. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Ini Rangkaian Acaranya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Rangkaian Acaranya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2020

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang Siap Digelar Besok, Ini Rangkaian Acaranya

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2020 siap digelar besok, Senin (3/8) mulai pukul 9.30 WIB pagi sampai selesai.

Lokasi acaranya di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak , Provinsi Banten.

Ada 2 acara pada hari pertama Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2020 yaitu Rasul Pare di Leuit dan Angklung.

Henriana Hatra selaku ketua panitia menjelaskan Rasul Pare di Leuit itu acara penyimpanan padi yang sudah dipanen di dalam leuit atau lumbung padi.

"Leuit itu dikonotasikan sebagai tempat tinggalnya Nyai Sri atau Dewi Padi. Untuk itu kan harus ada ritual, namanya Rasul Pare di Leuit," kata Nochi sapaan akrab Henriana Hatran dalam komunitas masyarakat adat tersebut kepada TravelPlus Indonesia, Minggu (2/8/2020).

Berikutnya, Jum'at (7/8) mulai pukul 2.00 WIB siang sampai selesai, juga ada 2 acara yaitu Bubuka dan Balik Taun Rendangan.

Bubuka itu acara pembukaan.

"Kalau Balik Taun Rendangan itu semacam laporan tahunan para rendangan atau perwakilan masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang yang ada ditiap kampung, desa atau kecamatan lain yang dituakan dan menginduknya ke Cisungsang," jelas Nochi.

Setiap tahun para rendangan hadir di acara seren taun untuk laporan tahunan kepada ketua adat, Abah tentang progres apa saja yang sudah dilakukan selama setahun ke belakang.

"Sambil juga meminta 'bekal' untuk setahun kedepan nanti," kata Nochi lagi.

Selanjutnya, Sabtu (8/8) mulai pukul 7.00 WIB pagi sampai selesai dengan 3 acara, yaitu Ngareremokeun, Pantun Tradisional, dan Angklung. 

Kalau Ngareremokeun itu ritualnya di depan leuit ada dua boboko atau wadah padi yang dihias berupa laki-laki dan perempuan sedemikian rupa.

"Jadi seolah-olah dipasangkan untuk dibuat senang atau dihibur," ungkapnya.

Padi bagi masyarakat adat kasepuhan itu, lanjut Nochi, dianggap/diposisikannya sebagai Nyai Sri karena punya nilai manfaat yang sangat luar biasa.

Kemudian Minggu (9/8) mulai pukul 2 WIB siang sampai selesai dengan 3 acara: Ngirim Do'a, Pantun Tradisional, dan Angklung.

Terakhir, Senin (10/8) mulai pukul 3 WIB sore dengan 3 acara yaitu Rasul Seren Taun, Panadaran, dan Penutup.

"Tapi khusus Seren Taun Kasepuhan Cisungsang tahun ini, tidak mengundang tamu luar atau tidak terbuka untuk umum, mengingat masih dalam suasana pandemi," pungkas Nochi.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. @henriana_hatra_nochi & @kasepuhan_cisungsang

Read more...

Kamis, 06 Februari 2020

Ayo ke Prambanan Ada Festival Garuda Lho, Ini Rangkaian Acaranya

Festival Garuda begitu labelnya. Dari namanya saja, festival unik satu ini sudah menarik perhatian. Isi acaranya pun bukan semata memamerkan berbagai produk kreatif bertema Burung Garuda yang menjadi Lambang Negara kita.

Aneka produk kreatif yang TravelPlus Indonesia maksud bukan hanya pameran pernak-pernik berbentuk Burung dan Lambang Garuda dari kayu, aluminium, dan bahan lainnya, tetapi juga ada bedah buku, pemutaran film, pementasan wayang dan sejumlah tarian, dan masih banyak lagi yang pastinya bertema Garuda.

Nama venue yang dipilih untuk  festival ini pun ada embel-embel Garuda-nya.

Nanang Rakhmat Hidayat pendiri Rumah Garuda di Bantul, DIY mengatakan sejumlah koleksi Rumah Garuda akan diboyong ke Festival Garuda yang berlangsung selama 4 hari, tanggal 8-11 Februari 2020 di Lapangan Garuda Mandala, Candi Prambanan.

"Koleksi yang diboyong dari Rumah Garuda, menyesuaikan kondisi lapangan. Karena eksterior jadi tidak semua bisa dipamerkan," terang pria yang akrab disapa Nanang Garuda ini kepada TravelPlus Indonesia, Kamis (6/2/2020).

Rumah Garuda yang kini beralamat di Jl. Sewon Asri Blok L No.17, Panggungharjo, Sewon, Bantul (sebelumnya di Jl. Bantul Km 7.5, Dukuh Pucung, Krantil RT 55, Bantul) ini merupakan museum pribadi Nanang sekaligus ruang publik yang berisi segala sesuatu tentang Burung Garuda, sang Lambang Negara.

Sejak awal tahun 2003, Nanang memang sudah tertarik mengkoleksi bermacam pernak-pernik Burung Garuda.

Ada ratusan foto Garuda, baik dalam bentuk cetak, tiga dimensi, relief ataupun alumunium.

Ada pula cosplay, wayang suluh, media permainan, puzzle, kamus lipat, dan ular tangga serta tentunya sejumlah koleksi Burung Garuda dari berbagai wilayah di Indonesia. 

Pokoknya semua hal mengenai Garuda baik itu berupa simbol, tulisan maupun foto.

Setelah koleksinya semakin banyak, Nanang menggagas pembuatan Museum Rumah Garuda yang menempati rumah pribadinya sendiri pada 17 Agustus 2011 sebagai sebagai bentuk kepedulian dan upayanya melestarikan lambang Garuda Pancasila yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Lewat Rumah Garuda sebagai museum pertama yang mengkaji Lambang Negara Republik Indonesia, Nanang berharap dapat mendukung serta memberikan pendidikan nonformal di bidang budaya dan karakter bangsa untuk menambah keistimewaan predikat Yogyakarta sebagai kota Pelajar, kota Budaya, dan kota Wisata.

Saat ini Rumah Garuda juga  sudah ada dibeberapa kota/daerah antara lain di Surabaya, Bandung, Madiun, Bojonegoro dan Bekasi. "Mereka juga akan datang ke Festival Garuda," ujar Nanang.

Terkait sejarah penyelenggaraan  Festival Garuda, Nanang yang juga menjadi Dosen Fakultas Seni Media Rekam, Jurusan Film dan Televisi di ISI Jogja ini menjelaskan, sebenarnya festival ini sudah ada sejak 2011. 

"Saat itu skalanya masih kecil-kecilan, baru kali ini digarap besar-besaran bekerja sama dengan Mataya Heritage dan Candi Prambanan," ungkap peraih Inovator Award yang diterimanya dalam acara SCSI 2015.

Ketika ditanya soal tiket masuk untuk menyaksikan festival tersebut, Nanang mengatakan pengunjung cukup membeli tiket masuk ke Candi Prambanan saja.

"Tiket masuk tetap reguler seperti biasa masuk Candi Prambanan," tambahnya.

Nanang membenarkan ada tiga buku yang akan dibedah dalam festival ini, yaitu Mencari Telur Garuda#2, Sejarah Lambang Negara, dan buku gameboard Ekspedisi Garuda.

"Kalau mau beli bisa datang ke Festival Garuda. Bukunya full color setebal 250-270 halaman," jelas Nanang.

Sementara film "Kisah Lencana Negara" yang akan diputar perdana di Festival Garuda, kata Nanang bercerita tentang kegiatan kampung menjelang 17-an.

"Anak muda merancang Gapura Garuda. Untuk itu mereka ingin tahu sejarahnya. Film ini berdurasi 40 menit," jelasnya.

Berdasarkan rundown acara Festival Garuda dijelaskan kalau pemutaran film "Kisah Lencana Negara" yang disutradarai Adek Azhar, Bedah Buku Mencari Telur Garuda edisi revisi, Bedah Komik Garundae, dan Pentas Wayang Seluh berjudul "Meretas Telur Garuda akan digelar pada hari ketiga, Senin (10/2).

Sebelumnya pada hari pertama festival, Sabtu (8/2) yang dimulai pukul 10 pagi sampai pukul 5 sore, acaranya antara lain ada Arak-arakan Garuda, Pagelaran Tari "Garuda Nusantara", Tarian Garuda, dan Fashion Show "Garuda di Wastraku".

Rangkaian acara hari kedua, Minggu (9/2) antara lain ada Tari "Garuda Yaksa" dan Drumblek "Ganesha Percussion" serta sejumlah pentas tari lainnya.

Sementara di hari terakhir Festival Garuda atau hari keempat, Selasa (11/2) antara lain ada suguhan Lakon Hiphop Bercerita "Garuda Ardaya", Prosesi Wayang Pulau, dan Renungan Garuda oleh Taufik Rahzen.

Info detil mengenai waktu dan tempat sejumlah acara lainnya, lanjut Nanang bisa dilihat di akun Instagram (IG) @museumrumahgaruda.

"Melalui festival ini, kita juga mengimbau Jakarta dan juga Ibukota baru yang akan dibangun di Kalimantan Timur harus ada Rumah Garuda," pungkas Nanang.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.nanang @museumrumahgaruda

Captions:
1. Candi Prambanan tepatnya di Lapangan Garuda Mandala menjadi venue Festival Garuda, 8-11 Februari 2020. (foto: adji)
2. Nanang Rakhmat Hidayat alias Nanang Garuda, pendiri Rumah Garuda di Bantul, DIY.
3. Nanang menjelaskan koleksi Rumah Garuda yang menjadi museum kepada para pengunjung.
4. Sejumlah koleksi Museum Rumah Garuda diboyong ke Festival Garuda untuk dipamerkan.
5. Pengunjung Rumah Garuda bukan cuma wisnus tapi juga wisman.
6. Wayang Pulau Indonesia dari Rumah Garuda sedang berlatih sebelum tampil di Festival Garuda.
7. Buku "Ekspedisi Mencari Telur Garuda" yang akan dibedah di Festival Garuda.
8. Salah satu rundown acara Festival Garuda yang dipromosikan lewat medsos.




Read more...

Selasa, 04 Februari 2020

Nonton Cap Go Meh di Kampung Kapitan dan Pulau Kemaro, Ini Rangkaian Acaranya

Culture event terkait Cap Go Meh digelar di sejumlah destinasi wisata, dua di antaranya di Kampung Kapitan dan Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Festival Cap Go Meh yang digelar Dinas Pariwisata Kota (Disparkot) Palembang berlokasi di Kampung Kapitan selama 3 hari, tanggal 5-7 Februari 2020.

Pembukaannya Rabu, 5 Februari dimulai dengan penyambutan kedatangan Walikota Palembang, yang dimeriahkan penampilan Grup Tanjidor di depan gapura kedatangan.

Selanjutnya penampilan Tari Tangan Seribu, laporan ketua pelaksana, disusul penampilan atraksi Wushu, dan kemudian sambutan Walikota Palembang sekaligus pembukaan acara, diiringi beduk China dan petasan renteng.

Berikutnya pertunjukan barongsai, persembahan lagu-lagu China, ditutup dengan penampilan akustik. 

Hari kedua, Kamis, 6 Februari dimeriahkan dengan lomba photobooth, pameran, dan  penampilan akustik.

Dilanjutkan dengan workshop pembuatan pernak-pernik China di main stage dan workshop dimsum di workshop stage. Kemudian hiburan musik melayu.

Selepas Ishoma ada atraksi barongsai, workshop pembuatan mie China dari Poltekpar Palembang serta penampilan akustik.

Hari ketiga, Jumat, 7 Februari diisi dengan lomba photobooth, pameran, dan penampilan akustik. Berikutnya lomba melukis lampion dan workshop bakpao.

Setelah lshoma ada atraksi barongsai dan penutupan berupa pembagian hadiah pemenang lomba. 

Menurut  Kasi Destinasi dan Kawasan Strategis Wisata Disparkot Palembang, Andika, Rumah Kapitan yang menjadi lokasi Cap Go Meh 2020 berada sekitar 45 menit dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Selain Cap Go Meh di Kampung Kapitan juga ada Cap Go Meh di Pulau Kemaro yang akan dihadiri oleh puluhan ribu wisatawan baik dari dalam dan luar negeri, antara lain dari Singapura dan Malaysia. 

"Kemungkinan wisman dari China  akan berkurang tahun ini ke acara Cap Go Meh di Pulau Kemaro tapi Pemkot Palembang akan mengambil langkah antisipasi," terang Andika kepada TravelPlus Indonesia, Selasa (4/2/2020).

Cap Go Meh di Pulau Kemaro diselenggarakan oleh pihak yayasan Kenteng Pulau Kemaro.

Acaranya lebih banyak bersifat keagamaan seperti berdoa dan ada semacam Bazar dan juga Pesta Kembang Api.

"Acaranya tanggal 6-7 Februari. Puncaknya tanggal 6 Februari tepat jam 24.00," pungkas Andika.

Terkait perayaan Cap Go Meh tersebut, sebelumnya Walikota  Palembang Harnojoyo mengatakan akan menggelar rapat terpadu untuk mencegah virus Corona saat Cap Go Meh berlangsung.

"Kita akan membuat rapat terpadu  untuk menyambut Cap Go Meh yang kemungkinan banyak wisatawan yang akan berkunjung baik dari luar maupun dalam negeri," kata Harnojoyo sebagaimana dikutip Sripoku.com.

Kabarnya rapat tersebut akan melibatkan bagian Imigrasi, Bandara, Kesehatan Bandara, dan beberapa Rumah sakit.

Harnojoyo juga menjelaskan tidak melarang para wisatawan luar yang hendak datang ke Kota Palembang. 

"Saya tidak melarang warga asing datang ke sini, karena di bandara pun sudah ada tim kesehatan dan keamanan di Palembang pun sudah ketat," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengadakan rapat guna perayaan Cap Go Meh tersebut tetap aman dan tertib serta memastikan pihaknya akan menjaga masyarakat Kota Palembang jauh dari virus Corona.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.disparkot palembang 

Captions:
1. Salah satu atraksi Cap Go Meh di Kampung Kapitan yang digelar Disparkot Palembang.
2. Rumah Kapitan, lokasi Cap Go Meh 2020 di Kota Palembang.
3. Suasana di dalam Rumah Kapitan.
4. Cap Go Meh 2020 juga diadakan di Pulau Kemaro.

Read more...

Jumat, 05 Oktober 2018

Palangkaraya Tuan Rumah Hari Museum Indonesia 2018, Ini Rangkaian Acaranya

Kota Palangkaraya, dipastikan akan menjadi tuan rumah  perayaan Hari Museum Indonesia 2018 yang digelar Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Informasi itu dibenarkan oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kemdikbud Fitra Arda ketika TravelPlus Indonesia konfirmasi  lewat pesan WA.

"Iya benar. Untuk Kalimantan, Palangkaraya, Kalteng yang terpilih sebagai tuan rumah, " balas Fitra Arda, Jumat (5/10).

Palangkaraya, sambung Fitra Arda dipilih sebagai tuan rumah sesuai kesepakatan tahun lalu.

"Tempat perayaannya di Museum Negeri Kalimantan Tengah atau Museum Balanga, Palangkaraya tanggal 12 sampai 18 Oktober 2018," terang mantan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat ini.

Selepas TravelPlus menanyakan apa saja rangkaian acara  perayaan Hari Museum Indonesia yang bertema "Museum Kebanggaan Millenial" tahun ini di Palangkaraya dan siapa saja yang akan hadir, tak lama kemudian Fitra Arda mengirimkan 6 foto lembaran rencana pelaksanaan peringatan Hari Museum Indonesia 2018.

Selain tempat, tanggal, dan pelaksana kegiatan tahunan ini, juga ada lembaran yang memuat para pesertanya.

Adapun peserta Hari Museum Indonesia 2018 terdiri atas Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala/Pengelola Museum, Pemermati Kebudayaan, Akademisi, Komunitas Museum, Yayasan/LSM, Masyarakat Umun, dan Pelajar/Mahasiswa.

Sementara rangkaian acaranya berupa Pameran bertema "Dari Awal Sampai Millenial".

Koleksi yang dipamerkan antara lain Replika Sangiran 17, Artefak Situs Sangkulirang, Pakaian Tradisional Maluku dan Dayak, Perlengkapan Upacara Adat Maluku, Mahkota Sultan Kutai dan Raja Bali, Batik Klasik dan Pesisir, Kain Kulit Kayu, Tenun Songket dan Ikat, Naskah Kulit Kayu, dan Perlengkapan Upacara Kelahiran Suku Dayak.

Museum yang ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut antara lain Museum Nasional, Tekstil, Wayang, Balanga, Bank Indonesia, Negeri Provinsi Maluku, dan Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai.

Selain pameran yang berlangsung 12-18 Oktober, mulai pukul 8 pagi - 4 sore,  juga ada Pelatihan Literasi pada hari Senin (15/10) pukul 7.30-16.30.

"Pesertanya 100 pelajar SMP dan SMA di Palangkaraya," tambah Fitra Arda yang pernah menjabat sebagai Kabag Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Kebudayaan ini.

Masih di venue yang sama, juga akan digelar Pelatihan Pembuatan Film Pendek pada Selasa dan Rabu (16 & 17/10) pukul 8 pagi - 4 sore yang akan diikuti sekitar 50 pelajar SMP di Palangkaraya.

Selanjutnya ada Workshop Pemandu Museum untuk Pramuka, Sabtu (13/10) pukul 12-1 siang yang akan diikuti sekitar 50 pramuka tingkat Penegak dan Pandega.

Terakhir Belajar Bersama di Museum, Senin-Rabu (15-17/10) pukul 8 pagi sampai 12 siang dengan peserta sebanyak 150 pelajar SD dan SMP di Palangkaraya.

Menurut Fitra Arda perayaan Hari Museum Indonesia 2018 ini bertujuan mendorong kesadaran publik mengenai peran museum sebagai sarana pelestraian budaya.

"Kegiatan ini juga untuk membangun persepsi masyarakat bahwa museum adalah wahana mengenalkan identitas dan jati diri bangsa," jelasnya.

Museum Balanga yang menempati tanah seluas 5 Ha berlokasi di Jalan Tjililk Riwut Km 2,5, Palangkaraya.

Museum Negeri Provinsi Kalimantan Tengah tersebut  dilengkapi antara lain Pendopo, Auditorium dan Ruang Edukator, Perpustakaan, Ruang Kurator dan Ruang Studi Koleksi, Ruang Pameran Temporer, Ruang Pameran Tetap, dan Rumah Kepala.

Sebagai tambahan informasi, tanggal 12 Oktober ditetapkan sebagai Hari Nasional Museum Indonesia berdasarkan atas Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) yang pertama yang diselenggarakan pada 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta.

Ketika itu, pertemuan tersebut menghasilkan 10 resolusi penting bagi permuseuman.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kemdikbud, Fitra Arda bergaya casual. (dok.fitra)
2. Logo Hari Museum Indonesia 2018. (dok.@harimuseum)
2. Fitra Arda berpenampilan formal berbaju batik. (dok.fitra)
3. Pelajar tengah mengamati salah satu koleksi Museum Negeri Kalimantan Tengah atau Museum Balanga di Palangkaraya. (dok.disbudpar.kalteng.go.id)

Read more...

Sabtu, 17 Juni 2017

Ada Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Malam Ini di Banjarbaru, Ini Rangkaian Acaranya

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru kembali menggelar kegiatan Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS). Tahun ini, TPSS ke-14 yang bertema "Puisi Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan" berlangsung di Kawasan Wisata Minggu Raya, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (17/6) malam.

Serangkaian acara bakal meramaikan TPSS 2017, antara lain pembacaan puisi dari sejumlah sanggar seni mulai pukul 9 malam waktu setempat atau selepas Shalat Tarawih.

Selanjutnya pembacaan puisi Dzikir Sufi oleh Ridwan Ch. Madris dan Asep Saputra dari Sanggar Teater Menara Madris Jawa Barat, pembacaan puisi dari Yayasan Sanggar Ar-Rumi Hulu Sungai Selatan, sampai peluncuran buku antologi Puisi Kalimantan Selatan oleh Dewan Kesenian Banjarbaru, serta tidak ketinggalan tadarus puisi. Acara TPSS 2017 ditutup dengan sahur Bersama pukul 04 dini hari.

TPSS berlangsung setiap tahun, dan sudah menjadi wahana pertemuan berbahai pihak yang berhubungan dengan sastra dan seni di Kalsel sehingga mampu menjaring peminat baik dari dalam maupun luar Kalsel.

Kegiatan ini dihadiri baik perseorangan maupun sanggar/komunitas seni dari seluruh kabupaten/kota di Kalsel serta dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Diperkirakan TPSS tahun ini akan diikuti lebih dari 700 orang partisipan.

Hal itulah yang membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tertarik mendukungnya. Adapun dukungan Kemenpar untuk TPSS tahun ini berupa bahan promosi, publikasi baik media terutama media online dan blogger, konsumsi, panggung, sound system, lighting, dan multimedia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar Esthy Reko Astuti menjelaskan Kemenpar mendukung TPSS 2017 karena kegiatan ini menjadi wahana apresiasi karya sastra, khususnya puisi dengan berbagai bentuk penampilan dan kreativitas performanya.

Menurutnya kegiatan ini juga memberikan penghargaan keteguhan dalam berkarya dan beraktivitas sastra kepada mereka yang terlibat dalam sastra di Banjarbaru maupun di Kalimantan Selatan.

"Terutama menjadi ajang silaturahmi bagi semua pihak," ujar Esthy seraya mentargetkan jumlah pengjung TPSS 2017 ini sebesar 10 ribu orang.

Kemenpar mendukung TPSS 2017 ini, lanjut Esthy karemna dilihat dari rekam jejak kegiatan ini yang sangat positif dan mampu menumbuhkan serta memberdayakan masyarakat sekitar memlui kemasan budaya religi yang menarik untuk pariwisata nusantara.

“Acara ini juga bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah bersama stakeholder yang lain untuk membangun destinasi wisata religi Indonesia yang berdaya saing tinggi," ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Promosi Wisata Budaya, Kemenpar Wawan Gunawan.

Dukungan kegiatan ini, sambung Esthy juga dalam rangka menemukenali dan memperkenalkan wisata budaya religi unggulan daerah agar dapat menjadi ikon di daerahnya sekaligus memperkenalkan seni budaya tradisional Indonesia sebagai salah satu upaya mempromosikan pariwisata budaya di Kalsel pada umumnya, dan Kota Banjarbaru pada khususnya.

Wawan menambahkan selain memberikan sambutan, Deputi Esthy juga akan membacakan puisi karya Kepala Dinas (Kadis) Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) Kota Banjarbaru Lesa Fahriana. “Judul puisinya Rabb.., Kelana Jiwa ini,” ungkap Wawan.

Sebelum acara dimulai, lanjut Wawan, Deputi Esthy sempat bertemu dengan Walikota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani di kediamannya.

“Sesuai rundown, Ibu Deputi juga akan meluangkan waktu berkunjung ke Butik Fahira Sasiran Bordir, lalu ke sentra batu mulia di Martapura, kemudian buka puasa bersama di Dapur Galuh Resto atau di Waroeng Bambu Resto, baru lokasi acara setelah ishoma,” pungkas Wawan.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @wawanajen

Captions:
1. Deputi Esthy dan tim dari Kemenpar bertemu Walikota Banjarbaru.
2. Ridwan Ch. Madris dari Jawa Barat akan tampil di TPSS 2017 malam ini.
3. Salah satu bentuk promo TPSS 2017 dari Kemenpar.
4. Deputi Esthy berbincang dengan Walikota Banjarbaru.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP