. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Kamis, 05 Juli 2018

Pesona Gunung Gundul Natuna, Tak Cuma Sunrise dan Sunset-nya

Sejak dikelola sebagai obyek wisata alam awal tahun lalu, Gunung Gundul cepat menyedot perhatian para penikmat alam. Kehadirannya seketika menambah daftar obyek wisata yang patut disambangi selagi berkunjung ke Natuna.

Salah satu daya pikat Gunung Gundul, tentu saja pesona sunrise atau matahari terbitnya yang bersinar kuning keemasan, nyaman berteman aneka bentuk gumpalan awan.

Ditambah lagi di bawahnya bersemayan hamparan hutan berselimut kabut pagi. Alhasil, terpampang sebuah lukisan alam nan sempurna, romantis, dan pastinya bakal sulit dilupakan.

Tapi sebenarnya bukan cuma itu. Dari puncaknya, pengunjung juga bisa melihat pesona sunset atau matahari terbenamnya yang tak kalah menawan.

“Benar, dari puncak Gunung Gundul ini kita bisa lihat pesona sunrise dan juga sunset,” aku Andi Suyatno yang biasa disapa Andis, salah seorang pengelola Wisata Alam Gunung Gundul kepada TravelPlus Indonesia baru-baru ini.

Kata Andis yang juga anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Srengenge" di sana, sebenarnya Gunung Gundul itu kalau di Jawa bisa dibilang cuma bukit.

“Tingginya sekitar 400-an meter di atas permukaan laut atau Mdpl. Tapi karena orang sekitar sini sejak dulu menyebutnya gunung, jadi lebih familiar dengan nama gunung,” terangnya.

Dinamakan Gundul, lanjut Andis karena pada tahun 80-an hutan di bukit ini pernah terbakar habis sampai gundul. “Sejak itu masyarakat setempat menamakannya Gunung Gundul,” tambahnya.

Andis juga membenarkan kalau pesona Gunung Gundul ini lebih dari sunrise dan sunset dari atas puncaknya.

Untuk mencapai puncaknya hanya menapaki medan menanjak sekitar 15-30 menit saja.

Di atas puncak Gunung Gundul yang memiliki tiga bukit dan ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman bonsai seperti Mentigi dan Temau ini, ada sekitar 7 selfie spot untuk tempat berfoto atau ber-narsis ria.

“Nama selfie spot-nya ada sayap malaikat, jalan putus, bandulan cinta, jembatan cinta, dan selfie spot di atas pohon,” tambahnya.

Menurut Andis yang berdarah Jawa, tepatnya Jawa tengah namun lahir dan besar di Natuna bahkan beristri perempuan Melayu Natuna ini, masih banyak lagi yang akan dikembangkan di Obyek Wisata Alam Gunung Gundul ini.

“Ke depanya, Insya Allah lebih banyak lagi aktivitas wisata yang bisa dilakukan pengunjung di sini seperti outbond, wisata kuliner, dan wisata agro,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya pengunjung hanya bisa menikmati pesona alamnya serta berfoto-foto di selfie spots.

“Buat yang ingin bersepeda gunung, track-nya belum sampai ke puncaknya,” terangnya.

Untuk menikmati semua pesona Gunung Gundul itu, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias masih gratis. “Kami cuma sediakan kotak sumbangan kebersihan seikhlasnya,” terang Andis.

Kendati terbilang baru dan masih terus dalam tahap pengembangan,  namun berkat pesonanya yang memiliki keistimewaan tersendiri membuatnya cepat nge-hits.

Bahkan ketenaran Gunung Gundul kini  mulai sejajar dengan sejumlah obyek wisata di Natuna yang  sudah lebih dulu popular seperti Alief Stone Park, Pantai Tanjung, Batu Kasah, Air Terjun Ceruk, Pantai Sisi, Bukit Kapur, Pulau Setanau, dan Masjid Agung Natuna maupun obyek-obyek yang muncul di film Jelita Sejuba atau di video klip Menunggu Kamu, original soundtrack film tersebut, yang diciptakan/dinyanyikan Anji Manji.

Travel Tips
Obyek Wisata Alam Gunung Gunung lokasinya berada di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Natuna merupakan kabupaten yang berada paling Utara wilayah Indonesia dan di tengah-tengah negara Asean. Dari Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna, Gunung Gundul hanya berjarak sekitar 15 Km atau sekitar 30 menit dengan kendaraan roda empat.

Untuk menjangkaunya, dari Bandara Ranai bisa menggunakan mobil atau motor, dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Tarif sewa mobil per hari sekitar Rp350 ribu - Rp500 ribu tergantung jenis mobilnya.

Sekarang ini belum ada penginapan di sekitar Gunung Gundul. Namun pengunjung bisa berkemah (camping). Sebelumnya, Gunung Gundul ini memang sering digunakan untuk kegiatan perkemahan bagi anak-anak Pramuka.

Kalau belum puas mendaki, selepas ke Gunung Gundul bisa melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Ranai. Boleh dibilang pendakian ke Gunung Gundul menjadi pemanasan sebelum mendaki  Gunung Ranai. 

Untuk mencapai puncak Gunung Ranai yang menjadi atapnya Natuna ini, harus melampaui tiga puncak berupa tebing batu dengan ketinggian yang berbeda-beda. Puncak pertama bernama Puncak Serendit dengan ketinggian 968 Mdpl yang merupakan gugusan tebing dengan tinggi mencapai 100 meter.

Berikutnya Puncak Erik Samali di ketinggian 999 Mdpl, puncak ini adalah tebing kedua setinggi sekitar 150 meter. Baru ke puncak ketiga atau puncak tertinggi bernama Puncak Datuk Panglima Husin yang berketinggian 1.035 Mdpl.

Seperti dua puncak sebelumnya, Puncak Datuk Panglima Husin juga merupakan tebing dengan ketinggian sekitar 200 meter.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. andis

Captions:
1. Inilah pesona sunrise dari puncak Gunung Gundul, Natuna.
2. Menikmati lukisan alam nan memukau dari puncaknya.
3. Salah satu selfie spot di puncak Gunung Gundul.
4. Narsis bareng di salah satu selfie spot-nya.
5. Menapaki medan menanjak ke puncak Gunung Gundul.
6. Menatap Gunung Ranai, gunung tertinggi di Natuna dari kejauhan.

3 komentar:

Unknown 5 Juli 2018 pukul 17.36  

Terimaksih mas adji tulisanya ikut membantu promosi tempat wisata kami 🙏

Tulisan Perantau 5 Juli 2018 pukul 18.04  

Keren, sayang saye lum sempat kesini..
Keep writing..

Unknown 6 Juli 2018 pukul 02.39  

Terima kasih masadji...atas promosinya...tempat wisata kami...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP