Enam Kiat Hidupkan Konsep Music Tourism di Hari Musik Nasional
Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret sangat tepat bila dimanfaatkan sebagai momentum untuk lebih serius menghidupkan konsep music tourism atau pariwisata berbasis musik di Tanah Air.
Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada enam kiat untuk menghidupkan konsep tersebut.
Kiat pertama, terus mengasah kreativitas dalam menciptakan sesuatu terkait musik antara lain dengan rutin menggelar lomba lagu, foto, video, dan atau tulisan yang punya kaitan dengan musik, pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya dengan tujuan mempublikasikan daya tarik yang ada, baik itu alam, budaya, maupun buatan.
Kiat kedua, rajin membuat ajang lomba penyanyi/band bermacam genre musik baik itu dangdut, pop, rock, jazz, klasik, melayu, keroncong, musik tradisional daerah, dan genre lainnya dengan tujuan mencetak SDM dibidang musik khususnya penyanyi/band yang berkualitas dan punya manfaat bagi kemajuan kepariwisataan dan kebudayaan Indonesia.
Berikutnya atau kiat ketiga, memperbanyak/kontinyu menggelar festival musik atau konser musik yang berkualitas baik di venue outdoor, indoor ataupun di objek wisata alam, budaya, dan atau buatan yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Contohnya Musikoloji salah satu cara menghidupkan malam di Museum Benteng Vredeburg, Jogja dan konser/pertunjukan musik lainnya.
Lewat cara ini selain bermanfaat sebagai sarana hiburan, pun sekaligus dapat membangun branding dan citra kreatif suatu daerah/destinasi wisata. Adapun keuntungan yang didapat, selain bisa menjaring wisatawan baik lokal, Nusantara maupun mancanegara yang berujung pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat pun sekaligus dapat mempromosikan daya tarik alam budaya dan buatan setempat. Intinya berdampak banyak/berganda atau multiplayer effect.
Keempat, terus mencetak SDM dibidang penyelenggaraan festival musik/konser yang bermutu dan punya wawasan bagus tentang kepariwisataan.
Selanjutnya atau kiat kelima, menyediakan dan memperbanyak venue festival musik/konser yang berkualitas nasional bahkan internasional di berbagai kota di Tanah Air. Jangan hanya terpusat di beberapa kota utama saja.
Keenam atau kiat yang terakhir, terus mengemas dan meningkatkan kualitas baik fasilitas maupun pelayanan di berbagai daya tarik wisata yang ada kaitannya dengan musik di Tanah Air.
Misalnya kalau di Jakarta antara lain Museum Sumpah Pemuda atau biasa disingkat Muspada. Kenapa? Karena di dalam museum yang beralamat Jalan Kramat Raya No.106, Jakarta Pusat ini menyimpan sejumlah koleksi yang berhubungan dengan Wage Rudolf (WR) Supratman, yaitu komposer besar yang menciptakan lagi Kebangsaan "Indonesia Raya" yang tanggal kelahirannya ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Musik Nasional tanggal 9 Maret.
Di Jawa Timur antara lain ada Museum Musik Indonesia (MMI) di Kota Malang dan Museum Musik Dunia di Kota Batu.
Di Jawa Barat, tepatnya di Bandung ada Taman Musik Bandung. Sedangkan di Maluku tepatnya di Kota Ambon yang berpredikat Kota Musik Dunia antara lain ada destinasi atau desa yang berbasis musik yakni Desa Tuni di Kecamatan Leitimur Selatan yang identik dengan alat musik suling bambu dan Desa Amahusu dengan musik ukulele-nya.
TravelPlus Indonesia sendiri turut menyemarakan sekaligus menghidupkan Hari Musik Nasional 2026 ini dengan membuat tulisan ini dan lagu bertajuk 'Aduh Nikmatnya' yang kemudian diracik menjadi konten video dengan visual pendakian Gunung Argopuro lewat jalur pendakian terpanjang se-Jawa dari Baderan - Bermi di Jawa Timur.
Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id
Captions:
1. Musikoloji salah satu cara menghidupkan malam di Museum Benteng Vredeburg, Jogja.
2. Video salah satu band musik cadas dalam acara bertajuk Knights League – Charity for Sumatra di M Bloc Space. Jakartaz belum lama ini.
3. TravelPlus Indonesia di salah satu ruang Muspada Jakarta. (foto: dok. sahabatmuseum)
4. Cover konten video lagu Aduh Nikmatnya karya TravelPlus Indonesia dengan visual pendakian Gunung Argopuro lewat jalur pendakian terpanjang se-Jawa dari Baderan - Bermi, Jawa Timur.




0 komentar:
Posting Komentar