Jumpa Pers King Lear
Sebuah karya teater kelas dunia “King Lear” karya William Shakespeare yang disutradarai Tadashi Suzuki dari Jepang dipentaskan untuk pertama kalinya di Indonesia, tepatnya di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada 16–17 September 2026.
Sebelum ditampilkan pada malam jari, pihak penyelenggara menggelar jumpa pers di GKJ pada Rabu (16/9/26) siang dengan mengundang sejumlah journalist dan content creator dari berbagai media termasuk media online TravelPlus Indonesia.
Jumpa pers King Lear menghadirkan nara sumber: Suzuki Tadashi, sutradara King Lear sekaligus Pendiri SCOT - Suzuki Company of Toga); Restu Imansari Kusumaningrum (Co-Founder Bumi Purnati Indonesia, sekaligus produser); Bambang Prihadi (Perwakilan Bumi Purnati Indonesia sekaligus alumni SCOT); Miyake Shota (Assistant Director Divisi Budaya, The Japan Foundation, Jakarta), dan interpreter Riza Adrian.
Lalu apa saja keistimewaan King Lear sebagai pertunjukan teater bertaraf internasional?
Berdasarkan jumpa pers, keistimewaan pertunjukan “King Lear” di Jakarta yang merupakan kolaborasi kerja Indonesia-Jepang hasil produksi bersama Bumi Purnati Indonesia dan Suzuki Company of Toga (SCOT) dengan dukungan The Japan Foundation - Jakarta antara lain mempertemukan sejumlah aktor dari 8 negara yakni Indonesia, Jepang, Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, Cina, dan Chile serta dibawakan dalam 7 bahasa masing-masing.
Keistimewaan lainnya ada 3 aktor Indonesia yang tanpil di King Lear yakni Jamaluddin Latif, Wahyu Kurnia, dan Ahmad Fauzi. Menariknya lagi Jamaluddin Latif menjadi pemeran utama sebagai King Lear.
Usai jumpa pers beberapa scene (adegan) King Lear ditampilkan khusus untuk pengambilan foto dan video para awak media.
Captions:
1. Banner standing "King Lear".
2. Para narsum jumpa pers King Lear.
3. Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) venue jumpa pers dan pertunjukan King Lear, 16 -17 September 2026.
4. Salah satu adegan King Lear dengan pemeran utamanya, aktor Indonesia.





0 komentar:
Posting Komentar