. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Selasa, 01 Mei 2018

India Tumpuan Indonesia Capai Target 17 Juta Wisman, Ini yang Dilakukan Arief Yahya

Wisatawan mancanegara (wisman) dari Tanah Hindu (Hindustan) India tak disangka menjadi tumpuan bagi Indonesia untuk mencapai target 17 juta wisman tahun ini. Jika pertumbuhan wisman India ke Indonesia tidak sesuai harapan, kemungkinan target besar itu tidak tercapai.

Hal itu diutarakan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat jumpa pers pre-event Yoga Festival 2018 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (30/4).

Tahun lalu kujungan wisman India ke Indonesia sebanyak 485 ribu, kalau dibulatkan 500 ribu wisman atau tumbuh sebesar 30 %. Sementara tahun ini diharapkan tumbuh 40 % atau naik menjadi 700 ribu wisman.

“Kalau pertumbuhan itu tidak terwujud, kemungkinan target 17 juta wisman tidak tercapai,” ungkap Arief Yahya.

Prediksi orang nomor satu di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu bukan tanpa alasan.

Bisa jadi  karena dia melihat kalau terlalu  mengantungkan pertumbuhan kunjungan wisman dari negara-negara lain, nampaknya amat sulit.

Sebab untuk negara-negara lain susah sekali mengalami pertumbuhan kunjungan wismannya.

“Contohnya Korea, pertumbuhannya cuma 15 persen, bahkan Jepang tidak tumbuh alias nol persen,” ungkapnya.

Hanya dari dua negara saja yang size dan sustainability-nya besar yang bisa diharapkan menambah pundi-pundi perbendaharaan wisman ke Indonesia tahun ini yakni dari China dan India.

Tahun lalu, China menempati urutan pertama dengan memberikan kontribusi sebanyak 1,9 juta wisman, diposisi kedua India sebanyak 485.000 wisman atau mengalahkan jumlah kunjungan wisman dari Korea ke Indonesia sebanyak 379.000, padahal penerbangan langsung dari India ke Indonesia tahun lalu tidak ada.

“Bahkan di 2018 ini, kunjungan wisman India sudah melampaui wisman dari Jepang. Dengan kata lain pertumbuhan kunjungan wisman India ke Indonesia itu tertinggi kedua setelah China,” ungkap Arief Yahya.

Oleh karena itu Kemenpar sudah menetapkan pasar India sebagai Top-5 penghasil wisman ke Indonesia dengan urutan pertama China, Singapura, Malaysia, dan Australia.

“Nomor lima wisman India dan keenam baru Jepang. Dulu, Jepang yang menempati posisi kelima,” terang Arief Yahya.

Lalu apa yang akan dilakukan Arief Yahya untuk menggenjot pertumbuhan wisman India ke Indonesia?

“Minggu kedua Mei 2018, saya akan ke India lagi untuk melakukan pembicaraan bisnis dengan agen perjalanan dan tour operator India agar mereka mau menjual lebih banyak paket tour ke Indonesia, sehingga kita harapkan lebih banyak wisman asal India datang ke Indonesia,” bebernya.

Langkah sebelumnya, lanjut Arief Yahya, baru saja dibuka penerbangan langsung (direct flight) Garuda Indonesia dari Mumbai ke Denpasar Bali tahun ini.

Acara inaugural flight-nya telah berlangsung di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Mumbai, 23 April lalu, dan sehari kemudian welcoming flight di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200 berkapasitas 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi.

“Dengan direct flight tersebut, diharapkan terjadi peningkatkan pertumbuhan kunjungan wisman India ke Indonesia,” harap Arief Yahya.

Untuk memanjakan wisman India, lanjut Arief Yahya, pihak Garuda menyiapkan chef vegeterian. “Untuk diketahui ada sekitar 250 juta lebih orang India yang vegeterian. Selebihnya soal urusan makan, mereka (wisman India-red) tidak terlalu kompromi,” terangnya.

Sementara untuk menjaring wisman India yang menyukai Yoga, yang jumlahnya sekitar ratusan juta juga, sambung Arief Yahya, Kemenpar melakukan pendukungan event Yogya Festival 2018 yang akan dilaksanakan di 10 kota besar di Tanah Air.

Ke depan, Kemenpar juga akan menjajaki penetapan beberapa daerah Indonesia sebagai destinasi yoga untuk menjaring peminat yoga khususnya dari India dan negara lain, termasuk dari Indonesia.

“Kelak untuk daerah-daerah tertentu misalnya kawasan Candi Prambanan di Yogyakarta, dapat diidentikan dengan destinasi yoga. Tapi harus kreatif mengemasnya dengan mengkombinasikan dengan destinasi lain,” pungkas Arief Yahya.

Acara jumpa pers pre-event Yoga Festival 2018 dalam rangka memperingati Hari Yoga Internasional ke-4 yang akan dihelat di Indonesia, juga dihadiri Duta Besar Republik India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat dan praktisi yoga ternama Indonesia, Anjasmara.

Dalam kesempatan itu, ada suguhan atraksi yoga dan juga pemberian buku tentang kumpulan kegiatan yoga di 193 negara dari Pradeep Kumar kepada Arief Yahya.

Arief Yahya dan seluruh tamu pun berkesempatan melakukan yoga selama 10 menit sambil duduk di kursi masing-masing, dipandu oleh dua instruktur yoga berkebangsaan India.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: farhan-humas kemenpar

Captions:
1. Menpar Arief Yahya memberi sambutan dalam jumpa press pre-event Yoga Festival 2018 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
2. Jumpa pers pre-event Yoga Festival 2018.
3. Suguhan atraksi yoga.
4. Menpar Arief Yahya didampingi praktisi yoga Anjasmara mendapatkan buku tentang kegiatan yoga di 193 negara dari Dubes India Pradeep Kumar Rawat.
5. Kiat Indonesia menjaring wisman yoga dari India.
6. Suasana jumpa pers pre-event Yoga Festival 2018.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP