. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 08 Juni 2015

Menyelam Sambil Merokok Cuma Ada di Festival Danau Sentani 2015

Melihat orang merokok sambil ngopi di café, itu biasa. Tapi kalau merokok sambil menyelam itu baru unik dan boleh dibilang luar biasa. Apalagi yang melakukannya para ibu. Pemandangan langka itu mungkin hanya dapat Anda jumpai kalau datang ke Papua, tepatnya di daerah sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Kebiasaan para ibu disana menyelam untuk mencari ikan sambil merokok itu rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Oleh karena itu dalam penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) 2015 yang akan digelar di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada 19-23 Juni mendatang, atraksi aneh itu akan ditampilkan.

“Ibu-ibu disana terbiasa merokok setiap hari bahkan saat menyelam mencari ikan. Saat menyelam, bagian api dimasukkan ke dalam mulut,” ujar Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam jumpa pers FDS 2015 bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (8/6).

Menurut Mathius attraksi menjadi lebih menarik karena yang melakukan adalah ibu-ibu yang usianya sudah agak tua. “Bagi mereka itu sesuatu yang biasa karena hampir setiap hari melakukan itu, merokok sambil menyelam untuk mencari ikan. Tapi bagi wisatawan ini menjadi atraksi menarik dan unik,” akunya.

Selain merokok sambil menyelam, event FDS 2015 ini juga akan “Kita akan menampilkan keunikan lain seperti menari di atas perahu, berperang di atas perahu, dan gema tifa kolosal yang diikuti sejumlah Ondoafi. 

Nanti akan ada 100 grup tari terdiri dari 24 grup Ondoafi (4 distrik) di sekitar Danau Sentani, 15 grup distrik di lingkup Kabaupaten Jayapura, 30 grup dari luar Kabupaten Jayapura, 15 grup dari Kota Jayapura, dan 16 grup dari kelompok Paguyuban.

Sejumlah kabupaten lain seperti Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Asmat, Kabupaten Memberamo Raya, Kabupaten Yalimo, dan Kabupaten Sarmi juga akan ikut berpartisipasi meramaikan gelaran budaya tahunan ini.

FDS 2015, lanjut Mathius juga akan dimeriahkan dengan Pameran dan Pasar Produk Ekonomi meliputi Pameran Benda-Benda Budaya, Kerajinan Batu Cycloops, Aksesoris, Literatur Budaya dan Hasil-Hasil Pembangunan, serta Agenda Ketiga : Tour Wisata di Danau Sentani, Overland Tour dan Diplomatic Tour. Disamping itu akan ada pemecahan Rekor MURI untuk Tebar Benih Nila 1 Juta Ekor, Kerja Bakti Massal 10.000 orang,Pembersihan Danau Sentani (Save Sentani Lake) dan Bursa Batu Cycloop (Save Cycloop Mountain).

Setiap FDS berlangsung, lanjut Mathius wisatawan lokal sangat antusias. ”Kalau turis lokal dipastikan selalu full, ditambah wisnus dan wismannya,” akunya.

Penyelenggaraan FDS 2015 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, lanjut Mathius merupakan kali kedelapan. “FDS tahun ini mengamil tema “Budayaku Sejahteraku” (My Culture My Prosperous) merupakan ekspresi dari kecintaan terhadap sesama manusia melalui penguatan karakter budaya yang diimplementasikan dalam norma kehidupan yang damai,” jelas Mathius.

Pelaksanaan FDS 2015 yang mendapat pendukungan dari Kemenpar sejak penyelenggaraan pertama tahun 2008 ini dimaksudkan untuk mempromosikan potensi seni budaya dan obyek wisata, pelestarian seni budaya dan ekosistem Kabupaten Jayapura serta untuk menggerakan ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura. 

Menpar Arief Yahya mengatakan Danau Sentani itu alamnya sangat bagus dan jika dikemas dengan budaya seperti dalam kemasan FDS ini bisa mendatangkan turis. Mengingat di atas 60 persen turis yang datang ke Indonesia adalah untuk melihat budaya. 

Arief menambahkan setiapkali FDS digelar bukan hanya menarik kunjungan wisatwan lokal, nusantara maupun mancanegara pun mendatangkan perputaran uang yang cukup signifikan. “Kita selalu melakukan evaluasi setiap penyelenggaran FDS. Contohnya selama FDS 2013 terjadi transaksi perputaran uang 350 milyar dan tahun berikutnya 2014 naik menjadi 450 milyar. Jika ini sering dilakukan akan lebih banyak lagi uang yang masuk,” jelasnya. 

Mengenai target kunjungan wisatawan, Arief menjelaskan untuk Jayapura tahun 2015 ini target wismannya 1000 orang, sedangkan wisnusnya 100 ribu orang. “Sementara untuk Provinsi Papua targetnya 10 ribu total wisman yang akan di attract,” pungasnya. 

Kata Arief akses udara ke Papua dan Kota Jayapura sudah banyak. “Pesawat Garuda sudah ada 4 kali penerbangan dari Jakarta ke Jayapura yang ditempuh selama 5 jam. Selain itu ada Lion Air, Batik Air, dan Sriwijaya yang terbang 2 kali,” terang Arief seraya menambahkan jumlah penginapan di Kota Jayapura tercatat ada 22 hotel dan 4 tempat penginapan lain.

Sebagai catatan Papua akan menjadi tuan rumah PON 2020. Berdasarkan instruksi presiden, lanjut Arief akses sudah harus selesai sebelum penyelenggaran event PON tersebut. 

“Pembangunan akses ke seluruh di Papua sudah harus selesai tahun 2019. Ketika akses sudah jalan maka akan lebih mudah mempromosikan Papua,” pungkas Arief. 

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com) 

Captions: 
1. Pesona alam Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. 
2. Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam jumpa pers Festival Danau Sentani 2015 bersama Bupati Jayapura Mathius Awoitauw di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (8/6). 
3. Gadis Danau Sentani jadi model salah satu wadah promosi FDS 2015.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP