Bukan cuma Cerita Horor, Film Urang Bunian pun Suguhkan Ragam Pesona Minang
Meskipun bergenre horor, film Urang Bunian yang berlatar urban legend yang menghuni wilayah Sumatra Barat (Sumbar), juga menyuguhkan sejumlah pesona atau daya tarik alam, budaya, kuliner, dan bahasa khas ranah Minangkabau atau biasa disingkat Minang.
Sang sutradara Rendy Herpy, usai acara screening dan gala premiere film Urang Bunian di Episentrum XXI, Kuningan, Jaksel, Kamis (10/9/26) sore mengungkapkan sebagai orang Minang, dia memang sangat ingin memberitahukan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa di Sumbar itu sangat banyak tempat-tempat yang indah lewat film yang terinspirasi dari urban legend tentang mahluk gaib yang dipercaya hidup di hutan di Sumbar ini.
Amatan TravelPlus Indonesia, ragam pesona alam yang terangkat di film yang diproduseri oleh Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto dari DHF Entertainment dan RH Entertainment ini antara lain Danau Maninjau yang berada di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Selain itu ada Lembah Harau yakni sebuah ngarai yang rancak bana (indah/elok sekali) yang berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjarak sekitar 14 km dari Kota Payakumbuh.
Kata Rendy Herpy, Lembah Harau menjadi salah satu objek wisata alam di Sumbar yang menjadi lokasi syuting film yang dibintangi Adinda Thomas sebagai Annisa (istrinya Kapten Teddy), Dimas Aditya (Kapten Teddy), Fauzan Nasrul (Kevin -sahabat Teddy), Naura Hakim (Nurmala- gadis kampung Urang Bunian) dan Ruth Marini sebagai etek yang memiliki ilmu hitam.
Adapun aneka pesona budaya khas ranah Minang yang tersaji di film yang turut melibatkan sederet aktor lokal antara lain Uda Rio, Rendy F. Pratama, sastrawan Si Raja Penyair Pinto Janir, dan Anton Permana Datuak Hitam ini antara lain salah satu rumah gadang di Kota Payakumbuh, saluang (alat musik tradisional atau suling Minang), Karih atau keris tradisional Minangkabau, dan baju gadang (pakaian adat penghulu) atau pakaian adat Minang yang biasa dipakai penghulu atau datuak.
"Rumah gadang yang menjadi tempat syuting film Urang Bunian tersebut merupakan cagar budaya dan banyak dikunjungi turis," ungkap Rendy kepada TravelPlus Indonesia.
Kota Payakumbuh yang berjarak sekitar 30-an Km dari Kota Bukit Tinggi atau sekitar 50 Km dari Kota Padang Panjang atau sekitar 120 Km dari Kota Padang (Ibu Kota Provinsi Sumbar), dan sekitar 180 Km dari Kota Pekanbaru (Ibu Kota Provinsi Riau) lewat jalan darat ini juga ikut tersaji dalam film Urang Bunian, berikut dengan salah markas militer yang ada di sana.
Terpampang pula di film ini keindahan alam pegunungan khas Sumbar yang berselimut hutan hujan tropis.
Adapun daya tarik sejarah Minang yang ditampilkan lewat film Urang Bunian antara lain Jam Gadang yang berada di Kota Bukittinggi. Tak ketiggalan salah satu kuliner khas Minang, Ikan Asam Pade.
Sementara bahasa Minang panggilan orang dalam percakapan sehari-hari yang terucap lewat film Urang Bunian antara lain uda (abang laki-laki), uni (kakak perempuan), datuak (penghulu atau pemimpin suatu kaum/suku), mamak (paman), etek (bibi/tante), dan kamanakan atau keponakan.
Menurut Anton Permana Datuak Hitam, aktor asli Payakumbuh yang berperan sebagai Datuak Hitam dalam film ini, selain cerita horor tentang Urang Bunian banyak pesan moral yang tersampaikan lewat film Urang Bunian seperti tentang persahabatan antara Kevin dengan Kapten Teddy, bagaimana menjaga sikap saat berada di hutan atau di kampung orang, bagaimana seorang datuak berturut kata dalam membimbing sebuah kaum, dan pesan moral hubungan seorang mamak dengan kamanakannya.
"Di Minangkabau itu unik, mamak (paman)!yang mengasuh kamanakan (keponakannya). Ini juga pesan yang tersirat lewat film Urang Bunian ini," ungkap Anton Permana Datuak Hitam.
Sebelumnya, pada acara press conference peluncuran official poster dan official trailer film Urang Bunian di Apartment Signature Park Grande, Cawang, Jaktim, Senin (10/8/26), Rendy Herpy sebagai sutradara berharap lewat film Urang Bunian yang akan tayang di bioskop-bioskop secara nasional pada 17 September 2026, juga bisa sekaligus mengangkat sektor kepariwisataan setempat.
"Mudah-mudahan kalau film Urang Bunian ini naik, kunjungan wisatawan ke Payahkumbuh dan sekitarnya akan lebih meningkat lagi," pungkasnya.
Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, tiktok @faktawisata.id, dan YouTube @kelana180
Captions:
1. Foto bersama sutradara, produser, dan para pemain film Urang Bunian usai screening dan gala premiere di Episentrum XXI, Kuningan, Jaksel, Kamis (10/9/26).
2. Sutradara film Urang Bunian Rendy Herpy ingin sekaligus memberitahukan ke publik tempat-tempat indah di Sumbar lewat film garapan perdananya tersebut.
3. Standing banner film Urang Bunian yang akan tayang secara nasional pada 17 September 2026.
4. Anton Permana Datuak Hitam yang berperan sebagai Datuak Hitam di film Urang Bunian mengatakan film ini memuat banyak pesan moral positif.
5. Saat sesi tanya jawab dengan sejumlah awak media usai screening dan gala premiere film Urang Bunian.






0 komentar:
Posting Komentar