. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Selasa, 29 Juni 2021

TN Kutai Berusia 26 Tahun, Yuk Intip 4 Destinasi Populernya


Hari ini, Selasa 29 Juni 2021, Balai Taman Nasional (TN) Kutai genap berusia 26 tahun.

"Taman Nasional Kutai terbentuk pada tanggal 29 Juni 1995. Sebelumnya masih bernama Suaka Margasatwa Kutai dan berubah nama menjadi Taman Nasional Kutai melalui keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 325/Kpts-II/1995 tanggal 29 Juni 2021," tulis admin akun resmi Instagram Balai TN Kutai @btn_kutai di bawah satu video dan dua foto perayaan hari jadi yang digelar sederhana.

Sejumlah warganet memberi ucapan lewat kolom komentar termasuk TravelPlus Indonesia.

"Met Hari Jadi Ke-26 buat @btn_kutai moga terus terjaga kelestarian & keindahan alamnya serta penghuninya... Juga semakin bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat... Salam pro konservasi dari Adji TravelPlus @adjitropis di Jakarta 💚💙🇲🇨👌".

Usai memberikan ucapan, TravelPlus langsung membuat tulisan ini sebagai kado kecil untuk memberikan informasi kepada traveler yang ingin menikmati daya tarik wisata alam yang dimiliki TN berluas 198.629 ha di Kabupaten Kutai Timur (± 80%), Kabupaten Kutai Kartanegara ( ±17,48%) dan Kota Bontang (±2,52%), Kalimantan Timur ini.


Di laman tnkutai.org dijelaskan sekurangnya ada empat destinasi populer yang ada di TN Kutai yaitu Bontang Mangrove Park, Sangkima, Prevab, dan sejumlah gua karst.

Bontang Mangrove Park (BMP) berada dalam administratif Pemerintah Kota Bontang. Destinasi hutan bakau berluas sekitar 200 ha meliputi Tanjung Limau dan Bontang Kuala ini sangat cocok untuk pendidikan lingkungan khususnya berkaitan dengan mangrove.

Traveler bisa menikmati keindahan hutan mangrove melalui jalur wisata berupa jalan titian dari kayu ulin sepanjang 2 Km. Sepanjang jalur tersebut, asyiknya bisa mempelajari formasi vegetasi mangrove dan keragaman jenis vegetasi mangrove yang memiliki keunikan masing-masing.

Saat berkunjung di pagi hari, traveler akan disambut nyanyian merdu burung remetuk laut (Gerygone sulphurea), suara ribut burung cekakak sungai (Todiramphus chloris), ramainya monyet ekor panjang yang sedang mencari makan, anggunnya burung bangau tongtong (Leptoptilos javanicus), dan elang bondol (Haliastur indus) yang terbang melayang-layang, serta rombongan burung kuntul yang melintasi perairan untuk pulang ke sarang saat senja.

Untuk menikmati semua itu traveler diwajibkan menjaga ketenangan di dalam hutan, membawa kembali sampah ke luar hutan, tidak merusak tumbuhan di dalam hutan, dan tidak memberi makan satwa agar tidak mengubah perilaku satwa tersebut.

Sangat mudah menjangkau BMP yang kondisi hutan mangrove-nya masih sangat baik, karena melalui jalur arteri yang menuju ke pusat kota. 


Sangkima berada di wilayah I Sangatta dan secara administratif berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Di sana traveler bisa melihat hutan alam dengan berbagai tumbuhan terutama jenis ulin (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea spp), dan kapur (Dryobalanops sp). 

Paling menarik ada pohon ulin raksasa berdiameter 2,49 Cm yang diperkirakan berumur 1000 tahun yang dapat ditemukan setelah menyusuri boardwalk sepanjang kurang lebih 900 meter.

Berbagai jenis satwa liar juga mudah dilihat seperti orangutan morio, owa-owa, beruk, monyet ekor panjang, dan bermacam jenis burung.

Traveler juga bisa jungle trekking, berkemah, pengamatan satwa, dan pengenalan pohon.

Untuk mengelilingi kawasan wisata alam Sangkima sepanjang 4 Km, melewati trek hutan, sungai, dan tebing yang dapat dilintasi dengan meniti jembatan yang konstruksinya dikondisikan dapat bergoyang.

Fasilitas yang tersedia di sana antara lain  balai pertemuan umum berkapasitas 50 orang dengan 2 kamar tidur, mushola, toilet, rumah pajang, kantor pengelola, dan ampitheater.

Aksesibilitas ke Sangkima cukup mudah karena berada di Km 38 jalan poros Bontang – Sangatta, dapat dicapai dengan transportasi darat sekitar 60 menit dari Bontang dan 30 menit dari Sangatta.


Prevab berada di Mentoko yang masuk dalam wilayah kerja SPTN I Sangatta,  terletak di pinggir Sungai Sangata dan berbatasan langsung dengan areal industri batubara di seberang sungai.

Di sana traveler bisa melakukan pengamatan orangutan. Terdapat Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) yang dilengkapi dengan jalur interpretasi yang dikenal dengan rute KanCiL (Pendidikan Cinta Lingkungan).

Fasilitas yang ada di Prevab antara lain penginapan, pusat informasi, sumber air bersih, shelter, dan trail wisata.

Prevab dapat dicapai lewat 2 jalur sungai yakni pertama, melalui Jembatan Pinang, yang terletak di pintu gerbang Kota Sangatta dengan waktu tempuh 2 jam dan kedua, lewat Dermaga Papa Charlie yang terletak di Desa Kabo Jaya dengan waktu tempuh ± 30 menit.

Kalau berjiwa petualang, bisa merasakan arung jeram dengan melanjutkan perjalanan dari Prevab ke daerah Mentoko. Mentoko merupakan lokasi yang berada di arah hulu Sungai Sangatta. Lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan perahu saat sungai sedang pasang.


Sederet Gua Karst di Bukit Karst Kendolo, TN Kutai juga diminati para traveler berjiwa petualang.

Ada beberapa gua yang telah diidentifikasi di TN Kutai antara lain Gua Sampek Marta,  Lubang Angin, Tungap, Tengah, Kelelawar,  Buaya, Sarang Hitam, Sangkima, dan Gua Busur.

Namun yang digunakan untuk kegiatan wisata penelusuran gua atau boleh yang boleh dikunjungi wisatawan, antara lain Gua Lubang Angin dan Gua Sampekmarta. Sedangkan gua-gua yang lain, hanya diizinkan untuk kegiatan penelitian.

Gua Sampek Marta dan Lubang Angin yang memiliki struktur gua yang menarik dan bervariasi, secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur dan menjadi bagian dari Resort Teluk Pandan, SPTN Wilayah I Sangatta.

Selain destinasi-destinasi populer tersebut, TN Kutai masih memiliki sejumlah daya tarik wisata alam lainnya yang juga diminati traveler seperti Teluk Lombok, Pantai Tanjung Prancis, Teluk Kaba, Danau Lesung, Telaga Bening, Bukit Hijau, dan Rantau Pulung.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis

Foto: @btn_kutai & tnkutai.org
 

Read more...

Senin, 28 Juni 2021

Genap Berusia 52 Tahun, Menparekraf Sandi Banjir Ucapan, Doa, dan Harapan


"Pagi hari nyeruput cappucino, selamat ulang tahun Pak @sandiuno~
28 Juni merupakan hari lahirnya Pak Menteri @kemenparekraf.ri kita loh, Sob!".

Begitu salah satu isi ucapan buat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) yang berulangtahun hari ini, Senin, (28/6).

Menariknya ucapan tersebut datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang disampaikan lewat akun resmi Instagram (IG)-nya @kemenkominfo.

Di bawah ucapan tersebut, admin @kemenkominfo menjelaskan kalau Sandi mengawali karirnya sebagai pengusaha. "Beliau menjabat sebagai direksi di sejumlah perusahaan berbagai sektor,".

Selanjutnya diterangkan pula awal karir politik Sandi. "Karir politiknya diawali dengan dilantiknya beliau sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu," terang adminnya.

Berikutnya dijelaskan soal konsep kerja Sandi sebagai Menparekraf di Kemenparekraf yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

"Ayo kita dukung agar kolaborasi dan inovasi yang diciptakan bisa membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Jangan lupa tulis harapanmu untuk Pak @sandiuno di kolom komentar, ya~", pungkas adminnya.


Akun resmi Kemenparekraf juga tak mau kalah, memberikan ucapan lewat pantun.

"Bertamasya ke pohon Malino. Menikmati pinus serta hangatnya mentari. Selamat bertambah usia Pak Menteri @sandiuno 🥳.
Selalu sehat dan semangat bangkitkan Parekraf negeri!," tulis admin @kemenparekraf.ri. seraya mendoakan semoga kesehatan dan kebahagiaan senantiasa menyertai langkah dalam meroketkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

"Adek Balqis lagi makan biskuit
Kakak Rino lagi ngerujak kedondong
Optimis Parekraf pasti bangkit
Karena Menterinya Pak Sandiuno, dong~ 😋," pungkas adminnya.

Ucapan selamat ultah juga datang dari beberapa dinas kebudayaan (disbud) dan dinas pariwisata (dispar), antara lain dari Dispar Provinsi NTB,  Disporpa Lampung Barat, dan Disbud DKI Jakarta.

"Jalan-jalan ke Gili Meno. Jangan lupa membeli sayur. Selamat ulang tahun Pak Sandiaga Uno. Semoga Panjang umur.

Kami segenap keluarga besar Dinas Pariwisata NTB mengucapkan selamat ulang tahun kepada Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia @sandiuno yang ke-52 tahun. Semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu menyertai Bapak," tulis  admin akun resmi Dispar NTB @lomboksumbawa.go.

"Selamat Milad Mas Menteri Sandiaga Uno yang Ke-52. Semoga Panjang Umur, Sukses dalam memajukan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia," tulis admin @disporapar_lambar.

"Kami segenap keluarga besar Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengucapkan, Selamat ulang tahun untuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, bapak Sandiaga Uno. Semoga selalu diberi kesehatan, yang diimpikan segera terwujud, tetap semangat berjuang juga bertugas untuk rakyat dan bisa terus memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia," tulis admin @disbuddki.

Ucapan juga datang dari Kepala Disbud DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana alias Imot. "Teriring doa dan ucapan salam selamat HUT utk pak Menteri @sandiuno ❤️," ucap @imot_wardhana.


Ucapan senada juga data dari sekolah tinggi Pariwisata (STP) dan politeknik pariwisata (Poltekpar) antara lain dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Poltekpar Palembang, Poltekpar Medan, dan Poltekpar Bali.

"Selamat ulang tahun ke-52 Bapak Sandiaga Salahuddin Uno @sandiuno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Semoga selalu dilimpahkan keberkahan, kesehatan dan keselamatan dalam tugas demi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia 🇮🇩," tulis admin @stpnhi_bandung.

"Segenap Sivitas Akademika Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang mengucapkan Selamat ulang tahun ke-52 Pak Menteri @sandiuno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Semoga selalu dilimpahkan keberkahan, kesehatan dan keselamatan dalam tugas demi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia 🇮🇩," ucap admin @poltekpar_palembang.

 "Selamat ulang tahun Bapak Sandiaga Salahuddin Uno @sandiuno. Sehat selalu dan selalu di berkati dalam menjalankan tugas 😊😊. Liburan sekolah ke Kota Magetan, Di sana belajar angklung.
Selamat ulang tahun kami ucapkan, Untuk Menteri kami tersayang," ungkap admin @poltekparmedan.

"Keluarga Besar Politeknik Pariwisata Bali mengucapkan Selamat Hari Lahir kepada Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia," ucap admin @poltekparbali.

Ucapan, doa, dan harapan buat Sandi juga datang dari sejumlah komunitas seperti Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dari berbagai daerah, antara lain Genpi Indonesia, Genpi Lombok Sumbawa, Genpi Lampung, Genpi Metro, Genpi Wakatobi, dan Genpi Sabang.

"Keluarga besar Generasi Pesona Indonesia mengucapkan Selamat ulang tahun Mas Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno ke - 52 tahun⁣. Semoga selalu dilimpahkan kesehatan, keberkahan, dan keselamatan dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia⁣," tulis admin  @genpiindonesia.

Amatan TravelPlus Indonesia, dari beragam ucapan, ada satu yang sepertinya amat menarik buat Sandi. Buktinya dia mengunggah ucapan tersebut di akun IG pribadinya @sandiuno.

"Pagi ini, selain mendapat hadiah ucapan dari keluarga tercinta, saya juga mendapat hadiah yang tak kalah indah dari @arafasyh, seorang pelajar di SMK Negeri 51, Jakarta Timur. Sebuah gambar ilustrasi saat saya sedang kunjungan kerja ke Danau Toba," tulis Sandi.

Menurutnya, sampai saat ini saja masih tersambung baik dengan para pelajar yang ada di SMKN 51 karena 2 tahun lalu sempat membantu meningkatkan keterampilan kewirausahaan untuk siswa-siswi yang ada di sana.

Kata Sandi, Arafa yang mengirim gambar ilustrasi tersebut memiliki cita-cita ingin menjadi seorang ilustrator atau graphic designer.

"Saya doakan semoga cita-citanya bisa terwujud. Mudah-mudahan setelah lulus nanti bisa gabung di tim, dan kita bisa bekerja bersama-sama untuk semakin meningkatkan sektor ekonomi kreatif, membuka luas lapangan kerja. Sukses dan terima kasih untuk gambar ilustrasinya 🙏🏻," pungkas Sandi.


Di beberapa WhatsApp Group (WAG) juga terkirim ucapan serupa, antara lain dari WAG Forgi Budparekraf (Forum Sinergi Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta sektor-sektor terkait) yang anggotanya terdiri atas sejumlah kepala dispar, kepala museum, kalangan industri wisata, akademi, komunitas, dan lainnya.

"HBD to Bang Sandi, moga senantiasa sehat dan terus bermanfaat buat kemajuan Parekraf Indonesia," tulis admin WAG Forgi Budparekraf.

Lewat tulisan ini TravelPlus Indonesia berikut akun IG resminya @adjitropis yang sejak zadul aktif mengupas tentang destinasi, event/festival, sport tourism, hotel, kuliner (resto), MICE, konservasi (cagar/nilai budaya, TN, TWA) & Ekraf juga turut mengucapkan selamat milad buat Sandiaga Salahuddin Uno semoga selalu diberi kesehatan, kelancaran, kemudahan dan keberhasilan dalam menjalankan tugasnya sebagai Menparekraf sehingga bisa membawa Sektor Parekraf Indonesia semakin berkualitas sekalipun berada di era pandemi ini.

Harapannya, libatkan pewarta/blogger bernilai plus (sekaligus pegiat medsos) yang selama ini sudah begitu loyal ikut mempromosikan hal-hal terkait kepariwisataan (termasuk budaya, ekraf dll di dalamnya) untuk memberikan informasi yang kreatif, beda (tidak seragam), menarik (tidak membosankan), dan tepat sasaran kepada masyarakat luas.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis (pewarta/blogger senior plus pegiat medsos kepariwisataan)

Foto: @adjitropis, @sandiuno, @kemenparekraf.ri @kemenkominfo, @lomboksumbawa.go, @disbuddki, @disporapar_lambar, @stpnhi_bandung, @poltekpar_palembang, @poltekparmedan, @poltekparbali, @genpiindonesia, @genpilomboksumbawa, @genpi_lampung & @genpimetro

Read more...

Minggu, 27 Juni 2021

Di Padang Pariaman Bekas Tambang Galian Disulap Jadi Destinasi Ekowisata, Ini Penampakannya


Ada destinasi baru di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat  (Sumbar). Namanya Taman Ekowisata Berbasis Air

Keistimewaan taman ekowisata yang lokasi tepatnya di Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung tersebut semula merupakan bekas pertambangan galian C yang telah beroperasi sejak 2014.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Siti Nurbaya di akun Instagram (IG) pribadinya @siti.nurbayabakar, Minggu (27/6/2021) menjelaskan pembangunan ekowisata tersebut merupakan bagian dari program pemulihan kerusakan Lahan Akses Terbuka (LAT) yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Prinsip pemulihan lahan bekas tambang, lanjutnya, bertujuan mengembalikan fungsi lahan mendekati kondisi sebelum kegiatan pertambangan.

"Pariwisata berbasis lingkungan di lokasi eks tambang ini akan mengedepankan aspek konservasi alam, memberi manfaat secara ekonomi, dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat lokal," terang Menteri Siti.

Dalam video peresmian LAT Taman Ekowisata Berbasis Air Padang Pariaman yang diunggah Menteri Siti tervisualisasikan acara peresmian daya tarik baru tersebut yang dilakukan Gubernur Sumbar Mahyeldi dengan memukul gong.

Mahyeldi didampingi Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur bersama dengan Plt. Direktur Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK Sigit Reliantoro.

Acara peresmian yang berlangsung pertengahan Juni, tepatnya Kamis (17/6) lalu dimeriahkan dengan suguhan tarian tradisional setempat.

Selain itu diisi dengan acara penanaman pohon bersama serta penandatangan MOU oleh Wali Nagari dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam video berdurasi 3 menit 31 detik itu  nampak keberadaan taman ekowisata berbasis air yang menghampar hijau dengan berbagai pepohonan dan tanaman, seperti bukan bekas tambang galian.

“Di Sumbar sebelumnya juga sudah bekas galian tambang di kota Sawahlunto yang dijadikan objek wisata danau dan pacuan kuda. Nah sekarang bertambah lagi dengan adanya Taman Ekowisata Berbasis Air di Kabupaten Padang Pariaman ini," terang Mahyeldi. 

Di laman Pemkab padangpariamankab.go.id, Mahyeldi mengharapkan bupati mendorong OPD-OPD di lingkungan Pemkab Padang Pariaman dan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Lubuk Alung untuk memanfaatkan taman ekowisata bekas lahan tambang Balah Hilia ini secara reguler sebagai tempat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sesuai.


Suhatri Bur menjelaskan bahan bekas tambang harus berada pada kondisi aman dan produktif, prinsip pemulihan lahan bekas tambang adalah mengembalikan fungsi lahan ke kondisi mendekati kondisi sebelum kegiatan pertambangan.

“Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata berbasis lingkungan dengan mengedepankan aspek konservasi alam, memberi manfaat secara ekonomi, mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat lokal, hal tersebut tentunya akan sangat membantu untuk perkembangan khususnya dibidang ekonomi di daerah,” tambah bupati.

Kehadiran Taman Ekowisata Berbasis Air Padang Pariaman, otomatis menambah ragam daya tarik wisata yang ada di Kecamatan Lubuk Alung.

Sebelumnya di kecamatan tersebut sudah ada sejumlah objek wisata alam antara lain Pemandian Tapian Puti di Korong (Desa) Sikabu Bukik, Nagari Sikabu, Air Terjun Nyarai, Lubuak Batu Tuduang di Kawasan Air Terjun Nyarai, Air Terjun Belek, Pincuran Tujuah, Lubuk Cimantung, Goa Salibutan, Ngalau Bukik Kandang Kambiang, Taman Bendungan Anai, dan Air Terjun Babang serta objek wisata religi berbasis sejarah Masjid Ampek Lingkuang di Korong Balah Hilia, Nagari Lubuk Alung.

Nah, kalau traveler dan backpacker suatu hari nanti datang menjelajah ragam daya tarik Kabupaten Padang Pariaman, jangan lupa luangkan waktu ke Taman Ekowisata Berbasis Air.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis

Foto: tangkapan layar video peresmian Taman Ekowisata Berbasis Air Padang Pariaman di IG @siti.nurbayabakar


Read more...

Jumat, 25 Juni 2021

Gelar Kejuaraan Selancar, Pantai-pantai di Sumbawa Barat Makin Terkenal


Kegiatan olah raga yang berpadu dengan keindahan sebuah objek wisata atau istilah kerennya sport tourism event, tak bisa dipungkiri mampu mengangkat nama sekaligus ragam daya tarik atau pesona destinasi setempat. 

Salah satu contohnya kejuaraan selancar bertajuk West Sumbawa Surf Festival 2021 yang digelar di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Berkat West Sumbawa Surf Festival 2021, nama-nama pantai di KSB yang menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan surfing tersebut berujung semakin dikenal luas. 

"Publik di luar NTB akhirnya jadi tahu kalau KSB dan Pulau Sumbawa secara umum ternyata punya pantai-pantai yang indah untuk surfing dan aktivitas wisata lainnya yang tentunya dapat menambah pengalaman berwisata yang tak ada habisnya di NTB, selain spot-spot marine tourism yang sudah lebih dulu dikenal antara lain kawasan Mandalika di Lombok Tengah dan Lakey Peak di Dompu," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Yusron Hadi kepada TravelPlus Indonesia, Jumat (25/6).

Pihaknya, lanjut Yusron mengapresiasi sport tourism event yang bisa terlaksana dalam masa pandemi ini, asalkan pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang ketat. 

Menurutnya penyelenggaraan sport tourism event bisa menambah semangat  kepariwisataan Lombok Sumbawa khususnya di KSB. Namun sebaiknya setiap event yang digelar diintegrasikan dengan KSPN Mandalika. "Untuk itu diperlukan travel pattern yang baik, yang bisa mengintegrasikan ini semua," tambahnya.

Di akun Instagram (IG) @west_sumbawa_surf_club  dijelaskan West Sumbawa Surf Festival (WSSF) 2021 terbagi atas 5 seri pada waktu dan tempat yang berbeda.

WSSF 2021 Seri 1 Scar Reef sudah sukses berlangsung di Pantai Jelenga pada Mei lalu.  

Efek positifnya, nama dan daya tarik Pantai Jelenga pun mengangkasa. Kenapa? Ya karena terekspos ragam media online (website & weblog) antara lain di TravelPlus Indonesia serta media sosial (medsos) seperti IG, contohnya di akun @west_sumbawa_surf_club dan @adjitropis.  

Para penggila selancar menyebut Pantai Jelenga sebagai scar reef surfing spots, lantaran gelombang ombaknya berbentuk seperti pipa raksasa, dan tingginya antara dua sampai tiga meter.

Keistimewaan lain pantai yang berada di Dusun Jelenga, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, sekitar 9 Km dari Kota Taliwang, Ibukota KSB ini memiliki bentangan pantai yang panjang membentuk tapal kuda dengan pasir putih seperti butiran merica. Ditambah lagi, air lautnya biru jernih dan berparas sunset nan elok. 

Melihat kelebihannya itu tak heran kalau Pantai Jelenga sudah terkenal dikalangan para surfers baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Begitupun dengan pantai-pantai lainnya yang menjadi tempat WSSF 2021 untuk seri selanjutnya, seperti Pantai Sekongkang, Pantai Kertasari, dan Pantai Muluk.

Pantai Sekongkang yang berada di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang menjadi lokasi WSSF 2021 seri 2 Tropical Reef yang akan dihelat pada 27 Juni.

Bentangan pantainya panjang dan berpasir putih, ditambah ombak tropical reef-nya yang bergulung-gulung menjadi dambaan para penggila surfing.


Sementara itu Pantai Kertasari sebagai lokasi WSSF 2021 seri 3 Northern Right, rencananya akan digelar Juli. 

Pantai Kertasari yang berada di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang berpasir putih dengan airnya yang jernih. Kondisi air laut sampai ke pinggir pantai nyaris tidak bergelombang jadi aman untuk berenang.

Gelombang besar northern right-nya berada di bagian tengah, menjadi tempat para surfers menari-nari di atas papan sepuasnya. 

Satu lagi Pantai Muluk yang terpilih sebagai lokasi WSSF 2021 untuk seri 4 Playground Supersuck pada September mendatang.

Pantai Maluk yang berada di Desa Maluk, Kecamatan Jereweh gelombak ombaknya  yang disebut playground supersuck tergolong tenang karena berupa teluk yang diapit dua bukit, yaitu Bukit Balas di Selatan dan Bukit Mantun di Utara. 

Untuk seri terakhir atau ke-5 Search Contest yang akan dihelat pada Oktober mendatang, lokasi pantainya masih dirahasiakan panitia. Namun dipastikan di pantai yang ada di wilayah KSB. Nama dan daya tarik pantai tersebut juga sama, akan semakin terkenal.

Tak cuma pantai-pantainya yang semakin tersohor, penyelenggaraan WSSF 2021 juga berdampak semakin terpublikasikan ragam akomodasi yang ada di pantai-pantai tersebut, seperti resort/penginapan yang selama ini menjadi camp dambaan para peselancar.

Tak ketinggalan tempat penyewaan papan selancar, toko merchandise surfing, kafe maupun sentra kuliner seafood setempat, dan lainnya, juga ikut terpromosikan.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: @sumbawa_surf_club & dok.yusron hadi


Read more...

Jadi Lokasi Puncak Peringatan HKAN, Enam Keuntungan Ini Bakal Digenggam


Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) setiap tahun di lokasi yang berbeda, banyak keuntungannya. Satu di antaranya, nama tempat/daerah/destinasi/kawasan konservasi yang menjadi lokasi puncak peringatan HKAN sudah pasti terdongkrak.

Kenapa terdongkrak? Ya karena nama lokasi tersebut akan tersiar luas bukan hanya saat pelaksanaan kegiatan (on event), pun sebelum (pra) dan setelah kegiatan (pra/post event).

Tersiar luas di mana? Sudah jelas di ragam media baik itu media online (website/weblog) maupun media sosial (FB, Twitter, Instagram, Tiktok, YouTube, WAG, Telegram Group, dll).

Apakah cuma namanya saja yang terangkat (baca: terekspos luas)? Tentu saja tidak. Masih ada sederet keuntungan lainnya.

Amatan TravelPlus Indonesia sebagai pewarta/blogger dan pegiat medsos yang juga konsen dengan kegiatan bermuatan konservasi, sekurangnya masih ada 5 keuntungan lagi yang otomatis didapat sebuah tempat/daerah/destinasi/kawasan konservasi jika menjadi lokasi puncak peringatan HKAN, yaitu daya tarik, budaya lokal, ekonomi kreatif (ekraf), pendapatan masyarakat/pelaku usaha wisata, dan citra positif pejabat/pimpinan daerahnya serta nama pewarta/blogger yang meliput (menulis lalu menyebarluaskannya) pun ikut terdongkrak.

Contohnya peringatan puncak HKAN tahun lalu. Nama lokasinya Bontang Mangrove Park (BMP), Taman Nasional Kutai, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terekspos di ragam media, salah satunya di TravelPlus Indonesia berikut di akun resmi Instagram (IG)-nya @adjitropis.

Berkat sejumlah tulisan tersebut, daya tarik yang dimiliki BMP sebagai destinasi wisata konservasi pun ikut terekspos termasuk aktivitas wisata pro konservasi atau yang ramah lingkungan (ekowisata) yang bisa dilakukan pengunjung/wisatawan di sana. 

Peringatan puncak HKAN tahun lalu yang diselenggarakan Rabu, 16 September 2020 tersebut juga turut mengangkat budaya lokal masyarakat setempat.

Buktinya, Tarian Jepen yang menjadi pembuka acara peringatan, yang para penarinya berkonstum adat setempat bmenggambarkan masyarakat Kutai sedang bersukacita menyambut perayaaan, ikut terangkat keunikannya.

Begitupun dengan hasil produk ekraf/Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masyarakat setempat, khususnya di Bontang juga kecipratan jadi lebih dikenal masyarakat luas seperti lukis pasir dalam botol, batik khas Kota Bontang dan lainnya.

Pendapatan masyarakat/pelaku usaha wisata setempat otomatis ikut meningkat terutama di bidang transportasi, akomodasi, dan konsumsi/kuliner/oleh-oleh.

Kehadiran para undangan spesial dari berbagai kota/daerah seperti para pejabat pusat dari lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), para kepala balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA)/ kepala balai besar KSDA, sejumlah kepala taman nasional serta pihak-pihak terkait lain, termasuk media peliput, jelas meningkatkan permintaan akan alat transportasi mulai dari pesawat udara, penyediaan mobil dan lainnya untuk menuju lokasi acara.

Begitupun dengan akomodasi (hotel dan sejenisnya) yang digunakan para undangan atau mungkin panitia pelaksana untuk istirahat ataupun menginap.

Tak ketinggalan aneka ekraf/UMKM-nya seperti makanan/minuman untuk konsumsi/kuliner para undangan selama berada di sana. Termasuk panganan dan aneka kerajinan tangan atau merchandise khas daerah setempat yang tentu saja bakal diborong para undangan dan lainnya sebagai buah tangan.

Citra positif para pejabat/pimpinan daerah jelas terdongkrak karena ikut terpampang nama berikut pernyataan yang disampaikan dalam kata sambutan, maupun aktivitas bermuatan konservasi yang dilakukan sewaktu menghadiri puncak peringatan HKAN.

Buktinya, pada peringatan puncak HKAN 2020 di BMP, nama Gubernur Kaltim, Isran Noor ikut terekspos, termasuk Wakil Menteri LHK, Alue Dohong yang turut hadir.

Terakhir, otomatis nama pewarta/blogger yang menulis dan menyebarluaskan event berskala nasional tersebut pun ikut terangkat berikut nama ragam medianya (website/weblog dan akun medsosnya).


HKAN 2021
Lalu bagaimana dengan keuntungan yang akan digenggam dari penyelenggaraan peringatan HKAN 2021 yang akan berlangsung 8 - 10 Agustus mendatang, dan puncaknya tanggal 10 Agustus di Pantai Lasiana, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Kota Kupang, NTT?

Jawabannya, HKAN 2021 yang mengusung tema Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara atau Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara ini juga akan mendapatkan enam keuntungan sebagaimana tersebut di atas, baik itu keuntungan buat tempat penyelenggaraannya, daya tariknya, budaya lokalnya, ekrafnya, pendapatan masyarakat/pelaku usaha wisatanya, citra pejabat/pimpinan daerahnya, maupun nama pewarta/blogger yang menulis kegiatan spesial ini.

Buktinya, nama TWAL Teluk Kupang sudah disebut-sebut jauh sebelum hari 'H' peringatan puncak HKAN 2021 termasuk di dalam tulisan TravelPlus ini. Artinya sejak pra event sudah terangkat pamornya. Apalagi nanti pas on event, pasti akan lebih bergema lagi, bahkan setelah kegiatan (pra/post event) ini berakhir.

Ragam daya tarik kawasan konservasi berluas 63,881 hektar yang berada di bagian Barat Pulau Timor dan berbatasan dengan laut Timor serta berjarak sekitar 3 Km dari pusat Kota Kupang ini pun otomatis ikut melangit.

Efek positifnya, publik atau masyarakat luas sebagai calon wisatawan akan semakin tahu/paham kalau TWAL yang disebut-sebut surganya aneka burung ini bukan cuma memiliki bentangan pantai berpasir putih, pun sejumlah pulau menawan seperti Pulau Kera, Kambing, Tikus, Burung, Semau, dan Pulau Tabui serta kekayaan dan keindahan bawah lautnya. Artinya banyak aktivitas wisata bahari, bird watching, ekowisata, dan sport tourism yang bisa dilakukan di sana.

Jika sudah diketahui masyarakat luas, otomatis ada kemungkinan suatu saat nanti, mereka (calon wisatawan tersebut) akan datang berkunjung ke TWAL Teluk Kupang.

Begitupun dengan moda transportasi menuju Kupang dan lokasi acara serta akomodasi (hotel di sekitar kota Kupang, terlebih yang dekat dengan lokasi acara), pastinya akan mengalami lonjakan permintaan. 

Rumah makan/resto/kafe, sentra kuliner, dan toko oleh-oleh pun bakal diserbu. Aneka buah tangan dan suvenir khas Kupang seperti bermacam kain dan tas tenun NTT, daging se’i, jagung titi, kopi Flores, topi ti'i langga khas Kepulauan Rote, dan miniatur sasando juga bakal laris manis.


Sebuah kegiatan level nasional itu sejatinya memang harus melibatkan partisipasi masyarakat/komunitas/pelaku usaha wisata serta pewarta/blogger yang loyal dan tepat. Kenapa? Ya supaya multiplier effect-nya  lebih meluas dan berujung pada pada peningkatan ekonomi tingkat lokal.

Begitupun penyelenggaraan peringatan HKAN tahun ini yang mana Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara sebagai ketua panitia pelaksananya, semoga tidak semata bermanfaat dalam mengampanyekan pentingnya konservasi alam, pun mampu minimal mensejahterakan masyarakat setempat.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis (pewarta/blogger senior & pegiat medsos pro konservasi) 

Foto: tangkapan layar video profil twal teluk kupang di @bbksda_ntt, @timbatara_instag & @tenuninandao



Read more...

Kamis, 24 Juni 2021

Gua Sarang di Sabang Kian Menarik Perhatian, Ini Sederet Pemicunya


Memiliki banyak kelebihan, objek wisata alam Gua Sarang di Sabang, semakin menarik perhatian wisatawan. Salah satu pemicu teranyarnya, gua yang berada di tebing karang ini berhasil masuk nominasi ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2021 untuk kategori Surga Tersembunyi.

Keberhasilan Gua Sarang menjadi nominasi API Awards yang ke-6 ini, tak bisa dipungkiri ikut mendongkrak nama dan pamornya. Apalagi kategorinya terbilang 'sexy', bikin penasaran wisatawan.

Sadar akan kesempatan emas yang didapat Gua Sarang, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Sabang pun tak mau tinggal diam.

Beragam upaya siap dilakukan untuk mempromosikan Gua Sarang agar  kepopulerannya tidak cuma jago kandang dan tentu berharap ujungnya bisa menang API Awards 2021 sebagai juara satu untuk kategori tersebut.

"Kami akan mempromosikan Gua Sarang lebih gencar supaya lebih dikenal dalam skala yang lebih besar ke level nasional," terang Faisal selaku Kepala Dispar Kota Sabang kepada TravelPlus Indonesia, Kamis (24/6).

"Rencana kami akan mempromosikan melalui travel agent, wisatawan, dan di tempat-tempat wisata," tambah Faisal.

Lalu apa kelebihan lain yang dimiliki Gua Sarang yang berada di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh tepatnya di antara Pantai Pasir Putih dan Lhong Angen ini?

Pertama, karena berlokasi di kaki tebing  yang menjorok ke laut di pulau paling ujung Barat Indonesia yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, air lautnya biru tosca yang berpadu dengan gugusan pulau-pulau kecil dan stone beach, membuat Gua Sarang kerap dijuluki "Raja Ampat mini", maksudnya Raja Ampat berukuran kecil.

Kedua, karena berada di bawah perbukitan hutan lindung Pulau Weh yang lebat  sehingga membuahkan suasana asri, hijau, dan udara segar.

Berikutnya, ada spot-spot foto kekinian. Kalau berfoto di spot-spot tersebut akan nampak latar belakang gugusan pulau-pulau kecil di sekitaran Gua Sarang dengan laut berwarna biru yang amat menawan.

Selanjutnya, gua yang menjadi tempat bersarangnya burung walet dan kelelawar ini dapat jangkau dengan menyewa boat warga setempat untuk mengelilingi setiap jengkal keindahannya.

Selain keliling gua dengan boat jika cuaca laut bersahabat, masih ada aktivitas wisata lain yang bisa dilakukan wisatawan di sekitar Gua Sarang antara lain memancing, snorkeling, ber-swafoto, dan menikmati matahari terbit.

Kelebihan lainnya, kendati menawarkan banyak pesona, namun harga tiket masuknya amat terjangkau.

Menurut Teuku Adil salah seorang pemandu wisata setempat, tiket masuknya cuma Rp 5 ribu per orang.

"Sebelum pandemi, wisatawan yang ke Gua Sarang selain dari daratan Aceh juga dari Medan," ungkap Teuku Adil.

Tak sulit menjangkau Gua Sarang. Dari Pelabuhan Balohan, Sabang, paling praktis menyewa mobil travel atau sepeda motor karena tidak ada kendaraan umum ke lokasi. Setibanya di lokasi beli tiket masuk lalu menyewa boat.

Harga sewa mobil Toyota Hiace  berkapasitas sampai dengan 15 seat Rp 1,2 juta per hari. Sedangkan Toyota Fortuner VRZ 6 seat Rp 1,5 per hari, Fortuner biasa 6 seat Rp 800 ribu per hari.

Sementara itu Innova Reborn 7 seat Rp 700 per hari, Innova biasa 7 seat Rp 600 per hari, dan Avanza 6 seat Rp 500 per hari. Semua harga sewa mobil tersebut kalau memakai sopir. Jika lepas kunci (no driver), jelas lebih murah.

Pilihan lain menyewa sepeda motor Vario, Lexy, Beat ataupun Scopy. Harga sewanya cuma 100 ribu per hari.


Kelebihan terakhir, usai dari Gua Sarang nan eksotis bisa lanjut snorkeling di Pulau Rubiah yang sudah mendunia namanya, ke Tugu Nol Kilometer, dan sejumlah objek wisata Sabang lainnya.

Harga paket snorkeling di Pulau Rubiah Rp 500 ribu. Harga tersebut sudah termasuk boat kayu/speed pergi-pulang Pulau Rubiah, pemandu snorkeling profesional, dokumentasi GoPro series, serta full set alat snorkeling seperti mask, life jacket, dan fins.

Trik supaya biaya transportasi lebih irit, disarankan kalau ke Gua Sarang lanjut Pulau Rubiah dan objek-objek lainnya, sebaiknya berkunjung dalam kelompok kecil atau small group agar bisa share cost untuk sewa mobil dan boat.

Lalu kenapa TravelPlus mengupas daya pikat Gua Sarang pas hari Kamis ini, 24 Juni? Jawabannya simple, karena tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Jadi Kota Sabang yang ke-56 tahun (24 Juni 1965 - 24 Juni 2021).

HBD to Kota Sabang, semoga kian berkilau, tetap terjaga keasiran laut dan hutannya serta semakin maju sektor kepariwisataannya.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis

Foto: @guasarang_sabang, @teukuadil11_, @disparkotasabang & @adjitropis

Read more...

Rabu, 23 Juni 2021

Jakarta Masuk Nominasi Kota Kreatif Literatur Dunia, Ini Lima Langkah yang Dilakukan


Jakarta berhasil masuk nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2021 untuk kategori Creative City of Literaturer atau Kota Kreatif Literatur Dunia.

Hal itu terungkap dalam surat perihal Informasi Hasil Seleksi Nasional UCCN 2021yang ditandatangani Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Kemendikbud-Ristek RI Prof. Dr. Arief Rachman MPd pada tanggal 21 Juni 2021.

Dalam surat itu dijelaskan KNUI telah melaksanakan proses seleksi Nasional Nominasi UCCN 2021dengan melibatkan Kementerian/Lembaga serta experts terkait. 

Berdasarkan beberapa pertemuan dan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) yang telah dilaksanakan, Pemerintah Indonesia melalui KNUI, Kemendikbudristek merekomendasikan Kota Jakarta untuk diusulkan sebagai nominasi UCCN pada call for application 2021 untuk kategori Creative City of Literature.

Selain Jakarta, juga ada satu kota lagi yang diusulkan yaitu Kota Salatiga untuk kategori Creative City of Gastronomy.

Keputusan tersebut didasari atas diskusi dan masukan pemangku kepentingan antar-Kementerian/Lembaga, Expert dari masing-masing creative field serta komitmen dari kedua kota tersebut untuk tetap mengembangkan potensi kreatif sesuai dengan hasil Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sebagai kebijakan di Indonesia dalam pesinergian Program dan Sistem Ekonomi Kreatif Nasional (PEMRI) dan UCCN.

Mendapat kabar menggembirakan itu, TravelPlus Indonesia @adjitropis segera mengirimkan surat informasi yang diunggah akun Instagram @humassetdakotasalatigaofficial tersebut ke Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya sekaligus mempertanyakan kebenarannya.

"Iya benar, Jakarta terpilih masuk Nominasi UCCN pada call for application 2021 untuk kategori Creative City of Literature," balas Gumilar, Rabu (23/6).

Langkah/dukungan apa saja yang dilakukan Pemprov DKI melalui Disparekraf-nya sehingga Jakarta berhasil masuk nominasi tersebut?

Menurut Gumilar sekurangnya ada lima bentuk dukungan yang sudah dilakukan yaitu pertama, dukungan penyusunan proposal bidding CoL (City of Literature).  

Kedua, pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan pentahelix yang terdiri atas unsur akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media.

Selain itu, dukungan Persiapan pelaksanaan Uji Petik PMK3I. "Kalau dukungan ini dilakukan oleh Kemenparekraf," terang Gumilar.

Selanjutnya, dukungan Regulasi/Kebijakan untuk Pengembangan Ekosistem Kreatif. 

"Terakhir atau kelima, dukungan terhadap kegiatan subsektor ekonomi kreatif terutama subsektor penerbitan dan perbukuan," pungkas Gumilar.


Keberhasilan Jakarta masuk nominasi UCCN tahun 2021 yang diumumkan sehari jelang Hari Ulang Tahunnya yang ke 494, menjadi kado istimewa tersendiri.

Kini tinggal selangkah lagi Jakarta bakal menyandang predikat Kota Kreatif Literatur Dunia. 

Pihak UNESCO yang berpusat di London, kabarnya akan melakukan seleksi nominasi kota-kota di dunia yang bakal masuk dalam jaringan kota kreatif UCCN.

Sebagai pengingat, sebelumnya beberapa kota di Indonesia ada yang sudah masuk dalam jaringan UCCN, yaitu Kota Pekalongan untuk kategori City Creative of Crafts and Folk Art pada 2014. Setahun kemudian Kota Bandung untuk kategori City Creative of Design atau Kota Kreatif Desain Dunia.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: @disparekrafdki & @humassetdakotasalatigaofficial


  

Read more...

Usai Jalan-jalan di Pekanbaru, Aneka Buah Tangan ini Wajib Diborong Sebelum Pulang


Hari ini tepat tanggal 23 Juni Pekanbaru berulang tahun. Usianya jelas bertambah, kini 237 tahun (23 Juni 1784 - 23 Juni 2021). Sebagai kado kecil, TravelPlus Indonesia suguhkan tulisan aneka buah tangan yang wajib dibeli, jika nanti traveler jalan-jalan di ibu kota Provinsi Riau ini.

Sekurangnya ada lima buah tangan yang kerap diborong traveler selepas keliling atau city tour Pekanbaru, yaitu Bolu Kemojo, Lempuk Durian, Keripik Nanas, Ikan Asap Selais, dan Pisang Kipas Goreng.

Bolu Kemojo merupakan makanan khas Melayu yang sudah belasan tahu ada dan tetap eksis sampai sekarang. Boleh dibilang bolu yang bertekstur lembut dan legit dengan aroma pandan sebagai rasa originalnya ini menjadi ikon panganan khas Pekanbaru.

Selain rasa pandan, belakangan bolu ini juga memiliki varian rasa lain seperti nangka, keju, kacang hijau, kentang, gula merah, labu kuning, dan rasa rempah.

Lempuk Durian juga jadi buah tangan idola wisatawan seusai keliling Pekanbaru. Panganan yang terbuat dari durian bentuknya seperti dodol kalau di Jakarta.

Rasanya manis, ada gurihnya dan tentu saja   aroma harum khas durian. Pilihan lempuk di Pekanbaru ada bermacam, salah satunya  yang paling populer, Lempuk Durian  Bengkalis lantaran daerah Bengkalis merupakan salah satu daerah penghasil durian tersohor di Riau.

Keripik Nanas khas Pekanbaru juga banyak disuka traveler. Rasanya legit dan manis asam khas nanas. Kendati digoreng hingga kering, rasa nanasnya tetap terasa.Kelebihan lainnya relatif lebih tahan lama.

Ikan Selais adalah ikan segar yang kemudian diasap. Saat ini bukan cuma jenis selais, banyak juga jenis ikan tawar yang diasap seperti ikan baung, lele, patin, dan ikan gabus. Namun yang kerap dibeli sebagai oleh-oleh nkhas Pekanbaru adalah Ikan Selais.

Pisang Kipas Goreng juga salah satu panganan yang kerap dicari traveler usai berwisata ke ragam objek di Pekanbaru.

Sesuai namanya, pisang gepok ini digoreng berbentuk kipas. Rasanya manis dan krispi. Traveler bisa membeli pisang yang sudah digoreng matang atau setengah matang.

Satu dus-nya bisa berisi isi 30, 50 atau 100 pisang goreng.

Selain lima panganan itu, masih ada lagi buah tangan yang juga ramai peminatnya antara lain Kue Bangkit, Pancake Durian, Dodol Kedondong, Lopek Bugi, Viz Cake, Kacang Pukul, Peyek Jangkrik, Salai Ikan Patin, Kerupuk Ikan Tenggiri, dan Pastel Ikan Patin.

Sementara itu merchandise-nya antara lain Batik bermotif khas Riau, Kaos ber-plat BM 1912 dan berslogan “Bile balik Riau?”, dan souvenir (bermacam gantungan kunci).

Kalau traveler ingin memborong aneka panganan khas Pekanbaru antara lain di toko Mega Rasa di Jl. Jendral Sudirman No. 397 C-D, Cinta Raja, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru.

Khusus Pisang Goreng Kipas bisa beli di Jl. Kuantan Raya Ruko No. 6F Sekip, Lima Puluh, Pekanbaru. Sedangkan aneka Batik bermotif khas Riau seperti bunga klambang, bunga ketumbang, dan lainnya di Galeri Batik Tabir Riau.

Jika nanti jadi jalan-jalan ke Pekanbaru, jangan lupa menyantap aneka kuliner khasnya antara lain Nasi Lemak, Cencaluk olahan berbahan udang, Sup Tunjang, Bacah Daging atau rendangnya masyarakat Riau khususnya Pekanbaru, Gulai Belacan, Gulai Siput, Ikan Cuka, Sate dan Sop Rusa, Asam Pedas Ikan Baung, Sate Ikan Senapelan, dan Sate Padeh.

Pilihan jajanannya antara lain Mie Sagu, Mie Tarempa, Mieso, Asidah, Roti Canai, Roti Jala, dan Es Laksamana Mengamuk. Kalau suka Mie Lakse Kuah antara lain bisa pergi ke Pantai Serga Indah.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis

Foto: @bolukemojopekanbaru, @pkucity &  @lempukduriankhas_bengkalis

  

Read more...

Selasa, 22 Juni 2021

Hutan-Hutan Kota Ini Tak Sekadar Teduhkan Paras Jakarta


Jika masih banyak orang yang beranggapan Jakarta itu sangar dan gersang, itu sepenuhnya tidak salah. Mungkin yang mereka tahu, ibu kota negara tercinta ini isinya cuma belantara beton berupa gedung-gedung jangkung, jembatan layang, dan perkampungan padat.

Padahal di provinsi kerak telor ini masih ada kok beberapa taman dan hutan kota yang membuat wajahnya teduh dipandang mata.

Di bilangan Jakarta Barat misalnya ada Hutan Kota Srengseng.

Di hutan berluas 15 hektar di tengah perkampungan yang lumayan padat, tapatnya di Jalan Haji Kelik pengunjung yang datang bisa melakukan berbagai aktivitas menarik dan menyehatkan seperti keliling menikmati kerindangan pepohonannya.

Di sana sekurangnya ada 65 spesies pohon tinggi antara lain ketapang, akasia, mahoni, jati, dan flamboyan, serta pohon perdu dan tanaman merambat. Kalau lagi beruntung bisa melihat burung dan biawak.

Pengunjung juga bisa beraktivitas olahraga seperti jalan santai, jogging, bersepeda, dan memancing ikan. Soalnya di bagian belakang hutan ini ada danau kecil berair kehijauan yang menambah kesejukan area hutan kota ini.

Tak cuma itu, bisa melihat pembuatan kompos, pembibitan tanaman, dan satu lagi budidaya lebah madu tanpa sengat yang dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Srengseng Hijau Lestari.

Spesies lebah yang dapat ditemukan di hutan kota satu ini antara lain hetero trigona itama, tretragonula biroi, dan genio trigona torasica.

Kabarnya dalam satu bulan KTH Srengseng Hijau Lestari dapat memanen 1-3 liter madu dari koloni ini. Madunya juga bisa dibeli pengunjung sebagai buah tangan.

Fasilitas umum yang ada di Hutan Kota Srengseng lumayan lengkap, antara lain lahan parkir, musala, toilet, jalan setapak sekaligus jogging track, serta kedai makanan dan minuman.

Berikutnya di wilayah kota Jakarta Selatan, ada Hutan Sangga Buana (Pesanggrahan) yang berlokasi di Lebak Bulus.

Di hutan kota yang berada di bantaran Sungai Pesanggrahan, sekitar 4 km dari Terminal Lebak Bulus ini Anda bisa menikmati kicuan burung, gemericik air serrta suasana teduh, asri, dan hijau, karena ada sekitar 60 ribu jenis pohon yang tumbuh di lahan seluas 120 hektar ini, antara lain pohon bambu.

Bermacam pohon buah juga ada di hutan ini seperti pohon rambutan, nangka, sukun, melinjo, dan belimbing wuluh.

Aktivitas lainnya, Anda bisa jalan santai dan memancing. Menariknya hutan kota satu ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan,  mushola, taman bermain anak, trek lari, lapangan, dan rumah-rumah adat Betawi serta tempat parkir yang luas.


Di Jakarta Pusat ada hutan Kota Kemayoran, tepatnya di Jl. Benyamin Sueb blok D2.

Banyak fasilitas baru di sana seperti amphitheater untuk aktivitas pentas, viewing tower untuk melihat kawasan Kemayoran dari atas, jogging track untuk berolahraga, dan banyak lagi tempat-tempat iconic lainnya yang cocok untuk berfoto.

Di Jakarta Pusat juga ada Hutan Arboretum Ir. Lukito Daryadi M.Sc di lingkungan kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senayan, Jakarta Pusat.

Di Arboretum seluas 4 hektar ini ada ratusan pohon dari puluhan jenis spesies tanaman asli Indonesia maupun khas negara.

Di kawasan zero plastic ini, pengunjung bisa mengenal bermacam pohon dan tanaman dengan memindai barcode yang tertera lalu  bersantai di Kafe Arborea. 

Sementara itu di Jakarta Timur ada Hutan Kota Cijantung yang berada tak jauh dari gerbang masuk komplek Markas Komando Kopassus dan Mal Cijantung, tepatnya di Jalan RA. Fadillah, Cijantung, Pasar Rebo.

Di hutan kota berluas sekitar 17.500 hektar ini ditumbuhi berbagai jenis pohon seperti  trembesi, angsana, bungur, flamboyan, mahoni, jati,  ketapang, asam landi, beringin, dan lainnya.

Hutan kota satu ini yang bersih dan terawat ini juga difasilitasi jogging track untuk jalan santai atau lari, sejumlah tempat duduk untuk bersantai.

Di Jakarta Timur juga ada Hutan Kota Halim yang berada komplek Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma

Lahan terbuka hijau seluas 3,5 hektar ini dihuni bermacam pohon antara lain angsana, kayu kanis, dan sengon.

Di Jakarta Utara ada Hutan Kota Danau Cincin yang berluas mencapai 8,4 hektar dan membentang sepanjang 2,5 kilometer yang mengelilingi sebagian besar Danau Cincin.

Koleksi pohonnya sekitar 10.000 batang pohon dari berbagai jenis seperti mahoni, flamboyan, dan trembesi.

Oase di tengah Jakarta Utara ini dilengkapi jalan setapak serta jogging track.

Masih di Jakarta Utara, ada tiga hutan kota lagi yakni Hutan Kota Rawa Malang, Hutan Kota Penjaringan, dan Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK).

Hutan Kota Rawa Malang berada di Semper, Cilincing. Hutan seluas 5,7 hektar itu memiliki berbagai jenis pohon seperti  trembesi, bintaro, ketapang, kemiri, dan kemangi. Sedangkan Hutan Kota Penjaringan berada di Jalan Kepanduan 2, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan memiliki berbagai fasilitas seperti jogging track, taman yang luas, rumah makan, kamar mandi/MCK, dan tempat istirahat.


Sementara  itu Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK) atau kini lebih dikenal dengan nama Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk yang berluas sekitar 99 hektar, 40% lahannya dimanfaatkan untuk hutan bakau (mangrove).

Di hutan yang berada di Jalan Garden House, Penjaringan, Angke, Kapuk Muara, PIK ini Anda bisa menyusuri hutan manggrove dengan menggunakan perahu. Bahkan bisa berwisata menanam mangrove.

Di hutan ini juga disediakan tempat untuk menginap seperti rumah tenda, rumah tenda di atas air hingga villa.

Mengapa hari ini tepat 22 Juni ini, TravelPlus Indonesia menyuguhkan tulisan tentang hutan-hutan kota yang ada di Jakarta tersebut? Karena tanggal tersebut merupakan Hari Ulang Tahun Jakarta yang kini berusia 494 tahun dan Hari  Hutan Hujan Sedunia. Jadi biar simple, disatukan lewat tulisan bertema hutan kota yang ada di Jakarta ini sekalipun bukan tipe hutan hujan.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, hutan-hutan kota tersebut selain menjadi "paru-paru kota" untuk wilayah setempat, pun menjadi wahana konservasi, rekreasi, olahraga, dan wisata edukasi.

Nah, kalau nanti Anda ke Jakarta buktikan sendiri kalau kampungnya si-Pitung ini bukan cuma belantara beton tapi juga punya beberapa hutan kota yang tak sekadar meneduhkan parasnya.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis

Foto: adji, @tamanhutandki & @utankemayoran

Read more...

Minggu, 20 Juni 2021

Jelajah Kota Ambon Pas Hari Musik Dunia, Atmosfernya Lebih Istimewa


Berkunjung ke Kota Ambon lalu keliling ragam daya tariknya memang bisa kapan saja. Tapi kalau jelajahnya bertepatan dengan Hari Musik Dunia, sepertinya akan mendapatkan atmosfer lebih istimewa.

Sebelum menyuguhkan daya tarik apa saja yang dimiliki Ambon, ada baiknya TravelPlus Indonesia jelaskan hubungan Hari Musik Dunia dengan Ambon dan kenapa harus ke Ambon.

Hari Musik Dunia atau World Music Day diperingati setiap 21 Juni. Pertama kali  dirayakan pada1982 di Prancis lalu diikuti sejumlah negara lain dalam bentuk konser gratis, pesta musik, festival musik, dan lain sebagainya.

Lantaran tanggal 21 Juni Hari Musik Dunia, kota yang pantas untuk diangkat terkait hal itu adalah Ambon. 

Kenapa Ambon? Ya karena ibukota Provinsi Maluku yang pernah menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 ini merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang bergelar Kota Musik Dunia.

Pada 31 Oktober 2019 bertepatan dengan Hari Kota Sedunia, UNESCO menobatkan Ambon sebagai salah satu kota Kreatif Dunia.

Berkat penetapan tersebut Ambon  bersanding dengan 65 kota lain, dan kini Ambon tergabung dalam Jaringan Organisasi Kota Kreatif di dunia yang hingga saat ini berjumlah 246 anggota.

Jaringan Organisasi Kota Kreatif Dunia menyatukan kota-kota yang mendasarkan pengembangan mereka pada kreativitas, baik dalam musik, seni kerajinan rakyat, desain, sastra, seni digital, dan gastronomi.

Selain Ambon, ada beberapa kota lagi di sejumlah negara yang sudah lebih dulu berpredikat sebagai Kota Musik Dunia yaitu Hamamatsu (Jepang), Liverpool (Inggris), Idanha a Nova (Portugal), dan Auckland (Selandia Baru).

Objek wisata yang wajib dikunjungi di Ambon terkait dengan musik antara lain Desa Tuni di Kecamatan Leitimur Selatan yang identik dengan alat musik suling bambu dan Desa Amahusu dengan musik ukulele-nya. 

Di kedua desa wisata berbasis musik itu wisatawan bisa melihat aktivitas bermusik warganya yang hidup dan konsisten sedari anak-anak.

Objek lainnya Air Mancur Menari di Taman Pattimura. Sesuai namanya air mancur yang menjadi ikon Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia tersebut, bisa menari mengikuti lantunan irama musik yang diputar.

Taman Pattimura yang berada di Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon  merupakan taman yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Taman ini dibangun sebagai penghargaan pada Kapiten Pattimura. Aktivitas yang kerap dilakukan warga dan pengunjung di taman ini antara lain lari pagi/sore, jalan santai keliling taman, bermain batminton, voli, basket, dan lain sebagainya.

Selagi disana abadikan pula monumen/tulisan "Ambon City of Music" di kawasan Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon.

Keberadaan monumen tersebut, memperkuat imej Ambon yang selama ini dikenal dengan julukan MANISE (Maju-Aman-Nyaman-Indah-Sejuk-Elok), sebagai kota yang menelorkan sederet musisi berbakat Tanah Air.

Selain objek-objek terkait musik, masih ada sejumlah daya tarik lain yang patut disambangi selagi berada di Ambon antara lain Gong Perdamaian, Patung Pattimura, Monumen Patung Dr.J. Leimena, dan Patung Martha Christina Tiahahu.

Setelah itu lanjutkan ke Museum Siwa Lima di Jl. Dr. Malaiholo, Taman Makmur, Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe;  Benteng Victoria di Jl. Slamet Riyadi, Uritetu, Kecamatan Sirimau, Waterboom Waitatiri di Jl. Sisingamangaraja, Passo, Kecamatan  Baguala; dan Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka), Kecamatan Sirimau di sisi Utara dengan Desa Hative Kecil/Galala, Kecamatan Teluk Ambon di bagian Selatan.

Mau berwisata religi atau sekadar menunaikan shalat, bisa pergi ke Masjid Agung Annur di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Batumerah;
Masjid Jami Ambon; dan atau Masjid Raya Al-Fatah di Jl. Masjid Raya Ambon, Kecamatan Nusaniwe.

Kalau suka berwisata pantai, bisa mengunjungi Pantai Pintu Kota di Kecamatan Nusaniwe dan Pantai Santai di Jl. Amanhuse, Latuhalat, masih di Kecamatan Nusaniwe.

Di sela-sela menjelajahi ragam daya tarik  Ambon, ada baiknya luangkan waktu berwisata aneka kuliner khasnya.

Untuk sajian utama khasnya antara lain Nasi Kelapa, Papeda dengan kuah kuning dan beberapa lauk seperti ikan tongkol ataupun ikan tuna, Ikan Asap dengan sambal ataupun dimasak menjadi gulai, Ikan Kuah Pala, sayur pepaya, sambal colo-colo,.sambal bekasang, dan Kohu-Kohu.

Camilan atau panganannya antara lain  Rujak Natsepa, Kue Asida,. Roti Kering Kenari, Gogos, Pisang Asar, Bubur Sagu Ubi, Talam Sagu Bakar, Pisang Tongka Langit dan aneka olahannya, Bagea, sert Kue Kenari. Sedangkan minuman khasnya antara lain Rarobang kopi khas dari Ambon yang  terbuat dari bubuk kopi yang dicampur dengan bubuk jahe yang disajikan dengan kelapa parut ataupun gula aren dan taburan kacang kenari di atas kopi.

Selain aneka kuliner khas Ambon tersebut, juga ada makanan dari tanah Jawa namun sudah lama ada di Ambon dan bertahan sampai sekarang, yaitu Nasi Kuning.

Salah satu kedai Nasi Kuning yang ramai peminatnya adalah Warung Nasi Kuning Bu Nanik di seberang Masjid Raya Al-Fatah, Kota Ambon, tepatnya di Jalan AM Sangaji.


Pilihan lain menikmati penampilan Tifa Booyratan dalam festival 'The Voyage of the Drum" yang adakan Fete de la Musique 2021 dan UNESCO Creative Cities Network dalam rangka merayakan Hari Musik Dunia tahun ini.

Di akun @ambon.cityofmusic dijelaskan dalam festival tersebut Ambon City of Music menampilkan Tifa Booyratan, yang menceritakan perjalanan Putri Booyratan membawa Tifa ke Amahusu, dari Tifa tersebut kemudian dikembangkan 7 tipe pukulan Tifa berdasarkan 7 marga di Amahusu. 

Penampilan Tifa Booyratan bisa dilihat di youtube Music Export Poland, tepat 21 Juni 202, pukul 19.00 WIT.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: adji & @ambon.cityofmusic



Read more...

Sabtu, 19 Juni 2021

Investor Tertarik Jadikan Kepulauan Seribu Maldives-nya Jakarta, Tapi Terkendala ...


Investor terutama para pengembang masih tertarik menjadikan pulau-pulau di Kepulauan Seribu sebagai Maldives-nya Jakarta. Sayangnya keinginan itu terhambat karena terbentur sejumlah kendala.

"Intinya banyak kendala antara lain karena wilayah Kepulauan Seribu ini sebagian besar merupakan kawasan berstatus Taman Nasional yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tentunya tidak boleh sembarangan membangun obyek wisata dan lainnya," ungkap Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi dalam sebuah webinar di Zoom Meeting baru-baru ini.

Para pengembang itu, lanjut Junaedi sebenarnya ingin memanfaatkan beberapa pulau sebagai kawasan wisata maupun bisnis, antara lain di wilayah Kepulauan Seribu Utara. "Namun karena kawasan tersebut sebagian besar merupakan Taman Nasional, jadi ya terkendala," terangnya.

Lebih lanjut Junaedi memaparkan kalau wilayah kepulauan yang dipimpinnya terdiri atas 110 pulau, 11 pulau pemukiman, dan 6 pulau konservasi, dimana salah satunya adalah Pulau Onrust yang khusus sebagai taman arkeologi. 

Dilihat dari segi usia, Kepulauan Seribu paling muda dibanding 5 wilayah kota yang ada di daratan Jakarta. "Usia Kabupaten Kepulauan Seribu baru ke 19 tahun, masih remaja jadi masih harus banyak berbenah dan bersolek," ujarnya.

Dua Daya Tarik Baru
Saat ini sebagai solusi, Pemkab Kepulauan Seribu menambah dua daya tarik baru agar wisatawan mendapatkan sesuatu yang baru saat berwisata di Kepulauan Seribu.

"Supaya wisatawan tidak jenuh dengan itu-itu saja. Jadi harus terus ada sesuatu yang baru," ujarnya.

Dua obyek wisata baru itu dibangun di pulau-pulau pemukiman yaitu Tugu Peringatan Tragedi SJ 182 di Pulau Lancang dan Kampung Jepang di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa.

Tugu Peringatan Tragedi SJ 182 dibangun bekerjasama dengan manajemen Sriwijaya Air. Sedangkan Kampung Jepang dengan bantuan CSR dan partisipasi masyarakat.

Menurut Junaedi, pihaknya sengaja membangun Tugu Peringatan Tragedi SJ 182 di Pulau Lancang dan Kampung Jepang di Pulau Untung Jawa yang sama-sama berpenghuni untuk menambah daya tarik pulau-pulau pemukiman yang ada di Kepulauan Seribu.

"Kalau pulau-pulau pemukiman di Kepulauan Seribu punya obyek wisata baru otomatis menambah daya tarik Kepulauan Seribu. Dan jika obyek-obyek baru tersebut semakin diminati wisatawan, pendapat warganya pun akan bertambah," ungkapnya.

Junaedi berharap nanti ada paket wisata yang itinerary-nya mencakup kunjungan ke Taman Arkeologi Onrust, Pulau Lancang, Pulau Untung Jawa, dan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu sampai ke Ancol di daratan Jakarta.

"Paket wisata tersebut berisi kombinasi antara wisata sejarah, budaya, kuliner, ekraf, bahari, konservasi, olahraga laut seperti diving, snorkeling, layar, dan lainnya sehingga pilihan wisatawan ke Kepulauan Seribu semakin banyak," pungkasnya.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: adji, rizal, @seribuislandofficial & @tnlkepulauanseribu


Read more...

Punya Tugu Peringatan Tragedi SJ 182, Daya Pikat Pulau Lancang Bertambah


Keberadaan Tugu Peringatan Tragedi SJ 182 yang dibangun Pemkab Kepulauan Seribu, jelas akan menambah daya pikat bukan hanya buat Pulau Lancang, pun Kepulauan Seribu dan DKI Jakarta secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi dalam sebuah webinar di Zoom Meeting baru-baru ini.

"Tugu Peringatan Tragedi SJ 182 di Pulau Lancang, Kabupaten Kepulauan Seribu dibangun untuk mengenang 62 penumpang pesawat Sriwijaya Air 182 yang jatuh di antara perairan Pulau Lancang dengan Pulau Laki pada Januari 2021," terang Junaedi.

Tugu atau monumen yang dibangun bekerja sama dengan manajemen Sriwijaya Air ini diharapkan dapat menambah daya tarik Pulau Lancang sebagai tempat bersejarah untuk mengenang tragedi tersebut.

"Tugu tersebut, nantinya juga bisa menjadi tempat ziarah keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182," jelasnya.

Pulau Lancang dipilih sebagai lokasi tugu tersebut karena pulau yang berluas belasan  hektare ini merupakan pulau pemukiman, sedangkan Pulau Laki boleh dibilang tidak berpenghuni.

Selama ini Pulau Lancang yang berjarak sekitar 11 Km dari Utara Pulau Jawa, ramai didatangi warga dari daratan Jakarta dan sekitarnya untuk wisata memancing.

Biasanya peminat mancing datang ke Pulau Lancang pada Sabtu lalu menginap semalam, dan Minggu baru pulang.

Aktivitas wisata yang kerap dilakukan pengunjung selain memancing, antara lain santai di pantai, menikmati panorama laut, kulineran aneka seafood, melihat kesibukan dermaga, keliling permukiman warga, dan mengabadikan sunset.

Pulau yang secara administratif berada di Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu ini memiliki Pantai Karma yang berpasir putih, yang selama ini menjadi salah satu daya tarik pulau ini.

Sebelum pulang, pengunjung bisa memborong aneka ikan teri nasi dan kepiting rajungan buat oleh-oleh. Maklum penduduk Pulau Lancang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, dan produk laut andalan warganya yang terkenal adalah olahan ikan teri dan rajungan.

Menurut cerita penduduknya, Pulau Lancang awalnya bernama Pulau Kelancang dari nama kayu Pohon Kelancang. Namun mungkin karena warga susah menyebutnya, lama-kelamaan menjadi Lancang sampai sekarang. 

Tak sulit menjangkau Pulau Lancang. Wisatawan yang berangkat dari Dermaga Marina, Ancol, bisa naik kapal dengan waktu tempuh perjalanan laut sekitar 1,5 jam.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: @senjapulaulancang_, @lancang_island, @pemkabseribu & adji

Read more...

Jumat, 18 Juni 2021

Onrust Bisa Jadi Destinasi Andalan, Tiga Strategi Ini Harus Diterapkan


Taman Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu sangat bisa menjadi destinasi andalan bagi DKI Jakarta. Untuk mewujudkannya strategi adaptasi, inovasi, dan kolaborasi ini sebaiknya diterapkan.

Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam Diskusi Daring Webinar bertema “Melihat Pulau Onrust sebagai Bagian dari Sejarah Kota Jakarta dan Destinasi Wisata Sejarah” di Zoom Meeting, Kamis (17/6/2021).

"Startegi adaptasinya, pengelolanya harus tetap fokus terhadap protokol kesehatan CHSE, supaya masyarakat, pelaku usaha wisata, dan wisatawan aman dan nyaman selama melakukan kunjungan," kata Sandi sebagai pembicara utama.

Sandiaga menyampaikan hal itu saat berada di Desa Wisata Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan, didampingi Atta Halilintar.

Sementara itu strategi inovasinya, antara lain dengan penguatan narasi dan story telling dari fakta-fakta sejarah yang ada di Taman Arkeologi Onrust.

"Harus menciptakan story telling bahwa Taman Arkeologi Onrust memang kaya akan nilai sejarah, dan harus bisa menjadi suatu daya tarik wisata yang penuh dengan nilai sejarah ditambah spot-spot selfie yang keren," tambahnya.

Selanjutnya membuat travel pattern atau pola perjalanan yang dirancang, dibangun dan dikemas menjadi suatu komoditi yang layak untuk dinikmati. 

"Nanti kita buat travel pattern bersama teman-teman Ancol," ungkap Sandi.

Baru kemudian dibuat paket wisata dengan kelengkapan itinerary dan lainnya dengan thema tepat, wisata bahari berbasis sejarah dan lainnya.

"Paket wisata Taman Arkeologi Onrust gimana caranya harus bisa nyambung dengan pulau-pulau lain di sekitarnya, misalnya dengan Pulau Untung Jawa yang ada Kampung Jepang dan Pantai Sakuranya," imbaunya.

Biar lebih variatif, paket wisata Taman Arkeologi Onrust juga harus digabungkan dengan wisata olahraga bahari seperti layar, dan lainnya.

"Saya kongkrit-kongkrit aja. Minggu depan saya usahakan datang ke Onrust karena kebetulan ada kegiatan diving Pulau Air," janji Sandi.

Strategi terakhir atau ketiga, yakni kolaborasnya dengan cara merangkul semua pihak terkait agar lebih lancar. "Jangan kita terpecah-pecah, tersekat-sekat". 

Jika tiga strategi tersebut diterapkan, lanjut Sandi, Onrust bisa menjadi pemenang pasca-pandemi dengan mengambil peluang yang ada.

"Intinya saya sangat mendukung Onrust. Mudah-muhanan Minggu depan bisa mampir," pungkas Sandi.


Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana dalam sambutannya mengatakan Pengelolaan Taman Arkeologi Onrust di lKepulauan Seribu diusulkan menggunakan pola public private partnership agar kemasannya lebih menarik sehingga berujung pada kemandiran secara finansial dan sekaligus menguntungkan.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar memberikan kewenangan kepada pihak-pihak yang lebih profesional sebagai oparator.

"Tujuannya supaya Taman Arkeologi Onrust mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemprov DKI Hakarta dan kas negara," terang Iwan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko dalam sambutannya juga menilai Taman Arkeologi Onrust potensial menjadi obyek wisata andalan karena cerita sejarahnya lengkap, atraktif, dan mudah aksesnya.

"Tinggal dibuat story telling yang menarik untuk disampaikan ke publik dan keberadaannya bisa menjadi ekosistem pariwisata dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu dan Ancol serta daratan Jakarta," jelasnya.

Dilihat dari sisi atraksi, keindahan alam dan kekayaan sejarah Taman Arkeologi Onrust sangat bagus. "Tinggal bagaimana dari segi pemeliharaannya, termasuk kebersihan, kerapihan, kelengkapan amenitas, penyediaan kamar mandi, air bersih, dan lainnya sehingga wisatawan yang datang  punya cerita yang baik tentang Taman Arkeologi Onrust," bebernya.

Secara akses, Taman Arkeologi Onrust juga sangat dekat dengan daratan Jakarta. "Tinggal berkolaborasi dengan agen-agen travel, dan sebagainya," ujar Onny.

Diskusi yang diselenggarakan Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta dan didukung oleh berbagai pihak dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Jakarta ke-494 ini, juga menghadirkan Kepala Unit Pengelola Musium Kebaharian Jakarta yang juga menangani Taman Arkiologi Onrust, Berkah Shadaya dan narasumber Candrian Attahiyyat (Arkeolog, Tim Ahli Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta).

Selain itu dua pembicara tamu Plt. Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Gumilar Ekalaya dan Ketua Umum Jakarta Tourism Forum Salman Dianda Anwar.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: adji, @pulau_onrust, @disparekrafdki & ridwan



Read more...

Pengelolaan Onrust Diusulkan Pakai Pola Public Private Partnership, Supaya Mandiri dan Untung


Pengelolaan Taman Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu diusulkan menggunakan pola public private partnership agar kemasannya lebih menarik sehingga berujung pada kemandiran secara finansial dan sekaligus menguntungkan.

Hal itu disampaikan Iwan Henry Wardhana selaku Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam Diskusi Daring Webinar bertema “Melihat Pulau Onrust sebagai Bagian dari Sejarah Kota Jakarta dan Destinasi Wisata Sejarah” di Zoom Meeting, Kamis (17/6/2021).

"Saya mengusulkan sebuah pola kemitraan  atau public private partnership untuk semua pihak dalam pengelolaan Taman Arkeologi Onrust agar lebih mandiri dari segi finansial dan juga bisa untung," ungkap Iwan.

Kemandiran sebuah kawasan wisata termasuk Taman Arkeologi Onrust itu penting mengingat kemampuan anggaran Pemprov DKI Jakarta selama masa pandemi Covid-19 ini menjadi terbatas karena lebih terkonsentrasi ke sektor kesehatan, pencegahan penyebaran Covid-19 termasuk untuk adaptasi dengan new normal.

Oleh karenanya Iwan juga berharap Taman Arkeologi Onrust tidak menjadi cost center namun harus profit center.

"Supaya tidak punya ketergantungan finansial dari Pemprov DKI, pengelolanya harus melakukan adaptasi dan fleksibilitas atau adaptability and flexibility dalam kondisi pandemi seperti saat ini," terangnya.

Untuk itu perlu dibuat provosal yang baik yang nantinya ditujukan ke pihak-pihak swasta calon operator yang akan mengemas Taman Arkeologi Onrust menjadi lebih maju.

"Tentu pengemasan atau pengembangan tetap mengindahkan konsep konservasi, tidak sampai merusak bangunan-bangunan sejarah yang sudah ada, justru harus menambah daya tarik sehingga semakin banyak wisatawan yang datang," terangnya.


Iwan juga mengatakan sepertinya diperlukan konsultan khusus untuk mengemas Taman Arkeologi Onrust sehingga menjadi sebuah kemasan yang lebih baik dan lebih menarik.

"Jangan hanya bisa mempertahankan seperti saat ini yang memang sejak tahun 1972 sudah ditetapkan sebagai pulau bersejarah dan kemudian berstatus cagar budaya. Tapi harus bisa menjadi cikal bakal yang lebih baik lagi," tambahnya.

Unit Pengelola Taman Arkeologi Onrust yang kini dipimpin Berkah Syadaya, lanjutnya, hanya sebagai regulator bukan operator. "Sementara operatorlah yang harus mengemasnya menjadi sebuah potensi yang lebih menarik hingga menguntungkan," tegasnya lagi.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar memberikan kewenangan kepada pihak-pihak yang lebih profesional sebagai oparator.

"Tujuannya supaya mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemprov DKI Hakarta dan kas negara," pungkas Iwan.

Selain Iwan, diskusi yang diselenggarakan Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta dan didukung oleh berbagai pihak dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Jakarta ke-494 ini juga dihadiri Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno sebagai pembicara utama. Sandiaga yang sedang berada di Desa Wisata Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan hadir didampingi Atta Halilintar.

Ada pula sambutan dari Kepala Unit Pengelola Musium Kebaharian Jakarta yang juga menangani Taman Arkiologi Onrust, Berkah Shadaya dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko.

Tak ketinggalan narasumber Candrian Attahiyyat (Arkeolog, Tim Ahli Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta) serta dua pembicara tamu
Gumilar Ekalaya (Plt. Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta) dan Salman Dianda Anwar (Ketua Umum Jakarta Tourism Forum).

Catatan Sejarah
Taman Arkeologi Onrust yang terdiri atas Pulau Onrust, Cipir, Kelor, dan Pulau Bidadari. Lokasinya di perairan Teluk Jakarta, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.


Sejarah mencatat, Taman Arkeologi Onrust pernah menjadi tempat peristirahatan keluarga Kesultanan Banten.

Lalu VOC membangun galangan kapal dan galangan kecil di Pulau Onrust dan pernah menjadi tempat karantina haji.

Di masa pendudukan Jepang, Pulau Onrust digunakan sebagai penjara kecil bagi penjahat kelas berat.

Selanjutnya pada 1972 Pulau Onrust ditetapkan sebagai pulau bersejarah yang dilindungi berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta dan baru pada 16 Oktober 2015 
Gubernur DKI Jakarta menetapkan Pulau Onrust, Cipir, Kelor, dan Pulau Bidadari sebagai kawasan cagar budaya.

Harga tiket masuk ke Taman Arkeologi Onrust saat ini sesuai perda Provinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2015 untuk per orang dewasa Rp 5.000, mahasiswa Rp 3.000, dan
anak-anak/pelajar Rp 2.000.

Untuk menuju Taman Arkeologi Onrust dengan menggunakan akses angkutan laut (perahu/kapal) dari Dermaga Muara Kamal, Marina Ancol, atau dari Dermaga Tanjung Pasir.  Fasilitas pendukung yang ada di sana antara lain toilet, musholla, dan dermaga.

Naskah: adji TravelPlus @adjitropis
Foto: adji, @pulau_onrust & ridwan



Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP