. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Sabtu, 28 Februari 2026

Masjid dan Musala Berlatar Gunung Ini, Pikat Hati Pendaki


Salah satu keistimewaan sebuah masjid maupun musala adalah tempat lokasi atau berdirinya, antara  lain masjid maupun musola yang dibangun/didirikan di kaki, lereng bahkan di puncak gunung. Alhasil membuahkan pemandangan berlatar belakang gunung menjulang, lautan awan, dan atau keindahan alam sekitarnya yang berhasil memikat hati wisatawan termasuk para pendaki.

Sebelum TravelPlus Indonesia membeberkan masjid dan musala apa saja yang memiliki panorama/pemandangan berlatar gunung, lautan awan, dan atau keindahan alam sekitarnya, ada baiknya kita pahami terlebih dulu faktor apa saja yang membuat Indonesia memiliki sejumlah masjid dan musala berlatar gunung.

Amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada dua faktor penyebabnya. Faktor pertama, karena populasi penduduk Indonesia yang muslim atau beragama Islam diperkirakan mencapai lebih dari 240 juta jiwa hingga awal 2026 atau mencakup sekitar 87% dari total penduduk Indonesia. Dengan kata lain Islam sebagai agama mayoritas di Tanah Air tercinta ini.

Lantaran itu, jumlah rumah ibadah umat Islam yakni masjid dan musala tentunya juga besar. Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per Januari 2026, jumlah masjid dan musala yang terdaftar resmi di Indonesia mencapai 707.317 unit.  Bila ditotal dengan yang belum terdaftar diperkirakan mencapai lebih dari 800.000 unit. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia salah satu negara dengan jumlah masjid terbanyak di dunia.

Faktor kedua, lantaran geografis Indonesia bergunung-gunung sekaligus menjadi bagian utama dari cincin api Pasifik (ring of fire) dan memiliki sekitar 127 gunung api aktif yang tersebar dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Banyak dusun dan desa yang dihuni penduduk berada di kaki bahkan lereng gunung. Oleh karena itu banyak pula masjid dan musala yang dibangun sebagai tempat beribadah di kaki bahkan lereng gunung yang membuahkan pemandangan indah berlatar gunung, lautan awan dan keindahan alam lainnya.

Berdasarkan amatan langsung TravelPlus Indonesia ditambah data dari berbagai sumber, sekurangnya ada belasan masjid dan musala dengan latar gunung.

Pertama, Masjid Baitut Taqwa. Masjid yang berada di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) ini memiliki tiga keistimewaan tersendiri berdasarkan tempat berdirinya.

Keistimewaannya yang pertama, berada di dusun yang mendapat julukan 'Nepal van Java' sehingga masjid tersebut juga kerap disebut Masjid Nepal van Java.

Keistimewaan kedua, karena Dusun Butuh merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang di lereng Gunung Sumbing, oleh karenanya Masjid Baitut Taqwa yang berada di dusun tersebut memiliki pemandangan indah berlatar belakang Gunung Sumbing.

Keistimewaannya yang ketiga, karena berada di lereng Gunung Sumbing tak jauh dari basecamp pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik, membuat masjid yang dikelilingi rumah penduduk ini kerap diselimuti kabut dan berudara dingin sehingga tidak memerlukan alat pendingin ruangan atau AC.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak wisatawan yang bertandang ke Nepal van Java sekaligus mampir ke Masjid Baitut Taqwa untuk menunaikan salat wajib dan sunah. Begitupun dengan para pendaki, sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian.

Kedua, Masjid Al-Barokah. Masjid yang berada di Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel) ini juga memiliki sekurangnya tiga  keistimewaan.


Keistimewaannya yang pertama, meskipun terbilang berukuran kecil seperti musala namun pemandangan yang ditawarkan masjid ini sangat mahal (besar) yakni berlatar Gunung Dempo.

Keistimewaan yang kedua, berada dekat sekali dengan basecamp pendakian Gunung Dempo via Kampung 4. Boleh dibilang masih menjadi bagian dari kompleks BC tersebut.
.
Keistimewaannya yang ketiga, dekat dengan hamparan perkebunan teh yang menambah daya pikatnya.

Amatan TravelPlus Indonesia, selain warga lokal tak sedikit pendaki yang menunaikan salat wajib berjemaah di masjid tersebut sebelum ataupun setelah melakukan pendakian.

Ketiga, Masjid Thoriqul Huda. Masjid yang berada di Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Kec. Kertek, Kab. Wonosobo, Jateng  ini juga memiliki beberapa keistimewaan antara lain berada sangat dekat dengan basecamp (BC) pendakian Gunung Sindoro via Alang-alang Sewu. Lantaran berada di kaki Gunung Sindoro membuat masjid yang terbilang besar dan cukup megah ini kerap diselimuti kabut dan berudara dingin.

Amatan TravelPlus Indonesia, meskipun di BC Alang-alang Sewu tersedia musala namun banyak pendaki yang memilih salat berjemaah di Masjid Thoriqul Huda karena fasilitasnya lebih nyaman.

Keempat, Masjid Jabal Nur Hidayatullah. Masjid yang berada di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) ini juga punya beberapa keistimewaan antara lain berada di Dataran Tinggi Tengger, tepatnya di ketinggian lebih dari 2.000 Mdpl sehingga kerap diselimuti kabut dan berudara dingin. Bahkan disebut-sebut sebagai masjid tertinggi di Pulau Jawa.

Selain itu dari masjid ini menghadirkan pemandangan alam pegunungan yang menawan berupa perkebunan teras khas masyarakat Tengger dengan latar belakang Gunung Semeru, berikut Mahameru sebagai puncaknya atau atapnya Jawa.

Kelima, Masjid Al Ikhlas. Masjid yang berada di tengah perkebunan tak jauh dari jalan raya, tepatnya di Desa Buluharjo, Kec. Plaosan, Kab. Magetan, Jatim ini juga tak kalah istimewanya.

Masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Putih ini menawarkan pemandangan indah berlatar Gunung Lawu dan Gunung Mongkrang.

Masjid di Puncak Gunung
Keenam, Masjid Sunan Muria. Masjid ini juga istimewa karena berada di puncak  Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kab. Kudus, Jateng.

Ketujuh Masjid Agung Solok Selatan. Masjid yang berada di kawasan perkebunan teh PT Mitra Kerinci, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) ini juga memiliki beberapa keistimewaan antara lain disebut Masjid Agung Kebun Teh karena berada di perkebunan teh.

Selain itu menawarkan pemandangan indah berlatar Gunung Kerinci yang merupakan gunung api tertinggi di Indonesia sekaligus atapnya Sumatra.

Kedelapan, Masjid Jami' Darussalam Koto Baru. Masjid yang berada di pinggir jalan raya antara Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi dekat dengan pasar Koto Baru, tepatnya di Nagari Koto Baru, Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar, Sumbar ini juga memiliki beberapa keistimewaan.

Disamping mempunyai gugusan kubah bak buah pinang berwarna kemerahan, masjid ini pun menawarkan pemandangan  dengan latar Gunung Singgalang.

Amatan TravelPlus Indonesia, banyak pendaki sebelum atau sesudah melakukan pendakian Gunung Singgalang maupun Gunung Marapi yang singgah ke masjid ini untuk salat berjemaah.

Kesembilan, Masjid Nurul Huda. Masjid yang berada di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kec. Karangreja, Kab. Purbalingga, Jateng ini juga punya beberapa keistimewaan antara lain berada di dekat BC pendakian  Gunung Slamet via Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga sehingga kerap digunakan pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun sesudah melakukan pendakian.

Keistimewaan lainnya karena berada di jalur pendakian utama Gunung Slamet, masjid ini pun menawarkan pemandangan langsung ke arah Gunung Slamet yang gagah.

Kesepuluh, masjid  berpredikat di atas awan. Contohnya Masjid Jami Aminatul Jannah yang berada di Rest Area Sumber Jaya, Lampung Barat, Lampung.

Selanjutnya Masjid Al Ikhlas yang berada di ketinggian 1.200 Mdpl di pegunungan Dusun Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kabupaten Karangasem, Bali dan sekaligus  menjadi masjid tertinggi di Pulau Dewata.

Contoh lainnya Masjid Rahmatan Lil 'Alamin yang berada di objek wisata negeri di atas awan Gunung Luhur, Kabupaten Lebak, Banten.


Musala di Gunung
Kesebelas, musala di gunung. Contohnya  antara lain Musala Gunung Talang di Alun-alun Gunung Talang yang kerap disebut "lapangan bola" di ketinggian 2.500-an Meter di atas permukaan laut (Mdpl) atau beberapa ratus meter menjelang puncak Gunung Talang lewat jalur pendakian dari Aia Batumbuak, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok, Sumbar.

Musala berukuran 2,4 x 3,5 meter tersebut disebut-sebut tempat ibadah tertinggi di Sumbar bahkan Pulau Sumatra.

Berikutnya Musala Jabalussalam atau Musala Gunung Slamet. Surau yang mulai dibangun 21 Agustus 2021 ini berada di ketinggian 2.500 Mdpl di Pos 4 Jalur Permadi Guci, Gunung Slamet, Kab. Tegal, Jateng.

Selain itu ada Musala Baiturrahim, letaknya di Dusun Marongan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran. Bangunan ini persis berada di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian sekitar 1.300 Mdpl.

Kehadiran masjid dan musala di kaki, lereng, dan atau di puncak gunung tentunya sangat membantu memudahkan bukan cuma warga setempat pun wisatawan bahkan pendaki yang ingin menjalankan kewajibannya sebagai muslim sebelum ataupun setelah mendaki gunung tersebut.

Naskah, foto & video by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Masjid Baitut Taqwa atau Masjid Nepal van Java di Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berlatar belakang Gunung Sumbing.

2. Masjid Al-Barokah di kaki Gunung Dempo, Kampung 4, Kota Pagar Alam, Sumsel juga kerap digunakan sejumlah pendaki untuk salat berjemaah sebelum ataupun setelah melakukan pendakian

3. Masjid Jabal Nur Hidayatullah di Dusun Puncak, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) yang berlatar pemandangan Gunung Semeru.

4. Video Masjid Baitut Taqwa di Kaliangkrik berlatar Gunung Sumbing.





0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP