pusat oleh-oleh.

Adapun indoor tourism untuk jenis wisata kuliner antara lain makan di resto/kafe/food court mall/rumah makan dan atau ngopi di kedai kopi yang sebaiknya juga berlokasi di kawasan wisata.

Selain menunya enak-enak, kalau bisa pilih resto/kafe yang juga punya keistimewaan tersendiri dari segi konsep maupun letak dan pemandangan yang disuguhkan, misalnya resto/kafe tepi danau seperti yang ada di Danau Toba, resto/kafe dengan pemandangan gunung seperti di Dieng,.Wonosobo, resto/kafe di hutan pinus/hutan jati, resto/kafe tepi sungai seperti di Pandeglang, resto/cafe dengan pemandangan laut, dan atau city light seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bandar Lampung, dan lainnya.

Contoh lainnya kalau sedang berwisata di Banda Aceh, salah satu daftar kegiatan yang wajib masuk daftar wisata kuliner adalah  menyeruput kopi di sejumlah kedai kopinya.

Di ibu kota Provinsi Aceh tersebut, banyak pilihan kedai kopi/kafe ataupun resto merangkap kedai kopi yang berukuran besar, berfasilitas lengkap seperti TV layar datar besar, free wifi, dan lainnya sehingga nyaman berlama-lama ngopi di sana.

Untuk indoor tourism jenis wisata hiburan antara lain nonton film di bioskop, nonton konser musik, berkunjung ke pameran wisata, dan atau nonton pagelaran busana di venue indoor. Contoh tempatnya kalau pameran wisata antara lain di Jakarta International Convention Center, Senayan.

Kalau untuk jenis wisata seni budaya antara lain berkunjung ke galeri seni, nonton wayang orang, nonton pertunjukan seni, teater, dll. Sedangkan indoor tourism untuk jenis wisata edukasi tentu saja berkunjung ke museum, contohnya Museum Fatahillah Jakarta, Museum Benteng Vredeburg Jogja, dan lainnya.


Lokasi indoor tourism untuk ragam jenis wisata kota, kuliner, belanja, hiburan, seni-budaya, dan edukasi seperti tersebut di atas juga bisa dilakukan di kawasan jalan wisata yang sudah tersohor namanya antara lain Jalan Malioboro Kota Jogja dan sekitarnya, Jalan Braga Kota Bandung dan sekitarnya, dan atau Jalan Surya Kencana Kota Bogor dan sekitarnya.

Indoor tourism untuk jenis wisata religi antara lain jelajah masjid, terlebih masjid yang memiliki keistimewaan entah itu dari segi sejarah, arsitektur dan lainnya. 

Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain menunaikan salat sunah, salat wajib berjemaah, ikut kajian, iktikaf sekaligus tadarusan, zikir, dan selawat, mengabadikan keistimewaan arsitektur masjid untuk bahan konten video serta ber-infak dan sedekah di kotak amal.

Contohnya kalau di Banda Aceh, antara lain bisa wisata religi ke Masjid Raya Baiturrahman. Di Jakarta tentu saja ke Masjid Istiqlal, di Surabaya Masjid Agung Sunan Ampel, di Jogja Masjid Gedhe Kauman, di Bandung antara lain Masjid Al-Imtizaj yang berarsitektur kelenteng khas Tionghoa di dekat kawasan Jalan Braga, dan lainnya.


Kawasan Situs Bersejarah
Indoor tourism untuk jenis wisata sejarah antara lain berkunjung ke tempat-tempat berstatus cagar budaya atau situs bersejarah. Contohnya kalau di Jakarta itu kawasan Kota Tua, di Semarang kawasan Kota Lama, di Sumatra Barat kawasan kota Sawahlunto, dan di Bandung kawasan Asia Afrika dan Braga.

Adapun indoor tourism untuk jenis wisata olah raga antara lain berenang, tenis, dan padel di arena indoor. Contoh tempatnya seperti yang ada di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Sebagai penutup, indoor tourism ini bisa dilakukan sendiri (solo traveler) maupun small group (3-5 orang) bersama teman-teman se-frekuensi ataupun keluarga kecil (ayah, ibu, dan 1-2 anak).

Intinya meskipun saat ini musim hujan tengah berada pada puncaknya, berwisata masih tetap bisa dan nyaman dilakukan, yakni dengan memilih beraktivitas wisata di dalam ruangan alias indoor tourism. Semoga bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Indoor tourism jenis wisata kota, salah satu pilihan tepat berwisata dipuncak musim hujan seperti saat ini.
2. Staycation atau liburan di hotel punya banyak aktivitas menarik, cek dulu sebelum memilih hotel sesuai pilihan dan anggaran.
3. Kawasan wisata religi masjid dan makam Sunan Ampel di Kota Surabaya salah satu tempat indoor tourism untuk jenis wisata religi.
4. Jalan Braga di Kita Bandung salah satu tujuan indoor tourism karena banyak hotel, resto, kafe, galeri seni dalam ruangan atau indoor.
5. Kawasan Kota Tua Jakarta, salah satu tujuan destinasi indoor tourism untuk jenis wisata kota, sejarah, edukasi, kuliner, hiburan, dan lainnya.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP