. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 25 Februari 2026

15 Kiat Jelajah Masjid saat Ramadan


Banyak cara mendulang pahala berlipat ganda saat Ramadan, salah satunya dengan melakukan kegiatan jelajah masjid. Bagaimana kiatnya?

Dalam KBBI (Kamis Besar Bahasa Indonesia) kata 'jelajah' berarti ke mana-mana untuk menyelidiki dan sebagainya. Adapun 'masjid' bermakna rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam.

Bila dua kata itu digabungkan, TravelPlus Indonesia memaknai jelajah masjid adalah  kegiatan mengunjungi bangunan tempat bersembahyang orang Islam yang ada dimana-mana (utamakan yang ada di negeri sendiri) dengan tujuan bukan semata untuk salat berjemaah dan ibadah mulia lainnya pun menyelidiki lebih jauh keistimewaannya lalu menyebarluaskannya.

Sesuai dengan judul, jelajah masjid dilakukan saat menunaikan puasa Ramadan seperti sekarang ini (saat saya membuat tulisan ini di TravelPlus Indonesia)

Mengingat jelajah masjid itu lebih dari sekadar menunaikan salat berjemaah di masjid dan atau mengikuti kegiatan mulia lainnya, maka perlu kiat tersendiri agar berjalan lancar dan ujungnya punya manfaat lebih.

Berdasarkan pengalaman TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada 15 kiat atau tips jelajah masjid saat Ramadan.

Pertama, niat jelajah masjid, Bismillahirrahmanirrahim Lillahi Ta'ala untuk turut memakmurkan masjid dan menyiarkan keistimewaannya. Dilanjutkan dengan berdoa semoga dimudahkan/dilancarkan Allah SWT serta menjadi ladang pahala.

Keistimewaan Masjid
Kedua, mencari tahu profil masjid yang akan dikunjungi berikut keistimewaannya sebagaimana tersebut di atas.

Keistimewaan masjid artinya kelebihan/keunikan yang dimiliki masjid entah itu dari sisi arsitektur, sejarah, lokasi, peristiwa yang dialami, konsep yang diusung, fasilitas pendukung, atmosfer spiritualnya, statusnya (apakah cagar budaya), dan  atau bermacam kegiatan mulia yang dilakukan pengelolanya sehingga masjidnya makmur.


Berikutnya atau kiat yang ketiga, cari info moda transportasi  umum ke masjid tersebut (bila tidak/malas membawa kendaraan pribadi), termasuk mencatat durasi perjalanan dan biayanya. Cari pula info daya tarik lain di dekat masjid itu (kuliner, akomodasi, dll).

Keempat, waktu jelajah masjid sesuai judul tulisan ini tentu saja saat di bulan suci Ramadan. Kalau ingin mendapatkan atmosfer yang berbeda (pagi, siang, sore, dan malam), bisa berkunjung saat jelang Subuh sesudah sahur sampai salat sunah Duha.

Pilihan waktu lainnya, jelang Zuhur hingga Asar atau bisa juga jelang Magrib - berbuka puasa - salat Magrib - salat Isya sampai salat Tarawih.

Kelima, jelajah masjid dapat dilakukan sendirian atau dalam kelompok kecil (small group), maksimal 2-5 orang agar lebih nyaman. Kecuali kalau hanya kunjungan biasa, itu bisa saja rombongan atau dalam kelompok besar, diatas 10 orang.

Keenam, datanglah dengan mengenakan pakaian terbaik, rapih, dan sopan. Kalau pria kenakan baju muslim minimal baju atau kaos lengan panjang polos (tidak bergambar/bertulisan atau bermotif yang mencolok), kenakan pula peci/kopiah, sarung ataupun dengan bercelana panjang.

Selanjutnya atau kiat ketujuh, bila tiba di masjid tersebut, ucapkan 'alhamdulillah', wudhu, dan berdoa masuk masjid serta salat sunah tahiyatul masjid yang dilakukan sebelum duduk, sesaat setelah memasuki masjid.

Kiat kedelapan, kalau waktu azan masih lama, pergunakan untuk mengabadikan arsitektur masjid baik eksterior maupun interiornya.

Kesembilan, kalau sudah mendekati azan, sebaiknya bersiap untuk salat wajib berjemaah. Selepas berzikir, bersalawat, bertasbih, berdoa, dan tadarusan, baru mengabadikan arsitekturnya.

Berikutnya atau kiat kesepuluh, menemui pengurus masjid untuk tanya-tanya tentang sejarah, konsep yang diusung ataupun kegiatan masjidnya.

Ke-11, jangan lupa bersedekah di kotak amal yang ada di masjid tersebut. Ke-12, setelah selesai mengabadikannya, tak lupa berdoa keluar masjid.

Kiat Ke-13, lanjut kulineran di area masjid untuk berbuka puasa. Kalau ada yang menjual kuliner khas setempat yang halalan thayyiban (makanan atau minuman yang halal dan baik), itu bisa jadi pilihan utama.  Bila punya dana lebih, sebaiknya beli takjil ataupun menu buka puasa yang banyak (agak dilebihkan) supaya bisa berbagi dengan jemaah masjid lainnya.


Ragam Konten Digital 
Ke-14, meracik data, foto, dan video  hasil jelajah masjid menjadi ragam konten digital menarik.

Ragam konten digital bisa berupa teks ( artikel/tulisan di blog, caption di media sosial); visual/gambar (foto, slideshow, infografis); serta video (short video utk reels/TikTok) dan atau video panjang untuk YouTube, vlog, dan lainnya).

Konten yang dibuat bisa berupa panduan moda transportasi umum ke masjid,  keistimewaan masjid dari segi arsitektur dan lainnya. Bisa juga karena masjid tersebut sedang trending/aktual atau hangat dibicarakan.

Terakhir atau kiat yang ke-15, menyebarluaskan ragam konten tersebut lewat aneka akun medsos yang dimiliki agar publik atau warganet tahu lalu tertarik mengunjungi masjid tersebut untuk memakmurkannya dan mengabadikan keistimewaannya.

Selamat jelajah masjid saat Ramadan, semoga bermanfaat, berkah, dan berbuah pahala berlipat ganda, Aamiiin YRA 🤲.

Naska, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:.
1. Pesona Masjid Istiqlal Jakarta jelang Magrib
2. Masjid Baitut Taqwa atau dikenal sebagai Masjid Nepal van Java di lereng Gunung Sumbing via Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
3. Video Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo/Surakarta.


Read more...

Jumat, 23 Januari 2026

Indoor Tourism Pilihan Pas Berwisata di Puncak Musim Hujan, Ini Kegiatan dan Tempatnya


Saat ini sejumlah wilayah di Jawa dan beberapa pulau besar lainnya mengalami puncak musim hujan 2025/2026. Buat yang ingin tetap berwisata di musim yang kondisi curah hujannya sedikit lebih tinggi di atas normal, sepertinya indoor tourism merupakan pilihan yang tepat.

Sebelum TravelPlus Indonesia sajikan jenis wisata, kegiatan, dan tempatnya, ada baiknya kita pahami terlebih dulu apa itu indoor tourism.

Sesuai namanya indoor tourism adalah aktivitas atau kegiatan wisata yang dilakukan di dalam ruangan.

Indoor tourism bisa diterapkan diberbagai jenis wisata seperti wisata kota, belanja, kuliner, budaya, sejarah, religi, hiburan (musik, film, dll), dan wisata olahraga.

Indoor tourism untuk jenis wisata kota contohnya staycation atau liburan di hotel, resort, villa, dan jenis penginapan lainnya dengan menikmati fasilitas yang ada.


Aktivitas yang dapat dilakukan selama staycation antara lain yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan yakni berolahraga santai seperti berenang, nge-gym, jalan santai/joging di jogging track yang ada di taman hotel/resort, yoga, senam aerobik, zumba, dan lainnya.

Bisa juga aktivitas yang berguna buat rileksasi seperti meditasi, pijat, spa, dan lainnya. Kegiatan yang bersifat lebih santai seperti menonton film kesukaan, ber-medsos, dan membuat konten video menarik dengan memanfaatkan free wifi . Pilihan lain, menikmati aneka kuliner di testo dan atau minum kopi di cafe hotel.

Untuk bisa seperti itu, sebaiknya pilih hotel/resort yang berbintang 3 ke atas dan punya keistimewaan tersendiri misalnya punya pemandangan yang indah seperti panorama pantai, laut, danau, sungai, sawah lembah, bukit, gunung, dan atau lampu-lampu kota (city light) pada malam hari.

Kalau pilihannya hotel budget tentu jangan berharap lebih mendapatkan semua fasilitas itu. Solusinya Anda bisa berkunjung ke objek-objek wisata terdekat dengan penginapan non bintang atau hotel melati tersebut seperti kafe/resto, mall, toko oleh-oleh, dan lainnya.

Sebelum menentukan hotelnya, sebaiknya cek lokasinya apakah strategis atau mudah dijangkau moda transportasi umum ataupun kendaraan pribadi. Cek pula ulasan tamu yang pernah menginap atau rating-nya apakah baik atau sebaliknya lewat beberapa aplikasi booking hotel sebagai bahan pertimbangan.


Indoor tourism untuk jenis wisata belanja misalnya shopping di mall. Lebih bagus lagi kalau mall-nya berada di kawasan wisata ternama dan dekat dengan akomodasi yang dipilih.

Di pusat perbelanjaan modern tersebut, bisa melakukan bermacam kegiatan wisata di dalam ruangan yang nyaman seperti belanja pakaian, sepatu, menonton film, kulineran, karokean, salon, dan lainnya. Pilihan lain ke sentra atau pusat oleh-oleh.

Adapun indoor tourism untuk jenis wisata kuliner antara lain makan di resto/kafe/food court mall/rumah makan dan atau ngopi di kedai kopi yang sebaiknya juga berlokasi di kawasan wisata.

Selain menunya enak-enak, kalau bisa pilih resto/kafe yang juga punya keistimewaan tersendiri dari segi konsep maupun letak dan pemandangan yang disuguhkan, misalnya resto/kafe tepi danau seperti yang ada di Danau Toba, resto/kafe dengan pemandangan gunung seperti di Dieng,.Wonosobo, resto/kafe di hutan pinus/hutan jati, resto/kafe tepi sungai seperti di Pandeglang, resto/cafe dengan pemandangan laut, dan atau city light seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Bandar Lampung, dan lainnya.

Contoh lainnya kalau sedang berwisata di Banda Aceh, salah satu daftar kegiatan yang wajib masuk daftar wisata kuliner adalah  menyeruput kopi di sejumlah kedai kopinya.

Di ibu kota Provinsi Aceh tersebut, banyak pilihan kedai kopi/kafe ataupun resto merangkap kedai kopi yang berukuran besar, berfasilitas lengkap seperti TV layar datar besar, free wifi, dan lainnya sehingga nyaman berlama-lama ngopi di sana.

Untuk indoor tourism jenis wisata hiburan antara lain nonton film di bioskop, nonton konser musik, berkunjung ke pameran wisata, dan atau nonton pagelaran busana di venue indoor. Contoh tempatnya kalau pameran wisata antara lain di Jakarta International Convention Center, Senayan.

Kalau untuk jenis wisata seni budaya antara lain berkunjung ke galeri seni, nonton wayang orang, nonton pertunjukan seni, teater, dll. Sedangkan indoor tourism untuk jenis wisata edukasi tentu saja berkunjung ke museum, contohnya Museum Fatahillah Jakarta, Museum Benteng Vredeburg Jogja, dan lainnya.


Lokasi indoor tourism untuk ragam jenis wisata kota, kuliner, belanja, hiburan, seni-budaya, dan edukasi seperti tersebut di atas juga bisa dilakukan di kawasan jalan wisata yang sudah tersohor namanya antara lain Jalan Malioboro Kota Jogja dan sekitarnya, Jalan Braga Kota Bandung dan sekitarnya, dan atau Jalan Surya Kencana Kota Bogor dan sekitarnya.

Indoor tourism untuk jenis wisata religi antara lain jelajah masjid, terlebih masjid yang memiliki keistimewaan entah itu dari segi sejarah, arsitektur dan lainnya. 

Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain menunaikan salat sunah, salat wajib berjemaah, ikut kajian, iktikaf sekaligus tadarusan, zikir, dan selawat, mengabadikan keistimewaan arsitektur masjid untuk bahan konten video serta ber-infak dan sedekah di kotak amal.

Contohnya kalau di Banda Aceh, antara lain bisa wisata religi ke Masjid Raya Baiturrahman. Di Jakarta tentu saja ke Masjid Istiqlal, di Surabaya Masjid Agung Sunan Ampel, di Jogja Masjid Gedhe Kauman, di Bandung antara lain Masjid Al-Imtizaj yang berarsitektur kelenteng khas Tionghoa di dekat kawasan Jalan Braga, dan lainnya.


Kawasan Situs Bersejarah
Indoor tourism untuk jenis wisata sejarah antara lain berkunjung ke tempat-tempat berstatus cagar budaya atau situs bersejarah. Contohnya kalau di Jakarta itu kawasan Kota Tua, di Semarang kawasan Kota Lama, di Sumatra Barat kawasan kota Sawahlunto, dan di Bandung kawasan Asia Afrika dan Braga.

Adapun indoor tourism untuk jenis wisata olah raga antara lain berenang, tenis, dan padel di arena indoor. Contoh tempatnya seperti yang ada di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

Sebagai penutup, indoor tourism ini bisa dilakukan sendiri (solo traveler) maupun small group (3-5 orang) bersama teman-teman se-frekuensi ataupun keluarga kecil (ayah, ibu, dan 1-2 anak).

Intinya meskipun saat ini musim hujan tengah berada pada puncaknya, berwisata masih tetap bisa dan nyaman dilakukan, yakni dengan memilih beraktivitas wisata di dalam ruangan alias indoor tourism. Semoga bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Indoor tourism jenis wisata kota, salah satu pilihan tepat berwisata dipuncak musim hujan seperti saat ini.
2. Staycation atau liburan di hotel punya banyak aktivitas menarik, cek dulu sebelum memilih hotel sesuai pilihan dan anggaran.
3. Kawasan wisata religi masjid dan makam Sunan Ampel di Kota Surabaya salah satu tempat indoor tourism untuk jenis wisata religi.
4. Jalan Braga di Kita Bandung salah satu tujuan indoor tourism karena banyak hotel, resto, kafe, galeri seni dalam ruangan atau indoor.
5. Kawasan Kota Tua Jakarta, salah satu tujuan destinasi indoor tourism untuk jenis wisata kota, sejarah, edukasi, kuliner, hiburan, dan lainnya.

Read more...

Sabtu, 17 Januari 2026

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya


Penginapan murah seperti hostel, guest house, homestay, hotel budget (bintang 1) dan atau jenis akomodasi berbiaya terjangkau lainnya yang memiliki tipe dormitory room kian banyak ditemukan di sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bali. Apa keuntungan/kelebihan menginap di dormitory room? Siapa peminatnya? Bagaimana cara nyaman menikmatinya?

Dormitory room atau biasa disingkat dorm merupakan kamar asrama atau kamar bersama (shared room), artinya berbagi dengan tamu lain yang biasanya tersedia diberbagai penginapan dengan harga terjangkau.

Sesuai namanya, kamar asrama didesain untuk menampung banyak orang dalam satu ruangan dengan tempat berbentuk ranjang susun (bunk bed) ataupun single bed untuk setiap orang dengan fasilitas di dalamnya antara lain kasur, AC, lampu baca, loker, bantal, selimut, dan handuk.

Dalam satu kamar asmara biasanya terdiri atas 4-18 ranjang kayu ataupun ranjang besi dan jenis tempat tidur lainnya.

Fasilitas lainnya ada beberapa kamar mandi dan WC yang terpisah atau di luar kamar. Biasanya juga tersedia dapur, musala, dan ruang santai untuk digunakan bersama. Ada juga yang menyediakan musala kecil yang menyatu dengan kamar asrama tersebut.

Kamar asrama ini biasanya terdiri atas 5 tipe yakni male dorm (asrama pria), female dorm (asrama wanita), mixed dorm (asrama campur pria dan wanita), pod dorm (asrama bergaya modern dengan privasi lebih dengan tambahan tirai dan soket pribadi- biasanya harganya sedikit lebih mahal), dan family dorm (asrama untuk keluarga).

Selain kamar asrama, biasa jenis akomodasi sebagaimana tersebut di atas juga menyediakan satu jenis kamar lain yakni private room (kamar pribadi) yang lebih privasi dengan kamar mandi dalam dan ada juga yang di luar (kamar mandi bersama).


Kelebihan Kamar Asrama
Kelebihan/keuntungan menginap di akomodasi dengan kamar asrama yang berkonsep komunal ini, harganya relatif lebih murah dibanding private room. Tarifnya ada yang dibawah Rp100 ribu per orang, per ranjang, per malam. Letaknya juga banyak yang strategis, dekat dengan moda transportasi umum dan tempat-tempat wisata.

Kelebihan lain menginap di kamar asrama, bisa berinteraksi (berkenalan, bersosialisasi, dan berbagi pengalaman) dengan tamu lain dari berbagai daerah, berbeda usia, dan bermacam profesi.

Melihat deretan kelebihannya tersebut, tak heran kalau kamar asrama ramai peminatnya, terutama dari kalangan wisatawan yang memiliki anggaran terbatas lantaran bisa lebih hemat.

Pantauan TravelPlus Indonesia, peminat kamar asrama ini antara lain backpacker, solo traveler, wisatawan yang senang berkenalan dengan orang baru dan senang mencoba sesuatu baru untuk mendapatkan/merasakan atmosfer yang lain dibanding menginap di single room hotel berbintang atau tipe kamar hotel lainnya, dan wisatawan atau pun pekerja yang membutuhkan akomodasi sementara.

Amatan TravelPlus Indonesia, ternyata peminat kamar asrama bukan cuma dari kalangan mendang-mending atau dari kalangan menengah ke bawah tapi banyak juga yang dari kalangan menengah ke atas.

Wisatawan dari kelompok berkantong tebal yang sebenarnya mampu memilih hotel bintang 3 ke atas, memilih kamar asrama beralasan karena penasaran ingin merasakan vibes yang berbeda. Ada juga yang beralasan karena letaknya strategis dan juga karena tidak mendapatkan kamar di hotel berbintang yang diincar.


Tips Nyaman
Lantaran banyak peminatnya, bila Anda berminat menginap di kamar asrama sebuah penginapan sebaiknya pesan kamarnya via online lewat aplikasi booking hotel jauh-jauh hari, terlebih bila menginap saat long weekend, high season, dan peak season di destinasi wisata populer.

Sebaiknya pilih dorm sesuai gender. Kalau laki-laki pilihlah male dorm sebaliknya kalau perempuan ambil yang female dorm, jangan yang campur atau mixed dorm untuk mencegah fitnah dan lainnya. Bila menginap dalam kelompok kecil (small group) misalnya keluarga kecil (ayah, ibu, dan 2 anak), sebaiknya pilih family dorm jika memang tersedia. Kalau tidak ada, sebaiknya pilih yang private room.

Patuhi tata tertib atau aturan yang berlaku. Sebab setiap penginapan yang memiliki kamar asrama mungkin punya aturan masing-masing, misalnya tidak makan dan merokok di dalam kamar, tidak membawa senpi, minuman beralkohol, hewan piaraan, dan lainnya.

Bawalah perlengkapan mandi sendiri seperti sabun, shampo, odol, sikat gigi, dan handuk  serta perlengkapan salat seperti sajadah/sarung/mukena traveling yang praktis.

Nikmati apa adanya dan siap menerima kondisi apapun, termasuk bila mendapatkan tamu lain di ranjang terdekat yang tidurnya mendengkur atau mengorok.

Saat mandi dan atau buang air besar sebaiknya jangan berlama-lama mengingat kamar mandi dan WC itu digunakan pula oleh tamu lain.


Tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan.
Tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu kenyamanan tamu lain.

Tips berikutnya, jangan membawa banyak perhiasan ataupun barang berharga. Barang-barang penting seperti ATM, KTP, uang tunai, HP,  dan kamera sebaiknya jangan ditinggal, tetap dibawa dalam tas pinggang saat ke kamar mandi ataupun jalan-jalan ke luar kamar. Baju salinan dan ransel sebaiknya dimasukkan ke loker lali dikunci sebelum pergi jalan-jalan.

Karena ini kamar bersama dengan tamu lain, ada baiknya berkenalan dan berinteraksi minimal dengan tamu di ranjang terdekat sehingga dapat menambah teman baru.

Selamat mencoba menginap di dormitory room di destinasi wisata pilihan, semoga betah dan nyaman.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Inilah salah satu kamar asrama (dormitory room) dengan beberapa ranjang susun.
2. Tata tertib di salah satu penginapan yang memiliki dormitory room.
3. Kota Bandung, termasuk destinasi yang memiliki beberapa penginapan dengan kamar asrama.
4. Yogyakarta sebagai salah salah satu destinasi wisata andalan di Tanah Air juga mempunyai sejumlah penginapan dengan kamar asrama.

Read more...

Jumat, 16 Januari 2026

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata


Ada tiga poin (hal penting) yang tercantum dalam judul tulisan ini yakni 'kiat' 'hijrah', dan 'berwisata'.

Kiat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya akal, seni, atau cara melakukan sesuatu, juga taktik; sering dipakai untuk merujuk pada teknik atau metode khas.

Berwisata kata dasarnya wisata, berdasarkan Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara.

Wisata dalam KBBI bermakna bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya; piknik. Sedangkan berwisata berarti melakukan perjalanan wisata.

Adapun hijrah dalam KBBI antara lain berarti berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya).

Dalam konteks agama (khususnya Islam), hijrah bermakna meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT (maksiat, keburukan) atau menghindari hal-hal yang melalaikan dari kewajiban sebagai muslim.

Dengan begitu kiat hijrah dalam konteks berwisata versi TravelPlus Indonesia adalah cara wisatawan muslim melakukan perjalanan wisata baik itu yang bersifat rekreasi ataupun bermuatan petualangan dengan tujuan bersenang-senang dan lainnya namun tetap mengindahkan kewajibannya sebagai muslim, terutama salat wajib lima waktu.

Lalu apa saja kiatnya. Sekurangnya ada ada tujuh kiatnya berdasarkan pengamatan dan pengalaman TravelPlus Indonesia.

Namun sebelumnya perlu digarisbawahi bahwa hijrah dalam wisata dapat diterapkan diberbagai jenis wisata baik itu wisata alam yang bersifat rekreasi ataupun petualangan, budaya, kuliner, bahari, belanja, sejarah, kota, hiburan, dan lainnya. Tidak melulu atau harus wisata religi. Jadi mau berwisata kota (city tour), kulineran, hiburan bahkan wisata petualangan seperti mendaki gunung dan lainnya tetap bisa diterapkan.


Kiat pertama, pemilihan tempat wisata. Sebaiknya pilih tempat wisata yang tidak membuat kita sampai lalai  meninggalkan kewajiban sebagai muslim traveler ataupun muslim adventurer, terutama salat wajib lima waktu.

Caranya sebelum berkunjung, sebaiknya cek keberadaan masjid ataupun musala di tempat wisata yang dituju. Biasanya di destinasi wisata populer atau ramai peminatnya lebih mudah menemukan masjid atau musala yang dapat kita gunakan untuk salat wajib berjemaah. 

Bagaimana kalau wisata mendaki di gunung yang tidak memiliki musala?  Bisa salat wajib terlebih dahulu di musala yang tersedia di basecamp (BC) atau di masjid terdekat dengan BC. Bila tidak ada musala di sepanjang pos pendakian, bisa cari lahan yang agak datar di sekitar area camp lalu gelar beberapa matras ataupun tikar/sajadah traveling untuk salat berjemaah dengan pendaki gunung lain.

Kiat kedua, bila menggunakan moda transportasi umum seperti bus, gunakan waktu singgah di rumah makan untuk salat. Bisa juga memilih  bus umum yang memang singgah ke masjid agar penumpangnya bisa menunaikan salat berjemaah.

Saat menyeberangi selat/laut dengan kapal feri ataupun kapal besar, manfaatkan fasilitas musala bahkan masjidnya untuk salat.

Bila menggunakan kereta api, bisa salat sambil duduk. Bisa juga salat di musala maupun masjid di stasiun keberangkatan ataupun stasiun kedatangan. Begitupun kalau naik pesawat terbang, bisa salat sambil duduk dan di musala maupun masjid di bandara keberangkatan ataupun bandara kedatangan.


Berikutnya atau kiat yang ketiga, pilih akomodasi (hotel, resort, villa, hostel, homestay, camping ground, dan jenis penginapan lainnya) yang memiliki musala atau paling tidak yang memiliki kamar yang menyertakan tanda arah kiblat, sajadah, dan ruang untuk salat. Fasilitas tersebut bisa ada ketahui dengan cara menghubungi pengelola penginapan tersebut ataupun melihat di aplikasi booking hotel yang ada gunakan.

Khusus untuk camping ground, saat ini sudah banyak yang menyediakan musala sebagai salah satu fasilitas pendukungnya. Jika memang tidak ada musalanya atau terlalu jauh dari tempat berkemah, bisa salat di dalam tenda sambil duduk atau di luar tenda dengan menggelar matras/sajadah/tikar traveling.

Sebagai muslim traveler ada baiknya membiasakan membawa perlengkapan salat sendiri, minimal sajadah traveling dan sarung buat laki-laki atau mukena traveling bagi perempuan mengingat belum tentu semua akomodasi menyediakannya. Jika tidak ada tanda arah kiblat, bisa menggunakan kompas di HP, melihat arah cahaya matahari atau menanyakannya ke resepsionis penginapan tersebut.

Kiat keempat, kalau berwisata hiburan seperti menonton konser musik di venue outdoor sebaiknya tanya penyelenggaranya apakah menyediakan musala. Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia biasanya setiap konser musik di ruang terbuka, penyelenggaranya juga menyediakan tenda untuk musala pria yang terpisah dengan perempuan, begitupun dengan tempat ber-wudu.

Bila konser berlangsung sore sampai malam hari bisa tunaikan salat asar, magrib, dan isya di tenda musala tersebut. Kalau konsernya digelar di venue indoor yang memang kerap digunakan untuk konser musik, biasanya sudah difasilitasi dengan musala.

Selanjutnya atau kiat yang kelima, bila membeli paket wisata ataupun open trip, pilihlah travel agent (TA) ataupun indie travel (IT) yang sedia membantu/ memudahkan wisatawan menunaikan salat wajib lima waktu selama melakukan wisata.


Kiat keenam, kalau senang membuat konten saat berwisata baik itu tulisan, foto, video dan lainnya mulailah membuat pula konten-konten keberadaan masjid atau musala di tempat wisata yang dikunjungi secara menarik, lalu disebarluaskan lewat ragam media sosial supaya publik atau calon wisatawan tahu kelebihan/keistimewaannya. Jadi jangan hanya konten narsis, keindahan alam, keunikan budaya, kelezatan kuliner, resto/hotel, kegiatan wisata dan atau hal-hal yang bersifat senang-senang saja
.


Ramah Lingkungan
Rangkaian kiat di atas (1-6), TravelPlus Indonesia tujukan buat muslim traveler/adventurer. Sedangkan kiat terakhir atau yang ketujuh ini, ditujukan pula buat wisatawan non muslim yakni hijrah dalam kontek berwisata juga berarti menerapkan wisata yang ramah lingkungan seperti menjaga kebersihan dimanapun (membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air secukupnya/tidak berlebihan, mendukung aksi tanam pohon/reboisasi, tidak mencemarkan mata/sumber air, dan lainnya).

Kalau berwisata belanja termasuk kulineran aneka makanan dan minuman, bahan serta proses memasak/membuatnya tentu harus halal. Dan membelinya termasuk buat buah tangan, sebaiknya jangan hanya di rumah makan/resto/cafe/toko oleh-oleh populer/ternama dan kelas atas, ada baiknya juga belanja/kulineran di warung/pedagang warga lokal/masyarakat sekitar agar mereka juga kecipratan rezeki.

Begitupun dalam memilih akomodasi, jangan hanya selalu hotel berbintang, coba juga hostel, homestay, losmen dan atau camping ground yang dikelola/dimiliki penduduk setempat.


Intinya hijrah dalam kontek berwisata adalah tetap mengindahkan salat wajib lima waktu (khusus bagi muslim traveler) dan senantiasa melibatkan Allah SWT, pun punya kebermanfaatan turut menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya serta bisa pula menambah pendapatan masyarakat lokal (buat muslim dan non muslim traveler).

Nah, supaya tujuan hijrah dalam konteks berwisata tercapai yakni menjadi wisatawan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT serta bermanfaat lebih buat lingkungan dan warga lokal, niat baiknya harus bulat/teguh, persiapan dan perencanaannya juga kudu matang serta istiqomah atau kontinyu dalam menjalaninya sekalipun penuh rintangan.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id & youtube @kelana180

Captions:
1. Wisatawan berkunjung ke kampung Gang Apandi belakang Jalan Braga, Bandung.
2. Masjid di lereng Gunung Sumbing menjadi daya tarik tersendiri.
3. Camping ground di pantai salah satu alternatif akomodasi dalam berwisata.
4. Masjid di kawasan Stasiun Bandung.
5. Wisata ramah lingkungan turut menjaga kebersihan dan keasrian alam.
6. Belanja dan kulineran di pedagang lokal menambah pendapatan masyarakat setempat.



Read more...

Selasa, 30 Desember 2025

Cara Asyik Camping di Pantai Parangtritis


Bukan cuma hotel dan penginapan biasa yang tersedia di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Pun camping area untuk wisatawan yang ingin merasakan sensasi berkemah atau menginap dalam tenda di tepian pantai.

Nah, buat Anda yang tengah liburan jelang dan sambut tahun baru 2026 di Kota Jogja dan ingin berkemah di Pantai Parangtritis, mungkin bisa mencoba sederet cara asyik yang pernah TravelPlus Indonesia terapkan.

Sebelum menuju Pantai Parangtritis dari penginapan/hotel di Kota Jogja, sebaiknya Anda menghubungi pengelola Beach Camping Parangtritis untuk memesan paket berkemah yang tersedia di sana. Pilihan paketnya bermacam, ada paket survival, santai, enjoy, dan paket family. Anda juga membawa tenda sendiri, jadi cukup sewa lahan buat mendirikan tenda.

Perlu diingat, kalau Anda ingin mendapatkan suasana camping yang ramai dalam artian banyak wisatawan yang berkemah juga, pilih  pas akhir pekan, Jumat malam atau Sabtu malam. Tapi kalau suka suasana yang lebih hening, ya pilih diluar akhir pekan.

Setelah memesan paket berkemah, lanjut memilih moda transportasi yang akan digunakan dari Kota Jogja ke Parangtritis.



Bila Anda menggunakan transportasi umum, pilihan praktis naik Sinar Jaya shuttle bus yang titik keberangkatannya di parkiran depan Bank Indonesia (di sebelah Kantor Pos/di seberang Benteng Vredeburg).

Sebaiknya pilih waktu keberangkatan pukul 13.00 WIB atau pukul satu siang. Kenapa? Supaya Anda masih punya waktu untuk makan siang dan salat zuhur setelah check out dari penginapan.

Jangan lupa sekalian online booking tiket untuk pulangnya. Sebaiknya ambil waktu kepulangan dari terminal bus Parangtritis pukul 12 siang, supaya Anda masih bisa melakukan bermacam aktivitas menarik di pagi hari.

Untuk mendapatkan tiket sesuai jam keberangkatan dan kepulangan tersebut, Anda harus online booking tiketnya via aplikasi antara lain Redbus.

Waktu tempuh dari titik keberangkatan (Kota Jogja) ke terminal bus Parangtritis sekitar 1 jam bila kondisi lalu lintas lancar. Diperkirakan paling lambat Anda tiba di terminal bus Parangtritis jelang sore, sebelum pukul 15.00 WIB. Dari terminal tersebut, Anda tinggal menyeberang jalan raya lalu berjalan kaki tak sampai 100 meter ke camping area di tepi Pantai Parangtritis.



Selanjutnya temui pihak pengelola atau penjaga camping area tersebut untuk melihat tenda sesuai paket camping yang Anda pesan, sekaligus melakukan pembayaran.

Selepas istirahat sejenak, ringankan langkah untuk pergi ke Masjid Al Afiyah As'ad Humam yang berada di Purwosari. Gunungkidul. Jaraknya sekitar 1 Km dari Pantai Parangtritis ke atas perbukitan.

Kenapa ke masjid itu dan untuk apa? Karena masjid itu menyuguhkan pemandangan langsung mengarah ke laut kawasan Pantai Parangtritis sehingga mendapat sebutan/punya nama lain Masjid Ocean View Parangtritis. Di sana, tentu saja selain mengabadikan keindahannya pun Anda bisa sekaligus salat asar berjemaah.

Bagaimana dengan transportasi ke sana? Kalau Anda tidak bawa kendaraan pribadi, bisa minta tolong pengelola camping area untuk mencarikan warga lokal yang bisa mengantarkan Anda pergi pulang (P/P) dengan sepeda motor (karena di sana tidak ada ojek pangkalan, sedangkan ojek online sangat terbatas).

Usai salat asar dan mengabadikan keistimewaan masjid tersebut, lalu balik ke camping area untuk melanjutkan berbagai aktivitas bahari di Pantai Parangtritis.

Aktivitas yang bisa Anda lakukan antara lain naik jeep/ATV/delman ataupun berkuda. Pilihan lain Anda bisa main sepak bola, voli pantai, layangan, paralayang dan atau sekadar duduk-duduk beralas tikar sambil minum es kelapa muda. Jangan lupa  mengabadikan pesona matahari terbit khas Pantai Parangtritis yang menawan.



Bila Anda memilih naik jeep, pilih salah satu paket wisata jeep Parangtritis atau tour jeep Gumuk Pasir Parangtritis. Paketnya ada short pantai, short gumuk, medium 1, medium 2, long 1, dan paket long 2 dengan durasi, rute, dan tarif yang berbeda.

Puas beraktivitas di Pantai Parangtritis, menjelang magrib lanjut mandi sore di kamar mandi yang tersedia di warung-warung tepi pantai, tepatnya di seberang camping area. Lalu disambung dengan salat magrib di musala yang ada di warung tersebut atau Anda bisa ke Masjid Al-Fatah yang berada di dekat terminal bus Parangtritis.

Setelah salat magrib di masjid berwarna hijau terang tersebut, Anda bisa lanjut makan malam di Angkringan yang ada di depan terminal bus Parangtritis sambil menunggu waktu isya.



Selepas salah isya di masjid mungil tersebut, Anda bisa lanjutkan nongkrong ke kedai kopi SloWae Parangtritis yang berjarak sekitar 200 meter dari terminal bus dengan berjalan kaki. Kedai kopinya berada tepat di tepi jalan. Selain menyeruput kopi pilihan, Anda bisa memesan aneka camilan.

Lepas hangout di kedai kopi tersebut, lanjut balik ke camping area untuk menikmati tidur dalam tenda di tepian pantai berteman suara embusan angin laut dan deburan ombak di kejauhan.

Keesokan paginya, usai subuhan di musala warung, Anda bisa jalan-jalan ke pantai untuk merekam pesona matahari terbit (sunrise) khas Parangtritis.



Berendam di Air Panas
Aktivitas berikutnya, berendam di pemandian sumber air panas Parang Wedang yang berjarak sekitar 1 Km dari camping area. Karena jalannya lurus dan datar, Anda bisa berjalan kaki sekaligus olah raga tipis-tipis.

Usai mandi, Anda bisa beli sarapan pagi di pedagang yang ada di pemandian tersebut. Pilihannya ada nasi uduk dan lainnya.

Setelah itu kembali berjalan kaki ke camping area melewati jalan yang sama atau bisa memilih lewat pantai.



Selanjutnya istirahat sejenak dan berkemas. Sebelum beranjak ke terminal bus, pamit terlebih dulu dengan pihak pengelola lalu mampir ke toko-toko oleh-oleh untuk membeli suvenir atau merchandise khas Parangtritis.  Setelah itu baru ke terminal bus untuk naik Sinar Jaya shuttle bus dengan waktu kepulangan pukul 12 siang menuju Kota Jogja sesuai tiket pesanan Anda.

Setibanya di Kota Jogja, Anda bisa lanjut makan siang dan salat zuhur di lokasi terdekat atau di area Malioboro. Baru kemudian ceck in ke penginapan yang sudah Anda online booking sebelumnya.

Selamat mencoba camping di Pantai Parangtritis. Semoga cara asyik ala TravelPlus Indonesia di atas, bermanfaat 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Berkemah di tepi pantai, salah satu alternatif menginap selama berkunjung di Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.
2. Terminal bus Parangtritis, tempat pemberhentian Sinar Jaya shuttle bus dan bus reguler lain.
3. TravelPlus Indonesia sempat merasakan sensasi camping di Pantai Parangtritis.
4. Naik jeep wisata jelang sore, sambil menunggu sunset khas Parangtritis.
5. Nongkrong di kedai kopi SloWae Parangtritis selepas salat isya.
6. Paginya mandi di pemandian sumber air panas Parang Wedang yang berjarak sekitar 1 Km dari Beach Camping Parangtritis.
7. Banyak pilihan paket berkemah yang bisa Ada pilih di Pantai Parangtritis.


 

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP