. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 24 Juni 2019

Video Aksi Iyeth Bustami dalam Festival Crossborder Badau 2019 Disukai 19 Ribu Lebih Fans-nya

"Nah... Noni pikir mau ikut M&G nii bapak Panitia Wonderful Indonesia! (maksudnya TravelPlus Indonesia_red). Ternyata mewawancara😂😂😂! Alhamdulillah! Makasi udah bantu promoin Meet & Greet IBLovers! Alhamdulillah.!

Begitu captions yang ditulis Noni pemilik akun Instagram (IG)-nya @thisisnuraini_nonieyii di bawah foto idolanya, Iyeth Bustami beserta beberapa alinea tulisan tentang petikan pernyataannya dalam tulisan/artikel di TravelPlus Indonesia yang kemudian dia capture lalu diunggah di IG-nya itu.

Noni adalah ketua fanbase IBLovers (Iyeth Bustami Lovers) se-Asia yang beranggotakan jutaan peminat sangat Iyeth Bustami dari berbagai negara di Asia.

Noni pun meng-capture lagi 4 alinea lain masih dari tulisan di TravelPlus Indonesia itu, berikut foto Iyeth Bustami sedang bernyanyi didampingi tamu VVIP festival crossborder tersebut yg kemudian dia unggah di IG-nya.

"Terima kasih @adjitropis 🙏🙏🙏," tulisnya di bawah unggahan capture-nya itu.

Satu lagi, Noni pun menggugah foto Iyeth Bustami jepretan @adjitropis di IG @iblovers_asia.

Foto itu juga ada dalam artikel yang tayang di TravelPlus Indonesia.

Di bawah foto sang idolanya itu, Noni berharap Iyeth Bustami tampil lagi di perbatasan lainnya.

"Perbatasan Aruk sudah! Nanga Badau sudah! Semoga Iyeth Bustami hadir di perbatasan Entikong, Pontianak yaa," pinta Noni.

Selain Noni, beberapa penggemar berat Iyeth Bustami lainnya antara lain pemilik akun IG @alyaa_ibl24, @iblovers_puvers_kaltim, dan anindia24_ibl juga menyukai unggahan video/foto beriķut link tulisan aksi Iyeth Bustami saat tampil dalam Festival Crossborder Badau 2019 Jilid 2 yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kecamatan Badau, Kabupatek Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Minggu (23/6), lalu diunggah di @adjitropis.

Yang lebih menyenangkan lagi, bukan cuma para peminat penyanyi Melayu dan dangdut senior ini yang me-repost video, foto, dan link tulisan itu, Iyeth Bustami sendiri juga me-repost video penampilannya itu lalu diunggah di akun IG miliknya @iyethbustami24.

"Alhamdulillah (dalam bahasa Arab_red. Kecamatan Badau adalah wilayah perbatasan Indonesia dengan Serawak Malaysia. Senangnyaa.. bnyk org Melayu, Dayak, bahkan bnyk juga pendatang dari Malaysia yg turut meramaikan Festival Crossborder Badau. Jumpa lagi💖," tulis Iyet di bawah vlog atau video instagram berdurasi 1 menit yang TravelPlus Indonesia buat dan diunggah di @adjitropis.

Luar biasa, repost-an video itu saat berita ini TravelPlus Indonesia tulis, sudah dilihat lebih dari 19.400 warganet.

Tak cuma sampai disitu, repost-an video penampilan Iyeth Bustami di Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 itu kemudian di-repost lagi oleh para fans Iyeth lainnya, antara lain oleh pemilik akun @ibloverspalembang_sumsel, @nendy_alfarizi_ibl24, dan @iblovers_medan24.

Jujur, TravelPlus Indonesia senang jika ada warganet termasuk para fans yang meng-capture maupun me-repost video, foto, dan link tulisan TravelPlus Indonesia yang terunggah di @adjitropis, terlebih kalau yang me-repost artis/penyanyinya sendiri.

Sebab, repost-an video, foto, dan  link tulisan/artikelnya itu selain bisa lebih memperluas pembaca/penikmatnya sehingga informasi dan promosinya melangit, pun rasanya jerih payah dalam meliput, menulis/meramu data dan hasil pengamatan di lapangan menjadi sebuah karya jurnalistik yang apik dan menarik, jadi terbayarkan.

Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono yang mewakili Kemenpar sekaligus memimpin tim Kemenpar di acara Festival Crossborder Badau 2019 Jilid 2 ini, berulangkali ucapkan terimakasih kepada TravelPlus Indonesia atas liputannya berupa sejumlah artikel, foto, dan video atau vlog yang kreatif dan menarik, yang senantiasa disebarluaskan lewat medsos IG dan juga WAG serta WA pihak-pihak terkait.

"Terimakasih ya Pak Adji atas partisipasi dan bantuannya," balas Sapto via WA.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Iyeth Bustami me-repost video aksinya di Festival Crossborder Badau 2029 Jilid 2 garapan TravelPlus Indonesia.
2. Noni, ketua fanbase IBLovers (Iyeth Bustami Lovers) se- Asia meng-capture tulisan/artikel di TravelPlus Indonesia lalu diunggah di IG-nya itu
3.  Noni pun menggugah foto Iyeth Bustami jepretan @adjitropis di IG @iblovers_asia.
4. Noni meng-capture lagi 4 alinea lain masih dari tulisan di TravelPlus Indonesia.
5. Si-empunya akun @iblovers_medan24 me-repost video aksi Iyeth Bustami.
6. Pemilik akun @ibloverspalembang_sumsel, juga me-repost video yang sama.
7. Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono saat memberi sambutan pembukaan Festival Crossborder Badau 2019 Jilid 2.


Read more...

Ini Musik dan Penyanyi yang Diminati Warga Lubok Antu Malaysia, Kata Wakil Camatnya

Mengggelar sebuah iven di perbatasan antarnegara dengan tujuan untuk menjaring warga/wisatawan dari negara tersebut, tentu harus mengetahui secara umum gaya hidup, daya beli, dan apa yang disukai/diminati mereka.

Misalnya, kalau ingin menggelar konser musik dalam kemasan festival crossborder di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Indonesia yang berbatasan dengan Kecamatan Lubok Antu, Kabupaten Sri Anam, Provinsi Serawak, Malaysia tentu harus mengetahui/memahami karakter, gaya hidup, dan minat warga Malaysia di Lubok Antu.

Kalau suguhan utama festivalnya berupa konser musik, tentu harus tahu genre musik apa yang disukai, siapa penyanyi/band asal Indonesia yang diminati oleh kaum milenial, dewasa, dan orangtua setempat.

Tujuannya tentu agar tidak salah menghadirkan penyanyi/band berskala Nasional untuk pasar Malaysia, terutama yang ada di Lubok Antu dan sekitarnya.

Jika sesuai dengan minat mereka, tentu mereka akan berbondong-bondong datang untuk melihat penampilan sang idola.

Menurut Wakil Camat Lubok Antu, Mohamad Syafiq, Kecamatan Lubok Antu yang terdiri atas 295 kampung, dihuni sekitar 31.600 orang.

"Paling banyak Dayak Iban, lalu Melayu, China, dan lainnya. Mata pencaharian utamanya paling besat bercocok tanam kelapa sawit untuk dijual, sedangkan sayur sayur dan padi untuk konsumsi sendiri," terang Syafiq kepada TravelPlus Indonesia di salah satu rumah makan di Lubok Antu, Malaysia, Sabtu (22/6).

Kecamatan Lubuk Antu ini, sambungnya, paling dekat atau berbatasan langsung dengan Kecamatan Badau, Indonesia.

"Jarak Lubok Antu ke Pos Lintas Batas Negara atau PLBN Badau sekitar 5 Km dengan masa tempuh lebih kurang 15 menit berkendara," jelas Syafiq.

Berdasarkan amatannya, warga di wilayahnya yang berusia 30 tahun ke atas atau yang dewasa itu suka penyanyi dangdut Indonesia Siti Badriah (Sibad) yang booming dengan lagu Syantik-nya. Sementara grup musiknya antara lain Sheila on 7.

"Kalau generasi milenial remajanya, suka lagu-lagu Korea dan band-band dari Inggris. Sedangkan generasi tua suka lagu-lagu lawas Indonesia," beber Syafiq yang memang nge-fans berat dengan grup musik Sheila on 7 asal Jogja.

Menurut Syafiq, saat ada iven Festival Crossborder di PLBN Badau, warganya paling banyak yang datang dibanding dari kecamatan lainnya, lantaran posisinya sangat dekat dengan Badau.

Di luar iven, lanjut Syafiq, warga Lubok Antu sering belanja sayur-sayuran dan buah-buahan di Badau apalagi saat musimnya sebah jauh lebih murah, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual.

"Biasanya warga sini beli dalam partai besar," ungkapnya.

Sementara orang Badau, Kapaluas Hulu ke Kuching untuk wisata kesehatan dan belanja. "Badau ke Kuching masa tempuhnya 4-5 jam," tambahnya.

Seperti di Badau, di Lubok Antu juga sudah ada hotel yang kerap diinapi warga dari Indonesia.

"Namanya Kling Kang Hotel yang memuliliki18 kamar dengan tarif sekitar 80 Ringgit atau Rp 270 ribu per kamar," pungkas Syafiq yang akan menghadiri Festival Crossborder Badau 2019 Jilid 2  sekalian melihat penampilan pedangdut ternama Iyeth Bustami dan Tika Zeins di PLBN Badau, Minggu (23/6).

Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono mengatakan sebelum memutuskan penyanyi/grup musik yang tampil di Festival Crossborder selalu mencari informasi apa yang diminati warga Malaysia di perbatasan.

"Kami bukan cuma cari tahu genre musik yang disukai tapi juga penyanyi atau band yang paling banyak di-request," tambah Sapto.

Permasalahannya, penyanyi/band yang diminati terkadang bentrok dengan jadual manggungnya karena sudah full.

"Ada juga yang tidak mau karena lokasinya terlalu jauh," pungkas Sapto.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & dok.kemenpar

Captions:
1. Wakil Camat Lubok Antu, Mohamad Syafiq, Kecamatan Lubok Antu nyanyi bareng Tika Zeins, salah satu pedangdut yang mengisi acara  menghadiri Festival Crossborder Badau 2019 Jilid 2 di PLBN Badau, Minggu (23/6).
2. Syafiq menjelaskan minat warga di Lubok Antu terhadap musik dan penyanyi Indonesia.
3. Berfoto bersama dengan pedangdut Tika Zeins dan tamu VVIP lainnya.
4. Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono berfoto bersama Tika Zeins.

Read more...

Minggu, 23 Juni 2019

Iyeth Bustami Pukau Ribuan Penonton Festival Crossborder Badau 2019 Jilid Dua, Ini Kesan dan Harapannya

Penyanyi Melayu dan dangdut senior Iyeth Bustami sukses memukau ribuan penonton dalam acara Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (23/6).

Iyeth mengaku puas bisa menghibur di salah satu daerah perbatasan antara kecamatan Badau, Indonesia dengan Kecamatan Lubok Antu, Malaysia ini kendati harus menempuh perjalanan jauh.

"Saya baru kali ini ke Badau, Alhamdulillah sampai juga meski jauh sekali jaraknya, dan saya sangat senang bisa menghibur saudara-saudara dan wisatawan di daerah perbatasan ini," ujarnya.

Di awal penampilan, Iyeth yang mengenakan baju muslimah putih gading, melantunkan lagu ber-genre Melayu andalannya seperti Laksmana Raja Dilaut dan Laila Canggung.

Selepas itu Iyeth meminta tiga penonton yang sudah nenek-nenek naik ke atas panggung. Lalu ketiganya diminta menyanyikan sepenggal lagunya, dan yang terbanyak tepukan dari penonton, dialah juaranya.

Ternyata nenek berbaju kuning asal Singkawang yang berhasil menjadi pemenang dan berhak atas hadiah dari Iyeth berupa uang yang diberikan lewat asisten managernya.

Ribuan penonton yang hadir menyaksikan Iyeth didominasi orang dewasa dan remaja.

Banyak juga orang tua yang membawa anak-anaknya yang masih kecilnya.

Sampai ada kejadian dua anak kecil kehilangan orangtuanya dan dinaikkan ke atas panggung. Untungnya orangtuanya masih ada lalu mengambil anak itu.

"Yaa Alllah ibuuu..., lain kali jaga anak-anaknya baik-baik. Jangan karena keasyikan nonton saya, terus anaknya ditinggal," pesan Iyeth.

Menurut Iyeth setiapkali manggung, pasti ada saja ditemukan anak yang menangis karena kehilangan orangtuanya.

Penonton yang datang menyaksikan performance Iyeth bukan cuma dari berbagai kecamatan di Kapuas Hulu, Putussibau, Singkawang, Pontianak, dan beberapa dari Pulau Jawa, pun dari Malaysia terutama warga dari Lubok Antu, yakni kecamatan di Malaysia yang paling dekat dengan Badau, Indonesia.

Ada pula sejumlah penonton yang datang dari Kota Kuching, Ibukota Serawak, Malaysia. Salah satunya Noni. Perempuan muda berhijab gaul ini mengaku datang ke Badau dengan naik bus dari Khucing.

"Saya berangkat berdua dengan teman dari Kuching ke Badau naik bus Minggu pagi tadi, dan tiba di Badau jelang sore," akunya.

Usut punya usut, ternyata Noni peminat berat (fans) Iyeth. Bahkan ia adalah ketua fanbase Iyeth se-Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia yang beranggota jutaan penggemar fanatik Iyeth.

"Kami kumpulan fans Bunda Iyeth Bustami juga punya akun Instagram @ibloversasia," terangnya.

Kata Noni, ia sengaja datang jauh-jauh dari Kuching memang khusus untuk melihat sang idola.

"Tahun ini kami dari ibloversasia akan bikin acara di salah satu hotel di Jakarta untuk merayakan 30 tahun buat Bunda Iyeth berkarier di dunia musik," terangnya.

Sewaktu Noni asyik memotret dan memvideokan aksi Iyeth dari depan panggung, kebetulan Iyeth melihatnya, dan langsung memperkenalkan Noni.

"Noni tolong lambaikan tangannya ke penonton. Noni ini penggemar saya dari Malaysia. Setiap saya konser di Malaysia bahkan di perbatasan Indonesia-Malaysia, dia selalu datang," ungkap Iyeth.

Di ujung penampilannya, Iyeth membawakan lagu dangdut kekinian Goyang Dumang dan Syantik.

Iyeth pun meminta Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono dan sejumlah tamu VVIP antara lain Mohamad Syafiq wakil camat  Lubok Antu, Residen Sri Anam, Serawak, Malaysia; Sekda Kapuas Hulu, Kepala PLBN Badau, dan Kepala Bea Cukai naik panggung untuk ikut bernyanyi dan berjoget bersama.

Selepas menghibur ribuan penonton, ibu tiga putri ini diserbu penonton yang ingin berfoto bersama, dan herannya Iyeth dengan sabar melayani satu per satu peminatnya itu mulai dari anak-anak sampai orangtua.

"Saya berharap iven Festival Crossborder seperti ini terus dilanjutkan bahkan ditambah kuantitas dan kualitasnya karena bisa mempererat silaturahmi antar dua negara serumpun ini, baik itu Dayak maupun Melayu, selain dapat memajukan pariwisata Tanah Air," ujar Iyeth.

Sapto Haryono dalam sambutannya mewakili Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai penyelenggara Festival Crossborder Badau 2019 mengatakan kedepan pihaknya akan memperbanyak iven di PLBN Badau yang bukan hanya konser musik tapi juga iven yang mengangkat ekonomi kreatif masyarakat Badau, Kapuas Hulu dan sekitarnya untuk lebih meningkatkan perekonomian warga seperti iven pasar akhir pekan dan lainnya.

"Kami berharap semua iven yang digelar Kemenpar di PLBN Badau didukung semua stakeholder terkait, diperkuat dengan komitmen pimpinan daerah mulai camat, bupati/walikota dan gubernur agar setiap iven bermuara bukan hanya pada peningkatan kunjungan wisatawan baik nusantara dan mancanegara, pun benar-benar menambah kesejahteraan masyarakat," jelas Sapto.

Sekda Kapuas Hulu H. Sarbani mewakili Bupati Kapuas Hulu Muhammad Nasir mengatakan iven Festival Crossborder di Badau ini menjadi wadah promosi pariwisata lintas batas, khususnya Kecamatan Badau Indonesia dengan Kecamatan  Lubok Antu-Malaysia.

"Iven ini dapat memacu peningkatan wisnus dan wisman. Wisatawan asal Malaysia bisa berkunjung ke Danau Sentarum yang ada di Kapuas Hulu dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari PLBN Badau," terangnya.

Diharapkan iven ini bisa berkelanjutan. "Semoga ke depan, iven ini semakin berkualitas sehingga dapat mempercepat Kapuas Hulu sebagai tujuan wisata khususnya ekowisata berskala internasional," ujar H. Sarbani yang membuka secara resmi festival ini.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak, Malaysia Hasani Edelin mengatakan iven Festival Crossborder bisa menjadi salah cara untuk meraup bukan hanya warga Malaysia yang tinggal di Serawak pun wisman dari luar yang datang ke Serawak.

"Tahun ini Serawak menargetkan 5 juta wisman, paling tidak 1 juta wisman dari target tersebut bisa masuk ke Indonesia, salah satunya lewat PLBN Badau," terang Hasani.

Pantauan TravelPlus Indonesia, Festival Crossborder Badau 2019 edisi kedua yang juga dimeriahkan dengan hiburan pedangdut lainnya yakni Tika Zeins, juara pertama ajang Bintang Pantura 3 di Indosiar dan beberapa tarian kreasi dayak dari Sanggar Tari Badau, antara lain Tari Kumang Mangsai, serta pameran UKM, berdampak cukup besar bagi penambahan pendapatan para pelaku usaha mulai pedagang bermacam makanan kecil dan minuman ringan, aneka kerajinan tangan, dan lainnya baik yang mengikuti pameran maupun yang berjualan di sekitar lokasi acara dengan tenda seadanya.

Bukan cuma itu, pemilik hotel dan rumah makan di Pontianak (Ibukota Kalbar), terlebih di Putussibau (Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu) dan di Badau ikut kebagian untung karena banyak wisatawan termasuk panitia pelaksana (pihak Kemenpar, Media, PCO), tim artis, dan pendukung lainnya yang menginap di beberapa hotel setempat dan juga berwisata kuliner di beberapa rumah makan/warung di daerah-daerah tersebut.

Bustaman, salah satu penonton Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 mengaku mendapat info iven ini dari temannya.

"Mumpung libur saya bawa istri dan anak-anak ke PLBN Badau untuk melihat festival ini dengan membawa mobil sendiri karena akses jalannya sudah beraspal mulus," ujar Bustaman yang tinggal di Putussibau dan bermalam di salah satu homestay di Badau lantaran semua kamar hotel di Badau sudah penuh.

Bustaman berharap akomodasi dan rumah makan yang ada di Badau khususnya, diperbanyak lagi.

"Jadi kalau ada iven berskala besar seperti festival crossborder ini, wisatawan tidak kesulitan mencari tempat inap dan buat kulineran," imbaunya.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Iyeth Bustami sukses menghibur ribuan penonton baik dari Indonesia maupun Malaysia di PLBN Badau dalam iven Festival Crossborder Badau 2029 jilid 2 yang digelar Kemenpar, Minggu (23/6).
2. Iyeth diiringi band lokal cukup andal.
3. Iyeth bersama 3 nenek yang diajal naik ke panggung.
4. Iyeth mengajak orang Kemenpar bernyanyi.
5. Iyeth mengaku senang bisa tampil menghibur masyarakat dan wisatawan di Badau.
6. Iyeth mengajak Sapto Haryono dari Kemenpar dan tamu VVIP lainnya bernyanyi dan berjoget bersama di atas panggung.
7. Pintu gerbang Festival Crossborder Badau tempat awal menyambut tamu VVIP.
8. Prosesi adat dan tarian kreasi Dayak juga ditampilkan di Festival Crossborder Badau kali ini.
9. Tika Zeins, pedangdut perdana yang menghibur sebelum Iyeth Bustami tampil
10. Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 berdampak bagi pemilik rumah makan di Putussibau, Badau dan sekitarnya.
11. Sejumlah hotel di Badau dan Putussibau juga kecipratan untung dengan adanya Festival Crossborder Badau 2019 ini.

Read more...

Sabtu, 22 Juni 2019

Bingung Mau Kulineran Apa di Putussibau sampai Badau? Ini Panduannya

Buat wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang ke Festival Crossborder Badau 2019 edisi 2 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (23/6), terus ingin kulineran, berikut ini TravelPlus Indonesia sajikan panduan warung/rumah makan dan ragam kulinernya yang bisa disambangi/dinikmati dari Putussibau sampai Badau.

Di Kota Putussibau, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, ada beberapa pilihan warung dan rumah makan (RM) yang di rekomendasikan untuk disambangi lantaran menyajikan aneka masakan Melayu, Minang, dan lainnya, antara lain RM Fajar, RM Siti Nurbaya, dan RM Riqki. 

RM Fajar yang berlokasi di Jl. Komyos Sudarso, Putussibau menyajikan aneka masakan khas Melayu, berupa aneka olahan ikan tawar dari Sungai Kapuas, baik digoreng, pindang asam maupun dimasak asam pedas.

Ada Ikan Toman Rp 15 ribu per potong, Ikan Jelawat Rp 35, dan Ikan Semah yang paling mahal Rp 50 ribu per potong lantaran ikannya jarang karena susah ditangkap dan kerap diekspor orang.

Menurut Hj. Sadiah pemilik RM yang sudah beroperasi selama 14 tahun ini, tamu yang makan bukan cuma wisatawan lokal dan nusantara tapi juga dari mancanegara antara lain orang Malaysia, Eropa terutama Belanda dan Jepang.

"Kalau orang Malaysia, biasanya datang secara rombongan diatas 10 orang," ungkap Sadiah yang orang asli Putussibau beranak 4 dan bercucu 6.

Sejumlah pejabat dan artis pun sudah pernah makan di RM ini, antara lain Bupati Kapuas hulu dan pedangdut Zaskia Gotik.

Lain lagi dengan RM Riqki yang beralamat di Jl. WR Supratman 46, Putussibau Utara, Putussibau dekat kantor KPPN dan PPP.

Aneka masakan khas Putussibau yang disajikan antara lain Ikan Toman baik digoreng maupun asam pedas dan lainnya.

"Ikan Seladang dari Sungai Kapuas yang dimasak asam pedas per potongnya Rp 15-Rp 20 ribu karena susah dapat," terang Ruspini yang akrab disapa Ibu Apen, asli Putussibau juga.

Selain itu, di RM yang dibuka sejak 2011 dan berkapasitas 40 orang ini menyediakan Ikan Toman bakar/goreng Rp 80 ribu per ekor dengan sambal tomat goreng.

Juga ada Sayur Keladi Rp 10 ribu per porsi, Cah Pakis Rp 10 ribu, Sayur Petul Ikan seperti Otak-Otak Ikan Rp 15 ribu per porsi, dan Gulai Ayam Kampung Rp 20 ribu per potong.

Tak ketinggalan Kerupuk Ikan Toman Rp 35 ribu per satu bungkus seberat 1/2 kg.

"Artis KDI, ibu bupati, gubernur Kalbar, orang Jerman, Australia, & NGO/LSM kerap makan di tempat kami," ungkap ibu berusia 55 tahun yang sudah beranak 5, dan bercucu 3 ini.

Di perjalanan darat (overland) dari Putussibau ke Badau, jika lapar bisa singgah di Warung Mama Aditya yang berada di tepi Jalan Lintas Utara, Tanjung Kerja untuk ngopi, ngeteh, dan ngemil pisang nipah goreng.

Menu lainnya yang dijual ada Nasi Campur, Nasi Goreng, Mie Goreng, Mie Rebus, dan Kerupuk Basah.

Sementara di Badau antara lain di RM. Jember yang berada dekat Pasar Badau dan tak jauh dari kantor Kecamatan Badau.

Menu yang dijual antara lain Rawon dan Nasi Putih Rp 30 ribu, Ikan Nila Bakar dan Nasi Putih Rp 45 ribu, Sop Tulang Sapi dan Nasi Putih Rp 30 ribu.

Pilihan lainnya Ayam Bakar/Goreng, Soto Lamongan, Sate Sapi, dan lainnya.

RM berpenampilan sederhana ini menjadi ngehits lantaran pernah disinggahi Presiden Jokowi saat peresmian PLBN Badau tahun 2017.

"Ketika itu Presiden Jokowi memesan menu makan salah satu ikan tawar lokal, sayur sop, dan minum jeruk panas," kata Pretty, pemilik RM ini yang memang asli Jember.

Pilihan lainnya Warung Makan Buk Hadijah yang menjual aneka menu khas Melayu. Warung makan ini pernah dikunjungi pedangdut Fitri Carlina saat mengisi acara Festival Crossborder Badau tahun lalu.

Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono yang memimpin tim dari Kemenpar dalam pelaksanaan Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2, menilai informasi panduan tempat makan dan ragam kuliner ini amat penting bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

"Wisatawan yang ingin berwisata kuliner terlebih yang baru pertama kali ke Putussibau dan Badau jadi terbantukan dengan adanya info panduan ini. Soalnya mereka sebelum maupun sesudah menonton Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 yang dihibur pedangdut Iyeth Bustami dan Tika Zeins ini, pasti akan berwisata kuliner selain ke destinasi-destinasi wisata di Kapuas Hulu," terang Sapto.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Kulineran malam di RM Jember, Badau.
2. RM Fajar di Putussibau yang menyajikan aneka masakan khas Melayu.
3. Hj. Sadiah pemilik RM Fajar.
4. Ruspini yang akrab disapa Ibu Apen pemilik RM Riqki di Putussibau.
5. Ikan Pindang Asam, salah satu maskan khas Melayu di Putussibau.
6. Ngopi dan ngemil Pisang Nipah Goreng di Warung Mama Aditya.
7. Ikan Nila Bakar dan Nasi Putih khas RM Jember di Badau.
8. Sejumlah artis dan pejabat yang pernah bersantap di RM Fajar Putussibau, antara lain pedangdut Zaskia Gotik.

Read more...

Pakai IC, Wisman Malaysia Bisa Nonton Festival Crossborder Badau dan Jelajahi 5 Wilayah di Kapuas Hulu

Wisatawan asal Malaysia punya kesempatan langka menyaksikan Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), besok, Minggu (23/6), hanya dengan menunjukkan Identity Card (IC).

Hal itu diutarakan Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu Dios Dani dalam Rapat Koordinasi Festival Crossborder Badau 2019 di Aula Bank Kalbar, Putussibau, Jumat (21/6).

"Cukup tunjukkan IC, buat 'tiket' nonton Festival Crossborder di PLBN Badau khusus bagi warga Malaysia," ungkap Dios.

Disebut langka, karena dengan IC tersebut, wisatawan negeri jiran itu bukan cuma bisa menyaksikan 4 acara utama Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 yakni pameran UMKM dan kuliner; penampilan band artis dan tarian; penampilan band lokal, tarian, dan kesenian khas Kalimantan; serta penampilan artis Melayu dangdut Nasional (Iyet Bustami), artis Pantura ke-3 (Tika Zeins), dan band pengiring dari lokal (Putussibau) dari pukul 8 pagi sampai 5 sore, pun berkesempatan masuk dan menjelajahi destinasi-destinasi yang ada di 5 kecamatan yang masuk dalam Kabupaten Kapuas Hulu.

Kelima kecamatan yang diizinkan untuk dijelajahi wisman Malaysia itu adalah Kecamatan Puring Kencana, Badau, Empanang, Batang Lupar, dan Kecamatan Embaloh Hulu.

Selain dari Imigrasi, rakor juga dihadiri pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) selaku penyelenggara yang diwakili Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono; Dinas Pemuda Olahrga dan Pariwisata (Disporapar) Kapuas Hulu, GenPI Kapuas Hulu, Yonif 301 Badau, PLBN Badau, dan lainnya. Tak ketinggalan tokoh masyarakat dan perwakilan dari UMKM.

"Jadi IC itu harus dimanfaatkan sepuas mungkin oleh wisatawan Malaysia. Soalnya biasanya IC tersebut hanya berlaku di sekitar event. Tapi khusus  Minggu tanggal 23 Juni, bisa menjelajahi ragam pesona destinasi di lima kecamatan di Kapuas Hulu," terang Sapto Haryono.

Tak cuma itu, disediakan pula 1 bis berkapasitas 15-17 orang dari Badau untuk menjemput warga Malaysia di perbatasan tepatnya di Lubok Antu, yang ingin menonton Festival Crossborder tersebut.

Plt. Kepala Disporapar Kapuas Hulu M. Yusuf  mengatakan salah satu keunggulan destinasi pariwisata Kapuas Hulu adalah alamnya yang memesona. Ada taman nasional, air terjun, goa, hingga kawasan perbukitan, dan pegunungan.

Komposisi taman nasional terdiri dari Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang menjadi surganya flora dan fauna unik.

Taman Nasional Betung Kerihun ini memiliki luas sekitar 800 Ribu hektare. Posisinya masuk Kecamatan Putussibau dan Embaloh Hulu.

Kasi Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Kapuas Hulu S Indra Prasetyo lebih detil menjelaskan wisatawan Malaysia yang ingin mengeksplorasi sisi unik Kecamatan Puring Kencana, bisa mengunjungi Air Terjun Empanang di Desa Melancau, Puring Kencana.

Kalau di Kecamatan Batang Lupar bisa memancing di Danau Meliau yang dihuni sejumlah ikan tawar endemik yang unik antara lain Ikan Arwana (Screlopages Formosus) dan Toman (Snake Head Fish).

Bisa juga mengunjungi Rumah Betang dengan panjang 90 meter dan didiami sekitar 33 keluarga Dayak Iban.

Kalau di Kecamatan Embaloh Hulu bisa mengunjungi Taman Nasional Betung Kerihun yang berluas 8 ribu kilometer persegi.

Di dalamnya ada bermacam flora dan fauna antara lain Leptobrachella Myorbergi yakni katak terkecil di dunia dengan 1 Cm.

Wisatawan dari Malaysia juga bisa ke Danau Sentarum melalui melalui Kecamatan Batang Lupar daerah Lintas Utara wilayah Kapuas Hulu yang berbatasan dengan Malaysia.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: reza & sabar min

Captions:
1. Di PLBN Badau wilayah Indonesia. (Foto: Reza)
2. Di dalam PLBN Badau. (Foto: Reza)
3. Sepenghal pesona sunset Danau Sentarum. (Foto: Sabar Min-Genpi Kapuas Hulu)

Read more...

Overland Putussibau-Badau, Biar Komplit Sambangi PLBN dan Danau Sentarum

Satu-satunya cara menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan dengan Malaysia, ya lewat perjalanan darat atau overland. Pilihannya bisa dengan bus umum maupun carter mobil travel.

Wisatawan bisa menggunakan bus umum 3/4 berangkat pukul 10.30 di PO. Perintis, Putussibau, Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu sekitar Rp 150 ribu per orang selama 4-5 jam. Tapi busnya hanya sekali jalan dalam sehari. Begitupun dari Badau ke Putussibau.

Lebih enak dengan menyewa mobil travel sekali antar/drop Rp 1,3 juta - 1,5 juta untuk jenis inova yang bisa memuat 7 orang penumpang dan sopir.

Kenapa lebih enak? Karena bisa lebih cepat dan bisa mampir kemanapun kita suka saat di perjalanan.

Penjemputannya pun bisa sesuka hati, mau di Bandara Pangsuma, Putussibau atau dari hotel tempat menginap di Puttusibau, antara lain Hotel Multi Sentosa.

Menurut Parman, pemilik SS Transport dengan alamat http://rentalmobilkapuashulu.com, kalau sewa mobil rental dari Pontianak, Ibukota Kalbar ke Putussibau Rp 1,8 juta - Rp 2 juta, kalau untuk reguler Rp 350 ribu per orang dengan waktu tempuh sekitar 12 - 14 jam.

Sesuai amatan TravelPlus Indonesia, perjalanan darat dari Putussibau ke Badau didominasi pemandangan hutan di kiri kanan jalan.

Asyiknya hutannya masih asri, bukan hutan kelapa sawit. Selain itu juga nampak sejumlah rumah betang atau rumah panjang khas orang dayak. Tak ketinggalan perkampungan  dan desa-desa orang dayak.

Mobil juga akan menyeberangi  sejumlah jembatan yang membentang di atas sungai.

Kondisi jalannya terbilang mulus, di awal perjalanan dari Putussibau ke luar kota umumnya lurus. Tapi ketika melewati Desa Ukit, kondisi jalannya mulai berkelok dan naik turun.

Namun pemandangannya menawan berupa perbukitan berhutan lebat yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, masih di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Berkat taman nasional tersebut, Kapuas Hulu dijuluki Kabupaten Konservasi.

Taman nasional tersebut dan Danau Sentarum menjadi hulunya Sungai Kapuas yang mengalir dari Kabupaten Kapuas Hulu sampai Pontianak.

Biar perjalanan Putussibau ke Badau lebih bercerita, ada baiknya mampir di kedai atau warung kecil, antara lain di Warung Mama Aditya di tepi Jalan Lintas Utara, Tanjung Kerja untuk ngopi dan ngemil pisang nipah goreng.

Cara itu pun dilakukan tim Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Area III, Regional II, Pemasaran I, Sapto Haryono saat menuju Badau untuk persiapan kegiatan Festival Crossborder Badau 2019 edisi kedua di PLBN Badau, Kecamatan Badau, masih Kabupaten Kapuas Hulu.

Di warung yang pemiliknya muslim dan di sampingnya ada mushola serta toilet umum itu, beberapa anggota tim Sapto sempat menempelkan bahan promosi flyer terkait acara Festival Crossborder Badau yang akan berlangsung Minggu (23/6/2019) mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore di bagian depan warung tersebut.

"Penempelan flyer Festival Crossborder Badau 2019 itu bertujuan untuk mengabarkan kepada masyarakat setempat agar menyaksikan iven tersebut. Kami juga akan pasang/bagikan flyer di rumah makan dan rumah betang yang ada di wilayah Lubok Antu, Malaysia yang berbatasan dengan Badau, Indonesia, agar masyarakat setempat tahu lalu berbondong-bondong datang ke Festival Crossborder Badau 2019 yang akan dihibur antara lain pedangdut nasional Iyeth Bustami," terang Sapto Haryono.

Bukan cuma mampir di warung Mama Aditya, saat melintasi lokasi titik untuk melihat Danau Sentarum dari kejauhan, tim Sapto juga berhenti sejenak untuk mengabadikan panoramanya dan tentunya berfoto narsis.

Setibanya di Badau, wisatawan bisa langsung ke PLBN Badau untuk foto-foto. Bisa juga ke hotel terlebih dahulu untuk ceck in.

Pilihan hotelnya ada Hotel Badau Permai dengan tarif mulai 302.500 ribu sampai 440.000 per kamar untuk 2 orang, extra bad Rp 35.200.

Selain itu Hotel & Resto Sendang Kahuripan dengan tarif mulai Rp 150 ribu per malam untuk tipe ekonomi sampai Rp 400 ribuan (VIP) per malam.

Untuk mengisi perut antara lain di Rumah Makan Jember yang menyajikan aneka makanan Jawa antara lain Ayam/Ikan Bakar, Soto Lamongan, dan lainnya.

Warung makan berpenampilan sederhana itu menjadi ngehits lantaran pernah disinggahi Presiden Jokowi saat peresmian PLBN Badau.

Selagi di Badau, kurang komplit kalau tidak menyambangi Danau Sentarum. Lokasinya sekitar 30 menit dengan mobil.

Di Danau Sentarum, bisa mengunjungi Pulau Sepandan dengan speedboat berkapasitas 6 orang termasuk nahkoda, sekali antar Rp 360 ribu per speedboat, waktu tempuhnya sekitar 15 menit.

Di Sepadan sudah ada penginapan Rp 150 per kamar maksimal 4 orang.

Pilihan kedua ke Pulau Tekenang masih di perairan Danau Sentarum. Tarifnya Rp 1,3 juta per speedboat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Di Pulau Tekenang juga ada penginapan Rp 150 ribu per kamar, bisa untuk 4 orang. Aktivitas yang bisa dilakukan di Danau Sentarum antara lain melihat/mengabadikan pemandangan dan sunset, memancing, bird watching, dan lainnya.

Jika datang pas penyelenggaraan Festival Danau Sentarum (tahun ini, diadakan bulan Oktober), wisatawan bisa naik kapal wisata untuk keliling danau.

Nah, kalau penasaran ingin menyeberang ke negeri tetangga, Malaysia tepatnya ke Lubok Antu, jangan lupa siapkan paspor.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & sabar min-genpi kapuas hulu

Captions:
1. Plang petunjuk ke kecamatan Badau dimana terdapat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau yang berbatasan dengan Malaysia.
2. Sewa mobil travel lebih praktis bisa mampir kemana-mana.
3. TravelPlus Indonesia di titik lokasi bisa melihat Danau Sentarum dari kejauhan.
4. Mampir di Warung Mama Aditya ngopi dan ngemil pisang nipah goreng.
5. Menempelkan flyer acara Festival Crossborder Badau 2019 edisi kedua di depan Warung Mama Aditya di Lintas Utara menuju Badau dari Putussibau.
6. Menempelkan flyer Festival Crossborder Badau 2019 di salah satu rumah betang di Lubok Antu, Malaysia dekat perbatasan dengan PLBN Badau Indonesia.
7. Berfoto di PLBN Badau Indonesia.
8. Sepenggal pesona Danau Sentarum, sekitar 30 menit dari Badau, masih Kabupaten Kapuas Hulu. (Foto: Sabar Min- Genpi Kapuas Hulu)

Read more...

Jumat, 21 Juni 2019

Siak Jadi Tuan Rumah Festival Kota Pusaka Nusantara 2020, Ini Persiapannya

Kota Siak Sri Indrapura atau lazimnya disebut Kota Siak, Ibukotanya Kabupaten Siak,  Provinsi Riau bakal menjadi tuan rumah Festival Kota Pusaka Nusantara ke VIII tahun depan.

Hal itu disampaikan Sekda Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah usai membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Area III yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Harmoni 21 Hotel, Kabupaten Siak, Riau, Rabu 19 Juni 2019.

"Alhamdulillah Siak yang baru 2 tahun lalu ditetapkan sebagai Kota Pusaka, ternyata tahun depan sudah dipercaya menjadi tuan rumah iven berskala nasional Festival Kota Pusaka Nusantara ke VIII," terang Tengku Said Hamzah mewakili Bupati Siak Alfedri di Bimtek tersebut yang berhalangan hadir.

Menurut Tengku Said Hamzah berbagai langkah mulai dipersiapkan Pemkab Siak untuk menjadi tuan rumah yang baik.

"Salah satunya tim kita dibawah pimpinan Bupati Alfredi hadiri Festival Kota Pusaka Nusantara ke VII digelar di Karangasam Bali," terangnya.

Persiapan lainnya, sambung Tengku Said Hamzah memanfaatkan Bimtek yang digelar Kemenpar di Siak ini dengan sebaik-sebaiknya sebagai bekal dalam mengembangkan destinasi pariwisata terkait sejarah, budaya, religi dan lainnya guna mendukung Siak sebagai tuan rumah Festival Kota Pusaka Nusantara dan Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) VIII.

"Kami berterimakasih kepada Kemenpar yang sudah memilih Kabupaten Siak sebagai tempat Bimtek ini, mudah-mudahan dapat meningkatkan pengembangan destinasi pariwisata Siak," ungkap Tengku Said Hamzah.

Salah satu tujuan digelarnya iven budaya tahunan JKPI ini untuk mempromosikan pariwisata sekaligus melestarikan cagar budaya dan bangunan, serta benda pusaka yang bernilai sejarah tinggi.

"Sebagai tuan rumah tahun depan, Kabupaten Siak akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah," terangnya.

Berbagai promosi untuk menggaungkan Siak sebagai tuan rumah Festival Kota Pusaka Nusantara 2020 pun akan dilakukan. "Antara lain memanfaatkan iven berkelas baik nasional maupun international seperti Tour de Siak," pungkas Tengku Said Hamzah.

Sebagai informasi, Kota Siak ditetapkan sebagai kota pusaka pada 15 Desember 2017 oleh Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya.

Kota Siak berada di pinggiran Sungai Siak yang terkenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia.

Jarak Siak dari Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau sekitar 98 Km. Jika menggunakan roda empat, membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.

Sebagai kota pusaka, Siak menyimpan bukti sejarah masa lampau akan kerajaan-kerajaan Islam yang dikenal dengan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Peninggalan sejarah paling fenomenal Istana Siak yang masih kokoh hingga saat ini.

Selain itu gedung Balai Kerapatan Adat Kerajaan dan Masjid Sultan Siak. Bahkan ada sebuah kapal terbuat dari baja besi yang pernah mengarungi hingga ke Eropa, yang kini menjadi saksi bisu akan kejayaan kerajaan Siak masa lalu.

Kapal milik Sultan Siak itu dapat dijumpai di sebelah Istana Siak. Kapal itu juga sebagai angkutan Sultan Siak kala menghadiri penobatan Ratu Belanda sebelum kemerdekaan.

Acara Bimtek Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Area III yang diselenggarakan Kemenpar di Siak diikuti sekitar 40 lebih peserta yang mewakiki lima unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, industri wisata, media, dan komunitas).

Setelah dibuka, dilanjutkan dengan pengarahan yang disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional 1 Kemenpar, Lokot Ahmad Enda.

Kemudian dilanjutkan paparan materi terkait oleh Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta Revalino Tobing, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah dan Warisan Budaya Kemenpar Tendi Nur Alam, dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni.

Naskah & foto: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)

Captions:
1. Makam Koto Tinggi salah satu peninggalan pusaka di Kota Siak.
2. Sekda Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah saat membuka Bimtek Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Area III di Kabupaten Siak.
3. Istana Siak ikon kota pusakanya Siak.
4. Interior Istana Siak.
5. Para narasumber dan peserta Bimtek Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional I Area III di Kabupaten Siak.

Read more...

Empat Acara Utama Festival Crossborder Badau 2019 Ini Ditargetkan Jaring 6.500 Wisatawan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menggelar Festival Crossborder di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).

Di Festival Crossborder Badau 2019 edisi kedua yang akan digelar Minggu, 23 Juni dari pukul 8 pagi sampai 5 sore ini ada 4 acara utama/andalan yang disuguhkan yakni pameran UMKM dan kuliner; penampilan band artis dan tarian; penampilan band lokal, tarian, dan kesenian khas Kalimantan; serta penampilan artis Melayu dangdut Nasional (Iyet Bustami), artis Pantura ke-3, dan band pengiring dari lokal (Putussibau).

Keempat acara utama tersebut ditargetkan mampu menarik kunjungan wisatawan baik lokal, nusantara, dan mancanegara sebanyak 6.500 orang.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koodinasi (Rakor) Festival Crossborder Badau 2019 di Aula Bank Kalbar, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat, 21 Juni 2019.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Area III, Regional II, Pemasaran I, Sapto Haryono yang mewakili Kemenpar menjelaskan kegiatan festival crossborder ini merupakan program Kemenpar dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2019 sebesar 20 juta dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) serta untuk meningkatkan aktivitas industri pariwisata Indonesia.

"Kegiatan ini juga merupakan salah satu strategi Kemenpar dalam upaya menarik kunjungan wisman dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam ke Indonesia, terutama yang berada di wilayah  perbatasan," terangnya.

Adapun tujuannya sudah pasti untuk mempromosikan tempat wisata dan budaya di perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam; meningkatkan jumlah kunjungan wisman; meningkatkan perekonomian melalui transaksi ekonomi yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan; dan mempererat hubungan antara dua negara.

"Selain itu, festival di perbatasan ini pun sebagai hiburan untuk warga perbatasan yang diharapkan dapat meningkatkan persaudaraan antaretnis di Badau, Kabupaten Kapuas Hulu serta dapat bermanfaat untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Kapuas Hulu kedepannya," tambah Sapto.

Kegiatan ini, lanjutnya dikemas dalam bentuk penampilan penyanyi/musisi nasional; pertunjukan band lokal; penampilan musik sape khas alat musik dari Kalbar, tarian Dayak dan Melayu; serta pameran umum dan kuliner yang dilaksanakan selama 1 hari.

Menurut Sapto tak sulit menjangkau PLBN Badau yang lokasi Festival Crossborder Badau 2019.

Wisatawan dapat menggunakan pesawat (Garuda Indonesia, Sriwijaya Air,  dan Lion) dari kota asal ke Bandara Supadio, Pontianak. Lalu ke Putussibbau dengan pesawat (Wings Air), kemudian dari Putussibau menuju Nanga Badau dengan transportasi darat kurang lebih 4 jam.

Kalau overland dari Pontianak ke Putussibau dengan mobil travel sekitar 12 jam. Sedangkan naik bus umum sekitar 15 jam dengan kondisi jalan sudah mulus.

"Di sekitar lokasi acara juga sudah tersedia akomodasi berupa hotel dan homestay antara lain Hotel Lohjinawi dan Hotel Sedang Banyu Kahuripan di Badau, Hotel Aman Sentosa dan Hotel Sanjaya di Putussibau ," ungkapnya.

Sapto menjelaskan Kemenpar menargetkan pengunjung Festival Crossborder Badau 2019 ini sebesar 5.000 baik wisnus dan lokal serta 1.500 wisman, jadi totalnya 6.500 wisatawan.

Wisnus yang disasar adalah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali.  Sedangkan wismannya dari Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, dan ekspatriat.

"Kemenpar pun berharap masa tinggal/kunjungan wisnus (length of stay)-nya sekitar 4 hari mulai dari menyaksikan opening, berlibur, berolahraga tradisional, dan melihat pentas kesenian. Sedangkan bagi wismannya lebih kurang 5 hari selama event dan ditambah kunjungan ke destinasi," ungkapnya.

Untuk menjaring 6.500 wisatawan (lokal, nusantara, dan mancanegara) lewat festival perbatasan ini, sambung Sapto sejumlah promosi pra event sudah dilakukan antara lain siaran di RRI Kota Putussibau, memasang poster, flyer, spanduk di Kantor Konjek RI di Kuching dan di PLBN Badau serta penyebaran poster dan flyer di Desa Lubok Antu, Malaysia.

"Kami juga memasang spanduk, umbul-umbul, dan baliho di lokasi strategis jalur Lanjak dan Badau di Kantor Bupati dan Kantor Disparpora Kapuas Hulu. Tak lupa meletakkan rol banner dan spanduk di beberapa hotel dan PLBN," bebernya.

Selain itu disiarkan lewat media sosial (medsos) seperti Facebook, Instagram, Twitter, Media Online, dan Genpi Kapuas Hulu.

Sementara publikasi on event-nya lewat umbul-umbul, sejumlah backdrop, ragam medsos, Genpi Kapuas Hulu, dan liputan dari beberapa media online.

"Media yang diikutsertakan akan meliput event ini dan juga destinasi yang ada di Kapuas Hulu sehingga wisatawan mendapatkan informasi daya tarik Kapuas Hulu dan tertarik datang mengunjungi destinasinya, bukan pada saat event saja," terang Sapto.

Sekda Kapuas Hulu Sarbani yang mewakili Bupati Kapuas Hulu AM Nasir berharap Festival Crossborder Badau 2019 ini berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

"Terpenting itu setiap event yang dibuat, masyarakat dapat  menaikkan pendapatannya. Bukan cuma mendapat hiburan artis saja," ujarnya.

Menurut ketua umum komunitas Genpi (Generasi Pesona Indonesia) Kapuas Hulu, TJ Kasuma destinasi Kapuas Hulu yang kerap dikunjungi wisatawan dan jadi andalan antara lain Danau Sentarum, Desa Melemba, Das Embaloh di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, dan Desa Sei Utik.

"Selain itu Air Terjun Sarai Brunyau, Beluan Komplek, Danau Lindung Empangau, Medang Pulang, dan Gua Maria/Gurung Sepangin," terang TJ Kasuma diamini ketua Harian Genpi Kapuas Hulu Sabar Min.

Sebagai catatan, sebelumnya di venue yang sama di Badau juga sudah terlaksana Festival Crossborder 2019 edisi pertama tanggal 4-5 Mei lalu.

Ketika itu pedangdut nasional Iis Dahlia yang dihadirkan, sukses menghibur ribuan wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara.

Naskah: adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis)
Foto: adji & sabar min

Captions:
1. Salah satu flyer bahan promosi Festival Crossborder Badau edisi kedua tahun 2019.
2. Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Area III, Regional II, Pemasaran I, Sapto Haryono (kedua dari kanan) yang mewakili Kemenpar menjelaskan acara Festival Crossborder Badau 2019 dan tujuannya dalam Rakor Festival Crossborder Badau 2019 di Aula Bank Kalbar Putussibau, Kapuas Hulu, 21 Juni.
3. Salah satu materi yang disampaikan Sapto Haryono dalam Rakor ini.
4. Bandara Pangsuma di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalbar.
5. Sekda Kapuas Hulu Sarbani menyampaikan sambutan Bupati Kapuas Hulu AM Nasir dalam Rakor  ini.
5. Salah satu aktivitas di Danau Sentarum, wisatawan naik kapal wisata susur danau. (foto: sabar min-genpi kapuas hulu)

Read more...

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP