. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Kamis, 29 Februari 2024

Jelang Ramadan Putri Ariani Rilis Single “Teruskan Langkah Baikmu”, Terinspirasi dari Arti Surat At-Thalaq


Menyambut kedatangan bulan Ramadan yang tinggal hitungan hari, Putri Ariani mempersembahkan single baru berjudul “Teruskan Langkah Baikmu”. Tanggal rilisnya 28 Februari 2024.

Dalam siaran persnya yang TravelPlus Indonesia terima dari Creathink Publicist, Kamis (29/2/2024), diterangkan kalau musisi berbakat jebolan America's Got Talent yang baru saja berkolaborasi dengan Alan Walker ini mendapatkan inspirasi penulisan lirik lagu terbarunya tersebut dari membaca arti Surat At-Thalaq Ayat 3 yang memerintahkan umat agar berserah diri hanya kepada Allah. 

Menurut Putri lagu ber-genre pop, berdurasi tak sampai 3 menit itu dibuatnya untuk memotivasi para pendengar agar jauh dari rasa putus asa dalam menjalani kehidupan sesuai pedoman agama. 

Ia meyakinkan bahwa selalu ada kemudahan disetiap kesulitan yang dihadapi oleh manusia.

"Aku percaya bahwa sebesar apapun luka dan masalah yang dihadapi manusia dengan hanya mengharapkan pertolongan-Nya niscaya langkah yang baik membuat kehidupan ini selalu berarti,” ungkapnya.


Putri berharap nyanyian yang dibawakannya bisa memberikan energi positif pula bagi dirinya sendiri. 

Ia juga percaya segala perjuangan hidup saat menghadapi kesedihan yang selalu diiringi usaha dan doa membuat seseorang berani untuk melangkah lagi.

“Dengan perilisan lagu ini, siapapun yang mendengarkan bangkit dari keterpurukannya. Sebagaimana ucapan adalah doa. Doaku semoga pesan yang tertuang dalam liriknya tersampaikan dengan baik,” harapnya.

Amatan TravelPlus Indonesia di akun Instagram (IG)-nya @arianinismaputri, ia menulis captions menarik terkait single terbarunya tersebut.

"Selalu ada hal indah bagi kita yang bersabar. Selalu ada kemudahan di balik setiap kesulitan. Meski terkadang mungkin kau lelah. Tapi jangan sampai kau menyerah. So teruskan langkah baikmu.❤️🥰🫶," tulisnya seraya mengajak peminatnya untuk terus meramaikan lagu-lagunya.

Sejumlah warganet dari dalam dan luar negeri pun memberi komentar positif.


Berikut lirik lengkap lagu "Teruskan Langkah Baikmu", ciptaan Putri Ariani.

Tak akan selamanya luka di hati
Tak selamanya awan hitam di sana
Air mata yang terjatuh basuh sedihmu
Redakan marahmu
Meski terkadang hidup tak seperti
Apa yang kau inginkan
Kamu selalu percaya
Perjuanganmu tidak akan sia-sia
Langkah baikmu membuktikan
Dibalik setap masalah
Pasti ada jalan keluarnya
Meski terkadang mungkin kau lelah
Tapi jangan sampai kau menyerah

Di balik setap kesulitan
Pasti akan ada kemudahan
Yakinlah semua kan berlalu
Segalanya kan indah bila kau
Teruskan langkah baikmu

Dibalik setap masalah
Pasti ada jalan keluarnya
Yakinlah semua kan berlalu
Segalanya kan indah bila kau
Teruskan langkah baikmu
Teruskan langkah baikmu
Yakinlah semua kan berlalu
Segalanya kan indah bila kau
Teruskan langkah baikmu
Teruskan langkah baikmu.

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @Fakta.Wisata.id (sumber & foto:  siaran pers dari Creathink Publicist)



Read more...

Rabu, 28 Februari 2024

Memahami Wisata Ramadan: Syarat, Destinasi, Aktivitas, dan Potensi Pasarnya


Apa itu wisata Ramadan? 
Wisata Ramadan merupakan varian dari wisata religi Islami yang berlangsung sebulan penuh selama bulan Ramadan. Diibaratkan kalau wisata religi itu induknya, wisata Ramadan adalah salah satu turunan atau anaknya.

Syarat utama berwisata Ramadan antara lain wisatawan muslim yang sudah berusia baligh, berakal, sehat, dan saat melaksanakannya harus berpuasa di manapun destinasinya.

Kalau Anda berwisata pada bulan Ramadan tapi tidak berpuasa karena ada halangan (sakit, datang bulan, dan lainnya), jelas sudah gugur alias tidak termasuk wisata Ramadan melainkan hanya wisata biasa saja sama seperti berwisata diluar Ramadan.


Jenis pelakunya adalah wisatawan muslim yang tujuannya memang murni berwisata Ramadan. Tapi tak sedikit pula yang sambilan, artinya mereka sebenarnya sedang berniaga, menjalankan tugas kantor atau berkunjung ke rumah saudara di daerah lain pas Ramadan namun sambil melakukan wisata.

Destinasi wisata Ramadan yang dipilih diutamakan daerah tujuan wisata di Tanah Air. Pilihannya bisa destinasi yang penduduknya mayoritas muslim seperti Banda Aceh (Aceh), Lombok dan Sumbawa (NTB), DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Surabaya dan Madura (Jatim), Semarang dan Pekalongan (Jateng), Cirebon dan Bandung (Jabar), Medan (Sumut), Bukittinggi dan Padang (Sumbar), Pekanbaru (Riau), Batam (Kepri), Palembang (Sumsel), Bandar Lampung (Lampung), Serang dan Rangkasbitung (Banten), Makassar (Sumsel), Ternate (Maluku Utara), dan lainnya.

Bisa pula destinasi yang penduduknya mayoritas non muslim misalnya Bali, Pulau Samosir Kawasan Danau Toba (Sumut), Manado (Sulut), Tana Toraja (Sumsel), Kupang, Ende, dan Labuan Bajo (NTT), Ambon (Maluku), Jayapura (Papua) dan lainnya. Dengan catatan, syarat di atas tetap dipenuhi ditambah dengan jenis aktivitas yang dilakukan. 


Aktivitas apa saja yang wajib masuk daftar itinerari wisata Ramadan?

Mengingat sedang berpuasa, usahakan aktivitas wisata Ramadannya yang tidak sampai terlalu menguras fisik. Pilihlah aktivitas yang bermuara pada peningkatkan pengetahuan tentang agama, sejarah, dan budaya Islam, penguatan keimanan, dan atau peningkatan pundi-pundi pahala.

Sekurangnya ada delapan kegiatan intinya, pertama mengunjungi masjid-masjid tua/bersejarah atau berstatus cagar budaya, berarsitektur unik/megah, dan atau masjid yang punya kelebihan/keistimewaan tersendiri baik di destinasi yang penduduknya mayoritas muslim maupun non muslim sebagaimana tersebut di atas.

Kegiatan yang dilakukan di masjid-masjid tersebut selain menunaikan salat wajib, sunah (termasuk salat tarawih), tadarusan/mengaji, berzikir/berselawat/berdoa, dan bersedekah pun mengetahui lebih jauh tentang sejarah/keunikan arsitekturnya. Caranya dengan bertanya langsung kepada ketua pengurus masjid tersebut.

Kedua, ngabuburit di tempat-tempat favorit di destinasi wisata yang dikunjungi. 

Pilihannya bisa di taman/hutan kota, pantai, water front city, sentra kuliner, masjid, pusat perbelanjaan, ruang publik, ruang kreatif, kawasan heritage atau warisan sejarah, dan lainnya.


Ketiga, berwisata kuliner ke sentra takjil setempat dan membeli/menikmati kuliner takjil khasnya.

Keempat, tak kalah penting ikut merasakan berbuka bersama di masjid atau bisa juga di rumah makan setempat yang bersertifikat halal dan menyajikan bermacam kuliner khas/tradisionalnya.

Kelima, melihat event terkait Ramadan yang ada di destinasi tersebut seperti festival/bazar Ramadan, tradisi khas Ramadan setempat, dan lainnya.

Keenam, ikut sahur keliling dengan membagi-bagikan menu sahur Ramadan kepada kaum dhuafa dan atau masyarakat kecil lainnya. Sebaiknya ini dilakukan secara bersama agar lebih berasa vibes dan syiar Islamnya.

Ketujuh, mengunjungi kampung Ramadan  di destinasi wisata yang dikunjungi.

Kedelapan, melakukan jenis aktivitas lain sesuai minat seperti hunting foto ke kawasan bersejarah, mengunjungi desa wisatanya, ke objek-objek wisata kota, alam/bahari setempat, dan lainnya. Namun dengan catatan, jangan sampai aktivitas yang dipilih mengurangi nilai pahala puasa apalagi sampai bikin batal.


Bagaimana cara melakukan wisata Ramadan? 

Anda bisa memilih paket wisata Ramadan yang dijual travel agent di destinasi wisata yang Anda tuju, jika memang ada. 

Tapi kalau tak ada paketnya, Anda bisa merancang sendiri. Caranya dengan terlebih dulu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin (terkait moda transportasi, penginapan, kuliner, tempat-tempat wisata, masjid-masjidnya, dll) via internet termasuk dari weblog TravelPlus Indonesia, ragam medsos, rekan/teman yang pernah berkunjung maupun kenalan yang menetap di destinasi yang bakal Anda tuju.

Potensi Pasar
Apakah pasar wisata Ramadan ada? Amatan TravelPlus Indonesia bukan cuma ada tapi banyak. Buktinya sejumlah resto, cafe, hotel, mall, dan lainnya membuat promo spesial Ramadan seperti buka bersama (bukber), aneka produk fesyen, dan lainnya. Itu artinya pasar dan konsumennya besar.

Faktor pendukungnya antara lain Indonesia mayoritas berpenduduk muslim, bahkan terbanyak di dunia. Beberapa negara tetangga juga penduduknya mayoritas muslim antara lain Malaysia dan Brunei. 


Indonesia juga punya banyak masjid tua/bersejarah, berstatus cagar budaya atau berarsitektur unik maupun megah yang menjadi daya tarik wisata religi. Selain itu beberapa daerahnya juga memiliki kesenian bernafaskan Islam serta kuliner, takjil, tradisi Ramadan, bukber bahkan special event seperti festival/bazar Ramadan dan lainnya.

Ditambah lagi rentang waktu berpuasa Ramadan cukup panjang selama sebulan sehingga membuat banyak orang jenuh menjalankan puasa hanya di tempat tinggalnya. Sewaktu-waktu, di antara mereka pasti ada ingin merasakan atmosfer berbeda dengan berwisata Ramadan di tempat lain atau diluar daerahnya, selama satu atau beberapa hari.

Itulah hal-hal terkait wisata ramadan versi TravelPlus Indonesia

Semoga wisata Ramadan yang Anda lakukan tahun ini bukan semata bermanfaat memajukan sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat pun mempertebal keimanan Anda sebagai muslim serta sekaligus mensyiarkan Islam.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @Fakta.Wisata.id

Captions:
1. Mengunjungi Masjid Al Jabbar di Kota Bandung, Jabar.
2. Wisatawan muslim pelaku utama wisata Ramadan.
3. Mengaji di ruang utama Masjid Istiqlal Jakarta.
4. Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, salah satu tempat bukber favorit di Banda Aceh yang menyajikan aneka makanan khas Aceh.
5. Mengabadikan Masjid Alun-alun Rangkasbitung, Lebak, Banten.
6. Masjid Gedhe Kauman di Kota Jogja, DI Yogyakarta.



Read more...

Senin, 26 Februari 2024

Wisata Ramadan di Aceh, 10 Kegiatan Ini Wajib Masuk Itinerari


Berwisata ke Aceh yang berpredikat Serambi Mekkah bakal menemukan atmosfer berbeda saat Ramadan. Untuk mendapatkan keistimewaannya yang mungkin sulit ditemukan di destinasi lain pada Bulan Suci, Anda harus memasukan 10 kegiatan ini ke dalam itinerari Anda.

10 kegiatan yang wajib ada dalam daftar kunjungan Anda ini, TravelPlus Indonesia peroleh dari hasil amatan langsung, meliput pesona Aceh saat Ramadan dan ditambah data dari beberapa laman serta rekan yang tinggal di sana, tepatnya di Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh.

Kegiatan pertama yang harus ada dalam itinerari wisata Ramadan Anda tahun ini di Aceh adalah mengunjungi masjid-masjid kebal tsunami.

Pilihan masjidnya sudah pasti Masjid Raya Baiturrahman di pusat kota Banda Aceh dan Masjid Baiturrahim di pinggir Pantai Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa. Selain itu Masjid Rahmatullah di Kabupaten Aceh Besar, yang lokasinya tak terlalu jauh dari pusat kota Banda Aceh.


Kenapa disebut kebal tsunami? Ya karena meskipun dihantam gempa lalu disusul tsunami dahsyat 26 Desember 2004, ketiga masjid itu masih kokoh berdiri hingga kini.

Kegiatan yang sebaiknya Anda lakukan di masjid-masjid kebal tsunami tersebut,  selain menjalankan kewajiban sebagai muslim seperti shalat wajib dan sunah (termasuk tarawih), tadarusan/mengaji, bersedekah, berselawat, berzikir, dan berdoa, pun tak lupa mendoakan pula para korban tsunami agar mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Bila ingin mengabadikan gambar di dalam masjid, sebaiknya jangan sampai mengganggu jemaah yang sedang beribadah. Jagalah adab, tetap tenang dan tertib, jangan gaduh, tertawa atau bercanda berlebihan.

Kalau mau mengetahui lebih jauh kisah tsunami di masing-masing masjid tersebut, Anda bisa bertanya langsung ke pengurus masjid yang tahu betul kejadian tersebut.

Aktivitas kedua, ngabuburit di tempat-tempat favorit.

Kalau Anda suka pantai, pilihannya di Banda Aceh ada Pantai Ulee Lheue (dekat dengan Masjid Baiturrahim).

Pilihan lainnya Pantai Gampong Jawa di Kecamatan Kuta Alam sekitar 12 menit berkendara dari pusat Kota Banda Aceh. Khusus di Pantai Gampong Jawa, selain mengabadikan pesona matahari terbenamnya yang megah, Adna juga bisa melihat aktivitas tradisional Tarek Pukat yang dilakukan nelayan setempat secara bersama-sama.


Pantai Lampuuk di Kabupaten Aceh Besar juga bisa jadi pilihan, selain berpanorama dan ber-sunset elok juga berada tak jauh dari Masjid Rahmatullah.

Jika suka dengan taman atau ruang publik, pilihannya Taman Sari dan Blang Padang. Keduanya berada di pusat kota Banda Aceh, tak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman.

Kalau ingin ke objek-objek terkait tsunami pilihannya antara lain PLTD Apung, Kapal di atas rumah (Lampulo), Kuburan Massal Korban tsunami,  Museum Tsunami, dan Taman Thanks The World.

Bila senang dengan nuansa sungai yang membelah kota Banda Aceh, pilihannya ke Taman Wisata Krueng Aceh yang dikenal sebagai lokasi waterfront city-nya Kota Banda Aceh.

Namun dari semua tempat itu, menurut Essi salah seorang rekan di Banda Aceh, tempat ngabuburit yang terfavorit masih di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Faktor pemicunya, selain vibes Ramadannya terasa sekali pun banyak jemaah yang bagi-bagi takjil gratis. Disamping itu, kalau mau beli takjil ke pusat-pusat penjual takjil, lokasinya cukup dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman.

Kegiatan berikutnya atau yang ketiga, menyaksikan tradisi meugang.

Untuk melihat tradisi yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada 2016 ini, Anda harus datang ke Banda Aceh satu atau dua hari sebelum Ramadan dan sebelum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.


Selain melainkan proses pemotongan, jangan lupa lihat pula proses pembuatan kuah beulangong, salah satu olahan berbahan daging sapi dari tradisi meugang. Ikuti pula proses menyantap aneka olahan daging tersebut di masjid bersama warga setempat.

Menurut Essi, dulu paling seru nonton tradisi meugang di Peunayong, Banda Aceh. Namun sejak pasarnya dipindahkan ke Almahira, jadi terpecah pusat meugang-nya sehingga atmosfernya juga terasa berbeda (berkurang). Kalau sekarang, lanjutnya lebih seru lihat tradisi meugang di Pasar Lambaro, Aceh Besar.

Aktivitas keempat, belanja menu berbuka di sentra takjil.

Menurut Essi sentra takjil di Banda Aceh cukup banyak antara lain di Garuda dan Blang Padang. Di kedua tempat itu semua jenis takjil ada alias banyak pilihan.

Adapun takjil minuman yang paling disukai, sambung Essi antara lain air tebu atau kelapa muda, dan air timun atau timun kerok, baik timun suri maupun timun biasa. Sedangkan panganannya antara lain kanji rumbi dan sambai on peugaga.


Selanjutnya atau kegiatan kelima, berbuka dengan aneka masakan khas Aceh di rumah makan setempat.

Selain Mie Aceh yang sudah menasional, ada bermacam kuliner khas Aceh yang wajib Anda santap seperti ayam masak Aceh, ayam tangkap, gule pliek, kuah sie kameng, keumamah, nasi gurih, kuah beulangong, sie reuboh, dendeng, sop sumsum Langsa, dan sate matang.

Pilihan lokasinya antara lain kalau ayam masak Aceh di Rumah Makan Bang Gam, Kayee lee, Aceh Besar. Ingin Ayam Tangkap, antara lain di Cut Dek di daerah Lampineung, Banda Aceh.

Mau sop sumsum Langsa, pilihannya Rumah Makan Sop Sumsum Langsa di Jalan Pangeran Nyak Makam no 53, Lampinueng, Banda Aceh.

Ingin mie Aceh antara lain di Restoran Mie Razali yang berada di tepi jalan raya Panglima Polim, Banda Aceh. Kalau mie kocok legendaris di Blangpidie antara lain Warung Muslim yang berada di Jl. At-Taqwa No.14 yang sudah beroperasi sejak 1968.


Mau aneka masakan khas Aceh lainnya,  bisa kunjungi Warung Nasi Kambing Lem Bakrie di Jl. Prof. Ali Hasyimi, Lamteh, Kec. Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Di sana juga menyediakan es cincau kates dan es timun serut khas Aceh.

Supaya dapat tempat duduk, sebaiknya datang lebih awal. Kalau bisa, booking tempat terlebih dulu karena biasanya ramai. Pilihlah rumah makan yang menyediakan musala yang bersih dan lumayan luas untuk salat magrib berjemaah.

Aktivitas keenam, usai tarawih ngupi di kedai kopi pilihan.

Berwisata Ramadan di Aceh, kalau belum ngupi di kedainya rasanya kurang lengkap.

Di Kota Banda Aceh, terdapat banyak sekali kedai kopi mulai dari kelas kaki lima sampai kelas restoran, antara lain kalau ingin menyeruput kupi khop atau kopi terbalik khas Aceh Barat, Anda bisa sambangi Kedai Kopi Tubruk & Arabica Jl. AMD No.36, Batoh, Lueng Bata, Banda Aceh.

Sebagai pengingat, pada tahun 2019 Pemkab Aceh Barat telah mendeklarasikan kupi khop sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Aceh Barat.

Menurut M. Safrizal, salah seorang rekan dari Aceh yang biasa disapa DekJall, kupi khop salah satu jenis minuman kopi khas Aceh yang punya cara tersendiri saat menyeruputnya dibanding jenis kopi lain.


"Caranya dengan menyelipkan sedotan ke mulut gelas dan meniupnya pelan-pelan supaya cairan kopi tidak keluar bersama serbuknya. Nah, air kopi yang keluar akan memenuhi piring gelas, setelah itu baru diseruput langsung dari piring atau dengan sedotan," terang penari sekaligus  koreografer yang baru-baru ini tampil membawakan garapannya yang bertajuk Body Tarekat dalam acara OPEN LAB Ruang Tari Bandung vol.01 di Ruang Putih Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Selain kupi khop, jenis kopi lain yang patut Anda nikmati selagi di Aceh adalah kopi hitam (black coffee), sanger alias sama-sama ngerti, dan kopi/teh tarik.

Pilihan tempat ngupi lainnya di Banda Aceh ada Solong Coffee, Dhapu Kupi, Kedai Ayah-Solong, dan Warkop Chek Yukee. Sedangkan diluar Banda Aceh, antara lain Sareng Kupi di Simpang Lambaro, Aceh Besar.

Ngupi di kedai usai tarawih, sebaiknya Anda ajak teman, jadi bisa sekalian ngobrol hal-hal yang bermanfaat tentang syiar Islam, kegiatan hobi yang disukai dan lainnya  (bukan ngegibah ria). Tapi ingat jangan terlalu larut, Anda harus kembali ke penginapan untuk istirahat supaya sahurnya tidak kesiangan.

Berikutnya atau kegiatan ketujuh, memilih penginapan yang lokasinya dekat dengan masjid terutama Masjid Raya Baiturrahman agar mudah bolak-balik untuk salat berjemaah dan i'tikaf.

Berdasarkan laman traveloka, pilihan hotel/penginapan yang jaraknya tak sampai 1 Km dengan Masjid Raya Baiturrahman antara lain Wisma Nabila near Masjid Raya, Plum Hotel Lading Banda Aceh, Ayani Hotel Banda Aceh, MyHome Hotel Aceh, Hotel Medan Banda Aceh, Portola Arabia Hotel, GM Inn Hotel, dan Urbanview Hotel Ranls Dream Banda Aceh.

Aceh Ramadan Festival 2024
Kegiatan kedelapan, menyaksikan Aceh Ramadan Festival 2024.

Di laman Indonesia.travel, dijelaskan event Aceh Ramadhan Festival 2024 yang bertempat di kota Banda Aceh akan berlangsung tanggal 28 Maret sampai 1 April mendatang.

Sebagai informasi tambahan, Aceh Ramadhan Festival 2024 merupakan satu dari tiga event unggulan Aceh yang masuk dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024, bersama dengan Sabang Marine dan Aceh Perkusi.

Selanjutnya atau aktivitas kesembilan, menjelajah masjid tua dan bersejarah di luar Banda Aceh.

Kalau punya waktu lebih, Anda bisa lanjut menjelajahi masjid-masjid tua dan bersejarah yang ada di luar Banda Aceh di antaranya Masjid Indrapuri di Desa Pekuan Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar; Masjid Guci Rumpong di Desa Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Bari, Kabupaten Pidie; dan Masjid Madinah yang berada Jalan Poros Sigli-Medan tepatnya di Desa Dayah Krut Kuta Baro, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Pilihan lainnya 2 masjid tua di Kabupaten Aceh Barat yakni Masjid Gunung Kleng yang berada di Desa Gunung Kleng, Kecamatan Meureubho dan Masjid Tuha Manjing di Desa Manjing, Kecamatan Pantai Cermin.

Terakhir atau kegiatan kesepuluh, mengabadikan objek-objek wisata terkait  tsunami yang ada di luar Banda Aceh.


Pilihannya antara lain Museum Tsunami  dan Masjid Agung Al-Falah di Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie serta Masjid Kubah di Kabupaten Aceh Besar.

Kubah masjid berwarna hitam seberat 80 ton yang kini berada di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada semula merupakan kubah Masjid Lamteungoh yang berada di Desa Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada. Akibat gempa bangunan masjid runtuh lalu kubahnya terseret tsunami sejauh 2,5 Km sampai ke area persawahan yang dikelilingi bukit.

Kini kubah yang diberi julukan Kubah Tsunami Aceh atau Kubah Al-Tsunami tersebut, menjadi tempat wisata religi.

Tujuan mendatangi tempat-tempat itu  untuk menjadikannya sebagai pembelajaran akan bahaya gempa dan tsunami serta sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa dijauhi dari segala mara bahaya/bencana dalam perjalanan wisata dan dimanapun berada.

Selamat berwisata Ramadan 1445 H di Tanah Rencong, semoga membuahkan banyak manfaat, menebalkan keimanan serta menciptakan kenangan yang berkesan.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @Fakta.Wisata.id

Captions:
1. Masjid Raya Baiturrahman di pusat kota Banda Aceh.
2. Masjid Baiturrahim di pinggir Pantai Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.
3. Sunset di Pantai Lampuuk dekat Masjid Rahmatullah, Kab. Aceh Besar.
4. Proses memasak kuah beulangong, salah satu makanan khas Aceh usai tradisi meugang.
5. Ayam tangkap, salah satu kuliner khas Aceh.
6. Pengunjung di Warung Nasi Kambing Lem Bakrie, Banda Aceh.
7. Kopi hitam, sanger, kupi khop dan kopi tarik khas Aceh.
8. Penulis di salah satu ikon Museum Tsunami Kota Sigli, Kab. Pidie, Aceh. (foto: pemuda Pidie)

Read more...

Kamis, 22 Februari 2024

Enam Kiat Bikin Berwisata Puasa Ramadan di Jakarta Lebih Berkesan


Punya banyak pilihan (acara, akomodasi, masjid, sentra kuliner, fasilitas umum, ruang publik, dll) yang serba menarik, membuat Jakarta jadi salah satu tujuan berwisata puasa Ramadan yang menyenangkan.

Nah, di edisi spesial menyambut kedatangan Bulan Suci umat Islam ini, TravelPlus Indonesia suguhkan enam (6) kiat supaya kunjungan wisata puasa Anda ke Jakarta pas Ramadan 2024 atau 1445 H ini jadi lebih berkesan.

Kiat pertama mengunjungi masjid. 
Mengingat bulan puasa, setiap perbuatan baik termasuk ibadah, pahalanya dilipatgandakan maka mengunjungi masjid wajib masuk dalam daftar kegiatan Anda saat Ramadan di Jakarta.

Masjid yang dipilih sebaiknya yang punya predikat membanggakan, misalnya Masjid Istiqlal yang pada hari ini, Kamis, 22 Februari 2024 merayakan miladnya yang ke 46 tahun.

Kenapa? Selain letaknya sangat strategis di bilangan pusat Jakarta, mudah dijangkau dengan moda transportasi umum seperti KRL commuter line dari Jabodetabek karena dekat dengan Stasiun Juanda maupun kereta api dari kota-kota utama di Pulau Jawa karena dekat dengan Stasiun Gambir, bisa pula dijangkau dengan bus TransJakarta karena dekat dengan Halte TransJakarta Juanda dan Halte Istiqlal, serta dekat dengan beberapa objek wisata seperti Tugu Monas dan Lapangan Banteng ini menyandang gelar sebagai masjid nasional, artinya menjadi masjid kebanggaan Indonesia.

Pilihan lainnya, masjid yang bersejarah seperti Masjid Agung Al-Azhar Kebayoran Baru di Jakarta Selatan (ini juga letaknya sangat strategis dekat dengan halte Transjakarta dan Stasiun MRT ASEAN); Masjid Al-Makmur Cikini (Jakpus); Masjid Luar Batang Penjaringan (Jakut); Masjid Al-Anshor Pekojan (Jakbar); Masjid Cut Meutia Menteng (Jakpus); dan Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng di Jakpus.


Selain itu ada Masjid Al-Anwar Muara Angke (Jakbar); Masjid Jami An-Nawier Pekojan (Jakbar); Masjid Al-Makmur Tanah Abang (Jakpus); Masjid Jami Al-Atiq Kampung Melayu Besar (Jaksel); Masjid Tua Al-Mubarok di Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan (Jaksel); dan Masjid Hidayatullah di Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi (Jaksel).

Bisa juga ke masjid-masjid berarsitektur unik antara lain Masjid Ramlie Musofa di seberang Danau Sunter (Jakut). yang bangunannya menyerupai Taj Mahal di India; Masjid Lautze berupa ruko empat lantai di kompleks ruko di Sawah Besar (Jakpus); Masjid Agung Al-Munada Darussalam Baiturrahman di Menteng Dalem, Tebet (Jaksel) yang juga dikenal sebagai Masjid Perahu lantaran ada bangunan menyerupai perahu yang berfungsi sebagai tempat wudhu dan toilet di samping masjid; serta Masjid Babah Alun Desari di Cilandak (Jaksel) yang berarsitektur seperti kelenteng.

Kegiatan apa yang sebaiknya Anda lakukan di masjid-masjid tersebut. Pastinya mengerjakan ibadah seperti salat wajib, salat sunah, memperbanyak berzikir/berselawat/ tadarusan/menggaji, berinfak/bersedekah, dan mengetahui lebih jauh sejarahnya serta mengabadikan keindahan/ keunikan arsitekturnya. 

Kiat kedua, mengunjungi festival atau acara yang berkaitan dengan Ramadan.

Pilihan acaranya ada Djakarta Ramadhan Fair 2024 di Lapangan Banteng pada 15-20 Maret 2024; Islamic Festival 2024 di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakpus pada 22-24 Maret 2024; KapanLagi Buka Bareng 2024 di Plaza Parkir Timur GBK, Jakpus pada 23-24 Maret 2024; dan Dream Day Ramadan Fest atau DDRF 2024 di Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jaksel pada 20-24 Maret 2024.


Berikutnya atau kiat ketiga, memborong takjil di sentra kuliner.

Mengunjungi sentra takjil di Jakarta menawarkan atmosfer yang sangat berbeda dibanding di luar Ramadan. Apalagi bila Anda membelinya dalam jumlah banyak untuk dibagikan ke masjid atau kepada kaum dhuafa, anak yatim di panti asuhan dan lainnya buat berbuka puasa.

Hampir di seluruh kota di Jakarta punya sentra kuliner takjil, misalnya di Pasar Benhil (Bendungan Hilir) di Kecamatan Tanah Abang (Jakpus) mulai pukul 15.00 WIB; area Masjid Sunda Kelapa di Menteng (Jakpus); area Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru (Jaksel); dan Food Street Kramat atau disebut juga Sentra Nasi Kapau di Jalan Kramat Raya, Pasar Senen (Jakpus) yang menjual aneka masakan dan menu buka puasa khas Minang di Jakarta.

Pilihan sentra takjil lainnya ada di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk (Jakbar); kawasan Jalan Gandaria mulai dari Rumah Sakit Gandaria sampai Jalan Arteri Pondok Indah (Jaksel); dan Pasar Santa di, Petogogan, Kebayoran Baru (Jaksel).

Kiat ketiga, ikutan berbuka bersama dan salat tarawih di masjid ternama, masjid bersejarah, dan atau masjid berarsitektur unik sebagaimana tersebut di poin kiat pertama. 


Selanjutnya atau kiat keempat, ngabuburit dan atau ngadem di tempat-tempat favorit. 

Kalau Anda suka suasana ramai sekaligus untuk berbelanja, pilihannya jatuh ke pusat perbelanjaan elit atau mall yang menggelar promo Ramadan, misalnya Pondok Indah Mall, Plaza Senayan, Senayan City, Grand Indonesia, dan Senayan Park.

Bila Anda suka dengan atmosfer bangunan tua dan bersejarah, pilihannya tentu Kota Tua Jakarta. 

Sebaliknya kalau ingin sekadar ngadem (berteduh) dibawah rindangnya pepohonan, pilihannya taman kota seperti Tebet Eco Park (Jaksel) atau hutan kota seperti Hutan Kota Srengseng (Jakbar), Hutan Kota Kemayoran (Jakut), dan Hutan Kota GBK (Jakpus).

Kiat kelima, menikmati vibes Ramadan di hotel berbintang.

Kalau bisa pilih hotel yang strategis dan atau dekat dengan masjid ternama biar Anda mudah bolak-balik untuk menunaikan salat berjemaah di masjid.

Bila Anda berkantong tebal, pilih saja hotel bintang 4 dan bintang 5 yang populer. 

Contoh hotel bintang 4 di Jakpus antara lain Millennium Hotel Sirih Jakarta, Ashley Wahid Hasyim Jakarta, Swiss-Belhotel Mangga Besar, Hotel Orchardz Jayakarta, Century Park Hotel, HARRIS Suites fX Sudirman - Jakarta, Aone Hotel Jakarta, Somerset Sudirman Jakarta Jambuluwuk, dan Thamrin Hotel. 

Pilihan hotel bintang 5 di Jakarta Pusat antara lain Aryaduta Menteng, Merlynn Park Hotel, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Grand Sahid Jaya, Pullman Jakarta Indonesia, Sari Pacific Jakarta, Vertu Harmoni Jakarta, Grand Mercure Jakarta Harmoni, Hotel Mulia Senayan, dan Hotel Borobudur Jakarta.

Kalau dompet Anda kurang tebal, tak usah cemas arahkan saja pilihan akomodasi Anda ke hotel-hotel yang berada di kawasan Blok M yang lokasinya tetap strategis antara lain Win Hotel Blok M, d’primahotel Melawai – Blok M, Happy Inn Melawai, W Home Cikatomas, Sotis Hotel, Oak Tree Urban Hotel, Amaris Hotel Panglima Polim, dan Losari Blok M Hotel Jakarta.


Vibes "Kota Santri"
Terakhir atau kiat keenam, merasakan vibes "kota santri".

Untuk mendapatkan atmosfer tersebut pada bulan Ramadan, bukan berarti Anda harus datang ke pondok pesantren (ponpes) yang ada di Jakarta seperti Ponpes Asshiddiqiyah Jakbar, Darunnajah Ulujami Jaksel, Daarul-Rahman Jaksel, Az-Ziyadah Jaktim, Al-Isyraq Jakbar, Husnayain Jaktim, dan Ponpes Al Kholidin Jaksel, melainkan berkunjung ke perkampungan di Jakarta yang masih banyak dihuni orang Betawi (warga asli Jakarta) seperti Kampung Melayu dan Kampung Condet di Jakarta Timur, Cilincing (Jakut), Pasar Minggu (Jaksel), Kebon Jeruk dan Rawa Belong (Jakbar), dan Tanah Abang di Jakpus.

Untuk mendapatkan vibes "kota santri" di Jakarta yang penuh dengan rimba beton, sebaiknya pilih ke kampung orang Betawi yang berdekatan dengan masjid. Kenapa? Karena umumnya warga Betawi rajin menunaikan salat berjemaah di masjid terdekat dengan berjalan kaki dari tempat tinggalnya. Mereka kerap mengenakan baju koko, berpeci, dan bersarung sehingga vibes "kota santri" terasa hadir.

Sebagai pengingat berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang disusun oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) , awal puasa Ramadhan 2024 jatuh pada 12 Maret 2024 dan berakhir pada 9 April 2024.


Kendati begitu, Kemenag tetap akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal puasa yang dimulai pada 1 Ramadan.

Sidang Isbat untuk menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1445 H bakal digelar Kemenag pada Minggu, 10 Maret 2024. Sidang dilakukan secara hybrid (daring dan luring) di Auditorium H.M Rasjidi Kemenag, Jl. M.H. Thamrin, Jakpus.

Selamat menyiapkan segala sesuatunya untuk berwisata puasa Ramadan di Jakarta yang tinggal menghitung hari. Semoga nanti menyenangkan dan membawa kesan yang mendalam.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @Fakta.Wisata.id

Captions:
1. Jemaah di Masjid Istiqlal, Jakpus.
2. Masjid Hidayatullah, salah satu masjid tua di Jaksel.
3. Food Street Kramat atau Sentra Nasi Kapau dan Menu buka puasa khas Minang di Jakpus.
4. Keindahan pohon di Tebet Eco Park, Jaksel. 
5. Atmosfer Jakarta dengan rimba betonnya, Jakpus.
6. Vibes "Kota Santri di salah satu kampung yang masih banyak dihuni warga asli Jakarta (Betawi) di Jakbar.


Read more...

Selasa, 20 Februari 2024

MICE Jakarta Kian Berkelas Dunia, Ini 4 Faktor Penguatnya


Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pantas disebut provinsi di Indonesia yang memiliki MICE berkelas dunia. Salah satu faktor penguatnya, tahun ini Jakarta menyabet 3 kategori ASEAN MICE Venue Award dalam ajang bergengsi ASEAN Tourism Awards (ATF) 2024. 

Ketiga kategori ASEAN MICE Venue Award dalam ATF 2024 tersebut diberikan kepada Hotel JW Marriott Jakarta (Dua Mutiara Ballroom) untuk Meeting Room Category; Hotel Ritz Carlton Jakarta Kuningan (The Ritz-Carlton Grand Ballroom) juga untuk Meeting Room Category; Jakarta International Expo Kemayoran (Hall A, B, C, D, B3, C3) untuk Exhibition Venue Category; dan Jakarta Convention Center untuk Event Venue Category.

Perolehan penghargaan tersebut, jelas memperkuat posisi Jakarta sebagai provinsi (bukan kota) dengan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition") atau dalam bahasa Indonesia (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) yang bertaraf internasional.

Faktor penguat kedua, Jakarta punya banyak pilihan ruang untuk pertemuan (meeting) yang tersedia di sejumlah hotel bintang 5 dan bintang 4-nya.

Contohnya selain Hotel Ritz Carlton Jakarta Kuningan (The Ritz-Carlton Grand Ballroom) dan Hotel JW Marriott Jakarta (Dua Mutiara Ballroom), juga tersedia antara lain di Raffles Hotel, Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Ambhara Hotel, Aston at Kuningan Suites, dan Royal Kuningan Hotel.

Faktor penguat berikutnya atau ketiga, letak venue untuk pameran (exhibition) maupun kegiatan/acara (event) di Jakarta sangat strategis, artinya mudah dijangkau bukan hanya dengan kendaraan pribadi pun moda transportasi umum sehingga setiap ada pameran maupun acara, pasti ramai pengunjungnya.

Contohnya JCC atau disebut juga Balai Sidang Jakarta (sebelumnya dikenal sebagai Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), lokasinya mudah sekali dijangkau dengan Bus TransJakarta, begitupun dengan Jakarta International Expo Kemayoran yang saat ini tengah menjadi venue pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024, dengan memanfaatkan area indoor dan outdoor yang luasnya mencapai 105.000 m2.

Terakhir atau faktor penguat keempat, event dan exhibition venue di Jakarta memiliki fasilitas yang memadai antara lain luas (punya banyak pilihan ruangan pertemuan), ber-AC, punya ruang VIP, lounge, dan area parkir yang luas serta dekat dengan hotel yang dapat diakses dengan berjalan kaki maupun ditempuh dengan kendaraan dalam jarak yang sangat dekat.


Contohnya JCC, pusat konvensi  berluas sekitar 120,000 m² yang terletak di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Tanah Abang, Jakarta Pusat ini selain memiliki 13 ruangan pertemuan dengan berbagai ukuran antara lain Plenary Hall yang memiliki 5.000 tempat duduk, dua Aula Pameran (Aula Pameran A & B), Aula Pertemuan (Assembly Hall) seluas 3.921 m², dan Aula Perjamuan (Cendrawasih Room), juga berdekatan dengan pusat bisnis Sudirman (SCBD) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) serta terhubung dengan Hotel Hilton (sekarang Hotel Sultan) Jakarta melalui terowongan bawah tanah yang dilengkapi dengan travelator (tangga jalan datar).

Tahun ini sejumlah event bertaraf internasional bakal berlangsung di JCC sebagaimana termuat di jcc.co.id, antara lain The 32ND Indonesia International Education Training Expo & Conference 2024 yang berlangsung pada tanggal 22 - 25 Februari; Jakarta International Jewellery Fair 2024 (7 - 10 Maret); GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2024 (7 - 10 Maret); Anime Festival Asia 2024 (3 - 5 Mei); dan Jakarta International Premium Products Fair 2024 (JIPREMIUM) pada tanggal 5 - 8 September mendatang.

Selain DKI Jakarta, provinsi dengan fasilitas MICE yang juga bertaraf internasional adalah Bali, terutama di Kota Denpasar dan Nusa Dua yang berada di Kabupaten Badung.

Bukti kalau Bali menjadi tujuan MICE di dunia, ada banyak International event yang diselenggarakan di Pulau Dewata ini antara lain UNFCC, Bali Asian Beach Games yang berlangsung di Nusa Dua, World Hydropower Congress 2023, dan Kejuaraan Dunia Biathle/Triathle UIPM 2023. 

Tahun ini sejumlah pameran/acara berskala dunia juga akan berlangsung di Bali, antara lain Bali International Airshow 2024 atau pameran produk dan teknologi penerbangan bertaraf internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pertengahan September mendatang.

Adapun kota yang masuk dalam daftar Kota MICE di Indonesia antara lain Surabaya (Jatim), Makassar (Sulsel), Medan (Sumut), Bandung (Jabar), Jogja (DIY), Batam (Kepri), Palembang (Sumsel), Padang (Sumbar), Manado (Sulut), dan Jayapura (Papua).

Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Captions:
1. Pameran dan ruang pertemuan di JCC. (foto: dok jcc.co.id)
2. Suasana pengunjung di bagian depan JCC dan mobil berbatik dalam sebuah pameran di JCC. (foto: adji)



Read more...

Senin, 19 Februari 2024

Tour de Singkarak Bakal Digelar Lagi, Ini Sederet Fakta Terbarunya


Tour de Singkarak 2024 bakal dimulai pada penghujung September dan ditutup pas hari jadi Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) yang ke-79 pada 1 Oktober mendatang.

Itulah fakta terbaru tentang pelaksanaan sport tourism event balap sepeda di Sumbar yang biasa disingkat TdS.

Masih ada sederet fakta terkini lainnya  yang TravelPlus Indonesia kutip dari beberapa media antara lain Antara, rri.co.id, dan harianhaluan.id.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjelaskan TdS 2024 akan mengusung konsep baru yang bertujuan untuk mengundang lebih banyak peserta dari kalangan hobbies (pecinta), sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemprov Sumbar juga sudah bertemu dengan Indonesia Cycling Series (ICS) 2024. Rencananya pelaksanaan ICS 2024 akan ditutup dengan TdS. Namun untuk awalnya dimulai dengan Tour de Prambanan (TdB) Yogyakarta, Tour de Spirit of Java (TdSJ) Solo Jawa Tengah, dan Tour de Manado (TdM) Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar, Maifrizon mengatakan TdS 2024 akan berlangsung tiga hari dan hanya satu etape dengan jarak tempuh sekitar 140 kilometer.

Lokasi start-nya dari Istana Gubernur Sumbar di Kota Padang, melewati kawasan Sitinjau Lauik ke arah Kabupaten Solok, lalu melintasi daerah Salingka Danau Singkarak, dan finish-nya di Kantor Wali Kota Solok.

Sebagai pengingat, TdS sebelumnya berlangsung hampir sepekan terdiri atas tujuh sampai sembilan etape yang melintasi hampir seluruh kabupaten kota di Sumbar.

Fakta terbaru selanjutnya, TdS 2024 mengusung konsep 80 persen hobbies dan 20 persen untuk konsep prestasi atau dari kalangan pebalap profesional, dengan target sekitar 1.600 peserta termasuk dari mancanegara.

Perputaran uang dari sektor akomodasi, makan minum hingga perhotelan diperkirakan bisa menembus angka Rp 7 - 9 miliar.

Pada penyelenggaraan TdS kali ini pemerintah pusat maupun provinsi tidak mengalokasikan dana khusus. Artinya TdS tidak lagi mendapat sokongan anggaran dari pemerintah pusat.

Dananya murni dari pihak pengelola atau EO yang jadi penyelenggara. Sedangkan Pemprov Sumbar hanya membantu memfasilitasi tempat start, panitia, dan perizinan.


Fakta Lama TdS
TdS merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Sumbar. TdS pertama diadakan pada tahun 2009 oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar).

Itulah fakta lama terkait TdS. Masih ada sederet fakta lama lain yang TravelPlus Indonesia racik dari berbagai sumber dan amatan langsung sewaktu meliput langsung TdS 2012.

TdS pernah menduduki peringkat ke-5 dunia dari sisi jumlah penonton setelah Tour de France, Giro d’Italia, Vuelta a Espana, dan Santos Tour Down Under.

Dampak positif penyelenggaraan TdS antara lain melambungkan nama Sumbar berikut objek-objek wisata alamnya yang rancak bana atau indah sekali (antara lain Danau Singkarak, Danau Maninjau, Bukittinggi, Lembah Harau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Kelok 44 atau Kelok Ampek Puluh Ampek, dan kota wisata tambang Sawahlunto), aneka budayanya (tarian, kesenian, dll) serta beberapa sub ekonomi kreatif (ekraf)-nya seperti bermacam kuliner khasnya, kerajinan, dan arsitektur tradisionalnya yakni rumah gadang ke tingkat nasional bahkan internasional karena ter-ekpos ragam media.

Selain itu mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumbar. Buktinya pada tahun 2010, wisman yang menginap di hotel berbintang di Sumbar sebanyak 332.515 orang, dan tahun 2011 meningkat menjadi 413.180 orang atau naik sekitar 24,3%. Efek bagus lainnya, membuat infrastruktur jalan raya yang dilalui peserta TdS berubah beraspal mulus.

TdS sudah 11 kali digelar sejak 2009 - 2019. Selama tiga tahun kemudian dibatalkan akibat pandemi Covid-19 (2020 - 2022) sedangkan 2023, TdS tidak terlaksana karena terkendala ketiadaan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Tahun 2024 ini, TdS bakal kembali digelar dengan mengusung konsep baru sebagaimana tersebut di atas.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @Fakta.Wisata.id

Captions:
1. Peserta Tour de Singkarak (TdS)melintasi gapura di Universitas Andalas, Kota Padang, Sumbar.
2. Danau Singkarak, namanya diambil sebagai nama sport tourism balap sepeda TdS sekaligus menduniakan pesonanya.

Read more...

Sabtu, 17 Februari 2024

Nanjak Seulawah Agam saat Berkabut, Vibes-nya kian Menawan


Sepanjang jalur pendakiannya tertutup kabut. Tapi justru membuat paras, suasana, dan nuansa Seulawah Agam berbeda. Terasa lebih mistis sekaligus semakin menawan.

Itulah yang dirasakan Fitri, pendaki perempuan asal Kabupaten Pidie, Aceh saat mendaki (nanjak) Gunung Seulawah Agam yang berada di Kabupaten Aceh Besar, beberapa hari sebelum hari pencoblosan Pilpres 2024.

"Padahal di kaki gunung sebelum nanjak cuacanya cerah. Tapi pas nanjak, dari awal pendakian sampai puncak tertutup kabut. Atap hutan dan lantainya juga ikutan basah karena kabut," terangnya kepada TravelPlus Indonesia baru-baru ini.


Lantaran berkabut, atmosfer hutan Gunung Seulawah Agam jadi agak beda. "Emang lebih menawan tapi vibes-nya jadi mistis banget," akunya.

Kenapa jalur pendakian (japen) gunung yang punya beberapa pos pendakian seperti Pintu Rimba, Pintu Angin, Beringin Tujuh, dan Batu Gajah ini berkabut sekalipun sebagian besar wilayah Aceh sudah masuk musim panas? Prediksi TravelPlus, bisa jadi karena musim panasnya masih peralihan dari musim hujan ke musim panas alias pancaroba yang kemungkinan besar masih terjadi kabut bahkan hujan di gunung terlebih yang berhutan hujan tropis.

Fitri nanjak Gunung Seulawah Agam yang berketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (Mdpl) tidak sendirian, melainkan bersama dengan sejumlah pendaki lain.


"Kami nanjak bareng 11 orang, terdiri atas 4 pendaki cewek dan 7 pendaki cowok. Pendakian dipimpin oleh Arga dan 3 kawannya Muallim, Amanda, dan Ranjau dari tim pendaki Aceh Paradise yang ber-base camp di Banda Aceh (Ibukota Aceh_red). Kalau dari Pidie, cuma saya dan Fiana," terangnya.

Menurutnya Seulawah Agam jadi pilihan pendakian kali ini lantaran letaknya cukup mudah dijangkau, baik dari Banda Aceh maupun Kabupaten Pidie.

"Kalau dari Banda Aceh ke titik start pendakian kurang lebih 1,5 jam berkendara. Sedangkan dari Kabupaten Pidie cuma sekitar 1 jam juga dengan sepeda motor, Saya dan Fiana janjian bertemu dengan tim Aceh Paradise di parkir-an basecamp" ungkapnya.


Saat ini pendakian Gunung Seulawah Agam, sambungnya sudah memiliki pengelola yakni para pemuda setempat. Di sana juga sudah tersedia tempat parkir motor khusus yang aman.

"Biaya pendakiannya per orang 10 ribu. Sedangkan parkir 20 ribu per motor," terangnya.

Bagaimana kondisi jalur pendakian Seulawah Agam terkini (2024)? Menurut Fitri japennya saat ini lebih nampak dibanding dulu saat dia melakukan beberapa pendakian sebelumnya.

"Sekarang lebih terlihat jelas dengan string-line yang jaraknya sangat berdekatan. Tapi jalurnya tidak melebar," ungkap Fitri.


Berdasarkan pengalaman Fitri beberapa kali mendaki Seulawah Agam, membuktikan kalau gunung ini pada bulan-bulan tertentu pasti berkabut tebal, terutama musim hujan dan pancaroba.

Pertama kali mendaki Seulawah Agam  tahun 2012, Fitri mengaku cuacanya cerah. Pendakian kedua pada tahun yang sama cuacanya berkabut.

"Begitupun dengan pendakian pada 2013 kabutnya luar biasa, sampai berjalan harus pegangan dan sampai di puncak juga berkabut dan berangin kencang. Kalau pendakian tahun 2014 kondisi cuacanya sama persis kayak pendakian 2024 ini, berkabut juga sepanjang japen," terangnya.


Mendengar ceritanya ditambah dengan beberapa video pendakian terkininya di Seulawah Agam dengan estimasi normal 9-10 jam dari kampung terakhir, TravelPlus jadi teringat pendakian Seulawah Agam pada 2012 silam.

Ketika itu TravelPlus nanjak bareng (nanbar) beberapa pemuda asal Pidie yakni Diswan, Wardhan, Ismu, Rahmad, dan Ammar atas usulan Ajeer senior mereka di organisasi kepencintaalaman Jabal Everest. Kelimanya saat itu masih berstatus mahasiswa Universitas Jabal Ghafur yang berada di Sigli (ibukota kabupaten Pidie_red).

Meskipun bercuaca cerah (tidak berkabut) namun kami sempat nyasar di areal yang disebut halusinasi sebelum Pos Batu Gajah lantaran beberapa bagian japennya tertutup semak belukar. 

Pendakian yang dimulai dari Kampung Suka Makmur, Desa Suka Damai, Kecamatan Saree, Kabupaten Aceh Besar itu berakhir sukses dan sempat nge-camp semalam di puncak. Total waktu pendakian 20 jam (naik 7 jam, turun 3 jam).


Berdasarkan total waktu pendakian Gunung Seulawah Agam yang kelebatan hutannya mirip Gunung Salak di Jawa Barat, TravelPlus sempat membuat tulisan berjudul "Sepuluh Jam Membelai Seulawah Agam" yang tayang di media online berkonsep weblog TravelPlus Indonesia pada Jumat, 4 Mei 2012.

Tak cuma itu, TravelPlus juga membuat beberapa lagu, satu di antaranya bertajuk "Seulawah Agam Jilid 1".

Khusus pendakian Seulawah Agam yang dilakukan Fitri dan Fiana bersama Aceh Paradise, selain tulisan ini TravelPlus juga bikin satu lagu lagi bertajuk "Seulawah Agam Jilid 2".

Kedua lagu yang intinya berisi tentang kerinduan mendaki lagi Gunung Seulawah Agam tersebut, TravelPlus unggah di akun Instagram @adjitropis dalam bentuk konten video.


Kiat Tayang
Buat pendaki, komunitas pendaki ataupun organisasi pendaki/pecinta alam di Tanah Air yang ingin pendakian gunung dan kegiatan outdoor lainnya di dalam negeri dimuat TravelPlus Indonesia, caranya mudah. Hubungi TravelPlus hanya WA di  nomor 081382949204 seperti yang dilakukan Fitri usai melakukan pendakian Gunung Seulawah Agam, atau bisa juga DM TravelPlus via akun IG @adjitropis.

Ceritakan kisah pendakian ataupun kegiatan bermuatan petualangan lain secara detail dengan sederet fakta yang akurat dan disertai sejumlah foto menarik mulai dari base camp, aktivitas di setiap pos pendakian sampai suasana di puncak.


Bila ada kegiatan bernilai ramah lingkungan atau pro konservasi saat pendakian seperti menanam bibit pohon, itu jelas lebih menarik. Begitupun kalau ada kegiatan pendataan flora-fauna di sepanjang japen, dan atau kegiatan bermuatan edukasi seperti kiat menulis pendakian, membuat konten pendakian, dan lainnya.

Kalau ingin dibuatkan konten videonya versi TravelPlus, ya kirimkan pula sejumlah video pendakian yang variatif, menarik, dan berkualitas bagus. 

Apa manfaatnya? Jelas sangat banyak, salah satunya berarti Anda sebagai pendaki sudah turut mempromosikan gunung di Indonesia yang Anda daki berikut kegiatan positifnya dan ragam daya tariknya.

Naskah: Adji TravelPlus IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id

Foto:  Fitri & tangkapan layar video dok tim Aceh Paradise

Captions:
1. Fitri dan  Fiana saat melewati jalur Tangga Batu, trek tersulit di jalur pendakian Gunung Seulawah Agam di Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
2. Mengabadikan hutan berkabut khas Gunung Seulawah Agam.
3. Selonjoran sejenak di Pos Pintu Angin.
4. Lantai hutan pun ikut basah oleh kabut.
5. Fitri (jaket merah) dan Fiana di pos Batu Gajah.
6. TravelPlus saat nanjak Seulawah Agam tahun 2012 bareng Diswan, Wardhan, Ismu, Rahmad, dan Ammar dari Jabal Ghafur.
7. Jejak digital tulisan "Sepuluh Jam Membelai Seulawah Agam" di TravelPlus Indonesia.
8. Fitri, Fiana, dan beberapa pendaki dari tim Aceh Paradise di Tugu Triangulasinya Gunung Seulawah Agam.
9. Tugu Triangulasi di puncak Gunung Seulawah Agam.

Read more...

Senin, 12 Februari 2024

Habis Nyoblos, Walking Tour ke Kota Tua Nikmati Promo Spesial Pemilu 2024


Mau walking tour sekaligus menikmati bermacam promo spesial Pemilu 2024 di Kawasan Kota Tua Jakarta usai meramaikan pesta Demokrasi 14 Februari? Sebaiknya selepas mencoblos, jangan hapus tinta Pemilu di jari ya. 

Kenapa? Dengan menunjukkan jari bertinta usai nyoblos, Anda akan mendapatkan promo berupa diskon atau potongan harga di beberapa tempat menarik di kawasan yang dulu dibangun Belanda lewat VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie atau Persekutuan Dagang Hindia Timur dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia) ini.

Di akun Instagram (IG) Unit Pengelola Kawasan Kota Tua (UPK) @kotatua.jkt dalam captions unggahannya dijelaskan promo spesial tersebut diberikan oleh beberapa merchant yakni Kedai Seni Djakarte, KFC (Kota Tua), Hostel Wonderloft, Pizza NYPD, Acaraki, dan Magic Art 3D Museum.

Berapa besar promonya? Masih di akun tersebut, dalam unggahan flyer-nya dicantumkan besaran promonya untuk  Kedai Seni Djakarte sebesar 15%; KFC (Jagoan Hemat, Jagoan Puas 1, Feast Burger OR, Feast Burger Colonial) 17%; Hostel Wonderloft 14%; Pizza NYPD; Acaraki (Buy One Get One Free Golden Sparkling setiap pembelian jamu New Wave dan Specialty Jamu) 14%; dan Magic Art 3D Museum sebesar 14%.

Menurut admin @kedaisenidjakarte, semua menu di kedai ini didiskon per-bill antara lain bermacam menu berbahan daging, ayam, ikan, mie, nasi, sayuran, serta aneka camilan, minuman, dan kopi.

Namun untuk bisa mendapatkan promo dari beberapa merchant tersebut berlaku beberapa syarat dan ketentuan sebagaimana tertera di flyer masih di akun IG , yaitu menunjukkan tinta di jari, promo hanya berlaku pada 14 Februari 2024, promo tidak bisa digabung dengan jenis promo lainnya, tidak berlaku untuk pembelian untuk layanan pesan antar (GooFood, GrabFood, ShopeeFood) bagi tenant makanan, dan hanya berlaku untuk pembelian di tempat.

Selanjutnya promo tersebut berlaku selama persediaan masih ada, wajib follow IG @kotatua.jkt, dan terakhir tag serta mention ke @nypdpizza.id, @magicartjakarta_kotatua, @acarki.jamu, @kedaisenidjakarte, @kfcindonesi, dan @wonderlofthostel.

Biar lebih seru, admin IG UPK Kota Tua menyarankan dalam captions unggahan tersebut agar mengajak serta keluarga, teman, dan atau pasangan untuk menikmati promo ini.


Banyak Keistimewaan
Kawasan Kota Tua Jakarta punya banyak keistimewaan, antara lain merupakan situs warisan sejarah berluas sekitar 1,3 kilometer persegi mencakup beberapa wilayah di Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari, dan Roa Malaka serta melintasi beberapa bagian wilayah Jakarta Utara.

Di Kawasan Kota Tua yag terpusat di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung (sekarang Lapangan Fatahillah), terdapat beberapa objek wisata sejarah yang menarik antara lain Museum Wayang (bekas De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda), Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah (bekas Stadhuis atau Balai Kota Batavia, kantornya Gubernur Jenderal VOC), Lapangan/Taman Fatahillah, serta Museum Seni Rupa dan Keramik (bekas Pengadilan Batavia).

Selain itu ada Toko Merah, Kali Besar (Grootegracht), Hotel Former,
Gedung Dasaad Musin, Jembatan Kota Intan, Museum Bahari (bekas Westzijdsche Pakhuizen atau Gudang Barat yang dulu digunakan untuk menyimpan bermacam barang dagangan utama VOC di Nusantara seperti rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil), serta Pelabuhan Sunda Kelapa (pelabuhan alami yang kampung-kampung di sekitarnya kemudian menjadi cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527).

Pada masa lampau, kawasan ini pernah mendapat julukan masyhur sebagai "Permata Asia" dan The Queen of the East atau  "Ratu dari Timur" oleh para pelayar Eropa.

Memiliki banyak bangunan tua yang tetap terpelihara membuat kawasan ini pernah menjadi  lokasi syuting video musik band ataupun penyanyi antara lain band Krakatau untuk lagu berjudul Kau Datang pada tahun 1989, TIC Band (Terbaik Untukmu-2001), Kotak (Selalu Cinta-2013), penyanyi Kunto Aji (Terlalu Lama Sendiri-2014), dan Maudy Ayunda untuk lagu Jakarta Ramai pada tahun 2016.

Keistimewaan lainnya, Kota Tua  Jakarta mendapatkan penghargaan sebagai Destinasi Wisata Terbaik pada kegiatan Town Hall Meeting DPD HPI (Dewan Pimpinan Daerah - Himpunan Pramuwisata Indonesia) dan Anugerah Paramarta Parisiwata 2024 di Ballroom Graha Wisata Ragunan, Rabu 31 Januari 2024.


Kota Tua Jakarta juga merupakan Kawasan Rendah Emisi (KRE) / Low Emission Zone, dan menjadi salah satu simpang temu berbagai moda transportasi publik.

Pengunjung bisa menjangkaunya dengan naik transportasi umum terintegrasi, seperti KRL commuter line turun di Stasiun Kota (Beos) atau dengan Bus Transjakarta turun antara lain di Halte Kali Besar.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan antara lain mengunjungi beberapa musim yang ada di sana. Sebelumnya ada cek dulu apakah museum tersebut tetap buka pada tanggal 14 Februari, termasuk jam operasionalnya.

Tak lupa mengabadikan bangunan tua dan bersejarah dan tentunya berfoto berlatar bangunan-bangunan klasik tersebut.

Kalau malas walking tour berjalan kaki, bisa menyewa sepeda hias. Selanjutnya berwisata kuliner di beberapa merchant yang memberikan promo sebagaimana tersebut di atas. Pilihan lain ke tempat-tempat kuliner lain yang masih berada di kawasan warisan sejarah ini.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @FaktaWisata.id



Read more...

Sabtu, 10 Februari 2024

Inilah Kuliner Paling Laris di JIS saat Kumpul Akbar AMIN


Sejumlah pedagang kuliner (makanan & minuman) tradisional/khas daerah maupun yang kekinian laris manis diborong peserta Kumpul Akbar AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/2/2024).

Kuliner yang ramai diminati antara lain kerak telor. Salah satu pedagangnya berjualan sekitar 10 meter dari halte busway Transjakarta, JIS. Dia berpakaian rapih, mengenakan baju koko warna putih dan bercelana panjang serta peci warna hitam.

Pedagangnya berdomisili di Mampang, Jakarta Selatan yang berjarak cukup jauh dari JIS. Dia mengaku datang ke JIS selain untuk berjualan juga sekaligus ingin memperkenalkan kerak telor kepada peserta Kumpul Akbar pasangan calon (paslon) nomor urut 01 tersebut yang datang dari luar Jabodetabek bahkan luar Jawa.

Harga seporsi kuliner yang dijualnya terbilang murah, cuma 15 ribu.


Amatan TravelPlus Indonesia, peminat kuliner tradisional khas Betawi yang berbahan campuran beras ketan dengan telor bebek, bumbu, dan kelapa parut yang sudah disangrai  tersebut bukan cuma mereka yang sudah tahu dan sering menyantapnya, pun banyak yang baru kenal atau pertama kali mencicipinya.

"Dari dulu pingin banget nyobain kerak telor Betawi, alhamdulillah baru kali ini kesampaian di JIS, ucap seorang ibu dari luar Jakarta yang datang  untuk menyemarakkan Kumpul Akbar AMIn bersama beberapa rekannya.

Sambil menunggu kerak telor selesai diracik, tak sedikit pembelinya yang mengabadikan pedagangnya mengolah atau memasak kuliner tersebut. Maklum cara memasaknya memang agak terbilang unik. Wajan tempat memasak kerak telor kerap dibalik agar kematangan kerak telornya merata.


Selain kerak telor, sejumlah kuliner lain seperti nasi pecel, nasi Padang, sate Madura, tongseng Solo, sop kambing, soto ayam, nasi rames, nasi uduk, nasi kuning, bihun goreng, ayam bakar, dan ayam geprek juga ramai pembelinya. Belum lagi bermacam panganan seperti cilok, sempol ayam, mie ayam, siomay, risoles, dimsum serta aneka minuman kekinian seperti es krim, teh, es jeruk dan lainnya.

Kumpul Akbar AMIN di JIS bukan hanya membuat para pedagang kuliner yang memang biasa berjualan di sepanjang jalan Danau Sunter Barat hingga dekat JIS seperti rumah makan Padang, beberapa warung Tegal egal (warteg), ayam penyet, sate dan tongseng Solo, dan lainnya jadi bertambah pendapatannya, pun para pedagang non lokal yang datang dari berbagai darah di Jabodetabek ikut kecipratan rezeki.

"Alhamdulillah, pas ada Kumpul Akabri AMIN ini dagangannya saya laris manis, " seorang ibu penjual nasi pecel di tepi jalan. 

Hal senada juga diutarakan pedagang lainnya dari luar Tanjung Priok seperti pedagang es krim yang datang dari Bekasi. "Kalau nggak ada acara ini. Mungkin es krim saya sampai siang nggak habis. Tapi alhamdulilah hari ini belum sampai Zuhur sudah ludes," terangnya.

Sekali lagi membuktikan setiap ada acara besar, seperti Kumpul Akbar AMIN di JIS ini yang mendatangkan ribuan bahkan jutaan orang dari berbagai penjuru Tanah Air, dipastikan menjadi ladang rezeki bagi para pedagang kuliner. 


Peluang Usaha
TravelPlus melihat masih banyak peluang peningkatan ekonomi masyarakat lokal dan luar Tanjung Priok di sekitar JIS selain berdagang aneka kuliner.

Pertama, peluang usaha penginapan (bermacam jenis akomodasi) yang nyaman (bersih, rapih, dan terjangkau harganya),  mengingat setiap ada acara besar di JIS yang datang bukan hanya warga Jabodetabek, pun dari luar Jakarta bahkan luar Jawa. Tentunya mereka membuat tempat menginap.

Kedua, peluang usaha rumah makan/resto, kedai kopi, dan kafe yang berdaya tarik wisata artinya selain memang enak kuliner yang disuguhkan/dijual pun tempatnya juga menarik dari sisi konsep, punya tempat parkir yang memadai, dan lainnya.

Ketiga, peluang usaha penyediaan kantong-kantong parkir kendaraan untuk motor, mobil, dan terlebih khusus bus pariwisata besar. Berikutnya atau peluang usaha yang keempat adalah penyediaan kendaraan unik sebagai shuttle bus untuk mengangkut pengunjung dari kantong-kantong parkir tersebut ke setiap pintu masuk JIS dan sebaliknya. Kendaraan unik disini didesain menarik berdaya tarik wisata, seperti bus kereta dengan desain ondel-ondel Jakarta dan ikon landmark khas Jakarta lainnya.

Keduanya peluang usaha itu (tempat parkir dan shuttle bus unik), kalau dikelola secara profesional, selain menguntungkan pun dapat menghindari kemacetan total ke setiap pintu masuk JIS yang kerap terjadi setiap ada acara besar.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, TikTok @Fakta.Wisata.id

Captions:
1. Salah satu pedagang kerak telor khas Betawi yang diserbu pembeli peserta Kumpul Akbar AMIN di JIS, Sabtu (10/2/2024).
2. Pembelinya banyak yang baru tahu atau pertama kali mencicipi kerak telor.
3. Kerak telor kuliner tradisional Betawi berbahan campuran beras ketan dengan telor bebek, bumbu, dan kelapa parut yang sudah disangrai.
4. Peserta Kumpul Akbar AMIN di luar stadion JIS.




Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP