. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 17 Mei 2017

Melongok Pesona Kebun Raya Bogor Saat Berusia 200 Tahun

Tepat tanggal 18 Mei 2017 atau hari Kamis, Kebun Raya Bogor genap berusia 200 tahun atau 2 abad. Pada 18 Mei 1817, C.G.C. Reinwardt seorang botanis asal Jerman secara resmi mendirikan S’Lands Plantentuin te Buitenzorg di Kota Bogor, yang sampai sekarang dikenal dengan nama Kebun Raya Bogor.

Perayaan dua abad Kebun Raya Bogor (KRB) pun digelar selama 5 hari, pada 18-21 Mei 2017.

Kegiatan istimewa itu  mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupa kaos, umbul-umbul, spanduk, konsumsi, tarian selamat datang, serta tentu saja promosi dan publikasi lewat liputan media.

Pembukaan perayaan  dua abad KRB berlangsung di Taman Astrid yang akan menyuguhkan orkestra dari Adi MS. Di hari berikutnya ada seminar internasional konservasi, seminar tokoh kesundaan, dan pertunjukkan Eco Domn.

Tak ketinggalan peluncuran perangko khusus angrek dari 34 provinsi di Indonesia. Prangko akan dirilis serentak di seluruh Tanah Air. Prangko tersebut merupakan edisi spesial untuk acara World Stamp Exhibition di Bandung yang akan dilaksanakan pada Agustus 2017.

Peringatan dua abad KRB bersamaan dengan ulang tahun emas ke-50 LIPI, karena itu akan ada pemberian penghargaan kepada para peneliti dan tokoh nasional yang setiap tahun digelar dalam rangka HUT LIPI.

Ada pula Expo Iptek Indonesia dengan mengundang semua mitra LIPI untuk mengenalkan hasil riset yang telah dihasilkan selama ini.

Di samping itu ada berbagai kegiatan yang dibuat komunitas Sekala Petualang untuk memperingati 200 tahun KRB, antara lain nature print, lukisan 3D, mono print, sketsa alam, young researcher, dan tree climbing.

Semula KRB hanya akan digunakan sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda. Namun pada perkembangannya pendirian KRB menjadi cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dan sebagai wadah bagi ilmuwan terutama bidang botani di Indonesia.

KRB atau Kebun Botani Bogor sendiri merupakan kebun botani besar berluas mencapai 87 hektar dengan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.

Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan seperti Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan PUSTAKA.

Pendirian KRB mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum serta Laboratorium Zoologi (1894).

Sekurangnya ada 10 spot menarik di dalam KRB yang dapat dinikmati wisatawan yakni Danau Gunting, Museum Zoologi, Pemakaman Belanda Kuno, Monumen Lady Raffles, Laboratorium Treub, Griya Angrek, dan sejumlah taman serta Kafe Dedaunan.

Danau Gunting sebuah danau buatan yang berada tak jauh dari gerbang pintu utama KRB. Keindan danau mungil berikut cerita mistis berupa penampakan noni Belanda dan seekor ular besar yang mendiami pulau kecil di tengah danau itu, ditambah kehadiran sejumkah teratai, membuat danau ini berdaya tarik tersendiri.

Di sekitar danau ini ada prasasti Georg Karl Reinwardt, pendiri KRB, Patung Tangan Tuhan, dan Patung The Little Mermaid.

Museum Zoologi merupakan sebuah museum yang berkaitan dengan hewan. Di dalamnya ada koleksi berbagai jenis satwa yang diawetkan, jumlahnya mencapai 2000 jenis, salah satunya kerangka tulang utuh paus biru (blue whale).

Pemakaman Belanda Kuno yang ada di KRB anatra lain makam Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt yang dimakamkan dalam lubang yang sama. Keduanya ahli biologi dari Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk mempelajari dan mengumpulkan spesimen hewan dan tumbuhan asli Nusantara.

Monumen Lady Raffles berada dekat dengan pintu utama KRB. Di dalam monumen yang berbentuk cungkup tersebut terdapat sebuah prasasti yang berisi puisi cinta yang ditulis oleh seorang penjelajah asal Inggris. Puisi itulah yang menjadi daya tarik utama spot ini.

Laboratorium Treub berupa bangunan dengan arsitektur tua ala Eropa, bekas tempat penelitian yang dibangun oleh Belanda. Nama lab ini diambil dari nama salah satu direktur Kebun Raya Bogor yakni Melchior Treub yang merupakan seorang ahli botani. Dia pendiri dari Buitenzorg Landbouw Hogeschool yang merupakan cikal bakal dari Institut Pertanian Bogor.

Griya Angrek memiliki sekitar 500 spesies anggrek, baik itu anggrek alami maupun anggrek hasil silangan. Bangunan Griya Anggrek yang juga sering disebut dengan Taman Anggrek ini berupa rumah kaca.

Sejumlah tamannya antara lain Taman Meksiko, Taman Teijsman, Taman Sujana Kassan, dan Taman Astrid.

Di Taman Meksiko terdapat beberapa spesies kaktus. Di salah satu sudut taman kecil ini ada patung tiga musisi yang mengenakan pakaian tradisional Meksiko.

Taman Teijsman yang berada dekat dengan Pintu II KRB ini diambil dari seorang ahli botani asal Belanda yang ditugaskan mengelola KRB oleh Gubernur Jenderal Belanda, Van Den Bosch pada tahun 1830.

Di tengah-tengah taman ini ada sebuah tugu dengan nama yang sama yakni Tugu Teijsman. Taman Sujana Kassan, di tengah-tengahnya ada sebuah rangkaian bunga yang kalau dilihat dari atas akan terlihat berbentuk lambang negara Indonesia yakni Burung Garuda.

Taman yang diresmikan pada 18 Mei 1985 ini diberi nama Sujana Kassan atau juga sering ditulis dengan Sedjono Kassan, merupakan orang Indonesia yang pernah menjabat sebagai direktur KRB.

Taman Astrid berada persis di belakang pintu IV KRB alias pintu khusus pejalan kaki. Nama taman ini diambil dari nama seorang permaisuri dari Belgia.

Ciri khas taman ini berupa hamparan rumput luas dengan sebuah kolam dan sebuah jalan yang dipenuhi berbagaiu tanaman bunga. Di sekitar Taman Astrid ada sebuah kafe bergaya Eropa bernama Grand Garden Resto & Café yang semula bernama Kafe Dedaunan.

Sementara di luar tapi tak jauh dari KRB ada Istana Kepresidenan Bogor dan Museum Kepresidenan serta beberapa bangunan tua, antara lain Gedung Walikota Bogor dan Hotel Salak.

KRB berlokasi di Jalan Ir. Juanda No. 13 Kota Bogor. Akses menuju Kebun Raya Bogor pun cukup mudah karena letaknya tidak jauh dari pusat kota, terminal bis, dan stasiun.

Tiket masuk KRB untuk wisnus Rp 15 ribu per orang, untuk wisman Rp 25 ribu per orang, mobil berkeliling Rp 30 ribu, parkir motor 5 ribu, sepeda keliling 5 ribu.

Harga Tiket masuk KRB tersebut sudah termasuk Asuransi Jasa Raharja, distribusi pemkot, dan masuk Museum Zoologi.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. TravelPlus Indonesia meliput perayaaan 2 abad Kebun Raya Bogor (KRB).
2. Umbul-umbul 2 abad KRB.
3. Plang spot-spot menarik KRB.
4. Asri, hijau dan asri khas KRB.
5. Sepenggal pesona Taman Astrid di KRB.
6. Menikmati suasana Grand Garden Resto di KRB.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP