Deep Ecology, Pengertian serta Penerapannya Buat Pengusaha Pariwisata Alam dan Wisatawan
Deep Ecology itu kesadaran manusia bahwa dia adalah bagian dari alam semesta ini. Dengan kesadaran itu dia akan menjadi sangat berhati-hati dalam memperlakukan alam dan akan lebih respek kepada alam.
Begitu penjelasan pengertian Deep Ecology dari Dr. Ir. Wiratno, M.Sc disela-sela jeda diskusi bertema "Deep Ecology" yang bertempat di Hopes Kopi, Jl. Raya Cifor, Bubulak, Kecanatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (4/4/ 2026) sore.
Terkait dengan pariwisata alam yang semakin menjamur di Tanah Air dan peminatnya luar biasa sangat besar, pakar konservasi alam yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2017–2022 ini menegaskan semestinya setiap pelaku atau pengusaha pariwisata alam bukan hanya harus sudah paham tentang apa itu deep ecology pun harus menerapkannya dengan serius saat terjun sebagai pegusaha atau pengelola pariwisata alam.
Sebagai pematik atau narasumber tunggal diskusi, Wiratno yang akrab disapa Inung menjelaskan pengusaha pariwisata alam itu adalah pengusaha yang memanfaatkan keindahan alam untuk berbagai kepentingan, salah satunya pendapatan/peningkatan ekonomi.
"Pengusaha pariwisata alam harus menerapkan deep ecology agar selain dia mendapaikan nilai ekonomi dari usahanya tesebut, juga harus memberikan edukasi kepada publik tentang pentingnya menjaga/merawat dan memperlakukan alam dengan bijak," terangnya.
Begitupun dengan pengunjung atau wisatawan peminat pariwisata alam.
Menurut Wiratno para penikmat pariwisata alam yang lebih memilih bertandang ke objek-objek wisata alam di Indonesia dan jumlahnya sangat besar, harus diperkenalkan apa itu deep ecology sejak dini supaya mereka juga melek deep ecology kemudian mengindahkan atau menerapkannya saat melakukan kunjungan ke objek-objek wisata alam.
"Setiap wisatawan bisa menerapkan deep ecology dengan cara berhati-hati dalam memperlakukan alam saat berkunjung. Harus tahu bagaimana cara mengurus sampahnya dan tidak merusak sumber daya alam yang dieksploitasi keindahannya itu karena kelestarian dan keindahan alam itu penting untuk generasi mendatang," tegas Wiratno yang sudah menulis belasan buku terkait konservasi alam.
Diskusi "Deep Ecology" yang dipandu Adam dari Sunan Gunung Batu sebagai moderator, diikuti sejumlah peserta dari berbagai kalangan antara lain komunitas pencinta lingkungan, mahasiswa, dan wartawan.
TravelPlus Indonesia sendiri hadir atas undangan dari Wiratno yang sewaktu menjabat sebagai Dirjen KSDAE KLHK pernah mengajak TravelPlus Indonesia meliput kawasan konservasi alam berstatus Taman Nasional yakni Tanam Nasional Komodo khususnya ke Pulau Komodo dan Pulau Rica di Flores, NTT.
Peran Penting Wildlife
Dalam diskusi "Deep Ecology" yang berlangsung lebih sore dari jadwal sebenarnya karena hujan cukup deras dan lama mengguyur Kota Bogor dan sekitarnya, Wiratno juga menjelaskan tentang peren penting wildlife (satwa liar/kehidupan liar) dalam konservasi alam, terlebih deep ecology.
Wiratno dengan gamblang menceritakan peran penting sejumlah satwa liar seperti orangutan, gajah, dan babi hutan dalam keikutsertaan menjaga/merawat kelestarian alam.
Sebelum dimulai, setiap peserta diskusi diperkenankan memperkenalkan diri, nama, dan profesi atau kegiatannya sekarang. Setelah itu diskusi lebih banyak diisi dengan tanya jawab sambil menyeruput kopi.
Disela-sela tanya jawab, Wiratno juga membagikan beberapa buku tulisannya kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan terkait konservasi alam. Alhasil diskusi yang mengusung tema cukup berat ini, berjalan santai, hangat, dan tentunya amat bermanfaat.
Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Captions:
1. Dr. Ir. Wiratno, M.Sc menjadi narsum tunggal diskusi bertema "Deep Ecology" di Hopes Kopi, Bubulak. Kota Bogor.
2. Diskusi "Deep Ecology" diikuti sejumlah peserta dari betkalangan antara lain komunitas pencinta lingkungan, mahasiswa, dan wartawan.
3. Video Wiratno kepada TravelPlus Indonesia menjelaskan para pengusaha pariwisata alam harus menerapkan deep ecology, usai dia menunaikan salat magrib.
4. Wiratno, sang pakar konservasi alam yang pernah menjabat sebagai Dirjen KSDAE, KLHK.
5. Membagikan buku karya Wiratno kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan terkait konservasi alam.
6. Kendati mengusung tema cukup berat, diskusi "Deep Ecology" yang dipandu Adam dari Sunan Gunung Batu berlangsung santai, hangat, dan tentunya amat bermanfaat.






0 komentar:
Posting Komentar