. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 20 Maret 2026

Gunung Kerinci Diincar Banyak Pendaki, Ini Lima Daya Pikatnya


Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan dua provinsi di Sumatra yakni Jambi dan Sumatra Barat, menjadi salah satu gunung yang diincar banyak pendaki untuk mengisi  libur lebaran tahun ini.

Faktanya di beberapa grup WA pendaki sejumlah tour operator (TO) pendakian gunung dari Jawa dan lainnya, membuat open trip (OT) maupun share cost pendakian ke Gunung Kerinci.

Harga OT-nya bervariasi sesuai dengan fasilitas yang disediakan namun jalur pendakian yang dipilih hampir semua OT memilih via Kersik Tuo, yakni sebuah desa yang berada di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia yang pernah menggapai puncak Gunung Kerinci via Kersik Tuo beberapa tahun lalu, sekurangnya ada lima daya pikat yang dimiliki Gunung Kerinci sehingga masuk dalam daftar gunung dambaan para pendaki  Indonesia bahkan mancanegara.


Daya pikat Gunung Kerinci yang pertama, gunung berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini menyandang tiga predikat yang membanggakan sekaligus mencegangkan.

Predikat pertama, gunung berapi tertinggi di Sumatra sehingga layak menyandang gelar "Atapnya Sumatra" . Nama puncak Gunung Kerinci adalah Puncak Indrapura.

Berkat predikat tersebut, tak sedikit pendaki yang beranggapan belum sempurna, lengkap atau komplet pendakian gunung di Sumatra kalau belum menapakkan kaki dan atau mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kerinci.

Pemandangan yang disuguhkan di kejauhan dari puncaknya antara lain Kota Jambi, Kota Padang, Kota Bengkulu, dan Samudra Hindia bahkan terkadang samudra atau lautan awan bila cuaca tengah bersahabat.


Predikat kedua, gunung berapi tertinggi di Indonesia (masuk sevent summits of Indonesia). Ketinggiannya mengalahkan Gunung Rinjani yang merupakan "Atapnya Lombok" sekaligus "Atapnya Nusa Tenggara" dan Gunung Semeru yang menjadi "Atapnya Jawa".

Sejumlah puncak gunung di Papua antara lain Puncak Jaya/Carstenz Pyramid, Trikora, dan Mandala yang berketinggian di atas 4.000 Mdpl memang lebih tinggi daripada puncak Gunung Kerinci. Namun puncak-puncak gunung di Bumi Cendrawasih tersebut, bukanlah gunung berapi.

Predikat ketiga sekaligus mencengangkan/menakjubkan, Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara atau kawasan ASEAN. Beberpa gunung di negara lain seperti Gunung Hkakabo Razi di Myanmar bagian Utara dan Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia memang lebih tinggi daripada Gunung Kerinci. Namun kedua gunung tersebut juga bukanlah gunung berapi.


Tiga predikat prestisius tersebut boleh dibilang menjadi daya tarik utama yang membuat Gunung Kerinci ramai peminatnya atau dengan kata lain menjadi gunung yang wajib masuk daftar pendakian setiap pendaki di Tanah Air sekalipun hanya sekali seumur hidup.

Daya pikat Gunung Kerinci yang kedua, Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang beberapa kawasannya masih menjadi habitat Harimau Sumatra. Fakta tersebut membuat pendakian gunung ini terasa punya tantangan tersendiri bagi pendaki terlebih yang tinggal diluar Sumatra.


Daya pikatnya yang ketiga, Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe
stratovolkano yang masih aktif hingga saat ini.

Gunung berbentuk kerucut ini memiliki lebar 13 Km dan panjang 25 Km. Di  puncaknya terdapat kawah berukuran 400 x 120 meter dan dalam 600 meter berisi air berwarna hijau yang masih berstatus aktif.

Gunung Kerinci terakhir erupsi pada 11 Januari 2023 hingga sekarang. Menurut data dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gunung ini, pernah meletus di kawah pusatnya pada 1838.

Tingkat Kesulitan
Daya tariknya yang keempat, memiliki hanya dua jalur pendakian umum menuju puncaknya yakni via Kersik Tuo, Kab. Kerinci, Jambi dan via Bukit Bontak, Kab. Solok Selatan, Sumbar dengan tingkat kesulitan yang berbeda.


Berdasarkan level/grade atau tingkat kesulitan yang sudah diklasifikasikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo masuk dalam level 3 atau menengah bersama antara lain dengan Gunung Gede, Pangrango, Ciremai, Halimun Salak, Merbabu, Singgalang, Bawakaraeng, dan Gunung Tambora.

Sedangkan pendakian Gunung Kerinci via Bukit Bontak, Solok Selatan, Sumbar ber-level 4 atau sulit bersama antara lain dengan Gunung Argopuro, Gendang Dewata, Semeru, Binaiya, dan Gunung Rinjani.

Jalur pendakian Gunung Kerinci via Bukit Bontak, terbilang masih baru. Jalur tersebut resmi dibuka pada akhir 2025.

Dari dua jalur pendakian tersebut, jalur via Kersik Tuo yang berada pada ketinggian 1.400 Mdpl, sampai saat ini paling sering digunakan para pendaki dengan durasi pendakian 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam (jika ingin lebih santai).


Daya pikat Gunung Kerinci yang terakhir atau kelima adalah gunung berapi yang di sekitarnya terdapat belasan danau, yang terbesar antara lain Danau Kerinci seluas 4.200 hektar yang terletak di ketinggian 650 Mdpl dan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 1.996 Mdpl.

Selain itu ada Danau Kaco yang juga berada di kawasan yang sama dengan Gunung Kerinci, yaitu di dalam TNKS, Jambi. Danau di keringgian 1.229 Mdpl yang airnya berwarna biru jernih ini terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kab. Kerinci. Biasanya usai mendaki puncak Gunung Kerinci, tak sedikit pendaki yang lanjut ke salah satu danau tersebut untuk rileks.

Melihat lima daya pikat Gunung Kerinci terlebih tiga predikat yang disandangnya di atas, wajar kalau banyak pendaki di Tanah Air yang mendambakannya dan mengincarnya sebagai destinasi pendakian liburan lebaran tahun ini.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Foto & video: adji & #rekanpendaki

Captions:
1. Gunung Kerinci berlatar depan perkebunan teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Jambi diincar banyak pendaki untuk mengisi libur lebaran tahun ini.
2. TravelPlus Indonesia berdiri di depan Pintu Rimba, gerbang awal pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Jambi.
3. Melewati salah satu trek pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Jambi.
4. Bukti kalau TravelPlus Indonesia pernah menampakkan kaki di Puncak Indrapura, puncaknya Gunung Kerinci.
5. Video TravelPlus Indonesia berzikir mengucapkan Salam Tauhid, Lailahailallah di puncak Gunung Kerinci.
6. Gunung Kerinci menyandang tiga predikat yang menakjubkan yakni gunung berapi tertinggi di Sumatra, Indonesia bahkan Asia Tenggara.
7. TravelPlus Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kerinci.


Read more...

Kamis, 19 Maret 2026

Punya Sederet Keistimewaan, Nagari Tuo Pariangan Pantas Masuk Daftar Destinasi Libur Lebaran


Desa wisata di Sumatra bisa menjadi pilihan destinasi libur lebaran yang berkesan, salah satunya Nagari Tuo Pariangan yang berada di lereng Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Kenapa TravelPlus Indonesia merekomemdasikannya? Jawabannya karena desa wisata yang terletak di Kecamatan Pariangan sekitar 35 Km dari Kota Bukittinggi atau 95 Km dari Kota Padang (Ibu Kota Sumatra Barat atau Sumbar) ini, memiliki sederet keistimewaan.

Berdasarkan data dari berbagai sumber terkait dan ditambah dengan keterangan dari Afrizal Depi selaku ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan, sederet keistimewaan Nagari Tuo Pariangan sebagai desa wisata terbilang menakjubkan.

Keistimewaannya yang pertama, pernah diakui secara internasional oleh media seperti Travel Budget pada 2012 karena keasriannya sebagai salah satu desa terindah di dunia.


Selanjutnya pernah pula menyabet penghargaan tingkat Nasional yakni juara pertama ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Keistimewaan berikutnya, masih di tahun yang sama 2022, Nagari Tuo Pariangan memperoleh dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni sebagai Desa Wisata Pertama dengan Batik Beraroma Kopi dan Desa Wisata Pertama yang Memiliki Pewarna Batik Alami dari Limbah Kopi.

Desa wisata yang menjadi pusat sejarah budaya orang Minang karena diyakini sebagai permukiman pertama di Minangkabau ini juga pernah dikunjungi Malayapura Heritage Film Festival (MAHEFF) 2025, yakni festival perayaan kekayaan cagar budaya dan objek diduga cagar budaya melalui medium film pendek yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran budaya generasi muda terhadap warisan Minangkabau.


Bertempat di halaman Masjid Ishlah Nagari Tuo Pariangan, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wilayah III memutar beberapa film pendek tentang kebudayaan Minangkabau seperti Pacu Jawi dan Sumpah Sati Marapalam.

Selain Masjid Ishlah yang berusia tua dan bersejarah, desa wisata ini juga memiliki Rumah Gadang tradisional tanpa paku yang berumur ratusan tahun, Balai Saruang, Situs prasasti Pariangan/Batu Lantak Tigo, dan Kuburan Panjang sebagai daya tarik wisata sejarah, budaya, dan religi.

Desa wisata yang masih menjaga kearifan lokalnya dengan baik ini juga pernah menjadi lokasi syuting film Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu yang diperankan antara lain oleh Jessica Mila, Kevin Julio, dan Unique Priscilla.


Desa wisata yang terletak di ketinggian 800-1000 Mdpl ini pun menawarkan keindahan alam yang menawan seperti sawah berundak di lereng gunung, sumber air panas, dan air terjun.

Tujuh Paket Wisata
Desa wisata yang memiliki Pokdarwis yang aktif dan melek digital ini juga menyediakan sekurangnya 7 paket wisata menarik. Pertama, Paket Pariangan Heritage Walk yakni wisata berjalan santai seraya menengok dari dekat berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Nagari Tuo Pariangan.

Kedua, Paket Makan Bajamba di Rumah Gadang yakni jamuan makan tradisional Minangkabau yang didakan untuk menghormati tamu undangan pada acara-acara adat.


Paket ketiga, trekking ringan berdurasi sekitar 2 jam pergi-pulang ke Air Terjun Pariangan yakni Aia Najun Batang Bangkaweh yang terbilang midah diakses.

Keempat, Paket Belajar Tari Piriang langsung bersama maestro tari piring lokal. Kelima, Paket Kelas Memasak Rendang di dapur terbuka.

Selanjutnya atau keenam, Paket Pariangan One Day Tour berdurasi 5 – 8 jam dengan didampingi oleh pemandu wisata lokal. Dan yang terakhir atau ketujuh, Paket Edu Tour 2 hari 1 malam bermalam di rumah gadang sembari belajar tradisi dan adat Minangkabau di Nagari Tuo Pariangan.

Melihat sederet keistimewaannya itu, tak berlebihkan kalau desa wisata yang memliki kuliner khas antara lain Kopi Kawa Daun (kopi dari daun kopi) dan Dakak-dakak yang lamak bana (enak sekali) ini kerap dikunjungi wisatawan lokal, Nusantara bahkan mancanegara dan juga sangat pantas TravelPlus Indonesia masukkan dalam daftar destinasi libur lebaran tahun ini.


Nah, buat Anda, pembaca setia TravelPlus Indonesia yang berencana pulang kampung dan atau memang sengaja berlibur lebaran ke Sumbar, sepertinya wajib memasukkan Desa Wisata Nagari Tuo Pariangan ke dalam daftar kunjungan, karena Anda bakal bisa menikmati ragam wisata sekaligus yakni wisata sejarah, budaya, religi, kuliner, dan wisata alam nan rancak bana (indah sekali) khas Ranah Minang.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Foto-foto: dok. Afrizal Depi/Pokdarwis Nagari Tuo Pariangan

Captions:
1. Sejumlah pengunjung berwisata di Nagari Tuo Pariangan, desa wisata yang berada di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar yang memiliki banyak keistimewaan.
2. Salah satu rumah gadang berusia ratusan tahun di Nagari Tuo Pariangan.
3. Masjid Ishlah, masjd tua dan bersejarah di Nagari Tuo Pariangan.
4. Pemandangan sawah berundak nan menawan di lerang gunung di Nagari Tuo Pariangan.
5. Wisatawan berfoto bersama di depan salah satu rumah gadang di Nagari Tuo Pariangan.

Read more...

Rabu, 18 Maret 2026

Tips Nyaman Liburan Lebaran saat Cuaca Panas ataupun Hujan


Beberapa hari diujung Ramadan, sejumlah wilayah di Tanah Air ada yang bercuaca panas dan tak sedikit yang masih turun hujan. BMKG sendiri memprakirakan kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idul Fitri 2026 secara umum relatif kondusif. Namun potensi hujan intensitas tinggi di beberapa wilayah masih terjadi dan perlu diwaspadai.

Kesimpulannya, cuaca saat libur lebaran tahun ini di sejumlah wilayah di Tanah air ada yang cenderung panas, ada pula yang kemungkinan masih kerap diguyur hujan.

Nah, supaya liburan lebaran Anda berjalan lancar, berkesan, dan menyenangkan, tak ada salahnya mengindakah delapan (8) tips versi TravelPlus Indonesia ini.

Pertama, memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini terkini yang dikeluarkan BMKG lewat website, aplikasi InfoBMKG, dan atau media sosial resmi BMKG . Tujuannya untuk mengetahui gambaran kondisi cuaca daerah atau destinasi wisata yang akan  Anda tuju, apakah baik-baik saja, sangat panas atau malah hujan terus-menerus.

Kedua, memilih destinasi dan aktivitas wisata yang tepat sesuai kondisi prakiraan cuaca yang didapat dari BMKG.

Kalau cuacanya sangat panas dan atau curah hujannya tinggi maka pilihan destinasi dan aktivitas wisatanya indoor (di dalam ruangan) antara lain belanja dan makan di mall/pusat perbelanjaan, menikmati ragam koleksi museum, staycation sambil menikmati fasilitas hotel terutama hotel bintang 3 keatas, melihat aneka barang senidi galeri seni, ngopi dan ngemil di kafe/resto, menyaksikan konser musik di venue konser indoor, menonton film pilihan di bioskop, dan atau melakukan aktivitas olahraga seperti berenang di kolam renang indoor, dan atau ke destinasi wisata bekas perang yakni benteng yang memiliki beberapa bangunan indoor, ke masjid-masjid istimewa dari segi arsitektur/kuno/bersejarah, dan lainnya.


Kalau cuacanya baik-baik saja (panasnya tidak terlalu terik dan tidak pula terus menerus diguyur hujan), pilihan destinasi dan aktivitas wisatanya bisa outdoor (diluar ruangan atau alam terbuka) misalnya rekreasi di taman kota/hutan kota, piknik di tepi danau/pantai, berkemah di camping ground, treking ke air terjun, mendaki gunung seraya menikmati alam berudara sejuk-dingin, mengabadikan benteng yang bangunannya dominan terbuka, keliling desa wisata berpredikat istimewa misalnya pernah menjadi juara ajang ADWI (Anugerah Destinasi Wisata Indonesia), dan lainnya.

Tips berikutnya atau yang ketiga, kalau memilih destinasi wisata outdoor sebaiknya aktivitas wisatanya dilakukan pagi setelah sarapan sampai pukul 10 pagi. Pilihan kedua  sore setelah Asar sampai Magrib. Pilihan ketiga selepas Isya sampai pukul 10 malam jika memang tempat wisatanya beroperasi sampai tengah malam.

Adapun dari pukul 11.00-15.00 sebaiknya memilih destinasi indoor  mengingat rentang waktu siang itu matahari bersinar sangat terik saat bercuaca panas.

Keempat, bila panasnya terik sebaiknya memakai pakaian yang ringan, warna terang/lembut seperti putih, kream, abu-abu muda, hijau muda, dan atau biru muda. Hindari berpakian warna gelap/hitam karena itu justru mudah menyerap panas.

Jenis pakaian yang dikenakan tetap sopan terlebih pergi ke destinasi populer yang ramai dan atau ke destinasi wisata religi. Misalnya pakaian katun berwarna terang/lembut berlengan panjang dan bercelana panjang. Memakai pula sandal lapangan atau sepatu lapangan/sport yang nyaman dan ringan, dak bikin cepat lelah dan lecet.


Kelima membawa perlengkapan traveling yang penting antara lain payung lipat dan jas hujan bils kondisi cuaca masih kerap turun hujan, kipas angin mini genggam untuk meredam hawa panas, topi traveling yang lebar, kaca mata, tisu, handuk traveling, sajadah traveling, tikar traveling dan sunscreen (krim tabir surya) minimal SPF 30 dengan pemakaian setiap 2 jam, dan Tumbler yang berisi air putih.
Sebaiknya minum air putih secara berkala jangan menunggu sampai haus.

Tips selanjutnya atau yang keenam, memberitahu/ menyampaikan informasi tips poin pertama sampai kelima kepada angota leluarga/kerabat, teman dekat atau pacar yang akan ikut liburan lebaran agar paham dan mengindahkannya. Kalau membawa anak/keponakan yang masih bocil, persiapan dan perlengkapannya harus  lebih komplet.

Ketujuh, mengunakan moda tranportasi yang sesuai. Kalau menggunakan tranportasi umum bisa menggunakan angkot, bus, kereta ekonomi/commuter line, LRT, dan atau MRT.

Pilihan lain menyewa angkot/bus mini/bus pariwisata namun harus yang kondisi bagus atau layak jalan. Bisa juga nengunakan moda transportasi online (motor ataupun mobil). Bula memakai kendaraan/mobil pribadi, sebaiknya cek sistem pendingin (AC) dan radiator sebelum berangkat agar tidak mogok di tengah panas.

Hal-hal Penting
Terakhir atau tips kedelapan mengindahkan hal-hal penting, antara lain liburan lebaran harus dilakukan saat kondisi tubuh/badan tengah sehat dan fit, bukan sedang sakit/kurang enak badan.

Sebaiknya hindari destinasi yang terlalu populer dan kerap menimbulkan kemacetan panjang menuju lokasi atupun pintu masuk. Bila tiket masuknya bisa dibeli secara online sebaiknya beli online untuk menghindari macet di pintu loket manual/beli di tempat


Berdoalah saat keluar rumah dan di perjalanan, terlebih ke destinasi wisata yang jauh/berat/sulit aksesnya supaya lancar sampai tujuan. Begitupun saat pulang/kembali ke rumah.

Membawa bekal makanan/camilan yang praktis serta obat-obatan pribadi, dan P3K standar.

Menyertakan pula bekal ramah lingkungan (membuang sampah pada tempatnya). Tidak membuat keributan, keonaran, kegaduhan tetap menjaga ketenangan, tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, dan tidak melakukan perbuatan yang tidak senonoh selama di destinasi wisata.

Tak lupa mengabadikan spot-spot keren/unik lalu bagikan ke ragam medsos dengan captions yang akurat, menarik, dan informatif.

Satu lagi meskipun inti liburan lebaran itu bersenang-senang sambil silaturahmi namun harus tetap dalam (menjaga) iman, artinya bila Anda wisatawan muslim tetaplah menunaikan kewajiban sebagai muslim (salat wajib lima waktu) di perjalanan pergi-pulang maupun selama berada di destinasi wisata.

Selamat liburan lebaran, semoga lancar, berkesan, dan menyenangkan🙏.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Liburan lebaran di outdoor sebaiknya diselaraskan dengan kondisi cuaca, bisa mencari tahu info kondisi cuaca terkini daril BMKG.
2. Video mandi dan berendam di air terjun bisa jadi pilihan liburan lebaran bersama keluara dan kerabat.
3. Menganadikan bangunan tua dam bersejarah di kota juga jadi pilihan yang seru.
4. Jangan lupa buat dokumentasikan setiap kegiatan liburan lebaran sebagai buah kenangan yang tak terlupakan.

Read more...

Senin, 16 Maret 2026

Tips Menikmati Destinasi Wisata Bekas Perang Biar Lebih Berkesan


Punya rencana mengisi libur lebaran tahun ini  dengan mengunjungi destinasi wisata bekas perang khususnya benteng? Ikuti  saja 11 (sebelas) tips dari TravelPlus Indonesia ini, supaya berujung lebih berkesan.

Tips pertama, mengindahkan peraturan yang berlaku di benteng sebagai destinasi wisata bekas perang yang akan dikunjungi termasuk cara membeli tiket masuknya bila memang berbayar.

Kedua, bawa serta anak dan atau keponakan mengingat destinasi wisata bekas perang tersebut bermuatan edukasi supaya melek akan sejarah perang yang terjadi di sana.

Tips berikutnya atau yang ketiga, memakai pakaian dan alas kaki yang nyaman serta pelindung kepala untuk menghalau cuaca panas. Kalau datang saat musim hujan, sedia aku eh payung sebelum hujan.

Keempat, waktu terbaik berkunjung sore selepas asar sampai malam kalau benteng tersebut memang buka sampai malam hari.

Kelima, kalau lokasi bentengnya agak sulit diakses kendaraan umum sebaiknya datang pagi sampai jelang siang. Bisa juga menggunakan moda transportasi online jika memang tersedia.

Tips selanjutnya atau yang keenam, sebaiknya berdoa sebelum masuk ke dalam benteng agar lancar dan tidak mengalami 'gangguan'. Mendoakan pula para pejuang Indonesia yang telah gugur dalam peperangan di tempat tersebut.


Ketujuh, mendokumentasikan spot-spot menarik atau kegiatan yang tengah berlangsung di benteng tersebut lalu buat ragam konten (tulisan, foto, video dll), termasuk keindahan panorama sekitar yang menjadi latar belakang benteng.

Kedelapan, turut menyebarluaskan daya tarik benteng yang dikunjungi lewat ragam medsos agar publik nasional dan internasional tahu lalu tertarik datang ke destinasi wisata bekas perang tersebut.

Tips berikutnya atau yang kesembilan, meminta bantuan pemandu wisata setempat yang paham tentang sejarah benteng yang kunjungi supaya pulangnya bisa membawa 'oleh-oleh' cerdas.

Ke-10, berkunjung saat ada event/kegiatan menarik seperti konser musik, festival, bazaar kuliner dan lainnya jelas lebih menguntungkan karena sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Tips terakhir atau yang ke-11, tetap menjaga kebersihan, ketenangan, dan tidak melakukan perbuatan yang tidak senonoh selama berada di benteng.

Selamat berlibur lebaran di destinasi wisata bekas perang, khususnya benteng, semoga berkesan dan kelak kembali datang bersama orang-orang tersayang.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Benteng Kuto Besak di Kota Palembang, Sumsel. 
2. Video menikmati Musikoloji di Benteng Museum Vredeburg, Kota Jogja, DIY.

Read more...

Lima "K" Menghidupkan Destinasi Wisata Bekas Perang Pasca-Revitalisasi


Ada sekurangnya lima (5) "K" versi TravelPlus Indonesia untuk menghidupkan destinasi wisata bekas perang seperti benteng yang sudah direvitalisasi supaya kian terkenal dan ramai pengunjungnya.

Lima "K" itu adalah komunikatif, kreatif, kerja sama, kemanfaatan, dan kontinu.

Sebelum TravelPlus Indonesia mengurai arti/makna setiap "K" tersebut, ada baiknya kita memahami maksud kata revitalisasi pada destinasi wisata bekas perang dalam hal ini benteng.

"Revitalisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali. Tujuannya  antara lain mengembalikan fungsi, meningkatkan nilai strategis, dan memperbarui struktur agar relevan dengan kondisi baru. Revitalisasi disini mencakup perbaikan fisik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Revitalisasi benteng adalah upaya menghidupkan kembali benteng yang sudah rusak atau terbengkalai dengan cara memugar, memperbaiki, melestarikan, menata ulang, dan meningkatkan fungsinya. Proses ini bertujuan mengembalikan struktur asli, meningkatkan nilai sejarah, serta menjadikannya ruang publik kreatif atau destinasi wisata tanpa merusak keaslian bangunan.


Pasca-revitalisasi benteng tak cukup hanya publikasi/promosi lewat ragam media tapi harus disertakan dengan upaya menghidupkannya yakni dengan 5 "K".

"K" pertama, komunikatif artinya setiap kegiatan yang dibuat/diadakan/digelar di destinasi wisata bekas perang dalam hal ini benteng yang sudah direvitalisasi, harus dikomunikasikan/dipromosikan/dipublikasikan dengan tepat agar mudah diketahui, dipahami/dimengerti publik.

Untuk itu perlu tim yang komunikatif (aktif menyampaikan informasi pra, on , dan pasca-kegiatan secara menarik. Selain itu tim ini harus mudah dihubungi oleh publik lewat akun media sosial, WA, dan lainnya.

Bukan cuma itu, tim ini juga harus komunikatif dengan sejumlah pihak lain misalnya dengan perusahaan film, sutradara film, dan lainnya supaya mereka tertarik dan mau syuting film di benteng yang sudah direvitalisasi tersebut dengan melibatkan aktor nasional ternama dan aktor/seniman/warga lokal.

"K" kedua, kreatif maksudnya pengelolanya memiliki daya cipta atau kemampuan untuk menciptakan berbagai kegiatan yang  menarik (berdaya tarik) hingga membuat wisatawan baik lokal, Nusantara maupun mancanegara datang ke benteng yang sudah direvitalisasi tersebut.

Ragam kegiatannya bisa bersifat hiburan, edukasi, bermuatan pelestarian budaya tradisional, dan lainnya.


Jenis kegiatan bersifat hiburan antara lain konser musik genre tertentu maupun bermacam genre musik misalnya konser musik jazz (penampilannya hanya penyanyi dan band yang mengusung jazz). Kalau konser musik gado-gado atau campuran, penampilannya ada penyanyi/band rock, dangdut, jazz, pop dan lainnya dalam satu festival atau konser musik tersebut.

Jenis kegiatan bermuatan edukasi dan pelestarian seni-budaya antara lain festival tari, fashion show, bazaar kuliner, dan lainnya. Bisa juga yang bersifat lomba seperti lomba fotografi, konten video, menulis, dan atau melukis terkait benteng tersebut atau lomba bermuatan religi seperti musabaqoh tilawatil Quran, dan lainnya.

Pilihan lain, jenis kegiatan yang bersifat pameran seperti pameran foto, buku, barang antik, kendaraan kuno, dan lainnya.

Bisa juga membuat acara terkait hari besar Nasional seperti Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan RI, dan lainnya. Bisa juga buat acara terkait hari besar agama Islam seperti gema Ramadan, perayaan lebaran, dan lainnya.

Pilihan lain membuat ruang cinema untuk menonton film terkait peperangan yang terjadi di destinasi tersebut, berdiskusi tentang film dokumenter perang, dan lainnya.


Catatan Penting
Setiap kegiatan yang dibuat terlebih yang bersifat hiburan seperti konser musik, harus menentukan kuota pengunjung. Artinya jumlah pengunjung harus disesuaikan dengan kemampuan daya tampung benteng tersebut agar tidak menimbulkan kerusakan dan atau supaya penonton tetap nyaman menikmati konser musik tersebut.

Pemilihan waktu juga amat penting. Kalau ingin menggelar konser musik di benteng tersebut dengan venue outdoor sebaiknya digelar pada saat musim kemarau untuk meminimalisir diguyur hujan.

Catatan penting lainnya menyediakan  tempat sampah yang cukup dan atau menurunkan tim kebersihan selama acara berlangsung supaya kondisi benteng tersebut tetap terjaga kebersihannya.

Satu lagi, setiap acara yang dibuat di benteng yang sudah direvitalisasi sebaiknya dimanfaatkan sekaligus untuk menginformasikan tentang sejarahnya, statusnya, dan fungsinya saat ini termasuk cara pembelian tiket masuk serta aturan yang berlaku bagi setiap pengunjung. Bahan informasinya bisa lewat penayangan video maupun selembaran.

"K" berikutnya atau yang ketiga, kerja sama maksudnya setiap kegiatan yang dibuat/diadakan/digelar di benteng yang sudah direvitalisasi, harus melibatkan kolaborasi antar-berbagai pihak antara lain pengelola/pemerintah, jurnalis/pembuat konten yang selama ini sudah ikut meliput/mempublikasikan benteng, event organizer, komunitas kreatif, musisi, seniman, budayawan, UMKM warga lokal/sekitar, donatur, dan sebagainya.

" K" yang keempat, kemanfaatan artinya setiap kegiatan yang dibuat/diadakan/digelar di benteng pasca-revitalisasi, harus punya manfaat/kegunaan minimal buat keberlangsungan dan kemasyhuran benteng tersebut (ketenaran, popularitas, atau reputasi yang luas) dan sekaligus bisa menambah  pendapatan warga sekitar dengan penjualan produk UMKM, menjadi ruang ekspresi bagi penyanyi/musisi/seniman lokal, dan lainnya.


Terakhir atau " K" yang kelima adalah kontinu maksudnya setiap kegiatan yang dibuat/diadakan/digelar di benteng tersebut selain harus serius/ profesional/bukan asal ada pun harus berkesinambungan/berkelanjutan/terus-menerus misalnya bisa seminggu sekali (untuk kegiatan berskala kecil), sebulan sekali (berskala kecil menengah), setiap 6 bulan atau setengah tahun sekali (berskala menengah besar), dan setahun sekali (untuk acara berskala besar).

Acara berskala besar indikatornya bisa dilihat dari pengisi acaranya. Kalau misalkan konser musik, penyanyi/band utamanya harus papan atas ditambah dengan penyanyi/band lokal namun sudah punya nama minimal ditingkat provinsi.

Semakin banyak kegiatan positif dan menarik yang dibuat di destinasi wisata bekas perang dalam hal ini benteng, semakin besar kemungkinan benteng itu menjadi lebih hidup sehingga bukan saja semakin tersohor pun semakin diminati wisatawan.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Sepenggal pesona Benteng (Fort) Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa di Ambarawa, Jawa Tengah kala malam hari.
2. Video pertunjukan air mancur menari "Tirta Abirawa" di Museum Benteng Vredeburg, Kota Jogja.
3. Menghidupkan Museum Benteng Vredeburg dengan suguhan Musikoloji.
4. Menonton film di ruang Willem Cinema, Benteng Pendem Ambarawa.
5. Video Mbeteng Jazz perdana di Benteng Pendem Ambarawa usai direvitalisasi.

Read more...

Minggu, 15 Maret 2026

Destinasi Wisata Bekas Perang, Jadi Pilihan Libur Lebaran (Edisi Benteng-Benteng di Sumatra)


Belum tahu mau kemana dan melakukan aktivitas wisata apa buat mengisi libur Lebaran 2026 yang tinggal menghitung hari?  Sepertinya destinasi wisata bekas perang yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatra, bisa jadi pilihan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "destinasi" berarti tempat tujuan. Sedangkan "wisata"  itu bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya; atau piknik. Secara garis besar destinasi wisata adalah suatu tempat yang menjadi tujuan wisata untuk berbagai tujuan.

Bekas perang terdiri atas dua kata yakni bekas dan perang. Dalam KBBI, "bekas" berarti tanda/sisa/barang yang sudah dipakai, dan "perang" adalah permusuhan/pertempuran. Secara garis besar, bekas perang merujuk pada sisa-sisa fisik ataupun jejak dari dampak pertempuran/peperangan.

Destinasi bekas perang itu beragam, untuk tulisan kali ini TravelPlus Indonesia fokus kepada benteng. Kenapa? Karena benteng identik dengan perang. Lihat saja dari fungsi utama benteng sebagai bangunan pertahanan militer yang dirancang untuk melindungi wilayah, pasukan, atau instalasi penting dari serangan. Selain itu benteng juga merupakan situs sejarah yang menjadi saksi bisu dari peperangan.

Pengertian situs sejarah sendiri adalah lokasi, bangunan, struktur, atau kawasan tertentu yang memiliki nilai penting bagi sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, atau sosial, dan dilestarikan karena warisannya.

Mengapa TravelPlus Indonesia mengangkat destinasi bekas perang? Apakah karena saat ini tengah terjadi perang antar-negara lain yang kabarnya ramai tersiar di ragam medsos? Jawabannya ya, dengan harapan peperangan tersebut segera berakhir.

Lalu benteng apa saja di Sumatra yang kemudian menjadi destinasi bekas perang yang menarik untuk dikunjungi pas libur lebaran tahun ini?

Khusus tulisan ini, TravelPlus Indonesia hanya membatasi benteng- benteng yang ada di Sumatra (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung) yang berukuran relatif besar, luas dan atau bangunannya masih terbilang utuh terlihat sebagai bangunan benteng secara kasat mata.


Dimulai dari provinsi paling atas di Pulau Sumatra yakni Aceh. Berdasarkan data dari berbagai sumber, di provinsi berjuluk Bumi Iskandar Muda ini terdapat beberapa benteng yang menarik sebagai destinasi wisata perang buat libur lebaran tahun ini, antara lain Benteng Indrapatra.

Benteng yang berada di pesisir pantai Ujong Batee, tepatnya di Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar ini dibangun pada abad ke-7 Masehi atau sebelum masa kedatangan Islam di Aceh oleh Kerajaan Lamuri, salah satu kerajaan Hindu yang pernah berkuasa di Aceh. Dulu benteng ini berfungsi untuk melindungi kerajaan dari serangan musuh, khususnya dari pihak kolonial Portugis.

Lanjut ke provinsi bawahnya yakni Sumatra Utara ada Benteng Putri Hijau di Kabupaten Deli Serdang dan Benteng Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Benteng Putri Hijau terletak di Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, ini diyakini sebagai sisa pertahanan Kerajaan Aru (abad ke13 -16) dan Kesultanan Deli. Sedangkan Benteng Barus yang berada di Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus dikenal juga dengan nama Redoute te Baros pada masa kolonial Belanda.

Berikutnya di Sumatra Barat ada 

Benteng Fort de Kock. Benteng yang didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 di atas Bukit Jirek ini merupakan kubu pertahanan Belanda selama Perang Padri dan menjadi saksi bisu sejarah kolonial di Kota Bukittinggi.


Selain itu ada Benteng Van der Capellen di Batusangkar yang juga benteng ini juga dibangun Belanda sebagai pertahanan selama Perang Padri dan Benteng Bukit Tajadi di Jalan Jorong Kampung Talang, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol. Kabupaten Pasaman yang merupakan bekas kubu pertahanan kaum Padri yang dipimpin oleh Imam Bonjol.


Lanjut d Riau ada Benteng 7 Lapis atau dikenal juga dengan nama Benteng Tuanku Tambusai yang berada di Desa Dalu-Dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Benteng ini merupakan benteng pertahanan terakhir kaum Padri yang dipimpin oleh Tuanku Tambusai dalam melawan pasukan Hindia Belanda. Benteng ini kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.


Di provinsi tetangga Riau yakni 

Kepulauan Riau (Kepri) ada Benteng Bukit Kursi yang berlokasi di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Benteng yang ditetapkan sebagai cagar budaya pada tahun 2017 ini merupakan benteng pertahanan kerajaan Melayu Riau-Lingga yang dibangun pada masa Raja Haji Fisabilillah (sekitar 1777-1784) dan digunakan dalam peperangan melawan kolonial Belanda.


Selain itu ada Benteng Kuala Daik di Kabupaten di Lingga yang merupakan benteng pertahanan 3 lapis yang digunakan oleh Kerajaan Riau-Lingga dan Benteng Old Jail di Siak yang merupakan saksi penjajahan Belanda di Riau dan lini menjadi salah satu objek sejarah.


Selanjutnya di Jambi ada Benteng Muara Tembesi di tepi Sungai Batanghari, tepatnya Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari. Benteng yang dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1901 ini digunakan untuk mengintai musuh sekaligus kantor pemerintahan kolonial.



Benteng Buatan Inggris
Di Bengkulu ada Benteng Marlborough (Fort Marlborough), tepatnya di tepi Pantai Tapak Padri, Kota Bengkulu yang dibangun oleh East India Company (EIC) Inggris antara tahun 1713–1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Collett.


Amatan langsung TravelPlus Indonesia, benteng yang pernah dikuasai Belanda, Jepang.dan digunakan sebagai markas Polri serta TNI-AD sebelum menjadi cagar budaya ini kondisinya masih sangat kokoh.


Berikutnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ada Benteng Toboali di Kabupaten Bangka Selatan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sekitar tahun 1825.

Benteng yang berada di atas bukit di pinggir pantai, tepatnya di Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, sekitar 2,5 jam dengan berkendara dari Kota Pangkalpinang ini berfungsi sebagai basis pertahanan dan kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Selain itu ada Benteng Kota Tempilang di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Bangka. Benteng ini didirikan pada masa pemerintahan Abang Pahang Tumenggung Dita Menggala dengan izin dari Sultan Ahmad Najamuddin di bawah Kesultanan Palembang pada abad ke-17 yang berfungsi sebagai gudang dan parit pertahanan mengingat Tempilang pada masa itu dikenal sebagai daerah penghasil timah.

Lanjut di Sumatra Selatan ada Benteng Kuto Besak di pinggir Sungai Musi, Kota Palembang. Amatan langsung TravelPlus Indonesia saat meliput city tour di Kota Pempek ini, benteng yang letaknya di Jalan Sultan Mahmud Badarudin, sekitar 1,5 Km sebelah barat laut Jembatan Ampera ini masih berdiri gagah.



Benteng sisa Kerajaan Palembang Darussalam waktu zaman Belanda ini sengaja yang dibangun dengan biaya sendiri untuk pertahanan menangkal serangan Belanda dan sekaligus rumah tempat tinggal Kerajaan Palembang. Benteng ini menjadi satu-satunya benteng di Indonesia yang menggunakan dinding batu dan juga memenuhi syarat perbentengan atau pertahanan.

Terakhir di provinsi yang posisinya paling bawah d Sumatra yakni Lampung ada Benteng Cempaka. Salah satu situs pertahanan yang digunakan oleh Radin Inten II dalam perjuangannya melawan Belanda ini  terletak di Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu ada benteng kuno di Desa Beteng Sari Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Benteng yang diperkirakan dibangun pada masa kolonial Belanda ini berfungsi sebagai pertahanan dan pengawasan terhadap aktivitas di sekitar wilayah tersebut sekaligus menjadi simbol perlawanan masyarakat lokal terhadap penjajahan.

Benteng-benteng di Sumatra di atas ada yang sudah berstatus cagar budaya ataupun ODCB (Objek yang Diduga Cagar Budaya). Beberapa di antaranya sudah direvitalisasi sehingga penampilannya lebih menawan sebagai destinasi wisata bekas perang yang panjang sejarahnya.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Bagian tengah Benteng Marlborough di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. (Foto: adji)
2. Benteng Indrapatra di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto: dok. website budayaaceh.com milik Disbudpar Aceh)
3. Gerbang Benteng (Fort) Marlborough di Kota Bengkulu. (Foto: adji)
4. Benteng Kuto Besak di Kota Palembang, Sumsel (Foto: adji)


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP