. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 12 Juni 2017

Menduniakan Bakar Tongkang Lewat Festival

Event Bakar Tongkang 2017 di Bagansiapiapi. Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau berhasil mendunia lewat kemasan festival.

Upacara tradisi masyarakat Tionghoa ini bertujuan untuk memuja dewa langit yang berusaha menyelamatkan mereka dari ganasnya ombak laut disaat mereka berlayar dari Tiongkok sampai menemukan satu daratan yang saat ini bernama Bagansiapiapi sekitar tahun 1883.

“Saat itu, tempat asal mereka di Tiongkok sedang dilanda kerusuhan, sehingga mengharuskan mereka pergi dan berlayar menggunakan kapal kayu yang dikenal dengan nama Tongkang. Dan didalam perjalanan dilautan, para leluhur mereka membawa patung Dewa Ki Ong Ya, salah satu dewa yang sangat dihormati warga,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di sela-sela acara Festival Bakar Tongkang 2017 di Bagansiapiapi, Minggu (11/6).

Ketika mereka sampai di suatu daratan, yang kini bernama Bagansiapiapi, mereka membakar tongkang atau kapal kayu yang mereka tumpangi agar tak ada yang bisa kembali kedaerah asal mereka, dan mereka bersumpah, bahwa daratan baru ini, akan menjadi tempat baru bagi mereka. Setelah itu, setiap tahun dalam penanggalan Imlek 15 dan 16 diadakan tradisi Bakar Tongkang.

Ada 3 tujuan diselnggarakan kegiatan Festival Bakar Tongkang ini. “Pertama meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara (wisnus), meningkatkan kesadaran masyarakat menjadikan Event Nasional Bakar Tongkang menjadi event wisata yang semakin mendunia; dan meningkatkan roda perekonomian di wilayah Rohil sehingga dapat mensejahterakan masyarakat dan membuka peluang usaha,” terang Esthy.

Kemenpar dengan Pemerintah Kabupaten Rohil menargetkan pengunjung yang hadir pada event ini sebesar 30.000 pengunjung baik dari mancanegara dan nusantara.

“Untuk mencapai target itui diperlukan sinergi yang baik antara pemerintah dengan stakeholders pariwisata dalam mensukseskan acara ini,” imbaunya. Data kunjungan wisatawan ke Rohil dari Dispar Rohil tahun lalu 20 ribu wisnus dan 16.025 wisman. “Adapun target tahun ini 23.025 wisman dan 20 ribu wisnus,” terang Esthy.

Melihat dari data kunjungan ke Rohil terdapat peningkatan kunjungan setiap tahun baik itu wisman maupun wisnus.

“Hal ini dimungkinkan dikarenakan adanya event dari Festival Bakar Tongkang yang rutin diadakan setiap tahunnya,” ujarnya.

Menurut Etshy melalui event ini membuat Rohil menjadi destinasi unggulan di Provinsi Riau. Festival Bakar Tongkang 2017 ini, lanjutnya bisa mengangkat citra Provinsi Riau sebagai tujuan wisata minat khusus, dan mampu meningkatkan daya saing kepariwisataan lokal dan internasional serta menjadi daerah yang mandiri dan kreatif.

“Event ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya sektor wisata bagi kelangsungan hidup kedepan yang akhirnya dapat menciptakan sumber daya manusia yang berwawasan dan kompetitif,” tambahnya.

Esthy berharap tahun depan pelaksanaan Festival Bakar Tongkang semakin berkualitas dan menarik. “Sebaiknya untuk menjaring wisman dan wisnus lebih banyak lagi, harus ada paket-paket yang menggabungkan Bakar Tongkang dengan objek-objek wisata lain di Bagansiapiapi, misalnya kunjungan ke Pulau Jemur, city tour bangunan tua dan bersejarah, museum, wisata kuliner, dan lainnya,” imbaunya.

Selain Esthy, Tamu VVIP yang hadir dalam acara Festival Bakar Tongkang 2017 adalah Gubernur Provinsi Riau Saudara Arsyad Juliandi Rachman, Bupati Rohil Suyatno, Wakil Bupati Rohil Djamiluddin, Ketua DPR RI Setya Novanto, Anggota DPR RI Propinsi Riau, Anggota DPD RI Provinsi Riau, Forkopimda se-Provinsi Riau, tokoh masyarakat dan alim ulama se-Provinsi Riau, Asosiasi Pariwisata se-Provinsi Riau, dan para tamu undangan.

Semua tamu VVIP tersebut naik bentor (becak bermotor) yang sudah dihias sedemikan rupa hingga tampil menarik dari Mess Bupati Rohil ke lokasi acara Bakar Tongkang, termasuk Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Hendry Noviardi.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjiropis)

Captions:
1. Bakar Tongkan mendunia dalam kemasan festival.
2. Anak-anak ikut arak-arakan Bakar Tongkang.
3. Dihibur Barongsai, Liong, dan penyanyi lokal serta mancanegara.
4. Esthy dan Hendry Noviardi naik Bentor hias menuju lokasi Bakar Tongkang.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP