. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 10 Desember 2014

Jogja Sukses Jadi Lokasi Festival Antikorupsi 2014

Kota Gudeg, Jogja sukses menjadi tempat penyelenggaraan Festival Antikorupsi 2014 selama tiga hari, 9-11 Desember 2014 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam acara yang diprakarsai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) ini, KPK memberikan Gratifikasi Award kepada pejabat yang rajin melaporkan penerimaan hadiah yang diterimanya sekecil apapun. 

KPK memilih Jogja karena kota berpredikat Education City atau Kota Pendidikan ini termasuk dalam 10 besar dengan indeks integritas tertinggi tingkat daerah tahun 2013. Jogja juga mendapatkan skor tertinggi dalam Survei Persepsi Masyarakat (SPM) terkait Pemilu Berintegritas 2014 dan peringkat tertinggi indeks tata kelola Indonesia Government Index.

“Kota Gudeg ini juga menjadi salah satu pilot project program Pencegahan Korupsi Berbasis Keluargan,” jelas KPK dalam siaran persnya di Jakarta baru-baru ini. 

KPK menjelaskan Festival Antikorupsi 2014 merupakan momentum untuk membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat, mengusung gerakan sosial serta membangun budaya antikorupsi. 

KPK berharap masyarakat luas bisa terlibat secara aktif dalam menjalankan agenda besar pemberantasan korupsi. 

Peringatan HAKI kali ini mengusung tema “Tegakkan Integritas”. Tema ini dipilih karena KPK ingin membumikan makna integritas sebagai salah satu dari sembilan nilai antikorupsi. Dalam menyampaikan pesan dari tema “Tegakkan Integritas”, 

KPK menggelar sejumlah kegiatan antara lain pameran, panggung apresiasi, seminar dan diskusi, serta lomba seni dan budaya. Khusus untuk pameran, KPK juga sekaligus menggelar lelang barang gratifikasi serta pemeran integritas yang diikuti 118 kementerian/lembaga, BUMN/BUMD, swasta, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, LSM, komunitas, media massa dan usaha kecil dan menengah (UKM). 

Acara lainnya seminar dan diskusi dengan sejumlah tema antara lain pencegahan korupsi berbasis keluarga, peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, dan saya perempuan antikorupsi. KPK juga menggelar karnaval budaya gerakan antikorupsi dengan rute jalan Solo hingga berakhir di Kridosono. 

Tak ketinggalan Konser Musik Antikorupsi “Gropyokan Korupsi” dan Proklamasi Antikorupsi yang menghadirkan grup band ternama seperti Superman is Dead, GiGi, Jogja Hiphop Foundation, Shaggy Dog, Symphoni, dan Navicula.

Selama tiga hari Festival Antikorupsi 2014 juga disemarakkan dengan gamelan, tari Mbah Surup, pertunjukan film bertema anti korupsi, pertemuan komunitas mahasiswa anti korupsi, standup comedy, dan acara talkshow Mata Najwa spesial dengan tema “Revolusi Bersih”. 

Dalam Festival Antikorupsi 2014, KPK memberikan penghargaan Gratifikasi Award kepada Walikota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi lantaran dia selalu melaporkan penerimaan hadiah yang diterimanya.

Tahun 2013 lalu, Walikota yang akrab disapa Hendi ini juga mendapatkan award yang sama. 

Selama menjabat Walikota Semarang, Hendi juga rutin melaporkan hasil kekayaannya. Dia melaporkan melalui Inspektorat Pemkot Semarang dan tidak langsung ke KPK karena ingin menularkan virus jujur. 

Wakil ketua Andan Pandu Praja dalam sambutannya mengatakan award ini bukan sekadar seremonial dan bukan buat gagah-gagahan melainkan sebagai bentuk apresiasi yang diharapkan mampu menjadi motivasi dan contoh bagi lembaga kementrian, badan, dan kepala daerah lain dalam membangun suatu pemerintahan yang jujur dan transparan. 

Naskah & foto: adji kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

Captions: 
1. Suasana Jalan Malioboro, Jogja yang mendunia.
2. Kaos souvenir khas Jogja.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP