. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 03 April 2026

Didaki 6.667 Orang, Bukti Gunung Tanggamus Kian Diminati Pendaki


Sebanyak 6.667 orang tercatat pernah mengunjungi dan mendaki Gunung Tanggamus sepanjang tahun 2025. Fakta ini membuktikan kalau gunung yang berada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ini semakin ramai peminatnya.

Menariknya lagi dari 6.667 orang yang mendaki Gunung Tanggamus via pekon (desa) Sidokaton, Kecamatan Gisting tahun lalu tersebut, lima orang di antaranya merupakan pendaki mancanegara atau asing.

Adapun jumlah pendaki pada tiga bulan pertama tahun ini (2026), tercatat sebanyak 1.517 orang yang mendaki Gunung Tanggamus juga via pekon Sidokaton. Rinciannya sebagai berikut: pada bulan Januari 2026 jumlah pendakinya kosong lantaran pendakian ke puncak Gunung Tanggamus ditutup akibat kondisi cuaca tidak bersahabat alias buruk. Pada bulan Februari 2026 terdata 620 orang dan bulan berikutnya atau Maret sebanyak 897 orang.


Data jumlah pendaki Gunung Tanggamus tersebut TravelPlus Indonesia peroleh langsung dari Poklen, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sonokeling (sekarang bernama Pokdarwis Java Palisander) di
Basecamp (BC) pendakian Gunung Tanggamus di pekon Sidokaton, sehari sebelum TravelPlus Indonesia melakukan pendakian ke puncak Gunung Tanggamus secara tektok, Jumat (27/3/2026).

Jujur data jumlah pendaki ke Gunung Tanggamus tersebut cukup mengejutkan TravelPlus Indonesia lantaran tidak menyangka ternyata peminat Gunung Tanggamus semakin besar untuk skala Lampung.


Bukan cuma TravelPlus Indonesia yang terkejut, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba yang juga datang ke BC Sidokaton saat itu pun nampak kaget sekaligus senang.

Selain berbincang dengan Poklen dan anggota Pokdarwis Sonokeling lainnya, Marhasan Samba sempat memantau keberadaan fasilitas yang tersedia di BC.

Dengan ramah, dia juga menyapa sejumlah pendaki yang tengah istirahat di BC, beberapa pendaki yang baru turun gunung maupun yang baru tiba di BC Sidokaton. Bahkan sebelum pulang, Mathasan Samba sempat pula membuat video ucapan selamat HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus bersama para pendaki dan anggota Pokdarwis Sonokeling di depan BC.


Optimis
Melihat kecendrungan peningkatan jumlah pendaki setiap tahunnya dan ditambah pangsapasar pendaki gunung di Indonesia sangat besar, Poklen optimis jumlah pendaki yang mendaki Gunung Tanggamus tahun 2026 ini juga akan naik.

Untuk mewujukan target itu, Poklen berencana memperbanyak promosi terkait pendakian Gunung Tanggamus dan memaksimalkan pelayanan yang lebih baik dan ramah terhadap pendaki. "Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan para pendaki agar setiap pendaki nyaman saat berada di BC maupun ketika melakukan pendakian," ungkapnya.

Berdasarkan data jumlah pendaki sebagaimana tersebut di atas, membuktikan kalau pendakian Gunung Tanggamus via pekon Sidokaton, bukan hanya semakin diminati pendaki dari dalam negeri terutama dari berbagai kabupaten/ kota di Lampung serta beberapa provinsi di Jawa dan Sumatra, pun pendaki mancanegara.


Gunung Populer
Data jumlah pendaki itu pun sekaligus menegaskan bahwa Gunung Tanggamus saat ini termasuk berlabel gunung populer se-Lampung.

Oleh karena itu, TravelPlus Indonesia menyarankan agar Disparekraf Kabupaten Tanggamus memasukkan Gunung Tanggamus ke dalam daftar objek wisata alam unggulan Kabupaten Tanggamus, mendampingi Teluk Kiluan, Pantai Gigi Hiu, kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dan lainnya supaya mendapat perhatian lebih termasuk promosinya sehingga berujung semakin dikenal luas oleh wisatawan minat khusus (terutama pencinta alam dan pendaki gunung) dari dalam dan luar negeri.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Gunung Tanggamus terlihat jelas dari Bukit Idaman, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung. (Foto: adji)
2. TravelPlus Indonesia di depan BC pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus. (Foto: #rekanpendaki)
3. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus (jaket coklat) mengucapkan selamat HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus bersama sejumlah pendaki dan ketua serta anggota Pokdarwis Sonokeling. (Foto: adji)
4. Video ucapan HUT ke-29 Kabupaten Tanggamus oleh Kadis Parekraf Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba di depan BC pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton. (Dok: Disparekraf Kabupaten Tanggamus)
5. TravelPlus Indonesia (di tengah, berikat kepala biru) berfoto bersama beberapa pendaki muda di puncak Gunung Tanggamus saat diguyur hujan pada Sabtu (28/3/2026). (Foto: #rekanpendaki)


Read more...

Rabu, 01 April 2026

29 Tahun Tanggamus, TravelPlus Indonesia Promosikan Parekraf Unggulannya sebagai Kado Spesial


Bertepatan 29 tahun usia Kabupaten Tanggamus tahun ini, TravelPlus Indonesia menyuguhkan aneka pesona unggulannya, terkhusus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) lewat beberapa tulisan, foto, dan konten video sebagai kado spesial. Harapannya supaya ragam daya tarik Parekraf Kabupaten Tanggamus semakin dikenal luas, baik ditingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia ditambah dengan data dari berbagai sumber, Tanggamus salah satu wilayah di Provinsi Lampung yang resmi menjadi kabupaten tanggal 21 Maret 1997 melalui Undang-undang Nomor 2 tahun 1997 ini memiliki sederet pesona, daya tarik atau objek wisata unggulan baik itu bahari, alam, dan ekonomi kreatif (ekraf) khususnya kerajinan tangan.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) Parekraf Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba daya tarik kabupaten yang memiliki slogan promosi (branding) Parekraf resminya yakni "Majestic Tanggamus " ini terbilang beragam. "Untuk wisata bahari, unggulannya antara lain Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu, " ungkapnya.

Dolphin Watching
Di Teluk Kiliau yang berjarak sekitar 15 Km dari Kota Agung (Ibu Kota Kabupaten Tanggamus) dengan menyusuri pesisir pantai Teluk Semaka, lanjutmya, banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan traveler antara lain dolphin watching yakni melihat lumba-lumba yang berhidung botol dan berparuh panjang.

Tour dolphin boleh dibilang menjadi salah satu aktivitas wisata utama di Teluk Kiluan yang berstatus desa wisata bahari. "Traveler bisa melakukannya pagi hari dengan naik jukung atau  perahu kecil untuk bisa mendekati lumba-lumba liar tersebut," terang Marhasan Samba.


Selain itu masih ada sederet aktivitas wisata bahari yang tak kalah menariknya di Teluk Kiluan seperti bersantai di pantai, berkemah, menganadikan sunrise maupun
sunset, memancing, berenang, snorkeling bahkan diving untuk melihat aneka terumbu karang dan bermacam ikan hias dengan sangat jelas.

Pilihan lain, keliling Pulau Kiluan baik dengan berjalan kaki atau susur pantai ataupun naik perahu setenpat.

Buat traveler yang gemar motret ataupun bikin video, sebaiknya berkunjung ke Teluk Kiluan saat musim kemarau karena kemungkinan besar langitnya lebih cerah.

Cara berkunjung ke Teluk Kiluan, traveler bisa secara mandiri bersama teman-teman seperjalanan dalam kelompok kecil (small group) atau bisa juga menggunakan tour operator terpercaya dengan membeli paket open trip-nya.

Adapun Pantai Gigi Hiu, sambungnya merupakan pantai yang artistik dan berbeda dengan pantai-pantai lain pada umumnya.

Sesuai namanya, pantai ini dominan berupa gugusan batu-batu karang dan beberapa diantaranya berbentuk tebing karang yang menyerupai gigi ikan hiu.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan traveler di pantai yang juga berjarak sekitar 15 Km dari Kota Agung dan dekat dengan Teluk Kiluan ini antara lain berburu foto dan video terutama sunset, sunrise, dan tentunya tebing karang berbentuk batu hiunya.

Traveler juga bisa berkemah dengan membawa perlengkapan dan logistik sendiri. Malamnya bisa melihat gugusan bintang yang amat cantik di langit atau milky way.

Pilihan lain treking menyusuri gugusan karangnya saat surut dan atau cukup bersantai di tepian. Mengingat ombaknya besar dan berbahaya, traveler disarankan tidak melakukan aktivitas berenang.

Hutan Tropis Dekat Kota
Andapun wisata alam unggulan Kabupaten Tanggamus, lanjutnya antara lain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

"Di TNBBS tepatnya di resort Sukaraja Atas, traveler bisa menikmati hutan tropis yang berada dekat kota. Dimana di sana masih terdapat beberapa flora unik antara lain Rafflesia Arnoldii yang merupakan puspa langka Indonesia," bebernya seraya menambahkan kalau traveler juga bisa nge-camp ataupun bermalam di homestay milik masyarakat setempat.


Dalam booklet bertajuk "Majestic Tanggamus 2025"  yang dibuat Disparekraf Kabupaten Tanggamus dan ditempatkan diberbagai tempat sebagai salah satu media informasi sekaligus promosi, di antaranya di bagian represionis Homestay Soeharto Kota Agung, tercantum pula beberapa objek wisata bahari lainya selain Teluk Kiluan dan Pantai Gigi Hiu yakni Pantai Karang Putih dan Taman Wisata Muara Indah.

Bila dilihat dari segi kemudahan akses, dari empat objek wisata bahari tersebut, pemenangnya adalah Taman Wisata Muara Indah karena berada di Kota Agung dekat dengan Pelabuhan Perikanan.

Di booklet yang ditandatangani Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi ini, tercantum pula beberapa objek wisata alam lainnya seperi air terjun, antara lain Air Terjun Batu Lapis, Lembah Pelangi, Tirai. dan Air Terjun Way Lalaan.

Kembali soal kemudahan akses menggapai sederet air terjun tersebut, Air Terjun Way Lalaan yang memiliki dua air terjun-lah juaranya. Lantaran letaknya di Kecamatan Kota Agung Timur, cuma sekitar 10 Km dari pusat Kota Agung dan gerbang masuknya berada persis di pinggir jalan utama.

Komitmen Bupati
Masih di booklet yang di dalamnya memuat pula kata pengantar Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi yang berkomitmen untuk membangun akses yang baik agar masyarakat dapat menikmati keindahan alam, keunikan dan kearifan lokal Kabupaten Tanggamus sehingga mampu mengangkat wisata di Kabupaten Tanggamus dan wisatawan yang datang dapat membawa pulang kenangan indah ini, tertera pula beberapa kerajinan tangan khas Kabupaten Tanggamus berikut foto sentra penjualannya di Rest Area Taman Kreasi yang berada di tepi jalan, di Kecamatan Gisting.

Khusus sektor ekraf terutama aneka kerajinan unggulan Kabupaten Tanggamus yang bermotif belah ketupat akan TravelPlus Indonesia kupas dalam tulisan tersendiri.

Anehnya di dalam booklet bahkan leaflet "Majestic Tanggamus 2025" yang bergambar Air Terjun Tirai sebagai sampul (cover) depannya ini, tidak memuat profil Gunung Tanggamus sebagai daya tarik wisata alam Kabupaten Tanggamus. Kelupaankah atau memang keberadaan gunung tersebut sampai tahun lalu belum begitu dianggap alias masih dipandang sebelah mata?


Padahal berdasarkan amatan
TravelPlus Indonesia secara langsung mendaki Gunung Tanggamus 2 kali pada tahun 1994 dan 2026, gunung berketinggian 2.102 Mdpl ini sangat layak dimasukkan dalam daftar objek wisata alam unggulan Kabupaten Tanggamus. Kenapa dan apa saja fakta penguatnya? Nanti akan terjawab dalam tulisan berikutnya khusus tentang Gunung Tanggamus.

Melihat beragam objek wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Tanggamus, rasanya amat pantas bila traveler di Jabodetabek dan kota-kota lain di Jawa, Sumatra, dan lainnya bahkan mancanegara memasukannya ke dalam daftar destinasi wisata yang wajib dikunjungi berikutnya.

Selamat menjelajah ragam pesona unggulan Kabupaten Tanggamus, enjoy trip 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Air Terjun Way Lalaan, salah satu objek wisata alam air terjun milik Kabupaten Tanggamus yang paling mudah diakses dari Kota Agung, Ibu Kota Kabupaten Tanggamus.
2. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba membeberkan ragam objek wisata unggulan Kabupaten Tanggamus kepada TravelPlus Indonesia di kantornya baru-baru ini (masih di bulan Maret 2026).
3. Booklet dan leaflet "Majestic Tanggamus 2025" yang dibuat Disparekraf Kabupaten Tanggamus.
4. Mendaki Gunung Tanggamus via pekon (desa) Sidokaton, Kec. Gisting.



Read more...

Pengembangan Desa Wisata, Dibahas Bupati Tanggamus saat Bertemu Mendes PDTT


Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi melakukan audiensi dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Audiensi kali ini antara lain membahas percepatan pengembangan desa wisata di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Informasi tersebut TravelPlus Indonesia peroleh dari Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba yang turut memdampingi Moh. Saleh Asnawi.

"Hari ini kita mendampingi bapak Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi bertemu dengan bapak Mendes PDTT Yandri Susanto, salah satunya untuk membicarakan percepatan pengembangan desa wisata di Kabupaten Tanggamus," terangnya kepada TravelPlus Indonesia lewat pesan WA.

Menurut Marhasan Samba, Disparekraf  Kabupaten Tanggamus siap bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanggamus untuk mempercepat pengembangan desa wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus.

"Pengembangannya terutama dalam penambahan jenis-jenis atraksi wisata serta menggali kearifan lokal atau local wisdom yang ada di desa wisata, termasuk pemasarannya melalui digitalisasi supaya bisa bersaing ditingkat nasional," ungkapnya.


Lebih lanjut Marhasan Samba menjelaskan saat ini ada beberapa desa wisata andalan di Kabupaten Tanggamus yang akan lebih dikembangkan seperti pekon (desa) wisata Teluk Kiluan dan pekon Sidokaton.

Desa wisata Teluk Kiluan sudah dikenal ramai oleh wisatawan pecinta bahari sebagai objek wisata untuk melihat antara lain atraksi lumba-lumba liar yang berhidung botol dan berparuh panjang. "Sedangkan Pekon Sidokaton merupakan pintu masuk utama para pendaki gunung yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Tanggamus," terangnya.

Pengembangan yang akan dilakukan di pekon Sidokaton, lanjutnya, antara lain wisata agro yang sudah berjalan dan atraksi seni budaya yang hidup dalam masyarakat setempat.

Dalam audiensi dengan Mendes PDTT) Yandri Susanto selain Disparekraf dan Dinas PMD, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi juga didampingi Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Tanggamus.


Usai membicarakan percepatan pengembangan desa wisata Kabupaten Tanggamus, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Pada kesempatan itu Bupati Tanggamus sekaligus memberikan cendera mata kepada Mendes PDTT.

"Cendera matanya semua khas Kabupaten Tanggamus antara lain golok, badik, kopi, gula semut, kain eco print, dan plakat ikon Kabupaten Tanggamus yaitu lumba lumba," pungkas Marhasan Samba.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180 , foto: dok. Disparekraf Kabupaten Tanggamus

Captions:
1 - 3: Usai beraudiensi tentang percepatan pengembangan desa wisata Kabupaten Tanggamus, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi beserta jajaran terkait berfoto bersama sekaligus memberikan cendera mata kepada Mendes PDTT Yandri Susanto di Jakarta, Rabu (1/4/2026).



Read more...

Selasa, 31 Maret 2026

Kota Agung Pantas Masuk Daftar City Tour Pilihan, Ini Tujuh Keistimewaannya


Kota Agung pantas dimasukan dalam daftar city tour atau wisata kota pilihan. Kenapa? Ya karena Ibu Kota Kabupaten Tanggamus di Provinsi Lampung ini punya banyak keistimewaan, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berdasarakan amatan langsung TravelPlus Indonesia selama beberapa hari meliput sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, khususnya yang ada di Kota Agung dan beberapa kecamatan di sekitarnya, ditambah data dari berbagai sumber termasuk dari pihak Dinas Parekraf Kabupaten Tanggamus, Kota Agung memiliki sekurangnya tujuh (7) keistimewaan sebagai destinasi wisata kota.

Keistimewaannya yang pertama, punya modal parekraf yang terbilang variatif.


Menurut Kadis Parekraf Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba khusus di Kota Agung ada objek wisata bahari seperti beberapa pantai antara lain Taman Wisata Muara Indah yang berada di Teluk Semaka.

"Di Taman Wisata Muara Indah yang sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung, traveler bisa melakukan berbagai aktivitas wisata antara lain bersantai sambil menikmati keindahan pemandangan laut teluk, deburan ombak, melihat rutinitas nelayan setempat, dan tentunya kulineran," terangnya.


Tak jauh dari Kota Agung, tepatnya di Kota Agung Timur, lanjutnya, ada objek wisata alam Air Terjun Way Lalaan yang gerbang masuknya persis di pinggir jalan raya.

"Kelebihannya traveler bisa dengan mudah menjangkau Way Lalaan karena lokasinya dekat dengan jalan lintas utama, suasana alamnya masih terbilang asri, dan faslitas pendukungnya pun lengkap," jelasnya.

Selanjutnya traveler bisa melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Gisting yang berudara sejuk. "Di sana traveler bisa melihat panorama Gunung Tanggamus dari kejauhan, tepatnya dari Bukit Idaman," tambahnya.


Masih di Kecamatan Gisting, traveler bisa mampir ke Sentra UMKM Rest Area Gisting untuk kulineran dan atau membeli bermacam produk kerajinan lokal seperti tapis bermotif belah ketupat yang menjadi salah satu motif khas Kabupaten Tanggamus dan bermacam produk suvenir turunan tapis seperti gantungan ID card, tas, peci, taplak meja, tirai, tutup toples, dan lainnya.

Kuliner dan Oleh-oleh
Buat traveler yang ingin berwisata kuliner khas Kota Agung yang masih terkait dengan wisata bahari antara lain aneka seafood seperti bermacam ikan dan cumi bakar serta camilan otak-otak yang merupakan olahan dari ikan laut.

"Ada juga pletekan ikan yaitu camilan gurih dan kripsi khas Kota Agung yang berbahan dasar ikan tenggiri asli. Selain itu ada sate ikan kembung yang juga wajib masuk daftar menu wisata kuliner di Kota Agung " ungkap Marhasan Samba.

Keistimewaannya yang kedua, punya beberapa tempat makan unggulan yang menyediakan aneka makanan seafood khas Kota Agung dan khas Kabupaten Tanggamus antara lain di Saunk Bangkit, RM Savana, dan Pondok Bambu.


Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia di Kota Agung juga ada beberapa tempat yang menjual oleh-oleh khas Kota Agung seperti otak-otak, iwan goreng, pletekan ikan berbentuk stik, tahu isi otak-otak, lumpia isi otak-otak dan lainya seperti di Otak-otak Pengsan, Otak-Otak Ita, dan Iwan Anne.

Khusus di Otak-otak Pengsan dan Otak-Otak Ita, traveler bukan hanya bisa membeli aneka otak-otak pun menyaksikan proses pembuatan dan pemanggangan otak-otaknya. Harga otak-otaknya cuma Rp 1.000 per satuan. Meskipun berukuran kecil tapi rasa otak-otaknya enak apalagi dicocol dengan saus/sambal khasnya.


Keistimewan berikutnya atau yang ketiga, punya Taman Kota Ir. Soekarno (Taman Soekarno Tanggamus) yang dibangun sebagai penghormatan sejarah atas kunjungan sekaligus pidato Bung Karno di kota yang dulunya pernah menjadi pusat pergerakan rakyat di Lampung ini.

Di taman yang sekaligus menjadi Ruang Terbuka Hikau (RTH) ini, traveler bisa mengabadikan atau berfoto berlatar patung Bung Karno setinggi 7 meter (sebaiknya pagi atau jelang sore hari). Aktivitas lainnya bersantai sambil kulineran aneka jajanan street food untuk mengisi waktu malam.

Keistimewaannya yang keempat, punya beberapa jenis akomodasi yang bisa dipilih sesuai dengan ketersediaan anggaran traveler.


Menurut Marhasan Samba tersedia beberapa penginapan yang dapat dipilih traveler sebagai tempat bermalam selama berwisata di Kota Agung antara lain Homestay Soeharto, Hotel Osela, dan Urban View Hotel.

Tarif Homestay Soeharto yang memiliki kolam renang ini terbilang ramah di kantong yakni mulai dari Rp 275 ribu per kamar per malam.

Keistimewaannya yang kelima, berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia, sebagai tujuan city tour, Kota Agung punya keistimewaan tersendiri yang berbeda dengan kota lain, yakni punya pemandangan berlatar gunung dan laut yang berdekatan. Pemandangan gunung tentu mengarah ke Gunung Tanggamus sedangkan panorama lautnya mengarah ke Teluk Semaka.

Suasana Kota Agung pun terbilang tenang karena kondisinya memang tidak seramai, sepadat, dan semeriah kota besar.


Selanjutnya atau keistimewaan yang keenam, punya beberapa masjid yang mudah dijangkau muslim traveler untuk menunaikan salat wajib 5 waktu secara berjemaah termasuk salat Jumat antara lain Masjid Jamik Al-Kautsar dan Masjid Jami' Al-Islah. Kedua masjid besar tersebut berada di pusat kota dan sama-sama di tepi salah satu jalan utama di Kota Agung, Jl. Merdeka.

Terakhir atau keistimewaannya yang ketujuh, Kota Agung mudah diakses dari Bandar Lampung, Ibu Kota Provinsi Lampung maupun dari Jakarta dengan kendaraan pribadi maupun umum.


Naik Transportasi Umum
Kalau traveler dari Jakarta mau city tour Kota Agung dengan moda transportasi umum, pilihannya antara lain menggunakan pesawat menuju Bandar Udara Internasional Radin Inten II,  kemudian sewa mobil travel langsung ke Kota Agung.

Bila backpacker-an bisa menggunakan bus dari Jakarta langsung menuju Kota Agung antara lain bus Raja Basa Utama (RBU) dari Terminal Kalideres berangkat sekitar pukul 7 malam atau selepas isya.

Tiket bus RBU bisa dibeli langsung di Terminal Kalideres outlet no. 18 tapi sebaiknya pesan tiketnya beberapa hari atau beberpa jam sebelum berangkat dengan menghubungi agen bus RBU di Teminal Kalideres lewat WA). Ongkosnya sekitar Rp 250 ribu per orang. Bus RBU dari Terminal Kalideres tersebut tiba di Terminal Kota Agung keesokan harinya sekitar pukul 8 pagi.


Cara yang kedua tersebut selain jauh lebih murah pun terbilang praktis, karena traveler tidak perlu repot pesan tiket naik kapal feri lantaran harga tiket bus RBU tersebut sudah termasuk dengan tiket kapal feri.

Nah, buat traveler dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi) maupun kota-kota lain di Jawa yang ingin menikmati city tour bersuasana agak tenang dengan pemandangan alam gunung serta laut teluk, rasanya Kota Agung memang layak dimasukkan dalam daftar destinasi city tour Anda berikutnya.


Waktu kunjungannya bisa kapan saja,  musim hujan atupun musim panas. Bisa pula saat low, high ataupun peak season.

Tapi kalau mau lebih komplet lagi, usahakan traveler datang pas ada calendar of event Kabupaten Tanggamus atau agenda ekraf lainnya yang berlangsung di Kota Agung sehingga bisa sekaligus menyaksikannya.

Untuk mengetahui jadwal event tersebut traveler bisa menghubungi Disparekraf Kabupaten Tanggamus atau mengecek informasinya terlebih dahulu di akun medsosnya antara lain di IG @majestic.tanggamus.

Selamat ber-city tour di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus dan enjoy trip 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Gerbang Selamat Datang di Kota Agung, Ibu Koya Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
2. Kadis Parekraf Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba di depan kantornya.
3. Santai di Air Terjun Way Lalaan, Kota Agung Timur.
4. Menikmati pemandangan Gunung Tanggamus dari Bukit Idaman, Gisting.
5. Membeli sekaligus melihat proses pembuatan otak-otak ikan khas Kota Agung di Otak-otak Pengsan, Pasar Madang. Kota Agung.
6. Taman Soekarno Tanggamus di pusat Kota Agung.
7. Homestay Soeharto di Kota Agung yang memiliki fasilitas kolam renang setara hotel.
8. Masjid Jamik Al-Kautsar Kuripan di dekat perempatan lampu merah pusat Kota Agung.
9. Bus Raja Basa Utama (RBU) di Terminal Bus Kota Agung yang akan bertolak ke Jakarta sampai Bekasi.
10. Aneka kuliner ikan dan cumi bakar khas Kab. Tanggamus di Saunk Bangkit, Kota Agung.
11. Pesona Taman Wisata Muara Indah di Teluk Semaka, Kota Agung.


Read more...

Rabu, 25 Maret 2026

Lebaran di Lampung Momen Spesial Makan Seruit, Lalapannya Sekebon


Selagi masih liburan lebaran di Lampung jangan cuma keliling objek-objek wisatanya. Upayakan mampir pula ke rumah makan yang menyajikan makanan khas Lampung untuk menyantap seruit dengan bermacam lauk khas termasuk lalapan sekebon.

Kenapa? Ya karena liburan lebaran di Lampung kalau belum makan seruit rasanya kurang komplet. Selain itu momen lebaran juga sangat pas untuk menikmati seruit karena bisa menyantapnya bersama keluarga, sanak saudara atau kerabat maupun sahabat mengingat seruit memang biasanya dimakan secara bersama-sama (bukan sendirian).

Apa itu seruit dan dimana menyantapnya? Istilah seruit berasal dari kata 'nyeruit' yang bermakna dilakukan bersama-sama. Dan ini menggambarkan masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.


Seperti sudah disinggung di atas, seruit merupakan hidangan utama (main course) khas masyarakat Lampung yang terdiri atas nasi putih, lauk pauk antara lain ikan pindang, ikan goreng atau bakar, bermacam lalapan baik yang mentah ataupun yang direbus/dibakar serta tak ketinggalan sambal terasi yang dicampur dengan tempoyak (olahan durian matang atupun mangga yang sudah difermentasi).

Adapun ikan yang digunakan untuk seruit bukan ikan laut melainkan ikan sungai seperti baung, layis, dan belida. Sedangkan jenis lalapannya antara lain terong, timun, selada air, kol, kemangi, daun singkong, daun pepaya, tomat, labu, pare, jengkol muda,  jagung muda (putren), petai. dan jantung pisang. Saking banyaknya, tak heran banyak yang menyebut lalapan seruit itu sekebon.

Salah satu cara nyeruit yang populer di Lampung adalah muput lesung yakni menyantap makanan langsung dari lesung/lumpang/cobek/cowet/cowek/layahnya. Jadi dalam satu lesung/lumpang/cobek/cowet/cowek/layah terdapat nasi putih, lauk antara ikan bakar/goreng, sambal seruit, dan aneka lalapan.


Rumah makan yang menyajikan seruit antara lain Seruit Buk Lin yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 8, Pahoman, Enggal, Bandar Lampung.

Rumah makan yang terbilang populer ini menyediakan paket seruit maupun satuan.

Paket seruit menu bakaran atau menu gorengnya.ada pilihan gurame, patin, gabus, nila, dan ayam. Paket seruit menu pepesnya ada pilihan patin dan baung. Paket seruit menu pindangnya ada pilihan iga dan patin. Setiap paket seruit tersebut sudah termasuk nasi putih, sayur asam, sambal mangga, sambal tempoyak, dan aneka lalapan.

Ada pula paket sang untuk 4 orang, paket bumi (6 orang), paket ruwa (8 orang), dan paket jurai (10 orang) serta seruit tampah untuk 7-10 orang dengan tiga pilihan paket 1, 2, dan paket 3.

Pilihan lain muput lesung menu bakaran, menu goreng, pepes, dan menu pindang. Selain itu ada sambal picit yang pas disantap dengan terong bakar dan ikan goreng.


Ada pula bermacam menu pendamping seperti seluang, cumi crispy, sayur goreng, terong goreng, tumis toge, perkedel jagung, dan tahu tempe gorang. Sedangkan minumannya antara lain es mangga serbat, es temon, es nanas, es jeruk, kopi Lampung, dan bermacam soft drink.

Pilihan rumah makan lainnya untuk menyantap seruit khas Lampung bersama orang-orang terdekat, ada Pindang Seruit Mentuha di Jl. Ryacudu, Way Dadi, Kec. Sukarame; Saburai Durian & Resto di Jl. Majapahit, Enggal; Sambal Lalak di Teluk Betung; dan Rumah Makan Sambal Seruit Buk Isah di Jl. Pramuka nomor 89, Rajabasa. Semuanya di Kota Bandar Lampung.

Selamat liburan lebaran, selamat nyeruit rame-rame di Lampung.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Menyantap seruit, makanan berat (hidangan utama) khas masyarakat Lampung.
2. Video aneka seruit khas Lampung yang ada di salah satu rumah makan ternama di Kota Bandar Lampung.
3. Lalapannya bermacam, ada yang mentah, direbus atau dibakar saking banyaknya disebut lalapannya sekebon.
4. Video makan seruit jadi pilihan berwisata kuliner saat liburan lebaran di Lampung.

Read more...

Jumat, 20 Maret 2026

Gunung Kerinci Diincar Banyak Pendaki, Ini Lima Daya Pikatnya


Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan dua provinsi di Sumatra yakni Jambi dan Sumatra Barat, menjadi salah satu gunung yang diincar banyak pendaki untuk mengisi  libur lebaran tahun ini.

Faktanya di beberapa grup WA pendaki sejumlah tour operator (TO) pendakian gunung dari Jawa dan lainnya, membuat open trip (OT) maupun share cost pendakian ke Gunung Kerinci.

Harga OT-nya bervariasi sesuai dengan fasilitas yang disediakan namun jalur pendakian yang dipilih hampir semua OT memilih via Kersik Tuo, yakni sebuah desa yang berada di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia yang pernah menggapai puncak Gunung Kerinci via Kersik Tuo beberapa tahun lalu, sekurangnya ada lima daya pikat yang dimiliki Gunung Kerinci sehingga masuk dalam daftar gunung dambaan para pendaki  Indonesia bahkan mancanegara.


Daya pikat Gunung Kerinci yang pertama, gunung berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini menyandang tiga predikat yang membanggakan sekaligus mencegangkan.

Predikat pertama, gunung berapi tertinggi di Sumatra sehingga layak menyandang gelar "Atapnya Sumatra" . Nama puncak Gunung Kerinci adalah Puncak Indrapura.

Berkat predikat tersebut, tak sedikit pendaki yang beranggapan belum sempurna, lengkap atau komplet pendakian gunung di Sumatra kalau belum menapakkan kaki dan atau mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kerinci.

Pemandangan yang disuguhkan di kejauhan dari puncaknya antara lain Kota Jambi, Kota Padang, Kota Bengkulu, dan Samudra Hindia bahkan terkadang samudra atau lautan awan bila cuaca tengah bersahabat.


Predikat kedua, gunung berapi tertinggi di Indonesia (masuk sevent summits of Indonesia). Ketinggiannya mengalahkan Gunung Rinjani yang merupakan "Atapnya Lombok" sekaligus "Atapnya Nusa Tenggara" dan Gunung Semeru yang menjadi "Atapnya Jawa".

Sejumlah puncak gunung di Papua antara lain Puncak Jaya/Carstenz Pyramid, Trikora, dan Mandala yang berketinggian di atas 4.000 Mdpl memang lebih tinggi daripada puncak Gunung Kerinci. Namun puncak-puncak gunung di Bumi Cendrawasih tersebut, bukanlah gunung berapi.

Predikat ketiga sekaligus mencengangkan/menakjubkan, Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara atau kawasan ASEAN. Beberpa gunung di negara lain seperti Gunung Hkakabo Razi di Myanmar bagian Utara dan Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia memang lebih tinggi daripada Gunung Kerinci. Namun kedua gunung tersebut juga bukanlah gunung berapi.


Tiga predikat prestisius tersebut boleh dibilang menjadi daya tarik utama yang membuat Gunung Kerinci ramai peminatnya atau dengan kata lain menjadi gunung yang wajib masuk daftar pendakian setiap pendaki di Tanah Air sekalipun hanya sekali seumur hidup.

Daya pikat Gunung Kerinci yang kedua, Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang beberapa kawasannya masih menjadi habitat Harimau Sumatra. Fakta tersebut membuat pendakian gunung ini terasa punya tantangan tersendiri bagi pendaki terlebih yang tinggal diluar Sumatra.


Daya pikatnya yang ketiga, Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe
stratovolkano yang masih aktif hingga saat ini.

Gunung berbentuk kerucut ini memiliki lebar 13 Km dan panjang 25 Km. Di  puncaknya terdapat kawah berukuran 400 x 120 meter dan dalam 600 meter berisi air berwarna hijau yang masih berstatus aktif.

Gunung Kerinci terakhir erupsi pada 11 Januari 2023 hingga sekarang. Menurut data dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gunung ini, pernah meletus di kawah pusatnya pada 1838.

Tingkat Kesulitan
Daya tariknya yang keempat, memiliki hanya dua jalur pendakian umum menuju puncaknya yakni via Kersik Tuo, Kab. Kerinci, Jambi dan via Bukit Bontak, Kab. Solok Selatan, Sumbar dengan tingkat kesulitan yang berbeda.


Berdasarkan level/grade atau tingkat kesulitan yang sudah diklasifikasikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo masuk dalam level 3 atau menengah bersama antara lain dengan Gunung Gede, Pangrango, Ciremai, Halimun Salak, Merbabu, Singgalang, Bawakaraeng, dan Gunung Tambora.

Sedangkan pendakian Gunung Kerinci via Bukit Bontak, Solok Selatan, Sumbar ber-level 4 atau sulit bersama antara lain dengan Gunung Argopuro, Gendang Dewata, Semeru, Binaiya, dan Gunung Rinjani.

Jalur pendakian Gunung Kerinci via Bukit Bontak, terbilang masih baru. Jalur tersebut resmi dibuka pada akhir 2025.

Dari dua jalur pendakian tersebut, jalur via Kersik Tuo yang berada pada ketinggian 1.400 Mdpl, sampai saat ini paling sering digunakan para pendaki dengan durasi pendakian 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam (jika ingin lebih santai).


Daya pikat Gunung Kerinci yang terakhir atau kelima adalah gunung berapi yang di sekitarnya terdapat belasan danau, yang terbesar antara lain Danau Kerinci seluas 4.200 hektar yang terletak di ketinggian 650 Mdpl dan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 1.996 Mdpl.

Selain itu ada Danau Kaco yang juga berada di kawasan yang sama dengan Gunung Kerinci, yaitu di dalam TNKS, Jambi. Danau di keringgian 1.229 Mdpl yang airnya berwarna biru jernih ini terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kab. Kerinci. Biasanya usai mendaki puncak Gunung Kerinci, tak sedikit pendaki yang lanjut ke salah satu danau tersebut untuk rileks.

Melihat lima daya pikat Gunung Kerinci terlebih tiga predikat yang disandangnya di atas, wajar kalau banyak pendaki di Tanah Air yang mendambakannya dan mengincarnya sebagai destinasi pendakian liburan lebaran tahun ini.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Foto & video: adji & #rekanpendaki

Captions:
1. Gunung Kerinci berlatar depan perkebunan teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Jambi diincar banyak pendaki untuk mengisi libur lebaran tahun ini.
2. TravelPlus Indonesia berdiri di depan Pintu Rimba, gerbang awal pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Jambi.
3. Melewati salah satu trek pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Jambi.
4. Bukti kalau TravelPlus Indonesia pernah menampakkan kaki di Puncak Indrapura, puncaknya Gunung Kerinci.
5. Video TravelPlus Indonesia berzikir mengucapkan Salam Tauhid, Lailahailallah di puncak Gunung Kerinci.
6. Gunung Kerinci menyandang tiga predikat yang menakjubkan yakni gunung berapi tertinggi di Sumatra, Indonesia bahkan Asia Tenggara.
7. TravelPlus Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kerinci.


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP