. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 27 Agustus 2014

Lomba Pukul Drum Bakal Ramaikan Festival Danau Toba 2014

Festival Danau Toba (FDT) 2014 tinggal menghitung hari. Kalau tak ada halangan perhelatan tahunan yang akan berlangsung pada 17-21 September mendatang di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara ini bakal diramaikan dengan serangkaian kegiatan bernuansa culture tourism (wisata budaya) dan sport tourism (wisata olahraga) dengan mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal di sekitar Danau Toba.‬ Dengan kata lain budaya Batak tetap ditonjolkan. 

Namun untuk menyedot perhatian peserta dan pengunjung, dua kegiatan bertaraf internasional bakal mengisi FDT tahun ini yakni Lake's Toba World Drum Festival dan World Super Swim.

Kompetisi pukul drum tingkat dunia atau Lake's Toba World Drum Festival diadakan dalam FDT tahun ini dilatarbelakangi adanya keunikan, mengingat hasil penelitian, hanya 4 negara yang memiliki melodi drum, salah satunya dari Indonesia.

FDT 2014 yang diselenggarakan Pemprov Sumut bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini bertujuan untuk mempromosikan citra Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata di Sumatera Utara. Diharapkan festival ini dapat kembali mengangkat nama Danau Toba mendunia lagi sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawannya baik Nusantara maupuan mancanegara.

Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak di Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan Tobasa terus berbenah untuk mensukseskan kegiatan tahunan yang telah menjadi agenda Nasional ini. Dia berharap FDT 2014 ini menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di Tobasa.

Menurut Kasmin, mengingat waktu perhelatan FDT 2014 sudah semakin dekat, pihaknya mengintensifkan komunikasi dengan Kemenparekraf guna mematangkan persiapan yang dibutuhkan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Sapta Nirwandar menambahkan persiapan yang telah dilakukan Kemenparekraf terkait pelaksanaan FDT 2014 antara lain menggelar koordinasi dengan daerah di sekitar Danau Toba, terutama dengan Pemkab Tobasa selaku tuan rumah, baik koordinasi terkait kesiapan anggaran, pembagian besaran anggaran antara pusat dan daerah, serta berbagai materi kegiatan. ‪

Menurut Sapta total anggaran FDT tahun ini mencapai sekitar Rp 7 miliar. Total anggaran tersebut sebagian ditanggung pemerintah pusat, sebagian lagi ditanggung daerah 11 Kabupaten yang ada di sekitar Danau Toba.‬ ‪

Sapta optimis dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, pelaksanaan FDT 2014 akan sangat menarik, jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya sehingga kejayaan Danau Toba sebagai salah satu ikon pariwisata di Tanah Air kembali bersinar.‬

Kadisbudpar Tobasa Ultri Sonlahir Simangunsong menjelaskan selain World Super Swim yang diikuti oleh perenang andal tingkat lokal, Nasional, dan mancanegara serta Lake's Toba World Drum Festival, FDT 2014 yang berlangsung selama lima hari ini juga akan disemarakkan dengan pameran dan atraksi pentas budaya, fashion show, menyanyi paduan suara dan solo, pameran pariwisata kreatif serta seminar pariwisata. Sementara kegiatan yang bernuansa olagraga antara lain lomba perahu naga dan arum jeram.

Berbagai kegiatan tradisional juga digelar antara lain lomba solu bolon (perahu hias khas Danau Toba), marhonong, martumba, lomba baca tulis aksara Batak, maminta gondang, dan mangandung. Tahun depan atau FDT 2015 Pemkab Simalungun yang giliran menjadi tuan rumahnya.

Dongkrak Wisatawan
Danau Toba dulu pernah menjadi andalan pariwisata Indonesia. Namun kemudian terbengkalai hingga merosot kunjungan wisman-nya. Keinginan mengembalikan keemasan danau seluas 1.145 kilometer persegi yang lebih menyerupai lautan ini lewat FDT memang belum teruji benar.

Namun harapan itu tetap ada, terlebih dengan hadirnya Bandara Kualanamu pengganti Polonia yang terbukti turut meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat sampai semester I tahun ini, jumlah wisatawan ke Sumut sudah naik 5,31 persen dari tahun lalu atau sebanyak 129.382 wisatawan. 

Selama ini wisatawan yang hendak ke danau terluas di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia setelah Danau Victoria di Afrika ini, menjadikan Medan sebagai pintu gerbang. Selanjutnya perjalanan darat dengan bis dari Medan ke Parapat yang berjarak 176 Km dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. 

Ada dua rute bis menuju danau yang di tengahnya terdapat Pulau Samosir yang luasnya hampir sebanding dengan luas negara Singapura ini, yakni Medan-Parapat atau melalui Medan-Brastagi, ongkosnya sekitar Rp 50.000. Ada juga yang memakai taksi dari Medan ke Parapat dengan tarif sekitar Rp 100.000 selama lebih kurang 4 jam. Pilihan lainnya dengan menyewa mobil travel selama satu atau beberapa hari. 

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com) 

Captions: 
1. Budaya Batak, bakal tetap ditonjolkan dalam Festival Danau Toba 2014.
2. Sejumlah wisnus tengah menikmati sepenggal pesona Danau Toba sambil makan dan minum. 

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP