. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2016

Busana Muslim Mampu Jaring Wisman Timur Tengah, Amerika, dan Malaysia ke Indonesia

Siapa bilang wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melulu untuk menikmati keunikan budaya dan keindahan alam saja. Sejak beberapa tahun belakangan ini, ternyata banyak juga yang sengaja berkunjung ke sini khusus untuk memborong aneka handmade, terutama produk busana muslim.

Adalah Dian Pelangi, salah satu dari sejumlah perancang busana muslim Indonesia yang produk-produk busana muslimnya telah berhasil menjaring sejumlah wisman ke Indonesia.

“Busana muslim Indonesia memang sudah semakin mendapat tempat di hati para pemakai busana muslim dunia,” ujar Dian Pelangi kepada TravelPlusIndonesia usai mengikuti jumpa pers persiapan even Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 di Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya lewat busana muslim, sangat bisa menjaring wisman ke Indonesia. “Saya banyak sekali mendapatkan customer mancanegara yang datang langsung ke Indonesia, hanya untuk membeli koleksi saya. Terutama dari negara-nagara kawasan Timur Tengah, Amerika, dan Malaysia,” ungkapnya.

Mengenai berapa jumlah wisman yang datang tiap bulan ke butiknya, Dian mengaku belum tahu jumlah pastinya. “Yang jelas ada datanya di pengelola butik saya. Dan mereka juga bilang pembeli asal Singapura juga banyak yang datang,” tambah Dian.

Khusus costumer dari Timur Tengah, lanjut Dian hampir tiap bulan selalu datang. “Itu baru yang ke butik Dian Pelangi, belum ke butik desainer busana muslim lainnya,” terangnya.

Kata Dian pasar potensial terbesar busana musim Indonesia sampai saat ini memang masih Timur Tengah dibanding kawasan lain.

“Kalau saya pribadi dibanding ke negara-negara kawasan lain, saya lebih senang membidik Timur Tengah karna sudah jelas pangsa pasarnya, seperti apa perekonomian masyarakatnya dan mereka juga biasa memakai busana muslim. Jadi karena itu saya jadi lebih sering fashion show dan jualan ke Timur Tengah dan akhirnya mereka tahu kemudian berdatangan ke Indonesia,” terangnya.

Meskipun jumlah desainer busana muslim Indonesia banyak, jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan jika termasuk dengan produser dan kalangan indutri, serta  peminatnya dari luar negeri juga banyak, namun disayangkan Indonesia belum memiliki sentra khusus busana muslim yang refresentatif.

“Melihat banyaknya wisman yang datang ke Indonesia untuk membeli busana muslim para perancang busana muslim Indonesia, sudah semestinya Indonesia mempunyai sentra busana muslim yang nyaman, bisa memberi imej bagus atau berkelas juga. Sayangnya sampai saat ini belum ada,” aku Dian.

Sebenarnya wisata belanja busana muslim di Indonesia yang kini diminati wisman, sambung Dian, bisa sekali dirangkai dengan kunjungan ke objek-objek wisata halal, termasuk ke rumah makan dan hotel yang sudah bersertifikat halal.

“Kalau soal paket wisatanya itu saya belum tahu sudah ada atau belum. Tapi yang pasti, itu sangat bisa dikemas menjadi paket wisata dan akan diminati,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan IIHLEC 2016 yang akan berlangsung di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta, 6-8 Oktober mendatang, Dian mangaku bangga bisa ikut terlibat dan memamerkan karya-karya terbarunya nanti.

“Saya sebagai desainer sangat membutuhnya wadah seperti ini. Saya harap ke depan semakin banyak event, expo, workshop, komunitas, dan kalau perlu ada konsorsium khusus untuk parancang busana muslim Indonesia, agar kegiatan terkait busana muslim Indonesia semakin marak dan akhirnya diakui bukan hanya oleh perancang-perancang dalam negeri pun internasional,” tutupnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig:@adjitropis)

Read more...

Minggu, 01 Juni 2014

Eatology Sajikan Menu Best Seller Eropa, Amerika, Asia, dan Indonesia

Mau menikmati menu favorit yang paling laris atau best seller dari Eropa, Amerika, Asia, dan Indonesia di satu restoran? Jawabannya tentu saja di Eatology.  

Restoran yang hadir sejak 11 November 2011 di Jalan K.H, Agus Salim, Jakarta Pusat atau dikenal dengan Jalan Sabang ini, awalnya hanya menyajikan masakan tersohor dari daratan Eropa atau western food.

Lambat laut sesuai permintaan pasar, resto yang berencana membuka cabang di Bali dan Bandung ini pun menyediakan masakan terkenal dari negara-negara di benua lain termasuk dari negeri sendiri.

Menu Eropa yang disajikan di resto beruangan 2 lantai berkapasitas sampai 200 orang ini antara lain aneka pizza dan pasta khas Italia. Salah satu pizza-nya Roasted Mushromm Pizza.

Keistimewaannya, pizza yang bertabur jamur dengan toping marinara sauce racikan sendiri dan kezu mozarela ini dipanggang dalam tungku berbahan bakar kayu rambutan sehingga hasilnya lebih garing dan kering, tidak terlalu berminyak.

Masakan khas Amerika di resto yang dihijaukan dengan aneka tanaman pot di dalam ruangannya, layaknya mini green house ini, berupa aneka steak dengan bumbu barbeque, mushroom, dan black pepper yang diracik sendiri. 

Steak favoritnya Texas Style Barbeque Brisket Platter yang dagingnya begitu lembut karena diasapkan terlebih dulu selama 8 jam dalam mesin smoker berbahan bakar kayu rambutan. 

Steak yang dagingnya diseprot dengan cairan rasa apel sebelum pengasapan kedua kali ini, disajikan dengan roti. 

Kalau ingin mencicipi menu Asia, ada bermacam masakan Jepang seperti Eatology Salmon Teriyaki yang disajikan dengan nasi dan saus kecap yang gurih. Juga ada aneka Sushi, Tempura, dan Sashimi

Suka masakan Vietnam? Ada Vietnamese Roast Chicken. Mau coba masakan Thailand, ada King Prawn Pad Thai yakni mie goreng khas negeri gajah putih dengan rasa gurih dan manis yang disajikan dengan udang segar. Sedangkan minumannya Green Thai Ice Tea yang menggunakan teh hijau. Rasanya pahit, wangi, dan manis yang menghadirkan sensasi segar.

Kalau lebih menyukai masakan dalam negeri sendiri, coba saja Oxtail Soup atau Sup Buntut dan Eatology Fried Rice atau Nasi Goreng Kampung. Keduanya mewakili menu utama (main course) khas Indonesia. 

Sedangkan menu pembukanya (appetizer) ada Tahu Isi Spesial yang merupakan menu terbaru di resto berkonsep minimalis ini. 

Soal harga semua menu di resto yang lokasinya berada sederetan dengan Hotel Maxone ini, relatif terjangkau mulai dari Rp 50.000 – Rp 250.000 per porsi untuk main course-nya. Sedangkan minumannya dari Rp 25.000 – Rp 45.000. 

Di resto yang berfasilitas free WiFi, TV, musholah, dan ruangan khusus perokok serta menerima delivery dan outside chatering ini juga menyediakan minuman wine cellar yang berada di sudut ruangannya. 

Tambahan lain, di resto yang buka setiap hari mulai pukul 9 pagi – 11 malam untuk hari biasa dan pukul 9 pagi – 12 malam di akhir pekan ini, pengunjungnya juga dihibur suguhan musik akustik di lantai atas tiap Sabtu malam. 

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com) 

Captions: 
1. Eksterior Resto Eatology. 
2. Steak andalan dan suasana interior Eatology. 
3. Tahu isi spesial, menu baru Eatology.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP