. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Selasa, 03 Oktober 2017

Sedekah Laut Tawang di Festival Budaya Suro 2017 Jadi Aset Pariwisatanya Kendal

Nasi tumpang, jajanan pasar, kaki, ekor, dan kepala sapi sebagai sesaji utama serta kemenyan akhirnya dilarung ke laut, tepatnya di lepas Pantai Tawang.

Itulah acara puncak tradisi sedekah laut atau "nyadran" yang dilakukan masyarakat nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Jumat (29/9/17).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (disporapar) Kendal Tavip Poernomo menjelaskan Sedekah Laut Tawang yang ini dikemas dalam sebuah festival bertajuk Festival Budaya Suro 2017 yang berlangsung di Tawang, 28-29 September.

Festival yang mendapat dukungan dari Pesona Indonesia-nya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat lokal terhadap hasil laut yang berlimpah sepanjang tahun.

“Keistimewaan event ini lahir dari masyarakat sendiri, didukung seluruh anggota masyarakat, diisi beragam kegiatan antara lain lomba dayung perahu, pagelaran Wayang Kulit 2 hari 2 malam, dan kethoprak semalam serta Kirab Tumpeng yang diikiti ribuan peserta,” terangnya.

Menurut Tavip kemasan Festival Pesona Suro tahun ini sudah cukup baik.

“Diawali dengan opening ceremmony yang dihadiri para pejabat termasuk Bupati Kendal, dilanjutkan dengan bermacam kegiatan seperti karnaval budaya, bazaar kuliner dan bermacam lomba seperti kompetisi sepak bola selama seminggu  dan boat race selam 3 hari,” terangnya seraya berharap tahun depan festival ini lebih kreatif dan atraktif serta lebih banyak lagi jenis pertunjukkannya.

Untuk mewujudkannya, Tavip berharap Kemenpar memasukan Festival Pesona Suro di Kendal ini ke dalam Calendar of Event tahunan, terutama terkait kepastian pendukungannya.

"Harapannya Kemenpar memberikan pula infrastruktur  DAK apbn melalui Pemda khususnya untuk Desa Gempolsewu secara nyata," ungkapnya

Tradisi sedekah laut Tawang 2017 di Kendal ditandai dengan pelepasan sebuah miniatur perahu nelayan di Pantai Tawang.

Miniatur perahu tersebut terbuat dari dari kayu, bambu, dan kertas berukuran 1,5 meter. Isinya berupa barang kebutuhan hidup seperti makanan, buah-buahan, pakaian, dan perlengkapan nelayan lainnya. Perahunya pun dihias sedemikian rupa dengan kertas dan bendera.

Kepala Desa Gempolsewu Heri Mardiyanto, membenarkan bahwa tradisi melarung kepala sapi ke tengah laut sudah sejak lama dilakukan oleh nelayan setempat.

“Kepala ekor dan kaki sapi dilarung sedangkan badannya dibagi ke nelayan, dimasak terlebih dulu lalu dimakan bersama," terangnya.

Nyadran di Tawang dilaksanakan setiap setahun sekali tepatnya pada bulan Muharam atau bulan Suro pada penanggalan Jawa. Tradisi persembahan laut ini kemudian menjadi aset pariwisata bagi Pemkab Kendal karena mampu menjaring ribuan wisatawan lokal dan nusantara, dari luar Kendal sebagaimana Festival Pesona Suro tahun ini.

Unsur 3A
Tavip menambahkan sebagai daerah tujuan wisata, akses Kendal cukup mudah dijangkau. Dari Jakarta bisa lewat darat dengan bus jurusan Semarang turun di Kendal. Kalau naik kereta turun di Stasiun Tawang, Semarang, lanjut taksi sekitar 25 Km. Dengan pesawat ke Bandara Ahmad Yani, Semarang, lalu naik taksi sekitar 20 Km ke Kendal.

Amenitas-nya berupa penginapan yang bisa dipilih ada Hotel Sae Inn, Hotel Tirto Arum yang berbintang 3, dan lainnya.

Atraksi berupa objek wisata yang bisa dikunjungi antara lain Air Terjun Curug Sewu, Agro Wisata Tirto Arum Baru, Pemandian Air Panas Promas Greenland, Kebun Buah Plantera Fruit Paradise, atraksi lumba-lumba di Pantai Cahaya, Pantai Sendang Sikucing, beberapa bangunan tua sebagai cagar budaya, dan masih banyak lagi lainnya.

"Tahun 2017 ini, masih ada beberapa event wisata lagi di Kendal, seperti Pesta Laut Tanggul Malang, Pesta Pekan Sambut dan Lepas Tahun di Air Terjun Curug Sewu, dan Kirab Nusantara Grebeg Maulid di Sukorejo setiap tanggal 2 Desember, terang Tavip.

Disporapar Kendal, lanjut Tavip juga mempunyai paket wisata one day tour dengan fasilitas mobil Hiace Commuter terbaru berkapasitas 15 orang, ada dua armada.

"Tarifnya Rp 150 ribu per orang sudah termasuk tiket masuk untuk 3 objek wisata, snack pagi, makan siang, dan air mineral dalam perjalanan," jelas Tavip.

Tokoh masyarakat Kendal, Didik menambahkan kalau oleh-oleh khas Kendal yang kerap dibawa pulang wisatawan juga banyak. "Ada Bandeng Presto, Kerupuk Kulit Sapi, dan masih banyak lagi," terangnya.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: dok. titi

Captions:
1. Siap-siap melarung sesaji di laut lepas Tawang, Kendal.
2. Pembukaan Festival Budaya Suro 2017 di Tawang, Kendal.
3. Sedekah laut Tawang atau nyandran sudah jadi tradisi ratusan tahun.
4. Pagelaran wayang kulit salah satu acara Festival Budaya Suro 2017.
5. Sedekah Laut Tawang jadi aset pariwisata Kendal.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP