. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Kamis, 07 Mei 2026

WOW.., "Under the Volcano" dan "The Tale of Boat" dari Indonesia Bakal Tampil di Biennale Venesia 2026


Dua karya teater kontemporer produksi Bumi Purnati Indonesia yang bertajuk "Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu atau
The Tale of Boat", terpilih mewakili Indonesia untuk tampil di Biennale Venesia 2026.

"Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu/The Tale of Boat" akan tampil di Biennale Venesia 2026 khusus untuk teater yakni Festival Teater Internasional Ke-54 (The 54th International Theatre Festival) yang akan berlangsung pada 7-21 Juni mendatang, setelah melalui proses kurasi oleh Mr. Willem DAFOE, Direktur Festival 2026.

Kabar budaya membanggakan itu  terungkap dalam jumpa pers “Dua Panggung Indonesia di Biennale Venesia 2026” di Residence of the Ambassador of Italy, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (7/5/26) siang.


Dalam jumpa pers yang menghadirkan tiga nara sumber yakni Direktur Artistik dan Produser Independen Bumi Purnati Indonesia Restu Kusumaningrum, Direktur Istituto Italiano di Cultura di Jakarta Mr. Michele Cavallaro, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014 Sapta Nirwandar, juga diliput sejumlah awak media online antara lain TravelPlus Indonesia serta beberapa media TV.

Restu Kusumaningrum menjelaskan "Under the Volcano” adalah pentas teater-tari yang disutradarai oleh Yusril Katil, berkolaborasi dengan penata musik Elizar Koto, direktur artistik Restu Kusumaningrum, dan dramaturg Rhoda Grauer, dengan para aktor dari Komunitas Seni Hitam-Putih dari Padang Panjang, Sumatera Barat.


Pentas teater-tari "Under the Volcano” ini, lanjutnya mengambil inspirasi dari Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh yang bercerita tentang meletusnya Gunung Krakatau pada Agustus 1883.

"Karya kolaboratif ini menjadi ruang tafsir terbuka di dalam memahami bencana pada masa lalu, termasuk hari ini, secara universal. Gerakan-gerakan tari kontemporer dalam karya ini bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau," terangnya.

Restu Kusumaningrum menerangkan kalau "Under the Volcano" bermula dari kolaborasi antara Komunitas Seni Hitam-Putih dan Bumi Purnati Indonesia saat mengikuti The 6 th Theatre Olympics di Beijing, Tiongkok pada 2014.

"Karya ini kemudian dipentaskan di Singapura pada 2016, Borobudur Writers and Cultural Festival,Magelang, pada 2018, dan Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, pada 2022," tambahnya.

Kekayaan Budaya Sumatra
Adapun “Hikayat Perahu/The Tale of Boat” disutradarai oleh Sri Qadariatin, dengan direktur artistik Restu Imansari Kusumaningrum, dan diproduksi oleh Bumi Purnati Indonesia.

Karya teater-tari ini merupakan tafsiran atas puisi Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, sebuah karya sastra Melayu Klasik dari abad ke-16, yang diakui sebagai Memory of the World oleh Unesco pada 2025.

"Proses penciptaan karya ini bermula sejak 2023 sebagai bagian dari proyek penciptaan karya inovatif yang digagas oleh Bumi Purnati Indonesia," papar Restu Kusumaningrum.


Dalam "Hikayat Perahu/The Tale of Boat" menampilkan perjalanan spiritual mencari kedamaian di dalam diri. Hubungan manusia dan Tuhan dilambangkan dengan metafora
perahu dan lautan. Sementara tubuh manusia adalah perahu yang berlayar di lautan luas.

"Kedua karya teater kontemporer produksi Bumi Purnati Indonesia ini berisi muatan kekayaan budaya Sumatera yang tercermin dalam seni silat, tari, dan musik dari Aceh dan Sumatera Barat," terangnya lagi.


Tema “Alter-Native”
Menurut Restu Kusumaningrum, Festival 54th International Theatre Festival of La Biennale di Venezia 2026 mengambil tema “Alter-Native”, yang mengandung pengertian: “Alter” sebagai “perubahan” dan “Native” sebagai “sifat pribadi”. Atau, “Alter” sebagai “yang lain” dan “Native” sebagai “asal-usul budaya”.

Festival teater internasional tersebut, lanjutnya akan menghadirkan 200 seniman dari seluruh dunia dalam 55 acara, termasuk 11 acara produksi dan ko-produksi, 10 perdana dunia (world premiere), 2 perdana Eropa, dan 4 perdana Italia.

Selain perwakilan dari Indonesia yakni  "Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu/The Tale of Boat", juga akan tampil teater dari Yunani, Jepang, India, Selandia Baru, Rwanda, Prancis, dan Italia.

Selain pentas teater, juga ada serangkaian lokakarya keaktoran yang pesertanya dipilih langsung dan dimentori oleh Willem Dafoe dan lainnya; obrolan dan diskusi teater yang akan dipandu oleh jurnalis-kritikus teater Maddalena Giovanelli dan Andrea Porcheddu.

Sepanjang festival akan digelar pula penghormatan untuk Robert Wilson berupa pemutaran dokumentasi dan materi pementasan yang dikumpulkan oleh the Historical Archive of the Contemporary Arts of La Biennale di Venezia (ASAC).


Menurut Mr. Michele Cavallaro,
Istituto Italiano di Cultura Jakarta turut mendukung pementasan dua karya Bumi Purnati Indonesia di 54th International Theatre Festival of La Biennale di Venezia 2026.

Selain itu juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Istituto Italiano di Cultura Jakarta, Yayasan Bali Purnati, Tulisan & Melissa Sunjaya, Studio Alam KSJP, dan iForte.

Festival Teater Internasional sebagai bagian dari Biennale Venesia 2026, selain berlangsung secara langsung, akan berlangsung pula secara daring (on air).

La Biennale on Air sebagai siniar (podcast) resmi yang diluncurkan sejak September 2025 akan menyiarkan acara-acara Biennale melalui Spotify, Apple Podcasts, Amazon Music, YouTube dan situs web Biennale Venesia.


Promosi Pariwisata
Mendengar penjelasan panjang Restu Kusumaningrum dan Mr. Michele Cavallaro di atas, Sapta Nirwandar bukan hanya memberi ucapan selamat kepada "Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu/The Tale of Boat" yang akan pentas di 54th International Theatre Festival of La Biennale di Venezia 2026, pun menilai keikutsertaan dua teater kontemporer produksi Bumi Purnati Indonesia yang sudah terpilih mewakili Indonesia tersebut bisa berdampak bagus bagi sektor kepariwisataan dan kebudayaan Indonesia, khususnya Lampung dan beberapa provinsi lain di Sumatra yang terkait dengan dua pementasan teater tetsebut.

Menurutnya promosi pariwisata dan menjual destinasi wisata itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain lewat pementasan teater di ajang festival teater internasional, pembuatan film di lokasi wisata Indonesia, dan lainnya.

Kata Sapta Nirwandar, tampil di La Biennale di Venezia 2026 ini sangat strategis dan menjadi satu cara yang relatif efektif dalam mempromosikan sektor pariwisata.

"Kenapa? Ya karena penontonnya dari seluruh dunia, baik yang langsung maupun dari medsos dan lainnya sehingga mereka akan mencari tahu dimana itu Gunung Krakatau dan sekaligus merangsang mereka untuk berkunjung atau berwisata ke Lampung, dimana Gunung Krakatau itu berada," ungkapnya.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Poster "Under the Volcano" dan "Hikayat Perahu/The Tale of Boat" yanv akan tampil di Biennale Venesia 2026 khusus The 54th International Theatre Festival. (Foto: Dok.Bumi Purnati Indonesia)
2. Jumpa pers “Dua Panggung Indonesia di Biennale Venesia 2026” di Residence of the Ambassador of Italy, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (7/5/26) yang menghadirkan 3 narsum dan diliput sejumlah awak media online, termasuk dari TravelPlus Indonesia.
3. Sepenggal video poster "Under the Volcano".
4. Sepenggal video poster "Hikayat Perahu/The Tale of Boat".
5. Direktur Artistik dan Produser Independen Bumi Purnati Indonesia, Restu Kusumaningrum.
6. Direktur Istituto Italiano di Cultura di Jakarta, Mr. Michele Cavallaro.
7. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Sapta Nirwandar.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP