. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Selasa, 31 Mei 2011

Baru 2 Cruise Bersandar di Benoa Per Bulan


Pelabuhan Benoa, Bali yang juga memiliki dermaga untuk kapal pesiar (cruise), baru mampu menjaring 2 cruise dalam sebulan. Padahal daya tarik Bali begitu besar. Apa kendalanya?

Dirut Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Djarwo Surjanto mengatakan kendala utama Pelabuhan Benoa untuk cruise, perairannya masih dangkal, baik di alur pelayaran maupun di kolam dermaganya. Untuk menambah kedalaman keduanya harus dikeruk mengingat kedalaman air minimal yang aman dilalui kapal pesiar itu 11 meter. Selain itu fasilitas pendaratannya juga belum rampung diperbaiki.

“Untuk alur pelayaran kita sedang melakukan penelitian. Sedangkan kolamnya kita sudah mulai keruk sudah 2 bulan lalu,” jelasnya, Senin (30/5/2011) dalam "International Seminar On Cruise Development of Indonesia” di Jakarta.

Kata dia, perbaikan tempat pendaratan cruise di Benoa sedang dikerjakan, diperkirakan 3 bulan lagi selesai.

Lama pembangunan dermaga di pelabuhan cruise, lanjut Djarwo memakan waktu sekitar 2 tahun. “Biayanya tergantung besar dermaga yang mau dikeruk. Mau yang Ada yang bisa disandari kapal 2.000 atau 6.000 penumpang itu beda,” terangnya.

Rata-rata kunjungan cruise ke Benoa sekitar 30 cruise atau per bulan rata-rata dua cruise. “Yang terbanyak kunjungan cruise di Indonesia masih di Benoa,” tambah Djarwo.
Kondisi Pelabuhan Benoa dikritik Captain Nikolaos Antalis dari Royal Caribbean Internasional, salah satu kapal pesiar yang pernah ke Benoa. Dia mengatakan, sebagai salah satu lokasi sandar kapal pesiar, Pelabuhan Benoa belum memadai. "Untuk kapal pesiar ukuran besar, Benoa belum bisa disandari,” akunya.

Dirjen Pemasan Kemnbudpar, Sapta Nirwandar mengatakan jumlah kedatangan (calls) cruise pada 2010 ada 214 calls denagn penumpang 127.674 orang. ”Tahun ini menurun 189 calls tapi jumlah penumpangnya meningkat menjadi 135.608 orang”.

Banyak operator cruise dunia yang kini beralih ke jenis kapal generasi terbaru mega cruise, seperti kapal pesiar terbesar saat ini Oasis of the Seas yang mampu mengangkut 6.360 orang dan 2.165 awak kabin.

Perubahan tren ini semestinya juga diantisipasi pihak pelabuhan yang memiliki dermaga khusus kapal pesiar dengan infrastruktur dan sarana yang memadai. Bila tidak, Indonesia cuma jadi penotnon.

Naskah: Adji Kurniawan
(adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: dok. Ist.

Read more...

Menari di Tujuh Lapis Ombak Sungai Kampar


Lihat orang surfing di laut, ah biasa. Ada orang berselancar di sungai, itu pun bukan hal baru. Tapi kalau ada peselancar menari-nari di 7 (tujuh) lapis ombak berdurasi sampai 1 jam lebih, itu baru ruaaaarrrrr... biasa. Dan itu cuma bisa kita lihat dan bahkan coba di Sungai Kampar. Kenapa sungai di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau ini bisa bergelombang bak laut?

Pertanyaan itulah yang mungkin pertama muncul di benak siapapun saat melihat kenyataan Sungai Kampar tak seperti sungai-sungai lain di Indonesia bahkan di dunia dengan gelombangnya yang disebut bono oleh warga setempat, hingga 7 lapis gelombang berketinggian sampai 6 meter.

Di sungai lain, masih di Riau memang ada tapi tak dasyat di Sungai Kampar. Bahkan Di negara lain juga pernah ada gelombang serupa seperti di Sungai Batang Lumpar di Malaysia, Siene (Perancis), Shubenacadie, Stewackie (Kanada), Yang Tse-Kiang dan Hangzhou (China), Amazon (Brazil), serta Sungai Gangga di India.

Tapi menurut beberapa peselancar dunia yang pernah mencoba beberapa sungai itu, memastikan Sungai Kampar-lah yang paling banyak gelombangnya, paling tinggi gelombangnya, dan paling lama durasi atau rentang waktu sampai habis gelombangnya. Mereka menyebutnya Sevent Ghost. Karenanya sejak tahun 2010, sungai ini jadi surga baru para peselancar dunia, terutama dari Perancis, Australia, Brazil, dan juga Bali-Indonesia.

Sampai saat ini penyebab pasti mengapa Sungai Kampar sampai bergelombang 7 lapis belum diketahui. Penelitian untuk mencari tahu jawabannya masih terus dilakukan oleh sejumah pihak yang tertarik dengan kondisi sungai ini.

Ada yang mengatakan, Bono merupakan gelombang yang terkategori Tidal Bore, yakni fenomena hidrodinamika yang terkait dengan pergerakan massa air dimana gelombang pasang menjalar menuju ke hulu dengan kekuatan yang bersifat merusak.

Ada yang mengatakan gelombang ini muncul akibat pertemuan tiga gelombang laut dari Laut China, Laut Jawa, dan Selat Malaka. Ketiga arus laut itu kemudian menyatu ke muara hingga masuk ke badan Sungai Kampar terus-menerus.

Ada yang menyebutkan pola Sungai Kampar yang berbentuk huruf ‘V” turut memicu terjadinya gelombang yang berlapis-lapis. Desakan arus yang semula luas kemudian mengerucut setibanya di muara hingga ke badan dan hulu sungai ini.

Legenda Bono
Kedua alasan di atas secara logika memang masuk akal dan mungkin bisa benar, meski belum pasti benar. Tapi ada satu lagi yang menyebabkannya demikian, dan ini terkait dengan kepercayaan masyarakat. Semacam legenda.

Konon, bono yang terdapat di Sungai Kampar merupakan pasangan jantan dari bono betina yang terdapat di Sungai Rokan. Saat musim pasang mati, bono jantan mengajak main bono betina di Selat Malaka. Kalau bulan mulai membesar, keduanya pulang ke tempat asalmasing-masing, bono jantan mudik ke Sungai Kampar dan bono betina kembali ke Sungai Rokan. Kalau bulan semakin purnama, keduanya saling berpacu dengan cepat ke tempat assalnya dengan suara yang bergemuruh.

Legenda lain menyebutkan pada awalnya bono di sungai ini berjumlah 7 ekor. Tapi salah satunya mati dan menghilang tertembak meriam Belanda. Ke-6 ekor bono yang tersisa, dari yang kecil hingga yang besar pada saat-saat tertentu mengamuk bak seekor induk yang marah besar karena kehilangan anaknya.

Bagi warga sekitar Kuala Kampar, keberadaan bono bukanlah hal aneh. Mereka sejak lama mengakrabinya dan menjadikannya sebagai wahana bermain sekaligus menguji kecakapan berperahu dengan menaklukan bono yang oleh masyarakat setempat disebut Bekudo Bono. Bahkan pada zaman Belanda, rakyat Teluk Meranti ini sering ditantang keberaniannya oleh Belanda untuk Bekudo Bono dengan imbalan Rp. 5 yang saat itu bernilai cukup tinggi.

Tapi bagi wisatawan, terlebih para surfer, bono buka sekadar fenomena alam yang menakjubkan. Melainkan surga baru, untuk melampiaskan hasrat menari-nari di atas 7 lapis ombak dengan sebilah papan selancar. Anda bernyali lebih dan mau mencoba? Silahkan.

Untuk mencapai lokasi bono Sungai Kampar, dari Pekanbaru ibukota Provinsi Riau dengan transportasi darat ke Pangkalan Kerinci sekitar 70 Km selama sekitar 1,5 jam. Diteruskan ke Desa Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti melalui Kecamatan Bunut juga dengan angkutan darat sekitar 4 jam. Kalau dengan trasportasi air, dari Pangkalan Kerinci (pelabuhan di Jembatan Pangkalan Kerinci) dengan speedboat ke Desa Pulau Muda yang menjadi lokasi terbaik untuk melihat kedasyatan bono. Waktu tempuhnya sekitar 4.5 jam.

Nakah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: dok ist.

Read more...

Bersyukurlah Masih Bisa KENTUT


Percuma saja berharta melimpah, tersohor dimana-mana, dan disanjung orang banyak kalau sakit tak kunjung sembuh hanya karena tak bisa kentut. Itulah yang ingin disampaikan di film terbaru garapan Aria Kusmadewa bertajuk KENTUT. Apa keistimewaan film bergenre komedi politik yang dibintangi Deddy Mizwar dan Ira Wibowo ini?

Sajian utama film lanjutan dari IDENTITAS ini sebenarnya lebih dari itu. Film yang juga dibintangi Iis Dahlia, Cok Simbara, dan Anwar Fuadi ini sarat kritikan sekaligus membuka borok kemunafikan banyak pihak mulai politikus, pemerintahan, pengelola Rumah Sakit sampai rakyat negeri ini.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menilai film Kentut menarik dan punya banyak nilai positif. “Mungkin berangkat dari kehidupan masyarakat kita yang sepertinya penuh kemunafikan. Film ini mengajarkan kita suatu kreativitas yang bukan hanya menghibur tapi menyindir dan mengingatkan,” katanya usai pemutaran perdana film Kentut di PPHUI, Kuningan, Jakarta, Senin (30/5) malam.

Plt Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film (NBSF), Kemenbudpar Ukus Kuswara mengatakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mendukung semua film meskipun bukan film yang mengangkat pariwisata agar jumlahnya bertambah dan makin berkualitas hingga menjadi tuan rumah di negari sendiri dan mendatangkan devisa bagi negara.

“Banyak pesan dan pembelajaran yang dapat diambil dari film ini antara lain berpikir positif dan menghargai perbedaan. Bagi saya film ini menambah alternative genre film kita. Sesuatu permasalahan sederhana yang selama ini dianggap kecil ternyata kalau digarap baik bisa menjadi sesuatu film yang besar," katanya.

Film adalah produk seni budaya yang juga memberikan kebesan berekspresi. “Jadi silahkan silahkan mengkritik lewat media film tapi kasih alternatif solusi terbaik juga,” tambah Ukus.

Film ber-genre komedi politik ini bercerita tentang pemilihan bupati dengan sejumlah permasalahan dan intrik menarik. Diceritakan seorang kandidat Bupati di Kabupaten Kuncup Mekar, Patiwa yang harus dioperasi setelah ditembak usai berkampanye di stasiun TV swasta. Kendati operasinya lancar, Patiwa tetap harus dirawat serius karena belum bisa kentut.

Deddy Mizwar yang menjadi pemeran utama dalam film ini berperan sebagai politikus bernama Jasmerah lawan politik Patiwa. Jasmerah kemanapun mengenakan jasa berwana merah, bahkan sepatunya berkulit merah dan cincinnya berbatu merah. Ciri khas lainnya dia membawa ukiran kayu berbentuk tangan sedang menunjuk.

Dalam film ini Deddy kembali mempertontonkan kepiawaiannya berakting. Dia juga membawakan soundtrack film ini yang berjudul Nurlela, lagu lawas milik Bing Slamet. Di film ini dia berduet dengan Iis Dahlia yang berperan sebagai penyanyi dangdut bernama Della Rossa.

Cok Simbara juga bermain apik sebagai dokter sekaligus pimpinan Rumah Sakit. Begitu juga Ira Wibowo yang menjadi pendukung Patiwa.

Iis mengaku tak kesulitan memerankan perannya karena dia kerap menjadi penyanyi Pilkada. “Jadi tahu gue tahu banget gaya calon pejabat kalau lagi peres (gombal) janji-janji," sindirnya.

Film kaya pesan moral ini mulai tayang di sejumlah bioskop 1 Juni 2001. Usai menyutradarai Kentut, Aria akan kembali membuat film triloginya ini. “Nanti film ketiga dari trilogi film ini berjudul Metamorfosa akan syuting akhir tahun 2011 dan mudah-mudahan tayang 2012,” ungkapnya.

Aria mengaku film Ketut lebih rileks dibanding IDENTITAS namun ciri khas Aria-nya masih begitu terasa. ”Saya belajar elemen-elemen menghibur yang disukai penonton tapi tidak harus norak. Jadi pesan yang disampaikan lebih dibuat tidak terlalu serius atau menggurui,” terangnya.

Direktur Film Ditjen NBSF Syamsul Lussa mengatakan jumlah film Indonesia dari Januari-Mei 2011 berjumlah 35 film, naik 3 film pada periode yang sama tahun sebelumnya (2010) yang berjumlah 32 film. “Target jumlah film Indonesia tahun ini 100 film,” jelasnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: repro poster

Read more...

Senin, 30 Mei 2011

Pembangunan Pelabuhan Cruise Tanah Ampo Masih Belepotan



Penggarapan sektor cruise (kapal pesiar) di Indonesia selama ini belum serius. Sampai saat ini Indonesia baru mempunyai satu pelabuhan khusus kapal pesiar besar di Tanah Ampo, Kabupaten Karangasem, Bali. Dan pembangunannya masih belepotan, belum 100 % rampung. Padahal bisnis di bidang ini sangat menjanjikan.

Demikian disampaikan Menbudpar Jero Wacik saat seminar internasional bertemakan Cruise Development of Indonesia: How to Meet The Challenge of The Increasing Tonnage and Capacity of The Cruise Ships di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kemenbudpar, Jakarta, Senin (30/5/2011).

“Pembangunan Pelabuhan Tanah Ampo atau pelabuhan Semarang pasti sudah ada masterplannya. Seharusnya pembangunannya dipercepat, jangan ditunda, jangan lama-lama. Kalau ada peraturan yang mengganjal atau menghambat, ya duduk bersama supaya bisa,” jelas Jero Wacik gemas.

Percepatan pembangunan pelabuhan khusus cruise itu penting mengingat kita negara kepulauan perairan yang sangat indah dan memiliki banyak daya tarik dibidang cruise. “Cruise ini harus ada mainset new paradise. Selama ini mainset kita terhadap cruise sangat rendah,” akunya.

Pada kesempatan itu, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, mendesak pemerintah pusat segera membantu menyelesaikan pembangunan dermaga Pelabuhan Tanah Ampo yang saat ini tidak mampu disandari kapal pesiar dunia yang panjangnya mencapai 200 meter lebih. Dia mengaku sudah menyurati presiden SBY tembusan ke Bappenas, Menkeu dan Menhub agar segera dipercepat perpanjangan dermaga dua kali panjang saat ini.

Kendati sudah rampung, kondisi dermaga Pelabuhan Tanah Ampo ini masih mangkrak. “Karena panjangnya baru 154 meter, masih kekurangan 154 meter lagi. Akibatnyat kapal pesiar asing tidak bisa bersandar, hanya bisa lego jangkar, saat berlabuh ke Pelabuhan," terangnya seraya menambahkan bahwa pernah penumpang dua kapal pesiar asing terpaksa menggunakan dermaga apung dan diangkut sekoci ke dermaga belum lama ini.

Percepatan perluasan dermaga Pelabuhan Tanah Ampo yang dulunya pelabuhan alam sejak 1968 ini penting dirasa mendesak karena banyak kapal internasional yang ingin singgah di Karangasem seperti dari Miami dan lainnya. Dia berharap tahun 2012 pembangunannya sudah rampung dan bisa disandari.

Bandara Ngurah Rai, lanjut Geredeg, sudah kelebihan kapasitas sebagai pintu masuk Pulau Bali. Dengan kapal pesiar ke Tanah Ampo dapat menampung 2.000 hingga 3.000 penumpang. “Bila sudah selesai Pelabuhan Cruise Tanah Ampo ini dapat mengimbangi kedatangan tamu lewat udara”, jelasnya.

Dermaga cruise Pelabuhan Ampo sebelumnya pernah diujicobakan saat kedatangan kapal Van Volendam asal Belanda dengan jumlah penumpang lebih dari 1.600 wisatawan mancanegara pada 25 Maret 2010 dan cruise San dari Perancis yang mengangkut 1.900 penumpang asal Australia pada 29 April 2010.

Direktur Jenderal Pemasaran Kembudpar Sapta Nirwandar mengatakan terjadi peningkatan jumlah kedatangan (calls ) cruise dari tahun ke tahun. “Tahun 2011 cruise calls 178 kapal. Untuk tahun 2012 mencapai 215," jelasnya.

Operator cruise dunia menurut Sapta banyak beralih ke jenis kapal generasi terbaru mega cruise, seperti kapal pesiar terbesar saat ini Oasis of the Seas dapat mengangkut 6.360 penumpang dan 2.165 awak kabin. Setiap penumpang kapal pesiar menghabiskan 50-100 dollar AS, belum makan selama di kapal pesiar dan lain-lain.

“Kandala utamanya, Indonesia belum memiliki pelabuhan berstandar internasional khusu untuk kapal pesiar,” tambahnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dok. Ist.

Read more...

Singapura Negara Tujuan “Wisatawan” Pelarian Indonesia


Bukan cuma tempat berobat orang-orang tajir, Singapura pun menjadi tujuan para pelarian Indonesia terkait kasus hukum untuk “berwisata”. Tak sedikit yang bermaksud melarikan diri sebelum “diinapkan” di Hotel Prodeo. Bahkan ada yang sedang menjalani hukuman justru meluangkan waktu berpelesiran. Mengapa Singapura jadi pilihan mereka?

Ada sejumlah nama pelaku tindak kriminal korupsi yang “berwisata” ke negeri mungil di Selat Malaka ini antara lain Gayus Tambunan, mafia kasus kakap yang tak lain pegawai golongan IIIA di Direktorat Jenderal Pajak ini justru berpelesiran ke Singapura saat masih menjalani hukuman penjara.

Sebelumnya ada maling kelap kakap Indonesia Edi Tansil yang dikabarkan juga buron ke Singapura. Bahkan ada sejumlah pihak menilai dia bukan kabur tapi sengaja “dikaburkan” untuk mengamankan orang-orang sekitarnya yang ikut terlibat dan atau menikmati hasil korupsinya.

Masih ada puluhan koruptor yang berhasil merampok Indonesia kemudian kabur ke Singapura seperti Djoko Tjandra buron terkait kasus pencairan klaim Bank Bali, Anggoro Widjojo kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan, Afat Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq dua buronan kasus Century, Bambang Soetrisno & Adrian Kiki Ariawan kasus BLBI Rp 1,5 triliun, Sudjiono Timan korupsi BPUI, Eko Edi Putranto & Sherny kasus BLBI Bank Harapan Sentosa, Maria Pauline Lumowa pembobol Bank BNI Rp 1,7 triliun.

Tersangka kasus Bank Global antara lain Rico Hendrawan, Irawan Salim, Lisa Evijanti Santoso, Amri Irawan, Budianto, Hendra alias Hendra Lee, Chaerudin, dan Hendra Liem alias Hendra Lim juga bersembunyi di Singapura. Lalu Nader Taher, buronana kasus kredit macet Bank Mandiri, Agus Anwar tersangka BLBI Bank Pelita, Marimutu Sinivasan tersangka kasus Bank Mualamat yang kabur ke India melalui Singapura.

Ada juga yang terseret kasus korupsi tetapi belum ditetapkan tersangka yang masih bersembunyi di Singapura, anatarav lain Atang Latief kasus BLBI Bank Bira, Lydia Mochtar tersangka kasus penipuan di Mabes Polri dan terlibat kasus BLBI Bank Tamara, dan Sjamsul Nursalim yang perkaranya telah di-SP3 Kejagung atas korupsi BLBI Bank Dagang Negara.

Belum lama ini Nunun Nurbaeti, tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Senior Bank Indonesia hingga kini masih bersembunyi di Singapura. Dan baru-baru ini mantan bendahara umum Partai DemokratyNazaruddin, yang diduga melakukan tindak korupsi pembangunan Wisma Atlet Sea Games di Palembang juga kabur ke Singapura pada 23 Mei 2011 atau sehari sebelum dicekal.

Alasan utama para kriminal kelas kakap memilih Singapura untuk ”berlibur” lalu menghilang selain faktor letaknya yang dekat, juga karena negara ini tidak mempunyai kerja sama ekstradisi dengan Indonesia.

Sebenarnya masalah perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura sudah dibahas sejak tahun 1974. Bahkan pada tahun 2007 kedua negara sudah setuju menandatangani perjanjian ekstradisi, namun tidak mau meratifikasi perjanjian itu, dan negeri Singa itu ingin membarter perjanjian ekstradisi itu dengan perjanjian Defence Cooperation Agreement (DCA) dan Mutual Legal Assistance (MLA) dimana wilayah udara Riau bisa gunakan untuk latihan militer udara mereka. Jelas perjanjian itu merugikan sektor keamanan dan pertahanan Indonesia. Dan Indonesia menolaknya.

Faktor lain, Singapura mempersulit Indonesia dalam mengembalikan para pelarian itu dengan kata lain Singapura lebih melindungi daripada membantu memudahkan kepulangan penjahat kerah putih tersebut.

Pasalnya negara yang punya banyak obyek hiburan kelas dunia seperti Universal Studio ini mempunyai kepentingan tersendiri mengingat wisatawan pelarian itu bisa memasukan pendapatan bagi negaranya mengingat uang mereka itu banyak. Total dana para koruptor Indonesia yang diparkir di sana diperkirakan mencapai US$ 87 miliar atau setara dengan Rp 783 triliun.

Modus Klasik
Alasan berobat karena menderita sakit tertentu menjadi modus klasik yang digunakan para pelarian dan buronan itu untuk melarikan diri ke Singapura atau kemudian ke negara lainnya.

Maklum, Singapura memiliki sejumlah RS modern dengan fasilitas canggih dan pelayanan yang baik yang sulit didapat di dalam negeri sendiri. Dan Singapura menjadikan wisata berobat ini sebagai salah satu andalan pemasukan pariwisatanya selain wisata belanja dan wisata hiburan.

Indonesia merupakan pasar utama wisata berobat mereka. Biasanya yang kerap berobat di sana orang-orang berkantong tebal seperti artis, pejabat, pengusaha, dan lainnya. Cara itulah yang digunakan para koruptor untuk meloloskan diri pergi ke Singapura dengan pura-pura berobat.

Padahal belum tentu para wisatawan pelarian yang bermaksud ceck up kesehatan atau berobat sakit itu benar-benar sakit. Bisa jadi mereka kini justru tengah asyik berbelanja dan makan enak di sejumh mal elit dan menikmati sejumlah obyek wisata buatan di negeri itu dengan uang hasil kejahatannya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: dok. Ist

Read more...

Anggun Bakal Konser 10 Oktober di Jakarta


Pascaliris album baru bertajuk Echoes, Anggun berencana menggelar konser kembali di Jakarta tahun ini. Karier penyanyi ini semakin berkilau di mancanegara. Bahkan dia masih dipercaya menjadi goodwill ambassador Food and Agriculture Organization (FAO) yang disandangnya sejak 2009. Apa alasannya masih mau menjabat duta di badan PBB yang mengurus pangan dunia ini?

Jadi orang terkenal atau public figure tidak ada artinya kalau tidak berarti buat orang banyak, tidak ada maknanya jika menggunakan untuk hal-hal positif. Rupanya itulah yang dipahami penyanyi bernama lengkap Anggun Cipta Sasmi ini hingga dia mau tetap mengemban duta FAO.

Menurutnya tugasnya ini sebenarnya dapat dilakukan oleh siapapun, bukan tugas orang terkenal atau tokoh-tokoh dunia. ”Tapi ini bisa jadi tugas semua orang. Karena kita hidup di dunia tidak sendiri. Sama-sama di satu planet bumi. Ada yang saudaranya dekat, ada yang jauh. Ada yang memiliki kekayaan melimpah banyak juga yang kekurangan. Dan kita sebagai manusia yang sangat beruntung, harus saling mengingatkan dan memberi kepada mereka yang membutuhkan,” akunya di Jakarta (29/5/2011).

Meski berkewarganegaraan Perancis sejak tahun 2000, penyanyi kelahiran Jakarta, 24 April 1974 ini tetap bangga sebagai orang Indonesia bahkan ke-Indonesiaannya tetap dijaganya hingga kini. Rambutnya dibiarkan seperti kebanyakan rambut perempuan asli Indonesia, tergerai panjang hitam lurus. Tidak buceri alias bule cat sendiri.

Bentuk nasionalisme lainnya, dia pun tetap mengajari anaknya Bahasa Indonesia. ”Aku cuma ngomong dengan anakku dengan Bahasa Indonesia. Aku tidak campur-campur dengan bahasa lain dulu. Jadi otomatis dia kini pintar Bahasa Indonesia meskipun lahir dan berkewarganegaraan Perancis,” jelas ibu dari putri Kirana Cipta Montana Sasmi (3,5thn).

Diva internasional ini juga selalu membuat lagu berlirik berbahasa Indonesia di setiap album internasionalnya. Dalam album terbarunya ini dia membuat lagu 2 lagu Indonesia dari 12 lagu, yakni berjudul “Hanyalah Cinta” sebagai singgle pertama dan “Berkilaulah”.

“Lagu Hanyalah Cinta menceritakan bahwa semua materi dan atau kecantikan yang kita dapat di dunia itu sifatnya sementara. Tapi yang sifatnya abadi itu hanya cinta,” terangnya.

Albumnya meraih platinum award dengan penjualan menembus 10 ribu copy CD sejak diluncurkan tanggal 12 Mei 2011. “Ini membuktikan musik Indonesia tidak mati. Masih banyak pencipta musim di Indonesia. Asal jangan beli CD bajakan, malu”, imbau Anggun yang akan merilis albumnya itu ke seluruh Eropa dan Asia Tenggara sementara album versi Bahasa Perancis yang diedarkan di Perancis dan negara-negara berbahasa Perancis akan dirilis Oktober 2011.

Setiap kembali di Indonesia Anggun selalu menghasilkan karya. Entah itu rilis dan promo album baru, konser, ataupun pembuatan iklan. Bahkan tahun ini dia kembali berencana akan menggelar konser di Jakarta pada 10 Oktober 2011. “Tapi aku belum tahu di mana tempat konsernya. Kalau tidak datang, jangan gitu dong,” candanya kepada sejumlah fansnya yang tergabung dalam Anggunesia.

Pelantun hits “Mimpi”, “Ilusi”, dan “Takut” ini pernah sukses menggelar konser perdananya di Jakarta Convetion Center, 25 Mei 2006 yang ditonton lebih dari 5.000 penonton.

Mampukah Anggun mengulang sukses konsernya? Rasanya iya, mengingat album terbarunya ini mendapat respon luar biasa dari penikmat musik Tanah Air dan pastinya penggemar beratnya.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: dok. Ist.

Read more...

Jambi yang Punya Sumbar yang Kaya


Obyek wisata alam dan budaya Jambi sebagian besar ada di Kabupaten Kerinci. Masalahnya, letak kabupten ini justru lebih dekat dan lebih mudah dijangkau dari Padang, Sumbar dibanding dari Kota Jambi. Alhasil Sumbar yang diuntungkan karena pengunjung luar Sumatera yang datang ke kabupaten ini, lebih memilih lewat Padang ketimbang Jambi. Bagaimana solusinya?

Berdasarkan informasi yang diterbitkan Disporaparbud (Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Olahraga) Kab. Kerinci, sekurangnya ada 15 wisata alam utama yang dimiliki kabupaten ini, baik untuk wisata petualangan, agrowisata, wisata olahraga, dan lainnya.

Ke-15 wisata alam itu adalah, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Gunung Kerinci, Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Lingkat, Danau Belibis, Rawa Ladeh Panjang, Air Terjun Telun Berasap, Air Panas Semerup, Goa Kasah, Bukit Khayangan, Aroma Pecco, Perkebunan Teh Kayu Aro, Taman Bunga Asri Murni, dan Taman Husein.

Luas keseluruhan TNKS 1.386.000 hektar dan yang masuk wilayah Kab. Kerinci mencapai 215.000 hektar. Yang menarik, hampir sebagian besar daya tarik utamanya ada di kabupaten penghasil penganan dodol kentang, sirup kayu manis, kopi dan teh ini, antara lain Gunung Kerinci yang merupakan gunung vulkanik tertinggi di Sumatera berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut, Danau Gunung Tujuh yakni danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara, Danau Belibis, Danau Kerinci, dan Goa Kasah.

Kab. Kerinci juga kaya akan budaya dan tradisi. Tercatat sekitar 10 sajian budaya dan tradisinya yakni Masjid Keramat, Batu Megalitik, Tari Iyo-Iyo, Tari Asyeik Ayun Luci, Tari Ntak Kudo, Tari Tolak Bala, Tari Rangguk atau tari persembahan, dan Tari Niti Naik Mahligai yang menceritakan tata cara menjelang naiknya seseorang menjadi raja, serta kesenian Sike Rabana dan permainan tradisional Lukah Gilo.

Kombinasi wisata alam dengan beberapa tarian dan keseniannya itu dapat dilihat dalam satu event yang digelar setahun sekali yakni Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11, tepatnya tanggal 6-10 Juli 2011.

Menurut staff Disparpora Kab. Kerinci Adra Nemires, sebenar masih banyak lagi obyek wisata alam yang ada di Kerinci namun belum terekspose. “Kebanyakan memang masih di sekitar kawasan Gunung Kerinci, seperti air terjun, danau, dan lainnya,” jelasnya di Jakarta (26/5/2011).

Selama ini pengunjung luar Sumatera yang datang ke Kab. Kerinci, lanjut Andra lebih banyak lewat Padang, Sumatera Barat. Pasalnya jarak dari Padang ke Sungai Penuh, kota terdekat dengan Kab.Kerinci yang dilengkapi sejumlah hotel, rumah makan, bank, RS umum, pusat informasi wisata, travel agent, kantor pos, dan polres ini hanya 249 Km dengan waktu tempuh selama 6 jam melewati Muara Labuh. Rute lainnya Padang-Painan-Tapan-Sungai Penuh sekitar 277 Km.

Kalau dari Jambi berjarak 465 Km ke Kerinci selama lebih dari 12 jam dengan rute Jambi-Bangko-Sungai Penuh. Bayangkan dua kali lipat beda jarak dan waktu tempuhnya dibanding lewat Padang. Bahkan kalah cepat dibanding dari Bukit Tinggi, kota lain di Sumbar yang hanya berjarak 350 Km dengan rute Bukit Tinggi-Solok-Muara Labuh-Sungai Penuh.

Wisman Merosot
Wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) yang datang ke Kab. Kerinci selama ini terutama mengunjungi obyek Gunung Kerinci, Danau Kerinci, dan kebun teh Kayu Aro. Sayangnya jumlah wismannya tiap tahun merosot.

Berdasarkan data Disporaparbud Kab. Kerinci, jumlah wisman yang berkunjung ke Kerinci pada tahun 2007 sebanyak 2.629 orang. Jumlah itu menurun pada 2008 cuma 2.601 orang, dan pada 2009 berkurang lagi menjadi 2.267 orang.

Penyebab turunnya kunjungan wisman karena infrastruktur menuju kabupaten ini rusak ketika itu, baik dari Jambi maupun Padang. Kerusakan terjadi di jalan Kota Bangko sepanjang 60 Km. Kota Bangko merupakan pintu gerbang menuju Kerinci dari Sumbar. Akibatnya, banyak wisman yang semula hendak ke Kerinci, batal. Akhirnya mereka memilih melanjutkan perjalanan ke obyek-obyek wisata di Sumbar.

Penyebab lain, tidak terkoordinirnya promosi yang dilakukan pemkab maupun pemprov sehingga banyak calon wisman tidak mendapat info tentang obyek wisata dan festival yang digelar di Kerinci secara detil.

Menurut Adra, Pemkab Kerinci sudah berusaha untuk menjaring wisatawan yang datang ke Kerinci langsung ke kabupaten ini dengan membangun Bandara Depati Parbo di Hilang, Kecamatan Sitinjau Laut sekitar 7 Km dari pusat kota Sungai Penuh.

“Sayangnya bandara yang mulai beroperasi Desember 2008 lalu ini baru mampu dilandasi pesawat berbadan kecil jenis Pokker 50 berkapasitas 12 orang dari Riau Airlines dengan rute Jambi-Sungai Penuh (pp) selama sekitar 60 menit dan rute Padang-Sungai Penuh (pp) selama kurang lebih 45 menit,” terangnya.

Upaya lain, mengaktifkan kembali FMPDK sejak 2010 dan tahun ini kembali digelar serta acara mingguan di tepi Danau Kerinci berupa atraksi seni budaya dikalangan pelajar SMP dan SMA. Termasuk mengajak investor Malaysia bekerjasama membangun hotel di tepi Danau Kerinci dan di kaki Gunung Kerinci.

Tapi semua itu tetap saja tak banyak perubahan berarti kalau wisman maupun wisnus yang hendak mendaki Gunung Kerinci, obyek lain atau menyaksikan FMPDK di kabupaten ini masih lebih memilih lewat Padang. Otomotis pendapatan masuk ke kas Sumbar, karena mereka berangkat dengan pesawat langsung ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang dan dilanjutkan dengan bus atau menyewa mobil travel juga di Padang.

Mungkin kalau faktor-faktor penyebab penurunan wisman ke Kerinci itu terus dibenahi, terlebih kalau Bandara Depati Parbo dapat dilandasi pesawat berbadan besar atau jumbo dan memiliki direct fligh ke berbagai kota utama di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua, dan lainnya, pasti masalah yang selama ini terjadi bisa teratasi. Apalagi kalau Depati Parbo sudah menjadi bandara internasional yang memiliki penebangan langsung dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Semoga.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Minggu, 29 Mei 2011

Kekuatan Mata di Jember Festival Carnaval 2011


Dalam rangka memperinggati Jember Festival Carnaval (JFC) dekade pertama, tahun ini digelar JFC ke-10 bertema Eyes on Triumph dengan menampilkan sekitar 600 kostum terbaik. Apa keistimewaannya dibanding tahun lalu? Dan mengapa JFC berhasil masuk 7 karnaval besar dunia?

JFC ke-10 yang akan digelar pada 24 Juli 2011 di kota Jember, Jawa Timur menampilkan kostum dari tema-tema terbaik sebelumnya, dari JFC 1 sampai ke-9 Dengan menampilkan JFC merching band bertema royal kingdom sebagai acara pembukaan.

President JFC Dynand Faris, memastikan meskipun tema terbaik yang diambil selama 9 penyelenggaran JFC sebelumnya namun kemasannya akan berbeda. “Misalnya tema terbaik India sebelumnya akan kembali ditampilkan lagi kali ini dengan kostum yang semuanya berbeda total atau diperbaharui,” terangnya seraya menambahkan pemenang dekade pertama ini akan dipilih satu teman terbaik untuk ditampilkan di JFC ke-100.

Kostum yang ditampilkan dalam JFC tahun ini berjumlah 600 kostum dengan beragam tema. Masing-masing tema diwakili 40-50 orang. Eyes on Triumph bermakna kekuatan mata melihat sesuatu untuk memperoleh kemenangan. "Masing-masing peserta bukan saja menyajikan kostum yang berbeda pun riasan pesona mata sebagai kukuatan utama," jelasnya.

Semua kostum yang dikarnavalkan akan didaurulang untuk kepentingan inovasi atau direproduksi. “Tidak dijual. Tapi kita buat miniatur-miniaturnya yang nanti akan dijual pas penyelenggaraan JFC,” ungkap Dynand yang juga akan menggelar konser JFC perdana di Istora Senayan Jakarta, pada 30-31 Desember 2011 dengan peserta 300 orang.

Meski JFC baru mau sepuluh tahun tapi sudah disetarakan dengan kehebohan dan keunikan karanaval dunia lain. Bahkan JVC masuk dalam 7 karnaval besar dunia, yakni karnaval Mardi Gras di New Orleans, AS yang sudah 200 tahun lebih, karnaval Rio de Janeiro (Brazil) sudah 76 tahun, karnaval di Cologne (Jerman), baru kemudian JFC (Indonesia), lalu karnaval di Covenhagen (Denmark), karnaval de Quebec (Kanada), dan karnaval Trinidad dan Tobago, sebuah negara kepulauan di laut Karabia sebelah laut Utara Venezuela.

“JFC diakui sebagai salah satu dari 7 karnaval besar di dunia karena tidak sama dengan karnaval-karnaval yang ada. Bahkan karnaval Rio ratusan peserta masih ada yang berkostum sama. Sedangkan di JFC, 100 sampai dengan 600 peserta tidak satupun kostumnya sama,” ungkap Dynand yang optimis JFC bisa sebesar karnaval Rio.

Usai menikmati JFC, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan wisata ke obyek-obyek yang ada di Kabupaten Jember, antara lain ke Watu Ulo yang berjarak sekitar 40 Km dari pusat Kota Jember. Kalau mau surving pergi saja ke Pantai Puger 35 Km dari pusat Kota Jember.

Naskah & foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Jumat, 27 Mei 2011

Mendongkrak Jumlah Wisatawan Ala Kabupaten Bangka


Kabupaten Bangka, salah satu kabupaten di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun lalu mampu menjaring 33.000 wisatawan. Angka itu melampaui target semula yakni 27.000 pengunjung. Tahun ini, Disbudpar-nya menargetkan 35.000 hingga 37.000 wisatawan. Salah satu caranya dengan memperbanyak event. Event apa saja yang bakal mendongkrak kunjungan wisatawan ke kabupaten ini?

Kadisbupar Kab. Bangka Asep Setiawan optimis target jumlah wisatawan tahun ini bakal terpenuhi. Berdasarkan data, wisatawan yang datang bulan ini melebihi jumlah wisatawan pada bulan di tahun sebelumnya. ”Kami selalu mengitung kunjungan wisatawan per bulannya. Dan ada kenaikan pada bulan ini dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya, ” aku Asep di Jakarta (26/5/2011).

Kenaikan jumlah wisatawan pada bulan ini, dampak dari diselenggarakannya event musik jazz 21 Mei lalu yang menghadirkan penyanyi jazz Syaharani. ”Melihat peminatnya cukup tinggi, rencananya event hiburan serupa akan digelar lagi dalam waktu dekat di Pangkalpinang, ibukota Kab.Bangka,” terangnya.

Profil wisatawan yang selama ini datang ke Kab.Bangka, lanjut Asep masih didominasi wisatawan nusantara, terutama orang-orang-orang Tionghoa dari berbagai kota seperti dari Jakarta dan Bandung. ”Di kabupaten ini banyak vihara besar dan kuno yang kerap didatangi wisatawan untuk wisata peribadatan dan obyek wisata bergaya China Pha Khak Liang,”.

Orang Tionghoa yang masih mempunyai saudara di kabupaten ini namun sudah menyebar di luar Bangka, kerap datang, terutama pada hari-hari besar termasuk perayaan Pe’cun. ”Ada yang menginap di hotel. Tapi kebanyakan tinggal di rumah famili sehingga jumlah tamu hotel tidak berdampak besar,” jelasnya.

Ada beberapa strategi promosi yang dilakukan Disbudpar Kab. Bangka untuk memperkenalkan pariwisata dan budayanya sekaligus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Selain ikut pameran wisata di Jakarta dan memperbanyak event yang dikaitkan dengan seni-budaya setempat, juga akan mengadakan konferensi pers di Jakarta dengan mengundang sejumlah media dan travel agent. ”Rencananya konferensi pers digelar bulan Juni, menjelang terselenggaranya Sail Wakatobi-Belitung 2011,” ungkapnya.

Anggaran untuk promosi mencakup semua event tahun lalu mencapai Rp3 miliar ”Jumlah anggaran tahun ini sama seperti tahun lalu Rp3 miliar” aku Asep.

Terkait dengan kegiatan besar Sail Wakatobi-Belitung yang akan digelar Juli-Oktober 2011, Kab.Bangka mendapat jatah menggelar 2 event berskala internasional, yakni seminar internasional tentang kebaharian dan kejuaraan volly pantai se-Asia Pacifik.

”Kedua event itu pastinya bakan menambah kunjungan wisatawan, bukan cuma dari dalam tapi juga luar negeri,” katanya.

Bahkan untuk tahun 2012, Disbupar Kab.bangka sudah punya 2 event besar yang akan digelar guna mendongkrak wisatawannya. ”Kami akan mengadakan event Tour de Bangka dan lomba perahu naga & hias,” tutup Asep.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Kamis, 26 Mei 2011

Memburu Obyek Wisata Baru di GWBN 2011


Sudah punya obyek wisata pilihan untuk liburan panjang tahun ini? Kalau belum dan ingin mencari obyek wisata berbeda, datang saja ke pameran "Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara" (GWBN) yang digelar 26-29 Mei 2011 di Jakarta Convetion Center (JCC), Senayan. Ada beberapa obyek wisata unik, menarik, dan relatif baru yang ditawarkan sejumlah kabupaten/kota di pameran ini. Obyek apa saja?

Di GWBN ke-9 yang diikuti oleh lebih dari 150 institusi terdiri dari pemerintah daerah, pengelola obyek wisata, biro perjalanan wisata, dan lainnya dari sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia ini, Anda dapat memburu obyek wisata pilihan yang belum begitu tersohor tapi dijamin bakal memberi pengalaman liburan yang berbeda dan seru.

Kalau Anda senang watersport khususnya berselencar (surfing), coba datang ke stand Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di sana Anda dapat menyaksikan sajian audio-visual tentang obyek wisata surfing di Sungai Kampar. Obyek wisata yang baru diperkenalkan pada tahun 2010 oleh surfer asal Perancis ini, diprediksi bakal menjadi andalan wisata kabupaten hasil pemekaran ini.

Setahun belakangan ini, masih para surfer dunia dari Prancis, Brazil, Austarlia, dan Bali yang menikmati gelombang berlapis-lapis dengan rentang waktu lebih dari satu jam di sungai ini, bukan di laut sebagaimana biasanya.

Sekalipun Anda belum pernah surfing dan ingin mencoba, di sungai ini juga ada beberapa gelombang yang aman buat surfer pemula.

Kalau suka treking ke hutan pedalaman, coba kunjungi stand Provinsi Bengkulu. Di sana Anda bisa tanyakan obyek wisata Telaga dan Lebong Kacamata 7 Warna yang menantang untuk dijelajahi.

Sesuai namanya Telaga 7 Warna terdidri atas tujuh (7) buah telaga kecil berbeda warna yang berada di kawasan hutan lindung yang masih asri. Lebong Kacamata merupakan lobang atau goa bekas galian penambangan emas peninggalan Belanda. Untuk menuju kedua lokasi, Anda harus berjalan kaki melewati hutan yang belum tersedia jalan setapaknya, jadi masih medan trek alami.

Mau menunggang gajah di alam liar? Datang ke stand Sumatera Utara. Tanyakan paket wisata Tangkahan. Di obyek tersebut, Anda bisa menunggang gajah melewati hutan dan aliran sungai bahkan ikut memandikan anak gajah.

Masih di stan yang sama, tepatnya di stand Kabupaten Batubara, Anda suguhkan cara menenun songket khas Batubara dan membeli produknya yang berkisar antara Rp300ribu - Rp3juta. Anda bisa menanyakan proses pembuatan songket tersebut sekaligus bagaimana cara mengunjungi desa-desa yang penduduknya menenun songket itu.

Festival Wisata
Bila ingin menyaksikan sejumlah tradisi suatu daerah, festival seni dan budaya yang digelar beberapa bulan kedepan, coba datang ke stand Kabupaten Bangka yang bertema Tionghoa. Di sana Anda bisa tanyakan Tradisi Pe’cun yang puncak acaranya akan digelar pada tangga 6 Juni 2011 di Pantai Matras.

Kunjungi juga stand Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan. Anda bisa menanyakan informasi seputar penyelenggaraan "Festival Bunga Nusantara 2011" yang rencananya akan digelar pada 26-29 Oktober 2011 di Pagar Alam yang berjuluk Kota Bunga.

Ingin tahu informasi penyelenggaraan "Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci" (FMPDK) ke-XI yang digelar pada tanggal 6-10 Juli 2011, singgahi stand Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Di stan ini juga dijual kuliner khas Kabupaten Kerinci seperti dodol kentang, sirup dari kayumanis, dan teh serta aneka kerajinan anyaman bambu.

Jika ingin berlibur ke pulau, coba datangi stand Pemko Sibolga, Sumut. Tanyakan saja obyek wisata Pulau Poncan Gadang yanag berpantai landai dan berpasir putih. Di pulau ini Anda bisa bermalam di cottages dengan harga sekitar Rp380ribu per malam.

Tapi kalau mau merasakan kehidupan di kampung khas Sunda yang masih setia memegang aturan dan adat istiadatnya, datangi stand Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Temukan obyek wisata Kampung Kuta yang warganya sangat menjaga keasrian lingkungan dan hutannya hingga mendapat penghargaan Kalpataru dari pemerintah.

Nah, itu baru sebagian kecil obyek wisata yang belum begitu tersohor termasuk kegiatan ritual tradisi tahunan serta festival seni-budaya yang dapat Anda temukan di GWBN 2011. Salah satunya mungkin bisa Anda dipilih sebagai tujuan liburan Anda berikutnya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Rabu, 25 Mei 2011

Gurihnya Kepiting dan Udang Goreng Barelang



Apa yang bakal Anda temui saat bertandang ke Jembatan Barelang jelang sore hingga malam? Hmmm..., selain sejumlah pasangan muda-mudi yang asyik berpacaran, Anda pun bakal menjumpai para pedagang kepiting dan udang goreng khas trade marknya Kota Batam ini. Mengapa kedua penganan itu diminati pengunjung?

Jelang sore dan malam hari di Jembatan Barelang yang dibangun pada 1992 oleh Jusuf Habibie sebagai pengembang Kota Batam melalui Otorita Batam ini, banyak pedagang makanan dan minuman ringan yang berjejer di pinggiran jembatan. Jajanan yang dijual cukup bervariasi, ada rujak, es kelapa muda, otak-otak, jagung bakar, dan lainnya. Tapi yang paling menarik perhatian penganan kepiting dan udang goreng.

Pedagang yang menjual dua penganan ini lumayan banyak. Tapi karena pengunjungnya banyak, dagangan mereka tetap laris, terutama akhr pekan dan hari liburan.

Udang goreng di jembatan yang menghubungkan 6 pulau dan namanya diambil dari singkatan nama Kota Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang ini berbentuk sate. Udangnya digoreng dengan tepung lalu ditusuk satu per satu dengan lidi bambu. Satu tusuk beriisi 6-7 udang goreng harganya Rp 5.000.

Sedangkan kepitingnya juga digoreng dengan tepung beras. Satu ekornya Rp 10.000 untuk ukuran yang kecil dan Rp 30.000 untuk yang jumbo atau kepiting ukuran besar. Menurut penjualnya, udang dan kepiting itu di dapat dari perairan di sekitar bawah Jembatan Barelang.

Kedua penganan ini digemari pengunjung, karena rasanya gurih. Dan yang pasti karena suasananya itu. Sambil makan, pengunjung dapat bersantai seraya menikmati pemandangan indah dari atas jembatan, berupa hamparan laut dan beberapa pulau kecil lainnya yang dihubungkan dengan jembatan lainnya.

Kehadiran sejumlah pedagang di Jembatan Barelang ini, semakin melengkapi kekhasan Barelang sebagai tujuan wisata di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Tak sulit mencapai jembatan indah ini. Lokasinya berjarak 20 Km dari pusat kota Batam. Anda dapat naik bus kota dari berbagai halte bus di Batam atau menyewa taksi.

Jadi selagi berlibur ke Batam, tak ada salahnya Anda luangkan waktu ke Jembatan Barelang untuk menikmati kepeting dan udang gorengnya. Karena memang cuma ada di jembatan yang menjadi ikon wisata Kota Batam ini.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Adji & dok Ist.

Read more...

Promo Wonderful Indonesia Via Pejalan Kaki


Banyak cara mempromosikan branding pariwisata wonderful Indonesia, salah satunya dengan berjalan kaki keliling dunia. Itulah yang akan dilakukan Herman Wenas (43th) dalam upaya pecahkan rekor dunia utuk kategori Tercepat Keliling Dunia dengan kaki yang didukung sejumlah pihak termasuk Kemenbudpar. Mengapa Kemenbudpar mendukung? Efektifkah?

Kenapa Kemenbudpar tetarik mendukung Herman Wenas? Menurut Sekditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenbudpar Winarno Sudjas, Kemenbudpar tertarik dengan gagasannya dan dia (Herman Wenas) memiliki program tersendiri yang turut mempromosikan parwisata Indonesia.

“Cara bagaimana dia mengemas promosi pariwista tersebut, itu terserah dia. Sesuai style dia. Tidak mungkin saya suruh dia bawa brosur atau leaflet promo pariwisata kita yang banyak, karena ransel yang dibawanya terbatas dan pasti berat.” jelas Winarno di Jakarta, Senin (13/5/2011).

Pola promosi yang dilakukan Kemenbudpar di luar negeri selama ini biasanya dengan mengikuti sejumlah event di mancanegara, datang rombongan dengan pesawat. “Tapi ini dengan berjalan kaki. Ini sesuatu yang beda. Mudah-mudahan dengan dia jalan dan bertemu orang, banyak yang menanyakan asalnya, dan dia bisa menjelaskan tentang Indonesia dengan baik termasuk pariwisatanya,” tambahnya.

Kemenbudpar bukan semata melihat karena promosi pariwisata bisa terbantukan hingga meningkatkan imej pariwisata Indonesia di mancanegara. Tapi juga karena dapat memberi dampak terhadap pencitraan kepada generasi muda Indonesia terhadap tanah airnya dengan memberikan sumbangan kreativitas dan inovasi yang lebih bagus ke depan. “Saya berharap apa yang dilakukannya memberikan inspirasi hingsa muncul karya-karya positif lain dari generasi muda Indonesia.” jelasnya.

Mengingat tren wisatawan sekarang berangkat dari hobi, Winarno menghimbau dia agar di setiap kota yang dilalui selalu menambah jejaringnya dengan komunitas pemuda setempat. “Kalau dia bisa meyakinkan orang atau komunitas setempat bahwa semua hobi mereka bisa tersalurkan di Indonesia, wah itu bagus sekali. ini Starting point yang bagus,” ungkapnya.

Winarno yakin promosi ini efektif terlebih dia akan mempromosikan setiap event yang diikuti Kemenbudpar di mancanegara dan kegiatannya pun rencananya akan diliput media setempat.

Kemenbudpar, tambah Winarno akan mendukung kegiatan siapapun baik yang inisiatifnya datang dari masyarakat, komunitas atau individu yang mempunyai ide-ide cemerlang. “Sejauh ide dan kegiatannya itu memberi dampak positif dan kita juga diuntungkan dari segi promosi pariwisita, kenapa tidak didukung,” jelasnya.

Herman Wenas akan berangkat jalan kaki keliling dunia dari Bali pada 30 Mei 2011, dan dijadwalkan finish di Bali 2015.

Selama perjalannya itu dia juga akan menggemakan cinta persahabatan di antara masyarakat dunia sesuai tema yang dia angkat yakni Freindship Walk Around The World.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adjhi_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Sabtu, 21 Mei 2011

Dua Kereta Batik Diluncurkan


Menbudpar Jero Wacik dan Meneg BUMN Mustafa Abubakar meresmikan dua kereta bermotif batik di Stasiun Gambir, Jakarta bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Jum’at, (20/5/2011). Sebelumnya sudah ada satu kereta bermotif batik untuk jurusan Jakarta-Bandung. Untuk jurusan mana dua kereta batik baru tersebut dan motifnya apa?

Ada dua motif batik yang ditempelkan di gerbong khusus makan di dua kereta berbeda jurusan. Pertama, gerbong kereta bermotif batik “Singa Barong” dirangkai dengan KA Argo Jati jurusan Jakarta-Cirebon PP. Satunya lagi, bermotif “Langlang Jagad” disambungkan dengan KA Argo Lawu jurusan Jakarta-Solo PP.

Motif Singa Barong yang bergambar singa melambangkan persahabatan anatarbanagsa. Sedangkan motif Langlang Jagad bergambarkan tiga hewan yakni garuda yang melambangkan hewan yang dapat terbang cepat, ular naga sakti yang menyimbolkan melindungi penumpangnya dari segala bahaya, dan kuda bersayap yang bermakna kendaraan para raja yang mampu melaju cepat dalam berbagai cuaca.

Dirut PT KAI (persero) Ignatus Jonan mengatakan pengadaan dua kereta bermotif batik ini sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan dan ikut serta mempromosikan branding pariwisata wonderful Indonesia, khususnya wonderful culture yang diapresiasikan melalui kereta bermotif batik.

Sebelumya PT KAI sudah memiliki kereta bermotif batik yang dirangkaikan ke kereta jurusan Jakarta-Bandung PP. Kereta bermotif batik pertama itu mendapat sertifikasi MURI pada 15 Februari 2011.

Menbudpar Jero Wacik menghimbau selain kereta yang dibatik, kendaraan umum lain seperti bus, taksi bahkan pesawat juga harus dibatik. “Biar batik bisa terbang kemana-mana dan namanya kian tersohor,” jelasnya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Rabu, 18 Mei 2011

Lesehan Plus-Plus Ala Jogja


Lesehan atau makan di trotoar duduk beralas tikar atau terpal plastik tersebar di hampir semua kota besar di Jawa, termasuk Jakarta. Tapi lesehan plus-plus atau sambil ini-itu cuma ada di Jalan Malioboro, Jogja. Plus-plus apa saja?

Berwisata di Jogja tanpa menikmati lesehan malam di Jalan Malioboro, kata banyak orang kurang lengkap. Seperti sayur tanpa garam. Pasalnya di sepanjang trotoar jalan wisata utama di Kota Gudeg ini berjejer penjaja lesehan yang belakangan kian tertata dan tertib dibanding beberapa tahun belakangan.

Tertata maksudnya, tempatnya nampak lebih bersih lengkap dengan backdrop cerah bergambarkan aneka menu dan nama menunya. Tertib, tidak seperti dulu lagi yang sempat menjadi omongan para wisatawan. Dulu penjaja lesehan di jalan ini tidak mencantumkan daftar harga menu yang dijualnya. Pengunjung yang makan sering ‘dikemplang’ atau harganya dinaikkan seenak pedagangnya.

Tapi setelah mendapat kritikan dan jumlah pengunjung merosot, belakangan para pedagang yang nakal itu sadar. Mereka tidak lagi ‘ngemplang’, dan mereka pun membuat daftar menu berikut harga yang masuk akal.

Kenapa kurang lengkap? Dan kenapa mesti di Jalan Malioboro? Padahal sekarang dimana-mana banyak penjual makanan secara lesehan. Mungkin begitu pertanyaan yang timbul.

Betul, belakangan lesehan bukan monopoli Jogja. Cara makan nyantai ini juga sudah merambah ke kota-kota lain di Jawa, seperti Surabaya, Semarang, Bandung, dan Jakarta.

Yang membedakannya tentu saja atmosfir Jalan Malioboro itu sendiri yang sulit didapat di tempat lesehan di kota manapun. Nuansa romantis begitu melekat di jalan yang legendaris dan mendunia ini. Meski sebenarnya makanan yang dijual banyak ditemukan di penjaja makanan lain, seperti bebek bakar, ayam bakar/panggang, cah kangkung, sop daging, nasi rames, dan lainnya.

Selain nuansa romantis itu, ada hal lain yang juga sulit didapat bila berlesehan di tempat lain. Lesehan di Malioboro, pengunjung dipastikan dapat tambahan lain, berupa hiburan dan sejumlah kegiatan ringan lain masih beraroma seni. Bak pepatah sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui, bila lesehan di jalan ini.

Hiburan yang dimaksud disini berupa sajian musik jalanan dari para pengamen yang biasa mangkal di jalan ini. Umumnya pengamennya berkelompok, 3-5 orang. Pengunjung bisa memesan lagu favorit sesuka hati. Suara dan musiknya dijamin tak mengecewakan.

Lesehan Plus Tato
Aktivitas ringan lainnya, sambil makan pengunjung bisa meminta pelukis jalanan melukis wajahnya, atau meminta tukang tato untuk menato lengan atau kakinya, atau meminta tukang urut untuk memijat pundak, kepala, dan lainnya. Dan atau bisa juga meminta pengepang rambut untuk mengepang rambutnya.

Nah bayangkan, sambil lesehan pengunjung bisa mendapat plus-plus lain yang menyenangkan. Mungkin di tempat lain, lesehannya paling banter dihibur oleh para pengamen. Rasanya sulit menemukan lesehan plus-plus selain di Malioboro.

Bahkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir mengklaim lesehan di jalan yang bisa sambil menikmati musik pengamen jalanan, dipijat/diurut, dilukis wajah, ditato atau dikepang rambutnya, di dunia cuma ada di Jogja, tidak ada di belahan dunia lain. “Coba saja cari di tempat atau di kota lain, rasanya sulit. Dan kalaupun ada paling cuma dihibur pengamen. Dan suasananya juga beda, tak seromantis dan sehangat Jogja,” promonya.

Kelebihan lain dari jalan yang menjadi jantung ekonomi wisata Jogja ini, selain lengkap dengan fasilitas akomodasi mulai dari hotel berbintang hingga kelas melati yang murah, letaknya pun strategis serta banyak pedagang aneka kuliner dan cendera mata.

Tak berlebihan saban malam, jalan ini disemuti wisatawan untuk berlesehan, berbelanja, atau sekadar duduk sambil menyeruput secangkir wedang rondenya. Seperti libur long weekand lalu, bertepatan dengan cuti bersama Hari Waisak, ribuan orang memadati jalan ini usai berlibur atau setelah menyaksikan prosesi perayaan Waisak 2011 di pelataran Candi Borobudur.

Selain lesehan, masih banyak penjaja makan lain yang tak kalah khasnya di jalan tersohor ini seperti nasi kucing, nasi gudeg, wedang ronde, bakpia, dan aneka penganan lain dengan harga per porsinya lebih murah di banding di kota-kota wisata lain di Tanah Air.

Anda belum pernah berlesehan di Malioboro, atau lupa saat berkunjung ke Jogja? Ya datang saja lagi, rasakan plus-plus dan nuansa romantisnya.

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Selasa, 17 Mei 2011

Keistimewaan Menikmati Borobudur Saat Waisak


Setiap perayaan Waisak, Candi Borobudur kebanjiran ribuan wisatawan. Pada peringatan Hari Tri Suci Waisak 2555 BE tahun ini, Borobudur panen sekitar 20 ribu wisatawan dari dalam negeri dan mancanegara. Keistimewaan apa yang didapat wisatawan ke candi Budha terbesar di Asia Tenggara ini saat Waisak?

Menurut Manager Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Pujo Suwarno, angka kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur menjelang perayaan Waisak tahun ini meningkat hingga 4 kali lipat dibanding hari biasa. Setiap harinya, sekitar 3 hingga 4 ribu wisatawan datang sejak Sabtu (14/5). Pengunjung ke Borobudur rata-rata 12 ribu orang per hari. Dan selama perayaan waisak 2011 jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu wisatawan.

Mengunjungi Borobudur saat perayaan Waisak jelas beda dibanding pada hari biasa. Ada atmosfir lain yang tak mungkin didapat kalau wisatawan datang diluar peringatan hari kelahiran Sidharta Gautama, Sang Budha itu.

Atmosfir yang berbeda itulah yang membuat wisatawan rela mengeluarkan kocek lebih untuk datang ke Borobudur. Maklum biasanya jelang Waisak, harga tiket pesawat ke Jogja melonjak.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah dan kota di Indonesia. Bahkan para bhiksu dan bhiksuni yang hadir bukan cuma dari seluruh Tanah Air, tapi juga dari Thailand, Tibet, Laos, Myanmar, Singapura, dan Kamboja.

Atmosfir berbeda yang dapat dilihat dan dirasakan wisatawan adalah menyaksikan serangkaian acara atau prosesi Tri Suci Waisak yang tahun ini bertema mencari kebahagiaan dalam diri sendiri.

Prosesi perayaan waisak tahun ini diawali dengan ziarah ke makam pahlawan, kemudian diikuti pengambilan air suci di Jumprit Temanggung, dan pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, serta pengobatan massal. Kemudian dilanjutkan dengan kirab suci atau arak-arakan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur sejak pagi, dan pada malam harinya diteruskan dengan detik-detik Waisak serta acara penutupan di komplek candi Buddha yang didirikan pada Wangsa Syailendra 800 tahun Sebelum Masehi ini.

Kirab Suci 3 Km
Kirab suci atau arak-arakan, merupakan prosesi yang paling menyedot perhatian wisatawan. Maklum acara inilah yang membuat atmosfir Borobudur terasa berbeda dibanding hari biasa.

Tahun ini, kirab suci ini dilakukan ribuan umat Budha bersama para biksu Dewan Sangga Perwakilan Umat Budha Indonesia dengan berjalan kaki dari Candi Mendut melewati Candi Pawon menuju pelataran Candi Agung Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (17/5), sepanjang sekitar 3 Km.

Prosesi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, setelah mereka berdoa dan membaca parita di depan altar di Barat Candi Mendut dipimpin para biksu masing-masing sangha Walubi.

Peserta kirab ada yang membawa puluhan bendera Merah Putih, bendera Walubi dan Dewan Sangha Walubi. Sedangkan para biksu senior membawa replika Sang Budha dengan patung Budha berwarna kuning keemasan menaiki kendaraan hias berbentuk kapal.

Ada juga barisan pengusung sejumlah tandu yang berisi air suci dan api dharma Waisak. Semua perlengkapan prosesi itu akan ditempatkan di pelataran utama Candi Borobudur.

Sementara peserta lainnya memegang bunga sedap malam sambil melantunkan parita suci. Ada juga umat dan bhiksu yang membawa hasil bumi (buah-buahan, sayur-sayuran, padi, ketela dan lainya).

Dalam kirab ini juga diramaikan barisan penari tradisional Magelang Topeng Ireng yang berasal dari sejumlah grup kesenian. Ada juga peserta yang merias diri bak tokoh dalam sejarah perjalanan Buddha ke Utara mencari kitab suci seperti Kera Sakti, Bikkhu Tom Sam Chong, Dewa Api, Dewa Langit dan Dewa Bumi.

Atmosfir berbeda lainnya saat acara detik-detik Waisak di pelataran Barat Candi Borobudur, Selasa malam (17/5). Acara detik-detik Waisak tahun ini dimulai pukul 18.08.23 WIB, dipimpin Bante Wongsin Labhiko Mahatera dari Thailand.

Dalam acara itu, wisatawan dapat melihat ribuan umat Buddha yang hadir melakukan meditasi dan perenungan selama sekitar 10 menit. Mereka melakukan sikap anjali yakni duduk bersila dan tangan bersedekap di depan dada. Mereka khusyuk menghayati perjalanan Pangeran Siddharta Gautama, sang mahaguru yang menjadi contoh dan teladan hidup mereka.

Seusai pembacaan parita dari 15 majelis di dalam agama Buddha, para umat Budha menyalakan lilin dan melakukan upacara pradaksina, yakni mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali searah jarum jam.

Seribu Lampion
Dan yang lebih istemewa lagi, tahun ini wisatawan dapat menikmati Candi Bodobudur bermandi cahaya lampion pada malam hari. Pasalnya usai pradaksina, acara dilanjutkan dengan penyalaan sekitar 1.000 lampion. Ketua Umum Walubi, Hartati Murdaya menjadi orang pertama yang menyalakan lampion, diikuti para bikhu dan bikhuni.

Malam itu candi Borobudur pun menjadi terang benderang oleh cahaya lampion sumbangan dari umat Budha. Pelepasan lampion sebagai tanda perdamaian dan penerang di dunia itu menjadi penutup acara perayaan Waisik 2011.

Menurut salah seorang biksu, lampion dikalangan umat umat Budha merupakan simbol cahaya penerangan dengan harapan kehidupan ini selalu terang dalam segala hal.

Bagi umat Budha, Candi Borobudur adalah tempat suci sebagaimana Ka’bah bagi umat muslim. Perayaan Waisak sekali setahun merupakan peluang besar untuk menjaring wisatawan sebanyak mungkin. Karena pada saat itulah ribuan umat Budha termasuk wisatawan berdatangan ke candi megah ini dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.

Asal pelayanan, keramahan, dan fasilitas pendukung bagi umat Budha dan ribuan wisatawan terpenuhi, pasti mereka akan datang kembali. Tapi bila hanya mencari keuntungan sesaat tanpa mengindahkan hal-hal tersebut, wisatawan terutama akan kapok datang lagi ke candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno ini saat Waisak.

Dan itulah yang mesti diperhatikan oleh bukan hanya panitia penyelenggara, instansi terkait, dan industri pariwisata, tapi juga seluruh lapisan masyarakat.


Naskah & Foto: Adji Kurniawan
(adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Harpitnas Dadakan Obyek Wisata Favorit Disemuti Wisatawan


Siapa yang tak senang libur harpitnas (hari kejepit nasional) seperti Senin (16/5/2011). Otomatis bisa liburan ke luar kota ataupun mudik ke kampung halaman. Pasalnya libur akhir pekan jadi tambah panjang dari Sabtu sampai Selasa, tanggal merah Hari Waisak. Tapi belum tentu semua senang, lantaran cuti bersama itu diumumkan mendadak. Koq bisa?

Tak bisa disangkal, cuti bersama yang diumumkan pemerintah bisa menumbuhkan minat orang berlibur ke obyek wisata baik di dalam maupun luar kota bahkan luar pulau.

Buktinya pada liburan harpitnas kali ini sejumah obyek wisata ternama di Jakarta kebanjiran pengunjung baik dari sekitar Jabodetabek maupun luar Jakarta. Obyek yang dipadati pengunjung itu Ancol, TMII, Kebun Binatang Ragunan, dan beberapa pusat perbelanjaan mal.

Sejumlah obyek wisata tersohor di luar Jakarta yang selama ini menjadi lokasi liburan favorit warga Jakarta seperti kawasan Puncak Bogor dengan Taman Safari Indonesia-nya, Bandung dengan sejumlah factory outlet dan resto yang menyajikan aneka kulinernya juga diserbu wisatawan. Bahkan wisman juga terlihat di kota kembang itu.

Di luar Jawa, seperti Bali juga menjadi destinasi yang disemuti wisatawan saat harpitnas ini. Lokasi yang paling ramai pengunjungnya terutama Pantai Kuta, Tanah Lot, dan Tanjung Benoa. Pengunjungnya datang dari berbagai kota di Jawa, terutama dari Jakarta, Surabaya, dan kota-kota kecil di Jawa Timur.

Jumlah pengunjung di Tanah Lot, Kabupten Tabanan yang terkenal dengan Pura di tengah laut ini mencapai ribuan orang. Biasanya wisatawan menyemut di Tanah Lot saat ritual Banyu Pinaruh (pembersihan diri), setelah melakukan jagra (begadang) terkait perayaan Hari Suci Saraswati. Umumnya wisatawan ingin melihat warga Bali yang berbusana adat bersembahyang ke Pura serta mandi di laut sebagai simbol pembersihan diri.

Kerumunan wistawan juga nampak di Pantai Kuta. Ada yang asyik bermain pasir, berlaria-larian dikejar ombak. Tak sedikit yang belajar surfing atau sekadar berjemur di bentangan pasir.

Kepadatan wisatawan terlihat juga di jantung wisata Yogyakarta yakni Jalan Malioboro dan Pantai Paris (Parangtritis). Jalan Malioboro yang tersohor itu dipadati pengunjung lokal terutama dari Bandung, Jakarta, dan Semarang.

Cuti bersama terbukti membuat kunjungan ke beberapa kota meningkat. Selain berlibur, harpitnas yang bikin libur akhir pekan jadi panjang ini, juga menyebabkan ribuan orang mudik, pulang ke kampung halaman atau ke kota asal.

Biasanya yang pulkam (pulang kampung) masih seputar Jawa, seperti ke Jogja, Solo, Semarang, dan Surabaya dengan kereta api (KA) ataupun pesawat udara karena dianggap lebih cepat dan praktis dibanding dengan bus.

Lonjakan pemudik saat harpitnas terbukti dengan ludesnya tiket KA jurusan Jakarta ke beberapa kota di Jawa Tengah sejak Jumat, 13 Mei 2011. Bahkan untuk kereta jenis eksekutif dan bisnis sudah mulai dipesan sejak Kamis.

PT. KA Daops VI Yogyakarta sampai menambah kereta tambahan untuk penumpang Jakarta yang akan kembali setelah libur panjang hari Waisak, Selasa, 17 Mei 2011 yakni KA Argo Dwipangga Extra yang berangkat dari Stasiun Tugu Jogja pukul 21.30 Wib. Bahkan semua rangkaian kereta yang biasanya berjumlah 9 gerbong, khusus untuk jadwal keberangkatan Selasa, ditambah menjadi 10 gerbong.

Dampak positif lain dari cuti bersama ini, sejumlah pusat perbelanjaan seperti mal dan grosir diserbu pengunjung untuk berbelanja seperti terlihat di Pasar Grosir Tekstil dan pakaian Tanah Abang, dan sejumlah mal elit di Jakarta dan Bandung.

Keuntungan lain, lalu lintas di Jakarta yang biasanya macet panjang menjadi sedikit lebih lancar sehingga polusi udaranya berkurang. Tapi kemacetan justru terjadi di sejumlah ruas jalan menuju obyek dan di obyek wisata seperti jalan menuju Puncak Bogor, Bandung, dan lainnya.

Akibat Dadakan
Di sisi lain, cuti bersama berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yakni SK Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2011, SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Keputusan Nomor 120/MEN/V/2011 dan SK Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor SKB/01/M.PAN-RB/05/2011 tertanggal 13 Mei 2011 ini justru mendapat kritikan karena diumumkan secara mendadak. Bahkan ada yang menuding cuti bersama ini dibuat karena para pejabatnya ingin libur.

Pemberitahuan cuti bersama semestinya dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan seharusnya sudah terjadual setahun sebelumnya. Misalnya cuti bersama 2011 sudah terumumkan di kalender 2011. Dengan begitu, masyarakat dapat merencanakan liburannya dengan maksimal begitu juga dengan birokrat.

Keuntungan lain dengan pengumuman cuti bersama jauh-jauh hari, para pengusaha atau pengambil kebijakan di sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata dapat menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumen atau pengunjung.

Libur harpitnas dadakan juga dinilai merugikan pegawai negeri sipil (PNS). Selain tidak bisa merencanakan liburan dengan matang, justru menambah sistem pelayanan yang semakin tidak jelas yang berdampak pada kemorosotan pelayanan dan produktivitas. Mungkin karena alasan itu, PNS di lingkungan Pemkot Surakarta memilih tetap bekerja seperti hari biasa pada Senin, 16 Mei 2011.

Kerugian yang didapat masyarakat dengan cuti bersama dadakan ini, selain tidak bisa mempersiapkan dengan baik untuk berlibur dan lainnya, pun menjadi tidak terlayani kepentingannya di kantor pemerintahan.

Masa urusan mengumumkan cuti bersama bertepatan dengan harpitnas yang sebenarnya mudah dan harusnya tertera di kalender tahunan saja tidak becus. Padahal ini dampaknya sangat besar bagi peningkatan dan perputaran ekonomi dari sektor pariwisata, perhubungan (arus mudik), perdagangan (belanja), dan lainnya.

Kalau soal yang kecil ini saja tidak beres mengurusnya, bagaimana dengan urusan yang jauh lebih kompleks?

Naskah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Senin, 16 Mei 2011

Festival Tangkuban Parahu 2011 Gelar Tur Wisata








Guna mengangkat dan melestarikan budaya adat masyarakat Tangkuban Parahu dan budaya masyarakat Jawa Barat (Jabar) umumnya, Festival Budaya dan Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu 2011 digelar selama sepekan sejak 14 s/d 21 Mei mendatang. Selain pagelaran seni, budaya dan bazar kuliner dan kerajinan tangan, festival ini pun adakan tur wisata ke sejumlah obyek. Obyek wisata mana saja?


Festival yang berlangsung di Curug Ninih, Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/5/2011), dibuka secara resmi oelh Ketua DPR Marzuki didampingi Wagub Jabar Dede Yusuf. Pada kesempatan itu Marzuki menjadi saksi penganugrahan Rekor Muri Seni khas Sunda, Rampak Kecapi.

Kedatangan Marzuki disambut dengan upacara penyambutan tamu agung ala Sunda, Upacara Pangbagea dari Padepokan Abah Renggon Subang. Saat menuju kursi kehormatan, Marzuki yang diikuti Jabar 2 dan kasepuhan sunda dikawal para penari.

Selama sepekan, festival yang digelar oleh Gabungan Masyarakat Adat Tangkuban Parahu didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, Abah Wawa Sesepuh Sasana Kerta Meudal Guriang, dan sejumlah pemerhati budaya ini menampilkan pagelaran budaya dan seni tradisional Sunda, Jawa Barat dan Nusantara.

Ada beladiri tradisional, permainan dan olahraga tradisional rakyat, permainan anak-anak Indonesia, tarian-tarian putri dan anak-anak putri, prosesi kesenian, bazar seni dan budaya, pameran pariwisata, kerajinan, cendera mata, dan kuliner tradisional.

Festival bertema “Merekatkan dan melestarikan seni budaya tradisional Sunda & Nusantara untuk memajukan pariwisata Indonesia” ini juga menggelar tur wisata ke Kawah Domas Gunung Tangkuban Parahu dan Kawah Ratu serta ke obyek wisata di sekitar Gunung Tangkuban Parahu.

Usai membuka festival ini, Marzuki Alie berjanji akan membahas sengketa pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu dengan Menteri Kehutanan. Dia akan berbicara dengan Menteri Kehutanan. “Bila ditemukan pelanggaran hukum, hukum harus ditegakkan,” jelasnya.

Sengketa pengelolaan TWA Tangkuban Parahu muncul pada 2009. Ketika pengelolaan diambil alih PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan saat itu. Keputusan itu ditenggarai tidak memperhatikan aturan yang berlaku di Pemprov Jabar.

Tangkuban Parahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama demikian karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Selain terkenal karena keindahan alamnya, Tangkuban Parahu juga tersohor karena legendanya yang berkisah tentang percintaan antara pria muda bernama Sangkuriang dengan perempuan cantik bernama Dayang Sumbi yang tak lain adalah ibu kandung Sangkuriang sendiri.

Naskh: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Edwan & Dok Ist.

Read more...

Menbudpar Nanti Harus dari Jabar


Jawa Barat (Jabar) memiliki potensi wisata yang besar. Biar pariwisatanya berkembang maju, menteri pariwisata dan kebudayaan (menbudpar)-nya nanti harus orang dari Jabar. Begitu usulan yang dilontarkan Ketua DPR Marzuki Alie. Koq bisa begitu?

Usulan tersebut disampaikan Marzuki Alie di acara pembukaan "Festival Wisata Budaya dan Pariwisata Gunung Tangkuban Parahu 2011" di Cikole, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, Sabtu (14/5/2011).

"Indonesia itu bukan hanya Bali. Dan ternyata Jabar punya potensi wisata yang besar. Makanya nanti, menbudpar-nya harus dari Jabar guna mendongkrak potensi wisata yang ada di Indonesia, khususnya Jabar,” jelas pria kelahiran Palembang, Sumsel yang menjabat Ketua DPR untuk periode 2009-2014.

Mengapa Marzuki sampai punya usulan seperti itu? Menurutnya daerah asal menbudpar itu pasti berdampak besar terhadap perkembangan kemajuan wisata daerahnya. ”Karena sebagian besar perhatiannya jelas ke daerahnya. Contoh sekarang menterinya dari Bali, maka sebagian besar perhatian menteri itu ke Bali,” ujarnya.

Kenapa Marzuki sampai punya penilaian seperti itu? Padahal Jero Wacik yang notebene dari Bali masih menjabat sebagai menbudpar untuk kedua kalinya sampai 2014 dan tidak ada sinyal bahwa dia akan digantikan. Usulannya itu seolah akan ada pergantian posisi menbudpar dalam waktu dekat.

Usut punya usut, bisa jadi penilaian Marzuki itu karena terkait dengan ajakannya untuk datang ke Bandung ditolak Jero Wacik sebelum berangkat ke festival wisata dan budaya ini.

”Waktu saya ajak dia untuk datang ke sini. Dia menolaknya dengan alasan ada pelantikan di Bali. Ya menteri Bali dia," sentilnya.

Ketika penulis menanyakan keberadaan Jero Wacik kepada staff Humas Kemenbudpar, ternyata sejak Sabtu Jero Wacik memang berada di Bali untuk acara keagamaan dan pada hari Minggu membuka acara Global Spa Forum. Dan sesuai jadwalnya Rabu sudah di Jakarta.

Selain menterinya harus berasal dari Jabar, ada faktor lain yang menurut Marzuki dapat memajukan pariwisata Jabar sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawannya. Antara lain, lanjutnya dengan meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata seperti akomodasi, infrastruktur jalan raya, dan fasilitas umum lain, serta menggabungkan wisata dan budaya secara terpadu.

Marzuki kembali mencontohkan kenapa pariwisata Bali bisa sukses menjaring 5 juta wisatawan tahun ini. ”Karena Bali juga memadukan antara budayanya dengan peningkatan pembenahan obyek wisatanya,” jelasnya.

Nah, kembali soal usulan Marzuki Alie bahwa menbudpar nanti harus orang dari Jabar, setujukah Anda?

Naskah : Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Edwan

Read more...

Minggu, 15 Mei 2011

Si Denok dan Tanaman Herbal Istana Presiden


Sama-sama istana kepresidenan. Sama-sama di Jawa Barat. Yang satu bersampingan dengan Kebun Raya Bogor, kaki Gunung Salak. Satunya lagi di Cipanas, kaki Gunung Gede. Tapi masing-masing punya koleksi berbeda. Apa saja isi utama dua istana cantik peninggalan Belanda ini?

Istana Presiden Bogor yang dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron Gustaf Willem Van Imhof pada tahun 1745, beberapa tahun ini menjadi hunian ratusan rusa berbintik. Hewan bertanduk ini berkeliaran di halaman hijau seluas sekitar 1,5 hektar. Jumlahnya diperkirakan hampir mencapai 1.000 ekor.

Tak sulit melihat satwa pemakan dedaunan dan sayuran di istana ini. Dari pagar luar istana, pengunjung bisa melihatnya dengan jelas. Bahkan banyak pengunjung yang memberikannya makanan saat melintas di depan jalan raya depan pagar halaman istana.

Koleksi Istana Bogor lain yang berada di sekitar halaman gedung utama adalah patung. Tidak jauh dari gerbang masuk Pintu 3 istana, tepatnya di samping Gereja Zebaoth Jl. Ir. H. Juanda ada patung perempuan elok tanpa busana yang berdiri di bawah pohon beringin. Patung perempuan molek itu adalah satu dari 360 patung yang menghiasi Istana Bogor. Sebagian besar patung tersebut berkelamin perempuan tanpa busana dengan berbagai gaya.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah patung cantik Si Denok karya Trubus. Si Denok, pemberian nama dari Soekarno ini berada di pinggir kolam di depan istana. Konon sosok patung tersebut adalah istri seorang karyawan Istana. Karena kemolekan dan ukurannya yang lebih besar dari patung lain, Si Denok kerap jadi obyek foto pengunjung.

Masih di depan gedung utama, ada patung perempuan lagi tanpa busana, bertubuh ramping sedang berdiri mengangkat kedua tangannya. Patung ini bernama “patung pemohon hujan”. Mungkin juga karena patung ini, Kota Bogor kerap diguyur hujan. Hmmm.., tidak masuk akal.

Di dalam gedung utama Istana Bogor, juga terdapat sekitar 450 lukisan yang sebagian besar lagi-lagi berobyek perempuan. Beberapa di antaranya karya Basuki Abdullah dan pelukis Rusia, Makowsi dan Ernest Dezentje.

Jalan Seribu Pandang
Lain lagi dengan Istana Presiden Cipanas yang dulunya bekas rumah pribadi milik seorang tuan tanah Belanda yang dibangun 1740. Istana ini juga punya koleksi lukisan Soedjono DS yang dihadiahkan khusus buat Presiden Soekarno.

Keunikan lukisan yang dibuat tahun 1958 ini, saat dipandang dari berbagai sudut, jalan yang tergambar dilukisan itu tetap lurus mengikuti arah pandangan kita. Karenanya lukisan itu diberi judul ”Jalan Seribu Pandang”, padahal nama aslinya ”Jalan Menuju Kaliurang”.

Istana yang terletak di Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ini memiliki sumber air panas yang bersumber dari Gunung Gede. Karena mempunyai sumber air panas itulah dahulu dibangun gedung kesehatan. Sekarang gedung itu menjadi ruang pemandian presiden dan tamu negara.

Di bagian belakang gedung induk terdapat meja bundar yang sangat bersejarah, peninggalan Presiden RI pertama Soekarno. Desainnya antik. Bisa ditarik sehingga berbentuk oval. Sejak dulu meja tersebut ditempatkan di tempat semula.

Istana ini juga memiliki rumah kebun dan taman istana. Di taman istana tercatat ada lebih 1.300 spesimen tanaman dari dalam dan mancanegara, di antaranya sejumlah pohon langka, pohon dari Afrika, dan ratusan jenis tanaman herbal di Taman Herbalia seluas 2.600 meter yang ditanam seusai keinginan Presiden SBY dan Ani Yudhoyono pada 2008. Tanaman herbal yang ditanam di taman itu antara lain kumis kucing, brotowali, kunyit, asam, jahe, lengkuas, dan aneka temulawak lainnya.

Berlibur ke istana kepresidenan baik di Bogor maupun di Cipanas jadi pengalaman berkesan. Selain udaranya sejuk dan segar, pengunjung bisa melihat dan memotret Si Denok yang montok di Istana Bogor atau membeli tanaman herbal tertentu yang dijual di rumah kebun Istana Cipanas.

Untuk mengunjungi kedua istana kepresidenan ini, pengunjung tidak dipungut bayaran alias gratis. Cukup menyampaikan surat izin kunjungan dengan melampirkan salinan KTP minimal 10 orang. Saat berkunjung diharuskan berpakaian santun. Tapi kalau presiden secara tiba-tiba datang, waktu kunjungan dibatalkan.

Nakah & Foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Read more...

Sabtu, 14 Mei 2011

Barbie Bali Alternatif Cenderamata Pulau Dewata



Pulang berlibur dari Bali, mungkin yang dibawa sebagai buahtangan selama ini cuma kacang, kaos JOGER, lukisan, udeng, kain pantai, bad cover atau kerajinantangan lain. Kini bisa tambah satu lagi yakni Barbie ala Bali. Boneka perempuan cantik yang terkenal seantero ini beda dengan barbie lainnya. Apa bedanya?

Biasanya boneka wanita cantik dan semampai ini mengenakan pakaian ala barat. Karena pakai embel-embel Bali, boneka yang terkenal seantero dunia ini pun memakai pakaian adat Bali dan bersanggul khas Bali. Ada Barbie Bali berkebaya Bali dan yang berbusana kemben Bali.

Rupanya boneka mainan fenomenal ini belakangan pandai beradaptasi sesuai dimana dia berada. Ada boneka barbie berpakaian adat Sumatrea, Jawa dan lainnya. Sebelumnya ada barbie ala selebritis seperti Barbie Madona, Angelina Jolie, Superman, dan barbie ala artis dalam negeri Mulan Jameela.

Dan di Pulau Dewata ini, dia pun menjelma menjadi perempuan Bali yang eksotis. Karena keunikannya itu dia kini diincar wisatawan saat berlibur di pulau para dewa ini.

Pakaian Barbie Bali ini berwarna dan bercorak yang tak kalah bagusnya dengan barbie berbusana Eropa yang biasa dikenakannya.

Perbedaan lainnya, Barbie Bali rambutnya tidak pirang atau blode melainkan berrambut hitam khas Indonesia, dengan sanggul khas bali lengkap dengan bunga kambojanya.
Sedangkan boneka laki-laki teman atau pasangan barbie, meskipun berambut pirang tetap mengenakan pakain adat pria Bali, lengkap dengan sarung dan udeng (kepala ikat khas Bali) sebagai penutup kepala.

Penjual Barbie Bali di salah satu toko di Denpasar mengaku mendapat ide menjual boneka ini justru dari pengunjung yang kerap bertanya mengapa tidak ada barbie khas Bali. Sejak itu dia pun menjual boneka Barbie Bali. Dan ternyata mendapat respon menggembirakan.

Permintaan barbie produk lokal ini cukup tinggi 100 s/d 200 boneka per minggu. Harganya pun hanya Rp 75.000 per boneka.

Adalah Putu Restiti, perempuan muda Bali dari Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bali Utara yang menjahit kebaya-kebaya kecil dari bahan bahan sisa yang dia beri label Restiti’s Balinese Kebaya. Salah satu hasil karyanya adalah Kebaya Bali untuk barbie. Dia pun mampu membuat busana barbie dengan model-model modern dan stylist.

Dan hasil karya kreatifnya itu sudah tersebar di sejumlah toko di Denpasar. Nah, Anda bisa membelinya sebagai cendera mata alternatif buat buah hati, keponakan atau adik perempuan Anda.

Naskah: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Foto: Dik Ist.

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP