. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Minggu, 10 Mei 2026

35 Keuntungan Berwisata di Indonesia Part 1 (Surga Wisata Bahari, Gunung & Budaya)


Buat travelers mancanegara yang belum dan ingin berwisata ke Indonesia, selain mencari tahu akses ke objek-objek wisata yang akan dituju berikut akomodasi serta aktivitas wisata yang akan dilakukan, ada baiknya mengetahui pula serangkaian keuntungannya supaya semakin mantap melangkahkan kaki menjelajahi ragam pesona Indonesia di 38 provinsinya, dari Aceh sampai Papua Barat Daya.

Caranya dengan membaca tulisan teranyar saya ini di TravelPlus Indonesia, yakni media online yang sejak awal fokus dan loyal memajukan kepariwisatawan Indonesia berikut sektor ekonomi kreatif, konservasi alam, dan budaya serta sektor-sektor terkait lainnya.

Berdasarkan amatan saya yang mulai meliput dan mempublikasikan keempat sektor utama tersebut sejak awal tahun 1990 (sewaktu sektor kepariwisataan dipimpin oleh Menparpostel Soesilo Soedarman yang sukses mencanangkan program Visit Indonesia Year 1991 dan Visit ASEAN Year 1992) dan ketika itu saya masih menjadi freelance reporter hingga sekarang masih aktif sebagai journalist and content creator, sekurangnya ada 35 keuntungan yang dipastikan akan didapat travelers dalam maupun luar negeri, jika mengutamakan dan atau memilih berwisata di Indonesia.

Supaya tidak terlalu panjang, tulisan terbaru ini saya bagi menjadi dua bagian. Di bagian pertama, memuat 15 keuntungan, di antaranya keuntungan mendapatkan banyak pilihan wisata bahari, gunung, dan budaya.

Keuntungan yang pertama, travelers mendapatkan banyak pilihan tempat wisata bahari (marine tourism) baik itu pulau, pantai, teluk, selat, laut, dan lainnya. Ini dikarenakan Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri atas 27.380 pulau (data terkini), dimana luas perairannya lebih luas darpada daratan. Bahkan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, mencapai sekitar 99.000 hingga 108.000 kilometer, setelah Kanada.

Melihat kondisi alam seperti itu, rasanya sangat pantas bila Indonesia dari sisi kepariwisataan berhak menyandang predikat salah satu surga wisata bahari dunia.


Kedua, mendapatkan banyak pilihan aktivitas wisata bahari antara lain yang paling umum atau bersifat rekreasi antara lain bersantai di pantai, berjemur (sunbathing), kemping di pantai,
staycation di hotel/resort/vila pantai, berolah raga pantai dan laut seperti (voli pantai, sepak bola pantai, berenang, memancing, snorkeling, bersampan, dan ber-water sports), memburu sunset dan sunrise, naik jeep pantai, naik delman pantai, berkuda di pabtai, berwisata kuliner seafood, keliling pulau-pulau dengan perahu, dan atau berlayar dengan kapal pesiar.

Sampai kegiatan bahari yang bermuatan petualangan seperti susur pantai yang panjang dengan sejumlah tantangan menyeberangi muara, menyelam (diving), berselancar (surving), jetski, dan lainnya.  Bila melihat kondisi ini, tak berlebihan bila banyak wisman menilai Indonesia itu salah satu surga menyelam dan berselancar dunia.

Bisa juga berwisata bahari bermuatan ramah lingkungan atau pro konservasi seperti menanam terumbu karang, menanam bibit mangrove, melepasliarkan tukik atau anak penyu ke laut, membersihkan sampah di pantai, dan lainnya seperti di Taman Nasional Kepulauan Seribu yang berada di perairan Laut Jawa, sekitar 45 Km sebelah utara Jakarta.


Surga Pendakian Gunung
Keuntungan yang ketiga mendapatkan banyak pilihan gunung untuk didaki, baik itu gunung berapi (sangat aktif, aktif, tidak begitu aktif, lama tertidur, dan tidak aktif) dan sejumlah gunung non vulkanik atau gunung mati.

Faktor penguatnya, Indonesia adalah salah satu negara dalam lintasan lingkaran/cincin api Pasifik atau ring of fire yang dikelilingi sekitar 127 gunung berapi aktif. Kondisi itu pula yang membuat Indonesia kerap dijuluki salah satu surga pendakian gunung berapi dunia.

Amatan TravelPlus Indonesia, umumnya pendaki mancanegara lebih menyukai gunung berapi aktif yang memiliki kawah aktif di lereng apalagi di puncaknya. Contoh beberapa gunung berapi berkawah aktif yang diminati pendaki asing antara lain Gunung Rinjani, Agung, Batur, Tambora, Dukono, Kerinci, Slamet, Ciremai, Gede, Kawah Ijen, Papandayan, Kawah Ratu Gunung Salak, dan Gunung Anak Krakatau.

Keempat, mendapatkan banyak pilihan wisata alam lainnya seperti hutan hujan tropis, air terjun, danau, sungai, gua, lembah, lautan pasir, lenskep sawah, dan lainnya.

Contoh objek wisata di Indonesia yang memiliki hutan hujan tropis masih terbilang alami antara lain Taman Nasional (TN) Gunung Leuser di Aceh dan Sumatra Utara), TN Bukit Barisan Selatan (Lampung dan Bengkulu), TN Kerinci Seblat (utamanya di Jambi dan Sumbar), TN Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), TN Lorentz (Papua), serta TN Gunung Halimun Salak di Jawa Barat dan Banten.

Berikutnya atau keuntungan yang kelima, mendapatkan banyak pilihan wisata bermuatan petualangan atau kegiatan petualangan (adventure activity) seperti susur gua, panjat tebing alami, panjat tebing via ferrata, canyoneering atau canyoning, canoeing, paralayang, gantole, free fall, paddle boarding atau stand up paddle boarding/SUP, terjun payung, rope jump, dll. Oleh karenanya Indonesia juga disebut-sebut salah satu surga petualangan alam dunia.


Keenam, mendapatkan banyak pilihan city tour atau wisata kota. Pilihannya antara lain Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Jogja, Denpasar, Medan, dan Makassar.

Keuntungan yang ketujuh, mendapatkan banyak pilihan wisata ke pedalaman/pelosok seperti ke pedalaman Kepulauan Mentawai-Sumatra Barat, Kalimantan, Papua, dan lainnya.

Kedelapan, mendapatkan banyak pilihan desa wisata, baik itu desa wisata di pesisir/bahari maupun di pegunungan/lereng.

Contoh desa wisata di kawasan pesisir/bahari antara lain Desa Wisata Arborek di Raja Ampat, Pemuteran (Bali), Nglebeng (Jawa Timur), dan Desa Wisata Nyalo di kawasan Mandeh, Sumatera Barat.

Adapun desa wisata di kawasan pegunungan/lereng antara lain Desa Wisata Penglipuran di Bali, Nglanggeran (Yogyakarta), Pentingsari di lereng Gunung Merapi-Yogyakarta, Taman Sari (Banyuwangi), Wae Rebo- NTT, dan Desa Wisata Nagari Pariangan di Sumbar.

Wellness Tourism
Kesembilan, mendapatkan banyak pilihan wisata kesehatan (health tourism) yang terdiri atas wisata medis atau medical tourism (pengobatan) dan wellness tourism (kebugaran).

Destinasi utama medical tourism di Indonesia antara lain di Bali, Jakarta, Medan, dan Malang. Sedangkan destinasi wellness tourism yang memadukan layanan medis berkualitas, perawatan tradisional (jamu/spa), dan lingkungan alam yang mendukung penyembuhan seperti meditasi, yoga, spa, sauna, massage, dan perawatan kulit antara lain di Bali terutama Ubud, Labuan Bajo, Jakarta, dan Bandung.

Melihat kondisi itu, tak berlebihan bila banyak orang menyebut Indonesia salah satu surga wellness tourism khususnya meditasi dan yoga dunia.

Selanjutnya atau keuntungan yang ke-10, mendapatkan banyak pilihan culture event.

Contohnya Jember Fashion Carnaval (Jawa Timur di Jember, Jatim; Cap Go Meh Singkawang (Kalbar); Alek Pacu Jawi (Sumbar); Dieng Cultural Festival (Jateng); Festival Bau Nyale (Lombok, NTB); Sekaten (Yogyakarta); Festival Tabuik di Pariaman (Sumbar); dan Upacara Kasada Suku Tengger Bromo di Jawa Timur.


Ke-11, mendapatkan banyak pilihan sport tourism terbesar dan tersohor antara lain MotoGP dan WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB; selancar di Krui, Nias, dan beberapa pantai di Bali;
Borobudur Marathon (Jawa Tengah), water sport seperti jetski dan kompetisi balap perahu d Danau Toba (Sumut); trekking dan diving kelas dunia di Pulau Komodo (LabuanBajo, NTT); triathlon internasional Ironman Bintan (Bintan, Kepri); serta trail running dan trekking di Gunung Rinjani, Lombok NTB dan di Gunung Bromo, Jatim.

Selain itu, ada sport tourism berbasis budaya seperti Pacu Jalur di Riau dan Lompat Batu Nias.

Keuntungan yang ke-12, mendapatkan banyak pilihan konser musik, baik berbayar maupun gratis. Konser musik yang tampil di Indonesia bukan hanya penyanyi-penyanyi dan band-band papan atas Indonesia pun penhanyi dan band dari mancanegara seperti Korea, Jepang, Australia, Eropa, dan Amerika.


Kaya Wisata Budaya
Ke-13, mendapatkan banyak pilihan objek wisata budaya baik itu desa adat dan permukiman tradisionali; tradisi, ritual, dan festival; serta wisata budaya edukasi.

Contoh desa adat dan permukiman tradisional antara lain Desa Wae Rebo di Flores, NTT: Desa Adat Ratenggaro (Sumba, NTT); Desa Penglipuran (Bali): Desa Dayak Pampang (Samarinda, Kaltim); Kampung Naga (Tasikmalaya, Jabar): Masyarakat Adat Baduy atau urang Kanekes di Lebak, Banten.

Contoh tradisi, ritual, dan festival antara lain ritual pemakaman Rambu Solo dan rumah adat Tongkonan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan; Upacara Ngaben (Bali); Festival Krakatau (Lampung), Festival Budaya Tua Buton dan Festival Kande-kandea (Buton, Sultra); Festival Erau (Kutai Kartanegara, Kaltim); Festival Legu Gam (Ternate, Maluku Utara); Loncat Batu (Nias, Sumut); Karapan Sapi (Madura, Jatim); Festival Lembah Baliem (Papua Pegunugan); dan Pesta Rakyat Danau Toba di Danau Toba, Sumut.

Adapun contoh wisata budaya edukasi antara lain Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta) dan  Istana Tirta Gangga di Bali. Melihat begitu kaya atau beragam wisata budaya membuat Indonesia mendapat julukan salah satu surga wisata budaya.

Kemudian keuntungan yang ke-14, mendapatkan banyak pilihan objek wisata sejarah. Contohnya situs sejarah dan percandian antara lain Candi Borobudur di Magelang, Jateng; Candi Prambanan (Yogyakarta/Jateng); Taman Sari (Yogyakarta); Istana Maimun (Medan, Sumut); Istana Siak Sri Indrapura (Siak, Riau), Pulau Penyengat (Tanjungpinang, Kepri), kawasan Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang, dan lainnya.

Ke-15, mendapatkan banyak pilihan wisata pendidikan dan pusat seni. Contohnya Museum Ullen Sentalu di Yogyakarta; Pasar Seni Ancol (Jakarta): Museum Tekstil (Jakarta), dan sejumlah musum provinsi di hampir setiap ibu kota provinsi yang ada di Indonesia.

Keuntungan ke-16 berwisata di Indonesia dan seterusnya atau sampai ke-35, tersaji di tulisan bagian kedua di website TravelPlus Indonesia.

Enjoy traveling and and adventuring in Indonesia 🙏.

Naskah & foto: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180

Captions:
1. Punya banyak objek wisata bahari seperti pantai, laut, pulau, selat, teluk, muara, dan lainnya ditambah dengan bermacam aktivitas wisata bahari seperti santai di pantai, snorkeling, menyelam dan seterusnya membuat Indonesia pantas menyandang predikat salah satu surga wisata bahari sunia.
2. Satu keluarga wisman bersantai di salah satu pantai di Bintan.
3. Punya banyak gunung berapi aktif membuat Indonesia juga berhak mendapatkan gelar salah satu surga pendakian gunung berapi aktif dunia.
4. Kota Tua jadi salah satu objek wisata city tour Jakarta yang diminati wisman.
5. Balap sepeda salah satu sport tourism event yang diminati pesepeda mancanegara.
6. Sejumlah wisman tengah mengabadikan salah satu culture event di Buton, Sulawesi Tenggara.



0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP