. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Kamis, 23 Maret 2017

Berapa Ganti Rugi 18.882 M2 Terumbu Karang yang Rusak di Raja Ampat?

Tim survei nasional dan tim survei asuransi kapal sudah menyepakati luas terumbu karang yang rusak oleh kapal MV Caledonian Sky asal Inggris yang kandas mencapai hampir 20 ribu meter persegi, tepatnya 18.882 M2. Kesepakatan itu dicapai usai kedua tim melakukan proses survei bersama di lokasi kejadian di kawasan Selat Dampier, Kabupaten Raja Ampat, Papua, Barat, sejak tanggal 19 Maret 2017.

Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno di Jakarta dalam keterangan persnya membenarkan bahwa kesepakatan tersebut telah ditandatangani kedua belah pihak di atas kertas bermaterai.

Havas mengatakan jumlah 18.882 m2 itu dibagi menjadi dua gradasi kerusakan yang berbeda. “13.270 m2 mengalami rusak total oleh kapal dan 5.612 m2 rusak sedang akibat hempasan pasir dan pecahan terumbu karang karena olah gerak kapal, namun demikian terumbu karang yang rusak sedang itu tingkat harapan hidupnya hanya tinggal 50 persen,” ujarnya.

Soal kemungkinan gagalnya rehabilitasi terumbu yang rusak sedang itu, Havas mengatakan jika terumbu karang yang tingkat kemungkinan hidupnya hanya 50 persen tersebut mengalami kematian, maka akan menjadi rusak total. “Apabila coral reef (terumbu karang) yang tingkat kemungkinan hidupnya hanya 50 persen itu mati, maka 5.612 m2 terumbu karang itu akan dihitung dalam gradasi rusak total,” tegasnya.

Hal ini, lanjutnya, akan mempengaruhi valuasi penghitungan nilai kerugian yang paralel dengan jumlah klaim ganti rugi.

Setelah menyepakati jumlah luasan terumbu karang yang rusak, kedua tim survei setuju untuk melakukan analisis lanjutan secara terpisah. Kalau sudah selesai, sambung Havas, kedua tim survei sepakat untuk bertemu kembali membahas secara final hasil survei bersama itu pada minggu pertama bulan April di Jakarta.

Tindak lanjut pemerintah setelah disepakatinya jumlah luasan terumbu karang yang rusak tersebut adalah penghitungan nilai kerugian. “Tim valuasi akan segera bergerak untuk menghitung nilai kerugian akibat rusaknya terumbu karang secara ekonomi,” tutupnya.

Tim valuasi tersebut akan dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai mandat UU Nomer 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah selain akan meminta pertanggungjawaban pihak kapal yang telah merusak terumbu karang di Raja Ampat, akan meminta pemerintah setempat juga harus melakukan introspeksi dan pembenahan.

“Kita belum hitung kerugian yang disebabkan, belum tahu berapa persisnya. Tapi kita juga instrospeksi kenapa kapal itu bisa lepas. Jadi, kita ingin peraturan untuk lebih ketat lagi karena (Raja Ampat) adalah daerah tujuan wisata kita, yang kedua terumbu karang di daerah itu termasuk jenis yang langka di dunia,” ujarnya disela kunjungannya ke kawasan industri PT. Maspion di Gresik, Jawa Timur pada Senin (20/3) sebagaimana dikutip maritimnews.com.


***
Kapal berbendera Bahama dengan membawa 79 personel dan 102 penumpang dari berbagai negara itu, sebelumnya dikabarkan kandas pada Sabtu, 4 Maret 2017 lalu hingga merusak terumbu karang alami seluas 1.600 meter persegi atau kurang lebih setara dengan tiga kali luas lapangan sepakbola.

Kapal pesiar sepanjang 295 kaki atau sekitar 90 meter dan seberat 4.290 ton itu beroperasi ke jantung Raja Ampat, usai melakukan aktivitas pemantauan burung di Pulau Waigo.

Kapal pesiar yang dinahkodai Kapten Keith Michael Taylor dan dimiliki oleh operator tur Caledonia Noble itu dikabarkan terjebak dalam laut yang sedang surut pukul 12.41 WIT di sekitar Pulau Manswar Distrik Meos Manswar. Padahal kapal tersebut dilengkapi dengan radar dan instrumen navigasi canggih.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & maritimnews

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP