. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Minggu, 18 Desember 2016

Tren Wisata 2017 dari Glamping, Rockclimbing, Hammocking hingga Canoeing

Seperti fashion, wisata pun punya tren sendiri sesuai masanya. Tren wisata itu lahir karena ada sesuatu yang baru, bisa dari objek wisatanya, entah itu alam maupun buatan. Bisa pula karena aktivitasnya yang baru, beda, dan menarik.


Tren wisata itu hadir karena ada tuntutan kebutuhan wisatawan pun disebabkan karena ada kejenuhan.

Dua faktor tersebut sesuai dengan karakter wisatawan yang selalu ingin mencari objek dan mencoba kegiatan wisata yang baru.

Tren wisata pun sangat dipengaruhi kreativitas pelaku wisata dan didukung kedasyatan peran media, terutama media sosial (instagram, twitter dan facebook), blog, dan online.

Lewat beragam media itu, publik jadi terpikat untuk datang ke objek baru dan atau melakukan aktivitas di objek tersebut.

Masih ingat, beberapa tahun belakangan sejumlah objek wisata jadi ngehits gara-gara tersiar luas di medsos terutama instagram sehingga dijuluki objek wisata instagram, antara lain Tebing Keraton di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, Jawa Barat yang mendapat predikat instagram hill.

Contoh lainnya Gunung Batu masih di Jawa Barat dan Gunung Prau di Jawa Tengah yang sama-sama mencuat namanya kemudian diminati pendaki gunung setelah terekspose lewat blog, salah satunya Travel Plus Indonesia.

Dua gunung yang semula termasuk gunung tak popular itu, sejak terangkat pesonanya lewat blog tersebut akhirnya menjelma menjadi gunung popular yang diminati para sahabat atap bumi dari berbagai kota dan daerah.

Sejak tahun pertama Travelplus Indonesia hadir tahun 2000 untuk menginformasikan segala macam terkait kebudayaan dan kepariwisataan di Tanah Air, hampir setiap jelang akhir tahun selalu mengupas tren wisata untuk tahun berikutnya.

Berdasarkan pengamatan Travelplus Indonesia, beberapa aktivitas dan objek wisata yang relatif baru dan atau pernah ngetren di tahun 2016, sepertinya bakal diminati para travel lover di sepanjang tahun 2017, di antaranya Glamping, Rockclimbing, Hammocking, dan Canoeing.

Glamping alias Glamour Camping adalah wisata kemah atau kemping di objek wisata atau tempat tertentu, terutama di alam terbuka yang berpanorama indah namun dengan fasilitas dan pelayanan yang mewah.

Di Indonesia, lokasi Glamping sudah tersebar di berbagai daerah antara lain di Bali dan Jawa Barat seperti di Bogor, Bandung, Sukabumi, dan lainnya.

Di Bali ada beberapa tempat glamping yang mulai mencuri perhatian wisatawan mancangerara dan nusantara, antara lain Sandat Glamping Tents, Bali Dynasty Resort, Sunday Rainvilla, Baliwoso Camp, dan Sang Giri Mountain Tent Resort.

Sandat Glamping Tents terletak di Jalan Subak Sala, Banjar Sala Pejeng Kawan, Ubud. Tendanya dibangun dari kayu ber jerami terdiri atas dua lantai.

Konsep bangunan dan interiornya berbeda-beda dan rata-rata unik. Glamping yang juga dilengkapi kolam berenang ini tarifnya mulai dari 2 juta rupiah per malam.

Lain lagi dengan Sunday Rainvilla  yang terletak di kawasan Umalas, Seminyak Bali. Lokasinya selalu ramai karena berada dekat dengan pantai, pusat-pusat perbelanjaan, dan café. Tenda-tendanya relatif lebih simple namun terlihat indah pada malam hari. Tarifnya terbilang cukup murah, mulai dari Rp 400 ribuan per malam.

Di Bogor, Jawa Barat juga ada Glamping antara lain Herman Lantang Camp di Jalan Gn Malang, Desa Sukajadi, Taman Sari dan The Highland Park Resort di Jalan Curug Nangka, Kampung Sinarwangi, juga di Desa Sukajadi.

Dari tingkat kenyamanan Herman Lantang Camp setara budget hotel dengan biaya sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 600.000. Sedangkan The Highland Park Resort yang berkonsep Mongolia Camp dengan tarif mulai Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta per malam serupa hotel bintang 4 dan 5.

Di Bandung ada Glamping Lakeside Rancabali, Situ Patenggang, Ciwidey. Glamping yang baru dibuka pada awal Juli 2016, langsung menjadi magnet baru kawasan Bandung Selatan. Keistimewaan glamping satu ini tenda-tendanya berada di pinggir danau.

Setiap tenda tersedia kamar mandi dengan water heater. Masing-masing tenda memiliki balkon yang menjorok ke Situ Patenggang. Kelebihan lain, aksesnya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun dengan menggunakan transportasi publik.

Glamping yang berkonsep menyatu dengan alam ini memiliki fasilitas wahana permainan outdoor seperti flying fox, offroad, motor ATV, dan paintball. Tiket masuk ke Glamping Lakeside Rancabali Rp 20.000 per-orang.

Harga sewa tendanya untuk aksimal 4 orang per malam Rp1.800.000 saat hari biasa dan Rp 2.272.000 pada akhir pekan. Sedangkan tenda untuk maksimal 8 orang per-malam, tarif per malamnya Rp 2.400.000 (weekday) dan Rp 3.036.000 (weekend).


Tren wisata lainnya di 2017 adalah wisata petualangan panjat tebing (rockclimbing) di Gunung Parang, Purwakarta, Jawa Barat berlabel Badega Parang. Sekitar 18 km dari pusat Kota Purwakarta, atau 3 jam dari Jakarta.

Aktivitas ekstrim satu ini memadukan rockclimbing, tyrolean, trekking, dan hammocking yang dipandu para quide berpengalaman.

Di tempat ini, tersedia Paket Super Blangsak berdurasi 3 jam dimulai dengan treking dari basecamp sampai Puncak Tower 1 Gunung Parang. Di atas Puncak Tower 1 peserta memakai peralatan lengkap yang sudah disediakan pemandu kemudian menuruni dinding Tower 1 menggunakan tali dan tangga besi sejauh 20 meter ke Stasiun Tambatan Tower 1.

Selanjutnya menyeberang menggunakan lintasan kawat baja sepanjang 60 meter ke Stasiun Tambatan Tower 2 Gunung Parang. Di puncaknya beristirahat menikmati panorama menawan Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, dan sekitar Purwakarta.

Puas memanjakan mata, lalu kembali melintasi kawat baja ke stasiun tambatan Tower 1. Namun di tengah lintasan, merasakan sensasi hammocking di ketinggian 963 Mdpl. Setelah itu meniti tangga dan tali ke Puncak Tower 1 dan trekking turun kembali ke Base Camp selama 2 jam perjalanan.

Kalau mau menginap untuk menikmati ribuan bintang dan menunggu sunset, disediakan tenda dan matras. Namun perlengkapan pribadi seperti jaket dingin/raincoat, pakaian pengganti, sarung tangan, bekal logistik berupa makanan dan minuman harus dibawa masing-masing peserta.

Jadwal pemberangkatan paket ini terbagi 2 gelombang, yaitu pagi 07.00 untuk sehari perjalanan, dan siang pukul 14.00 untuk menginap di Tower 1. Harga paketnya untuk umum per orang Rp 575.000. Harga tahun 2016 itu, sudah termasuk minuman lokal (kopi/teh/jahe) serta makan ala kampung (saat kedatangan dan saat kepulangan).

Hammocking juga bakal nge-tren di 2017, walaupun di tahun ini sudah ngehits.

Hammocking adalah wisata berayunan dengan hammock yang digantung di antara 2 pohon, batu besar di gunung karst, dan benda lainnya.

Contoh lokasi Hammoking paling ngehits di kawasan kars Citatah dan Tebing Masigit yang berada di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Wilayah Padalarang memang memiliki karst yang tersebar di berbagai titik. Sejak baheula, kawasan ini menjadi salah satu spot rockclimbing atau panjat tebing alami, dan belakangan ini juga menjadi lokasi wisata panjat tebing termasuk hammocking.

Aktivitas ekstrim ini memang buat mereka yang bernyali lebih, lantaran selama atraksi akan tergantung di ketinggian dengan modal kepercayaan pada tali pengaman, batu karst yang kokoh, dan tentunya hammock yang kuat.

Sejumah indie travel sepanjang tahun 2016 banyak yang menjual paket nge-hammock ini pada akhri pekan atau 2 hari, Sabtu samping Minggu. Harga paketnya bervariasi, kalau meeting point-nya di Jakarta Rp 750.000 per orang, kalau di Padalarang Rp 550.000 per orang.

Tarif tersebut sudah termasuk Jakarta-Bandung-Gunung Hawu (P/P), penginapan di Bandung, vertical fall 200 meter, hammocking di tebing, dokumentasi, tour guide, instruktur & rescuer, dan perlengkapan climbing savety lengkap. Diperkirakan tahun 2017, Hammocking tetap diminati dan semakin ngetren.

Tren wisata berbumbu petualangan tahun 2017 lainnya versi Travelplus Indonesia adalah wisata air (water sport), terutama olahraga wisata kayak atau Canoeing.

Ini seiring dengan akan diadakan even Muara Kayak Marathon 2017 di Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut).

Uji coba pengembangan wisata kayak di wilayah tersebut sudah dilakukan oleh komunitas kayak Sumut, Paddler Sumatra baru-baru ini. Diperkirakan tahun 2017 wisatawan sudah bisa mencobanya dan bakal diminati.

Sebenarnya masih banyak objek alam di Tanah Air yang cocok untuk dijadikan lokasi wisata kayak ini, antara lain di sejumlah sungai berarus tenang dan berpanorama asri nan menawan di Aceh hingga ke muaranya serta beberapa danau alami maupun buatan di Lampung di Jawa, termasuk Indonesia bagian Timur.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji, trip advisor, blog.gogonesia, badega parang, & paddler sumatra

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP