Tanggamus Punya Kriya Khas Motif Belah Ketupat, Ini Varian, Harga, dan Tempat Membelinya
Keliling ragam pesona Lampung, berujung lebih sempurna bila pulangnya membawa oleh-oleh kerajinan tangan tapis. Tapi bila menjelajah Kabupaten Tanggamus, buah tangannya wajib membawa pulang kriya tapis dan atau pernak-perniknya yang bermotif belah ketupat. Kenapa? Apa saja jenis/varian kriya bermotif tersebut? Berapa harganya? Dan dimana membelinya?
Dilansir dari captions unggahan akun Instagram (IG) @adatsikam, motif belah ketupat adalah motif khas Kabupaten Tanggamus Lampung adat Saibatin. Motif ini berbentuk potongan-potongan kain berwarna putih, kuning, merah dan hitam yang menjadi motif unik khas Tanggamus. Masing-masing warna tersebut melambangkan strata atau kedudukan dalam adat masyarakat Lampung.
Pengerjaan motif belah ketupat ini menggunakan teknik patchwork atau menyambungkan potongan–potongan kain segitiga. Motif belah ketupat digunakan pada semua acara adat Saibatin yang mencakup 4 paksi yaitu paksi Benawang, paksi Ngarip Padang Ratu, paksi Belungu dan paksi Pematang Sawa.
Warna motif belah ketupat ini menunjukkan strata sosial di kalangan masyarakat Saibatin. Motif belah ketupat ini dulunya digunakan untuk motif kebung dan tirai (tikhai), kini sudah dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan antara lain untuk ornamen di dinding rumah, baju, notebook, topi, kaos, selendang, dll.
Kriya Unggulan
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba di kantornya menjelaskan kepada TravelPlus Indonesia bahwa oleh-oleh atau something to buy yang bisa dibeli dan dibawa pulang traveler saat beriwisata di Kabupaten Tanggamus adalah bermacam tapis dan varian produknya, terutama aneka kriya yang bermotif belah ketupat.
"Khusus di Kabupaten Tanggamus kami memiliki sub ekonomi kreatif atau sub-ekraf yakni kriya atau kerajinan tangan unggulan berupa tapis dan bermacam pernak-pernik yang bermotif khas Kabupaten Tanggamus yaitu motif belah ketupat," terangnya.
Aneka kerajinan khas Tanggamus tersebut, lanjut Marhasan Samba, sudah tersedia di beberapa sentra kriya tapis seperti di Kecamatan Pugung, Talang Padang, dan Kecamatan Gunung Alip.
"Di sana para pengusaha atau owner-nya selain menyediakan outlet yang menampilkan aneka tapis berikut bermacam produk turunannya yang bermotif belah ketupat pun workshop-nya sehingga traveler yang datang selain bisa lebih leluasa memilih dan memborong pun dapat melihat langsug proses pembuatannya," jelasnya.
Remi Fitri Maharani, owner sentra Tapis Ratu Intan di kediamannya di Kecamatan Puggung menjelaskan kepada TravelPlus Indonesia, saat ini kerajinan bermotif belah ketupat tidak hanya dipakai untuk acara adat.tapi sudah dimodifikasi untuk pakaian sehari-hari masyarakat Kabupaten Tanggamus.
Menurutnya motif belah ketupat khas Tanggamus bisa diterapkan diberbagai kriya pernak-pernik, hiasan, dan lainnya seperti gantungan ID card dengan harga Rp 20 ribu per satuan. Ada jug gantungan kalung siger yang bisa dipakai untuk acara-acara tertentu dengan harga Rp 40 ribu.
"Kalau gantungan ID card bermotif belah ketupat bisa digunakan untuk pria maupun wanita. Sedangkan gantungan siger hanya bisa dikenakan perempuan," terangnya.
Ada juga iko pujuk atau ikat kepala bermotif belah ketupat yang bisa dipakai para pria untuk kegiatan-kegiatan adat yang tidak formal. Harganya Rp 50 ribu per satuan.
Menariknya iko pujuk khas Tanggamus bermotif belah ketupat tersebut berbentuk segitiga mengerucut yang melambangkan Gunung Tanggamus, satu-satunya gunung yang ada kabupaten ber-Ibu Kota Kota Agung ini.
Varian produk kriya bermotif belah ketupat lainnya adalah tas perempuan berbahan dasar beludru yang bisa digunakan untuk berbagai acara seperti kondangan, arisan, dan lainnya dengan harga Rp 225 ribu.
"Untuk pria muda dan bapak-bapak, ada peci bermotif belah ketupat dengan harga Rp 60 ribu dan Rp 65 ribu. Sedangkan peci yang ada tapisnya Rp 75 ribu," jelasnya.
Pilihan lainnya atasan casual buat gadis muda dan ibu-ibu muda dengan motif belah ketupat. "Atasan ini juga beraksen benang emas impor sehingga aman jika dicuci. Harga per satuannya Rp 450 ribu," beber Remi Fitri.
Berikutnya ada toples dengan penutup bermotif belah ketupat. "Tiga pieces cuma Rp 100 ribu," ungkapnya.
Ada juga ikat pinggang bermotif belah ketupat Rp 50 ribu, taplak meja berukuran 1 meter kali 1 meter dengan harga Rp 100 ribu, tirai motif belah ketupat per 1 meter Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu tergantung ukuran serta tempat tisu rajut bermotif belah ketupat Rp 100 ribu. "Kalau tempat tisu yang tidak dirajut Rp 35 ribu dan Rp 40 ribu," tambahnya.
Tak ketinggalan tapis motif belah ketupat. "Tapis yang menggunakan benang emas biasa atau lokal harganya berkisar Rp 1,2 juta. Sedangkan yang benang emas impor mulai dari Rp 2 juta ke atas," ungkapnya lagi.
Nah, buat pembaca setia TravelPlus Indonesia maupun traveler yang ingin memborong tapis dan aneka kriya bermotif belah ketupat tersebut, bisa datang ke Dekranasda Tanggamus di Rest Area Gisting, Kecamatan Gisting.
Pilihan sentra ekraf lainnya di outlet Tapis Ratu Intan yang beralamat di Jln. Raya Simpang Tangkit, Pekon Tiuh Memom, Kecamatan Pugung. Kabupaten Tanggamus. Atau bisa juga ke sentra tapis @yanahkebung di Pekon Suka Banjar, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus.
Menurut Remi Fitri yang juga pengurus Dekranasda Kabupaten Tanggamus Bidang Managemen Usaha, bagi traveler yang sedang berada di Kabupaten Tanggamus saat ini, bisa juga memborong tapis dan atau pernak-perniknya yang bermotif belah ketupat di acara Tanggamus Expo 2026 yang tengah berlangsung di Lapangan Tangsi, Kecamatan Talang Padang sampai dengan 10 April.
"Tepatnya di stand Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan atau Koperindag Kabupaten Tanggamus, pas di samping panggung," pungkasnya.
Selamat menjelajah ragam pesona Kabupaten Tanggamus. Jangan lupa borong tapis dan pernak-pernih atau varian kriya bermotif belah ketupat khas Kabupaten Tanggamus, buat oleh-oleh.
Enjoy trip, enjoy shoping tour🙏.
Naskah & foto : Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Captions:
1. Iko pujuk (ikat kepala) berbentuk Gunung Tanggamus dan bermotif Belah Ketupat, motif khas Kabupaten Tanggamus.
2. Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba menjelaskan sub-ekraf yakni kriya atau kerajinan tangan unggulan Kabupaten Tanggamus kepada TravelPlus Indonesia di kantornya.
3. Tapis Ratu Intan salah satu sentra kriya tapis dan pernak-pernih bermotif belah ketupat yang ada di Kabupaten Tanggamus, tepatnya di Kecamatan Pugung.
4. Remi Fitri Maharani, owner sentra Tapis Ratu Intan menjelaskan varian produk kriya bermotif belah ketupat antara lain taplak meja kepada TravelPlus Indonesia di outlet-nya di Kecamatan Pugung.
5. Gantungan id card, gantungan kalung siger, dan iko pujuk bermotif belah ketupat khas Kabupaten Tanggamus.
6. Bermacam tas wanita berbahan beludru dan bermotif belah ketupat khas Kabupaten Tanggamus.
7. Wisatawan berbelanja tapis dan pernak-pernik bermotif belah ketupat langsung ke outlet Tapis Ratu Intan di Kecamatan Pugung.
8. Rumah merangkap outlet Tapis Ratu Intan yang beralamat di Jln. Raya Simpang Tangkit, Pekon (Desa) Tiuh Memom, Kecamatan Pugung.










0 komentar:
Posting Komentar