. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Minggu, 09 April 2017

Enam Masjid Ini Menarik Disambangi Selepas Menyimak Ceramah Dr Zakir di Kota Anging Mamiri

Usai sukses jaring 80 ribu pengunjung di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (8/4/2017) malam dan jutaan orang menonton ceramahnya yang bertema "Similarity Between Islam and Christianity" hingga membuat 19 non-Muslim berucap Syahadat menjadi mualaf melalui Live Streaming di DZAT channel, Dr. Zakir Naik segera bertolak melanjutkan safari dakwahnya ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Cendikiawan Muslim asal India ini akan menyampaikan kuliah umum terakhirnya dalam rangkaian Zakir Naik Indonesia Visit 2017 dengan tema “Quran and Modern Science” di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (10/4/2017) pagi.

Nah, selepas menyimak secara live kuliah umum penulis dan da’i ahli perbandingan agama yang kerap menyampaikan dakwah lewat debat dan ceramah di seluruh dunia, sekaligus pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF) sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV ini, di Unhas yang dimulai pukul 08.00-12.00 WITA dan diperkirakan akan dihadiri 10 ribu peserta ini, sebaiknya Anda jangan langsung pulang.

Lanjutkan wisata religi Anda di Kota Anging Mamiri ini dengan ber-city tour ke 6 masjid unik dan atau bersejarahnya.

Dari Unhas, ba’da Shalat Zuhur dan makan siang dengan Sop Konro, Anda bisa ke beranjak Masjid Terapung Amirul Mukminin.

Di masjid yang berada di kawasan Anjungan Pantai Losari, Makassar ini Anda bisa menunaikan Shalat Sunah Tahiatul Masjid lalu tadarusan atau berzikir sambil menunggu waktu Shalat Ashar.

Selepas Shalat Ashar berjamaah Anda bisa melihat-lihat suasana interior dan eksterior masjid yang kini menjadi salah atu ikon wisata religi Kota Makassar.

Keunikan Masjid Terapung Makassar ini terdiri atas 3 lantai dengan dua kubah. Anda bisa naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid.

Sore hari jelang Maghrib, Anda jangan terlewat untuk mengabadikan pesona matahari tengelam berlatar masjid ini yang menawan.

Setelah Shalat Maghrib berjamaah, Anda bisa berwisata panganan khas Makassar yakni Pisang Epek-Epek dan Es Palubutung di seberang masjid. Kalau lapar, ya tinggal pesan Coto Makassar atau aneka ikan bakar degarnya.

Ba’da Shalat Isya berjamaah di masjid ini, baru Anda kembali ke penginapan. Esok paginya selepas Subuh, sarapan, dan Shalat Sunah Dhuha, baru teruskan perjalanan wisata religi Anda ke Masjid Al Hilal atau Masjid Katangka; Masjid Muhammad Cheng Ho Tanjung Bunga; Masjid Al Markaz Al Islami;  Masjid Alfatih Al Anshar; dan Masjid Raya Makassar.

Masjid Al Hilal atau Masjid Tua Katangka patut Anda kunjungi karena menjadi masjid pertama dan tertua di Sulawesi Selatan bahkan di Pulau Sulawesi dan di wilayah waktu Indonesia bagian tengah, sekaligus masjid tertua ke-9 di Indonesia yang dibangun sekitar tahun 1600-an.

Lokasi masjid yang jug disebut Masjid Agung Syeh Yusuf ini berada di Jalan Syech Yusuf - Kelurahan Katangka, Desa Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Katangka adalah nama sejenis pohon dan konon salah satu bahan untuk membangun masjid ini adalah kayu dari pohon katangka.

Sesuai namanya sudah dapat ditebak dari segi arsitekturnya, Masjid Muhammad Cheng Ho Tanjung Bunga memiliki disain bangunan yang bernuansa bangunan-bangunan di negeri Cina zaman dahulu.

Keistimewan lainnya, lokasinya berada di tepi danau dan berada di dalam lokasi pusat penjualan bunga segar hidup, tepatnya di Tanjung Bunga hyang dihuni Muslim Keturunan Tionghoa di Makassar.

Arsitektur masjid yang dibangun tahun 2011 ini merupakan paduan nuansa Timur Tengah, Tiongkok, dan budaya Bugis Makassar.

Nuansa khas Tionghoa terlihat warna bangunan yang didominasi merah dan kuning. Sisi budaya bugisnya dari bentuk bangunannya yang persegi, menandakan nilai Bugis assulappa’ appa.

Masjid Al Markaz Al Islami berada di tengah Kota Makassar sehingga tidak memiliki pemandangan laut maupun danau. Tapi keistimewaannya menjadi masjid yang terbesar di Kawasan Timur Indonesia Masjid yang mampu menampung 50.000 jamaah.

Masjid yang diresmikan tahun 1996 ini berada di Kecamatan Bontoala. Bentuk bangunannya terinspirasi oleh Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Bangunannya terdiri dari 3 lantai Masjid 3 lantai dan memiliki dinding mihrab yang terbuat dari granit hitam dengan hiasan kaligrafi segi empat dari tembaga kekuning-kuningan, kaligrafi yang bertuliskan beberapa ayat Al-Quran.

Corak warna bangunannya didominasi warna hijau yang menunjukkan bahwa Islam itu tentram. Selain tempat beribadah seperti masjid pada umumnya, terdapat pula aula, koperasi, pusat pendidikan, kantor sekretariat dan kantor Majelis Ulama Indonesia cabang Sulawesi Selatan.

Masjid Alfatih Al Anshar merupakan masjid terunik lainnya yang ada di Makassar. Dibilang unik karena bangunan masjid yang terletak di Kecamatan Tallo ini berbentuk seperti Ka’bah di Mekah.

Keunikan lainnya arsitekturnya berkonsep masjid di Timur Tengah, di mana bagian dalam din didng-dindingnya terdapat tulisan-tulisan Arab.

Satu lagi Masjid Raya Makassar. Masjid ini berada di tengah Kota Makassar, tepatnya di Jalan Andalas dan tidak jauh dari lokasi Masjid Al Markaz.

Keistimewaan masjid ini, disebut-sebut masjid terindah di Kota Makassar. Sebab arsitekturnya bergaya Timur Tengah dengan sentuhan arsitektur mediterian. Warna bngunannya memiliki kombinasi tiga warna dasar yaitu krem yang mencirikan warna alam (natural), hijau yang melambangkan keislaman (agama), dan hitam (warna Kabah).

Ukuran masjid yang diresmikan tahun 1949 ini pun terbilang luas, mampu menampung 10 ribu jamaah.

Saat mengunjungi masjid-masjid tersebut, sebaiknya Anda tunaikan shalat penghormatan terhadap masjid (tahiatul masjid) dan shalat wajib jika waktunya sudah masuk.

Oiya, sebelum berangkat ke Makassar, pastikan Anda sudah mendapatkan tiket masuk usai mendaftarkan diri secara online. Dan sudah pesan tiket pesawat dari kota asal ke Makassar p/p, juga booking penginapan sesuai budget Anda.

Selama di sana Anda bisa men-carter mobil travel dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Unhas dan untuk ber-city tour ke 6 masjid tersebut sekaligus ke objek wisata kuliner dan oleh-olehnya.

Sebagai catatan, panitia ceramah umum Dr. Zakir Naik di Bekasi Hanny Kristianto, yang juga menjabat sebagai Sekjen Mualaf Center Indonesia membenarkan bahwa ada 19 orang non-Muslim yang ber-Syahadat bersama Dr. Zakir Naik di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (8/4/2017) malam.

“Ke-19 mualaf itu terdiri atas latar belakang suku, ras, dan profesi yang berbeda. Mereka adalah dr. Adi Wijayanto, Widya Hertati, Diana, Femi, Adelia, Randy, Agnes, Imelda, Andy, Welly, Reynaldi, Mafes, Daniel, Ario, Eka, Vera, Reza, Dewa Putu, dan Dian,” terangnya.

Sementar ketua panitia orasi ilmiah Dr Zakir Naik di Makasaar, Muchtar Daeng Lau mengatakan kuliah umum tersebut rencananya akan disiarkan langsung di empat stasiun televisi yakni TV Muhammadiyah, Umat TV, Unhas TV, dan Fajar TV.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji,@dakwah_tauhid,disbudpar kab.gowa & kemenag.go.id

Captions:
1. Pesona sunset di Masjid Terapung Makassar.
2. Dr.Zakir Naik saat berceramah di Stadion Patriot Bekasi
3. Masjid Tua Katangka.
4. Masjid Raya Makassar.
5. Panitia cermah Dr. Zakir Naik di Bekasi.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP