Menjelang 5 Abad Pesona Jakarta Kian Menjulang, Ini 11 Faktor Penguatnya
Menjelang Jakarta berusia 500 tahun pada tahun 2027, pesonanya sebagai destinasi wisata global semakin menjulang. Ini dipicu berbagai faktor penguat yang mengkombinasian antara ketersediaan moda transportasi umum yang nyaman, akomodasi, daya tarik wisata, rasa aman, dukungan jurnalis loyal, dan lainnya.
Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada 11 (sebelas) faktor penguat yang membuat ragam pesona Jakarta kian mendunia menjelang usia 5 abad.
Kota Teraman
Faktor penguat pertama, adanya pengakuan/penobatan Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) tahun 2026.
Pengakuan tersebut merujuk pada laporan Safety Index 2026 yang dirilis oleh Global Residence Index.
Berdasarkan laporannya edisi 16 Januari 2026, penilaian dilakukan lewat pengumpulan data dari berbagai indikator keamanan antara lain tingkat pembunuhan, penculikan sampai risiko ketidakstabilan politik. Data tersebut dihimpun dari sejumlah lembaga kredibel internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam daftar kawasan Asia Tenggara, Jakarta menempati posisi kedua dengan skor 0,72, dibawah Singapura yang berada di urutan teratas atau pertama dengan skor 0,90 dan diatas Bangkok diposisi ketiga dengan skor 0,65.
Dilihat dari kacamata pariwisata, pengakuan/penobatan Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara tahun 2026 tersebut tentunya sangat krusial mengingat rasa aman itu dalam Sapta Pesona berada diurutan teratas atau dengan kata lain menjadi syarat utama yang dibutuhkan wisatawan sebelum mereka melakukan kunjungan wisata.
Bila destinasi wisata yang akan mereka kunjungi aman, apalagi sudah mendapatkan pengakuan/penobatan seperti itu, tentunya mereka tidak ragu-ragu lagi, tidak cemas lagi untuk datang dan atau kembali berwisata lagi ke Jakarta.
Selain pariwisata, pengakuan/penobatan tersebut pun juga berdampak bagus menciptakan citra yang positif bagi investasi.
Transportasi Umum Terbaik
Faktor penguat kedua, adanya pengakuan Jakarta salah satu kota dengan transportasi umum terbaik di dunia pada 2025.
Dilansir dari antaranews.com, Jakarta menempati peringkat ke-17 dari 50 kota menurut survei Time Out tahun 2025. Dalam survei itu, disebutkan moda transportasi umum tersibuk di Jakarta adalah bus, dengan tingkat persetujuan 79 persen.
Bus Transjakarta beroperasi di jalurnya sendiri (busway) di jalan-jalan di ibu kota. Layanan tersebut menawarkan pilihan paling terjangkau bagi warga setempat untuk berkeliling kota.
Selain bus Transjakarta, ada pula Mikrotrans, yaitu bus berukuran sedang yang melayani antarhalte busway.
Kemudian, terdapat sejumlah opsi transportasi berbasis rel, yakni MRT (mass rapid transit) dan LRT (light rail transit) yang membantu mengurangi kemacetan di ibu kota, serta kereta komuter yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Sebelum itu, Jakarta juga pernah mendapat penghargaan internasional seperti Sustainable Transport Award (STA) pada tahun 2021 atas komitmennya dalam mengembangkan transportasi publik yang berkelanjutan.
Pengakuan dan penghargaan tersebut jelas membuahkan imej positif bagi sektor pariwisata, mengingat ketersediaan moda transportasi umum yang nyaman dan tarifnya terjangkau untuk menjangkau sejumlah objek wisata/atraksi wisata di Jakarta sangat dibutuhkan wisatawan.
Dengan ketersediaan moda transportasi umum yang nyaman dan terjangkau tersebut jelas membuat orang luar Jakarta bahkan luar Indonesia jadi semakin tertarik berwisata ke Jakarta.
Begitupun dengan wisatawan nusantara maupun mancanegara yang sedang berada di Jakarta, jadi lebih sering keluar hotel untuk berwisata keliling Jakarta antara lain ke TMII, Kebun Binatang Ragunan, Ancol, kawasan Kota Tua, PIK, Monas, Sarinah, Twrowongan Kendal, Bundaran HI, Taman Dukuh Atas, GBK Senayan, JIS, JICC, Blok M, BKT, Perkampungan Budaya Betawi, bermacam museum, masjid-masjid ternama, pusat perbelanjaan/mall, sentra kuliner, resto/kafe, tempat hiburan, taman/hutan kota, dan lainnya karena terkoneksi dengan moda transportasi umum sebagaimana tersebut di atas.
Amatan TravelPlus Indonesia, banyak juga turis asing yang menggunakan bus Transjakarta maupun KRL komuter untuk keliling objek-objek wisata Jakarta tersebut.
Berikutnya atau faktor penguat yang ketiga, Jakarta surganya kuliner tradisional dan mancanegara.
Bukan hanya bermacam kuliner khas Betawi (suku atau warga asli Jakarta) seperti nasi uduk, nasi ulam, gado-gado, sayur asem, pecak gabus, soto Betawi, laksa Betawi, sayur ketupat Betawi, kerak telor, es selendang mayang, dan dodol Betawi, di Jakarta juga tersedia sejumlah kuliner tradisional dari berbagai suku lain yang lahir dan atau lama tinggal di Jakarta seperti kuliner khas Sunda, Jawa, Madura, Bali, Lombok, Lampung, Batak, Melayu, Makassar, Manado, Aceh, dan lainnya.
Belum lagi kuliner mancanegara seperti Jepang, Korea, China, Arab, India, Thailand, dan lainnya.
Keragaman kuliner tradisional Indonesia yang kaya rempah dan kaya rasa seperti gurih, pedas, dan manis yang tersedia di Jakarta termasuk kuliner mancanegara, ditambah lagi mudah mendapatkannya antara lain di warung/rumah makan, resto, kafe, pedagang keliling, pedagang di tepi jalanan atau street food, kantin, sentra kuliner, food court, mall, hotel, dan lainnya, tak bisa bisa dipungkiri menjadi satu daya tarik utama yang memikat wisnus maupun wisman untuk datang dan berwisata lagi ke Jakarta.
Faktor penguat keempat, penduduknya ramah kepada wisatawan.
Meskipun sampai kini masih menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi Indonesia, namun warga Jakarta baik asli maupun pendatang umumnya terbilang memiliki sikap ramah terhadap wisnus maupun wisman.
Faktor penguat kelima, paras Jakarta kian berkilau.
Tak bisa dipungkiri pula wajah Jakarta sebagai salah satu kota megapolitan terbesar di dunia menjelang usianya 5 abad semakin berkilau, rapih, bersih, estetik, modern, kekinian namun tetap menonjolkan muatan budaya lokal khususnya budaya Betawi.
Kondisi tersebut bisa dilihat dari pembaruan berbagai fasilitas publiknya seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) yang keren, halte-halte Transjakarta serta stasiun-stasiun KRL yang megah, penataan trotoar berikut kursi-kursi dan lampu-lampu taman, penataan taman/hutan kota yang estetik, ditambah deretan bangunan jangkung dengan lampu-lampu kota yang menawan sehingga banyak orang terlebih wisatawan yang datang dam menjadikannya sebagai spot-spot foto yang menarik.
Selanjutnya atau faktor penguat yang keenam, Jakarta punya banyak tempat wisata dan rekreasi gratis.
Ketersediaan sejumlah tempat wisata tak berbayar atau tidak dikenakan tiket masuk alias gratis membuat semakin banyak orang yang tertarik berwisata ke Jakarta.
Beberapa tempat wisata atau daya tarik wisata gratis di Jakarta yang ramai peminatnya antara lain kawasan Monas, Lapangan Banteng, venue sport tourism seperti GBK Senayan dan JIS, kemudian kawasan Kota Tua, taman-taman kota yang indah, dan masih banyak lainnya.
Faktor penguat ketujuh, Jakarta punya banyak event menarik dan tak sedikit yang gratis.
Amatan TravelPlus Indonesia, selain ibu kota yang multietnis, muktilultural, dan multikuliner, Jakarta itu juga ibu kota yang multi-event. Kenapa? Ya karena tidak pernah sepi dengan kegiatan seperti kegiatan wisata (tourism event), budaya (culture event), olahraga (sport tourism event), konser musik, bazar kuliner, bermacam pameran, dan lainnya.
Boleh dibilang hampir tiap hari ada saja kegiatan yang digelar dan tak sedikit yang diadakan tanpa berbayar alias gratis. Bahkan untuk menarik pengunjung, banyak mall dan tempat umum lainnya yang mendatangkan penyanyi atau band ternama tampil dan penontonnya tidak dikenakan tiket masuk.
Semua event yang digelar itu jelas membuat banyak orang tertarik datang ke Jakarta dengan menggunakan moda transportasi umum yang nyaman maupun tranportasi online.
Faktor penguat kedelapan, Jakarta punya ragam pilihan akomodasi.
Sebagai destinasi wisata dan bisnis utama di Indonesia, kelebihan Jakarta juga memiliki bermacam hotel non budget sampai hotel bintang lima.
Wisnus maupun wisman yang berwisata ke Jakarta bisa dengan mudah mencari akomodasi sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggarannya. Bahkan beberapa tahun belakangan ini banyak hotel yang tersedia di tempat-tempat wisata di Jakarta seperti di TMII, kawasan Kota Tua, Ancol, Blok M, Pasar Baru, Jalan Sabang, dan lainnya.
Budaya Betawi Menonjol
Kemudian atau faktor penguat yang kesembilan, Jakarta tetap menjaga dan mengangkat ragam budaya penduduk aslinya yakni budaya Betawi.
Meski dihuni multietnis dengan berbagai macam budaya dari daerah-daerah lain bahkan negara-negara lain namun budaya Betawi sebagai warga asli Jakarta tetap hidup bahkan menonjol lantaran terus dijaga dan diangkat diberbagai kegiatan.
Di bulan Mei 2026 ini saja ada sejumlah acara terkait budaya Betawi di Jakarta sebagimana diunggah akun IG Dinas Kebudayaan DKI Jakarta @disbuddki antara lain Pagelaran Kesenian Betawi secara reguler di Kampung M.H. Thamrin, Setu Babakan, Jaksel tanggal 9 Mei dan 23 Mei, dan workshop seni budaya Betawi di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jaksel selama bulan Mei.
Selanjutnya ada Pagelaran Wayang Kulit Betawi di Museum Wayang, Kota Tua, Jakbar pada 24 Mei, Pagelaran Wayang Golek Lenong Pagelaran di Mseum Wayang, Kota Tua, Jakbar pada 31 Mei, dan Jakarta Penuh Warna di Bundaran HI, Jakpus juga tanggal 31 Mei.
Wisata Bahari Berprestasi
Faktor penguat kesepuluh, Jakarta punya Taman Nasional Laut satu-satunya yang ada di Ibu Kota Negara yaitu Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berada di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Jakarta.
Meskipun Jakarta tidak memiliki gunung dan air terjun sebagai daya tarik alam namun mempunyai destinasi wisata bahari yang berprestasi ditingkat Asia Tenggara.
Dilansir dari laman Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS), www.simpulseribu.id, TNKpS merupakan salah satu dari 7 Taman Nasional Laut dibawah Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan merupakan bagian dari 553 unit Kawasan Konservasi di Indonesia.
Selain itu TNKpS merupakan satu-satunya Taman Nasional yang terletak di Ibukota Negara. Pada tahun 2017 Taman Nasional Kepulauan Seribu juga mendapat penghargaan sebagai kawasan ASEAN Heritage Park (AHP) ke 29 di kawasan Asia Tenggara yang mewakili Indonesia dalam pertemuan Asean Working Group on Nature Conservation and Biodiversity (AWGNCB) ke 27 yang berlangsung di Brunei Darussalam.
ASEAN Heritage Parks merupakan kawasan perlindungan terpilih di wilayah ASEAN dengan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang unik dan bernilai tinggi sebagai keterwakilan ekosistem di kawasan negara-negara ASEAN.
AHP merupakan penghargaan tertinggi terhadap pentingnya perlindungan suatu kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi.
Keberadaan Taman Nasional Kepulauan Seribu yang mudah dijangkau dengan moda tranportasi laut dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke maupun dari Dermaga Ancol ini, tak bisa dipungkiri juga menjadi salah satu daya tarik kuat yang membuat banyak wisnus maupun wisman berkunjung ke Jakarta untuk berwisata bahari antara lain santai dan berkemah di pantai, snorkeling, diving, memancing. wisata konservasi, kulineran seafood yang fresh dan keliling pulau.
Terakhir atau faktor penguat yang kesebelas, mendapat dukungan dari jurnalis loyal.
Selain kesepuluh faktor penguat tersebut, tak kalah penting adalah dukungan dari berbagai pihak terkait termasuk dari jurnalis dan pembuat konten video khusus kepariwisataan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif yang selama ini sudah loyal (setia) memajukan ketiga sektor itu di Jakarta lewat ragam karya jurnalistiknya, salah satunya TravelPlus Indonesia sehingga ragam pesona Jakarta semakin tersiar hingga mendunia.
TravelPlus Indonesia bukan hanya membuat bermacam tulisan, foto, dan konten video kekinian tentang bermacam daya tarik Jakarta seperti objek-objek wistanya, calendar of event-nya, kekhasan budaya Betawi dan kulinernya, moda transportasi umumnya, dan kelebihan/keistimewaan Jakarta lainya pun membuat counter news terkait pariwisata bila ada kejadian/insiden/bencana di Jakarta supaya publik lekas melek (paham) dan tetap tertarik berwisata ke Jakarta.
Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Captions:
1. Salah satu acara di depan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
2. Lapangan Banteng, salah satu publice space gratis di Jakarta yang kerap digunakan untuk olah raga, kegiatan wisata, budaya. pameran, bazar kuliner dan lainnya.
3. Video moda transportasi umum kereta rel listrik (KRL) komuter yang kerap digunakan traveler untuk kelliling objek-objek wisata di Jakarta
4. Wisman tengah berwisata di kawasan Kota Tua Jakarta saat musim hujan.
5. Soto Betawi salah satu kuliner tradisional khas Betawi, Jakarta.
6 Wisatawan menikmati city light Jakarta yang menawan.
7. Band D'Masiv saat mengisi salah satu acara konser di Jakarta dan penontonnya tidak dikenakan tiket alias gratis.
8. Hotel-hotel pencakar langit di Jakarta dari yang non budget sampai berbintang.
9. Budaya Betawi dijaga dan diangkat hingga menonjol.
10. Pulau Pramuka, salah satu pulau di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu.
11. Video Taman Kepulauan Seribu di Jakarta, salah satu taman nasional yang ada di ibu kota negara.
12. TravelPlus Indonesia, salah satu media online yang jurnalisnya sejak dulu loyal mengangkat ragam pesona Jakarta hingga mendunia, lewat tulisan, foto, dan konten video.










0 komentar:
Posting Komentar