Agrowisata Bunga Pancawarna, Bikin Gunung Luhur Jadi Romantic Mountain
Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ada Gunung Nona yang berjuluk Erotic Mountain. Nah, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat ada Gunung Luhur yang pantas menyandang predikat Romantic Mountain.
Nah, edisi TravelPlus Indonesia kali ini giliran saya membahas kenapa Gunung Luhur yang berada di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur dijuluki predikat bernilai jual tinggi seperti itu?
Amatan saya yang melakukan pendakian gunung berketinggian 1.750 Mdpl tersebut secara tektok baru-baru ini, pemicu utamanya adalah keberadaan agrowisata bunga pancawarna di jalur pendakiannya, tepatnya setelah Pos 3 atau sebelum area camp dan musala.
Keberadaan agrowisata bunga bernama lain Hortensia atau bunga bokor ini membuat pesona keindahan Gunung Luhur terasa berbeda dibanding dengan sederet gunung lain di Sukamakmur maupun di daerah lain.
Agrowisata tersebut bukan hanya menambah spot alam menarik di jalur pendakian Gunung Luhur pun menjadi spot alam yang paling diburu para pendaki selain puncaknya.
Para pendaki terlebih pendaki perempuan banyak yang mampir ke agrowisata tersebut untuk mengabadikan hamparan tanaman bunga pancawarna, berfoto dengan bunga tersebut, dan tentunya ber-swafoto (selfie) dengan latar belakang bunga pancawarna.
Menurut Jhoni pengelola agrowisata bunga pancawarna di tempat itu, hampir setiap pendaki Gunung Luhur yang lewat jalur ini terlebih pendaki perempuan, dipastikan selalu mampir untuk sekadar foto-foto. "Kalau mau beli bunganya sudah disediakan di warung, harganya Rp 10.000 per tangkai," terangnya kepada TravelPlus Indonesia.
Kata Jhoni perkebunan bunga pancawarna tersebut milik kakeknya. Dan sejak Gunung Luhur dibuka untuk wisata pendakian, banyak pendaki yang tertarik dengan bunga pancawarna dan akhirnya dikelola menjadi agrowisata.
"Bunga pancawarna di perkebunan ini biasanya kami jual ke pengumpul dengan harga Rp 2.000 per tangkai. Dari pengumpul lalu distribusikan ke beberapa pasar bunga seperti Cipanas, Bogor, dan Jakarta," terangnya.
Kenapa orang sini menyebut bunga ini pancawarna? "Karena warna bunga bakor yang tumbuh di sini memiliki 5 jenis warna yakni putih, kuning, ungu, hijau, dan biru," ungkap Jhoni.
Selain itu masih ada spot hamparan bunga pancawarna lainnya yang kian memperkuat gelar Gunung Luhur sebagai Romantic Mountain, yaitu di Sunrise Camp Pancawarna 1 yang berada setelah Pos 4 atau sekitar 15 menit sebelum Pos 5.
Pendaki yang melakukan pendakian Gunung Luhur secara nge-camp, banyak yang memilih memasang tenda di area camp tersebut karena selain bisa mendapatkan suguhan matahari terbit di pagi hari pun lokasi camp-nya membuahkan vibes romantis lantaran dikelilingi hamparan tanaman bunga pancawarna.
Sewaktu melewatinya, banyak pendaki yang mengabadikan area camp tersebut berikut dengan tenda berlatar bunga pancawarna yang memesona.
TravelPlus Indonesia sempat berbincang dengan beberapa pendaki yang nge-camp di sana. Menurut mereka, ini salah satu area camp yang romantis dan sudah dilengkapi toilet. "Dinginnya juga nggak terlalu menusuk, jadi enak banget buat nge-camp semalam atau dua malam disini pak," terang mereka.
Satu spot lagi yang menambah kuat Gunung Luhur itu gunung yang romantis adalah keberadaan deretan kios pedagang aneka bunga potong di awal pendakian, tepatnya sekitar 200 meter setelah base camp (BC) dan loket tiket/registrasi.
Aneka bunga potong yang dijual di sana selain bunga pancawarna sebagai primadonanya pun ada bermacam bunga krisan, anggrek pot, anggrek potong, mawar, dan bunga sedap malam.
Amatan TravelPlus Indonesia, banyak pendaki terutama perempuan usai turun gunung mampir ke kios-kios tersebut untuk membeli aneka bunga potong dengan harga pilihan Rp10.000, Rp15.000, dan Rp 20.000.
Satu hal lagi yang bikin Gunung Luhur itu pantas menyandang gelar Romantic Mountain lantaran begitu kuat nuansa keromantisannya.
Di sana banyak pendaki yang baru memulai pendakian mampir ke kios-kios tersebut lalu membeli beberapa tangkai bunga. Menariknya, bunga yang sudah dibeli tidak dititipkan di kios melainkan dibawa serta mendaki.
Jadi selama pendakian, beberapa kali saya berpapasan dengan sejumlah pendaki baik yang sendiri maupun berpasangan atau tengah melakukan mountan date, membawa bunga potong tersebut. Alhasil vibes romantis terasa begitu mencuat.
Nah, buat travelers yang ingin medaki Gunung Luhur dengan tujuan sekaligus mengabadikan keindahan agrowisata bunga pancawarna dan membeli aneka bunga potong, pilihannya tentu dari BC via Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur. Sebab kalau, lewat jalur pendakian/BC lain, tidak akan menemukan/mendapatkannya.
Sebaiknya traveler juga harus dalam keadaan sehat dan sudah mempersiapkan fisik dengan baik sebelum melakukan pendakian.
Baik pendakian tektok ataupun nge-camp, sebaiknya setiap pendaki mengenakan perlengkapan pendakian, seperti pakaian, celana, ransel, dan sepatu gunung yang nyaman.
Perlu diingat, spot agrowisata bunga pancawarna di Gunung Luhur itu berada di jalur pendakian gunung, tepatnya di Pos 3 ke atas. Artinya kalau mau mencapainya, ya harus melakukan pendakian dengan kondisi trek yang menanjak bahkan berlumpur dan sangat licin bila diguyur hujan. Jadi bukan seperti jalan-jalan di Taman Bunga Nusantara ataupun di Kebon Raya Cibodas.
Satu lagi, tidak membuang sampah di jalur pendakian termasuk di sekitar Puncak Pancawangi, puncaknya Gunung Luhur.
Setiap pendaki sejatinya membawa turun sampah/kemasan plastik logistiknya sendiri ke BC, supaya Gunung Luhur yang sudah memiliki predikat menarik sebagai Romantic Mountain tetap terjaga kebersihan, keindahan, dan keasriannya.
Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Captions:
1. Sepenggal pesona agrowisata bunga pancawarna yang membuat Gunung Luhur via Desa Sukawangi, Sukamakmur dijuluki Romantic Mountain.
2. Mengabadikan bunga bokor atau pancawarna yang menjadi primadona agrowisata di Gunung Luhur, Sukamakmur.
3. Pengelola salah satu agrowisata bunga pancawarna di Gunung Luhur saat berbincang dengan TravelPlus Indonesia.
4. Sunrise camp yang dikelilingi hamparan tanaman bunga pancawarna di Gunung Luhur, Sukamakmur.
5. Kios pedagang aneka bunga potong di awal pendakian Gunung Luhur, Sukamakmur.
6. Banyak pendaki terutama perempuan yang membeli aneka bunga potong terutama pancawarna usai turun Gunung Luhur.
7. Agrowisata bunga pancawarna menjadi spot alam yang paling diminati selain Puncak Pancawangi, puncaknya Gunung Luhur.
8. TravelPlus Indonesia saat berada di puncak Gunung Luhur.
























