Sendratari “The Tales of Karangbolong", Layak Ditampilkan Lagi di Ruang Publik Estetik
Usai memukau warga perantauan asal Kabupaten Kebumen yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya, Sendratari “The Tales of Karangbolong" sudah amat pantas ditampilkan lagi di ruang publik di Jakarta yang estetik dan besar.
Itulah catatan penting yang TravelPlus Indonesia garis bawahi setelah menyaksikan langsung suguhan budaya tersebut di pendopo Anjungan Provinsi Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026) siang sampai sore.
Mengapa layak ditampilkan lagi? Karena sendratari “The Tales of Karangbolong" bukan sekadar sebagai bentuk peleatarian budaya Kabupaten Kebumen pun secara keseluruhan apa yang disuguhkan memang bagus, lebih fresh/kekinian, dan tentunya artistik baik dari sisi koreografi, kostum, pencahayaan panggung, dan lainnya.
Dan kenapa harus ditampilkan di ruang publik di Jakarta yang estetik dan berukuran besar? Ya supaya jangkauan penonton/penikmatnya jauh lebih luas dan beragam (tidak sebatas hanya warga perantauan asal Kabupaten Kebumen di Jabodetabek dan sekitarnya). Dengan begitu otomatis akan terekspos lebih luas lagi baik oleh sejumlah media online yang ada di Jakarta maupun ragam media sosial dari penonton yang hadir langsung.
Namun dengan catatan, pertunjukan tersebut harus gratis (tidak dipungut tiket masuk) dan dipromosikan secara gencar terutama pra event atau sebelum pertunjukan tersebut berlangsung secara kontinu, misalnya sebulan, tiga Minggu, dua Minggu, satu Minggu, dan beberapa hari sebelum pelaksanaan supaya publik Jabodetabek dan sekitarnya tahu dan tertarik berbondong-bondong datang.
Selain gratis, sendratari yang disuguhkan juga harus lebih kolosal, artinya jumlah para penarinya harus lebih banyak dari biasanya, misalnya di atas 500 orang agar lebih megah dan wah.
Lalu ruang publik di Jakarta yang besar itu dimana? Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia, sekurangnya ada 2 pilihan. Pertama, Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat. Kedua, saat Car Free Day di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Namun karena ada embel-embel ruang publik estetik yang erat kaitannya dengan pertunjukan seni maupun budaya, tentu pilihan paling tepat adalah Taman Fatahillah, Kota Tua lantaran merupakan kawasan cagar budaya yang penuh dengan bangunan tua dan bersejarah yang klasik, artistik, bisa menampung sampai puluhan ribu orang, dan letaknya amat strategis karena mudah dijangkau publik dengan berbagai moda transportasi umum seperti bus TransJakarta dan KRL Commuter Line.
Pilihan venue lainnya, bisa juga di ruang kesenian indoor yang besar dan strategis misalnya di Taman Ismail Marzuki (TIM) antara lain di Teater Besar (Teater Jakarta) yang memiliki 1.200 kursi dan Graha Bhakti Budaya (sekitar 950 kursi) atau di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang berkapasitas sekitar 475 kursi, Gedung Kesenian Miss Tjijih (300 kursi), dan atau di Gedung Wayang Orang Bharata yang berkapasitas 250 kursi. Kalau dilihat secara kapasitas, tentu Teater Besar TIM bisa jadi pilihan utama untuk venue indoor. Dengan catatan sebagaimana tersebut di atas yaitu gratis dan dipromosikan secara gencar pra event-nya.
Apakah cukup sendratari "The Tales of Karangbolong" yang disuguhkan? Tentu tidak. Sendratari tersebut memang sajian utamanya namun harus ada beberapa sajian pelengkapnya antara lain hiburan musik yang menghadirkan penyanyi ternama dari Kebumen ataupun dari ibu kota Jakarta yang membawakan lagu-lagu daerah Kebumen dipadukan dengan lagu pop/dangdut kekinian.
Selain itu sebaiknya harus ada deretan stan kuliner khas Kabupaten Kebumen, aneka kriya/kerajinan tangan atau oleh-oleh khas Kebumen yang dikemas bersih dan eatetik.
Tak ketinggalan dan amat penting, harus tetsedia pula stan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kebumen yang menyediakan berbagai bahan promosi wisata dan budaya Kebumen seperti leaflet, booklet, dan lainnya
Lalu stan akomodasi/penginapan/hotel/homestay yang ada di Kabupaten Kebumen dan stan travel agent/indie travel ataupun trip operator yang menjual bermacam paket wisata yang ada di Kabupaten Kebumen, lengkap dengan informasi itinerary, harga, meeting point, objek wisata yang dikunjungi, waktu (tanggal/bulan) pelaksanaan, dan contact person di setiap paket wisata yang dijual supaya masyarakat yang datang tertarik untuk langsung membeli paket-paket wisata tersebut sesuai minatnya.
Dengan begitu, sendratari “The Tales of Karangbolong" yang disuguhkan bukan hanya menjadi ajang promosi sektor pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kebumen pun sekaligus bisa menjaring calon wisatawan yang akan berwisata ke Kabupaten Kebumen.
Sebagai informasi tambahan sendratari “The Tales of Karangbolong" yang telah terdaftar secara resmi dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) berkisah tentang perjuangan Pangeran Surti yang diperintah oleh raja setempat untuk mencari obat berupa sarang burung walet guna menyembuhkan permaisuri dari kutukan. Pangeran Surti mencari sarang burung walet sampai ke pesisir Selatan lalu mendapat bantuan Lutung Kasarung sampai bertemu Nyi Roro Kidul dan akhirnya berhasil mendapatkan obat tersebut.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam kata sambutannya menjelaskan sendratari ini merupakan karya anak-anak muda Kabupaten Kebumen yang digagas oleh dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, sebagai pengembangan dari tari kolosal Swardana Kabumian yang sebelumnya sukses disuguhkan di Kebumen Fest 2025.
Lilis Nuryani mengaku bangga bisa membawa Kabupaten Kebumen ke TMII untuk mempromosikan kebudayaan Kebumen ke seluruh Indonesia lewat sendratari ini.
Dia melihat karya ini menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar karena mampu mengjadirkan budaya dalam bentuk segar dan semakin dekat dengan masyarakat.
"Karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada para pelatih, penari, dan seluruh tim kreatif yang telah menyiapkan pertunjukan ini dengan penuh dedikasi," ungkapnya.
Naskah, foto & video: Adji TravelPlus (jurnalis senior sektor pariwisata, ekraf konservasi budaya, dan alam), IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Captions:
1. Melihat kualitasnya, sendratari "The Tales of Karangbolong" dari Kabupaten Kebumen menurut TravelPlus Indonesia sudah layak ditampilkan di ruang publik di Jakarta yang estetik dan besar.
2. Video sepenggal sendratari "The Tales of Karangbolong" yang ditampilkan Pemkab Kebumen di Anjungan Jateng TMII, Minggu (12/4/2026).
3. Koreografi dan kostumnya estetik dan artistik.
4. Video yel-yel usai tampil memukau para tamu warga perantauan asal Kabupaten Kebumen yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya di TMII.
5. Para pemainnya dari anak-anak, muda-mudi sampai orang dewasa dari Kabupaten Kebumen.
6. Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat memberi kata sambutan sekaligus membuka persembahan sendratari "The Tales of Karangbolong" di TMII.
7. Berfoto bersama usai tampil.






0 komentar:
Posting Komentar