. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2019

Raja Ampat, Bali, dan Labuanbajo, Jadi Pilihan Destinasi Liburan Akhir Tahun Selebritas

Tiga destinasi andalan Indonesia yang namanya mendunia; Raja Ampat, Bali, dan Labuanbajo menjadi pilihan selebritas ternama Tanah Air sebagai lokasi tujuan liburan akhir tahun 2019.

Raja Ampat yang berada di Papua Barat dipilih sutradara sekaligus produser film Mira Lesmana. Sedangkan Pulau Dewata Bali, jadi pilihan Nia Ramadhani, Cinta Laura, dan pengacara kondang Hotman Paris.

Labuanbajo di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang lagi ngehits, dipilih artis papan atas Dian Sastro. 

Di Raja Ampat, sejumlah aktivitas wisata dilakukan Mira Lesmana (Miles) antara lain mengabadikan matahari terbenam nan menawan, menyambangi Teluk Kabui, menyelam di Friwen Island dan Yenbuba Island, memotret ikan Nemo, dan menikmati panorama Pulau Piaynemo.

Ada sekitar 14 foto pemandangan, narsis, dan aktivitas Miles di Raja Ampat yang ia bagikan di Instagram (IG) pribadinya @mirles.

"Semua yang sudah saya lihat dan alami di sini (Raja Ampat_red) bikin bahagia," ungkap Miles di bawah salah satu foto yang diunggahnya.

Di Labuanbajo, Dian Sastro yang liburan bersama suami dan dua anaknya bersantai di Ayana Komodo Resort yang berada di Pantai Waecicu.

Mereka juga naik kapal pinisi Cordelia ke perairan Pulau Komodo. Tak ketinggalan treking ke Pulau Padar yang berpanorama indah luar biasa.

Ada sekitar 7 foto yang diunggah Dian Sastro di IG-nya @therealdisastr. "Pertama kali di pulau-pulau ini. Sangat diberkatin sangat bersyukur berada di sini," ujar Dian Sastro sebagai captions di dua foto yang berbeda.

Di Bali, Cinta Laura pun  mengunggah dua foto dirinya di akun IG miliknya @claurakiehl ketika liburan akhir tahun.

Di Bali, selain berenang Nia Ramadhani juga mengunjungi beach club.

Sejumlah foto liburannya itu kemudian diunggah di IG-nya @ramadhaniabakrie.

Lain lagi dengan Hotman Paris. Dia menggunggah belasan video dan foto di IG @hotmanparisofficial saat dia liburan di Finns salah satu beach club ternama di Bali.

"Tamunya (Finns_red) malam tahun baru 9500 orang (1 bed vvip 20 juta) waoo kaya!!," tulis Hotman di salah satu videonya bersama  Mr. Tony, pemilik Finss.

Bali juga dipilih selebritas Maya Septha dan Yasmine Wildblood  sebagai tempat liburan akhir tahun bersama sang buah hati.

Di Bali Yasmine Wildblood bersama keluarga menikmati suasana pantai di Canggu, Sanur, dan Pantai Sindhu.

Ada sekitar 8 foto liburannya yang diunggah di akun IG-nya @yaswildblood "Bayi #sophiaayana pertama kali di pantai," tulis Yasmine saat berada di Pantai Sanur.

Dari ketiga destinasi andalan tersebut, Bali menjadi yang terfavorit lantaran paling banyak dipilih selebritas sebagai lokasi liburan akhir tahun.

Sederet selebritas tersohor lainnya justru memilih liburan akhir tahun 2019 di luar negeri.

Seperti biasa, TravelPlus Indonesia lebih sregh membuat tulisan para artis yang berlibur di dalam negeri daripada selebritas yang ke luar negeri.

Kenapa? Ya karena secara tidak langsung mereka sudah turut mempromosikan destinasi wisata yang ada di negaranya sendiri, bukan negara orang lain.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Time to pose, gaya Mira Lesmana di Raja Ampat.
2. Mira Lesmana jatuh cinta dengan Raja Ampat.
3. Dian Sastro treking ke Pulau Padar, kawasan Labuanbajo.
4. Nia Ramadhani berenang di salah satu resort mewah di Bali.
5. Yasmine Wildblood bersama bayinya di Pantai Sanur, Bali.


Read more...

Selasa, 01 Mei 2018

Bali, Jakarta, dan Yogyakarta Potensial Menjadi Destinasi Yoga Berkelas Dunia

Sampai saat ini Indonesia belum memiliki destinasi yoga yang secara resmi ditetapkan oleh pemerintah ataupun pihak terkait. Padahal sejumlah tempat di seluruh wilayah Tanah Air dari Aceh sampai Papua bisa digunakan untuk beryoga. Dari sekian banyak daerah itu, sepertinya Bali, Jakarta, dan Yogyakarta paling potensial menjadi destinasi yoga berkelas dunia.


Anjasmara, aktor yang menekuni yoga sejak 1994 dan kini menjadi praktisi sekaligus guru yoga mengatakan Bali saat ini menjadi salah satu tujuan masyarakat dunia untuk beryoga.

“Sekarang ini Bali pun kerap dipilih sebagai tempat pelatihan yoga atau yoga school untuk menjadi instruktur atau guru yoga yang diikuti baik oleh orang Indonesia maupun orang asing,’ terang Anjas begitu biasa dia disapa dalam acara jumpa pers pre-event Yoga Festival 2018 di Jakarta, Senin (30/4).

Bukan cuma itu, Bali juga sudah memiliki tiga event yoga berskala internasional, salah satunya Bali Spirit Festival yang dilaksanakan selama sepekan antara bulan Maret-April rutin setiap tahun.

“Banyak wisatawan mancanegara yang datang untuk beryoga selama festival tersebut berlangsung, dan biasanya mereka memperpanjang masa tinggalnya di Bali sampai dua bahkan sebulan,” terang Anjas.

Di Ubud, lanjut Anjas kini menjadi tempat pelatihan yoga bagi orang-orang Jepang selama 10 hari.

“Rata-rata ada sekitar 50-60 peserta dari Jepang setiap bulannya yang mengikuti pelatihan tersebut untuk menjadi instruktur yoga,” tambah Anjas.

Di sejumlah tempat di Bali terutama Kabupaten Karangasem, sambung Anjas, tengah giat berbenah diri menjadi daerah tujuan spritual dan beryoga.

Dua daerah lainnya, yakni Jakarta dan Yogyakarta juga disebut-sebut Anjas potensial menjadi destinasi yoga berkelas dunia.

"Di Jakarta selain marak pelatihan instruktur yoga, juga memiliki sebuah festival yoga yang berskala besar," terang suami dari artis Dian Nitami ini.

Sementara Yogyakarta, terutama di kawasan Candi Prambanan, kerap dipilih sebagai tempat untuk melakukan kegiatan yoga baik bertaraf nasional maupun internasional.

“Kenapa di Candi Prambanan? Karena selain selalu di-support oleh pengelolanya juga banyak energi positif yang bisa diserap di sana,” jelas Anjas tanpa merinci energi positif seperti apa yang dimaksudnya.

Kata Anjas yang pernah beryoga di Papua Barat, sejumlah pantai di Bali, Danau Tamblingan dan Danau Buyan di Kabupetan Buleleng-Bali, dan Kakaban Island di Kabupaten Berau-Kalimantan Timur, serta beberapa tempat di India dan Dubai, sebenarnya masih banyak daerah lain di Indonesia yang juga potensial menjadi destinasi yoga berkelas dunia, seperti Lombok dan Sulawesi.

“Untuk sementara ini masih digodok oleh rekan-rekannya dengan berbagai kriteria, nanti kalau sudah fix baru kami presentasikan ke Kementerian Pariwisata sebagai bahan untuk menetapkan daerah mana saja di Indonesia yang pantas menjadi destinasi yoga berkelas dunia,’ terangnya.

Di kesempatan jumpa pers yang dihadiri Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat itu, Anjas berterimakasih kepada Kementerian Pariwisata karena sudah bersedia mendukung pelaksanaan Yoga Festival 2018 dalam rangka memperingati Hari Yoga Internasional yang ke-4 yang akan diadakan di Indonesia.

“Alhamdulillah di peringatan Hari Yoga Internasional keempat ini, Kementerian Pariwisata mau men-support kami. Sebelumnya, tiga kali penyelenggaran, kami selalu single fighter,” ungkapnya.

Anjas pun tak lupa berterimakasih kepada seluruh yoga studio, praktisi yoga, dan asosiasi yoga di Indonesia yang terus bersemangat memperkenalkan dan memajukan yoga di Indonesia.

“Tanpa bantuan mereka, yoga tidak akan berkembang sepesat ini di Indonesia,’ ujarnya.

Sebagai penutup Anjas menegaskan bahwa manfaat yoga sangat banyak, salah satunya dapat mengelola stres, dan yoga bukanlah milik agama tertentu.

“Belajar yoga tidak mewajibkan kita menjadi Hindu. Tetaplah menjadi diri sendiri dengan mencintai agamamu sendiri,’ pungkas Anjas.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.@anjasmara dan adji

Captions:
1. Anjasmara beryoga di Kakaban Island, Kabupaten Berau, Kaltim.
2. Anjasmara beryoga di salah satu pantai di Bali.
3. Salah satu acara yoga di Candi Prambanan, Yogyakarta (foto: adji)
4. Anjasmara beryoga di Papua Barat.
5. Anjasmara beryoga di salah satu tempat di India.

Read more...

Selasa, 10 April 2018

Bali, Bandung & Joglosemar Ditetapkan sebagai Destinasi Kuliner Indonesia? Ini Alasannya

Tiga daerah yakni Bali, Bandung, dan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) sudah ditetapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai Destinasi Kuliner Indonesia sejak 2016 lalu. Namun sampai kini, banyak pihak bertanya, kenapa ketiganya yang terpilih sedangkan yang lain tidak? Padahal kalau mau jujur, masih banyak daerah lain yang juga pantas berpredikat demikian.

Dalam jumpa pers Pesona Kuliner Festival Jajanan Bango 2018 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (9/4), Ketua Tim Percepatan Destinasi Wista Kuliner dan Belanja, Kemenpar Vita Datau kembali menjelaskan bahwa Bali, Bandung, dan Joglosemar memang sudah ditetapkan Kemenpar sebagai Destinasi Kuliner Indonesia tahun 2016.

Penetapan itu, sambungnya atas hasil penilaian yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tahun 2015.

“Penilaiannya dilakukan pada tahun 2015. Jadi selama setahun, tim itu untuk menilai semua destinasi yang memang kulinernya cukup didengar orang,” terangnya.

Menurut Vita penetapan tersebut bukan sekadar karena orang banyak yang suka berwisata ke Bali, Bandung, dan ke Joglosemar, tetapi juga menyangkut produk (ragam kuliner), pelaku usaha kuliner, dan komitmen pemerintah daerah (pemda) terhadap pengembangan wisata kulinernya.

“Produk kulinernya harus unik dan otentik, termasuk punya kuliner yang ngetop atau populer,” bebernya.

Daerah itu juga harus memiliki pelaku usaha atau bisnis kuliner. “Ada tempat usaha kulinernya yang memadai, bersih, dan lainnya,” terangnya.

Komitmen pemda-nya juga sangat penting. “Karena kalau sudah ditetapkan sebagai destinasi kuliner kemudian tidak ada follow up dari pemda-nya misalnya tidak melakukan pengembangan termasuk promosinya, ya sia-sia,” jelasnya.

Kata Vita lagi, nilai kriteria komitmen pemda itu cukup tinggi. “Dari total nilai, komitmen pemda itu hampir 35 % nilainya,” ungkapnya.

Itu sebabnya ketiga destinasi yang sudah ditetapkan tersebut, sambungnya kemudian dibuat MoU dengan pemda-nya. “Jadi tidak bisa didiamkan saja, harus ada follow up-nya,” tambah Vita.

Kemenpar pun kini tengah berupaya supaya ketiga Desnitasi Wisata Kuliner Indonesia tersebut mendapatkan sertifikasi dari UNWTO sebagai organisasi tertinggi untuk urusan pariwisata agar diakui secara global sehingga cepat dikenal mancanegara.

Menpar Arief Yahya dalam kesempatan ini juga mengatakan bahwa penetapan Bali, Bandung, dan Joglosemar sebagai Destinasi Wisata Kuliner Indonesia merupakan langkah yang tepat.

“Kalau saya tidak menetapkan destinasi kuliner Indonesia, itu jauh lebih buruk untuk bangsa ini. Ini sama halnya dengan penetapan 10 destinasi prioritas pariwisata atau dikenal sebagai 10 “Bali Baru”. Jadi harus ada yang ditetapkan sekalipun itu tidak populer, daripada bangsa ini tidak punya sama sekali,” ungkap Arief Yahya seraya berharap ketiga Destinasi Kuliner Indonesia tersebut segera disertifikasi oleh UNWTO sehingga bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin menjadi destinasi kuliner.



Nah, sekarang terjawab sudah kenapa baru Bali, Bandung, dan Joglosemar yang terpilih dan kemudian ditetapkan sebagai Destinasi Kuliner Indonesia.

Bisa jadi daerah Anda sebenarnya masuk dalam daftar yang dinilai oleh tim Kemenpar, namun dalam proses penilaiannya ternyata tidak memenuhi semua kriteria.

Mungkin saja daerah Anda memiliki ragam kuliner unik dan otentik berikut pelaku usahanya, tapi komitmen pemda-nya minim.

Mungkin juga pelaku usahanya terbatas, dan karena faktor lainnya.

Jadi jika ingin daerah Anda kelak terpilih menjadi Destinasi Wisata Kuliner Indonesia berikutnya, tak ada cara lain selain memenuhi semua kriteria penilaian tersebut.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembararopis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Jogja selain memiliki sejumlah obyek wisata budaya, sejarah, dan alam pun ragam kulinernya jadi salah satu alasan orang datang ke Daerah Istimewa ini.
2. Bandung selain punya banyak sentra kuliner, resto menarik dan lainnya pun dibarengi sejumlah event yang berkaitan dengan kuliner baik diselenggarakan pemkot maupun komunitas.
3. Leker, panganan otentik Solo.
4. Seorang pelaku usaha kuliner legendaris di Solo.
4. Salah satu kuliner khas Jogja.

Read more...

Senin, 22 Desember 2014

Bali, Jakarta, dan Batam Promosinya Diprioritaskan Kemenpar

Indonesia memiliki ribuan destinasi wisata. Namun ternyata dimata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, tidak semuanya pantas dipromosikan secara gencar. Dari sejumlah destinasi yang ada, cuma tiga destinasi yang diprioritaskan untuk dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yakni Bali, Jakarta, dan Batam.

"Saya memprioritaskan destinasi wisata yang sudah siap bukan hanya atraksinya, pun juga fasilitas dan aksesnya,” terangnya usai mengikuti peringatan Hari Nusantara 2014, baru-baru ini di Kotabaru, Kalimantan Selatan. 

Menurutnya suatu daerah bisa dikatakan destinasi wisata bila memiliki bukan hanya beragam produk wisata yang menarik sebagai acttractiviness-nya, pun sudah dilengkapi bermacam penginapan sebagai aminities-nya serta fasilitas pendukung yang memudahkan aksebilitasnya.

“Kalau belum siap seperti di sini (Kotabaru-red), sekalipun indah, nanti kalau kita promosikan bisa jadi backfire buat kita,” jelasnya.

Sebuah destinasi wisata yang siap dipromosikan harus memiliki tiga unsur tersebut yakni acttractiviness, aminities, dan aksebilitas. Dengan kata lain tidak memiliki hambatan. “Biarpun suatu tempat memiliki keindahan laksana surga, tapi kalau tidak bisa diakses, sulit turis kesana," tambahnya.

Jadi kalau mau dipasarkan, lanjutnya maka transportasi, akomodasi destinasi tersebut harus sudah siap. “Ditambah travel agent yang sudah menyediakan paket-paket wisatanya,” terangnya lagi.

Menurut pengamatannya, sejauh ini ada tiga destinasi yang diprioritaskan pihaknya (Kemenpar) untuk dipromosikan, yakni Bali, Jakarta, dan Batam. Mengapa? Karena ketiga destinasi tersebut memiliki tiga unsur sebuah destinasi wisata dan sudah menjadi pintu masuk turis mancanegara ke Indonesia. 

Dari ketiga destinasi utama tersebut, Bali masih menjadi destinasi pemasok turis asing ke Indonesia. "Turis yang masuk ke Indonesia lewat bali mencapai 40 persen, dari Jakarta, 30 persen, dan dari Batam 25 persen," urainya. 

Selain tiga destinasi tersebut, juga ada beberapa daerah yang sudah mendaftar ke Kemenpar untuk diprioritaskan pemasarannya yakni Solo dan Belitung. 

Penetapan prioritas pemasaran ketiga destinasi di atas, bukan berarti Kemenpar tutup mata dengan destinasi wisata lainnya. Pihaknya, lanjut Arief Yahya akan membuat program bertajuk 'Great' di tiga destinasi tersebut. 

Lewat program ‘Great’ itu, lanjutnya, Kemenpar juga akan mempromosikan dan menjual wilayah di sekitarnya. “Misalnya Great Jakarta, nanti mempromosikan Gunung Padang di Cianjur. Lalu Banyuwangi akan masuk Great Bali, karena mungkin orang-orang tidak tahu nama Banyuwangi tahunya Bali. Itulah, saya jual pakai nama Bali," paparnya. 

Arief Yahya kembali menegaskan dirinya orang marketing (marketer). “Begitu promosi pasti akan naik,” akunya. Namun sekali lagi dia mengingatkan, untuk mencapai itu destinasi yang dipromosikan harus benar-benar membuat orang senang dan sebailknya jangan sampai membuat orang kecewa. 

“Kalau destinasi yang kita promosi objeknya mengecewakan, akomodasi tidak ada atau aksesnya sulit, akan jadi bumerang. Jadi harus siap dulu,” pungkasnya. 

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com) 

Captions: 
1. Batam, jadi salah satu dari 3 destinasi wisata selain Bali dan Jakarta yang diprioritaskan pemasarannya oleh Kemenpar. 
2. Menpar Arief Yahya saat menghadiri perayaan Hari Nusantara ke 14 di Kotabaru, Kalsel.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP