. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Ini Rahasianya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Rahasianya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Sonia Fergina Citra Sandang Predikat Putri Indonesia 2018, Ini Rahasianya

Sonia Fergina Citra (25) dari Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil menyandang predikat Puteri Indonesia 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (9/3/2018) malam. Perempuan berparas lembut namun tomboy ini mengkandaskan mimpi 38 peserta dari 33 provinsi lainnya yang ingin menjadi perempuan tercantik se-Nusantara tahun ini.

Di malam final, perempuan kelahiran Tanjungpandan, Belitung, Kepulauan Babel 27 April 1992 yang bekerja sebagai digital marketing di perusahaan distributor swasta Jakarta ini menggugurkan mimpi 2 finalis lainnya yakni Vania Fitryanti asal Banten dan Wilda Octaviana asal Kalimantan Barat.

Kedua pesaing Sonia itu akhirnya menyabet predikat runner-up 1 atau juara dua (Vania) dan runner-up 2 atau juara tiga (Wilda).

Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani memasangkan mahkota di kepala Sonia, tanda Sonia berhak menyandang gelar Putri Indonesia 2018.

Rahasia keberhasilan Sonia merebut mahkota Putri Indonesia 2018, secara fisik postur tubuhnya memang terbilang ideal.

Tinggi badannya 175 sentimeter dengan berat badan 60 kilogram.

Parasnya pun cantik ditambah dengan kulitnya yang putih dan berambut panjang hitam.

Bukan cuma secara fisik, otak perempuan yang sejak kecil gemar berolahraga seperti basket, bela diri taekwondo dan capoeira serta nge-gym ini juga cerdas.

Buktinya dia pun menyabet gelar Putri Indonesia Intelegensia bersama 2 peserta lainnya yakni Resti Asda Parwanti dari Sumatera Barat dan Jesslyn dari DKI Jakarta 4.

Modal keberhasilan Sonia lainnya, dia punya banyak bekal mengikiti kontes kecantikan.

Dia pernah meraih mahkota wanita tercantik di Kepulauan Babel, lalu terpilih menjadi pemenang di ajang Bujang Dayang Kabupaten Belitung.

Sonia juga pernah menyabet gelar Puteri Pariwisata mewakili Provinsi Kepulauan Babel tahun 2010 dan Internasional Miss Oriental Tourism mewakili Indonesia tahun 2012.

Menurut anak bungsu dari enam bersaudara yang mewakili Kabupaten Belitung ini, salah satu persiapannya mengikuti ajang Puteri Indonesia tahun ini adalah dengan mengumpulkan bermacam informasi terkait pariwisata dan budaya terutama dari kampung halamannya lewat internet.

Sebelumnya, Sonia dan ke-38 finalis Putri Indonesia 2018 lainnya mendapat pembekalan tentang pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan Indonesia dalam meningkatkan kemajuan pembangunan ekonomi dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (5/3/2018) malam.

Berkat keberhasilannya menyandang predikat Putri Indonesia 2018, Sonia kembali mengharumkan nama Provinsi Kepulauan Babel dan Kabupaten Belitung khususnya yang berjuluk Negeri Laskar Pelangi ke tingkat nasional bahkan dunia.

Dia pun berhak atas sejumlah hadiah antara lain uang, mobil, apartemen, dan paket make up.

Malam puncak pemilihan Putri Indonesia 2018 yang disiarkan secara langsung oleh Indosiar dihadiri sejumlah putri dunia.

Ada Miss Universe 2017 Demi-Leigh Nel Peters asal Afrika Selatan, Miss International 2017 yang juga Puteri Indonesia Lingkungan 2017 Kevin Lilliana, dan  Miss Universe 2007 Riyo Mori. 



Beberapa penyanyi ternama seperti Afgansyah Reza, Lesti, Rizky Febian, Isyana Sarasvati, dan Jaz menghibur malam final itu dengan menyanyikan lagu andalan masing-masing.

Sonia Fergina Citra menutup acara malam itu dengan melakukan first walk sebagai Puteri Indonesia 2018 dengan mata berkaca-kaca.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @soniafergina, @officialputeriindonesia & @soniaferginaoffical

Captions:
1. Postur ideal, cantik, berprestasi, dan cerdas jadi bekal Sonia Fergina Citra menyandang predikat Putri Indonesia 2018.
2. Top 3 malam final Putri Indonesia 2018 di JCC, Senayan.
3. Sonia menjadi Duta Taekwondo Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak 2012.
4. Sonia pernah mewakili Indonesia di ajang Internasional Miss Oriental Tourism 2012
5. Crowning moment Puteri Indonesia 2018.


Read more...

Sabtu, 10 Februari 2018

Atraksi 111 Kuda Renggong Sukses Jaring 10 Ribuan Pengunjung, Ini Rahasianya

Kendati baru pertama kali digelar, acara bertajuk Pesona Wisata Atraksi 111 Kuda Renggong Sumedang yang berlangsung di Lapang Darongdong, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) berhasil menjaring sekurangnya 10 ribu pengunjung, termasuk wisatawan dan nusantara. Wow hebaaaaat…

Keberhasilan culture event yang digelar Yayasan Seni Kuda Renggong Sumedang (Yaskures) dan didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tersebut dalam meraup pengunjung sebanyak itu, bukan tanpa usaha, atau dengan kata lain bukan tiba-tiba terjadi begitu saja.

Melainkan berkat upaya promosi pra event yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang sangat peduli akan kemajuan pariwisata Indonesia.

Pihak terkait itu tentu saja wartawan dan travel blogger yang selama ini loyal dan kreatif mengemas tulisan pariwisata lalu menyebarluaskan link tulisannya ke media sosial (medsos) seperti yang dilakukan antara lain oleh TravelPlus Indonesia.

Tak ketinggalan peran para mediagram yang meng-upload informasi pra event Atrasksi 111 Kuda Renggong Sumedang ke medsos, terutama ke akun Instagram (IG)-nya masing-masing.

Alhasil informasi atraksi tersebut tersebar luas ke khalayak/warganet sebelum kegiatan itu berlangsung.

Sejak pukul 7, Sabtu pagi, pengunjung terus berbondong-bondong datang ke Lapang Darongdong, venue Atraksi 111 Kuda Renggong Sumedang.

Ada yang membawa kendaraan sepeda motor dan bermacam jenis mobil dari luar Sumedang seperti dari Jakarta, Bandung, dan kota lainnya. Tak sedikit pula yang berjalan kaki, terutama warga lokal.

Sementara puluhan truk yang mengangkut rombongan kuda renggong berikut para pawang, pemain musik, penari, dan beberapa kuda renggong dari berbagai kecamatan di Sumedang, datang satu-persatu ke lapangan yang memiliki Tugu Juang dan Monumen Perjuangan Siliwangi Long March dari Yogya ke Darongdong tersebut.

Melihat Lapangan Darongdong berubah menjadi lautan manusia, wajah para pejabat setempat, tokoh masyarakat, pengurus Yaskures serta Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata I (Jawa) Kemenpar, Wawan Gunawan tampak cerah menyiratkan rasa puas dan gembira.

“Wow pengunjung Atraksi 111 Kuda Renggong Sumedang perdana ini sungguh luar biasa. Ini bukti kehebatan dari promosi pra event-nya” aku Wawan yang ikut menunggang kuda reggong bersama Bupati Sumedang dan pejabat lainnya dari Kantor Kecamatan Buahdua menuju Lapang Darongdong sejauh sekitar 1 Km.

Menurut Wawan yang juga dalang ternama dari Grup Wayang Ajen ini, salah satu indikator sebuah event dikatakan sukses adalah jumlah pengunjung yang berhasil dijaring.

Dan, jumlah pengunjung event itu, lanjutnya sangat tergantung bagaimana promosi pra event-nya. 

“Kalau promosi pra event-nya gencar dengan melibatkan berbagai pikat terkait yang tepat, terutama peran aktif wartawan dan travel blogger serta mediagram, setengah kesuksesan sudah pasti digenggam. Sisanya tergantung faktor alam atau cuaca, keamanan, dan lainnya,” terangnya.

Kata Wawan yang mengenakan pakaian serba hitam dan ikat kepala khas Sunda, kalau jumlah pengunjung Atraksi 111 Kuda Renggong Sumedang perdana ini seperti ini, kemungkinan besar akan digelar dan didukung lagi tahun depan.

“Saya yakin, ke depan akan banyak sponsor tertarik mendukung culture event ini lantaran terbukti mampu mendatangkan 10 ribuan pengunjung bukan hanya dari Sumedang seperti yang terjadi hari ini,” ungkapnya.

Bupati Sumedang Eka Setiawan yang mengenakan baju batik lengan panjang berwarna coklat terang kekuningan pun tersenyum sumringah melihat antusiasme masyarakat Sumedang yang tinggi termasuk pengunjung dari luar Sumedang untuk menyaksikan atraksi ini.

Oleh karena itu, Eka berharap Kemenpar terus mendukung event ini di kemudian hari karena sudah terbukti berhasil membuat ribuan orang datang ke lokasi acara.

“Sumedang masih perlu banyak dukungan agar semua potensi bisa dikembangkan lebih baik seperti atraski kuda renggong ini,” ujar Eka.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Ida Hernida menjelaskan kalau kuda renggong sudah sepantasnya masuk dalam warisan budaya tak benda Sumedang.

“Seni pertunjukan tradisional asli Sumedang ini sudah sangat layak dipasarkan keluar Jawa Barat, bahkan harus go international,” ujar Ida.

Atraksi Kuda Renggong dibuka dengan aksi kuda silat yang berhasil memukau pengujung dan tentunya para tamu VIP yang duduk di atas panggung.

Beberapa kelompok kuda renggong terpilih untuk menunjukkan kebolehannya beratraksi kuda silat.

Sesuai namanya, si kuda melakukan gerakan seperti orang tengah melakukan gerakan silat, antara lain melipat kaki dan mengangkat kedua kakinya ke atas alias posisi berdiri serta memperagakan aksi duel dengan sang pawang.

Aksi-aksi tersebut mendapat sambutan riuh para penonton dan juga para pejabat yang hadir. Apalagi saat adegan kepala sang pawang yang terbaring dijepit kaki depan kuda usai kalah berduel. Kontan saja penonton berteriak histeris dan memberi tepukan meriah buat kemenangan sang kuda.

Bermacam aksi silat kuda itu ditutup dengan ibing. Sang kuda melipat kaki depan lalu berbaring di rumput diikuti sang pawang seperti melakukan sikap hormat.

Para tamu undangan spesial pun turun dari panggung, ikut menari atau ngibing. Sambil menari mereka pun nyawer dengan memberi uang kertasan ke pawang kuda.

Selepas aksi kuda silat, acara selanjutnya parade kuda renggong yang diikuti 111 peserta kuda renggong yang terbagi dalam sembilan rombongan. Setiap rombongan terdiri atas 5-10 kuda renggong.

Menariknya, kuda-kuda renggong yang berparade tampil keren dengan beragam hiasan warna-warni dengan mahkotanya.

Masing-masing kuda ditunggangi joki cilik, baik anak laki-laki maupun perempuan berusia 5-9 tahun.

Parade kuda satu per satu ke luar lapangan untuk berpawai. Rute semula menuju jalan ke Kantor Kecamatan Buahdua namun karena berpaspasan dengan pengunjung yang baru datang ke lokasi acara, akhirnya terjadi kemacetan, dan kemudian pawai kuda renggong dialihkan ke rute lain menuju Jalan Raya Buahdua.

Pantauan TravelPlus Indonesia, masing-masing kelompok kuda renggong yang berparade diiringi para penari dan pemain musik. Beberapa warga terlihat me-nyawer ke para penyanyi. 

Sejumlah pedagang seperti baju, kaos, topi, tas, handuk, bakso, martabak, sate, kembang gula, tahu dan jamur crispy, aneka minuman ringan, buah-buahan, dan bermacam mainan anak tumpah ruah di kiri-kanan sepanjang jalan keluar dan tepi lapangan.

Setelah berkeliling, rombongan parade kuda renggong kembali ke Lapang Darongdong melewati kantor Kecamatan Buahdua.

Rupanya atraksi kuda renggong membawa berkah rezeki buat mereka. Ini seperti yang diutarakan Anggota Komisi X DPR RI Dony Ahmad Munir yang mengatakan atraksi kuda renggong mampu menggerakan perekonomian masyarakat Sumedang, khususnya di Kecamatan Buahdua.

Unutk itu, lanjut Dony selain event yang rutin digelar, perlu ada  tempat khusus yang refresentatif untuk menyuguhkan aksi kuda renggong di titik-titik tertentu, terutama di 5 lokasi setelah masuk pintu tol Cisumdawu menuju Sumedang. Lokasi itu  harus dilengkapi dengan tempat kuliner, oleh-oleh, dan sentra kerajinan tangan UKM serta jadual tetap aksi kuda renggong setiap hari.

"Tujuannya untuk menggerakan ekonomi rakyat juga dan untuk mempermudah wisatawan  menyaksikan kuda renggong setiap saat. Jadi tidak tergantung hanya event tahunan," ujarnya Dony.

Secara keseluruhan Atraksi 111 Kuda Renggong Sumedang kali pertama ini meskipun tak ada suguhan hiburan musik band ataupun penyanyi terkenal dan juga tidak ada bermacam lomba sebagaimana Festival Kuda Renggong yang digelar Yaskures setiap tahun, namun terbilang sukses terlebih keberhasilannya dalam meraup 10 ribuan pengunjung terutama wisatawan lokal dan luar Jabar.

Endang, salah seorang pengunjung dari Bandung mengaku tahu informasi Atraksi 111 Kuda Renggong dari tulisan travel blog www.travelplusindonesia.bogspot.co.id yang ada di internet.

Lantaran penasaran ingin tahu apa itu kuda renggong, Endang dengan 3 orang teman datang ke Lapangan Darongdong.

“Ternyata seru juga, soalnya di tempat saya nte aya (tidak ada-red) kuda renggong atuh. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi dengan suguhan yang lebih banyak dan lebih lama, bukan cuma aksi kuda silat dan pawai kuda renggong,” imbaunya.

Naska: adji kurniawan  (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & wawan

Captions:
1. Salah satu atraksi Kuda Renggong di Lapang Darongdong, Buahdua, Sumedang, Jabar, Sabtu (10/2/2018).
2. Ribuan pengunjung menyaksikan Atraksi 111 Kuda Renggong perdana di Lapang Darongdong berlatarbelakang Gunung Tampomas. 
3. Wawan Gunawan naik kuda renggong bersama Bupati Sumedang di samping kirinya. 
4. Ribuan pengunjung dari anak-anak sampai orang tua memadati Lapang Darongdong untuk menyaksikan atraksi kuda renggong.
5. Salah satu aksi kuda silat dalam Atrasi 111 Kudang Renggong yang memuku penonton.
6. Joki perempuan cilik yang tampil bak artis ikut perpawai kuda renggong.
7. Atraksi 111 Kuda Renggong membawa berkah bagi sejumlah pedagang.
8. Parade atau pawai kuda renggong keliling Kecamatan Buahdua.

Read more...

Sabtu, 19 Agustus 2017

Countdown Asian Games 2018 Bikin Pesona Monas dan Jembatan Musi Kian Terdongkrak, Ini Rahasianya

Tak bisa dipungkiri kesuksesan acara Countdown Asian Games 2018 yang digelar Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) di dua kota, Jakarta dan Palembang pada Jumat 18 Agustus 2018 malam, membuat pesona dan kepopuleran  Tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, dan Jembatan Musi atau Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan semakin terdongkrak.

Lihat saja selama acara Countdown Asian Games 2018 berlangsung, Monas dan Jembatan Musi terekpos secara nasional di layar kaca bahkan mendunia berkat penyebaran informasi lewat beragam media sosial (medsos).

Di bagian pertama mulai pukul 19.00-19.30 WIB untuk ceremony countdown, acara ini ditayangkan di semua stasiun TV. Sedangkan di bagian kedua (19.30-21.00) untuk hiburan selama 90 menit ditayangkan di dua stasiun TV.

Wajah Monas pun tampil menawan selama acara berlangsung. Lampu warna-warni menyelimuti seluruh badan Monas, menampilkan berbagai gambar, termasuk cahaya berwarna Merah Putih.

Begitupun dengan Jembatan Musi yang terlihat jelas di layar dengan lampu-lampu warna-warni yang memantul di permukaan air Sungai Musi.

Dalam acara bertema "Energy of Asia" ini, kedua nama ikon landmark tersohor ini pun kerap disebut-sebut host-nya yakni Sarah Sechan dan Daniel Mananta (VJ Daniel).

Beberapa hari sebelum acara hitung mundur di Jakarta dan Palembang yang kabarnya menghabiskan dana Rp15 Miliar ini berlangsung, sejumah media massa terutama media online/weblog, cetak, dan elektronik bahkan medsos sudah menyebut atau mencantumkan Monas dan Jembatan Musi.

Nama  lain yang ikut terdongkrak akibat dari pernyelenggaraan Countdown Asian Games 2018, tentu saja Bundaran HI-Jakarta dan Benteng Kuto Besak (BKB), Sungai Musi, Stadion Jakabaring Palembang serta tak ketinggalan Pempek.

Begitupun saat peyelenggaraan dan setelah acara tersebut berlangsung. Sejumlah media massa, weblog, dan medsos (youtube, twitter, FB, instagram, dan lainnya), berlomba-lomba mengekspos acara spektakuler ini hingga membuat pesona dan kepopuleran Monas dan Jembatan Musi semakin terdongkrak.

Berdasarkan pengamatan TravelPlus Indonesia, ada beberapa hal yang membuat acara Countdown Asian Games 2018 berhasil menyedot perhatian puluhan ribu penonton secara langsung di dua kota tersebut, dan jutaan pasang mata lewat layar kaca, belum lagi lewat pemberitaan media massa dan sejumlah medsos.

Pertama ditangani panitia yang profesional, kemudian kemasan acaranya bertaraf internasional.

Buktinya artis yang ditampilkan benar-benar artis pilihan, baik itu artis internasional, terutama dari Asia maupun dari Indonesia yang popular dan atau tengah melambung. 

Di Palembang ada Judika, Rizky Febian, Denada, dan DJ Jesse ditambah Tari Gending Sriwijaya yang membuka acara di kawasan BKB tepian Sungai Musi, dekat Jembatan Musi mulai pukul 19.00 WIB.

Sementara di Jakarta, menghadirkan deretan artis papan atas seperti Raisa, Tulus, Ikke Nurjanah, Dira Sugandi, Jflow hingga Far East Movement serta 2 personel SNSD, Taeyeon dan Hyoyeon asal Korea Selatan.

Selain itu ada aksi colosal dance  bertajuk Ruwat Bumi karya koreografer Indonesia Eko Supriyanto yang berkiprah di panggung seni tari internasional.

Ruwatan tersebut menceritakan kepercayaan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 merupakan suatu kebanggaan bangsa dan momentum untuk menunjukkan jati diri sebagai penyelenggara yang baik serta mampu meraih prestasi.

Kedua, kehadiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut melambungkan acara ini. 

Presiden Jokowi bukan sekadar hadir tapi sekaligus melemparkan panah LED (light emmiting diode) di Monas sebagai tanda dimulainya jam digital yang diletakkan di Bundaran Hotel Indonesia dan di Stadion Gelora Sriwijaya, Kompleks Olah Raga Jakabaring.

Ketiga, adanya drone formation yang spetakuler dan kekinian, berupa aktraksi 300 drone yang membuat beragam formasi selama sekitar 6 menit antara lain formasi tulisan Asian, Asian Games 2018, RI, Pembawa Obor, Bintang, Bendera Merah Putih, dan Lambang Garuda. 

Ratusan drone yang menebarkan cahaya berwarna-warni tersebut diterbangkan tidak jauh dari Tugu Monas, sepintas seperti ribuan kunang-kunang tengah terbang hilir-mudik bermain-main di dekat pucuk Tugu Monas.

Melihat suguhan yang apik dan berkelas dunia itu ditambah pesta kembang api yang wah, wajar kalau perhelatan Countdown Asian Games 2018 mendapat pujian banyak orang.

Lalu apa yang bisa dipetik dari kesuksesan Countdown Asian Games 2018 buat penyelengaraan event-event terkait pariwisata, entah itu festival, parade budaya, suguhan konser musik, pameran wisata, bazaar kuliner, dan lainnya?

Tak ada pilihan selain digarap oleh panitia yang profesional, kreatif dan kekinian, dengan kemasan yang berkelas nasional bahkan internasional jika ingin meraup wisatawan nusantara dan mancanegara secara siqnifikan, minimal jadi bahan perbincangan positif media massa dan medsos. Bukan asal jadi, bukan dijadikan ‘proyek’.

Event yang dibuat jangan menjiplak 100 % atau mengikuti daerah/kota lain. Event-nya harus punya daya tarik/keunikan muatan lokal tersendiri.

Kalau menampilkan karnaval, parade atau pawai budaya, pesertanya harus diseleksi baik atraksi yang ditampilkan maupun kostum yang dikenakan, mulai dari alas kaki sampai penutup kepala yang menarik, unik, dan atau wah.

Apabila menyuguhkan artis/penyanyi/band harus benar-benar yang berkelas, tersohor atau paling tidak tengah digemari. Begitupun dengan koreografi dan kelompok musik pengiringnya.

Tak lupa promosi gencar jauh-jauh hari sebelum event lewat beragam media promosi serta melakukan jumpa pers pra event dan peliputan on event dengan melibatkan sejumlah jurnalis/travel blogger andal.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: @genpisumsel & adji 

Captions:
1. Wajah Tugu Monas saat acara Countdown Asian Games 2018.
2. Pesta kembang api di kawasan Benteng Kuto Besak, dekat Jembatan Musi.
3. Pesona Sungai Musi dan Jembatan Ampera di pagi hari
4. Wajah bagian depan Benteng Kuto Besak jelang sore hari.
5. Sepenggal raut Monas di malam hari.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP