Harga BBM Naik Semangat Bertualang Jangan Turun, Ini 13 Kiatnya
Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina sudah naik per 10 Juni 2026. Seketika imbasnya pun memicu efek domino yang mengakibatkan naiknya beberapa sektor esensial antara lain harga sembako dan biaya perjalanan/transportasi yang erat kaitannya dengan kegiatan bertualang diluar ruang (outdoor activity).
Nah, supaya kegiatan bertualang tetap bisa rutin dilakukan, mininal tidak menurun apalagi sampai berhenti total hanya gara-gara harga BBM naik, tak ada salahnya bila menerapkan 12 kiat versi TravelPlus Indonesia berikut ini.
Sebelum TravelPlus Indonesia beberkan satu persatu, ada baiknya kita memahami makna kata "bertualang" terlebih dahulu.
"Bertualang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) antara lain bermakna mengembara ke mana-mana atau selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah).
Kata dasarnya adalah "tualang" yang berarti antara lain (orang yang) tidak tentu tempat tinggalnya atau disebut pula pengembara.
Bila dikaitkan dengan wisata, bertualang adalah kegiataan wisata di alam terbuka yang bermuatan petualangan antara lain mendaki gunung, jelajah hutan, treking ke air terjun/lembah/perbukitan, pelosok desa, dan lainnya. Selain itu panjat tebing alam, susur pantai, susur gua, lintas alam (trail running), arung, kayak (kayaking), menyelam, offroad, sepeda lintas alam (mountain biking/downhill), paralayang, gantole, canyoneering (canyoning), dan lainnya.
Adapun makna kata "petualangan" dalam KBBI adalah perihal bertualang. Jadi kegiatan bermuatan petualangan adalah aktivitas wisata yang mengandung unsur risiko dan tantangan sehingga membutuhkan fisik, mental, keberanian, dan keahlian/skill tertentu dengan tujuan untuk memicu adrenalin, menambah pengalaman baru, edukasi, maupun rekreasi.
Melihat begitu banyak pilihan kegiatan bertualang di Indonesia sebagaimana tersebut di atas, sebagai kiat yang pertama bertualang saat tarif beberapa sektor terdongkrak akibat harga BBM kembali naik, pilihlah salah satu kegiatan wisata bermuatan petualangan yang paling disukai/diminati, misalnya mendaki gunung. Lalu fokus disitu dengan tetap aktif mendaki gunung-gunung di dalam negeri.
Kiat kedua, upayakan bertualang dalam kelompok kecil (2-6) orang biar bisa share cost transportasi, akomodasi, logistik, dan kulineran. Tapi kalau lebih suka solo traveling, solo backpacking, solo hiking ya tidak masalah, lakukan saja dengan menerapkan gaya backpaker-an yang lebih ramah dengan isi kantong.
Ketiga, pilih destinasi yang bisa dijangkau dengan moda transportasi umum, baru kemudian ojek online atau ojek pangkalan atau mobil online jika bertualang dalam small group ke lokasi tujuan.
Berikutnya atau kiat yang keempat, utamakan destinasi yang dituju masih dalam satu provinsi atau yang terdekat, baru kemudian ke provinsi tetangga, terakhir baru ke provinsi- provinsi lainnya yang berbeda pulau.
Contohnya kalau Anda tinggal di Jawa Tengah dan menyukai kegiatan mendaki gunung, sebaiknya mengutamakan mendaki gunung-gunung yang ada di Jawa Tengah, dimulai dari gunung yang paling mudah atau ramah kondisi jalur pendakiannya bagi pendaki pemula, baru kemudian yang sulit dan tersulit treknya.
Setelah itu baru mendaki gunung-gunung yang ada di provinsi tetangga seperti di Jawa Barat atau di Jawa Timur. Nanti setelah memiliki anggaran yang cukup, baru mendaki gunung-gunung yang ada di luar Jawa seperti Sumatra, Bali, NTB, dan lainnya.
Kiat kelima, pilih moda transportasi kelas ekonomi saja untuk lebih berhemat baik itu bus, kereta, kapal feri, dll. Biar mudah mendapatkan tiket bus, dll serta ongkosnya tak melambung, pilih waktu bertualang saat low season, jangan peak season apalagi high season.
Keenam, pilih akomodasi kelas backpacker saja seperti homestay, penginapan yang memiliki kamar asrama, rumah singgah atau basecamp pendakian, dll. Idem dengan kiat kelima, biar mudah mendapatkan penginapan dan harganya miring pilih waktu bertualang saat low season, jangan peak season apalagi high season.
Selanjutnya atau kiat yang ketujuh, pilih kulineran street food yang masih terjangkau isi dompet, bukan rumah makan/resto/kafe.
Kiat kedelapan, bila ikut open trip (OT) pilih trip/tour operator (TO) yang memiliki paket OT dengan harga lebih hemat dibanding TO lain namun tetap profesional dalam artian bertanggung jawab atas fasilitas yang dijanjikan dan itinerary yang telah dibuat. Jika tidak sesuai, ya jangan ikut OT-nya lagi.
Kesembilan, utamakan destinasi yang menjadi tujuan utama, misalnya kalau mendaki gunung pilih gunung yang belum pernah Anda didaki. Bisa juga mendaki gunung yang pernah didaki tapi lewat jalur pendakian yang beda dan atau punya kegiatan bernilai lebih seperti aksi tanam pohon, bersih sampah, aksi sosial, dan lainnya sehingga punya manfaat lebih, bukan sekadar mendaki sampai puncak, foto-foto lalu turun dan selesai.
Variasi Jenis Petualangan
Berikutnya atau kiat yang kesepuluh, tidak ada salahnya melakukan variasi jenis petualangan. Misalnya kalau di daerah Anda selain gunung juga tersedia gua, pulau/pantai, air terjun, danau, tebing alam, sungai, dan lainnya. Jadi jangan hanya mendaki gunung. Biar variatif (tidak membosankan), pilih satu atau dua jenis kegiatan wisata bermuatan petualangan lainnya yang sesuai isi dompet.
Kiat ke-11, sebaiknya kurangi kegiatan outdoor yang bukan menjadi pilihan/tujuan utama atau hanya sebatas selingan seperti camping ceria (camcer), gathering, dan kopi darat (kopdar) yang di dalam rangkaian acaranya tidak ada kegiatan bermuatan ramah lingkungan, dll.
Ke-12, mengurangi belanja outfit yang tidak perlu atau berlebihan. Cukup memiliki outfit yang nyaman buat treking seperti sepatu lapangan, ransel, dan jas hujan/ponco serta perlengkapan tidur/istirahat seperti sleeping bag, pakaian tidur, jaket, balaklava, sarung tangan, dan kaos kaki. Adapun tenda, matras, perlengkapan masak, head lamp, dan trekking pole bisa sewa di rental outdoor setempat.
Memambah Pendapatan
Terakhir atau kiat yang ke-13, bila memang punya pengalaman dan kemampuan, Anda bisa menjajal menjadi pemandu lokal (local guide) , porter ataupun ojek gunung baik untuk kegiatan pendakian gunung, susur gua, arung jeram dan lainnya sehingga bisa mendapatkan tambahan uang untuk melakukan petualangan berikutnya. Pilihan lain, membuat bermacam merchandise menarik dan atau aneka kerajinan tangan lokal yang bisa dipasarkan via medsos dan dijual secara offline maupun online.
Bisa juga menambah pendapatan dengan menjual foto dan video keindahan alam yang Anda buat dari hasil bertualang ke berbagai platform stok media secara online, dimana perusahaan, agensi pemasaran, dan individu dari seluruh dunia dapat membeli lisensi untuk menggunakan karya Anda.
Ke-13 kiat di atas tersebut, berlaku buat pegiat outdoor yang memiliki anggaran atau dana pas-pasan/terbatas atau sering disebut dari kalangan mendang-mending. Tapi bila memang punya dana lebih atau dari kalangan "the have", ke 13 kiat di atas bisa Anda hempaskan. Anda bisa pilih destinasi bertualang, akomodasi, transportasi, kuliner, belanja outfit, sewa porter pribadi, ikut bermacam kegiatan outdoor, dll sesuka hati tanpa perlu mikir berkali-kali karena memang tersedia anggarannya.
Kendati begitu, sebaiknya memprioritaskan bertualang di dalam negeri tercinta ini yang sampai kini (2026) sudah memiliki 38 provinsi dari ujung Sumatra sampai ujung Papua. Tentunya dengan tetap mengindahkan petualangan yang ramah lingkungan.
"Harga BBM naik, bertualang di dalam negeri jangan kasih kendor💪" .
Naskah & foto by: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
1. TravelPlus Indonesia usai gapai Puncak Sejati Gunung Raung via Kalibaru, Banyuwangi. Jatim lalu melakukan teknik turun tebing.
2. TravelPlus Indonesia di atapnya Sumatra, puncak Gunung Kerinci, Jambi. (foto: dok.#rekanpendaki)
3. TravelPlus Indonesia di Danau Taman Hidup, pendakian Gunung Argopuro, Jatim melintas Baderan-Bermi.
4. TravelPlus Indonesia solo hiking Gunung Penanggungan, Jatim sehari sebelum perayaan 17 Agustusan.
5. TravelPlus Indonesia backpacker-an nsis bus umum kelas ekonomi saat solo traveling ke Kabupaten Tanggamus, Lampung sekaligus mendaki Gunung Tanggamus untuk kedua kali.
6. TravelPlus Indonesia di puncak Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumsel kibarkan bendera Kembara Tropis, komunitas pegiat alam yang dibuatnya pada akhir tahun 1999 atau awal tahun 2000. (foto: dok.#rekanpendaki)
7. TravelPlus Indonesia di akar viral, salah satu spot alam di jalur pendakian Gunung Tanggamus via Sidokaton, Kec. Gisting, Kab. Tanggamus, Lampung. (foto: dok.#rekanpendaki)
8. TravelPlus Indonesia bentangkan bendera Pesona Indonesia di puncak Gunung Kelimutu atau Danau Tiga Warna, Flores, NTT. (foto: dok.#rekanpendaki)
9. TravelPlus Indonesia saat inap di salah satu rumah orang Baduy (urang Kanekes), Lebak, Banten dengan tim Kembara Tropis.

.jpg)








0 komentar:
Posting Komentar