. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Rabu, 15 Juli 2026

Menikmati Pendakian Bukit Mongkrang kala Kemarau, Ini 15 Kiatnya


Saat musim kemarau seperti sekarang,
Bukit Mongkrang yang berketinggian 2.194 Mdpl punya tantangan tersendiri yakni debu yang berterbangan dan terik matahari yang menikam di siang hari serta dingin yang cukup menggigit di malam dan dini hari. Lalu bagaimana kiat menikmati pendakian gunung yang berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini?

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman TravelPlus Indonesia mendaki gunung yang mendapat julukan anaknya Gunung Lawu ini, sekurangnya ada 15 kiat untuk menikmati pendakian Bukit Mongkrang yang kerap disapa singkat "BuMo" ini kala kemarau.


Kiat yang pertama, setiap pendaki wajib mengindahkan peraturan pendakian BuMo antara lain melewati jalur pendakian resmi yang sudah ada saat naik maupun turun, membawa turun kembali sampah logistik yang dibawa, tidak membawa tisu basah/alat musik/miras dan narkoba, tidak membuat api unggun di sembarang tenpat, dan tidak melakukan vandalisme.

Kiat kedua, bila Anda memiliki riwayat penyakit jantung, asma, dan hipertensi, sebaiknya tidak melakukan pendakian.


Kiat ketiga, kalau Anda berencana melakukan pendakian tektok sebaiknya berangkat selagi masih pagi setelah salat subuh dan sarapan, karena masih teduh dan terhindar dari terik matahari. Sebaiknya warming up tipis-tipis terlebih dahulu dan tak lupa berdoa memohon keselamatan dan kelancaran sebelum memulai pendakian.

Adapun jam operasional pendakian tektok sebagaimana tercantum di basecamp (BC) pendakian BuMo untuk weekend/hari libur mulai pukul 03.00- 15.00 WIB sedangkan weekday/hari kerja mulai 04.00 - 15.00 WIB.


Berikutnya atau kiat keempat, kalau tujuan pendakiannya nge-camp (berkemah semalam di area camp gunung ini), bisa berangkat selepas asar. Jam operasional pendakian camp untuk weekend/hari libur mulai pukul 03.00- 23.00 WIB sedangkan weekday/hari kerja mulai 04.00 - 22.00 WIB.

Kiat kelima, kalau nge-camp wajib membawa perlengkapan berkemah yang nyaman terutama tenda beserta lampu tenda, matras aluminium foil, sleeping bag, pakaian tidur yang kering, jaket tebal, kaos kaki, sarung tangan, bantal tiup, dan balaklava. Pilihlah lokasi nge-camp yang agak teduh oleh rindang pepohonan agar tidak mendapat terpaan angin kencang.


Kiat keenam, kalau ingin masak saat nge-camp, ya bawa perlengkapan masak seperti kompor gas, gas portable, nesting, korek api, dan tentunya aneka logistik yang praktis untuk dimasak.

Selanjutnya atau kiat yang ketujuh, saat mendaki maupun turun disarankan mengenakan masker/buff/slayer untuk menutup hidung dan mulut dari terpaan debu.

Kiat kedelapan, saat mendaki maupun turun disarankan mengenakan gaiter atau penutup sepatu agar debu tidak masuk ke dalam sepatu.


Kiat kesembilan, saat mendaki maupun turun disarankan mengenakan pakaian/kaos yang mudah menyerap keringat.

Indahkan Adab Mendaki
Berikutnya atau kiat yang ke-10, mengindahkan adab saat mendaki, antara lain ketika berpapasan dengan kelompok pendaki lain, mendaki/menurunlah secara perlahan, jangan lari atau menghentak-hentakkan kaki ke trek berdebu karena debu bisa berterbangan dan menggangu pendaki lain.

Kiat ke-11, kalau ingin melakukan trail running, usahakan saat kondisi trek berdebu sepi atau tidak ada pendaki.


Kiat ke-12, selain menggapai puncaknya bisa sekaligus melakukan aksi bela Palestina dengan cara mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina di puncak secara bersama-sama seperti yang dilakukan Solo Peace Convoy (SPC) baru-baru ini dengan menggelar kegiatan bertajuk "Pendakian for Palestine" (PfP) edisi ketiga yang diikuti 200 orang lebih. Untuk ini, sebaiknya Anda memberi tahu atau meminta izin ke petugas di BC setempat.

Abadikan Spot Menarik
Selanjutnya atau kiat yang ke-13, mengabadikan spot-spot menarik mulai dari BC, sepanjang pendakian, sampai puncaknya antara lain spot gerbang "Selamat Datang di Jalur Pendakian Bukit Mongkrang" yang berada sebelum loket, plang "Peraturan Pendakian Bukit Mongkrang" setelah gerbang, plang "Peta Jalur Pendakian Bukit Mongkrang", plang tulisan "Start Pendakian Bukit Mongkrang", plang tulisan-tulisan menarik antara lain "Gak Usah Ngebut Puncak Takkan Kemana, yang Penting dapat Nomor WhatsAap", spot alami pohon besar, Puncak Candi, spot tulisan "Tunduk pada Pencipta, Bijak pada Alam Semesta, Baik pada Sesama", dan tentunya puncak utama BuMo yang berketinggian 2.194 Mdpl dengan latar belakang plang merah dan atau plang kayu.


Kiat ke-14, usai turun gunung dan bersih-bersih di toilet berbayar serta salat wajib di musala BC, Anda bisa membeli aneka makanan ataupun minuman di warung/kedai di dekat BC seperti nasgor, mie rebus, mie goreng, pentol kuah, dan lainnya.

Pilihan lain Anda bisa membeli stroberi ataupun ikutan wisata petik stroberi sendiri buat ngemil di perjalanan dan atau buat oleh-oleh. Dengan menerapkan kiat ini, hitung-hitung Anda sudah turut membantu menambah pendapatan pedagang maupun petani yang notabene warga setempat.


Terakhir atau kiat yang ke-15, pilih hasil dokumentasi pendakian BuMo Anda yang terbaik, entah itu foto maupun video lalu racik menjadi konten yang menarik dan atau informatif kemudian unggah di ragam medsos Anda seperti IG, Tiktok, FB, dan YouTube.

Bisa juga Anda membuat tulisan tentang panduan perjalanan pendakian BuMo, tips pendakian, kegiatan positif yang dilakukan di sana, dan atau mengangkat daya tarik BuMo untuk media online. Dengan melakukan kiat pamungkas ini, berarti Anda sudah turut mempromosikan BuMo sekaligus berkontribusi memajukan sektor pariwisata setempat.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180

Captions:
1. Kondisi sepatu usai menuruni Bukit Mongkrang yang trek summit attack-nya penuh debu.
2. Plang "Peraturan Pendakian Bukit Mongkrang " setelah gerbang.
3. Plang "Peta Jalur Pendakian Bukit Mongkrang".
4. Gerbang "Selamat Datang di Jalur Pendakian Bukit Mongkrang" yang berada sebelum loket. (foto: dok/rekan pendaki)
5. Plang "Start Pendakian Bukit Mongkrang". (foto: dok/rekan pendaki)
6. Spot tulisan "Tunduk pada Pencipta, Bijak pada Alam Semesta, Baik pada Sesama". (foto: dok/rekan pendaki)
7. Beberapa peserta "Pendakian for Palestine" (PfP) edisi ketiga yang digelar Solo Peace Convoy (SPC) baru-baru ini berfoto di depan plang Puncak Bukit Mongkrang 2.194 Mdpl dengan plang merah. (foto: dok/rekan pendaki)
8. Spot di Puncak Bukit Mongkrang 2.194 Mdpl dengan plang kayu. (foto: dok/rekan pendaki)
9. TravelPlus Indonesia di Puncak Bukit Mongkrang saat kemarau.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP