Gunung Kerinci Diincar Banyak Pendaki, Ini Lima Daya Pikatnya
Gunung Kerinci yang terletak di perbatasan dua provinsi di Sumatra yakni Jambi dan Sumatra Barat, menjadi salah satu gunung yang diincar banyak pendaki untuk mengisi libur lebaran tahun ini.
Faktanya di beberapa grup WA pendaki sejumlah tour operator (TO) pendakian gunung dari Jawa dan lainnya, membuat open trip (OT) maupun share cost pendakian ke Gunung Kerinci.
Harga OT-nya bervariasi sesuai dengan fasilitas yang disediakan namun jalur pendakian yang dipilih hampir semua OT memilih via Kersik Tuo, yakni sebuah desa yang berada di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.
Berdasarkan amatan TravelPlus Indonesia yang pernah menggapai puncak Gunung Kerinci via Kersik Tuo beberapa tahun lalu, sekurangnya ada lima daya pikat yang dimiliki Gunung Kerinci sehingga masuk dalam daftar gunung dambaan para pendaki Indonesia bahkan mancanegara.
Daya pikat Gunung Kerinci yang pertama, gunung berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (Mdpl) ini menyandang tiga predikat yang membanggakan sekaligus mencegangkan.
Predikat pertama, gunung berapi tertinggi di Sumatra sehingga layak menyandang gelar "Atapnya Sumatra" . Nama puncak Gunung Kerinci adalah Puncak Indrapura.
Berkat predikat tersebut, tak sedikit pendaki yang beranggapan belum sempurna, lengkap atau komplet pendakian gunung di Sumatra kalau belum menapakkan kaki dan atau mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kerinci.
Pemandangan yang disuguhkan di kejauhan dari puncaknya antara lain Kota Jambi, Kota Padang, Kota Bengkulu, dan Samudra Hindia bahkan terkadang samudra atau lautan awan bila cuaca tengah bersahabat.
Predikat kedua, gunung berapi tertinggi di Indonesia (masuk sevent summits of Indonesia). Ketinggiannya mengalahkan Gunung Rinjani yang merupakan "Atapnya Lombok" sekaligus "Atapnya Nusa Tenggara" dan Gunung Semeru yang menjadi "Atapnya Jawa".
Sejumlah puncak gunung di Papua antara lain Puncak Jaya/Carstenz Pyramid, Trikora, dan Mandala yang berketinggian di atas 4.000 Mdpl memang lebih tinggi daripada puncak Gunung Kerinci. Namun puncak-puncak gunung di Bumi Cendrawasih tersebut, bukanlah gunung berapi.
Predikat ketiga sekaligus mencengangkan/menakjubkan, Gunung Kerinci adalah gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara atau kawasan ASEAN. Beberpa gunung di negara lain seperti Gunung Hkakabo Razi di Myanmar bagian Utara dan Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia memang lebih tinggi daripada Gunung Kerinci. Namun kedua gunung tersebut juga bukanlah gunung berapi.
Tiga predikat prestisius tersebut boleh dibilang menjadi daya tarik utama yang membuat Gunung Kerinci ramai peminatnya atau dengan kata lain menjadi gunung yang wajib masuk daftar pendakian setiap pendaki di Tanah Air sekalipun hanya sekali seumur hidup.
Daya pikat Gunung Kerinci yang kedua, Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang beberapa kawasannya masih menjadi habitat Harimau Sumatra. Fakta tersebut membuat pendakian gunung ini terasa punya tantangan tersendiri bagi pendaki terlebih yang tinggal diluar Sumatra.
Daya pikatnya yang ketiga, Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolkano yang masih aktif hingga saat ini.
Gunung berbentuk kerucut ini memiliki lebar 13 Km dan panjang 25 Km. Di puncaknya terdapat kawah berukuran 400 x 120 meter dan dalam 600 meter berisi air berwarna hijau yang masih berstatus aktif.
Gunung Kerinci terakhir erupsi pada 11 Januari 2023 hingga sekarang. Menurut data dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gunung ini, pernah meletus di kawah pusatnya pada 1838.
Tingkat Kesulitan
Daya tariknya yang keempat, memiliki hanya dua jalur pendakian umum menuju puncaknya yakni via Kersik Tuo, Kab. Kerinci, Jambi dan via Bukit Bontak, Kab. Solok Selatan, Sumbar dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Berdasarkan level/grade atau tingkat kesulitan yang sudah diklasifikasikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo masuk dalam level 3 atau menengah bersama antara lain dengan Gunung Gede, Pangrango, Ciremai, Halimun Salak, Merbabu, Singgalang, Bawakaraeng, dan Gunung Tambora.
Sedangkan pendakian Gunung Kerinci via Bukit Bontak, Solok Selatan, Sumbar ber-level 4 atau sulit bersama antara lain dengan Gunung Argopuro, Gendang Dewata, Semeru, Binaiya, dan Gunung Rinjani.
Jalur pendakian Gunung Kerinci via Bukit Bontak, terbilang masih baru. Jalur tersebut resmi dibuka pada akhir 2025.
Dari dua jalur pendakian tersebut, jalur via Kersik Tuo yang berada pada ketinggian 1.400 Mdpl, sampai saat ini paling sering digunakan para pendaki dengan durasi pendakian 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam (jika ingin lebih santai).
Daya pikat Gunung Kerinci yang terakhir atau kelima adalah gunung berapi yang di sekitarnya terdapat belasan danau, yang terbesar antara lain Danau Kerinci seluas 4.200 hektar yang terletak di ketinggian 650 Mdpl dan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian 1.996 Mdpl.
Selain itu ada Danau Kaco yang juga berada di kawasan yang sama dengan Gunung Kerinci, yaitu di dalam TNKS, Jambi. Danau di keringgian 1.229 Mdpl yang airnya berwarna biru jernih ini terletak di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kab. Kerinci. Biasanya usai mendaki puncak Gunung Kerinci, tak sedikit pendaki yang lanjut ke salah satu danau tersebut untuk rileks.
Melihat lima daya pikat Gunung Kerinci terlebih tiga predikat yang disandangnya di atas, wajar kalau banyak pendaki di Tanah Air yang mendambakannya dan mengincarnya sebagai destinasi pendakian liburan lebaran tahun ini.
Naskah: Adji TravelPlus, IG @adjitropis, Tiktok @FaktaWisata.id & YouTube @kelana180
Foto & video: adji & #rekanpendaki
Captions:
1. Gunung Kerinci berlatar depan perkebunan teh Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Jambi diincar banyak pendaki untuk mengisi libur lebaran tahun ini.
2. TravelPlus Indonesia berdiri di depan Pintu Rimba, gerbang awal pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Jambi.
3. Melewati salah satu trek pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo, Jambi.
4. Bukti kalau TravelPlus Indonesia pernah menampakkan kaki di Puncak Indrapura, puncaknya Gunung Kerinci.
5. Video TravelPlus Indonesia berzikir mengucapkan Salam Tauhid, Lailahailallah di puncak Gunung Kerinci.
6. Gunung Kerinci menyandang tiga predikat yang menakjubkan yakni gunung berapi tertinggi di Sumatra, Indonesia bahkan Asia Tenggara.
7. TravelPlus Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kerinci.







0 komentar:
Posting Komentar