. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Selasa, 14 April 2015

Tiga Great Utama Diharapkan Jaring 90 Persen Wisman

Konsep Great diterapkan Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan pariwisata Indonesia kali ini. Tiga Great Utama pun ditentukan yakni Bali, Jakarta, dan Batam yang diharapkan dapat mendatangkan 90 persen kedatangan wisman dari total target wisaman 20 juta sampai 2019. 

“Konsep great merupakan sebuah pendekatan pembangunan daerah pariwisata yang mengintegrasikan komponen; seperti infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas, aktifitas, fasilitas, perhotelan, dan preferensi pasar (pintu masuk / pintu distribusi, pola pergerakan wisata, kesiapan dan kepastian bisnis dan manajemen pariwisata) untuk mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak positif untuk masyarakat, bisnis, dan daerah,” jelas Menpar Arief Yahya saat memberi arahan dalam kegiatan Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4).

Kata Arief, ada tiga great utama yang akan dipromosikan yakni Great Bali dengan kontribusi 41 persen dari total wisman lewat pintu masuk Bandara Internasional Ngurahrai dan Bandara Internasional Lombok, Great Jakarta (27 %) lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjug Priok, dan Great Batam (22 %) melalui Batam, Tanjung Uban, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II. “Jadi dari tiga Great Utama dapat memberikan kontribusi lebih dari 90% kedatangan wisman,” ujarnya.

Selain tiga great utama tersebut, lanjut Arief ada Great Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua, Surabaya, Bandung, dan Great Yogjakarta. "Kalau mempromosikan pariwisata Banyuwangi bisa masuk ke Great Bali, begitupun Lombok. Kalau ingin promosikan Bogor bisa lewat Great Jakarta. Sedangkan Bintan bisa masuk Great Batam. Kalau promosikan Garut bisa lewat Great Bandung. Jadi lebih fokus,” jelasnya.

Dengan fokus pada promosi, lanjutnya diharapkan pada 2019 kelak jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia bisa menembus angka 20 juta orang dengan potensi jumlah devisa mencapai Rp240 triliun.

Adapun strategi pemasarannya, lanjut Arief Yahya antara lain dengan DOT yakni dengan memasarkan destinasi sesuai dengan originitas atau pasar yang tepat, dengan memperhatikan timing yang tepat (seasonality). “Strategi lainnya dengan menerapkan Proporsi BAS yang mencakup "branding", "advertising", dan "selling" dengan target pasar negara-negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Eropa,” terangnya.

Arief menjelaskan anggaran promosi pariwisata Rp 1 Triliun untuk tahun 2015 dengan proporsi penggunaannya untuk branding Wonderful Indonesia sebesar 50 %, lewat advertising (30%), dan kegiatan selling (20 %). “Jadi kalau pasar utama wisman ke Indonesia itu dari Singapura, Malaysia, dan Australia, sebaiknya berpromosi lewat pameran di negara-negara tersebut,” imbuhnya.

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Captions:
1. Menpar Arief Yahya saat menjelaskan konsep Great dalam acara Pembekalan Kepariwisataan Bagi Jurnalis di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Jawa Barat.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP