. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Kamis, 08 Maret 2018

Di Museum Ini Ada Musisi yang Tanggal Lahirnya Ditetapkan Sebagai Hari Musik Nasional

Tanggal 9 Maret, dikenal sebagai Hari Musik Nasional. Meskipun sudah lama diputuskan lewat Keputusan Presiden (Kepres), namun sampai saat ini masih banyak orang yang belum tahu kenapa tanggal tersebut ditetapkan demikian.

Setelah TravelPlus Indonesia telusuri dari berbagai sumber termasuk dari beberapa tokoh musik, ternyata tanggal 9 Maret dipilih sebagai Hari Musik Nasional itu karena merupakan tanggal kelahirannya komponis besar Indonesia, Wage Rudolf (WR) Supratman.

Dalam biografinya, WR Supratman lahir pada 9 Maret 1903 di Purworejo, Jawa Tengah. Namun ada sumber lain yang mengatakan dia lahir di Jakarta.

Tanggal kelahiran beliau dijadikan Hari Musik Nasional berkat jasanya yang sangat besar. 

Dialah yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada tahun 1924, yang kabarnya dibuat di Kota Bandung pada saat dia berumur 21 tahun.

Hari Musik Nasional ditetapkan melalui Kepres Nomor 10 Tahun 2012, saat pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono.

Namun usulan pertama kali adanya Hari Musik Nasional tercetus saat era kepemipinan BJ Habibie. Kemudian pencanangannya baru terealisasi pada zaman Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pada masa pemerintahan Jokowi, perayaan Hari Musik Nasional berlangsung di Istana Negara.

Penetapan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap eksistensi dan kontribusi musik Indonesia sejak pra sampai pengisian kemerdekaan.

Untuk mengetahui lebih jauh sosok WR. Supratman berikut lirik lagu asli Indonesia Raya beserta biola yang biasa dia mainkan, TravelPlus Indonesia pun menyambangi Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya No.106, Jakarta Pusat.

Kenapa ke Museum Sumpah Pemuda? Karena di salah satu ruang di museum tersebut, terdapat patung replika sang maestro WR. Supratman yang meninggal dunia tanggal 17 Agustus 1938 di Surabaya dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Dia berkemeja putih dengan dasi hitam, dibalut jas berwarna krem dan bercelana panjang juga berwarna krem.

Musisi yang juga menciptakan lagu Ibu Kita Kartini ini bersepatu hitam, berpeci hitam, dan juga berkacamata dengan bingkai berwarna hitam.

Dia berdiri sambil memainkan/menggesekan bioalanya yang berwarna coklat tua. Sementara 6 patung replika tokoh lainnya yang mengenakan pakaian senada dengan WR Supratman, terlihat tengah mendengarkan alunan lagu dan biola WR. Supratman sambil duduk berderet di kursi, dan didepannya ada meja panjang berlapis kain merah.

Di belakang patung WR. Supratman berdiri, tertera naskah lagu Indonesia Raya yang berstandar tiga, berisi lirik dan not baloknya.

Pengamatan TravelPlus Indonesia, ruang dimana patung WR. Supratman berdiri memainkan biolanya menjadi salah satu ruang favorit pengunjung Museum Sumpah Pemuda untuk narsis, berswafoto maupun wefie

Biola asli WR. Supratman sendiri berada di ruang lain. Biola dari kayu tersebut ditempatkan dalam lemari kaca.

Bukan sekadar melihat replika patung WR. Supratman, TravelPlus Indonesia pun ikut menyanyikan Indonesia Raya versi aslinya.

Lagu tersebut dinyanyikan saat pembukaan acara Temu Museum Galeri Monumen edisi Maret 2018 yang diselenggarakan Paramita Jaya sebagai asosiasi museum Indonesia bekerjasama dengan Museum Sumpah Pemuda dengan tema "Tantangan Museum: Perkembangan tata pamer dan Label Museum" pada Kamis (8/3/2018). Adapun narasumbernya James Bennet, Asean art curator at Art Gallery of South Australia.

Usai menyanyikan lagu tersebut dengan lirik tertera dalam video, Kepala Museum Sumpah Pemuda Huriyati menjelaskan Lagu Indonesia Raya tadi merupakan lagu yang dibawakan WS. Supratman dengan biolanya pada peristiwa Kongres Sumpah Pemuda Kedua di Gedung Museum Sumpah Pemuda ini pada tahun 1928.

“Lirik asli lagu Indonesia Raya yang tadi kita nyanyikan itu terdiri atas 3 standar. Beberapa tahun kemudian ada perkembangan menjadi 1 standar seperti sekarang. Namun di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kini tengah menggalakan lagi lagu Indonesia Raya yang tiga standar. Jadi sekarang setiap ada kegiatan, kami menyanyikan lagu Indonesia Raya asli yang tiga standar,” terang Huriyati.

Jika ingin tahu lebih jauh sosok WR. Supratman yang tanggal kelahirannya ditetapkan oleh pemerintah sebagai Hari Musik Nasional setiap 9 Maret, berikut biola dan lirik lagu Indonesia Raya asli yang tiga standar, datang saja ke Museum Sumpah Pemuda.

“Tiket masuknya cuma dua ribu untuk orang dewasa dan seribu rupiah untuk anak-anak. Bukanya Selasa sampai Minggu pukul 8 pagi hingga 4 sore. Senin dan hari besar tutup,” pungkas Huriyati.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. TravelPlus Indonesia di ruang patung Replika WR. Supratman di Museum Sumpah Pemuda, Kramat Raya, Jakarta Pusat.
2. Inilah sosok WR. Supratman di Museum Sumpah Pemuda dengan lirik3 standar dan not balok lagu Indonesia Raya yang diciptakannya.
3. Ruang WR. Supratman jadi ruang favorit pengunjung untuk narsis, berswafoto, dan wefie.
4. Biola asli WR. Supratman di Museum Sumpah Pemuda.
5. Plang Museum Sumpah Pemuda di tepi Jalan Kramat Raya, Jakpus.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP