. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Februari 2020

Intip Kegiatan Famtrip Travel Agent Singapura, Malaysia, dan Indonesia di Batam dan Bintan

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) mendukung kegiatan Famtrip tiga negara di Batam dan Bintan selama 3 hari 2 malam (18-20/2/2020).  

Famtrip bertajuk A Place Called Riau Islands yang diinisiai oleh Asosiasi Pariwisata Bahari Kepri (ASPABRI) yang diketuai Surya Wijaya ini melibatkan perwakilan 20 travel agent dari tiga negara dan 5 media dengan total 40 peserta.

Travel agent yang ikut dalam Famtrip tersebut terutama dari Singapura dan Malaysia serta travel agent Indonesia dari Palembang, Medan, Pekanbaru, dan lainnya ditambah media dari Batam yang perwakilan dari Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri Buralimar berharap dengan pelaksanaan kegiatan peserta Famtrip dapat mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Kepri khususnya di Kota Batam dan Kabupaten Bintan sehingga dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kepri.

Menurut Buralimar tingkat kunjungan wisman ke Kepri akibat efek wabah virus Corona di Wuhan China, tidak sampai menurun signifikan.

"Sekitar 1.700 wisman asal Malaysia baru-baru ini datang ke Batam,” ungkapnya seraya mentargetkan pada Maret atau April industri pariwisata Kepri bakal menggeliat lagi.

Kata Buralimar, berbagai upaya terus dilakukan Dinas Pariwisata Batam dan Bintan bersama para pelaku industri pariwisata agar pariwisata kedua destinasi utama Kepri itu terus meningkat, termasuk mendukung kegiatan Famtrip ini.

Berdasarkan itenerary Famtrip yang TravelPlus Indonesia terima dari Kepala Dispar Kabupaten Bintan Wan Rudi Iskandar, hari pertama Selasa (18/2) seluruh peserta Famtrip menginap di Batam satu malam di beberapa hotel yang ada di Batam. 

"Hari Rabu (19/2) rombongan  ke Bintan, keliling kawasan wisata Lagoi dan tur menyusuri hutan bakau atau mangrove discovery, dan menyaksikan berbagai atraksi di Plaza Lagoi," terang Wan Rudi. 

Malamnya rombongam inap satu malam di Bintan Lagoon Resort, Nirwana Hotel, Anmon Hotel, dan beberapa Hotel di Lagoi yang ikut berpartisipasi dalam program ini, di bawah koordinasi PT. BRC, selaku pengelola  Kawasan Wisata Lagoi Bintan.

Peserta Famtrip kemudian mengikuti makan malam bersama di Angsoka Villa 16, Bintan Lagoon.

Acara makan malam juga diisi dengan perkenalan, sambutan-sambutan, dan presentasi.

Hari ketiga, Kamis (20/2) usai sarapan peserta Famtrip dibawa panitia untuk melihat pemandangan Bintan Lagoon Resorts, Ria Bintan Golf Course, dan Club Med.

Selanjutnya rombongan menuju Laguna Bintan, Angsana Resort, Cassia Bintan, dan Banyan Tree Bintan.

Berikutnya menikmati suasana Nirwana Gardens Hotel dam mengunjungi The Sanchaya, Holiday Villa Pantai Indah, dan Grand Lagoi. 

Kemudian rombongan makan siang di Marine CafĂ©  di Marine Life Discovery Park. Setelah itu keliling Marine Life Discovery Park dan Chill Cove.

Sorenya peserta Famtrip kembali ke Batam lewat Tanjung Uban. Lalu bertolak kota asal masing-masing. 

Sinergitas yang dilakukan Dispar Kepri, Batam, dan Bintan dengan para industri pariwisata (inpar) baik itu travel agent dan hotel ditambah dengan bantuan liputan dari sejumlah media terutama wartawan/travel blogger yang loyal menulis dan menyebarluaskan informasi kepariwisataan, merupakan langkah yang tepat, dan boleh dibilang cepat. 

Satu hal lagi yang tak kalah penting, setelah Famtrip ini harus ada program lanjutan terutama yang dibutuhkan wisatawan, misalnya ketersediaan program paket promo baik itu paket wisata maupun paket inap di sejumlah hotel/resort, dan lainnya.

Jika paket-paket tersebut sudah ada, maka langkah berikutnya segera bersinergi dengan wartawan/travel blogger terkait untuk mempublikasikannya.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, Ig: @adjitropis)
Foto: dok. dispar bintan.

Captions:
1. Peserta Famtrip 20 Travel Agent 3 negara ke Batam dan Bintan selama 3 hari.
2-4. Suasana makan malam para peserta Famtrip dengan Dispar Kepri, Batam dan Bintan serta seluruh pendukung acara.


Read more...

Kamis, 01 Maret 2018

Aneka Gift Indonesia, Malaysia, dan Thailand Ramaikan ICBGS Maret Ini

Gift belum begitu popular di Tanah Air. Padahal Indonesia memiliki banyak sentra handmade gift meskipun masih dalam skala rumahan, belum industri (pabrikan). Untuk lebih memperkenalkan bermacam produk gift asli Indonesia, pameran bertajuk Indonesia Craft Batik Gift Show (ICBGS) 2018 pun digelar.

Sesuai namanya, selain batik dan kerajinan tangan, pameran ini pun akan menampilkan bermacam produk gift atau bingkisan hadiah dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jogja, Bali, dan Papua, bahkan dari mancanegara.

“ICBGS kedua yang akan berlangsung di Hall A Jakarta Convention Centre 7-11 Maret 2018 ini juga akan memamerkan beragam gift dari Malaysia dan Thailand,” kata Budi Sukat Swito dari Mistindo Connexion selaku penyelenggara pameran ICBGS 2018 kepada TravelPlus Indonesia saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Kamis (1/3).

Menurut Budi, produk gift sengaja dimasukkan dalam pameran ICBGS ini dengan tujuan agar lebih dikenal, dicintai, diminati, dan lebih memasyarakat lagi di Indonesia.

“Kalau di luar negeri, gift sendiri sudah lama diminati dan memiliki pameran besar tersendiri. Nah ICBGS ini bisa mengarah ke sana juga nantinya,” terang Budi.

Di kesempatan itu, Tazbir selaku PIC 100 Calendar of Event Kemenpar mengatakan pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan ICBGS.

Menurutnya semakin banyak event pameran digelar, semakin memberi point lebih tersendiri bagi Jakarta sebagai Kota MICE (meeting, incentive, conference & exhibition) sekaligus membantu Kemenpar dalam mempromosikan event terkait aneka produk dalam negeri untuk kemajuan pariwisata.

Tazbir pun merespon positif pameran ini karena sudah memasuk gift di dalamnya selain tentunya batik Indonesia yang sudah mendunia dan kerajinan tangan lainnya.

Menurut Tazbir gift itu semacam cindera mata kecil. Ada yang terbuat dari kulit, keramik, kayu, dan lainnya.

“Gift itu di Indonesia lebih nempel ke wedding souvenir. Contohnya gentong dari Kasongan berukuran kecil atau dompet batik Pekalongan, kipas unik, dan lainnya yang dijadikan souvenir perkawinan,” ungkapnya.

Tazbir berharap lewat pameran besar ini, gift asli Indonesia tentunya akan lebih memasyarakat lagi, paling tidak bisa membendung ketergantungan akan produk kerajinan tangan dari China yang memang dibuat secara industri/pabrik.

“Jangan sampai gantungan kunci dan souvenir perkawinan lainnya saja pakai made in China. Jadi wisatawan harus beli produk asli Indonesia, jangan import,” imbaunya.

Budi menambahkan ICBGS yang mengangkat tema ‘Melalui Craft, Batik, dan Gift Show 2018 Kita Tingkatkan Kreativitas dan Produktivitas dalam Rangka Persaingan Dunia Global’ ini akan diikuti 200 stand pameran.

Selama pameran berlangsung juga diselenggarakan fashion show, talkshow, costum and hair competition, workshop, dan beauty class make up by Wardah serta pertunjukan musik.

“Pameran yang terbuka untuk umum pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB ini gratis alias tidak dikenakan tiket masuk,” pungkas Budi.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Pihak penyelenggara Indonesia Craft Batik Gift Show (ICBGS) 2018 berfoto bersama Tazbir selaku PIC 100 Calendar of Event Kemenpar.
2. ICBGS kedua ini memamerkan pula beragam produk gift asli Indonesia dan mancanegara.
3. Saat jumpa pers ICBGS 2018.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP