. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }
Tampilkan postingan dengan label Biar Puas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biar Puas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2019

Ayo Jelajahi Tujuh Kabupaten Sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Biar Puas

Wilayah Danau Toba yang mencakup 7 kabupaten tentu amat luas. Rasanya tak mungkin menjelajahi kawasan yang kini berstatus sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas ini dalam waktu 2 sampai 3 hari.

Biar puas, sekurangnya dibutuhkan minimal 10 hari untuk bisa menyambangi sejumlah obyek wisata andalan yang ada di 7 kabupaten di sana.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika mengurus sendiri perjalanan sebagai millennial traveler, Anda harus pesan tiket pesawat berangkat secara online dari kota asal ke Kualanamu International Aiport jauh-jauh hari agar kebagian seat.

Pesan pula mobil travel untuk menjemput Anda sekaligus mengantar Anda selama menjelajahi kawasan Danau Toba.

Pilih rental car terpercaya dan sopirnya sudah tahu semua lokasi objek wisata, hotel, dan rumah makan yang bakal Anda sambangi.

Booking online pula sejumlah hotel yang bakal Anda inapi selama penjelajahan.

Tiket pesawat untuk pulang, juga harus sudah Anda pesan via online. Biar lengkap, sebaiknya Anda pulang lewat Bandara Sisingamangaraja XII di Siborong-Borong, Silangit.

Kalau tak mau repot dengan semua itu, Anda bisa beli paket tur di travel agent berpengalaman.

Setibanya di Bandara Kualanamu pada hari pertama, Anda minta jemput mobil travel yang sudah di-booking kemudian langsung ke Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun untuk makan siang di restoran lokal.

Selanjutnya mengunjungi Museum Simalungun di Kota Pematang Siantar. Lalu melanjutkan perjalanan ke Pematang Raya untuk ceck in hotel, makan malam malam, dan menikmati suasana Kota Pematang Raya.

Hari kedua, selepas sarapan lanjut ke Pulau Samosir, tapi sebaiknya singgah di Marsuse untuk melihat penangkaran monyet.

Tiba di Parapat Anda bisa makan siang dulu, lalu menyeberang dengan kapal feri wisata ke Pulau Samosir kemudian tur ke Desa Tomok untuk melihat kuburan tua Raja Sidabutar. 

Berikutnya ke Desa Ambarita untuk melihat kursi batu dan tempat pemancungan kepala oleh Raja Siallogan. Di tempat ini Anda bisa menortor atau menarikan Tortor bersama-sama dengan mengenakan ulos dan tariannya diiringi gondang.

Tortor merupakan jenis tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumut yang meliputi daerah Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Selepas itu, baru ceck in hotel untuk bermalam di Pulau Samosir.

Hari ketiga, selepas sarapan, Anda bisa bersantai di tepian Danau Toba atau photo hunting di pasar dan sekitar tepian danau serta memancing.

Kalau Anda mau shalat di masjid di Samosir bisa ke Masjid Al-Hasanah yang berada di Jalan Danau Toba, Kecamatan Pangururan, Ibukota Kabupaten Samosir.

Kalau mau makan di rumah makan halal, antara lain Rumah Makan Muslim Salero Kita.

Selanjutnya Anda bisa ke Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT) di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Di dalam gedung tersebut, Anda menyaksikan penjelasan tentang sejarah terbentuknya Danau Toba berikut kearifan lokal setempat.

Lanjutkan ke komplek Museum Huta Bolon, Simanindo, masih di Kabupaten Samosir.

Di sana Anda bisa menortor dan merekam aksi musisi serta penari Sigale gale di dancing area.

Anda bisa merekamnya dari sudut pengambilan (angle) mana saja. Tapi paling seru, tentu saja angle dari atap rumah raja atau King's House, tepat dimana enam pemain musik pengiring Sigale gale beraksi.

Setelah itu Anda bisa mampir ke  Ruma Kaca, objek wisata yang relatif masih baru. Di sana Ana bisa melihat bermacam koleksi antik dan foto-foto serta bersantai sambil menikmati kopi, teh, dan bermacam minuman dan makanan ringan.

Hari keempat, lanjutkan perjalanan Anda ke Taman Simalem Resort (TSR) via Tigaras, namun singgah dulu di Simarjunjung untuk menikmati Bandrek dan Pisang Goreng serta melihat keindahan Bukit Indah Simarjunjung (BIS).

Selanjutnya singgah di Air Terjun Sipiso piso, baru kemudian ke TSR untuk makan malam dan bermalam.

Hari kelima, menyaksikan pesona sunrise lanjut sarapan lalu trekking melihat twin waterfall dan keindahan TSR.

Setelah itu kembali ke hotel untuk ceck out. Setelah makan siang, lanjut berangkat menuju Kabupaten Dairi.

Setiba di Dairi berkunjung ke tempat wisata Too Silalahi sekaligus bermalam di sana.

Hari keenam, mengunjungi Taman Wisata Iman di Sidikalang selepas sarapan. Lalu ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Setibanya di Dolog Sanggul (ibukota Humbahas) langsung ceck in dan menginap.

Paginya menikmati keindahan Kota Dolog Sanggul, mengunjungi perkebunan kopi dan menikmati kuliner khas daging kuda.

Hari ketujuh, Anda bisa menikmati panorama Lembah Bakkara seusai sarapan, lanjut ke Istana Raja Sisingamangaraja, ke Air Terjun Janji, Pemandian Aek Sipangolu Raja kala itu, lalu menuju Muara dan bermalam di sana.

Hari kedelapan, seusai sarapan  melanjutkan perjalanan ke Geosite Sipinsur untuk melihat keindahan Danau Toba, lalu berhenti di Huta Ginjang sebelum beranjak ke Tarutung. Jangan lupa singgah di Sipoholon untuk melihat hotspring.

Tiba di Kota Tarutung berkunjung ke tempat wisata Air Soda, makan siang di perjalanan. Lalu melihat Salib Kasih sekaligus menikmati keindahan Kota Tarutung.

Berikutnya melihat pembuatan tenun ulos. Lalu ceck in hotel dan bermalam di Kota Tarutung, malamnya mandi air panas.

Hari kesembilan, berangkat ke Balige selepas sarapan. Tiba di Balige langsung city tour mengunjungi Silalahi Centre, Pasar Tradisional, Gereja HKBP berusia 150 tahun, berbelanja di Toba Art, dan makan siang di restoran lokal. Lalu ceck in hotel untuk beristirahat.

Sorenya ke Tara Bunga untuk menikmati sunset dilanjutkan makan malam di Plaza Andaliman Balige kemudian kembali ke hotel untuk berkemas.

Hari kesepuluh atau hari terakhir, selepas sarapan anda bisa menikmati acara bebas atau berbelanja oleh-oleh lainnya baru kemudian menuju Bandara Sisingamangaraja XII di Silangit untuk kembali ke kota asal.

Sebagai informasi, objek-objek wisata tersebut bisa Anda ganti dengan yang lain misalnya naik kapal feri bisa diganti dengan Kapal Wisata Rumah Batak.

Selama ini, wisatawan yang ingin berkeliling Danau Toba menggunakan kapal feri dari Kota Parapat, lewat dua pelabuhan yaitu Ajibata dan Tigaraja. Pelabuhan yang umum digunakan adalah Ajibata. Pilihan lainnya dengan kapal feri wisata (carteran), kapal nelayan dan speed boat.

Anda juga bisa mampir ke The Kaldera, "Toba Nomadic Escape" yang berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Pilihan lain ke Taman Eden 100 berada di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, masih di Tobasa.

Taman berkonsep konservasi yang ditumbuhi 100 jenis tanaman berbuah antara lain pohon ara atau tin, anturmangan, beringin, alpukat, mangga, durian, marquisa, alpukat, jeruk, jambu air, dan andalehat (tanaman khas Toba) ini terletak di atas ketinggian 1.100 sampai dengan 1.750 Meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Jika semua itu Anda lakukan, penjelajahan Destinasi Pariwisata Super Prioritas satu ini pasti berujung puas.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Sepenggal pesona di tepian Danau Toba.
2. Pemandangan dari depan halaman Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT).
3. Lembah Bakkara di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
4. Menari Tortor di Desa Ambarita.
5. Salah satu rumah makan muslim di Samosir.
6. Menikmati tarian Sigale gale di komplek Museum Huta Bolon, Simanindo.
7. Merasakan buih-buih Air Terjun Janji di Humbahas.
8. Masjid di Dolog Sanggul, Ibukota Humbahas dekat rumah makan sekaligus penginapan.
9. Aneka kain ulos khas Batak.
10. Keliling Danau Toba dengan kapal wisata Rumah Batak.

Read more...

Rabu, 07 Agustus 2019

Ayo Jelajahi Tujuh Kabupaten Sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Biar Puas

Wilayah Danau Toba yang mencakup 7 kabupaten tentu amat luas. Rasanya tak mungkin menjelajahi kawasan yang kini berstatus sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas ini dalam waktu 2 sampai 3 hari.

Biar puas, sekurangnya dibutuhkan minimal 10 hari untuk bisa menyambangi sejumlah obyek wisata andalan yang ada di 7 kabupaten di sana.

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika mengurus sendiri perjalanan sebagai millennial traveler, Anda harus pesan tiket pesawat berangkat secara online dari kota asal ke Kualanamu International Aiport jauh-jauh hari agar kebagian seat.

Pesan pula mobil travel untuk menjemput Anda sekaligus mengantar Anda selama menjelajahi kawasan Danau Toba.

Pilih rental car terpercaya dan sopirnya sudah tahu semua lokasi objek wisata, hotel, dan rumah makan yang bakal Anda sambangi. 

Booking online pula sejumlah hotel yang bakal Anda inapi selama penjelajahan.

Tiket pesawat untuk pulang, juga harus sudah Anda pesan via online. Biar lengkap, sebaiknya Anda pulang lewat Bandara Sisingamangaraja XII di Siborong-Borong, Silangit.

Kalau Anda tak mau repot, beli saja paket turnya di travel agent berpengalaman.

Setibanya di Bandara Kualanamu pada hari pertama, Anda minta jemput mobil travel yang sudah di-booking kemudian langsung ke Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun untuk makan siang di restoran lokal.

Selanjutnya mengunjungi Museum Simalungun di Kota Pematang Siantar. Lalu melanjutkan perjalanan ke Pematang Raya untuk ceck in hotel, makan malam malam, dan menikmati suasana Kota Pematang Raya.

Hari kedua, selepas sarapan lanjut ke Pulau Samosir, tapi sebaiknya singgah di Marsuse untuk melihat penangkaran monyet.

Tiba di Parapat Anda bisa makan siang dulu, lalu menyeberang dengan kapal feri wisata ke Pulau Samosir kemudian tur ke Desa Tomok untuk melihat kuburan tua Raja Sidabutar.

Berikutnya ke Desa Ambarita untuk melihat kursi batu dan tempat pemancungan kepala oleh Raja Siallogan. Di tempat ini Anda bisa menortor atau menarikan Tortor bersama-sama dengan mengenakan ulos dan tariannyan diiringi gondang.

Tortor merupakan jenis tarian purba dari Batak Toba yang berasal dari Sumut yang meliputi daerah Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Selepas itu, baru ceck in hotel untuk bermalam di Pulau Samosir.

Hari ketiga, selepas sarapan, Anda bisa bersantai di tepian Danau Toba atau photo hunting di pasar dan sekitar tepian danau serta memancing.

Kalau Anda mau shalat di masjid di Samosir bisa ke Masjid Al-Hasanah yang berada di Jalan Danau Toba, Kecamatan Pangururan, Ibukota Kabupaten Samosir.

Kalau mau makan di rumah makan halal, antara lain Rumah Makan Muslim Salero Kita.

Selanjutnya Anda bisa ke Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT) di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

Di dalam gedung tersebut, Anda menyaksikan penjelasan tentang sejarah terbentuknya Danau Toba berikut kearifan lokal setempat.

Lanjutkan ke komplek Museum Huta Bolon, Simanindo, masih di Kabupaten Samosir. Di sana Anda bisa menortor dan merekam aksi musisi serta penari Sigale gale di dancing area.

Anda bisa merekamnya dari sudut pengambilan (angle) mana saja. Tapi paling seru, tentu saja angle dari atap rumah raja atau King's House, tepat dimana enam pemain musik pengiring Sigale gale beraksi.

Setelah itu Anda bisa mampir ke  Ruma Kaca, objek wisata yang relatif masih baru. Di sana Ana bisa melihat bermacam koleksi antik dan foto-foto serta bersantai sambil menikmati kopi, teh, dan bermacam minuman dan makanan ringan.

Hari keempat, lanjutkan perjalanan Anda ke Taman Simalem Resort (TSR) via Tigaras, namun singgah dulu di Simarjunjung untuk menikmati Bandrek dan Pisang Goreng serta melihat keindahan Bukit Indah Simarjunjung (BIS).

Selanjutnya singgah di Air Terjun Sipiso piso, baru kemudian ke TSR untuk makan malam dan bermalam.

Hari kelima, menyaksikan pesona sunrise lanjut sarapan lalu treking melihat twin waterfall dan keindahan TSR. Setelah itu kembali ke hotel untuk ceck out.

Setelah makan siang, lanjut berangkat menuju Kabupaten Dairi. Setiba di Dairi berkunjung ke tempat wisata Too Silalahi sekaligus bermalam di sana.

Hari keenam, mengunjungi Taman Wisata Iman di Sidikalang selepas sarapan.

Lalu ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Setibanya di Dolog Sanggul (ibukota Humbahas) langsung ceck in dan menginap.

Paginya menikmati keindahan Kota Dolog Sanggul, mengunjungi perkebunan kopi dan menikmati kuliner khas daging kuda.

Hari ketujuh, Anda bisa menikmati panorama Lembah Bakkara seusai sarapan, lanjut ke Istana Raja Sisingamangaraja, ke Air Terjun Janji, Pemandian Aek Sipangolu Raja kala itu, lalu menuju Muara dan bermalam di sana.

Hari kedelapan, seusai sarapan  melanjutkan perjalanan ke Geosite Sipinsur untuk melihat keindahan Danau Toba, lalu berhenti di Huta Ginjang sebelum beranjak ke Tarutung. Jangan lupa singgah di Sipoholon untuk melihat hotspring.

Tiba di Kota Tarutung berkunjung ke tempat wisata Air Soda, makan siang di perjalanan. Lalu melihat Salib Kasih sekaligus menikmati keindahan Kota Tarutung.

Berikutnya melihat pembuatan tenun ulos. Lalu ceck in hotel dan bermalam di Kota Tarutung, malamnya mandi air panas.

Hari kesembilan, berangkat ke Balige selepas sarapan. Tiba di Balige langsung city tour mengunjungi Silalahi Centre, Pasar Tradisional, Gereja HKBP berusia 150 tahun, berbelanja di Toba Art, dan makan siang di restoran lokal. Lalu ceck in hotel untuk beristirahat.

Sorenya ke Tara Bunga untuk menikmati sunset dilanjutkan makan malam di Plaza Andaliman Balige kemudian kembali ke hotel untuk berkemas.

Hari kesepuluh atau hari terakhir, selepas sarapan anda bisa menikmati acara bebas atau berbelanja oleh-oleh lainnya baru kemudian menuju Bandara Sisingamangaraja XII di Silangit untuk kembali ke kota asal.

Sebagai informasi, objek-objek wisata tersebut bisa Anda ganti dengan yang lain misalnya naik kapal feri bisa diganti dengan Kapal Wisata Rumah Batak.

Selama ini, wisatawan yang ingin berkeliling Danau Toba menggunakan kapal feri dari Kota Parapat, lewat dua pelabuhan yaitu Ajibata dan Tigaraja. Pelabuhan yang umum digunakan adalah Ajibata.

Pilihan lainnya dengan kapal feri wisata (carteran), kapal nelayan dan speed boat.

Anda juga bisa mampir ke The Kaldera, "Toba Nomadic Escape" yang berada di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Pilihan lain ke Taman Eden 100 berada di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, masih di Tobasa.

Taman berkonsep konservasi yang ditumbuhi 100 jenis tanaman berbuah, antara lain pohon ara atau tin, anturmangan, beringin, alpukat, mangga, durian, marquisa, alpukat, jeruk, jambu air, dan andalehat (tanaman khas Toba) ini terletak di atas ketinggian 1.100 sampai dengan 1.750 Meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Jika semua itu Anda lakukan, penjelajahan Destinasi Pariwisata Super Prioritas satu ini pasti berujung puas.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Sepenggal pewona di tepian Danau Toba.
2. Lembah Bakkara di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). 3. Meniknati pesona Danau Toba dari salah satu hotel di Samosir.
4. Menikmati tarian Sigale gale.
5. Merasakan buih-buih Air Terjun Janji di Humbahas.
6. Salah satu rumah makan merangkap penginapan di Dolog Sanggul, Ibukota Humbahas.
7. Menari Tortor di obyek wisata Kursi Batu di Huta Silangan, Samosir. 8. Pemandangan dari depan halaman Gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba (GKT).
9. Aneka bunga hias mempercantik tepian Danau Toba.
10. Keliling Danau Toba dengan kapal wisata Rumah Batak.

Read more...

Jumat, 12 April 2019

Biar Puas, Cumbui Air Terjun dan Pantai Ini Selagi Jelajahi Kabupaten Banggai

Bertopografi pegunungan dan perbukitan serta berbatasan dengan Teluk Tomini di Utara, Laut Maluku di Timur, dan Selat Peling di sebelah Selatan, membuat Kabupaten Banggai dianugerahi sejumlah air terjun, bukit, pantai, dan beberapa pulau menawan yang menarik untuk dijelajahi.

Kabar gempa bumi bermagnitudo 6,9 yang mengguncang Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan pada Jumat (12/4/2019) malam membuat nama kedua kabupaten di Sulawesi Tengah itu tersiar luas lewat medsos terutama Instagram dan juga sejumlah media online.

Seketika beberapa orang pun bertanya ke TravelPlus Indonesia. Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan itu beda ya?

Apakah keduanya dekat dengan Kota Palu yang belum lama ini dihantam gempa dan liquifaksi? Nama masing-masing ibukotanya apa dan daya tarik wisata alamnya apa saja?

Karena itu, TravelPlus Indonesia segera membuat dua tulisan wisata, pertama tentang objek wisata yang ada di Kabupaten Banggai dan tulisan berikut mengenai daya tarik Danau Tendetung di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Tujuannya, jelas untuk menjawab pertanyaan itu dan sekaligus memberi panduan buat para traveler baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin menjelajahi ragam pesona alam kedua kabupaten itu.

Di Banggaikab.go.id, website resmi Pemkab Banggai dijelaskan kondisi morfologi Kabupaten Banggai memiliki keanekagaraman berupa pegunungan, dimana sungai-sungainya masih sangat jernih serta pulau-pulau kecil yang tersebar mengelilingi wilayahnya.

Desa-desa di Kabupaten Banggai umumnya terletak pada ketinggian kurang dari 500-700 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dengan bentuk permukaan tanah didominasi daratan, perbukitan, dan pegunungan.

Luas wilayah daratan Kabupaten Banggai ± 9.672,70 Km² atau sekitar 14,22 % dari luas Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan luas lautnya ± 20.309,68 Km² dengan garis pantai sepanjang 613,25 km.

Secara administratif wilayah Kabupaten Banggai terbagi atas 23 kecamatan, 291 desa, dan 46 kelurahan.

Daerah Kabupaten Banggai resmi berdiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 (Lembaran Negara RI Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1822) tanggal 1 April 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi, selajutnya dengan ditetapkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1999 (Lembaran Negara RI Nomor 179, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3900), tentang Pembentukan Kabupaten Buol, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Banggai Kepulauan maka secara yuridis wilayah Kabupaten Banggai telah terpisah dengan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Objek wisata alam yang menarik dijelajahi antara lain Air Terjun Piala di Kelurahan Hanga-hanga.

Keistimewaan air terjun tersebut  berlokasi dekat dengan Kota Luwuk, Ibukota Kabupaten Banggai, sekitar 15-20 menit waktu tempuhnya.

Masih di kelurahan itu, juga ada Air Terjun Laumarang. Keduanya sama-sama berudara sejuk dengan pemandangan yang eksotik.

Selain itu ada Air Terjun Salodik di Desa Salodik, yang dapat dijangkau melalui jalur darat selama 1 jam atau 27 kilometer dari Kota Luwuk.

Keistimewaanya, air terjunnya bertingkat-tingat dengan kondisi air yang bersih dan jernih serta suasa sekitarnya teduh karena banyak pepohonan yang rindang.

Pengunjung juga bisa sekalian berwisata agro di Desa Salodik karena banyak perkebunan masyarakat serta pepohonan pinus.

Buat yang senang pantai bisa menyambangi Pantai Kilo 5 di dekat jantung Kota Luwuk.

Di sepanjang kawasan pantai ini terdapat banyak cafe, traveler bisa bersantai di salah satunya.

Kalau ingin berwisata ke pulau tinggal menyeberang ke Pulau Tinalapu, Kecamatan Pagimana.

Di pulau tersebut traveler bisa  menikmati pantai dengan air laut yang amat jernih, melihat langsung keindahan karang dan dunia bawah laut dari perahu serta sekalian berwisata kuliner terutama seafood-nya.

Dari Kota Luwuk menuju ke Kecamatan Pagimana memerlukan waktu kurang lebih 3 jam via darat lalu mengunakan perahu motor ke pulau tersebut.

Pilihan lainnya ke Pulau Dua Balantak yang terletak di Desa Kampangar, Kecamatan Balantak.

Jarak tempuhnya dari Kota Luwuk 150 km atau sekitar 3 jam.

Kalau traveler menyukai pemandangan alam berupa perbukitan, bisa menjelajahi Bukit Teletabis Keles.

Di bukit ini traveler akan disuguhi pemandangan padang rumput yang hijau bak permadani raksasa yang menghampar luas sepanjang mata memandang.

Kelebihan lainnya di sana ada Café Bukit Keles dan bisa menikmati pemandangan sunrise maupun sunset.

Kepada TravelPlus Indonesia, Anto Scout, pemandu lokal yang tinggal di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengabarkan meskipun diguncang gempa, objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Banggai dan Bangkep tetap aman.

"Alhamdulilah Banggai dan Bangkep aman dan objek-objek wisatanya siap dikunjungi 🙏," ungkapnya.

Travel Tips
Tak sulit menjangkau Kabupaten Banggai dan Bangkep, karena dapat ditempuh dengan moda transportasi darat, laut maupun udara.

Kalau Traveler datang dari Kota Palu ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, menuju Luwuk dapat ditempuh melalui jalan darat dengan naik bus kecil dan sedang, atau dengan kendaraan carteran.

Jarak Palu ke Luwuk sekitar 610 km. Demikian pula dari Kota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan,

Kota Luwuk dapat ditempuh melalui jalur darat. Kalau menggunakan transportasi udara terdapat 4 perusahaan penerbangan (Garuda, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Express Air) yang melayani rute-rute penerbangan reguler setiap hari menuju Luwuk dari Palu, Makassar, dan Manado.

Kalau traveler dari Jakarta, terlebih dulu naik pesawat ke Makassar lalu ganti pesawat ke Luwuk.

Bila melalui laut bisa menumpang kapal Pelni (KM.Tilong Kabila) dengan rute Luwuk ke Makassar dan Luwuk ke Bitung (Manado), serta melalui Pelabuhan Pagimana yang dilayani dengan kapal penyeberangan ASDP dengan rute Pagimana-Gorontalo.

Pelabuhan Luwuk juga menjadi akses poin utama bagi transportasi lanjutan menuju ke Kabupaten Bangkep dan Kabupaten Banggai Laut yang dilayani dengan kapal penyeberangan maupun kapal angkutan rakyat yang tersedia setiap hari.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok.banggaikab.go.id

Captions:
1. Air Terjun Laumarang.
2. Pantai Kilo 5.
3. Air Terjun Piala.
4. Air Terjun Salodik.
5. Pulau Tinalapu.
6. Pulau Dua Balantak.
7. Bukit Teletabis Keles.
8. Peta lokasi Kabupaten Banggai, Bangkep, dan Banggai Laut.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP