20 Fakta Grojogoan Sewu, Nomor Satu Masih Diminati Wisman
Grojogan Sewu masih diminati wisatawan mancanagra (wisman). Buktinya air terjun yang berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini, dikunjungi sejumlah turis asing baru-baru ini.
Amatan TravelPlus Indonesia yang datang ke Grojogan Sewu pada Senin (13/7/26) pagi atau bertepatan dengan hari pertama siswa-siswi atau pelajar kembali masuk sekolah usai liburan, sekurangnya ada tiga kelompok keluarga wisman yang datang ke air terjun Grojogan Sewu.
Kelompok keluarga wisman yang pertama, datang pada pukul 9.00 WIB pagi berjumlah 5 orang terdiri atas suami-istri dan dua pemuda serta satu remaja putri. Mereka naik satu mobil travel dengan seorang tour guide (pemandu wisata).
Di perjalanan menuju Grogogan Sewu, sang ayah yang mengenakan kaos abu-abu berlengan pendek dan celana pendek serta putra pertamanya yang sudah dewasa berkaos warna putih lengan panjang asyik mengabadikan beberapa spot-spot menarik seperti pohon yang akar-akarnya menempel di bongkahan batu besar.
Keduanya juga mengabadikan monyet ekor panjang yang mendekat. Setibanya di Grojogan Sewu mereka terlihat takjub lalu mengabadikan pesonanya.
Puas mengambil gambar dan video, keluarga wisman pertama meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, datang kelompok keluarga wisman yang kedua sebanyak 4 orang, terdiri atas ayah-ibu dan 2 putri remaja. Mereka pun nampak terpesona melihat air terjun setinggi 81 meter ini.
Di sana, selain mereka ada 2 pasang wisatawan nusantara (wisnus). Pasangan pertama suami istri yang menginap di salah satu penginapan yang berjarak sekitar 100-an meter dari gerbang pertama bertuliskan "Selamat Datang di TWA Grogogan Sewu Tawangmangu". Sedangkan pasangan yang kedua, wisnus masih berstatus pacaran.
Kelompok keluarga wisman yang ketiga berjumlah 6 orang ditambah seorang pemandu wisata yang TravelPlus Indonesia temui di depan gerbang kedua atau dekat dengan loket pembelian tiket masuk, sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan data di atas, membuktikan kalau Grojogan Sewu masih diminati wisman sekalipun bermunculan objek-objek wisata lain di Tawangmangu dan sekitarnya.
Dari data di atas juga membuktikan kalau wisman lebih senang berkunjung ke Grojogan Sewu diluar masa libur sekolah dan diluar akhir pekan serta masih pagi hari untuk mendapatkan suasana alam yang masih sepi dan segar.
Data di atas juga merupakan fakta pertama dari 20 fakta yang TravelPlus Indonesia temukan langsung ditambah data dari berbagai sumber. Masih ada sederet fakta menarik lainnya terkait Grojogan Sewu.
Fakta kedua, loket Grojogan Sewu dibuka setiap hari mulai pukul 8.00 WIB pagi.
Fakta ketiga, harga tiket masuk (HTM) Grojogan Sewu untuk wisnus Rp27.000 per orang untuk hari biasa (weekdays) dan Rp29.500 per orang untuk akhir pekan/hari libur (weekend). Sedangkan untuk Rp125.000 per orang baik hari biasa maupun akhir pekan/hari libur.
Berikutnya atau fakta yang keempat, di dekat loket terdapat plang informasi Denah Grojogan Sewu berwarna hijau dan plang hijau tua dengan tulisan putih tentang sederet Informasi Umum Kawasan antara lain status luas Grojogan Sewu 64,30 Ha mencakup Kelurahan Kalisoro dan Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Fakta kelima, air terjun Grojogan Sewu berstatus Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Kementerian Kehutanan RI.
Fakta keenam, suasana TWA Grojogan Sewu rindang dan ijo royo-royo karena masih banyak pepohonan besar antara lain pinus, damar, kaliandra, puspa, dan suryan. Sedangkan fauna yang bisa pengunjung lihat di sana antara lain kera ekor panjang, tupai, dan bermacam jenis burung.
Fakta ketujuh, selain itu juga terdapat plang imbauan bercat hijau dengan tiga poin imbauan dengan tulisan bercat putih yakni poin pertama, jalan menuju air terjun Grojogan Sewu berupa anak tangga turun naik berjumlah 1.250 undakan; poin kedua, penggunjung yang sudah lanjut usia, memiliki penyakit bawaan seperti asma, lemah jantung atau penyakit lainnya yang tidak memungkinkan menempuh jalan nain turun, dimohon waspada; dan poin imbauan yang ketiga, pengunjung yang tidak mampu naik tangga untuk kembali ke atas, dapat memanfaatkan jasa tandu berbayar yang berada di lokasi air terjun.
Selanjutnya atau fakta yang kedelapan, setelah loket dan pintu masuk ada plang kayu bercat hijau tua dengan dua poin yakni poin larangan membawa senapan angin, berburu, membawa senjata tajam, senjata api, minum-minuman keras, corat-coret, duduk/berhenti di jalan, dan larangan membuang sampah di sembarang tempat. Sedangkan isi imbauannya makanan/buah-buahan yang akan dibawa masuk, harap dibungkus/dimasukkan di dalam tas karena banyak kera/monyet ekor panjang.
Fakta kesembilan, fasilitas yang tersedia di TWA Grojogan Sewu antara lain kolam renang, beberapa gazebo/tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cendera mata, musala, MCK, dan sejumlah tempat sampah.
Fakta ke-10, amatan TravelPlus Indonesia pada hari itu kondisi sepanjang jalan berundak naik turun sampai lokasi air terjun nampak bersih, tidak ada sampah yang berserakan termasuk di gazebo dan fasilitas lainnya sehingga suasananya semakin semakin sedap dipandang mata.
Panduan Transum
Fakta ke-11, lantaran berada dekat dengan perbatasan dua provinsi yakni Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), membuat TWA Grojogan Sewu dapat dicapai dari 2 kota di dua provinsi tersebut, yakni Solo (Jateng) atau Madiun (Jatim).
Berikutnya atau fakta yang ke-12, gerbang kedua sekaligus loket/pintu masuk Grojogan Sewu yang berada di Jl. Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, berjarak sekitar 45 Km arah Timur, sedangkan dari Madiun 75 Km Barat daya.
Fakta ke-13, traveler yang biasa backpacker-an bisa mencapainya dengan menggunakan transportasi umum (transum) dari Terminal Tirtonadi Solo dengan bus ekonomi non AC sampai Terminal Tawangmangu Rp 20 ribu perorang pada hari biasa. Waktu tempuhnya sekita 2-3 jam tergantung kondisi lalu lintas. Selanjutnya naik ojek online ataupun ojek pangkalan dari Terminal Tawangmangu ke Grojogan Sewu sekitar Rp 15.000 per orang.
Fakta ke-14, kalau ingin menginap bisa mencari penginapan di sekitar Jalan Grojogan Sewu, Beji tepatnya di Kawasan Pondok Wisata I dan Kawasan Pondok Wisata II dengan tarif mulai dari Rp 100 ribu-an per malam dengan kamar maindi air dingin. Kalau kamarnya sudah berfasilitas air hangat, biasanya tarifnya di atas itu.
Fakta ke-15, pilihan akomodasi di Kawasan Pondok Wisata I antara lain Pondok Wisata Anita, Vila Wahyu Abadi, Penginapan Kartika Sari, Homestay Samara, Pondok Wisata Sidomulyo, Penginapan Damar, Penginapan Sari Handayani, Penginapan Tri Tunggal, Wisma Giri Mulyo A, dan Wisma Giri Mulyo B. TravelPlus Indonesia hari itu memilih Wisma Giri Mulyo B karena sudah. berfasilitas air panas dan memiliki roof top buat bersantai sambil menikmati pemandangan berlatar Gunung Lawu.
Bila memilih penginapan di tepi jalan raya antara lain Penginapan Lumayan dekat dengan kuliner Tahu Kupat Podo Moro dan Soto Beji Bu Zain.
Kalau di Kawasan Pondok Wisata ll, pilihannya antara lain Wisma Indah Palace, Villa Lestari, Hotel Mandaulin, Losmen & Vila Lumayan, Hotel & Aula Wahyu Sari, Penginapan Widodo Mulyo, dan Homestay Argo Joyo Syariah yang menurut pemiliknya merupakan satu-satunya penginapan di kawasan ini yang berkonsep syariah artinya tamu berpasangan yang menunjukkan buku nikah yang boleh menginap di penginapan yang berada persis di seberang gerbang pertama TWA Grojogan Sewu.
Selanjutnya atau fakta yang ke-16, kalau mau menunaikan kewajiban sebagai muslim salat lima waktu, selain di musala yang ada di dalam TWA Grojogan Sewu saat berkunjung, bisa juga di kamar penginapan atau di masjid terdekat untuk salat Jumat antara lain Masjid Hidaytul Akbar yang berjarak sekitar 100 meter dari Jalan Grojogan Sewu, Beji, Kawasan Pondok Wisata I.
Fakta ke-17, dari penginapan yang dipilih di dua kawasan pondok wisata tersebut, bisa jalan kaki menuju gerbang/loket Grojogan Sewu. Sebaiknya pagi hari karena selain lebih segar pun pengunjungnya belum terlalu ramai.
Fakta ke-18, aktivitas wisata yang bisa traveler lakukan di TWA Grojogan Sewu bukan hanya melihat, mengabadikan Grojogan Sewu serta berfoto berlatar air terjun tersebut pun duduk santai di aliran sungai (bukan di tumpahan air terjun karena tidak diperbolehkan/dilarang mengingat tumpahan airnya sangat besar dan bisa kemungkinan kena jatuhan bebatuan tebing). Kalau tidak membawa kamera ataupun HP bisa memanfaatkan jasa tukang foto langsung jadi dengan tarif foto 20R Rp25.000 dan 4R Rp10.000 di dekat lokasi air terjun.
Selain itu bisa berenang di kolam renang, kulineran aneka minuman ringan, sate kelinci bumbu kuah kacang plus lontong/nasi, dan lainnya. Selanjutnya mengabadikan monyet ekor panjang namun jangan terlalu dekat dan beristirahat sejenak di gazebo.
Fakta ke-19, usai menikmati ragam pesona Grojogan Sewu dan traveler masih ingin melanjutkan kunjungan wisata lain yang ada di Tawamangu dan sekitarnya pilihannya antara lain mendaki Bukit Mongkrang (2.194 Mdpl); mendaki Gunung Lawu ((3.265 Mdpl) via Cetho, Cemoro Kandang ataupun Cemoro Sewu; wisata petik stroberi sendiri, dan atau berkemah di Bumi Perkemahan Pleseran yang terletak di Jalan Candi Menggung Nglurah, Area Hutan, Kecamatan Tawangmangu dengan membeli paket camping-nya. Di Buper Pleseran, traveler juga bisa bermain air dan berenang tipis-tipis di Telaga Asmoro-nya.
Mitos
Terakhir atau fakta yang ke-20, percaya atau tidak di Grojogan Sewu juga memiliki sebuah mitos yang berkembang dari warga setempat. Konon mitosnya bagi sepasang kekasih yang belum menikah berani melintasi jembatan di depan air terjun, maka hubungannya akan putus alias tidak sampai ke jenjang pernikahan.
Itulah 20 fakta yang TravelPlus Indonesia rangkum dari hasil kunjungan dan amatan langsung ke TWA Grojogan Sewu, sehari setelah mengikuti sekaligus meliput kegiatan bertajuk "Pendakian for Palestine" (PfP) yang digelar Solo Peace Convoy (SPC) di Bukit Mongkrang.
Semoga bermanfaat🙏.
Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180
1. Kelompok keluarga wisatawan mancanegara (wisman) yang kedua tengah menikmati, melihat, dan tak lupa mengabadikan keindahan air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu pada Senin (13/7/26) pagi.
2. Kelompok keluarga wisman yang pertama datang tengah mengabadikan spot batu besar sebelum menuju lokasi air terjun Grojogan Sewu.
3. Kelompok keluarga wisman yang ketiga saat tiba di depan loket/pintu masuk TWA Grojogan Sewu.
4. Kondisi jalan menuju lokasi air terjun bersih dan teduh oleh rindangnya pepohonan.
5. TravelPlus Indonesia di gerbang kedua dekat loket/pintu masuk TWA Grojogan Sewu.
6. Salah satu gazebu atau tempat beristirahat sejenak bila pengunjung kelelahan meniti undakan turun (dari pintu masuk ke lokasi air terjun) dan naik (ke pintu keluar/loket).
7. Gerbang selamat datang di TWA Grogogan Sewu yang pertama di tepi Jalan Grojogan Sewu.
8. Plang ucapan selamat kepada pengunjung karena sudah berhasil.
meniti 1.250 anak tangga turun dan naik.
9. Gerbang Kawasan Pondok Wisata I di Jalan Grojogan Sewu, Beji, Tawangmangu.
10. Gerbang Kawasan Pondok Wisata II di Jalan Grojogan Sewu, Beji, Tawangmangu.
11. Berkemah di Bumi Perkemahan Pleseran usai dari Grojogan Sewu. Pilihan lain mendaki Bukit Mongkrang ataupun Gunung Lawu, wisata petik stroberi sendiri, wisata kuliner di kafe-kafe dengan roof top keren di sepenjanh jalan Tawangmangu, dan lainnya.
12. TravelPlus Indonesia berkunjung lagi ke TWA Grojogan Sewu, sehari setelah mengikuti sekaligus meliput kegiatan "Pendakian for Palestine" (PfP) yang digelar Solo Peace Convoy (SPC) di Bukit Mongkrang. (foto: dok.pengunjung)













0 komentar:
Posting Komentar