. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Jumat, 24 April 2026

Di Seba Baduy 2026, Tersirat 10 Keistimewaan Urang Kanekes yang Mengagumkan


Menyaksikan dengan mata kepala sendiri Seba Baduy 2026 yang berlangsung di sekitar Alun-alun Rangkasbitung dan mengamati dengan cermat sekitar 1.500 orang Baduy atau urang Kanekes yang ikut serta, TravelPlus Indonesia yakin traveler akan menemukan sekurangnya 10 keistimewaan mereka yang mengagumkan.

Keistimewaan pertama yang bikin kagum, dari Seba Baduy 2026 dapat ditarik kesimpulan bahwa urang Kanekes (begitu sebenarnya mereka lebih senang disebut/dipanggil) adalah komunitas/masyarakat adat yang memiliki kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki (sandal maupun sepatu) alias telanjang kaki atau nyeker atau barefoot secara bersama-sama rutin setiap tahun dengan tujuan memberikan sejumlah hasil bumi mereka ke pemerintah setempat, baik itu Pemkab Lebak dalam hal ini bupati maupun Pemprov Banten (gubernur).

Berdasarkan fakta itu tak berlebihan bila urang Kanekes layak mendapat predikat sebagai komunitas/masyarakat adat pejalan kaki nyeker paling tangguh dan kompak se-Indonesia bahkan mungkin dunia.


Keistimewaan kedua, urang Kanekes menyiapkan regenerasi sejak dini supaya Seba Baduy tetap rutin dapat mereka lakukan setiap tahun. Caranya dengan mengajak anak laki-laki, keponakan atau cucu mereka yang masih bocah cilik (bocil) ikut Seba Baduy berjalan kaki nyeker dengan ayahnya, pamannya ataupun kakeknya.

Contohnya Mursid (30), ayah dua anak yang tinggal di Kampung Cempaka, Baduy luar atau Panamping, mengajak Indra anak sulungnya yang kini berusia 12 tahun ikut Seba Baduy 2026. Menurut Mursid, sebelumnya Indra pernah ikut juga. "Tahun ini merupakan yang kedua kali dia (Indra) ikut Seba Baduy," terang Mursid.


Berikutnya atau keistimewaan yang ketiga, pelaksanaan Seba Baduy 2026 membuktikan kalau urang Kanekes baik yang menetap di tiga kampung inti Baduy dalam (Tangtu) yakni Cikeusik, Cibeo, dan Cikartawarna maupun urang Kanekes yang menetap di sejumlah kampung di wilayah Baduy luar (Panamping) sama-sama tetap setia dan patuh menjaga dan menjalankan pikukuh leluhur atau ajaran, pedoman, atau aturan adat warisan karuhun (nenek moyang) mereka.

Mungkin tak sedikit orang (wisatawan) yang kasihan (tidak tega) melihat urang Kanekes berjalan kaki nyeker saat Seba Baduy atau menganggap kebiasaan mereka itu aneh namun urang Kanekes bermental baja, tetap teguh menjalankannya.

Keistimewaan keempat, dari pelaksanaan Seba Baduy 2026 terkuak pula bahwa urang Kanekes itu umumnya pendiam alias tak banyak bicara dan bertingkah berlebihan saat makan, berjalan maupun berbicara dengan orang lain. Mereka tidak berbicara berlebihan apalagi bercanda.

Keistimewaan kelima, di Seba Baduy 2026 juga terlihat jelas bahwa urang Kanekes itu masyarakat adat yang berperilaku tertib.


Mereka mengikuti setiap aturan baik yang disampaikan kepala rombongan mereka maupun aturan dari panitia pelaksana Seba Baduy tahun ini, baik saat berjalan kaki bersama dari titik awal (start) di Ciboleger sampai tiba di acara penyamabutan mulai dari Jembatan Keong Rangkasbitung sampai di Alun-alun Rangkasbitung dan Pendopo Bupati Lebak, Jumat (24/4) sore maupun saat mengikuti rangkaian acara berikutnya seperti babacakan dan lainnya di Pendopo Bupati Lebak yang digelar selepas magrib (malam Sabtu).

Selanjutnya atau keistimewaan yang keenam, dari Seba Baduy 2026 terbukti kalau urang Kanekes itu pekerja keras baik bertani padi huma di ladang dan berkebun untuk menanam bermacam tanaman pendamping seperti pisang, pete, jengkol, dan bermacam tanaman buah, dan lainnya; mengambil hasil hutan yang melimpah seperti madu hutan; dan sekaligus membuat aneka kerajinan tangan ataupun oleh-oleh untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual seperti gula aren/gula kawung.


Buktinya bisa dilihat dari hasil bumi yang dibawa urang Kanekes untuk Bupati Lebak atau Pemkab Lebak antara lain pisang dan gula aren.

Ini sekaligus membuktikan bahwa urang Kanekes adalah komunitas masyarakat adat yang mandiri dan juga punya prinsip lebih baik tangan di atas (memberi) daripada tangan di bawah (meminta).

Keistimewaan ketujuh, lewat Seba Baduy 2026 terlihat jelas kalau urang Kanekes itu masyarakat adat yang  produktif dan kreatif bukan konsumtif. Ini mereka tunjukkan dari aneka kerajinan tangan yang mereka pakai seperti ikat kepala khas Baduy atau iket Baduy (lomar), tas rajut khas Baduy atau tas koja, dan tentunya kesederhanaan pakaian yang mereka kenakan yakni jamang sangsang (pakaian pria khas Baduy, baik yang berwarna putih untuk Tangtu atau hitam/biru tua untuk Panamping, tanpa kancing juga kerah, dan dijahit dengan cara disangsangkan (dilekatkan) di tubuh).


Pro Ramah Lingkungan
Keistimewaan kedelapan, terkuak pula dari Seba Baduy 2026, urang Kanekes itu merupakan masyarakat adat yang sangat pro ramah lingkungan dan tidak menghasilkan terlalu banyak sampah. Ini bisa terlihat dari pakaian yang mereka kenakan hasil buatan sendiri bahkan tanpa sandal maupun sepatu, dan dari hasil bumi yang mereka bawa dan berikan ke pemerintah setempat.

Berikutnya atau keistimewaan yang kesembilan, dari Seba Baduy 2026 terlihat bahwa urang Kanekes merupakan masyarakat adat yang beradaptasi dengan bijak, tidak berlebihan, tidak sampai meninggalkan pikukuh leluhur. Contohnya beberapa di antara mereka belajar menggunakan HP dan aktif ber-medsos untuk keperluan menjual aneka kerajinan dan hasil bumi serta mempromosikan daya tarik alam dan budaya mereka.


Keistimewaan terakhir atau yang kesepuluh, berkat sederet keistimewaan di atas berikut dengan kesetiaan melakukan Seba Baduy, membuat urang Kanekes punya daya tarik kuat atau magnet besar yang mampu menjaring kunjungan wisatawan baik lokal maupun nusantara bahkan mancanegara untuk datang menyaksikan mereka di Seba Baduy 2026. Bahkan membuat banyak orang terutama wisnus dari luar Banten yang tertarik berkunjung langsung ke wilayah mereka baik di Panamping maupun Tangtu.

Berkat 10 keistimewaannya tersebut, sudah pantas rasanya Indonesia, Banten, dan khususnya Kabupaten Lebak berterima kasih kepada urang Kanekes yang tetap setia menjalankan pikukuh leluhur mereka termasuk Seba Baduy sehingga membuat banyak orang terpikat, kemudian mengunjungi wilayah mereka yang tersebar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Naskah, foto & video: Adji TravelPlus, IG @adjitropis , Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180


Captions
:
1. Lewat Seba Baduy 2026 tersirat jelas bahwa orang Baduy atau urang Kanekes (begitu mereka lebih senang disebut/dipanggil) adalah komunitas/masyarakat adat yang pantas mendapat predikat pejalan kaki tanpa alas kaki (nyeker) paling tangguh dan kompak se-Indonesia bahkan mungkin dunia.
2. Mursid (30), urang Kanekes yang tinggal di wilayah Baduy luar atau Panamping, mengajak Indra (12) anak sulungnya ikut Seba Baduy 2026, ini bukti adanya regenerasi sejak dini.
3. Misja (27) salah satu dari beberapa urang Kanekes yang menetap di Baduy dalam atau Tangtu yang ikut serta Seba Baduy 2026.
4. Penyambutan kedatangan urang Kanekes yang ikut Seba Baduy 2026 berlangsung mulai Jembatan Keong Rangkasbitung sampai Alun-alun Rangkasbitung, dan Pendopo Bupati Lebak pada Jumat (24/4) sore.
5. Memberikan sejumlah hasil bumi seperti pisang dan gula aren dalam Seba Baduy 2026 membuktikan kalau urang Kanekes itu masyarakat adat yang produktif dan mandiri.
6. Video sekitar 1.500 urang Kanekes berjalan kaki nyeker dari Ciboleger sampai Pendopo Bupati Lebak dalam Seba Baduy 2026 melewati Jembatan Keong Rangkasbitung.
7. Pengunjung wisatawan lokal (wislok), wisatawan nusantara (wisnus) bahkan beberapa wisatawan mancanegara (wisman) terpantau TravelPlus Indonesia begitu antusias mengabadikan urang Kanekes berjalan kaki dalam Seba Baduy 2026.
8. Video pengunjung berfoto bersama anak muda urang Kanekes Baduy luar yang ikut Seba Baduy 2026 di halaman Pendopo Bupati Lebak.

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP