. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Wow... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wow... Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2020

Wow.., Video #DPOCorona Komika Bintang Emon Sudah Ditonton Lebih 1,1 Juta Kali

Pesan untuk tidak meremehkan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) datang dari berbagai kalangan dari pejabat, tokoh agama, presenter ternama, artis, bahkan komika dengan bermacam gaya.

Ada yang sukses menarik perhatian warganet, tak sedikit yang gagal karena biasa-biasa saja alias standar.

Salah satu komika yang berhasil menyampaikan pesan tersebut lewat unggahan video di akun Instagram (IG)-nya adalah Bintang Emon.

Video berjudul #DPOCorona yang diunggah komika muda bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra di @bintangemon ini sudah ditonton lebih dari 1,1 juta tepatnya 1.119 380 kali tayang saat TravelPlus Indonesia buat tulisan ini, Minggu (22/3/2020).

Tapi entah kenapa Bintang Emon memberi judul #DPOCorona bukannya #ODPCorona.

ODP adalah singkatan dari Orang Dalam Pemantauan yang diduga sudah terpapar virus Corona. Sedangkan DPO itu Daftar Pencarian Orang. Apakah Bintang Emon salah menulisnya atau ada istilah tersendiri dari judul DPO itu. 

"Izin menyampaikan pesan melalui DPO," tulis Bintang Emon di bawah video unggahannya itu.

Di dalam video itu, komika Kalideres, Jakarta Barat kelahiran  Jakarta, 5 Mei 1996 (23 tahun) ini mengenakan kaos hitam lengan pendek dan topi pet hitam.

Berikut beberapa pesan Bintang Emon yang menarik dan disampaikan dengan ringan dan kocak khasnya.

"Untuk temen-temenku yang masih suka bilang, elah Tang santai aja.., nyawa kita di tangan Tuhan. Weiit, Paman Boboho kalau itu prinsip ente, noh lo jongkok di tengah jalan tol sambil bilang nyawa kite di tangan Tuhan.., kalo nggak 'dicipokin" Inova lo!," kata komika yang juga permah main film Dua Garis Biru (2019) dan Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2019).

"Emang nyawa kite di tangan Tuhan cuman kan harus usaha kitenya. Ada ikhtiar sebelum tawakal. Nah makanya lo pas pelajaran agama jangan main qiu-qiu lo, kaga masuk di kepala lo," lanjut Bintang Emon. 

"Tapi gue gpp Tang klo meninggal. Yee Gue juga gpp klo lo meninggal asalkan lo meninggal jasad lo nguap gitu, ngilanglah. Kalo lo  meninggal karena ngeremihin Corona yang lain bisa kena. Yang mandiin lo, yang nguburin lo, orang catering di tahlilan lo kenaaa... ya Alloh jahat banget lo. Dia nggak ngerti apa-apaan cuma bungkusin lemper doang, kenaaa.." kata Bintang Emon di video yang sudah dikomentari 11,9 ribu warganet.

Video berdurasi 2 menit 21 detik yang diunggah pelawak tunggal atau komika pemenang Stand Up Comedy Academy (SUCA) 3  Indosiar 2017 ini pada Minggu (22/3/2020), selain disukai warganet biasa, juga disenangi para selebritas, bahkan ada yang me-repost-nya, salah satunya Dewi Sandra.

"Dengerin @bintangemon ya...," ujar Dewi Sandra di bawah repost-an video tersebut yang sudah dilihat warganet sebanyak 398.440 tayangan dan disukai antara lain oleh penyanyi @armandmaulana04 dan @rinni_w.

Dalam video itu, Bintang Emon juga menyarankan supaya masyarakat mematuhi arahan Social Distancing untuk mencegah terpapar apalagi terjangkit virus yang telah menewaskan 38 orang di Indonesia berdasarkan data Pemerintah per Sabtu (21/3/2020).

"Kite juga kalo diarahin buat Social Distancing yang bisa ngikutin, ya nurut,  toloong... Ada orang batuk udah ngindarin tuh, jangan ada yang batuk, lo tegor 'weit batuk pak Haji', yaaa.. lo kena Corona lo. Jangan sampe meninggal karna becanda," pesan Bintang Emon.

Menyuarakan pesan #JanganKeLuarRumah alias #DiRumahAja, #DiKostAja, #DiKontrakanAja, dan atau #DiApartemenAja memang bisa lewat berbagai cara.

Travel Plus Indonesia sendiri sedari awal turut menyebarkan seruan #solitersoliderredamcorona, #dirumahajausircorona, #jangananggapremehcovid-19, dan #travelpluscegahsebarancovid-19 lewat sejumlah tulisan di www.travelplusindonesia.blogspot.com dan akun IG @adjitropis

Harapannya sama, semoga warga Jabodetabek dan kota/daerah lain yang masih ngeyel, bandel, dan ngeremehin bahaya Covid-19, menjadi sadar.

Sebab dengan menerapkan lockdown untuk diri sendiri, antara lain tidak keluar rumah, menjaga jarak minimal 1 meter dan memakai masker, tidak kumpul-kumpul dan tidak ketawa-ketiwi sama orang/teman/kerabat yang tidak diketahui apakah benar-benar sehat atau justru diam-diam tanpa dia ketahui sudah terpapar virus, itu berarti orang itu sudah menjaga/menyelamatkan nyawanya sendiri sekaligus nyawa orang lain dari virus Corona.

Nah, buat yang ingin meliat video lengkap Bintang Emon tentang #DPOCorona, bisa dilihat di link IG: https://www.instagram.com/tv/B-CEfcmlbbI/?igshid=yix0k5wpp0a4.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, Ig: @adjitropis)

Captions:
1 & 2: Komika Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra alias Bintang Emon pemenang ajanh Auca 2017 yang unggahan videonya diminati warganet. (foto: dok.@bintangemon)
3 & 4:  Dua dari sejumlah tulisan terkait pencegahan sebaran Covid-19 di TravelPlus Indonesia. (foto: adji)




Read more...

Rabu, 05 Februari 2020

Wow.., Coast to Coast Night Trail Ultra 2020 di Bantul Diikuti 21 Negara

Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra 2020 bakal digelar di Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama dua hari, tanggal 15-16 Februari mendatang. Pesertanya tercatat sudah lebih dari 1.300 pelari dari 21 negara, termasuk Indonesia. Wow, kereeen...

CTC Night Trail Ultra, boleh dibilang sport tourism event yang turut menambah pundi-pundi perbendaharaan wisatawan mancanegara (wisman) bagi Kabupaten Bantul.

"Buktinya di CTC tahun ini, tercatat peserta yang memastikan ikut berjumlah 1070 (update terkini 1.326 peserta), dan 83 orang di antaranya berasal dari 20 negara asing," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo kepada TravelPlus Indonesia, Rabu (5/2/2020).

Ke-83 peserta mancanegara itu, lanjut Kwin begitu sapaan akrabnya, berasal dari Australia, Kolombia, Jepang, Perancis, Malaysia, Spanyol, Turki, Myanmar, Ekuador, dan Inggris.

Selain itu Kanada, Irlandia, Filipina, Slovakia, Belgia, AS, Argentina, Brazil, Jerman, dan dari Singapura. 

"Pendaftaran peserta CTC kali ini sudah ditutup sejak 13 Januari 2020," ungkap Kwin.

Lebih rinci Kwin membeberkan, kalau tahun ini CTC Night Trail Ultra dibagi dalam 5 kategori jarak yaitu 100 Km, 70, 50, 25, dan 13 Km. 

Adapun jumlah peserta menurut kategori jarak terbagi atas 13 Km sebanyak 320 orang, 25 Km (405), 50 Km (380), 70 Km (136), dan jarak 100 Km sebanyak 85 orang.

"Waktu start masing-masing kategori jarak, itu berbeda," tambahnya. 

Untuk 100 Km direncanakan start-nya pada Sabtu,15 Februari 2020 pukul 2 siang dengan 12 water point plus makan.

Jarak 70 Km Sabtu (15/2) pukul 9 malam dengan 9 water point plus makan dan Jarak 50 Km Minggu (16/2) pukul 00.00 WIB dengan 6 water point plus makan.

Jarak 25 Km Minggu (16/2) pukul 4 pagi dengan 3 water point. Sedangkan kategori jarak 13 Km, start-nya pada hari Minggu (16/2) pukul 5 pagi dengan 1 water point. 

Lokasi start dan finish berada di seputar Pantai Depok dan maksimal peserta harus sampai garis finish Minggu, 16 Februari  pukul 12.00 WIB.

Seluruh peserta akan mendapatkan kaos dan mereka yang mencapai finish akan mendapatkan medali. 

Menurut Kwin keunikan atau kekhasan CTC Night Trail Ultra adalah peserta bisa berlari sambil menikmati sunset dan juga sunrise dari pinggir laut.

"Sambil berlari, pesertanya bisa menikmati pantai, gumuk pasir, kawasan Goa Jepang, dan jalan-jalan kampung dengan tanjakan dan turunan yang menantang adrenalin," terangnya lagi.

Garis start dimulai dari Pantai Depok kemudian menyusuri Pantai Parangkusumo, Pantai Parangtritis, Pantai Cemara Sewu, melintasi perbukitan yang indah, dan Gumuk Pasir Parangkusumo. Semuanya berada di wilayah Kabupaten Bantul. 

"Finish-nya di titik yang sama dengan garis start di Pantai Depok dengan suguhan kuliner khas Pantai Depok yaitu Ikan Bakar dan Es Dawet," jelas Kwin.

Kata Kwin lagi, CTC Night Trail Ultra yang rutin diadakan setiap Februari ini dipastikan selalu membuahkan pengalaman tak terlupa bagi pesertanya.

Sebagai infomasi tambahan, adalah Trail Runners Yogyakarta (TRY) yang merancang CTC pertama-kali pada Februari 2015 dengan tujuan untuk mempertemukan pelari-pelari dari berbagai wilayah untuk bertemu dalam satu acara bertajuk Gathering Race.

Gathering Race yaitu race yang dikelola dengan pendekataan gathering atau pertemuan, memunculkan aura kompetitif yang kekeluargaan.

CTC Night Trail Ultra tahun ini memasuki hajatan ke-6. Event ini kembali dihelat sekaligus untuk turut menyemarakkan agenda Jogja Heboh.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.@disparkab bantul & @dinparbantul

Captions:
1. Coast to Coast (CTC) Night Trail Ultra salah satu sport tourism event andalan Kabupaten Bantul dalam menjaring wisman.
2. Peserta CTC Night Trail Ultra akan diikuti dari 21 negara.
3. Kategorinya mulai dari 13 Km sampai 100 Km melintasi pantai-pantai yang fantastis. (foto: dok.@myunanaprildani2)
4. Salah satu pesona sunset Pantai Cemara Sewu yang memanjakan peserta CTC Night Trail Ultra. (foto: dok.@theopegita)
5. Pantai Paris alias Parangtritis jadi trek utama lari CTC Night Trail Ultra 2020.


Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP