. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Sabtu, 28 Februari 2026

Masjid dan Musala Berlatar Gunung Ini, Pikat Hati Pendaki


Salah satu keistimewaan sebuah masjid maupun musala adalah tempat lokasi atau berdirinya, antara  lain masjid maupun musola yang dibangun/didirikan di kaki, lereng bahkan di puncak gunung. Alhasil membuahkan pemandangan berlatar belakang gunung menjulang, lautan awan, dan atau keindahan alam sekitarnya yang berhasil memikat hati wisatawan termasuk para pendaki.

Sebelum TravelPlus Indonesia membeberkan masjid dan musala apa saja yang memiliki panorama/pemandangan berlatar gunung, lautan awan, dan atau keindahan alam sekitarnya, ada baiknya kita pahami terlebih dulu faktor apa saja yang membuat Indonesia memiliki sejumlah masjid dan musala berlatar gunung.

Amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada dua faktor penyebabnya. Faktor pertama, karena populasi penduduk Indonesia yang muslim atau beragama Islam diperkirakan mencapai lebih dari 240 juta jiwa hingga awal 2026 atau mencakup sekitar 87% dari total penduduk Indonesia. Dengan kata lain Islam sebagai agama mayoritas di Tanah Air tercinta ini.

Lantaran itu, jumlah rumah ibadah umat Islam yakni masjid dan musala tentunya juga besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per Januari 2026, jumlah masjid dan musala yang terdaftar resmi di Indonesia mencapai 707.317 unit.  Bila ditotal dengan yang belum terdaftar diperkirakan mencapai lebih dari 800.000 unit. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia salah satu negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia.

Faktor kedua, lantaran geografis Indonesia bergunung-gunung sekaligus menjadi bagian utama dari cincin api Pasifik (ring of fire) dan memiliki sekitar 127 gunung api aktif yang tersebar dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Banyak dusun dan desa yang dihuni penduduk berada di kaki bahkan lereng gunung. Oleh karena itu banyak pula masjid dan musala yang dibangun sebagai tempat beribadah di kaki bahkan lereng gunung yang membuahkan pemandangan indah berlatar gunung, lautan awan dan keindahan alam lainnya.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia ditambah data dari berbagai sumber, sekurangnya ada belasan masjid dan musala dengan latar gunung.

Pertama, Masjid Baitut Taqwa. Masjid yang berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) ini memiliki tiga keistimewaan tersendiri berdasarkan tempat berdirinya.

Keistimewaannya yang pertama, berada di dusun yang mendapat julukan 'Nepal van Java' sehingga masjid tersebut juga kerap disebut Masjid Nepal van Java.

Keistimewaan kedua, karena Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang di lereng Gunung Sumbing, oleh karenanya Masjid Baitut Taqwa yang berada di dusun tersebut memiliki pemandangan indah berlatar belakang Gunung Sumbing.

Keistimewaannya yang ketiga, karena berada di lereng Gunung Sumbing tak jauh dari basecamp pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik, membuat masjid yang dikelilingi rumah penduduk ini kerap diselimuti kabut dan berudara dingin sehingga tidak memerlukan alat pendingin ruangan atau AC.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak wisatawan yang bertandang ke Nepal van Java sekaligus mampir ke Masjid Baitut Taqwa untuk menunaikan salat wajib dan sunah. Begitupun dengan para pendaki, sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian.

Kedua, Masjid Al-Barokah. Masjid yang berada di Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel) ini juga memiliki sekurangnya tiga  keistimewaan.


Keistimewaannya yang pertama, meskipun terbilang berukuran kecil seperti musala namun pemandangan yang ditawarkan masjid ini sangat mahal (besar) yakni berlatar Gunung Dempo.

Keistimewaan yang kedua, berada dekat sekali dengan basecamp pendakian Gunung Dempo via Kampung 4. Boleh dibilang masih menjadi bagian dari kompleks BC tersebut.
.
Keistimewaannya yang ketiga, dekat dengan hamparan perkebunan teh yang menambah daya pikatnya.

Amatan TravelPlus Indonesia, selain warga lokal tak sedikit pendaki yang menunaikan salat wajib berjemaah di masjid tersebut sebelum ataupun setelah melakukan pendakian.

Ketiga, Masjid Thoriqul Huda. Masjid yang berada di Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo, Jateng  ini juga memiliki beberapa keistimewaan antara lain berada sangat dekat dengan basecamp (BC) pendakian Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu. Lantaran berada di kaki Gunung Sindoro membuat masjid yang terbilang besar dan cukup megah ini kerap diselimuti kabut dan berudara dingin.

Amatan TravelPlus Indonesia, meskipun di BC Alang-alang Sewu tersedia musala namun banyak pendaki yang memilih salat berjemaah di Masjid Thoriqul Huda karena fasilitasnya lebih nyaman.

Keempat, Masjid Jabal Nur Hidayatullah. Masjid yang berada di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) ini juga punya beberapa keistimewaan antara lain berada di Dataran Tinggi Tengger, tepatnya di ketinggian lebih dari 2.000 Mdpl sehingga kerap diselimuti kabut dan berudara dingin. Bahkan disebut-sebut sebagai masjid tertinggi di Pulau Jawa.

Selain itu dari masjid ini menghadirkan pemandangan alam pegunungan yang menawan berupa perkebunan teras khas masyarakat Tengger dengan latar belakang Gunung Semeru, berikut Mahameru sebagai puncaknya atau atapnya Jawa.

Kelima, Masjid Al Ikhlas. Masjid yang berada di tengah perkebunan tak jauh dari jalan raya, tepatnya di Desa Buluharjo, Kec. Plaosan, Kab. Magetan, Jatim ini juga tak kalah istimewanya.

Masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Putih ini menawarkan pemandangan indah berlatar Gunung Lawu dan Gunung Mongkrang.

Masjid di Puncak Gunung
Keenam, Masjid Sunan Muria. Masjid ini juga istimewa karena berada di puncak  Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kab. Kudus, Jateng.

Ketujuh Masjid Agung Solok Selatan. Masjid yang berada di kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) ini juga memiliki beberapa keistimewaan antara lain disebut Masjid Agung Kebun Teh karena berada di perkebunan teh.

Selain itu menawarkan pemandangan indah berlatar Gunung Kerinci yang merupakan gunung api tertinggi di Indonesia sekaligus atapnya Sumatra.

Kedelapan, Masjid Jami' Darussalam Koto Baru. Masjid yang berada di pinggir jalan raya antara Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi dekat dengan pasar Koto Baru, tepatnya di Nagari Koto Baru, Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar, Sumbar ini juga memiliki beberapa keistimewaan.

Disamping mempunyai gugusan kubah bak buah pinang berwarna kemerahan, masjid ini pun menawarkan pemandangan  dengan latar Gunung Singgalang.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak pendaki sebelum atau sesudah melakukan pendakian Gunung Singgalang maupun Gunung Marapi yang singgah ke masjid ini untuk salat berjemaah.

Kesembilan, Masjid Nurul Huda. Masjid yang berada di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kec. Karangreja, Kab. Purbalingga, Jateng ini juga punya beberapa keistimewaan antara lain berada di dekat BC pendakian  Gunung Slamet via Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga sehingga kerap digunakan pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian.

Keistimewaan lainnya karena berada di jalur pendakian utama Gunung Slamet, masjid ini pun menawarkan pemandangan langsung ke arah Gunung Slamet yang gagah.

Kesepuluh, masjid  berpredikat di atas awan. Contohnya Masjid Jami Aminatul Jannah yang berada di Rest Area Sumber Jaya, Lampung Barat, Lampung.

Selanjutnya Masjid Al Ikhlas yang berada di ketinggian 1.200 Mdpl di pegunungan Dusun Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kabupaten Karangasem, Bali dan sekaligus  menjadi masjid tertinggi di Pulau Dewata.

Contoh lainnya Masjid Rahmatan Lil 'Alamin yang berada di objek wisata negeri di atas awan Gunung Luhur, Kabupaten Lebak, Banten.


Musala di Gunung
Kesebelas, musala di gunung. Contohnya  antara lain Musala Gunung Talang di Alun-alun Gunung Talang yang kerap disebut "lapangan bola" di ketinggian 2.500-an Meter di atas permukaan laut (Mdpl) atau beberapa ratus meter menjelang puncak Gunung Talang lewat jalur pendakian dari Aia Batumbuak, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok, Sumbar.

Musala berukuran 2,4 x 3,5 meter tersebut disebut-sebut tempat ibadah tertinggi di Sumbar bahkan Pulau Sumatra.

Berikutnya Musala Jabalussalam atau Musala Gunung Slamet. Surau yang mulai dibangun 21 Agustus 2021 ini berada di ketinggian 2.500 Mdpl di Pos 4 Jalur Permadi Guci, Gunung Slamet, Kab. Tegal, Jateng.

Selain itu ada Musala Baiturrahim, letaknya di Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran. Bangunan ini persis berada di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian sekitar 1.300 Mdpl.

Kehadiran masjid dan musala di kaki, lereng, dan atau di puncak gunung tentunya sangat membantu memudahkan bukan cuma warga setempat pun wisatawan bahkan pendaki yang ingin menjalankan kewajibannya sebagai muslim sebelum ataupun setelah mendaki gunung tersebut.

Naskah, foto & video by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Masjid Baitut Taqwa atau Masjid Nepal van Java di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berlatar belakang Gunung Sumbing.

2. Masjid Al-Barokah di kaki Gunung Dempo, Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumsel juga kerap digunakan sejumlah pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun setelah melakukan pendakian

3. Masjid Jabal Nur Hidayatullah di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) yang berlatar pemandangan Gunung Semeru.

4. Video Masjid Baitut Taqwa di Kaliangkrik berlatar Gunung Sumbing.





Read more...

Kamis, 26 Februari 2026

Mewarnai Ramadan dengan Menjelajah Masjid, Ini 10 Manfaatnya


Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia melakukan jelajah masjid di berbagai daerah dan kota di Indonesia, sekurangnya ada sepuluh manfaat menjelajah masjid-masjid istimewa di bulan suci Ramadan.

Manfaat pertama, jadi lebih semangat beribadah dalam hal ini menunaikan salat wajib berjemaah dan salat sunah di masjid.

Kedua, dapat melatih kedisiplinan dan membentuk mental yang satset, mengingat untuk bisa salat berjamaah di masjid membutuhkan ketepatan waktu agar tidak tertinggal.

Berikutnya atau manfaat yang ketiga, dapat memperkuat ukhuwah karena bertemu dan berkenalan dengan sesama muslim di masjid tersebut. Apalagi bila sekalian berbuka puasa bersama dilanjutkan salat magrib berjemaah, kemudian tadarusan, berzikir dan ber-selawat bersama serta salat isya dan tarawih berjemaah.

Keempat, jadi lebih tahu keistimewaan yang dimiliki masjid tersebut, entah itu dari sisi arsitektur, sejarah, lokasi, peristiwa yang dialami, konsep yang diusung, kelengkapan fasilitas pendukung, atmosfer spiritualnya, dan atau karena berstatus cagar budaya.

Contoh masjid-masjid yang berpredikat istimewa itu, bisa Anda lihat di tulisan sebelumnya yang bertajuk "10 Jenis Masjid dan Surau Ini Berdaya Tarik Lebih, Wow Nomor 5 Ada di Gunung" di website TravelPlus Indonesia. Ini link-nya: https://travelplusindonesia.blogspot.com/2022/02/10-jenis-masjid-dan-surau-ini-berdaya.html?m=1.


Kelima, bisa mencari informasi positif sekaligus pemicu yang membuat masjid tersebut makmur atau ramai jemaahnya . Misalnya kenapa masjid itu mengusung konsep ramah anak, ramah lingkungan, ramah jemaah, makan-makan gratis,.dan lainnya yang menyita perhatian masyarakat hingga terkenal.

Keenam, bila jelajah masjid dilakukan dengan membawa serta anak, cucu, keponakan dan atau kerabat yang masih bocil (bocah cilik) bisa menjadi sarana edukasi yang  bermanfaat menanamkan cinta masjid kepada mereka sejak dini.

Selanjutnya atau manfaat ketujuh, bisa menadi bahan untuk membuat ragam konten digital positif baik itu berupa tulisan, captions, foto, video, lagu, dan lainnya. Sekaligus mempelajari tim medsos masjid tersebut dalam meracik/mengolah ragam konten digital sehingga menarik dan informatif.

Kedelapan, jadi lebih tahu keadaan daerah/kota yang menjadi lokasi masjid tersebut, termasuk daya tarik lain di sekitarnya.

Kesembilan, bermanfaat mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif yang kental bernapaskan religi Islam.

Terakhir atau manfaat kesepuluh, turut mensyiarkan Islam sekaligus memakmurkan masjid dan memajukan wisata religi dengan menyiarkan keistimewaan masjid tersebut.


Masjid Apa dan Dimana?
Jelajah masjid saat Ramadan bisa dimulai di masjid-masjid istimewa yang ada di tempat tinggal Anda. Selain lebih dekat dan mudah dijangkau pun tidak begitu menyita waktu, tenaga, dan biaya.

Bila Anda punya banyak waktu luang dan lainnya , bisa jelajah masjid yang ada diluar domisili Anda. Misalnya di kecamatan, kabupaten/kota atau bahkan provinsi lain. Bila Anda tengah mendapat tugas kerja di  suatu kota saat Ramadan atau ada urusan/kegiatan lain, bisa sekalian jelajah masjid istimewa di kota tersebut.

Nah, mumpung diberi kesehatan, ayo  jelajah masjid saat Ramadan, insyaallah akan menemukan atmosfer yang beda dibanding diluar Ramadan, terlebih bila sekalian ikut berbuka bersama sampai salah Tarawih di masjid tersebut.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Masjid Jami Al-Ishlah di Jalan Putri Balau, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung arsitekturnya kental dengan sentuhan budaya Lampung.
2. Video Masjid Menara Kudus (Masjid Al-Aqsa) di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah yang berstatus cagar budaya.
3. Masjid Al-Barokah di kaki Gunung Dempo, Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumsel yang kerap digunakan sejumlah pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun setelah melakukan pendakian. 



Read more...

Rabu, 25 Februari 2026

15 Kiat Jelajah Masjid saat Ramadan


Banyak cara mendulang pahala berlipat ganda saat Ramadan, salah satunya dengan melakukan kegiatan jelajah masjid. Bagaimana kiatnya?

Dalam KBBI (Kamis Besar Bahasa Indonesia) kata 'jelajah' berarti ke mana-mana untuk menyelidiki dan sebagainya. Adapun 'masjid' bermakna rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam.

Bila dua kata itu digabungkan, TravelPlus Indonesia memaknai jelajah masjid adalah  kegiatan mengunjungi bangunan tempat bersembahyang orang Islam yang ada dimana-mana (utamakan yang ada di negeri sendiri) dengan tujuan bukan semata untuk salat berjemaah dan ibadah mulia lainnya pun menyelidiki lebih jauh keistimewaannya lalu menyebarluaskannya.

Sesuai dengan judul, jelajah masjid dilakukan saat menunaikan puasa Ramadan seperti sekarang ini (saat saya membuat tulisan ini di TravelPlus Indonesia)

Mengingat jelajah masjid itu lebih dari sekadar menunaikan salat berjemaah di masjid dan atau mengikuti kegiatan mulia lainnya, maka perlu kiat tersendiri agar berjalan lancar dan ujungnya punya manfaat lebih.

Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada 15 kiat atau tips jelajah masjid saat Ramadan.

Pertama, niat jelajah masjid, Bismillahirrahmanirrahim Lillahi Ta'ala untuk turut memakmurkan masjid dan menyiarkan keistimewaannya. Dilanjutkan dengan berdoa semoga dimudahkan/dilancarkan Allah SWT serta menjadi ladang pahala.

Keistimewaan Masjid
Kedua, mencari tahu profil masjid yang akan dikunjungi berikut keistimewaannya sebagaimana tersebut di atas.

Keistimewaan masjid artinya kelebihan/keunikan yang dimiliki masjid entah itu dari sisi arsitektur, sejarah, lokasi, peristiwa yang dialami, konsep yang diusung, fasilitas pendukung, atmosfer spiritualnya, statusnya (apakah cagar budaya), dan  atau bermacam kegiatan mulia yang dilakukan pengelolanya sehingga masjidnya makmur.


Berikutnya atau kiat yang ketiga, cari info moda transportasi  umum ke masjid tersebut (bila tidak/malas membawa kendaraan pribadi), termasuk mencatat durasi perjalanan dan biayanya. Cari pula info daya tarik lain di dekat masjid itu (kuliner, akomodasi, dll).

Keempat, waktu jelajah masjid sesuai judul tulisan ini tentu saja saat di bulan suci Ramadan. Kalau ingin mendapatkan atmosfer yang berbeda (pagi, siang, sore, dan malam), bisa berkunjung saat jelang Subuh sesudah sahur sampai salat sunah Duha.

Pilihan waktu lainnya, jelang Zuhur hingga Asar atau bisa juga jelang Magrib - berbuka puasa - salat Magrib - salat Isya sampai salat Tarawih.

Kelima, jelajah masjid dapat dilakukan sendirian atau dalam kelompok kecil (small group), maksimal 2-5 orang agar lebih nyaman. Kecuali kalau hanya kunjungan biasa, itu bisa saja rombongan atau dalam kelompok besar, diatas 10 orang.

Keenam, datanglah dengan mengenakan pakaian terbaik, rapih, dan sopan. Kalau pria kenakan baju muslim minimal baju atau kaos lengan panjang polos (tidak bergambar/bertulisan atau bermotif yang mencolok), kenakan pula peci/kopiah, sarung ataupun dengan bercelana panjang.

Selanjutnya atau kiat ketujuh, bila tiba di masjid tersebut, ucapkan 'alhamdulillah', wudhu, dan berdoa masuk masjid serta salat sunah tahiyatul masjid yang dilakukan sebelum duduk, sesaat setelah memasuki masjid.

Kiat kedelapan, kalau waktu azan masih lama, pergunakan untuk mengabadikan arsitektur masjid baik eksterior maupun interiornya.

Kesembilan, kalau sudah mendekati azan, sebaiknya bersiap untuk salat wajib berjemaah. Selepas berzikir, bersalawat, bertasbih, berdoa, dan tadarusan, baru mengabadikan arsitekturnya.

Berikutnya atau kiat kesepuluh, menemui pengurus masjid untuk tanya-tanya tentang sejarah, konsep yang diusung ataupun kegiatan masjidnya.

Ke-11, jangan lupa bersedekah di kotak amal yang ada di masjid tersebut. Ke-12, setelah selesai mengabadikannya, tak lupa berdoa keluar masjid.

Kiat Ke-13, lanjut kulineran di area masjid untuk berbuka puasa. Kalau ada yang menjual kuliner khas setempat yang halalan thayyiban (makanan atau minuman yang halal dan baik), itu bisa jadi pilihan utama.  Bila punya dana lebih, sebaiknya beli takjil ataupun menu buka puasa yang banyak (agak dilebihkan) supaya bisa berbagi dengan jemaah masjid lainnya.


Ragam Konten Digital 
Ke-14, meracik data, foto, dan video  hasil jelajah masjid menjadi ragam konten digital menarik.

Ragam konten digital bisa berupa teks ( artikel/tulisan di blog, caption di media sosial); visual/gambar (foto, slideshow, infografis); serta video (short video utk reels/TikTok) dan atau video panjang untuk YouTube, vlog, dan lainnya).

Konten yang dibuat bisa berupa panduan moda transportasi umum ke masjid,  keistimewaan masjid dari segi arsitektur dan lainnya. Bisa juga karena masjid tersebut sedang trending/aktual atau hangat dibicarakan.

Terakhir atau kiat yang ke-15, menyebarluaskan ragam konten tersebut lewat aneka akun medsos yang dimiliki agar publik atau warganet tahu lalu tertarik mengunjungi masjid tersebut untuk memakmurkannya dan mengabadikan keistimewaannya.

Selamat jelajah masjid saat Ramadan, semoga bermanfaat, berkah, dan berbuah pahala berlipat ganda, Aamiiin YRA 🤲.

Naska, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:.
1. Pesona Masjid Istiqlal Jakarta jelang Magrib
2. Masjid Baitut Taqwa atau dikenal sebagai Masjid Nepal van Java di lereng Gunung Sumbing via Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
3. Video Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo/Surakarta.


Read more...

Jumat, 23 Januari 2026

Indoor Tourism Pilihan Pas Berwisata di Puncak Musim Hujan, Ini Kegiatan dan Tempatnya


Saat ini sejumlah wilayah di Jawa dan beberapa pulau besar lainnya mengalami puncak musim hujan 2025/2026. Buat yang ingin tetap berwisata di musim yang kondisi curah hujannya sedikit lebih tinggi di atas normal, sepertinya indoor tourism merupakan pilihan yang tepat.

Sebelum TravelPlus Indonesia sajikan jenis wisata, kegiatan, dan tempatnya, ada baiknya kita pahami terlebih dulu apa itu indoor tourism.

Sesuai namanya indoor tourism adalah aktivitas atau kegiatan wisata yang dilakukan di dalam ruangan.

Indoor tourism bisa diterapkan diberbagai jenis wisata seperti wisata kota, belanja, kuliner, budaya, sejarah, religi, hiburan (musik, film, dll), dan wisata olahraga.

Indoor tourism untuk jenis wisata kota contohnya staycation atau liburan di hotel, resort, villa, dan jenis penginapan lainnya dengan menikmati fasilitas yang ada.


Aktivitas yang dapat dilakukan selama staycation antara lain yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan yakni berolahraga santai seperti berenang, nge-gym, jalan santai/joging di jogging track yang ada di taman hotel/resort, yoga, senam aerobik, zumba, dan lainnya.

Bisa juga aktivitas yang berguna buat rileksasi seperti meditasi, pijat, spa, dan lainnya. Kegiatan yang bersifat lebih santai seperti menonton film kesukaan, ber-medsos, dan membuat konten video menarik dengan memanfaatkan free wifi . Pilihan lain, menikmati aneka kuliner di testo dan atau minum kopi di cafe hotel.

Untuk bisa seperti itu, sebaiknya pilih hotel/resort yang berbintang 3 ke atas dan punya keistimewaan tersendiri misalnya punya pemandangan yang indah seperti panorama pantai, laut, danau, sungai, sawah lembah, bukit, gunung, dan atau lampu-lampu kota (city light) pada malam hari.

Kalau pilihannya hotel budget tentu jangan berharap lebih mendapatkan semua fasilitas itu. Solusinya Anda bisa berkunjung ke objek-objek wisata terdekat dengan penginapan non bintang atau hotel melati tersebut seperti kafe/resto, mall, toko oleh-oleh, dan lainnya.

Sebelum menentukan hotelnya, sebaiknya cek lokasinya apakah strategis atau mudah dijangkau moda transportasi umum ataupun kendaraan pribadi. Cek pula ulasan tamu yang pernah menginap atau rating-nya apakah baik atau sebaliknya lewat beberapa aplikasi booking hotel sebagai bahan pertimbangan.


Indoor tourism untuk jenis wisata belanja misalnya shopping di mall. Lebih bagus lagi kalau mall-nya berada di kawasan wisata ternama dan dekat dengan akomodasi yang dipilih.

Di pusat perbelanjaan modern tersebut, bisa melakukan bermacam kegiatan wisata di dalam ruangan yang nyaman seperti belanja pakaian, sepatu, menonton film, kulineran, karokean, salon, dan lainnya. Pilihan lain ke sentra atau pusat oleh-oleh.

Adapun indoor tourism untuk jenis wisata kuliner antara lain makan di resto/kafe/food court mall/rumah makan dan atau ngopi di kedai kopi yang sebaiknya juga berlokasi di kawasan wisata.

Selain menunya enak-enak, kalau bisa pilih resto/kafe yang juga punya keistimewaan tersendiri dari segi konsep maupun letak dan pemandangan yang disuguhkan, misalnya resto/kafe tepi danau seperti yang ada di Danau Toba, resto/kafe dengan pemandangan gunung seperti di Dieng,.Wonosobo, resto/kafe di hutan pinus/hutan jati, resto/kafe tepi sungai seperti di Pandeglang, resto/cafe dengan pemandangan laut, dan atau city light seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bandar Lampung, dan lainnya.

Contoh lainnya kalau sedang berwisata di Banda Aceh, salah satu daftar kegiatan yang wajib masuk daftar wisata kuliner adalah  menyeruput kopi di sejumlah kedai kopinya.

Di ibu kota Provinsi Aceh tersebut, banyak pilihan kedai kopi/kafe ataupun resto merangkap kedai kopi yang berukuran besar, berfasilitas lengkap seperti TV layar datar besar, free wifi, dan lainnya sehingga nyaman berlama-lama ngopi di sana.

Untuk indoor tourism jenis wisata hiburan antara lain nonton film di bioskop, nonton konser musik, berkunjung ke pameran wisata, dan atau nonton pagelaran busana di venue indoor. Contoh tempatnya kalau pameran wisata antara lain di Jakarta International Convention Center, Senayan.

Kalau untuk jenis wisata seni budaya antara lain berkunjung ke galeri seni, nonton wayang orang, nonton pertunjukan seni, teater, dll. Sedangkan indoor tourism untuk jenis wisata edukasi tentu saja berkunjung ke museum, contohnya Museum Fatahillah Jakarta, Museum Benteng Vredeburg Jogja, dan lainnya.


Lokasi indoor tourism untuk ragam jenis wisata kota, kuliner, belanja, hiburan, seni-budaya, dan edukasi seperti tersebut di atas juga bisa dilakukan di kawasan jalan wisata yang sudah tersohor namanya antara lain Jalan Malioboro Kota Jogja dan sekitarnya, Jalan Braga Kota Bandung dan sekitarnya, dan atau Jalan Surya Kencana Kota Bogor dan sekitarnya.

Indoor tourism untuk jenis wisata religi antara lain jelajah masjid, terlebih masjid yang memiliki keistimewaan entah itu dari segi sejarah, arsitektur dan lainnya. 

Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain menunaikan salat sunah, salat wajib berjemaah, ikut kajian, iktikaf sekaligus tadarusan, zikir, dan selawat, mengabadikan keistimewaan arsitektur masjid untuk bahan konten video serta ber-infak dan sedekah di kotak amal.

Contohnya kalau di Banda Aceh, antara lain bisa wisata religi ke Masjid Raya Baiturrahman. Di Jakarta tentu saja ke Masjid Istiqlal, di Surabaya Masjid Agung Sunan Ampel, di Jogja Masjid Gedhe Kauman, di Bandung antara lain Masjid Al-Imtizaj yang berarsitektur kelenteng khas Tionghoa di dekat kawasan Jalan Braga, dan lainnya.


Kawasan Situs Bersejarah
Indoor tourism untuk jenis wisata sejarah antara lain berkunjung ke tempat-tempat berstatus cagar budaya atau situs bersejarah. Contohnya kalau di Jakarta itu kawasan Kota Tua, di Semarang kawasan Kota Lama, di Sumatra Barat kawasan kota Sawahlunto, dan di Bandung kawasan Asia Afrika dan Braga.

Adapun indoor tourism untuk jenis wisata olah raga antara lain berenang, tenis, dan padel di arena indoor. Contoh tempatnya seperti yang ada di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Sebagai penutup, indoor tourism ini bisa dilakukan sendiri (solo traveler) maupun small group (3-5 orang) bersama teman-teman se-frekuensi ataupun keluarga kecil (ayah, ibu, dan 1-2 anak).

Intinya meskipun saat ini musim hujan tengah berada pada puncaknya, berwisata masih tetap bisa dan nyaman dilakukan, yakni dengan memilih beraktivitas wisata di dalam ruangan alias indoor tourism. Semoga bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Indoor tourism jenis wisata kota, salah satu pilihan tepat berwisata dipuncak musim hujan seperti saat ini.
2. Staycation atau liburan di hotel punya banyak aktivitas menarik, cek dulu sebelum memilih hotel sesuai pilihan dan anggaran.
3. Kawasan wisata religi masjid dan makam Sunan Ampel di Kota Surabaya salah satu tempat indoor tourism untuk jenis wisata religi.
4. Jalan Braga di Kita Bandung salah satu tujuan indoor tourism karena banyak hotel, resto, kafe, galeri seni dalam ruangan atau indoor.
5. Kawasan Kota Tua Jakarta, salah satu tujuan destinasi indoor tourism untuk jenis wisata kota, sejarah, edukasi, kuliner, hiburan, dan lainnya.

Read more...

Sabtu, 17 Januari 2026

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya


Penginapan murah seperti hostel, guest house, homestay, hotel budget (bintang 1) dan atau jenis akomodasi berbiaya terjangkau lainnya yang memiliki tipe dormitory room kian banyak ditemukan di sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bali. Apa keuntungan/kelebihan menginap di dormitory room? Siapa peminatnya? Bagaimana cara nyaman menikmatinya?

Dormitory room atau biasa disingkat dorm merupakan kamar asrama atau kamar bersama (shared room), artinya berbagi dengan tamu lain yang biasanya tersedia diberbagai penginapan dengan harga terjangkau.

Sesuai namanya, kamar asrama didesain untuk menampung banyak orang dalam satu ruangan dengan tempat berbentuk ranjang susun (bunk bed) ataupun single bed untuk setiap orang dengan fasilitas di dalamnya antara lain kasur, AC, lampu baca, loker, bantal, selimut, dan handuk.

Dalam satu kamar asmara biasanya terdiri atas 4-18 ranjang kayu ataupun ranjang besi dan jenis tempat tidur lainnya.

Fasilitas lainnya ada beberapa kamar mandi dan WC yang terpisah atau di luar kamar. Biasanya juga tersedia dapur, musala, dan ruang santai untuk digunakan bersama. Ada juga yang menyediakan musala kecil yang menyatu dengan kamar asrama tersebut.

Kamar asrama ini biasanya terdiri atas 5 tipe yakni male dorm (asrama pria), female dorm (asrama wanita), mixed dorm (asrama campur pria dan wanita), pod dorm (asrama bergaya modern dengan privasi lebih dengan tambahan tirai dan soket pribadi- biasanya harganya sedikit lebih mahal), dan family dorm (asrama untuk keluarga).

Selain kamar asrama, biasa jenis akomodasi sebagaimana tersebut di atas juga menyediakan satu jenis kamar lain yakni private room (kamar pribadi) yang lebih privasi dengan kamar mandi dalam dan ada juga yang di luar (kamar mandi bersama).


Kelebihan Kamar Asrama
Kelebihan/keuntungan menginap di akomodasi dengan kamar asrama yang berkonsep komunal ini, harganya relatif lebih murah dibanding private room. Tarifnya ada yang dibawah Rp100 ribu per orang, per ranjang, per malam. Letaknya juga banyak yang strategis, dekat dengan moda transportasi umum dan tempat-tempat wisata.

Kelebihan lain menginap di kamar asrama, bisa berinteraksi (berkenalan, bersosialisasi, dan berbagi pengalaman) dengan tamu lain dari berbagai daerah, berbeda usia, dan bermacam profesi.

Melihat deretan kelebihannya tersebut, tak heran kalau kamar asrama ramai peminatnya, terutama dari kalangan wisatawan yang memiliki anggaran terbatas lantaran bisa lebih hemat.

Pantauan TravelPlus Indonesia, peminat kamar asrama ini antara lain backpacker, solo traveler, wisatawan yang senang berkenalan dengan orang baru dan senang mencoba sesuatu baru untuk mendapatkan/merasakan atmosfer yang lain dibanding menginap di single room hotel berbintang atau tipe kamar hotel lainnya, dan wisatawan atau pun pekerja yang membutuhkan akomodasi sementara.

Amatan TravelPlus Indonesia, ternyata peminat kamar asrama bukan cuma dari kalangan mendang-mending atau dari kalangan menengah ke bawah tapi banyak juga yang dari kalangan menengah ke atas.

Wisatawan dari kelompok berkantong tebal yang sebenarnya mampu memilih hotel bintang 3 ke atas, memilih kamar asrama beralasan karena penasaran ingin merasakan vibes yang berbeda. Ada juga yang beralasan karena letaknya strategis dan juga karena tidak mendapatkan kamar di hotel berbintang yang diincar.


Tips Nyaman
Lantaran banyak peminatnya, bila Anda berminat menginap di kamar asrama sebuah penginapan sebaiknya pesan kamarnya via online lewat aplikasi booking hotel jauh-jauh hari, terlebih bila menginap saat long weekend, high season, dan peak season di destinasi wisata populer.

Sebaiknya pilih dorm sesuai gender. Kalau laki-laki pilihlah male dorm sebaliknya kalau perempuan ambil yang female dorm, jangan yang campur atau mixed dorm untuk mencegah fitnah dan lainnya. Bila menginap dalam kelompok kecil (small group) misalnya keluarga kecil (ayah, ibu, dan 2 anak), sebaiknya pilih family dorm jika memang tersedia. Kalau tidak ada, sebaiknya pilih yang private room.

Patuhi tata tertib atau aturan yang berlaku. Sebab setiap penginapan yang memiliki kamar asrama mungkin punya aturan masing-masing, misalnya tidak makan dan merokok di dalam kamar, tidak membawa senpi, minuman beralkohol, hewan piaraan, dan lainnya.

Bawalah perlengkapan mandi sendiri seperti sabun, shampo, odol, sikat gigi, dan handuk  serta perlengkapan salat seperti sajadah/sarung/mukena traveling yang praktis.

Nikmati apa adanya dan siap menerima kondisi apapun, termasuk bila mendapatkan tamu lain di ranjang terdekat yang tidurnya mendengkur atau mengorok.

Saat mandi dan atau buang air besar sebaiknya jangan berlama-lama mengingat kamar mandi dan WC itu digunakan pula oleh tamu lain.


Tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.
Tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu kenyamanan tamu lain.

Tips berikutnya, jangan membawa banyak perhiasan ataupun barang berharga. Barang-barang penting seperti ATM, KTP, uang tunai, HP,  dan kamera sebaiknya jangan ditinggal, tetap dibawa dalam tas pinggang saat ke kamar mandi ataupun jalan-jalan ke luar kamar. Baju salinan dan ransel sebaiknya dimasukkan ke loker lali dikunci sebelum pergi jalan-jalan.

Karena ini kamar bersama dengan tamu lain, ada baiknya berkenalan dan berinteraksi minimal dengan tamu di ranjang terdekat sehingga dapat menambah teman baru.

Selamat mencoba menginap di dormitory room di destinasi wisata pilihan, semoga betah dan nyaman.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Inilah salah satu kamar asrama (dormitory room) dengan beberapa ranjang susun.
2. Tata tertib di salah satu penginapan yang memiliki dormitory room.
3. Kota Bandung, termasuk destinasi yang memiliki beberapa penginapan dengan kamar asrama.
4. Yogyakarta sebagai salah salah satu destinasi wisata andalan di Tanah Air juga mempunyai sejumlah penginapan dengan kamar asrama.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP